BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Karya sastra pada umumnya berisi tentang permasalahan yang melengkapi kehidupan manusia. Permasalahan itu dapat berupa permasalahan yang terjadi dalam dirinya sendiri atau lingkungan sekitar. Karena itu, karya sastra memiliki dunia sendiri yang merupakan hasil dari pengamatan sastrawan terhadap kehidupan, baik berupa novel, puisi maupun drama yang berguna untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Sumardjo, bahwa “sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.” (1988: 3). Dalam karya sastra khususnya novel ditemukan berbagai macam pengalaman kehidupan, persoalan-persoalan yang terdapat dalam lingkungan sosial masyarakat, dan sistem nilai serta norma-norma. Semua itu dapat dijadikan cermin diri dalam menghadapi persoalan-persoalan yang sama seperti dalam novel, pembaca dapat mengambil pelajaran dari novel yang dibaca. Dengan kata lain, pembaca dapat mengambil hikmah dan manfaat dibalik cerita atau persoalan-persoalan dalam novel. Selanjutnya pembaca dapat mencontoh hal-hal yang baik dan meninggalkan hal-hal yang buruk

dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa, cerita di dalam novel memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan manusia. Kesusastraan membantu manusia memahami kehidupan yang bukan sekedar suatu kenyataan yang miskin, tetapi menampilkan kenyataan yang amat menakjubkan. Hal ini dapat difahami dengan cara mengkaji karya sastra tersebut sehingga dapat diambil hikmah, pelajaran-pelajaran yang menjadi panduan hidup. Pengkajian terhadap karya sastra berarti penelaahan, penyelidikan terhadap karya sastra tersebut. Umumnya kegiatan ini disertai oleh kerja analisis dengan pendekatan teori sastra tertentu. Berdasarkan uraian tersebut, muncullah keinginnan untuk mengkaji novel “Perahu Kertas” karangan Dewi Lestari atau yang akrab dipanggil Dee. Novel ini ditulis oleh seorang muda yang sangat produktif dan karyanya sangat spektakuler. Novel pertamanya yang sensasional, Supernova Satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Lalu Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menembus pasar internasional. Supernova pernah masuk nominasi Katulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books. Bersaing bersama para sastrawan kenamaan seperti Goenawan Muhammad, Danarto lewat karya Setangkai Melati di Sayap Jibril, Dorothea Rosa Herliany karya Kill The Radio, Sutardji Calzoum Bachri karya Hujan Menulis Ayam dan Hamsad Rangkuti karya Sampah Bulan Desember.

Buku Rectoverso terdiri dari sebelas fiksi dan sebelas lagu yang saling berhubungan. Setiap paragraf seakan . Daya tarik menonjol dari karya-karya Dewi Lestari terletak pada kemungkinan yang amat luas dari eksplorasi terhadap karakter dan peristiwa. pada tahun dua ribu delapan. sehingga paragrafnya selalu mengandung kekayaan.Sukses dengan novel pertamanya. Kelahiran "Perahu Kertas" didorong oleh kerinduan Dee pada format cerita bersambung yang sempat menghilang dari majalah remaja. Sempat di rilis dalam bentuk digital dan akhirnya dihadirkan dalam bentuk kertas dan tinta. Supernova episode Petir. Dee merilis novel ketiganya. sesuatu yang dia gandrungi waktu kecilnya. Novel terbarunya kini yaitu Perahu Kertas. Umat Hindu menolak dicantumkannya lambang Omkara yang merupakan aksara suci Brahmana Tuhan yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam bukunya. ia memasukkan empat tokoh baru dalam Petir. Lama tidak menghasilkan karya. Hanya saja. Pada tahun dua ribu lima. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Salah satunya adalah Elektra. tokoh sentral yang ada di novel tersebut. Tema yang diusung adalah Sentuh Hati dari Dua Sisi. Dee merilis novel Rectoverso yang merupakan paduan fiksi dan musik. Supernova Dua berjudul "Akar". Novel ini sempat mengundang kontroversi karena dianggap melecehkan umat Hindu. Dee meluncurkan novel keduanya. Akhirnya disepakati bahwa lambang Omkara tidak akan ditampilkan lagi pada cetakan ke dua dan seterusnya.

dapat berkembang menjadi sebuah cerpen. seorang remaja pria yang baru lulus SMA. Keenan dan Kugy. Namun juga ada pesan-pesan perjuangan dan semangat yang begitu hebat. Di tangan Dee. dan romantika untuk dapat tumbuh menjadi buku tersendiri. Tulus. kisah. dan setiap bab mengandung letupan rasa yang hidup dan intelegensia. Alurnya yang progresif menjadikan cerita tersebut sangat enak dibaca. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat. Pada novel “Perahu Kertas” ini menarik untuk dibahas karena memberikan banyak pandangan hidup untuk menerima kenyataan dan pengorbanan. Tidak hanya kisah cinta yang disampaikan. . di Fakultas Ekonomi. cerita cinta menjadi sangat bermakna. dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis. Keenan. menceritakan cinta yang apa adanya. tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Dewi Lestari tak pernah kekeringan ide. Karakter masing-masing tokoh begitu hidup dan nyata sehingga orang yang membaca karyanya menjadi larut sebagai tokoh dalam novel itu. tanpa tendensi. namun unik. yang berjuang demi cita-cita dan cinta mereka di tengah segala tantangan dan ketidakmungkinan. Beberapa kata yang diungkapkan Dee pun sangat menohok. Ceritanya benar-benar natural. Keenan diterima berkuliah di Bandung. yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Novel ini mengisahkan perjalanan dua anak muda.

Eko adalah sepupu Keenan. Sejak kecil. yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Mereka berbagi mimpi dan saling mendukung. Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Kugy menggila-gilai dongeng. Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. bernama Joshua. . Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. ada Kugy. mulai mengalami transformasi. Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda. mereka saling jatuh cinta. Ia lalu pergi ke Ubud. ia juga senang menulis dongeng. alias Ojos (panggilan yang diciptakan oleh Kugy). Diam-diam. Pak Wayan.Di sisi lain. tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan. dan juga keluarganya di Jakarta. tinggal di rumah sahabat ibunya. Lambat laun. Dengan hati hancur. Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra. yang memang sudah saling mengagumi. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Berdua. Kugy dan Keenan menjalin persahabatan. Kugy sudah punya kekasih. Tak ingin lepas dari dunia menulis. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan. cewek unik cenderung eksentrik. Kugy dan Keenan.

Keenan terpaksa kembali ke Jakarta. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Karena dari isi jalan cerita dan tokoh-tokohnya memiliki kharakteristik. Terutama tokoh Keenan yang dilematis terhadap pilihan-pilihan dalam hidupnya. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. di empang. Masalah tersebut antara lain: . di sungai. B. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. hati mereka diuji. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk. Hal ini juga yang menjadikan novel ini kadang tidak mudah ditebak. sehingga menjadikan novel ini menarik untuk dikaji. dapat diidentifikasikan beberapa masalah yang dapat dikaji berkaitan dengan tokoh Keenan dalam buku Perahu Kertas. menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit. Dari sinilah latar belakang pengambilan masalah yang akan dianalisis. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali. Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Meski kadang pahit. dan meragu.Sayangnya. tapi hati sesungguhnya selalu tahu. sakit. Karakter masing-masing tokoh yang begitu kuat dan konflik antar masing-masing tokoh terjadi. Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. di kali.

Berdasarkan identifikasi masalah di atas. Bagaimana sikap dan penampilan tokoh-tokoh dalam novel Perahu Kertas? 4. Bagaimana hubungan tokoh Keenan dengan tokoh lainnya dalam buku Perahu kertas? 3. yaitu bagaimana sifat atau karakter tokoh Keenan yang tercermin dalam novel Perahu Kertas? . Bagaimana sifat atau karakter tokoh Keenan yang tercermin dalam novel Perahu Kertas? 2.1. Perlu diketahui pula bahwa penelitian yang baik bukan penelitian yang objek kajiannya luas ataupun dangkal. Pembatasan Masalah Pembatasan masalah diperlukan agar penelitian ini dapat mengarah serta mengenai sasaran yang diinginkan. Sebuah penelitian perlu dibatasi ruang lingkupnya agar wilayah kajiannya tidak terlalu luas yang dapat berakibat penelitiannya menjadi tidak fokus. melainkan penelitian yang objek kajiannya memfokus dan mendalam. Bagaimana alur cerita yang ditampilkan dalam buku Perahu Kertas? C. maka penulis hanya memfokuskan kepada masalah yang benar-benar mendeskripsikan seorang Keenan dan karakternya.

E. yaitu akan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya dalam pengkajian karya sastra. F. Adapun manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. . maka dirumuskan masalah sebagai berikut: bagaimana karakter tokoh Keenan yang tercermin dalam novel “Perahu Kertas” dengan menggunakan analisis struktural. identifikasi. dan pembatasan masalah.D. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang. maka tujuan penelitian adalah mendeskripsikan karakteristik tokoh Keenan dalam novel Perahu Kertas. Manfaat teoritis. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan permasalahan di atas. Kegunaan Penelitian Penelitian yang baik haruslah memiliki manfaat yang baik dan jelas serta memiliki arah yang tepat.

Bagi pembaca dan penikmat sastra Penelitian novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dengan penelitian-penelitian lain yang telah ada sebelumnya. Manfaat praktis a. Bagi mahasiswa Bahasa.2. c. . b. Bagi pendidikan Penelitian ini diharapkan mampu digunakan oleh guru bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah sebagai materi ajar khususnya materi sastra. Sastra Indonesia Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswa untuk memotivasi ide atau gagasan baru yang lebih kreatif dan inovatif di masa yang akan datang demi kemajuan diri mahasiswa dan jurusan.

Kegunaan Penelitian. Pembatasan Masalah. Identifikasi Masalah. Instrumen Penelitian. Landasan Teori meliputi: Landasan Teori dan Kerangka Berfikir.G. Riwayat Hidup Penulis. Sinopsis Buku. Pendahuluan meliputi: Latar Belakang. Teknik Penelitian. Penafsiran dan Uraian Penelitian. Skripsi ini ditutup dengan Daftar Pustaka. Sistematika Penelitian. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan ini disusun dalam lima bab yang akan dimulai dari bab pendahuluan dan di akhiri dengan bab penutup. Penutup meliputi : Kesimpulan dan Saran. Lampiran. Tujuan Penelitian. Populasi. Metodologi Penelitian meliputi: Pendekatan Penelitian. Bab 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan meliputi: Deskripsi Informasi Penelitian. yang diuraikan sebagai berikut: Bab 1. Teknik Pencatatan Data dan Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data. Bab 2. Bab 3. Perumusan Masalah. . Bab 5. Sampel.

2. 1. yaitu: 1. maka perlu diperjelas teori. keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dalam alat bahasa. .BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR A. namun Sumardjo dalam bukunya Apresiasi Kesusastraan memberikan batasan karya sastra sebagai berikut: Karya sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman. seperti pada buku “Teori Sastra” dengan penulis Zulfahnur dan kawan-kawan (1996:7). ide. perasaan. hakikat sastra. semangat. hakikat novel. Hakikat Sastra Pengertian Sastra tidak dapat didefinisikan secara tepat. Ahli-ahli bahasa memiliki pengertian masing-masing. 1988:3). menampilkan uraian dari para ahli. (Sumardjo. Adapun bahasan teori ini yaitu. hakikat tokoh. Hornby: tulisan bernilai seni mengenai suatu subjek khusus kehidupan manusia dalam suatu negeri pada suatu masa.teori yang berkaitan dengan hal tersebut. karakter/ perwatakan. pemikiran. Landasan Teori Sesuai dengan judul penelitian ini. Rene Wellek: literatur (sastra) adalah kegiatan kreatif sebuah karya seni yang bentuk dan ekspresinya imajenatif.

3. Bahasa dalam sastra dapat berwujud lisan dan melahirkan sastra lisan. sebuah kreasi yang berunsur fiksionalitas. Hudson: sastra adalah ekspresi dari kehidupan dengan media bahasa yang khas. Sedangkan ciri sastra non-imajinatif adalah karya tersebut lebih banyak faktualnya dari pada khayalinya. gerak serta adegan kehidupan yang . Sastra imajinatif adalah karya sastra tersebut lebih banyak bersifat khayali. yang melukiskan para tokoh. H. 4. yang merupakan luapan emosi spontan. menggunakan bahasa yang konotatif dan memenuhi syarat estetika seni. dan memenuhi syarat-syarat estetika seni. yakni sastra imajinatif dan sastra non-imajinatif. tetapi juga mengangkat masalah isi ungkapan bahasa. W. 2. menggunakan bahasa yang cenderung denotatif. tetapi juga dapat berwujud tulisan yang melahirkan sastra tulis. Menurut Sumardjo (1988:17) sastra dapat digolongkan menjadi dua kelompok jenis. Karya sastra bukan hanya yang indah. Jan Van Luxemburg: sastra merupakan sebuah ciptaan. Hakikat Novel The American College Dictionary dalam Tarigan menyatakan bahwa: Novel adalah suatu cerita prosa yang fiktif dalam panjang tertentu.

nyata yang presentatif dalam suatu alur atau suatu keadaan yang agak kacau atau kusut. Pengungkapan dengan gaya bahasa pengarang yang menarik dapat menggugah perasaan pembaca. . (Esten. Pengantar Teori dan Sejarah” memberikan pengertian novel sebagai berikut: Novel merupakan pengungkapan dari fragmen kehidupan manusia (dalam jangka yang lebih panjang) di mana terjadi konflik-konflik yang akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan jalan hidup antara para pelakunya. Novel tidak lepas dari pengungkapan tentang realitas kehidupan manusia yang beragam. yang menyebabkan berubahnya jalan hidup masing-masing tokoh. bahwa novel merupakan suatu pemaparan kisah atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. kemudian mengajak pembaca memahami kenyataan-kenyataan yang terjadi di tengah kehidupan manusia. 2000:12). Terhadap konflik yang terjadi di dalamnya. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas memberikan suatu pengertian yang sama yaitu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:788) novel didefinisikan sebagai “karangan prosa yang panjang mengadung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku”.” (1985:164). Menurut Esten dalam buku “Kesusastraan.

Sedangkan novel serius kebalikan dari novel populer. Novel petualangan sedikit sekali memasukkan peran wanita. tidak hanya mengungkap masalah percintaan tapi juga hubungan sosial. Novel fantasi berceritakan tentang hal-hal yang tidak masuk akal dan serba tidak mungkin dilihat dari pengalaman sehari-hari. bahkan kadang-kadang peran wanita lebih dominan. Novel populer adalah novel yang populer pada masanya. dan novel fantasi. Novel jenis ini lebih mengejar selera pembaca dengan bentuk cerita sederhana sehingga lebih mudah dipahami. 3. dan sebagainya. yakni novel percintaan.Sumardjo (1988:29) membagi novel menjadi tiga golongan. maut. novel petualangan. setting. 2. 1. Nurgiantoro (2007:16) membedakan novel menjadi novel serius dan novel populer. Novel serius tidak bersifat mengabdi pada selera pembaca. ketuhanan. Novel jenis ini menggunakan karakter. . plot yang tidak wajar untuk menyampaikan ide-ide penulisnya. Novel percintaan lebih melibatkan peran tokoh wanita dan pria secara imbang. Ceritanya lebih kompleks. Tokoh- tokoh di dalamnya pria dan melibatkan banyak masalah dunia lelaki yang tidak ada hubungannya dengan wanita.

Hakikat Tokoh Sebuah cerita berlangsung. Tokoh cerita menurut Abrams dalam Nurgiyantoro ((2007: 165) dalam buku “Teori Pengkajian Fiksi” menyatakan bahwa: Tokoh adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. sedangkan tokoh yang memiliki peranan tidak penting karena pemunculannya hanya melengkapi. tentu ada subjek yang berbuat. Dalam menentukan siapa tokoh utama dan siapa tokoh pembantu. manusia yang menjadi pelaku cerita atau tokoh. . dan untuk tokoh tambahan hanya dibicarakan ala kadarnya (Aminuddin. 1995: 80). Tokoh utama umumnya merupakan tokoh yang sering diberi komentar dan dibicarakan oleh pengarang.3. mendukung pelaku tokoh utama disebut tokoh tambahan atau tokoh pembantu. pembaca dapat menentukannya dengan jalan melihat keseringannya dalam pemunculan cerita. Subjek itu adalah orang-orang yang berbuat. Selain itu dapat juga ditentukan lewat petunjuk yang diberikan oleh pengarangnya. Tokoh yang terdapat dalam suatu cerita memiliki peranan yang berbeda-beda. melayani. atau manusia yang mengalami sesuatu. Seorang tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita disebut dengan tokoh inti atau tokoh utama.

sehingga pembaca dapat memahami watak atau karakter yang digambarkan oleh pengarang. tokoh cerita dapat dibedakan ke dalam tokoh sederhana dan tokoh kompleks atau tokoh bulat. Tokoh bulat adalah tokoh yang memiliki dan diungkap berbagai kemungkinan sisi kehidupan. Karakter/ perwatakan tokoh Karakter atau perwatakan dalam cerita memiliki peran yang tak kalah pentingnya.” .Menurut Forester dalam Nurgiantoro (2007: 181) berdasarkan perwatakannya. Dilihat dari fungsi penampilan tokoh dapat dibedakan ke dalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh antagonis adalah tokoh yang menjadi penyebab konflik. sisi kepribadian dan jati dirinya. Tokoh sederhana adalah tokoh yang hanya memiliki satu kualitas pribadi tertentu. Tokoh protagonis adalah tokoh yang menampilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan pembaca. perwatakan atau penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Dan dengan adanya karakter membuat cerita semakin menarik. bahkan karakter sangat mendukung berhasilnya suatu cerita. Menurut Jones dalam Nurgiantoro (2007: 165) menyatakan bahwa “karakter. Seorang pengarang yang baik harus dapat menggambarkan karakter tokoh tertentu. sampai dalam hal yang sekecil-kecilnya. 4.

terutama tokoh-tokoh pentingnya.Tokoh-tokoh cerita. terutama sekali bagaimana si tokoh bersikap. Menurut apa yang diperbuatnya. Melalui penggambaran fisik tokoh. b. Hal tersebut dapat dibenarkan. sebab watak atau karakter seseorang tidak mungkin sama. Karakter dari masing-masing orang tokoh berbeda. jujur dan atau campuran dari beberapa di antara watak-watak itu. aklak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan. 5. bagaimana kita mengenali karakter seorang tokoh tersebut. c. d. pemurung. karena pembentuk watak seseorang yang tentu saja berbeda antara satu dengan yang lain. Melalui penerangan langsung. seperti jahat. peragu. Menurut Jacob Sumardjo (1988:65) dalam bukunya “Apresiasi Kesusastraan” ada beberapa langkah dalam mengenali karakter atau watak tokoh. antara lain : a. Melalui pikiran-pikirannya. Tokoh-tokoh itu dapat memiliki watak sesuai dengan kemungkinan watak yang ada pada manusa. pemberani. Hasil Penelitian yang Relevan . tindakannya. Melalui ucapan. memiliki watak masing-masing yang digambarkan dengan seksama oleh pengarangpengarang yang terampil. baik. sabar. e.

namun mengingat karakter tokoh adalah bagian dari unsur-unsur intrinsik pembentuk karya sastra. Tujuannya adalah untuk menggambarkan bagaimana kerangka berpikir yang digunakan peneliti untuk mengkaji dan memahami permasalahan yang diteliti. Sedangkan peneliti lebih mengkhususkan pada karakter salah satu tokoh saja. Analisis Karakter Tokoh Novel Endensor karya Andre Hirata. .Penelitian yang berkaitan dengan analisis karakter tokoh Keenan karya Dewi Lestari sepengetahuan peneliti belum pernah diangkat oleh peneliti lain. namun memiliki perbedaan. Analisis yang Sri Asmani dan Nelwita Abdullah lakukan lebih luas. 2005. jenis ini pernah dibahas oleh peneliti lain. Sri Asmani. yaitu tokoh Keenan yang terdapat dalam novel Perahu Kertas. Analisis Karakter Tokoh dalam Novel Aku Anak Matahari karya Gola Gong dan Nelmawati Abdullah. menggunakan pendekatan struktural untuk lebih memahami karakter tokoh Keenan sehingga dapat mengambil kesimpulannya. mengkaji keseluruhan dari tokoh-tokoh yang ditampilkan. Keduanya memiliki kesamaan dalam menganalisis karakter tokoh. Bahan yang menjadi kajian adalah Novel Perahu Kertas. 6. Kerangka Berfikir Kerangka berpikir dalam penelitian kualitatif hanya merupakan gambaran bagaimana setiap variabel dengan posisinya yang khusus akan dikaji dan dipahami keberkaitannya dengan variabel yang lain. 2006.

Karakter sendiri memiliki pengertian pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Pendekatan struktural adalah sebuah pendekatan untuk fungsi dan hubungan antarunsur intrinsik fiksi yang bersangkutan. Kerangka teori dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: mengkaji Novel Perahu Kertas Struktural Karakter Kesimpulan . Novel memiliki pengertian karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.Analisis adalah pengkajin atau penelaahan yang dilakukan oleh peneliti untuk menggarap data. Kebetulan data yang diperoleh dari penelitian ini adalah hasil dari penelitian kepustakaan.

Atar Semi (1990:67) sering juga dinamakan pendekatan objektif. Drs. pendekatan formal atau pendekatan analitik. peneliti menggunakan pendekatan struktural pada buku Metode Penelitian Sastra karya Prof. bertolak dari asumsi dasar bahwa karya sastra sebagai . Pendekatan Penelitian Dalam menganalisis karakter tokoh Keenan pada buku Perahu Kertas. Atar Semi (1990) sebagai acuan. Pendekatan Struktural Pendekatan struktural menurut Prof. penulis akan merinci sebagai berikut: 1. Agar lebih mudah dipahami.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Drs.

pembaca. yang mempunyai dunianya sendiri. Konsep dan Kriteria Pendekatan Struktural Pendekatan struktural mempunyai konsep dan kriteria sebagai berikut: a. Hal-hal yang bersifat ekstrinsik seperti penulis. alur. . penokohan. c.karya kreatif memiliki otonomi penuh yang harus dilihat sebagai suatu sosok yang bediri sendiri terlepas dari hal-hal lain yang membangun karya tersebut seperti tema. latar. b. Memberikan penilaian terhadap keberhasilan penulis menjalin hubungan harmonis antara isi dan bentuk karya sastra. 2. karena tidak punya kaitan langsung dengan struktur karya sastra tersebut. atau lingkungan sosial budaya harus dikesampingkan. serta kebudayaan harmonis antara aspek yang mampu membuatnya menjadi sebuah karya sastra. mempunyai rangka dan bentuknya sendiri. Memberi penilaian terhadap keserasian atau keharmonisan semua komponen membentuk struktur. gaya penulisan. gaya bahasa. Karya sastra dipandang dan diperlakukan sebagai sebuah sosok yang berdiri sendiri.

g. Peneliti boleh melakukan analisis komponen yang diinginkan. pemikiran. tema. konflik. Peneliti menguasai pengertian dasar komponen pembentuk sebuah karya sastra khususnya aspek intrinsik. Menganalisis tema. bahasa. a. pusat pengisahan.d. cerita. falsafah. Mengkaji secara objektif setiap unsur yang terdapat dalam karya sastra. f. perwatakan. e. . b. Sedangkan yang dimaksud dengan bentuk dalam kajian struktural adalah alur. system penulisan. Pengkajian struktural berisi persoalan. Pendekatan struktural berusaha berlaku adil terhadap karya sastra dengan jalan hanya menganalisis karya sastra tanpa mengikutsertakan hal-hal yang berada di luarnya. 3. Metode dan Kerangka Kerja Pendekatan Struktural Adapun metode atau langkah kerja pendekatan struktural yang di sampaikan oleh Atar Semi (1990:68) yaitu. alur.

Pusat penelitian adalah teks novel itu sendiri disertai dan dilengkapi dengan bukti-bukti referensi. e. Mengkaji gaya penulisan. Teknik Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan struktural yang konsepsi dasarnya telah diuraikan di atas. Menafsirkan unsur-unsur untuk memperbaiki pemahaman keseluruhan karya sastra tersebut. Langkah-langkah yang penulis lakukan selama proses penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. serta adanya koherensi intrinsik. 2. d. Melakukan interprestasi lebih lanjut sehingga karya sastra tersebut memiliki kesatuan. kebulatan makna. Membaca novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. dan stilistika. B. Analisis sudut pandang dan latar.c. Menentukan pokok pembahasan yaitu mengalisis unsur karakter tokoh Keenan. 3. f. penunjang penelitian hal ini umumnya disebut cara penelitia studi pustaka. . Menentukan pendekatan yang dipakai yaitu pendekatan struktural.

C. 7. Sedangkan sampelnya adalah sebagian isi dari novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari yang berkaitan dengan karakter tokoh Keenan. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari peneliti sendiri dibantu dengan table analisis yang memuat deskripsi karakter tokoh Keenan pada novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari yang dirancang sebagai berikut: Tabel Deskripsi Karakter Tokoh Keenan No Karakter 1 2 Kalimat pendukung Keterangan . .4. 6. D. Menganalisis tokoh Keenan. 8. mencermati melalui pendekatan struktural. Mengambil kesimpulan berdasarkan analisis yang dilakukan. 5. Membaca dan mempelajari kembali novel “Perahu Kertas” secara khusus. Penunjang dan referensi dari berbagai sumber yang relevan. Penulis melakukan interprestasi atas hasil kesimpulan yang diperoleh. Populasi dan Sampel Polulasi penelitian adalah keseluruhan novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari.

Penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan intrinsik atau pendekatan struktural khusus mengenai karakter tokoh. Menandai bagian-bagian tertentu sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam mengkaji novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. 3. Teknik pencatatan data dilakukan melalui beberapa langkah sebagai berikut : 1.E. Dengan menggunakan metode ini penulis . Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan cara menafsirkan teks untuk memperoleh data yang diperlukan. Mendeskripsikan semua data yang diperoleh. Teknik Pencatatan Data Teknik yang digunakan untuk kegiatan pengumpulan data adalah melalui kegiatan pembacaan buku Perahu Kertas. peneliti menggunakan metode kepustakaan. 2. Sesudah dilakukan pembacaan kemudian dilakukan dengan mencatat data-data yang berkaitan dengan karakter tokoh Keenan dalam buku Perahu Kertas. Memahami Teks yang berkaitan dengan karakter tokoh Keenan. F.

buku-buku. Hal ini .memperoleh data dari berbagai tulisan yang berupa dilakukan untuk memperkuat argumen yang disampaikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful