BAB 3 PRINSIP DESAIN STRUKTUR BAMBU

3.1. Konsep Arsitektural Desain dalam dunia arsitektur memegang peran penting dalam menampilkan wujud sebuah bangunan. Desain yang baik seharusnya memikirkan seluruh komponen yang membentuk sebuah bangunan, baik dari segi arsitektur maupun dari segi struktur. Arsitektural dalam suatu bangunan memberikan peran penting dalam wujud, penampilan, dan prilaku struktur bangunan. Merancang bangunan berarti memadukan bentuk dan fungsi, yang menentukan penampilan dan jenis struktur yang paling sesuai untuk bangunan tersebut. Menurut Longman Learner’s Dictionary of American English 2000, ekspresi arsitektural dapat dikomunikasikan melalui tiga elemen fisik desain suatu bangunan, yaitu: a. Fasade (tampak bangunan) Fasade sebagai wajah adalah point pertama dari suatu bangunan yang langsung bisa direview dan dilihat oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. b. Interior Ruang-ruang dalam (interior) juga mempunyai peran penting untuk menguatkan pesan yang disampaikan oleh fasade. Ekspresi pada interior lebih bersifat meruang (untuk dirasakan) sedangkan fasade (eksterior) untuk dilihat. c. Denah dan masa bangunan Penataan dan desain interior dan pemunculan fasade dihasilkan dari pengolahan denah dan masa bangunan. Syarat mutlak suatu perencanaan bangunan adalah, bilamana terpenuhi syarat tritunggal yaitu:fungsional, struktural, dan estetis secara tepat. 3.2. Konsep Bentuk dan Ruang Studi mengenai bangunan telah memperlihatkan fakta yang jelas bahwa pada umumnya ada hubungan yang erat antara susunan fungsional bangunan dengan sistem struktural yang digunakan. Pola yang dibentuk oleh konfigurasi struktural mempunyai hubungan erat dengan pola yang dibentuk berdasarkan pengaturan fungsional. Pada beberapa bangunan yang khas (seperti cottage, aparetemen,mall) penggunaan suatu pola seringkali

merupakan akibat dari persyaratan fungsional bangunan terhadap tinjauan konstruksi yang terjadi karena adanya persyaratan struktur.1 Pemisahan bentuk bangunan 3. Garis vertikal Garis horizontal Garis diagonal Garus lengkung Pola : memberi kesan tinggi dan kuat : memberi kesan tenang dan keras : memberi kesan garis untuk pergerakan (movement) : memberi kesan dinamis dan fleksibel Pola dibentuk oleh: . Elemen-elemen yang dapat mengkomunikasikan bentuk dalam arsitektur adalah: Tekstur Tekstur ada dua macam. b. namun secara struktural harus tetap aman terhadap gaya gempa.2. tertentu dari arsitek kepada masyarakat. Tekstur halus mempunyai sifat menyenangkan. dan meyakinkan. sedangkan tekstur kasar mengandung peringatan. Bambu adalah material yang mempunyai berat jenis rendah. Gambar 3. Sederhana artinya tidak banyak tonjolan dan sudut. Konsep bentuk dan ruang untuk desain bangunan tahan gempa adalah sederhana dan simetris. atau alat untuk menyampaikan pesan a. Sehingga bentuk simetri bukanlah harga mati. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memisahkan bentuk bangunan yang kompleks menjadi bentuk-bentuk yang sederhana untuk mencegah terjadinya interaksi. simetris dimaksudkan agar pusat masa dan pusat kekakuan berhimpit pada satu titik. Konsep Penampilan Bentuk Bangunan Bentuk dalam arsitektur adalah suatu media atau alat komunikasi untuk menyampaikan arti yang dikandung oleh bentuk itu sendiri. yaitu tekstur halus dan tekstur kasar. maka memungkinkan untuk mendesain/mengolah bentuk denah menjadi lebih dinamis.1.

horizontal. karena akan meningkatkan ketahanan geser dan juga berperan dalam pengeringan setelah hujan. Sebagai contoh segitiga dengan panjang bentang yang sama tetapi tinggi yang berbeda maka akan lain tingkat kestabilannya. Kestabilan pada bentuk bangunan dapat ditingkatkan dengan penambahan batang diagonal. Bentuk/masa Bentuk merupakan unit yang mempunyai unsur garis. Sehingga masing-masing bentuk mempunyai penyelesain yang akan berpengaruh pada elemen lainnya. lapisan. tinggi. . kekakuan bangunan dan tingkat respon struktur pada gempa. Karena itu perlu perencanaan penempatan batang yang tepat agar tidak mengganggu sirkulasi dan estetika bangunan. Penyusunan bambu secara vertikal lebih dianjurkan daripada penyusunan secara horizontal. Batang bambu dapat disusun secara vertikal. dan Bambu sendiri sebenarnya sudah memiliki karakteristik khas. lingkaran. volume. Bentuk segitiga adalah bentuk yang dinilai paling stabil. diagonal atupun gabungan. sesuai perbandingan panjang. Penempatan batang/bracing Masing-masing bentuk dasar (segitiga. Oleh karena itu perlu dicari berapa perbandingan panjang bentang dan tinggi yang paling stabil mengingat keterbatasan bambu sebagai batang. namun kadang batang-batang ini mengganggu secara arsitektural. persegi empat. Masing-masing susunan akan berpengaruh pada tampak bangunan. keawetan. Namun demukian dari bentuk segitiga itu sendiri juga mempunyai prilaku dan pengaruh yang berbeda-beda.2.karena air akan lebih mudah mengalir kebawah. warna. tekstur. Gambar 3. dan segi banyak) mempunyai karakteristik sendiri apabila diaplikasikan dalam struktur bangunan. sehingga penyusunan batang-batang bambu untuk komponen bangunan memerlukan kreatifitas sendiri.c. dan sudutnya.

. modul beraturan sangat baik dalam merespon dan membagi gaya gempa. dinding bambu diplester dengan mortat untuk agar awet dan tidak mudah terbakar.1. Disamping itu. alasan keamanan. Maka sebisa mungkin menghindari sambungan batang lurus baik secara horizontal/vertikal untuk komponen struktural. Selain kualitas struktur hal lain yang harus diperhatikan adalah tingkat efektifitas dan efisiensi pemanfaatannya. dan juga berfungsi keamanan.Gambar 3. Kestabilan bentuk segitiga Aplikasi struktur dalam dunia arsitektur dapat dibedakan menjadi dua. Misalnya sambungan yang merupakan kelemahan pada bambu dan pada struktur secara umum. b. Sifat fisik dan mekanik bambu Ketersedian dimensi bambu di pasaran Workabilitas bambu Pemanfaatan batang bambu sebagai struktur mempunyai beberapa keterbatasan yang akan berpengaruh pada kualitas struktur yang dihasilkan. yang berhubungan dengan kebiasaan pemakai. Pada konstruksi dinding kamar mandi dan dapur. modul juga mempengaruhi respon struktur terhadap gaya gempa. maupun psikologis. Contoh lain adalah langit-langit yang dapat berfungsi sebagai penutup rangka atap yang rumit. Masing-masing punya alasan tertetu. keawetan. dan dimensi untuk bangunan bambu merupakan hasil dari hubungan dan interaksi beberapa faktor yaitu: a.3. estetika. 3. Aturan modul Pola yang dibentuk olek modul konfigurasi struktural mempunyai hubungan erat dengan pola fungsional ruangnya. Kuda-kuda yang diekpose memberi kesan luas dan tinggi pada ruang. sedangkan langit-langit. c.3. demikian pula dengan bambu. yaitu yang diekspose dan yang disembunyikan. Misalnya. modulasi. Desain. Sebagai contoh kuda-kuda pada atap dapt diekspos langsung tanpa langit-langit ataupun ditutup langit-langit.

permasalahan teknik dan permasalahan estetika. Umur tebang d. Penambahan batang ini bertujuan untuk menambah momen inersia. struktur. Bentuk struktur merupakan wujud kesatuan antara seni dan teknik. yaitu keindahan bangunan secara integral serta kualitas arsitektur. Penambahan penampang 3. hendaknya kita belajar dari alam. Jenis bambu b. mengemukakan pendapatnya mengenai hubungan erat antar bentuk. Hubungan panjang bentang dan momen yang terjadi. Bentuk dalam struktur berdasar pada tiga hal sederhana yaitu: garis. termasuk pembentukan ruang. fungsi dan alam dan menyatakan dalam mempelajari prinsip-prinsip konstruksi. Bila syarat fungsi. fungsional. mengkakukan balok (elemen modul) sehingga mampu menahan beban lebih besar. Permasalahan seteika adalah permasalahan arsitektur yang agak sulit ditentukan. Gambar 3. Posisi batang c. dan bentuk sudah tepat. Struktur bangunan memecahkan dua permasalahan. Perencanaan struktur Bangunan Horatio Greenough dalam bukunya Form and Function.4.sehingga bangunan yang dihasilkan dapat selaras dengan lingkungannya. kuat. Permasalah teknik adalah kekokohan gedung terhadap pengaruh luar dan bebannya sendiri yang bisa mengakibatkan perubahan bentuk atau runtuhnya gedung. (Frick dan Suskiyanto 1998) Struktur bangunan yang paling ideal adalah yang stabil. Aturan modul dapat juga tergantung jumlah batang per ikatannya. maka segi estetiknya yang . Diameter bambu e.Penentuan panjang efektif bambu dipengaruhi oleh karakteristik bambu yang ditinjau dari: a. untuk batang bambu ganda/rangkap dapat digunakan untuk modul yang lebih panjang jaraknya dibanding batang tunggal. bidang.2. ekonomis dan estetis. dan ruang yang menghasilkan bentuk struktur.

S i r k u l a -s K i e l e m b a b a n .K o l o m .I n t e r i o r . fungsi.B a l o k .mencakup segi arsitektur. Sedangkan kekhasan yang dimiliki bambu adalah bahwa bambu berbentuk pipa. ekologi. dan tampilan bangunan tersebut akan muncul alternatif-alternatif penyelesaian struktur. sehingga momen lembabnya besar tetapi ringan.L a n t a i . S B T A R N R U G U K U A T U N N R A G N K E K U A T A N B A H A N . bentuk dan penampilan bangunan mempunyai syarat dan kriteria tertentu untuk mendapatkan respon struktur yang aman terhadap gaya gempa. dan sifat bambu yang lentur. maka jika perangkaian batang-batang struktur dilakukan dengan baik.A n g -S u a r a Tabel 3. Arsitektur bambu telah banyak dikenal di Indonesia. tepat. Selanjutnya dalam arsitektur bangunan tahan gempa. apalagi masyarakat kita telah akrab dengan . Fungsi struktur adalah melindungi suatu ruang terhadap iklim.D i m e n s i . disyaratkan agar bangunan direncanakan simetri dan sederhana tanpa banyak ornamen dan detail. Konsep Struktural Bambu Tahan Gempa Pengolahan bentuk masa dan tampilan bangunan merupakan hal yang khas dalam arsitektur gempa.2. bahaya-bahaya yang ditimbulkan alam dan menyalurkan semua macam beban ke tanah.E k s t e r i o r . akan dapat diperoleh struktur yang mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap gempa (Morisco. sejarah tradisi dan ekonomi merupakan syarat ketiga yang harus diperhitungkan. Struktur Bangunan Bambu 3. karena hampir seluruh arsitektur tradisional Indonesia tidak lepas dari struktur bambu.T a n g g a P i n t u & j e n d e la E S T E T I K A U N G S I O KN E A NL Y A M F A N A N .1.1998). sosial budaya.S i s t e m .M a s a B N A B N A G M U B N U A N B A M B U S T R U K T U R .K o n s t r u k s i.H u j a n .1.P o n d a s i .A t a p O N S T R U K T U R D i n d i n g . Dari bentuk.P e r u a n g -a Mn a t a h a r i . estetis dan ekonomis akan menambah nilai arsitekturnya. Perencanaan struktur yang kuat. Bambu sebagai material yang ringan tentunya mempunyai peluang yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai struktur tahan gempa. Dalam perencanaan bangunan tahan gempa.

