FUNGSI DAN KELAINAN KELENJAR TIROID

RUSWANA ANWAR

SUBBAGIAN FERTILITAS DAN ENDOKRINOLOGI REPRODUKSI BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNPAD BANDUNG 2005

1

FUNGSI DAN KELAINAN KELENJAR TIROID

PENDAHULUAN Pertumbuhan dan fungsi dari kelenjar tiroid paling sedikit dikendalikan empat mekanisme : yaitu sumbu hipotalamus-hipofisis-tiroid klasik, di mana hormon pelepas-tirotropin hipotalamus (TRH) merangsang sintesis dan pelepasan dari hormon perangsa ng-tiroid hipofisis anterior (TSH), yang kemudian pada gilirannya merangsang sekresi hormon dan pertumbuhan oleh kelenjar tiroid; kemudian deio ininase d hipofisis dan perifer, yang

memodifikasi efek dari T4 dan T3; autoregulasi dari sintesis hormon oleh kelenjar tiroid sendiri dalam hubungannya dengan suplai iodinnya; dan stimulasi atau inhibisi dari fungsi tiroid oleh autoantibodi reseptor TSH . Pengelolaan kelainan kelenjar tiroid dilakukan dengan melakukan uji kadar hormon TSH dan tiroksin bebas, didasari atas patofisiologi yang terjadi, sehingga akan didapatkan pengelolaan menyeluruh. Diagnosis dari penyakit tiroid telah banyak di ederhanakan dengan s dikembangkannya assay yang peka untuk TSH dan tiroksin bebas Suatu . peningkatan TSH dan tiroksin bebas yang rendah menetapkan diagnosis dari hipotiroidisme, dan TSH yang tersupresi dan FT4 yang meningkat menetapkan diagnosis dari hipertiroidisme.

STRUKTUR DARI HORMON TIROID Hormon tiroid unik karena mengandung 59-65% unsur iodin. Struktur dari hormon ini, T4 dan T3, diperlihatkan dalam Gambar 1. Tironin yang diiodinisasi diturunkan dari iodinisasi cincin fenolik dari residu tirosin dalam tiroglobulin membentuk mono- dan diiodotirosin, yang digabungkan membentuk T3 atau T4 (
1,2) .

Disampaikan pada pertemuan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi bagian Obstetri dan Ginekologi RSHS/FKUP Bandung, tanggal 01 Juni 2005

2

Metabolisme Iodin Iodin memasuki tubuh dalam makanan atau air dalam bentuk ion iodida atau iodat, dalam lambung ion iodat diubah menjadi iodida. Dalam perjalanan 100 tahun, iodin telah larut dari tanah dan terkuras ke dalam lautan, sehingga di daerah pegunungan dan pedalaman pasok an iodin kemungkinan sangat tebatas, r sementara unsur ini melimpah d daerah-daerah pantai. i Kelenjar tiroid

memekatkan dan menjebak iodida dan mensintesa serta menyimpan hormon tiroid dalam tiroglobulin, yang mengkompensasi kelangkaan dari iodin. Anjuran asupan iodin adalah 150 g/hari; jika asupan di bawah 50g/hari, maka kelenjar ini tidak mampu untuk mempertahankan sekresi hormon yang adekuat, dan akibatnya timbul hipertrofi tiroid (goiter) dan hipotiroidisme.

Gambar 1.

Struktur kimia tiroksin (T4) dan senyawa-senyawa yang berhubungan. (Murray RK: Harper's Biochemistry, 22nd ed, Appleton & Lange, 1990.)

dan merupakan suatu cadangan hormon dan tirosin teriodinisasi yang melindungi organisme terhadap periode kekurangan iodin. sekitar 75 g iodida hormonal dilepaskan ke dalam sirkulasi setiap harinya. diabsorbsi dengan cepat dari saluran gastrointestinal dan didistribusikan dalam cairan ekstraselular demikian juga dalam sekresi kelenjar liur. membentuk suatu pool sirkulasi dari sekitar 600 g I hormonal (sebagai T3 dan T4). seperti klorida. sekitar 75 g I sebagai T3 dan T4 diambil dan dimetabolisir oleh jaringan. mencapai rata-rata 8-10 mg. Tiroid mengambil sekitar 115 g I per 24 jam. Pool tiroid dari iodin organik sangat besar. dan media kontras beriodin. atau sejumlah 150 g I dalam pool ekstraselular 25 L. Walaupun konsentrasi iodida orga nik dalam pool cair ekstraselular an bervariasi langsung dengan asupan iodida. Karena sebagian besar dari iodida makanan diekskresikan ke dalam urin. Iodin. Dalam kelenjar tiroid. preparat vitamin. Iodida hormonal ini sebagian besar berikatan dengan protein pengikat-tiroksin serum. sekitar 75 g I digunakan untuk sintesis hormon dan disimpan dalam tiroglobulin. Dari pool cadangan ini. sisanya kembali ke dalam pool cairan ekstraselular. SINTESIS DAN SEKRESI HORMON TIROID Sintesis dari T4 dan T3 oleh kelenjar tiroid melibatkan enam langkah utama: (1) transpor aktif dari I melintasi membrana basalis ke dalam sel tiroid (trapping .3 Sumber-sumber dari iodin makanan termasuk garam beriodin.6 g/dL. terdapat transpor aktif dari I serum melintasi membrana basalis sel tiroid . Ambilan iodin radioakif 24 jam (RAIU) oleh kelenjar tiroid berbanding terbalik dengan ukuran dari pool iodida anorganik dan berbanding langsung dengan aktivitas tiroid. I cairan ekstraslular biasanya rendah sekali karena bersihan iodida yang cepat dari cairan ekstraselular melalui ambilan tiroidal dan bersihan ginjal. obat yang mengandung iodin. iodida urin 24 jam merupakan indeks yang baik sekali dari asupan melalui makanan. Sekitar 60 g I dikembalikan ke pool iodida dan sekitar 15 g I hormonal dikonjugasi dengan gl ukoronida atau sulfat dalam hat dan i diekskresikan ke dalam feses. Dari pool ini. Konsentrasi I dalam cairan ekstraselular adalah 0. lambung dan ASI.

Sintesis hormon tiroid melibatkan suatu glikoprotein unik. dan suatu enzim esensial. fukosa. asam sialat. yang menyandi monomer pretiroglobulin (pre-Tg). dan sulfat kondroitin. (5) deiodinasi dari iodotirosin di dalam sel tiroid. Gen tiroglobulin manusia (hTg) terletak pada lengan panjang dari kromosom 8 distal dari onkogen c-myc.000 dan koefisien endapan sebesar 19S. galaktosa. Monomer pretiroglobulin mengandung suatu peptida sinyal 19-asamamino. Mengandung sekitar 140 residu tirosil dan sek itar 10% karbohidrat dalam bentuk manosa. dan (6) di bawah lingkungan tertentu. deiodinisasi-5' dari T4 menjadi T3 intratiroidal. (3) penggabungan molekul iodotirosin dalam tir oglobulin membentuk T3 dan T4. dengan pelepasan dari iodotirosin dan iodotironin bebas. (2) oksidasi dari iodida dan iodin dari residu tirosil dalam asi tiroglobulin. TSH merangsang transkripsi dari gen tiroglobulin. (4) proteolisis dari tiroglobulin. Tiroglobulin Tiroglobulin merupakan suatu molekul glikoprotein besar yang mengandung 5496 asam amino. N-asetilglukosamin. dengan konservasi dan penggunaan dari iodida yang dibebaskan. Gen tiroglobulin mengandung sekitar 8500 nukleotida. diikuti oleh suatu rantai 2750-asam-amino yang membentuk monomer . dan hipofisektomi atau terapi T3 menurunkan transkripsinya. dengan suatu berat molekul sekitar 660. peroksidase tiroid (TPO). tiroglobulin.4 of iodide).

lambung. dan jaringan payudara.5 Gambar 2. zat ini akan menggeser dan memungkinkan perabasan (discharge) dari I nonorganifikasi dari jebakan iodida . SCN. Transpor lodida (The Iodide Trap) I ditranspor melintasi membrana basalis dari sel tiroid oleh suatu proses yang memerlukan energi aktif yang tergantung pada ATPase Na+-K+ . Kalium p erklorat dan kalium tiosianat telah digunakan untuk mengobati hipertiroidisme yang dit imbulkan-iodida. Sintesis hormon tiroid pada folikel tiroid. Dalam aparatus Golgi. dan TcO4 -. Jebakan tiroiodida dir ngsang jelas oleh TSH dan oleh antibodi a perangsang reseptor TSH (TSH-R ab [stim]) ditemukan pada penyakit Graves. pada batas koloidapikal. Walaupun I terkonsentrasi pada jaringan kelenjar liur. Jebakan ini dapat dijenuhkan dengan sejumlah besar I dan diinhibisi oleh ionion seperti CIO4 -. dan rantai tiroglobulin diglikosilasi selama tranpor ke aparatus Golgi . dua molekul DIT dapat mengadak penggaan . Di sini. pertehnetat Tc 99m. yang mempunyai suatu paruh hidup 6 jam dan suatu emisi 140-keV gamma. struktur dimerik dari tiroglobulin penting. dimer tiroglob ulin dimasukkan ke dalam vesik eksositotik el yang berfusi dengan membrana basalis dan melepaskan tiroglobulin ke dalam lumen folikular. Sistem transpor aktif ini memungkinkan kelenjar tiroid m anusia untuk mempertahankan suatu konsentra iodida bebas 30 si -40 kali dibandingkan plasma. Beberapa dari ion ini mempun yai manfaat klinik. Di dalam molekul tiroglobulin. tiroglobulin diiodinisasi dan disimpan dalam koloid (2). mRNA diterjemahkan dalam retikulum endoplasmik kasar. Untuk terjadinya proses ini. jaringan ini tidak mengorganifikasi atau menyimpan I dan tidak distimulasi oleh TSH. digunakan untuk visualisasi cepat dari tiroid untuk melihat ukuran dan fungsi dari nodul. tiroglobulin. keduanya melepaskan I dari jebakan dan mencegah ambilan I lebih lanju Natrium t. Kalium perklorat secara klinik telah digunak dengan 123I an untuk memperlihatkan cacat organifikasi dalam kelenjar tiroid. N03-.

dan terjadi hidrolisis dari tiroglobulin. fosfatase. Pada interaksi sel koloid. dikelilingi oleh i membran. seperti litium karbonat. Obat-obatan ini secara klinik berguna dalam penatalaksanaan hipertiroidisme. dan asam amino. Tiroglobulin dapat juga disintesis dan dilepaskan oleh keganasan tiroid tertentu seperti kanker tiroid papilaris atau folikular dan d apat bermanfaat sebagai suatu marker untuk penyakit metastatik. esikel koloid. Proteolisis Tiroglobulin & Sekresi Hormon Tiroid Enzim lisosomal disintesis oleh retikulum endoplasmik kasar dan dikemas oleh aparatus Golgi ke dalam lsosom. Proteolisis tiroglobulin diinhibisi oleh kelebihan iodida dan oleh litium. T3. MIT. hidrolisa glikosida. semenfara DIT dan MIT dideiodinisasi dan I dilestarikan. dan suatu molekul MIT dan DIT dapat mengadakan penggabungan membentuk T. fragmen peptida. menunjukkan zat ini dependen-cAMP. DIT. Mekanisme transpor T3 dan T4 melalui sel tiroid tidak diketahui.6 bungan membentuk T4. termasuk protease. T3 dan T4 dilepaskan ke dalam sirkulasi. digunakan untuk terapi keadaan manik-depresif. yang kemungkinan b ermanfaat dalam daerah geografik di mana asupan iodin natural rendah. atau goiter akibat-TSH . dan karbimazol-merupakan inhibitor poten dari peroksidase tiroidal dan akan menghambat sintesis hormon tiroid. dan oleh analog cAMP (Bu)2cAMP. hipertiroidisme. dan enzim-enzim lain. yang. endopeptidase. Tiroglobulin dengan kandungan iodin yang rendah dihidrolisa dengan lebih cepat ketimbang tiroglobulin dengan kandungan iodin y ang tinggi. metimazol. Sejumlah kecil tiroglobulin yang tak terhidrolisa juga dilepaskan dari sel tiroid. hal ini menin gkat dengan nyata pada situasi tertentu seperti tiroiditis subakut. Sekresi hormon tiroid distimulasi oleh TSH. Struktur-struktur ini. mempunyai suatu interior yang bersifat asam dan diisi dengan enzim proteolitik. yang mengaktivasi adenilil siklase. koloid ditelan ke dala suatu m vesikel koloid oleh suatu pros makropinositosis atau mikropinositosis dan es diabsorbsi ke dalam sel tiroid Kemudian lisosoma berfusi dengan v . melepaskan T4. 3 Obat-obatan tiokarbamid -terutama propiltio-urasil. . tetapi dapat melibatkan suatu karier hormon spesifik.

pada neonatus. Pengamatan yang paling mencolok adalah bahwa efek ini adalah sementara dan bahwa kelenjar tiroid yang normal "lolos" dari efek I. di bawah. Efek Wolff -Chaikoff kemungkinan disebabkan oleh inhibisi dari pembangkitan H2O2 oleh kandungan I intratiroidal yang tinggi." atau gangguan sintesis hormon. Efek dari Kelebihan Iodin pada Biosintesis Hormon Dosis iodida semakin meningkat yang diberikan pada tikus denan g defisiensi-iodida pada awalnya menimbulkan peningkatan organifikasi iodida dan pembentukan hormon hingga dicapai suatu kadar kritis. Hal ini disebabkan oleh inhibisi d penjebakan I dengan penurunan dari iodida ari intratiroidal. memungkinkan berlangsungnya hormogenesis. terjadi i inhibisi organifikasi dan horm ogenesis menurun. hal ini dapat an menimbulkan kretinisme . hipotiroidisme ringan hingga berat. Efek Defisiensi Iodida pada Biosintesis Hormon Suatu diet dengan iodin sangat rendah menurunkan kandungan iodin intratiroid. meningkatkan rasio intratiroidal MIT terhadap DIT. serum T3 dan T4 yang rendah dan TSH serum yang meningkat. menurunkan sekresi dari T4. Hal ini menimbulkan "dishormogenesis. Jika kelenjar tidak .7 KELAINAN DALAM SINTESIS & PELEPASAN HORMON TIROID Defek Metabolik yang Diturunkan (Dishormogenesis) Defek metabolik yang diturunka dapat melibatkan setiap fase dari n biosintesis hormonal. hal ini menimbulkan goiter. Pada ttik ini. Defek ini dilaporkan secara lebih terperinci dalam bab mengenai goiter nontoksik. dengan suatu ambilan iodin yang tinggi dan hipotiroidisme ring sama berat. atau goiter. Pada orang dewasa. dan meningkatkan TSH serum. Pasien ditemu kan dengan pembesaran tiroid. meningkatkan rasio T3 terhadap T4. Adaptasi yang terjadi dapat melibatkan peningkatan sintesis T3 relatif terhadap T4 dan 5'-deiodinisasi intratiroidal dari T4 menjadi T3 yang meningkat menghasilkan suatu campuran hormon yang lebih aktif.

merangsang sintesis dan pelepasan TSH maupun prolaktin. Pada kelenjar hipofisis anterior. Thyrotropin-Releasing Hormone Hormon pelepas -tirotropin (TRH) merupakan sua tu tripeptida. dan (4) stimulasi atau inhibis dari i fungsi tiroid oleh autoantibodi reseptor TSH (1. (3) autoregulasi dari sintesis hormon oleh kelenjar tiroid sendiri dalam hubungannya dengan suplai iodinnya. Gen ini juga meny andi neuropeptida lain yang secara biologik kemungkinan bermakna. TRH juga ditemukan pada bagian lain dari hipotalamus. atau kadang-kadang pada mereka dengan kelenjar tiroid yang sebelumnya normal. di mana p hormon pelepas-tirotropin hipotalamus (TRH) merangsang sintesis dan pelepasan dari hormon perangsang-tiroid hipofisis anterior (TSH). Pada beberapa pasien. di mana ia berfungsi sebagai suatu neurotransmiter Gen untuk . di mana ia mengendalikan sintesis dan pelepasan dari TSH.8 mampu untuk melakukan adaptasi ini--seperti yang terjadi pada pasien dengan tiroiditis autoimun atau ada b eberapa pasien dengan dishormo genesis--akan timbul hipotiroidisme akibat-iodida. Hormon ini disimpan eminensia mediana dari hipotalamus dan kemudian diangkut via sistem venosa portal hipofisis ke batang hipofisis ke kelenjar hipofisis anterior. yang pada gilirannya merangsang sekresi hormon dan pertumbuhan oleh kelenjar tiroid. preproTRH mengandung suatu u nit transkripsi 3. KONTROL FUNGSI TIROID Pertumbuhan dan fungsi dari kelenjar tiroid paling sedikit dikendalikan empat mekanisme : (1) sumbu hi otalamus-hipofisis-tiroid klasik. dan medula spinalis. Hal ini dapat timbul pada pasien dengan nyakit Graves laten. disintesis oleh neuron dalam nuklei supraoptik dan supraventrikuler dari hipotalamus . pada mereka dengan goiter multinodular. (2) deiodininase hipofisis dan perifer.3-kb yang menyandi enam molekul TRH. TRH berikatan dengan reseptor membran spesifik pada tirotrop dan sel pensekresi-prolaktin. Hormon tiroid menyebabkan suatu . piroglutamil-histidil-prolineamida. suatu beban iodida akan menimbulkan hipertiroidisme . otak.2). yang memodifikasi efek dari T4 dan T3.

menguran respons TRH. TRH dihasilkan di hipotalamus mencapai tirotrop di hipofisis anterior melalui sistem porta l hipotalamus-hipofisis dan merangsang sintesis dan pelepasan TSH. terdapat pembangkita n dari 1. yang . merangsang pelepasan dari hormon yang disimpan. kedua.4. Respons dari tirotrop hipofisis terhadap TRH adalah bimodal : Pertama. Gambar 3 . yang pada gi irannya mengaktivasi l fosfolipase c untuk menghidrolisa fosfatidilinositol-4.5-trifosfat (IP3). Secara serentak. TRH berikatan dengan reseptornya pada tirotrop dan mengaktivasi suatu protein G. T3 terutama menghambat sekresi TRH dan TSH. Sumbu hipotalamus-hipofisis-tiroid.9 pengosongan lambat dari reseptor TRH hipofisis.5-bisfosfat (PIP2) menjadi inositol-1. yang menyebabkan respons letupan pertama dari pelepasan hormon. IP3 merangsang pelepasan dari Ca2+ intraselular. yang meningkatkan sintesis hormon. merangsang aktivitas gen.2-DG). gi estrogen meningkatkan reseptor TRH.2 -diasilgliserol (1. Baik hipotalamus dan hipofisis. T4 mengalami monodeiodinasi menjadi T3 di neural dan hipofisis sebagaimana di jaringan perifer. meningkatkan kepekaan hipofisis terhadap TRH.

6 U/mL dan suatu frekuensi rerata satu pulsa setiap 1. Peningkatan dalam Ca2+ intraselular dan kinase protein C dapat melibatkan suatu peningkatan transkripsi . pap aran dengan dingin meningkatkan sekresi TRH dan TSH. Kadar TRH plasma pada orang normal sangat rendah.8 jam. yang diperlukan untuk aktivitas bio logik penuh dari hormon ini. Subjek normal mempunyai suatu amplitudo pulsa TSH ratarata sekitar 0. tetapi hal ini tidak dijumpai pada manusia dewasa. hipotalamik yang mendorong sin tesis TRH dalam nuklei suprao tik dan p supraventrikular. orang normal memperlihatkan irama sirkadian. dan pada pasien dengan hipertiroidisme kedua pulsa dan peningkatan nokturnal mengalami supresi yang nyata. Penelitian in vitro dan in vivo memperlihatkan bahwa T3 secara langsung menginhibisi transkripsi dari gen preproTRH dan dengan demikian pula sintesis TRH dalam hipotalamus. Dengan demikian pasien dengan tumor hipotalamus dan hipotiroidisme kemungkinan mempunyai TSH yang terukur. amplitudo dari pulsa dan peningkatan nokturnal lebih besar dibandingkan normal. atau sekresi hormon hipofisis lain. Sekresi TSH yang dirangsang -TRH terjadi dalam suatu cara pulsasi sepanjang 24 jam . dengan suatu TSH serum puncak pada malam hari. Pada pasien hipotiroid. Pada hewan eksperimental dan pada neonatus. walaupun bertanggung jawab untuk fase kedua dan bertahan dari sekresi hormon. yang tidak aktif secara biologik. dengan suatu waktu paruh hormon yang diberikan secara intravena sekitar 5 menit. . berentang dari 25 hingga 100 Pg/mL. biasanya antara tengah malam dan jam 4 pagi. Puncak ini tidak berhubungan dengan tidur. TRH juga merangsang g likosilasi TSH. maka hal ini juga merupakan inhibitor yang efektif dari sintesis dan sekresi TRH . Di samping itu. Irama ini kemungkinan dikontrol oleh suatu "generator pulsa" neuronal. TRH dimetabolisir dengan cepat.10 mengaktivasi protein kinase C. Karena T4 diubah menjadi T3 di dalam neuron peptidergik. makan.

Sekresi TRH distimulasi o leh penurunan T4 atau T3 serum (de ngan penurunan T3 intraneuronal). dan T3 intraneuronal Neurogenik : sekresi bergelombang dan irama sirkadian Paparan terhadap dingin (hewan dan bayi baru lahir) Katekolamin adrenergik-alfa Vasopresin arginin Penghambatan : Peningkatan Ta dan T3 serum. TIROID : Sintesis dan pelepasan hormon tiroid Perangsangan : TSH Antibodi perangsangan TSH-R Penghambatan : Antibodi penghambat TSH-R Kelebihan iodida Terapi litium Hormon dan obat-obatan tertentu dapat mengubah sintesis dan pelepasan TRH.11 Tabel 1 . o leh agonis adrenergik-alfa. dan T3 intraneuronal Penghambat adrenergik alfa Tumor hipotalamus 2. agonis dopamin : bromokriptin Glukokortikoid Penyakit-penyakit kronis Tumor hipofisis 3. dan T3 intratirotrop Peningkatan aktivitas deiodinase-5' Tipe 2 Somatostatin Dopamin. HIPOFISIS ANTERIOR: Sintesis dan pelepasan TSH Perangsangan : TRH Penurunan T4 dan T3 serum. dan oleh arginin . HIPOTALAMUS : Sintesis dan pelepasan TRH Perangsangan : Penurunan Ta dan T3 serum. dan T3 intratirotrop Penurunan aktivitas deiodinasi-5' tipe 2 Estrogen : meningkatkan tempat pengikatan TRH Penghambatan: Peningkatan T4 dan T3 serum. Faktor-faktor yang Mengatur Sekresi Hormon Tiroid 1.

dan juga untuk hormon plasenta hCG. tetapi ada kemungkinan bahwa mereka meningkatkan aktivitas biolgik TSH dan memo difikasi kecepatan bersihan me taboliknya. tetapi fungsinya di sini belum diketahui. alfa dan beta. Perhatikan respons yang diperbesar dari TSH hipofisis menjadi TRH pada pasien dengan hipotiroidisme primer dan respons yang tersupresi pada pasien dengan hipertiroidisme. di mana residu glukosa. Subunit alfa manusia mempunyai suatu inti apoprotein dari 92 asam amino dan mengandung satu rantai o lig osakarida (1. TSH deglikosilasi akan berikatan dengan reseptornya. dan fukosa dan sulfat terminal atau residu asam sialik dihubungkan dengan inti apoprotein. sekresi TRH diinhibisi ol h peningkatan T4 dan T3 e serum (dengan T3 intraneuronal yang meningkat) dan blokade alfa-adrenergik . TRH dan metabolit dipeptida siklo (His Pro) juga ditemukan dalam sel pulau Langerhans pankreas.12 vasopresin. Fungsi dari residu karbohidrat ini tidak seluruhnya jelas. TRH yang diberikan secara intravena pada manusia dengan dosis bolus 200500 g menimbulkan suatu peningkatan yang cepat dari TSH serum. merupakan suatu glikoprotein yang disintesis dan disekresikan oleh tirotrop dari kelenjar hipofisis anterior.2) Glikosilasi terjadi dalam reti ulum endoplasma kasar dan Golgi dari k tirotrop. Contohnya. goiter noduler dengan nodul yan berfungsi secara g otonom. Subunit alfa lazim untuk dua glikoprotein hipofisis lain. mencapai puncak pada sekitar 30 menit dan bertahan selam a 2-3 jam. Tirotropin Thyroid-stimulating hormone (hormon perangsang-tiroid). Mempunyai berat molekul sekitar 28. subunit beta berbeda untuk setiap hormon glikoprotein dan memberikan sifat pengikatan dan aktivitas biologik yang spesifik. tetapi aktivitas biologiknya menurun secara nyata dan kecepat bersihan meta an boliknya meningkat dengan nyata. FSH dan LH. atau tirotropin (TSH). manosa. . Respons yang khas terhadap TRH dalam berbagai keadaan klinik diberikan dalam Gambar 4-24 dan 4-25. Sebaliknya.000 dan terdiri dari dua subunit yang dihubungan secara kovalen.

Gen TSH manusia terletak pada kromos -R om 14q31. LH dan hCG) dengan penyisipan dari suatu r ngkaian delapan-asam amino (residu asam a amino 38-45) dan suatu rangkaian 50-asam amino (residu asam amino 317366). dan gambaran klinik adalah dari hipotiroidisme non-goiter. dengan tujuh ansa transmembran. TSH mengatur mRNA TSH-R. a Reseptor TSH telah diklon dan merupakan suatu glikoprotein rantai-tunggal yang mengandung 744 asam amino. dan suatu daerah ekstraselular dari 398 asam amino yang mengandung enam tempat glikosilasi dan tiga ikatan disulfida . meningkatkan jumlah dari reseptor TSH pada membran sel tiroid. Reseptor TSH berbeda dari reseptor hormon glikoprotein lain (contohnya. Sebagian besar dari aksinya diperantarai melalui sistem G protein-adenilil siklase-cAMP. menimbulkan suatu subunit TSH- yang tidak berkombinasi dengan subunit  untuk menghasilkan TSH yang aktif secara biologik. Efek dari TSH terhadap Sel Tiroid TSH mempunyai banyak aksi pada sel tiroid. Memiliki suatu daerah intraselular dari 346 asam amino. Suatu gambaran skematik dari gen subunit  dan  diberikan dalam Gambar 4-26.13 Gen untuk subunit  manusia terletak pada kromosom 6 dan gen untuk subunit  manusia pada kromosom l. berat molekul dari molekul glikosilase adalah sekitar 100. Diduga bahwa tempat yang lebih dahulu (38 -45) adalah tempat pengikatan TSH dan tempat yang belakangan mengandung untuk a ntibodi perangsang-reseptor TSH (TSH -R Ab [stim]) karakteristik dar penyakit i Graves (lihat bawah). Telah dilaporkan beberapa keluarga dengan suatu titik mutasi dalam gen TSH-. tetapi aktivasi dari sistem fosfatidilinositol (PIP2) dengan peningkatan dar kalsium i . TSH merupakan faktor primer yang mengendalikan pertumbuhan sel tiroid dan sintesis serta sekresi hormon tiroid : Efek ini dicapai dengan berikatan dengan suatu reseptor TSH (TSH-R) spesifik pada membran sel tiroid dan mengaktivasi G protein-adenilil siklase-cAMP dan sistem pemberi n sinyal fosfolipase. Gangguan ini bersifat autosomal resesif.

T3 dan T4. dengan peningkatan sekresi T4 dan T3 dari kelenjar. mempercepat resorpsi tiro lobulin. produksi CO2. Aksi utama dari TSH termasuk yang berikut ini : A. dan suatu peningkatan dari oksidase glukosa via lintasan heksosemonofosfat dan siklus Krebs. Metabolisme Iodin : TSH merangsang semua fase meta olisme b iodida. sementara hidrolisa PTP2 dan peningkatan Ca2+ intraselular merangsang iodinasi dari tiroglobulin. . termasuk a stimulasi dari ambilan glukosa. TSH mempunyai banyak efek l in terhadap kelenjar tiroid. vaskularisasi meningkat. atau goiter. dengan peningkatan sintesis DNA dan RNA. Terdapat suatu percepatan penggantian fosfolipid dan perangsangan sintesis prekursor purin dan pirimidin. Perubahan Morfologi Sel Tiroid : TSH secara cepat menimbulkan pseudopod pada batas selkoloid. DIT. Pertumbuhan Sel : Masing-masing sel tiroid bertambah ukurannya. Peningkatan aktivitas lisosomal. dan setela beberapa waktu. konsumsi oksigen. B. Efluks dari iodida dapat disebabkan oleh peningkatan yang cepat dari hidrolisis tiroglobulin dengan pelepasan hormon dan keluarnya iodida dari kelenjar. d dengan suatu peningkatan pemasukan I ke dalam MIT. C. Efek TSH terhadap transpor iodida adalah bifasik : Pada awalnya terdepresi (effluks iodida). Juga terdapa peningkatan aktivitas deiodinase-5' tipe 1. Peningkatan dari cAMP memperantarai peningkatan transpor iodida. meningkatkan hidrolisis tiroglobulin . timbul pembe aran h s tiroid. t memelihara iodin intratiroid. D. dan kemudian. E.14 intraselular dapat juga terlibat). Peningkatan mRNA untuk tiro globulin dan peroksidase tiroi al. g Kandungan koloid berkurang. dari peningkatan ambil n dan transpor iodida hingga peningkatan a iodinasi tiroglobulin dan peningkatan sekresi hormon tiroid. F. ambilan iodida meningkat. Teesan koloid in t traselular dibentuk dan pembentukan lisosom dirangsang. setelah suatu kelambatan beberapa jam.

dan pelepasan TSH . TSH plasma adalah sekitar 30 m enit. Hal ini akan menimbulkan "hipotiro idisme sekunder" akibat destruksi tirotrop hipofisis atau "hipotiroidisme tersier" akibat destruksi d TRH-secreting ari neuron. dopamin. terjadi peningkatan pada wanita pascamenopause dan pada pasien dengan TSH-secreting pituitari tumor . aktivasi. baik karena end ogen ataupun akibat asupan hormon tiroid per oral yang berlebihan Waktu-paruh . meningkat pada hipotiroidisme dan menurun pada hipertiroidisme.15 TSH Serum Secara normal. Sebaliknya. Kontrol Sekresi TSH Hipofisis Dua faktor utama yang mengendalikan sintesis dan pelepasan TSH adalah kadar T3 intratirotrop. Lesi atau tumor destruktif dari hipotalamus atau hipofisis anterior dapat mengganggu sekresi TRH dan TSH dengan destruksi dari sel-sel sekretori.5-5 mU/L. . dan kemungkinan terdapat peningkatan balik dari TSH pada saat pasien pulih. ormon-hormon dan obat obatan tertentu h - menghambat sekresi TSH. hanya subunit  dan TSH utuh ditemukan dalam serum. Sintesis dan pelepasan dihambat oleh kadar serum T4 dan T3 yang tinggi (hipertiroidisme) dan dirangsa ng oleh kadar hormon tiroid re dah (hipon tiroidisme). Diagnosis banding dari lesi ini dibahas di bawah . dengan demikian. Penyakit akut dan kronik dapat menyebabkan penghambatan dari sekresi TSH selama penyakit aktif.0 g/L. Da lam hal ini termasuk somatosta tin. yang mengontrol mRNA untuk sintesis dan pelepasan TS. dan TRH. Pengamatan ini secara klinik penting dalam menginter pretasi kadar TSH serum pada pasien yang mendapatkan terapi ini. dan kecepatan produksi h arian adalah sekitar 40-150 mU/hari.5-2. yang mengendalikan glikosilasi. Di samping itu. Besarnya efek ini ber ariasi. tetapi biasanya aka dapat n dideteksi. obat obatan yang v disebutkan di atas mensupresi TSH serum. agonis dopamin seperti bromokriptin. Kadar serum dari TSH adalah sekitar 0. dan glukokortikoid. hipertiroidisme akan menghentikan sekresi TSH sama sekali. Kadar dari subunit  adalah sekitar 0.

manusia dapat mempertahankan sekresi tiroid normal dengan asupan iodida yang bervariasi dari 50 g hingga beberapa miligram per hari. faktor pertumbuhan seperti insulin. Namun. tidak terg antung dari TSH hipofisis. kadar iodida yang tinggi menghambat endosit sis tiroglobulin dan aktivita lisosomal. o s menurunkan pelepasan hormon tiroid dan menurunkan kadar hormon sirkulasi. Kemampuan dari tiroid normal untuk "lolos" dari efek inhibisi (efek WolffChaikoff) memungkinkan kelenjar untuk terus mensekresikan hormon walaupun asupan iodida makanan yang tinggi. Beberapa dari efek ini dapat diperantarai oleh pembentukan dari asam lemak teriodinasi intratiroidal. sintesis dan sekresi hormon. Di samping itu. Den gan demikian. Di pihak lain. pembentukan cAMP. dan EGF dan kerja autokrin dari prostaglandin dan sitokin dapat mengubah pertumbuhan sel tiroid dan produksi hormon. Beberapa dari efek defisiensi atau kelebihan iodida dibahas di atas. Pada hewan percobaan. Sel parafolikuler "C" mensekresi kalsitonin maupun peptida kalsitonin terkait-gen (CGRP). a 3 peningkatan dari efektivitas metabolik dari hormon yang disekresikan. IGF-1. Penyes uaian utama terhadap asupan iodida yang rendah adal h sintesis istimewa dari T ketimbang T4. kelebihan iodida. pembangkitan H2O2. termasuk transpor I. menghambat banyak fungsi tiroid. belum jelas seberapa penting efek ini dalam situasi klinis. Di samping itu. Penting untuk dicatat bahwa hal ini berbeda efek terapeutik iodida dalam terapi dari penyakit Graves. Autoregulasi Tiroidal Autoregulasi dapat didefinisikan sebagai kemampuan dari kelenjar tiroid untuk memodifikasi fungsinya untuk menyesuikan diri dengan perubahan dalam ketersediaan iodin. Di sini. dan pengikatan dari TSH dan TSH-R Ab dengan reseptor TSH. zat ini neuropeptida lain memodifikasi aliran darah tiroid dan sekresi hormon. inhibisi dari aktivitas TSH-R Ab [stim] mengurangi vaskularitas .16 Perangsangan dan Penghambatan Tiroid Lainnya Folikel tiroid mempunyai suplai kapiler kaya yang membawa serat saraf noradrenergik dari ganglion servikalis superior dan serat saraf positif-asetilkolin esterase yang berasal dari nodus vagal dan ganglia tiroid.

beredar dalam plasma sebagian besar terikat pada protein tetapi dalam keseimbangan dengan hormon bebas. Merupakan salah satu dari "keluarga" reseptor. dan gennya terdapat pada kromosom 3. dengan mengubah sekresi TRH.000. kesemuanya sama dengan resepto r untuk retrovirus yang menyebbkan a eritroblastosis pada anak ayam v-erb A. KERJA HORMON TIROID 1. T3 dan T4. dengan konsekuensi yang bermanfaat selama pembedahan.2.000. dan terhadap reseptor inti untuk . hTR- mengandung 410 asam amino. progestin. hTR- mengandung 456 asam amino. melalui autoregulasi dan blokade atau perangsangan dari reseptor TSH . menunjukkan bahwa T 4 merupakan suatu prohormon dan T3 adalah bentuk hormon aktif. mempunyai berat molekul sekitar 47. dan asam retinoat . Di dalam sel. dengan berat molekul sekitar 52. vitamin D3. Reseptor hormon tiroid manusia (hTR) terdapat dalam paling tidak tiga bentuk : hTR- 1 dan 2 dan hTR -1.17 kelenjar. dengan menghambat atau merangsang sekresi TSH. untuk berikatan dengan suatu reseptor pesifik pada inti sel. berlangsung sekitar 10 hari hingga 2 minggu. estrogen. sintesis dan sekresi dari hormon tiroid dikontrol oleh tiga tingkatan yang berbeda : (1) tingkat dari hipotalamus. Reseptor Hormon Tiroid Hormon tiroid. melalui sitoplasma sel.4) Dengan demikian. glukokortikoid. mineralokortikoid. dan (3) tingkat tiroid. Hormon bebaslah yang diangkut melalui difusi pasif ataupun karier spesifik melalui membran sel. (2) tingkat hipofisis. Regulasi Autoimun Kemampuan dari limfosit B untuk mensintesis antibodi reseptor TSH yang dapat menghambat aksi dari TSH ataupun meniru aktivitas TSH dengan berikatan dengan daerah-daerah yang berbeda pada reseptor TSH memberikan suatu bentuk pengaturan tiroid oleh sistem kekebalan (1. Setiap reseptor mengandung tiga daerah spesifik . dan gennya terletak pada kromosom 17. Reseptor inti untuk T3 telah dim urnikan. Efek ini juga bersifat sementara. T 4 diubah menjadi T3 melalui deiodinase-5'.

