Tauhid Dasar Syarak Mangato Adat Memakai

Oleh; H. Mas’oed Abidin Direktur Eksekutif PPIM Sumbar

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

1

Tauhid Uluhiyah Dasar Syarak Mangato
Menurut asal usul kata Allah secara harfiyah (Etimologi) berasal dari Ilah - yakni Al Ma’bud, sesuatu yang dianggap berkuasa dan besar, mempunyai nilai yang pantas disembah dan ditaati sepenuh hati. Kata al Ma’bud, sesuatu yang disembah, maknawi (terminologis) adalah pengabdian hanya kepada Allah SWT. Hanya kepada Allah seorang hamba minta pertolongan. Realisasinya dipahamkan bahwa ;  Islam tidak mengenal ada “pengabdian kepada benda”. Pengabdian kepada benda apapun selain Allah adalah suatu sikap yang munafik dan syirik (musyrik).
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 2

 Seluruh Rasul diutus dengan Misi Tauhid. Maka, “paradigma tauhid” – Laa ilaaha illa Allah – sebagai satu misi risalah. Konsepsi Tauhid adalah konsepsi tertinggi dalam ajaran keTuhanan. Karenanya apabila syarak telah mengata, maka adat memakai. Pariangan manjadi tampuak tangkai, Pagarruyuang pusek Tanah Data, Tigo luhak rang mangatokan. Adat jo syarak jiko bacarai, bakeh bagantuang nan lah sakah, tampek bapijak nan lah taban.

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

3

 Apabila kedua sarana ini telah berperan sempurna, maka akan didapati di kelilingnya masyarakat yang hidup dengan memiliki akhlaq perangai yang terpuji dan mulia (akhlaqulkarimah) sesuai bimbingan syarak.  Ajaran Islam adalah Monotheisme berarti setiap Muslim menolak pengamalan semua bentuk ideologi dan falsafah di luar konsepsi tauhid tersebut. Dalam tatanan masyarakat Minangkabau dirakitkan dalam filosofi hidup anak nagarinya dengan adat basandi syarak syarak basandi Kitabullah.  Konsepsi Tauhid Uluhiyah harus istiqamah terhadap hukum wahyu dalam gagasan keyakinan dan gerak pelaksanaan. Tanpa konsistensi keyakinan ini secara gagasan maupun gerak akan dinyatakan sebagai syirik (musyrik).
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 4

 Realisasi tauhid uluhiyah adalah pengabdian (ibadah) hanya kepada Allah, semata-mata dapat terwujud kepada di akuinya lembaga kedaulatan Allah di bumi (Mulkiyah Allah)

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

5

Kesimpulan
 Melakukan evaluasi serta kesediaan membuat sesuatu yang lebih baik di masa mendatang,  Membentuk generasi muslim yang semata-mata mengabdi (menyembah) hanya kepada Allah,  Memantapkan pembelajaran aqidah tauhidiyah kepada generasi Islam yang memiliki kekuatan muqarabah, kekuatan mujahid di jalan Allah, yhang mesti diwarisi generasi muda Islam, dimulai oleh Didikan Shubuh yang menjadi buah dari tauhid uluhiyah, sehingga tertanam di dalam hati dhawq yakni rasa kesadaran ruhani yang tumbuh sempurna menjadikan generasi selalu ingat akan garis-garis yang telah ditetapkan oleh Allah,
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 6

 Menanamkan ditengah generasi bangsa keteguhan pendirian mejauhi segala bentuk kemungkaran dan senantiasa berharap supaya dihindarkan dari azab neraka,  Memerankan didalam kehidupan sehari-hari anak manusia akhlak karimah sesuai dengan azab neraka,  Membentuk watak generasi yang akan memperoleh tempat kembali yang baik disisi Allah dengan sikap jiwa yang konsisten (Istiqamah) Orang‑orang yang sabar (tabah, tahan uji, intens) Orang‑orang yang benar (jujur, amanah, shiddiq) Orang‑orang yang patuh kepada Allah Orang‑orang yang menafkahkan kebaikan (Al Munfiqiina). hartanya dijalan

Orang‑orang yang selalu memohon ampun kepada Allah (selalu melakukan koreksi di akhir malam pada setiap tahapan pekerjaan hariannya). 08/16/08 H. Mas'oed Abidin 7

 Membentuk watak generasi yang akan memperoleh tempat kembali yang baik disisi Allah dengan sikap jiwa yang konsisten (Istiqamah) Rarak kalikih dek mindalu, tumbuah sarumpun jo sikasek, kok hilang raso jo malu, bak kayu lungga pangabek Anak urang Koto Hilalang, Handak lalu ka Pakan Baso, malu jo sopan kalau lah hilang, habihlah raso jo pareso.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 8

‫الحمد لله رب العالمين‬

‫80/61/80‬

‫‪H. Mas'oed Abidin‬‬

‫9‬

Keberhasilan Pembinaan Ummat di Nagari
Tantangan yang dihadapi zaman ini bukanlah suatu yang mudah. Karenanya sangatlah dituntut kepada setiap keluarga di dalam Nagari mesti ikut serta bersama-sama. Pemerintah semestinya peka dengan pembinaan generasi baru Minang. Masyarakat juga wajib menopang Imam Khatib adat di Nagari dalam upaya penanaman kesadaran beragama anak nagari. Tanpa kerjasama semua pihak proses pendidikan dan pembinaan ummat (anak nagari) tidak akan pernah berjaya menghasilkan generasi yang baik. Kaedah-kaedah adat bersendi syariat dan syariat yang bersendikan Kitabullah, memberikan pelajaran-pelajaran antara lain:

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

10

Mengutamakan prinsip hidup keseimbangan

‫لَغَفور‬ ٌ ُ

َّ ‫الله‬ َ

َ‫وَإ ِن تَعُدُّوا نِعْمة اللَّهِ ل ت ُحصوهَا إ ِن‬ َ َ ْ ّ ُ ْ ‫رحيم‬ ٌ ِ َ

Rumah gadang gajah maharam,

Dan jika kamu menghitung-hitung ni’mat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi maha Penyayang” (QS.16, An Nahl : 18).

Lumbuang baririk di halaman, Rangkiang tujuah sajaja, Sabuah si bayau-bayau, Panenggang anak dagang lalu, Sabuah si Tinjau lauik,
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 11

Birawati lumbuang nan banyak, Makanan anak kamanakan. Manjilih ditapi aie, Mardeso di paruik kanyang. Kesadaran kepada bagaimana luasnya bumi Allah

َّ ‫فَإِذَا قُضي َت ال صلة ُ فَانْت َشروا ف ِي الرض وَابْتَغُوا‬ ِ ِ ْ ُ ِ ِ ُ ‫من فَضل اللَّهِ وَاذْك ُروا الل َّه كَثِيرا لَعَلَّك‬ ‫م ت ُفل ِحون‬ َ ُ ْ ْ َ ً ُ ِ ْ ْ ِ
Maka berpencarlah kamu diatas bumi, dan carilah karunia Allah dan (di samping itu) banyaklah ingat akan Allah, supaya kamu mencapai kejayaan. (QS.62, Al Jumu’ah : 10).
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 12

Karatau madang dihulu babuah babungo balun. Marantau buyuang dahulu dirumah paguno balun. Ingek sa-balun kanai, Kulimek sa-balun abih, Ingek-ingek nan ka-pai, Agak-agak nan ka-tingga.  Mencari nafkah dengan "usaha sendiri". Kamu ambil seutas tali, dan dengan itu kamu pergi kehutan belukar mencari kayu bakar untuk dijual pencukupan nafkah bagi keluargamu, itu adalah lebih baik bagimu dari pada berkeliling meminta-minta. (Hadist).
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 13

Tawakkal dengan bekerja dan tidak boros. Tawakkal, bukan "hanya menyerahkan nasib" dengan tidak berbuat apa-apa, "Bertawakkal lah kamu, seperti burung itu bertawakkal" (Atsar dari Shahabat). Tak ada kebun tempat bertanam, tak ada pasar tempat berdagang. Tak kurang, setiap pagi terbang meninggalkan sarangnya dalam keadaan lapar, dan setiap sore kembali dalam keadaan "kenyang".

Kami jadikan malam menyelimuti kamu (untuk beristirahat), dan kami jadikan siang untuk kamu mencari nafkah hidup. (QS.78, An Naba’ : 10-11). Ka lauik riak mahampeh, Ka karang rancam ma-aruih, Ka pantai ombak mamacah.
08/16/08

َّ ‫وَجعَلْنَا اللَّي ْل لِبَاسا)01(وَجعَلْنَا الن‬ َ ً َ َ (11)‫هَار معَاشا‬ َ َ ً

Jiko mangauik kameh-kameh,
H. Mas'oed Abidin

14

Jiko mencancang, putuih – putuih, Lah salasai mangko-nyo sudah  Kesadaran kepada ruang dan waktu

Kami jadikan malam menyelimuti kamu (untuk beristirahat), dan kami jadikan siang untuk kamu mencari nafkah hidup. (QS.78, An Naba’ : 10-11)

َّ ‫وَجعَلْن َا اللَّي ْل لِبَا سا )01( وَجعَلْن َا الن‬ َ ً َ َ ‫هَار معَاشا‬ َ َ ً (11)

Ka lauik riak mahampeh, Ka karang rancam ma-aruih, Ka pantai ombak mamacah. Jiko mangauik kameh-kameh, Jiko mencancang, putuih – putuih, Lah salasai mangko-nyo sudah
08/16/08 H. Mas'oed Abidin

15

1.Ad Dienul Islam
• Agama Islam berdasar al Quran berperan multifungsi, “mengeluarkan manusia dari sisi gelap kealam terang cahaya (nur)”[1]. [1] Diantaranya terdapat dalam A.1:14,QS.Ibrahim. ‫رط زز‬ ِ ‫لتخْ ِ َ ال ّاس ِ َ ال ُّ َا ِ ِلَى ال ّو ِ ِِذْ ِ َبهِمْ َِى صِ َا ِ الْعَ ِي‬ ‫ِ ُ رج ن َ من ظلم ت إ ن ر بإ ن ر ّ إل‬ ‫ْحم د‬ ِ ‫ال َ ِي‬

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

16

Wajib amalkan Nilai Dasar Islam
• Bila Islam tidak diamalkan dari inti nilai-nilai dasar (basic of value) Dinul Islam, atau hanya sebatas kulit luar berupa ritual ceremonial, maka ummat ini tidak akan berkemampuan bertarung di tengah perkembangan dunia global di abad duapuluh satu mendatang.

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

17

Pelecehan Nilai Akan terjadi jika,
1. masyarakat lalai 2. hanya senang menerima, 3. suka menampung dan menagih apa-apa yang tidak diberikan orang, 4. menjadi bangsa pengemis, • Akibatnya tampillah pelecehan nilai-nilai bangsa yang kesudahannya membawa bangsa ini terjerumus menjual diri …, • Dinul Islam menyimpan rahasia besar “gerakkan tanganmu, Allah akan menurunkan untukmu rezeki” [1]. • (1)       

08/16/08

.

 “ 

H. Mas'oed Abidin

 ‘

 ’ ”   

18

Nilai Agama Membentuk Masyarakat
• Nilai ajaran dinul Islam melahirkan masyarakat proaktif menghadapi berbagai keadaan sebagai suatu realitas perbaikan kearah peningkatan mutu masyarakat. Abad kedepan yang akan banyak berperan adalah, masyarakat berbasis ilmu pengetahuan (knowledge base society), masyarakat berbasis budaya (culture base sociaty) dan, masyarakat berbasis agama (religious base society).

• • • • •

Peran terbesar para intelektual (ic para pendidik) adalah aktif menata ulang masyarakat dengan nilainilai kehidupan berketuhanan dan bertamaddun sebagai mata rantai tadhamun al Islami (modernisasi, pengenalan Islam ketengah peradaban manusia). • Peran ini penting untuk menggiring masyarakat Indonesia ini menuju masyarakat madaniyah (maju, 08/16/08 H. Mas'oed Abidin 19 beradab).

2. Mengangkat taraf hidup kelompok lemah
• Dari akar serabut (grass root) masyarakat alas terbawah piramida, diawali dengan, merasakan nilai kepentingan mempunyai daya inisiatif, kreatif (daya cipta) memiliki imaginasi   • Disertai keinginan mengangkatnya, tentu akan dapat memulainya. • ‫َاّ ِينَ َا َ ُوا فِي َا لَنَهْدِيَ ّ ُمْ ُ ُلَ َا‬ ‫نه سب ن‬ ‫و لذ ج هد ن‬ ‫وإن ل م م ْ ن‬ َ ‫َِ ّ ا َّ لَ َعَ الْ ُحسِنِي‬ • “Dan orang-orang yang bekerja
sungguh-sungguh pada (jalan) kami, sesungguhnya kami akan pimpin mereka di jalan-jalan kami: dan sesunggunya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. AlAnkabut, ayat 69.). 20

• • • •

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

3. Gerakan Memberdayakan Ummat Proses mempertinggi
kesejahteraan hidup adalah rangkaian gerbong yang erat terkait dengan proses pembangunan ekonomi bangsa.
Dalam setiap proses pembangunan keummatan (ummatisasi) tidak selalu harus ditilik dari sudut efisiensi dan rendemen ekonomis semata,

Proses Pembangunan Umat (Ummatisasi)

Efisiensi Interaksi Adat Istiadat

SDA

Pemahaman mendalam dari lubuk hati 4. Kemauan pada diri ummat secara individu/kelompok yang akan ikut 08/16/08 serta dalam proses pembangunan H. Mas'oed Abidin itu..

3.

Agama Iman
21

Mensyukuri Nikmat Allah
• Daerah kita terkenal sebagai daerah yang kaya dengan sumber alam. Sumber Daya Alam (natural resources) belum seluruhnya di olah. Dapat dikatakan bisa mendukung suatu pertumbuhan ekonomi yang sehat. • Kecenderungan penduduknya dibidang ekonomi baru kepada mencari nafkah dengan memindah-mindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat yang lain saja.
08/16/08

Gerakan Pemberdayaan Ummat

Minat

SDA Ulayat

H. Mas'oed Abidin

22

3. Membangun Masyarakat Potensial
• Melalui amaliyah yang sepadan dengan kekuatan yang tersedia dalam tubuh masyarakat mestinya disertai serentak membangun jiwa dan pribadi untuk menjadi ummat yang sadar. • Latar belakang usaha sebenarnya adalah merombak tradisi dengan membuka pikiran masyarakat dan merintis jalan baru, memulai dari urat masyarakat dengan cara-cara yang praktis.
08/16/08

Membangun Masyarakat Yang Potensial

Jiwa Sadar Adat Istiadat

Amaliyah Interaksi

Iman
23

H. Mas'oed Abidin

3. Menghidupkan Jiwa Ummat
• Ummat perlu dihidupkan jiwanya menjadi satu ummat yang mempunyai falsafah dan tujuan hidup (wijhah) yang nyata, memiliki identitas (shibgah), bercorak kepribadian terang (transparan) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. • Satu susunan hidup berjama’ah yang diredhai Allah yang dituntut oleh “syari’at” Islam. • Sesuai Adat basandi Syara’ dan Syara’ basandi Kitabullah. • “satu aspek dari Social Reform”, yang tidak dapat diabaikan,yaitu berusaha di urat masyarakat.
08/16/08

Membangun Masyarakat Potensial

Jiwa Sadar Adat Istiadat

Amaliyah Interaksi

Iman
24

H. Mas'oed Abidin

3. Menguatkan akidah Ummat
• • 3. 4. Program silaturrahmi yang saling memahami. Pembinaan cita-cita hendak menjelmakan tata-cara hidup kemasyarakatan Membangun Masyarakat hidup dan memberi hidup (ta’awun) bukan falsafah berebut hidup, Potensial menanam tanggung jawab kesejahteraan lahir batin tiap anggota masyarakat sebagai suatu kesatuan menyeluruh timbal balik (takaful dan tadhamun); Jiwa Amaliyah mengajarkan keragaman serta Sadar ketertiban dan disiplin jiwa dari dalam, bukan penggembalaan dari luar; Interaksi menumbuhkan ukhuwwah yang ikhlas, bersendikan Iman dan Taqwa; Adat mengajarkan hidup seimbang Istiadat (tawazun) antara kecerdasan otak dan ketangkasan otot, antara ketajaman akal dan ketinggian akhlak, antara Iman amal dan ibadah, antara ikhtiar dan do’a. 08/16/08 H. Mas'oed Abidin 25

5.

6. 7.

Upaya Menguatkan Akidah ummat
NILAI AMAL Akidah / Nawaitu Masyarakat Muslim
• Besar kecilnya nilai amal terletak dalam niat/motif melakukannya. • Tinggi rendahnya nilai hasil yang dicapai sesuai dengan tinggi rendahnya mutu niat mengejar hasil itu. • Amal akan kering dan hampa, tatkala kulit luarnya di lakukan, tetapi tujuan nawaitu-nya hilang di tengah jalan. • Kewajiban social control (nahyun ‘anil munkar) harus lekas-lekas dilaksanakan, agar masyarakat jangan berserak, • Kengemukakan social support (amar makruf) secara jelas. Insya Allah masyarakat (dhu’afak) akan kuat dan masuk shaf kembali. • Inilah inti kesatuan persaudaraan (ukhuwah dan badunsanak ) itu.
26

Ukhuwwah

Social Support Amar Makruf
08/16/08

Social Control Nahyun ‘Anil Munkar

H. Mas'oed Abidin

PERAN PEMIMPIN
• Sebenarnya seorang pemimpin pelopor penggerak pembangunan memikul beban menghidupkan dapur masyarakatnya dengan sungguh-sungguh. • Kebahagiaan tertinggi seorang pemimpin tatkala dapat menghidupkan salah satu dari ribuan dapur yang senantiasa berasap karena usahanya. Tak ada bahagia dalam kekenyangan sepanjang malam, bila si-jiran setiap akan tidur diiringi lapar (al Hadist).

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

27

Pelihara Kebersamaan
SelC pengkalan
• Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama, SelB selama ini hidup dalam rukun Kasih dan damai. Antara lain disebabkan karena kebetulan mayoritas mutlaknya terdiri dari SelA umat yang berakhlaq agama, Operasi yakni Islam. • Akhlak ialah terpeliharanya hubungan baik dengan Allah Lodge dan baiknya hubungan dengan manusia. Lihat juga Al Quran S.2, Albaqarah ayat 83 – 86. • Umat Muslimin di mana-mana Grand melakukan segala amaliahnya bertujuan mempertebal iman Lodge dan taqwa kepada Allah semata. H. Mas'oed Abidin 28

SelD landing SelE sasar
08/16/08