PENYAKIT INFEKSI

Tujuan Pembelajaran Virus CATATAN: Bagian ini dimulai dengan fokus pada infeksi virus utuh yang lazim terjadi. Kita akan mempelajari virus hepatitis, virus kulit, virus otak, dan retrovirus dalam patologi sistemik. 1. Definisikan, dan gunakan secara benar, istilah-istilah berikut ini: a. Komensal : organisme yang tidak menguntungkan dan tidak merugikan (bakteri yang tidak berguna di saluran pencernaan (?), carrier hepatitis B) b. Endemi: epidemi yang tidak pernah berakhir c. Epidemi: wabah penyakit infeksi d. Epizootik: epidemi dikalangan binatang e. Fomit: obyek yang tidak bergerak yang membawa organisme infeksius f. Hiperinfeksi: kondisi lebih infeksiusnya suatu agen dibandingkan dengan seharusnya karena perubahan yang fundamental dalam hubungan anda dengan parasit anda. (contoh terbaik adalah strongyloidiasis, dimana cacing merubah siklus hidupnya dalam tubuh orang yang mengalami penurunan daya tahan tubuh) g. Inklusi: setiap badan intraseluler kecil yang ditemukan dalam yang lain h. Infeksi: parasit atau saprofit yang membuat seseorang sakit i. Infestasi: sebuah parasit komensal, atau saprofit yang telah dideteksi, lain dari yang dibawa oleh banyak orang, apakah dia membuat seseorang sakit atau tidak j. Infeksi pernapasan bawah: infeksi yang melibatkan laring, trakea, bronki, alveoli (“pneumonitis virus”, “chest cold”), dan/atau pleura. k. Infeksi lisis: l. Infeksi nosokomial: sebuah infeksi yang didapat di rumah sakit. m. Pandemi: epidemi yang melibatkan seluruh dunia n. Parasit: Organisme yang tumbuh dengan melakukan hal yang berbahaya kepada hospesnya (misalnya mikroorganisme yang patogen) o. Provirus: sebuah virus yang berintegrasi ke dalam genom hospes, mampu untuk bereplikasi dengan sel yang membelah p. Saprofit: organisme yang hidup pada benda mati (misalnya, jamur yang tumbuh hanya pada rambut, kuku, atau lapiran keratin yang mati dari kulit) q. Superinfeksi: sebuah infeksi yang dihasilkan karena jaringan dibuat rentan oleh infeksi yang lain r. Simbion: organisme dan hospesnya memiliki pengaturan yang saling menguntungkan (mitokondria menghasilkan ATP, E. Coli menghasilkan vitamin K, dalam pertukaran untuk ruang & tempat makan s. Pewarnaan Tzanck: t. Infeksi pernapasan atas: infeksi pada hidung, sinus, tenggorokan, tonsil, dan/atau telinga tengah

u. Vektor: sebuah binatang multiseluler (biasanya artropoda) yang menular sebuah mikroorganisme infeksius v. Viremia: virus dalam aliran darah w. Zoonosis: sebuah penyakit yang ditularkan dari binatang 2. Jelaskan mengapa terlalu memudahkan bila kita berpikir bahwa sebuah mikroba tertentu sebagai “penyebab” tunggal, yang cukup dari sebuah masalah klinis tertentu. Berikan beberapa contoh, dan beberapa perkecualian. a. Mikroba jarang merupakan keseluruhan cerita atau penyebab “tunggal”. Sebagian besar agen infeksius bersifat oportunis (“secondary invaders”). Seringkali lubang kecil dari tameng hosptes adalah beberapa karakteristik personal. M. Tuberculosis tumbuh pada penderita yang menderita malnutrisi dan alkoholisme. Staphylococcus aureus mengambil keuntungan dari kekotoran dan rambut tubuh. Propionibacterium acnes berkembang dalam lingkungan coklat dan testosteroin. Jamur Athlete’s foot suka jika kita tidak mengeringkan diantara jari-jari kita. Dan lain-lain. b. Perkecualiannya adalah virus Epstein-Barr yang menyebabkan infeksi secara sendirian jika itu pada orang sehat, tetapi menyebabkan kanker pada korban AIDS dan laki-laki dengan imunodefisiensi yang berkaitan dengan X. Pasien yang diberikan glukokortikoid sering kali mendapatkan masalah besar dengan jamur superfisial (kurap), dan lebih buruk lagi. Penderita diabetes memiliki neutrofil yang tidak efektif dan kadar glukosa yang tinggi, kenyataan yang membuat mereka rentan terhadap infeksi Candida. Dan lain-lain. c. Ada beberapa organisme, yang bila ditemukan, selalu mengindikasikan penyakit. Jika anda mendapat plaque bacillus atau virus rabies masuk ke dalam sistem anda, dan anda tidak memiliki terapi pencegahan, anda akan jatuh sakit. Sejauh ini sepanjang pengetahuan kami, tidak ada falsepositif PCR untuk AIDS. Jik anda minum susu soda yang dihiasi dengan enterotoksin B stafilokokus, anda akan mengalami keracunan makanan. 3. Sebutkan beberapa gambaran penting, dan berikan nama dan ukuran dari virus patogen manusia yang terbesar dan terkecil. Sebutkan empat fase siklus virus. Jelaskan bagaimana virus membahayakan kita pada tingkat sel dan berikan contoh-contoh. a. Virus terbesar adalah virus cacar (smallpox) (0,2-0,3 mikron) i. Virus DNA double-stranded ii. Keluarga virus Pox b. Virus terkecil mungkin adalah virus polio (0,028 mikron) i. Virus RNA ii. Keluarga virus Picorna iii. Sub-Keluarga virus Entero c. Siklus virus meliputi: i. Menempel pada sel ii. Penetrasi ke dalam sel iii. Melepaskan selubungnya iv. Replikasi d. Virus membahayakan kita pada tingkat sel dengan jalan:

i. Merusak sel kita ketika keturunan mereka dikeluarkan dari sel (virus Herpes, Cacar –smallpox) ii. Membuat sel yang terinfeksi tidak berfungsi (HIV) iii. Mencetuskan imunitas cell-mediated, yang merusak sel-sel sehat yang tampaknya terinfeksi oleh virus (virus hepatitis B, virus infectious mononucleosis) iv. Menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan, yang mungkin tidak nyaman untuk dilihat (warts, molluscum), sebuah lahan yang subur untuk pembentukan kanker (virus Epstein-Barri di Afrika), atau keganasan penuh (sebagian infeksi virus papilloma manusia – human papilloma virus) 4. Berikan nama sebuah virus, ingat keluarga dan jenis asam nukleatnya, dan apakah (dan dimana) dia menghasilkan badan inklusi. a. Virus Hepatitis B i. Keluarga : Hepadnavirus ii. Jenis asam nukleat : Double-stranded DNA iii. Tidak menghasilkan badan inklusi 5. Jelaskan gambaran penting dan komplikasi penting dari penyakit-penyakit virus berikut ini: a. Penyakit inklusi cytomegalovirus b. Infeksi virus Epstein-Barr c. Herpes simplex 1 & 2 d. Mumps e. Measles f. Rubella g. Smallpox h. Varicella-zoster Penyakit inklusi Cytomegalic Dia dapat terkena di dalam rahim, selama persalinan, atau dari air ludah ibu atau susu selama bayi. Jika dihindari pada masa kanak-kanak, dia secara mudah ditularkan selama hubungan seksual (dan mungkin dari ciuman atau mungkin dibatukkan), atau dari transfusi darah (sesudah disuntik, Paulus Yohanes Paulus II sakit akibat transfusi yang tercemar CMV), atau transplantasi sumsum tulang. Gambaran yang paling mengganggu dari CMV adalah kemampuannya untuk merusak anak yang belum lahir. Bila sebagian besar janin yang bertemu dengan CMV tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seorang anak dengan sindrom CMV kongenital kecil dibandingkan umur pertumbuhannya, kuning, menderita anemia hemolitik, menderita trombositopenia dan purpura, buda, tuli, retardasi, dan/atau epilepsi. Nekrosis otak yang menyebar sering terjadi, biasanya terjadi disekitar ventrikel dan terjadi pengapuran.

Cytomegalic inclusion bodies are seen in the nuclei of Hofbauer cells in the placental villi (HE). Fetal infection of CMV was confirmed by autopsy.

In situ hybridization histochemistry for DNA of CMV reveals positive signals in the inclusion bodies.

The cytoplasmic granular inclusions are immunoreactive for Leu M1 (CD15). Nuclear inclusions are negative.

Mononukleosis infeksius / virus Epstein-Barr (“human herpesvirus 4”) Sebagian besar orang bertemu dengan virus Epstein-Barr ketika kanak-kanak dan tidak pernah menunjukkan gejala. Remaja dan dewasa rentan menderita sindrom “infectious mono”.

Virus ditularkan melalui air ludah (misalnya ciuman). Masa inkubasi untuk “infectious mono” adalah sekitar 6 minggu. Pasien dengan “infectious mononucleosis” menderita demam, malaise, fatigue (efek interleukin), dan limfadenopati umum (cek di belakang telinga). Biasanya, tenggorokan sakit. Jika kamu biopsi sebuah nodus limfe, anda akan melihat daerah hiperseluler parakortikal (sel-T), dan folikel germinal besar (aktivasi sel-B). Limpa dibungkus dengan sel-sel yang diaktivasi dan dapat ruptur (mereka menginfiltrasi kapusl; periksa limpa secara mantap). Mungkin ada kerusakan hati yang ringan (peningkatan transaminase, jaundice). Pada kasus mematikan yang jarang terjadi, sistem saraf pusat dapat diinfiltrasi secara hebat oleh limfosit.

The wall of coronary artery shows fibrotic scarring with focal lymphocytic infiltration around the vasa vasorum. The thickened intima reveals atheromatous change (HE, low power).

Elastica van Gieson stain demonstrates marked destruction of the medial elastic fibers and extensive fibrosis of the intima and adventitia.

Lymphocytic infiltation around the vasa vasorum in the scarred coronary arterial wall is demonstrated (HE, higher power).

EBER-1 reactivity is observed in the nuclei of some of the small lymphocytes around the vasa vasorum (in situ hybridization). The inflammatory aneurysm resembles the lesion of Kawasaki's disease. Herpes Simplex 1 Penyakit ini biasanya didapatkan dengan jalan dicium, biasanya sebagai seorang bayi. (Sebagian orang menderita gingivostomatitis setelah infeksi). Sebagian besar orang dewasa memiliki virus ini, meskipun tidak pernah menjadi sakit atau hanya menderita fever blister. Virus memanjat saraf sensorik dan bersembunyi di jaringan saraf (terutama ganglion trigeminal). Bila dia muncul dari persembunyian, dia menyebabkan penyakit. Dalam keadaan normal, kambuhnya biasanya menimbulkan rasa kurang nyaman dan vesikel kecil di epitel yang dipersarafi oleh saraf tempat persembunyian virus ini. Ini adalah daerah nekrotik di bibir bagian bawah, juga disebut “cold sore”, “fever blister”, “sun blister” (gunakan sun screen), “stress blister”. Lebih menyulitkan, virus dapat menghasilkan erupsi vesikel pada kulit yang bersifat umum (“varicelliform herpes” dan “eczema herpeticum”; ini biasanya seperti orang yang menderita dermatitis atopik, atau eksim). Ada juga ulkus herpes dari kornea, atau nekrosis dari lobus temporal otak (“herpes encephalitis”).

Pada orang yang mengalami penurunan daya tahan tubuh, kelihatan sangat parah fever blister-nya, erupsi herpes dari esofagus, atau herpes pneumonitis. Yang awal nyeri, yang kemudian mematikan. Pada orang yang sangat lemah daya tahan tubuhnya atau pada bayi, sebagian dari organ dalam akan segera mengalami nekrosis. Herpes Simplex 2 (“herpes genitalis”) Virus ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, dan menyebabkan rasa nyeri, gelembung kecil (blister) berulang di kemaluan. Patologinya identik dengan HSV-1. Ini adalah kendala sosial untuk generasi “free-love”. Pada orang yang mengalami penurunan daya tahan tubuh, HSV-2 tidak enak untuk dipandang. Jika herpes simplex yang aktif ada di jalan lahir, bayi baru lahir mungkin akan tertular selama persalinan pervaginam. Hal ini biasanya infeksi yang ganas, mematikan. Bila meragukan, diindikasikan operasi Caesar. Herpes sangat jarang melintasi plasenta. Herpes necrotizing encephalitis hampir selalu karena herpes jenis 1, tetapi sebagian pasien mengalami sebuah meningitis virus (“kaku kuduk”) selama episode pertama dari herpes 2.

Mumps Sebuah penyakit pada kanak-kanak yang menggambarkan peradangan pada kelenjar ludah utama. (Tidak semua kelenjar terlibat, anda tidak akan menderita mumps dua kali). Orang dewasa biasanya menderita akibat orchitis, oophoritis, dan/atau pankreatitis. Tekanan yang tinggi pada testis tidak nyaman dan dapat menyebabkan iskemia dan kehilangan spermatogenesis secara permanen. Untungnya, hal ini biasanya unilateral. Ensefalitis dan/atau meningitis biasanya ringan; para peneliti menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium dari meningitis virus ada pada sekitar setengah dari anakanak ini.

Measles (“Rubeola”) Sebuah penyakit infeksi yang utama di seluruh dunia. Sebelum ada vaksin, measles adalah bagian dari masa kanak-kanak setiap orang. Karena dia mempengaruhi manusia, dia dapat dieliminasi melalui vaksinasi, yang bekerja pada sekitar 90% orang; selebihnya dilindungi oleh “herd immunity”. Penularan melalui droplet. Masa inkubasinya dua minggu. Measles mulai sebagai pilek dan rasa tidak nyaman pada mata, diikuti dengan bercak Koplik (ulkus blister dekat dengan duktus Stensen), hiperplasia limfe generalisata, dan kemudian kemerahan yang khas. Komplikasi meliputi pneumonitis yang cukup berarti, kemerahan yang disertai perdarahan (“black measles”), dan (1/1000) adalah parah, autoimmune post-measles encephalitis yang sering menyebabkan kerusakan otak permanen. German measles (“Rubella”, “three day measles”) Ini adalah penyakit ringan yang ditularkan melalui droplet, dengan kemerahan dan radang sendi, menyebabkan kerusakan janin (katarak, kebutaan, ketuliaan, cacat jantung, cacat rangka, tingginya kadar IgM dalam darah tali pusat, trombositopenia, limpa dan hati yang besar, dan seterusnya). Smallpox (“Variola”) Ini adalah penyakit kuno yang pertama kali dikendalikan, lalu ditaklukkan, oleh ilmu pengetahuan. Dia ditularkan melalui infeksi droplet, berkembang biak di tenggorokan, masuk ke aliran darah, dan berkembang biak lebih lanjut dalam jaringan limfe. Dua minggu sesudah infeksi, kemerahan tampak secara bersamaan di seluruh tubuh. Bintik-bintik menjadi

vesikel (dengan kata lain, tempat dari nekrosis dari lapisan kulit yang lebih bawah) dan kemudian pustul (dengan kata lain, vesikel yang telah diinvasi oleh neutrofil). Keterlibatan sistemik menyebabkan kematian; orang yang bertahan hidup akan memiliki jaringan parut. Herpes zoster (“Herpes 3”) Pada kontak pertama dengan virus ini, seseorang (biasanya anak-anak) akan menderita “chickenpox” – cacar air, penyakit yang sangat menular yang menyebar melalui droplet. Kemerahan yang terdiri dari vesikel yang timbul pada setiap bagian dari tubuh. Setelah sembuh, virus akan bersembunyi di akar dorsal dan/atau ganglia trigeminal sensorik. Herpes zoster (“zoster”, “shingles”) kambuhan dari kemerahan chickenpox, biasanya disepanjang distribusi akar saraf sensorik.

Hemorrhagic (atypical) varicella is a lethal systemic infection of VZV, seen in the immunocompromised host. The vesicles are hemorrhagic and irregular-shaped. The hair has been lost because of treatment. 6. Jelaskan patologi yang penting dari common cold, dan sebutkan virus yang menyebabkannya. Sebutkan virus-virus lain yang menyebabkan infeksi pernapasan, gambaran perbedaan dari masing-masingnya, dan sindrom klinis lain yang dapat mereka hasilkan. Beri nama non-virus yang penting yang menyebabkan "chest colds". a. Gambaran penting dari patologi common cold : banyaknya produksi mukus dan udem (jadi, ingus berair), dan banyaknya limfosit dan sel plasma. Neutrofil muncul (dan ingus menjadi kuning) bila jaringan nekrosis disingkirkan. b. Virus yang menyebabkan commond cold: rhinovirus, coronavirus, adenovirus c. Virus-virus lain yang menyebabkan infeksi pernapasan: Influenza (A, B, C; nama dalam bahasa Spanyol untuk “influenza yang parah”) Infeksi dari setiap dan semua bagian dari batang pernapasan.

Keluhan sistemik dimulai 1-2 hari sesudah paparan, dengan demam, sakit kepala, mialgia, dan fatigue. Dalam beberapa kasus, ada lesi yang mengalami nekrosis yang muncul. Superinfeksi stafilokokus sering terjadi dan mematikan.’ Mutan memvariasikan neuraminidase dan antigen hemagglutininnya, menghasilkan sebuah strain baru setiap beberapa tahun. Influenza A: Pandemi influenza Influenza B: Epidemi; anak-anak terpengaruh secara buruk Influenza C: Sporadik, infeksi saluran pernapasan atas Virus Parainfluenza Menyebabkan gejala yang mirip dengan influenza. Ingat mereka sebagai penyebab dari laringotrakeobronkitis (“croup”). Echovirus Patogen yang penularannya melalui oral-fekal yang mencapai jaringan lain melalui aliran darah, menyebabkan sakit tenggorokan dan mungkin sebuah kemerahan (“eksantem”). Dia juga dihubungkan dengan miokarditis. Coxsackie virus A Menyebabkan infeksi blister dari tenggorokan, secara salah dinamakan “herpangina”. Dia juga menyebabkan penyakit tangan, kaki, dan mulut, yang menimbulkan rasa ingin tahu, biasanya-ringan. Coxackie virus B Dapat melibatkan pleura (menghasilkan nyeri pleura, atau “pleurisy). Dia juga berimplikasi pada miokarditis akut dan (sebagaimana telah kita lihat) pada chronic immune-mediated myocarditis (“Penyakit Barney Clark”) Enterovirus 71 Menyebabkan rhombencephalitis yang merusak. Virus Respiratory syncytial Menyebabkan epidemi bronkiolitis dan pneumonia yang potensial mematikan pada anak-anak dan orang dewasa yang lemah. d. Non-virus yang dapat menyebabkan chest-cold: Mycoplasma pneumoniae 7. Sebutkan tiga agen penting yang merupakan virus gastroenteritis a. Mumps

b. Rotavirus c. Norwalk agent 8. Jelaskan gambaran umum dari infeksi arbovirus, gambaran dari “demam berdarah”, dan gambaran yang membedakan dari demam kuning, dengue, dan demam Lassa. Arbovirus Yellow fever Ini adalah prototipe dari demam berdarah virus, sebuah keluarga dari penyakit yang sangat mengganggu, sebagian besar (tetapi tidak semua) ditularkan melalui gigitan serangga. Yellow fever utamanya mempengaruhi monyet, dan manusia terinfeksi bila digigit oleh sebuah nyamuk Aedes. Masa inkubasi beberapa hari. Pasien mengalami sindrom yang mirip flu, selama itu gagal hati (jaundice, kecenderungan perdarahan, hipotensi) menjadi jelas. Dengue Penyakit utama dunia yang disebabkan oleh salah satu dari empat flavivirus (dengue-1, dengue-2, dengue-3, dengue-4), yang merupakan makanan untuk makrofag-monosit. Infeksi oleh virus menyebabkan penyakit yang sembuh sendiri, ditularkan melaui nyamuk Aedes, sakit seperti flu dengan kemerahan. Gambaran yang paling buruk adalah arthralgia dan mialgia parah (“breakbone fever”). Bentuk yang paling parah adalah “dengue berdarah” dan “dengue shock syndrome” (bocor pembuluh darah yang luas). Keduanya mengancam nyawa. Ada kerusakan sistem saraf pusat pada dengue. Sekarang jelas bahwa “demam berdarah” dan “dengue shock syndrome” akibat infeksi oleh virus dengue kedua pada seseorang yang telah sembuh dari infeksi sebelumnya dan mencetuskan respon imun yang sangat aktif. Lassa fever Reservoirnya adalah pada seekor tikus Afrika Timur yang menyebarkan virus dalam jumlah yang sangat banyak. Dia biasanya ditularkan dari liur binatang, tetapi ditularkan dari orang ke orang jika peringatan dini diabaikan.

9. Ingat kembali strain human papillomavirus yang telah diberi nomor yang menyebabkan warts yang paling sederhana, dan dua strain yang paling kuat berhubungan dengan kanker leher rahim a. Penyebab warts yang paling sederhana: Human papillomavirus tipe 2 b. Dua strain yang paling kuat hubungannya dengan kanker leher rahim: Human papillomavirus tipe 16 & 18 10. Jelaskan pemikiran terkini tentang sindrom fatigue kronik, dan ceritakan kapan anda mungkin membuat diagnosis ini Chronic fatigue syndrome Definisinya adalah fatigue selama 6 bulan atau lebih yang memerlukan pengurangan aktivitas harian >50%. Ada hasil pemeriksaan yang harus ada (kelenjar limfe, sakit tenggorokan, kadar interleukin-2 meningkat, dan lain-lain. Pasien akan mendiagnosis sendiri penyakit ini.). Tidak mengejutkan, banyak dari pasien mengalami depresi. Kita biasa berasumsi bahwa ini adalah etiologinya dibandingkan dengan hasil dari kondisi yang tidak mampu melakukan sesuatu. Salah satu antidepresan terbaru dapat membantu. Sejauh ini tidak adan agen yang telah diimplikasikan pada mayoritas dari kasus dan ada perbaikan pada pemberian kortisol dosis rendah. Kita mungkin akan mendiagnosis ini bila dokter curiga kita menderita “postviral fatigue syndrome”. 11. Diskusikan biologi dasar dari chlamydia, rickettsia, dan mycoplasma. Ceritakan bagaimana mereka seperti bakteri, dan bagaimana mereka berbeda dengan bakteri dan perbedaan mereka satu sama lain. Chlamydia Chlamydia adalah bakteri yang menyimpang yang merupakan parasit intraseluler obligat. Mereka harus mendapatkan ATP dari hospes mereka. Respon hospes adalah neutrofilik. Chlamydia siap difagositosis tetapi mencegah lisosom untuk menyatu dengan vakuola. Sulit untuk mengatasi infestasi ini, dan seringkali keseimbangan yang tidak mudah muncul diantara hospes dan parasit. Rickettsia Rickettsia adalah bakteri yang menyimpang yang tidak dapat tumbuh kecuali di dalam sel. Mereka tidak pernah merupakan bagian dari “flora normal”, dan selalu mengindikasikan penyakit. Semua rickkettsia lebih menyukai untuk membuat rumah mereka di sel-sel endotel dari hospes. Mereka difagositosis dan lepas dari vakuola dan berkembang biak.

Gejala dan tanda dari penyakit rickettsia karena cedera sel endotel dan mengeluarkan bahan yang mencederai fisik ke dalam sirkulasi. Dalam kasus yang parah, mungkin terjadi DIC, dan lain-lain. Mycoplasma Mycoplasma adalah bakteri kecil tanpa dinding sel (dengan kata lain, anda tidak dapat membunuh mereka dengan penicillin atau cephalosporin). 12. Kenali penyakit virus yang secara teori dapat dieradikasi , dan sebutkan hal-hal yang membuat hal tersebut sulit untuk tercapai. a. Influenza : mereka menghasilkan strain baru setiap beberapa tahun 13. Kenali dan bedakan berbagai penyakit chlamydia, sebutkan gambaran perbedaan mereka. Jelaskan mengapa sulit untuk mengeradikasi infeksi chlamydia. Ornithosis Infeksi oleh Chlamydia psittaci dari liur burung yang dihirup. Sebagian besar jenis burung dapat melakukannya; yang klasik adalah parrot. Pasien menderita neutrofilik pneumonitis/pneumonia. Ini dapat mematikan. Dalam kasus yang paru ada udem, superinfeksi bakteri. Trachoma Infeksi pada permukaan mata oleh strain yang agresif dari Chlamydia trachomatis. Chlamydia mencapai mata dengan perantaraan jari-jari, fomit, atau lalat. Peradangan yang dihasilkan menyebabkan proliferasi dari jaringan permukaan konjungtiva (“pannus”). Dengan jaringan parut yang mencukupi, kelopak mata gagal menutup secara baik. Sebagian dari orang ini juga kekurangan vitamin A. Tanpa akses ke antibiotik (atau pelayanan kesehatan) dapat terjadi kebutaan. Konjungtivitis inklusi Tidak separah trachoma. Didapat dari orang dengan chlamydia genital (jari-jari, dilahirkan, kolam renang yang tidak disinari oleh halogen). Yang terakhir menyebabkan “konjungtivitis kolam renang”. Lymphogranuloma venereum (LGV) Infeksi daerah anogenital dengan Chlamydia trachomatis yang agresif. Untungnya jarang, penyakit ini terutama di daerah tropis. Penyakit dimulai dengan ulkus kecil pada tempat inokulasi. Dia menyebar ke kelenjar limfe, yang membuat pus (“buboes”). Penyakit tidak menjadi sistemik. Hasil akhirnya adalah striktur rektum dan/atau elefantiasis.

Chlamydial urethritis / cervicitis Penyakit hubungan seksual yang sangat sering terjadi, biasanya disebabkan oleh strain virus yang kurang virulen dari Chlamydia trachomatis dibandingkankan menyebabkan LGV. Organisme ini adalah penyebab utama dari “non-gonococcal urethritis” dan “nongonococcal cervicitis”. Chlamydia pneumoniae Penyebab penting dari infeksi paru dewasa dengan wheezing dan sangat mungkin merupakan pemain utama dalam asma kronis. Mereka sulit dieradikasi karena mereka mencegah lisosom untuk menyatu dengan vakuola. 14. Beri nama agen, vektor dan gambaran patologis dan klinis dari typhus, ehrlichiosis, Rocky mountain spotted fever, scrub typhus, dan Q-fever. Typhus fever     Agen : Rickettsia prowazekii Vektor : louse (kutu), flying squirrel flea Patologis : pembengkakan dan nekrosis dari sel endotel pada berbagai bagian tubuh Klinis : kemerahan, sakit kepala, demam, perubahan mental, dan gangren (dari vaskulitis)

Rocky mountain spotted fever     Agen Vektor Patologis Klinis : Rickettsia rickettsi : tick : Bintik-bintik karena perdarahan dari nekrosis arteriol kulit : Sakit secara sistemik, vaskulitis dan hemostatik yang chaos

Scrub typhus     Agen Vektor Patologis Klinis : Orientia tsutsugamushi : mite :: demam

Q-fever     Agen Vektor Patologis Klinis : Coxiella burneti : tick, droplet : granuloma di berbagai tempat : pneumonitis

Ehrlichiosis     Agen Vektor Patologi Klinis : Ehrlichia organisme : tick : :

15. Sebutkan penyakit-penyakit utama dari mycoplasma, dan gambaran perbedaan dari infeksi pernapasan yang disebabkan oleh mycoplasma. a. Uretritis non-gonokok, chest cold, infeksi saluran pernapasan atas b. Perbedaan ISPA-nya: jarang diperhatikan dokter, jarang mematikan. Give the classical synonyms for each disease in this unit. Recognize the following under the microscope: cytomegalic inclusion disease cell herpes cell measles giant cell (Warthin-Finkeldey) Negri bodies Parvo B19 cells adenovirus smudge cells (obvious case) atypical lymphocytes of infectious mononucleosis

Tujuan Pembelajaran: Bakteri Penyakit-penyakit bersifat khusus. Mereka mematikan dan mereka dapat diobati. Anda harus tahu macam-macam tentang bakteri yang sering ditemui dalam handout ini. Untuk patologi, jangan khawatir tentang bagaimana membuat diagnosis untuk setiap diagnosis secara klinis, atau tentang morfologi, pewarnaan gram, atau taksonomi dari mikroba. Kenali bagaimana mereka membuat orang sakit, dan kenali penyakit dengan baik.

INFEKSI STAFILOKOKUS Vaktor virulensinya meliputi koagulase (yang membekukan darah), hemolysin, dan protein A. Stafilokokus juga menghasilkan katalase, yang memecah H2O2, membuat fagosit agak kurang membantu dalam melawan mereka. Staphylococcus pyogenes var. Aureus cenderung menghasilkan infeksi yang terlokalisir. Dia penyebab utama dari abses kulit yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi menyebar

dari satu rambut yang terinfeksi (folikulitis) atau keluar untuk melibatkan kulit dan jaringan subkutaneus disekitarnya. Stafilokokous dapat menginvasi saluran pencernaan secara langsung, dia lebih sering menyebabkan keracunan makanan karena strain yang menghasilkan enterotoksin B.

The conjunctiva is highly hyperemic. Aged patients hospitalized for a long period are susceptible to staphylococcal conjunctivitis.

Reference case 157A Gross appearance of impetigo contagiosum (6 y-o F).‫@پ‬Multiple red papules with small pustules in the center are observed on the hip skin. The lesions are contagious through contact transmission. INFEKSI STREPTOKOKUS Streptokokus hidup di tenggorokan carrier dari orang yang sehat, dan menyebabkan penyakit pada manusia yang bersifat sporadis dan epidemi. Anda ingat kelompok-kelompok Lancefield:    Grup A: Strep. Pyogenes, dengan beberapa serotipe, adalah patogen yang sering dari “strep throat”, infeksi kulit, dan lain-lain. Grup B: Bayi baru lahir; kurang sering, menyebabkan penyakit yang parah pada orang dewasa Grup D: Enterococcus (baru-baru ini Strep. Fecalis) menyebabkan infeksi saluran kemih, sebagaimana endokarditis setelah prosedur below the belt. Kuman ini sangat resisten antibiotika (terima kasih kepada semua dokter lokal yang meresepkan cefalosporin generasi ketiga untuk pilek....) Strep. Bovis sepsis: pikirkan kanker kolon.

INFEKSI STREPTOKOKUS YANG MENYEBAR Faringitis streptokokus (“strep throat”) adalah penyakit dari orang-orang muda. Meskipun dongeng tentang “melihat eksudat” (seharusnya “pus”, sebenarnya anda sedang melihat pembesaran kedua kelenjar limfe dan keratin yang lepas pada celah tonsil), anda tidak dapat membedakannya dengan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus. Komplikasinya meliputi abses retrofaringeal (quinsy – hal ini telah membunuh George Washington dengan menutup jalan napasnya). Selulitis dari jaringan dalam dari leher adalah Ludwig’s angina. Baik infeksi metastasis dan penyakit imun poststreptokokus harusnya jarang jika terapi penisilin dikendalikan. Scarlet fever (“scarlatina”) adalah radang tenggorokan yang disebabkan oleh streptokokus dengan gen untuk membuat salah satu dari toksin-toksin eritrogenik. Pasien menderita kemerahan (*mengenai kulit di dekat bibir); jika kemerahan tersebut dibiopsi, ahli patologi akan melihat banyak PMN. Penyakit ini memiliki reputasi yang buruk dalam menghasilkan imun sequelae post-streptokokus. Infeksi kulit streptokokus dapat menyerupai setiap infeksi stafilokokus (bahkan impetigo), tetapi penyebaran selulitis dengan limfangitis (“red streaks”) yang jelas lebih khas.

Periorbital Selulitis Erisipelas adalah infeksi kulit yang parah yang disebabkan oleh streptokokus grup A; ditandai oleh geografi dari indurasi di kulit yang merah dan menebal. Berbeda dengan stafilokokus, ada sedikit atau tanpa nekrosis jaringan.

Erisipelas

Reference case 159C Erysipelas in the facial skin of a 19 y-o female (gross findings).‫@پ‬Erysipelas is nonulcerating, diffuse cellulitis of the facial skin and soft tissue, caused by group A Streptococcus. “Bakteri pemakan daging” dari promosi sensasional media tahun 1994 adalah sebuah strain streptokokus grup A yang agresif yang menghasilkan erisipelas dan/atau miositis dan/atau fasciitis dan/atau strep toksik syok sindrom yang secara cepat menyebarkan nekrosis. Dua faktor virulennya adalah pirogenik eksotoksin A, sebuah super-antigen yang menyebabkan aktivasi dari sekitar 15% dari semua sel-T dan menyebabkan tubuh menjadi tertimbun oleh sitokinnya sendiri, dan pirogenik eksotoksin B, sebuah protease sistein yang sebenarnya merusakkan daging. Sepsi puerperal (“childbed fever”) disebabkan oleh streptokokus grup A yang dibawa oleh tangan dari mahasiswa kedokteran. Phlegmasia alba dolens (“milk leg”) adalah sekelompok infeksi streptokokus A dari trombi vena dalam, yang disebut oleh Osler sebagai “salah satu dari tiga penyakit yang paling mengerikan”. Pneumonia streptokokus, sama seperti stafilokokus, seringkali merupakan superinfeksi dari pneumonia virus.

Tanpa memperhatikan tempat infeksi, pus streptokokus seharusnya tipis dan berair “karena streptokokus menghasilkan DNA-ase (dornase) dan fibrinolisin”. Toxic-shock-like syndrome adalah penyakit yang belum dimengerti yang disebabkan oleh streptokokus tertentu, yang menyerang dari orang ke orang. PENYAKIT HIPERSENSITIFITAS PASCA STREPTOKOKUS Meliputi demam rheumatik, glomerulonefritis pasca streptokokus, dan sebagian kasus dari eritema nodosum. INFEKSI PNEUMOKOKUS Pneumokokus (sekarang Streptokokus pneumoniae) disebut oleh Osler “kapten dari lakilaki yang mati”, dan istilah populernya, “teman orang-orang tua”. Kuman ini menyebabkan pneumonia lobularis, infeksi paru yang menyebar yang dihentikan hanya pada fisura interlobaris. Ini masih sebuah infeksi terminal yang sering terjadi pada orang yang lemah, meskipun dia dapat menyerang orang yang muda dan sehat (yang diterapi dengan penisilin –“musuh orang-orang tua”). Sekarang, kita lebih sering melihat bronkopenumonia pneumokokus, infeksi telinga tengah, sinusitis dan meningitis (sangat lazim pada orang dewasa). Organisme ini tumbuh (dengan Hemofilus influenza) pada saluran pernapasan besar dari perokok. Peritonitis pneumokokus spontan Menimbulkan komplikasi asites pada pasien sirosis hepatis dan sindrom nefrotik. Sepsis pneumokokus dengan atau tanpa tempat primer yang jelas, mematikan; sering terjadi pada pasien yang tidak memiliki limpa dengan alasan apapun. INFEKSI NEISSERIA INFEKSI MENINGOKOKUS Neisseria meningitidis (“meningokokus”) adalah diplokokus gram-negatif yang ada dalam hidung dan tenggorokan dari sebagian besar orang-orang sehat. Faktor virulensinya meliputi enzim yang memotong rantai alfa-heavy (gonokokus memiliki enzim yang serupa), dan dindingnya mengandung endotoksin. Meningokokus paling sering menyebabkan epidemi kecil dari meningitis bakteri, terutama pada orang-orang muda. Resiko khusus adalah rekrutmen militer dan kontak yang erat dengan pasien. Bersin mendahului infeksi yang serius. Sepsis tanpa meningitis juga sering terjadi. Dia menyebabkan purpura fulminan yang mematikan, cepat, yang berbahaya karena mikrotrombi-nya menyebabkan gangren dari anggota gerak. Meningkokokus adalah penyebab klasik dari sindrom Waterhouse Friderichsen, sepsis mematikan yang disertai dengan kolaps, miokarditis, DIC, dan nekrosis perdarahan dari kelenjar adrenal. “Setiap penyakit deman dengan petekie adalah sepsis meningokokus sampai terbukti sebaliknya”. Sekarang, sindrom W-F lebih sering disebabkan oleh pneumokokus, Hemofilus influenza, dan agen-agen lainnya.

Meningococcemia with Waterhouse-Friderichsen Syndrome INFEKSI GONOKOKUS Neisseria gonorrhoeae adalah penyebab klasik dari uretritis gonokokus pada laki-laki (“gonorrhea”), peradangan dari leher rahim dan kelenjar Bartholin dan Skene pada wanita, dan faringitis dan proktitis pada kedua jenis kelamin. Gejala-gejala tampak 2-7 hari sesudah kontak. Infeksi leher rahmi pada wanita seringkali tanpa gejala, sebagian pria menjadi carrier asimtomatik juga, dan mikroba ini mudah sekali ditularkan. Infeksi ini memiliki kecenderung untuk menyebar ke mata (gonokokus konjungtivitis), terutama pada bayi baru lahir, atau ke dalam organ reproduksi bagian dalam pada kedua jenis kelamin. Wanita terutama memiliki kecenderungan untuk mengalami salpingitis gonokokus (saluran ovarium yang terisi pus disebut piosalping), penyebab yang penting dari kematian dan kemandulan (“hidrosalping”, “salpingitis kronik”, dan lain-lain). Wanita muda, yang mukosa vaginanya belum matang, dapat menderita vaginitis, tetapi vagina dan endometrium yang matang biasanya aman. Testis laki-laki juga aman. “Big Robbins” mengklaim bahwa gonokokus dapat ditularkan pada handuk dan linen yang basah.

Gonorrhea is featured by purulent and painful urethral discharge. The glans penis is reddish in color and swollen (Gross findings).

Chancroid (soft chancre) caused by infection of Haemophilus ducreyi.‫@پ‬Irregular shaped, painful ulcer is formed on the glans penis (gross findings). Groin lymph noes are often swollen with pain.

Epididymitis, a complication of gonorrhea

BATANG GRAM NEGATIF Bersama dengan enterokokus, ini adalah oportunis yang hebat, menginfeksi pasien yang dirawat di rumah sakit yang dilemahkan oleh penyakit lain, atau mereka yang telah diobati dengan antibiotika yang membantu pertumbuhan mereka. Komplikasi yang paling mengkhawatirkan dari infeksi ini adalah sepsis gram-negatif yang masih mematikan, (“syok septik”, dan lain-lain) yang membunuh dengan pengeluaran endotoksin, DIC, atau penyebaran organisme untuk menyebabkan infeksi di seluruh tubuh. Infeksi Escherichia coli disebabkan oleh strain tertentu dari organisme fekal. Sebagian besar infeksi saluran kemih (dengan kata lain, sistitis, pielonefritis) disebabkan oleh E. Coli. Dia mendapat akses dengan instrumentasi (bulan madu, iatrogenik), atan menemukan seseorang dengan sisa volume urin yang banyak (dengan kata lain, seorang tua dengan masalah prostat). Pernanahan intra-abdomen: pikirkan E. Coli, Enterobakter, atau Proteus. Infeksi perirektal: pikirkan gabungan organisme, termasuk E. Coli E. coli tetap merupakan salah satu penyebab utama dari sepsis gram-negatif. Pneumonia E. Coli tidak jarang terjadi.

INFEKSI KLEBSIELLA DAN ENTEROBACTER Klebsiella pneumoniae (“Friendlander’s bacillus”) adalah sebuah bakteri batang dengan kapsul polisakarida yang tebal, lunak dan lengket yang berkoloni pada pasien saat masuk ke rumah sakit. Pneumonia Friendlander adalah pneumonia lobaris yang mengalami nekrosis atau bronkopneumonia yang mengalami nekrosis (pada orang dengan saluran pernapasan yang rentan). Mikroba ini sulit untuk diobati dengan antibiotika biasa. Enterobacter adalah batang gram negatif dengan perilaku yang mirip dengan Klebsiella meskipun agak lebih kurus. Tidak ada satupun yang kelihatannya mempengaruhi saluran usus. INFEKSI PROTEUS DAN SERRATIA Proteus (beberapa spesies) paling sering menyebabkan infeksi saluran kemih kronik. Sebagian strain mendapat energi dengan memecah urea menjadi karbondioksida dan amonia, dan hal ini menimbulkan bau yang khas dan jenis dan batu ginjal. Meskipun demikian, Proteus dapat mempengaruhi sebagian besar jaringan tubuh, dan menghasilkan infeksi yang sulit diatasi, dan menyebabkan pernanahan. Serratia adalah penyebab penting lain dari berbagai infeksi. PSEUDOMONAS Infeksi pseudomonas khususnya sering terjadi pada unit luka bakar, pada paru-paru pasien kistik fibrosis, telinga penderita diabetes, dan darah darn mereka yang menderita neutropenia berat. Pus dapat berfluorisensi, dan berbau anggur.

Sepsis pseudomonas sering didahului dan diikuti dengan pneumonia yang mengalami nekrotisasi. Echtyma gangrenosum adalah infeksi jaringan lunak pseudomonas yang parah. INFEKSI LEGIONELLA Mikroba ini telah menyebabkan kasus sporadis dan wabah kecil dari pneumonia selama berpuluh-puluh tahun, dan organisme ini ditemukan tumbuh di sistem AC, dimana dia menikmati persahabatan dengan amuba tertentu dan bakteri yang dapat melakukan fotosintesis. Perokok kretek, penyakit paru kronik, dan meminum obat glukokortikoid, semuanya menempatkan anda pada resiko. INFEKSI GRAM NEGATIF ANAEROBIK Yang paling terkenal adalah Bacteroides melaninogenicus diatas diafragma dan Bacteroides fragilis – seringkali resisten antibiotika – dibawah diafragma. Infeksi-infeksi ini menyebabkan infeksi yang menghasilkan nanah dan menyebar. Bau busuk sudah terkenal. Sebagian besar abses paru adalah campuran antara aerobik dan anaerobik, terutama pada orang-orang dengan gigi yang busuk. Komponen anaerobik seringkali tidak diketahui. Satu hal baik tentang infeksi ini adalah bahwa dengan membuat mereka terpapar dengan udara, membunuh mikroba ini. INFEKSI HEMOPHILUS INFLUENZA Kokobasilus ini menyebabkan infeksi (terutama meningitis dan pneumonia) pada anakanak yang tidak terlindungi oleh imun secara penuh (puncaknya umur 1 tahun; dia tetap nomor satu karena meningitis dari 1 bulan sampai 5 tahun) Anak-anak yang lebih besar lebih rentan terhadap konjungtivitis (“mata ungu”), epiglotitis (“croup”) dan laringotrakeobronkitis yang mengancam nyawa, Dan infeksi paru-paru sering terjadi pada perokok. Kadang-kadang, dia menyebabkan infeksi pernanahan pada tempat-tempat lain. H. aphrophilus kadang-kadang menyebabkan infeksi jaringan lunak pada manusia. Hemophilus ducreyi menyebabkan chancroid, penyakit menular seksual yang jarang terjadi pada orang-orang dengan higiena perorangan yang buruk. BATUK REJAN Bordetella pertussis tidak menginvasi, tetapi berkembang diantara silia dari epitel pernapasan (faktor virulensi memungkinkan adhesi yang kuat). Disini dia menghasilkan eksotoksin yang menyebabkan malaise, demam, banyak limfosit dalam sirkulasi (“limfositosis”, toksin menahan agar sel-T tidak meninggalkan aliran darah dan memasuki jaringan), merangsang reflek batuk yang sangat hebat (“batuk rejan”), dan kerusakan jaringan sekitar. Kunci penyembuhan adalah antibodi IgA.

Batuk yang hebat merupturkan jalan napas, menyebabkan perdarahan otak, dan lainlain. DIFTERI Corynebacterium diphtheriae adalah patogen pernapasan klasik yang masih menyebabkan banyak penyakit. Bakteri tidak menginvasi, tetapi menyebabkan nekrosis permukaan pada saluran pernapasan, menyebabkan pembentukan pseudomembran fibrinosa dipaket dengan organisme yang menghasilkan toksin. Jika membran tersebut lepas, anak tersebut bisa tersedak dan menyebabkan kematian.

This specimen shows the trachea and major bronchi of a six-year old child who died of diphtheria, an infectious disease preventable by immunisation. The mucosa has been damaged by a toxin produced by the bacterium Corynebacterium diphtheriae, which causes diphtheria.

PATOGEN-PATOGEN USUS Bakteri dapat menyebabkan diare dengan tiga macam mekanisme yang diketahui: 1. Mereka dapat menginvasi dinding usus secara langsung. Diare disebabkan dari eksudat peradangan, dan tinja akan mengandung polimorfonukleus. 2. Mereka dapat mengeluarkan enterotoksin, baik ke dalam usus atau ke dalam makanan. Jangan harapkan untuk melihat patologi anatomi, atau polimorfonukleus dalam tinja.

3. Mereka dapat menempel pada sel mukosa dan menyebabkan mereka untuk mensekresikan terlalu banyak air (“bakteri enteroadhesif”).

E. coli E. coli toksigenik menghasilkan enterotoksin yang labil panas yang membuat enterosit memompa air ke lumen. Infeksi Salmonella Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid. Penularan dari jalur fekal-oral, terutama jika sanitasinya buruk. Carrier menyimpan kuman dalam kandung empedu mereka (dengan atau tanpa batu), dan dapat menularkan mereka melalui eksresi tubuh. Mereka juga dapat mengalami episode dari sepsis salmonella tanpa sumber yang jelas. Sesudah ditelan, organisme secara diam-diam merusak dan menembus epitel usus, dan masuk ke dalam jaringan limfe di dalam dan dekat usus. Masa inkubasi 1-2 minggu, pada saat ini bercak Peyer menjadi besar. Akhirnya mereka menyebakan ulkus dan mulai mengeluarkan cairan, dan pasien menjadi simtomatik. “Rose spot”, lesi kulit kemerahan yang memutih pada penekanan, adalah tanda khas. Menanyakan riwayat pasien seringkali sulit, dan sebagian orang menganggap setiap “demam yang tidak diketahui sebabnya” yang telah berlangsung satu minggu atau lebih sebagai tifoid sampai terbukti sebaliknya. Sesudah beberapa minggu, pasien bisa sembuh atau meninggal. Hepatosplenomegali dan panas yang memuncak adalah tanda khas. Mereka memiliki banyak komplikasi yang merugikan, yang terkenal adalah perforasi usus. Infeksi shigella (“disentri basilaris”) Organisme shigella dapat menyebabkan penyakit meskipun hanya beberapa saja yang tertelan, dan wabah kecil dapat terjadi pada kondisi yang tidak bersih. Organisme merusak jaringan kolon, menghasilkan gambaran peradangan akut fibrinosa. Masa inkubasi adalah sehari atau dua hari, sesudah itu pasien menderita diare yang akan dikenang. Untungnya, mereka tidak menyebar diluar usus dan sesudah terapi, mukosa tumbuh kembali. Keluarga Vibrio Kolera, disebabkan oleh kuman air tawar Vibrio cholerae, tetap merupakan penyebab kematian penting. Bakteri tidak menginvasi, tetapi menyebabkan diare yang seluruhnya dengan menghasilkan enterotoksin yang mengaktivasi adenil siklase dalam enterosit. Hal ini menyebabkan sekresi dari cairan interstisial. Penggantian cairan menyebabkan penyembuhan lengkap. Helicobacter (sebelumnya Campylobacter): pada awalnya dipandang sebagai nonpatogen, kita sekarang mengetahui bahwa sebagian kasus diare disebabkan oleh C. Jejuni.

Yersinia enterocolitica adalah penyebab lain dari disentri yang baru diketahui, dia berperan dalam “zoonotik apendisitis”. Bacillus cereus adalah penyebab terkenal dari keracunan makanan. Clostridium perfringen dapat menyebabkan keracunan makanan, dengan mual dan muntah, sesudah menelan toksin yang belum terbentuk. CLOSTRIDIA Tetanus, yang disebabkan oleh Clostridium tetani yang menghasilkan tetanospasmin, ditandai oleh spasme dari otot-otot rangka (“lockjaw”, “sardonic smile”, “opisthotonos”, dan lain-lain). Spora tetanus ada dimana saja, tetapi tidak akan tumbuh dalam saluran pencernaan manusia. Jika dimasukkan ke dalam jaringan nekrotik dalam luka (dengan kata lain, luka peperangan, luka perkebunan, luka akibat tertusuk kuku, dan lain-lain), organisme akan berkembang biak dan menghasilkan toksin, yang tidak dapat dinetralisir bila mereka sudah berikatan dengan neuron inhibitor dari gray matter spinal. Kematian disebabkan oleh kegagalan napas. Lesinya makular, dan tidak ada patologi anatomi yang terpisah dari luka itu sendiri, yang terlihat tidak terlalu besar.

Botulism, adalah keracunan makanan yang dapat menyebabkan kelumpuhan akibat dari menelan toksin yang belum dibentuk dari Clostridium botulinum. Hal ini selalu dimulai dengan kelemahan pada saraf kranial. Motor end plates dirusak oleh toksin, dan meskipun pemulihan penuh adalah biasa, sebagian pasien tetap mengalami kelemahan dalam waktu yang lama. Elektromiografi menunjukkan pola yang berbeda. Lagi, kematian disebabkan oleh paralisis pernapasan, dan patologi anatomi kurang impresif. Infeksi clostridium septik biasanya disebabkan oleh Clostridium perfringens. Mereka dapat mengambil bentuk selulitis yang mengalami nekrosis, atau mionekrosis dengan produksi gas (gangren gas). Yang terakhir biasanya mengikuti luka yang kotor (luka perang, abortus amatir). Muncul lingkaran setan, dengan anaerobiosis menyebabkan pertumbuhan klostridium, dan kerusakan jaringan akibat klostridium lebih lanjut menyebabkan anaerobiosis. Gas dihasilkan dengan fermentasi. Lesitinase klostridium (toksin alfa) dikeluarkan ke aliran darah yang menyebab hemolisis

Kolitis pseudomembrano sa disebabkan oleh Clostridium difficile yang menghasilkan toksin yang tumbuh secara cepat dalam usus bila antibiotika diberikan. Nekrosis fokal dari permukaan mukosa diikuti dengan peradangan dan eksudasi fibrin, yang menghasilkan pseudomembran dan diare. ZOONOSIS BAKTERI

From: A Kornberg

Infantile Botulism Hypotonia; Enlarged pupils

Anthrax disebabkan oleh Bacillus anthracis, sebuah batang gram positif. Anthrax biasanya terjadi setelah kontak kulit dengan bagian binatang yang terkontaminasi. Lesi pertama (pustu maligna) diisi dengan darah yang berwarna purple gelap, yang sudah pecah, dan dikelilingi oleh phlegmon yang menyebar. Pustul ruptur dan menjadi nekrotik (skar hitam, yang membuat dia dinamakan sebagai “penyakit hitam”). Lesi kadang-kadang dapat sembuh, atau keterlibatan dari darah dapat membawa penyakit ke organ lain. Spora yang dihirup menyebabkan pneumonia anthrax (penyakit woolsorter yang mematikan). Leptospirosis disebabkan oleh Leptospira interrogans yang dibawa oleh anjing dan tikus dan menyebar melalui urin mereka, atau didapatkan mellui olahraga air atau dimanapun suplai air yang tercemar. Kasus ringan terlihat seperti flu dengan sakit otot yang berat, dan/atau meningitis virus yang akut. Kasus yang berat dengan meningitis aseptik, hepatitis, DIC, dan/atau penyakit tubulus ginjal disebut penyakit Weil, jarang ditemukan, meskipun menjadi diagnosis banding dari berbagai penyakit. Leptospirosis adalah diagnosis yang sulit untuk ditegakkan.

Tujuan Pembelajaran : Bakteri lain 1. Sebutkan agen penyebab dari sifilis dan gambarkan apa yang kita ketahui tentang patogenesis dan epidemiologi. Jelaskan tahapannya, dan bentuk kongenitalnya dengan rinci. Kenali penyakit ini secara klinis. 2. Gambarkan granuloma inguinale dan kankroid, dan kenali mereka secara klinis. 3. Gambarkan epidemiologi, etiologi, patogenesis, tahap, gejala dan tanda-tanda dari tuberkulosis dan leprosis, meliputi manifestasi yang kurang biasa. Diskusikan dampak dari AIDS dan orang yang tidak memiliki rumah terhadap TB. Gambarkan secara singkat infeksi mikobakterium utama yang tidak khas. 4. Gambarkan penyakit yang disebabkan oleh keluarga aktinomises patogen (nokardia dan aktinomikosis) dan patogen jamur dalam.

 SYPHILIS ("lues", "the great pox", "VD", etc., etc.)

Sifilis primer

Sifilis sekunder

Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Treponema adalah bakteri yang menghasilkan infeksi kronik, umumnya tidak mematikan. Mereka tidak menghasilkan bahan yang menyebabkan cedera, dan patologi terjadi karena reaksi tubuh terhadap keberadaan mereka. Sprokaeta sangat rentan terhadap lingkungan (sabun, kekeringan, dan lain-lain) dan ditularkan hanya melalui kontak personal yang intim. (INGAT: Sifilis kurang infeksius dibandingkan dengan gonorea, dan lebih infeksius dibandingkan dengan AIDS. Hanya

tahap primer dan sekunder yang menular, dan meskipun demikian, anda perlu kontak langsung dengan jaringan yang basah. Sifiis Primer Satu minggu sampai tiga bulan sesudah bertemu dengan spirokaeta, pasien mulai mengalami ulkus yang menonjol keluar, tidak nyeri dan keras di tempat inokulasi, diikuti dengan pembengkakan yang tidak nyeri dari nodus sekitar. Lesi ini akan sembuh dalam beberapa minggu, dan seringkali tanpa diketahui. Permukaan dari chancre mengandung banyak spirokaeta yang infeksius. Pakai sarung tangan, dan pertimbangkan swab lesi untuk pemeriksaan kamar gelap.

Syphilis before treatment, one, and two weeks of treatment with antibiotics.

Sifilis sekunder Beberapa minggu sampai beberapa bulan sesudah chancre sembuh, pasien biasanya mengalami kemerahan pada seluruh kulit dan permukaan mukosa yang berlangsung singkat. Jangan harap setiap pasien untuk mengingat kemerahan tersebut. Sifilis tersier Salah satu dari penyakit yang paling mengerikan pada manusia, untungnya sekarang sudah jarang.

Tabes dorsalis

Myelin stain

Loss of myelinated axons in posterior columns

Sketch from Gowers

From Bramwell: Atlas of Clinical Medicine

Congenital Syphilis

Neurosifilis memiliki empat bentuk utama: 1. Paresis umum (paralisis umum), penyakit kegilaan dengan perilaku hipomanik dan psikosis (kehilangan sel-sel otak yang menyebabkan “windswept cortex”, dan lain-lain) 2. Sifilis meningovaskuler, fibrosis dari selaput meninges, menyebabkan sakit kepala atau hidrosefalus 3. Tabes dorsalis, sindrom sensorik yang melibatkan columna dorsalis dari korda spinalis 4. Gumma, yang secara klinis dan radiologis menyerupai tumor otak. Gumma adalah granuloma sifilis dengan nekrosis gumatosa, dan tentu saja banyak selsel plasma. Gumma ini banyak terjadi di hati dan testis dan subperiosteum. Kerusakan jembatan hidung (“saddle nose”) juga sering terjadi. Keterlibatan dari tempat-tempat yang lain jarang. Meskipun membunuh organisme ini mudah, kerusakan organ akan menetap. Sifilis Kongenital: infeksi dari anak yang belum lahir. Gambaran yang paling mengejutkan dari penyakit yang menakutkan ini adalah:          “shaber shins” dan kecacatan tulang lainnya “mulberry molars”, “Hutchinson’s teeth”, “screwdriver incisors”, dengan kata lain, kecacatan gigi. Gumma merusak jembatan hidung dan/atau palatum keras. Konsolidasi paru (“pneumonia alba”) “hepar lobatum”, pembesaran dan distorsi struktur hati yang parah karena gumma, dan splenomegali Kemerahan yang menyerupai sifilis sekunder, seringkali dengan terkelupasnya kulit pada telapak tangan dan kaki. Retardasi mental, tulis saraf, buta, dan lain-lain Peradangan nekrosis dari tali pusat Tanda lain dari sifilis sekunder dan tersier

Pada saat lahir, kulit dan sekresi anak sangat infeksius. Spirokaeta tidak melintasi plasenta sampai bulan kelima kehamilan, membuat pencegahan mudah jika ibu menerima pelayanan sebelum persalinan.

TUBERKULOSIS

Tuberkulosis milier dari hati

Tuberkulosis kulit Agen penyebabnya adalah Mycobacterium tuberculosis, secara historis menyebar melalui batuk, dan Mycobacterium bovis, secara historis menyebar melalui susu sapi. Ada mikobakterium yang sulit untuk dibunuh dengan desinfektan dan bertahan terhadap kekeringan (sinar ultraviolet mungkin membunuh mereka secara lebih efektif). Mereka juga tumbuh lambat, jadi memerlukan waktu beberapa minggu bagi kultur untuk tumbuh meskipun pada penyakit yang fulminan.

The cut surface of the pons. The parenchyma is compressed by caseous material (gross findings). Meningitis yang disebabkan oleh tuberkukosis Basil TB suka oksigen dan suka tumbuh ditempat yang banyak oksigennya (dengan kata lain, di daerah apeks dan sub apeks dari paru-paru). TB milier sangat melibatkan adrenal, sumsum tulang, endometrium, epididimis, tuba falopii, hati, selaput meninges, prostat dan limpa. Tuberkulosis progresif paling sering melibatkan:       Adrenal Kelenjar limfe servikal Tuba fallopii Epididimis Ginjal Selaput meninges disekitar dasar otak

Sumsum tulang vertebra penyakit Pott – kolapsnya spina; lihat abses psoas yang mengalir melalui buah zakar.

Pasien dengan TB sekunder khususnya memiliki onset yang lambat untuk membuat fatigue, malaise, demam, kehilangan berat badan, dan keringat malam. Bila saluran pernapasan yang lebih besar terlibat, batuk dan batuk darah dapat terjadi. TB pada organ lain sulit dibedakan dengan penyakit lain. TB milier seringkali sulit untuk dianalisis. Kematian yang disebabkan oleh TB paru adalah akibat batuk darah atau asfiksia. LEPRA (“Penyakit Hansen”)

Penyakit menakutkan, kronik dan sulit ditularkan, disebabkan oleh Mycobacterium leprae. M.leprae adalah batang tahan asam yang tumbuh hanya di dalam sel hospes (tidak dalam lab, dengan kata lain akan akan membuat diagnosis secara klinis atau biopsi). Antibodi tidak berguna terhadap mikroorganisme ini (dan anda atidak dapat memeriksa “serologi lepra”). Basilus lepra tumbuh hanya pada bagian tubuh yang lebih dingin, dengan kata lain, kulit dan saraf kutaneus, saluran pernapasan bagian atas, testis, tangan dan kaki. Pasien lepra tuberkuloid seringkali memiliki beberapa granuloma yang baik, dan mereka mungkin kontak dengan epidermis. Lihat depigmentasi. Pasien lepra lepromatosa memiliki massa histiosit yang tidak membentuk granuloma yang baik. “Facies leonine” dan kerusakan jaringan terjadi karena massa ini.

Lepra lepromatosa  Eritema nodosum leprosum adalah sindrom cedera imun tipe III yang terjadi secara akut pada subkutis dari pasien lepra. Terapi pilihan adalah thalidomide, teratogen yang sangat terkenal, yang juga menekan produksi dari TNF-alfa dan mengubah interleukin lain. Artritis tampaknya sering pada lepra dan menyerupai artritis rematik.

Lepra ditularkan sangat lemah dalam penularan (dengan bersin), dan pada hampir semua kasus ada kontak yang sering dengan penderita lepra lepromatosa selama kanakkanak.

LAPI 05113269711

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful