BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kebanyakan penyedia layanan kesehatan akan sepakat bahwa tujuan utama pelayanan kesehatan pada abad 21 ini adalah menciptakan Negara dengan tingkat kesejahteraan anak yang optimal sehingga anak berumur panjang, bahagia dan produktif. Perawat sekolah atau perawat kesehatan komunitas, bergantung pada komunitas setempat, idealnya ada untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada anak usia sekolah. Perawat yang memiliki keahlian lebih dalam bidang kesehatan anak, seperti praktisi perawat anak dan praktisi perawat perawat keluarga. Dalam hal ini, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan pemeliharaan kesehatan adalah komponen penting yang termasuk dalam pemberian pelayanan kesehatan. Anak usia sekolah adalah sekelompok individ yang u mau atau tidak harus mendengarkan, dan orang tua mereka terhubung erat dengan komunitas sekolah. Oleh karena itu, komunitas sekolah adalah suatu pusat ideal untuk aktivitas promosi kesehatan seluruh keluarga. Kesehatan anak telah menjadi fokus perhatian untuk beberapa dekade ini. Hasil observasi informal yang dilakukan pada beberapa sekolah telah mencatat tingginya persentase anak yang memiliki kelebihan berat badan, anak yang mudah lelah ketika bermain di halaman sekolah, serta anak yang mengkonsumsi makanan yang tidak bernutrisi. Tentu saja, anak-anak ini berada dalam kerugian. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah observasi model peran orang dewasa unutk memahami mengapa anak membuat pilihan yang tidak sehat. Oleh karena itu, pendekatan pend idikan kesehatan harus komprehensif dan melibatkan anak-anak dan semua kelompok individu yang terlibat dalam perawatan dan pengawasan anak. Selain upaya promosi kesehatan optimal dan pencegahan penyakit melalui pendidikan terhadap semua anggota komunitas sekolah, program kesehatan sekolah harus secara jelas mengidentifikasi dan menangani masalah kesehatan yang ada. Oleh karena itu, program kesehatan sekolah yang komprehensif harus memfokuskan diri pada pemberian layanan kesehatan berdasarkan undang-undang Negara dan sistem masing-masing sekolah serta pendidikan kesehatan. Selain itu, isu lingkungan internal maupun eksternal adalah area kritis untuk pengkajian dan intervensi bagi perawat sekolah.

Deedunk`s document_________________________________________________________________

1

1.2 Tujuan Penulisan 1.2.1 Tujuan Umum Mampu memahami asuhan keperawatan pada area khusus dalam keperawatan komunitas yaitu unit kesehatan sekolah (UKS). 1.2.2 Tujuan Khusus 1.2.2.1 Mampu memahami pengertian UKS 1.2.2.2 Mampu memahami teori dan konsep UKS 1.2.2.3 Mampu memahami peran perawat sekolah 1.2.2.4 Mampu memahami program Departemen Kesehatan tentang penjaringan UKS

1.3 Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab, yaitu sebagai berikut : 1.3.1 BAB I : Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, sistematika penulisan dan metode penulisan. 1.3.2 BAB II : Membahas Tinjauan teoritis yang berisi pengertian UKS, Tujuan, Sasaran, Trias UKS, Pola Pembinaan UKS, Tugas pokok dan fungsi tenaga kesehatan, Persyaratan Sekolah sebagai Pelaksana UKS, Peran perawat dalam program UKS, Program Dinas Kesehatan dalam Penjaringan Sekolah 1.3.3 BAB III : Analisa situasi pelaksanaan UKS di SDN No.003 Binaan Tanjungpinang Kota, SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang 1.3.4 BAB IV : Pembahasan tentang program dokter kecil del program penjaringan kesehatan di tingkat SD 1.3.5 BAB V : Kesimpulan dan Saran

1.4 Metode Penulisan Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode deskriptif yaitu dengan penjabaran masalah-masalah yang ada dan menggunakan studi kepustakaan dari literatur yang ada, baik di perpustakaan maupun di internet.

Deedunk`s document_________________________________________________________________

2

2. sikap dan ketrampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi aktif didalam usaha peningkatan kesehatan disekolah perguruan agama. SD/MI.1 Memiliki pengetahuan. Yang sesuai dengan -21 proses tumbuh kembangnya dibagi menjadi 2 sub kelompok yakni pra remaja (6-9 tahun) dan remaja (10-19 tahun).3 Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan NAPZA Deedunk`s document_________________________________________________________________ 3 .2. SMP/MTS. Sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam upaya pembentukan manusia Indonesia yang berkualitas.2 Tujuan Unit Kesehatan Sekolah 2. termasuk Pondok Pesantren (Dinas Kesehatan).2. Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 6 tahun. Unit Kesehatan Sekolah (UKS) adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jenjang pendidikan mulai dari TK. 2. mental maupun sosial 2. dan derajat kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat.2 Tujuan Khusus Memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan siswa yang mencakup : 2.BAB II TINJAUAN TEORITIS 2. Sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang kesejahteraan anak adalah orang yang berusia 0-12 tahun dan belum menikah.2. dirumah tangga maupun dilingkungan masyarakat.2 Sehat fisik.2.2. 2.1 Tujuan Umum Untuk meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat. Unit Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari program kesehatan anak sekolah. SMA/SMK/MA. 2.2.2.1 Pengertian Kesehatan sekolah adalah upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan dalam rangka pembinaan kesehatan anak usia sekolah.

3. 2.4 Trias Unit Kesehatan Sekolah (UKS) 2. bimbingan teknis. peningkatan kebugaran jasmani.2. dan sebagainya Majalah dinding Kerja bakti social Lomba yag ada hubungannnya dengan kesehatan 2) Bimbingan dan Penyuluhan kesehatan serta pelaksanaan Konseling. simulasi. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan antara lain berupa : 1) Kegiatan yang melibatkan warga sekolah (siswa.4. Agama. Kegiatan Peningkatan Kesehatan (Promotif) berupa upaya-upaya promosi kesehatan. bermain peran Aktivitas kader kesehatan remaja.1 Pendidikan Kesehatan Pendidikan kesehatan dilaksanakan melalui : 1) Kegiatan kurikuler. yakni pelaksanaan pendidikan jam pelajaran yang sesuai kurikulum ysng berlaku untuk tingkat SMP. petugas kantin. yaitu kegiatan diluar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) tang dilakukan disekolah ataupun di luar sekolah.2 Pelayanan Kesehatan Pelayanan kesehatan sekolah dilaksanakan secara menyuluruh (komprehensif). Piket Sekolah.3 Sasaran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) 2. Komite Sekolah. Penjaskes) dan dapat juga dilaksanakan melalui muatan local. pendidikan sebaya. dengan mengutamakan kegiatan promotif dan preventif serta didukung kegiatan kuratif dan rehabilitatif untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal meliputi : 1.3.4. 3) Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS). pembinaan. Staf sekolah dan pengelola pendidikan lainnya) 2.3 Orang tua murid. dan masyarakat 2. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 4 .2 Masyarakat sekolah (Guru. Pramuka (Saka Bakti Husada). SMA sederajat dan diintegrasikan kesemua mata pelajaran (khususnya Pengetahuan Alam. 2) Kegiatan ekstrakulikuler. Palang Merah Remaja. Tata Usaha. peningkatan keterampilan. guru.3. dan lain-lain) dan dapat juga melibatkan tenaga kesehatan. misalnya : Diskusi.1 Peserta didik (siswa) 2. 4) Pendidikan kader kesehatan remaja 5) Program dari anak untuk anak misalnya konseling sebaya.

pengawasan pengedaran NAPZA.3 Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat dilaksanakan dalam rangka menjadikan sekolah sebagai institusi pendidikan yang dapat menjamin berlangsungnya proses pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran. misalnya adanya pagar pengaman. dan gaya hidup yang tidak sehat atau untuk meningkatkan kemampuan peserta didik yang cedera / cacat agar dapat berfungsi optimal. kegiatan pemutusan rantai penularan penyakit (upaya 3M plus. Kegiatan Pencegahan (Preventif) berupa kegiatan peningkatan daya tahan tubuh (imunisasi). PHBS. Sarana dan Prasarana d. kesanggupan dan keterampilan hidup sehat peserta didik untuk menjalankan prinsip gaya hidup yang sehat. halaman dan warung sekolah yang memenuhi standar kesehatan. keteladanan guru. Pendukung Trias UKS meliputi : a.2. kawasan tanpa rokok di sekolah. 3. misalnya gedung. perilaku menyimpang. Kegiatan Pemulihan (Rehabilitatif) berupa kegiatan mencegah komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit. Meningkatkan faktor pelindung. bebas pornografi dan pornoaksi. bangunan sekolah yang aman. Penelitian dan Pengembangan Deedunk`s document_________________________________________________________________ 5 . Memperkecil faktor risiko. Kegiatan Penyembuhan (Kuratif) melalui pemberian obat-abatan dan tindakan medis setelah ditegakkan diagnosis. Kegiatan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat mencakup : 1. Ketenagaan b. menciptakan suasana dan hubungan kekeluargaan yang akrab dan erat antara sesama warga sekolah dan masyarakat. PKHS) dan kegiatan penghentian proses penyakit pada tahap dini (deteksi dini penyakit). 2.4. hubungan baik antar masyarakat sekolah. 2. 4. Pendanaan c. pengadaan kantin sekolah.

Dewasa muda (19-21 tahun) 2. Pendidikan Kesehatan a. Pembinaan kesehatan anak usia sekolah ( umur 7-21 tahun) yang dibagi menjadi 3 kelompok.5 Pola Pembinaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Pembinaan kesehatan anak. Berperan sebagai nara sumber pendidikan kesehatan.1 Fungsi Tim Pelaksana UKS Tim Pelaksana UKS di sekolah dan perguruan agama berfungsi sebagai penanggung jawab dan pelaksana program UKS di sekolah dan perguruan agama berdasarkan prioritas kebutuhan dan kebijakan yang ditetapkan oleh TP UKS Kabupaten / Kota. warga sekolah dan masyarakat lingkungan sekolah. madrasah dan perguran agama. b. pelatihan Kader Kesehatan Remaja. Menjalin kerjasama yang serasi dengan orangtua murid. Mengadakan penilaian / evaluasi. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 6 . c. Kedudukan petugas puskesmas di sekolah sebagai Tim Pelaksana UKS. Pembinaan anak pra sekolah (umur 3-6 tahun) 2. yaitu : a. pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat sesuai ketentuan dan petunjuk yang ditetapkan dan atau diberikan oleh Pembina UKS. 2. Remaja (13-21 tahun) c. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (pendidikan) kesehatan bagi petugas kesehatan. Tenaga kesehatan dalam membina pelaksanaan program UKS di sekolah mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut : 1. antara lain pelatihan petugas UKS Puskesmas. pelatihan guru. instansi lain dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan UKS di sekolah. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan. pelayanan kesehatan. b. menyusun dan menyampaikan laporan tengah tahunan kepada TP UKS Kecamatan sesuai ketentuan dengan tembusan kepada instansi terkait.6. Pra Remaja (7-12 tahun) b.6.2 Tugas Tim Pelaksana UKS a. dibagi menjadi 2 (dua) yaitu : 1.2. Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS).6 Tugas Pokok dan Fungsi Tenaga Kesehatan 2.

b. Promotif b. c. Memfasilitasi pelaksanaan kesehatan lingkungan di sekolah yang dilakukan oleh guru atau kader kesehatan. Mensosialisasikan standarisasi sarana dan prasarana UKS (perabot dan peralatan UKS. Penyediaan tenaga penatar UKS bagi tenaga kesehatan dan non kesehatan dalam penyelenggaraan penataran dan pelatihan. Preventif c. sampah. Melatih tenaga pelaksana UKS khususnya tenaga medis dan paramedis di puskesmas. serta ruang UKS). dan rehabilitatif). Rehabilitatif 3. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 7 . 6. Kuratif d. 5. Merencanakan dan mengusulkan biaya pelaksanaan pelayanan kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan. warung sekolah. komite sekolah). b. Membantu mobilisasi sumber dana untuk pelaksanaan UKS (dana sehat. air bersih. Ketenagaan a. 4. c. Memfasilitasi penyediaan tenaga pelaksana pelayanan kesehatan medis dan paramedic di sekolah. preventif. Memfasilitasi pengadaan sarana pelayanan kesehatan di sekolah (promotif. Pelayanan Kesehatan Melaksanakan pelayanan kesehatan di sekolah secara komprehensif terdiri dari : a. pembuangan air limbah. Merencanakan dan mengusulkan biaya penataran / pelatihan UKS. kuratif. e. Memfasilitasi pelatihan guru UKS. Memberikan bimbingan teknis dan pengawasan sanitasi lingkungan antara lain pengawasan WC. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat a. Melatih kader kesehatan remaja. d. alumni. b. pihak swasta. b. Sarana dan Prasarana a. Pembiayaan a.2.

7 Persyaratan Sekolah sebagai Pelaksana UKS: 2. aktivitas pelayanan kesehatan. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 8 .4 Mempunyai KKR/Tiwisada yang sudah ditatar dengan jumlah minimal 10% dari seluruh siswa. Supervisi Pelaporan Evaluasi dan Monitoring (SPEM) Melaksanakan SPEM di bidang Pendidikan Kesehatan.7. 2.7.8. Pelayanan Kesehatan dan Pemeliharaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat.2 Mempunyai guru yang telah dibina materi UKS 2. 8. analisa data dan perumusan masalah serta prioritas masalah. 2. Pencatatan dan pelaporan sesuai dengan prosedur yang diterapkan.7. daya kognitif dan prestasi belajar.3 Mempunyai ruang UKS beserta perlengkapanny 2.2 Sebagai Pengelola Kegiatan UKS Perawat kesehatan yang bertugas di Puskesmas dapat menjadi salah satu anggota dalam UKS atau dapat juga ditunjuk sebagai seorang koordinator.8. maka pengelolaan pelaksanaan UKS menjadi tanggung jawabnya atau paling tidak ikut terlibat dalam tim pengelola UKS. Melaksanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun.7. Penelitian dan Pengembangan UKS Melaksanakan penelitian dan pengembangan UKS di sekolah antara lain : status kesehatan dan gizi. d.1 Mempunyai SK Tim Pelaksana UKS dari Kepala Sekolah 2. 2.7. c. dampak pendidikan kesehatan terhadap perilaku anak sekolah. Mengkaji masalah kesehatan dan keperawatan peserta didik dengan melakukan pengumpulan data.5 Melaksanakan TRIAS UKS dalam kehidupan sehari-hari 2.1 Sebagai pelaksana asuhan keperawatan di sekolah a.7.8 Peran Perawat dalam Program UKS Peran perawat komunitas dalam upaya kesehatan sekolah adalah : 2. Penilaian dan pemantauan hasil kegiatan UKS. b.

9.3 Sebagai Penyuluh Dalam Bidang Kesehatan Peran perawat kesehatan dalam memberikan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara langsung melalui penyuluhan kesehatan yang bersifat umum dan klasikal atau secara tidak langsung sewakktu melakukan pemeriksaan kesehatan peserta didik secara perorangan. b. Pengertian ³tidak sehat´ adalah lebih luas dari sakit.8. c. Penjaringan anak kesehatan sekolah dilakuakan oleh suatu tim di bawah koordinasi Puskesmas. 2. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 9 . Selain untuk memisahkan anak yang tidak sehat.1 Kebijakan Operasional Kebijaksanaan operasional kesehatan anak sekolah adalah : a. Puskesmas sebagai organisasi fungsional kesehatan terdepan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan upaya kesehatan dalam wilayah kerjanya.2. kegunaan penjaringan kesehatan adalah juga untuk memperoleh data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan anak sekolah.2 Pelaksanaan Langkah pelaksanaan penjaringan kesehatan anak sekolah meliputi : a. sebab juga mencakup kondisi lain yang menyebabkan menurunnya produktivitas belajar dari anak tersebut. mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan penjaringan kesehatan sekolah anak sekolah. Tim tersebut terdiri atas guru dan sekolah yang bersangkutan (guru kelas dan atau guru pembina UKS) dan tenaga kesehatan (paramedik dan dokter).9 Program Dinas Kesehatan dalam Penjaringan Kesehatan di Sekolah Penjaringan kesehatan adalah sejumlah prosedur pemeriksaan kesehatan yang tidak membuat diagnosa tetapi tujuannya memisahkan anak yang tidak sehat dari yang sehat. Kegiatan penjaringan kesehatan adalah salah satu kegiatan yang mutlak harus dijalankan untuk memenuhi persyaratan standar minimal pelayanan kesehatan dalam rangka UKS.9. 2. Persiapan Penjaringan Kesehatan 1) Dinas kesehatan Dati II mengadakan lintas sektoral dengan Tim Pembina UKS Dati II untuk menghasilkan : a) Pernyataan dan kesepakatan tentang penjaringan kesehatan anak sekolah. 2. maupun untuk dijadikan pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan sekolah.

b) Sekolah yang bersangkutan (Kepala Sekolah. d) Persiapan yang dilakukan untuk pelaksanaan penjaringan kegiatan anak sekolah. pada prinsipnya semua sekolah dalam wilayah kerja Puskesmas harus dicakup. (2) Adanya kesepakatan bersama. namun bila kondisi Puskesmas tidak memungkinkan hal ini. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 10 .b) Inventarisasi tenaga. jumlah sekolah per Puskesmas. (2) Inventarisasi data tentang jumlah sekolah. tentang rencana pelaksanaan penjaringan kesehatan anak dimasing sekolah. (b) Jadwal kerja. mencakup kegiatan persiapan dan pelaksanaan penjaringan kesehatan menurut sekolah sasaran. 2) Pimpinan Puseksmas mengadakan pertemuan dengan : a) Tim Pembina UKS tingkat Kecamatan maupun unsur lain yang dipandang perlu untuk menghasilkan : (1) Penyatuan pengertian dan kesepakatan tentang penjaringan kesehatan anak sekolah. sarana termasuk dana yang ada untuk kebutuhan pelaksanaan penjaringan kesehatan anak sekolah. wakil POMG) dengan tujuan : (1) Adanya penyatuan pengertian dan kesepakatan tentang penjaringan kesehatan anak sekolah. (3) Rencana kerja penjaringan kesehatan. termasuk menentukan Puskesmas pelaksana. guru pembina UKS. c) Identifikasi masalah operasional dalam kegiatan penjaringan kesehatan anak sekolah dan mencari serta menentukan upaya pemecahannya untuk memperlancar pelaksanaan penjaringan kesehatan anak sekolah. persiapan administratif. yang mencakup : (a) Penetapan jumlah dan lokasi sekolah sasaran penjaringan kesehatan. maka perlu ditentukan jumlah sekolah sasaran dan perlu di perhitungkan kemampuan Puskesmas menjangkau sekolah tersebut. penyebaran sekolah serta jumlah peserta didik di kelas I. dan sebagainya.

meliputi pengenalan gejala sederhana. c) Dua guru: (1) guru kelas/wali kelas. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 11 . (2) langsung mengganggu proses belajar. c) Pada tahap ketiga. Pelaksanaan Penjaringan Kesehatan 1) Pelaksanaan Tim penjaringan kesehatan minimal terdiri atas : a) Satu dokter b) Tiga tenaga paramedik: (1) perawat umum. 2) Prosedur Penjaringan kesehatan dilakukan secara bertahap : a) Pada tahap awal penjaringan kesehatan akan dilakukan di sekolah oleh guru. dan akan jelas memisahkan kasus yang telah dideteksi pada tahap pertama dan kedua. (2) guru pembina UKS (guru bidang studi Olahraga Kesehatan). untuk kemudian menetapkan tindak lanjut penanganan kasus tersebut. (3) tenaga paramedik lain. (1) prevalensi tinggi. d) Tahap keempat: tes kesegaran jasmani. mental dan sosial serta kematian. dan bila diperlukan ada latihan keterampilan. (3) menyebabkan cacat fisik. (2) tenaga laborat. Misalnya perawat gigi. 3) Pencatatan a) Yang dicatat adalah parameter yang sifatnya memberi petunjuk tentang kelainan yang mempunyai indikasi. penjaringan kesehatan dilakukan oleh dokter. dilakukan oleh guru yang sudah terlatih. b) Pada tahap selanjutnya penjaringan kesehatan dilakukan oleh tenaga paramedik dengan prosedur pemeriksaan fisik yang sederhana maupun dengan cara pengamatan. baik melalui pengamatan maupun dengan cara wawancara dengan peserta didik dan atau orang tua mereka. b.(3) Adanya kejelasan tentang prosedur penjaringan kesehatan serta tugas masing anggota tim.

juga ditentukan jenis data yang minimal perlu dicatat sebagai dasar untuk menetapkan kondisi anak didik serta tindak lanjutnya. b) Dengan telah ditetapkannya paket pelayanan kesehatan minimal sebagai standar dasar pelayanan kesehatan dari UKS. c) Masing-masing anggota tim penjaringan kesehatan mencatat data sebagai berikut : Deedunk`s document_________________________________________________________________ 12 .Selain itu juga perlu diperhatikan kelainan atau penyakit yang terjadi kekhususan suatu daerah. maka untuk menjaga penjaringan kesehatan.

Tidak dapat melihat b. Tidak mendengar b. Mata bergoyang terus e.Pelaksana Guru kelas / Wali kelas Komponen 1. Tidak atau kurang tanggap terhadap suara atau bila diajak bicara d. Berat badan b. Penglihatan a. mendapat kesulitan waktu mengambil benda didekatnya. Kerusakan nyata pada bola mata 3. Keadaan umum Data yang dicatat a. Tinggi badan 2. Pendengaran a. d. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi c. Sering meraba-raba kesandung waktu jalan. Sering memiringkan kepala dalam usaha untuk mendengar e. Tidak mengenal orang pada jarak 6 meter c. Keluar nanah dari telinga Deedunk`s document_________________________________________________________________ 13 .

Sudut mulut luka. Penampilan a. Koordinasi gerakan kurang atau tidak terkendali c. kaku. Ketajaman penglihatan tidak normal b. Ada cacat pada alat gerak Paramedik 1. Rambut mudah dicabut d. misalnya kepala terlalu kecil/besar . tak terkendali d. Bibir kering. Juling Deedunk`s document_________________________________________________________________ 14 . tak lentur . mudah berdarah 2.4. Gangguan bicara/ gugub f. pecahpecah. mongoloid b. Kebersihan umum kurang atau buruk b. Mata a. mudah berdarah e. Rambut warna kusam c. pecah-pecah. Gerakan hiperaktif tak dapat tenang e. Keadaan umum a. Radang pada mata c. Penampilan fisik yang tidak seimbang. Kesulitan dalam bergerak.

Gigi tertutup kotoran/ karang gigi c. Gusi bengkak. Bibir terbelah ( sumbing) dan atau langit-langit terbelah 5. Kardio vaskuler a. Laborat a. Gigi berlubang b. Urine. berdarah d. Mulut Dokter Ketajaman pendengaran a. Denyut nadi b. Lidah berdarah e. tinja b. Telinga 4.3. Tekanan darah 6. Keadaan Hb. luka. Khusus : sputum dan atau lain hal atas permintaan dokter Kesegaran jasmani Guru Orkes Lihat petunjuk lebih lanjut pada lampiran -idem- Deedunk`s document_________________________________________________________________ 15 .

Kesehatan cq. dengan kondisi : y y y Gizi kurang Gizi baik Gizi lebih Untuk menentukan kelompok gizi peserta didik dipakai model standar berat badan terhadap tinggi badan menurut jenis kelamin. untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi kesehatan anak yang baru masuk sekolah per provinsi : Dinas Kesehatan Dati II meneruskan informasi tentang penjaringan kesehatan tersebut kepada Ditjen. untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi kesehatan anak yang baru masuk sekolah : Puskesmas meneruskan data yang telah diolah tersebut ke Dinas Kesehatan Dati II. y y Rentang umur (range) Umur rata-rata 2) Khusus a) Jumlah peserta didik menurut jenis kelamin. 2) Dinas Kesehatan Dati II mengkompilasi dan menganalisa data dari puskesmas. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 16 . Pengolahan data dilakukan secara bertahap 1) Puskesmas mengumpulkan data dan mengolah data dari semua sekolah dengan penjaringan kesehatan. Data yang dilaporkan Oleh Puskesmas kepada Dinas Kesehatan Dati II adalah: 1) Umum a) Jumlah sekolah tingkat dasar dan tingkat lanjutan (termasuk Madrasah). dan jumlah peserta didik kelas I dalam wilayah kerja puskesmas. Direktorat Bina Kesehatan Keluarga melalui Kantor Wilayah Departemen Kesehatan. b. Pembinaan Kesehatan Masyarakat Dep. dan jumlah peserta didik yang menjalani penjaringan kesehatan. terbagi menurut jenis kelamin c) Umur peserta didik yang menjalani penjaringan kesehatan menurut jenis kelamin .a. b) Jumlah sekolah yang menjadi sasaran penjaringan kesehatan. untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi kesehatan anak yang baru masuk sekolah di wilayahnya : Puskesmas meneruskan data yang telah diolah tersebut ke Dinas Kesehatan Dati I 3) Dinas Kesehatan Dati II mengkompilasi dan menganalisa data penjaringan kesehatan dari Dati II.

Sangat buruk. termasuk waktu yang diperlukan. antara lain mencakup : y y Yang dapat diselesaikan oleh Puskesmas Keperluan rujukan kesehatan untuk meningkatkan fungsi Puskesmas dalam menangani tindak lanjut penjaringan kesehatan Deedunk`s document_________________________________________________________________ 17 . dengan klasifikasi : y y y y Normal Perlu observasi Perlu pelayanan spesialistik Perlu rehabilitasi Dengan menjelaskan jenis tindak lanjut yang diperlukan : tindak lanjut medic. tenaga yang diikutsertakan dan sebagainya. Buruk. atau medic dan psikologik. c) Pelaksanaan tindak lanjut terhadap hasil penjaringan kesehatan anak sekolah. Klasifikasi tersebut dilaksanakan atas dasar kelainan terberat d) Data kepenyakitan/kelainan menurut urutan prevalensi. c) Untuk peserta didik wanita di sekolah tingkat lanjutan tentang (range) umur mendapat haid. dan upaya jalan keluar yang diambil. e) Data kesegaran jasmani berupa jumlah peserta didik menurut jenis kelamin dan kelompok umur. Sedang. beban kerja per hari.b) Jumlah peserta didik menurut jenis kelamin. psikologik. Baik. 3) Informasi tentang pelaksanaan operasional a) Laporan singkat tentang pelaksanaan penjaringan kesehatan. dengan klasifikasi sebagai berikut : y y Tidak boleh mengikuti tes kesegaran jasmani Yang mengikuti tes kesegaran jasmani dan yang berdasarkan hasil tes dikategorikan menjadi: Sangat baik. b) Hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan penjaringan keseh atan anak sekolah. Data kepenyakitan tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan tahap V (oleh dokter).

teman. Berpenampilan bersih dan berperilaku. Berbadan sehat. dan lain-lain. Agar siswa dapat menolong dirinya sendiri. Kriteria Peserta 1. 4. 3. Tugas Dan Kewajiban Dokter Kecil 1. 6. Izin orang tua. antara lain : Pekan Kebersihan. Pengertian Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 18 . c. 4. Dapat menggerakkan sesama teman-teman siswa untuk bersama-sama menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing. keluarga dan lingkungannya. Agar siswa dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah. 3. Pekan Kesehatan Gigi. Berwatak pemimpin dan bertanggung jawab. 5. di rumah dan lingkungannya. 7.2. 2. Pekan Penimbangan BB dan TB di sekolah. Berbudi pekerti baik dan suka menolong. 2. Berperan aktif dalam rangka peningkatan kesehatan. sesama siswa dan orang lain untuk hidup sehat. Berusaha bagi tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah maupun di rumah.3.3 Program Dokter Kecil a. Membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah. Pekan Gizi. 2. b. Berprestasi sekolah. Tujuan Khusus : 1. Selalu bersikap dan berperilaku sehat. Tujuan Tujuan Umum : Meningkatnya partisipasi siswa dalam program UKS. d. Siswa kelas 4 atau 5 SD dan belum pernah mendapatkan pelatihan dokter kecil. 5. Pekan Kesehatan Mata.

tempat cuci. Pengamatan kebersihan Ruang UKS. Pengenalan dini tanda-tanda penyakit.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). . . warung sekolah dan lingkungan sekolah.Pengukuran Tinggi Badan dan Berat badan.Pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi. 7.Penyuluhan Kesehatan. kamar mandi. Kegiatan Dokter Kecil 1. antara lain Buku harian Perawat Kecil.e. perlengkapan. 3. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 19 . Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanan kesehatan di sekolah. . persediaan air bersih. 2. 6. Pengamatan kebersihan di sekolah seperti halaman sekolah. 5. antara lain : . Menggerakkan dan membimbing teman melaksanakan. . . 4. vitamin dan lain-lain.Pertolongan Pertama Pada Penyakit.Obat cacing. ruang kelas. tempat sampah dan saluran pembuangan termasuk PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). WC. Pencatatan dan pelaporan. Melaporkan hal-hal khusus yang ditemuinya kepada guru UKS/ Kepala Sekolah / Guru yang ditunjuk.

tetapi SDN No.003 Binaan Tanjungpinang Kota mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaannya. penyuluhan yang diberikan kepada SDN No.1 Program Kegiatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) a. Menyikat gigi bersama di sekolah yang dilakukan hari sabtu dengan frekuensi 2 kali dalam sebulan. b. Penyuluhan dari puskesmas dan dinas kesehatan Dalam program jangka panjang. Penyuluhan Jajanan dan kantin sehat oleh puskesmas dan dinas kesehatan kepada guru dan pengelola kantin sekolah. Kurangnya kesadaran dari siswa dalam masalah kebersihan diri dan lingkungan 2. Penyuluhan DBD dan PHBS oleh puskesmas dan dinas kesehatan kepada seluruh siswa SDN No.003 Binaaan Tanjungpinang Kota adalah : a.003 Tanjungpinang Kota 3. Mencuci tangan setiap hari 3. Penyuluhan terhadap kegiatan dokter kecil 5. Pemberian imunisasi 2. Program jangka panjang dalam 1 tahun : 1. Pemeriksaan mata. c. Pengelola kantin yang tidak mematuhi aturan jajanan sehat sehingga masih terdapat jajanan siap saji yang di jual bebas di kantin sekolah Deedunk`s document_________________________________________________________________ 20 . Penyuluhan kepada Guru Pembina UKS Seluruh program kegiatan yang direncanakan telah dilakukan. 5. Pemilihan dokter kecil 4. b. salah satunya adalah penyuluhan dari puskesmas dan dinas kesehatan. antara lain : 1. gigi oleh puskesmas.BAB III ANALISA SITUASI 3.003 Binaan Tanjungpinang Kota. Membersihkan lingkungan yang dilaksanakan setiap hari jumat.1.003 Tanjungpinang Barat Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua UKS SDN No.1 Analisa Situasi Pelaksanaan UKS di Sekolah Dasar No. Program jangka pendek dalam 1 semester : 1. Pemeriksaan kebersihan kuku 2. Mengukur tinggi badan. 3. berat badan yang dilakukan 2 kali dalam sebulan 4.

3.2 Sarana dan Prasarana yang terdapat di UKS SDN No. Bagi siswa yang mengalami masalah kesehatan. Obat-obatan a. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 21 . Sneillen chart 2.003 Binaan Tanjungpinang Kota 1.003 Binaan Tanjungpinang Kota 1. 003 Binaan Tanjungpinang Kota yaitu : SDN No.1. Antalgin c. Memberi arahan kepada pengelola kantin tentang makanan atau jajanan sehat. ditemukan masalah kesehatan pada beberapa siswa di SDN No. Memberi pengarahan kepada siswa tentang kebersihan diri dan lingkungan. Parasetamol b. Promag d. Kapas g. Meteran pengukur tinggi badan 5. 3 buah tempat tidur 6. Vicks Salep f. 003 Binaan Jumlah Siswa Kelas 1 92 Jumlah 180 Kelas 2 88 Jumlah Siswa yang diperiksa Kelas 1 Kelas 2 90 175 85 Mata N 166 166 Tdk N 9 9 N 146 146 Gigi Karies 29 29 7 7 Gizi kurang 3. Timbangan 4.1. diberi surat rujukan ke puskesmas.3 Permasalahan yang ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan a.003 Binaan Tanjungpinang Kota 3.4 Solusi dari masalah yang dihadapi oleh SDN No. Perban 9. 2 buah lemari 7. Pada pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas Kampung Bugis Tahun 2009.1. Kotak P3K 3. 3. Poster-poster kesehatan 8. Buku Laporan Kegiatan UKS SDN No. 2. Betadine e.

Dokter yang ditugaskan oleh puskesmas untuk memantau keadaan kesehatan siswa/siswi di SMA Negeri 1 Tanjungpinang. Membersihkan UKS dan taman 3. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 22 . diantaranya : 1. Bakti sosial 8.3. Peduli bencana alam 7.2 Analisa situasi pelaksanaan UKS di SMA Negeri 1 Tanjungpinang Berdasarkan wawancara dengan Pembina UKS SMA Negei 1 Tanjungpinang 3. Menjadikan UKS atau PMR sebagai wadah untuk menjaga dan mempertahankan kebersihan sekolah. Melakukan outbound bersama 11.2. Praktik pertolongan pertama Seluruh program dari UKS SMA Negeri 1 Tanjungpinang telah dilakukan. Teori tribakti PMR dan jenis-jenis luka 10. Mengundang anggota PMI sebagai nara sumber 6. akan tetapi dalam pelaksanaannya SMA Negeri 1 Tanjungpinang mengalami beberapa kendala. Memperluas akses informasi kesehatan dan PHBS 3. Menggalakan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah 2.2. Pemeriksaan pada siswa-siswi 9.2 Program UKS SMA Negeri 1 Tanjungpinang : 1. Mempelajari teori pertolongan utama 4. Menanam apotik hidup 5. Menjaga dan melaksanakan pertolongan pertama pada hari senin pagi 2. 3. Menyadarkan siswa-siswi mengenai pentingnya kesehatan kebersihan hidup 4. sering berhalangan hadir sewaktu sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan siswa/siswi.1 Visi dan Misi UKS SMA Negeri 1 TanjungPinang : Visi : Meningkatkan pengetahuan siswa-siswi mengenai kesehatan dan menggalakkan perilaku hidup bersih dan sehat demi penunjang lingkungan hidup yang sehat pula dalam rangka mewujudkan pembentukan manusia seutuhnya. Misi : 1.

Poster-poster kesehatan 6. Meteran pengukur tinggi badan dan timbangan 4. sehingga kegiatan tersebut tertunda dikarenakan tidak sesuai dengan jadwal sekolah yang sedang melakukan ujian sekolah.3 Solusi dari masalah yang dihadapi UKS SMA Negeri 1 Tanjungpinang 1. Penyuluhan yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjungpinang adalah Penyuluhan mengenai NAPZA dan Kesehatan Reproduksi yang dilakukan oleh puskesmas/dinas kesehatan dengan sasaran seluruh siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang. 3. 2 buah lemari 9. Obat-obatan : a. sehingga kesehatan siswa/siswa dapat terus dipantau. Kurangnya koordinasi dari pihak puskesmas/dinas kesehatan untuk menentukan jadwal pemeriksaan kesehatan bagi siswa/siswi. Mengganti jadwal kunjungan puskesmas yang tertunda sehingga pemeriksaan kesehatan dapat terus dilaksanakan. Kapas dan perban Deedunk`s document_________________________________________________________________ 23 . 2 buah tempat tidur 3. 3. Pihak sekolah mencari dokter pengganti untuk mengawasi kesehatan siswa/siswi SMA Negeri 1 Tanjungpinang. Kipas angin 7. 2. Paracetamol b.2.4 Sarana dan Prasarana UKS SMA Negeri 1 Tanjungpinang 1. Snellen Reting 2. Promag d. Betadine e. Oralit c. Bioplacenta g.2. Dispenser 8. CTM f. Tandu 5.2. Penyuluhan ini dilakukan 2 kali dalam setahun.

3.2 Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program UKS a. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah : Tinggi Badan Berat Badan Mata Gigi b. Penyuluhan Dalam program Tahun 2010 Penyuluhan yang dilaksanakan hanya sekali dalam setahun.1 Program UKS yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Tanjungpinang Kota a. 3.3 Analisa Situasi Pelaksanaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Dinas Kesehatan Tanjungpinang Kota Berdasarkan Wawancara dengan Pegawai Dinas Kesehatan Tanjungpinang Kota Bagian Promosi Kesehatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) 3. Materi yang yang disampaikan adalah tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat. Penyusunan jadwal dari dinas kesehatan dengan pihak sekolah sering mengalami ketidaksesuaian dalam hal waktu.3.3. b. Program Berkala Dilaksanakan setiap 6 bulan sekali dengan sasaran siswa/siswi SD kelas 2 dan 3. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 24 . Program Penjaringan Dilaksanakan sekali dalam setahun pada awal tahun ajaran baru dengan sasaran siswa/siswa SD kelas 1. Sarana dan prasarana yang kurang memadai dari pihak sekolah mengakibatkan petugas kesehatan kesulitan dalam melakukan pemeriksaan atau penyuluhan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah : Tinggi Badan Berat Badan Mata Gigi c.

salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program dokter kecil adalah belum adanya evaluasi dari pihak sekolah atau puskesmas/dinas kesehatan setelah dilaksanakannya pelatihan dokter kecil.urine dan tinja. Akan tetapi juga diperoleh data kardiovaskuler yang meliputi denyut nadi dan tekanan darah. data-data tersebut tidak diperoleh dinas kesehatan karena puskesmas tidak melakukannya dengan alasan butuh anggaran yang besar untuk memperoleh semua data tersebut. sehingga kegiatan ini tidak berjalan efektif. data laboratorium yang meliputi keadaan Hb. data yang diambil dari petugas kesehatan tidak hanya meliputi berat badan. bahwa kegiatan dokter kecil tidak hanya membantu puskesmas saat mengadakan kunjungan ke sekolah tetapi dokter kecil juga dapat menggerakkan dan membimbing teman sekolah.2 Penjaringan Kesehatan Seperti yang dijelaskan dalam BAB II bahwa dalam penjaringan kesehatan. Deedunk`s document_________________________________________________________________ 25 . serta pemeriksaan telinga. Menjadi petugas kesehatan pada saat upacara sekolah 2.1 Program dokter kecil Kegiatan dokter kecil di SDN No. pemeriksaaan mata dan pemeriksaan gizi. Namun. Namun. 4.003 Binaan Tanjungpinang Kota : 1. tinggi badan.BAB IV PEMBAHASAN 4. menjadi pengamat kebersihan di lingkungan sekolah serta melaporkan jika ada hal-hal khusus yang ditemuinya kepada Pembina UKS. terutama mengenai data laboratorium. Membantu puskesmas/dinas kesehatan saat mengadakan kunjungan ke sekolah. Seperti yang telah dijelaskan pada BAB II.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful