P. 1
“Ketrampilan Usaha Praktis untuk Anak Pesantren”.

“Ketrampilan Usaha Praktis untuk Anak Pesantren”.

|Views: 394|Likes:
Published by Sofirahma Latifa
Specials to : Muridku di Pondok Pesantren Al -Iklhas
Blora - Jateng
Specials to : Muridku di Pondok Pesantren Al -Iklhas
Blora - Jateng

More info:

Published by: Sofirahma Latifa on Feb 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

PELUANG USAHA KERUPUK A.

PRINSIP DASAR MEMBUAT KERUPUK Kerupuk merupakan makanan ringan yang menggunakan bahan dasar tepung yang meliputi tepung beras,tepung tapioka,tepung sagu ,tepung ketan dan tepun-tepung lainnya. Tergantung kita akan membuat kerupuk apa ,tepung apa dan bahan dasar apa,missal ; udang, beras ,ikan dan sebagainya. Banyak ragam kerupuk yang dipasarkan baik rasa maupun bentuk yang dipasarkan.Kerupuk merupakan makan asli bangsa Indonesia selain rasanya enak harganyapun murah dan pembuatannyapun mudah. B. NILAI TAMBAH KERUPUK UDANG Untuk member nilai tambah kerupuk udang agar tidak hanya laku dalam keadaan setengah pakai saja ,maka perlu digoreng.Karena bila dijual dalam keadaan matang dirasa bisa jauh lebih menguntungkan.Tetapi yang perlu diperhatikan bila menjual kerupuk udang yang siap makan adalah penggunaan minyak goring karena minyak yang telah tiga kali digunakan justru akan memberikan rasa yang cepat tengik karena minyak yang digunakan sudah rusak,sehingga penggulangan penggunaan minyak goring sebaiknya dibatasi.Selain itu perlu kemasan yang unik dan transparan pilih warna yang mampu mengundang selera konsumen. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kerupuk adalah : 1. Tepung Ada beberapa macam tepung,jenis tepung kwalitas tepung termasuk kandungan karbohidrat,protein dan kandungan air.Dipasaran biasanya dibedakan menjadi dua macam yaitu ; a. Kwalitas nomor 1 (sari pati asli) dipasaran ditandai dengan warna ³ merah ³ pada cap/label pada bungkus kemasan. b. Kwalitas nomor 2 untuk tepung tapioka system instan protein rendah ditandai dengan warna kemasan ³hijau´ kalau dipegang dengan jari halus licin.

1

2. Bahan Dasar Bahan dasar yang digunakan untuk kerupuk terutama tepung,kalau kerupuk ikan bahan dasar yang digunakan berbagai macam ikan antara lain ; ikan

kakap,gabus,tenggiri dan udang dsb. Pada dasarnya semua ikan bisa digunakan untuk membuat kerupuk tergantung pada proses/perlakuan tiap jenis ikan dan kandungan daging yang dimiliki. 3. Adonan Untuk pembuatan kerupuk ada kerupuk yang menggunakan adonan yang dipadatkan dan ada pula adonan yang pasta tergantung bahan dan motif dari model kerupuk sebelum dilanjutkan pada proses pengukusan.misalnya;kerupuk ikan setelah bahan dicampur dibentuk padatan baru dikukus ,krupuk ikan stek dipakai sitem ³COR´ bahan dimasukkan dalam bentuk pasta dicetak diloyang baru diteruskan pengukusan. 4. Bahan Adhitif/Rasa Ada bahan tambahan pada pembuatan krupuk meliputi pengembang/baking powder,soda kue,esen ikan,udang,keju buah dan micin (monosodium glutamak) 5. Sistem Pengukusan Setelah semua proses dilalui kerupuk padat tinggal dikukus sedangkan yang berbentuk pasta dicetak dulu dalam Loyang baru dikukus. 6. Penjemuran Kerupuk dijemur setelah melalui proses pengukusan sampai kering betul jika

digoreng kerupuk bisa renyah. 7. Kemasan Kerupuk bisa dipasarkan dalam bentuk mentah (setelah selesai penjemuran) atau dalam bentuk matang. Apabila dalam bentuk matang perlu kemasan yang baik dan higienis sehingga menarik pembeli.

2

8. Standar Mutu Dalam pengolahan kerupuk perlu juga pengendalian mutu secara terpadu dimana mulai dari perencanaan,pemilihan bahan baku,proses produksi sampai pemasaran quality control dilaksanakan dan diputar lagi untuk menemukan kwalitas top dan nilai ekonomis tinggi dan daya saing tinggi dan memuaskan segala pihak . C. CARA MEMBUAT BERBAGAI JENIS KERUPUK I. KERUPUK UDANG

Bahan Dasar : 1. Udang segar sebanyak ¾ kg 2. Garam 11/2 ons 3. Tepung Tapioka 1 kg 4. Telur ayam 4 butir 5. Bawang Putih ¼ kg 6. Bawang Merah ¼ kg 7. Bawang Daun 8. Ketumbar Alat 1. Panci 2. Pisau 3. Pengaduk 4. Kompor 5. Nampan atau wadah pengering
3

Cara Membuat Kerupuk Udang : 1. Udang ditumbuk halus ditambahkan bumbu yang dihaluskan yaitu bawang merah,bawang putih,ketumbar,garam,gula dan air secukupnya. 2. Tambahkan Tepung Tapioka dan telur diaduk rata dan adonan padat/Kompak 3. Adonan dibentuk bulat dan panjang dibentuk seperti lontong 4. Lontong Adonan dikukus selama 2 jam 5. Setelah cukup matang diangkat dan dibiarkan dingin 6. Lontong diiris tipis-tipis 7. Irisan dijemur selama 2 ± 3 hari sampai kering 8. Kerupuk udang siap dipasarkan. ANALISA BIAYA USAHA 1) Analisa Biaya Tetap Panci Pisau Pengaduk Kompor/elpiji = Rp. 20.000 = Rp. = Rp. 5.000 3.000

= Rp.150.000

Nampan (wadah pengering) = Rp. 15.000 Total Biaya Tetap 2) Analisa Biaya Variabel Udang segar sebanyak ¾ kg = Rp. Garam 1½ ons Tepung Tapioka 1 kg Telur ayam 4 btr Bawang Putih ½ ons Bawang Merah ½ ons = Rp. = Rp. = Rp. = Rp = Rp 22.500 500 15.000 4.000 1.000 2.500 Rp. 193.000

4

Bawang Daun Ketumbar Gas Elpiji

= Rp = Rp

1.000 1.000

= Rp. 14.000 Total Biaya Varuabel Rp, 61.500 Rp. 125.000

3) Pendapatan @ Rp.12.500 x 10 bks (250 gr/bks) Keuntungan

= Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.125.000 ± Rp.61.500 = Rp.63.500

4) Break Even Point

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = ( Rp.193.000 : Rp.63.500) x 1 hari =.3,039/hari

II. KERUPUK IKAN

Bahan Dasar : 1. Daging Ikan 500 gr 2. Garam 40 ons 3. Tepung Tapioka 1 kg 4. Tepung Terigu 100 gr 5. Telur ayam 2 butir 6. Gula Halus 7. Bawang Putih 20 gr 8. Bumbu masak

5

9. Air Bersih 0.5 liter Alat yang digunakan antara lain : 1. Panci 2. Pisau 3. Pengaduk 4. Kompor 5. Nampan atau wadah pengering 6. Baskom 7. Cobek Cara Membuat Kerupuk Ikan : 1. Bawang putih yang sudah ditumbuk halus digoreng dengan sedikit minyak (tumis) hingga cukup matang. 2. Ikan yang telah dihaluskan diuleni dengan garam,gula halus ,bumbu

masak,bawang putih yang telah ditumis dan telur hingga rata. 3. Tepung tapioka dan tepung terigu serta bumbu yang ada dicampur.dari campuran diambil setengah bagian diuleni dengan ikan yang telah dihaluskan lalu tambahkan ¼ liter air ke dalam campuran tersebut.Selanjutnya adonan dipanaskan sambil diaduk hingga menjadi bubur kental. 4. Masukan sisa campuran tepung dengan ¼ liter air dan sedikit demi sedikit ke dalam adonan .Adonan terus diaduk sehingga menjadi adonan yang tidak lengket ditangan. 5. Adonan dicetak berbentuk silinder dengan panjang + 20 cm dan diameter 5-7 cm (disebut dodol) 6. Selanjutnya dodol dikukud dalam dandang sampai benar-benar matang (warnanya menjadi bening) lama penggukusan tergantung dari ukuran dodolan.

6

7. Setelah dodol matang diangkat dan dianginkan diatas tampah hingga dodol cukup keras (tidak lembek lagi). 8. Dodol yang sudah keras dipotong tipis-tipis dengan ketebalan + 2 mm dengan menggunakan pisau atau potong mesin. 9. Pengeringan dapat dilakukan 2 tahap yaitu pertama denagn diangin-anginkan
(+ 24 jam) dan yang kedua dikeringkan dibawah sinar matahari.Apabila kerupuk

tersebut mudah patah berarti sudah kering benar. 10. Keruk tinggal dikemas.

ANALISA BIAYA USAHA

1). Analisa Biaya Tetap

Panci Pisau Pengaduk Kompor

= Rp. 20.000 = Rp. = Rp. 5.000 3.000

= Rp.150.000

Nampan (wadah pengering) = Rp. 15.000 Baskom Cobek = Rp. = Rp. Total Biaya Tetap 2). Analisa Biaya Variabel Daging ikan tenggiri 500 gr = Rp. Garam 40 ons Tepung Tapioka 1 kg Tepung terigu 100 gr Telur ayam 2 btr = Rp. = Rp. = Rp. = Rp. 22.500 1.000 15.000 2.000 2.000
7

20.000 15.000 Rp. 228.000

Bawang Putih 20 gr Penyedap rasa Gas Elpiji

= Rp = Rp

1.500 1.000

= Rp. 14.000 Total Biaya Varuabel Rp, 59.000 = Rp.200.000

3). Pendapatan @ Rp.25.000 x 8 pak (250gr) Keuntungan

= Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.200.000 ± Rp.59.000 = Rp.141.000

4).Break Even Point

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari

= ( Rp.228.000 : Rp.141.000) x 1 hari =.1,62/hari III. KERUPUK GENDAR

Bahan Dasar 1. Bleng kering ½ gram (bisa dibeli dipasar) 2. Beras Pulen 400 gram 3. Bawang putih 2 siung 4. Garam 5. Air secukupnya 6. Bumbu penyedap Cara membuat Kerupuk Gendar
8

1. 2.

Larutkan bleng dalam 50 cc air,diamkan selama 5 menit sampai hancur dan aduk-aduk. Masak beras dalam 1 liter air sampai jadi adonan,kemudian masukkan larutan

bleng,bawang putih,garam dan bumbu penyedap.Aduk sampai air meresap semuanya kemudian angkat dari atas api. 3. Kukus adonan dalam dandang sampai matang,setelah itu masukan nasi yang matang kedalam Loyang selagi panas 4. Tumbuk nasicepat sampai halus kemudian padatkan dengan menekan nekannya supaya mudah dipotong kemudian masukan Loyang dalam almari es supaya adonan cepat mengeras. 5. Selanjutnya keluarkan adonan dari dalam loyang potong tipis-tipis menurut selera kemudian jemur dipanas matahari sampai kering betul. 6. Kerupuk siap dikemas dan sipasarkan.

ANALISA BIAYA USAHA 1) Analisa Biaya Tetap Panci Dandang Pisau Tampah/loyang Penumbuk/alu Pengaduk Kompor = Rp. 20.000 = Rp. 45.000 = Rp. = Rp. 5.000 7.500

= Rp. 12.500 = Rp. 3.000

= Rp.150.000

Nampan (wadah pengering) = Rp. 15.000 Total Biaya Tetap 2) Analisa Biaya Variabel Bleng kering ½ gram = Rp. 7.500 Rp. 258.000

9

Beras pulen 400 gram Bawang putih 2 siung Penyedapap rasa Garam secukupnya Gas Elpiji

= Rp. 4.500 = Rp. = Rp = Rp = Rp. 1.500 1.000 1.000 14.000 Rp, 29.500 Rp. 52.500

Total Biaya Varuabel 3) Pendapatan @ Rp.3.500 x 15 pak (1 pak : 10bj) Keuntungan

= Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.52.500 ± Rp.29.500 = Rp.23.000

4) Break Even Point

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = ( Rp.258.000 : Rp.23.000) x 1 hari =.11.2/hari

IV. .KERUPUK AMPAS TAHU

Bahan Dasar 1. Ampas tahu yang telah dikukus 2 kg 2. Tepung tapioka 1 kg 3. Garam 30 gram 4. Bawang putih 100 gram 5. Merica 25 gram 6. Udang saih kering (ebi) 50 gram

10

7. Monosodium glutamate 20gram Alat Yang dipergunakan 1. Pemeras 2. Pengaduk adonan 3. Pengukus 4. Pisau dan telenan 5. Tempat penjemuran 6. Wajan 7. Kompor /Tungku 8. Timbangan Cara Pembuatan Kerupuk Ampas tahu

1. Pengukusan ampas tahu. Ampas tahu diperas untuk mengurangi airnya. Pemerasan dapat dilakukan dengan tangan, atau dipres dengan alat pres. Setelah itu, ampas dikukus selama 30 menit. 2. Persiapan bumbu. Bawang, garam, merica dan udang saih digiling sampai halus. 3. Pengadonan. Ampas yang telah dikukus (2 kg) dicampur dengan tapioka, dan bumbu, kemudian diaduk sampai rata, licin dan kompak. Adonan ini dibentuk seperti selinder dengan diameter 5-6 cm dan panjang 20 cm. Adonan yang telah dibentuk ini disebut dengan dodolan. 4. Pengukusan dodolan. Dodolan dikukus selama 2 jam sampai bagian tengah dodolan menjadi matang. Dodolan matang ini diangkat dan didinginkan. 5. Pengangin-anginan. Dodolan matang diangin-anginkan selama 3-5 hari sampai dodolan mengeras dan mudah dipotong. 6. Pengirisan. Dodolan diiris tipis-tipis setebal 2-3 mm. Hasil pengirisan disebut kerupuk basah.
11

7. Penjemuran. Kerupuk basah dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kering. Kerupuk yang sudah kering akan gemersik jika diaduk-aduk, dan mudah dipatahkan. Hasil pengeringan disebut kerupuk kering. 8. Pengemasan kerupuk kering. Kerupuk kering dapat disimpan lama. Kerupuk ini harus disimpan di dalam wadah yang tertutup rapat, atau dikemas di dalam kantong plastik yang di seal secara rapat. 9. Penggorengan. Kerupuk kering digoreng di dalam minyak panas (170°C) sambil dibalikbalik sampai kerupuk matang dan mekar.

ANALISA BIAYA USAHA 1) Analisa Biaya Tetap Pemeras Pengaduk adonan Pengukus Pisau dan telenan Tempat penjemuran Wajan Kompor /Tungku Timbangan = Rp. 7.500

= Rp. 3.000 = Rp. 45.000 = Rp. 12.500 = Rp. 25.000 = Rp. 35.000 = Rp.150.000 = Rp. 85.000 Total Biaya Tetap Rp. 363.000

2) Analisa Biaya Variabel Ampas tahu yang telah dikukus 2 kg = Rp. 20.000 Tepung tapioka 1 kg Garam 30 gram Bawang putih 100 gram Merica 25 gram = Rp. 15.000 = Rp. = Rp. = Rp. 1.000 1.500 1.000
12

Udang saih kering (ebi) 50 gram Monosodium glutamate 20gram Minyak goreng 1.5 kg Gas Elpiji

= Rp. = Rp. = Rp = Rp.

7.500 1.250 16.500 14.000 Rp. 77.750 Rp.127.500

Total Biaya Varuabel 3. Pendapatan @ Rp.8.500 Keuntungan x 15 bks

= Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.127.500 ± Rp.77.750 = Rp.49.750

5) Break Even Point

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = ( Rp.363.000 : Rp.49.750) x 1 hari =.7,29/hari

TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL LAUT

A. TEKNOLOGI PENGAWETAN IKAN Hasil tangkapan ikan yang ada di dunia hampir sebagian diawetkan baik melalui pengasapan ataupun di asinkan. Ikan asap merupakan produk akhir yang bisa disantap tanpa diolah lebih lanjut.Di Eropa ikan asap merupakan ikan yang biasa disantap pada waktu pagi hari.Untuk Indonesia pengawetan dengan cara diasap konsumennya masih sangat terbatas dibandingan kan dengan diasinkan padahal ikan asap rasa ikan menjadi lebih awet tapi rasa dan aroma lebih sedap. Metode Pengawetan Ikan dapat dikelompokkan menjadi : I.PENGASAPAN A.PRINSIP PENGAWETAN IKAN DENGAN CARA PENGASAPAN

13

Untuk mendapatkan ikan asap yang berkualitas baik maka menggunakan kayu yang keras atau sabut atau tempurung kelapa sebab kayu yang lunak akan menghasilkan asap yang mengandung senyawa yang menyebabkan bau yang tidak diinginkan. Asap kayu yang terdiri dari butiran dan partikel yang amat kecil keduanya memiliki komposisi kimia yang sama tapi dalam perbandingan yang berbeda.Asap akan mengawetkan makanan karena adanya aksi esinfeksi dan formaldeheid, asam asetat dan phenol yang terkandung dalam asap.Butiran asap mengambil peranan penting dalam pewarnaan sedang pengeringan mempunyai peranan penting dalam pengawetan ikan asap .Kecepatan penyerapan asap kedalam daging ikan dan pengeringannya tergantung kepada banyaknya asap yang terjadi,suhu dan kandungan air dari ikan yang diasapi.Bila pengeringan dilakukan pada suhu yang terlalu tinggi dan terlalu cepat, maka permukaan ikan akan menjadi keras dan akan menghambat penguapan air selanjutnya dari lapisan dalam,sehingga daging ikan bagian dalam tidak mengalami efe pengeringan. B.MACAM ± MACAM CARA PENGASAPAN Ada dua cara pengasapan yang biasa dilakukan yaitu : a. Pengasapan Dingin (Cold Smoking) Pada pengasapan dingin suhu asap tidak boleh melebihi 400C, kelembaban nisbi (R.H) yang terbaik antara 60 ± 70%. Diatas 70% proses pengeringan berlangsung sangat lambat dan dibawah 60% permukaan ikan akan mongering terlalu cepat,kadar air ikan asap yang dihasilkan dengan cara pengasapan dingin relatif rendah, sehingga pengasapan terutama diterapkan untuk tujuan pengawetan ikan (ikan asap yang dihasilkan lebih awet daripada yang dihasilkan dengan cara panas) b. Pengasapan panas (Hot Smoking)

14

Pada pengasapan panas suhu asap mencapai 1200C atau lebih dan suhu pada daging ikan bagian dalam mencapai 600C.Kadar air ikan asap yang dihasilkan relative masih tinggi,sehingga daya awetnya lebih rendah daripada yang dihasilkan dengan pengasapan dingin.Pengasapan panas akan menghasilkan ikan asap yang mempunyai rasa yang lebih baik.Untukl memperoleh rasa ikan asap yang diinginkan perlu dilakukan penggaraman dan perlakuan terdahulunya untuk memperoleh rasa ikan asap yang diinginkan. Peralatan yang digunakan untuk pengasapan panas dan dingin adalah kamar asap traditional atau mekanik , kamar traditional sangat sederhana dan ikan hanya digantungkan di atas api yang berasal dari serbuk gergaji. Kontrol terhadap jumlah panas dan asap yang dihasilkan sangat sulit dilakukan,oleh karena itu dalam usaha memperbaiki proses pengasapan telah dikembangkan berbagai pola kamar asap mekanik.Dalam pola ini suhu dan asap yang

mengalir kedalam kamar asap dapat dikontrol dengan baik dan mudah. C.PROSES PENGASAPAN YANG MEMPUNYAI EFEK PENGAWETAN Pada pengasapan terdapat beberapa proses yang mempunyai effek pengawetan yaitu : 1.) .PENGGARAMAN Proses pengaramandilakukan sebelum ikan diasapi ,penggaraman dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan penggaraman kecil (dry salting) dan pengaraman basah atau larutan (brine salting).Proses ini garam menarik air dan menggumpalkan protein dalam daging ikan dan dapat menghambat pertumbuhan bakteri sehingga membuat daging jadi lebih enak. 2) .PENGGERINGAN Ikan yang telah digarami dan ditiriskan dimasukkan kedalam kamar asap yang berisi asap panas hasil pembakaran.Pemanasan secara tidak langsung menyebabkan terjadinya

15

penguapan air pada daging ikan ,sehingga permukaan air dan dagingnya mengalami pengeringan. 3) .PEMANASAN Ikan dapat diasapi dengan pengasapan panas dan dingin.Pada pengasapan dingin panas yang timbul karena asap tidak begitu tinggi effek pengawetannya hamper tidak ada.untuk meningkatkan daya awet ikan waktu pwngasapan harus diperpanjang.Pengasapan panas jarak antara sumber api (asap) dengan ikan biasanya dekat ,maka suhunya lebih tinggi sehingga ikan menjadi masak,sehingga pengasapan model ini ikan selain diasapi juga terpanggang dan dapat langsung dimakan. 4) .PENGASAPAN Tujuan pengasapan adalah mengawetkan dan memberi warna ,rasa yang spesifik pada ikan .Sebenarnya asap sendiri pengawetannya sangat terbatas (tergantung pada lama pengasapan dan ketebalan asap yang digunakan).sehingga agar ikan dapat tahan lama perlu dikombinasikan dengan bahan pengawet atau disimpan pada suhu rendah. D.PENGARUH PENGASAPAN PADA IKAN YANG DIASAP 1) .DAYA AWET IKAN Asap mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri pembusuk .Namun jumlah zat yang tersera selama ikan diasapi sangat sedikit sekali sehingga daya awetnya sangat terbatas.

16

2) .RUPA IKAN Kulit ikan yang sudah diasapi biasanya menjadi menkilap ini disebabkan terjadinya reaksi reaksi kimia diantara zat-zat yang terdapat dalam asap yaitu formaldeheid dengan phenol yang menghasilkan lapisan damar tiruan pada permukaan ikan , 3).WARNA IKAN Warna ikan asap yang baik biasanya kuning emas sampai kecoklatan dan warna ini timbul karena terjadinya reaksi kimia antara phenol dari asap dengan oksigen dari udara. 4).RASA IKAN Setelah diasapi ikan mempunyai rasa yang sangat spcifik yaitu rasa keasap-asapan yang sedap.Rasa tersebut dihasilkan oleh asam-asam organic dan phenol serta zat-zat lain sebagai pembantu. E.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU IKAN ASAP 1).Bahan Mentah (Raw material) Untuk mendapatkan mutu ikan asap yang baik harus menggunakan bahan mentah yang segar,rendahnya mutu ikan asap dikarenakan menggunakan ikan yang hampir busuk yang akan menghasilkan produk akhir yang lembek,lengket dan permukaannya tidak

cemerlang.selain itu pengaruh musim dan kondisi ikan.Ikan asap yang dibuat dari ikan yang kurus yang baru bertelur mempunyai rupa dan rasa yang kurang enak. 2).Perlakuan pendahuluan (pretreatment) Perlakuan awal adalah pengaraman dimana umumnya dilakukan pengaraman basah.Untuk mendapatkan perlakuan yang seragam ikan dan air garam sekali-kali harus diaduk.Sedangkan untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu baik larutan garam yang dipergunakan harus
17

mempunyai kejenuhan 70% - 80% dimana dapat diukur dengan alat salinometer (alat untuk mengukur keaapekatan garam).Dalam proses ini sebaiknya wadah harus bersih,gram yang digunakan garam yang baru dan setiap jenis ikan sebaiknya ditempatkan sendiri sendiri. 3).Pengeringan Sebelum Pengasapan Pengeringan adalah menghilangkan sebagian air sebelum dilakukan proses pengasapan dengan cara mengantung ikan diatas rak-rak pengering diudara yang terbuka. Hal ini dapat dilakukan pada kondisi dimana matahari bersinar dengan terang dan apabila dimusim hujan sebaiknya dilakukan dalam almari pengering. II.PENGASINAN A.METODE PENGGARAMAN/PENGASINAN Metode penggaraman/pengasinan ada tiga antara lain : 1. Pengaraman kering (Dry salting) Yaitu proses pengaraman dengan garam yang berbentuk kristal dimana tiap ikan disusun berlapis-lapis dan tiap lapis diselinggi garam. 2. Pengaraman Basah (Wet salting) Yaitu proses merendam ikan dengan larutan garam 3. Pengaraman kenc salting Yaitu proses pengaraman yang ditumpuk dilantai atau keranjang ditaburi dengan garam yang berbentuk Kristal. B.BAHAN BAKU PENGGARAMAN/PENGASINAN Hal ±hal yang perlu diperhatikan dalam proses penggaraman ikan antara lain : 1. Ikan segar

18

Ikan yang dipergunakan adalah ikan yang segar dan dikelompokkan sesuai ukuran besar,sedang,kecil.Untuk ikan yang berukuran besar perlu dibuang insang dan isi perutnya serta dibelah sepanjang garis punggung sampai perutnya ( tidak perlu terbelah dua) yang masih tebal ditipiskan,untuk ikan yang berukuran sedang dilakukan pembelahan atau tidak perlu dibelah. Sedangkan untuk ikan yang berukuran kecil tidak perlu dibelah cukup dibersihkan saja. Adapun ciri-ciri dari ikan yang baik adalah : No 1 2 3 4 5 6 7 Bagian Mata Sisik Warna kulit Insang Dinding perut Daging Bau Ikan segar Jernih dan menonjol Kuat dan mengkilap Secara keseluruhan Cemerlang Berwarna merah Kuat Kenyal Segar Ikan busuk Suram dan tengelam Suram dan mudah lepas Suram dan berlendir Berwarna kelabu Lembek Lembek Busuk

2. Garam Garam yang dipergunakan adalah garam dapur murni yaitu sebanyak mungkin mengandung NaCl dan sedikit mengandung unsure lain. B.CARA MEMBUAT IKAN ASAP DAN ASIN I. CARA MEMBUAT IKAN ASAP IKAN LELE ASAP

19

Bahan Dasar 1. Ikan Segar lele segar 3 kg 2. Garam 1 kg 3. Kayu bakar ikat 4. Tenaga kerja Alat yang dipergunakan 1. 2. 3. 4. 5. Baskom Pisau Rumah asap Tempat pengeringan/anyaman bamboo Rak penempatan ikan

Cara Membuat lele asap 1. Ikan lele dibelah menjadi dua bagian

2. 3. 4.

Bersihkan isi perutnya buanglah kotorannya Cuci bersih dan tiriskan Buatlah larutan garam 20% - 25 % ( untuk 5 kg ikan siapkan 5 liter air dan tambahkan 1 kg garam )
20

5.

Rendam ikan dalam larutan garam selama 30 sampai 60 menit dan berila pembearat h agar ikan tidak terapung.

6.

Cuci ikan dan tiriskan sambil diangin-anginkan sampai permukaan ikan kering .Diletakkan mengantung bagian ekor diatas kepala dibawah dengan kawat.

7. 8.

Nyalakan kayu bakar dalam rumah asap sampai didapat temperature 60 °C Atur ikan diatas rak pengasapan kemudian lakukan proses pengasapan sampai ikan berwarna kuning kecoklatan mengkilap,

9.

Keluarkan rak ikan dari rumah asap dan biarkan dingin.

ANALISA BIAYA USAHA 1). Analisa Biaya Tetap

Baskom Pisau Rumah asap Tempat pengeringan/anyaman bamboo Rak penempatan ikan Total Biaya Tetap 2). Analisa Biaya Variabel Ikan Segar lele segar 3 kg Garam 1 kg (garam grosoK) Kayu bakar ikat (10 ikat)

= Rp. 15.000 = Rp. 3.500

= Rp.425.000 = Rp. 35.000 = Rp. 75.000 Rp.553.500

= Rp. 45.000 = Rp. = Rp. 2.000 20.000
21

Tenaga kerja pembantu 1 org(1 hr) Total Biaya Variabel 3). Pendapatan Keuntungan 3 kg @ Rp.45.000

= Rp

25.000 Rp. 92.000 Rp.135.000

= Total Penerimaan/Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.135.000 ± Rp 92.000 = Rp.43.000

4). Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = (Rp.553.500:Rp.43.000) x 1 hari = 12.87 hari IKAN PINDANG

Bahan Dasar 1. Ikan segar (kembung,laying,tongkol dll) 10 kg 2. Garam 4 kg 3. Daun pisang/merang(tangkai padi) secukupnya 4. Kayu bakar Alat yang dipergunakan 1. Timbangan 2. Tungku 3. Pendil ( dari tanah liat) 4. Plastik

22

5. Pisau Cara Pembuatan ikan pindang 1. Ikan dibersihkan ,dibuang isi perutnya dan insangnya kalau ikannya kecil kecil tidak perlu tapi kalau ikannya besar ikan bisa dipotong-potong. 2. Lalu dicuci sampai bersih untuk menghilangkan kendir dan darahnya. 3. Kemudian ikan dilumuri garam,bila garamnya kasar ditumbuk dahulu.Untuk melumurinya digunakan garam secukupnya saja. 4. Kemudian ikan disusun dalam pendil (panci yang terbuat dari tanah liat) dan dilapisi dengan daun pisang untuk penyusunan keatas agar tidak lengket,lalu diisi dengan air tawar secukupnya sampai ikan terendam. 5. Pendil dipanasi sampai mendidih dan dilanjutkan sampai matang.Ikan terlihat matang apabila ekor dan kepala ikan sudah terlihat retak-retak. 6. Setelah ikan dianggap matang air dikeluarkan dari dasar pendil . 7. Lalu taburi ikan dengan garam untuk ikan yang paling atas dan ditambah air sedikit saja dimasak lagi sampai air habis. 8. Setelah pemasakan selessai ikan bisa dipasarkan. ANALISA BIAYA 1).Analisa Biaya Tetap Timbangan Tungku Pendil ( dari tanah liat)/bamboo Plastik Pisau Total Biaya tetap 2).Analisa Biaya Variabel = Rp. 325.000 = Rp. 50.000

= Rp. 125.000 = RP. = Rp. 36.000 16.000 Rp. 552.000

23

Ikan segar tongkol 10 kg Garam 4 kg (grosok) Daun pisang/merang(tangkai padi) Kayu bakar 2 ikat Total Biaya Variabel 3). Pendapatan Keuntungan

= Rp. = Rp. = Rp. = Rp.

75.000 10.000 5.000 20.000 Rp.125.000 Rp.150.000

50 bks (2 bh ikan pindang) @ Rp.3.000 = Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.150.000 ± Rp. 125.000 = Rp.25.000

4).Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = ( Rp.552.000 : Rp. 25.000) x 1 hari = 22,08 hari II. CARA MEMBUAT IKAN ASIN IKAN ASIN DENGAN PENGGARAMAN KERING

Bahan Dasar 1. Ikan segar sesuai ukurannya : Ukuran besar Ukuran sedang Ukuran kecil : Tongkol : Ikan kembung : Teri

2. Garam dapur kristal Alat yang dipergunakan : 1. Wadah/bak tebal
24

2. Pisau 3. Ember 4. Keranjang/anyaman bambu 5. Tempat pengeringan dari bambu Cara Pembuatan Ikan Asin dengan pengaraman kering 1. Ikan segar dengan ukuran besar dibuang isi perut dan insangnya dibelah dua lalu dicuci bersih,demikian juga untuk ikan yang berukuran sedang.Sedangkan ikan yang kecil cukup dicuci hingga bersih. 2. Untuk ikan tongkol yang telah dibelah dan dibersihkan disediakan garam dapur sebesar 20-30% berat ikan,untuk yang ukuran sedang 15-20% ukuran ikan,untuk yang kecil cukup 5 % ukuran ikan ( 1 kg tongkol garam yang dibutuhkan 3 ons, 1 kg ikan kembung garam yang dibutuhkan 2 ons sedangkan 1 kg teri garam yang dibutuhkan 0.5 ons ) 3. Lapisi dasar wadah/bak dengan garam setebal 1 cm 4. Susun lah ikan diatas garam tadi dengan perut ikan menghadap ke bawah setelah tersusun kembali lapis garam diatas punggung ikan sampai menutup ikan.Jika dibuat dalam jumlah banyak tiap lapis ikan diberi garam. 5. Tutup ikan dengan keranjang bambu dan diberi pemberat diatasnya 6. Biarkan selama 3 hari untuk ikan tongkol (ukuran besar),dan untuk ikan kembung dan teri (ukuran sedang dan kecil) cukup satu hari saja. 7. Setelah direndam dengan garam selama 3 hari untuk ikan tongkol dan 1 hari untuk ikan kembung dan teri cucilah dengan air bersih lalu tiriskan/ditata ditempat penjemuran ikan dari bambu. 8. Ikan dijemur diatas sinar matahari jangan lupa sering dibolak-balik agar ikan cepat kering. ANALISA BIAYA 1) Analisa Biaya Tetap

25

Wadah/bak tebal Pisau Ember Keranjang/anyaman bambu Tempat pengeringan dari bambu Total Biaya tetap 2) Analisa Biaya Variabel Ikan segar sesuai ukurannya : Ukuran besar : Tongkol 2 kg

= Rp. 200.000 = Rp. = Rp. = Rp. = Rp. 16.000 30.000 27.500 45.000 Rp. 318.500

= Rp

15.000 13.000 15.000 6.000 Rp.49.000 Rp.36.000 Rp.24.000 Rp.18.000 Rp.78.000

Ukuran sedang: Ikan kembung 2 kg = Rp. Ukuran kecil : Teri 2 kg Garam dapur Kristal 3 kg Total Biaya Variabel 3) Pendapatan 2 kg ikan tongkol asin @ Rp.18.000 2 kg ikan kembung asin @ Rp.12.000 2 kg ikan teri asin @ 18.000 Total Biaya Variabel Keuntungan = Rp. = Rp.

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.78.000 ± Rp. 49.000 = Rp.29.000

4) Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = (Rp.318.500 : Rp.29.000) x 1 hari = 10,98 hari

26

PRODUCK DESAIN A. INTERIOR RUMAH BERBAHAN GIPSUM

Rumah adalah kebutuhan primer manusia selain untuk tempat tinggal anggota keluarga rumah juga harus merupakan tempat hunian yang nyaman untuk beraktifitas dan berinteraksi Untuk itu semua perlu adanya usaha memberi nilai tambah pada rumah diantaranya memberi desain baik interior maupun ekterior.Salah satu desain ekterior adalah pembuatan

taman,pagar,pengecatan,pemilihan dan peletakan furniture termasuk handicraf, serta pemasangan gypsum. Gipsum berfungsi untuk mempermanis dinding dan bagian sudut plafon dengan dinding ditutup dengan list profil. Bisnis usaha gypsum sendiri merupakan industri rumah tangga dengan skala kecil. Adapun tahap-tahap dalam pembuatan interior berbahan gypsum antara lain CARA MEMBUAT GYPSUM
y

Buat cetakan profil gypsum dari resin profil yang

1. Siapkan masternya (profil) bias bikin model sendiri dari gypsum atau beli sudah jadi

2. Lapisi dengan pelican lantai dengan cara digosok-gosok pelan kesemua permukaan prof usul dengan kuwasan resin kedua 3. Tunggu satu jam/lebih tambahkan serat fiber rata kesemua permukaan

27

4. Tutup fiber dengan resin profil master sampai rataTujuan dikasih pelicin lantai agar memudahklan pemisahan antara master dan resin yang nantinya akan jadi cetakan negative. 5. Tuang resin yang sudah diaduk dengan katalis merata kesemua permukaan sebagai lapisan pertama. 6. tunggu satu jam/lebih s lagi 7. ulangi 3 ± 6 untuk mendapatkan ketebalan sesuai keinginan Setelah terpisah antara profil master dengan cetakan bersihkan semua sisa gypsum

y

yang menempel , tambal bagian cetakan yang cacat dengan resin juga dan rapikan menggunakan amplas yang halus pada tahap ini master profil akan rusak oleh karena itu cetakan negative dipastikan rapi tanpa cacat/ goresan. ANALISA BIAYA Karena pendapatan tergantung order yang datang maka diasumsikan tiap 20 m list profil dan 9 m plafon. 1). Analisa Biaya Tetap Master profil Ember Cetok Total biaya Tetap 2). Analisa Biaya Variabel Gipsum 5.5 sak x Rp.40.000,= Rp.220.000,28

=Rp.350.000 =Rp. 20.000 =Rp. 20.000 Rp.390.000

Serat Fiber 0.5 sak x Rp.10.000,Jumlah Bahan Baku Biaya tenaga kerja : 9m x Rp.15.000,Total biaya Variabel 3). Pendapatan Lis Profil 20m x Rp.10.000,Plafon 9m x Rp.40.000,Total Pendapatan

= Rp.

5.000,-

= Rp.225.000,= Rp.135.000,Rp.360.000,-

= Rp.200.000,= Rp.360.000,= Rp.560.000,-

Keuntungan

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.560.000 ± Rp. 360.000 = Rp.200.000

5) Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = (Rp.390.000 : Rp.200.000) x 1 hari = 1.95 hari B. KETRAMPILAN PEMBUATAN BATAKO DAN PAVING BLOCK tako dan paving blok merupakan komponen bangunan yang paling sederhana sapat dikategorikan sebagai beton karena berbahan dari pasta dan pasir.Komposisi pasta te rdiri dari adukan semen dan air dan dalam proses yang disebut hidrasi pasta dapat mengeras dan disebut beton.Kunci dari kekuatan beton terletak pada kandungan jumlah adukan.Adukan beton yang kekurangan pasta akan sulit mencetak dan berbentuk kasar. Macam bentuk batako yaitu batako berlubang memiliki sifat penghantar panas yang baik,memiliki keunggulan daripada batu bata sebab memiliki berat 1/3 dari batu bata,dapat
29

disusun empat kali lebih cepat dan kuat,kedap panas dan suara.Sedangkan untuk batako padat tidak memiliki sifat penghantar panas yang baik dan lebih berat.Untuk paving blok memiliki bentuk,ukuran dan warna yang berbeda-beda. CARA MEMBUAT BATAKO/PAVING BLOK. Alat yang diperlukan : 1. Cetakan batako 2. Cetakan Paving blok 3. Ayakan pasir besar dan kecil 4. Kotak adukan 5. Sendok semen 6. Sekop 7. Cangkul 8. Ember 9. Plat kayu 10.Plasti Untuk melindungi dari kelembaban Bahan yang digunakan : 1. Semen 2. Pasir hitam 3. Air Cara membuat batako dan paving blok : 1. Persiapkan alat,bahan serta ayak pasir dengan ayakan 1bcm2 untuk memisahkan batu -batu yang besar kemudian ayak lagi dengan ayakan ukuran 4.5mm2 untuk memisahkan kerikil,kotoran,sampah dan lumpur sehingga diperoleh pasir yang lebih halus. 2. Pengadukan dengan tangan dengan cara sebagai berikut :

30

-

Taburkan pasir setinggi 10 cm dikotak adukan Tuang semen diatas pasir dan aduk keduannya secara bersama-sama sampai warna keduanya tercampur

-

Bentuk adonan menjadi gundukan dan buat lubang seperti cekungan ditengah Siram dengan sedikit air secara perlahan sambil diaduk merata ,jika adukan tidak retak bila digengam dan tangan sedikit basah maka siap untuk dicetak.

3. Perbandingan adukan Untuk batako berlubang Perbandingan batako bermutu baik yaitu ; 1 bagian semen bermutu baik + 6 bagian pasir hitam + air secukupnya Untuk paving blok bermutu baik Perbandingan paving blok yaitu ; 1 bagian semen bermutu baik + 6 bagian pasir hitam + air secukupnya 4. Proses pencetakan

Untuk pencetakan batako perlu diper hatikan sebagai berikut : Masukan adonan beton kedalam ember Tempatkan bagian bawah cetakan ditempat yang teduh

31

-

Beri sedikit minyak pada bagian bawah cetakan Tuang adonan didalam cetakan batako. Letakkan alat tekan cetakan diatas bagian bawah cetakan Tekan alat lurus kebawah hingga bagian kakinya menyentih lantai pada kedua sisinya Injak dengan kaki ke atas ³kaki´ alat tekan cetakan ,tekan cetakan ambil pegangann bagian bawah cetakan dan secara perlahan angkat bagian atas cetakan.

-

Perlahan-lahan bagian bawah cetakan taruh ditanah Keluarkan peralatan tekan dari bagian bawah cetakan dan pisahkan kesamping Perlahan angkat bagian bawah cetakan keatas dan ditaruh samping Biarkan batako yang jadi selama satu hari jangan dipindahkan tetapi jangan pula terkena sinar matahari

-

Bersihkan cetakan dari sisa adukan dan debu Cetakan perlu diberi minyak kembali

Untuk pencetakan paving blok perlu diperhatikan sebagai berikut : Masukan adonan beton kedalam ember Buka penutup cetakan Atur cetakan pada posisi pengisian Tuang adonan kedalam cetakan paving blok Tutup cetakan Atur peganggan pada posisi pemadatan dan jangan lupa menggunakan pengait Angkat peganngan keposisi awal (keatas) kemudian buka pengunci kait. Buka penutup cetakan,tekan pegangan kebawah hingga paving blok secara penuh keluar dari cetakan. Buka penutup cetakan Lepaskan pegangan perlahan dan biarkan dilantai

32

-

Secara perlahan angkat paving blok bersama dengan plat logam keluar dari cetakan ,tempatkan triplek diatas paving blok yang telah dicetak .

-

Biarkan paving blok yang baru jadi selama 1 hari jangan pindahkan tapi jangan pula terkena matahari

-

Bersihkan cetakan dari adonan dan debu Cetakan perlu diberi minyak kembali

ANALISA BIAYA 1) Analisa Biaya Tetap Cetakan batako Cetakan Paving blok Ayakan pasir besar dan kecil Kotak adukan Sendok semen / cetok Sekop Cangkul Ember Plat kayu Total Biaya tetap 2) Analisa Biaya Variabel Semen @ Rp.41.000 @ 9 zak Pasir hitam @ 350.000 Air Secukupnya Biaya tenaga kerja 6 hari Total Biaya Variabel 3). Pendapatan
33

= Rp. 475.000 = Rp. 425.000 = Rp. 175.000 = Rp. 25.000 = Rp. 11.500 = Rp. 22.500 = Rp. 35.000 = Rp. 20.000 = Rp. 10.000 Rp.1.199.000

= Rp 369.000 = Rp 350.000

= Rp. 330.000 Rp.1.049.000

Batako 270 bh x Rp.2.500,Paving 22.5 m x Rp.28.000,Total Pendapatan

= Rp.675.000,= Rp.630.000,= Rp.1.305.000,-

Keuntungan

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.1.305.000 ± Rp. 1.049.000 = Rp.259.000

6) Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 pembuatan (6 hari) = (Rp.1.199.000 : Rp.259.000) x 1 pembuatan (6 hari) = 4,5 kali pembuatan

TEKNOLOGI PERTANIAN A.SISTEM PERTANIAN Dalam mempertahankan hidupnya manusia berusaha memenuhi kebutuhan primernya yaitu makanan yang menjadi kebutuhan pokok.Kegiatan pertanian adalah salah satu budidaya bercocok tanam yang merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang. Karena berkembangnya peradapan manusia maka proses bercocok tanam pun mulai berkembang dari tingkat yang sederhana sampai pada tingkat yang paling padat modal. Pada umumnya di desadesa para petani kebanyakan melakukan budidaya pertanian hanyalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,kebanyakan dari mereka tidaklah untuk dikomersilkan. Adapun system pertanian yang ada di Indonesia ada 4 macam antara lain : 1. Sitem Ladang yaitu sitem pertanian dari budaya pengumpul kebudaya penanam sitem pengolahan tanahnya sangat minim hanya tergantung pada lapisan humus yang ada biasanya dilahan yang sangat luas dan berpenduduk sedikit (merupakan system
34

pertanian yang primitive).Tanaman yang ditanam adalah umbi-umbian,jagung dan padi darat. 2. Sitem Tegal Pekarangan yaitu sitem pertanian yang jauh dari sumber-sumber air yang cukup untuk penanaman tanaman.Tanaman yang ditanam kebanyak yang tahan akan lahan kering dan pohon-pohonan. 3. Sistem sawah yaitu system pertanian dengan pengolahan tanah dan pengolahan air dengan keseimbangan yang baik sehingga kesuburan tanah dapat

dipertahankan.Sistem ini merupakan potensi besar untuk produk pertanian baik itu padi ataupun palawijo. 4. Sistem perkebunan yaitu system pengolahan tanah yang dikelola untuk tanamtanaman perkebunan misalnya coklat,teh,kopi dll. Dewasa ini pertanian organik mulai dikembangkan di Indonesia hal ini lebih disukai karena lebih bernilai gizi dan menyehatkan.Pertanian organik yaitu system produksi pertanian yang berazazkan daur ulang secara hayati,rotasi tanah dan pengolahan tanah yang tepat d an menghindari penggunaan pupuk an organik dan pestisida. Ciri-ciri pertanian organic yaitu :
y y y

Pemupukan dalam jangka panjang dengan pemakaian pupuk organic Memanfaatkan aktifitas biologi tanah Pemberian hara secara tidak langsung dengan menggunakan sumber hara yang tidak cepat larut

y y

Memenuhi kebutuhan Nitrogen sendiri Pengontrolan gulma,organisme penggangu tanaman secara biologis melalui tanaman predator dan varietas tanaman.

Dalam pengembangan pertanian organic perlu langkah-langkah sebagai berikut :
y

Menghidupkan kembali teknik yang bercocok tanam secara turun temurun
35

y y

Memasukkan tanaman pupuk hijau dalam pergiliran tanaman Mengembangkan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas pupuk organik seperti pemanfaatan cacing tanah sebagai bahan perombak pupuk organik.

Pertanian non organik yaitu pertanian yang menggunakan pupuk pestisida dalam pengelolaan tanahnya,sedangnkan untuk pertumbuhannya dipupuk dengan pupuk kimia sehingga dapat memperoleh hasil dengan varietas unggul. B.BUDIDAYA TANAMAN DENGAN SISTEM SAWAH I.BUDIDAYA PADI A.PERSEMAIAN Merupakanm awal penanaman padi ,adapun langkah ±langkah yang dilakukan : 1. Penggunaan Benih Benih unggul,bersertifikat ,penggunaan lebih 25 ± 30 kg/ha Benih direndam dalam air agar dapat telihat benih yang baik tengelam yang tidak baik mengapung Benih direndam dalam air selama 24 jam dibiarkan sampai berkecambah. Penebaran benih dilakukan bila benih telah berkecambah dan ditabur merata dan kerapatan perlu diatur merata. 2. Persiapan lahan untuk persemaian Tanahnya subur,sinar matahari culup,pengairan dan pengawasan.

3. Pengolahan tanah calon persemaian a) Persemaian kering yaitu dilakukan pada tanah ± tanah remah biasanya pada sawah tadah hujan.Tanah dibersihkan dari rumput dan sisa-sisa jerami lalu tanah dibajak atau dicangkul agak dalam selanjutnya tanah digaru.

36

-

Ukuran bedengan persemaian panjang bedengan 600 cm ,lebar bedengan 150 cm, tinggi bedengan 30 cm.Diantara bedengan dibuat selokan dengan lebar 40 cm hal ini dimaksudkan untuk penaburan benih dan pencabutan bibit.

-

Pemeliharaan bibit meliputi penyiangan,pengairan,pemupukan dan pemberantasan hama dan penyakit.

-

Persemaian diupayakan 1/25 dari luas sawah.

b) Persemaian basah yaitu pengelolaan tanahnya telah menggunakan genangan air.Hal ini dimaksudkan air berfungsi untuk melunakkan tanah,mematikan tanaman penganggu dan memberantas bibit penyakit.Pengelolaan tanah ini dibajak dan digaru sebanyak dua kali dan pematang sawahnya di perbaiki dulu.Persemaian diupayakan 1/20 dari luas sawah. B. PENGOLAHAN SAWAH LAHAN Pengolahan tanah bertujuan mengubah tanah pertanian dengan alat tertentu menjadi tanah yang subur dan mudah ditanami. Pengolahan tanah pertanian terdiri dari : 1. Pembersihan yaitu selokan sawah perlu dibersihkan dan ditata agar air mudah mengalir,jerami yang ada disawah perlu dibabat sehingga bisa jadi kompos. 2. Pencangkulan yaitu perbaikan pematang dan perbaikan petak sawah yang sulit untuk digaru/dibajak. 3. Pembajakan yaitu pengolahan sawah dengan cara pembalikan bongkahan-bongkahan tanah sehingga menjadi tanah yang gembur dan mudah ditanami.Dan membalikan tanah beserta rumput jerami agar membusuk sehingga dapat dipergunakan menjadi pupuk.

37

4.

Penggaruan yaitu suatu proses meratakan tanah setelah habis dibajak hal ini dimungkinkan untuk menjadikan tanah rata,air yang meresap kebawah berkurang,sisa tanaman jerami akan terbenam sehingga memeudahkan untuk penanaman.

C.PENANAMAN Pada tahap ini dap dibagi menjadi dua bagian yaitu : 1. Tahap memindahkan bibit Yaitu harus memenuhi syarat ± syarat sebagai berikut : Bibit telah berumur 17 ± 25 hari Bibit telah berdaun 5 ± 7 helai Batang bagian bawah besar dan kuat Pertumbuhan bibit seragam pada padi yang sejenis Bibit tidak terserang hama penyakit.

2. Tahap menanam padi

-

System larikan bertujuan agar tanaman kelihatan rapi,memudahkan pemeliharaan dan penyiangan serta pemupukan dan pengendalian hama penyakit lebih mudah.

-

Jarak tanam meliputi :
y Jenis tanaman yaitu bila menggunakan padi yang memiliki banyak anakan

akan memerlukan jarak tanam yang lebih besar .
y Kesuburan tanah mempengarui penyerapan hara pada akar tanaman karena

pada tanah yang subur perkembangan tanaman akan lebih baik.

38

y Ketinggian tempat yaitu daerah pegunungan akan memberikan jarak tanaman

yang lebih rapat dari pada didataran rendah. Hubungan tanaman yang terkait dengan tanaman yaitu hubungan bujur sangkar,empat persegi panjang dan dua baris Jumlah tanaman tiap lobang yaitu antara 2 ± 3 bibit ini untuk jenis padi yang baik. Kedalaman menanam bibit yang baik antara 3 ± 4 cm Cara menanam padi sebaiknya menggunakan tali pengukur untuk dapat menentukan jarak tanam yang sama. D.PEMELIHARAAN 1. Penyulaman dan penyiangan yang harus diperhatikan : Bibit yang digunakan harus sama Bibit yang digunakan juga bisa bibit yang terdahulu Penyulaman dilakukan tidak lebih 10 hari setelah masa tanam Tanaman penganggu (rumput dll) harus dihilangkan

2. Pengairan Pengairan secara terus menerus Pengairan secara periodic

3. Pemupukan yaitu proses pemberian kebutuhan makanan bagi tanaman untuk pertumbuhan tanaman itu sendiri. Pemupukan yang biasa dilakukan petani antara lain :

39

-

Pemupukan dengan pupuk organik ( biasa yang digunakan pupuk kandang) penggunaan pupuk ini biasanya waktu sawah dibajak.

-

Pupuk an organik yaitu menggunakan :
y y

Pupuk urea 250 ± 300 kg/ha sebaiknya setelah 1 minggu tanam Pupuk Sp 36 75 ± 100 kg/ha sebaiknya pada 1 minggu setalah tanam dan setelah umur 20 hari tanam

y

Pupuk Kcl 50 ± 100kg/ha sebaiknya pada 1 minggu setalah tanam dan setelah umur 20 hari tanam

E.MASA PANEN

Pemanenan biasanya dilakukan setelah padi umur 90-96 hari,kemudian padi dirontokkan dari batang dan daunnya.kemudian padi di panaskan disinar matahari sampai kering.Padi siap dijual atau diselep jadi beras. ANALISA BIAYA 1). Analisa Biaya Tetap Sawah Sapi dan alat pembajak sawah Cangkul Arit = Rp. 20.000.000 = Rp. 9.700.000 = Rp. = Rp. 35.000 25.000

40

Total Biaya tetap 2). Analisa Biaya Variabel Bibit padi @ 25.000 x 8 Biaya tenaga traktor/ngluku = Rp = Rp 100.000 250.000 375.000 375.000 300.000

Rp.29.760.000

Biaya tenaga kerja tandur 25.000x 15org/hr = Rp. Biaya Tenaga kerja panen 25.000x 15org/hr = Rp. Biaya tenaga penjemuran 25.000x2orgx6hr = Rp. Total Biaya Variabel 3). Pendapatan Padi kering 4 ton @ 1800/kg Keuntungan

Rp.

1.400.000

= Rp 7.200.000

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel

= Rp.7.200.000 ± Rp. 1.400.000 = Rp.5.800.000 4). Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 kali panen = (Rp.29.760.000 : Rp5.800.000) x 1 kali panen = 5.13 kali panen II. BUDIDAYA JAGUNG A.PERSIAPAN BENIH Benih yang dipilih sebaiknya benih yang baik apakah itu dari segi fisih ,genetic maupun fisiologi ( benih unggul).Keperluan benih untuk tiap ha antara 20 ± 30 kg. B. PENGOLAHAN TANAH Sebelum ditanami sebaiknya tanah dibersihkan dari rumput dan jerami,lahan dibajak dan dicangkul dalam pembajakan ini sebaiknya tanah dicampur dengan pupuk kandang dan diratakan.Tiap 3 meter dibuat drainase sepanjang tanaman dengan lebar 25 ± 30 cm dan

41

kedalaman 20 cm (diantara guludan ada saluran drainase) ,kemudian dibiarkan selama 2 minggu agar tanah menjadih kering. C.PENANAMAN 1. Penentuan Pola Tanam yaitu terdiri dari :

-

Tumpangsari yaitu metode penanaman lebih dari satu tanaman (missal ; jagung dengan kedelai)

-

Tumpang gilir yaitu metode penanaman beruntun dengan sepanjang tahun dengan memperhatikan factor lain untuk memperoleh hasil maximal (missal ; jagung muda,padi gogo,kedelai,kacangtanah)

-

Tanaman bersisispan yaitu metode yaitu metode penanaman dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman diantara tanaman pokok (misal ; waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang).

-

Tanaman campuran yaitu metode penanaman dalam satu lahan terdiri dari beberapa tanaman tanpa diatur jarak maupun larikannya (misal ;jagung,kedelai ,ubi kayu)

2. Cara Tanam yaitu lubang tanam antara 3 ± 5 cm dalam tiap lubang di isi pupuk kandang dan satu butir benih jagung lalu disiran dengan sedikit air.Jarak tanam disesuaikan dengan umur jagung,bila jagung memiliki umur 100 hari maka jaraknya sekitar 2 tanam perlubang 3. Penjarangan dan penyulaman

42

Penjarangan dilakukan untuk memotong tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan baik yaitu dengan cara memotong batang jagung sehingga batangnya tinggal 10 cm tidak dibenarkan mencabutnya disebabkan akan merusak tanaman yang lain.Untuk penyulaman dilakukan sekitar 7 ± 10 hari setelah masa tanam ini dilakukan untuk menganti tanaman yang mati atau tidak dapat tumbuh. 4. Penyiangan dilakukan kurang lebih tiap 2 minggu sekali untuk menghilangkan rumput atau tanaman liar lainnya dapat dilakukan dengan tangan atau cangkul kecil/garu. 5. Pemupukan dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu ,dalam waktu bersamaan dilakukan juga pemeliharaan yaitu tanah dikanan dan kiri tanaman diuruk dengan cangkul kemudian ditimbun dibarisan tanaman hal ini dilakukan untuk memperkokoh akar tanaman. 6. Pengairan dan penyiraman dilakukan pada waktu tanam dan setelah tanam hal ini bertujuan agar benih segar .Selain itu bila tanaman telah berbunga maka perlu penyiraman dengan air yang cukup bertujuan untuk menjaga kesuburan dan kelebaban tanah. D.PANEN

1. Jagung di panen tergantung untuk kegunaannya bila untuk sayur dipanen setelah diameternya 1-2cm (katek),untuk dibakar biasanya dipanen ketika masih matang susu (jagung muda),untuk beras,pakan ternak dipanen setelh tua atu usia tanam 96 hari. 2. Dipanen dengan cara diputar tongkolnya sekalian dengan kelobotnya atau tanpa kelobot.
43

3. Pengupasan dapat dilakukan dengan setelah diambil dari batangnya atau dibuka saat masih menempel dipohonnya. 4. Pengeringan dilakukan kurang lebih 7- 8 hari dengan sinar matahari atau sampai jagung benar-benar kering 5. Setelah kering dapat dipipil dengan mesin atau tangan. 6. Penyortiran dilakukan untuk menghilangan jagung yang telah dipipil biasanya para petani menggunakan tampah untuk penyortiran ini.Namun dapat dilakukan dengan mesin bila panen dalam jumlah yang banyak.

ANALISA BIAYA 1). Analisa Biaya Tetap Sawah Sapi dan alat pembajak sawah Cangkul Arit Total Biaya tetap 2). Analisa Biaya Variabel Bibit jagung @ 36.000 x 8 Biaya tenaga balik tanah/cangkul = Rp = Rp 288.000 250.000 375.000 375.000 400.000 300.000 Rp. = Rp 6.000.000 1.988.000 = Rp. 20.000.000 = Rp. 9.700.000 = Rp. = Rp. 35.000 25.000 Rp.29.760.000

Biaya tenaga kerja tandur 25.000x 15org/hr = Rp. Biaya Tenaga kerja panen 25.000x 15org/hr = Rp. Biaya pipil jagung dengan mesin4tonx1000 = Rp. Biaya tenaga penjemuran 25.000x2orgx6hr = Rp. Total Biaya Variabel 3). Pendapatan Jagungkering 4 ton @ 1.500/kg

44

Pendapatan klobot untuk pakan sapi Total Pendapatan Keuntungan

= Rp. 600.000 Rp. 6.600.000

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.6.600.000 ± Rp. 1.988.000 = Rp.4.612.000

4). Break Event Poin

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 kali panen = (Rp.29.760.000 : Rp.4.612.000) x 1 kali panen = 6.45 kali panen

TEKNOLOGI PETERNAKAN A. BUDIDAYA AYAM KAMPUNG I. PEMILIHAN BIBIT AYAM Bibit ayam uang baik dapat dilihat dari cirri-cirinya yaitu antara lain : 1. Ayam Pejantan memiliki cirri-ciri ; 2. Badan kuat dan panjanh Tulang supit rapat Paruh bersih Sayap kuat dan bulu-bulunya terarur rapi Mata jernih Kaki dan kuku bersih,sisik-sisik teratur Terdapat taji yang kuat.

Ayam betina memiliki cirri-ciri ; Kepala halus Matanya jernih Mukanya sedang tidak terlalu lebar

45

-

Paruh pendek dan kuat Jengger dan pial halus Badannya cukup besar dan perutnya lua Jarak antara tulang dada dan belakan kurang lebih 4 jari

II. PEMELIHARAAN Model pemeliharaan ayam ada 3 macam yaitu 1. Ektensif (pemeliharaan ayam dengan system tradisional) yaitu dengan cara ayam dilepas dan mencari makan sendiri. 2. Semi intensif yaitu model pemeliharaan ayam dimana kadang-kadang diberi pakan ayam 3. Intensif yaitu system pemeliharaan ayam dimana ayam dikandang dan diberi pakan. III.PERKANDANGAN

1. Fungsi kandang yaitu untuk berteduh dan bermalam dari panas dan hujan serta memudahkan perawatan ayam itu sendiri 2. Syarat kandang yang baik yaitu ; Cukup dari sinar matahari Cukup mendapatkan angin dan udara segar Jauh dari tempat tinggal Bersih dan rapi Sesuai dengan umur dan keadaan ayam serta jumlah didalamnya Kandang dibuat dari bahan yang murah dan mudah didapat serta tahan lama

46

3. Isi kandang Anak ayam beserta induk : 1-2m2 untuk 25 ekor anak ayam dan 2 induk ayam Ayam dara 1 m2 untuk 16 ekor ayam Ayam indukan(siap bertelur) 1 m2 untuk 6 ekor ayam betina dan 1 ekor pejantan.

4. Bentuk Kandang Kandang dibuat los dengan ukuran 2.5 x 4 m diperuntukan 50 ekor ayam Kandang semi tertutup ditutup bagian depan dengan plastic goni/kain hal ini diperuntukkan untuk tempat beertelor ayam Kandang untuk umbaran seluas 80 m2 didalam kandang ini juga ada kandang semi tertutup. Lantai kandang sebaiknya berlantai tanah ditebari kapur (berguna untuk pemanasan ruang dan membunuh bakteri serta mencegah bubulen ) Pada kandang sebaiknya dibuatkan tangga besar seperti tangga untuk ayan tidur(nangkring) dan dibuatkan juga kotak panjang yang didalamnya diberi sekam bertujuan untuk ayam bertelur. IV.PAKAN AYAM Katul per hari 4 kg Sayuran/cacahan bekicot/ikan,vitamin dll Makanan katul diberikan tiap hari 2 kali sedangkan sayuran/cacahan bekicot/ikan,vitamin bisa diberikan 1 kali sehari.Minum disediakan setiap saat. ANALISA BIAYA 1). Analisa Biaya Tetap Pembuatan kandang dari bamboo Ember = Rp. = Rp. 500.000 45.000

47

Pembelian tempat minum Sapu lidi Tempat sampah Total Biaya Tetap

= Rp = Rp. = Rp.

52.500 30.000 22.500 Rp. 650.000

2). Analisa Biaya Variabel

Bibit ayam 100ekor x 12.000

= Rp.

1.200.000

Pakan Ayam 100 ekr x 360 hr x 100 gr x Rp.600 / 1000

= Rp.

2.160.000

Penyusutan kandang /th.Rp. 500.000 : 5/1 th

= Rp.

100.000

Vaksin dan obat 100 ekr x 4 kali x Rp. 70,-

= Rp.

28.000

Total Biaya Variabel

Rp. 3.488.000

3). Pendapatan Penjualan telur 95%x100 ek x 25% x 360 hr x Rp. 500,Penjualan kotoran ayam 25 grx95 ekrx360 x Rp. 5.000 Penjualan afkiran 95 ekr x Rp. 14.000 Total Pendapatan Keuntungan = Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.5.647.750 ± Rp. 3.488.000 = Rp.2.159.750 /tahun = Rp. 179.979 /bulan
48

= Rp. 4.275.000 = Rp. 42.750

= Rp. 1.330.000 Rp. 5.647.750

4). Break Event Poin

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 bulan = (Rp.650.000 : Rp.179.979) x 1 bulan = 3.6 bulan

B. BUDIDAYA TERNAK KAMBING JAWA I. PEMILIHAN KAMBING PELIHARAAN Pilihlah kambing jawa randu karena pemeliharaan yang mudah dibanding jenis lain.Sebenarnya kambing gibaspun mudah pemeliharaannya tapi repot pada pencukuran bulubulunya.Belilah kambing yang berumur sekitar 5 bulan karena kambing ini sudah pisah dari induknya.Tanda bibit betina yang baik : sehat,kaki lurus dan kuat,tidak cacat,alat kelamin & reproduksi normal,berasal dari keturunan kembar.Tanda bibit jantan yang baik : sehat,tidak cacat,kaki lurus kuat dan tumit tinggi ,aktif & libido tinggi serta dari keturunan kembar. II.PEMELIHARAAN Sistem pemeliharaan kambing dengan cara tradisional yaitu kambing dikandang dan kalau siang di lepas dipadang rumput mencari makan sendiri (dienggon) Sistem pemeliharaan dengan cara dikandang terus-menerus dengan syarat kebersihan kandang harus betul-betul dijaga. III.PERKANDANGAN

-

Buatlah kandang dengan ukuran 6 x 6 meter untuk 20 ekor kambing dan disekat-sekat dengan kolong/tanpa kolong ketentuan sebagai berikut :

49

Anak kambing : 1 x 1.2 m/2 ekor (lepas sapih) Jantan Dewasa : 1.2 x 1.2 m/ ekor Dara Betina dewasa : 1 x 1.t2 m/ekor Induk dan anak 1.5 x 1.5m/induk + 2 anak Kandang sebaiknya menghadap ke timur atau kebarat agar mendapatkan matahari yang cukup supaya tidak lembab. IV.PAKAN KAMBING Pakan yang baik yaitu banyak mengandung gizi,disukai ternak,tidak beracun,mudah dicerna dan jumlahnya cukup. Bahan pakan yang dibutuhkan kambing antara lain : Untuk anak lepas sapih pakan yang dibutuhkan rumput ±rumputan 60 % sedangkan konsentrat/daun-daunan 40% Untuk kambing menyusui pakan yang dibutuhkan rumput-rumputan 50% sedangkan konsentrat/daun-daunan 50% Untuk kambing bunting dibutuhkan pakan 60% rumput-rumputan sedangkan konsentrat/daun-daunan 40% Untuk kambing dewasa dibutuhkan pakan 75% rumput-rumputan sedangkan konsentrat/daun-daunan 25% Beberapa jenis pakan kambing yang baik : Rumput-rumputan terdiri dari ; Setaria.rumput DB,rumput benggala,rumput gajah dll. Kacang-kacangan terdiri dari ; Siratro,Kalopo.Sentrosoma,Lamtoro dll Limbah pertanian terdiri dari ; jerami padi,pucuk tebu dll Konsentrat terdiri dari : dedak,bungkil-bungkilan,ampas tahu,umbi-umbian

Waktu pemberian pakan :

50

-

Pagi hari diberikan pakan/minum rumput-rumputan dan konsentrat/daun-daunan,tidak langsung diberikan pada ternak dibiarkan agak layu dulu hal ini bertujuan agar ternak tidak kembung setelah makan karena masih banyak kadar gas pada pakan tadi.

-

Pada siang hari diberikan makan seperti diatas pakan juga dibiarkan kurang lebih satu jam baru dikasihkan

-

Pemberian pakan ini juga dilanjutkan pada sore harinya dengan rumput-rumputan dan konsentrat/daun-daunan.

-

Agar kambing bisa gemuk dan sehat sebaiknya pada malam hari dikasih juga makan atau paling tidak dikasih rumput-rumputan yang digantung dikandang.

ANALISA BIAYA 1). Analisa Biaya Tetap Pembuatan kandang dari bambu Ember Pembelian tempat minum Sapu lidi Tempat sampah Total Biaya Tetap = Rp. = Rp. = Rp = Rp. = Rp. 3.500.000 45.000 52.500 30.000 22.500 Rp. 3.650.000

2). Analisa Biaya Variabel Bibit kambing anakan 20 ekor = Rp. 6.000.000 1.240.000 500.000 250.000
51

Pakan Kambing 31hr x Rp.2000x20 = Rp Penyusutan kandang 1 th Vitamin dan obat = Rp. = Rp.

Total Biaya Variabel

Rp. 7.990.000

3). Pendapatan Pendapatan 20 ekor x Rp.1.250.000 setelah usia 6 bulan Keuntungan = Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel Rp.25.000.000

= Rp.25.000.000 ± Rp. 7.990.000 = Rp.17.010/6 bulan = Rp.2.835.000 /bulan 4). Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 kali pemeliharaan = (Rp.3.650.000 : Rp.2.835.000) x 1 kali pemeliharaan = 1,3 kali pemeliharaan TATA BOGA A.PENGERTIAN TATA BOGA a. Empat sehat lima sempurna sangatlah penting bagi kesehatan tubuh manusia yang terdiri dari : 1. Makanan pokok berguna sebagai sumber tenaga manusia untuk melakukan aktifitas sehari-hari.Misal;Nasi,Jagung,Sagu dll 2. Lauk pauk berfungsi untuk zat pembangun.Misal;Tempe,tahu,ikan,telur 3. Sayur mayor berfungsi untuk menambah zat pengatur.Misal;wortel,tomat,cabe ,kacang-kacangan,bayam dll 4. Buah berfungsi untuk menambah zat pengatur.Misal;Pepaya,jeruk,semangka dll 5. Susu berfungsi sebagai zat pelengkap b. Pengaruh Gizi bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia

52

Makanan yang dimakan sangatlah berpengaruh besar sekali dengan tumbuh kembangnya jasmani dan rohani.Oleh karena itu makanan yang dimakan haruslah seimbang akan gizi yang diperlukan c. Macam alat untuk ketrampilan tata boga yaitu 1. Alat memasak bagian bawah terdiri dari : - Kompor gas/elpiji yaitu berbahan bakar elpiji banyak disukai karena tidak tidak kotor dan hasil pembakarannya baik. - Kompor minyak berbahan bakar minyak tanah terdiri dari sumbu cerobong asap dll - Kompor briket batubara yang berbahan bakar batu bara apabila dinyalakan tidak bisa dimatikan oleh karena itu penggunaannya perlu diperhitungkan - Oven yaitu tempat memasak suatu ruangan yang sebelumnya telah diisi makan terlebih dulu.Bisa berbahan bakar (microwave) - Angklo yaitu tempat memasak dengan bahan bakar arang - Tungku yaitu tempat masak dengan menggunakan kayu bakar terbuat dari batu bata atau tanah liat. 2. Alat memasak bagian atas terdiri dari ; - Dandang alat memasak nasi yang terbuat dari tembaga dengan menggunakan kukusan (dulu) sekarang dandang sudah dikemasa secara modern dengan menggunakan aluminium ,stenless steel dengan berbagai bentuk yang lebih indah. - Ceret yaitu alat memasak air - Panci yaitu alat memasak untuk merebus yang didalamnya ada air bisa terbuat dari alluminium ataupun stenless steel. gas,minyak tanah ataupun listrik

53

- Wajan/penggorengan merupakan alat memasak untuk menggoreng ataupun menumis masakan 3. Alat memasak lainnya yaitu ; - Tampah yaitu alat yang terbuat dari anyaman bamboo berguna untuk menapih beras - Centong yaitu alat untuk mengambil nasi bisa terbuat dari kayu,plastic,stanless steel dll - Telenan merupakan alat untuk alas bagi bahan makanan yang akan diiris bisa terbuat dari kayu ataupun plastic. - Cowek/ulekan merupakan alat untuk menghaluskan bumbu - Irus alat untuk mengambil,mengaduk sayur - Rice cooker yaitu merupakan tempat untuk menanak nasi secara otomatis dengan menggunakan listrik. - Mixer merupakan alat untuk mengaduk makanan biasanya adonan roti - Blender merupakan alat untuk menghaluskan makan basah biasanya digunakan untuk membuat juice dll d. Macam alat hidang yaitu 1. Sendok terdiri ; Sendok makan,sendok sayur,sendok teh,sendok kopi,sendok nasi,sendok sop,sendok sirup,sendok es krim,sendok kue tart 2. Garpu terdiri ; garpu makan,garpu kue,dan garpu kue dan ikan 3. Pisau terdiri ; Pisau makan,pisau mentega,pisau buah,pisau daging,pisau roti,pisau kue tart. 4. Piring terdiri;piring makan,piring ceper,piring sayur,piring lonjong,piring cekung besar,piring cekung sedang,piring kecil,piring mangkuk. 5. Gelas terdiri ; gelas air; gelas sirup;gelas anggur,gelas bir,gelas kopi.

54

e. Bumbu dasar masakan Indonesia terdiri dari ; 1. Bumbu dasar merah terdiri dari ; Cabe merah tanpa biji,tomat,bawang merah,bawang putih,gula,garam,terasi dan minyak goring 2. Bumbu dasar oranye terdiri dari ; Cabe merah yanpa biji,bawang merah,bawang putih,jintan,kemiri,kunyit,jahe,adas manis,ketumbar,lada,gula,garam,minyak goring. 3. Bumbu dasar kuning terdiri dari ; Kunyit,bawangmerah,bawangputih,cabe,jahe,kemiri.lengkuas,gula,garam,minyak goring,merica. 4. Bumbu dasar putih terdiri dari; Lengkuas,kemiri,bawang merah,bawang putih,garam,gula,minyak goring. B.CARA MEMBUAT NASI KUNING DAN PELENGKAPNYA

I.

NASI KUNING Bahan Dasar : 1. Beras 1 kg 2. Kelapa 1 butir 3. Sere secukupnya 4. Garam 5. Pandan 6. kunyit
55

Cara membuat : 1. Beras dibersihkan kemudian dikaru (ditanak didandang) 2. Kelapa 1 butir diparut direbus dengan sere,garam, pandan diambil santan yang kanil saja 3. Ambil sedikit santan campur dengan parutan kunyit secukupnya untuk member warna kuning pada beras. 4. Nasi yang dikaru dimasukkan kedalam air santan kanil sedikit demi sedikit dan air kunyit dimasukkan secukupnya diaduk rata kemudian ditanak sampai masak II. PELENGKAP NASI KUNING 1. Dadar telur Bahan Dasar : 1. Telur ¼ kg 2. Tepung terigu 1 ons 3. Garam 4. Minyak goreng ¼ kg Cara membuat : Semua bahan dicampur jadi satu lalu digoreng setelah matang diiris tipis-tipis. 2. Ayam goreng Bahan Dasar ; 1. Ayam ½ kg 2. Sere 3. Lengkuas 4. Garam dsn gula secukupnya 5. Bawang merah 6. Bawang putih

56

7. Kemiri 8. Santan dari ½ butir kelapa 9. Salam 10. Minyak goreng ½ kg Cara membuat : 1. Ayam direbus dulu sampai matang lalu tiriskan dan disuwir-suwir 2. Semua bumbu dihaluskan,sere,lengkuas dan salam lalu ditumis dimasukkan santan setelah agak mendidih masukkan ayam direbus sampai santan habis. 3. Kering kentang Bahan dasar ; 1. Kentang ½ kg kupas potong tipis-tipis 2. 1 sendok the air jeruk nipis 3. Cabai merah besar 5 biji potong tipis-tipis 4. Asam jawa 5. Gula/garam secukupnya 6. Bawang merah dan putih 7. Cabai merah kecil 8. Lengkuas. 9. Minyak goreng ½ kg Cara membuat : 1. Rendam kentang yang telah diiris tipis-tipis selama 30 menit ,cuci bersih dan goreng sampai kering. 2. Bawang,merah,putih,cabai merah kecil,garam,gula dihaluskan tumis dan masukkan semua bahan diaduk rata. ANALISA BIAYA

57

1). Analisa Biaya Tetap Panci Pisau Pengaduk Kompor Nampan (wadah pengering) Wajan/pengorengan Dandang Baskom 3 buah Bakul (tempat nasi) Total Biaya Tetap = Rp. 20.000 = Rp. = Rp. 5.000 3.000

= Rp.150.000 = Rp. 15.000 = Rp = Rp = Rp = Rp 85.000 45.000 60.000 35.000 Rp. 418.000

2). Analisa Biaya Variabel

Kardus mika 75 @ Rp.250 Beras 1 kg beras Kelapa 11/2 butir @Rp.3000 Telur ¼ kg @ Rp.3.750 Kentang ½ kg@ Rp.4.100

= Rp. 18.750 = Rp = Rp. = Rp. = Rp. 7.500 5.200 3.750 4.100

Minyak goreng 11/2 kg @Rp.11.000 = Rp. 16.500 Bawang merah 1 kg Bawang putih ½ kg Sere/lengkuas/jeruk nipis/kunyit Kemiri ¼ kg Cabai merah besar ¼ kg Asam jawa/salam/pandan = Rp. 12.000 = Rp. 6.750

= Rp. 10.000 = Rp. = Rp. = Rp. 6.250 3.250 2.000

58

Garam Ayam ½ kg Gula ¼ kg Cabai merah kecil ¼ kg Timun Total Biaya Tetap 3). Pendapatan Pendapatan 75 bks x Rp.2500 Keuntungan

= Rp.

2.500

= Rp. 18.000 = Rp. = Rp. = Rp. 2.600 2.750 2.500 Rp. 124.400

Rp. 187.500

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel

= Rp.187.500 ± Rp. 124.400 = Rp.63.100 / hari 4). Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = (Rp.418.000 : Rp.63.100) x 1 hari = 6,6 hari C. CARA MEMBUAT KUE I. Layer cake

Bahan : 1. Telur 12 butir ( 8 putihnya) 2. Tepung maisena 25 gr 3. Tepung susu/full cream 25 gr

59

4. 1 sdm ovalet 5. 1 sdm milk 6. 200 gram gula pasir 7. 100 gram tepung terigu 8. 100 gram mentega 9. 75 gram roombuter 10. Panili dan pewarna hijau secukupnya, Cara membuat : Telur ,gula,vanili,ovalet di mixer sampai kental setelah naiuk masukan milk mixer lagi sampai rata dan sampai putih kental masukan tepung terigu ,maizena dan fullcream mixer lagi sampai rata lalu masukan mentega cair dan roombuter dengan senduk kayu.Bagi adonan menjadi dua bagian 1/3 kuning dan 2/3 warna hijau (untuk kulitnya) Masing-masing masukan dalam loyang ukuran 25 x 30 cm.setelah matang yang kuning dipotong-potong tiap potong dilapisi selai.dibalut dengan yang hijau.untuk mengulung kulit bawah yang hijau dikasih serbet dalam keadaan panas. II. Spiku Surabaya

Bahan : 1. Telur 10 butir ( 2 putihnyta) 2. Ovalet/sp 1 sendok makan 3. Susu cair 2 sdm 4. Pasta coklat 1 sdm 5. Vanili
60

6. Gula pasir 150 gr 7. Tepung terigu 100 gr 8. Tepung maizena 25 gr 9. Mentega cair 200 gr 10. Rombuter 15 gr Cara membuat Telur ,gula,vanili,ovalet di mixer sampai kental setelah naiuk masukan milk mixer lagi sampai rata dan sampai putih kental masukan tepung terigu ,maizena dan fullcream mixer lagi sampai rata lalu masukan mentega cair dan roombuter dengan senduk kayu. Bagi adonan menjadi dua bagian 2/3 kuning dan 1/3 warna coklat Masing-masing masukan dalam loyang ukuran 25 x 30 cm.setelah matang kue yang sudah jadi olesi mentega/selai nanas/butercream kuning ,coklat . ANALISA BIAYA 1). Analisa Biaya Tetap Timbangan tepung Mixer Pengaduk Kompor elpiji Oven Loyang 2 bh Pisau Roti Total Biaya Tetap 2). Analisa Biaya Variabel Plastik Telur 2 ¼ kg @ 15.000 = Rp. = Rp 5.000 33.750 = Rp. = Rp. = Rp. = Rp. = Rp. = Rp = Rp 75.000 425.000 15.000 150.000 225.000 70.000 27.500 Rp.852.500

61

Terigu ¼ kg Ovalet

segitiga

= Rp. = Rp. = Rp. = Rp = Rp = Rp. = Rp = Rp. = Rp = Rp = Rp.

6.500 4.750 6.500 7.000 3.150 2.500 2.000 3.500 1.000 4.250 2.500 Rp. 82.400

Gula pasir halus ½ kg Mentega ½ kg Tepung maizena Rombuter Susu cair Susu Full cream Vanili Pasta coklat Rombuter Total Biaya variable 3). Pendapatan Pendapatan 100 potong x Rp.1.250 Keuntungan

Rp. 125.000

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel

= Rp.125.000 ± Rp. 82.400 = Rp.42.600 / hari 4). Break Event Poin = (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = (Rp.852.500 : Rp.42.600) x 1 hari = 20 hari TATA BUSANA A. PENGERTIAN TATA BUSANA Dalam berbusana perlu memperhatikan norma ± norma yang berlaku dimasyarakat yaitu norma agama,norma susila dan norma sopan santun dan juga memahami tentang kondisi
62

lingkungan,budaya ,waktu pemakaian.Selain itu jenis,model,corak dan warna disesuaikan dengan hal diatas tersebut. Busana dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu : 1. Busana Dalam terdiri dari : - Busana yang langsung menutupi kulit dan berfungsi untuk melindungi bagian-bagian tubuh tertentu dan membantu memperindah bentuk tubuh serta menutupi kekurangan-kekurangan tubuh dan juga menjadi fundamen pakaian luar. Misal BH,CD,korset,longtorso dll. - Busana yang tidak langsung menutupi kulit seperti ; daster,house coat,babydoll,piyama dll tidak etis jika dipakai menemui tamu. 2. Busana Luar yaitu busana yang dipakai diatas busana dalam,adapun pemakaiannya disesuaikan dengan kesempatan antara lain kesempatan sekolah.kerja,pesta,olahraga dll. B. SABLON BAJU 1. Membuat film dan alat sablonnya

y

Bahan untuk membuat film yaitu : - Kaca - Busa - Pencahayaan yang cukup bisa dari lampu atau matahari

y

Bahan untuk membuat sablon digital dan sablon baju digital atau manual asalah : - Screen yaitu alat berbentuk mirip binkai kayu dengan kain khusus ditengahnya,ukuranya mulai dari 20x30cm sampai ukuran besar.

63

- Rakel yaitu digunakan untuk meratakan cat,mirip batang memanjang dengan karet dibagian bawahnya. - Meja sablon - Triplek (untuk melapisi bagian dalam kaos ketika disablon)
y

Bahan untuk membuat adonan warna - Cat/tinta sablon - Pasta,berupa cairan-cairan tertentu untuk mengatur kekentalan tinta/cat.Beberapa yang bisa dipakai misal ; cairan M3,M3 super,thinner dll. - Ulano - Lem kayu

2. Cara membuat film
y y y

Lapisi screen dengan ulano,tunggu hingga benar-benar kering sebelum digunakan Fotokopi desain/pesan kaos desain yang akan disablon ke fotokopi transparan Transfer desain yang telah difotokopi tadi kescreen.Tutup bagian belakangnya dengan kaca kemudian tempelkan gambar tadi dibelakang screen .

y y

Lapisi permukaan depan screen dengan busa yang ukurannya sama dengan screen. Setelah kue lapis tadi terpasang sempurna hadapkan kematahari/lampu.waktunya kurang lebih 1 menit untuk sinar matahari kalau lampu kurang lebih 5 meni..ingat jangan lama-lama dapat menyebabkan proses pemindahan film menjadi tidak sempurna.

y y

Jika proses pembuatan film telah berhasil kita siap mencetak / mensablon. Siapkan kaos yang akan disablon dan masukkan triplek kedalam kaos u ntuk menjaga hasil sablon stabil dan sempurna.

y

Letakkan kaos dimeja sablon kemudian pasang screen yang telah dibubuhi pasta cat diatasnya,setelah yakin posisinya pas gesek screen dengan rakel secara merata.
64

y

Setelah pasta cat rata,angkat screen dari kaos.Keringkan baju sablon & sablon baju siap digunakan lebih lanjut.

ANALISA BIAYA 1). Analisa Biaya Tetap Kaca Busa Screen Rakel Meja sablon Triplek = Rp. 48.000 = Rp. 38.000 = Rp. 78.000 = Rp. 98.000 = Rp.225.000 = Rp. 47.500 Total Analisa Biaya Tetap 2). Analisa Biaya Variabel Stelan Kaos Anak 10 bh@Rp.21.500 = Rp.215.000 Cat/tinta sablon Pasta Ulano Lem kayu Total Biaya Variabel 3). Pendapatan Pendapatan 10 stel x Rp.32.500 Keuntungan Rp. 325.000 = Rp. 37.500 = Rp. 25.500 = Rp. 27.500 = Rp. 5.500 Rp.311.000 Rp.534.500

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.325.000 ± Rp. 311.000 = Rp.14.000 / hari

65

4). Break Event Poin

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = (Rp.534.500 : Rp.14.000) x 1 hari = 38 hari

C.MENJAHIT MUKENA

1.Persiapan bahan - Siapkan kain putih katun dengan panjang 3 ,5 meter - Siapkan renda 6 meter dan benang senada dengan kain - Karet besar atau kecil 2.Persiapan pola - Buatlah pola diatas kertas Koran sesuai gambar

66

- Taruh kain dibawah pola diatas kertas ,jiplak dengan kertas karbon dengan dilebihi lebar kain 1.5-2 cm tujuannya untuk diobras agar jahitan rapi - Kain dipotong rangkap dua untuk bagian belakang dan depan. - Jahit sepanjang garis yang telah ditindas dengan karbon,untuk mempermudah menjahit perlu dijelujur lebih dulu - Pasang karet ban dibagian pingang serta pasang renda dibawah mukena bagian atas serta mukena bagian bawah. - Setelah selesai menjahit diobras bagian sisa kain mukena atas dan bawah - Untuk menambah keanekaragaman mukena kain tidak harus putih. ANALISA BIAYA 1) Analisa biaya Tetap Mesin jahit Pengaris skala Pengaris lurus,segitiga,lengkung Gunting Meteran / metlyn Jarum & pendedel Meja Potong Seterika = Rp. 575.000 = Rp. 17.500 = Rp. 27.500 = Rp. 15.000 = Rp. = Rp. 3.250 4.500

= Rp. 175.000 = Rp. Total Biaya Tetap 65.000 Rp.961.500

2) Analisa biaya variable Kain 3.5 m Benang Renda 6 meter @ 2.000 Karbon = Rp. 78.750

= Rp. 3.000 = Rp. = Rp. 12.000 1.500

67

Biaya Obras Karet/Elastik 2 m

= Rp. = Rp. Total Biaya Variabel

3.500 1.500 Rp. 100.250

3). Pendapatan Pendapatan 1 bh x Rp.125.000 Keuntungan Rp. 125.000

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.125.000 ± Rp. 100.250 = Rp.24.750 / hari

4). Break Event Poin

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = (Rp.961.500 : Rp.24.750) x 1 hari = 38.8 hari

TEKNOLOGI MAKANAN TERNAK A.PENGERTIAN PAKAN TERNAK Ternak kerbau,kambing,sapi,domba dan kambing dapat memanfaatkan sisa-sisa hasil pertanian seperti jerami padi. Pada musim kemarau jerami padi akan kering padahal jerami merupakan pakan utama ternak terutama didaerah Blora,Purwodadi,Wonogiri,Gunung Kidul dan daerah lainnya yang waktu musim kemarau peternak terpaksa keluar daerah untuk mencari yang lebih murah. Jerami padi sebagai pakan ternak mempunyai beberapa kelemahan antara lain tingginya kandungan serat dan rendahnya kandungan nilai gizi (protein,bahan organic dsb).Upaya untuk membantu memecahkan permasalahan kuantitas dan kualitas pakan adalah dengan menggunakan teknologi fermentasi.Penggunaan jerami fermentasi dapat dilakukan dengan jerami segar sehabis panen.jerami dapat difermentasi dan dapat disimpan
68

selama 6 bulan dari pembuatan.ditinjau dari kuantitas gizinya fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi jerami.Persyaratan membuat fermentasi jerami yaitu jerami harus berkadar air 40 ± 45 % dan terlindung dari hujan dan matahari. Jerami padi fermentasi yamg baik memenuhi syarat sebagai berikut : Baunya agak harum Warna kuning agak kecoklatan (warna dasar jerami masih kelihatan) Teksturnya lemas tidak kaku Tidak busuk dan tidak berjamur.

B. CARA MEMBUAT PAKAN TERNAK

1. Bahan yang diperlukan antara lain : - Jerami kering atau segar setelah diangin-anginkan (kadar air 40%)

- Starter berupa starbio atau lainnya sebanyak 0.5kg untuk setiap 100kg jerami padi - Pupuk urea 0.5 kg untuk setiap 100 kg jerami padi - Air sebanyak 40 liter untuk setiap 100kg jerami padi kering ,sedangkan jerami segar tidak perlu ditambah air. 2. Cara Membuat : - Timbang jerami kering 100 kg - Sediakan air sebanyak 40 liter dalam ember - Timbang starter sebanyak 0.5kg dan urea 0.5 kg
69

- Jerami ditumpuk sejajar lapis demi lapis dengan ketebalan 25 cm (dengan ukuran dasar panjang 2.50m x lebar 2.50 m) - Diatas lapisan disiram air yang telah dicampur urea sampai rata (untuk jerami kering,sedangkan untuk jerami segar tidak perlu disiram) - Ditaburi starter hingga rata - Diulang lagi penaburan starter hingga merata dan demikian seterusnya demikian seterusnya hingga selesai - Setelah selesai,bagian atas ditutupi daun-daun kering seperti daun pisang atau daunya lain. ANALISA BIAYA 1) Analisa biaya Tetap Lahan sewa 1 th Tempat pembuatan pakan Ember Arit = Rp. 500.000 = Rp2.000.000 = Rp. 20.000 = Rp. 15.000 Total Analisa Biaya Tetap 2) Analisa biaya variable Jerami 100 kg @.4.000 Urea ½ kg @ Rp.5000 Starter ½ kg @ 8.000 Air secukupnya Total Analisa Biaya Variabel 3). Pendapatan Pendapatan 20 kg x Rp.5.000 Rp. 100.000 Rp. 53.000 = Rp = Rp. = Rp. 40.000 5.000 8.000 Rp.2.535.000

70

Keuntungan

= Total Pendapatan ± Total Biaya Variabel = Rp.100.000 ± Rp. 53.000 = Rp.47.000 / 3 minggu = Rp.2.238/hari

4). Break Event Poin

= (Total Biaya Tetap : Keuntungan) x 1 hari = (Rp.2.535.000 : Rp.2.238) x 1 hari = 1133. hari

Sebaiknya pembuatan dilakukan sekalian banyak 1 ton misalnya hal ini disebabkan lamanya proses fermentasi dalam pembuatan pakan ternak tersebut.

71

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->