Perspektif Jender Dalam Islam A.

Pendahuluan Isu jender akhir-akhir ini semakin ramai dibicarakan, walaupun jender itu sendiri tidak jarang diartikan secara keliru. Jender adalah suatu istilah yang relatif masih baru. Menurut Shorwalter, wacana jender mulai ramai dibicarakan pada awal tahun 1977, ketika sekelompok feminis di London tidak lagi memakai isu-isu lama seperti patriarchal atau sexist, tetapi menggantinya dengan isu Jender (gender discourse).1 Sebelumnya istilah sex dan gender digunakan secara rancu. Dimensi teologi jender masih belum banyak dibicarakan, padahal persepsi masyarakat terhadap jender banyak bersumber dari tradisi keagamaan. Ketimpangan peran sosial berdasarkan jender (gender inequality) dianggap sebagai divine creation, segalanya bersumber dari Tuhan. Berbeda dengan persepsi para feminis yang menganggap ketimpangan itu semata-mata sebagai konstruksi masyarakat (social construction). Menurut penelitian para antropolog, masyarakat pra-primitif, yang biasa juga disebut dengan masyarakat liar (savage society) sekitar sejuta tahun lalu, menganut pola keibuan (maternal system). Perempuan lebih dominan dari pada laki-laki di dalam pembentukan suku dan ikatan kekeluargaan. Pada masa ini terjadi keadilan sosial dan kesetaraan jender.2 Proses peralihan masyarakat dari matriarchal dan ke patriarchal family telah dijelaskan oleh beberapa teori. Satu di antara teori itu ialah teori Marxis yang dilanjutkan oleh Engels yang mengemukakan bahwa perkembangan masyarakat yang beralih dari collective production ke private property dan sistem exchange yang semakin berkembang, menyebabkan perempuan tergeser, karena fungsi reproduksi perempuan diperhadapkan dengan faktor produksi.3 Ada suatu pendekatan lain yang menganggap agama, khususnya agama-agama Ibrahimiah (Abrahamic religions) sebagai salah satu faktor menancapnya faham patriarki di dalam masyarakat, karena agama-agama itu memberikan justifikasi terhadap faham patriarki. Lebih dari itu, agama Yahudi dan Kristen dianggap mentolerir faham misogyny, suatu faham yang menganggap perempuan sebagai sumber malapetaka, bermula ketika Adam jatuh dari sorga karena rayuan Hawa. Pendapat lain mengatakan bahwa peralihan masyarakat matriarki ke masyarakat patriarki erat kaitannya dengan proses peralihan The Mother God ke The Father God di dalam mitologi Yunani. Kajian-kajian tentang jender memang tidak bisa dilepaskan dari kajian teologis. Hampir semua agama mempunyai perlakuan-perlakuan khusus terhadap kaum perempuan. Posisi perempuan di dalam beberapa agama dan kepercayaan ditempatkan sebagai the second sex, dan kalau agama mempersepsikan sesuatu biasanya dianggap sebagai "as it should be" (keadaan sebenarnya), bukannya "as it is" (apa adanya). Ketimpangan peran sosial berdasarkan jender masih tetap dipertahankan dengan dalih doktrin agama. Agama dilibatkan untuk melestarikan kondisi di mana kaum perempuan tidak menganggap dirinya sejajar dengan laki-laki. Tidak mustahil di balik "kesadaran" teologis ini terjadi manipulasi antropologis bertujuan untuk memapankan struktur patriarki,
1 Elaine Showalter (Ed.), Speaking of Gender, New York & London: Routledge, 1989, h. 3.
2 Evelyn Reed, Woman's Evolution, From Matriarchal Clan to Patriarchal Family, New York, London, Montreal, Sydney: Tathefinder, 1993, h. IV. 3 Lihat misalnya Frederick Engels, The Origin of Family Private Property and State, New York: International Publisher Company, 1976. Buku ini banyak mengilhami para feminis marxis dan sosialis di dalam memberikan solusi terhadap gender stereotyping di dalam masyarakat

yang secara umum merugikan kaum perempuan dan hanya menguntungkan kelas-kelas tertentu dalam masyarakat. Pandangan di sekitar teologi jender berkisar pada tiga hal pokok: pertama, asal-usul kejadian laki-laki dan perempuan, kedua, fungsi keberadaan laki-laki dan perempuan, ketiga, persoalan perempuan dan dosa warisan. Ketiga hal ini memang dibahas secara panjang lebar dalam Kitab Suci beberapa agama. Mitos-mitos tentang asal-usul kejadian perempuan yang berkembang dalam sejarah umat manusia sejalan dengan apa yang tertera di dalam Kitab Suci tersebut. Mungkin itulah sebabnya kaum perempuan kebanyakan menerima kenyataan dirinya sebagai given dari Tuhan. Bahkan tidak sedikit dari mereka merasa happy jika mengabdi sepenuhnya tanpa reserve kepada suami. Tidaklah heran jika para feminis --sebagaimana dapat dilihat dalam buku-buku yang bercorak feminis-- memulai pembahasan dan kajiannya dengan menyorot aspek-aspek teologi, seperti cerita tentang tulang rusuk, perempuan sebagai helper Adam, dan pelanggaran Hawa dihubungkan dengan dosa warisan (original sin). 1. Pengertian Gender Kata gender berasal dari bahasa Inggris berarti "jenis kelamin".4 Dalam Webster's New World Dictionary, gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku.5 Di dalam Women's Studies Encyclopedia dijelaskan bahwa gender adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.6 Hilary M. Lips dalam bukunya yang terkenal Sex & Gender: an Introduction mengartikan gender sebagai harapan-harapan budaya terhadap laki-laki dan perempuan (cultural expectations for women and men).7 Pendapat ini sejalan dengan pendapat kaum feminis, seperti Lindsey yang menganggap semua ketetapan masyarakat perihal penentuan seseorang sebagai laki-laki atau perempuan adalah termasuk bidang kajian gender (What a given society defines as masculine or feminin is a component of gender).8 H. T. Wilson dalam Sex and Gender mengartikan gender sebagai suatu dasar untuk menentukan pengaruh faktor budaya dan kehidupan kolektif dalam membedakan laki-laki dan perempuan.9 Agak sejalan dengan pendapat yang dikutip Showalter yang mengartikan gender lebih dari sekedar pembedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari konstruksi sosial budaya, tetapi menekankan gender sebagai konsep analisa dalam mana
4 John M.Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggeris Indonesia, Jakarta: Gramedia, cet. XII, 1983, h. 265

5 Victoria Neufeldt (ed.), Webster's New World Dictionary, New York: Webster's New World Cleveland,1984,
h.561. Bandingkan dengan kamus Oxford yang mendefinisikan gender sebagai a grammatical classification of objects roughly corresponding to the two sexes and sexlessness, property of belonging to such a class. (Lihat C.T. Onionss (ed.), The Word Dictionary of English Etymology, Oxford: Oxford at the Clarendon Press, 1979, h.).

6 Helen Tierney (Ed.), Women's Studies Encyclopedia, Vol. I, NewYork: Green Wood Press, h. 153. 7 Hilary M. Lips, Sex & Gender an Introduction, California, London, Toronto: Mayfield Publishing Company,
1993, h. 4. 8 Linda L. Lindsey, Gender Roles a Sociological Perspective, New Jersey: Prentice Hall, 1990, h.2. 9 H.T. Wilson, Sex and Gender, Making Cultural Sense of Civilization, Leiden, New York, Kobenhavn, Koln: EJ. Brill, 1989, h. 2.

Setelah tamat Madrasah Aliyah dari Pesantren As-Sa’diyah (1976). and a subject matter we proceed to study as we try to define it). ia melanjutkan studinya pada Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makasar hingga memperoleh gelar Sarjana Lengkap (Drs. reproduksi. Gelar Magister (1992) dan Doktor (1998) berhasil ia raih dari Perguruan Tinggi tersebut. Vissiting Student for Ph. Nasaruddin Umar. 3. 1989. Profil Nasarudin Umar Prof. Kemudian ia hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studinya pada Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jender biasanya dipergunakan untuk menunjukkan pembagian kerja yang dianggap tepat bagi laki-laki dan perempuan". Dr. ia dipercaya menjabat Sekretaris Universitas al-Ghazali Ujung Pandang (1984-1988). di McGill University.11 Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa gender adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari segi pengaruh sosial budaya. khususnya di Kantor Menteri Negara Urusan Peranan Wanita dengan istilah "jender". maka sex secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi anatomi biologi. Gender dalam arti ini adalah suatu bentuk rekayasa masyarakat (social constructions). Istilah sex umumnya digunakan untuk merujuk kepada persoalan reproduksi dan aktivitas seksual (love-making activities).D Program. h. MA. Studi gender lebih menekankan pada aspek maskulinitas (masculinity) atau feminitas (femininity) seseorang. selebihnya digunakan istilah gender. bukannya sesuatu yang bersifat kodrati.D Program. dan karakteristik biologis lainnya. Sedangkan gender lebih banyak berkonsentrasi kepada aspek sosial. psikologis. 3. New York & London: Routledge. Buku III: Pengantar Teknik Analisa Jender. lebih banyak digunakan istilah gender dari pada istilah sex. Jender diartikan sebagai "interpretasi mental dan kultural terhadap perbedaan kelamin yakni laki-laki dan perempuan. Canada (1993-1994). h. di Leiden University.). Proses pertumbuhan anak (child) menjadi seorang laki-laki (being a man) atau menjadi seorang perempuan (being a woman). 11 Kantor Menteri Negara Urusan Peranan Wanita.kita dapat menggunakannya untuk menjelaskan sesuatu (Gender is an analityc concept whose meanings we work to elucidate. Speaking of Gender. dan aspek-aspek non biologis lainnya. 3. Sulawesi Selatan pada tanggal 23 Juni 1959. Dalam menyelesaikan program doktoralnya ia telah melakukan Vissting Student for Ph. 1992.) pada tahun 1984. Dengan gelar sarjananya. meliputi perbedaan komposisi kimia dan hormon dalam tubuh. 2. Perbedaan Sex dengan Gender Kalau gender secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi sosial budaya. Nedherlands (1994-1995). lahir di Ujung Bone. anatomi fisik. budaya. Tokyo (2001). 10 Elaine Showalter (Ed. Setelah selesai ia mendapat undangan sebagai Vissiting Scholar di Shopia University. Berbeda dengan studi sex yang lebih menekankan kepada aspek anatomi biologi dan komposisi kimia dalam tubuh laki-laki (maleness) dan perempuan (femaleness). . H. tetapi istilah tersebut sudah lazim digunakan. Montreal.10 Kata gender belum masuk dalam perbendaharaan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Istilah sex (dalam kamus bahasa Indonesia juga berarti "jenis kelamin") lebih banyak berkonsentrasi kepada aspek biologi seseorang.

International Best Leadership Award (IBLA) 2002. 1997sekarang. Written Lectures. Pin Emas dari President Megawati Soekarnoputri. 1996. . Theology of Menstruation . Tradisi Yahwis 2:18-24. Bias gender dalam penafsiran Al Qur’an. Katib Am PB NU (2003-2008). serta yaldah untuk wanita yang belum dewasa. Jakarta: Baitul Qur’an. 2000-2004. Qodrat Wanita dalam Islam. Telp/Fax: (021) 7808146. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. International Human Resources Development Program (IHRDP). Doktor Terbaik IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1999).. Staf Pengajar FISIP Universitas Indonesia. dan lain-lain. Northvale.12). Washington DC (2003-2004). Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Quran (Paramadina. Ampera 1/10 Ragunan. yang didirikan PM Tony Blair dan Presiden SBY (2005-2008). PT. kantor. Anthropology of Jilbab (Female Headgear) From the Feminism Perspective Islamic Interpretation. Pembantu Rektor III IAIN Sarif Hidayatullah Jakarta. Departemen Agama. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. h. Vissiting Scholar di Georgetown University. To be Jewish Woman. literatur Yahudi mempunyai beberapa istilah terhadap wanita (female). Penghargaan Karya Satya dari Presiden RI (2001). Jakarta. International Human Resources Development Program (IHRDP). University of London (2001-2002). Pendiri dan anggota Masyarakat Dialog antar Umat Beragama (Interfaith) 1993-2004. 5:1-2. Pembantu Rektor IV IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 1998. 1994. Di Dalam Bibel ditegaskan bahwa perempuan (Hawwa/Eva)12 diciptakan dari tulang rusuk Adam13. Jakarta: Paramadina Foundation. Ia kini tingggal di Jln. 1992-sekarang.umar@yahoo. yaitu almah untuk wanita usia kawin. Pasar Minggu. dan Agama Islam menyatakan bahwa laki-laki (Adam) diciptakan lebih awal dari pada perempuan. 1999). Pangkal Stereotip Jender: Asal-usul Kejadian Manusia Hampir semua agama dan kepercayaan membedakan asal-usul kejadian laki-laki dan perempuan. seperti Republika. 1992. Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam. Seperti dalam Islam. PT. Asean Best Executive Award (IBLA) 2002. Anggota Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta. naarah wanita antara 12 sampai 12. Staf Pengajar Program Pascasarjana. Tradisi Imamat 2:7. Fikahati Utama. Staf Pengajar Program Pascasarjana Universitas Paramadina Mulya. Jakarta: Paramadina Foundation (1995). Januari 2002. 2000-2002. Jakarta Selatan. Fikahati Utama. Agama Kristen. Kompas. 2000. sebagai penulis terbaik Program KB pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) IX dari TP PKK Pusat 2002.5 tahun.Sarjana Teladan IAIN Alauddin Ujung Pandang (1984). Di antaranya yang paling jelas ialah Kitab Kejadian 2:21-23: 12 Dalam literatur Arab disebut Hawwa dan literatur Inggris disebut Eva. email: nasar. 2000. Agama-agama yang termasuk di dalam kelompok Abrahamic religions. Jurnal Ulumul Qur’an dan lain sebagainya. bachurah untuk wanita remaja. London: Janson Aronson INC. Pengantar Ilmu Qur’an. Paradigma Baru Teology Wanita Islam. (Lihat Lisa Aiken. Karya Tulis dan Buku: Antara lain Major Themes of the Qur’an. yaitu Agama Yahudi. Guru Besar bidang Tafsir Al Qur’an pada Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. seperti dapat dilihat pada Kitab Kejadian (Genesis) 1:26-27. (021) 35009108. Anggota The UK-Indonesia Advisory Team. Pekerjaan: Antara lain Sekjen Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK). dan nikevah untuk wanita usia dewasa. 2000. Ia juga banyak menulis artikel di beberapa media massa dan Jurnal. Dalam sumber-sumber Yahudi sering dikatakan Ha-ishah secara literal berarti "wanita" tetapi sesungguhnya yang dimaksud ialah "pelayan" (ezer/belper) Adam. New Jersey. 1996. Staf Pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia.2000. PT Fikahati Aneska. A. betulah untuk gadis perawan.Vissiting Scholar di SAOS. 2:18-24.com Penghargaan yang pernah didapatkan Nasaruddin Umar di antaranya: 1. Ia telah menyelesaikan 12 (dua belas) buku di antaranya.

Keterangan dari Bibel dan hadits-hadits mengilhami para exegesist. 6 (Niddah). 246. cit. San Fransisco: Harper and Row Publishers. Ontario: The Gideons International in Canada. seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan. diam. 15 Lillith digambarkan sebagai "setan betina" (female demon) yang berwajah manusia. 1. karena mengembangkan faham yang bertentangan dengan teks Kitab Suci. kalau makhluk yang bernama Lillith itu diciptakan untuk menjadi pelayan Adam lalu 13 Kata Adam bersumber dari bahasa Hebrew Adamah berarti bumi (earth). 23. Lillith atau nama-nama lainnya tidak pernah dikenal. seperti dalam Erubin 1006.. 1985. gentayangan di malam hari. The Great Cosmic Mother. Juga dalam Vol. bisu). Lihat Ibid. al-Qur'an menerangkan asal-usul kejadian tersebut di dalam satu ayat pendek (Q. Sabbat 1516. dibangunNyalah seorang perempuan. terutama laki-laki. mufassir. 73a-73b. 516. lalu dibawaNya kepada manusia itu". Dalam hadits hanya dikenal nama Hawa sebagai satu-satunya isteri Adam. Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya.. 6-7. Niddah 246. Bava Batra 736. 17 Lisa Aiken. h. lalu menutup tempat itu dengan daging. Jerusalem: The Sonicino Press. . Lillith tidak mau menjadi pelayan (helper) Adam lalu ia meninggalkan Adam."21 Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. loc. melainkan Adam sebagai species manusia. h.14 Berbeda dengan Bibel. tetapi makhluk itu tidak dihubungkan dengan pribadi Adam. Monica Sjoor dan Barbara Mor. 22 Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu. dan mempunyai sayap. berambut panjang. Lihat Lisa Aiken.16 Makhluk misterius Lillith juga dihubungkan dengan salah satu pasal dalam Kitab Perjanjian Lama (Issalah/34:14). Rediscovering the Religion of the Earth. namun demikian cerita ini ditemukan dalam Talmud. h. secara biologis adalah makhluk supernatural. London. h. Tidak heran kalau Darwin dengan teori evolusinya dianggap "murtad" di kalangan kaum agamawan. Adam kemudian merasa sepi di sorga lalu Tuhan menciptakan pasangan barunya. Dari pasangan-pasangan baru inilah populasi manusia menjadi berkembang. Pasangan pertama Adam ialah Lillith. Lihat dalam Rabbi DR I. diistilahkan dengan The Night Monster. Vol. Cerita tentang asal-usul kejadian itu hanya ditemukan di dalam beberapa hadits. I (Erubin). Dalam al-Qur'an memang diisyaratkan kemungkinan adanya makhluk sebangsa manusia pra Adam. op. al-Nisa'/4: 1) sebagaimana akan diuraikan lebih lanjut. s. terlepas sama sekali dengan makhluk biologis lainnya. 16 Sumber ini tidak terlalu populer di kalangan Yahudi karena dianggap kepercayaan sempalan. Dapat berasal dari akar kata alef (yang satu) dan dom (sunyi. Hawa dan Lillith Ada informasi menarik dalam literatur Yahudi bahwa Hawwa (Eva) adalah pasangan kedua (the second wive). Hawa dari tulang rusuknya sebagai pelayan baru (the new helper). Dari pasangan Adam dan Hawa lahir beberapa putra-putri yang kemudian dikawinkan secara silang. Guelp. dan novelis menerbitkan berbagai karya.17 Dalam literatur klasik Islam. h. Hebrew-English Edition of the Babilonia Talmud. Epstein (Editorship). ketika tidur. penyair.15 Ia diciptakan dari tanah bersama-sama dengan Adam dalam waktu bersamaan. cit. Karya-karya tersebut dapat mengalihkan pandangan bahwa seolah-olah manusia. 276-277. dan dalam Holy Bible. Lagi pula. 1976. 14 Dikutip dari Kitab Bibel edisi Indonesia. sebagaimana yang akan diuraikan nanti. h..

karena yang ditekankan pada ayat ini ialah pasangan (pair). dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan tidak mesti memakai huruf ta marbutah (zawjah) sebagai simbol perempuan (muannats) untuk menunjukkan makna isteri.. mengapa selalu dikatakan Adam wa zawj. Tafsir alMizan. sekiranya Adam laki-laki maka kata paling tepat digunakan ialah kata zawjah. kata min dari kata al-nafs al-wahidah bukan menunjuk kepada penciptaan awal (ibtida' al-takhliq) tetapi hanya sebagai ibtida' al-ghayah. h. Thaha/20:53 dan s. s. Kata Hawa yang selama ini dipersepsikan sebagai perempuan yang menjadi isteri Adam sama sekali tidak pernah ditemukan dalam al-Qur'an. Jadi asal-usul Hawa bukan dari Adam tetapi dari unsur "Gen Yang Tunggal" dari mana seluruh makhluk hidup berasal. Hanya alRazi mengungkapkan pendapat ulama lain (al-Ishfahani). Misteri Nafs al-Wahidah Dalam al-Qur'an tidak dijumpai ayat-ayat secara rinci menceritakan asal-usul kejadian perempuan. al-Baqarah/2:35 dan s. t. 1990/1410 H. Lagi pula kata ganti (dlamir) yang merujuk ke Adam semuanya menggunakan dhamir mudzakkar. Padahal dikenal sebagai pembangkang selama ini hanya Iblis. semuanya menafsirkan kata nafs al-wahidah dengan Adam. Beirut: Dar al-Fikr. "Teologi Perempuan dalam Tradisi Islam. seperti binatang dan tumbuhtumbuhan yang berpasang-pasangan (Q. dan dari padanya Allah menciptakan pasangan (pair)-nya. Ulama lain seperti Abu Muslim al-Isfahani.20 Kedua pendapat 18 Riffat Hasan memparmasalahkan. 51). sebagaimana ciri tafsir al-Razi selalu mengungkapkan pendapat lain sebagai perbandingan. s. isteri Adam. Akan tetapi maksud ayat ini masih terbuka peluang untuk didiskusikan. The Holy Qur'an. Tafsir al-Bahr al-Muhith. Hujjatul Islam Ayatullah Haji Mirza Mahdi Pooya Yazdi.V. Vol.18 Satu-satunya ayat yang mengisyaratkan asal usul kejadian perempuan yaitu Q.. Mir Ahmed Ali dengan special notes/musyarrih. dan apa yang dimaksud "pasangan" (zawy) pada ayat tersebut? Kitab-kitab tafsir mu'tabar dari kalangan jumhur seperti Tafsir al-Qurthubi. Juz 9. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. h. Tafsir Jami al-Bayan an Tafsir al-Maraghi. Sedikit koreksi kepada Komentar Yusuf Ali dalam The Holy Quran-nya bahwa tidak benar al-Razi yang berpendapat bahwa dhamir "ha" bukan Adam tetapi dari nafs.179." dalam Ulumul Qur'an. 359 . sebagaimana dikutip al-Razi dalam tafsirnya (Tafsir al-Razi).th. h. karena ayat tersebut menggunakan kata-kata bersayap. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. 1964. siapa sebenarnya yang dimaksud dengan "diri yang satu" (nafs al-wahidah).1. Karachi.menolak untuk menjalankan tugasnya. 2. siapa yang ditunjuk pada kata ganti (dhamir) "dari padanya" (minha).. s. al-Syura/42:11). Dengan begitu. Tafsir al-Razi. bahkan keberadaan Adam sebagai manusia pertama dan berjenis kelamin laki-laki masih dipermasalahkan. berarti ada makhluk pembangkang lain selain Iblis.. Para mufassir juga masih berbeda pendapat. Tafsir Ruh al-Bayan. Tafsir alKasysyaf. Tafsir al-Sa'ud. bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari "diri" yang satu (a single self). dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Kata uskun sudah cukup mengisyaratkan Adam sebagai mudzakkar tetapi diperkuat (ta'kid) dengan kata anta. dan dhamir minha ditafsirkan dengan "dari bagian tubuh Adam". dan kata zawj ditafsirkan dengan Hawa. Pakistan: Muhammad Khaleel Shirazi.19 Pendapat lain dikemukakan oleh ulama Syi'ah yang mengartikan al-nafs al-wahidah dengan "roh" (soul). al-A'raf/7:19). kata ganti untuk orang pertama tunggal laki-laki. Tafsir Ibn Katsir. karena kata zawj tidak mesti berarti isteri.. mengatakan bahwa dlamir "ha" pada kata minha bukan dari bagian tubuh Adam tetapi "dari jins (gen). 20 Lihat S. alNisa'/4:1 sebagai berikut: Hai sekalian manusia. di antaranya paling tegas ialah uskun anta wa zawjuk-a 'l-jannah (Q. Akan tetapi alasan ini lemah. 19 Muhammad al-Razi Fakhr-u 'l-Din al-'Allamah Shaba'-u 'l-Din 'Umar. (Lihat Riffat Hasan. unsur pembentuk Adam".

Proses peralihan The Mother God ke The Father God membawa implikasi sosial..terakhir yang berbeda dengan pendapat jumhur ulama cukup beralasan pula. al-Syu'ra/42:11. jika yang di-shifat-i itu hendak ditekankan oleh Si Pembicara (Mukhathab). 284. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. bahasa yang digunakan dalam al-Qur'an.. h. Toronto: Paulist Press.. Mother. Bulan misalnya dianggap sebagai "Ibu Alam Semesta" (The Mother. mengapa bahasa Arab. al-Ma'idah/5:32). 1984. masih banyak menganggap bulan sebagai dewi yang sangat berpengaruh. jiwa (al-nafs). Beralihnya masyarakat matriarki ke masyarakat patriarki dinilai mempunyai hubungan dengan. tetapi yang digunakan kata wahidah dalam bentuk perempuan (mu'annats). dan Islam) dianggap merombak sistem dan struktur masyarakat matriarki yang pernah dibangun oleh mitologi sebelumnya ke sistem patriarki. beberapa benda alam atau nama-nama benda yang menakjubkan seperti matahari (al-syams). Celebrating the Power of Menstruation. berarti Adam juga menjadi asal-usul kejadian hewan dan tumbuhtumbuhan? Perhatikan sekali lagi ayat ini menggunakan bentuk nakirah/indefinite "dari satu diri" (min nafsin). 23 Misalnya dalam Q. matriarcal atau patriarcal. Harper & Row. h. God as Woman. 1993. Oxford. Priestess. dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. "nyawa/roh" (Q. bumi (al-ardl). New York. 1983. The Women's Encyclopaedia of Myths and Sacrets. 30-31. NewYork. Kristen. tanah. Di samping itu. bukan Adam-nya sendiri sebagai secondary resources. When God was a Woman. dan matrilineal atau patrilineal. s. Her Blood is Gold. dan lain sebagainya dikategorikan dalam bentuk (bahasa) perempuan (mu'annats)? Boleh jadi ini berkaitan dengan mitologi Mesir Kuno dan Asia Tengah pada umumnyayang menganut faham The Mother God. 669. al-A'rif/7:56 (In-na rahmat-a 'l-Lah-i qarib-un min al-muhsinin). langit (alsama'). bukan dalam bentuk ma'rifah atau definite (min al-nafs). Sacred Sister Religious Dominated by Women. New York.. yakni asal (unsur) kejadian Adam. Oxford University Press. Lihat Susan Starr Scred. Bangsa Arab sebelum datangnya Islam.23 21 "(Dia) Pencipta langit dan bumi. Walaupun kita tahu bahwa kata nafs22 masuk kategori mu'annats sebagaimana beberapa ism 'alam lainnya tetapi dalam al-Qur'an sering dijumpai shifat itu menyalahi bentuk mawshuf-nya kemudian merujuk ke hakekat yang di-shifat-i. Lihat pula Lara Owen. Woman as God..21 Kalau dikatakan al-nafs alwahidah ialah Adam.. karena pada ayat lain. Kata al-nafs al-wahidah sebagai "asal-usul kejadian" terulang lima kali tetapi itu semua tidak mesti berarti Adam. Kata nafs kadangkadang berarti "jiwa" (Q. London: A Havest/HBJ Book Harcourt Brace Jovaniche.peralihan itu. mestinya dikatakan qaribah sebagai sifat dari rahmah yang berbentuk mu'annats. karena faktor ekologi dan budaya juga sangat menentukan. akan tetapi karena shifat men-shifat-i hakekat maushuf yakni al-ihsan yang berbentuk mudzakkar maka shifat pun harus mudzakkar lalu digunakanlah kata qarib. mengapa tidak digunakan kata wahidin dengan bentuk gender lakilaki (mudzakkar). h. Agama-agama Semit (Yahudi. bulan (al-qamar). Paramus. Semuanya ini menunjukkan kepada substansi utama (the first resource). Jika diteliti secara cermat penggunaan kata nafs yang terulang 295 kali dalam berbagai bentuknya dalam al-Qur'an. dan J. tidak satupun dengan tegas menunjuk kepada Adam.1973. s. seandainya yang dimaksud pada kata nafs ialah Adam. "nafsu" (Q. al-Fajr/89:27). nafs itu juga menjadi asal-usul binatang. San Francisco: Harper San Francisco. . s. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dan jenis binatang ternak pasang-pasangan (pula). Akan tetapi Susan Starr Scred tidak setuju membesar-besarkan agama sebagai faktor paling dominan dalam pembentukan suatu sistem masyarakat seperti masyarakat matrifocal atau patrifocal. San Fransisco. angin (al-rih). dari sinilah sebabnya mengapa umat Islam sejak awal sampai sekarang menjadikan bulan sebagai simbol dan Bulan Sabit menjadi semacam lambang "Palang Merah" dunia Islam." 22 Menarik untuk dikaji lebih lanjut. of Universe) karena mempunyai cahaya yang membawa kesuburan dan sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup. dan menurut Owen. seperti Q. (Lihat Barbra Walker. berarti menunjukkan kekhususan (yufid al-takhshish) lalu diperkuat (ta'kid) dengan kata "yang satu" (wahidah) sebagai shifat dari min nafsin. Edgar Bruns. s. al-'Ankabut/29:57). (Lihat misalnya Merlin Stone. 1976. s. dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

. al--Hijr/ 15:28). s.. seperti pertanyaan malaikat yang bernada protes terhadap keinginan Tuhan untuk menciptakan khalifah di bumi yang mengkhawatirkan terjadinya pengulangan sejarah pertumpahan darah (Q. Ayat-ayat kejadian manusia dalam al-Qur'an tidak cukup kuat dijadikan alasan untuk menolak atau mendukung teori evolusi dan untuk hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut. alMu'minun/23:12). Minneapolis: Foetress Press. s.. jenis binatang. Konsep teologi yang menganggap Hawa/Eva berasal usul dari tulang rusuk Adam membawa implikasi psikologis. Choices and Changes in Our Lives Today. The Future of Male Spirituality. Al-Qur'an tidak menerangkan secara runtut dari A sampai Z. "dari tanah"/min thin (Q. Surah al-Nisa' di atas agaknya kurang relevan dijadikan dasar dalam menerangkan asal-usul kejadian manusia secara biologis. Gen yang melahirkan species makhluk biologis seperti jenis manusia. al-Baqarah/2:30) dan penggunaan dlamir plural (khalaqa-kum) pada penciptaan manusia awal (Q. materi hadits (matan). Akan tetapi asal-usul kejadian manusia masih perlu diteliti lebih lanjut.. ekonomi. ayat itu berbicara tentang tanggung jawab para wali terhadap orang di bawah perwaliannya. s. "saripati tanah"/sulalatin min thin (Q.Kata al-nafs al-wahidah dalam ayat itu boleh jadi suatu genus dan salah satu speciesnya ialah Adam dan pasangannya (pair atau zawj-nya) (Q. s. Informasi dari sumber-sumber ajaran agama mengenai asal usul kejadian wanita belum bisa dijelaskan secara tuntas oleh ilmu pengetahuan. seperti asal-usul manusia dari "air"/al-ma' (Q. s.. tetapi dari A meloncat ke X dan Z. 24 Sedangkan Feminis Muslimah seperti Mernissi25 cenderung melakukan kritik terhadap jalur riwayat (sanad). Ada ayat-ayat lain lebih khusus berbicara tentang asal-usul kejadian. "tanah yang kering seperti tembikar"/shalshalin ka 'l-fakhkhar (Q. s.. Terdapat beberapa ayat mengisyaratkan adanya makhluk sejenis manusia selain dan sebelum Adam. karena dilihat dari konteks (munasabah). dan jenis tumbuhtumbuhan. New Adam. "tanah liat yang kering"/shalshalin min hama'in mahan (Q.s... Dalam komponen lain ayat-ayat berbicara tentang asal-usul manusia dalam konteks reproduksi. Kalangan feminis Yahudi dan Kristen cenderung mengartikan kisah-kisah itu sebagai simbolis yang perlu diberikan muatan makna lain. al-Furqan/25:54). s. s. s. New York: Simon and Schuster. Apa yang terjadi antara A dan X atau Z tidak dijelaskan. s. al-'Alaq/96:2). sosial. "darah"/'alaq (Q. al-Nisa'/4: 1). dan politik. Ayat-ayat itu dapat dihubungkan dengan kemungkinan adanya makhluk sejenis Adam pra Adam. yang mana asal-usul dalam arti ciptaan awal (production) dan mana asal-usul dalam arti ciptaan lanjutan (reproduction). . asal-usul (sabab wurud) terhadap beberapa hadits yang memojokkan kaum perempuan. Sementara banyak ayat mengisyaratkan manusia sebagai ciptaan yang unik the unical creation. Ada kesulitan dalam memahami kisah asal-usul kejadian manusia dalam al-Qur'an karena ada loncatan atau semacam missing link dalam kisah-kisah tersebut. s.. al-A'raf/7:189). Al-Qur'an bercerita tentang asal-usul sumber manusia pertama dari "gen yang satu" (nafs al-wahidah).. al-Sajdah/32:7). dan "air yang terpancar"/ma'in dafiq (Q. s.. yang diistilahkannya dengan hadits-hadits 24 Lihat misalnya Susan Weidman Schneider. s. "air hina"/ma'in mahin (Q. s. budaya. dan "diri yang satu" (nafs al-Wahidah (Q. al-A'raf/7:11).. dan Philip Culbertston. 1992.. al-Syura atau 42:11) serta tumbuh-tumbuhan dan pasangannya (Q.Jewish and Female. Thaha atau 20:53).. sebagaimana diuraikan terdahulu. al-Mu'minun/23:12-14. alRahman/55:15).. alMursalat/77:20).1984. sedangkan species lainnya ialah binatang dan pasangannya (Q. seperti pada Q. al-Thariq/86:6).

dalam Alice L. . terutama dalam Kitab Kejadian. disamping melakukan kajian semantik dan sabab nuzul terhadap beberapa ayat al-Qur'an yang berhubungan dengan perempuan. 2. cit. h. Problem teologis seperti ini menjadi hambatan terberat dialami kalangan feminis. (Nelle Morton. Bandingkan dengan kedudukan perempuan dalam pandangan gereja yang diilustrasikan oleh Nelle Morton sebagai berikut: GOD MAN WOMAN CHILD EARTH Perempuan ditempatkan di bawah Tuhan dan laki-laki dan di atas anak-anak dan bumi. Kondisi yang demikian ini tidak mendukung terwujudnya khalifat-un fi 'lardl yang ideal.26 Dari pasal-pasal tersebut secara teologis mengesankan kedudukan perempuan. misalnya beberapa mitos destruktif tetap lestari hingga sekarang karena dianggap sebagai bagian dari doktrin agama. a Feminist Interpretation of Women's Right in Islam. keberadaannya sebagai perempuan shaleh dipertanyakan. Fungsi Keberadaan Laki-laki dan Perempuan Keberadaan Hawa untuk melengkapi salah satu hasrat Adam. Persoalan ini menjadi sangat fundamental karena tersurat di dalam Kitab Suci yang harus diyakini oleh pemeluknya. 79. Sexist Religion and Women in the Church. yakni dalam Midras dijelaskan bahwa secara substansial penciptaan perempuan dibedakan dengan laki-laki.27 Jika diperhatikan secara cermat beberapa pernyataan dalam Bible. ketika seorang perempuan mencapai karier puncak. New York: Assosiation Press. sejumlah mitos tidak dapat ditolak karena sudah menjadi bagian dari kepercayaan berbagai agama. 27 Lihat Judith R Baskin (Ed. yang edisi Inggrisnya diterbitkan di 21 kota Dalam buku ini Mernissi antara lain seolah menggugat kalangan Penguasa dan ulama memberikan muatan kultur Arab berlebihan terhadap beberapa Ayat dan Hadits. 1974. Pemahaman yang keliru mengenai asal-usul kejadian tersebut bisa melahirkan sikap ambivalensi di kalangan perempuan. Jewish Woman Historical Prospective Detroit: Wayne State University Press.). di satu pihak ditantang untuk berprestasi dan mengembangkan karier agar tidak selalu menjadi beban laki-laki tetapi di lain pihak. A. terutama sesudah Rasulullah wafat. 42). Hageman (Ed). Dalam sumber Yahudi. bukan saja sebagai subordinasi laki-laki. op. Carmody mengungkapkan bahwa. Laki-laki diciptakan dengan kognitif intelektual (cognition-by-intellect/hokhmah). 26 Holy Bible. tetapi juga memberikan kedudukan yang inferior di dalam masyarakat. sedangkan perempuan diciptakan dengan kognitif instink (cognition-by-instinct/ binah). seperti dalam Genesis/2:18-19 ditegaskan bahwa tidak baik seorang laki-laki sendirian dan karenanya Eva diciptakan sebagai pelayan yang tepat untuk Adam (a helper suitable for him). 1991. h. h.. misalnya tidak bisa menolak mitos di sekitar Mary 25 Di antara karya Fatima Mernissi yang paling populer ialah The Veil and the Male Elite. pernyataan-pernyataan itu dengan jelas menunjukkan bahwa kedudukan perempuan sangat timpang dibanding kedudukan lakilaki. Anggapan seperti ini dapat dilihat dalam Kitab Tawrat dan Kitab Injil. Seolah-olah keberhasilan dan prestasi perempuan tidak cukup hanya diukur oleh suatu standar profesional tetapi juga seberapa jauh hal itu direlakan kaum laki-laki. karena itu persoalan ini perlu diadakan klarifikasi. Hal yang seperti ini sering dijumpai dalam masyarakat.misogyny. Preaching the Word.

sama-sama memakan buah khuldi dan keduanya menerima akibat 28 Denise Lardner Carmody. Ketika bangun. Kairo: Dar al-Manar. s. New York: Crossroad. Contemporary Reflections on Ancient Religious Stories. from Mediaeval to Modern Time. Rasyid Ridla mengesankan bahwa tradisi pemahaman yang mempersepsikan Hawa dari tulang rusuk kiri Adam. cerita tentang Jesus dan Mary dianggap sebagai nonmythologual aspects. kaum perempuan mendapatkan kemerdekaan sangat berbeda dengan yang pernah membudaya sebelumnya. 2. sampai keluar ke bumi. 1993. khususnya Pasal 2123. Mythological Woman. karena dalam kepercayaan Kristen. seperti dalam hadits: "Ketika Allah mengusir Iblis keluar dari Taman lalu di dalamnya ditempatkan Adam..(Maryam) tanpa melepaskan kepercayaan. Mereka bertanya: mengapa dipanggil Hawa? dijawab: Karena diciptakan dari sebuah benda hidup". 154-155. selalu menekankan kedua belah pihak dengan menggunakan kata ganti untuk dua orang (dlamir mutsanna). harus meninggalkan sorga.31 Wibke Walther mendukung pendapat tersebut dengan mengemukakan beberapa bukti sejarah bahwa pada era awal Islam. Riwayat-riwayat semacam ini diragukan keabsahannya oleh... Adam bertanya: Siapa anda? Hawa menjawab: perempuan. 1. 1992. h. Belakangan setelah wilayah Islam meluas dan bersentuhan dengan budaya lain. Tafsir al-Manar. Women in Islam. Karena ia tidak mempunyai teman bermain maka Allah menidurkannya kemudian mengambil unsur dari tulang rusuk kirinya lalu Ia mengganti daging di tempat semula kemudian Ia menciptakan Hawa dari padanya. s. 1367 H. . khususnya faham asketisme Kristen kedudukan perempuan dalam dunia Islam mengalami dekadensi. s. New York: Markus Wiener Publishing Princeton. 330. 51. Dalam Tafsir al-Manar. Adam menemukan seorang perempuan duduk di dekat kepalanya. al-A'raf/7:11-27. h. yang redaksinya hampir sama dengan cerita yang ada dalam Kitab Kejadian.32 Pendapat yang sama juga diungkapkan Fatima Mernissi dan Muhammad Iqbal. 31 Muhammad Rasyid Ridla'. bukan saja dari kalangan feminis muslimah seperti Riffat Hasan tetapi juga kalangan ulama seperti Muhammad Rasyid Ridla. yakni pada masa Nabi. h.. seperti kata huma. tidak ditemukan suatu ayat yang menyebutkan cerita tentang asal-usul kejadian perempuan. al-Baqarah/2:34-38. Yang ada hanya cerita tentang kesombongan Iblis yang berdampak pada Adam dan pasangannya. juz IV. mendapat kualitas godaan yang sama dari setan (Q.30 Redaksi riwayat di atas sangat mirip dengan redaksi Kitab Genesis. misalnya keduanya memanfaatkan fasilitas sorga (Q. s. Thaha/20:115-123. al-A'rif/7:20). 29 Lihat misalnya kisah-kisah Adam dan pasangannya dalam Q.28 Dalam al-Qur'an. op: cit.29 Hanya ada beberapa riwayat yang kontroversi menceritakan asal-usul keberadaan kejadian perempuan. al-Baqarah/2:35). Para malaikat berkata: Siapa namanya? Dijawab: Hawwa. bukan bersumber dari al-Qur'an tetapi pengaruh ajaran Kitab Suci sebelumnya. 32 Wiebke Walther. Konsep Kesetaraan Jender dalam al-Qur'an Al-Qur'an memberikan pandangan optimistis terhadap kedudukan dan keberadaan perempuan.. "Seandainya tidak tercantum kisah kejadian Adam dan Hawa dalamKitab Perjanjian Lama (Kejadian 2:21) niscaya pendapat yang keliru tidak pernah terlintas dalam benak seorang muslim". Juz III. Semua ayat yang membicarakan tentang Adam dan pasangannya. h. 30 Dikutip dari al-Razi. s. Adam kembali bertanya: Kenapa engkau diciptakan? Hawa menjawab: Supaya engkau mendapatkan kesenangan dari diri saya.

s. Yang ditekankan ialah eksistensi manusia sebagai hamba/'abid (Q. Hal itu antara lain disebabkan karena pengaruh budaya Timur-Tengah yang androcentris. Ukuran kemuliaan di sisi Tuhan adalah prestasi dan kualitas tanpa membedakan etnik dan jenis kelamin (Q.. seperti pemandangan yang disaksikan Nabi Musa di Madyan. Seperti mengenai roh. s... persaksian (Q. memiliki kemandirian ekonomi/al-istiqlal al-iqtishadi (Q. s... Lagi pula ayat- . seperti dalam ayat warisan (Q. sekalipun harus berhadapan dengan suami bagi wanita yang sudah kawin (Q. s. Setelah di bumi. Tidaklah mengherankan jika pada masa Nabi ditemukan sejumlah perempuan memiliki kemampuan dan prestasi besar sebagaimana layaknya kaum laki-laki.. al-Nisa'/4:34). s. s. s. sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni. s. al-Nis'a'/4: 11). akan tetapi ayat-ayat itu tidak bermaksud merendahkan kaum perempuan. "mereka adalah pakaian bagimu dan kamu juga adalah pakaian bagi mereka" (Q.. s. Penafsiran Berwawasan Jender Hampir semua tafsir yang ada mengalami gender bias. kemandirian di dalam menentukan pilihan-pilihan pribadi/al-istiqlal al-syakhshi yang diyakini kebenarannya. al-A'raf/7:179). Al-Qur'an tidak menganut faham the second sex yang memberikan keutamaan kepada jenis kelamin tertentu. s. Seperti diketahui ayat-ayat mengenai perempuan umumnya mempunyai riwayat sabab nuzul jadi sifatnya sangat historical. al-Baqarah/2:187). Ayat-ayat itu boleh jadi merujuk kepada fungsi dan peran sosial berdasarkan jenis kelamin (gender roles) ketika itu. al-Tahrim/66:12). s.terbuang ke bumi (7:22). perempuan muslimah (syakhshiyah al-ma'rah) digambarkan sebagai kaum yang memiliki kemandirian politik/al-istiqlal al-siyasah (Q. al-Hujurat/49:13). s. s.. wanita mengelola peternakan (Q. antara satu dengan lainnya saling melengkapi. 2. al-Tawbah/9:71). al-Nisa'/4:75). al-Nisa'/4:124 dan s. s. Al-Qur'an mengizinkan kaum perempuan untuk melakukan gerakan "oposisi" terhadap berbagai kebobrokan dan menyampaikan kebenaran (Q. alBaqarah/2:228. al-dzakar/mudzakkar (laki-laki) seakar kata dengan al-dzikr berarti mengingat. masalah-masalah substansial manusia tidak diuraikan panjang lebar di dalam al-Qur'an. al-An'am/6:165). al-Isr'a'/17:85). Bukan hanya kitab-kitab Tafsir tetapi juga kamus. Kata khalifah di dalam kamus Arab paling standar. Ada beberapa ayat sering dipermasalahkan karena cenderung memberikan keutamaan kepada laki-laki. al-Dzariyat/51:56) dan sebagai wakil Tuhan di bumi/khalifah fi al-ardl (Q. al-Thin/95:4) tetapi tidak mustahil akan turun ke derajat "paling rendah" (asfala safilin/Q. s. Lisan al-Arab. Gambaran yang sedemikian ini tidak ditemukan di dalam kitab-kitab suci lain. bahkan bisa lebih rendah dari pada binatang (Q.. s. al-Mumtahanah/60:12). al-Tahrim/66:11) atau menentang pendapat orang banyak (public opinion) bagi perempuan yang belum kawin (Q. Sekalipun manusia ciptaan terbaik (ahsan taqwim/Q.. Pria dan wanita dan suku bangsa manapun mempunyai potensi yang sama untuk menjadi 'abid dan khalifah (Q. menyatakan bahwa: "khalifah hanya digunakan di dalam bentuk maskulin" (al-khalifah la yakun illa al-dzakar).. atau the first ethnic.. s. al-Tin/95:5).. Bahkan al-Qur'an menyerukan perang terhadap suatu negeri yang menindas kaum perempuan (Q. Sosok ideal. yang mengistimewakan suku tertentu. s.. Sebagai salah satu contoh. al-Qashash/28:23). alNisa'/4:34). alNahl/16:97). dan laki-laki sebagai "pemimpin"/qawwamah (Q. Secara ontologis. karena hanya makhluk ini yang bisa turun naik derajatnya di sisi Tuhan.. Manusia adalah satu-satunya makhluk eksistensialis.. s.Tuhan (7:23). alNahl/16:97). s.. tidak dijelaskan karena hal itu dianggap "urusan Tuhan" (Q... s. al-Naml/27:23).. seperti sosok Ratu Balqis yang mempunyai kerajaan "superpower"/'arsyun 'azhim (Q.

Kedudukan teks (lafzh) ditempatkan sejajar dengan sabab nuzul sambil melakukan penelitian kritis (istiqra') terhadap dalil-lalil lain. juga lebih berkonsentrasi kepada kajian konteks dari pada detail teks. pelaku. bahkan ada yang mengatakan ayat-ayat tidak mempunyai hubungan kausalitas dengan riwayat sabab nuzul. Alu 'Imran/ 3:104). anak perempuan mendapat separoh bagian 33 Yang dimaksud ayat-ayat essensial di sini ialah ayat-ayat yang menjadi tema pokok dalam al-Qur'an. atau c) hanya mengikat peristiwa khusus yang menjadi sebab (khushush al-sabab) turunnya ayat. jadi mereka mengutamakan bunyi teks dari pada konteks. karena ayat-ayat itu turun kebetulan pada saat terjadinya sebab itu.. runtut turunnya ayat-ayat tersebut mengarah kepada suatu tujuan. a) apakah ayat-ayat itu berlaku secara universal tanpa memperhatikan kasus turunnya (yufid al-'alm). hendaknya dilihat sebagi suatu proses yang mengarah kepada suatu tujuan umum (maqashid al-syari'ah).. yang berfungsi untuk mengkhushushkan jangkauan ayat. s. al-Nahl/16:90). lagi pula menurut mereka. al-Nisa'/4:58). yang meliputi empat unsur yaitu peristiwa. s.ayat tersebut berbicara tentang persoalan detail (muayyidat). la-bi khushu-sh al-sabab). Jika kita perhatikan ayat-ayat yang turun berkenaan dengan persoalan perbudakan. Sedangkan pendapat ketiga berpegang kepada kaidah al-'ibrah bi khushush al-sabab la-bi 'umum al-lafzh. 34 Pendapat pertama dipegang oleh jumhur Ulama dengan alasan bahwa meskipun ayat-ayat itu diturunkan dalam suatu sebab khusus tetapi menggunakan redaksi umum (am). dari cengkeraman teologi. Umumnya ayat-ayat seperti itu dimaksudkan untuk mendukung dan mewujudkan tujuan umum (maqashid) ayat-ayat essensial. seperti melaksanakan amanah (Q. Fungsi sabab nuzul lebih banyak merupakan penguat penjelasan (bayan ta'kid). Al-Qur'an mempunyai seni tersendiri dalam memperkenalkan dan menyampaikan ide-idenya. Misalnya dalam soal warisan. sebagai konsekuensi pada kaidah pertama (al-'ibrah bi 'umu-m al-lafdh. alIkhlash/112:1-40). upaya menghapuskan minuman yang memabukkan (iskar). mewujudkan keadilan dan kebajikan (Q. Mestinya juga dilihat dan dibandingkan bagaimana status dan kedudukan perempuan sebelum Islam. dan c) tanpa memberatkan (a'dam al-haraj). Pendapat yang kedua cenderung dipegang oleh al-Syathibi yang terkenal dengan kitabnyaAl-Muwafaqat-nya. pendapat ini tidak umum di kalangan ulama. tempat. s. yaitu mewujudkan keadilan dan menegakkan amanah dalam masyarakat. misalnya dengan: a) disampaikan secara bertahap (al-tadrij fi al-tasyri).. al-Qur'an tidak hanya untuk dijadikan petunjuk oleh masyarakat tempat dan waktu di mana al-Qur'an diturunkan tetapi juga untuk masyarakat sampai akhir zaman. Ayat-ayat yang diturunkan dalam suatu sebab khusus (sabab nuzul) terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. menyeru kepada kebaikan dan mencegah kejahatan (Q. Al-Qur'an dan hadits yang berbicara tentang beberapa kasus tertentu. dan poligami. dan sangat terbatas yang sampai ke bayan takhshish. diperlukan empat ayat turun secara bertahap. dengan demikian ayatayat tersebut tidak mengcover secara langsung peristiwa-peristiwa lain34 Al-Qur'an dan Nabi Muhammad telah melakukan proses awal dalam membebaskan manusia. b) berangsur (taqlil al-taklif). dan seolah-olah ingin mengembangkan kaidah lain bahwa yang dijadikan pegangan ('ibarah) ialah yang lebih dekat mengantar kepada tujuan umum (maqashid al-syari'ah). s.. kiranya kita tidak hanya memusatkan perhatian kepada peraturan-peraturan yang ada dalam kitab-kitab Fiqh.33 yang juga menjadi tema sentral al-Qur'an.35 Dalam melihat hak asasi perempuan dalam Islam. khususnya kaum perempuan. kemudian dipilih atau dibentuk suatu bentuk solusi. mitos. dan men-tawhid-kan Tuhan (Q. Sebagai contoh. Orisinalitas pendapat al-Syathibi terletak di antara dua kaidah (pertama dan ketiga) di atas. dan budaya jahiliyah. kewarisan. dan waktu. atau b) berlaku universal dengan syarat memperhatikan persamaan karakteristik illat (khushush al-'illah). . 35 Lihat kembali catatan kaki nomor 131. Kalau jumhur penekanannya pada analisa teks maka Syathibi lebih berorientasi kepada tujuan umum (maqashid al-syari'ah) dan dengan demikian selain mengandalkan teknik analogi (qiyas) dengan memperhatikan secara cermat semua unsur qiyas.

yaitu menimbulkan kekagetan (shock) dalam masyarakat. Lawan dari kata konsep tersebut ialah badawah. Ketentuan sebelumnya harta warisan itu jatuh kepada anggota keluarga yang bisa mempertahankan clan atau qabilah. tanpa membedakan jenis kelamin dan suku bangsa. sebagai saudara dipertanggungjawabkan oleh saudara laki-laki. terkesan primitif. memang ada beberapa hal dalam kitab Fiqh dinilai telah selesai memenuhi tugas historisnya. Meskipun laki-laki dalam Fiqh Islam masih terkesan dominan tetapi martabat perempuan sudah diakui. Pengertian tersebut erat kaitannya dengan tsaqafah (budaya/culture). Praktek Kesetaraan Jender pada Masa Nabi Kehidupan perempuan di masa Nabi perlahan-lahan sudah mengarah kepada keadilan jender. Jakarta: Yayasan Paramadma. sementara peran sosial berdasarkan peran jenis kelamin ketika itu sangat menentukan.. Akan tetapi setelah beliau wafat dan wilayah Islam semakin meluas. Promosi karier kelompok masyarakat qabilah hanya bergulir di kalangan laki-laki. atau badw. tanggapan masyarakat ketika itu sama ketika ayat haid diturunkan (akan diuraikan tersendiri). meskipun ia lebih tua. yang mengandung makna pola kehidupan berpindah-pindah (nomad). Bagaimana jadinya seandainya pembagian warisan ketika itu ditetapkan sama rata kepada anggota keluarga tanpa membedakan peran jenis kelamin (gender role). Itulah sebabnya Rasulullah sejak awal mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah. satu akar kata dengan hadlir (Indonesia: "hadir") yang menunjuk kepada pengertian "pola hidup menetap di suatu tempat" (sedentary). Ketika ayat ini memberikan bagian kepada anak perempuan. sedangkan kelompok masyarakat ummah ukurannya adalah prestasi dan kualitas.36 karena Yatsrib terlalu berbau etnik (syu'ubiyah). h. badiyah. karena ketentuan baru itu dianggap menyimpang dari tradisi besar (great tradition) mereka. Kaum laki-lakilah yang bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga clan dan/kabilah yang ketika itu sangat rawan. 1992. seperti dimaksud pada "madrasah ibtidaiyyah" (sekolah tingkat permulaan).dari yang didapat anak laki-laki (Q. bahkan perempuan selalu di bawah perlindungan laki-laki. 312-313. "civility"). meskipun itu hanya separoh. al-Nisa'/4:11). s. Lihat Nurcholish Madjid. Salah satu upaya al-Qur'an dalam menghilangkan ketimpangan peran jender tersebut ialah dengan merombak struktur masyarat qabilah yang berciri patriarki paternalistik menjadi masyarakat ummah yang berciri bilateral-demokratis. Sekalipun laki-laki tetapi belum dewasa maka dihukum sama dengan perempuan. Jika kita konsisten terhadap kaidah al-hukmu yadur ma'a al-illah (hukum mengikuti perkembangan zamannya) maka fiqh Islam sudah semestinya diadakan berbagai penyesuaian. Mencari titik temu antara wahyu (revelation) dan budaya lokal adalah tugas para ulama. sebagai anak dipertanggung jawabkan oleh Bapak. Itulah sebabnya Nabi Muhammad tidak memperoleh harta warisan dari bapak dan neneknya karena ia masih belum dewasa. sedangkan Madinah terkesan lebih kosmopolitan. atau suatu lingkungan hidup yang ber-"adab" (kesopanan. 3. Secara literal madinah adalah "tempat peradaban". Kata badawah seakar kata dengan ibtida'. . Islam Doktrin dan Peradaban. Para ulama berusaha merumuskan suatu pranata --kemudian lebih dikenal dengan Fiqh Islam-dengan melakukan sintesa antara kultur Arab dan prinsip-prinsip dasar al-Qur'an. dan menerima mahar dari laki-laki. artinya orang-orang yang berpola kehidupan berpindah-pindah (bedouin). Tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada para fuqaha'. yakni tidak "liar". dalam hal ini menjadi tugas laki-laki. Kalau ia sebagai isteri dipertanggung jawabkan oleh suami. seperti pola kehidupan padang pasir. kondisi ideal 36 Konsep Madinah (kota) diuraikan dengan menarik oleh Nurcholish Madjid bahwa Madinah berasal dari akar kata yang sama dengan madaniyah atau tamaddun yang berarti "peradaban" (civilization). Padanannya dalam bahasa Arab ialah al-hadlarah.

Para ulama yang berasal dari wilayah tersebut sulit melepaskan diri dari kebudayaan lokalnya di dalam menafsirkan sumber-sumber ajaran Islam. Meskipun Nabi telah berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan gender equality. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". Pola dialektis ajaran Islam menganut asas penerapan bertahap (relatifering process/altadrij fi al-tasyri). Dapat dimaklumi. mencegah yang munkar. Terlebih kedudukan perempuan yang berkembang dalam dunia Islam pasca Nabi tidak bisa dijadikan rujukan. maka kebijakan rekayasa sosialnya semakin mengarah kepada prinsip-prinsip kesetaraan gender (gender equality/al-musawa al-jinsi). Seperti dalam karier politik. lelaki dan perempuan. Jika dilihat sejarah perkembangan karier kenabian Muhammad. menunaikan zakat. kita tidak bisa sepenuhnya merujuk kepada pengalaman di masa Nabi. mendirikan shalat. alNisa'/4:12). meskipun dalam beberapa kasus masih dibatasi satu berbanding dua dengan laki-laki (Q. Dalam Q. Kaum perempuan dalam semua kelas sama-sama mempunyai hak dalam mengembangkan profesinya. s. Semula perempuan tidak boleh menjadi saksi kemudian diberikan kesempatan untuk itu. tetapi kultur masyarakat belum kondusif untuk mewujudkan hal itu. kemudian alQur'an secara bertahap memberikan hak-hak kebendaan kepada mereka (Q. karena bukannya semakin mendekati kondisi ideal tetapi malah semakin jauh. komunitas Islam yang semakin jauh dari pusat kotanya (heartland). . maka wajar kalau Nabi tidak sempat menyaksikan blueprint ajaran itu sepenuhnya terwujud didalam masyarakat. akan semakin kuat mengalami proses enkulturasi. Di dalam memposisikan keberadaan perempuan. Sebaliknya al-Qur'an dan hadits banyak mengisyaratkan kebolehan perempuan aktif menekuni berbagai profesi. seperti Mesir dengan sisa-sisa kebudayaan Mesir Kunonya di bagian Selatan. Di sinilah perlunya mengkaji al-Qur'an secara hermeneutik. s. fiqh yang berkembang di dalam sejarah Islam adalah fiqh patriarki. sebagian mereka adalah auliya bagi sebagian yang lain. mereka menyuruh mengerjakan yang ma'ruf. al-Tawbah/9:71 dinyatakan: "Dan orang-orang yang beriman. suatu kejadian yang sangat langka sebelum Islam. guna memahami suasana psikologis latar belakang turunnya sebuah ayat (sabab nuzul) atau munculnya sebuah hadis (sabab wurud). al-Nisa'/4:34). s. Mereka itu akan diberi rahmat dari Allah. Wilayah Islam bertambah luas ke bekas wilayah jajahan Persia di Timur. Dunia Islam mengalami enkulturasi dengan mengadopsi kultur-kultur androsentris (untuk tidak menyebut kultur misogyny)... dan pendidikan.. al-Nisa'/4:3). Kedudukan perempuan pada masa Nabi sering dilukiskan dalam syair sebagai dunia mimpi (the dream of woman). Tidak ditemukan ayat atau hadits yang melarang kaum perempuan aktif dalam dunia politik. itupun dengan syarat yang sangat ketat (Q. Pusat-pusat kebudayaan tua tersebut memperlakukan kaum perempuan sebagai the second sex. bekas jajahan Romawi dengan pengaruh kebudayaan Yunaninya di Barat. dan taat kepada Allah dan rasul-Nya. s. Semula laki-laki bebas mengawini perempuan tanpa batas. al-Baqarah/2:228 dan s. dan ke Afrika. Seperti diketahui bahwa wahyu baru saja selesai turun Nabi keburu wafat.yang mulai diterapkan Nabi kembali mengalami kemunduran. kemudian dibatasi menjadi empat. karena yang bersangkutan oleh hukum adat jahiliyah dianggap tidak cakap untuk mempertahankan qabilah.. Akibatnya. ekonomi. Perempuan dan anak-anak di bawah umur semula tidak bisa mendapatkan harta warisan atau hak-hak kebendaan.

h. dari tetap menghormati ajaran agamanya. Bahkan alMawdudi yang dikenal sebagai ulama yang secara lebih tekstual mempertahankan ajaran Islam sudah memberikan dukungan kepada Fatimah Jinnah sebagai orang nomor satu di Pakistan. tidak akan berzina. termasuk memberi masukan dan kritik terhadap penguasa. baik di dalam atau di luar rumah. Q. Dalam bidang ekonomi wanita bebas memilih pekerjaan yang halal. Al-Khayzaran binti 'Athok. tidak akan mencuri. Sedangkan kaum perempuan yang aktif di dunia politik dikenal misalnya: Fathimah binti Rasulullah. 278. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Ummu Salamah binti Ya'qub. di lembaga pemerintah atau swasta. sedangkan "menyuruh mengerjakan yang ma'ruf" mencakup segala segi kebaikan. Istri-istri Nabi terutama 'A'isyah telah menjalankan peran politik penting. Ummu Sinam alAslamiyah. Ummu Salim binti Malhan yang berprofesi sebagai tukang rias pengantin. profesinya sebagai penyamak kulit binatang. tidak akan membunuh anak-anaknya. mereka banyak terlibat dalam medan perang. maka terimalah janji setia (bay'at) mereka dari mohonkanlah ampun kepada Allah untuk mereka. dari penguasaan. h. 'Atika binti Yazid ibn Mu"awiyah. Bandung: Mizan. seperti Ummu Salamah (istri Nabi). selama pekerjaan itu dilakukan dalam suasana terhormat. Zaynab binti Jahsy.37 Dalam beberapa riwayat disebutkan betapa kaum perempuan dipermulaan Islam memegang peranan penting dalam kegiatan politik. 'A'isyah binti Abu Bakar. Shafiyyah. mandiri atau kolektif. Membumikan Al-Qur'an." Dalam riwayat lain Nabi pernah mengatakan "Sebaikbaik permainan seorang wanita muslimah di dalam rumahnya adalah memintal/menenun. juga banyak wanita lain yang terlibat dalam urusan politik. dari tidak sedikit di antara mereka gugur di medan perang. 38 Ibid. bantuan. jika datang kepadamu kaum wanita beriman untuk melakukan bai'at dari mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah.Kata awliya' dalam ayat tersebut di atas menurut Quraish Shihab mencakup kerjasama. 1992.. 271. namun perkembangan masyarakat dari zaman ke zaman pendukung pendapat ini mulai berkurang. al-Syifa' yang berprofesi sebagai sekretaris dan pernah ditugasi oleh Khalifah 'Umar sebagai petugas yang menangani pasar kota Madinah. Selain 'A'isyah."38 Jabatan kontroversi bagi kaum wanita adalah menjadi Kepala Negara. Sebagian ulama masih menganggap jabatan ini tidak layak bagi seorang wanita. Laylah al-Ghaffariyah. Al-Qur'an dan Hadits banyak memberikan pujian kepada perempuan yang mempunyai prestasi dalam ilmu 37 Quraish Shihab. . dan lain sebagainya. maka 'A'isyah pernah mengemukakan suatu riwayat "Alat pemintal di tangan wanita lebih baik dari pada tombak di tangan kaum laki-laki. tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dari kaki mereka dari tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik. Begitu aktif kaum wanita pada masa Nabi. al-Mumtahanah/60:12 melegalisir kegiatan politik kaum wanita: "Wahai Nabi. sopan. istri Abdullah ibn Mas'ud dan Qilat Ummi Bani Anmar dikenal sebagai wiraswastawan yang sukses.39 Dalam bidang pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah nama penting seperti Khadijah binti Khuwaylid (istri Nabi) yang dikenal sebagai komisaris perusahaan. s.

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi pernah didatangi kelompok kaum perempuan yang memohon kesediaan Nabi untuk menyisihkan waktunya guna mendapatkan ilmu pengetahuan. Maryam. istri Fir'awn. Beirut: Dar Shadir. t. Lisan al-Arab. Syamiyat al-Taymi'yah. Adam lengah lalu memakan buah terlarang menyebabkannya terlempar ke bumi. h. 1. Karena rayuannya. 67. h. masih perlu diteliti lebih jauh. setelah para penguasa muslim kembali mengintrodusir tradisi hellenistik di dalam dunia politik. putri Husayn ibn 'Ali ibn Abi Thalib. 493. seperti hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad bahwa Rasulullah melaknat wanita yang membuat keserupaan diri dengan kaum laki-laki. tetapi tidak dilarang mengadakan perserupaan dalam hal kecerdasan dan amal ma'ruf.40 Peran sosial perempuan dalam lintasan sejarah Islam mengalami kemerosotan di abad kedua. Sayyidah Sakinah. (Dissertation). Ithaca: Cornell University. demikian pula sebaliknya. seperti Ratu Balqis.. kaum perempuan harus menanggung akibat lebih besar. Sayyid Abul A'la Al-Mawdudi and His Thought. 40 Lihat Jamaluddin Muhammad ibn Mukram ibn Manthur al-Afriqi al-Mishri. para ulama --diantaranya dengan sponsor pemerintah-sedang giat-giatnya melakukan standarisasi hukum dengan melaksanakan kodifikasi kitab-kitab fiqh dan kitab-kitab hadits. . asal-usul terjadinya dosa asal (original sin) juga lebih banyak dipersalahkan kaum perempuan. Rabi'ah al-Adaw'iyah. Juz XI. Dalam Agama Yahudi. Zaynab. dan lain sebagainya. putri sejarawan al-Bagdadi. II. Bahkan kalangan misogyny menganggap perempuan sebagai "setan betina" (female demon) yang harus selalu diwaspadai.pengetahuan. seperti yang dapat dilihat dalam Kitab Talmud dan Bibel. Al-Syekhah Syuhrah yang digelari dengan "Fikhr al-Nisa" (kebanggaan kaum perempuan). Mu'nisat al-Ayyubi (saudara Salahuddin al-Ayyubi). h. 1988. Kutukan terhadap Hawa dan Adam Dalam Kitab Talmud (Eruvin 100b) disebutkan bahwa akibat pelanggaran Hawa/Eva di Sorga maka kaum perempuan secara keseluruhan akan menanggung 10 beban penderitaan: 39 Lihat Masdud Hasan.th. Vol. adalah salah seorang guru Imam Syafi'i. Kemerdekaan perempuan dalam menuntut ilmu pengetahuan banyak dijelaskan dalam beberapa hadits. Al-Qur'an menyinggung sejumlah tokoh perempuan yang berprestasi tinggi. dari sejumlah istri Nabi. Dalam sejarah Islam klasik ditemukan beberapa nama perempuan menguasai ilmu pengetahuan penting seperti 'A'isyah isteri Nabi. Apakah ada kaitan antara pembukuan dan pembakuan kitab fiqh dan proses penurunan peran perempuan. 280. Tradisi hellenistik banyak mengakomodir ajaran Yahudi yang menempatkan kedudukan perempuan hampir tidak ada perannya dalam kehidupan masyarakat. A. Islamic Reformism and the State: The Case of the Jammiat-i-Islami at Pakistan. Perempuan dan Dosa Warisan Konsep teologi yang juga memberikan citra negatif kepada kaum perempuan ialah anggapan bahwa Hawa menjadi penyebab tergelincirnya Adam dari Sorga ke planet bumi. Akhirnya. Lahore Pakistan: Islamic Publication (Pvt) Ltd. Lihat pula Farhat Haq. Di samping itu.

c) Bumi akan ditumbuhi banyak pohon berduri. dan ini menarik untuk diperhatikan. tetapi amat berat menyampaikan hasrat itu kepadanya. c) Perempuan akan mengalami penderitaan dalam mengasuh dan memelihara anakanaknya. Ibu merasa risih manakala pertumbuhan anak-anaknya tidak seperti yang diharapkan. j) Laki-laki diciptakan dari debu dan akan kembali menjadi debu. b) Laki-laki akan merasa lemah ketika ejakulasi. II (Erubin) h. kebersihan. 42 Lihat Lisa Aiken op. d) Laki-laki akan merasa susah dalam memperoleh mata pencaharian. e) Laki-laki pernah makan rumput di lapangan rumput bersama binatang ternak. adalah sebagai berikut: a) Sebelum terjadi kasus pelanggaran (spiritual decline) postur tubuh laki-laki lebih tinggi dari pada bentuk normal sesudahnya. Anak-anak membutuhkan perawatan.. Sebaliknya. juga dianggap penyebab langsung jatuhnya Adam dari syorga. Sedangkan kutukan yang ditimpakan kepada laki-laki. Vol. Ia ditakdirkan untuk mati dan dikubur. h. d) Perempuan akan merasa malu terhadap tubuhnya sendiri. cit. selain lebih lunak kutukan itu juga langsung atau tidak langsung menimpa kaum perempuan. f) Perempuan akan merasa sakit pada waktu melahirkan. h) Ditinggalkan oleh ular yang sebelumnya telah menjadi pembantu setia laki-laki. tidak dialami kaum laki-laki. f) Laki-laki akan makan makanan dengan mengeluarkan keringat di alisnya. Dalam Bibel juga dipersepsikan bahwa kaum laki-laki pantas memiliki superioritas di atas perempuan. yang mengutipnya dari Me'am Loez on Genesis 3:17-19 . kutukan terhadap perempuan lebih berat dan monumental serta hanya dialaminya sendiri. i) Perempuan sangat berhasrat melakukan hubungan seks terhadap suaminya.41 Mungkin banyak kaum perempuan dewasa ini tidak sadar kalau poin pertama sampai terakhir bukan sekedar peristiwa alami. e) Perempuan akan merasa tidak leluasa bergerak ketika kandungannya berumur tua. pakaian. dan pengasuhan sampai dewasa. seperti diungkapkan dalam Kitab Kejadian (3:12): 41 Lihat Talmud op. i) Adam dibuang dari taman sorga dan kehilangan status sebagai penguasa jagat raya. yang sebelumnya Hawa/ Eva tidak pernah mengalaminya. tetapi oleh orang-orang yang mempercayai kitab itu diyakini sebagai bagian dari "kutukan" Tuhan terhadap kesalahan Hawa. 21. karena selain diciptakan dari tulang rusuk Adam dan untuk melengkapi kesenangan Adam. sebaliknya kaum perempuan pada tempatnyalah mengabdikan diri kepada kaum laki-laki. g) Perempuan tidak boleh mengawini lebih dari satu laki-laki. 100b. g) Adam kehilangan ketampanan menakjubkan yang telah diberikan oleh Tuhan kepadanya. cit. j) Perempuan lebih suka tinggal di rumah. tetapi Adam memohon kepada Tuhan agar kutukan yang satu ini dihilangkan. h) Perempuan masih akan merasakan hubungan seks lebih lama sementara suaminya sudah tidak kuat lagi.a) Perempuan akan mengalami siklus menstruasi. b) Perempuan yang pertama kali melakukan persetubuhan akan mengalami rasa sakit.42 Kutukan yang ditimpakan kepada kaum laki-laki.

Juga berhubungan dengan kata cosmology. Berkeley. The Myth and Reality. sedangkan Nabi Muhammad sempat menyaksikan ajarannya dianut di sekitar Timur-Tengah. Akan tetapi istilah "kosmetik" yang sekarang menjadi alat kecantikan wanita lebih dekat kepada kata cosmetikos tadi. karena diyakini bisa menimbulkan berbagai bencana. Menstrual Taboo Di antara kutukan perempuan yang paling monumental ialah menstruasi. 85. 45 Lihat Thomas Buckley and Alma Gottlies (Ed."44 Jika doktrin-doktrin tersebut dilihat dalam perspektif sejarah. 1..). namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. Juga dengan kata cosmography berarti deskripsi tentang keserasian lmgkungan alam (description of the order of nature). h. 46 Kata kosmetic itu sendiri berasal dari bahasa Greek. suatu gubuk khusus dirancang untuk tempat hunian para perempuan menstruasi atau mengasingkan diri di dalam goa-goa. maka kumakan". Perempuan harus mengenakan identitas diri sebagai isyarat tanda bahaya (signals of warning) manakala sedang menstruasi. Perilaku perempuan di alam mikrokosmos diyakini mempunyai hubungan kausalitas dengan alam makrokosmos. London: University ff California Press. cit."Manusia itu menjawab: "Perempuan yang kamu tempatkan di sisiku. Blood Magic. dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku. 44 Ibid. kemarau panjang dan berkembangnya hama penyebab gagalnya panen petani dihubungkan dengan adanya yang salah dalam diri perempuan. (Lihat . cosmetikos yang arti dan konotasinya berhubungan erat dengan kata cosmos yaitu perihal keteraturan bumi. Knoft. 1976. Lihat Pula PaulaWeidger. Teologi menstruasi ini kemudian menyatu dengan berbagai mitos yang berkembang dari mulut ke mulut (oral tradition) ke berbagai belahan bumi. The Physiology and Psychology..43 Sebagai sanksi terhadap kaum perempuan antara lain dikatakan dalam Kitab Kejadian (3:16) "FirmanNya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan kubuat sangat banyak. op. Darah menstruasi (menstrual blood) dianggap darah tabu (menstrual taboo) dan perempuan yang sedang menstruasi menurut kepercayaan agama Yahudi harus hidup dalam gubuk khusus (menstrual huts). Ajaran-ajarannya yang kontroversi ketika itu tidak hanya dapat ditawarkan (accessible) tetapi juga dapat diterima (acceptable) dalam kurun waktu yang singkat. tidak boleh bercampur dengan keluarganya. dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu. Menstrual and Menopause. 6-7. Los Angeles. yang menunjuk kepada kajian astronomi tentang keserasian antara ruang dan waktu (space-time relationship) yang juga menjadi sasaran kajian metafisik. New York: Alfred. maka Islam adalah suatu sistem nilai yang progressif pada zamannya.45 Dari sinilah asal-usul penggunaan kosmetik46 yang semula hanya diperuntukkan 43 Bible. tidak boleh berhubungan seks. berarti sesuatu yang harus diletakkan pada anggota badan wanita guna menjaga terpeliharanya keutuhan lingkungan alam. 1988. h. A. Istilah lain yang erat hubungannya kata tersebut ialah kata cosmogony yang berarti deskripsi tentang asal-usul alam semesta (description of the origin of the universe). supaya tidak terjadi pelanggaran terhadap menstrual taboo. Teologi menstruasi dianggap berkaitan dengan pandangan kosmopolitan terhadap tubuh wanita yang sedang menstruasi. Yang lebih penting ialah tatapan mata (menstrual gaze) dari mata wanita sedang menstruasi yang biasa disebut dengan "mata iblis" (evil eye) harus diwaspadai. the Antropology of Menstruation. h. 2. Dapat dibandingkan ajaran Bibel baru populer setelah 'Isa/Yesus meninggal. Peristiwa-peristiwa alam seperti bencana alam. dan tidak boleh menyentuh jenis masakan tertentu.

karena bisa juga berarti bangunan yang jelek (the house of rude construction). celak. anak perempuan. anting-anting. Probably the first reference is to be found in the Assyirian Code.. za'if. INC. h. selop. s. when. kalung. 48 Misalnya dalam Q.. 49 Ada beberapa istilah yang semakna dengan jilbab (veil) dalam Kitab Tawrat. Asal-usul penggunaan cadar atau kerudung dan berbagai macam kosmetik lainnya. going out in public. must be veiled. 50 Istilah yang sepadan dengan cadar atau kerudung dalam Bible ialah: redid zammah. 52 Ibid. daughters. as through it were synonimous with unfaitfullness. penggunaan dua kata yang disebut terakhir digunakan dalam konteks yang negatif pula. re'alah. mitpahat. 47 Lihat ibid. gelang. lipstik.. h. 53 Penggunaan kata "hood" dalam bahasa Inggris yang berarti "kerudung/cadar yang menutup bagian kepala sampai ke leher" dan kata hat berarti "topi" mempunyai kedekatan makna -dan boleh jadi berasal dari akar kata yang sama-. janda. 51 Ibid. (Isaiah: 3:1920). yang mengatur bahwa: isteri. How Menstruation Created the World. h. bilamana pergi ke tempat-tempat umum harus menggunakan kerudung).52 Penggunaan cadar/kerudung (hood)53 pertama kali dikenal sebagai pakaian perempuan menstruasi. Dalam Agama Yahudi pernah ditetapkan bahwa membuka jilbab (uncovered) dianggap sebagai suatu pelanggaran yang dapat berakibat jatuhnya talak karena hal tersebut dianggap suatu ketidaksetiaan terhadap suami.kepada perempuan sedang menstruasi. al-Ahzab/33:59 dan s. juga berarti "penjahat" dan "buaya darat". Kemungkinan referensi paling pertama ditemukan ialah di dalam hukum Asyiria. .dengan kata hut berarti "bangunan sementara (temporary wooden house) bagi wanita yang sedang menstruasi. Lihat Louis M. sandal. al-Nur/24:31. Cadar atau semacamnya bukan berawal dan diperkenalkan oleh Agama Islam dengan mengutip "ayat-ayat jilbab"48 dan hadits-hadits tentang aurat. New York: Ktav Publishing House. Sex Laws and Customs in Judaism. 36. and Roses.. Blood. 89-95. h. 1993. shadow. where it a ruled that wives. Karena itu. Kerudung dan semacamnya semula bertujuan untuk menutupi tatapan mata Judi Grahn.the woman going out in public pleaces with uncovered constituted legitimate cause for divorce. Jauh sebelumnya sudah ada konsep kerudung/cadar yang diperkenalkan dalam Kitab Tawrat49 dan Kitab Injil. berawal dari mitos menstrual taboo. Bostom: Beacon Press.. yaitu untuk mencegah "si mata Iblis" dalam melakukan aksinya. antara lain tif'eret. termasuk cadar/jilbab ternyata adalah menstrual creations. 41. widows. Epstein. Sama dengan kata "hood" selain berarti kerudung/cadar. menurut kalangan antropologis. Bread. Diskursus mengenai jilbab dalam agama Yahudi pernah lebih seru dari pada yang belum lama ini diributkan dalam dunia Islam. Barang-barang perhiasan seperti cincin.50 Bahkan menurut Epstein. 1967. . 37. 7273). ketentuan penggunaan cadar sudah dikenal dalam Hukum Kekeluargaan Asyiria (Assyrian Code): The tradition that women veil themselves when they go out in public a very old in the orient.47 Upaya lain dalam mengamankan tatapan "mata iblis" ialah dengan menggunakan kerudung/cadar (hoods/veils) yang dapat menghalangi tatapan mata tersebut. Secara etimologis makna kata hut berkonotasi negatif. giwang.51(Tradisi penggunaan kerudung ke tempat-tempat umum sudah berlangsung sejak dahulu kala di Timur. Kalangan antropolog berpendapat menstrual taboo inilah yang menjadi asal-usul penggunaan kerudung atau cadar. Lihat ibid. h.

t. Haydl dalam Islam Istilah menstruasi dalam literatur Islam disebut haydl. Hanya ada kesulitan kalau kedua kata itu diartikan sama. h. h. Dahulu kala perempuan yang menggunakan cadar hanya dari keluarga bangsawan atau orang-orang yang terhormat. Dalam Al-Munjid fi al-Lughah kata haydl. Masalah haydl dijelaskan dalam Q. sesungguhnya bukan persoalan baru dalam sejarah kaum perempuan. s. cit. dan Abu Sukait. menampal". Peralihan dan modifikasi dari gubuk pengasingan menstrual hut menjadi cadar (menstrual hood) juga dilakukan di New Guinea. dari kata hadla-hadlan yang diartikan dengan keluarnya darah dalam waktu dan jenis tertentu. jilbab.t. dan Afrika bagian Tengah. sedangkan mahidl dipakai dalam konteks darah haid. kemudian diikuti oleh perempuan non-bangsawan. British Columbia. Lihat Louis Ma'luf. al-Baqarah/2:222. jilbab. Beirut: Dar al-Masyriq.56 Dari segi penamaan saja. Masyarakat tradisional dahulu kala sudah pernah muncul perdebatan seru.164.. Yang jelas tradisi penggunaan kerudung. manik-manik. . al-Thalaq/65:4 dan s. kata haydl sudah lepas dari konotasi teologis seperti agamaagama dan kepercayaan sebelumnya. Lihat Lisan al-Arab al-Muhith. 56 Q.770. tanpa menjelaskan asal-usul dan padanannya.54 Selain mengenakan cadar perempuan haid juga menggunakan cat pewarna hitam (cilla') di daerah sekitar mata guna mengurangi ketajaman pandangan matanya. dan bahan dari tengkorak kepala manusia. Bentuk dan bahan cadar juga berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Abu Sa'd. karena keduanya masing-masing mempunyai konteks penggunaan dalam al-Qur'an.55 Dalam al-Qur'an hanya disebutkan empat kali dalam dua ayat. Menurut Al-Lihyani. Amerika bagian Tengah.. 2. Juz 1.Arab dikemukakan pendapat lain mengenai asal-usul kata tersebut. h. op.terhadap cahaya matahari dan sinar bulan. 55 Kata haydl adalah istilah khusus digunakan dalam al-Qur'an istilah ini tidak ditemukan dalam teks Tawrat dan Injil. kata hadla dan hasha mempunyai arti yang sama yaitu "mengalir. Diskursus mengenai cadar.al-Lughah. ada yang dari serat kayu yang ditenun khusus dan ada yang dari wol yang berasal dari bulu domba. s. Asia. Walaupun keduanya hanya disebutkan empat dan lima kali dalam bentuk mashdar dalam al-Qur an tetapi kata mahish lebih banyak berarti "jalan keluar" terhadap berbagai masalah. Apakah boleh perempuan yang bukan bangsawan menggunakan cadar/kerudung sebagai pengganti pengasingan di gubuk menstruasi. alBaqarah/1:222: Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haidh. sekali dalam bentuk fi'l mudlari/present and future (yahidl) dan tiga kali dalam bentuk ism mashdar (al-mahidl). Al-Munjid fi. 1987. Hanya dalam Lisan al.. dan lain sebagainya. Ada lagi yang menambahkan dengan memakai kalung dari bahan-bahan tertentu seperti dari logam. Bentuk cadar di Asia agak lonjong menutupi kepala sampai pinggang dan bahannya juga bermacam-macam.. Katakanlah: "Haydl itu adalah 'kotoran' oleh karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu 54 Judi Grahn. Kerudung dari semacamnya semula dimaksudkan sebagai pengganti "gubuk pengasingan" bagi keluarga raja atau bangsawan. Agama Yahudi dan selanjutnya dalam agama Kristen. karena hal itu dianggap tabu dan dapat menimbulkan bencana di dalam masyarakat dan lingkungan alam. Keluarga bangsawan tidak perlu lagi mengasingan diri di dalam gubuk pengasingan tetapi cukup menggunakan pakaian khusus yang dapat menutupi anggota badan yang dianggap sensitif. 91-92. Beirut: Dar Lisan al-'Arab. kerudung dan semacamnya. dan cadar sudah ada jauh sebelum ayat-ayat jilbab diturunkan. dua agama besar sebelum Islam juga telah mewajibkan penggunaan kerudung bagi kaum perempuan.

57 Rasulullah dalam banyak kesempatan menegaskan kebolehan melakukan kontak sosial dengan wanita haid. Pada hal menyamakan atau membedakan pengertian tersebut masingmasing mempunyai makna yang berbeda. dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. "Segala sesuatu boleh untuknya kecuali bersetubuh (al-jima')". 258. Lihat ibid. karena Tuhan menggunakan kata al-mahidl. Rasulullah kembali menegaskan bahwa: "Segala sesuatu dibolehkan untuknya kecuali kemaluannya (faraj)". lalu orang-orang Yahudi dan mantan penganut Yahudi seperti shock mendengarkan pernyataan tersebut. Banyak mufassir menyamakan atau tidak menegaskan perbedaan pengertian kedua istilah tersebut. bahwa bilamana perempuan Yahudi sedang haydl. Kalau al-mahidl diartikan sama dengan al-haydl. masakannya tidak dimakan dan tidak boleh berkumpul bersama keluarga di rumahnya. dan ini jelas menyalahi struktur makna yang dikehendaki Sang Mukhathab. Penggunaan logika yang kedua ini menjadi jelas tanpa harus lagi ada "penghapusan" (nasakh) atau pengkhususan (takhshish). Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Akan tetapi kalau yang dimaksud ayat itu ialah al-mahidl dalam arti mawdhi 'al-haydl. antara lain. Rasulullah bersabda "lakukanlah segala sesuatu (kepada isteri yang sedang haydl) kecuali bersetubuh". 'A'isyah pernah minum dalam satu bejana yang sama dalam keadaan haydl. Apa yang selama ini dianggap tabu tiba-tiba dianggap sebagai "hal yang alami" (adzan). Bahkan Rasulullah seringkali mengamalkan kebolehan itu dalam bentuk praktek.58 Jika diteliti lebih cermat. juga pernah menceritakan Rasulullah melakukan segala sesuatu selain bersetubuh (jima') sementara dirinya dalam keadaan haid. 58 Banyak lagi riwayat yang serupa disampaikan oleh isteri-isteri Nabi yang lain. Sebab turunnya ayat itu dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dari Anas.haydl. 259-260. karena yang bermasalah (adzan)59 dalam lanjutan ayat itu ialah waktu haid (zaman al-haydl). h. Pernyataan Rasulullah ini sampai kepada orang-orang Yahudi. h. maka ayat itu berarti jauhilah tempat haydl dari perempuan itu. Riwayat lain yang secara demonstratif disampaikan 'A'isyah. bukan tempat haid (mawdhi' al57 Lihat Tafsir Al-Qur'an al-Azhim. sama sekali Rasulullah tidak memperlihatkan perlakuan taboo terhadapnya. Usayd ibn Hudlayr dan Ubbad ibn Basyr melaporkan reaksi tersebut kepada Rasulullah. maka ayat tersebut berarti jauhilah perempuan itu pada waktu haydl artinya dilarang bergaul dan bersenang-senang. Kalau yang dimaksud al-mahidl yakni al-haydl maka akan menimbulkan kejanggalan dalam pengertian. lalu wajah Rasulullah berubah karena merasa kurang enak terhadap reaksi tersebut. bukan al-haydl. kemudian Nabi berdiam sementara maka turunlah ayat tersebut di atas. Kalangan mereka bereaksi dengan mengatakan apa yang disampaikan oleh laki-laki itu (Rasulullah) adalah suatu penyimpangan dari tradisi besar kita. Setelah ayat itu turun. Walaupun kedua kata itu sama-sama dalam bentuk mashdar/verbal noun tetapi yang pertama menekankan "tempat" haid (mawdhi 'al-haydl) sedangkan yang kedua menekankan "waktu" dan "zat" haid ('ayn al-haydl) itu sendiri. Juz 1. meanstream ayat di atas sesungguhnya bukan lagi haydl-nya itu sendiri tetapi pada al-mahidl-nya atau "tempat" keluarnya darah itu (mawdhi 'al-haydl). Apabila mereka telah suci. juga darah haydl dan bekasnya yang terdapat dalam pakaian 'A'isyah. bahkan lebih jauh akan berimplementasi kepada persoalan hukum. .. Salah seorang sahabat menanyakan hal itu kepada Nabi.

123. Ini bisa dilihat dalam diskursus empat imam madzhab: Imam Abu Hanifah. Hanya dalam Tafsir al-Alusi memberikan komentar bahwa yang dimaksud bersih dari ayat tersebut ialah pembersihan secara hakiki. 60 Al-Razi. yakni menbasahi seluruh anggota badan. bukan haydl-nya ansich yang adzan tetapi karena kedatangan darah haid itu setiap bulan dan membawa masalah bagi wanita. Tafsir al-Mizan. sebagian ulama lain seperti 'Atha' dan Thawus berpendapat bahwa wanita pasca haid mesti mandi dan berwudlu. seperti firman Allah dalam s. Sekalipun kurang tujuh hari kalau sudah merasa bersih sudah dapat melakukan 59 Kata adzan menurut bahasa berarti sesuatu yang keji dan tidak diinginkan (ma yukrihu min kulli syay'). Makna thaharah tersebut mempunyai kemiripan fungsi dalam Islam. dalam Islam tidak pula dikenal adanya upacara ritual khusus seperti dalam agama Yahudi dan kepercayaan-kepercayaan sebelumnya. maksudnya berhentinya haid tidak bisa dijadikan ukuran tetapi mandi wajib sesudah haid itulah yang dijadikan 'ibarah. Imam Syafi'i. . 64. Imam Syafi'i cukup dengan mandi seperti mandi janabah. Juz h. kecuali Abu Hanifah berpendapat tidak harus mandi tapi cukup membersihkan tempat keluarnya darah haid dan juga tidak perlu menunggu tujuh hari. Jumhur ulama berpendapat bahwa sesudah hari ketujuh62 ia sudah dapat dianggap bersih setelah mandi. Bahkan kalau darah itu tinggal di dalam perut akan menimbulkan masalah. yakni melakukan pembersihan diri secara sempurna (al-thaharah alkamilah) dengan mandi. Sedangkan darah haid disebut al-adzan karena darah tersebut adalah darah tidak sehat dan tidak diperlukan lagi oleh organ tubuh wanita. karena itulah disebut adzan.haydl). tidak ada hubungannya sama sekali dengan angka tujuh seperti yang dianut dalam agama Yahudi. Al-Razi dalam tafsirnya memberikan alternatif lain dengan mengatakan bahwa kalimat al-mahidl yang pertama berarti al-haydl. sedangkan yang kedua berarti tempat haid. seperti dalam kitab Taurat sering dihubungkan dengan mikvah/family purity yaitu melakukan mandi secara ritual dengan air yang telah diberkahi. ibid. Haydl itu sendiri bukan adzan karena haydl hanya di-'ibirah-kan dengan darah yang khusus. jadinya tidak logis dalam pengertian (ghayr ma'qul al-ma'na) karena sesungguhnya yang bermasalah (adzan) ialah mawdhu'-nya. h. cit" h. Lihat Tafsir al-Alusi. dan Imam Ahmad. biasanya pada petang hari ketujuh masa menstruasi. h. karena itu kata adzan dalam tafsir yang berbahasa Indonesia sering diartikan dengan penyakit dan juga sering pula dengan kotoran. al-Ahzab/33:57: "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Mengenai pembersihan diri (thaharah)61 dari haydl." Maksudnya bukan menyakiti Allah dan RasulNya secara fisik melainkan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak diridlai oleh Allah dan Rasul-Nya. Imam Malik.60 Implementasi dari pengertian ini ialah persoalan haid sebagaimana yang ditanyakan sahabat Nabi dan sekaligus menjadi sabab nuzul ayat itu hanyalah persoalan fisikbiologis. Perintah untuk "menjauhi" (fa'tazilu) dalam ayat di atas bukan berarti menjauhi secara fisik (li al-tab'id) tetapi memisahkan atau menghindarkan diri untuk tidak berhubungan langsung (i'tizal). tempat keluarnya darah haidh itu bukan persoalan tabunya darah haid seperti yang dipersepsikan oleh umat-umat terdahulu. sama sekali tidak pernah ada yang menyinggung hubungan antara angka tujuh hari dengan penciptaan dan perilaku makrokosmos. Lihat al-Razi dalam op. 207. yaitu melakukan pembersihan sesudah melakukan persetubuhan atau seusai menjalani menstnrasi. Bahkan menurut Thabathaba'i darah haid itu sendiri bukan dzat ('ayn)-nya yang darurat melainkan sesuatu yang dari luar (dlarurah lighayrih) kemudian memberi nilai tersendiri. Al-Alusi cenderung sependapat dengan 'Ashim yang membaca yaththahharna (dengan tasdiq) yang memfaedahkan upaya intensif untuk membersihkan diri. 62 Angka tujuh di sini semata-mata berdasar pada kebiasaan wanita bahwa umumnya mereka menjalani masa haid selama tujuh hari. Tafsir al-Kabir.: h. Lihat Lisa Aiken. Juz 2. 164-165. 69. Juz 2. Lihat Thabathaba'i. Demikian pula dalam ayat haydl tadi. 61 Kata thaharah termasuk kata yang sering muncul dalam kitab suci terdahulu.

Padahal Max Weber pernah menegaskan bahwa tidak mungkin mengubah perilaku masyarakat tanpa mengubah sistem etika. Pesan-pesan agama untuk kemaslahatan manusia mestinya dapat dijangkau oleh umat (mukallaf).64 Dari gambaran tersebut di atas dapat dipahami bahwa ajaran Islam tidak menganut faham menstrual taboo. Mereka percaya bahwa perempuan ideal ialah mereka yang bisa hidup di atas kodratnya sebagai perempuan. perlu adanya reidentifikasi masalah dan reinterpretasi sumber-sumber ajaran agama. tidak juga mengenal konsep dosa warisan. tetapi tidak sedikit perempuan merasa enjoy di atas keprihatinan para feminis tersebut. Untuk itu. Perbedaan anatomi fisik-biologis antara laki-laki dan perempuan tidak mengharuskan adanya perbedaan status dan kedudukan. dan kodrat itu dipahami sebagai takdir (divine creation). AlQur'an tidak memberikan penegasan tentang unsur dan asal-usul kejadian laki-laki dan perempuan. orang banyak berbicara tentang ketimpangan sosial berdasarkan jenis kelamin tetapi hasilnya belum banyak mengalami kemajuan. Dalam praktek terkadang sulit dibedakan mana pesan yang bersumber dari doktrin agama dan mana yang bersumber dari mitos. bukan konstruksi masyarakat (social consttuction). 216.258. Semenjak dahulu kala.ibadah secara rutin. Juz 1. dan skandal buah terlarang adalah tanggung jawab bersama Adam dan Hawa. sehingga dilupakan persoalan asasinya. A. Penutup Banyak hal yang perlu diluruskan dalam persepsi masyarakat tentang perempuan. baik di dalam maupun di luar rumah. . . Terutama anggapan sadar dan bawah sadar bahwa kaum laki-laki lebih utama dari pada kaum prempuan. 63 Lihat Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. yang tidak memberikan peluang kepada perempuan untuk berkarya lebih besar.h. Agama pada hakekatnya menjadikan manusia sebagai subjek dan sekaligus sebagai objek. Sedangkan pesan yang lahir dari mitos seringkali memberikan muatan lebih (over loads). Seperti mitos tentang wanita haid seolah-olah ia tidak dipandang dan diperlakukan sebagai manusia. Persepsi itu memang sulit dihilangkan karena berakar dari atau didukung oleh ajaran teologi.. Para feminis telah banyak mencurahkan perhatian untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. h.. sebaliknya berupaya mengikis tradisi dan mitos masyarakat sebelumnya yang memberikan beban berat terhadap kaum wanita. Islam tidak sejalan dengan faham patriarki mutlak. karena selain harus diasingkan juga harus melakukan berbagai kegiatan ritual yang berat.63 Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Auza'i dan Ibn Hazm. Juz 1. Diskursus mengenai perempuan seringkali terlalu tematis. dan tidak mungkin mengubah etika tanpa meninjau sistem teologi dalam masyarakat. 64 Lihat Tafsir al-Nahr al-Mad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful