P. 1
SEJARAH GENDER

SEJARAH GENDER

|Views: 1,556|Likes:
Published by Iqbal Radhibillah

More info:

Published by: Iqbal Radhibillah on Jan 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

SEJARAH GENDER PENGERTIAN GENDER DAN SEKS

GENDER

sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial dan kultural dengan akibat terjadinya perbedaan fungsi, peran dan tanggung jawab pada kedua jenis kelamin. Perbedaan ini merupakan konstruksi masyarakat sehingga sifatnya bisa berubah dan tidak sama SEKS perbedaan jenis kelamin yang ditentukan secara biologis. Perbedaan ini merupakan kodrat atau ketentuan Tuhan sehingga sifatnya permanen dan universal. Karakteristik Gender Hubungan : Terbentuk secara sosial Tingkatan : Hubungan kekuasaan Perubahan : Berubah setiap saat Isi : Bervariasi didalam masyarakat, Kelas, suku.

Institusi : Tersistimatis KENAPA GENDER DIPERMASALAHKAN DALAM MASYARAKAT? Sebenarnya gender tidak perlu dipermasalahkan jika hal itu tidak menimbulkan diskriminasi dan ketidak adilan gender terhadap salah satu jenis kelamin manusia. Bentuk-Bentuk Ketidak adilan Gender Marjinalisasi Subordinasi Stereotipe (pelabelan negatif) Kekerasan Beban kerja ganda

Gender Equity / Keadilan gender Gender Equity berarti perlakuan yang adil (sesuai dengan hak dan kewajiban) untuk laki-laki dan perempuan, sesuai dengan penghormatan kebutuhan.

Ini mungkin perlakuan sama atau perlakuan yang tidak sama, tetapi mempertimbangkan hak-hak, keuntungan , tanggung jawab dan kesempatan. Equity mengakui perbedaan bahwa :

* laki-laki dan perempuan memiliki peran yang berbeda * laki-laki dan perempuan berbeda secara phisiology. Gender Equality/Kesetaraan Gender Gender Equality adalah kesetaraan kondisi dan status antara laki-laki dan perempuan bahwa semua makhluk baik laki-laki maupun perempuan bebas untuk membangun kemampuan pribadinya dan didalam membuat keputusan tanpa dibatasi oleh pandangan stereotipe, peran gender yang kaku dan prejudice.

Bahwa perbedaan perilaku, aspirasi-aspirasi (harapan), dan kebutuhan –kebutuhan laki-laki dan perempuan dijadikan sebagai pertimbangan, dihargai dan diperlakukan setara. Tidaklah berarti bahwa perempuan dan laki-laki harus menjadi sama, tetapi dalam hak-hak, tanggung jawab, dan kesempatan mereka tidak akan tergantung apakah karena dia lahir sebagai lakilaki atau perempuan. Equality menyangkut kesetaraan peluang dan kesempatan:

* dalam sumber daya

* dalam partisipasi dalam membuat suatu keputusan

* dalam akses dan kontrol terhadap sumber daya dan keuntungan

* dalam pengakuan

Kebutuhan Gender Yang digunakan untuk mengatasinya dilakukan dengan dua bentuk yaitu pendekatan kebutuhan praktis dan strategis. Kebutuhan praktis biasanya digunakan secara langsung dan nyata serta dikembangkan berdasarkan kebutuhan peran gender perempuan. Misalnya: akses pada air, minyak, fasilitas sanitasi, transportasi, kredit dll.

Kebutuhan strategis adalah suatu kebutuhan yang masih harus diperjuangkan dalam waktu yang relatif panjang . Misalnya kesamaan hak pada hak atas kekayaan, gaji persamaan bagi perempuan dan laki-laki miskin dalam pembuatan keputusan dll.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->