Wahyukurniawan.web.

id Mechanical Engineering

I PENDAHULUAN

A. Pengertian Subyek perancangan elemen mesin adalah menciptakan mesin-mesin baru yang lebih baik dan meningkatkan yang sudah ada, dan selalu berkaitan dengan segi ekonomis yang mempertimbangkan keseluruhan biaya produksi dan operasi. Dalam melakukan perancangan, hal utama yang diperlukan adalah ide, menciptakan suatu ide hingga dapat diaplikasikan terkadang membutuhkan waktu yang panjang. Setelah diperoleh ide-ide baru, selanjutnya ide baru tersebut harus dipahami dan dipelajari serta digambarkan dalam bentuk gambar. Dalam perencanaan hal utama yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan sumber daya modal dan bahan yang dibutuhkan untuk berhasil menyelesaikan ide baru tersebut ke dalam realitas aktual. Dalam merancang komponen mesin, perlu untuk memiliki pengetahuan yang baik seperti Matematika, Rekayasa Mekanika, Kekuatan Bahan, Teori Mesin, Proses Produksi dan Teknik Menggambar.

B. Klasifikasi Perancangan/Desain Mesin Desain mesin dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Adaptif desain. Dalam kebanyakan kasus, pekerjaan perancang berkaitan dengan adaptasi desain yang ada. Jenis desain ini tidak memerlukan pengetahuan khusus atau keterampilan dan dapat dicoba oleh desainer pelatihan teknis biasa. Perancang hanya membuat alternatif kecil atau modifikasi pada desain produk yang ada. 2. Pengembangan desain. Jenis desain ini membutuhkan pelatihan ilmiah dan kemampuan desain dalam rangka untuk mengubah desain yang sudah ada menjadi ide baru dengan mengadopsi material baru atau metode yang berbeda manufaktur. Dalam hal ini, meskipun perancang mulai dari desain

1

Wahyukurniawan.web.id Mechanical Engineering

yang sudah ada, namun produk akhir dapat berbeda cukup nyata dari produk asli. 3. Desain baru. Jenis desain ini membutuhkan banyak penelitian, kemampuan teknis dan berpikir kreatif. Hanya desainer yang memiliki kualitas pribadi dari suatu tatanan yang cukup tinggi dapat menghasilkan karya desain baru. Desain, tergantung pada metode yang digunakan, dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Desain rasional. Jenis desain tergantung pada rumus-rumus

matematika dari prinsip mekanika. b. Desain empiris. Jenis desain tergantung pada rumus empiris berdasarkan praktek dan pengalaman masa lalu. c. Desain industri. Jenis desain tergantung pada aspek produksi untuk memproduksi komponen mesin industri. d. Desain optimum. Jenis desain ini adalah desain yang terbaik untuk fungsi objektif yang diberikan di bawah kendala yang ditentukan. Ini dapat dicapai dengan meminimalkan efek yang tidak diinginkan. e. Desain sistem. Jenis desain ini adalah desain dari setiap sistem mekanis yang kompleks seperti sepeda motor. f. Desain elemen. Jenis desain ini adalah desain dari setiap elemen dari sistem mekanis seperti piston, crankshaft, dll g. Desain berbantuan komputer (CAD). Jenis desain tergantung pada penggunaan sistem komputer untuk membantu, modifikasi analisis penciptaan, dan optimasi suatu desain.

C. Pertimbangan Umum dalam Perancangan Mesin Berikut ini adalah pertimbangan-pertimbangan umum dalam merancang komponen mesin: 1. Jenis beban dan tegangan yang disebabkan oleh beban. 2. Gerak bagian atau gerak mesin. Keberhasilan operasi dari setiap mesin sangat tergantung pada pengaturan sederhana dari bagian-bagian yang akan memberikan gerak yang diperlukan.

2

Wahyukurniawan.web.id Mechanical Engineering

3. Pemilihan bahan. Sangat penting bahwa seorang desainer harus memiliki pengetahuan mendalam tentang sifat-sifat bahan dan perilaku bahan di bawah kondisi kerja. Beberapa karakteristik penting bahan adalah: kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, berat, ketahanan terhadap panas dan korosi, kemampuan cor, mampu las, machinability, konduktivitas listrik, dll. 4. Bentuk dan ukuran parts. Bentuk dan ukuran didasarkan pada penilaian. Dalam rangka untuk merancang setiap bagian mesin untuk bentuk dan ukuran, maka perlu untuk mengetahui kekuatan bagian mana yang harus dipertahankan. Hal ini juga penting untuk mengantisipasi dampak beban tibatiba diterapkan atau yang dapat menyebabkan kegagalan. 5. Ketahanan terhadap gesekan dan pelumasan. Selalu ada kehilangan daya akibat tahanan gesek. Oleh karena itu, hal yang penting yaitu memberikan perhatian pada masalah pelumasan untuk semua permukaan yang bergerak dan terjadi kontak dengan material yang lain, baik berputar, sliding, atau rolling bantalan. 6. Kenyamanan dan fitur ekonomis. Dalam merancang, fitur operasi mesin harus benar-benar diperhatikan. Untuk penyesuaian/setting perangkat harus

disediakan dan dapat diakses dengan mudah. Jika bagian harus diubah untuk berbagai produk atau diganti karena aus atau pecah, akses mudah juga harus disediakan 7. Penggunaan komponen standar. Penggunaan komponen standar berkaitan erat dengan biaya, karena biaya komponen standar jauh lebih rendah karena diproduksi dalam jumlah banyak, sehingga biaya produksi dapat ditekan. Komponen standar diantaranya yaitu roda gigi, bantalan dan bagian-bagian yang dapat dipilih dari stock toko biasa seperti sekrup, baut, dan pin. 8. Keselamatan operasi. Beberapa mesin berbahaya untuk dioperasikan,

khususnya yang dipercepat untuk memastikan produksi pada tingkat maksimum. Oleh karena itu, setiap bagian bergerak dari suatu mesin yang berada dalam zona seorang pekerja dianggap sebagai bahaya kecelakaan dan bisa menjadi penyebab cedera. Oleh karena itu, perlu bahwa seorang desainer harus selalu menyediakan perangkat keselamatan untuk keselamatan operator.

3

Wahyukurniawan.web.id Mechanical Engineering

Alat-alat keselamatan harus sama sekali tidak mengganggu pengoperasian mesin. 9. Biaya konstruksi. Biaya konstruksi adalah pertimbangan paling penting yang terlibat dalam desain. 10. Perakitan. Setiap mesin atau struktur harus disusun seperti unit sebelum dapat berfungsi. Jika unit besar maka harus dilakukan pengujian perakitan terlebih dahulu.

D. Prosedur Umum dalam Perancangan Mesin Dalam merancang komponen mesin, prosedur umum untuk memecahkan masalah desain adalah sebagai berikut: 1. Mengenali yang dibutuhkan. Pertama-tama, membuat pernyataan lengkap dari masalah, menunjukkan kebutuhan, dan tujuan dari mesin yang akan dirancang. 2. Sintesis (Mekanisme). Pilih mekanisme yang mungkin atau kelompok mekanisme yang akan memberikan gerak yang diinginkan. 3. Analisis kekuatan. Tentukan gaya yang bekerja pada setiap bagian mesin dan energi yang ditransmisikan oleh setiap bagian. 4. Pemilihan bahan. Pilih bahan yang paling cocok untuk setiap bagian dari mesin. 5. Desain elemen (ukuran dan tegangan). Cari ukuran setiap bagian mesin dengan

mempertimbangkan gaya yang bekerja pada tiap-tiap bagian dan dan tegangan yang diijinkan untuk bahan yang digunakan. Perlu diingat bahwa setiap bagian tidak boleh melebihi batas yang diijinkan. 6. Modifikasi. Modifikasi mungkin diperlukan oleh pertimbangan manufaktur untuk mengurangi biaya keseluruhan.

4

Wahyukurniawan.web.id Mechanical Engineering

7. Detil gambar. Gambarkan secara rinci setiap komponen dan perakitan mesin dengan spesifikasi lengkap untuk proses manufaktur yang disarankan. 8. Produksi. Komponen, sesuai gambar, dibuat di bengkel.

E. Kesimpulan Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa, perancangan elemen mesin merupakan analisis yang kompleks, membutuhkan ide/gagasan, perencanaan, disain, produksi, dan teori-teori dasar yang menunjang dalam menganalisis suatu permasalahan. Teori-teori dasar yang perlu dipahami diantaranya, yaitu : a. Rem b. Sabuk dan Rantai c. Bantalan d. Pelumasan e. Ulir f. Pegas Sehingga tujuan utama dari pembelajaran ini, yaitu mahasiswa mampu untuk mengetahui jenis-jenis komponen utama, memahami, menjelaskan, dan memilih bahan, serta mampu merancang suatu sistem yang kompleks…

5