BAB I.

PENDAHULUAN

Perencanaan, konstruksi dan penggunaan komponen mesin mobil ini adalah memberi pengertian dasar tentang perencanaan, konstruksi dan bekerjanya bagian-bagian mesin mobil. Tiap bagian dimulai dari dasar teori, kemudian bagiannya dilanjutkan hingga lengkap. Dengan demikian fungsi tiap bagian jelas demikian juga hubungannya dalam mesin. Perencanaan, konstruksi dan penggunaan komponen mesin mobil ini dimulai dari bagian utama hingga bagian terkecil. Blok mesin adalah dudukan utama semua bagian-bagian mesin. Pada blok dibuat tabung silinder tempat piston dan kelengkapannya bekerja. Demikian juga pada bagian bawah blok berfungsi sebagai rongga poros engkol, di mana poros engkol bebas berputar. Poros duduk ditempa pada blok dan poros jalan (round) menjadi tumpuan batang torak dan kelengkapannya. Poros bubungan adalah untuk menggerakkan mekanik katup untuk membuka dan menutupnya. Gigi poros bubungan dihubungkan dengan gigi poros engkol dengan hubungan rantai atau hubungan gigi secara langsung dan ada juga dengan menggunakan hubungan sabuk bergigi. Kepala silinder adalah sebagai tutup permukaan blok silinder, sehingga proses, pemasukan, kompresi usaha dan pembuangan yang bekerja di dalam ruang silinder dapat berlangsung dengan baik. Pada beberapa mesin dudukan katup ditempatkan pada kepala silinder. Untuk merapatkan sambungan bagian-bagian digunakan seal (perapat), seal tersebut bahannya dibuat sesuai dengan fungsinya.

A. Motor Bensin
Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri. Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.

Pada motor pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin itu, sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri. Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi terlebih dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya pada ketel uap dan turbin uap. Pada motor pembakaran dalam, proses

pembakaran bahan bakar terjadi di dalam mesin itu sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran langsung bisa diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya : pada turbin gas, motor bakar torak dan mesin propulasi pancar gas.

B. Motor bensin 2 tak dan 4 tak
Ada perbedaan yang mendasar pada motor bensin 2 tak dan motor bensin 4 tak terutama dalam pemakaian bahan bakar dan konstruksinya. Motor bensin 2 tak lebih banyak dipergunakan pada mesin mesin kecil seperti sepeda motor dan motor motor kecil lainnya(stasioner) sedangkan motor bensin 4 tak lebik banyak dipergunakan pada kenderaan yang lebih besar seperti kenderaan pribadi dan bisnis dan tidak tertutup kemungkinan bahwa kenderaan dan motor motor kecil juga dipergunakan. 1. pengertian motor bensin 2 tak Yang dimaksud dengan motor bensin 2 tak adalah setiap 2 kali langkah piston atau 1 kali putaran poros engkol menghasilkan 1 kali langkah usaha.

2

Gambar 1. Motor bensin 2 tak Pada prinsipnya langkah yang terjadi pada motor bensin 2 tak dan 4 tak adalah langkah isap, kompresi, usaha dan buang, pada motor 2 tak langkah isap dam kompresi bersamaan dalam 1 langkah sedangkan usaha dan buang dalam 1 langkah. 2. Pengertian motor bensin 4 langkah. Yang dimaksud dengan motor bensin 4 langkah, adalah setiap 4 kali langkah piston atau 2 kali putaran poros engkol berputar menghasilkan 1 kali langkah usaha. Langkah isap, Piston bergerak dari tma ke tmb katup masuk terbuka dan katup buang terutup,campuran bahan bakar dan udara masuk kedalam silinder karena adanya pebe-daan tekanan luar dan tekan dalam silinder.

3

Gambar 2. Langkah Isap Pada Motor 4 Langkah Pada langkah kompresi piston bergerak dari Titik Mati Bawah ke Titik Mati Atas, katup masuk tertutup dan katup buang juga tertutup, campuran yang masuk kedalam silinder dikompresikan.

Gambar 3. Langkah Kompresi Beberapa saat sebelum piston mencapai Titik Mati Atas maka datanglah loncatan bunga api dari busi yang mengaakibatkan campuran bahan bakar dan udara terbakar, yang akan mengakibatkan terjadinya tekanan sehingga piston akan terdorong kebawah. Langkah usaha, piston bergerak dari Titik Mati Atas menuju Titik Mati Bawah pada waktu itu katup masuk tertutup, katup buang juga tertutup piston terdorong kebawah akibat tekanan dari hasil pembakaran.

Gambar 4. Langkah Usaha Tenaga bolak balik inilah oleh poros engkol dirubah menjadi gerak putar dan putaran inilah yang diteruskan melalui power train akhirnya memutar roda. Langkah buang pada langkah ini piston akan bergerak dari Titik Mati Bawah ke Titik Mati Atas, pada waktu ini katup masuk masih tertutup sedangkan katup buang akan

4

terbuka. Piston bergerak ke atas akan mendorong sisa-sisa pembakaran keluar melalui katup buang yang terbuka.

Gambar 5. Langkah Buang

C. Konstruksi dan Komponen Mesin.
1. Konstruksi Mesin Kontruksi mesin adalah bentuk dasar dari suatu mesin, bentuk mesin atau perencanaan mesin akan lebih tergantung kepada perancang mesin itu sendiri, pada prinsipnya mesin memiliki kesamaan dalam kerjanya mungkin sistemnya yang mengalami perobahan sesuai dengan perkembangan zaman. hal yang penting kita pelajari adalah bagian dasar mesin dan komponennya. Dan disamping itu untuk diketahui bagaimana komponen dibuat, apa bahannya, bagaimana membuatnya dan bagaimana memelihara tiap komponen tersebut.

2. KOMPONEN MESIN a. Blok Silinder Blok silinder merupakan inti daripada mesin yang terbuat dari besi tuang. Belakangan ada beberapa silinder mesin yang terbuat dari paduan alumanium. Seperti diketahui alumanium ringan dan meradiasikan panas yang lebig efisien dibandingkan

5

dengan besi tuang. Blok silinder dilengkapi rangka pada dinding bagian luar untuk memberikan kekuatan pada mesindan membantu meradiasikan panas. Blok silinder terdiri dari beberapa lubang tabung silinder yang didalamnya terdapat torak (piston) yang bergerak turun naik. Silinder-silinder ini ditutup bagian atasnya oleh kepala silinder yang dijamin oleh gasket kepala silinder yang letaknya antara blok silinder dan kepala silinder. Crankcase terpasang di bagian bawah blok silinder dan poros engkol dan bak oli termasuk dalam crankcase. Poros nok juga diletakkan dalam blok silinder. Pada mesin modern pros nok berada di dalam kepala silinder. Silinder-silinder pada blok silinder dikelilingi oleh mantel pendingin. Perlengkapan lainnya seperti motor starter, alternator, pompa bensin , distributor dipasangkan pada bagian samping blok silinder.

Gambar 6. Blok silinder

6

b. Silinder Tabung silinder berbentuk lubang bulat di dalam blok silinder. Tabung silinder ini yang pertama dimasukkan dalam blok kemudian dibor dengan mesin khusus dan kemudian dihoning untuk menghaluskan permukaannya. Tabung silinder yang baik tidak berombak lebih dari 0,0005 inch. Bandingkan kertas percetakan pun sekitar 0,004 inch ketebalannya. Tabung silinder adalah sebagai penghantar piston dan juga menjadi tabung untuk langkah hisap, pembakaran, usaha dan buang. kompresi,

Gambar 7. Silinder Mesin Tabung silinder dibuat dari dua bahan yaitu baja dan besi tuang. Besi tuang adalah lebih populer digunakan. Bila tabung silinder baja diinginkan adalah bentuk tabung kering. Tabung silinder itu ada yang dituang bersama blok dan ada yang dipres ke dalam blok.

1). Tabung silinder kering Beberapa mesin menggunakan tabung silinder kering yang dapat dicabut (diganti). Tabung tersebut dipres ke dalam lubang silinder yang telah diperbesar. Tabung tersebut bulat seperti pipa. Bila silinder aus, tabung silinder dapat ditekan keluar dan

7

diganti dengan yang baru lalu dipres ke dalam. Tabung silinder kering lebih banyak digunakan pada mobil yang mempunyai beban berat dan mesin industri. Kebanyakan dinding silinder yang rusak, tabung silinder yang lama diganti dengan yang baru.

Gambar 8. Tabung Silinder Kering

2).Tabung silinder basah Tabung basah juga dipres ke dalam blok tabung itu hanya ditumpu di atas dan di bawah. Air pendingin mesin langsung berhubungan dengan dinding silinder. Tabung basah konstruksinya lebih berat sebab tidak mempunyai titik tumpuan sentral pada blok.

Gambar 9 Tabung Silinder Basah 3). Penguat Tabung Silinder Tabung silinder dapat ditumpu pada blok dengan beberapa cara. Di mana tabung besi tuang atau baja digunakan pada blok aluminium untuk mencegah keausan

8

permukaan, tabung itu dapat dituang pada tempatnya. Tabung silinder yang dapat dicabut terikat dalam blok. Tetapi, memerlukan kedudukan yang sangat kuat dan tidak semuanya terikat rapat. Bila kepala silinder diikat dengan baut, kepala silinder itu menekan flens dan semakin kuat pada tempatnya.Jenis tabung ini dapat dipasang dengan sudut kebebasan yang lebih besar. Berbagai tabung harus cocok kedudukannya, kemudian bila panas naik dalam silinder akan berhubungan dengan bahan blok sekelilingnya.

4). Kepala Silinder. Kepala silinder ditempatkan dibagian blok silinder. Pada bagian bawah kepala silinder terdapat ruang bakar dan katup-katup. Kepala silinder harus tahan terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi selama mesin bekerja. Sebab itu umumnya kepala silinder terbuat dari besi tuang.

Gambar 10 Kepala Silinder

Akhir-akhir ini banyak mesin yang kepala silindernya dibuat dari paduan alumanium. Kepala silinder yang terbuat dari paduan alumanium memiliki kemampuan pendingin lebih besar dibanding dengan yang terbuat dari besi tuang.

9

Pada kepala silinder juga dilengkapi dengan mantel pendingin yang dialiri air pendingin yang datang dari blok silinder untuk mendinginkan katup-katup dan busi. 5). Ruang Bakar Bentuk ruang bakar sangat berpengaruh dengan adanya penempatan dua buah katup dan busi. Ada beberapa macam atau jenis ruang bakar yang umum digunakan. a). Ruang Bakar Model Setengah Bulat. Ruang bakar model setengah bulat ini mempunyai permukaan yang kecil dibanding dengan jenis ruang bakar lain yang sama kapasitasnya. Ini berarti panas yang hilang sedikit dibanding dengan model lainnya. Disamping itu memungkinkan efisiensi pemasukan dan pembuangan lebih tinggi.

Gambar 11. Ruang Bakar Model Setengah Bulat Ruang bakar model ini konstruksinya lebih sempurna, tapi penempatan mekanis katupnya menjadi lebih rumit.

b). Ruang Bakar Model Baji. Ruang bakar model baji ini kehilangan panasnya juga kecil, konstruksi mekanisme katupnya lebih sederhana dibandingkan dengan ruang bakar model setengah bulat.

10

Gambar 12 Ruang Bakar Model Baji c). Ruang Bakar Model Bak Mandi Ruang bakar model bak mandi kontruksinya sederhana dan biaya produksinya lebih rendah. Hal ini disebabkan diameter katupnya lebih kecil tetapi saat pengisapan atau pembuangan kurang sempurna dibanding dengan jenis ruang bakar model setengah bulat.

Gambar 13. Ruang Bakar Model Bak Mandi d). Ruang Bakar Model Pent Roof Ruang bakar model pent roof ini umumnya digunakan pada mesin yang mempunyai jumlah katup hisap atau katup buang lebih dari 2 dalam tiap-tiap silinder, yang disusun sedemikian rupa antara katup dan poros noknya. Disebut model pent roof sebab membentuk segi empat baik tegak atau mendatar. Bila dihubungkan ke titik pusat akan menyerupai atau suatu bangunan. Model ini selain memberikan efek semburan yang baik dan lebih cepat terbakar, juga penempatan businya ditengah-tengah ruang bakar.

11

Gambar 14. Ruang Bakar Model Pent Roof

6). Gasket Kepala Silinder Gasket kepala silinder letaknya antara blok silinder dan kepala silinder, fungsinya untuk mencegah kebocoran gas pembakaran, air pendingin dan oli. Gasket kepala silinder harus tahan panas dan tekanan dalam setiap perubahan temperatur. Umumnya gasket terbuat dari gabungan karbon dengan lempengan baja. Karbon itu sendiri melekat dengan graphite dan kedua-duanya berfungsi untuk mencegah kebocoran yang ditimbulkan antara blok silinder dan kepala silinder, serta untuk menambah kemampuan melekat pada gasket.

Gambar 15. Gasket Kepala Silinder

12

7). Bak Oli (Oil Pan) Bagian bawah dari blok silinder disebut bak engkol. Bak oli dibautkan pada bak engkol dengan diberi paking seal atau gasket. Bak oli dibuat dari baja yang dicetak dan dilengkapi dengan penyekat separator untuk menjaga agar permukaan oli tetap rata ketika kenderaan pada posisi miring. Selain itu juga dirancang sedemikian rupa agar oli mesin tidak akan berpindah pada saat kenderaan berhenti secara tiba-tiba dan menjamin bekerjanya pompa oli tidak akan kekurangan oli pada setiap saat. Penyumbat oli letaknya pada bagian bawah bak oli dan fungsinya oli mesin bekas

Gambar 16. Bak Oli

c. PISTON Piston adalah sumbat yang meluncur (bergerak) keatas dan kebawah dalam silinder. Hal inilah yang dilakukan piston dengan skuensi yang baik. Piston bergerak dari atas kebawah untuk mendapatkan kevakuman guna mengisap bahan bakar ke dalam ruang silinder. bila piston bergerak keatas dalam ruang silinder mengkompresikan campuran bahan baker dan udara. Bila campuran bahan bakar dalam silinder terbakar, tekanan dan pengembangan gas bekerja pada permukaan atas

13

piston. Tekanan dan pengembangan gas ini mendorong piston di dalam silinder sehingga bergerak ke bawah dengan gaya yang besar. Piston harus memindahkan tenaga hasil langkah pembakaran ke poros, engkol.

Gambar 17. Piston Piston bergerak kembali ke atas di dalam silinder dan membuang gas bekas. Seluruh tugas yang dilakukan piston adalah berat. Piston mendapat panas yang tinggi dari hasil pembakaran. Piston berubah arah pada kecepatan tinggi. Piston bergesekan dengan dinding selinder. Tambahannya dari semua itu piston menerima tekanan yang luar biasanya sehingga tekanan inilah yang diteruskan keputaran poros engkol. 1) Bahan piston Piston umumnya diperbuat dari aluminium. Sering piston aluminium dilapisi dengan timah yang membuat pelayanan starting dapat dengan baik. Piston aluminium dapat ditempa tetapi umumnya adalah dituang. Piston aluminium adalah ringan dan penggunaan umumnya lebih menguntungkan dari jenis besi tuang. Piston berubah arah pada setiap akhir langkah. Dan kecepatan kadang-kadang empat ribu putaran per menit (rpm). Hal itu dapat dilakukan piston yang

14

ringan dan efisiensi lebih baik. Besi tuang adalah bahan yang baik untuk piston pada mesin kecepatan lambat. Karakteristik keausannya baik dan penggunaannya sangat baik bagi mesin yang menggunakannya. Piston yang akan dipasang kedalam selinder harus memenuhi persyaratan yang sesuai dengan spesifikasi hal ini untuk mencegahnya dari ketukan sisi ke sisi. Piston harus menerima proses pembakaran pada bagian atas dan cukup mampu membentuk vakum, pemampatan dan membuang gas bekas. Piston akan memuai bila mendapat panas, kemudian celah harus cukup mengatasinya. Piston aluminium lebih besar pemukaannya dari besi tuang, piston aluminium celahnya cukup mencegah pemuaian dan tetap mempunyai celah untuk oli film. Untuk mengatasi pemuaian maka piston direncanakan mampu untuk mengatasi pemuain in dengan beberapa cara diantaranya: I slot dengan pemuaiannya diarahkan kebagian yang dibelah. Jenis lain adalah T slot. Dengan prinsip yang sama dengan lain bahwa alur T adalah tempat arahan pemuaian. Jenis U slot juga bertujuan yang sama dengan atas. Pemasangan ring baja pada piston juga dapat mengatasi hal yang sama. ring baja dituang ke dalam piston aluminium. Piston yang lebih populer bagian atasnya berbentuk sehingga piston akan menjadi bulat setelah temperatur mesin menjadi normal(temperatur kerja mesin) Diameter A lebih besar dari diameter B. Diameter A dibentuk mempunyai celah terhadap silinder. Celah ini sekitar 0,001 inch, celah ini dibutuhkan tempat oli film antara piston dan dinding silinder. Diameter A yang lebih besar selalu posisi 90 derajat pada blok (sesuai dengan gerak engkol). Bila piston telah panas diameter A lebih kecil pemuaiannya dari diameter B. Hal ini mengakibatkan piston menjadi bulat bila panas penuh.

15

Gambar 18. Jenis Piston 2). Temperatur piston Kepala piston terpengaruh langsung dari panas pembakaran bahan bakar. Panas ini dapat menaikkan temperatur puncak kepala piston (crown) sekitar di atas 6000°F. Temperatur akan turun bila piston bergerak ke bawah. Bagian bawah dinding piston temperaturnya sekitar 3000°F, Temperatur sangat sesuai pada perencanaan mesin dan usaha yang dilakukan.bagian bawah piston lebih dingin, beberapa piston dinding bawahnya lebih lebar (besar) pada bagian bawahnya. Luas permukaan atas dinding piston diameternya sedikit lebih kecil.karena kepala piston lebih besar temperaturnya dibandingkan dengan bagian bawah piston. 3). Bentuk Kepala Piston Beberapa piston puncaknya bentuknya rata. Yang lain bentuknya setengah bulat. Ada lagi bentuknya tidak teratur (sisir piston) yang maksudnya untuk membantu pembuangan gas bekas dan juga untuk membantu membuat pusaran yang cepat untuk membentuk percampuran bahan bakar pada langkah kompresi. Salah satu jenis dari

16

bentuk ruang bakar pada kepala piston, kemudian memungkinkan penggunaan permukaan kepala silinder rata.

Gambar 19. Bentuk Kepala Piston
4). Celah Piston ( Celah Antara Piston denga Silinder) Pada saat piston menjadi panas akan terjadi sedikit pemuaian dan mengakibatkan diameternya akan bertambah. Untuk mencegah hal ini terjadi pada mesin harus ada semacam celah yaitu jarak yang disediakan untuk temperatur ruang lebih kurang 25 0C, antara piston dan silinder. Jarak ini disebut celah piston (piston clearance). Celah piston bervariasi dan ini tergantung dari model mesinnya dan umumnya antara 0,02 – 0,12 mm, Bentuk piston agak sedikit tirus, diameter bagian atasnya lebih kecil dibandingkan diamater bagian bawahnya. Selain itu celah piston bagian atasnya lebih besar daripada bagian bawahnya.

Gambar 20. Celah Piston

17

d. RING PISTON

Mengatasi masalah kebocoran digunakan ring piston. Konstruksi ring yang baik dan dipasang akan merapat melawan dinding silinder dengan kontak yang baik sekeliling silinder. Ring dipasang pada alur sekeliling kepala piston sisi ring dipasang pada alur sangat rapat (celah kecil). Kelonggaran sisi sekitar 0,002 inch. Ring tidak bersinggungan dengan dasar alur. Kemudian dengan kenyataan ring bersinggungan dengan dinding silinder pada semua bagian tetapi tidak ring pada piston.
Ring dibuat harus menekan bersama pada tempatnya di dalam silinder. Hal ini mengakibatkan ring berusaha menekan keluar dan diharapkan kuat melawan dinding silinder. Ring tidaklah padu seluruh lingkaran tetapi pemotongan pada satu tempat. Pemotongan ini membentuk celah dan ini disebut kelonggaran ujung. Bila ring terpasang dalam silinder, kedua ujungnya tidak bersinggungan. Bila ring panas, akan memanjang, selamanya ring tidak memuai keluar, celah ring tertutup. Jika tidak ada lagi celah, ujungnya bersentuhan dan demikian ring seterusnya memanjang, ring akan patah dalam beberapa bagian. Hal ini akan merusak mesin. Umumnya celah ring adalah 0,003 – 0,004 tiap inch diameter silinder. Sebagai contoh 4 inch diameter silinder, celah ring 0,012 – 0,16 inch.

Gambar 21. Ring Piston

18

Banyak jenis sambungan ring digunakan mencoba untuk menahan kebocoran melalui celah ring. Kebocoran umumnya berhubungan dengan peniupan. Hal ini ditemukan umumnya tentang efektifnya sambungan tabung dan lebih sederhana untuk mengaturnya. Illustrasi sederhana dari jenis sambungan yang digunakan. Ring ditempatkan dalam alur dengan mengembangkannya keluar sampai melewati diameter kepala piston dan meluncur ke bawah dan ke alur ring. Beberapa mesin menggunakan pena kecil dalam alur ring. Celah ring harus normal dengan tambahan diameter pena. Pena tersebut harus ditempatkan di antara kedua ujung ring dan kemudian mencegah ring bergerak sekeliling alur. Teknik pemasangan pena sering digunakan pada mesin mobil.. 1). Jenis Ring Piston Ada dua jenis ring piston. Yang pertama disebut Ring Kompresi dan yang kedua disebut Ring Pengatur Pelumas. Umumnya mesin menggunakan tiga buah ring piston, dua ring kompresi dan satu ring pengatur pelumas. Cara lain dua ring kompresi dan dua ring pengatur pelumas. Beberapa mesin diesel menggunakan lima atau lebih ring. Semua ring dapat di atas pena piston, atau ring kedua dari ring pengatur pelumas mungkin dipasang dalam alur pada bagian bawah piston. Ring kompresi selalu dipasang pada alur atas dan ring pengatur pelumas pada alur bagian bawah. a). Ring Kompresi Ring kompresi dibuat untuk mencegah kebocoran di antara piston dan silinder. Beberapa bentuk digunakan untuk mencapai kebaikan. Beberapa ide di belakang alur, bevel, chamfers adalah lebih baik tekanan dalam dengan ring. Tekanan ring menggeliat di dalam seperti bentuk tekanan rendah pada dinding silinder pada langkah pemasukan. Hal ini mengakibatkan ring melakukan pengikisan yang lunak. Pengaruh pengikisan akan menimbulkan untuk menolong mengikis pelumas yang surplus kemudian dapat mengurangi tugas ring pengontrol pelumas.

19

Gambar 22. Ring Kompresi Pada langkah kompresi dan pembuangan, ring akan meluncur ringan di atas oli film. Hal ini memperpanjang umur ring. Pada langkah usaha, tekanan pembakaran akan menekan

sudut atas ring ke bawah. Hal ini mengakibatkan ring menekan dinding silinder dengan kontak penuh dan menimbulkan perapatan untuk menimbulkan tekanan yang kuat dengan langkah usaha. Khusus untuk ring kompresi yang dipengaruhi panas yang tinggi. Diusahakan sedikit mungkin pemindahan panas dari kepala piston pada ring kompresi pertama, suatu alur bendungan panas kadang-kadang digunakan. Alur bendungan panas ini adalah alur yang tipis pada kepala piston di antara alur ring pertama dengan puncak atas piston. Panas mengalir pada piston aluminium ke ring, kemudian ke alur bendungan panas. Alur bendungan panas ini mentransfer panas seminimumnya. Beberapa piston aluminium menggunakan besi nikel atau perpaduan logam besi tuang pada kepala piston. Alur ring atas dibentuk pada bagian logam tersebut. Demikian alur ring atas pada piston aluminium bentuk pelindung luar, alur ini disisip penuh sepanjang alur ring. b). Ring Pengatur Pelumas Ring pengatur pelumas digunakan untuk mengikis minyak pelumas yang surplus pada dinding silinder. Hal ini bukan pekerjaan yang mudah, banyak waktu dan uang yang habis merencanakan ring pengatur pelumas.

20

Ring pengatur pelumas alur dan sisi pengikis yang direncanakan untuk mengikis pelumas yang surplus dari dinding silinder. Minyak pelumas di antara sisi pengikis melalui lubang pada ring pada lubang laluan atau lubang bor pada dasar alur ring. Dari sana minyak pelumas keluar dan jatuh ke rongga engkol.

Gambar 23. Ring Pengatur Pelumasan ( Ring Oli) Ring pengatur pelumas sering juga disebut ring ketiga (Third Ring). Ada dua tipe ring pengatur pelumasan tipe integral dan tipe three piece yang sering digunakan. 1)) Tipe Integral Tipe integral ini, pegas olinya dilengkapi dengan beberpa lubang untuk pengembalian oli. Lubang-lubang ini menembus lubang pada alur pegas piston. Kelebihan oli yang dikikis oleh ring ini masuk ke dalam lubang ini dan kembali kedalam piston. 2)). Tipe Three Piece Ring pengatur pelumasan tipe ini terdiri dari side rail yang fungsinya untuk mengikis kelebihan oli dan expander yang mendorong side rail dan menekan pada dinding silinder dan ring groove. Tipe three piece ini fungsinya sama dengan tipe integral c). Celah Ujung Pegas Ring Ring piston akan mengembang bila dipanaskan sama halnya dengan piston. Dengan alasan ini ring piston dipotong pada satu tempat dan celahnya diposisikan di 21

sebelah kiri ketika terpasang didalam silinder. Celah ini disebut celah ujung pegas ring (ring end gap). Besarnya celah bermacam-macam tergantung pada jenis mesin dan umumnya antara 0,2 – 0,5 mm pada temperatur ruangan. Celah ujung ring yang berlebihan akan menurunkan tekanan kompresi, sebaliknya celah yang kecil dapat menyebabkan kerusakan pada mesin bila ujung ring saling berhubungan akibat dari pemuaian, ring menjadi melengkung dan merusak dinding silinder.

Gambar 24 Celah Ujung Pegas Ring

e. PENA PISTON Piston ditumpu pada batang torak dengan pena baja. Pena ini disebut Pena Piston (Pin Piston) dapat dimasukkan dari satu sisi piston, melalui lubang puncak batang torak kemudian melalui sisi lain dari piston. Pena piston umumnya berlubang, untuk mengurangi berat. Pena ini dikeraskan untuk mencegah keausan permukaan memanjang. Proses pengerasan untuk mengeraskan permukaan baja tetapi bagian dalamnya lebih lunak untuk mencegah kegetasan. Pengerasan ini setebal 0,004 inch sampai pada berapa dalam yang diinginkan. Tetapi, hal ini memberi sedikit keuntungan

22

dalam membuat pengerasan beberapa kedalaman kemudian hanya beberapa per ribu inch. Pena piston dikerjakan sangat teliti dan pengasahan yang sangat halus.

Gambar 25. Pena Piston (Pin Piston) 1). Pemasangan Pena Piston Pena piston dipasang antara batang piston dan pistonnya dengan cara yang berbeda. Cara pertama pena piston terikat pada batang piston dan piston menggunakan bantalan selubung. Pada tempat itu bantalan/ kuningan di pres ke piston untuk mencegah permukaan bantalan.Dalam prakteknya memerlukan pres yang sesuai (gesekan pada dua batang) di antara pena piston dan batang piston, dengan gerakan pena pada bantalan aluminium piston. Dengan cara lain pena piston diikat pada satu bantalan dan membuat batang piston bergerak pada pena. Cara ini, batang piston bagian atas bantalannya dari kuningan. Cara selanjutnya, pena berada pada kedua tumpuan bantalan piston dan dijamin Snap Ring yang ditempatkan pada alur pada ujung bantalan pena piston. Pena piston ini bebas dari putaran pada bantalan piston dan batang torak. Pena piston ini disebut pena mengapung bebas.

Gambar 26. Jenis Pemasangan Pin Piston

23

f. BATANG PISTON
Batang piston digunakan untuk menghubungkan piston dengan poros engkol. Lengan batang piston bagian atas dari suatu batang bergerak (mengayun turun naik) di mana batang pemutar (big end bearing) bagian bawah berputar. Bantalan pada lengan batang torak gerakannya sangat sedikit permukaan bantalan dapat kecil. Batang pemutar putarannya sangat cepat dan pena engkol berputar di dalam batang torak. Kecepatan putar ini cenderung untuk memproduksi panas dan keausan. Pembuatan batang torak sebaiknya, bagian batang pemutar yaitu tempat bantalan menginginkan yang lebih besar. Ujung lengan pemutar mempunyai lubang untuk pena piston. Ujung bagian batang pemutar terbagi dua dan dapat dipasang pada pena engkol. Bagian bawah dan atas dari lengan pemutar diikat dengan baut. Bagian bawah dan atas harus diberi nomor dan bila memasang nomor tersebut harus berpasangan pada satu sisi. Hal ini untuk mencegah terbaliknya posisi tutup bantalan bila dipasang pada pena engkol.

Gambar 27. Batang Piston Terbaliknya posisi tutup bantalan akan membuat lubang bantalan menjadi oval. Dalam pembuatan pena engkol, lubang batang pemutar bagian atas dan bawah diikat dengan baut dan lubangnya dibor dengan ukuran yang teliti. Lubangnya mungkin tidak pada titik tengahnya. Jika tutupnya posisinya salah, lubang atasnya mungkin tidak segaris dengan lubang bawah. 1) Konstruksi Batang Piston

24

Batang torak umumnya terbuat dari baja campuran. Batang torak ini ditempa dengan mesin tempa. Yang paling diinginkan adalah bentuk konstruksi I. Beberapa batang torak dibuat dari aluminium. Umumnya untuk mesin kecil/tenaga ringan. Mesin kecil sering menggunakan bahan batang torak bantalan bawah dan atas dari aluminium. Khusus batang torak aluminium untuk yang berkecepatan tinggi, mesin berkemampuan tinggi dapat dibeli dari toko mesin khusus.

2). Bantalan Batang Piston
Seperti yang telah diterangkan bantalan pena torak dibuat dari bantalan selubung kuningan untuk permukaan bantalan. Jika dengan torak diikat dengan baut atau dipres terhadap pena piston, tidak dapat digunakan bantalan khusus. Untuk hal ini bantalan pada lubang pena piston pada piston. Pada batang pemutar digunakan bantalan daun yang disisipkan yang presisi. Lubang bantalan pada batang pemutar lubangnya lebih besar dari pada pena engkol dan suatu Bantalan Daun Piston ditempatkan di antara batang pemutar dan pena engkol. Suatu bantalan daun sisipan umumnya tidak dapat berputar pada batang pemutar. Bantalan ini terjamin di tempatnya dengan bibir pengunci pada bantalan daun dan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan batang pemutar. Bantalan daun harus duduk baik pada batang pemutar untuk memudahkan panas pada batang pemutar. Untuk meyakinkan kedudukan yang sempurna, bantalan daun dibuat muncul sedikit dari permukaan untuk bantalan. Pemunculan ini tidak kurang dari 0,001 – 0,002 inch.

Pemunculan ini disebut tinggi kekuatan merapat. Bila tutup bantalan bawah dan atas dipasang bersama, bantalan daun merapat pada tutup atas dan bawah, menekan bantalan lebih merapat pada kedua tutup bantalan
Suatu bantalan daun dasar pertama adalah plat baja. Bentuknya dibuat sedemikian rupa dan padu. Bagian dalam dilapisi dengan bahan yang lain, dan lapisan ini berhubungan dengan poros.

25

Beberapa bantalan daun plat baja dilapisi dengan timah hitam dengan tebal 0,002 – 0,005 inch. Bantalan yang lainnya plat baja dilapisi dengan tembaga, timah hitam, timah dituang sangat tipis 0,001 inch timah putih murni. Pada pemakaian yang lain dilapisi dengan aluminium. Bantalan yang ideal tidak mudah membuatnya, dari berbagai keuntungan, ada juga kerugiannya. Suatu bantalan yang baik mempunyai beberapa karakteristik. Bantalan dipengaruhi tekanan berbahaya dari langkah pembakaran. Hal ini sebagaimana menarik poros engkol ke atas dan menekan ke bawah. Bantalan harus tidak menjadi berubah dan retak atau harus tidak mengembang dari perubahan tekanan.

Gambar 28. Bantalan Batang Piston

Bahan bantalan harus terjadi lapisan permukaan pelumas tidak sempurna, poros duduk atau poros jalan tidak akan rusak oleh kikisan dan goresan. Disamping itu bahan
bantalan harus tahan terhadap berbagai pengaruh karat bila terjadi penguapan atau zat asam dalam rongga engkol.

Tidak ada permukaan yang sempurna benar. Rata-rata suatu poros engkol, batang torak, bantalan sangat presisi, kita tidak mengharapkan pemasangan poros engkol tidak sempurna dalam beberapa detik. Jika benda kecil masuk pada permukaan bantalan,

26

benda kecil tersebut masuk ke dalam bahan bantalan dan tidak melakukan pengikisan atau penggoresan pada poros engkol. Kekuatan bahan harus tidak kurang bila pada temperatur kerja. Kekuatan-nya harus tetap bila keadaan dingin dan panas, beberapa gaya dan usahan merusak bantalan. Tiap bantalan daun mempunyai lubang kecil untuk saluran minyak pelumas. Beberapa bantalan daun mempunyai alur dangkal pada permukaan untuk saluran pelumas untuk memancarkan keluar.

g. POROS ENGKOL Tenaga yang digunakan untuk menggerakkan roda kenderaan dihasilkan gerakan batang piston dan dirubah menjadi gerakan putaran pada poros engkol. Poros engkol menerima beban yang besar dari piston dan batang piston serta berputar dengan kecepatan tinggi. Dengan alasan tersebut poros engkol umumnya dibuat dari baja carbon dengan tingkatan serta mempunyai daya tahan yang tinggi konstruksi poros engkol seperti diperlihatkan di bawah ini.

27

Gambar 29. Poros Engkol

1). Bantalan Poros Engkol Crankpin dan jounal poros engkol menerima beban yang besar dari tekanan gas pembakaran dari piston dan berputar pada putaran tinggi. Oleh sebab itu digunakan bantalan-bantalan antara pin dan journal yang dilumasi dengan oli untuk mencegah keausan serta mengurangi gesekan. Poros engkol atau bagian-bagian lainnya yang berputar pada kecepatan tinggi di bawah beban besar menggunakan bantalan tipe sisipan (insert type bearing), tipe ini mempunyai daya tahan serta kemampuan mencegah keausan yang baik. Tipe bantalan sisipan ini terdiri dari lapisan baja dan lapisan metal di dalamnya. Bantalan ini berhubungan langsung dengan crankpin atau journal Lapisan baja mempunyai bibir pengunci untuk mencegah agar bantalan tidak ikut berputar.

Gambar 30. Bantalan Poros Engkol Tipe bantalan sisipan ini ada beberapa macam, masing-masing mempunyai lapisan metal yang berbeda. Umumnya bantalan model sisipan dibuat dari metal putih, kelmet metal atau alumanium

h. RODA PENERUS

28

Roda penerus (flywheel) dibuat dari baja tuang dengan mutu yang tinggi yang diikat oleh baut pada bagian belakang poros engkol pada kenderaan yang menggunakan transmisi manual. Poros engkol menerima tenaga putar dari piston selama langkah usaha. Tetapi tenaga itu hilang pada langkah-langkah lainnya seperti kehilangan momen enersia dan kehilangan akibat gesekan Roda penerus menyimpan tenaga putar selama proses langkah lainnya kecuali langkah usaha oleh sebab itu poros berputar secara terus menerus. Hal ini menyebabkan mesin berputar dengan lembut yang diakibatkan getaran tenaga yang dihasilkan.

Gambar 31. Roda Penerus

3. Mekanisme Katup. Suatu poros bubungan mesin digunakan untuk membuka dan menutup katup. Satu bubungan pada poros bubungan untuk setiap katup pada mesin. Umumnya hanya satu poros bubungan pada setiap mesin. (Pada mesin sederhana digunakan dua poros bubungan dan susunan katup T sebagai illustrasi lebih baik hubungan kerjanya pada ujung poros engkol).

29

Gambar 32 Mekanisme Katup

Suatu poros bubungan mempunyai bantalan tumpuan seri sepanjang poros. Poros bubungan berputar setengah putaran dari poros engkol. Bubungan penekan umumnya tidak datar, sepanjang puncaknya kuat. Bagian bawah tappet halus dan rata dan bubungan penekan tirus. Bidang ini bubungan penekan berhubungan dengan tappet pada satu sisi garis tengah. Sebuah gigi pada poros bubungan untuk memutarkan distributor dan pompa pelumas. Poros bubungan gerak bebasnya menggunakan washer (cincin) penjamin tempatnya di belakang gigi timing poros bubungan yang diikat baut pada blok mesin. Atau, sebuah pegas penekan plunyer digunakan untuk menekan pada ujung poros bubungan. Sebuah bubungan tambahan pada poros bubungan untuk menggerakkan pompa bahan bakar. Jenis poros bubungan terbuat dari baja tuangan atau baja tempa. Sepanjang bubungan penekan dikeraskan. Poros bubungan dapat diputar dengan gigi timing, rantai timing, atau sabuk bergigi. Gigi poros bubungan terbuat dari baja tuang, aluminium atau fiber pres khusus. Gigi untuk rantai timing terbuat dari baja tuang.

30

a. K A T U P Tiap silinder mesin umumnya mempunyai dua katup. Tetapi, beberapa mesin mobil balap menggunakan empat katup tiap silinder. Katup buang terbuat dari logam tahan panas, sebab panas kerja katup temperaturnya 1300°F. Panas tersebut nyatanya untuk konstruksi katup digunakan kua1itas baja yang baik. Dalam pengaturan pencegahan terbakarnya, katup harus menyalurkan panas pada dudukan katup dan batang katup. Katup harus berhubungan yang baik dengan dudukan katup dan harus dapat berputar pada penghantarnya dalam kelonggaran yang minimal. Beberapa katup mempunyai pengerasan permukaan yang khusus pada permukaan katup untuk menambah umum pemakaiannya.

Gambar 33 Katup Masuk dan Katup Buang Pada gangguan yang lain menggunakan batang katup yang berongga dan diisi dengan metalik sodium. Pada temperatur kerja, metalik sodium menjadi cair dan memercik pada kepala katup. Hal ini akan memindahkan panas pada batang penghantar di mana panas itu disalurkan ke penghantar katup.

b. DUDUKAN KATUP Umumnya dua jenis sudut yang digunakan dudukan katup yait 30 dan 45 derajat. Berbagai pengerjaannya digerinda berbeda satu derajat antar permuka-an katup dan dudukan katup untuk membuat kedudukan yang lebih kuat.

31

Dudukan katup dasarnya 45 derajat dan katup 44 derajat, atau sebaliknya. Dudukan katup dapat dipotong pada blok logam (jika besi tuang), atau khusus, baja keras disisipkan dapat dipres ke dalam blok. Dudukan katup dapat juga dikeraskan. Permukaan katup dan dudukannya harus dibuat dengan kontak yang baik untuk meyakinkan operasi kerja yang efisien.

Gambar 34. Dudukan Katup

c. PENGHANTAR KATUP Penghantar katup dapat dibuat pada kepala silinder, atau dapat dibuat terpisah, kemudian dipres ke dalam lubang pada kepala silinder atau blok silinder, bergantung pada jumlah katupnya. Jenis penghantar katup yang dipres dibuat dari besi tuang. Batang katup harus sesuai dengan penghantar katup dengan kelonggaran sekitar 0,002 – 0,003 inch. d. PEGAS KATUP. Katup menutup karena tekanan pegas bila posisi bubungan penekan di bawah. Sejak pegas memendek dan memanjang lebih dari 70.000 kali per jam pada 50 mph, pegas tersebut harus dibuat dari kawat pegas kualitas yang baik.

32

Gambar 35. Pegas Katup Telah diterangkan bagaimana pegas dipasang pada katup dengan per-tolongan piringan pegas dan cincin penjamin. Beberapa pegas mempunyai belitan lebih rapat pada satu ujung dan renggang pada satu ujung. Pada pemasangan jenis ini, ujung belitan yang rapat harus ditempatkan melawan kepala silinder atau blok silinder, di mana dapat menimbulkan akibat. Beberapa mesin menggunakan dua pegas, pegas yang satu lagi ditempatkan di dalam belitan pegas yang lebih besar.

e. TAPPET 1). TAPPET (MEKANIK) Tappet mekanik umumnya dibuat dari besi tuang. Bagian bawah yang berhubungan dengan bubungan adalah dikeraskan. Beberapa tappet adalah berongga untuk mengurangi beratnya. Suatu pasangan baut nyetel dan mur pengikat ditempatkan di bagian atas untuk menyetel jarak ujung batang katup dengan tappet.

33

Gambar 36. Tappet Mekanik 2). TAPPET (HIDROLIK) Tappet hidrolik tugasnya sama dengan tappet mekanik. Perbedaan besar, tappet hidrolik adalah menyetel pendiri, bekerja dengan tidak ada jarak (celah) tappet dengan lengan penekan, dan bekerjanya di bawah tekanan kerja minyak pelumas mesin.

Gambar 37 Hidrolik Tappet

Bekerjanya, minyak pelumas di bawah tekanan kerja masuk ke bodi tappet hidrolik. Minyak pelumas melalui sebuah saluran kecil di bawah piston tappet, ke dalam belokan lubang piston. Minyak pelumas mengangkat piston ke atas hingga batang penumbuk dengan tappet berhubungan. (Tidak begitu besar tekanan minyak pelumas untuk membuka katup tappet hidrolik). Bila bubungan mengangkat tappet, tekanan bekerja pada piston tappet, Piston tappet mencoba memancarkan minyak pelumas

34

kembali melalui lubang kecil tetapi tidak dapat kemudian katup bola kecil menutup salurannya. Sejak bubungan mengangkat, tappet menjadi rongga tertutup dan mengangkat katup. Bila bubungan posisi tidak menekan, tappet terdorong ke bawah oleh batang pendorong. Kemudian tappet menyetel otomatis untuk membentuk kelonggaran (celah ) 3). BANTUAN PUTARAN TAPPET Jika katup bergerak ke atas dan ke bawah dalam tempat yang sama secara terusmenerus, karbon timbul di antara permukaan katup dan permukaan katup dapat mengakibatkan katup menjadi tetap terbuka (bocor). Hal ini akan dapat mengakibatkan katup terbakar. Jika katup sering berputar dengan derajat yang kecil tiap putaran, suatu pembersihan di antara permukaan katup dan dudukan akan terbentuk. Hal inilah yang mengatasi pembentukan karbon. Putaran dapat juga membantu untuk mencegah lokasi titik panas selama gerakan katup terpelihara dari bidang panas.
4). PUTARAN BEBAS Ada beberapa cara mengakibatkan katup berputar saat membuka dan menutup. Satu dengan menggunakan jenis mekanisme bebas. Hal ini bebas dari tekanan pegas dari katup, bila terbuka, dan putaran timbul dari getaran mesin. 5). JENIS PUTARAN POSITIP Suatu contoh pemutar positif seperti dalam mekanismenya, bila tappet menekan batang katup atau batang pendorong, tekanan pegas katup pada dudukan kolar (piringan) tertekan ke bawah pada cincin fleksibel. Cincin fleksibel kemudian tertekan ke bawah pada bola, mengakibat-kannya bergerak putar arah ke bawah dalam alurnya (alur kecil sebagai penghantar bola). Gerak putar bola memegang kuat dan katup berputar beberapa derajat. Bila katup

35

menutup, tekanan tappet terlepas dan pegas bola mengakibatkan bola bergerak putar kembali dalam alurnya. Bagian ini kemudian kembali lagi pada fungsinya.

f. DIAGRAM KATUP Kedua katup pemasukan dan pembuangan membukanya lebih lama dari pada langkah piston. Berbagai derajat pembukaan atau penutupan katup sebelum TMA atau TMB, bergantung pada perencanaan mesin. Deraiat pembukaan atau penutupan adalah satu spesifik mesin. Dapat dilihat derajat pembukaan katup masuk 20 derajat sebelum TMA pada langkah pemasukan. Menutup sekitar 67 derajat sesudah TMB. Katup buang membuka 69 derajat sebelum TMB pada langkah usaha. Katup ini tidak tertutup sampai 27 derajat sesudah TMA pada langkah usaha.

Gambar 38. Daigram Katup

Mempercepat menutup dan memperlambat menutup kedua katup lebih besar untuk memperbaiki pemasukan kesegaran campuran bahan bakar dengan udara dan melanjutkan pembuangan gas bekas. 36

Katup masuk dan buang bagiannya sama terbuka dalam waktu yang sama. Sebagai contoh, katup buang terbuka 20 derajat sebelum TMB dan katup buang terbuka 27 derajat sesudah TMA pada waktu yang sama langkah pemasukan. Hal ini tidak merugikan bekerjanya mesin. Bila suatu katup menutup atau membuka, berapa cepat katup itu akan semakin membuka atau menutup, berapa lama katup itu membuka, dan berapa cepat katup akan menutup bergantung pada bentuk bubungan penekan dan posisi poros bubungan dalam hubungannya pada poros engkol. Kedua gigi rantai timing umumnya diberi tanda untuk meyakinkan diagram katup yang benar. Bila garis lurus melalui garis tengah kedua poros segaris dengan tanda pengapian, berarti tanda pengapian sudah benar. Poros bubungan didudukkan pada satu sisi poros engkol umumnya pada mesin segaris (terkecuali mesin yang menggunakan poros bubungan di atas kepala). Pada mesin jenis V, poros bubungan umumnya ditempatkan di atas poros engkol pada daerah garis tengah blok. Katup mesin tidak selalu bekerja langsung pada poros bubungan. Mesin katupnya di atas kepala menggunakan mekanik tambahan menggerakkan katup.

Rangkuman 1. Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan
proses pembakaran 2. Ditinjau dari tempat pembakarannya motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar 3. Motor pembakaran dalam adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri 4. Ditinjau dari langkah motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah

37

5. Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crankshaft 6. Motor 4 langkah adalah motor yang sekai usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crankshaft

7. Bahan bakar motor bensin adalah bensin sedangkan motor diesel menggunakan solar
8. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi sedang motor diesel dengan kompresi tinggi. 9. Engine ditinjau dari jumlah silindernya ada engine bersilinder satu, dua,tiga, empat, enam dan seterusnya. 10. Komponen utama motor cylinder block, cylinder head, valve mechanism, piston assy, crank shaft, flywheel, cam shaft dan oil pump 11. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston, tempat pembakaran dan menopang komponen engine lainnya 12. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar 13. Jenis ruang bakar motor bensin setengah bulat, baji, bak mandi dan pent roof 14. Kelengkapan piston piston, piston ring, conecting rod, piston pin, bearing cap dan inser bearing 15. Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas dan juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik 16. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pad poros engkol 17. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi sedang ring oil untuk menyapu oi pada dinding silinder 18. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod 19. Poros engkol untuk meneruskan putaran motor ke flywheel 20. Roda penerus untuk meneruskan putaran/tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol

38

21. Panci oli untuk menampung oi motor

Test Formatif 1. Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar 2. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 3. Jelaskan yang terjadi di bawah dan di atas piston pada motor bensin 2 langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB 4. Jelaskan dua kemungkinan yang terjadi di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA 5. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya 6. Sebutkan 8 komponen engine berserta fungsinya masing-masing 7. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin 8. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing 9. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston 10. Sebutkan fungsi poros engkol dan poros nok Kunci Jawaban 1. Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran 2. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran poros engkol dan motor yang sekali usaha memerlukan 4 langkah piston atau 2 kali putaran poros engkol 3. Di bawah piston terjadi tekanan, campuran baru terkirim ke ruang bakar, karena di atas piston terjadi isapan, sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka.

39

4. Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka dan kemungkinan kedua langkah kompresi apabila kedua katup tertutup 5. Inline, V dan horizontal berlawanan 6. a. Blok motor untuk tempat pembakaran, tempat kerja piston, b. Kepala silinder mebentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanism katup, c. Kelengkapan piston untuk mengkompresikan campuran gas dan untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. d. Mekanik katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston, e.Poros engkol untuk meneruskan putaran motor ke flywheel, f. Poros nok untuk menggerakkan mekaism katup, g. Flywheel untuk meneruskan putaran /tenaga ke power train, dan putaran starter motor ke poros engkol, h. Panci oli untuk menampung oli motor 7. Setengah bulat, baji, bak mandi dan pint roof 8. Piston untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik untuk

mengkompresikan campuran bahan bakar, Ring piston untuk perapat dan penyapu oli, Conecting rod untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol, Pena piston untuk menyambung piston dan conecting rod, bearing cap untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat conecting rod pada pin journal poros engkol, insert bearing sebagai bantalan. 9. Fixed, Full floating dan semi floating 10. Penerus putaran ke flywheel dan penggerak mekanik katup.

40

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful