TITRASI NITRITOMETRI

I. TUJUAN
1. Mengenal dan memahami reaksi yang teriadi dalam titrasi nitritometri.
2. Melakukan suatu analisis kuantitatiI dengan titrasi nitritometri.

II. TEORI DASAR
Nitritometri merupakan penetapan kadar secara kuantitatiI dengan menggunakan
larutan baku natrium nitrit. Nitritometri disebut iuga dengan metode titrasi diazotasi.
Senyawa-senyawa yang dapat ditentukan kadarnya dengan metode nitritometri
diantaranya adalah penisilin dan sulIamerazin. Penetapan kadar senyawa ini dilakukan
untuk mengetahui kemurnian zat tersebut dalam satu sample.
Penetapan kadar zat dengan ialan titrasi mengunakan natrium nitrit sebagai titran
dinamakan nitrimetri. Titrasi ini digunakan untuk penetapan kadar amina primer
aromatik berdasarkan reaksi pembentukan garam diazonium dengan asam nitrit pada
suhu di bawah 15
o
C. Dalam kondisi terkontrol, reaksi tersebut berlangsung secara
kuantitatiI. Oleh karena reaksi tersebut tidak begitu cepat maka titrasi dilakukan
perlahan-lahan. Untuk meniaga suhu di bawah 15
o
C dapat digunakan pecahan es atau
sirkulator. Di atas 15
o
C, garam diazonium yang terbentuk akan terhidrolisa meniadi Ienol
(Khopkhar, 1990).
Ar NH
2
¹ HNO
3
¹ HCL 7 Ar N
2
¹
. Cl ¹ 2H2O
Garam diazonium
Reaksi diazotasi telah digunakan secara umum untuk penetapan gugusan amino
aromatis dalam industri zat warna dan dapat dipakai untuk penetapan sulIanilamida dan
semua senyawa-senyawa yang mengandung gugus amino aromatis. Reaksi diazonasi ini
berlangsung cukup cepat sehingga dapat digunakan pada titrasi langsung senyawa amina
dengan asam nitrit. Karena larutan asam nitrit tidak stabil, maka titrasi dilakukan dengan
menitrasi larutan amin aromatik primer dalam suasana asam, dengan larutan natrium
nitrit. Dibawah kondisi reaksi yang terkendali cara titrasi ini dapat digunakan untuk
menentukan kadar senyawa-senyawa amin aromatik primer bebas, misalnya golongan
SulIonamida, INH, dan benzokain. Senyawa-senyawa yang dapat ditentukan dengan
metode nitritometri antara lain sulIamerazin, sulIadiazine, sulIanilamide. Senyawa-
senyawa ini dalam Iarmasi sangat bermanIaat seperti sulIanilamide sebagai antimikroba.
Senyawa amin lainnya dapat mengganggu metode ini karena bereaksi iuga
dengan asam nitrit. Amin sekunder membentuk turunan N-nitroso. Amin aliIatik bereaksi
dengan asam nitrit membentuk gas nitrogen. Kedua ienis reaksi itu dapat digunakan
sebagai dasar untuk menentukan kadar senyawa yang bersangkutan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada reaksi diazotasi:
1. Suhu
Titrasi diazotasi sebaiknya dilakukan pada suhu rendah, lebih kecil dari 15°C
karena asam nitrit yang terbentuk dari reaksi natrium nitrit dengan asam tidak
stabil dan mudah terurai, dan garam diazonium yang terbentuk pada hasil titrasi
iuga tidak stabil.
2. Kecepatan reaksi
Reaksi titrasi amin aromatis pada reaksi diazotasi barialan agak lambat, titrasi
sebaiknya dilakukan secra perlahan-lahan, dan reaksi diazotasi dapat dikatalisa
dengan penambahan natrium dan kalium bromida sebagai katalisator.

Dalam titrasi redoks ada dua ienis indikator, indikator khusus yang bereaksi
dengan salah satu komponen yang bereaksi, dan indikator oksidasi reduksi yang
sebenarnya tidak tergantung dari salah satu zat, tetapi hanya pada potensial larutan
selama titrasi. Pemilihan indikator yang cocok ditentukan oleh kekuatan oksidasi titran
dan titrat, dengan perkataan lain, potensial titik ekivalen titrasi tersebut. Bila potensial
peralihan indikator tergantung dari pH, maka iuga harus diusahakan agar pH tidak
berubah selama titrasi berlangsung.
Dalam titrasi diazotasi, digunakan dua macam indikator, yaitu indikator dalam
dan indikator luar. Sebagai indikator dalam digunakan campuran indikator tropeolin oo
dan metilen biru, yang mengalami perubahan warna dari ungu meniadi biru kehiiauan.
Sedangkan untuk indikator luarnya digunakan kertas kanii iodida.
Penentuan titik akhir titrasi dilakukan dengan indikator eksternal, dimana setelah
titik akhir titrasi satu tetes larutan menghasilkan warna biru dari pastakanii KI.
Indikator dalam iuga sering digunakan untuk penentuan titik akhir titrasi ini.
Akhir titrasi atau Titik akhir tercapai ditandai dengan teriadinya warna biru
seketika dan hal itu dapat dituniukkan kembali setelah dibiarkan selama 1 menit
(anonim1.2011). Karena mempunyai bobot ekivalen yang sama karena ienis reaksi yang
teriadi sama, larutan titer natrium nitrit konsentrasinya dinyatakan dalam molar yaitu
setiap satu mol senyawa yang mengandung gugus amin primer aromatik setara dengan
satu mol NaNO
2
membentuk garam diazonium. (Underwood, 1999).
MonograIi zat uii
1. KloramIenikol (anonim2.1995)
Nama resmi : Chloramphenicolum
Sinonim : KloramIenikol, D(-) treo-2-diklorasetamida-1-p
nitroIenil propana-1,3-diol.
RM/BM : C
11
H
12
Cl
2
N
2
O
5
/323,12
Rumus struktur :



Pemerian : Hablur halus berbentuk iarum atau lempeng
memaniang, putih, tidak berbau, rasa sangat
pahit.
Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 400 bagian air, dalam
2,5 bagian etanol 95° P, sukar larut dalam
kloroIorm P dan eter P.
Khasiat : Antibiotikum
Kegunaan : Sebagai sampel
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Persyaratan Kadar : Mengandung tidak kurang dari 97,0° dan tidak
lebih dari 103,0°.

2. Paracetamol (anonim2.1995)
Nama resmi : Acetaminophenum
Nama lain : Paaracetamol
RM / BM : C
8
H
9
NO
2
/ 151,56
RB : OH




NHCOCH
3

OH H
O
2
N-- --C----CCH
2
OH
H NH---CO--CHCl
2

Pemerian : Hablur atau hablur serbuk putih, tidak berbau,rasa pahit.
Kelarutan : Larut dalam 70 bagian air, dlam 7 bagian etanol
95 ° p, dalam 17 bagian aseton p, dalam 40 bagian gliserol.
Khasiat : Analgetikum antipiretikum.
Kegunaan : Sebagai sampel.
Persyaratan kadar : Mengandung tidk kurang dari 98 ° dan tidak
lebih dari 101,0 ° C
8
H
9
NO
2
dihitung terhadap zat yang
telah dikeringhkan.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

3. Isoniazida (anonim2.1995)
Nama resmi : Isoniazidum
Nama lain : Isoniazida
RM / BM : C
6
H
7
N
3
O / 137,14
RB : N




O÷C-NHNH
3

Persyaratan kadar : Tidak kurang dari 98,0 °, dan tidak lebih dari
101,0 ° C
6
H
7
N
3
O
Pemerian : Hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih, rasa agak
pahit, terurai perlahan-lahan dengan udara dan cahaya.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol 95 ° p,
sukar larut dalam kloroIorm p dan dalam eter P.
Khasiat : Antitiberculosa.
Penggunaan : Sebagai sampel.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik dan terlindung dari cahaya.



III. ALAT DAN BAHAN
Alat :
O Buret
O Erlenmeyer
O Gelas ukur
O Pipet tetes
O Beaker Glass




Bahan :
O NaNO
2
padat
O Air
O Asam sulIanilat
O Pasta kanii KI
O NH
4
OH pekat
O Larutan HCl pekat
O Serbuk KBr
O Larutan H
2
SO
4


IV. PROSEDUR
1. Pembakuan
Larutan NaNO
2

Dengan indikator luar
200 mg asam sulIanilat dilarutkan dalam 30 ml air dan 10 tetes NH
4
OH pekat.
Kemudian ditambah 2 ml HCl pekat dan 1 gram KBr lalu didinginkan dalam
tangan es sehingga suhu larutan titrasi di bawah 15
o
C, titrasi dengan larutan
NaNO
2
0,1M. Jika titik akhir titrasi diapai, dicelupkan batanng pengaduk kaca
yang beruiung rucing ke dalam larutan kemudian digoreskan pada pasta KI di
atas lempeng tetes. Warna biru harus muncul seketika. Dihitung normalitas
larutan NaNO
2.

2. Penetapan kadar
O Kapsul kloramphenikol
Timbang serbuk 500 mg zat, dimasukan ke labu erlenmeyer. Ditambah
kedalamnnya 20 ml HCl pekat dan 5 gram bubuk seng (Zn) sedikit demi
sedikit sambil digoyang. Kemudian ditambah 15 ml HCL pekat dan dibiarkan
selama 1 iam sambil diaduk. Saring dan cuci residu dengan 3 x 5 ml air,
campur dengan Iiltrat. Dinginkan sampai suhu 15
o
C. Titrasi dengan larutan
NaNO
2
(yang telah dibakukan) menggunakan indikator luar.
1 ml NaNO
2
setara dengan 32.31 mg kloramfenikol base

O Serbuk parasetamol
Timbang dan serbukan 10 tablet parasetamol. Timbang sebuk setara dengan
300 mg zat. Tambah 30 ml H
2
SO
4
10° kemudian reIluk selama 1 iam.
Dinginkan kemudian ditambah 10 ml HCl 1 N dan dinginkan dalam tangan es.
Titrasi dengan larutan NaNO
2
0,1 N dengan indikator luar pasta kanii KI.
1 ml larutan NaNO
2
0.1 M setara dengan 15.116 mg parasetamol

O Serbuk INH
Serbukan 20 tablet INH. Timbang setara dengan 100 mg zat, dimasukan ke
labu titrasi. Kemudian dilarutkan dalam 10 ml HCl 1N dan ditambahkan 1
gram KBr. Kemudian didinginkan hingga 15
o
C dan dititrasi dengan larutan
NaNO
2
0,1 M dengan menggunakan indikator luar atau dalam.
1 ml larutan NaNO
2
setara dengan 13.71 mg INH

V. PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

Data pengamatan

O Pembakuan larutan NaNO2 dengan indikator luar
Data 1
(sampel
kloramphenikol)
Data 2
(sampel
Paracetamol)
Data 3
(sampel
INH)
volume akhir titrasi 3 ml 1 ml 2,5 ml
Mortalitas 0.093 M 0,289 M 0,1156 M


O Penetapan kadar
Zat Berkhasiat Bentuk Sediaan Kadar Berkhasiat dalam Sampel
Kloramphenikol Serbuk 45,08 °
Paracetamol Serbuk 45,25 °
Serbuk INH serbuk 31,68 °
Perhitungan
O Pembakuan

H2N SO3H ¹ NANO2 ¹HCL Cl N ɬ N

Dibuat seperempat prosedur
Data 1
0.050 g asam sulfanilat ¹ 7.5 ml air ¹ 2.5 tetes NH
4
OH pekat ¹ 0.5 ml HCl
pekat ¹ 250 mg KBr
NaNO
2
yang dibutuhkan untuk titrasi ÷ 3 ml ÷ 3 x 10
-3
L
Mol as. sulIanilat ÷ gram/Mr ÷ 50 mg/173,2 ÷ 0,28 mmol
Mol NaNO
2
÷ 1/1 x 0,28 mmol ÷ 0,28 mmol ÷ 0,00028 mol
M NaNO
2
÷ mol / L ÷ 0,000289 / 0,003 ÷ 0,093 M

Data 2
0.0501 g asam sulfanilat ¹ 7.5 ml air ¹ 2.5 tetes NH
4
OH pekat ¹ 0.5 ml HCl
pekat ¹ 250 mg KBr
NaNO
2
yang dibutuhkan untuk titrasi ÷ 1 ml ÷ 1 x 10
-3
L
Mol as. sulIanilat ÷ gram/Mr ÷ 0,0501 / 173,2 ÷ 2,89 x 10
-4
mol
Mol NaNO
2
÷ 1/1 x 2,89 x 10
-4
mol ÷ 2,89 x 10
-4
mol
M NaNO
2
÷ mol / L ÷ 2,89 x 10
-4
/ 1 x 10
-3
÷ 0,289 M

Data 3
50 mg asam sulfanilat ¹ 7.5 ml air ¹ 2.5 tetes NH
4
OH pekat ¹ 0.5 ml HCl pekat
¹ 250 mg KBr
NaNO
2
yang dibutuhkan untuk titrasi (data 2) ÷ 2,5 ml ÷ 2,5 x 10
-3
L
Mol as. sulIanilat ÷ gram/Mr ÷ 50 mg/173,2 ÷ 0,289 mmol
Mol NaNO
2
÷ 1/1 x 0,289 mmol ÷ 0,289 mmol ÷ 0,000289 mol
M NaNO
2
÷ mol / L ÷ 0,000289 / 0,0025 ÷ 0,1156 M


O Penetapan kadar
KloramIenikol
Dibuat seperempat prosedur
m ÷ 100 mg , v HCl pekat (1) ÷ 5 ml
m Zn ÷ 1,25 gram
v HCl pekat (2) ÷ 3,75 ml
v akhir titrasi ÷ 1,5 ml

1 ml NaNO
2
0.1 M 32.31 mg kloramfenikol base
1 ml NaNO
2
0,093 (0,093 x 32,31)/0,1 ÷ 30,05 mg kloramIenikol
1,5 ml NaNO
2
0,093 30,05 x 1,5 ÷ 45,08 mg kloramIenikol

Kadar berkhasiat dalam sampel
° ÷ (45,08 /100) x 100 ° ÷ 45,08 °

Parasetamol
Dibuat seperempat prosedur
m ÷ 0,1062 g , v H
2
SO
4
10° ÷ 7,5 ml
v HCl 0,1 N ÷ 2,5 ml
v akhir titrasi ÷ 1,1 ml

1 ml NaNO
2
0.1 M 15.116 mg parasetamol
1 ml NaNO
2
0,289 (0,289 x 15,116)/0,1 ÷ 43,685 mg parasetamol
1,1 ml NaNO
2
0,289 43,689 x 1,1 ÷ 48,053 mg parasetamol

Kadar berkhasiat dalam sampel
° ÷ (48,053 /106,2) x 100 ° ÷ 45,25 °




INH
m ÷ 100 mg , v HCl 0,1 N ÷ 10 ml
m KBr ÷ 1 gram, v akhir titrasi ÷ 2 ml
1 ml NaNO
2
0.1 M 13.71 mg INH
1 ml NaNO
2
0,1156 (0,1156 x 13,71)/0,1 ÷ 15,842 mg parasetamol
2 ml NaNO
2
0,289 15,842 x 2 ÷ 31,68 mg parasetamol

Kadar berkhasiat dalam sampel
° ÷ (31,68 /100) x 100 ° ÷ 31,68 °

VI. PEMBAHASAN
Pada penentuan kadar zat aktiI menggunakan titrasi nitritometri, reaksi
diazotasi biasanya dilakukan pada senyawa yang memiliki gugus aromatis-bebas.
Reaksi diazotasi didasarkan pada pebentukan garam-garam diazonium yang
terbentuk dari reaksi asam nitrit dengan amin aromatik bebas.
Pada percobaan ini dilakukan penetapan kadar kloramIenikol, parasetamol
dan isoniazid dengan menggunakan metode nitritometri. Titran yang digunakan
adalah NaNO
2
yang telah dibakukan ( 0,1 N) kemudian direaksikan dengan HCl
sehingga membentuk asam nitrit (HNO
2
). Titrasi dilakukan di bawah suhu 15HC
karena garam diazonium tidak stabil dan iika suhunya lebih tinggi bisa terurai
meniadi Ienol dan natrium.
Kemudian, digunakan indikator luar yakni kanii iodida. Pada kanii iodida
akan teriadi perubahan warna meniadi biru seketika karena iodida diubah meniadi
iodium ketika bertemu dengan kanii. HNO
2
akan bereaksi dengan sampel dan
akan membentuk garam diazonium, namun tidak semua HNO
2
itu akan bereaksi
dengan sampel. Ketika larutan digoreskan pada kertas, adanya kelebihan / sisa
asam nitrit akan mengoksidasi iodida meiadi iodium dan dengan adanya amilum
akan menghasilkan warna biru segera.
Sampel yang digunakan pada percobaan ini adalah parasetamol,
kloramphenikol dan INH. Pada sampel kloramphenikol, dibuat seperempat
prosedur dengan melarutkan zat pada HCl pekat, kemudian diberi seng untuk
mereduksi kloramphenikol yang memiliki gugus amin sekunder meniadi gugus
amin primer. Kemudian ditambahkan lagi HCl pekat 3,75 ml. Larutan dibiarkan
selama 1 iam untuk memastikan ada atau tidaknya endapan. Jika teriadi endapan,
kemudian disaring. Residu dicuci kemudian dicampur dengan Iiltrat dan
kemudian larutan didinginkan hingga suhu di bawah 15HC. Selaniutnya larutan
dititrasi dengan NaNO
2
yang telah dibakukan. Titik akhir titrasi dihentikan ketika
terbentuk warna biru segera ketika larutan digoreskan di kertas kanii iodida.
Kadar yang didapatkan adalah 45,08 °.
Pada sampel parasetamol, prosedur iuga dibuat seperempatnya.
Paracetamol sebanyak 106 mg ditambahkan dengan H
2
SO
4
10° sebanyak 7,5 ml
sebagai bahan untuk menghidrolisa gugus amin sekunder meniadi gugus amin
primer. Kemudian direIluks selama 1 iam dan ditambahkan HCl encer. Setelah
itu, dinginkan ingat suhu di bawah 15HC. selaniutnya dtirasi dengan NaNO
2
yang
telah dibakukan. Titik akhr titrasi ketika terbentuk warna biru segera ketika
larutan digoreskan di kertas kanii iodida. Kadar yang didapatkan adalah 45,25 °.
Pada sampel isoniazid, isoniazid 100 mg ditambahkan dengan KBr dan
HCl encer. KBr berIungsi untuk mempercepat reaksi (katalisator). Pada Isoniazid,
tidak perlu direduksi dan dihidrolisis lagi karena sudah berupa amin prmer.
Kemudian larutan didinginkan hingga suhu di bawah 15HC. Selaniutnya larutan
dititrasi dengan NaNO
2
yang telah dibakukan. Titrasi dihentikan ketika terbentuk
warna biru segera ketika larutan digoreskan di kertas kanii iodida. Kadar yang
didapatkan adalah 31,68°.
Dalam praktikum ini, hasil normalitas dari proses pembakuan berbeda-
beda dari setiap orangnya meskipun larutannya sama. Hal ini dapat disebabkan
karena kesalahan dalam pengamatan, atau terdapat pengotor-pengotor pada alat-
alatnya sehingga perbedaan pembakuan dapat mempengaruhi hasil dari
perhitungan kadar zat uii.


VII. KESIMPULAN
1. Kadar yang diperoleh pada titrasi nitritometri adalah:
a. Kloramphenikol : 45,08 °
b. Parsetamol : 45,25 °
c. INH : 31,68 °
2. Perbedaan normalitas hasil pembakuan dapat teriadi akibat
perbedaan dalam pengamatan pada setiap orangnya yang dapat
mempengaruhi hasil akhir kadar yang dihitung.

VIII. DAFTAR PUSTAKA

Anonim1.2011.¨Nitrimetri¨. diakses dar
http://blogkita.inIo/nitrimetri/#
Day R.A ir & A.L Underwood. 1981. nalisis Kimia Kuantitatif.
Erlangga. Jakarta.
Khopkar. 1990. Konsep Dasar Kimia nalitik. Penerbit Universitas
Indonesia. Jakarta.
Anonim2. (1995). Farmakope Indonesia edisi IJ. Departemen
Kesehatan RI : Jakarta.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS SEDIAAN FARMASI

TITRASI NITRITOMETRI



Disusun oleh
Marina Chaerianisa
10060308096

ShiIt 1
Kelompok D





LABORATORIUM FARMASI TERPADU UNIT D
PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2011

3: 2094/0 3 .9. /.8/.97:2/.8/. 0-0.8997.73.3 8. /. .3 397484 23.:...947 /.3 907-039: /.. /-.7:9.9: 3/.3 -070.3 ..39:3 /.$03.9.9 203.7 997...703.3 .907:7. 038 3/.8997.9: 90908 .3:39:503039:.2 24.399. /2.4 /9039:.23979 2380:3/07202-039:9:7:3.8 #0..3 48/..-4-490.3 -070.947   . . 997.947089073. .7 5.3 .947 /.:.947/. /03.03 997.8::703/.73.2 /:3.97:2 3979 4380397.8 8..9.7.8.39:3 /.5..2 3979 .7997.3.7 907.8 80-....8 3.-/.73.7S ./.7:9.83  7 997..3432   .9/.3 /:... .3907-039: 5.2 3979 202-039: .3  /.3. 89.703..7:8 /:8.3.3 .3 /.8.7 ..35.3507:/507..2-.8.25:7.9: .3 .23 .3 203.  . 9: /.2/.3/.5.3 80. /03.3 997.49.8.8 70/:8 .3.3 507.9 997./.8 :.73.3 3/.-    0.8.5.947 .2:.3.7 5  2.70.03870.38. -07:-.3 70.7 :3: 203.5.947:.2 9/.:./.49.3.33. /:.9 /9:3:.3 /.38:3  .3  549038. -070.7:39:203039:.3 3/.8 /. 8./.3 203. .89.947 48/.8090.370. -7: 8009.3:39:3/.. :.7803. /9.2.3 .947 :..3 3/../. 549038.3    3/./.2-..3/03. /03.3:9. 5./ 8.9 /:3.7..80-.3 907.9-070.3 3/..8/.8 /.2 507:-. 549038.947  .9.9: 4254303 .:.9.3079.7.2 997.:2-742/.2 /.70. .8-.8  /:3.3 .8 997.. 907.3  $0/./.8  !02.8-07./3.8./.2025:3.3 2:/.9 /..03. /. 507.9.83..7 8.7 70.997.1.3503.703. 99 0.. 8090.8.97:2 3979 /03.8 :.3-078.8 90780-:9  .  !03039:. 507.3 .7 $0-.9..7.9.8 /..3 80.399.8/.8  /.: %9 .8./:3.8 /03.  /.703.3. 3/.8 /03.3 .43:2 .3 80.2.. 9/.3 907.3 . 038 70.80.985.  2039 .34//..8073/:3..3 3/.947 :8:8 .2.8.35.3  ..5.05.7:9.8.8   $:: %97.3 .4.9479745043 44 /.8.880-.2..7997..2 997...3 40 0:.9  909. /3.3 02-.49...5 .89./ -7: 0.8 .49./.8 70/48 ..947  3/./. 8. 2.49.8 9: /.947 907.9  /03.3 9907 3...2 3/. /.3.8 397403  0/:.33.9: .742.23.3 80-.7 5 9/. -7: /.2. .3 20903 -7:  .33/.3.3 80-03.73. 99 .

2. 202-039:.3 8.58.2/.  5 39741035745.9: 24803.809.7082  $3432 47.3/:3::8.809.7.   /4  #.742.3.43:2  &3/0744/   4347.4:2 47.9:24.9809.9:   47.21034 .7..21034  9704  /47.2357207.2503.2/.3432   .1./03..3 203.

       .

.9.  !078.250 !0325..20-:7.7082  .2.-:7.2 4741472!/.  #:2:8897:9:7    !0207.3.3 5:9 9/.3/:39/.2...3   0..2  -.7       !..3 .7:9/./.3.-07-.8.3.39/.7 /./.7 03.9079:9:5-.7:9/.09.3.7.9 5..309.:8-07-039:.9  .7.30907!  .9 0:3..: 7.7:2.7.3 -.7:9.3   39-49:2 $0-.8. 0-/.2.3..3432   .:7.34! 8:.8.3            .7 /.:02503 202.24 .3 #.3/.8.9..

7..234503:2 !.09.24    .09..   .

  #          .

9.7 /..9  .2-.309.8.7/.2./.3 !0325.3   ...9.-:7807-:5:9 9/.8.3.7.3.2 -.2 -.-:7..7:9../073.2.3 #..3.7082  .7  /9:3 907.9 .2-.09:2.9  3.3  !078.3432   .809435 /.3.39/.      843.5 .5. 0- /...7:9/.:. .38074  .395709:2  $0-.3   0:3.7       90./.!0207.2.3/././.: 7..34 5 /.250  03.3 0.-07-.3.8..9079:9:5-..3/:39/:7.

/:2 843.   .   843./.

9  399-07.34   5  8:.7. . .39073/:3/.7  %/.7  8:.3:/..3 9/.  !03:3....3  !0325.7 .. ..    #         !078.3  .7..9.3/.  0.7.2 .20907!  .3/03.507.9...2 09.8.8.7       !0207...8./.:48.7:9..7.  $0-. -07.7:9 /.9 907:7..-:7 9/.3  :/.:  807-: .3      ../.250  .9079:9:5-.-:7 5:9  7.7     /.7:9 /.7:9/./. 5.73..2.3.3./. :7.3 .3 /.247414725/. 0- /.3..

: 8009./.25....   .7  2.07.:.3.3.  9:3 3472. /.7:9.3 807-:   2 .8 02503 90908  . -7: .3 .21034-.33503.   2  50.8 /03.3 0 .3/.7:9.7 O .:..3 /.8 / -.7:9. 8:: 4  %97.7:9.7:9.3 8./-.947:. 0/.2- /. O 7 O 8.3.2 2.7.3 /9.3 O .99../:  $. 8:: .3 80.25:7 /03.73 /.9 /.  2 50.9/.250.7:9.80  .5.2 9.350.2.2-./. 4  997.3..7  .5. .30/.233.8::7 O !50990908 O 0.7  2.33/.28:1.3/9.9.8:.2-.3  7.-: 07032007  9.7:9.3/-.390.3.7:9.2 8.3$   5.3 ./.9  02:/.9 O !.9     '  !# $&#   !02-.3 .3 997..3 .9 O :709 O 7032007 O 0..: //33.3-.302:/.2 7 .9 /.8..28:1./03.3 197.3-07::37:.  03.8/.88 .2-.5.2-/4./:.9  /2.  .8 .9 O .7/.3.7997. 708/: /03.7:9.  .3  7.2 -:-: 803 3  80/9 /02 80/98.7.3 90908 50.89.89.0:5.9.947:.3/4708.33/. 809..58:47.:.73.3 203:3.3 .9  33.3 08 803.3    2 .  % .3 .3 247.3  O  50.25034 %2-.      !0309.8 /03.35.2.9. / .3 02:/..9/.9 O $07-:7 O .7:8 2:3.

3203:3.3 //33.302:/.29. /03.4:20.9  %..3.9.3  7.3.:/.24  .3.7 .7:9.7:9.75.-: 997.   2 $ %97.7.7:9.2   2   /.3   9.24  O $07-: $07-:.9.503.2 7  02:/.2-.3 /9.3/33.O $07-:5.7.7.25034  !.24 $07-: 039:$0/.3   2 .3 0 .33/.7997. 8.2  33.7  .33/. 2/.9.24 %2-.2.-09   %2-.250 .9  /2.7.3 /.947:. 8.8/03./03.7.250 .8 /03.9. /03.2$.809.3 $07-: $07-: 807-: .3   9./.3 809.3/9. /03.3 /997.8  02:/. 2.3 /.8:.25034 !...9.9/.8 479.3.3.2-..2-.7.3 807-:.2  2.7.3    809.... 8.809.33/.8..3   2 ./.  /03.907..947:.809.3 .707.09.09.9 47.2.7:9.89.7.3.7:9.9.  . 809.9.3/.3.24  %2-.250       ./03.8.3.3 80-: 809. 4 /.3 25.     02:/.7.3 3.308  /03.3 /..3  O !02-.3 701: 80.250    2  47.5.-09 5.7:9.8 2  2    O !0309.3 2  '  !%!#%&  .3 .7.947:.:.

3 O !02-.9  2.28:1.3:39:997.7  90908 50.9  27 .  .980507025.82  $       4.8.!079:3.3.:.9.2.3     -:.3/-:9:.8 8:1.957480/:7 .9  2 50.3.97.  .

7 2.

 .  .  .  224 4.28:1.9  27 .7  90908 50.3:39:997.82  .3/-:9:.8.9  2.3.  .9  2 50.9.

 224 224 24 .

   24.

2.8 8:1.3. 4.97.

7  .

3:39:997.   24 4. .8.9  27 . .7  90908 50.  2.3.3/-:9:.  .28:1.9  2.9.8 .9  250.

  24  24  .

   24.

 /.2.97.  2   4.9.8 8:1.3.

7 2.

   . .  224 4.

 224 224 24 .

   24.

 .

50.80     .7 47./.3.957480/:7 2 2 .980507025.O !0309.9  2 23 7.7997.5.9   2 .21034-.2 .50.8 2  2. 2..     247.21034 -:.

250   .   ./.7-07.21034  2.21034     247.  247.9/.28.8..

809.24     .980507025.957480/:7 2   ..$ .809.7. 2.     !.     2   25.7.7997.8 2  2.  2 .24 -:.

7.8.250   .   ./.809..7-07.9/.28.  25.809.24     25.7.24  2.

          .

 2.2 .7-07.28.82 2./.7997.8. 2 2 .250   . 2.9/..  2 277..  .

     '  !$      2     .

3.703./. 8:: H . 202-039: .8././-.2 .8 //.3 /4708.3.8 /03../.33/.809.3 5./.8 /.73./:-.3 8.3 .3 997.3.3 202-039: .3 907-039:/. !.4-.8.34//.3202::8. -07902: /03..2:39/.390./.7.7.3 843.8 397942097  70.703. .:.../.8.742.7.3.2 /.3 -070.3 .3  9:.809. .203.947:.250 /.23979/03.2 /.8 .8  !.33.8 /.3 203:3.35.803.8 /./-7:8009.- /. 907:7.49./ 4/:2 09.:.8  .3 5..9-0-.3 /:3.5./.49.3.3 .23.8..33/..:.2 3979  %97.7.2 /. 50-039:.8.7.  25.21034 5. 0- 93 -8. 8::3..43:2 9/.3907..24 !..3 / -.././1034/.3.3   02:/.3  803.3 2094/0 397942097  %97./.7.8-.3 .4//. 079..8.7.747.9 ./.7 .203.7.:. .742..43:2  3. 00-.3 .809./507:-.3/70.91 203:3.7:9.350309.3 .3    .250  09.97:2  02:/../ /03..43:2 .24 /. 503039:.34//.. 203.3/03.770.3 /:3.24    25./.3 -070.507. 802:.8  #0.98 -0-.3 .  /03. . 89.3 8..7.

2:2 .9  02:/.  $./.8.3 /-07 803 :39: . ./.3 . 5.3.3 5.  50..809.73..-7:8007.3203..9 57480/:7 /03. 8.4-..9 5..3. 20.7:9.3 /:3.3 20.7.3 3 .250 47. 88.3   !.2 3979.24  47.25034  /-:.250 .9 80507025.3..3 20348/.8./.3 /03.25034 /./.8 4//. 507./4/:2 /./.

8 ./.3 /.3  .. .8 09.3 %9.7:9.3.3  %9 .250 843.7 ./  843.:.9 80507025.3  03. -07:5. -0/.3 197./.3 /701:8 80.8 3472.33E98::/-. 8.5 47.7.7.3 02:/.5.  50.3 /. .3//. 8:/.5./.././-.7 997. 08.:.3 .3 03. H  $0. /-.3$  80-./.8.73.07 7-071:38:39:202507.7./.3 //7488 .9 .843. .3/079.3 80.7:9.09.3 //33.24  57480/:7 :.3/03..2..970.2480-.73./.. 09.93.3 90.7:9./   2 /9.   . H  $0.2 503.7:9. -7: 8007. 2085:3 .3.73..3 :39: 203/748./.07  $090.9./-.390.89.3.2 /.9 202503.3 /03.3 ./.. 907-039: .3.3 / 079.2.9.23 57207  02:/.23 80:3/07 203.9:2 3  .2.7:9.7:9.8 .3  202 ::8 ..3.3 %97.:.3..: 907/.3 //.9.3.  .3..5./  9/.H 80. 2 80-. .3 .5.9./.3.3 3.3 7 /..3/4708..947 !.   !.9.23 80:3/07 203.:9/.7. /.907. 3 /.3.7 574808 502-./ ::8 . -7: 8007.250 5. . 09.5. . .3 /9.3  02:/. 02:/.3 /4708.  !. 507-0/.3 502-.5.3 /9..9 /80-.7: .7.3 /997./.7:9.:..7 5079:3. .7997. 9: /33. -.  .3 3.309..8 .. 2/9.3 /-. . -7: 8007.2-. 507: /70/:8 /.8 /.8.3 /.3:93.73  #08/: /.93.3:93. .7 809.2:39:202.907-039: .9.2.  .3 4//.23 57207  02:/. .8/03.9:     .3 / 079.3 4//.05..7.7:9.703.9 /. /-:. 907-039: .3 //33.9 5034947 5034947 5.2 57.8/039.3:93.390.34//.23 57207  02:/.  .8/03..-.2-./97..9   2  . .   !. 8:: / -.9./ ::8 . 803.3. ::8 .5.3//.:. 09.703.8 /.8/039.8/03.809.3 ..3 /997.25034 . 8.2-.25:7 /03.33.3 -07-0/.2070/:8 47.9.3 /8..3 /4708.:.3 .03/.7:9. 8.309. 8:: / -.2-.33..5.././03/.

.33.8397942097.5 47./.3 /.3 5./.3 /.'  $!&   .7:.      !07-0/.9. 809.2.3 /..25034  -  !.  47.-. .:./.3/507405.2 503.7.9 907.24  .5.3/9:3   '  %#!&$%  3432   972097  995.8 .9 202503.9.8 502-./.5./ .9 507-0/.997.. .7.3 3472./.8..7.7809.

.

314.-49.

3972097.

7 2.450 3/4308.9.399.  45.    /.3.7 .. 0/8 '  05.91  7.72.88 2.79.8. .8 3/4308.0789. .790203 080.79.9  !0307-9 &3.79.3#.  3432    .. . 3. :.808 /..7    43805 . #  7    &3/0744/    3.

       $19 04254       #% #&#$%#!&&% !# #$%&#$ &%$%%&!%& &'#$%$$&   .38.07.! #!#%&$$$#$  %%#$%#% %#    8:8:340 .73..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful