You are on page 1of 6

KH.

Zainal Abidin Moenauwwir
Pembela Syari’at Islam

Nasab KH. Zainal Abidin Moenauwwir
KH. Zainal Abidin Moenawwir dilahirkan di Bantul Yogyakarta pada tanggal
18 Jumadil Akhirah 1350 H bertepatan dengan tanggal 31 Oktober 1931 M. Beliau
merupakan putra ke 9 dari 11 saudara dari pasangan almarhum wa al-Maghfurlah KH.
M. Moenawwir al-Hafidz al-Muqri` bin KH. Abdullah Rosyad bin KH. Hasan
Bashori (Kasan Besari, ajudan Pangeran Diponegoro) dengan istri kedua, Ibu Nyai
Sukis. KH. M. Moenauwwir sendiri dikenal di kalangan pesantren Abad 20 sebagai
ulama yang ahli dalam bidang qiraat al-Qur`an yang ternama.

Pendidikan KH. Zainal Abidin Moenauwwir
Sejak kecil, KH. Zainal Abidin Moenauwir hidup di lingkungan pesantren.
Pendidikan beliau dihabiskan di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak
Yogyakarta, dibawah bimbingan bapak beliau sendiri al-marhum wa al-Maghfurlah
KH.M. Moenauwir dan kakak ipar beliau al-marhum wa al-Maghfurlah KH. Ali
Maksum. Dengan pendidikan langsung yang ditangani bapak dan kakak iparnya
tersebut, KH. Zainal Abidin akhirnya menjadi seorang yang alim, khususnya dalam
bidang fiqh, bahkan pada masa berikutnya seringkali mendapat julukan sebagai ulama
fiqh-nya Yogyakarta untuk saat ini.
Tempaan yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum terhadap KH. Zainal Abidin
dan saudara-saudara beliau yang lain, di antaranya KH. Abdul Qadir Moenauwir
(alm), KH. Mufid Mas’ud (Alm), KH. Nawawi Abdul Aziz , KH. Dalhar Moenawir,
KH. Ahmad Munawir (Alm) dan KH. Achmad Warson Munawir yang kesemuanya
adalah “ahlul bait“ keluarga Krapyak, sangatlah ketat dan disiplin. Kerasnya
Kaderisasi yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum ini dibenarkan oleh K.H. Zainal
Abidin Munawwir, beliau menegaskan bahwa semasa dididik Kyai Ali dirinya
“dipaksa” untuk bisa menguasai kitab-kitab kuning. Terhadap “ahlul bait”, tambah
Kyai Zainal, Kyai Ali dikenal sangat keras. Hampir tak ada waktu untuk santai. Setiap
“ahlul bait” selalu dipantau perkembangan ilmunya. Kesaksian terhadap pola
pendidikan yang diterapkan KH. Ali Makshum, juga diungkapkan oleh KH. Achmad
Warson Moenawwir ketika mengenang kesungguhan KH. Ali Makshum dalam
mendidik beliau dan saudara-saudara beliau yang lain, pada suatu kesempatan beliau
mengatakan: ” Opo maneh ming didukani, disabet lan dibandem sandal, aku wis tau
nganti dicencang neng kayu... Simbok kadang nangis ndelok aku... Tapi nek Kang Ali
ora koyo ngono, ibarate lawlahu, aku ra ngerti aku bakal dadi opo...'' (Jangankan
hanya dimarahi, dipukul dan dilempar sandal pun sudah pernah saya alami, bahkan
diikat di sebatang kayu, Ibuku terkadang sampai menangis melihat saya seperti itu,
akan tetapi kalau KH. Ali Makshum tidak seperti itu, ibaratnya Laulahu (Jika tidak
ada dan bukan karena dia -Arab) saya tidak tahu saya mau jadi apa). Demikian halnya
yang dialami oleh mbah Zainal.
Selain dikenal sebagai seorang kyai dan pengasuh pesantren, KH. Zainal
Abidin Moenawwir juga dikenal sebagai kyai yang aktif berorganisasi, baik organisasi
politik maupun organisasi keagamaan. Dalam keorganisasian politik, beliau pernah
tercatat sebagai Ketua Golongan Partai Islam tahun 1964, Anggota DPRD DIY 1967-
1971, Anggota DPRD DIY/Ketua fraksi PPP 1971-1977. Sementara itu organisasi
keormasan, di antaranya adalah Pengurus Tanfidliyyah NU DIY 1963-1971, Pengurus

utamanya ulama-ulama di Jawa Timur. Ali Makshum (mantan Rois Am PBNU dan kakak ipar KH. dapat dipaparkan disini beberapa peristiwa yang dapat menggambarkan hal itu. kecuali terlebih dahulu menanyakan kepada para ulama di daerah lain. Namun demikian. KH. kebiasaan yang diterapkan mbah Zainal. beliau menjawab: ”kalo ada saksi. lebih-lebih bagi pembuatnya. hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW “Puasa lah kalian karena melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya” dan persaksian itu pada umumnya dapat diterima dengan pengamatan satu orang saksi. Saat itu. bahwa penetapan awal bulan ramadlan atau syawal adalah dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan rembulan. menanyakan kepada saksi tentang berbagai hal terkait dengan pengamatan awal bulan. Diceritakan. baik terkait dengan Agama. mbah Zainal sepertinya tidak mantap dalam menerima kesaksian seseorang dalam pengamatan rembulan. Melihat patung. Negara maupun bangsa. di sekitar jalan dekat pondok yang sering dilalui oleh para santri. Yang luar biasa lagi. Seperti telah dimaklumi. Hal ini dialami oleh penulis. Zainal yang dipahami oleh penulis adalah Wira`i (kehati-hatian dalam bersikap) banyak contoh yang menggambarkan sikap beliau ini. Zainal Abidin kemudian bercerita bahwa. Zainal Abidin dalam berbagai hal. para santri hanya manggut-manggut mengiyakan apa yang disampaikan oleh beliau. pada umumnya rukyat al-Hilal seringkali berhasil dari daerah tersebut. Misalnya di ta’zir atau lainnya) para santri kemudian sowan ke dalem beliau. Setelah sejenak menanyakan kabar para santri yang saat itu sowan. Aktivitas beliau di atas menunjukkan peran riil KH. Pengurus Wilayah Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah dan Pengurus Besar (PB) Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah. Namun ketika beliau ditanya lagi: Kapan takbiran dan shalat id (hari raya) di Masjid Krapyak? Mbah KH. yang semakin menegaskan pengakuan terhadap sifat kewira’ian mbah Zainal. KH. bahwa suatu ketika KH. Sebagai bukti terhadap keteguhan beliau di dalam memegang ajaran hukum Islam. Pribadi yang Wira`i Di antara sifat dan karakter mbah KH. Karena memang. Sekitar awal tahun 2000-an. dan hanya menganggapnya sebagai cerita. menurut KH. Mustasyar NU DIY 1985-1997. dengan terlebih dahulu dilakukan sumpah. ditemukan patung. tidak hanya mencukupkan pada persaksian seseorang. maka besok syawal”. dan pasti para santri yang lewat jalan tersebut melihatnya. jika ada santri dipanggil oleh kyai. Ada sebuah cerita yang berkaitan dengan penentuan awal bulan syawwal. Zainal memanggil beberapa santri senior ke ndalemnya. tetapi lebih dari itu.Syuriyah NU DIY 1971-1985. karena memang sudah menjadi kebiasaan beliau. Zainal Abidin) ditanya oleh seorang santri tentang penetapan bulan syawal. secara tiba-tiba KH. dengan penuh tanda tanya dan rasa khawatir (karena seperti pada umumnya kehidupan di pesantren. Zainal Abidin (tentunya berdasarkan kepada beberapa literatur fiqh yang mu’tabar) adalah haram. ketika berkesempatan nyantri kepada beliau. mesti ada urusan yang sangat urgent. Ali Makshum menjawab: ”Kuwi urusane Zainal” (Kalo masalah itu. tanyakan ke Zainal saja”. Pemegang Teguh Hukum Islam (Fiqh) Menurut pandangan penulis. Zainal Abidin Moenauwwir merupakan salah satu ulama yang sangat teguh di dalam menjalankan ajaran hukum Islam (fiqh). dimana ketika beliau . Di antaranya adalah terkait dengan penetapan awal bulan Ramadlan dan Syawwal.

Hal yang hampir mirip juga dialami sendiri oleh penulis. Spontan ketika melihat patung yang ada di sekitar rumah sakit tersebut. hasil Keputusan Nahdlatul Ulama pada Muktamar Ke-1 di Surabaya 1345 H/1926 M No masalah 16) Juga sabdaNabi Muhammad SAW. KH. seringkali beliau bercerita berbagai hal. Bahkan menurut cerita istri beliau. Abdul Basith tentang keprihatinannya terkait fenomena banyaknya rumah sakit yang ada patungnya. yen ono patunge (Bagaimana bisa mengharap rahmatnya Allah/kesehatan jika ada patung di rumah sakit “ Sejak saat itu. Zainal. dan menemui pembuat patung. salah satu dari Putra KH. singkat cerita. (I’anatu al-Thalibin Juz III. Hal yang sama juga diterapkan kepada keluarga beliau. kalaupun seandainya dikasih nyawa tetap saja tidak hidup. bertemu dengan salah satu pengurus yayasan PKU Muhammadiyah. Tanpa disangka. Para santri kemudian kembali kepada pemilik patung. utamanya yang terkait dengan masalah seputar fiqh. Ibu Nyai Hj. Zainal Abidin adalah َ ْ ُ ‫ما ل َن َّها ت‬ َ َ ‫م‬ ْ ‫ه ا ْل‬ َ ‫صَنا‬ ُ ِ ‫شب‬ َ ‫ن‬ ٍ ْ ‫هاب ِعَي‬ َ ِ ‫حو‬ ْ َ ‫ض وَن‬ ٍ ‫ط أوْ أْر‬ َ ‫ت ُروٍْح ع ََلى‬ ٍ ِ ‫حائ‬ َ َ‫ن و‬ ِ ‫ذا‬ ٍ ‫وا‬ َ َ ‫حي‬ َ ‫صوِي ُْر‬ ْ َ ‫مت‬ ُ ‫حُر‬ ْ َ‫ي‬ “Haram membuat patung hewan atau mahkluk bernyawa dari bahan apapun dan dipasang di sembarang tempat”. layaknya makhluq hidup pada umumnya“. bahwa kami siap memindahkan patung tersebut. Dasar pengharaman patung seperti yang diyakini oleh KH. suatu ketika penulis nderekke (mengantar) KH. KH. maka saya memerintahkan kepada kalian. Kenapa kepala bonekanya dihilangkan?“ mBah Zainal kemudian menjawab. Zainal Abidin berkomentar:“Malaikat Rahmat tidak mau masuk tempat yang ada patungnya“ . Gimana?“ Kami saat itu. yaitu patung harus ditutupi. kebetulan terdapat boneka kucing nya. untuk menjenguk keponakan beliau yang melahirkan. mendapati hal tersebut. Suatu ketika. KH. dan menyampaikan keinginan KH. akhirnya pemilik patung mengikuti apa yang didawuhkan mbah Zainal. Tanpa disangka mbah Zainal tetap pada pendiriannya. di RS. mBah Zainal kemudian bercerita kepada Ir. ndak apa-apa sebab tidak lagi sempurna. suatu ketika bu Nyai Ida membeli bantalan kursi mobil.berkesempatan bertemu dengan santri. KH. atau paling tidak menutupi patung dengan kain sehingga tidak terlihat dari jalan. Zainal Abidin. Zainal. Zainal Abidin Moenauwwir sakit dan menjalani rawat inap di Rumah sakit PKU Muhammadiyyah Yogyakarta. tanpa banyak pikir mengikuti apa yang sudah didawuhkan beliau. al-Bajuri Juz III. para santri kemudian menyampaikan kepada KH. ada cerita menarik yang sampai kepada penulis. KH. Ibu Nyai Ida kemudian mengatakan:“waduh.: . yaitu Bapak Ir. Zainal Abidin kemudian mengatakan“ Piye arep nyadong rahmate Allah. diceritakan. Basith Wahid. Zainal kemudian melanjutkan dawuhnya: “ Kalo demikian. Zainal Abidin Munawwir ke salah satu rumah sakit di Yogya. pembuat patung yang saat itu kami temui marah besar. PKU Muhammadiyah tidak pernah dibangun patung. Ida Rufaida. dengan negosiasi yang alot. mendapat jawaban tersebut. Saat beliau menjenguk. kemudian memintanya untuk tidak lagi menempatkannya di pinggir jalan. Mughni al-Muhtaj Juz III. MSI. bersama-sama menghadap orang yang membuat patung.“ kalau kepalanya hilang. kalo tidak mau. serta merta bantalan kucing tersebut dihilangkan kepalanya oleh KH. Masih terkait dengan patung. harganya mahal kok dirusak. maka katakan kepada pembuat patung. Setelah diam beberapa saat. sampai-sampai mengancam para santri dan hendak nggruduk pondok serta mengajukan kami ke pengadilan.

pada Pemilu 1999 akhirnya KPU DIY membuat keputusan khusus yang mengakomodasi usulan ini kemudian diumumkan di surat kabar. para kiai juga memberikan peringatan bahwa penggunaan cara yang dapat mengganggu peribadatan seperti tidak sahnya salat. KH Najib A Qodir (ketiganya pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak Bantul). Demikian pula perubahan sifat air ketika sampai ke anggota badan. Di antara kyai yang mendukung gagasan KH Zainal Abidin Munawwir dalam penolakan penggunaan tinta dalam pelaksanaan pemilu adalah KH A Warson Munawwir. pasti akan membawa risiko yang sangat berat kelak di akhirat. Wujud siksaannya ialah bahwa mereka dipaksamenghidupkan patung miliknya. atau minimal menyebabkan sampainya air ke kulit dalam keadaan suci tapi tidak menyucikan. Pada peristiwa tersebut. Atau diberikan waktu terakhir sebelum TPS ditutup. Menurut para kiai. Sebagai . KH Mukhtarom Idris (Bantul). Zainal Abidin tersebut. Persoalannya. adalah gagasan beliau dalam menyikapi fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. Hal ini (menurut KH.” Contoh lain keteguhan KH. Atas prakarsa KH. Para kyai. bukan masalah suci tidaknya tinta atau disunahkannya penggunaan pacar. sehingga tidak memungkinkan mereka untuk pindah TPS. Hasil dari upaya para kyai yang digagas oleh KH. sebagai solusinya agar pemilih tidak bisa mencoblos di TPS lain. Lain daripada itu secara umum. dan KH Masrur Ahmad (Cakringan). mandi besar ke anggota badan. KH Dalhar Munawwir. kemudian secara berurutan terun ke level berikutnya. KH Mu’tashim Billah (Ponpes Sunan Pandanaran) serta KH Ishomul Hadi (Kulonprogo). ‫م‬ ْ ُ ‫قت‬ َ ‫ما‬ َ ‫حُيوا‬ ْ ُ‫ل َه‬ ْ ‫أ‬:‫م‬ “Orang-orang pemilik patung akandisiksa di hari kiamat. dalam memberikan fatwa terhadap pertanyaan seputar fiqh (hukum Islam) mbah Zainal selalu menerapkan hukum yang ketat.‫ن‬ َ ‫صوُّرو‬ ُ ْ ‫مةِ ال‬ َ ‫م‬ ِ ْ ‫م ال‬ َ ‫قَيا‬ َ َ‫س ع‬ َ ْ‫ذاًبا ي َو‬ َ َ‫ن أ‬ ِ ‫شد ّ الّنا‬ ّ ِ‫إ‬ “Orang-orang yang paling pedih siksaannya kelak di hari kiamat adalah pembuat- pembuat patung hewan atau manusia“ َ ‫ إ‬: ‫وقال النبى صلى الله عليه وسلم‬ ُ ‫قا‬ ‫ل‬ َ ُ ‫ ي‬، ِ‫مة‬ ِ ْ ‫مال‬ َ ‫قَيا‬ َ ‫صاوِي ْرِ ي ًعَذ ُّبو‬ َ ْ‫ن ي َو‬ َ ّ ‫ب هَذ ِهِ الت‬ َ ‫حا‬ َ ‫ص‬ ْ ‫نأ‬ّ ِ ْ َ ‫خل‬ َ ‫ متفق عليه‬. di antaranya terkait dengan tinta pemilu. Demikian pula dengan fatwa ulama Saudi Arabia yang menyatakan disunahkan penggunaan tinta’ (pacar). ِ ‫خْلل‬ ‫ )حلم ق ن ( علن‬. Zainal Abidin Moenauwwir Sejumlah ulama dan kiai se-Provinsi DIY menolak penggunaan cap tinta dalam pencoblosan pada Pemilu 5 April 2003 yang lalu . dua fatwa itu tidak dapat dijadikan dasar sama sekali. tapi yang jadi masalah adalah sampainya air ke anggota wudhu dan mandi. demikian seterusnya. Menurut para kiai ini. Zainal Abidin Moenawwir dalam memegang prinsip ajaran fiqh. KH Ahmad Zabidi (Ponpes Ar Romly Bantul). KH Salimi ( Ponpes As-Salimiyyah Mlangi) KH Mukhtar Dawam (Ponpes Al Huda Mlangi). saat itu menyayangkan sikap KPU Pusat dan KPU Provinsi DIY yang masih bersikukuh dengan fatwa MUI yang membolehkan penggunanan tinta dengan asumsi bahwa tinta itu suci. yakni dengan cara melubangi atau memberikan tanda di KTP atau kartu pemilihnya. Zainal) mengingat tinta itu dapat menghalangi sampainya air wudlu. ِ‫ق اللله‬ َ ِ‫ن ب‬ َ ‫هو‬ ُ ‫ضلا‬ َ ْ ‫ةاّللذ ِي‬ َ ُ‫ن ي‬ ِ ‫م‬ ِ ْ ‫م ال‬ َ ‫قَيا‬ َ ْ‫عن ْد َ اللهِ َيلو‬ َ َ‫س ع‬ ِ ‫ذاًبا‬ َ َ‫أ‬ ِ ‫شد ّ الّنا‬ ‫عائشة‬ ‫ ) حم م ( عن ابن مسعود ) صح‬.

. Ma’mun Muhammad Mura’i. KH. maka beliau tidak mau diantar oleh santri tersebut. Ma’mun M. rasanya untuk saat ini susah mencari profil kyai seperti KH. dari masyarakat kecil hingga pejabat Negara. sekilas. Sebagai contoh. Zainal Abidin Moenauwwir adalah kedisiplinan beliau dalam segala hal. ketika penulis didawuhi (diperintah) untuk mengantar beliau guna menghadiri acara tertentu. Beliau selalu berpendapat bahwa salah satu rukun thawaf adalah suci dari hadats besar dan kecil. Hal ini seperti kesaksian salah seorang mantan pengurus NU cabang Sleman. dalam masalah thawaf haji. tidak pernah barang satu kali pun jadwal kuliah beliau yang kosong. Ke faqihan dan semangat beliau di dalam menegakkan prinsip ajaran hukum Islam (Fiqh). hal itu tidak mudah atau mustahil untuk dilakukan. oleh karena itu orang yang thawaf harus suci. Bahkan sekalipun ada acara di Pesantren yang waktunya bertepatan dengan jadwal mengajar. beliau selalu menanyakan SIM (Surat Izin Mengemudi). Dekat dengan berbagai kalangan KH. Zainal Abidin Moenauwwir. namun dibalik hal itu semua. dan justru sebaliknya para mahasiswa Ma’had Aly yang terlambat masuk. Masih menurut KH. kecuali pada saat beliau sakit atau ada agenda acara di luar kota. Zainal Abidin juga menerapkan disiplin yang menurut penulis bisa dikatakan “ketat“. yang juga dosen pada UIN Yogyakarta dan Ma’had Aly. dan tidak bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram. Semangat beliau dalam mengajar juga luar biasa. KH.contoh. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI) dan pejabat-pejabat lainnya. sejauh pengalaman penulis. sebelum sampai pada tingkatan dlarurat (sangat terpaksa). Zainal Abidin dikenal sebagai sosok kyai yang dekat dengan berbagai kalangan. Bahkan sebelum kampanye pencalonannya menjadi presiden di lapangan Denggung Kabupaten Sleman Yogyakarta (tanggal 21 Juni 2004) SBY menyempatkan diri sowan ke mBah Zainal. Selama kuliah di Ma’had Aly PP. Sebagai seorang kyai yang salah satu aktivitas utamanya adalah Ta’lim wa al-Ta’allum. Hal ini dialami sendiri oleh penulis. Sehingga tepat kiranya jika aktivitas beliau diibaratkan dengan “tiada hari tanpa mengajar“ dan sangat layak disebut sebagai “pecinta sejati ilmu pengetahuan“ Dalam kesehariannya. suatu ketika beliau bercerita bahwa pada saat Muktamar ke 31 di Donohudan Solo Jawa Tengah. jika saya atau santri yang diutus mengantar beliau tidak punya SIM. Zainal Abidin. jam masuk beliau selalu tepat. Pribadi yang Disiplin Sisi menarik dari pribadi KH. Mura’i. aktivitas mengajar beliau dimulai dari ba’da shubuh hingga larut malam sekitar jam 11 malam. Sedangkan kedekatan beliau dengan pejabat negara dibuktikan dengan banyaknya tokoh Nasional yang pernah sowan kepada beliau. makna yang terkandung adalah kita tidak boleh serta-merta mengambil hukum yang paling ringan. Bahkan seringkali. beliau tetap mengajar. wilayah maupun dalam arena muktamar. juga tergambar dengan keaktifan beliau dalam mendiskusikan masalah- masalah agama dalam berbagai forum Bahtsul Masail (diskusi untuk memecahkan problem kekinian dengan prespektif fiqh). beliau dikenal sebagai sosok kyai yang sangat rajin. salah satu kyai sepuh yang aktif dan di arena Bahtsul Masail adalah KH. Kedekatan beliau dengan masyarakat kecil diwujudkan dalam bentuk kegiatan mujahadah yang diikuti oleh masyarakan sekitar minimal dalam waktu sebulan sekali. baik ditingkat kepengurusan NU tingkat cabang. Jendral Purnawirawan Wiranto (Mantan Pangab). di antaranya adalah Jusuf Kalla (mantan Presiden RI). Al-Munawwir.

Zainal Abidin Cukup kiranya untuk menjelaskan karomah yang dimiliki oleh KH.... Di antara karya beliau adalah Tarikh Hadlarah yang berisi tentang sejarah peradaban Islam. Ali Makshum. Seringkali beliau memberikan buah tangan bagi santri yang sowan. meskipun dengan hal-hal yang tidak seberapa untuk ukuran umum. al-Ta’rif Bi Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah berbicara tentang akidah dan sejarah munculnya faham Ahlussunnah wal Jama’ah al-Muqtathafat Min Jami’ Kalamihi Shallallhu Alaihi Wa Sallam kumpulan hadits Nabi SAW yang diringkas dari kitab hadits karya al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthi dan kitab yang merupakan ringkasan dari kitab Fayd al-Qadir karya Imam al-Manawi berdasarkan kitab syarah yang ditulis oleh al-Allamah al-Manawi dan al-Furuq Fi Masail al-Furuq yang membahas tentang . apa yang diceritakan oleh salah satu keluarga dan santri KH. Kedekatan beliau dengan santri diwujudkan dengan beberapa hal. yaitu dibuatkan air minum oleh KH. Manasik Haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji. Ali Makshum juga merupakan editor (pentashih) dari kamus al-Munawwir yang ditulis oleh KH. [] faqih . ora bakal kelakon kiamat. hal itu sangatlah bermakna. Kutaib Gharib al-Nadlir Bi Kasyf Min Mas’uliyyat al- Muta’allim Bahtsan Fiqhiyyan berbicara tentang menuntut ilmu dan permasalahannya dalam prespektif fiqh . Bahkan tidak ada rasa canggung sedikitpun. mBah Ali suatu ketika pernah mengatakan: "Zaenal iku songgo-ne langit. Zainal Abidin juga dikenal sebagai salah seorang kyai yang produktif menulis kitab. tidak akan bakal terjadi kiamat) Komentar Gus Yahya Kholil Staquf yang saat itu mendengar ngendiko nya mbah Ali berkelakar: "Ini juga berarti. Jadi kalau masih ada orang itu." (Zainal itu penyangganya langit. Ahmad Warson Moenauwwir. Dadi nek isih ono wong iku. menurut penilaian penulis adalah sosok kyai yang sangat dekat dengan santri. penulis mengalami kejadian yang sangat berkesan. Zainal Abidin. di antaranya dengan cara beliau memerintahkan atau memanggil santri untuk kemudian disuruh melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi santri itu sendiri. Disamping dikenal sebagai kyai yang dekat dengan santri. Almarhum mBah Ali memberikan komentar tentang mBah Zaenal. Wadlaif al-Muta’allim. kita masih bisa pethakilan (bertindak bebas) di dunia ini. namun bagi santri beliau. Zainal juga dikenal juga sebagai kyai yang dermawan. Zainal Abidin ketika penulis sowan ke nDalem beliau. Zainal Abidin dengan kealimannya. Karomah KH. selama masih ada beliau. karena kita tidak khawatir langit ambruk sebab masih ada penyangganya." Wah2 Karya KH.. Zainal KH. Beliau bersama KH.Kyai yang dekat dengan Santri dan dermawan KH. KH.