You are on page 1of 2

Resume buku Bagaimana Menyentuh Hati Abbas As-sisi

Sudah menjadi fitrahnya manusia untuk saling membantu dan menebar kebaikan, lalu
apa yang terjadi ketika mulut manusia berbicara tentang kebaikan, tanpa diiring
i tindakan yang nyata darinya. Tindakan yang nyata namun tanpa memiliki pengetah
uan di dalamnya, hanya akan menjadi tindakan kosong tanpa makna. Oleh sebab itu,
perbaiki diri terlebih dahulu dengan belajar disertai pengamalan kemudian turu
t serta mengajak orang lain untuk berbuat baik adalah awalan yang baik bagi sese
orang dalam usaha menyentuh hati manusia.
Pemimpin yang baik tidak hanya pandai dalam memutuskan perkara secara bijaksana,
tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin yang baik atau uswah hasanah yang patu
t dicontoh. uswah hasanah, bertujuan menampilkan di hadapan masyarakat gambaran
nyata tentang Islam. Ini harus dilakukan dengan kemantapan iman, pemahaman yang
universal, dan bertoleransi dalam masalah-rnasalah khilaf dan furu. Uswah hasana
h (keteladanan) penting dalam dakwah karena hal tersebut merupakan cerminan dal
am dakwah tanpa kata-kata. Mau tidak mau, suka tidak suka, manusia memang harus
dapat menjadi pemimpin baik bagi dirinya maupun bagi orang lain karena memang Al
lah sudah mengutus manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Kepemimpinan ini nant
inya akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah swt. Jadi, seperti pa
ragraph sebelumnya, manusia harus selalu mau belajar memperbaiki dirinya dan mau
mengajak orang lain dalam kebaikan agar tidak terjerembab dalam jurang kenistaa
n.
Sampaikanlah walau satu ayat mengandung makna yang tersirat bahwa semua mukmin m
emiliki satu ayat dalam dirinya yang harus disampaikan kepada orang lain. Tugas
kita sebagai da'i adalah seperti tugas para pegawai elektrik, mengalirkan kekuat
an ini dan sumbernya ke setiap hati orang-orang muslim agar senantiasa bersinar
dan menerangi sekelingnya. Kemudian mengalirkan energy positif ke semua orang ta
npa pamrih dan hanya mengharap ridho Allah swt.
Seorang daâ I selain memiliki kecekapan untuk membuat program serta ketahanan dalam m
ewujudkan program-program tersebut, sesungguhnya ada satu hal yang kembali kepa
da diri sang da'i itu sendiri, yakni berkaitan dengan potensi dirinya secara ruh
iah.
Allah telah menciptakan manusia dengan kelengkapannya. Manusia memiliki panca in
dra yang ditujukan untuk berbuat kebaikan. Barangsiapa tidak mengingat, merasaka
n, dan terpengaruh oleh keburukan atau keindahan, ia adalah orang yang tidak mem
punyai hati.
Dalam usaha menyentuh hati manusia, tentunya seeorang harus dapat mengetahui kar
akter dan kepribadian objek dakwahnya. Secara umum manusia dapat diklasifikasi d
alam tiga kategori :
1. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Islamiah adalah orang yang rajin berib
adah dan dan mau diajak kearah yang lebih baik. Orang seperti ini dapat dijadika
n urutan pertama dalam dakwah seseorang.
2. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Asasiyah adalah orang yang tidak taat
beragama, tetapi tidak suka bermaksiat di depan orang lain karena masih memiliki
harga diri yang harus dia hormati. Orang-orang seperti ini menempati urutan ke
dua.
3. Manusia yang Berperilaku dengan Akhlak Jahiliah adalah yang tidak peduli terh
adap orang lain, sedang orang lain mencibirnya karena perbuatan dan perangainya
yang jelek.
Seorang daâ i harus menyadari bahwa dia tidak diwajibkan untuk memastikan semua manus
ia menerima ajakannya, namun jika mereka semua menerima ajakan tersebut, itu ada
lah rahmat dari Allah.Hanya Dialah yang berhak memberikan hidayah. "Sesungguhnya
kamu tidak akan dapat memberikan petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi
Allah-lah yang memberi hidayah kepada yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih meng
etahui orang-orangyang mahu menerima petunjuk." Al-Qashash: 56
Dakwah tidak selalu dilakukan berjamaah dengan mengadakan tabligh akbar, dimanap
un ia, bila melihat teman atau sekelompok teman yang mau diajak ke hal yang baik
, itu lebih mudah dan baik untuk ia lakukan. "Ambillah yang mudah dan tinggalkan
yang sulit, jika ada yang mudah".
"Kamu tidak akan dapat membahagiakan orang lain dengan hartamu, tetapi yang dapa
t membahagiakan mereka adalah wajah yang ceria dan akhlak yang mulia." Jadi, ter
uslah menebar senyum yang dengannya dapat membahagiakan orang lain.
Dakwah adalah menawarkan sebuah risalah dan landasan pola berpikir yang tercermi
n dalam akhlak, keprbadian, dan penampilan.Seorang da'I harus berlaku ikhlas han
ya mencari ridha Allah swt., tidak untuk tujuan-tujuan selain Allah. Dengan ikhl
as ltulah Allah akan berkenan membukakan pintu hidayah-Nya
Dalam menegur temanpun tidak boleh sembarangan, hendaklah menasihati saudara den
gan sindiran, bukan terang-terangan, dan untuk membimbing kepada kebenaran bukan
untuk menya-kiti.
Cara hidup seorang daâ I pun harus diperhatikan, seperti saat bertemu dengan orang la
in, Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, "Yang mengenda
rai kendaraan hendaklah mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki, yang berjal
an kaki hendaklah mengucapkan salam kepada yang duduk, yang sedikit mengucapkan
salam kepada yang banyak, dan yang muda mengucapkan salam kepada yang tua. Keuta
maan orang yang lebih dahulu mengucapkan salam adalah sangat besar." Ucapan sala
m dapat digunakan sebagai pembuka hati dan pemberi kedamaian.
Biasanya manusia sangat senang jika dipanggil dengan panggilan kecilnya ataupun
paanggilan yang menunjukkan kedudukannya.Tempatkanlah orang lain pada posisi mer
eka agar mereka merasa dihargai dan dihormati. Hal ini tentu akan semakin membuk
a hati mereka untuk siap disentuh kebaikan. insya Allah. Harga diri seorang daâ I tid
ak dinilai dari umur dan hartanya melainkan terletak pada keteguhan aqidah dan k
ebaikan akhlak.
Sarana-Sarana Pembuka Hati :
1. berguna bagi orang lain sehingga dapat dipercaya dan diandalkan
2. membahagiakan saudaranya atau meringankan kesu-litannya, atau membayarka
n hutangnya, atau memberinya makan
3. Berjalan menemani saudara seiman dalam rangka menyelesaikan keperluannya
4. mampu menahan amarahnya dikala saudaranya berbuat kesalahan
Optimisme seorang da'i lebih luas daripada batas-batas dunia ini. Jadi tidak ada
kata putus asa dan menyerah dalam hidupnya. Selalu merasakan pengawasan dan keb
aikan Allah swt. membuat dirinya yakin dalam menjalani pahit manisnya kehidupan.
Manusia telah dikarunia banyak kekuatan oleh Allah, dan karunia yang terbesar ad
alah kemampuannya membangkitkan rasa cinta dan kasih sayang. Selain cinta dan ka
sih sayang, agar dakwah kita berhasil maka seorang da'i harus memiliki dua sifat
ini: "cerdas dan bersih". (Imam Al Ghazali), Cerdas akal dan bersih hati; perca
ya bahwa akhlak lebih utama daripada keahlian; Menggunakan Sarana yang Menyenang
kan Hati; berkomunikasi verbal maupun tulisan untuk menyampaikan pesan kepada ak
al, perasaan, dan hati.