RINGKASAN Berdasarkan kondisi masyarakat China Benteng di

Kampung Cukang Galih tersebut, peneliti melihat terdapat suatu permasalahan berkaitan dengan dampak perubahan sosial yang terjadi dengan perubahan tradisi yang diperlihatkan oleh pergeseran nilai dalam tradisi perkawinan tradisional Masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh gambaran mengenai dampak perubahan sosial pada masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih melalui analisa pergeseran nilai dalam perubahan yang terjadi pada tradisi tersebut. Skripsi ini juga ditujukan untuk menjelaskan relevansi dari teori perubahan sosial dalam praktek kehidupan China Benteng di Kampung Cukang Galih. Selain itu, skripsi ini juga bertujuan untuk menjelaskan dampak perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih dalam kehidupan sosial – budaya. 1. Masyarakat, Kebudayaan dan Perubahan Sosial Masyarakat, menurut Prof. Koentjaraningrat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat – istiadat tertentu yang bersifat berkelanjutan, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.1 Pada sisi lain, kebudayaan, yang merupakan kata “Kebudayaan” dan “Culture” berasal dari kata Sansekerta budhhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi
1

Prof. Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Cetakan ke delapan. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002. Hal 146-147

1

4 Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa hukum adat yang berlaku dalam masyarakat mempunyai peran yang penting dalam pelaksanaan dan tata cara perkawinan. Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. 2 . Koentjaraningrat. 4 Prof. 3 Prof. praktek tradisi yang merek miliki pun mengalami perubahan. kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan. Menurut Prof. Dengan demikian kebudaya-an dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal”. Pengantar Ilmu Antropologi. CV Mondar Maju. Hal : 180. Cetakan ke delapan.2 Menurut ilmu antropologi.yang berarti “budi” atau “akal”. Seperti yang dijelaskan oleh Soerjono sudah Soekanto. Hlm. Hal : 181. Hilman Hadikusuma perkawinan menurut hukum adat adalah aturan-aturan bentuk-bentuk upacara hukum hukum adat dan yang mengatur tentang di perkawinan. 2002. perkawinan terhadap perkawinan berlaku Indonesia atau perkawinan yang mempunyai akibat hukum dalam masyarakat bersangkutan. Pengantar Ilmu Antropologi. lagi bahwa sebab terjadinya mungkin suatu juga perubahan mungkin dikarenakan adanya sesuatu yang tidak memuaskan dan masyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan suatu faktor dengan faktor2 Prof. 182. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hilman Hadikusuma.3 Salah satu bentuk tradisi kebudayaan dalam masyarkat adalah perkawinan. Bandar Lampung : 1992. 2002. Seiring dengan perubahan dalam kondisi dan kehidupan masyarakat. Koentjaraningrat. Jakarta: PT Rineka Cipta. cara-cara putusnya adat yang pelamaran. Cetakan ke delapan. tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih memiliki mata pencaharian utama sebagai petani. 6 Soerjono Soekanto. ide. Oleh karena itu.5 Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat dilihat bahwa perubahan sosial secara langsung mempengaruhi pola hidup masyarakat. yaitu keduanya berkaitan dengan suatu penerimaan cara – cara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhan – kebutuhannya. ngga ada pendidikan. meliputi gagasan. 275. 3 .faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu. Hlm.1. anak-anak saya juga petani. Hlm 267. saya ngga mau ganti profesi. Menurut pakar sosiologi Selo Soemardjan mengatakan perubahan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. Soerjono Soekanto. perubahan sosial juga juga dapat mempengaruhi bahwa perubahan sosial tradisi dan masyarakat. tindakan. Perubahan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih Selama 7 generasi mendiami wilayah Kampung Cukang Galih. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. kebiasaan dan sebagainya. Seorang anggota masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih yang bernama Kong Coan menjelaskan bahwa: “….6 2. Perubahan Perkawinan Tradisional (Cio Tao) Akibat Perubahan Sosial Masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih 2. 5 nggak mampu. Sosiologi Suatu Pengantar. Sosiologi Suatu Pengantar.

akibatnya penghasilan saya jadi menurun. Saya sendiri juga kena. paling enggak sampe SMA lah.” Berdasarkan Benteng di pernyataan Cukang narasumber Galih tersebut. Tapi disini anak-anaknya sudah banyak yang sampai perguruan tinggi. Banyak yang kena pembebasan tanah di sini. Tanahnya di jual kira-kira 2 hektar. walaupun memang keadaan ekonomi masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih pas-pasan. Tapi anak yang penting 4 . kebanyakan orang tua disini enggak pengen anak. perubahan sosial di Kampung Cukang Galih juga terjadi dalam bidang pendidikan. Saya sih tetap usaha biar anak – anak saya sekolah. Selain perubahan sosial dalam bentuk penurunan ekonomi. 1994 atau 1995. tapi anak saya ngga.pengalaman juga ngga ada.. Seperti dikatakan oleh Cong Pin : “Yah. sudahlah cukup jadi petani saja.” Perubahan sosial mulai nampak terjadi di Kampung Cukang Galih sekitar 1990-an ketika terjadi peristiwa pembebasan tanah. SD saja ngga lulus. Dalam peristiwa tersebut masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih menjual lahan sawah mereka untuk dijadikan sebagai komplek perumahan Citra Raya: “Iya ada.anaknya cuma lulusan SD seperti orang tuanya. lahan China perubahan fungsi lahan pertanian masyarakat China Kampung Citra kondisi menjadi pemukiman Raya tersebut ekonomi secara langsung mempengaruhi masyarakat Benteng di Kampung Cukang Galih. Kalau saya sih. Itu sekitar tahun 1990an.

Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan langsung. biar ada perubahan. Anak saya kuliah. Melamar aspek kehidupan 5 .2 Perubahan Tradisi Perkawinan Tradisional (Cio Tao) Akibat Perubahan Sosial Masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih Perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih dapat dilihat jelas dalam perubahan tradisi dalam perkawinan tradisional (Cio Tao) mereka. faktor lain yang juga mendorong terjadinya perubahan sosial pada masyarakat China Benteng di Kampung tampak Cukang ketika Galih terjadi adalah dalam China keterbukaan mereka terhadap unsur budaya lain. masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih telah mengalami suatu perubahan sosial karena adanya akses pendidikan yang formal. itu juga karena kemauan anak saya mencari beasiswa. 2. 1 orang sudah s2.“ Selain pendidikan formal. kesenian Gambang Kromong saat ini telah mendapat pengaruh unsur budaya lokal. yaitu musik dangdut. keterbatasan kondisi ekonomi dan keterbukaan terhadap unsur budaya lain tersebut masyarakat telah China mempengaruhi Benteng Lainnya. Contohnya terlihat dari kesenian Gambang Kromong. a. Contoh keterbukaan perayaan tersebut perkawinan tradisional masyarakat Benteng di Kampung Cukang Galih.pendidikan.

” c.” d. masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih. sekalian hemat biaya. terutama keputusan sang Ayah. Sang Djit sama hari Antar Pandjer sudah disatuin harinya..” Seorang masyarakat lain juga menyebutkan bahwa “Sang Djit itu lebih praktis kalo digabung sama hari Anter Pandjer. Sang Djit Sang Djit merupakan tradisi untuk menentukan hari pernikahan. Perubahan tradisi juga terjadi pada tradisi Kee Ceng dan An Cheng.David Kwa. yaitu. Tradisi tersebut saat ini telah mengalami perubahan sebagaimana disebut oleh Kwe Goan. kalau anaknya udah pengen nikah ya nikah aja. “…kalau sekarang mah. Kee Ceng dan An Cheng. Bertunangan Seorang warga masyarakat China Benteng di Kampung Galih yang menolak untuk menyebutkan namanya menyatakan bahwa. Jadi lebih irit juga. Anak perempuan tersebut tidak memiliki akses untuk menemui pihak laki-laki yang mengajukan lamaran dan hanya bisa mengikuti pilihan yang dibuat oleh orang tuanya.” b.“Di masa lalu. masa ditahan-tahan mau nikah mah. menyebutkan bahwa. “ Hari 6 . Erih. pihak perempuan tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan dalam proses pelamaran. Soalnya kalo dipisah-pisah ntar keluar duit lagi. “…kalau sekarang mah udah gak ada istilah tunangan. seorang ahli budaya China menyebutkan bahwa.

. The Hoa menceritakan bahwa. kalau itu kertas jatoh berarti dia udah gak perawan tapi kalau sekarang kita udah ‘gak pake deh gitu-gituan”.” e. Maksutnya habis Kee Ceng baru lanjut ke An Cheng. abis ngasi seserahan lanjut ke kamar pengantin. Rias Bakal. Oey Tjin Eng menyebutkan bahwa. “. Tradisi Main Kartu 7 . The Hoa. “…(karena Kee Ceng dan An Cheng digabungan) jadi gak perlu ngeluarin biaya lagi buat di hari yang lain lagi. Katanya sih. Hemat biaya ‘sih…” Lebih lanjut lagi.” David Kwa juga menyatakan bahwa. Nilai penting yang menyertai praktek tradisi ini berkaitan dengan kepercayaan apakah mempelai wanita tersebut masih perawan atau tidak. menceritakan bahwa. f. Seiring dengan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih maka terjadi pergeseran dalam tradisi ini. “…kalaupun ada sekarang (pedang dan kompas) harganya mahal”. Cio Tao Salah satu ketentuan yang harus dilaksanakan pada tata laksana Cio Tao adalah materi upacara Cio Tao dalam menyediakan kompas dan pedang.. menurut kepercayaan. “Jaman dulu pas rias bakal tuh jidat perempuan ditempelin sama kertas merah. pedang sama kompas sekarang udah ‘gak dipake soalnya itu barang udah susah dicari. g.kee-ceng sama hari An-cheng sekarang dibarengin.

kondisi tersebut telah mengalami pergeseran. Namun saat ini. Analisa Pergeseran Nilai Pada Perkawinan Tradisional (Cio Tao) Sebagai Dampak Perubahan Sosial Masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih 3. kedua calon pengantin tidak diperbolehkan untuk bertemu sebelum terjadi 8 . Kwe Goan. sebagaimana yang diceritakan oleh Cong Pin. Seiring dengan pergeseran nilai masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih. kalau sekarang makin susah. “dulu main kartu. “…sekarang gambang kromong musiknya udah pake dangdut. waktu cuma pake lagu klasik”.Awalnya tradisi ini adalah sebagai sumbangan masyarakat Cukang Galih terhadap tuan rumah pesta dan untuk meramaikan suasana.1. untuk membantu tuan rumah pesta balik modal. Melamar Pada jaman dulu. jadi ttp main kartu tp untuk hiburan. menyebutkan. udah campur sekarang. dihadirkan kelompok musik gambang kromong lengkap dengan penarinya. Kesenian Tari Cokek dan Gambang Kromong pada perayaan perkawinan tradisional Sebagai hiburan. ‘gak asli lagi kaya dulu. yang disebut Wayang Cokek.” h. pake taruhan uang. 3. Bentuk dan Alasan Perubahan Perkawinan Tradisional China Benteng Di Kampung Cukang Galih a.

keputusan sang ayah dari anak perempuan namun pada jaman sekarang keadaan tersebut sudah tidak diberlakukan lagi di masyarakat Cukang Galih. sehingga ayah bukan sekedar pemberi restu tetapi pihak yang mengijinkan anak wanita tersebut diikat dalam ritual Cio Tao. Saat ini sang anak sudah bebas menentukan pilihan calon pengantinnya. Tunangan 9 . b. Alasan perubahan prosesi melamar dalam tradisi pra upacara perkawinan tradisional China Benteng di Kampung Cukang Galih ini dikarenakan jaman dulu kedudukan sosial pria diatas kedudukan sosial wanita. mereka yang mendapat pengaruh dari sistem pendidikan formal telah mengubah pola pikir yang lebih terbuka dengan sistem pria. lapisan Karena masyarakatnya unsur yaitu adanya setempat persamaan kedudukan sosial diantara wanita dan pengaruh budaya tersebutlah masyarakat China Benteng di Kampung dan orang tua mereka juga menyerahkan sepenuhnya pilihan tersebut kepada Cukang Galih pada jaman sekarang yang sudah lebih terbuka dan para orang tua juga sudah membebaskan anaknya untuk mencari pasangannya sendiri. anaknya. Saat ini keadaan tersebut sudah tidak sesuai dengan masyarakat Cukang Galih. Peran dan tanggung jawab ayah sangat dominan saat menikahkan anak wanitanya tersebut.

waktu tunangan yang biasanya lama. Hal ini dikarenakan selain menunggu persetujuan ayah dari pihak calon mempelai wanita juga untuk menyiapkan segala persiapan perkawinan yang akan dilaksanakan. orang tua dari pihak mempelai pria dengan orang tua pihak mempelai perempuan juga menentukan hari Antar Pandjer. Hal ini masih tetap dilakukan di Kampung Cukang Galih. Namun saat ini terjadi perubahan dalam waktu pelaksanaannya. dan hari kawin. Pihak pria juga menyerahkan uang pesta dan uang susu. sesuai dengan pernyataan narasumber. Saat ini. membutuhkan proses sangat sekitar 3-6 bulan. yang disebut Antar Pandjer. tradisi tunangan ini dipersingkat c. Pada hari tersebut Pihak pria/keluarga pria dan kerabat dekat mengantar 10 . Saat ini. yaitu di hari Sang Djit dilangsungkan juga hari mengantar barang-barang yang akan diberikan kepada pengantin perempuan dan keluarga. hanya saja persiapan untuk pesta perkawinan itu tetap dilakukan namun tidak memakan waktu yang sangat lama seperti pada proses tunangan jaman dulu. proses tunangan pada masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih tersebut tidak sudah tidak dilakukan.Pada jaman dahulu. Alasan perubahan prosesi tunangan pada pra – upacara perkawinan tradisional masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih. hari An Cheng. Sang Djit Dalam proses Sang Djit.

barang untuk pemakaian si pengantin wanita dari sang ibu sebagai bekal calon pengantin perempuan pada saat menikah dan berumah tangga. Alasan perubahan hari Sangdjit dengan hari Antar Pandjer digabung menjadi satu hari pada pra upacara perkawinan tradisional masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih dikarenakan oleh keadaan ekonomi mereka yang terbatas. d. Masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tersebut. yaitu pada waktu pelaksanaan pelaksanaan prosesi Kee Ceng tetap yang digabung oleh menjadi satu hari dengan hari An Cheng. Kee Ceng dan An Cheng Hari khusus dimana pemberian barang .seperangkat lengkap pakaian mempelai wanita dan mas kawin. Prosesi kee-ceng dilakukan masyarakat China Benteng Di Kampung Cukang 11 . Pada jaman dulu pemberian bekal ini dilakukan disatu hari khusus sebagai pemberian hadiah serta guna melindungi anak perempuan mereka dari gunjingan keluarga pihak pengantin. Mereka akhirnya mengubah waktu pelaksanaan Hari Sang Djit dengan Hari Antar Pandjer digabung menjadi satu hari. Saat ini pada prosesi Kee Ceng di Kampung Cukang Galih berubah. Dengan menyesuaikan keadaan ekonomi. bergantung pada hasil panen mereka yang tidak menentu. Oleh karena itu masyarakat tersebut telah berpikir tentang masalah efisiensi waktu dan biaya.

Alasan prosesi Hari Kee Ceng dengan Hari An Cheng digabung menjadi satu hari dikarenakan pertimbangan masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih terhadap masalah waktu dan biaya sesuai dengan pemaparan yang disampaikan oleh masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih. tradisi ini merupakan salah satu tradisi yang dianggap penting karena melalui tradisi ini dapat ditentukan apakah calon mempelai perempuan masih perawan atau tidak. Jika kertas tersebut menempel dan bertahan di dahi calon mempelai wanita maka diyakini masih perawan. Metode yang digunakan untuk menentukan hal tersebut adalah dengan menempelkan semacam kertas merah di dahi calon mempelai wanita. pola pikir dan logika masyarakat China Benteng di Kampung Cukan Galih mengenai tradisi tersebut mengalami perubahan. Sebaliknya. metode tersebut 12 . Seiring dengan akses pendidikan formal di Kampung Cukang Galih. e. Rias Bakal Tradisi Rias Bakal merupakan tradisi merias calon mempelai wanita. jika kertas tersebut terjatuh makan calon mempelai wanita akan dianggap sudah tidak perawan lagi. Narasumber masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih menjelaskan bahwa saat ini metode pengujian keperawanan melalui kertas merah tersebut sudah tidak digunakan lagi. Pada masa lalu. namun mereka lebih menggunakan istilah Hari An Cheng.Galih.

gunting. Keadaan ini terjadi karena tidak semua masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih mampu menyediakan barang-barang tersebut. Tradisi Main Kartu Pada masa lalu. permainan kartu di rumah Tuan Pesta. pelita minyak. Jaman sekarang kompas dan pedang sudah tidak di pakai lagi. kondisi barang yang sudah langka serta keterbatasan ekonomi menyebabkan masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih hanya menggunakan materi upacara sekarang. Tetapi sekarang.dapat dikatakan tidak logis karena tidak memiliki alasan keilmuan yang rasional. pedang. Menurut mereka. cermin. permainan kartu ini menggunakan uang merupakan bentuk sumbangan masyarakat terhadap yang mudah ditemukan pada jaman 13 . timbangan obat Tiong Hoa. benang sutra. untuk mengetahui apakah seseorang masih perawan atau tidak dapat melalui cara-cara lain yang lebih akurat. di atas gantang (takaran beras) terdapat beberapa benda yang menyimbolkan makna tertentu pada masing-masing benda. Materi Upacara pada ritual Cio Tao dalam perkawinan tradisional Cio Tao Pada jaman dulu. dan kompas. sisir. g. f. seperti buku Lah-jit. tidak semuanya ada atau kurang lengkap. Sesuai dengan kondisi yang dipaparkan oleh anggota masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih. penggaris Tiong Hoa.

dalam hal ini lagu – lagu dangdut yang lebih diminati oleh masyarakat tersebut. kesenian yang ditampilkan adalah lenong. Kesenian Tari Cokek dan Gambang Kromong pada perayaan perkawinan tradisional Saat ini. Kampung kartu Cukang tidak lagi menggunakan China uang di Menurut masyarakat Galih. Kesenian Gambang Kromong mengalami perubahan pada lagu – lagu yang dibawakan.2. Benteng keterbatasan ekonomi menyebabkan mereka tidak mempunyai uang lebih untuk dipertaruhkan dalam permainan kartu ini. permainan taruhan. 3.Tuan Pesta. Selain gambang kromong. Lagu – lagu yang dibawakan pun telah mendapat pengaruh budaya lokal setempat. h. Perubahan tersebut dikarenakan masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih yang merasa tidak sesuai dengan keadaan saat ini dan tidak puas dengan hiburan lagu – lagu klasik tersebut akhirnya melakukan perubahan pada pada lagu – lagu yang dibawakan oleh kesenian Gambang Kromong. Saat ini kondisi tersebut sudah berubah. Pengaruh Pergeseran Nilai Pada Perkawinan Tradisional (Cio Tao )Terhadap hasil Masyarakat wawancara China dan Benteng di Kampung Cukang Galih Berdasarkan pengamatan langsung berikut ini pergeseran nilai yang ditemukan 14 . yaitu suatu bentuk seni budaya lokal betawi yang telah beradaptasi dengan masyarakat di Kampung Cukang Galih.

Pergeseran nilai tradisi Perubahan dalam tata cara. Pergeseran nilai seni Perubahan sosial masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih yang didorong oleh faktor keterbukaan mereka terhadap unsur budaya lain. Pergeseran nilai tradisi dalam Cio Tao menyebabkan terjadi perubahan dalam Cio Tao itu sendiri dimana pelaksanaan perkawinan tradisional Cio Tao di Kampung Cukang Galih saat ini berbeda dengan ketentuan Riwayat 40 Taon Tiong Hoa Hwe Koan dalam hal merayakan perkawinan yang dilaksanaan pada masa lalu. Namun pada saat ini. lagu Pergeseran nilai seni tersebut terlihat pada kromong dalam perayaan tradisi – lagu yang dibawakan oleh kesenian gambang perkawinan tradisional tersebut. b. Pada jaman dulu. telah mempengaruhi nilai seni yang terdapat dalam perayaan tradisi perkawinan tradisional mereka. lagu – lagu yang dibawakan merupakan lagu – lagu klasik berhaluan nada selendro yang masih kental dengan budaya nenek moyang mereka. keterbukaan masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih terhadap unsur budaya lain telah mengubah lagu – 15 .pada perkawinan tradisional masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih : a. pelaksanaan dan materi dalam Cio Tao memperlihatkan adanya pergeseran nilai tradisi dalam upacara perkawinan tradisional tersebut.

Saat ini. Sejalan dengan yang dikatakan oleh oleh Soerjono Soekanto. bahwa sebab terjadinya suatu perubahan mungkin dikarenakan adanya sesuatu yang sudah tidak lagi memuaskan dan mungkin juga masyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.lagu yang dibawakan unsur oleh kesenian gambang tetap kromong. pengetahuan masyarakat China Benteng di Cukang Galih mengenai lagu-lagu klasik tersebut sangat minim dibandingkan dulu saat lagu-lagu tersebut masih dimainkan dalam seni Gambang Kromong 4. Pergeseran nilai seni tersebut telah mempengaruhi pengetahuan mereka terhadap budaya asli masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih. Perubahan sosial di bidang-bidang tersebut secara 16 . pendidikan dan keterbukaan budaya. yaitu lagu – lagu dangdut yang merupakan pengaruh budaya lokal. SIMPULAN Perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih telah mempengaruhi tata nilai yang terdapat di dalam masyarakat tersebut. Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih yaitu perubahan di bidang ekonomi. Mereka membawakan lagu – lagu tersebut dengan alat musik yang terdapat pada kesenian gambang kromong.

17 . Perubahan dalam tradisi Cio Tao tampak dalam pergeseran nilai-nilai dalam tata cara. Berdasarkan wawancara dan pengamatan Cio Tao secara langsung. pendidikan dan budaya mereka saat ini. pelaksanaan dan materi yang terdapat dalam Cio Tao. Perubahan dalam nilai tradisi dan seni tersebut adalah bentuk penyesuaian dari Masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih terhadap tradisi perkawinan Cio Tao sesuai dengan kondisi ekonomi. nilai-nilai yang berubah adalah nilai tradisi dan nilai seni.langsung menyebabkan terjadinya perubahan dalam tradisi Cio Tao atau perkawinan tradisional masyarakat China Benteng di Kampung Cukang Galih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful