You are on page 1of 2

Abdullah bin Saba' Tokoh Fiktif

Salam,
Ternyata setelah beberapa kali berdiskusi dengan para ikhwan di berbagai milis,
maka saya dapati bahwa mereka banyak menggunakan Abdullah bin Saba' sebagai dali
l untuk menghujat syi'ah. Sehingga sering mereka mengatakan bahwa syi'ah adalah
produk orang yahudi atau syi'ah telah tertipu oleh orang yahudi, yaitu Abdullah
bin Saba'. Berikut akan saya tuliskan tentang Abdullah bin Saba' yang sebenarnya
adalah tokoh fiktif, yang sumbernya baik dari ahlusunnah maupun syi'ah.
Para ulama syi'ah, Ayatullah Murtadla Al-'Askari mencoba untuk meneliti tentang
keberadaan Abdullah bin Saba', dan hasilnya beliau menyatakan bahwa berdasarkan
penelitian sejarah dan periwayatan hadits, maka sebenarnya Abdullah bin Saba' ad
alah tokoh fiktif. Dan hasil penelusuran dan penelitian tersebut dituangkan pada
buku :
1. "Abdullah bin Saba' wa Asatir Ukhra".
2. "Khomsun wa Mi'atun Shahabi Mukhtalaq".
Dan juga sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia, dengan judul :
"Abdullah Bin Saba', Benih Perpecahan Umat" oleh M. Hashem.
Cerita tentang riwayat oleh Abdullah bin Saba' hanya bersumber dari satu orang (
sumber tunggal), yaitu Saif bin Umar At-Tamimi. Mengenai sosok Saif bin Umar At-
Tamimi, para ulama "ahli jarh wa ta'dil" telah memberikan nilai merah/buruk kepa
danya. Berikut komentar mereka tentang Saif At-Tamimi tersebut :
1. Yahya bin Mun'im, mengatakan : "Riwayat-riwayatnya lemah dan tidak berguna".
2. An-Nasa'i dalam Sunan-nya, mengatakan : "Riwayat-riwayatnya lemah dan harus d
iabaikan, karena ia adalah orang yang tidak dapat diandalkan dan tidak patut dip
ercaya".
3. Abu Dawud, mengatakan : "Tidak harganya, ia seorang pembohong".
4. Ibn Abi Hatim, mengatakan : "Mereka telah meninggalkan riwayat-riwayatnya".
5. Ibn Al-Sakan, mengatakan : "Riwayatnya lemah (dlo'if)".
6. Ibn 'Adi mengatakan : "Riwayatnya lemah, sebagian dari riwayatnya terkenal na
mun bagian terbesar dari riwayat-riwayatnya adalah mungkar dan tidak diikuti".
7. Al-Hakim, mengatakan : "Riwayat-riwayatnya telah ditinggalkan, ia dituduh zin
diq".
8. Ibn Hibban, mengatakan : "Ia terdakwa sebagai zindiq dan memalsukan riwayat-r
iwayat".
Dan para ulama ahlusunnah lainnya yang tidak mempercayainya, seperti Khatib Al-B
aghdady, Ibn Abdil Barr, Ibnu Hajar, dll.
Sehingga jelas sekali bahwa keberadaan Abdullah bin Saba' ini adalah fiktif, dik
arenakan hanya bersumber dari satu orang yaitu Saif At-Tamimi, yang dinilai caca
t, mungkar, pemalsu, zindiq, dll. Sehingga tertolak-nya riwayat tentang Abdullah
bin Saba' bukan hanya karena dalam jalur periwayatannya terdapat Saif At-Tamimi
, melainkan bahwa Saif At-Tamimi merupakan sumber tunggal tentang cerita keberad
aan Abdullah bin Saba'.
Dengan predikat semacam itu maka sudah semestinya setiap kisah dari Saif At-Tami
mi tidak bisa dipercaya, baik dalam wacana syari'at maupun tarikh, dll.
Ibnu Hajar Al-Asqolani (seorang ulama besar ahlusunnah) dalam bukunya yang berju
dul "Lisanul Mizan", mengatakan : "Berita-berita tentang Abdullah bin Saba' dala
m sejarah memang terkenal, tetapi tidak satupun bernilai riwayat".
Ibnu Hajar juga mengatakan : "Ibnu Asakir kemudian meriwayatkan sebuah cerita pa
njang dari Saif bin Umar At-Tamimi dalam kitab Al-Futuh yang tidak shohih sanad-
sanadnya"
Ref. ahlusunnah :
Ibnu Hajar Al-Asqolani, dalam "Lisanul Mizan", jilid 3, hal. 289.
Sehingga semua jalur riwayat yang ada, sekali lagi, hanya bersumber dari cerita
Saif At-Tamimi tersebut. Jadi jelas sekali bahwa riwayat-riwayat tersebut tertol
ak berdasarkan predikat buruk yang disandang oleh Saif At-Tamimi tersebut.
Dan buku Ayatullah Murtadla Al-'Askari tersebut di atas merupakan sanggahan dan
bantahan terhadap semua pendapat yang menyatakan keberadaan Abdullah bin Saba' b
aik itu dari ulama ahlusunnah maupun ulama syi'ah terdahulu.
Wassalaam,
Muh. Anis