Bab 1 PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG

Dalam berbagai pertemuan tingkat internasional tentang kekayaan intelektual dan pengetahuan tradisional (traditional knowledge) timbul banyak tuntutan untuk adanya perlindungan terhadap bentuk-bentuk “teknologi masyarakat (indigenous technology).” Hal ini disebabkan semakin meningkatnya kesadaran bahwa komersialisasi berbagai bentuk teknologi masyarakat seharusnya tidak mengabaikan kepentingan komunitas pemiliknya. Telah banyak terjadi eksploitasi teknologi masyarakat dengan mengabaikan aspek kompensasi bagi pemiliknya seperti misalnya produksi jamu/obat-obatan tradisional, penyelenggaraan fashion show dengan desain tradisional, dan lain-lain. Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan suku bangsa memiliki teknologi masyarakat yang sangat beragam. Masyarakat, termasuk penduduk “asli” setempat (sering diistilahkan insider) harus dapat menghargai teknologi tradisional mereka sendiri. Apabila tidak, maka lama-kelamaan praktek-praktek tradisional yang ada dan sebenarnya memiliki nilai ekonomi tinggi (selain nilai sosio-kultural) akan hilang. Agar teknologi masyarakat tetap hidup dan berkembang, salah satu langkah awal penting adalah mengenali/memahami kegunaan serta potensi dari teknologi masyarakat itu sendiri. Meskipun telah banyak disadari akan besarnya potensi teknologi masyarakat, namun pada kenyataannya teknologi masyarakat masih terabaikan. Data/informasi tentang teknologi masyarakat belum terhimpun dengan baik. Salah satu yang diperkirakan menjadi penyebabnya adalah karena belum adanya buku petunjuk pendataan teknologi masyarakat. Sehubungan dengan itu, maka salah satu langkah awal yang dinilai sangat penting oleh Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Unggulan Daerah dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat (P2KT PUDPKM) – BPPT untuk mengelola kekayaan intelektual bangsa sendiri adalah menginventarisasi kekayaan teknologi masyarakat di daerah. Manual ini merupakan modifikasi minor atas dokumen yang disiapkan oleh The International Institute of Rural Reconstruction (IIRR). Untuk lebih detail lihat http://www.panasia.org.sg/iirr/

B-1

B.

TUJUAN

“Manual” ini disusun dengan tujuan pokok memberikan petunjuk umum cara mendata teknologi masyarakat. Dengan adanya pedoman umum ini diharapkan siapa saja dapat melakukannya dengan mudah dan tepat. C. SASARAN

Sasaran yang ingin dicapai dengan adanya Buku Manual ini adalah agar seluruh teknologi masyarakat yang ada di setiap daerah di Indonesia dapat didata secara tepat, untuk pengembangan/inovasi teknologi bangsa sendiri dan mengupayakan perlindungan hukum (HKI) serta memperoleh nilai ekonomi terutama demi kepentingan komunitas pemiliknya secara adil.

B-2

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.