Green Computing pada Teknologi Virtualisasi

Andysah Putera Utama Siahaan
Universitas Sumatra Utara Jl. Dr. Mansur No. 9, Medan, Sumatra Utara, Indonesia
andiesiahaan@students.usu.ac.id

Abstrak— Green Computing adalah suatu metode baru dalam hal menggunakan sumber daya komputasi secara efisien, dengan cara memaksimalkan efisiensi energi, memperpanjang masa pakai perangkat keras dan juga mendaur ulang. Teknologi virtualisasi adalah suatu sistem kerja yang dilakukan oleh perangkat lunak yang dapat melakukan penggabungan beberapa sistem fisik yang real ke dalam satu bentuk yang maya yang biasa dikenal dengan nama virtualization dengan tidak mengurangi keunggulan dibandingkan dengan single system. Tentunya sistem ini dapat mengurangi jumlah hardware, konsumsi energi listrik dan waktu yang digunakan sehingga meningkatkan tingkat efisiensi dan efektifitas. Disamping itu, virtualisasi tentunya mengurangi energi panas yang timbul akibat jumlah hardware yang terinstalasi sehingga mengurangi peningkatan suhu panas bumi (Global Warming). Beberapa Jenis virtualisasi antara lain adalah Server Virtualization, Network Virtualization, Memory Virtualization, Grid Computing, Application Virtualization, Storage Virtualization, Platform Virtualization dan Thin Client. Keywords— Green, Computing, Virtual, Machine I. PENDAHULUAN

Kelebihan virtualisasi:  Penghematan biaya  Kemudahan maintenance  Reliabilitas  Kemudahan backup Kekurangan virtualisasi:  Tergantung pada sistem fisik  Sistem fisik harus powerfull II. VIRTUAL MACHINE (VM) Virtual machine (VM) adalah suatu perangkat yang biasanya adalah sebuah perangkat lunak atau sistem operasi, yang tidak dapat dilihat secara fisik tetapi dapat dijalankan dalam suatu environment lain. Dalam hal ini, VM disebut sebagai “guest” karena perangkat tersebut hanya menumpang, sementara environment yang menjalankannya disebut “host”. Pemikiran dasar dari virtual machine adalah mengemulasikan perangkat keras dari satu komputer yang terdiri dari CPU, memory, HDD ke beberapa environment eksekusi, sehingga seolah-olah mempunyai perangkat fisik pada masing-masing virtualisasinya. VM muncul karena adanya percobaan untuk menjalankan multi OS pada satu komputer.

Virtualisasi adalah suatu metode yang mengemulasikan suatu sistem yang real menjadi suatu sistem yang maya sehingga lepas ketergantungan secara fisik. Dengan kata lain sesuatu yang telah divirtualkan tidak dapat lagi dilihat dengan mata atau dipegang, tetapi mempunyai fungsi yang sama seperti sistem aslinya. Tujuan virtualisasi adalah untuk melakukan penghematan dari segala aspek. Virtualisasi adalah konsep yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1960-an untuk memanajemen mainframe hardware. Dan juga pada tahun 1960-an komputer berbasis arsitektur x86 dihadapkan pada masalah yang sama, yaitu rigidity dan underutilization. Virtualisasi sering digunakan pertama sekali hanya sekedar untuk melakukan uji coba terhadap penemuan atau sistem baru di atas suatu sistem yang telah ada. Ini bertujuan untuk mendapatkan hasil ataupun untuk mencoba apakah sistem yang baru tersebut telah compatible atau masih harus diperlukan perbaikan lebih lanjut. Kemudian beberapa periode berikutnya virtualisasi dapat berdiri sendiri dalam suatu parent (host) system.

Gambar 1 Contoh Virtual Machine

Teknologi virtual machine memiliki banyak fungsi seperti konsolidasi perangkat keras, memudahkan penyelamatan sistem, dan menjalankan perangkat lunak terdahulu. Salah satu pengaplikasian yang terpenting dari teknologi virtual machine adalah integrasi lintas platform. Beberapa aplikasi penting yang lainnya adalah:  Server Consolidation. Jika beberapa server

 

menjalankan aplikasi yang hanya memakan sedikit sumber daya, VM dapat digunakan untuk menggabungkan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga berjalan pada satu server saja, walaupun aplikasi tersebut memerlukan sistem operasi yang berbedabeda. Otomasi dan konsolidasi. Setiap VM dapat berperan sebagai lingkungan yang berbeda, ini memudahkan pengembang sehingga tidak perlu menyediakan environtment secara fisik. Easy System Recovery. Virtualisasi dapat digunakan untuk pemulihan sistem yang memerlukan portabilitas dan fleksibilitas antar platform. Demonstrasi perangkat lunak. Dengan teknologi VM, sistem operasi yang bersih dan konfigurasinya dapat disediakan secara cepat.

sama pada platform manapun. Proses VM menyediakan abstraksi tingkat-tinggi Proses VM diimplementasi menggunakan interpreter. Tipe VM ini menjadi populer dengan bahasa pemrograman Java, yang diimplementasi dengan Java Virtual Machine. Contoh lainnya adalah .NET Framework, yang berjalan atas VM disebut Common Language Runtime. Kasus istimewa dari VM proses adalah sistem yang mengabstraksi mekanisme komunikasi dari cluster komputer. VMnya tidak terdiri dari satu proses, melainkan satu proses per mesin fisik di dalam cluster. VM tersebut dirancang untuk mempermudah pekerjaan memrogramkan aplikasi parallel dengan membiarkan programmer fokus pada algoritma daripada mekanisme komunikasi yang disediakan oleh interconnect dan sistem operasi. Kenyataan bahwa komunikasi terjadi tidak disembunyikan, dan cluster tidak diusahakan direpresentasi sebagai satu mesin. C. Contoh Virtual Machine Pada GNU/Linux salah satu virtual machine yang terkenal adalah Vmware http://www.vmware.com. VMware memungkinkan beberapa sistem operasi dijalankan pada satu mesin PC secara simultan. Hal ini dapat dilakukan tanpa melakukan konfigurasi ulang pada media penyimpanan dan reboot. Pada Virtual Machine yang disediakan akan dijalankan sistem operasi sesuai dengan yang diinginkan. Dengan cara ini maka pengguna dapat memboot suatu sistem operasi Linux sebagai host operating system dan kemudian menjalankan sistem operasi lainnya, contohnya Microsoft Windows atau Solaris. Sistem operasi yang dijalankan di dalam sistem operasi tuan rumah dikenal dengan istilah guest operating system.

A. Jenis Virtual Machine Virtual Machine memberikan kemudahan dalam hal pembagian sumber daya perangkat keras yang ada ke dalam masing-masing guest system, setiap guest menjalankan sistem operasinya sendiri. Perangkat lunak yang menyediakan virtualisasi disebut virtual machine monitor atau hypervisor. Sebuah hypervisor bisa berjalan pada perangkat keras atau di atas sebuah sistem operasi. Keunggulan utama dan VM sistem adalah:  Berbagai lingkungan sistem operasi dapat berjalan pada komputer yang sama, dalam isolasi antar lingkungan yang kuat  VM dapat menyediakan instruction set architecture (ISA) yang berbeda dengan yang ada pada perangkat keras. Sistem operasi pada guest tidak harus merupakan sistem operasi yang sama. Penggunaan VM untuk mendukung berbagai sistem operasi yang berbeda menjadi begitu populer pada sistem tertanam, dimana sistem operasi real time digunakan bersamaan dengan sistem operasi high level seperti Linux atau Windows. Fungsi lainnya adalah untuk sandbox yaitu mengisolasi perubahan kode-kode yang dicurigai muncul dari OS yang belum bisa dipercaya, karena masih dalam tahap pengembangan. VM memiliki manfaat lain pada pengembangan sistem operasi seperti akses debugging yang lebih baik dan reboot yang lebih cepat dari mesin aslinya. B. Proses Virtual Machine Suatu VM proses, kadang disebut application virtual machine, berjalan sebagai applikasi normal di dalam sebuah sistem operasi dan mendukung satu proses. Proses VM diciptakan pada saat proses tersebut dimulai dan dihancurkan yaitu ketika prosesnya exit. Tujuannya adalah menyediakan environment pemrograman yang platform-independent yang mengabstraksi detil-detil perangkat lunak atau sistem operasi, dan mengizinkan suatu program tereksekusi dengan cara yang

Gambar 2 Skema Penggunaan Virtual Machine VMware

Secara logisnya VMware dianggap sebagai software yang sering digunakan untuk keperluan percobaan sistem operasi baru, game, aplikasi, untuk meng-install dua sistem operasi dan menjalankannya (cross plaform) pada harddisk yang sama tanpa harus melakukan dual-booting. Teknisnya kita hanya tinggal menekan Alt + Tab untuk mengganti sistem operasi. Tetapi pada dasarnya VMware bukanlah emulator seperti halnya emulator PS2 karena tidak mengemulasikan CPU dan

perangkat keras di dalam suatu Virtual Machine (VM), tetapi hanya membolehkan sistem operasi lainnya dijalankan secara paralel dengan sistem operasi yang telah berjalan. Setiap Virtual Machine (VM) dapat memiliki alamat IP sendiri yang dapat diuji koneksi dari jaringan yang terkoneksi (ping). III. PENGIMPLEMENTASIAN VIRTUALISASI Sebelum dapat menjalankan virtualisasi, terlebih dahulu harus Sistem Operasi harus dijalankan pertama kali. Apabila sistem operasi pada suatu komputer mengalami kendala, makan hal terburuk yang harus dilakukan adalah install ulang. Sementara pada dunia virtualisasi semuanya berubah 180 derajat.
Gambar 3 Struktur Sistem Operasi

translation, VMware bisa menjalankan virtualisasi penuh. Tantangan utama pada virtualisasi penuh adalah simulasi dari operasi yang memerlukan hak khusus seperti instruksi M/K. Pengaruh dari setiap operasi yang dilakukan dalam VM harus dijaga agar tetap di dalam VM – operasi virtual tidak diizinkan untuk mengubah status pada VM lain, program kontrol, atau perangkat keras. Instruksi yang pengaruhnya diatur oleh program kontrol bisa langsung dieksekusi oleh perangkat keras. Sedangkan instruksi yang bisa berpengaruh sampai ke luar VM harus dibungkus dan disimulasikan. Virtualisasi penuh sejauh ini terbukti sukses untuk keperluan pembagian sebuah sistem komputer untuk digunakan banyak pengguna dan untuk isolasi pengguna dengan pengguna lain dan dengan program kontrol untuk memperoleh keandalan dan keamanan sistem. [1] B. Half Virtualization Half Virtualization dalam ilmu komputer ialah teknik virtualisasi yang digunakan untuk pengimplementasian pada berbagai macam lingkungan virtual machine, yang mana pada virtualisasi paruh ini lingkungan VM hanya menyediakan simulasi perangkat keras secara sebagian saja. Tidak semua fitur perangkat keras disimulasikan sehingga tidak semua perangkat lunak dapat berjalan tanpa modifikasi terlebih dahulu. Kunci utama dari partial virtualization adalah virtualisasi alamat, yang artinya setiap virtual machine terdiri dari sebuah alamat yang independen. Kemampuan ini haruslah didukung oleh kemampuan untuk merelokasi alamat dari sebuah perangkat keras – sudah ada pada kebanyakan implementasi praktis dari virtualisasi paruh. Virtualisasi paruh adalah awal dari adanya virtualisasi penuh. Virtualisasi paruh digunakan pada generasi pertama dari sistem time-sharing CTSS dan sistem paging eksperimental pada IBM M44/44X. Istilah ini juga bias digunakan untuk mendeskripsikan system operasi yang menyediakan ruang alamat yang terpisah untuk pengguna atau proses yang berbeda. Virtualisasi paruh ini jauh lebih mudah diimplementasi daripada virtualisasi penuh, seringkali sanggup menyediakan VM yang berguna dan tangguh serta mendukung aplikasiaplikasi penting. Kekurangannya adalah masalah kompabilitas perangkat keras terdahulu dan portabilitas (tidak mendukung banyak sistem). Jika suatu fitur perangkat keras tidak disimulasikan maka perangkat lunak yang menggunakan fitur tersebut akan gagal berjalan.[4]

A. Full Virtualizatio n Full Virtualizatio n adalah cara melakukan virtualisasi yang terhadap berbagai macam lingkungan virtual machine, dimana pada model virtualisasi penuh memberikan pemodelan lengkap dari hardware. Simulasi lengkap ini mengizinkan setiap software yang bisa dieksekusi langsung pada host operating system dapat dieksekusi juga pada guest operating systemnya, termasuk semua sistem operasi. Salah satu ilustrasi dari virtualisasi penuh adalah dalam program kontrol dari sistem operasi CP/CMS dari IBM. Setiap pengguna dari CP/CMS diberikan sebuah sistem komputer (yang sebenarnya merupakan virtual machine) yang berdiri sendiri. Virtual machine tersebut memiliki semua kemampuan dari perangkat keras yang mendasarinya, dan untuk penggunanya, virtual machine tidak dapat dibedakan dengan sebuah sistem yang tersendiri. Simulasi dilakukan secara menyeluruh dan didasarkan prinsip operasi dari perangkat keras sehingga mencakup instruction set, main memory, interrupts, exceptions, and device access. Hasilnya adalah sebuah mesin yang dapat dibagi antar banyak pengguna. Virtualisasi penuh hanya dimungkinkan dengan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat. Sebagai contoh, tidak dimungkinkan untuk kebanyakan sistem IBM System/360. Sistem x86 juga dulunya disangka tidak dapat menjalankan virtualisasi penuh (walaupun banyak VM di sistem ini cukup dekat untuk disebut virtualisasi penuh misalnya Vmware Workstation, VMware Server, VirtualBox, Parallels Desktop for Mac, Adeos, Mac-on-Linux, Win4BSD, and Win4Lin Pro), tetapi dengan menggunakan teknik binary

C. Original Virtualization Original Virtualization adalah teknik dimana VM digunakan untuk mensimulasi suatu environment perangkat keras lengkap supaya sistem operasi yang tidak dimodifikasi dapat dijalankan untuk tipe CPU yang sama di terisolasi lengkap di dalam wadah VM. Native virtualization memanfaatkan kemampuan bantuan perangkat keras yang tersedia di dalam prosesor-prosesor termutakhir dari Intel (Intel VT) dan Advanced Micro Devices (AMD-V) untuk menyediakan performa mendekati sistem aslinya. Virtualisasi asli, juga dikenal sebagai virtualisasi terakselerasi atau virtualisasi hybrid adalah kombinasi virtualisasi penuh dan teknik akselerasi I/O dan sering dipakai untuk sangat meningkatkan performa virtualisasi penuh. Biasanya, metode ini dimulai dengan Virtual Machine Monitor yang mampu virtualisasi penuh lalu, berdasarkan analisa performa, menjalankan teknik akselerasi terpilih. I/O dan network drivers adalah bagian yang paling umum diakselerasi dalam virtualisasi asli.[1] IV. VIRTUALISASI VS PORTABILITAS Pada waktu lalu, batasan antara virtualisasi dan portabilitas adalah batasan yang cukup jelas. Ketika mendengar kata virtualisasi komputasi, pertama yang terbayangkan selalu virtual memory, lalu virtual machine (seperti Java) atau virtual environment (Sistem Operasi yang berjalan diatas sistem operasi yang lain). Tetapi belum pernah terbayangkan bahwa virtualisasi dapat dihubungkan dengan portabilitas. Portabilitas lebih kompleks dari sekedar sebuah program yang bisa dipindah-pindahkan dengan mudah dan langsung bisa dijalankan tanpa terlalu banyak konfigurasi ulang di lingkungan lain. Portabilitas di lingkungan Windows yang paling saya kenal adalah Portable Application Suite, di lingkungan Linux sudah begitu akrab rasanya kita dengan LiveCD, LiveDVD dan LiveUSB. [2] A. Efisiensi Saat ini sudah begitu banyak alternatif lain selain VMWare sebagai Virtualisasi. Dari dunia opensource, kita kenal Xen, Qemu, Colinux dan VirtualBox. Bahkan Microsoft pun mengeluarkan Virtual PC. Perkembangan yang paling menarik adalah semua menjadi semakin kompak. Sekompak mungkin hingga memungkinkan Virtual Disk yang telah dibuat bisa dipindah-pindahkan dengan mudah. Virtualisasi sekarang adalah perkara yang tidak terlalu kompleks. Konfigurasinya mudah, dan tersedia banyak alternatif selain VMWare. Ada beberapa hal yang membuat kita harus berpikir lebih jauh soal green computing, soal efisiensi dan energi. Virtualisasi pada komputasi yang lebih serius dari desktop dibutuhkan terutama untuk efisiensi. Pada dasarnya virtualisasi selalu menyangkut keberadaan sistem operasi. Beberapa proses komputasi atau perangkat lunak lebih bagus bekerja di lingkungan alaminya, atau bahkan ada perangkat lunak yang hanya tersedia pada platform sistem operasi

tertentu. Misalnya: AutoCAD yang terkenal di lingkungan drafter belum punya substitusi di luar Windows. Virtualisasi juga membuat efisiensi lain, dimana sebuah mesin dapat digunakan untuk menjalankan beberapa sistem operasi, atau sistem operrasi tersebut dapat dijalankan kapan pun pada saat dibutuhkan dalam mesin yang sama yang sedang menjalan sistem operasi lain.[2] V. SOFTWARE UNTUK VIRTUALIASI Sebelum mencoba virtualisasi yang harus diperhatikan adalah seberapa cukupkah kemampuan perangkat keras (hardware) komputer untuk menvirtualisasikan sistem operasi yang diinginkan. Jika sistem operasi yang divirtualisasikan membutuhkan RAM 256 Mb sedangkan komputer utama/host memiliki RAM yang setara atau bahkan sedikit lebih baik tidak bervirtualisasi karena resikonya cukup besar host dan guest akan mengalami kelambanan respon alias nge-lag kemudian hang. Untuk RAM 256 Mb lebih baik mencoba menvirtualisasikan sistem operasi ber-RAM 8 Mb atau sekelas DOS seperti FreeDOS atau Linux yang tidak memakai desktop. Jika ingin menvirtualisasikan sistem operasi berat disarankan minimal RAM komputer host sebesar sekitar 512 Mb dan komputer host tidak banyak memakan memori, untuk spesifikasi prosessor itu terserah kepada Anda bisa juga dengan kecepatan 700 mHz atau sekelas pentium tiga tapi jangan harap guest dan host akan lebih responsif. Disarankan memakai prosesor diatas 1 Ghz, tetapi tetap saja tergantung dengan sistem operasi guest kalau guest nya ringan-ringan saja pentium tiga juga sudah cukup.[3] A. coLinux coLinux atau Cooperative Linux adalah Virtualisasi khusus di Windows untuk beberapa distribusi Linux. Dengan coLinux kita bisa menjalankan Ubuntu, Debian, ArchLinux, Fedora dan lain-lain. Yang menarik adalah, ketika image linux diletakkan di USB Portable Hardisk, maka itu sama sekali tidak menganggu. Hampir saya katakan tidak ada penurunan kinerja yang berarti sampai proses booting linux selesai. Kita bisa membawa coLinux daemon-nya tanpa harus diinstalasikan pada USB Flash sekaligus image yang kita butuhkan. B. Qemu Qemu dapat dijalankan sebagai emulator yang berarti dapat menjalankan sistem operasi untuk satu jenis mesin di mesin yang lain jenisnya atau sebagai virtualizer dengan Qemu accelerator mengeksekusi guest code (sistem operasi lain) secara langsung di host (sistem operasi utama/induk). Ini adalah jenis penghematan yang lain. Qemu lebih maju daripada coLinux karena tersedia di beberapa sistem operasi. Qemu sudah dilengkapi dengan Qemu Manager GUI sehingga kita bisa mengatur image-image sistem operasi dan virtualisasi yang kita siapkan dengan mudah. Mengalokasikan

sumberdaya, ruang hardisk dan perangkat apa di sistem operasi induk yang akan dipetakan ke sistem operasi virtualnya (Guest OS). Pendefinisian ini harus dilakukan dengan modus teks pada konfigurasi coLinux. Performa, dalam beberapa hal coLinux lebih baik, tapi Qemu memiliki fitur yang lebih banyak dari coLinux. coLinux hadir untuk pengguna Windows yang ingin belajar Linux. Menjalankan Qemu sebagai emulator, tidak dibutuhkan prosedur rumit. Untuk mencoba sebuah OS, kita bahkan tidak perlu mengalokasikan ruang hardisk untuk virtual image, kita bahkan dapat menjalankan iso dari sistem operasi tersebut. Jika kita sudah mengunduh iso Ubuntu, FreeDOS atau Fedora terbaru, maka kita sudah dapat langsung menjalankannya dengan Qemu dengan hanya mengarahkan CD/DVD boot ke iso tersebut. Qemu hadir sebagai virtualizer di banyak sistem operasi untuk komputasi yang luas lagi dari sekedar mencoba. C. VirtualBox VirtualBox menjadi bagian dari SUN. VirtualBox diambil alih SUN untuk menambah portofolio SUN terutama dalam virtualisasi sebagaimana Novell menggarap Xen dibundel ke dalam SUSE Linux Enterprise dan Microsoft mengakusisi VirtualPC dari Connectix. SUN mendeklarasikan VirtualBox siap untuk komputasi virtual yang lebih serius, jadi dapat digunakan dari skala rumahan sampai enterprise. VirtualBox tersedia di banyak sistem operasi (host): Linux, Solaris (ah SUN, tentu saja) dan OpenBSD. Virtualbox dikembangkan cepat, rilis-rilis serinya keluar dalam waktu yang relatif cepat pula dengan fitur-fitur baru. Konsep yang ditawarkan pada virtualisasi VirtualBox adalah Full Virtualization sama seperti VMWare, QEMU, dan Win4Lin dimana spesifikasi hardware dari guest akan mengikuti spesifikasi hardware host semakin canggih hardware host semakin canggih pula guest. Namun ada beberapa hardware yang divirtualisasikan alias tidak mengikuti host yaitu CD/DVD drive, harddisk, memori RAM, dan memori VGA keuntungannya Anda dapat mengaturkemampuan hardware yang divirtualisasikan tetapi tidak dapat melebihi kemampuan hardware host. Seperti layaknya komputer asli guest membutuhkan RAM dan ruang harddisk. Jumlah RAM guest akan memotong memori RAM host, secara gampangnya RAM host wajib dialokasikan pada guest. Contohnya guest membutuhkan memori RAM sebesar 256 Mb dan memori host sebesar 1 Gb jadi memori host : 1 Gb dikurangi 256 Mb. Jika ada guest lagi memori host akan dialokasikan lagi. Sedangkan untuk harddisk guest tidak boleh melebihi kapasitas tempat penyimpanannya, harddisk virtual berbentuk file. File harddisk virtual dapat disimpan diflashdisk, harddisk biasa, jaringan dan sebagainya tetapi kapasitas harddisk virtual tak boleh melebihi tempat harddisk virtual itu disimpan.[3]

V. KESIMPULAN Virtualisasi adalah metode untuk membuat sesuatu menjadi lepas dari ketergantungan secara fisik. Contoh; virtual machine adalah komputer, yang sebetulnya hanya berupa sebuah file di hard disk kita. Dengan virtualisasi, maka sebuah komputer (fisik) bisa menjalankan banyak komputer virtual sekaligus pada saat yang bersamaan. Jenis-jenis dari VM adalah VM sistem di mana sebuah VM dapat menjalankan sebuah sistem operasinya sendiri, kemudian proses VM adalah dimana VM hanya menjalankan sebuah proses saja. Kemudian VM juga dibagi berdasarkan tingkat virtualisasinya, yaitu virtualisasi penuh yang mensimulasikan seluruh fitur perangkat keras sehingga memungkinkan perangka lunak berjalan pada VM tanpa modifikasi. Kemudian virtualisasi paruh, di mana tidak semua fitur perangkat keras disimulasikan. Yang terakhir adalah virtualisasi asli, yang mana merupakan virtualisasi penuh yang digabungkan dengan bantuan perangkat keras yang mendukung virtualisasi. REFERENCES
Mitch Tulloc, Understanding Microsoft Virtualization Sokutions, 2nd ed., Redmond, Washington 98052-6399, 2010. Wireless LAN Medium Access Control (MAC) and Physical Layer (PHY) Specification, IEEE Std. 802.11, 1997. Charlie Russel and Craig Zacker, Lunderstanding Windows Server 2008 R2 , 2nd ed., Redmond, Washington 98052-6399, 2010. Bernard Golden, Virtualization For Dummies, 2nd ed., Wiley Publishing, Inc, 2009. Jim, Jr. Smith, Ravi Nair, James E. Smith, Heath Potter, Virtual Machines: Versatile Platforms For Systems And Processes, Morga n Kaufmann Publishers, May 2005 [1] http://retno-phutrie15.blogspot.com/2009/12/virtual-machine.html [2] http://meta.wacana.net/archives/29-Virtualisasi-Portabilitas.html [3] http://sop4f.files.wordpress.com/2008/04/buku-virtualbox1awal.pdf [4] http://mala06-telematika-telematika.blogspot.com/ 2009_12_01_archive.html

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful