BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Pengertian Sindroma Nefrotik Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala klinis yang timbul dari kehilangan protein karena kerusakan glomerulus yang difus. (Luckmans, 1996 :). Sindrom nefrotik adalah penyakit dengan gejala edema, proteinuria, hipoalbuminemia dan hiperkolesterolemia kadang-kadang terdapat hematuria, hipertensi dan penurunan fungsi ginjal. (Ngastiyah, 1997). Sindrom Nefrotik adalah Status klinis yang ditandai dengan peningkatan permeabilitas membran glomerulus terhadap protein, yang mengakibatkan kehilangan protein urinaris yang massif (Donna L. Wong, 2004) Sindroma Nefrotik (SN) adalah kumpulan manesfestasi penyakit yang ditandai oleh ketidak mampuan ginjal untuk memelihara keseimbangan nitrogen sebagai akibat meningkatnya permaebilitas membrane kapiler glomerulus. Kehilangan protein melalui urine ditandai dengan proteinuria masif lebih dari 3,5 gram per 1,73 m2 luas permukaan tubuh per hari (dalam praktek, cukup > 3,0-3,5 gr per 24 jam) disertai hipoalbuminemi kurang dari 3,0 gram per ml. Pada SN didapatkan pula lipiduria, kenaikan serum lipid lipoprotein, globulin, kolesterol total dan trigliserida, serta adanya sembab sebagai akibat dari proteinuri masif dan hipoproteinemi. Etiologi Sindroma Nefrotik Sebab penyakit sindroma nefrotik yang pasti belum diketahui, akhir-akhir ini dianggap sebagai suatu penyakit autoimun. Jadi merupakan suatu reaksi antigen-antibodi. Umumnya para ahli membagi etiologinya menjadi: 1. Sindroma nefrotik primer / Idiopatik 2. Sindroma nefrotik sekunder 3. Sindroma nefrotik congenital Beberapa penyakit yang dapat secara spesifik menyebabkan rusaknya glomerulus ginjal dan sering mengakibatkan timbulnya proteinuria tentunya mempercepat timbulnya sindroma nefrotik: a. Focal segmental glomerular sclerosis (FSGS) Terjadi kerusakan pada jaringan glomerulus, sehingga merusak membran pelindung protein. b. Glomerulonephritis (GN) c. IgA nephropathy (Berger's disease) Terjadinya Sindroma Nefrotik juga tergantung usia kejadiannya: a. Usia kurang dari 1 tahun b. Usia kurang dari 15 tahun. c. Usia 15 sampai 40 tahun. Insiden Sindroma Nefrotik 1. Insidens lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan. 2. Mortalitas dan prognosis anak dengan sindrom nefrotik bervariasi berdasarkan etiologi, berat, luas kerusakan ginjal, usia anak, kondisi yang mendasari, dan responnya trerhadap pengobatan 3. Sindrom nefrotik jarang menyerang anak dibawah usia 1 tahun 4. Sindrom nefrotik perubahan minimal (SNPM) menacakup 60 ± 90 % dari semua kasus sindrom nefrotik pada anak 5. Angka mortalitas dari SNPM telah menurun dari 50 % menjadi 5 % dengan majunya terapi dan pemberian steroid. 6. Bayi dengan sindrom nefrotik tipe finlandia adalah calon untuk nefrektomi bilateral dan transplantasi ginjal. (Cecily L Betz, 2002) Patofisiologi Sindroma Nefrotik 1. Proteinuri Proteinuri merupakan kelainan dasar SN. Proteinuri sebagian besar berasal dari kebocoran glomerulus (proteinuri glomerular) dan hanya sebagian kecil berasal dari sekresi tubulus (proteinuri tubular). 2. Hipoalbuminemi Hipoalbuminemi disebabkan oleh hilangnya albumin melalui urin dan peningkatan katabolisme albumin di ginjal.

B.

C.

D.

Syarat Diet Sindroma Nefrotik 1. 7. tergantung berat ringannya edema. P: 50 g Na 2gr dalam 1 hari. Kolesterol dibatasi <300mg. Mengatasi anoreksia.3. yaitu 1-4 d sehari. Menu makan diet SN Menu Pagi 06. Energi: 1750 kkal. 3. 4. Utamakan penggunaan protein bernilai biologik tinggi. E. Energi cukup. Kerentanan terhadap infeksi Penurunan kadar imunoglobulin Ig G dan Ig A karena kehilangan lewat ginjal. Memonitor hiperkolesterolemia dan penumpukan trigliserida. 2. C dan plasminogen activating factor dalam urine. untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen positif yaitu 35 kkal/kg BB per hari.8 g/kg BB ditambah jumlah protein yang dikeluarkan melalui urin. yaitu sisa dari kebutuhan energy total 5. Mengganti kehilangan protein terutama albumin. yaitu 15-20% dari kebutuhan energy total. begitu pula gula murni. 2. 3. 6. 7. Protein sedang.00 y Susu y Biskuit Siang 12. 4. protein S. Tujuan Diet Sindroma Nefrotik 1. atau0. bila ada peningkatan trigliserida darah. Sumber lemak ini berasal dari filtrat lipoprotein melalui membrana basalis glomerulus yang permeabel. telur puyuh y Tumis sayuran Beras giling Udang Telur puyuh Wortel Kol Sosis daging Minyak kelapa 1 gls nasi 6 ekor sdg 2 btr ¼ gls 1/3 gls ¼ ptg sdg ½ sdt 75 40 20 25 30 10 25 Bahan Makanan Jumlah URT Gram F. 6. Mengontrol hipertensi. diet di susun secara individual pula. yaitu 1 g/kg BB. Contoh: Diet Sindroma Nefrotik. 4. Karbohidrat cukup. G.00 Pediasure Biskuti kemasan 3 sdk tkr 2 kpg 30 20 . dengan menyatakan banyak protein dan natrium yang dibutuhkan di dalam diet. 5. Lipiduri Lemak bebas (oval fat bodies) sering ditemukan pada sedimen urin. Edema pembentukan edema merupakan proses dinamis. Natrium dibatasi. Mengurangi edema dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Lemak sedang. Hiperkoagulabilitas Keadaan ini disebabkan oleh hilangnya antitrombin (AT) III. Jenis Diet dan Indikasi Pemberian Karena gejala bersifat sangat individual. 5. Hiperlipidemi Hal ini disebabkan peningkatan sintesis lipid di hepar dan penurunan katabolisme di perifer. Snack 10.00 y Nasi y Udang. Cairan disesuaikan dengan banyaknya cairan yang dikeluarkan melalui urin ditambah 500 ml pengganti cairan yang dikeluarkan melalui kulit dan pernafasan.

mie. kwethiau. roti. btr = butir. penyedap rasa/kaldu kering. daun singkong. Sumber Karbohidrat: nasi. makaroni. Bahan Makanan Pengganti Protein Hewani. kelapa muda. makanan yang diawetkan.5 50 5 50 30 40 Makanan yang Dianjurkan 1. bihun. 2. Sumber Vitamin dan Mineral Semua sayur dan buah. udema dan asites. gls = gelas. kentang. dan nangka.00 y Nasi y Ikan gabus bb. Beras giling Gabus Jeruk nipis Minyak kelapa Tahu Gula aren Labu siam Wotel Rambutan 1 gls 1 ptg ½ sdt ½ sdt 2 ptg ½ sdt ½ gls 1/3 gls 4 bh 100 50 2 2. daun pepaya. dikalengkan dan diasinkan. Bahan makanan tinggi kalium diantaranya adalah bayam.y Nasi y Sate y Tempe goreng y Gulai sayuran y Buah Snack 16. daging. tahu. sdm = sendok makan. sdg = sedang. permen. . susu. Makanan yang Tidak Dianjurkan Hindari sayur dan buah tinggi kalium jika pasien mengalami hiperkalemi. sirup.pucung y Tahu bacem y Cah labu siam Beras giling Daging Kacang tanah Kecap Tempe Minyak kelapa Ayam Kacang panjang Labu waluh Santan Pisang 1 ¼ gls nasi 1 ptg sdg 1 sdm ½ sdm 2 ptg sdg 1 sdm ½ ptg sdg ¼ gls ¼ gls 1 sdm 1 bj pjg 100 40 5 5 50 5 20 25 25 10 40 Pediasure Roti 3 sdk tkr 1 ptg 40 20 y Buah *URT = ukuran rumah tangga. Hasil olahan kacang kedele yaitu tempe. ayam. 3. jagng. I. dan gula. susu kacang kedele. gambas. ikan. bks = bungkus. Hindari/batasi makanan tinggi natrium jika pasien hipertensi. tepung-tepungan. madu. pisang. leci. vetsin. durian. Sumber Protein Hewani: telur.00 y Susu y Roti tawar Malam 18. bh = buah H. ptg = potong. Bahan makanan tinggi natrium diantaranya adalah garam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful