Bab l Pendahuluan

1.1 Latar belakang Social phobia is an anxiety disorder characterized by heightened fear and avoidance of one or more social or performance situations, including public speaking, meeting new people, eating or writing in front of others, and attending social gatherings. People with social phobia are typically anxious about the possibility that others will evaluate them negatively and/or notice symptoms of their anxiety (Martin, 1997). Most patients are over-sensitive to the assumed opinion of others and have a low self-esteem, although they feel their fears are exaggerated and out of proportion. Going through the feared situations, or even anticipating them, most people suffer from physical symptoms like sweating, trembling or blushing, and these symptoms can become a trigger on their own to worry about social consequences. This all can lead to avoidance of many social situations, or they endure these situations with extreme anxiety or distress. As in all cases of phobias, the individual recognises that his or her fears are unreasonable (Anonimous, 2006). Social phobia affects up to 13% of individuals at some time in their lives and is usually associated with at least moderate functional impairment (Martin, 1997). Social phobia can be divided in two subtypes. The first is generalised social phobia (or complex social phobia), patients being anxious in most situations concerning performance and interactional situations. The patient with non-generalised social anxiety disorder is scared of only one or two (usual performance-related) social situations, such as public speaking, or other public performance, such as writing or eating in front of others. Both types, however, tend to be underdiagnosed and undertreated . There are some differences between the subgroups, the generalised type has even less chance of spontaneous recovery than the non-generalised. In the generalised subtype there is a stronger genetic factor. The generalised subtype is usually more invalidating and carries a higher risk of comorbidity. Age of onset does not differ between the subtypes (Anonimous, 2006). Among the anxiety disorders social phobia nowadays is considered the third most common psychiatric disorder (13.3%), exceeded in lifetime prevalence only by major depression (17.1%) and alcohol dependence (14.1%), at least in the United States according to the NCS data. Prevalence rates for social phobia have increased in last decades. Earlier surveys, based on DIS and DSM-III criteria gave figures ranging from 2% to 4%. The ECA survey, for example,

Diagnosa dan tatalaksana yang tepat diperlukan dalam penanganan fobia social. Subsequent studies.2 Rumusan Masalah 1.5% and a lifetime prevalence of 2. reveal higher lifetime prevalences for social phobia. 1997) 1. employment. Bagaimana cara mendiagnosa fobia social? 2.3% (Anonimous. The NCS study found a one-month prevalence of 4. 2. based on DSM-III-R criteria and CIDI interviews which explore more abundant and diversified social situations. Mengetahui cara mendiagnosa fobia social. 2006).3%. romantic relationships.8%. and other interests (Martin. karena Social phobia is often associated with moderate to severe functional impairment in the areas of education.1% and 16%. friendships. Mengetahui cara memberikan terapi fobia social.found one-month prevalence of 1. Bagaimana cara memberikan terapi fobia social? 1. . between 4. a six-month prevalence of 1. family relations.5% and a lifetime prevalence of 13.3 Tujuan 1.

dengan peningkatan detak jantung. menggunakan kamar kecil/wc umum. 1. Fobia sosial. orang yang menikah. adalah gangguan cemas yang termasuk didalamnya distress yang hebat terhadap situasi umum.Bab ll Tinjauan Pustaka Fobia adalah perasaan takut yang irasional yang menyebabkan kesadaran untuk menghindar dari obyek ketakutan spesifik. Individu dengan fobia sosial secara khas mengalami panik selama berhubungan sosial. Epidemiologi Fobia sosial terdapat pada 3 sampai 5 persen populasi. perhatian terhadap fobia sosial selama ini sangat kurang sehingga sering dikatakan sebagai gangguan cemas yang terabaikan.2. Biasanya penderita datang berobat bukan untuk fobia sosialnya tetapi untuk keluhan lain yang sering menyertai fobia sosial seperti cemas atau depresi. Menurut survey yang dilakukan di Amerika sejak tahun 1994. juga disebut sebagai gangguan cemas sosial. yang sering mendorong kearah respon takut yang menguatkan kecemasan dalam situasi umum. dan individu dengan taraf pendidikan yang baik.2. walaupun tidak menutup kemungkinan terjasi pada tiap tahap kehidupan. Ketakutan pasien adalah merasa dihina atau dipermalukan oleh orang lain atas kelakuan dirinya dan dapat mengarah menjadi kecemasan yang hebat. Fobia sosial umumnya bermanifestasi pada orang dewasa tapi biasa terdapat pada anak-anak atau remaja. diaforesis dan tanda lainnya dari pemunculan otonom.4 . Walaupun demilkian. Prevalensi fobia sosial terlihat meningkat pada ras kulit putih. Situasi ini meliputi berbicara didepan publik. Gejala fisik ini dapat disebabkan oleh cemas tambahan. fobia sosial adalah gangguan jiwa nomer 3 terbesar di Amerika Serikat. Onset penyakit biasanya dimulai awal umur belasan tahun. Pria dan wanita memiliki angka kejadian yang seimbang. Kurangnya perhatian terhadap fobia sosial ini disebabkon oleh sedikitnya panderita yang mencari pangobatan untuk fobia sosial yang dideritanya.3 Fobia sosial merupakan gangguan hiwa yang cukup sering ditemukan. makan dengan orang lain atau kontak sosial secara umum. aktivitas atau situasi.

4 Teori Neurotransmiter Mekanisme Dopaminergik Dari penelitian didapatkan bahwa fobia sosial berhubungan dengan gangguan pada system dopaminergik. Adanya perbaikan gejala fobia sosial dengan pemberian monoamine oxidase inhibitor (MAOI) menunjukkan bahwa kinerja dopamine terganggu pada fobia sosial. Akibatnya. Selain adanya dorongan seksual yang kuat untuk melakukan incest. ego berusaha mencari mekanisme pertahanan tarnbahan. antara lain: Teori psikoanalisa Menurut Freud. fobia sosial atau hysteria-ansietes merupakan manifestasi dari konflik Oedipal yang tidak terselesaikan. Tatkala represi tidak lagi berhasil. Dengan Menghindari objek tersebut pasien dapat lari dari penderitaan ansietas yang serius. . Konflik seksual ditransfer dari orang yang mencetuskan konfilk kepada sesuatu yang sepertinya tidak penting atau objek yang tidak relevan atau situasi yang sakarang mempunyai kekuatan untuk membangkitkan ansietas. penelitian mengenai etiologi banyak dilakukan saat ini. Situasi atau obyek yang dipilih atau disimbolkan biasanya berhubungan langsung dengan sumber konflik. Analisa pedigree/silsilah memperlihatkan silsilah pertama dari proband dengan fobia sosial tiga kali beresiko mendapat sosial fobia dibanding kontrol. Kadar homovanilic acid (HVA) pada penderita fobia sosial lebih rendah blia dibandingkan dangan penderita panik atau kontrol. Perangai anak yang selalu dilarang telah dihubung-hubungkan dengan perkembangan fobia sosial dimasa dewasa.Etiologi Sampai sekarang belum ditemukan penyebab yang pasti. Walaupun demikian. Namun.2 Teori genetik Faktor genetik dapat berperanan dalam fobia sosial. Hal ini menyebabkan terjadinya konflik dan ansietas. Mekanisme pertahanan tambahan adalah displacement. ego berusaha menggunakan mekanisme-pertahanan represi yaitu membuang jauh dari kesadaran. gen spesifik belum pernah diisolasi. Ada beberapa teori yang mencoba mengungkapkannya. terdapat pula rasa takut terhadap kastrasi.

tidak ditemukan adanya perbedaan respons prolaktin antara pendarita fobia sosial dengan kontrol normal. Gambaran Klinik –Kriteria Diagnosis Menurut DSM-IV Kriteria A Ketakutan yang jelas dan menetap terhadap satu atau lebih situasi sosial atau tampil didepan orang yang belum dikenal atau situasi yang memungkinkan ia dinilai oleh orang lain atau menjadi pusat perhatian.2. gejala fisik yang timbul akibat peningkatan epinefrin mereda atau menghilang dengan cepat. Sebaliknya pada penderita fobia sosial tidak terdapat penurunan gejala. Bangkitan gejala fisik yang meningkat semakin mengganggu penampilan di depan umum. . Ukuran putamen berkurang pads fobia sosial. suatu petanda untuk mangetahui aktivitas serotonin. Mekanisme Noradrenergik Penderita fobia sosial sangat sensitif terhadap perubahan kadar epinefrin sehingga dengan cepat terjadi peningkatan denyut jantung. Walaupun demikian. Ada perasaan takut bahwa ia akan berperilaku memalukan atau menampakkan gejala cemas atau bersikap yang dapat merendahkan dirinya. pengukuran ikatan platelet (3H)-paroxetine. tidak terlihat adanya perbedaan antara fobia sosial dengan gangguan panik atau kontrol normal.3 Pencitraan Otak Dengan magnetic resonance imaging (MRI) terlihat adanya penurunan volume ganglia basalis pada penderita fobia sosial.Mekanisme Serotonergik Pemberian fenilfluramin pada panderita fobia sosial menyebabkan peningkatan kortisol sehingga diperkirakan adanya disregulasi serotonin. Pengalaman ini juga membangkitkan kecamasan pada penampilan berikutnya sehingga mengakibatkan orang tidak berani tampil dan menghindari panampilan selanjutnya. berkeringat dan tremor. Begitu pula. suatu serotonin agonis. pada pemberian methchlorphenylpiperazine (MCPP). Pada orang normal.

Kriteria B Apabila pasien terpapar dengan situasi sosial. . hampir selalu timbul kecemasan atau bahkan mungkin serangan panik. aktivitas dan hubungan sosial atau secara subjektif pasien merasa sangat menderita. Kriteria E Penghindaran dan kecemasan atau penderitaan akibat ketakutan terhadap situasi sosial atau tampil di depan umum tersebut mempengaruhi kehidupan pasien secara bermakna atau mempengaruhi fungsi pekerjaan. Kriteria F Untuk yang berusia di bawah 18 tahun. Kriteria G Ketakutan atau sikap menghindar tersebut tidak disebabkan oleh efek fisiologik zat atau kondisi medik umum atau gangguan mental lain (gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia. Kriteria C Pasien menyadari bahwa ketakutannya sangat berlebihan dan tidak masuk akal. durasi paling sedikit 6 bulan. Kriteria D Pasien menghindar dari situasi sosial atau menghindar untuk tampil di depan umum atau pasien tetap bertahan pada situasi sosial tersebut tetapi dengan perassan sangat cemas atau sangat menderita. gangaguan dismorfik. gangguan perkembangan prevasif. atau dengan gangguan kepribadian skizoid). Ketakutan tersebut tidak merupakan waham atau paranoid.

III diagnosis fobia sosial ditegakkan bardasarkan yaitu Semua kriteria di bawah ini harus dipenuhi untuk diagnosis pasti: a. Let us see the chief mistakes in the differential diagnosis and why they happen. the diagnosis may be misleading. Social Phobia). dan c. the crises must occur for at least six months. hendaknya diutamakan diagnosa agorafobia. For the inexperienced professional. atau gangguan perilaku makan seperti bulimia atau anoreksia nervosa) Kriteria A merupakan kunci gejala fobia sosial. gejala psikologis.3.Kriteria H Bila terdapat kondisi medik umum atau gangguan mental lain.2. If the person is under the age of eighteen. b. isolated crises are not enough.5 Sedangkan berdasarkan PPDGJ . Hal yang penting pada kriteria ini yaitu adanya situasi yang dapat membangkitkan fobia yaitu situasi yang dinilai atau diamati oleh orang lain dan juga ketakutan akan memperlihatkan kecemasan atau bertingkah dengan cara yang memalukan. menghindari situasi fobik harus atau sudah merupaken gejala yang menonjol Bile terlalu sulit untuk membedakan antara fobia sosial dengan agorafobia. Diagnosa Banding The diagnosis of Social Anxiety Disorder (a.a. ketakutan pada kriteria A tidak berhubungan dengannya (gagap. perilaku atau otonomilk yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari anxietasnya dan bukan sekunder dari gejala-gejala lain seperti misalnya waham atau pikiran obsesif. The *Panic main mistakes have Disorder to do with: *Schizophrenia . anxietasnya harus mendominasi atau terbatas pada situasi sosial tertentu (outside the family circle). Parkinson. takes place when there are recurrent attacks of anxiety.k.

while the schizophrenic with hallucinations and persecution or referential ideas commonly extends the distortion of reality to the family. Predictability of the Crises – In Panic Disorder. the person acknowledges that her thoughts were irrational. The client's conviction must be checked out to see. Differential Diagnosis with Panic Disorder . Differential Diagnosis with Schizophrenia – When the client claims that he is observed in the street and "sees" people criticizing him. and belittled. panic only occurs when there is exposition (in some cases in the expectation of the exposition too). In Social Anxiety . 2. it's common for the person to go on feeling bad for a long time (several hours or one day) after the attack. the social phobic person has no anxiety crises nor any such hang-ups with close relatives. with no association with any type of exposition. the person in crisis is convinced of being observed. The fundamental difference may be found in the clinical history. 3. if needed. Outside the crisis. the person with years of generalized anxiety attacks in social situation may take some time to recognize that her thoughts are irrational. further investigation is in order. In Social Anxiety Disorder / Social Phobia.When Social Anxiety Disorder / Social Phobia attacks take on major proportions. judged.*Depression *Shyness Let us look at each one. but the person has an urgent need to go away from the situation. In panic from Social Anxiety this does not occur. Moreover. The conviction is maintained in schizophrenia. Four aspects must be carefully observed regarding the mistakes with Panic Disorder: 1. the panic attacks are unpredictable. Feelings Well Defined – In the attack of Panic Disorder the person has the feeling that he is going to faint or go crazy or die from a heart attack. Differences in Evolution of the Panic Attacks – In Panic Disorder. In Social Phobia. the professional may think about hallucinations or ideas of reference and label the client as schizophrenic. panic becomes quite similar to Panic Disorder. Attention: When seeking help.

similar to the initial Panic Disorder crisis. Social Phobia Added to Panic Disorder . This diagnosis is not wholly wrong: the mood is indeed depressed. the distinction is more difficult. Sometimes the borderline between the two is so fine that the diagnosis impression oscillates from one to other. unidentified eliciator) and associates them with places or situations he is in. Differential Diagnosis with Depression – Another mistake involves the person's humor or mood. situations in which the person felt ashamed. a reference is necessary.The person begins with typical Panic Disorder crises (which technically. in behaviorism. in the limitations imposed on the person's life. Given the suffering described. Differential Diagnosis with Shyness – It is common to see descriptions of serious Shyness that actually fit perfectly into the description of Social Anxiety / Social Phobia. missed opportunities. to make understanding and communication easier. etc. These places or situations trigger high anxiety.Disorder it's common for the person to recover quickly his habitual emotional condition after the attack. . once out the situation. This "confirms" her impression that the attacks are triggered by the exposition. any of these situations or places is an identifiable conditioned eliciator. if the person is exposed to the same places or situations. can be called an unconditioned. The core of the suffering is in a different sphere. This depressive state is usually reinforced by the reactivation of memories: difficulties lived through. 4. the person comes to the professional with low humor.) The crises are repeated in other circumstances (the number of eliciators increases) and the person continues the process of closing her life space. I deem it perfectly possible that Social Phobia may be a more serious case of Shyness. I should not introduce this item as one of the possible mistakes in diagnosis. In other cases. The person then avoids them because they "signal" the possibility of anxiety attack. (Technically. The situation is usually complex and requires painstaking investigation in the diagnosis of overlapping. in the consequences of the phobia. for there seems to be a continuous gradation from the mildest Shyness to clear-cut instances of social phobia. The fear of crises generates intense anxiety. To be faithful to the empirical observations. especially for such cases in which the person's activities are harmed. But it is a case of Reactive Depression. The diagnosis of Depression is made. in behaviorism. However.

dan sering putus sekolah. Penelitian menyatakan bahwa SSRIS juga mungkin efektif. Farmakoterapi ü Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIS): SSRIS dengan cepat menjadi first-line pengobatan yang baku untuk fobia sosial.The World Health Organization has developed references for all the diseases with the International Disease Classification. penyalahgunaan alkohol atau obat. as now. Perjalanan Penyakit Dan Prognosis Fobia sosial biasanya mulai pada usia dini sehingga dapat menyebabkan gangguan disemua bidang akademik seperti rendahnya kemampuan sekolah. It is possible that this evolution will consider Social Anxiety Disorder / Social Phobia not as a nosological entity. This reference has been changing over the years. Paroxetine menerima pengakuan badan Makanan Dan Administrasi Obat/Racun (FDA) untuk indikasi ini pada tahun 1999 dan SSRI yang pertama memperolehnya. Bila tidak diobati depat menjadi komorbiditas dengan gangguan lain seperti depresi. Penatalaksanaan Suatu kombinasi pharmacotherapy dan psikoterapi pada umumnya diberikan untuk para orang dengan fobia sosial. Groups of experts worldwide have been contributing to improve it. Fobia sosial cenderung menjadi kronik. menghindar dari sekolah. pemakaian alkohol sering merupakan ussha untuk mengobati diri sendiri. Pada penderita agorafobia dan fobia sosial. but as a worsening form of Shyness. . Pemilihan karirya sangat terbatea dan ia sering berhenti dari pekerjaan.

ü Buspirone: Beberapa studi menyarankan kemanjuran pada penderita fobi sosial. pasti mempunyai kemanjuran dengan fobi sosial.3. Psikoterapi Tingkah laku Psikoterapi tingkah laku. Teknik ini melibatkan secara berangsur-angsur pasien untuk berada situasi pada situasi yang secara normal menyebabkan kecemasan. mungkin bermanfaat terhadap fobi sosial. bila tidak diobati dapat menimbulkan keterbatasan dalam berbagai segi kehidupan 4. fobia sosial merupakan ketakutan atau kecemasan pada situasi sosial yang timbul bila saeseorang menjadi pusat perhatian 2. pasien secepatnya mampu mentolelir situasi yang yang sebelumnya membuat cemas. Kognitif Terapi berorientasi pada pengertian yang mendalam sudah membuktikan bermanfaat fobia sosial. seperti desensitisasi berangsur-angsur.2. terapi fobia sosial melingkupi farmakoterapi dan psikoterapi . suatu MAOI lebih baru. Dengan penguasaan situasi tanpa kecemasan .4 Kesimpulan 1. ü Monoamine oxidase inhibitors( MAOIS): Phenelzine telah dipertunjukkan untuk bisa efektif didalam studi. Moclobemide. Pembatasan yang berkenaan diet makan mengurangi ketenaran mereka. Alprazolam Dan Clonazepam telah digunakan dengan sukses. penderita fobia sosial biasanya tidak menganggap masalahnya perlu untuk diobati 3. ü Propranolol: Beta-Blockers telah digunakan untuk blok autonomic terhadap tanggapan dengan fobi sosial. tetapi memiliki profil keselamatan lebih sedikit. Pencegahan gejala seperti gemetaran peningkatan detak jantung mendorong kearah sukses didalam menghadapi situasi sosial.ü Benzodiazepines: Benzodiazepines mungkin efektif untuk fobi sosial. Individu dengan fobi sosial sering mempunyai penyimpangan kognitif penting berhubungan dengan orang lain.

cfm 4. available at : http://www.htm 3. london .nmha.com/ped/topic2660.emedicine.H.org/pbedu/anxiety/social.htm 5.. social phobia..edu/~cgboeree/freud. Social Phobia.html . available at : http://www.Daftar Pustaka 1. 322-4 2.ship.saviodsilva.net/ph/3. Williams and Wilkins. available at : http://www. in sinopsys of psikiatry. available at : http://www. DSM-IV & DSM-IV-TR. fifth ed. Social Phobia. Social Phobia. Kaplan I. Causes of Phobias and causes of panic attacks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful