Ipeta Kawasan perencanaan I··· .. . ....

819000

819500

820000

820500

821000

o o o ~ o 0')

0')

o

o

I.D M+---4-------~--+-o 0') 0')

o o o

~+---+-----------+-~

0') 0')

819000

819500

820000

820500

821000

MATAKULIAH

NAMA/STB

DOSEN

JUItUSfln flltSIHKTUIt IJNIVERSITAS TADIJIAKO

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

nnSIIEKIun KDIn

LEGENDA
IV :: Jalan.shp
CJ :: Kawasan
'Perencanaan.shp
A :: Kawasan oerrnuxlman
warga
B :: Kawasan sarana olah raga
gOlf Keterangan :

Kawasan terletaK di Keturanan Talise Kecarneean 'Palu Tirnur Kota 'Palu.

KETERANGAN

KAWASANP~NCANAAN

Kondls! E(~sisting

, ,

• ,

.. " .. .... " ........

.. .. - .. ....

......

......

...... ......

.... "

.. " ..

D. Terlihat pada kanan gam bar terdapat bangunan puskesmas sebagai sarana kesehatan. Melalui pengamatan langsung, sangat banyak terdapat kendaraan yang beraktifitas pada simpul ini, hal ini disebabkan karena simpul berada pad a klasifikasi jalan arteri sehingga diperlukan pengaturan akses kendaraan untuk memperoleh akses kendaraan yang ideal.

E. Terdapat papan reklame berbentuk baliho sudah mecerminkan citra kawasan komersial.

F. Terdapat pompa bensin pada titik ini, hal ini telah mencerminkan citra kawasan sebagai kawasan komersial.

G. Secara visual terdapat dealer yamaha berbentuk ruko yang mencerminkan kawasan komersial.

.' ••

- - - -

•••

- - --

- - - -

- - - -

- - - -

.---

•••

. ---

•••

,

, ,

,

'- - - - --------------.

MATAKULIAH

DOSEN

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

JUItUSfln flltSIHKTUIt fllKUUIlS TEKI1IK IJNIVERSITAS TADIJIAKO 2010

nnSIIEKIun KDIn

KETERANGAN :

A. Secara visual kawasan masih dalam tahap pengerjaan pembukaan jalan baru. Dapat dilihat bahwa kawasan masih dalam keadaan kosong.

B. Tampak pada sebelah kiri gam bar adalah kawasan permukiman warga dan sebelah kanan adalah jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.

c. Pada nodes terdapat ujung jalan yang sementara dalam tahap pengerjaan dan belum dilengkapi dengan jalur pejalan khaki serta drainase. Terlihat pula tiang listrik yang masih ada pada tengah jalur akses kendaraan. Pad a titik ini perlu adanya akses sirkulasi kendaraan yang teratur.

- - - - - - - - -~

Arah Pergerakan

NAMA/STB

1lN1J9 ~?1f1l )Y(~?91( rr2210G 033

KETERANGAN

ANALISIS SEQUENCE

Kajian Teori

• Fungsi Jalan

8 Undang - undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 "Tentang Jalan" Pasal 8

ayat (1) : Jalan umum menurut fungsinya dikelompokkan ke dalam ja/an arteri, ja/an ko/ektor, ja/an /oka/ dan ja/an linkungan.

ayat (2) : Jalan Arteri sebagai mana dimaksud pada ayat (1) merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata - rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.

ayat (3) : Jalan kolektor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri jarak sedang, kecepatan rata - rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi.

ayat (4) : Jalan lokal sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata - rata rendah, dan jumlah jalan masuk di batasi.

ayat (5) : Jalan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dengan kecepatan rata - rata rendah.

ayat (6) : Ketentuan lebih lanjut mengenai jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2), (3), (4), dan (5) diatur dalam peraturan pemerintah.

• Pengertian J alan

8 The street merupakan ruang terbuka yang berbentuk memanjang dan merupakan ruang terbuka umum, hanya mempunyai batas - batas di sisinya. Misalnya jalan, sungai, pedestrian dan lain - lain.

Krier (Urban Space, 1979)

8 Bentuk ruang publik yang paling umum dalam suatu kota adalah jalan, karena pada jalan tersebut masyarakat dapat melakukan interaksi secara langsung baik sesama warga kota maupun melakukan aktifitas yang dimungkinkan dilakukan di ruang tersebut dengan bebas.

Jakob The Death Life of Great American Cities (1961)

8 Komponen yang mempengaruhi kualitas jalan sebagai ruang publik (Jacob; Great Street 1995) adalah :

Komponen / unsur kualitas Definisi / fungsi
Trees Pepohonan merupakan unsur yang dianggap sangat memberikan karakter terhadap jalan, unsur
pepohonan dapat memberikan kontribusi yang nyata kepadajalan. Kontribusi itu adalah keteduhan,
kenyamanan, keindahan dan unsur lain yang diperlukan untuk membangun suatu great street
Beginning and Endings Awalan dan akhiran suatujalan sebaiknya diperlakukan dengan suatu sentuhan yang tersendiri sebagai
titik orang akan memulai atau mengakhiri pengalamannya.
Diversity Makin banyaknya gedung yang ada maka dapat menampil kan kualitas jalan yang lebih baik, minimal akan
memberikan garis vertikal yang lebih banyak sehingga menimbulkan keberagaman yang lebih baik pula
Details Memberikan kontribusi yang kuat padajalan. Detail berupajembatan, air mancur, pagar, kios, paving,
lampu, signage, kanopi menjadi unsur yang sangat penting, bahkan pad a sa at tertentu menjadi sangat
krusial
Accesbility Merupakan tujuan utama dari jalan, tidak hanya kepada lokasi di jalan terse but, akan tetapi dari suatu
tempat ke tempat lain di tersebut. Pengguna harus dapat bergerak dengan mudah pada jalan terse but
Density Berkaitan dengan kepadatan hunian dan aktifitasnya
Diversity Keragaman dari aktifitas fisik maupun ekonomi yang dilakukan dijalan tersebut
Length Panjang jalan tidak menjadi penentu akan tetapi bagaimana mempertahankan unsur yang menarik
sepanja ng jal an tersebut MATAKULIAH

DOSEN

NAMA/STB

KETERANGAN

KAJIAN TEOm

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

JUItUSfln flltSIHKTUIt IJNIVERSITAS TADIJIAKO

nnSIIEKIun KDIn

Kajian Teori

Nodes merupakan suatu pusat kegiatan fungsional dimana disini terjadi suatu pusat inti I core region dimana penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidup semuanya bertumpu di nodes. Nodes ini juga juga melayani penduduk di sekitar wilayahnya atau daerah hiterlandnya.

DISTRICK (DISTRIK)

Suatu daerah yang memiliki ciri-ciri yang hampir sama dan memberikan citra yang sama.

Distrik yang ada dipusat kota berupa daerah komersial yang didominasi oleh kegiatan ekonomi.

Daerah pusat kegiatan yang dinamis, hidup tetapi gejala spesialisasinya semakin k~tara. Daerah ini masih merupakan tempat utama dari perdagangan, hiburanhiburan dan lapangan pekerjaan. Hal ini ditunjang oleh adanya sentralisasi sistem transportasi dan sebagian penduduk kota masih tingal pada bagian dalam kotakotanya (innersections). Proses perubahan yang cepat terjadi pada daerah ini sang.at. s~ring. se.kali ~engancam keberadaan bangunan-bangunan tua yang bernilai historis tinqqi, Pada daerah-daerah yang berbatasan dengan distrik masih banyak tempat yang agak longgar dan banyak digunakan untuk kegiatan ekonomi antara lain pasar lokal, daerah-daerah pertokoan untuk golongan ekonomi rendah dan sebagian lain digunakan untuk tempat tinggal.

LANDMARKS (TENGARAN)

Tengaran merupakan salah satu unsur yang turut memperkaya ruang kota.

Bangunan yang memberikan citra tertentu, sehingga mudah dikenal dan diingat dan dapat juga memberikan orientasi bagi orang dan kendaraan untuk bersirkulasi. Landmarks merupakan ciri khas terhadap suatu wilayah sehingga mudah dalam mengenal orientasi daerah tersebut oleh pengunjung. Landmarks merupakan citra suatu kota dimana memberikan suatu kesan terhadap kota tersebut.

EDGES (TEPIAN)

Bentukan massa-massa bangunan yang membentuk dan membatasi suatu ruang di dalam kota .

Ruang yang terbentuk tergantung kepada kepejalan dan ketinggian massa. Daerah perbatasan biasanya terdiri dari lahan tidak terbangun. Kalau dilihat dari fisik kota semakin jauh dari kota maka ketinggian bangunan semakin rendah dan semakin rendah sewa tanah karena nilai lahannya rendah (derajat aksesibilitas lebih rendah), mempunyai kepadatan yang lebih rendah, namun biaya transpotasinya lebih mahal.

ELEMEN-ELEMEN RANCANGAN KOTA MENURUT KEVIN LYNCH

PATHS (Jalur,Jalan)

Umumnya jalur atau lorong berbentuk pedestrian dan jalan raya

Jalur merupakan penghubung dan jalur sirkulasi manusia serta kendaraan dari sebuah ruang ke ruang lain di dalam kota.

Secara fisil paths adalah merupakan salah satu unsur pembentuk kota. Path sangat beranaka ragam sesuai dengan tingkat perkembangan kota, lokasi geografisnya, aksesibilitasnya dengan wilayah lain dan sebagainya. Berdasarkan elemen pendukungnya , paths dikota meliputi jaringan jalan sebagai prasarana pergerakan dan angkutan darat, sungai, laut, udara, terminal/pelabuhan, sebagai sarana ~erangkutan. Jaringan perangkutan ini cukup penting khususnya sebagai alat peninqkatan perkembangan daerah pedesaan dan jalur penghubung baik produksi maupun komunikasi lainnya.

Berdasarkan frekuensi, kecepatan dan kepentingannya jaringan penghubung di kota dikelompokan menjadi :

- Jalan arteri primer

- Jalan arteri sekunder

- Jalan kolektor primer

- Jalan kolektor sekunder

- Jalan utama lingkungan

- Jalan lingkungan

Paths ini akan terdiri dari eksternal akses dan internal akses, yaitu jalan-jalan peng~ubung antar kota dengan wilayah lain yang lebih luas. Jaringan jalan adalah penqikat dalam suatu kota, yang merupakan suatu tindakan dimana kita menyatukan semua aktivitas dan menghasilkan bentuk fisik suatu kota.

NODES (SIMPUL)

. Simpul merupakan pertemuan antara beberapa jalan/lorong yang ada di kota, sehinqqa membentuk suatu ruang tersendiri.

Masing-masing simpul memiliki ciri yang berbeda, baik bentukan ruangnya maupun pola aktivitas umum yang terjadi.

Biasanya bangunan yang berada pad a simpul tersebut sering dirancang secara khusus untuk memberikan citra tertentu atau identitas ruang.

MATAKULIAH

DOSEN

NAMA/STB

KAJIAN TEOm

KETERANGAN

nnSIIEKIun KDIn

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

JUItUSfln flltSIHKTUIt IJNIVERSITAS TADIJIAKO

I pembagian segmen I

w

E

SEGMENII

Segmen II:

Segmen ini bersifat hiburan dan pola permukiman warga. Koridor pada segmen ini masih dalam tahap konstruksl, sehingga belum memiliki nama.

Permasalahan yang muncul adalah bagaimana

~ mengupayakan peningkatan karakter kawasan

~~~~ sebagai ruang ter uka publik sekaligus

-----~ pemanfaatan kawasan penggaraman yang

-~ sudah tidak terpakai lagi.

~~

Segmen I:

Segmen ini adalah koridor Jln. Yosudarso yang bersifat semi formal karena koridor berada pada jalur gerbang menuju ke dalam kota dan rnerupakan kawasan perdagangan karena terdapat beberapa rumdh teko hampir di sepanjang koridor. Permasalahan yang muncul hanya bagaimana cara menata sirkulasi kendaraan maupun pejalan kaki serta menata ruang terbuka untuk pejalan kaki.

SEGMENI

300 0 300

NAMA/STB

MATAKULIAH

DOSEN

KETERANGAN

PEMBAGIAN SEGMEN KAWASANP~NCANAAN

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

JUItUSfln flltSIHKTUIt IJNIVERSITAS TADIJIAKO

nnSIIEKIun KDIn

Penambahan zebra eros untuk sirkulasi pejalan kaki ..... ----

Penambahan lampu merah sebagai i----~ pengatur sirkulasi kendaraan

Detail JI. vosudarso

Pengaturan sirkulasi dengan cara penambahan lampu rambu lalulintas agar tercapai sirkulasi yang teratur baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki.

,--'lilt, , ,

, ,

• •

, ,

\ ,

~ .... - .. ' t

t

t

t

t

t

t

~

_______ ~ Penambahan sclupture sebagai penanda kawasan sekaligus sebagai pengatur sirkulasi kendaraan.

JI. "Raja MoW m tahap KOOStrUKsi

Pengaturan sirkulasi dengan cara penambahan sclupture yang berfungsi sebagai pengatur sirkulasi kendaraan.

Tetap mempertahankan papan reklame untuk upaya peningkatan kualitas kawasan sebagai kawasan perdagangan.

MATAKULIAH

DOSEN

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

JUItUSfln flltSIHKTUIt IJNIVERSITAS TADIJIAKO

nnSIIEKIun KDIn

NAMA/STB

KETERANGAN

PENGEMBANGAN SEGMENI

Detail 'P01:ongan A

La m pu Ja la n ... --- -- -------------------- -------- ----------

,

, , , ,

,

1000

Pohon Pelindung ... ------------'IlIJ---~'" -~ .....

sekaligus pengarah

/: _ Penataan pedestrian way untuk pejalan kaki yang

,/ j ,/j dilengkapi dengan jalur drainase dan jalur utiltas

!~f---/-I------------ terpad~ sekaligus pohon peneduh yang juga berfungsi : : " / sebagai pengarah serta penataan kembali lampu jalan : : / .:.------------_.

: : " "

I , I ,

: I' " /

I I I' "

i ! t ! ,

I,' " ,

v ! /A:' .... ::.............. '

, , --- ------ "

,,. .. ...

........ , ..

,-.... ... ........ -~, ........... -_

..... ........... -..-_

...... ...... , ...... __., ......... -.

......... .......... -_ -

..... ' I ..

...... .........' .... I • .. ...

................ .. ...... J..... ...1....... .._ ...........

--...... , _.......... : .. ..

.... , ........ I ............ .. ........

.......... ... ..... ;.. ........ ... ........

A~ i>«. .. ..

"IIIIIIIf-"" -...... .......... .. ........

- ..... ' ............ ..... .. ..

........ .. ..

............... ...

................ ..

..... ...... ...... ... ...

...... ..... .. ..

.............. ...

............ ........... ........... ... <,

.... ...... .......... ... ........

................ _ ............. _ ....... .. ...

-..... -..... .......... ...

................ .. ...

.......... ......... .. -_~

----- ----

-------- ------

--- --

------.. -- ...

-- _.iII

, , ,

Drainase ::

80 x 60 x 100 ~----! :

, , , ,

Jaringan Utilitas Terpadu ~---------: 65 x 65 x 70

, , ,

,

,

,

,

,

:__ ~ Jalan Arteri Primer

JI. Yosudarso

#

~-,

. ,

\ t

4It __ ' ~~

~:4.

Desain pedestrian untuk penyandang cacat

MATAKULIAH

NAMA/STB

DOSEN

KETERANGAN

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

PENGEMBANGAN SEGMENI

JUItUSfln flltSIHKTUIt IJNIVERSITAS TADIJIAKO

nnSIIEKIun KDIn

Ipengembangan segmen II!

J •••••• ~

J J J J J J J

J

J

J J J J J J J

J

J

J

J

J

J

Penataan ruang terbuka publik untuk menunjang aktivitas pada pagi dan sore hari

Penggunaan lampu taman ~ •••• \

,

yang dilengkapi papan reklame '\

••••••••• ~ Penggunaan pohon pengarah

r·········~ Penataan pedestrianway sepanjang koridor untuk

: menunjang aktivitas pejalan kaki serta menata rencana

J

; pujasera sebagai sarana penunjang

J J

......

~~ ....

.... .... ....

.. ~~ , .

, _'

Telur~ PalU

Detail Ruang terbuka

Penataan ruang terbuka publik untuk menunjang aktivitas pada pagi dan sore hari

Penggunaan pohon .

peneduh

Det i I POtOnga n B

----------------------------------------------------------------------------~ Po ho n pe n ed u h

-----------------------------------------------------------------~ La m pu ja la n

------------------------------------.- Pohon penga rah

Penataan pedestrianway untuk menunjang aktivitas pejalan kaki.

800

:--------.- Ruang terbuka publik

700 :.-------.- Jalan Lokal

,

80 x 60 x 100 i

Jalur Utilitas Terpadu • _i

65 x 65 x 70

NAMA/STB

MATAKULIAH

DOSEN

KETERANGAN

PENGEMBANGAN SEGMENII

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

1lN1J9 ~?1f1l )Y(~?91( ~22fOG033

JUItUSfln flltSIHKTUIt IJNIVERSITAS TADIJIAKO

nnSIIEKIun KDIn

Re(<\omendasi Desain·

••••••• ~ Lampu

................ ~

••• ~ Pipa galvanis 2"

•••••••• ~ Papan Reklame

••• ~ Cor beton

Kansting cede ruang terbuKa

NAMA/STB

MATAKULIAH

DOSEN

KETERANGAN

PENGEMBANGAN SEGMENII

N1lm ®tlS'R.1J'M, S1:'1vff 1lm'M S'Ef91J.1U1I.N, S1:'1vff 1J.SVR1l tRIl'M1J.O'H1J.Nf1J.,S1:'1vff

1lN1J9 ~?1f1l )Y(~?91( ~22fOGo33

JUItUSfln flltSIHKTUIt IJNIVERSITAS TADIJIAKO

nnSIIEKIun KDIn

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful