P. 1
Makin Profesional Lewat Penelitian 6 Penelusuran Literatur

Makin Profesional Lewat Penelitian 6 Penelusuran Literatur

|Views: 218|Likes:
Published by Leo Sutrisno
Bagaimana cara menelusuri literatur yang baik?
Bagaimana cara menelusuri literatur yang baik?

More info:

Published by: Leo Sutrisno on Feb 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2014

pdf

text

original

Penelusuran literatur Leo Sutrisno

Email yang masuk dalam minggu ini menyaranan agar dibicarakan tentang cara menelusuri literatur. Dikatakan bahwa penelusuran literatur jarang mendapat perhatian yang memadai dalam buku-buku metodologi penelitian. Baik! Sinyalemen seperti ini memang betul. Jika kita membolak-balik buku-buku metodologi penelitian, hampir tidak ada bab khusus yang membahas cara menelusuri literatur. Tampaknya, itu merupakan sesuatu yang sudah ’menempel’ langsung dengan sendirinya pada setiap kegiatan penelitian. Penelusuran literatur mempunyai tujuan ingin mencari tahu tentang apa yang telah diketahui. Sehingga, penelitian berikutnya lebih terarah dan lebih efisien, kebijakan yang dibuat akan lebih efektif dan informasi ilmiah yang ada dapat dideseminasikan ke khalayak yang lebih luas. Langkah-langkah penelusuran literatur itu mirip dengan langkah-langkah penelitian. Misalnya, dimulai dengan memformulasikan masalah, mengumpulan data, mengevaluasi data, menganalisis dan menginterpretasi, serta diakhiri dengan menyajian hasil. Mari kita mulai. Langkah yang pertama adalah formulasi masalah. Formulasi masalah merujuk pada kegiatan memilih topik yang akan ditelusuri literaturnya. Misalnya, seorang peneliti akan mencari tahu tentang ’guru yang menjual nilai’ mungkin ia memformulasikan masalahnya sebagai: ”Apa penyebab yang dominan bagi praktek penjualan nilai yang dilakukan para guru?”. Formulasi masalah berfungsi untuk menyusun definisi yang dapat memilah antara literatur yang relevan dan yang tidak relevan. Definisi menjadi unsur yang penting dalam tahap ini. Definis yang terlalu sempit menghasilkan kesimpulan yang kurang kuat. Sebaliknya, definisi yang terlalu longgar menghasilkan rincian yang kuran padu sehingga terkesan supervisial. Langkah kedua adalah pengumpulkan data, mengumpulkan tulisan yang akan dipelajari. Pada langkah ini, pertanyaan yang ada dipikiran kita adalah ”bagaimana cara kita menemukan literatur yang diperlukan?”. Berbeda cara menemukan berbeda bacaan yang terkumpul. Berbeda pula kesimpulan yang dibuat. Ada beberapa cara yang kita lakukan. Cara pertama adalah menanyakan langsung kepada kolega atau kenalan (Invisible college approach) apakah mereka memiliki tulisan-tulisan yang terkait dengan topik yang akan ditelaah atau tidak. Cara kedua adalah melalui daftar referensi dari suatu tulisan (Ancestry approach). Tulisan-tulisan yang dianggap cocok kemudian dilacak

langsung ke tempat-tempat ’penyimpanan’-nya – perpustakaan. Cara ketiga adalah menggunakan ’citation indexes’. Secara internasional, istilah-istilah dalam setiap cabang ilmu pengetahuan dilacak dari siapa yang mengusulkannya hingga sudah berapa kali istilah itu digunakan dalam tulisan-tulisan yang lain. Semua itu dikompilasi dalam bentuk ’Citation Indexes’. Semakin sering dipakai / dikutip dalam tulisan yang lain berarti semakin banyak yang menerima keberadaan istilah tersebut. Tentu menjadi semakin bergengsi. Kita perlu menggunakannya. Cara penelusuran yang keempat adalah menggunakan ’abstract services’. Ada dua jenis abstract sevices, yaitu abtsrak artikel dan abstrak disertasi. Kita dapat menggunakan bastrak ini sebagai langkah awal dalam menemukan tulisan-tulisan yang kita perlukan. Cara yang terakhir adalah ’on-line computer’. Langkah ketiga dalam menelusuri literatur adalah pengumpulkan data -mengumpulkan bagian tulisan yang akan dibaca. Tidak seluruh dari suatu tulisan yang telah terkumpul dibaca dari awal hingga akhir. Kita perlu menetapkan bagian yang mana yang perlu dicermati dan bagian yang mana yang tidak. Kita perlu membuat kriteria untuk memilih bagian mana yang harus dibaca bagian mana yang tidak. Langkah keempat adalah evaluasi data. Bahan bacaan yang telah terkumpul perlu dievaluasi mana yang ’sampah’ mana yang bukan. Perbedaan prosedur dalam menentukan kriteria untuk menetapkan validitas bahan bacaan akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Langkah kelima adalah analisis dan interpretasi. Bahan literatur yang telah diseleksi dan telah dipelajari pada akhirnya perlu ditelaah, dianalisis dan ditafsirkan. Prosedur untuk menganalisis dan mentafsirkannya perlu ditetapkan. Perbedaan kriterianya akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda Dan, langkap yang terakhir dalam menelusuri literatur adalah penulisan, penyajian hasil. Tidak semua bahan yang telah dipilih harus disajikan ke public. Kita perlu lagi memilih dan memilah yang wajib diketahui khalayak ramai dan tidak. Pertanyaan yang muncul pada tahap ini adalah : infornasi yang mana yang layak disampaikan ke kalayak ramai dan sebaliknya. Berbeda aturan berbeda pula kesimpulannya. Inilah pembaca, ulasan sepintas cara menelusuri literatur. Langkah demi langkah dalam menelusuri literatur tidak berbeda dari langkah-langkah penelitian. Karena, pada hakekatnya menelusuri literatur juga berarti melakukan penelitian (Studi literatur). Semoga bermanfaat, terutama buat pembaca yang telah menyarankannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->