Dalam desain bangunan bambu. Bambu adalah material unshapeable yang berarti dibentuk oleh alam. sehingga riskan terhadap angin. namun akibat perkembangan teknologi istilah ini menjadi tidak tepat lagi. atap. karena semakin besar berat/masa bangunan.2.2.konstruksi ini. Beban Hidup Beban hidup adalah beban akibat adanya aktifitas dalam suatu gedung. Mengapa demikian. sebaiknya mengindahkan beban angin. perabot. Beban dan Kombinasi Pembebanan Beban dapat dikelompokan dalam beberapa bagian yang berkaitan dengan sifat dari elemen struktural yang dipakai dalam konstruksi dan tipe beban yang bekerja pada masingmasing elemen. maka semakin besar pula gaya gempa yang akan dihasilkan (F= m x a). maka harus menghindari kontak langsung dengan matahari dan sebaliknya. c. Menentukan jenis-jenis beban yang bekerja pada system struktur merupakan identifikasi awal dalam perencanaan struktur yang selanjutnya akan menghasilkan analisa gaya dan pembebanan a. dan peralatan lainnya. Atau beban mati adalah berat dari bangunan itu sendiri. Misalnya. Beban Mati Beban mati adalah berat dari semua bagian bangunan yang bersifat permanen. di Jepang batang bambu dikembangkan dengan cara dibentuk menjadi balok. 3. b. . lantai. Beban Angin Beban angin adalah beban akibat pengaruh angin. adalah dengan menghindari/meminimalisasi kontak langsung bambu dengan perubahan cuaca dan lingkungan secara bergantian. karena konstruksi bambu sangat ringan. Dengan menggabungkan pengetahuan tradisional dan perencanaan gempa. diharapkan dapat menghasilkan suatu desain bambu sebagai struktur tahan gempa yang efektif. apabila direncanakan sebagai struktur dalam air. termasuk kolom. Atau beban yang dapat berpindah atau dipindahkan. Dalam perencanaan bangunan tahan gempa beban mati berpengaruh besar. Hal ini tentu saja menguntungkan dari segi desain dan konstruksinya. Salah satu alternatif agar masa bangunan ringan adalah menggunakan bambu sebagai bahan struktur dan non strukturnya. Salah satu kunci dalam perancangan konstruksi bambu agar awet. Dengan demikian beban hidup sangat bergantung pada fungsi dan peruntukkan bangunan. balok. dinding. seperti orang. Sebagai contuh.

kecepatan angin kepadatan udara permukaan bidang bentuk bangunan mengikatkan struktur atas dan bawah dengan kuat. iv. iii. ii.5. iv. iii. penataan permukaan dinding terluar. Beban Gempa Gaya gempa horisontal menyerang titik-titik lemah pada struktur yang kekuatannya tidak memadai dan akan langsung menyebabkan keruntuhan/kegagalan. Perkuatan terhadap angin d. 1984): i. Atas alasan ini.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap bangunan adalah (Sutrisno. angin. karena permukaan dinding yang luas rentan dan mudah terdorong angin. ii. i. sehingga bangunan tidak terangkat bila terkena angin. membuat pengaku silang atau siku pada permukaan bidang. prinsip utama dalam perancangan tahan gempa adalah meningkatkan kekuatan struktur terhadap . mengkonfigurasikan denah agar dapat mengendalikan/mengarahkan prilaku Alternatif mereduksi pengaruh angin pada bangunan bambu adalah: Gambar 3.

gaya inersia atau gaya gempa F dapat dirumuskan: F = m x a (kg) Hal yang menjadi prinsip dalam konstruksi gempa adalah: i. dan konstruksinya. karena penyusutan bambu secara diametris tidak dapat dikontrol. ada beberapa kondisi yang perlu dipertimbangkan. sehingga saat terjadi goyangan gempa struktur bambu mampu kembali ke posisi semula . berat. Salah satu pertimbangannya adalah bambu yang tumbuh pada lereng lebih kuat dari bambu yang tumbuh di lembah. Kuat tarik yang sama terdapat di sepanjang batang.dt²/cm) mengalami percepatan a (cm/ dt²). dan tidak harus dilakukan pada tempat pengeringan. kecepatan dan percepatan akan bekerja pada struktur. tidak merekomendasikan sambungan dengan ikatan. yakni fleksibilitas. Kesemuanya ini disebut respon gempa bumi. bambu membutuhkan setidaknya empat bulan untuk mengering. Sedangkan bagian luarnya. Bagian dalamnya harus dilindungi dari serangan serangga. Agar penggunaan bambu sebagai struktur maksimal sesuai kapasitasnya. ii. Maka dari itu. perpindahan. Dengan menggunakan struktur bambu diharapkan berat konstruksi akan tereduksi banyak bila dibandingkan berat konstruksi beton. Bangunan yang fleksibel akan menerima beban gempa yang lebih kecil dari pada bangunan kaku. bila suatu benda dengan masa m (kg. Ada batasan tertentu mengenai penggunaan bambu dalam konstruksi. 3. dan bambu yang tumbuh pada lahan kering pada umumnya lebih padat dibanding tumbuh di lahan yang subur. Oscar Hidalgo seorang arsitek dari Colombia. Bila suatu struktur mengalami gerakan gempa.gaya lateral (kesamping) yang umumnya tidak memadai. maka perangkaian batang-batang struktur harus dijamin sebagai satu kesatuan yang memiliki kekakuan tertentu. Elastisitas dan kekakuan bangunan Beban yang terjadi pada suatu bangunan tergantung pada kondisi dari bangunan tersebut. sehingga setelah efek gempa selesai tidak terjadi perubahan sudut pada batang-batang strukturnya Salah satu keunggulan bambu adalah mempunyai nilai elastisitas yang tinggi. karena bambu mempunyai . sedangkan kuat tekannya semakin meningkat sesuai dengan umur bambu tersebut.2. Seperti yang sudah diketahui.3. Karakteristik Struktur Bambu Bambu mempunyai karakteistik yaitu mempunyai kuat tarik dan kuat tekan yang baik. Agar kapasitas dan prilaku struktur sama (sebelum dan sesudah gempa). Konstruksi ringan Semakin ringan struktur bangunan maka makin kecil pula gaya gempa yang akan ditimbulkan.

awal kerusakan. Selain karena ringan.lapisan yang kedap air. maka pondasi jugalah yang menerima gaya gempa secara langsung.4. adalah dengan menghindari/meminimalisasi kontak langsung bambu dengan perubahan cuaca dan lingkungan secara bergantian.4. sehingga saat terjadi goyangan gempa struktur bambu mampu kembali ke posisi semula. Sehubungan dengan hal tersebut jenis bambu yang digunakan dalam konstruksi sangat mempengaruhi umur bangunan. 3.1. sehingga dengan perangkaian batang-batang struktur bambu yang benar (sesuai dengan mekanika gaya) maka akan didapatkan suatu struktur bangunan yang tahan terhadap gempa. Keunggulan bambu yang lain adalah mempunyai nilai elastisitas yang tinggi.2. Agar kapasitas dan prilaku struktur sama (sebelum dan sesudah gempa). arah dan posisi gaya. maka lapisan tersebut tidak dapat dicat. Misalnya. Tetapi dengan kondisi seperti itu bambu dapat digunakan sebagai pipa air.2. atap lengkung yang disebut Chocals sedang dikembangkan. sehingga dapat digunakan untuk membuat bentuk kurva (lengkungan). kondisi tumpuan. Respon Terhadap Prilaku Struktur 3. Gaya gempa menyerang bangunan dengan menggoyang pondasi . tetapi sangat disayangkan bahwa bangunan-bangunan tersebut rusak akibat serangan serangga beberapa tahun kemudian. Salah satu kunci dalam perancangan konstruksi bambu agar awet. Pengaruh akhir dari sebuah elemen tergantung pada beberapa kondisi seperti: bentuk struktur. maka harus menghindari kontak langsung dengan matahari dan sebaliknya. Di India. sehingga setelah efek gempa selesai tidak terjadi perubahan sudut pada batang-batang strukturnya. Disamping itu karena pondasi adalah titik singgung antara bangunan dan tanah. Bambu sangat fleksibel pada umur 6-12 bulan. creep dll. Bambu mempunyai potensi tarik dan tekan yang tinggi maka jenis pembebanan yang efektif adalah pembebanan aksial (tekan dan tarik). Seorang arsitek bernama Friedman membangun beberapa bangunan berbentuk lingkaran yang cukup indah di India. bambu juga memenuhi persyaratan struktur lainnya yaitu mempunyai kekuatan dan kekakuan tertentu. Arsitek Gernot Minke dari Jerman telah mengembangkan bangunan lengkung yang menggunakan potongan bambu laminasi. Struktur Bawah Struktur bagian bawah (pondasi) berprilaku elastis karena pondasi bertugas meneruskan beban-beban dari semua unsur bangunan yang dipikulnya ke tanah. maka perangkaian batang-batang struktur harus dijamin sebagai satu kesatuan yang memiliki kekakuan tertentu. apabila direncanakan sebagai struktur dalam air. dan kubah bambu telah dibangun di Papa New Guinea.

Konstruksi Bambu Sebagai alternatif penyelesaian struktur berdasarakan faktor gempa maka harus diperhatikan faktor-faktor penentu dalam pemilihan sistem struktur yang digunakan.2. . apabila batang-batang tersebut dirangkai dan disusun dalam satu ikatan. yaitu: a. a. Namun demikian tidak menutup kemungkinan aplikasi bambu ke dalam system struktur lain. Pada system ini elemen dinding secara struktural berfungsi sebagai pemikul beban struktur atasnya Struktur bagian atas tanah dirancang kaku. 3. Untuk merespon gaya gempa yang datang secara random. dan dapat pula sebagai bidang. beban lateral (gempa dan angin). agar tidak terpengaruh oleh struktur Struktur bagian atas tanah dirancang elastis. Dalam system struktur. c. seperti sistem monolith. agar mampu mengikuti getaran dibawahnya. Sistem Monolith Konsep bangunan tahan gempa pada dasarnya adalah upaya untuk membuat seluruh elemen bangunan menjadi satu kesatuan yang utuh.2. Respon getaran ini merupakan upaya struktur untuk mempertahankan diri dari getaran dengan cara mengikuti arah getaran. tetapi lemah terhadap geser. maka pondasi harus didesain berprilaku elastis agar fleksibel saat menerima gaya gempa. bambu banyak berfungsi sebagai rangka.5.2. dan frame. b. Beban yang dipikul Beban utama yang dipikul dalam desain ini adalah beban mati. karena berbentuk batang. Sifat bahan konstruksi Bahan konstruksi yang digunakan adalah bambu yang mempunyai kuat tarik. penyaluran beban dari atap diterima oleh seluruh komponen dinding sehingga penyaluran beban lebih merata. b.kuat tekan dan lentur tinggi. gempa 3. Aksi struktur yang mengarahkan gaya-gaya beban melalui komponen struktur ke tanah. Struktur Atas Ada dua alternatif perancangan berdasar respon yang diterima. beban hidup.bolak-balik. Bambu mempunyai potensi yang amat besar untuk dikembangkan sebagai struktur bangunan yang tahan gempa.4. yaitu: a. yang tidak lepas/runtuh saat gempa terjadi Bangunan dengan system monolith.

Selain itu sambungan antara berbagai elemen harus kuat. ii. semua batang dapat bergerak fleksibel tanpa mempengaruhi kestabilan konstruksi panel pengisi. balok sebagai unsur mendatar yang berfungsi sebagai pemegang dan media pembagi beban dan gaya pada kolom. Keawetan bambu. Kelebihan: i.seperti atap dan berat dinding sendiri. iii. Dengan berat konstruksi ringan dan dengan titik buhul pada system rangka batang yang bekerja sebagai engsel. ii. Sistem monolith b. Sistem Rangka Sistem rangka batang bambu merupakan struktur bangunan yang sangat efisien terhadap penurunan dan getaran tanah (gempa bumi) dan terhadap tekanan dinamis (angin sebagai gaya horizontal) (Heinz Frick 2004). Kolom sebagai unsur vertikal berfungsi sebagi penyalur beban dan gaya dari atap dan balok ke tanah. Privacy lebih tinggi. kuat dan merupakan aplikasi terbaik dari bambu sebagai material struktur. Hasil penelitian menyebutkan bahwa aplilkasi struktur rangka bambu berpotensi menghasilkan struktur bangunan yang menarik. Berdasar . i. System rangka terdiri atas dua komponen yaitu balok dan kolom. Gambar 3. maka jarak kolom pada dinding monolith menjadi lebih rapat bila dibandingkan system struktur rangka. ringan. Untuk mendapatkan kekakuan dan kestabilan dinding. Untuk daerah gempa sebaiknya dinding pemikul tidak boleh terlalu panjang atau luas. Dinding mampu meredam getaran dan suara. karena performanya sebagai dinding tembok Penyaluran beban lebih merata Kelemahan: Kembang susut bambu yang mempengaruhi lekatan bambu dan mortar.6.

Penentuan bentuk dan konfigurasi rangka Analisis rangka batang Aplikasi pada bagian struktur dan non struktur Gambar 3. Disamping itu fungsi dinding sebagai penutup ruang yang dipisahkan dapat lebih ekonomis karen dapat dipindah-pindahkan (bongkar pasang) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi struktur rangka batang adalah : i. Beban dinding sendiri disalurkan ke dalam rangka didnding baik rangka vertikal. diagonal ataupun horizontal. iv. iii. Kelemahan: i. Bangunan dengan system rangka . kerangka masih tetap kuat memikul beban dari atas. Desain kolom lebih rumit karena menerima beban aksial. karena kekakuan balok Seluruh joint berotasi sebagai satu kesatuan. ii. sehingga apabila pada dinding terjadi kerusakan. momen lentur dan tahanan rotasional. v. Ujung balok dapat menahan kolom dari berotasi bebas karena titik hubungnya kaku. ii. ii.Pada system ini dinding hanya berfungsi sebagai pengisi dan pemisah ruang saja. Sistem rangka Kelebihan: i. Dapat diplikasikan untuk bangunan bertingkat .pertimbangan tersebut maka system rangka bambu dapat diterapkan sebagai kerangka rumah di daerah gempa. Detail sambungan lebih rumit Optimalisasi kuat tarik dan tekan bambu Stabil dibebani lateral. penyaluran beban dari atap ke balok induk kemudian ke pondasi melewati rangka tanpa membebani dinding.7. iii.

7. karena bila jarak kolom jauh. maka dari itu ukuran elemen struktur bagian dekat joint dibuat lebih besar. dimensi balok akan membesar sehingga tidak ekonomis Momen lentur yang diakibatkan angin dan gempa mencapai maksimum pada penampang dekat joint.iii. Desain: Dimensi kolom lebih besar karena adanya kombinasi momen lentur dan gaya aksial Jarak kolom relatif pendek. .7. sehingga akan mempengaruhi keawetan batang.a menyebabkan air dapat masuk ke batang. sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan sirkulasi ruangan Gambar 3. Pemotongan ujung batang seperti pada gambar 3. Alternatif posisi dan desain bracing Dalam perencanaan bracing.7. Sebaiknya pertemuan ujung batng dibuat seperti gambar 3.b. Untuk menahan beban lateral (angin dan gempa) dipakai elemen tambahan vertikal dan horizontal yang berfungsi untuk menambah kekakuan berupa: Bracing (pengekang) Bracing sebagai pengekang dapat dipasang dengan berbagai macam alternatif posisi dan desain. iv. sebaiknya mengindahkan posisi ujung batang.

3.Gambar 3. iv. ii.7.6. Shear wall Gambar 3. iii. berarti seluruh beban atap dipikul oleh titik-titik/buhul pada rangka itu. b. Sherwall bambu Dengan system rangka ini. Posisi ujung batang yang salah Gambar 3. yang tentunya lebih berbahaya terhadap strkutrur bambu. Terjadinya gempa seringkali diikuti oleh bahaya kebakaran. Performance/ Performa Performa struktur harus dapat meyakinkan penggunan bahwa struktur tersebut aman dan dapat dipertanggungjawabkan v. Bila bambu dipakai sebagai struktur utama maka life span-nya harus dibuat lebih panjang dibandingkan elemen non strukturnya. Serviceability/ Kemampuan layan Struktur harus mempunyai kemampuan layan sesuai fungsi . Price/ Harga Harga dipengaruhi oleh jenis material dan kemudahan pelaksanaan di lapangan .8.2.7. Kriteria Pemilihan Sistem struktur i. bambu yang digunakan adalah batang utuh. a. Posisi ujung batang yang benar ii. Makeability/ Pelaksanaan di lapangan Struktur harus mudah dilaksanakan di lapangan. Sustainability/ Kesinambungan Hubungan antara masa pakai bangunan dengan struktur bangunan. maka dari itu perlu perencanaan tersendiri Untuk stuktur rangka.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.