You are on page 1of 2

c c

    

Ê

.

c.

.

 .

juga mempertunjukkan akrobatik peragaan yang mengundang selera masyarakat. Menentukan pilihan yang ³sekali jadi´ atau memilih sebuah produk yang menimbulkan peneguhan adalah pekerjaan berat. berapa banyak barang yang tidak berguna yang kita beli hanya karena pengaruh iklan. Sri Urip mengatakan bahwa iklan secara kondisonal dapat membuat orang membeli sesuatu yang sebetulnya tidak diingikan atau dibutuhkan. selain menyuguhkan aneka ragam kebutuhan yang dinamis. Ternyata iklan juga dapat menimbulkan kesan-kesan yang negatif. Iklan televisi telah menjadi komoditas masyarakat. Kehadirannya bahkan menjelma menjadi kekuatan baru yang mampu menyulap audience untuk secara suka rela melakukan apa yang diinginkan. Aneka demonstrasi produk yang dipertontonkan benar-benar menjadi sindrom gaya hidup masyarakat. Godaan iklan yang terus membombardir dari waktu ke waktu menyebabkan seseorang terangsang untuk melakukan ekperimen sampai ditemukannya produk yang sesuai dengan keinginan. . Realitas gonta-ganti produk juga terjadi dikalangan dewasa. Terlepas dari gambaran manfaat hadirnya iklan di televisi bagi audience. Penyajiannya yang informatif dan persuasif menjadi tontonan menarik. Sebab. Bila kita melihat kejadian sehari-hari sepulang berbelanja.

ÊÔ  . Tak jarang seorang konsumen harus mencoba beberapa produk terlebih dahulu sebelum menentukan produk apa yang cocok.

.

.

.

ʦ  . Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pengaruh Iklan Terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat dan seberapa besar pengaruh iklan tersebut terhadap perilaku konsumtif.

 .

 Untuk menegetahui bagaimana pengaruh iklan konsumen tersebut terhadap pembentukkan perilaku konsumtif konsumen terutama pada konsumen wanita Ê.

.

.

 .

 ›.Ê Untuk memperkaya Penelitian yang ada serta dapat digunakan sebagai perbandingan penelitian berikutnya.Ê Untuk menambah pengetahuan dan wawasan keilmuan tentang media khususnya tentang iklan audio visual televisi dan prilaku konsumen 2. .