18 : suatu daerah amino terminal yang meningkatkan aktivitas reseptor. (Lazar MA. dapat menghambat efek pengikatan-T 3 TRs oleh mekanisme yang sampai sekarang belum diketahui. dan TR dapat terikat sebagai dimer Efek pada kadar mRNA . TRE diindikasikan karena mengandung due tempat setengah. tetapi berikatan dengan unsur respons hormon tiroid (TRE) pada DNA dan dengan demikian dapat bertindak pada beberapa kasus untuk menghambat aktivitas dari T3 . Tidak adanya T 3. Interaksi nuklear antara T3-bound TR dan elemen responsif hormon tiroid (TRE) beraki at pada peningkatan atau b penurunan aktivitas polimerase II RNA (pol II) pada gen responsif T3. hTR-2 tidak mempunyai kemampuan mengikat hormon. Chin WW: Nuclear . proses metabolik. dan suatu daerah pengikat hormon terminal karboksil. yang menimbulkan reseptor T abnormal. Afinitas pengikatan dari analog T3 terhadap reseptor T3 berbanding langsung dengan aktivitas biologik dari analog. c-erbAa2 ("a2"). suatu daerah pengikat-DNA sentral dengan dua "jari-jari" sistein-seng. mungkin melibatkan pembentukan heterodimer atau bersaing untuk TRE. dan efek sel spesifik lain dari T3. T3 juga masuk sel (seperti digambarkan) atau diturunkan dari deiodinasi T 4 intraselular. diterjemahkan dalam peningkatan atau penurunan konsentrasi protein selular sehingga mempr omosikan diferensiasi. TR terikat TRE dapat menekan transkripsi basal. nonT3-binding splice variant. Mutasi titik pada gen hTR-. merupakan penyebab dari 3 sindroma resistensi generalisata terhadap hormon tiroid (5) Gambar 4 Model perantaraan aksi T3 oleh reseptor nuklear hormon tiroid. Ada kemungkinan bahwa hTR-l dan hTR-1 merupakan bentuk reseptor yang aktif secara biologik. Mekanisme serupa mungkin untuk menjelaskan efek domain negatif dari onkoprotein v-erbA dan TRs termutasi. seperti pada sindroma resisten generalisata terhadap T3.

da transkripsi da ri gen-gen ini dengan akibat timbulny perubahan dari tingkat trans ripsi a k mRNA dari mereka. Prot ein ini kemudian mem perantarai respons hormon tiro id. Sebelum saat ini. Dengan demikian. Reseptor ini se ring berfungsi sebagai heterodimer dengan faktor tran skripsi lain seperti reseptor retinoat X dan reseptor asam retinoat. dengan pro motor di mana transkripsi dari gen hormon tiroid spesifik yang responsif diawali.1990 ) Reseptor hormon tiroid berikat n dengan tempat TRE spesifik pada a DNA tanpa adanya T3 tidak seperti kasus dengan res eptor hormon steroid. Karena kandungan plasenta yang tinggi dari deiodinase-5 tipe 3. 86: 1777. (The i American Society for Clinical Investigation . Sejumlah n efek spesifik dari hormon tiroid diringkaskan berikut ini. TRE terletak dekat. dan peningkatan produksi panas da konsumsi n oksigen yang sebagian disebabkan oleh peningkatan aktivitas da Na+-K+ ri ATPase. 2. tiroid janin tidak mengkonsentrasikan 12 I. sebagian besar T3 dan T4 maternal diinaktivasi dalam pl senta. janin sebagian besar tergan tung pada sekresi tiroidnya se ndiri. J Cl n Invest 1990. Sej mlah u aksi dari T3 tidak genomik. Efek Fisiologik Hormon Tiroid Efek transkripsional dari T3 secara karakteristik memperlihatkan suatu lag time berjam-jam atau berhari-hari untuk mencapai efek yang penuh. Aksi genomik ini menimbulkan sejuml h efek. dan sangat a sedikit sekali hormon bebas me ncapai sirkulasi janin. Walaupun . Efek pada Perkembangan Janin Sistem TSH tiroid dan hipofisi anterior mulai berfungsi pada janin s manusia sekitar 11 minggu. Peruba han dalam tingkatan mRNA ini m engubah tingkatan dari produk protein dari gen ini. termasuk efek pada pertumbuhan a jaringan. seperti penurunan dari deiodinase-5' tipe 2 hipofisis dan peningkatan dari transpor glukosa dan asam ami o. T3 yang berikatan dengan reseptor menimbulkan stimulasi. atau pa beberapa kasus inhibisi.19 thyroid hormone reseptor. pematangan otak. produksi dari reseptor beta-adrenergik yang meningkat.

dan testis. lien. otot skeletal. hormo tiroid meningkatkan jumlah reseptor n adrenergik-beta dalam otot jantung. dan Pembentukan Radikal Bebas T3 meningkatkan konsumsi O2 dan produksi panas sebagian me lalui stimulasi Na+-K+ ATPase dalam semua jaringan kecuali otak. Hal ini dapat ber eran pada timbulnya efek meng p ganggu dari hipertiroidisme kronik. perkembangan otak dan pematangan skeletal jelas terganggu. T3 juga meningkatkan transkripsi dari Ca2+ ATPase dalam retikulum sarkopl smik. hormon tiroid mempunyai efek inotropik dan kronotropik yang nyata terhadap jantung. dan meningkatkan reseptor adre nergik-beta dan konsentrasi protein G Dengan . mengubah isoform dari gen Na+ -K+ ATPase gen. memperbaiki kontraktilitas otot jantung. Dengan demikian. Hal ini berperan pada peningkatan kecepatan metabolisme basal (keseluruhan konsumsi O2 hewan saat istirahat) dan peningkatan kepekaan terhadap panas pada hipertiroidisme. Produksi panas. Efek Kardiovaskular T3 merangsang transkripsi dari rantai berat  miosin dan menghambat rantai berat  miosin. demikian. Hormon iroid t juga me nurunkan kadar dismutase superoksida. menimbulkan peningkatan pembentukan ra ikal bebas anion d superoksida. Hal ini meru pakan penyebab dari keluaran antung dan j peningkatan nadi yang nyata pa a hipertiroidisme dan kebalikannya pada d hipotiroidisme. meningkatkan a kontraksi diastolik jantung.20 sejumlah pertumbuhan janin terjadi tanpa adanya sekresi hormon tiroid janin. Mereka juga menurunkan reseptor adrenergik-alfa miokardial. menimbulkan kretinisme (retardasi mental dan dwarfisme/cebol). Efek pada Konsumsi Oksigen. Efek Simpatik Seperti dicatat di atas. dan limfosit. Di samping itu. mereka juga dapat memperbesar aksi katekolamin pada tempat p ascareseptor. jaringan adiposa. kepekaan terhadap katekolamin meningkat dengan nyata pada .

Hormon tiroid meningkatkan kandungan 2. dan peningkatan ekskresi hidroksiprolin urin dan hubungan-silang pyridinium. Namun. kadangkadang memerlukan ventilasi bantuan. Efek Neuromuskular . hiperkalsemia sedang. hiperkalsiuria. volume darah biasanya tidak meningkat karena hemodilusi dan peningkatan penggantian eritrosit. memungkinkan peningkatan disosiasi O2 hemoglo bin dan mening katkan penyediaan O2 kepada jaringan. pembentukan tulang. terjadi hipoventilasi. Dengan demikian. meningkatkan resorpsi tulang. dan hingga tingkat yang lebih kecil. dan pada kasus berat. Efek Pulmonar Hormon tiroid mempertahankan dorongan hipoksia dan hiperkapne normal pada pusat pernapasan. Efek Gastrointestinal Hormon tiroid merangsang motiltas usus. Efek Skeletal Hormon tiroid merangsang peningkatan penggantian tulang. dan terapi dengan obat-obatan penyekat adrenergik-beta dapat sangat membantu dalam mengendalikan takikardia dan aritmia. Pada hipotiroidisme berat. yang dapat menimbul i kan peningkatan motilitas dan diare pada hipertiroidisme dan memperlambat transit usus serta konstipasi pada hip otiroidisme.3-difosfogliserat eritrosit. hipertiroidisme dapat menimbulkan osteopenia yang bermakna. Hal ini juga meny umbang pada timbulnya penurunan berat bada yang sedang pada hipotiroidisme dan n pertambahan berat pada hipotiroidisme. Keadaan yang sebaliknya terja i pada d hipotiroidisme. Efek Hematopoetik Peningkatan kebutuhan selular akan O2 pada hipertiroidisme menyebabkan peningkatan produksi eritropoietin dan peningkatan eritropoiesis.21 hipertiroidisme.

Efek Endokrin Hormon tiroid meningkatkan pergantian metabolik dari banyak hormon dan obat-obatan farmakologik. kadar kolesterol meningkat pada hipotiroidisme. Lipolisis juga meningkat. Efek pada Lipid dan Metabolisme Karbohidrat Hipertiroidisme meningkatkan glukoneogenesis dan glikogenolisis hati demikian pula absorpsi glukosa usus. menimbulkan infertilitas. pada hipertiroidisme terdapat peningkatan penggantian protein dan kehilangan jaringan otot a tau miopati. sehingga kadar kolesterol menurun dengan aktivitas tiroid yang berlebihan. timbulnya hipertiroidisme atau terapi hormon tiroid dari hipotiroidisme dapat mengungkapkan adanya penyakit adrenal.22 Walaupun hormon tiroid merangs ang peningkatan sintesis dari banyak protein struktural. kemungkinan suatu manifestasi dari peningkatan pelepasan TRH. Efek yang terakhir ini sebagian besar disebabkan oleh suatu peningkatan dari reseptor low-density lipoprotein (LDL) hati. Contohnya. Kadar prolaktin serum meningkat sekitar 40% pada pasien dengan hipotiroidisme. Ovulasi dapat terganggu pada hipertiroidisme maupun hipotiroidisme. waktu-paruh dari kortisol adalah sekitar 100 menit pada orang normal. Sebaliknya. sekitar 150 menit pada pasien hipotiroid. secara klinik diamati adanya hiperefleksia atau hipertiroidisme-atau sebaliknya pada hipotiroidisme. pada seorang pasi n dengan e insufisiensi adrenal. Terdapat j ga suatu peningkatan kecepatan kontraksi dan u relaksasi otot. hal ini akan kembali normal dengan . melepaskan asam lemak dan gliserol. Kecepatan produksi kortisol akan meningkat pada pasien hipertiroid. dengan fungsi adrenal normal sehingga mempertahankan suatu kadar hormon sirkulasi yang no rmal. yang dapat dikoreksi dengan pemulihan keadaan eutiroid. Hormon tiroid penting untuk perkembangan dan fungsi normal dari susunan saraf pusat. Hal ini dapat ber aitan dengan k kreatinuria sontan. hipertiroidisme akan mengeksaserbasi diabetes melitus primer. sekitar 50 menit pada pasien hipertiroid. Dengan demikian. Namun. Sintesis dan degradasi kolesterol keduanya meningkat oleh hormon tiroid. dan hiperaktivitas pada hipertiroidisme serta kelambanan pada hipotiroidisme dapat mencolok.

Efek endokrin lainnya akan dibahas pada bagian yang sesuai dalam bab ini. terdapat peningkatan mendadak yang nyata dari TSH. Pada kehamilan 11 minggu. Namun sekresi hormon tiroid kemungkinan dimulai pada pertengahan kehamilan (18-20 minggu). Pada saat lahir. dan pembesaran tiroid. yang memperpanjang kecepatan bersihan metabolik TBG. sistem porta hipofiseal telah berkembang. Biasanya tidak terdapat perubahan dalam prealbumin pengikattiroksin dan sedikit perubahan pada albumin. yang mencapai puncak mendekati akhir dari trimester pertama. dan kadar T4 memuncak pada 35-40 minggu. Kadar T3 tetap rendah selama kehamilan.23 terapi T4. Walaupun T dan T3 total 4 meningkat. Peningkatan TBG disebabkan oleh glikosilasi hepar akibat-estrogen dari TBG dengan Nasetilglukosamin. PERUBAHAN FISIOLOGIK PADA FUNGSI TIROID Fungsi Tiroid pada Janin Sistem hipotalamus-hipofisis janin berkembang dan berfungsi secara lengkap bebas dari fungsi ibu. tiroid janin mulai menangkap iodin. keseimbangan yang baru timbul antara tironin bebas dan terikat. dan suatu penurunan rT3 (lihat Bab 13). dan ditemukan adanya TSH dan TRH yang teru kur. suatu peningkatan T4. hCG. T4 diubah menjadi rT3 oleh deiodinase-5 tipe 3 selama perkembangan janin. TSH meningkat dengan cepat hingga kadar puncak pada 24-28 minggu. parameter ini secara berangsur-angsur kembali normal dalam bulan p ertama kehidupan. dapat menyebabkan suatu penurunan T4. mempunyai aktivitas agonis TSH yang lemah dan dapat merupakan . Fungsi Tiroid pada Kehamilan Perubahan mencolok dalam paramater tiroid selama kehamilan adalah peningkatan dari TBG dengan akibat meningkatnya T4 total dan T3 total pada serum. suatu peningkatan T3. yang pada daerah dengan asupan iodin yang rendah. Perubahan lain pada kehamilan termasuk suatu peningkatan bersihan iodida. dan kadar T4 bebas dan T3 bebas normal. Pada sekitar waktu yang bersamaan. suatu kenaikan TSH.

dalam jumlah yang besar. kelaparan. menimbulkan sindroma T3 rendah. obat-obatan antitiroid seperti propiltiourasil dan metimazol melintasi plasenta dan dalam dosis yang besar akan menghambat fungsi tiroid janin (1. dan diabetes melitus. sebagian besar T3 dan T4 ibu diiodinisasi oleh deiodinase-5 plasental tipe 3 dan tidak mencapai janin. anoreksia nervosa. dan berangsur-angsur menurun sampai tingkat orang dewasa setelah pubertas. Kecepatan pergantian T4 kemudian stabil hingga setelah umur 60 tahun. Iibu melintasi plasenta dan mensuplai kebutuhan janin. TSH-R Ab[stim] dan TSH-R Ab[blok] ibu juga dapat melintasi plasenta dan dapat merupakan penyebab dari gangguan fungsi tiroid pada janin.3'-T2. dan pasien yang menggunakan obat ini harus dipantau secara teratur . Seperti dijelaskan di atas. Obat obatan yang menghambat deiodinase-5' tipe 1 juga menurunkan kadar T3 sirkulasi. Inhibisi dari cincin luar deiodinase-5' tipe 1 atau aktivasi dari deiodinase-5 tipe 3 mempercepat konversi T4 menjadi rT3 dan konversi dari T3 menjadi 3. dan pada pasien dengan penyakit hati atau penyakit sistemik kronik atau akut yang utama . dosis p nggantian levotiroksin akan e bervariasi dengan umur dan faktor lain. di mana kemudi terjadi an penurunan ringan. amiodaron. seperti pada malnutrisi. Reaksi ini dengan jelas menurunkan kadar T3 sirkulasi. Metabolisme perifer dari T4 digambarkan dalam Gambar 4-20.3) Perubahan Fungsi Tiroid Berkaitan dengan Penuaan Pergantian tiroksin tertinggi pada bayi dan anak-anak. Efek ini dapat t diklasifikasikan sebagai (1) sindrorna T3 rendah atau (2) sindroma T3-T4 rendah.24 penyebab dari pembesaran tiroid yang ringan yang terjadi pada saat tersebut. dan zat warna . kortikosteroid. Hal ini terjadi secara fisiologis pada janin dan secara patologis pada keadaan pembatasan karbohidrat. Efek Penyakit Akut dan Kronik pada Fungsi Tiroid (Euthyroid Sick Syndrome) Penyakit akut dan kronik kemungkinan mempunyai efek yang mencolok terhadap kadar hormon tiroid sirkulasi dengan mengubah metabolisme perifer T4 atau dengan mengganggu pengikaan T4 dengan TBG. I dapat menghambat fungsi tiroid janin. Dengan demikian. Namun.

kadar T4 total normal atau sedikit meningkat. . Pemulihan seringkali disertai dengan suatu peningka tan sementara dari TSH serum yng dapat a disalahtafsirkan sebagai hipotroidisme. FT4. tidak adanya hipotiroidisme yang nyata secara klinik. Pasien dengan sindrama T -T4 rendah biasanya lebih sakit. TSH biasanya normal walaupun kemungkinan . dan propiltiourasil dan propanolol secara relatif lemah. Patogenesis dari sindroma T3 yang rendah jika dikaitkan dengan penyakit akut atau kronik diduga melibatkan sitokin seperti faktor nekrosis tumor. Dengan demikian. Contohnya. seperti asam oleat. salah satu efek adalah mengurangi kebutuhan oksigen dan kebutuhan metabolik lainnya. yang menekan TSH. mempercepat deiodinase cincin dalam dari T4. yang disekresikan oleh sel-sel peradangan. yang menghambat deiodinase 5' tipe l. Patogenesis sindroma ini diduga melibatkan pembebasan dari asam lemak tak jenuh. Kadar T3 rendah. dan pada 3 hakekatnya angka kematian pada kelompok pasien ini dapat men dekati 50%. tetapi n pembelian dari T3 atau T4 tidak memberikan manfaat pada pasien dan dapat memperburuk keadaan. dan rT3 meningkat. FTa (me lalui dialisis) biasanya normal. dan rT3 meningkat. Hipotiroidisme sejati dapat disingkirkan dengan adanya T4. rendah jika pasien mendapatkan dopamin atau kortikosteroid. Kadar T3 dan T4 serum keduanya rendah. Kadar hormon tiroid serum pada sindroma T3 rendah disajikan secara diagramatik dalam gambar 4-30. i Pada ke adaan ini. Ada kemungkinan hipotiroidisme intraselular ditemukan pada pasie ini. perubahan ini dapat merupakan suatu adaptasi protektif dari organisme terhadap penyakit berat.25 beriodin paling efektif. dan TSH yang normal dan dengan rT3 yang meningkat. Sindroma ini dapat dibedakan dari hipotiroidisme sejati oleh kadar normal dari T 4 dan TSH bebas. yang menghambat pengikatan dari T 4 ke TBG. sebaiknya menghindarkan terapi hormon tiroid dan mengevaluasi kembali pada waktu selanjutnya setelah pemulihan. TSH normal. dari jaringan anoksia atau cedera. Kelainan ini berkurang jika pa sien pulih kembali.

Sel-sel tiroid mempunyai kemampuan untuk menelan antigen (contohnya. Namun. Sitokin ini memperbesar re spons dengan menimbulkan aktivasi dan pem belahan sel T.4) Terdapat tiga autoantigen tiroidal utama: tiroglobulin (Tg). patogenesis dari penyakit tiroid mungkin melibatkan sensitisasi limfosit terhadap antigen ini dan kemungkinan antigen tiroid lainnya. Dengan demikian. faktor yang tak dikenal lainnya juga kritis. akan mengeluarkan molekul permukaan sel kelas II (contohnya. jika dirangsang oleh sitokin seperti interferon gamma. Pertahanan imunologik terhadap zat asing dan sel neoplastik melibatkan makrofag yang menelan dan mencerna bahan asing dan memiliki fragmen peptida pada permukaan sel berkaitan dengan suatu protein kelas II yang disandi oleh regio HLA-DR dari kompleks gen MHC. penting agar kita mengerti bagaimana sistem imun bekerja dan bagaimana penyakit tiroid timbul. induksi dari "ativitas sel k pembunuh" dalam sel supresor C DB.26 AUTOIMUNITAS TIROID Mekanisme autoimun terlibat dalam patogenesis dari banyak penyakit tiroid. dan der matopati yang terkait dengan penyakit Graves. Akhirnya. goiter nontoksik dan hipotiroidisme atrofik yang berkai an t dengan penyakit Hashimoto. dan stimulasi pemben tukan antibodi terhadap antigen asing oleh limfosit B. suatuprotein 64-kDa yang diekspresikan pada membran tiroid dan pada memban sel o rbita dapat merupakan penyebab dari keterlibatan dari isi orbita maupun tiroid pada pasien dengan penyakit Graves. dan reseptor TSH (TSH-R). oftalmopati. Penyelidikan yang . yang merangsang pelepasan sitokin seperti interleukin 2 (IL -2). termasuk hipertiroidisme. Sementara adanya molekul antigen maupun molekul kelas II kemungkinan diperlukan untuk timbulnya penyakit tiroid autoimun. Autoan tibodi terhadap antigen ini be rguna sebagai marker adanya penyakit tiroid autoimun. tiroglobulin) dan. penyakit Graves neonatus daan beb erapa bentuk hipotiroidisme neonatal. Di samping itu. Komplek ini dikenali oleh suatu s reseptor sel T pada suatu CD4 sel T "helper". DR4) untuk menyajikan antigen ini pada limfosit T. proses aktivasi dimatikan oleh aksi dari sel supresor CD8 (1. dan h ipertiroidisme atau hipotiroidisme p ostpartum. peroksidase tiroidal (TPO).

1990. Keterkaitan ini mempunyai nilai diagnostik dan prognostik yang terbatas tetapi mengga mbarkan predisposisi genetik terhadap penyakit tiroid autoimun. kemungkinan sebagai suatu efek dari suatu sitokin seperti interferon alf .27 aktif juga sedang berlangsung untuk mengetahui apakah proses ini diawali atau ditingkatkan oleh antigen eksternal yang menyebabkan res pons antibodi dan selular melalui reaktivitas silang dengan antigen kelenjar tiroid atau melalui ketidakseimbangan imunologik primer atau sekunder-atau kedua mekanisme. Petunjuk kepada patogenesis dapat berasal dari pengertian akan peranan dari faktor-faktor genetik maupun lingkungan yang dewasa ini diketahui berkaitan dengan penyakit tiroid autoimun. HLA-Bw46 dan HLABS pada orang Cina. Faktor genetik memainkan suatu peranan besar dalam proses autoimun. tiroidis atropik telah dikaitkan dengan HLA-B8 dan goiter tiroiditis Hashimoto dengan HLA-DRS. Pada orang Kaukasia. Peningkatan a insidens dari penyakit tiroid autoimun pada wanita pascapubetas dan r . Faktor lingkungan dapat juga memainkan peranan dalam patogenesis dari penyakit tiroid autoimun. Raven. In: The Thyroid Gland. Virus-virus yang menginfeksi biakan sel tiroid manusia menirnbulkan ekspresi DR4 ada permukaan sel folikel. dan HLA -B17 pada kulit hitam. Autoantigen tiroid. Penentuan tipe HLA pada pasien dengan penyakit Graves mengun gkapkan suatu insidens yang tinggi dari HLA-B8 dan HLADR3 pada orang Kaukasia. Pinchera P: Role of the immune system in control of thyroid function. Greer MA (editor). Tabel 2 .1 Antigen Tiroglobulin (Tg) Tiroid peroksidase (TPO) Reseptor TSH(TSH-R) Antigen 64-kDa 1 Berat Molekul (kDa) 660 102 100 Struktur Asam amino5496 dimer Asam amino926 Asam amino744 sage Tidak diketahui Fungsi Hormon protiroid Keterangan 64 Komponen koloid mayor Mengkatalisa T3 Terikat membran dan sintesis Ta Tranduksi TSH Antibodi dapat mesmerangsang atau menghambat Tidak diketahui Antigen umum untuk membran tiroid dan orbita ) Mariotti S.

metode yang sangat peka unt pengukuran TSH telah uk dikembangkan menggunakan antibodi monoklonal terhad ap TSH manusia. Dengan demikian jumlah TSH dalam serum sebanding dengan umlah j antibodi kedua yang teri kat. terdapat sejumlah faktor lingkungan dan genetik yang dapat menyumbang pa perkembangan dari da gangguan ini. Prinsip umum adalah : satu antbodi TSH monoklonal terfiksasi pada suatu i matrik padat untuk mengikat TSH serum. r "Generasi kedua" dari assay TS yang "peka". dapat mengganggu fun gsi sel supresor dan men cetuskan penyakit tiroid autoimun. dari yan g lebih roid ti imunogenik akan menyerupai perkembangan penyakit autoimun. Dosis terapeutik dar litium. Namun. yang dapat menyebabkan enterokolitis kronis pada manusia. Basil gram -negatif Yersinia enterocolitica. menggunakan ant H ibodi monokaonal. Suatu asupan iodi yang tinggi n dapat menimbulkan dan tiroglobulin yang berodinasi i tinggi. demikian juga kejadian tiroidists pascasalin. dan suatu antibodi TSH monoklonal kedua yang diberi label isotop atau enzim atau tag fluresen akan berikatan dengan suatu epitop terpisah pada molekul TSH. EVALUASI SUMBU HIPOTALAMIK-HIPOFISIS-TIROID Secara klinik tidak layak untuk mengukur TRH dalam sirkulasi perifer pada manusia. dapat mendeteksi sekitar 0.01 U/mL. Radioimmunoassay TSH sebelumnya. Dengan demikian. dan "generasi ketiga" dari assay "paling peka" cukup peka untuk mendeteksi sekitar 0. yang digu i nakan untuk terapi dari psikosis manik-depresif. Hal ini .1 U/mL. yang dapat mendeteksi s ekitar 1 U TSH/mL. menunjukan i adanya suatu peranan dari hormon seks dalam patogenesis dari penyakit tiroid autoimun. memiliki tempat ikatan yang dapat menjadi jenuh untuk tirotropin mamalia d emikian juga antigen yang bereaksi-silang dengan antigen TSH -R pada membran sel tiroid dan mencetuskan suatu episoda penyakit Graves.28 premenopause. cukup untuk mendiagnosis TSH yang meningkat pada hipotiroidisme tetapi tidak dapat mendeteksi kadar TSH tersupresi pada hipetiroidisme.

Pada pasien dengan hipotiroidisme akibat suatu tumor hipofisis atau hipotalamik. Dengan demikian.1 U/mL (0. yang akan memodifikasi interpretasi dari kadar TSH serum ada pasien yang menggunakan obat-obatan ini. Pada kasus i hipotiroidisme yang jarang akibat suatu tumor hipofisis yang mensekresi-TSH. pengukuran ul rasensitif dar TSH telah menjadi uji yang t paling peka. Kortikosteroid dan dopamin menginhibisi sekresi TSH . Suatu peningkatan TSH (> 10 U/mL. Pada hakekatnya.1 mU/L) dan FT4D atau FT4I yang meningkat merupakan indikasi dari hipertiroidisme. goiter nodular toksika. atau terapi tiroksin dosis tnggi. suatu TSH yang tersupresi b erkorelasi baik dengan respons hipofisis yang terganggu terhadap TRH sehingga pengukuran sederhana dari TSH serum telah menggantikan uj TRH dalam diagnos dari i hipertiroidisme. stimulasi (TSH-R Ab [stim] atau blocking (TSH-R Ab [blok]). paling spesifik u ntuk diagnosis dari hipertiroi isme maupun d hipotiroidisme. TSH serum di bawah 0. Diagnosis ini dapat dikonfirmasi dengan memperlihatkan kegagalan TSH serum untuk meningkat setelah suatu suntikan dari TRH . FT4I atau FT4 D akan rendah dan TSH tidak akan meningkat. FT4I atau FT4D meningkat dan TSH tidak akan tersupresi tetapi sebenarnya normal atau sedikit meningkat. s mula disebut antibodi mikrosomal. dan (3) e antibodi reseptor TSH. Hal ini dapat diseb abkan penyakit Graves. (2) antibodi peroksidase tiroid (TPO Ab). Kadar TSH serum mencerminkan klenjar e hipofisis anterior yang memantau kadar dari FT4 sirkulasi. 10 mU/L) dan suatu FT4 D atau FT4I yang rendah adalah tanda diagnostik adanya da ri hipotiroidisme. PENGUKURAN AUTOANTIBODI TIROID Autoantibodi tiroid termasuk (l) antibodi tiroglobulin (Tg Ab).5-5 U/mL (0. Kadar FT4 yang tinggi mensupresi TSH dan FT4 yang rendah meningkatkan pelepasan TSH.5-5 mU/L) dan telah memungkinkan para klinisi untuk mendeteksi kadar TSH serum yang tersupresi parsial dan total (Gambar 4-31). Tg Ab dan TPO Ab telah diukur dengan hemaglutinasi. immunoassay .29 telah memungkinkan pengukuran dari TSH di bawah rentang normal sebesar 0.

7% dari wanita yang lebih tua (berumur 45-54). Titer antibodi Tg maupun TPO akan menur n dengan u perjalanan waktu setelah pemberian terapi T4 pada tiroiditis Hashimoto atau dengan terapi antitiroid ada penyakit Graves. Semula diukur dengan memp a erlihatkan pelepasan radioiodin yang diperpanjang dari kelenjar tiroid tikus setelah suntikan serum dari seorang pasien dengan penyakit Graves. antibodi si t ditemukan TPO ditemukan pada sekitar 8% wanita muda (berumur l8-24) dan 13. hipertiroidisme.3% dari wanita yang lebih tua. Antibodi TPO biasanya dapat terukur seumur hidup pasien. Paling berguna untuk diagnosis penyakit Graves pada pasien dengan oftalmopati eutiroid atau dalam meramalkan penyakit Graves neonatal pada bayi dari ibu dengan penyakit Graves aktif atau di masa yang lalu. Assay yang sulit ini telah digantikan oleh suat bioassay u menggunakan sel tiroid manusia dalam biakan dan pengukuran p eningkatan cAMP tiroid setelah inkubasi dengan serum atau IgG. Antibodi perangsang reseptor tiroid (TSH-R Ab [Stim]) merupakan tanda khas penyakit Graves (lihat at s). titer Tg Ab dan TPO Ab yang tinggi dengan RIA ditemukan ada 97% pasien dengan penyakit Graves atau tiroiditis Hashimoto. goiter nontoksik. hipotiroidisme. Contohnya.30 terkait-enzitn (ELISA). atau goiter nodular toksika. Uji ini positif pada 90% pasien dengan penyakit Graves dan tak terdeteksi pada orang sehat atau pasien dengan tiroiditis Hashimoto (tanpa oftalmopati). antibodi TPO ditemukan pada 10. Suatu uji positif kuat untuk antibodi ini merupakan suatu indikasi dari adanya penyakit tiroid autoimun tetapi tidak spesifik untuk jenis penyakit. disebut stimulator tiroid kerjalama (LATS).6% wanita yang lebih muda dan 30. yaitu. Dalam suatu penelitian yang serupa dari donor darah normal dan dengan menggunakan radioimmunoassay. atau goiter. Antibodi tiroglobulin seringkali tinggi pada awal perjalanan penyakit tiroiditis Hashimoto dan menurun dengan berjalannya waktu. Teknik hemaglutinasi jauh kurang peka ketimbang ELISA atau metode RIA. atau radioimmunoassay (RIA). . Pada pihak lain. dalam penelitian Whickham terhadap suatu popula normal di Inggris timur lau. Insiden dari antibodi TPO positif pa pria normal s da (dengan hemaglutinasi) adalah rendah--sekitar 2%--dan tidak bertambah dengan umur.

6) Uji lain yang ada untuk penggunaan khusus. scan radioiodin dapat membantu untuk menentukan fungsi.31 Assay tipe yang sama dapat digunakan untuk mendeteksi antibodi penyekatreseptor TSH (TSHR Ab [blok]). dan suatu penentuan TSH yang peka keduanya digunakan untuk diagn osis dari penyakit tiroid dan untuk menindaklanjuti pasien yang me ndapat penggantian T4 atau terapi obat antitiroid. dan ada n hipertiroidisme peningkatan dari T3 bebas.4) PENGGUNAAN KLINIS UJI FUNGSI TIROID Diagnosis dari penyakit tiroid telah banyak di ederhanakan dengan s dikembangkannya assay yang peka untuk TSH dan tiroksin bebas. Namun. Tehnik ini tidak memuaskan sebagai bioassay karena terdapat berbagai zat pengganggu tak sp esifik. suatu modifikasi dari assay inhibisi pengikatan TSH menggunakan reseptor TSH rekombinan manusia terbukti lebih bisa diandalkan. dan ultrasonografi atau MRI dapat berguna untuk meni dak lanjuti n ukuran dan perkembangan goiter. Pasien dengan kanker tiroid yag diketahui . biopsi aspirasi jarum -halus akan menyingkirkan keganasan. uji Tg Ab atau TPO Ab akan menjelaska etiologi dari penyakit ini. Assay inhibisi pengikatan TSH mengukur kemampuan dari IgG serum untuk menghambat pengikatan-dari TSH berlabel dengan suatu preparat membran se tiroid yang mengandung l reseptor TSH. seperti tiroglobulin. Deteksi dari suatu antibodi penyekat-reseptor TSH dalam serum maternal dapat sangat membantu dalam meramalkan terdapatnya hipotiroidisme kongenital pada neonatus dari ibu-ibu dengan penyakit tiroid autoimun (1. dan uji positif untu TSH-R Ab [stim] dapat bermanfaat. Pada k pasien dengan nodul atau goite r. ambilan serta scan radioiodin yang abnormal. Perkiraan dari tiroksin bebas. Pada assay ini. Pada hipotiroidisme. Suatu peningkatan TSH dan tiroksin bebas yang rendah menetapkan diagnosis dari hipotiroidisme. yang menghambat pengikatan TSH. FT4I ataupun FT4D. peningkatan cAMP yang ditimbulkan oleh TSH yang ditambahkan pada biakan sel tiroid manusia disekat oleh inkubasi yang bersamaan dengan serum pasien. dan TSH yang terupresi dan FT4 yang s meningkat menetapkan diagnosis dari hipertiroidisme (1.

yang mana bisa difus atau nodular. yang lebih jarang. terutama pada otot dan kulit. Hipotiroidisme dapat diklasifikasikan sebagai goiter dan non-goiter. yang kemudian mengakibtkan a perlambatan proses metab lik. Gejala hipotiroidisme pada orang dewasa kebanyakan reversibel dengan terapi. 131 I atau MRI KELAINAN-KELAINAN TIROID Pasien dengan penyakit tiroid biasanya akan mengeluh (1) pem besaran tiroid. Hipotiroidisme dengan awitan pada usia dewasa menyebabkan perlambatan umum organisme dengan deposisi glikoaminoglikan pada rongga intraselular. atau (3) tersier (berhubungan dengan defisiensi TRH hipotalamus)-atau mungkin karena (4) resistensi perifer terhadap kerja hormon tiroid. (2) gejala-gejala defisiensi tiroid atau hipotiroidisme. HIPOTIROIDISME Hipotiroisme adalah suatu sindroma klinis akibat dari defisiensi hormon tiroid. (3) gejala-gejala kelebihan hormon tiroid.32 ditindaklanjuti dengan penentuan tiroglobulin serial. karena tiroiditis Hasimoto dapat menimbulkan hipotiroidisme dengan atau tanpa goiter. penebalan kulit tungkai bawah (dermatopati tiroid). yang menimbulkan gambaran klinis miksedema. tapi klasifikasi ini mungkin tidak memuaskan. atau hipertiroidisme atau (4) komplikasi spesifik hipotiroidisme-Penyakit Graves-yang muncul dengan mata yang sangat menonjol (eksofalmus) atau. Etiologi dan Insidens Hipotiroidisme dapat diklasifikasikan sebagai (1) primer (kegagalan tiroid). dan scan dapat berguna untuk deteksi adanya metastasis. o Hipotiroidisme pada bayi dan anak-anak berakibat pertambatan pertumbuhan dan perkembangan jelas dengan akibat yang menetap yang parah seperti retardasi mental. Insidens berbagai penyebab hipotiroidisme akan berbeda-beda tergantung faktor-faktor geografis dan lingkungan seperti diet iodida dan asupan bahan-bahan . (2) sekunder (terhadap kekurangan TSH hipofisis).

Sekunder : Hipopituitarisme karena adenoma hipofisis. Tabel 3. Sejumlah besar iodida yang besar menghambat sintesis hormon tiroid. Etiologi Hipotiroid Primer : 1. Tirokiitis subakut. lebih sering dihubungkan dengan goiter. Defisiensi iodide. kelenjar normal biasanya "lolos" dari blok iod ida . Terapi iodin radioaktif untuk penyakit Graves. Tiroidektami subtotal untuk penyakit Graves atau goiter nodular. Pada` pasien-pasien lebih muda. penyakit dasarnya biasanya akan terus . 4. terapi dengan obat antitiroid. Seperti juga. diduga sebagai stadium akhir penyakit tiroid autofmun. zat warna kontras) 5. (seperti iodide-containing cough prepa rat atau obat antiaritmia amiodaro atau n) pemberian media kontras radiografik yang mengandung iodida. Penyebab yang jarang di Amerika Serikat. ciri-ciri genetika dan populasi dan distribusi umur populasi (anak atau dewasa). setelah tiroiditis Hashimoto atau penyakit Graves. Bahan goitrogenik lain seperti litium.33 goitrogenik. menimbulkan hipotiroidisme dengan goiter pada pasien dengan kelainan kelenjar tiroid. Atropi tiroid idiopatik. Walaupun prosesnya bisa disembuhkan sementara dengan menghentikan iodida. Tiroiditis Hashimoto mungkin merupakan penyebab hipotiroidisme tersering. Asupan iodide berlebihan (kelp. terapi ablasi hipofisis. atau destruksi hipofisis. 3. pada pasien lebih tua. Resistensi perifer terhadap kerja hormon tiroid. kelenjar mungkin dihancurkan total oleh proses imunologis dan satusatunya sisa penyakit ini adalah uji antibodi mikrosomal antitiroid yang terusmenerus positif. Tersier : Disfungsi hipotalamus (jarang). c. Dengan goiter b. Hal ini makin dipercepat degan terapi destruktif seperti n pemberian iodin radioaktif aau tiroidektomi subtotal. Tiroiditis Hasimoto : a. stadium terakhir penyakit Graes adalah v hipotiroidisme. 6. Kelainan bawaan sintesis hormon tiroid. a. b. 2. Kelenjar tiroid yang terlibat dalam penyakit autoimun lebih rentan terhadap asupan iodida berlebihan.

bila hambatan pada sintesis hormon adalah lengkap. ini biasanya sementara. Patogenesis Defisiensi hormon tiroid mempengaruhi semua jaringan tubuh. Kelainan bawaan sintesis hormon tiroid akan berakibat terjadinya hipotiroidisme berat. Obat-obat tertentu dapat menghambat sintesis hormon dan menimbulkan hipotiroidisme dengan goiter. postur pendek. Kelainan patologis yang paling khas adalah penumpukan glikoaminoglikan--kebanyakan asam hialu ronat--pada jaringan interstisial. Terapi kronis (jang a k panjang) dengan obat -obat antitiroid propiltiourasil dan metimazol akan berakibat sama.2) Gambaran dan Temuan Klinis A. atau hipotiroidisme ringan bila hambatan hanya sebagian. Resistensi perifer terhadap hormon tiroid akan dibicarakan di bawah. akan tetapi dapat menjadi permanen pada ki a-kira 10% pasien. pada saat ini litium karbonas merupakan penyebab farmakologis tersering dari hipotiroidisme (di samping iodida). Penumpukan zat hidrofilik dan pe ningkatan permeabilitas kapiler terhadap albumin ini bertanggung jawab terhadap terjadinya edema interstisial yang paling jelas pada kulit.34 berlangsung dan biasanya akan terjadi hipotiroidisme. otot jantung dan otot bergaris. Hipotiroidisme dapat terjadi selama fase lanjut tiroiditis subakut. muka dan tangan tampak sembab dan (seringkali) tuli mutisma dan tanda-tanda neurologis yaitu kelaina traktus n . Defisiensi hipofisis dan hipotalamus cukup jarang ditemukan sebagai penyebab hipotiroidisme dan biasanya dihubungkan dengan gejala-gejala dan tanda-tanda lain. Penumpukkan ini tidak berhubungan dengan sintesis be rlebih tapi berhubungan dengan penurunan destruksi glikoaminoglikan (1. yang digunakan dalam terapi keadaan manik-depresif. Defisiensi iodida adalah r penyebab hipotiroidisme yang jarang ditemukan di Amerika Serikat tapi lebih sering di negara-negara berkembang. sehingga gejalanya bermacam-bermacam. dan amiodaron. Bayi baru lahir (Kretinisme) : Istilah kretinisme mula-mula digunakan untuk bayi-bayi --pada daerah-daerah asupan iodin rendah dan goiter endemik-dengan retardasi mental.

yang berakibat timbulnya kelenjar "tiroid ektopik" yang fungsinya buruk. tangisan kasar. Dewasa : Pada orang dewasa. Tidak adanya epifisis ini merupakan bukti kuat adanya hipotiroidisme. hernia umbilikalis dan retardasi berat dan retardasi pematangan tulang yang nyata. Di Amerika Serikat. sianosis. Pada r emaja. penambahan berat badan konstipasi. kesulitan makan. Hal ini tidak berhubun gan dengan tumor hipofisis tapi mu ngkin berhubungan dengan hipertrofi hipofisis yang berhubungan dengan produksi TSH berlebihan. gambaran um um hipotiroidisme termasuk mudah lelah. kedi ginan. atau radioaktif iodin untuk tirotoksikosis saat kehamilan. Hipotiroidisme neonatus dapat diakibatkan dari kegagalan tiroid untuk desensus selama periode perkembangan embrionik dari asalnya pada dasar lidah ke tempat seharusnya pada leher bawah anterior. C. obat antitiroid. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan bukti radiologis adanya retardasi umur tulang. . dan mungkin ada pembesaran sella tursika di samping postur tubuh pendek. Defek bawaan pada biosintesis hormon tiroid menimbulkan hipotiroidisme neonatus termasuk pemberian iodida. Epifisis tibia proksimal dan epifisis femur distal terdapat pada semua bayi cukup bulan dengan berat badan lebih dari 2500 g. B. T4 serum di bawah 6 g/dL atau TSH serum di atas 30 U/mL indikatif adanya hipotiroidisme neonatal. Transfer plasenta TSH-R Ab [blok] dari ibu pasien tiroiditis Hashimoto ke embrio. Pengenalan skrining rutin terhadap bayi baru lahir untuk TSH dan Tq telah menjadi keberhasilan besar dalam diagnosis dini hipotiroidisme neonatus. Anak : Hipotiroidisme pada anak-anak ditandai adanya retardasi pertumbuhan dan tanda-tanda retardasi mental. ikterus. Gejala-gejala hipotiroidisme pada bay baru la i hir adalah kesukaran bernapas. pubertas prekok dapat terjadi. n . sementara pada popu lasi kulit hitam insidensnya hanya 1 : 32.35 piramidalis dan ekstrapiramidalis .000. dapat menimbulkan agenesis kelenjar tiroid dan "kretinisme atireotik". progam skrining r neonatus telah memperlihatkan bahwa pada populasi kulit puti insidens h hipotiroidisme neonatus adalah 1 : 5000.

bradikardi.36 menstruasi tidak teratur. Pembesaran jantung dapat terjadi. kulit keri g. refleks lambat . (2) defisiensi zat besi dari peningkatan kehilangan zat besi akibat menoragia. Walau curah jantung berkurang. tetapi penyakit arteri koronaria lebih umum terjadi pada pasien dengan hipotiroidisme. Derajat efusi perikardial dengan mudah dapat ditentukan dengan ekokardiografi. 3. Menurunkan konversi karoten menjadi vitamin A dan peningkatan karoten dalam darah sehingga memberikan warna kuning pada kulit.Setidaknya ada empat mekanisme yang turut berperan dalam terjadinya anemia pada pasien hipotiroidisme: (1) gangguan sintesis hemoglobin sebagai akibat defisiensi hormon tiroksin. dengan perbaikan pada respons terhadap terapi. jarang dijumpai gagal jantung kongestif dan edema pulmonum. Pada pasien dengan angina pektoris. m dan terapi penggantian dapat mencetuskan angina. Kegagalan pernapasan adalah masalah utama pada pasien dengan koma miksedema. EKG memperlihatkan kompleks QRS tegangan rendah dan gelombang P dan T. 2. Ada pertentangan apakah miksedema mendorong terjadinya penyakit arteri koronaria. dengan penurunan kecepatan filtrasi glomerulus dan kegagalan kemampuan untuk mengekskresikan beban cairan. berakibat konstipasi kronis dan kadangkadang ada sumbatan feses berat atau ileus. pembengkakan miofibril non-spesifik. Tanda kardiovaskular-. Hal ini disebabkan pasien miksedema mempunyai predisposisi terhadap intoksikasi cairan jika cairan dalam jumlah berlebihan diberikan. 4. Anemia-.Hipotiroidisme ditandai oleh adanya gangguan kontraksi otot. Pemeriksaan fisik termasuk kul t i yang dingin. khususnya pasien lebih tua. dan penurunan curah jantung. 1. hipotiroidisme dapat melindungi ja tung n dari stres iske ik. kasar. s n uara parau dan kasar. demikian juga karena kegagalan usus untuk . 5. Fungsi paru-. hipotiroid ditandai dengan pernapasan dangkal dan lambat dan gangguan respons ventilasi terhadap hiperkapnia atau hipoksia. pembesaran ini bisa disebabkan oleh edema interstisial. Fungsi ginjal terganggu. dan dilatasi ventrikel kiri tapi sering karena efusi perikardial .Pada orang dewasa. wajah dan tangan sembab. Peristaltik usus jelas menurun. dan kram otot.

Hal ini dihubungkan dengan menoragia berat. Hipotiroidi me s mengakibatkan gangguan konversi metabolisme perifer dari prekursor estrogen menjadi estrogen.Banyak pasien mengeluh gejala-gejala yang menyangkut sistem neuromuskular. FT4 atau FT4 akan rendah tapi TSH serum tid akan meningkat. dan tidak mam pu berkonsentrasi. anemia pernisiosa berhubungan dengan autoantibodi sel parietalis. 6. Pada pasien dengan miksedema hipofisis. Kadar T3 bervariasi dan dapat berada dalam batas normal. diabetes melitus b erhubungan dengan autoantibodi sel-sel pulau Langerhans. termasuk miksedema akibat tiroiditis kronika berhubungan dengan autoantibodi tiroid. Gejala-gejala sistem saraf pusat dapat termasuk kelemahan kroni . (3) defisiensi asam folat akibat gangguan absorbsi asam folat pada usus.37 mengabsorbsi besi. Pasien mungkin mendapatkan terapi tiroid (levotiroksin atau tablet tiroid kering) ketika pertama kali kita jumpai. berakibat perubahan sekresi FSH dan LH dan siklus anovulatoar dan infertilitas. parestesia. Tida adanya respons TSH terhadap TRH k menunjukkan adanya defisiensi hipofisis. Diagnosis Kombinasi FT4 atau FT4I serum yang rendah dan TSH se rum meningkat adalah diagnostik adanya hipotiroidisme primer . Pasien-pasien miksedema biasanya cukup tenang tapi dapat sangat depresi atau bahkan sangat agitatif ("kegilaan miksedema" = "myxedema madness"). dan kelemahan otot. Sistem neuromuskular-. dan insufisiensi adrenal berhubungan dengan autoantibodi adrenal . dengan anemia megaloblastik defisiensi vitamin B12. Kemudian ak mungkin perlu membedakan penyakit hipofisis dari hipotalamus. kram otot parah. 7. dan (4) anemia pernisiosa. Anemia pernisiosa seringkali merupakan bagian spektrum penyakit autoimun. . s letargi. Respon parsial atau "normal" menunjukkan bahwa fungsi hipofisis intak tapi bahwa defek ad pada sekresi a TRH hipotalamus. dan untuk hal ini uji TSH paling membantu . seperti. Uji positif terhadap autoantibodi tiroid mengarah tiroiditis Hashimoto yang mendasari.

38 Gambar 5. obstipasi. Pola penyembuhan fungsi tiroid setelah penghentian T4 digambarkan pada Gambar 4-39. termasuk infertilitas. Pada individu hipotiroid. Masa penghentian 6 minggu dipe rlukan karena waktu paruh tiroksin cukup panjang (7 hari) dan memungkinkan kelenjar tiroid penyembuhan kembali setelah penekanan yang cukup lama. tapi gejalagejala dan tanda-tanda hipotiroidisme ringan dapat sangat tidak jelas. pada kasus mana terapi harus dite ruskan. dan kelemahan. TSH menjadi jelas meningkat pada 5-6 minggu dan T4 tetap normal. keterlambatan pubertas atau menoragia. Kelenjar tiroid yang teraba atau membesar dan uji positif terhadap autoantibodi tiroid akan mengarahkan pada adanya tiroiditis Hashimoto yang mendasari. anemia. Pasien dengan hipotiroidisme akan datang dengan gambaran tak lazim : neurastenia dengan gejala kram otot. dan depresi berat . kemudian keduanya normal setelah 6 minggu pada pengawasan eutiroid. rinitis kronis atau suara parau karena edema mukosa nasal atau pita suara. Gambaran klinis miksedema yang lengkap biasanya cukup jelas. pertumbuhan terhambat. parestesia. Tiroksin bebas (FT 4) maupun indeks tiroksin bebas (FT4I) dapat bersama TSH untuk penilaian. Diagnosis hipotiroidisme. edema idiopatik. Jika antibodi tidak ad terapi harus a. efusi pleurokardial. dihentikan selama 6 minggu. gangguan fungsi reproduksi.

Ditandai oleh kelemahan progresif. mortalitasnya sangat tinggi. Efusi pleural. Tes serum akan menunjukkan FT4 yang rendah dan biasanya TSH yang sangat meningkat. Pasien (atau seorang anggota keluarga bila pasien koma) mungkin ingat akan penyakit tiroid terdahulu. kolesterol serum yang meningkat. syok dan meninggal. Asupan iodin radioaktif tiroid adalah rendah dan antibodi antitiroid biasanya positif kuat. in dapat terjadi lebih sering a lam masa i d mendatang. dihubungkan dengan peningkatan penggunaan radioiodin untu k terapi penyakit Graves. stupor. hipoglisemia. Pada kasus eperti ini. terapi radioiodin. dan protein cairan serebrospinalis yang meningkat. Mungkin ada tanda-tanda penyakit-penyakit lain seperti pneumonia infark miokard. atau tiroidektomi: Anamnesis menunjukkan awitan bertahap dari letargi terus berlanjut menjadi stupor atau koma. suara parau. karotin serum yang tinggi. Walaupun jarang. Pemeriksaan menunjukkan bradikardi dari hipotermia berat dengan suhu tubuh ° mencapai 24° C (75 F). ileus dan refleks-refleks melambat. s pemeriksaan diag nostik akan memastikan atau menyingkirkan hipotiroid sebagai faktor penunjang. rambut tipis. hipotermia. termasuk serum "lactescent". trombosis serebral atau perdarahan gastrointestinal. Petunjuk laboratorium dari diagnosis koma miksed ema. Pasien biasanya wanita tua gem dengan kulit uk kekuning-kuningan. hiponatremia. mata membengkak. Seringkali bila pemeriksaan laboratorium tidak tersedia. paling sering pada pasien-pasien tua dengan adanya dasar penyakit paru dan pembuluh darah. diagnosis harus dibuat secara klinis. intoksikasi air.39 yang terus berlanjut menjadi ketidakstabilan emosional atau bahkan jelas-jelas psikosa paranoid. Koma miksedema : Koma miksedema adalah stadium akhirdari hipotiroidisme yang tidak diobati. . Komplikasi-komplikasi A. lidah besar. perikardial atau abdominal dengan kandungan protein tinggi bisa juga didapatkan. dengan akibat hipotiroidisme permane Karena ini n. menunjukkan dasar tiroiditis EKG menunjukkan sinus bradikardi dan tegangan rendah. hipoventilasi.

respirasi yang dibantu hampir selalu perlu pada pasien dengan koma miksedema. Suhu tubuh yang rendah bisa disebabkan karena hilangnya stimulasi tiroksin pada mekanisme transpor natrium kalium dan aktivitas ATPase yang menurun. efusi pleural atau peritoneal. Peningka tan suhu tubuh adalah indikasi yang berguna untuk melihat efektivitas tiroksin. ileus. karena dapat menginduksi vasodilatasi dan kolaps vaskular. dan bantuan pernapasan hampir selalu dibutuhkan pada pasien dengan koma miksedema. Insufisiensi adrenal kadang-kadang terjadi berkaitan dengan koma miksedema. Kegagalan pasien u miksedema berespons terhadap h ipoksia atau hiperkapnia mungk akibat in hipotermia. Hipotermia sering tidak dikenali karena termometer klinis biasanya hanya sampai kira-kira 34°C (93°F). suatu jenis termometer laboratorium yang mencatat skala yang lebih besar harus digunakan untuk mendapatkan pembacaan suhu tubuh yang tepat. efusi pleural atau peritoneal.40 Patofisiologi koma miksedema menyangkut 3 aspek utama : (1) retensi CO2 dan hipoksia. depresi sistem saraf pusat dan otot-otot dada yang lemah cukup tur t berperan. Gangguan cairan dan elektrolit yang utama adalah intoksikasi cairan akibat syndrome of inappropriate secreti n of vasopressin (SIADH). (2) ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. kegagalan jantung. o Kelainan ini terlihat sebagai hiponatremia dan ditangani dengan restriksi air. Terapi hormon tiroid pada pasien -pasien miksedema memperbaiki hipotermia dan sangat meningkatkan respons ventilasi terhadap hipoksia. Kelainan-kelainan lain yang dapat mendorong terjadinya koma miksedema termasuk gagal jantung. pneumonia. dan (3) hipotermia. Kegagalan dorongan ventilatori sering berat. edema paru. Karena dorongan ventilasi yang terganggu. tetapi ini relatif jarang dan biasanya berhubungan dengan miksedema hipofisis atau insufisiensi adrenal autoimun yang terjadi bersamaan (Sindroma Schmidt). ileus. Adalah penting untuk membedakan miksedema . kelebihan pemberian cairan. atau pemberian pemberian obat-obat sedatif atau narkotik pada pasien dengan hipotiroidisme berat. Retensi CO2 telah lama dikenal sebagai bagian internal dari koma miksedema dan dianggap diakibatkan oleh faktor-faktor seperti : obesitas. episode perdarahan. imobilisasi. Penghangatan kembali tubuh secara aktif adalah kontra indikasi. Kejang. hipokalsemia atau hiperkalsemia bisa dijumpai.

terapi pasien dengan miksedema dan penyakit jantung. dan triiodotirosin . Skrining perawatan psikiatrik dengan FT4 dan TSH adalah cara efisien untuk menemukan pasien-pasien ini. Terapi A. gagal jantung. Terapi Hipotiroidisme : Hipotiroidisme diobati dengan levotiroksin (T4). yang terdapat dalam bentuk murni dan stabil dan tidak mahal. Efektivitas terapi pada pasien hipotiroid yang terg anggu meningkatkan hipotesis psikoterapeutik untuk bahwa pasien penambahan d epresi. Pada miksedema hipofisis. Tiroid kering tidak t memuaskan karena isi hormonnya yang bermacam-macam. pasien dengan miksedema dan penyakit arteri koronaria dapat diterapi secara operatif dan terapi penggantian tiroksin yang lebih cepat dapat ditolerir. kolesterol serum normal dan kadar TSH hipofisis yang normal atau rendah. dibicarakan di bawah. paranoid. khususnya penyakit arteri koronaria. yang mana seringkai memberikan respons l terhadap terapi tunggal levoti roksin atau dikombinasi dengan obat-obat psikofarmakologik. sehingga kedu hormon sama-sama a didapatkan dalam tubuh walaupun hanya sau jenis. B. Lebih jarang lag pasien dapat i. Pada CT scan atau MRI dapat memperlihatkan pelebaran sella tursika. Terapi koma miksedema. Levotiroksin dikonversi menjadi T3 di intraselular. Hipotiroidisme dan Penyakit Neuropsikiatrik : Hipotiroidisme sering disertai depresi. b didapatkan isa insufisiensi adrenal dan pengganti adrenal perlu dilakukan. Miksedema dan Penyakit Jant ung : Dahulu. T atau 3 T4 pada regimen tanpa mungkin membantu pasie n memperlihatkan penyakit tiroid. yang mungkin cukup parah. mengalami kebingungan. Petunjuk klinis tentang adanya miksedema hipofisis termasuk riwayat adanya amenore atau impotensi dan rambut pubis atau aksilar yang jarang. Namun karena sudah ada angioplasti koronaria dan bypass arteri koronaria. sangat sukar karena penggantian levotiroksin seringkali dihubungkan dengan eksaserbasi angina.41 hipofisis dari miksedema primer. C. Penelitian lebih jauh harus dilakukan untuk menegakkan konsep ini sebagai terapi standar. atau bahkan maniak ("myxedema madness"). infark miokard.

8 g/pon/hari. ketika kadar serum tiroksin dipantau.2 mg/hari. adalah penting mengukur darah puasa atau sebe lum mendapat dosis harian horm untuk on mendapat data yang konsisten.7 g/pon/hari. Preparat ini diabsorpsi dengan. menia dakan terapi levotiroksin tidak akan mengga nggu.125 mg/hari. Levotiroksin memiliki mempunyai waktu paruh cukup panjang (7 hari) seh ingga jika pasien tidak mampu mendapat terapi lewat mulut untuk beberapa hari. d osis penggantian lebih rendah.1-0. Ada peningkatan T4 atau FT4I kira-kira 1-2 g/dL (13-26 nmol/L) dan disertai penurunan TSH sebanyak 1-2 U/L (1-2 mU/L) mulai dalam 2 jam dan berakhir setelah 810 jam setelah dosis per oral 0. kira-kira 1. kadar dalam darah mudah dipantau dengan cara mengikuti FT4I atau FT4 dan kadar TSH serum. atau sekitar 0. Dosis levotiroksin : Dosis penggantian rata-rata levotiroksin pada dewasa adalah berkisar 0. Untuk supresi TSH pada pasien dengan goiter nodular atau kanker kelenjar tiroid. rata-rata dosis penggantian T4 kira-kira 1. B.15 mg levotiroksin . Pada orang dewasa. Terapi Koma Miksedema : Koma miksedema adalah kedaruratan medis yang akut dan harus ditangani di unit perawatan intensif. dengan rata -rata 0. Namun. jika pasien menda at terapi p parenteral. dosis parenteral T4 kira-kira 75-80% dosis per oral.6 g/kg/hari.05 -0. dan pasien-pasien biasanya membutuhkan intubasi .2 g/kg/hari (1 g/pon/hari). Dosis levotiroksin bervariasi sesuai dengan umur dan berat badan (Tabel 4-9). rata-rata dosis levotiroksin kira-kira 2. jadi hanya perlu diberikan sekali sehari. dan pada pasien-pasien seperti ini dibutuhkan dosis T 4 lebih besar. Karena itu. Pada orang dewasa lebih tua.7 g/kg/hari atau 0.42 (sebagai liotironin) tidak memuaskan karena absorpsinya yang cepat dan waktu paruhnya yang singkat dan efek sementara. Keadaan malabsorbsi atau pemberian bersama preparat aluminium atau kolestiramin akan mengubah absorbsi T 4 . dosis harian levotiroksin sebaiknya diminum pagi hari untuk menghindari gejala-gejala insomnia yang dapat timbul bila diminum malam hari. Waktu paruh levotiroksin kira-kira 7 hari. Gas-gas darah harus dimonitor secara teratur. Anak kecil membutuhkan dosis yang cukup mengejutkan dibanding orang dewasa. Sebagai tambahan.

Fisher DE: Hypothyroidisme in infants and children. Pasienpasien ini mempunyai deplesi tiroksin serum yang sangat jelas dan sejumlah besar tempat-tempat pengikatan yang kosong. Utiger RD (editor). 6th ed. kemungkinan adanya penyerta insufisiensi adrenal (berhubun gan dengan penyakit adrenal auoimun atau t insufisiensi) bisa terjadi. Dosis Penggantian Levotiroksin. diikuti dengan suatu dosis harian intravena yang kecil. Braverman L. Penyakit-penyakit yang berhubungan seperti infeksi atau gagal jantung dicari dan harus diobati dengan terapi yang tepat. a tapering dose setelah 7 hari. dukungan adrenal mungkin tidak diperlukan. Cairan intravena harus diberikan dengan hati hati dan asupan cairan bebas b erlebihan harus dihindarkan karena pasien-pasien dengan koma miksedema mengabsorpsi semua obat-obatan dengan buruk. Kemudian. kortisol plasma harus diukur atau. Suatu dosis awal sejumlah 300-400 g levotiroksin diberikan intravena. Jika diketahui p i asien memiliki fungsi adrenal normal sebelum koma. bila tidak ada data tersedia. Dukungan adrenal dapat dihentikan lebih dini jika kortisol plasma praterapi sekitar 20 g/dL atau 1 ebih besar atau hasil stimulasi kosintropin dalam batas normal. kegagalan jantung. pemberian levotiroksin harus secara intravena. atau aritmia .43 dan ventilasi mekanis. diikuti oleh 50 g levotiroksin intravena setiap hari. Namun. uji stimulasi kosintropin harus dilakukan . Petunjuk klinis adanya perbaikan adalah peningkatan suhu tubuh dan kembalinya fungsi serebral yang normal dan fungs pernapasan. seperti. Bila memberikan levotiroksin intravena dosis besar ada risiko bawaan mempresipitasi angina. diikuti dengan 50 mg intraven tiap 6 jam.E. In: Warner and Ingbar's The Thyroid. pada globulin pengikat tiroksin dan jadi harus menerima dosis muatan awal tiroksin intravena. Tabel 4. hidrokortison hemisuksinat 100 mg intravena. jika waktu memungkinkan (30 menit).1 Umur Dosis levotiroksin (g/kg/hari) 0-6 bulan 8-10 7-11 bulan 6-8 1-5 tahun 5-6 6-10 tahun 3-4 11-20 tahun 2-3 Dewasa 1-2 1) Dussault J. Lippincott. dukungan adrenal pen uh harus diberikan. 1991. Pada kasus ini.

Pada pasien-pasien yang lebih muda atau pasien-pasien dengan penyakit ringan. Levotiroksin diberikan dengan dosis 0. n teratur dan dengan mempertahankan kadar normal serum FT4 dan TSH pada pasien yang mendapat terapi pe nggantian jangka panjang.025 mg setiap 2 minggu sampai mencapai dosis 0. Reaksi toksik utama kelebihan levotiroksin adalah gejala-gejala hipotiroidisme-terutama gejala-gejala jantung--dan osteoporosis. Biasanya diperlukan waktu 2 bulan untuk seorang pasien mencapai keseimbangan dengan dosis penuh. C. Peningkatan resorbsi tulang dan osteoporosis berat telah dikaitkan dengan hipertiroidisme yang berlangsung lama dan akan timbul pada pasien yang diobati dengan levotiroksin jangka lam Hal ini dapat dicegah denga pemantauan a. jenis terapi ini tidak dianjurkan untuk pasien-pasien rawat jalan dengan miksedema adalah lebih baik untuk memulai dengan perlahan-lahan dan kemudian sampai. penggantian penuh dapat segera dimulai. dan panas berlebih juga dapat mengganggu. dengan meningkatkan 0. tremor.125 mg per hari. dosis seperti disebut di atas. takikardia atrial proksimal atau fibrilasi.44 pada pasien-pasien tua dengan dasar penyakit arteri koronaria. Pada pasien yang mendapat terapi supresi TSH untuk goiter nodular atau kanker tiroid. Jadi. perlu untuk menurunkan dosis tiroksin dengan segera. khususnya. Dengan mudah dosis harian levotiroksin ditiadakan untuk 3 ha dan kemudian penurunan dosi ri s mengatasi masalah ini.1 atau 0. Gejala tirotoksik pada jantung adalah aritmia. walau mungkin pada pasien timbul alergi terh adap pewarna atau beberapa kom ponen tablet. jika FT4I . Insomnia. Pada pasien-pasien ini. Miksedema dengan Penyakit J antung : Pada hipotiroidisme lanjut atau pada pasien-pasien tua--terutama yang dengan penyakit kardiovaskular-harus mulai terapi perlahan-lahan. gelisah. Efek Toksik Terapi Levotiroksin Tidak dilaporkan adanya alergi terhadap levotiroksin murni.025 mg/hari untuk untuk 2 minggu. jantung sangat peka terhadap kadar tiroksin yang beredar dan bila terjadi angina pektoris atau aritmia jantung.

Pada kebanyakan kasus.2.45 atau FT4 dijaga pada batas normal atas --walau jika TSH disupresi-. Setelah itu. perlu untuk memantau FT4 atau FT4I dan kadar TSH setia 4-6 minggu sampai suatu keseim p bangan normal tercapai. Pada saat ini. Namun. dan dosis akan diturunkan sesuai dengan umur (lihat Bab 22). tiroksikosis disebabkan hiperaktivitas kelenjar tiroid atau hipertiroidisme.efek samping terapi T4 pada tulang akan minimal . Pada suatu waktu angka mortali as koma miksedema mencapai kira-kira t 80%. Pasien lebih tua memetabolisir T4 lebih lambat. Kadang-kadang. lebih sering pada wanita dengan pria. prognosis jangka panjang sangat menggembirakan. Karena waktu paruh tiroksin yang panjang (7 hari).7) . Prognosis telah sangat membaik dengan diketahuinya pentingnya respirasi yang dibantu secara mekanis dan penggunaan levotiroksin intravena. diprlukan waktu untuk mencapai e keseimbangan pada suatu dosis yang tetap. Perjalanan Penyakit dan Prognosis Perjalanan miksedema yang tidak diobati adalah penurunan keadaan secara lambat yang akhirnya menjadi koma miksedema dan kematian. Jadi. HIPERTIROIDISME DAN TIROTOKSIKOSIS Tirotoksikosis adalah sindroma klinis yang terjadi bila jaringan terpajan hormon tiroid beredar dalam kadar tinggi. Dosis T4 harus ditingkatkan kira-kira 25% selama kehamilan dan laktasi. FT4 dan TSH dapat dipantau sekali setahun. 1. Sindroma ini terdiri dari satu atau lebih d hal-hal ini : (1) tirotoksikosis (2) goite (3) ari r oftalmopati (eksoftalmos) dan (4) dermopati (miksedema pretibial) (1. dengan terapi sesuai. tirotoksikosis bisa disebabkan sebab-sebab lain seperti menelan hormon tiroid berlebihan atau sekresi hormon tiroid berlebihan dari tempat-tempat ektopik. hasilnya mungkin tergantung pada seberapa baiknya masalah penyakit dasar dapat dikelola. GOITER TOKSIK DIFUSA (Penyakit Graves) Penyakit Graves adalah bentuk tirotoksikosis yang paling umum dan dapat terjadi pada segala umur.

Fase hipertiroid pada tiroiditis Hashimoto 6. (3) terapi litium. khususnya masa nifas. Toksik adenoma (penyakit Plummer) 3. tumor hipofisis yang mensekresi TSH. Tiroiditis subakut 5. Ada predisposisi genetik yang mendasari. Adanya antibodi dalam darah berkorelasi positif dengan penyakit aktif dan kekambuhan penyakit. Toksik goiter difusa (penyakit Graves) 2. Tiroksikosis factitia 7.46 Tabel 5 . metastasis karsinoma tiroid (folikular). Beberapa faktor yang mendorong respons imun pada penyakit Graves ialah (1) kehamilan. Penyakit ini dapat terjadi pad segala umur. khusus di daerah defisiensi iodida. mola hidatidiformis. Keadaan-keadaan yang Berkaitan dengan Tirotoksikosis 1. limfosit T disensitisasi terhadap anti en dalam g kelenjar tiroid dan merangsang limfosit B untuk mensintesis antibodi terhadap antigen-antigen ini. (2) kelebihan iodida. di mana kekurangan iodida dapat menutupi penyakit Graves laten pada saat pemeriksaan. mungkin . . Bentuk tirotoksikosis yang jarang: struma ovarium. namun tidak jelas apa yang mencetuskan episode akut ini. Patogenesis Pada penyakit Graves. Satu dari antibodi ini bisa ditunjukkan terhadap tempat reseptor TSH pada membran sel tiroid dan mempuny kemampuan untuk merangsang sel tiroid ai dalam hal peningkatan pertumbuhan dan fungsi (TSH-R AB [stim]. Etiologi Penyakit Graves sekarang ini dipandang sebagai penyakit autoimun yang penyebabnya tidak diketahui. Wanita terke kira-kira 5 kali lebih banyak darip na ada pria. dengan insiden puncak pada a kelompok umur 20-40 tahun. Terdapat predisposisi familial kuat pada sekitar 15% pasien Graves mempunyai keluarga dekat dengan kelainan sama dan kira-kira 50% keluarga pasien dengan penyakit Graves mempunyai autoantibodi tiroid yang beredar di darah. resistensi hipofisis terhadap T3 dan Ta. Toksik goiter multinodular 4.

(4) infeksi bakterial atau viral.47 melalui perubahan responsivitas imun. berakibat pembengkakan otot-otot orbita. termasuk takikardi. kegelisahan. . dan (5) penghentian glukokortikoid. keringat banyak. berkeringat. nervous. jadi pada penyakit Graves. Gejala dan Tanda : Pada individu yang lebih muda manifestasi yang umum termasuk palpitasi. Namun kadar epinefrin dalam sirkulasi adalah normal. Pada anak-anak terdapat pertumbuhan cepat dengan pematangan tulang yang lebih cepat. manifestasi kardiovaskuler dan miopati sering lebih menonjol. dan senang dingin. dan tak ikardia ringan umumnya terjadi pada umumnya terjadi. tidak tahan panas. Kelemahan otot dan berkurangnya masa otot dapat sangat berat sehingga pasien tidak dapat berdiri dari kursi tanpa bantuan. kelopak yang kurang dan melotot. dispnea pada latihan. tanda-tanda tirotoksik pada mata . Gambaran klinis A. Hal in mungkin f i berhubungan dengan bagian peningkatan dengan perantaraan hormon tiroid pada reseptor katekolamin jantung. dan penurunan berat badan. tubuh tampak hiperakti terhadap katekolamin. dan jaringan tiroid . Patogenesis oftalmopati dapat melibatkan limfosit sitotoksik (sel-sel pembunuh) dan antibodi sitotoksik tersensititasi oleh antigen yang umum pada fibroblas orbita. tanpa penurunan nafsu makan. kongesti. tremor. keluhan yang paling menonjol adalah palpitasi. dan diplopia sebagaimana juga menimbulkan kemerahan. hiperkinesia dan diare. otot orbita. tremor. tapi tidak ada bukti yang mendukung hipotesis ini. dan edema konjungtiva dan periorbi a . Pada pasien-pasien di atas 60 tahun. Banyak gejala tiroksikosis menarah g adanya ke adaan kelebihan katekolamin. Diduga "stress" dapat mencetuskan suatu episode penyakit Graves. Patogenesis dermopati tir t oid (miksedema pretibial) dan inflamasi subperiosteal yang jarang pada jari-jari tangan dan kaki (osteopati tiroid mungkin juga melibatkan stimulasi sitokin limfosit dari fibroblas pada tempat-tempat ini. mudah capai. protopsi bola mata. Sering terjadi penurunan berat badan jelas. Sitokin yang berasal dari limfosit tersensitasi ini dapat menyebabkan peradangan fibroblas orbita dan miositis orbita. Pembesaran tiroid.

Hilangnya penglihatan (terkena nervus optikus). Prisma-prisma ini diletakkan pada tepi orbital lateral dan jarak dari tepi orbital ke kornea anterior diukur dengan skala .) Terkenanya jaringan lunak (gejala-gejala dan tanda-tanda). Instrumen ini terdiri dari 2 p risma dengan skala dipasang pada suatu batang. yang merusak lirikan ke atas. Seperti di ebutkan di atas. Hanya ada tanda.48 Tabel 5. s oftalmopatia disebabkan infiltrasi otot-otot ekstraokular oleh limfosit dan cairan edema pada suatu reaksi inflamasi akut. membelalak. Dermopatia tiroid terdiri dari penebalan kulit. Tingkat 2 mewakili terkenanya jaringan lunak dengan edema periorbital. dan pembengkakan otot-otot ekstraokular karena ruang tertutup ini menyebabkan protopsis bola mata dan gangguan pergerakan otot. dan tingkat 6 hilangnya penglihatan akibat terkenanya nervus optikus. Otot yang kedua paling sering terkena adalah rektus medialis dengan gangguan lirikan ke lateral. Terkenanya komea. Bila pembengkakan otot terjadi ke posterior. mengakibatkan diplopia. J Clin Endocrinol Metab 1977. inilah yang akan mungkin menyebabkan hilangnya penglihatan. Tingkat 4 mewakili keterlibatan otot yang paling sering terkena adalah rektus inferior. Orbita berbentuk konus ditutupi oleh tulang. Biasanya dihubungkan dengan . kongesti atau kemerahan konjungtiva dan pembengkakan konjungtiva (kemosis). Klasifikasi Perubahan-perubahan pada Mata pada Penyakit Graves Tingkat 0 1 2 3 4 5 6 1 Definisi Tidak ada tanda atau gejala-gejala. terutama kulit di atas tibia bagian bawah. menuju apeks dari konus orbitalis. nervus optikus tertekan dan bila hal ini terjadi. Proptosis (diukur dengan eksoftalmometer Hertal) Terkenanya otot-otot ekstraokular. tidak ada gej (tanda-tanda terbatas pada ala retraksi kelopak bagian atas. yang disebabkan penumpukan glikosaminoglikans . lambat menutup mata. Hal ini relatif jarang terjadi pada kirakira 2-3% pasien dengan penyakit Graves.44:203. Tingkat 5 mewakili keterlibatan kornea (keratitis). ) Warner SC: Classification of the eye changes of Graves disease. Pembesaran otot okular dapat ditunjukkan dengan baik menggunakan CT scan orbital atau MRI. Tingkat 3 mewakili proptosisi sebagaimana diukur dengan eksoftalmometer Hertel.

49

oftalmopati dan titer serum TSH-R Ab [stim] yang sangat tinggi. Kulit sangat menebal dan tidak dapat dicubi. Kadang-kadang mengenai seluruh tungkai t bawah dan dapat meluas sampai ke kaki. Keterlibatan tulang (osteopati) dengan pembentukan tulang subperioste dan pembengkakan terutama elas pada al j tulang-tulang metakarpal. Ini juga adal penemuan yang relatif jaran . ah g Penemuan yang lebih sering pada penyakit Graves adalah pemisahan/separasi kuku dari bantalannya atau onikolisis. B. Pemeriksaan Laboratorium : Hasil pemeriksaan laboratorium pada hipotiroidisme lelah dijelaskan pada bagian uji tiroid. Sebe narnya, kombinasi peningkatan FT 4 I atau FT 4 dan TSH ter upresi s membuat diagnosis hipertiroidisme. Pada penyakit Graves awal dan rekuren, T3 dapat disekresikan pada jumlah berlebih sebelum T 4 , jadi serum T 4 dapat normal sementara T 3 meningkat. Jadi, jika TSH disupresi dan FT 4 I tidak meningkat, maka T 3 harus diukur. Autoantibodi biasanya ada, terutama imunoglobulin yang menstimulasi TSH-R Ab [stim]. Ini merupakan uji diagnostik yang membantu pada pasien tiorid yang “apatetik" atau pada pasien yang mengalami eksoftalmus unilateral tanpa tanda-tanda yang jelas atau manifest si laboratorium adanya penyakit a Graves. Ambilan radioiodin berguna ketika diduga ada hipotiroidisme ambilan rendah; ini dapat terjadi pada fase subakut atau tiroiditis Hashimoto. Jenis hipopertiroidisme ini seringkali sembuh spontan. Scan technetium atau 123I dapat membantu bila dibutuhkan untuk memperlihatkan ukuran kelenjar dan

mendeteksi adanya nodul "panas" atau "dingin. Sejak uji TSH ultrasensitif dapat mendeteksi supresi TSH, uji TR dan uji supresi TSH jarang d H ianjurkan. Ekografi dan CT scan orbita telah menunjukkan adanya pembesaran otot pada kebanyakan pasien dengan penyakit Graves walaupun tidak terdapat tanda-tanda klinis oftalmopati. Pada pasie n dengan tanda -tanda klinis oftalmopati,

pembesaran otot orbita sering sangat menonjol. Diagnosis Banding Penyakit Graves kadang-kadang terdapat dalam bentuk tdak biasa atau i atipis, di mana diagnosisnya bisa tidak begitu jelas. Atrofi otot yang menonjol

50

mengarah pada adanya miopati b erat yang harus dibedakan dari kelainan neurologis primer. Paralisis periodik tirotoksis biasanya terjadi pada pria Oriental dan datang dengan serangan mendadak paralisis flasid dan hipokalemia. Paralisis membaik sendirinya dan dapat dicegah dengan tambahan K+ dan penghambat beta-adrenergik. Penyakit ini diobati dengan terapi tirotoksikosis yang tepat. Pasien dengan penyakit jantung tiroid muncul terutama dengan gejala keterlibatan jantung --khususnya fibrilasi atrial refrakter yang tidak peka terhadap digoksin-atau gagal jantung dengan curah yang tinggi. Kira-kira 50% pasien ini tidak terbukti ada penyakit jantung yang mendasari, dan masalah jantung disembuhkan dengan terapi tirotoksikosis. Pasien-pasien tua akan datang dengan penurunan berat badan, goiter kecil, fibrilasi atrial lambat, dan depresi berat, dan tidak ada gambaran klinis adanya peningkatan reaktivitas katekolamin. Pasien flasid ini menderita "hipertiroidisme apatetik". Akhirnya, beberapa wanita muda mengalami amenorea dan infertilitas sebagai gejala-gejala primer. Pada semua contoh-contoh ini, diagnosis penyakit Graves biasanya dapat dibuat dengan pemeriksaan klinis dan laboratoris tersebut di atas. Pada sindroma disebut "hipertiroksemia disalbuminenik familial" , protein abnormal seperti albumin ada pada serum yang sebagian mengikat T4 tapi tidak T3. Hal ini berakibat peningkatan T4 dan FT4I serum, tapi T3, T4 bebas, dan TSH normal. Hal yang penting ialah membedakan keadaa eutiroid n dengan hipertiroidisme. Di samping tidak adanya gambaran kli is hipertiroidisme, T3 n serum dan kadar TSH normal akan menyingkirkan diagnosis hipertiroidisme.

Komplikasi Krisis Tirotoksikosis ("thyroid strom") adalah eksaserbasi akut semua gejala tirotoksikosis, sering terjadi sebagai suatu sindroma yang demikian berat sehingga dapat menyebabkan kematian. Kadang-kadang krisis tiroid dapat ringan dan nampak hanya sebagai reaksi febris yang tidak bisa dijelaskan setelah operasi tiroid pada pasien yang persiapannya tidak adekuat. Lebih sering, terjadi dalam bentuk yang lebih berat, setelah operasi, terapi iodin radioaktif atau partus pada pasien dengan tirotoksikosis yang tidak terkontrol adekuat atau selama penyakit

51

atau kelainan stres yang berat, seperti diabetes yang tidak terkontrol, trauma, infeksi akut, reaksi obat yang berat, atau infark miokard. Manifestasi klinis krisis tiroid adalah hipermetabolisme yang menonjol dan respons adrenergik berlebihan. Febris dari 38 sampai 41°C (10 -106°F) dan dihubungkan dengan muka 0 kemerahan dan keringat banyak. Terdapat takikardi berat sering dengan fibrilasi atrium, tekanan nadi tinggi dan kadang-kadang gagal jantung. Gejala susunan saraf pusat termasuk agitasi berat, gelisah, delirium, dan koma. Gejala gastrointestinal termasuk nausea, mu ntah, diare dan ik terus. Akibat fatal ada hubungannya dengan gagal jantung dan syok (1,2,6) Pernah diduga bahwa krisis tiroid adalah akibat bahwa pelepasan mendadak atau "dumping" cadangan tiroksin dan triiodotironin dari kelenjar tirotoksis. Pemeriksaan lebih teliti telah mengungkapkan bahwa kadar T4 dan T3 serum pada pasien dengan krisis tiroid ti aklah lebih tinggi daripada pasien tirotoksikosis d tanpa krisis tiroid. Tidak ada bukti bahwa krisis tiroid disebabkan oleh produksi triiodotironin berlebihan. Ada bukti bahwa pada tirotoksikos is terdapat

peningkatan jumlah tempat pengikatan untuk katekolamin, sehingga jantung dan jaringan saraf mempunyai kepekaan yang meningkat terhadap katekolamin dalam sirkulasi. Tambahan pula, terdapat penurunan pengikatan terhadap TBG, dengan peningkatan T3 dan T4 bebas. Teori saat ini bahwa dalam keadaan seperti ini, dengan tempat pengikatan yang bertambah yang tersedia untuk katekolamin, suatu penyakit akut; infeksi atau stres bedah memacu pengeluaran katekolamin, yang bersama-sama kadar T4 dan T3 bebas yang tinggi, menimbulkan problem akut ini. Gambaran diagnostik klinis yang paling menonjol dari krisis tirotoksikosis adalah hiperpireksia yang jauh lebih berat dari tanda -tanda lain. Penemuan laboratorium termasuk T4, FT4 dan T3 serum, juga TSH yang tersupresi. Terapi Penyakit Graves Walaupun mekanisme autoimun bertanggung jawab atas penyakit sindroma Graves, pengelolaan nya terutama ditujukan terhada p mengendalikan

hipertiroidisme. Terdapat 3 metode yang tersedia (1) terapi obat anti tiroid (2) bedah dan (3) terapi iodin radioaktif.

pada saat ini tevotiroksin ditambahkan dengan dosis sekitar 0. dan remisi jangka panjang terjadi pada 60-80% pasien yang diobati. . metimazol dihentikan dan levotiroksin dilanjutkan untuk beberapa tahun. Suatu regimen umum terdiri dari propil tiourasil 100-150 mg tiap 6 jam mula-mulanya dan kemudian dalam waktu 4-8 minggu menurunkan dosis sampai 50-200 mg sekali atau dua kali sehari. Terapi dengan obat-obatan antitiroid biasanya dimulai dengan dosis besar terbagi. Pada akhir dari waktu ini. Pasien diobati dengan metimazol sampai eutiroid (sekitar 3-6 bulan). sehingga efektif dalam menurunkan hormon tiroid aktif dengan cepat. Obat-obatan ini (propil tiourasil a tau metimazol) diberikan sampa i penyakitnya mengalami remisi spontan. Uji laboratorium yang paling bernilai dalam memantau perjalanan terapi adalah FT4 serum dan TSH. satu kelebihan dibanding metimazol yakni bahwa propil tiourasil menghambat sebagian konversi T4 jadi T3. Ini terjadi pada 20 -40% pasien yang diobati untuk 6 bulan sampai 15 tahun. Angka kekam buhan dapat diturunkan dengan menggunakan regimen penghambat tiroid total yang akan dijelaskan di bawah. terapi dengan obat antitiroid paling berguna pada pasien-pasien muda dengan kelenjar yang kecil dan penyakit ringan. Suatu program tipikal akan dimulai dengan dosis 40 mg metimazol tiap pagi selama 1-2 bulan. terapi rum r atan dapat dicapai dengan suatu dosis tunggal yang lebih kecil pada pagi hari.1 mg/hari untuk 12-24 bulan. Dengan terapi ini.1 mg/hari. dan insidens kambuh tinggi. tapi selain dilanjutkan dengan penurunan dosis metimazol. Terapi Obat Antitiroid : Secara umum. ini m embutuhkan waktu pengawasan yang lama. metimazol mempunyai lama kerja yang lebi panjang dan lebih berguna bila dinginkan h i terapi dengan dosis tunggal. Propiltiourasil mempunyai. Kemudian pasien terus mendapat kombinasi metimazol 10 mg/hari dan levotiroksin 0. dosis ini kemudian diturunkan menjadi 5-20 tiap pagi untuk terapi rumatan. mungkin 60-80% meskipun pada pasien-pasien pilihan. atau ketika ukuran kelenjar kembali normal.52 A. Metode alternatif lainnya menggunakan konsep penghambatan total aktivitas tiroid. Walaupun ini merupakan satu-satunya terapi yang meninggalkan ketenjar tiroid yang uiuh. penurunan titer antibodi antitiroid sangat hebat. bila pasien telah menjadi euti oid secara klinis. Sebaliknya.

Sebaliknya. biasanya iodin radioaktif. Jika hitung sel darah putih normal. Agranulositosis biasanya ditandai oleh sakit tenggorok dan panas. Rash dapat dengan mudah ditangani dengan pemberian antihistamin dan bukan indikasi untuk menghentikan te rapi kecuali kalau berat dan eneralisata. Reaksi terhadap obat-. Pasien ter dipersiapkan dengan obat antitiroid sampai eutitoid (kira-kira 6 minggu). Kebanyakan ahli bedah meninggalkan 2- . 2. B. (3) TSH R Ab [stim] tid lagi dideteksi dalam serum (4) jika kelenjar ak tiroid kembali secara normal bisa disupresi setelah pemberian liotironin. Terapi Bedah : Tiroidektomi subtotal adalah terapi pilihan untuk pasienpasien dengan kelenjar yang sangat besar atau goi multinodular. sem pasien yang menerima obat-obat antitiroid ua diperintahkan bahwa bila terjadi sakit tenggorokan atau panas. g Agranulositosis adalah suatu indikasi untuk segera menghentikan terapi obat antitiroid.Reaksi alergi terhadap obat obatan antitiroid termasuk rash (kira-kira 5% pasien) atau agranulositosis (kira-kira 0. memeriksa jumlah sel darah putih dan hitung jenis. Tiroidektomi total biasanya tidak perlu kecuali bila pasien mempunyai oftalmopati progresif yang berat . Regimen ini secara empiris menunjukkan bahwa dapat mengurangi vaskularitas kelenjar dan mempermudah operasi. mulai 2 minggu sebelum hari operasi. Jadi. mereka harus segera berhenti minum obat. pasien diberikan larutan jenuh kalium iodida. dan pergi ke dokter. bila terlalu banyak jaringan tiroid ditinggalkan. 5 tetes 2 kali sehari. Lama terapi-. Sebagai tambahan. Ikterus k lestastik. Terdapat ketidaksepakatan tentang berapa banyak jaringan tiroid harus diangkat.53 1. tokssitas i hepatoselular dan artralgia akut adalah efek samping yang jarang namun serius yang membutuhkan penghentian terapi bila terjadi.Lama terapi dengan obat-obat antitiroid pada penyakit Graves cukup bervariasi dan dapat berkisar dari 6 bulan sampai 20 tahun. Remisi yang dipertahankan dapat diram alkan pada 80% pasien -pasien yang diterapi dengan karakteristik sebagai b erikut : (1) kelenjar tiroid kmbali normal e ukurannya (2) pasien dapat dikontrol dengan obat antitiroid dosis yang relatif kecil. oba antitiroid dapat t dilanjutkan kembali. dan mengganti ke jenis terapi alternatif. penyakitnya akan kambuh.5% pasien). o edema angioneurotik. pemberian terapi antibiotik yang tepat.

2 mg/hari diberikan. kebanyakan pasien memerlukannya. dihitung berdasarkan ambilan ini. Suatu dosis yang sedikit lebih besar diperlukan pada pasien-pasien yang sebelumnya diobati dengan obat-obat antitiroid. yang akhirnya terjadi pada 80% atau lebih pasien yang diobati secara adekuat. Indeks FT4 serum dan kadar TSH harus diikuti dan bila mereka menunjukkan terjadinya hipotiroidisme.050. Walaupun beberapa pasien tidak memerlukan tambahan tiroid setelah tiroidektomi untuk penyakit Graves. kemudian ditentukan ambilan iodin radioaktif dan juga dilakukan scan. Dosis dikoreksi untuk ambilan iodin sesuai Perkiraan 100 Dosis (Ci/g) x berat x ambilan = terapeutik 131I tiroid (g) RAI 24 jam dalam Ci Pada pasien dengan dasar penyakit jantung. terapi dengan natrium iodida I131 adalah terapi terpilih untuk kebanyakan pasien di atas 21 tahun. kelenjar akan mengkerut dan pasien biasanya akan jadi eutiroid dalam waktu 6-12 minggu. tirotoksikosis berat atau kelenjar yang besar (di atas 100 gram) biasanya diinginkan agar dicapai keadaan eutiroid sebelum iodin radioaktif dimul i. dan suatu dosis 100 -150 Ci/gram berat tiroid. terapi kemudian dihentikan selama 5-7 hari. Komplikasi utama terapi radioaktif adalah hipotiroidisme. . Setelah pemberian iodin radioaktif. Pasien-pasien ini diobati dengan obat obat a antitiroid (seperti di atas) sampai mereka e utiroid. iodin radioaktif dapat segera diberikan dengan dosis 80-120 Ci/gram taksiran berat tiroid dengan dasar pemeriksaan fisik dan scan rektilinear iodida rumus berikut : 131 123 I. Hipoparatiroidisme dan perlukaan nervus laringeus rekuren terjadi sebagai komplikasi pembedahan pada kira-kira 1% kasus. Pada banyak pasien tanpa dasar penyakit ja ntung.54 3 gram jaringan tiroid pada masing-masing sisi leher. C. terapi pengganti yang tepat dengan levotiroksin 0. Terapi lodin Radioaktif : Di Amerika Serikat. Hal ini tidak perlu dianggap betul-betul sebagai komplikasi dan bahkan hal inilah yang merupakan jaminan terbaik bahwa pasien tidak akan mengalami kekambuhan hipertiroidisme.

Jika dosis obat antitiroid besar yang dibutuhkan untuk mengendalikan keadaan dan kelenjar tidak mengecil sebagai respons terhadap terapi. Obat ini akan membuat kelenj r tersaturasi a denan iodida. jadi harus digunakan sebelum terapi 131I atau obat antitiroid dengan propiltiourasil atau metimazol. semua pasien dengan penyakit Graves membutuhkan follow up seumur hidup untuk memastikan bahwa mereka tetap dalam keadaan eutiroid.55 Hipotiroidisme terjadi setelah jenis manapun dari terapi unt k penyakit u Graves -walau setelah terapi dengan antitiroid. terapi radioiodin menjadi terapi pilihan untuk kebanyakan pasien. di Amerika Serikat. Pada pasien dengan goiter nodular toksika dan reaksi alergi berat terhadap obat-obat antitiroid. akan mengendalikan takikardi. 10-40 mg tiap 6 jam. Tindakan-tindakan Medis Lain : Selama fase akut tiroitoksikosis agen penghambat beta adrenergik sangat membantu. Propranolol. pilihan terapi dengan obat-obat antitiroid jangka panjang dengan atau tanpa terapi levotiroksin simultan harus dipertimbangkan. maka radioiodin menjadi terapi pilihan. penyakit Graves yang "sudah habis" merupakan hasil akhir penyakit tiroid autoimun. lebih disukai terapi dengan obat-obat antitiroid. sementara di Eropa dan Asia. Barbiturat mempercepat metabolisme T4 dan fenobarbital bisa berguna baik untuk kha siat sedasinya maupun untuk menurunkan kadar T4.maka tiroidektomi . Sebagai contoh. Oleh karena itu. hipertensi bersamaan dengan kembalinya kadar tiroksin serum menjadi normal. terma suk suplemen multivitamin adalah sangat penting. Nutrisi yang mencukupi. natrium ipodat dan penghambat beta dapat digunakan secara efektif dalam persiapan untuk operasi. pada dosis 1 gram seha obat ini dengan cepat ri. Natrium ipodat atau asam iopnoat telah terlihat a menghambat sintesis hormon tiroid dan juga pelepasannya seperti konversi perifer T4 menjadi T3. Jadi. mengembalikan keadaan eutiroid. Menurut pendapat pengarang. pada beberapa pasien. Jika ada respons tepat dan kelenjar mulai mengecil. kebanyakan pasien harus diobati dengan obat-obat antitiroid sampai eutiroid. Jika kelenjar sangat besar (> 150 g) atau multinodular--atau jika pasien ingin segera hamil. Pilihan Terapi Pilihan terapi akan bervariasi sesuai dengan perjalanan dan beratnya penyakit dan kebiasaan yang berlaku. D.

Akhirnya. Cairan. 1 gr sehari diberikan secara intravena atau per oral. 1-2 mg pelan-pelan intravena atau 40-80 mg tiap 6 jam per oral. Reaksi alergi serius terhadap obat antitiroid merupakan indikasi terapi radioiodin. Jadi. pelepasan hormon dihambat oleh pemberian natrium iodida. fenobarbital kemungkinan paling baik karena mempercepat metabolisme perifer dan inaktivasi tiroksin dan triiodotironin.56 merupakan pilihan cukup beralasan. tapi ini akan me nghambat penggunaan definitif terapi radioiodin untuk 3-6 bulan. Propranolol. Krisis Tirotoksikosis : Krisis tirotoksikosis (thyroid strom) membutuhkan penanganan intensif. Terapi suportif termasuk selimut pend ingin dan asetaminofen untuk antu b mengendalikan panas. Untuk sedasi. akhirnya menye babkan kadar-kadar ini menurun. 250 mg tiap 6 jam. Jika pasien tidak dapat makan obat lewat mulut. Terapi Komplikasi A. obat-obat anti alergi dan pelayanan pascabedah merupakan indikasi untuk penanganan masalah-masalah ini. dapat digunakan sebagai pengganti natrium iodida. atau larutan jenuh kalium iodida. Oksigen. oleh karena kecenderungannya untuk mengikat TBC dan men yingkirkan tiroksin. Bila ada gagal jantung berat atau asma dan aritmia. Konversi T4 menjadi T3 dihambat sebagian oleh kombinasi propanolol dan propiltiourasil. elektrolit dan nutrisi adalah penting. san gatlah penting dalam memantau aritmia. maka dapat diberikan metimazol dengan dosis 25 mg tiap 6 jam dengan bentuk suppositoria rektal atau enema. tapi pemberian hidrokortison hemisuksinat 50 mg intravena tiap 6 jam. antibiotik. Sintesi hormon is s dihambat oleh pemberian propiltiourasil. diuretika dan digitalis diindikasikan untuk gagal jantung. Natrium ipodat. Tindakan-tindakan ekstrim (jarang diperlukan) untuk mengendalikan krisis tirotoksikosis termasuk . Setelah pemberian obat-obat antitiroid. Aspirin k emungkinan merupakan kontraindikasi. sangatlah penting untuk mengobati proses penyakit dasar yang mungkin m enimbulkan eksaserbasi akut. sebagai tambahan. menyebabkan lebih banyak tiroksin yang tersedia dalam bentuk bebas. 1 gr secara intravena dalam 24 jam. pemberian secara hati-hati verapamil intravena dengan dos 5-10 mg cukup efektif. 10 tetes dua kali sehari.

dan sebagai lantai dan dinding orbita diangkat. pasien seringkali mengalami penglihatan ganda atau kelainan kelopak mata karena fibrosis otot dan kontraktur. pasien . orbita dimasuki lewat bawah bola mata.57 plasmaferesis untuk menghilangkan kadar tironin sirkulasi ya tinggi atau ng dialisis peritoneum untuk maksud yang sama. Pada kasus-kasus sangat berat dengan ancaman terhadap penglihatan dapat digunakan dekompresi orbita. Oftalmopati : Penanganan oftalmopati ka rena penyakit Graves melibatkan kerjasama erat antara ahli endokrinologi dan ahli mata. C. Bila penyakit dideteksi pada trimester pertama. Iodin radioaktif merupakan kontraindikasi karena menembus plasenta secara bebas dan dapat melukai tiroid fetus. contoh prednison 100 mg tiap hari per oral dalam dosis terbagi untuk 7-14 hari. Terapi foto rontgen eksterna pada darah retrobulber dapat menolong. Dosis biasanya 2000 cGy pada 10 fraksi yang diberikan selama periode waktu 2 minggu. Bila terapi kortikosteroid tidak efektif. S atu jenis dekompresi orbita me yangkut n pendekatan transantral melalui sinus maksilaris dengan mengangkat lantai dinding lateral orbita. tapi berdasar pendapat pengarang bab ini. Untuk reak inflamasi akut yang berat uatu terapi si s kortikosteroid jangka pendek seringkali efektif. pengangkatan atau destruksi kelenjar tiroid pasti mencegah eksaserbasi dan kekambuhan yang akan memperburuk oftalmopati residual. Kemudian setiap dua hari selama 612 minggu. Tetap mengelevasikan kepala akan mengurangi edema periorbital. Tirotoksikosis dan Kehamila : Tirotoksikosis selama kehamilan n memberikan suatu masalah khusus. Setelah proses akut mereda. Lensa dan struktur kamera anterior harus diberi pelindung. B. Hal ini bisa dikoreksi dengan operasi kelopak kosmetis atau bedah otot mata. Walaupun terda pat kontroversi tentang perlun ya ablasi total. Pada pendekatan anterior alternatif. Tersedia dua pilihan lain yang baik. Kedua pendekatan telah terbukti sangat efektif dan eksoftalmos dapat dikurangi sampai 5-7 mm pada tiap mata dengan teknik ini. Satu seri prednison setelah terapi radioiodin akan mencegah peningkatan sementara antibodi tiroid setelah ablasi radioiodin kelenjar. diindikasikan eksisi total kelenjar tiroid atau ablasi total kelenjar dengan iodin radioaktif. Penanganan penyakit tiroid seperti digambarkan di atas.

Patogenesis sindroma ini diperkirakan menyangkut transfer transplasental TSH-R Ab [stim] dan ibu ke janin yang diikuti oleh terjadinya tirotoksikosis. anak dilahirkan kecil dengan otot-otot lemah. ibu mempu nyai penyakit Graves atau anamnestik pernah kena penyakit Graves. karena obat-obatan ini menembus plasenta dan bisa berpengaruh pada fungsi dari kelenjar tiroid fetus. Penyakit Graves dapat terjadi pada bayi yang baru lahir. g yang mempunyai TSH yang tinggi pada waktu lahir. i Pemeriksaan laboratorium menunjukkan FT4I atau FT4 yang meningkat. larutan iodin kuat (Lugol) 1 tetes (8 mg kalium iodida) tiap 8 jam dan propranolol . Akhir-akhir ini pada jenis pertama. Perlu memberikan suplemen tiroid selama keseimbangan kehamilan. FT4I atau FT4 harus dipertahankan pada batas atas ukuran normal dengan cara penurunan dosis propiltiourasil untuk penyesuaian. yang menonjol. TSH-R Ab [stim] seringkali ditemuk baik pada serum bayi ma an upun ibu. suhu menngkat dan akhirnya kegagalan jantung. kemungkinan terjadinya hipotiroidisme fetus sangatlah kecil. takikardi. Denyut jantung cepat. Menyusui tidak merupakan kontraindikasi karena propiltiourasil tidak dikonsentrasikan di susu. Ti oksin suplemen tidak r diperlukan. T3 sangat meningkat dan biasanya TSH yan rendah-bertentangan dengan bayi normal. Terapi untuk bayi termasuk propiltiourasil dalam dosis 5-10 mg/kg/hari (dalam dosis terbagi dengan selang waktu 8 jam). Alternatif lain adalah pasien dapat diobati dengan obat-obatan antitiroid selama kehamilan. Umur tulang bisa dipercepat. Nampaknya ada 2 bentuk penyakit pada neonatus pada ke 2 jenis ini. bersamaan dengan turunnya TSH-R Ab [stim] anak. Dosis obatobat antitiroid harus dijaga eminimal mungkin yang diperluk s an untuk mcngendalikan gejala-gejala. dengan menunda keputusan mengenai penanganan jangka panjang sampai setelah melahirkan. panas dan sering distres respirasi atau ikterus neonatorum. Penyakit ini sembuh sendiri dan sembuh dalam jangka waktu 4-12 minggu. Bila penyakit bisa dikendalikan dengan dosis awal propiltiourasil 300 mg atau kurang dan dosis pemeliharaan 50150 mg/hari.58 dapat dipersiapkan dengan prop iltiourasil dan tiroidektomi subtotal dapat dilakukan dengan aman pada trimester kedua. Pemeriksaan menunjukkan kelenjar tiroid yang membesar dan kadang-kadang mata membengkak.

perjalanan penyakit Graves adalah ditandai oleh remisi dan eksaserbasi untuk jangka waktu yang lama kecuali kalau kelenjar dirusak dengan pembedahan atau iodin radioaktif. Sindrome ini diperkirakan diturunkan secara genetik sejati dari imunoregulasi limfosit yang terganggu. Obatobatan di atas secara bertahap dikurangi bersamaan dengan membaiknya si anak dan biasanya dapat dihentikan setelah 6-12 minggu.59 2 mg/kg/hari dalam dosis terbagi. sedatif bila perlu dan terapi suportif merupakan indikasi. Lesi-lesi ini mulai sebagai "nodul panas" pada scan tiroid. follow-up seumur hidup merupakan indikasi untuk semua pasien dengan penyakit Graves. Gejala-gejala terjadi lebih lambat dan tidak bisa diperhatikan sampai anak berumur 3-6 bulan. Bentuk kedua dari penyakit Graves neonatus terjadi pada anak-anak dari keluarga dengan insiden penyakit Graves yang tinggi. Kondisi ini dapat diobati dengan tambahan T4 untuk waktu singkat. Perjalanan dan Prognosis Secara umum. antibiotik bila ada infeksi. Pasien yang khas adalah individu tua (biasanya lebih dari 40 . terapi kor tikosteroid (prednison 2 mg/kg /hari) akan menghambat sebagian konversi T4 jadi T3 dan bisa berguna dalam fase akut. pelan-pelan bertambah dalam ukuran dan bertahap mensupresi lobus lain dari kelenjar tiroid. nutrisi mencukupi. Serum ibu dapat mengandung antibodi penghambat TSH-R yang dapat menembus plasenta dan menimbulkan hipotiroidisme transien pada bayi. Jadi. Hipertiroidisme dapat bertahan selama bulanan atau tahunan dan membutuhkan terapi yang lama. Walaupun beberapa pasien bisa tetap eutiroid untuk jangka waktu lama setelah terapi. Bila anak sangat toksik. banyak yang akhirnya mendapatkan hipotiroidisme. BENTUK-BENTUK LAIN TIROTOKSIKOSIS Adenoma Toksik (Penyakit Plummer) Adenoma fungional yang mensekr si e T3 dan T4 berlebihan akan menyebabkan hipertiroidisme. Ini jauh lebih berat den.gan mortalitas 20% dan tanda-tanda disfungsi otak yang menetap walaupun setelah terapi yang berhasil. 2. Sebagai tambahan.

Scan menunjukkan bahwa nodul ini "panas". Jadi. nervous. kelemahan napas sesak. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya nodul berbatas jelas pada satu sisi dengan sangat sedikit jaringan tiroid pada sisi lain. dibutuhkan untuk menghancurkan neoplasma jinak. Adenoma-adenoma toksik hampir selalu adalah adenoma folikuler dan hampir tidak pernah ganas. Oftalmopati sangatlah ja rang. Hipertiroidisme pada pasien-pasien depgan goiter multinodular sering dapat ditimbulkan dengan pemberian iodin (efek "jodbasedow" atau h ipertiroidisme yang diinduksi oleh iodida). efek- . B eberapa adenoma tiroid tidak m engalami efek Wolff-Chaikoff dan tidak dapat beradaptasi terhadap muatan iodida. dengan hanya peningkatan kadar tiroksin yang "border-line". Klinis pasien menunjukka takikardi. Pemeriksaan laboratorium biasanya memperlihatkan TSH tersupresi dan kadar T3 serum yang sangat meningkat. dengan peningkatan kadar T4 serum yang tidak terlalu menyolok. Scan radioiodin menunjukkan nodul fungsional multipel pada kelenjar atau kadang-kadang penyebaran iodin radioaktif yang tidak teratur dan bercak-bercak. takikardi dan intoleransi terhadap panas. palpitasi. atkan goiter multinodular yang dapat kecil atau cukup besar dan bahkan membesar sampai substernal. Mereka mudah ditangani dengan pemberian obat-obat antitiroid seperti propil tiourasil 100 mg tiap 6 jam at u metimazol 10 mg tiap 6 jam diikuti aleh a lobektomi unilateral atau dengan iodin radioaktif.60 tahun) yang mencatat pertumbuhan akhir-akhir ini dari nodul tiroid yang telah lama ada. Tingkat 2 oftalmopati -4 infiltratif tidak pernah dijumpai. tremor dan berkeringa Pemeriksaan fisik memperlih t. n kegagalan jantung atau aritmia dan kadang-kadang penurunan berat badan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSH tersupresi dan kadar T 3 serum yang sangat meningkat. Iodin radioaktif lebih dipilih untuk nodul toksik yang lebih kecil tetapi yang lebih besar terbaik ditangani dengan operasi. Terlihat gejala-gejala penurunan berat badan. Natrium iodida 131 I dalam dosis 20-30 mCi biasanya. Goiter Toksik Multinodular Kelainan ini terjadi pada pasien-pasien tua dengan goiter multinodular yang lama.

61 efek ini didorong oleh kelebihan produksi hormon karena kadar iodida sirkulasi yang tinggi. hipertiroid dengan hipertiroid dengan obat obat antitiroid diikuti dengan tiroidektomi subtotal tampaknya akan menjadi terapi pilih an. tapi goiter multinodular akan tetap ada. Pasien yang mendapat amiodaron mempunyai penyakif jantung serius yang mendasari. Jika penyakit berat. obat ini disimpan dalam lemak. Satu -satunya jalan untuk menghilangkan cadangan hormon tiroid yang besar adalah pembedahan untuk mengangkat goiter. miokardium. Jika tirotoksikosis ringan. sementara terapi amiodaron diteruskan. namun sering pasien-pasien ini sudah tua dan memiliki penyakit lain sehingga pasien-pasien ini seringkali merupakan pasien dengan risiko operasi yang buruk Nodul toksik .3% iodin. Penanganan goiter nodular toksika cukup sukar Penanganan keadaan . sehingga dibutuhkan dosis ulangan 131I. KClO4 jangka panjang telah dihubungkan dengan anemia aplastik dan butuh pemamtauan. tetapi harus disebutkan di sini bahwa tiroiditis. Penyakit-penyakit ini dapat dibedakan dari ben tuk tirotoksikosis lain di mana . dapat dikendalikan dengan metimazol 40-60 mg sehari. KClO4 dengan dosis 250 mg tiap 6 jam dapat ditamb ahkan untuk menjenuhkan iodida trap dan mencegah ambilan iodida lebih lanjut. Tiroiditis Subakut atau Kronis Keadaan ini akan dibicacakan pada bagian tersendiri. baik subakut atau kronis dapat berupa perlepasan akut T4 dan T3 menimbulkan gejala-gejala tirotoksikosis dari rin gan sampai berat. Hal ini menimbulkan masalah yang paling sukar. Dalam tubuh. hepar dan paru-paru dan memiliki waktu paruh kira-kira 50 hari. dapat dihancurkan dengan 131I. dan nodulnodul lain dapat menjadi toksik. Kira-kira 2% pasien diobati dengan amiodaron mengalami tirotoksis. dan pada banyak kas s obat ini tidak dapat dihent u ikan. Hal ini dap hanya dapat dilakukan jika pasien mampu at mengatasi sires tiroidektomi. Ini adalah mekanisme untuk berkembangnya hipertiroidisme setelah pemberian obat antiaritmia amiodaron . Amiodaron adalah obat antiaritmia yang mengandung 37.

terutama kerusakan kardiovaskuler dan hilangnya otot. TSH serum tersupresi dan ambilan radioiodin di leher akan tidak ada sama sekali. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pen gangkatan teratoma. palpitasi. jarang karsinoma ini mempertahankan kemampuannya untuk mengkonversi iodida in menjadi i hormon aktif. Bentuk-Bentuk Jarang dari Tirotoksikosis A. seperti penurunan berat badan. tetapi tidak didapatkan goiter atau tandatanda mata. penurunan berat badan. Scan tubuh dengan 131 I menunjukkan daerah-daerah dengan ambilan yang biasan jauh dari tiroid. Karakteristik adalah TSH disupresi. Gambaran klinis terdiri dari kelemahan. tetapi tidak ada tanda-tanda atau goiter. Scan tubuh menunjukkan ambilan radioiodin pada pelvis. dan osteoporosis. nervous. biasanya untuk tujuan mengendalikan berat badan. teratoma ov arium mengandung jaringan tiroid yang menjadi hiperaktif. Individu biasanya adalah seseorang yang berhubungan dengan obat-obatan sehingga mudah mendapatkan oba t-obatan tiroid. ya . FT4 dan T3 serum sedikit naik. terutama karsinoma folikular dapat mengkonsentrasikan iodin radioaktif. B. dan biasanya gejala s -gejala menghilang spontan dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. dan palpitasi. Tirotoksikosis Factitia Ini adalah gangguan psikoneurotik di mana tiroksin atau hormon tiroid dimakan dalam jumlah berlebihan. takikardi dan tremor bisa didapatkan. Penanganan membutuhkan diskusi yang berhati-hati tentang bahaya terapi tiroid jangka panjang. Gambaran tiroto ksikosis termasuk penurunan berat badan.62 ambilan radioiodin jelas ter upresi. Terdapat beberapa kasus kanker tiroid metastatik yang disertai hipertiroidisme. kadar T4 dan T3 serum yang meningkat dan tidak adanya arnbilan iodin radioaktif. nodul tiroid tapi tidak ada oftalmopati. takikardi. Psikoterapi formal mungkin diperlukan. Terjadi gambaran tirotoksikosis ringan. Karsinoma Tiroid : Karsinoma tiroid. Struma Ovari : Pada sindroma ini. tetapi hanya jarang.

Mola Hidatidosa : Mola hidatiform menghasilkan gonadotropin korionik. Di samping itu. yang mempunyai aktiv itas seperti TSH yang intrinsi Ini bisa k. TSH tersupresi dan peningkatan ringan kadar T dan T3 serum. menghancurkan deposit metastasik. dan CT scan atau MRI sella menunjukkan adanya umor t hipofisis. Ini jarang dikaitkan de ngan 4 tirotoksikosis yang jelas dan dapat disembuhkan total dengan pengangkatan mola. C. Departemen Pertanian Amerika Serikat sekarang telah melarang penggunaan bahan ini. sering dengan buti adanya k Oefisiensi hormon gonadotropin seperti amenorea atau impoten. tidak ada respons hormonal ter adap TRH. biasanya dalam batas normal atau bahkan meningkat. Ini jarang dikaitkan dengan 4 tirotoksikosis ringan kadar T dan T3 serum. otot dari pengantung leher pada ternak yang mengandung jaringan tiroid sapi. Sekresi TSH subunit  dari tumor ini jelas meningkat rasio molar subunit  : TSH lebih besar dari 1 biasanya diagnostik akan adanya adenoma hipofisis yang merlsekresi TSH. Tidak ada tandatanda mata penyakit Graves. Pemeriksaan menunjukkan peningkatan T4 dan T3 serum total dan bebas. Pasien dengan adenoma hipofisi s yang mensek resi TSH biasanya mempunyai tirotoksikosis ringan dan goiter. E. Ini disebut n "Sindroma sekresi TSH yang tidak sesuai". "Tirotoksikosis Hamburger" : Suatu tirotoksikosis epidemik di USA barat tengah yang ditelusuri pada pembuatan hamburger dari "otot leher". Terdapat 2 jenis masalah : (1) Adenoma hipofisis yang mensekresi TSH. D. dan peningkatan amb h ilan iodin radioaktif tidak dapat disupresi hormon tiroid.63 contoh : tulang atau pa Terapi dengan dosis besar iodin radioaktif dapat ru. Sindroma Sekresi TSH yang Tidak Sesuai : Sekelompok pasien akhirakhir ini dilaporkan mempunyai TSH imunoreaktif serum yang meningkat bersamaan dengan nilai tiroksi bebas serum yang meningkat. turn-over iodin yang meningkat. TSH serum biasanya tidak terdeteksi pada penyakit Graves. dan (2) Hipersekresi TSH hipofisis non-neoplastik. Penanganan biaanya s menyangkut pengendalian tirotoksikosis deng an obat-obatan antitiroid dan . menginduksi hiperplasia tiroid. Pemeriksaan lapangan penglihatan dapat mengungkapkan adanya defek lapang pandang temporal.

Surks MI. Regulation of maternal thyroid during pregnancy. Wilkin TJ. 2003 : 1035. Tumor ini seringkali cukup agresif dan dapat membesar sampai ke luar dari sella. Boulpaep EL. Stomatostatin jangka panjang ( oktreotida) akan menekan sekre TSH pada si banyak pasien-pasien ini dan dapat mengham bat pertumbuhan tumor pada beberapa pasien. JAMA 1990. cell biology and bioactivity. Endocrinol Metab Clin North Am 1987. 70:1518 8. Autoimmune thyroid disease. Magner JA : Thyroid stimulating hormone: biosynthesis. Fenzi G. Barrett.A cellular and molecular approach. American thyroid association guidelines for use of laboratory test in thyroid disorders. Endocr Rev 1990. J Clin Endocrinol Metab 1990. M edical physiology. Mechanism of disease : receptor autoimmunity in endocrine disorders. Clin Endocrinol Metab 1988 .1048. 263:1529 7.J. Solomon B. In Boron WF. Glinoer D. 323: 1318 6. N Eng J Med 1990. Wall JR. Current trend in the management of Graves disease. Kepustakaan : 1. Philadelphia. Hipersekresi TSH hipofisis non-neoplastik pada dasarnya adalah suatu bentuk resistensi hipofisis terhadap T3 dan T4. Ist Edition. E. The thyroid gland. 2: 671 .64 pengangkatan tumor hipofisis dengan hipofisektomi transsfenoidal. 2. 11:354 3. Saunders.229:1 5. Bila tumor tidak dapat diangkat menyeluruh mungkin perlu mengobati tumor sisa dengan terapi radiasi dan untuk mengendalikan tirotoksikosis dengan iodin radioaktif.71: 276 4. Clinical approach to goiter. J Clin Endocrinol Metab 1990 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful