P. 1
Ampas Tebu

Ampas Tebu

|Views: 7,035|Likes:
Published by Irma Febriani

More info:

Published by: Irma Febriani on Jan 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

Ampas Tebu

Syaiful Anwar (Alumni TIP ± FTP ± UB) Tebu (Saccharum officinarum) adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra (Anonim, 2007e). Ampas tebu atau lazimnya disebut bagas, adalah hasil samping dari proses ekstraksi (pemerahan) cairan tebu. Dari satu pabrik dihasilkan ampas tebu sekitar 35 ± 40% dari berat tebu yang digiling (Indriani dan Sumiarsih, 1992). Husin (2007) menambahkan, berdasarkan data dari Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) ampas tebu yang dihasilkan sebanyak 32% dari berat tebu giling. Pada musim giling 2006 lalu, data yang diperoleh dari Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) menunjukkan bahwa jumlah tebu yang digiling oleh 57 pabrik gula di Indonesia mencapai sekitar 30 juta ton (Anonim, 2007b), sehingga ampas tebu yang dihasilkan diperkirakan mencapai 9.640.000 ton. Namun, sebanyak 60% dari ampas tebu tersebut dimanfaatkan oleh pabrik gula sebagai bahan bakar, bahan baku untuk kertas, bahan baku industri kanvas rem, industri jamur dan lainlain. Oleh karena itu diperkirakan sebanyak 45 % dari ampas tebu tersebut belum dimanfaatkan (Husin, 2007). Ampas tebu sebagian besar mengandung ligno-cellulose. Panjang seratnya antara 1,7 sampai 2 mm dengan diameter sekitar 20 mikro, sehingga ampas tebu ini dapat memenuhi persyaratan untuk diolah menjadi papan-papan buatan. Bagase mengandung air 48 - 52%, gula rata-rata 3,3% dan serat rata-rata 47,7%. Serat bagase tidak dapat larut dalam air dan sebagian besar terdiri dari selulosa, pentosan dan lignin (Husin, 2007). Menurut Husin (2007) hasil analisis serat bagas adalah seperti dalam Tabel 2. berikut: Tabel 2. Komposisi kimia ampas tebu
Kandungan Abu Lignin Selulosa Sari Pentosan SiO2 Kadar (%) 3,82 22,09 37,65 1,81 27,97

html Kompos Bagase Kompos bagase adalah kompos yang dibuat dari ampas tebu (bagase). Hasil penelitian Riyanto (1995) menunjukkan bahwa pemberian kompos bagase 4-6 ton/ha dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK hingga 50%. Sebagian besar bagase dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler. ampas tebu juga banyak digunakan sebagai bahan baku pada industri kertas. Kompos ini terutama ditujukan untuk perkebunan tebu. Pabrik gula rata-rata menghasilkan bagase sekitar 32% bobot tebu yang digiling. dengan perbandingan volume 3:1. dan Mg 0. dan K dalam tanah. termasuk boiler pabrik. fibreboard.01 Pada umumnya. P. P2O5 0. namun selalu ada sisa bagase yang tidak termanfaatkan yang disebabkan oleh stok bagase yang melebihi kebutuhan pembakaran oleh boiler pabrik.06%. kadar bahan organik.3. particleboard.14%. serta kapasitas menahan air (Ismail. dan lain-lain (Indriani dan Sumiarsih. Limbah bagase memiliki kadar bahan organik sekitar 90%. setelah ampas tebu tersebut mengalami pengeringan. yaitu limbah padat sisa penggilingan batang tebu. Ca 0. http://bioindustri.3%. 1992). blotong. dan abu boiler pabrik pengolahan tebu dapat meningkatkan ketersediaan hara N. Bahan pembuatan kompos bagase yaitu bagase dan kotoran sapi yang dimanfaatkan sebagai bioaktivator.blogspot. kandungan N 0. pH tanah. pabrik gula di Indonesia memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan bakar bagi pabrik yang bersangkutan. Sisa bagase ini di masa depan diperkirakan akan bertambah seiring meningkatnya kemajuan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi pabrik pengolahan tebu.02%.com/2008/04/ampas-tebu.04% (Toharisman. 1991). 1987). K2O 0. Pemberian kompos campuran bagase. . Disamping untuk bahan bakar.

co.html Pabrik Gula dan Lingkungan Sekitarnya at Ehsa Blog y « Issue Industri Pestisida Limbah Industri Lapis Listrik » .08 K2O (ppm) 75.duniakompos. dan sulfur. lalu di tumpukan teratas diberikan jerami sebagai penutup.29 SO4 (%) 0.95 C (%) 20. tinggi.02 Ca (%) 0. Penggunaan kompos bagase dengan pupuk anorganik secara bersamaan tidak meningkatkan laju pertumbuhan.23 pH 4. dan diameter dari batang. Proses pengomposan membutuhkan waktu 3 bulan hingga kompos menunjukkan warna coklat tua hingga hitam. Selama proses pengomposan. Hasil analisis kompos bagase dengan starter kotoran sapiSifat kompos Kandungan Kadar air (%) 64. namun diperkirakan dapat meningkatkan rendemen gula dalam tebu. Bagase dan kotoran sapi ditumpuk berselingan dengan tebal bagase 30 cm dan tebal kotoran sapi 10 cm.69 Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor menyebutkan bahwa kompos bagase (kompos yang dibuat dari ampas tebu) yang diaplikasikan pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L) meningkatkan penyerapan nitrogen secara signifikan setelah tiga bulan pengaplikasian dibandingkan degan yang tanpa kompos. http://www. kalium. namun tidak ada peningkatan yang berarti terhadap penyerapan fosfor.08 Mg (ppm) 91. dilakukan penyiraman secara rutin diikuti dengan pemeriksaan suhu dan kelembaban.12 Rasio C/N 18.47 N (%) 1. Tumpukan bagase dibalik setiap minggu atau ketika kelembaban melebihi 70%.Penambahan kotoran sapi selain sebagai bioaktivator juga untuk menurunkan rasio C/N.cc/2010/08/kompos-bagase.00 P2O5 (%) 0. Pengomposan dilakukan dengan sistem windrow menggunakan saluran udara yang terbuat dari bambu yang dipasang secara vertikal dan horizontal.

Selain menghasilkan gula. blotong dan tetes sebagai produk sampingnya. Khusus untuk ampas pada umumnya digunakan sebagai bahan bakar ketel (boiler).Pabrik Gula dan Lingkungan Sekitarnya A. limbah cair yang dibuang ke sungai. Sejumlah kasus pengaduan masyarakat disekitar pabrik gula yang berkaitan dengan limbah diantaranya seperti debu yang sering mengotori rumah mereka. Proses produksi di dalam pabrik gula 1) Pemilihan bahan baku Sebelum melakukan proses produksi. seperti berkurangnya hasil produksi pertanian. Bahan baku salah satunya diperoleh melalui perkebunan . Salah satu industry yang banyak disoroti tentang masalah lingkungan yaitu pabrik gula. PEMBAHASAN A. bau tak sedap dan lain-lain. pengolahan tebu juga menghasilkan pucuk tebu. asap yang menggangu kesehatan. Latar Belakang Potensi industri telah memberikan sumbangan bagi perekonomian Indonesia melalui barang produk dan jasa yang dihasilkan. Produksi tebu tahun 2008 untuk daerah Jawa Timur saja mencapai 17 juta ton. maupun berkurangnya pemanfaatan air sungai oleh penduduk. Sebenarnya limbah pabrik gula dapat itu sendiri dapat dikelola dengan menjadikanya sebagai barang lain yang manfaat. Buangan limbah pabrik gula mengakibatkan timbulnya pencemaran air sungai yang dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Salah satu cara untuk melakukan diversifikasi produk pabrik gula adalah pengolahan hasil samping (limbah) tersebut menjadi produk yang lebih tinggi nilainya. seperti dimanfaatkan sebagai pupuk pertanian. Buangan berupa asap menyebabkan meningkatnya kasus infeksi saluran pernafasan pada masyarakat sekitar kawasan industri. bahkan akan lebih baik memberikan nilai tambah bagi masyarakat disekitar. Disini dibutuhkan suatu usaha dan komitmen dari perusahaan untuk mengelola limbahnya agar tidak merusak lingkungan. suatu saat nanti bisa menjadi boomerang bagi keberlanjutan usaha pabrik tersebut. Pabrik gula di Indonesia pada tahun 2007 berjumlah 59 pabrik. Sikap sejumlah perusahaan yang hanya berorientasi ³Profit motive´ tanpa memikirkan dampak lingkungan dan lemahnya penegakan peraturan terhadap pelanggaran pencemaran berakibat timbulnya beberapa kasus pencemaran oleh industri dan tuntutan-tuntutan masyarakat sekitar industri hingga perusahaan harus mengganti kerugian kepada masyarakat yang terkena dampak. hal pertama yang dilakukan adalah proses pemilihan bahan baku. Jika kasus seperti ini tetap dibiarkan. ampas. menurunnya hasil tambak. namun di sisi lain pertumbuhan industri telah menimbulkan masalah lingkungan yang cukup serius.

Adapun cara pemilihan bahan baku yang baik adalah tebu yang layak dijadikan bahan produksi . Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. serta pengolahannya sebelum diolah menjadi gula. tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuran besar. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan. Ekstraksi Tahap pertama pengolahan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Pada proses ini. yaitu : a. Perkebunan tersebut diawasi mulai dari proses penanaman. untuk selanjutnya digunakan di mesin pemanas (boiler). Pendidihan/ kristalisasi e. c. yaitu maksimal 9% dan minimal 7% 2) Proses produksi gula Ada beberapa tahapan dalam proses produksi gula. Pada tahap akhir pengolahan. tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang . sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untuk dididihkan. pemanenan. d. jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi. f. Pengendapan (liming) kotoran dengan kapur Liming adalah proses pembersihan jus hasil ekstraksi dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. persyaratannya antara lain: ‡ Tebu yang tua ‡ Rasanya Manis ‡ Mempunyai kadar gula yang tinggi. Penguapan/ evaporasi Setelah mengalami proses liming. Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan. b. Penyimpanan Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga.sendiri yang dikelola oleh perusahaan dengan bekerjasama dengan masyarakat.

Tanaman ini merupakan sumber bahan baku perusahaan gula. B. (GAC) yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. dan Makassar. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang. Oleh karena itu gula ini dimurnikan lebih lanjut. Berikut adalah limbah yang dihasilkan dari produksi gula yang berasal dati tanaman tebu: ‡ Pucuk Tebu . Begitu pula halnya dengan produksi pada pabrik gula. Semarang. Pendidihan Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Lampung. j. pastilah didapat hasil samping (limbah). Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan. Karbonatasi Tahap ini bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Dalam suatu produksi barang. Di Indonesia. Afinasi Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan Kristal.berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida. Limbah yang dihasilkan pabrik gula Tebu merupakan salah satu jenis tanaman yang hanya dapat ditanam di daerah yang memiliki iklim tropis. Proses ini menghasilkan Produk yang biasanya diolah lebih lanjutmenjadi pakan ternak atau dikirim ke pabrik fermentasi seperti misalnya pabrik penyulingan alkohol. Ca(OH)2] i. perkebunan tebu menempati luas areal + 232 ribu hektar. g. Penghilangan warna/ Decolorization Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular activated carbon. k. h. Pengolahan sisa/ Recovery Proses ini bertujuan untuk membuat gula dengan mutu yang setara dengan gula kasar hasil pembersihan setelah afinasi. yang tersebar di Medan. Solo.

pupuk dan pabrik wax. Di alat ini akan dihasilkan nira tapis dan endapan yang biasanya disebut ³blotong´ (filter cake). ‡ Ampas Tebu Tebu diekstrak di stasiun gilingan menghasilkan nira dan bahan bersabut yang disebut ampas. MSG. Ampas yang berlebih dapat dimanfaatkan untuk pembuatan briket. bahkan berlebih. Komposisi ampas rata-rata terdiri dari kadar air : 46 ± 52 %. asam laktat dll. bahan baku pulp dan bahan kimia seperti furfural. kadar pol 3 %. Karbonatasi kadar airnya 53 % dan kadar pol 2 %. sebagai silase atau jerami dapat menggantikan rumput gajah yang merupakan pakan ternak yang sudah umum digunakan di Indonesia.cara yang bisa digunakan dalm pengolahan limbah yaitu menetralkan limbah sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan . methanol. maka diperlukan suatu pengelolaan terhadap limbah tersebut. ‡ Blotong Pada proses pemurnian nira yang diendapkan di clarifier akan menghasilkan nira kotor yang kemudian diolah di rotary vacuum filter. Diperkirakan dari 100 ton tebu dapat diperoleh sekitar 14 ton pucuk tebu segar. dll. Cara. dan dengan merubah limbah menjadi barang lain yang lebih bernilai tinggi. Penggunaan yang paling menguntungkan saat ini adalah sebagai pupuk di lahan tebu. Blotong dapat dimanfaatkan antara lain untuk pakan ternak. sabut dan padatan terlarut. Selain itu juga sebagai bahan baku fermentasi yang dapat menghasilkan etanol. partikel board. xylitol. metana. Sabut 43 ± 52 %. Agar limbah ini tidak menjadi masalah bagi lingkungan sekitar.Pucuk tebu adalah ujung atas batang tebu berikut 5-7 helai daun yang dipotong dari tebu giling ataupun bibit. padatan terlarut 2 ± 6 %. ‡ Tetes Tetes (molasses) adalah sisa sirup terakhir dari masakan (massecuite yang telah ) dipisahkan gulanya melalui kristalisasi berulangkali sehingga tak mungkin lagi menghasilkan gula dengan kristalisasi konvensional. ‡ Asap Telah disebutkan di atas hasil sampingan (limbah) pabrik gula cukup beragam. Blotong dari PG Sulfitasi rata-rata berkadar air 67 %. asam sitrat. C. sedangkan dari PG. Pengolahan dan pemanfaatan kembali limbah pabrik gula . asam asetat. Penggunaan tetes antara lain sebagai pupuk dan pakan ternak dan pupuk. Ampas terdiri dari air. Umumnya ampas tebu digunakan sebagai bahan bakar ketel (boiler) untuk pemenuhan kebutuhan energi pabrik. Pucuk tebu segar maupun dalam bentuk awetan. Pabrik gula yang efisien dapat mencukupi kebutuhan bahan bakar boilernya dari ampas.

Unit fermentasi 4. ampas tebu untuk pakan ternak dan pembuatan senyawa furfural besrta turunannya. Kedua. Unit preparasi bahan baku 3. pemanfaatan pucuk tebu sebagai bahan pakan ternak. Nira yang terperah ditampung. Unit gilingan 2. Limbah cair ini dikelola melalui dua tahapan. Semua nira yang keluar dari setiap unit gilingan dijadikan satu dan disebut nira mentah.Secara umum pengelolaan limbah seperti limbah cair. Komponen unit gilingan terdiri dari pisau pencacah dan tandem gilingan. Unit destilasi. tebu dipotong-potong terlebih dulu dengan pisau pencacah. Ampas tebu yang dihasilkan diberi imbibisi. Cacahan tebu selanjutnya masuk kedalam tandem gilingan 3 rol yang biasanya terdiri atas 4 atau 5 unit gilingan yang disusun secara seri. Sedangkan untuk limbah berupa asap dapat dikelola dengan jalan menekan pengeluaranya diudara bebas. Unit gilingan berfungsi untuk menghasilkan nira mentah dari tebu. IPAL dibangun di atas tanah seluas lebih dari 8 ha. . Berikut adalah sejumlah hal tentang pemanfaatan dan pengelolaan hasil samping pabrik gula yang dapat digunkan untuk menekan tingkat pencemaran: 1. Sistem ini dilakukan dengan cara mengefisienkan pemakaian air dan penangkap minyak (oil trap) serta pembuatan bak penangkap abu bagasse (ash trap). ampasnya kembali ditambah air imbibisi dan digiling lebih lanjut oleh unit gilingan ketiga. Sebelum masuk gilingan. Sedangkan pengelolaan limbah dengan cara pemanfaatan limbah dari pabrik tebu dapat memberikan nilai lebih. Total daya tampung lebih dari 240. dan demikian seterusnya.000 m3. serta pembuatan pupuk kompos dari blotong. yaitu: 1. Pemanfaatan limbah pabrik tebu bisa berupa pembuatan bioetanol. yang dikeluarkan pabrik gula merupakan limbah organik dan bukan Limbah B3 (bahan beracu dan berbahaya). Pada unit gilingan pertama. tebu diperah menghasilkan nira perahan pertama (npp). penanganan setelah limbah keluar dari pabrik. terdiri dari 13 kolam dengan kedalaman bervariasi dari 2 m (kolam aerasi) sampai 7 m (kolam anaerob). kemudian digiling oleh unit gilingan kedua. melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). sehingga waktu inap (retention time) dapat mencapai 60 hari. Pembuatan Bioetanol Pada dasarnya unit pembuatan etanol dari tebu terdiri dari 4 bagian. penanganan di dalam pabrik (in house keeping). yaitu: Pertama.

Limbah cair ini dikelola melalui dua tahapan. dengan menambah unit pretreatment dan sakarifikasi. yang biasanya digunakan sebagai campuran unleaded gasoline menjadi gasohol. Jumlah unit fermentasi biasanya terdiri dari beberapa unit (batch) atau system kontinyu tergantung kepada kondisi dan kapasitas pabrik. IPAL dibangun di atas tanah seluas lebih dari 8 ha. Unit pretreatment berfungsi untuk mendegradasi ampas menjadi komponen selulosa. Pemanfaatan Ampas Tebu . Bahan lignoselulosa dapat dimanfaatkan untuk memproduksi bioetanol. penanganan di dalam pabrik (in house keeping). Pertama. Nira yang dihasilkan dari proses ini disebut nira jernih. Selain dari nira. penanganan setelah limbah keluar dari pabrik. dapat dipakai sebagai bahan baku pabrik alcohol. Pembuatan etanol selain dari molase juga dari ampas tebu. Unit destilasi berfungsi untuk memisahkan etanol dari cairan lain khususnya air. Klarifikasi bisa dilakukan secara fisik dengan penyaringan atau secara kimiawi. Limbah cair yang dikeluarkan pabrik merupakan limbah organik dan bukan Limbah B3 (bahan beracu dan berbahaya). Klarifikasi terutama bertujuan untuk menghilangkan beberapa impurities yang bisa mengganggu proses fermentasi. Total daya tampung lebih dari 240. Beberapa nutrisi ditambahkan untuk optimalisasi proses. Unit ini juga terdiri dari beberapa kolom destilasi. Sistem ini dilakukan dengan cara mengefisienkan pemakaian air dan penangkap minyak (oil trap) serta pembuatan bak penangkap abu bagasse (ash trap).Unit preparasi berfungsi untuk menjernihkan dan memekatkan nira mentah yang dihasilkan unit gilingan. ampas yang dihasilkan sebagai hasil ikutan dari unit gilingan bisa diproses lebih lanjut menjadi etanol. Proses pemurnian lebih lanjut akan menghasilkan etanol dengan tingkat kemurnian lebih tinggi (99%/ethanol anhydrous). terdiri dari 13 kolam dengan kedalaman bervariasi dari 2 m (kolam aerasi) sampai 7 m (kolam anaerob). 2. selulosa dihidrolisa menjadi gula (glukosa) yang akan menjadi bahan baku fermentasi. dan hemiselulosa. Unit fermentasi berfungsi untuk mengubah molase menjadi etanol. sehingga waktu inap (retention time) dapat mencapai 60 hari. Dalam unit sakarifikasi. melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Etanol yang terbentukdibawa ke dalam unit destilasi. selanjutnya didestilasi menghasilkan etanol. Ampas tebu sebagian besar mengandung ligno-cellulose. Selanjutnya tahap ini dilanjutkan untuk memproduksi gula dan sisanya berupa molase bisa dilanjutkan masuk ke tahapan pembuatan etanol.000 m3. Etanol yang dihasilkan biasanya memiliki kemurnian sekitar 95-96%. lignin. Kedua. melalui aktivitas fermentasi ragi. Berikut contoh skema ideal pemanfaatan bahan lignoselulosa untuk memproduksi bioetanol : Limbah dari pabrik gula yaitu tetes.

Furan diproduksi dengan proses dekarbonilasi Furfural dengan kehadiran katalis logam mulia. Furfural memiliki aplikasi yang cukup luas dalam beberapa industri dan juga dapat disintesis menjadi turunan-turunannya seperti : Furfuril Alkohol. yaitu hidrolisis dan dehidrasi. herbisida. furanaldehid. Salah satu senyawa yang diproduksi dengan bahan baku Furan adalah Tetrahidrofuran (tetrametilen oksida atau oxolane). dan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa turunan dari furan. furaldehid. merupakan senyawa organik turunan dari golongan furan. yang terdiri dari . Furan Furan merupakan contoh lain senyawa yang dapat dihasilkan dengan bahan baku Furfural. Kebutuhan (demand) Furfural dan turunannya di dalam negeri meski tidak terlalu besar namun jumlahnya terus meningkat . serta menambahkan bahan aktivator berupa mikroorganisme. memiliki rumus molekul C4H4O. misalnya: asam sulfat. senyawa penstabil (stabilizer). dengan persentase sebesar 20-27%. 3. beberapa serat poliuretan yang diaplikasikan pada proses pelapisan dan perekat. selebihnya disintesis menjadi produk turunannya. Furan dimanfaatkan sebagai bahan kimia pembangun dalam produksi senyawa kimia yang digunakan pada industri farmasi. Furfural memiliki aplikasi yang cukup luas terutama untuk mensintesis senyawa-senyawa turunannya. Pemanfaatan Blotong untuk pembuatan kompos Pembuatan kompos dilakukan dengan pencampuran bahan baku asal limbah pabrik gula. . Di dunia hanya 13% saja yang langsung menggunakan Furfural sebagai aplikasi. Furan yang biasa disebut juga Furfuran atau oxole. adanya kandungan polisakarida dalam ampas tebu dapat dikonversi menjadi produk atau senyawa kimia yang digunakan untuk mendukung proses produksi sektor industri lainnya. Senyawa yang dihasilkan melalui hidrogenasi katalitik dari Furan ini digunakan sebagai pelarut untuk polivinil klorida (PVC). antara lain . Untuk itu digunakan bantuan katalis asam. bioetanol. Furfural (C5H4O2) atau sering disebut dengan 2-furankarboksaldehid. dan lain-lain. bahan baku pembuatan pupuk. serasah. dan lain-lain. blotong dan abu ketel. campuran bakteri.Limbah padat berupa ampas tebu (bagasse) dapat dapat dijadikan bubur pulp dan dipakai untuk pabrik kertas. Selain itu semua. polivinilidene klorida. Furfural dihasilkan dari biomassa (ampas tebu) lewat 2 tahap reaksi. Furan. 2-Furfuraldehid. untuk makanan ternak. particle board. Salah satu polisakarida yang terdapat dalam ampas tebu adalah pentosan. Hingga saat ini seluruh kebutuhan Furfural untuk dalam negeri diperoleh melalui impor. dan sebagai bahan bakar ketel uap (boiler) sehingga mengurangi konsumsi bahan-bakar minyak oleh pabrik. Impor terbesar diperoleh dari Cina yang saat ini menguasai 72% pasar Furfural dunia. Kandungan pentosan yang cukup tinggi tersebut memungkinkan ampas tebu untuk diolah menjadi Furfural.

Pemberian aktivator pada setiap tumpukan masing-masing sebanyak 10 kg campuran mikroorganisme selulolitik. Dikatakan pula bahwa bakteri itu ada yang berfungsi melarutkan fosfat.5 m. Sebelum dicetak. Pupuk organik ini mampu memperbaiki tekstur dan mampu menyehatkan tanah kritis akibat pupuk kimia (anorganik). Aktivator ditabur bersamaan dengan saat memasukkan bahan kompos ke dalam cetakan.fungi. kotoran ayam dan kotoran sapi. Setelah tercetak.5 dan 8. Seorang peneliti pupuk mengungkapkan. Pengelolaan asap dan debu .5 x 1. dan 100 kg abu ketel. Pupuk kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali untuk perkebunan tebu. Limbah pabrik gula berupa blotong juga dapat dijadikan pupuk organik dengan cara mencampurkannya dengan limbah pabrik etanol berupa vinace dan ditambah sejumlah mikroba. Sementara tanah yang sehat punya kandungan unsur C dan N antara 10-15 persen. Semua bahan dicampur rata. Seperti diketahui. Proses pengolahan ini dilakukan secara biologis karena memanfaatkan mikroorganisme sebagai agen pengurai limbah.5 kg aktinomisetes. masing-masing dengan takaran 30 ton/ha mampu meningkatkan bobot tebu. ukuran atas 1 m x 1 m serta tinggi 1. Pseudomonas. Contoh Prosedur pembuatan pupuk kompos adlah sebgai berikut: Bahan pupuk terdiri dari tumpukan berisi 60 kg serasah. kemudian ditambah 5 kg TSP dan 10 kg Urea. fosfat jika dipakai untuk pupuk harus dalam keadaan terlarut. kemudian di setiap tumpukan diberi lubang aerasi pada masing-masing sisi dan bagian atas tumpukan dengan cara menusukkan sebatang bambu. dan Lactobacyllus. Secara umum kompos dapat meningkatkan produksi dan produktivitas gula. 4. Bobot tebu yang diberikan pupuk kompos ini pada tanaman pertama.1 ton/ha dibandingkan dengan kontrol. dan yang melarutkan itu mikroba. Pemberian kompos blotong dan kompos ampas pada lahan tebu di pabrik gula Cintamanis Palembang.5 kg bakteri dan 2. 2. berturut-turut lebih tinggi 26. Pembalikan tumpukan kompos dilakukan dua minggu sekali. Hal ini dimaksudkan untuk membantu memperlancar sirkulasi udara ke bagian tengah kompos. Bacyllus. Bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk kotak dengan ukuran bawah 1.yaitu 5 kg fungi. daun tebu dipotong-potong sehingga panjangnya kurang dari 5 cm.25 m. Untuk menjaga kelembaban dilakukan penambahan air. Mikroba yang ada di pupuk ini antara lain Celulotic bacteria. Pemberian kompos yang berasal dari limbah industri gula ini telah dicoba pada tanaman tebu di berbagai wilayah pabrik gula di Indonesia. Setiap dua minggu dengan menganalisa nisbah C/N dan pH sampai diperoleh nisbah C/N sekitar 12-20 dan pH mendekati netral. sehingga dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme selulolitik. kandungan unsur karbon (C) dan Nitrogen (N) pupuk ini mencapai 12 persen. aktinomisetes. 300 kg blotong .

1 mikron.01 ± 0. Alat yang dipatenkan dibentuk oleh susunan filamen gelas dengan jarak antar filamen yang lebih kecil dari lintasan bebas rata-rata partikel. Susunan penapis ini dapat digunakan untuk gas buang yang mengandung minyak atau debu higroskopik. Idealnya demikian pula yang harus dilakukan oleh pabrik tebu. pemilihan alat pemisah debu yang tepat berkaitan dengan tujuan akhir pengolahan dan juga aspek ekonomis.05 mikron.Senyawa pencemar udara itu sendiri digolongkan menjadi (a) senyawa pencemar primer. Maka dari itu. komposisi kimia. iritasi mata dan lain-. Nantinya partikel-partikel ini dalam jumlah yang cukup. dan (b) senyawa pencemar sekunder. Secara umum alat pemisah debu dapat diklasifikasikan menurut prinsip kerjanya: ‡ Pemisah Brown Alat pemisah debu yang bekerja dengan prinsip ini menerapkan prinsip gerak partikel menurut Brown. Alat ini dapat memisahkan debu dengan rentang ukuran 0. oksida sulfur (SOx). lima senyawa yang paling sering dikaitkan dengan pencemaran udara ialah: karbonmonoksida (CO). daya kohesi. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Guna menekan tingkat pencemaran udara. yang dapat menyebabkan sejumlah penyakit pernafasan seperti infeksi saluran pernafasan pada manusia disekitar pabrik tersebut. bisa diolah menjadi pupuk. Debu dapat ditemui dalam berbagai ukuran. hidrokarbon (HC). Karenanya suatu pabrik gula seharusnya dilengkapai dengan alat-alat pemisah debu untuk memisahkan debu dari alirah gas buang. Dari sekian banyak senyawa pencemar yang ada. Pengendalian ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Untuk menanggulanginya dibutuhkan pengendalian pencemaran udara. pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar. densitas. pabrik tebu dapat mengelola asap dan debu tersebut dengan jalan memisahkan partikel padatanya yang berada di asap. Pencemaran udara dari pada pabrik gula berupa asap dan debu. Senyawa pencemar primer adalah senyawa pencemar yang langsung dibebaskan dari sumber sedangkan senyawa pencemar sekunder ialah senyawa pencemar yang baru terbentuk akibat antar-aksi dua atau lebih senyawa primer selama berada di atmosfer. ‡ Penapisan Deretan penapis atau filter bag akan dapat menghilangkan debu hingga 0. dan partikulat (debu). oksida nitrogen (NOx). dan sifat higroskopik yang berbeda. bentuk. Di dalam sebuah pabrik kimia. Electrostatic Precipitator .

Pemisah ini menggunakan susunan penyekat sehingga partikel akan bertumbukan dengan penyekat dan akan dipisahkan dari aliran fasa gas. Debu yang telah menempel dapat dihilangkan secara beraturan dengan cara getaran.‡ Pengendap elektrostatik Alat ini mengalirkan tegangan yang tinggi dan dikenakan pada aliran gas yang berkecepatan rendah. Gaya ini melemparkan partikel ke dinding dan gas berputar (vortex) sehingga debu akan menempel di dinding serta terkumpul pada dasar alat. Pada industri. Secara teoritik seharusnya partikel yang terkumpulkan tidak memiliki batas minimum. Alat ini akan bekerja dengan baik untuk partikel dengan ukuran yang lebih besar dari 40 mikron dan tidak digunakan sebagi pemisah debu tingkat akhir. . Menara percik mampu mengurangi kandungan debu dengan rentang ukuran diameter 10-20 mikron dan gas yang larut dalam air. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pengendap elektrostatik ini ialah didapatkannya debu yang kering dengan ukuran rentang 0.2 ± 0. Alat yang bekerja berdasarkan prinsip inersia ini bekerja dengan baik untuk partikel yang berukuran hingga 5 mikron. yang lebih maju terdapat juga beberapa alat yang dapat memisahkan debu dan gas secara bersamaan (simultan). ‡ Pengendapan dengan gravitasi Alat yang bekerja dengan prinsip ini memanfaatkan perbedaan gaya gravitasi dan kecepatan yang dialami oleh partikel. ‡ Pengumpul sentrifugal Pemisahan debu dari aliran gas didasarkan pada gaya sentrifugal yang dibangkitkan oleh bentuk saluran masuk alat. ‡ Pemisah inersia Pemisah ini bekerja atas gaya inersia yang dimiliki oleh partikel dalam aliran gas. Alat-alat tersebut memanfaatkan sifat-sifat fisik debu sekaligus sifat gas yang dapat terlarut dalam cairan. Alat yang menggunakan prinsip ini digunakan untuk pemisahan partikel dengan rentang ukuran diameter hingga 10 mikron lebih. Beberapa metoda umum yang dapat digunakan untuk pemisahan secara simultan ialah: Irrigated Cyclone Scrubber ‡ Menara percik Prinsip kerja menara percik ialah mengkontakkan aliran gas yang berkecepatan rendah dengan aliran air yang bertekanan tinggi dalam bentuk butiran. Alat ini merupakan alat yang relatif sederhana dengan kemampuan penghilangan sedang (moderate).5 mikron.

‡ Menara dengan packing Prinsip penyerapan gas dilakukan dengan cara mengkontakkan cairan dan gas di antara packing. http://ehsablog. Ukuran debu yang dapat diserap ialah debu yang berdiameter lebih dari 10 mikron. Aliran gas dan cairan dapat mengalir secara co -current. Siklon jenis ini lebih baik daripada menara percik. Percikan ini akan bertumbukkan dengan penyekat dan air akan menyerap gas serta mengikat debu.01 mikron serta dikumpulkan pada permnukaan filamen. ataupun cross-current.com/106. ‡ Pembentur turbulen Pembentur turben pada dasarnya ialah penyerapan partikel dengan cara mengalirkan aliran gas lewat cairan yang berisi bola-bola pejal. ‡ Pemisah venture Metode pemisahan venturi didasarkan atas kecepatan gas yang tinggi pada bagian yang disempitkan dan kemudan gas akan bersentuhan dengan butir air yang dimasukkan di daerah sempit tersebut. Slurry dikumpulkan di bagian bawah siklon. ‡ Tumbukan orifice plate Alat ini disusun oleh piringan yang berlubang dan gas yang lewat orifis ini membentur lapisan air hingga membentuk percikan air. Alat ini dapat memisahakan partikel hingga ukuran 0. Efisiensi penyerapan gas bergantung piada jumlah tahap yang digunakan. Butiran air yang mendandung partikel dan gas yang terlarut akan dipisahkan dengan aliran gas utama atas dasar gaya sentrifugal. countercurrent.‡ Siklon basah Modifikasi dari siklon ini dapat menangani gas yang berputar lewat percikan air.html . Ukuran partikel paling kecil yang dapat diserap ialah 1 mikron. ‡ Pencuci dengan pengintian Prinsip yang diterapkan adalah pertumbuhan inti dengan kondensasi dan partikel yang dapat ditangani ialah partikel yang berdiameter hingga 0.1 mikron dan gas yang larut di dalam air. Rentang ukuran debu yang dapat dipisahkan ialah antara 3 ± 5 mikron. Partikel dapat dipisahan dari aliran gas karena bertumbukkan dengan bola-bola tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->