TRAUMA ABDOMEN

Definsi trauma abdomen: Trauma abdomen adalah cedera pada abdomen, dapat berupa trauma tumpul dan tembus serta trauma yang disengaja atau tidak disengaja (Smeltzer, 2001). Trauma abdomen didefinisikan sebagai kerusakan terhadap struktur yang terletak diantara diafragma dan pelvis yang diakibatkan oleh luka tumpul atau yang menusuk (Ignativicus & Workman, 2006). Salah satu kegawat daruratan pada sistem pencernaan adalah trauma abdomen yaitu trauma atau cedera yang mengenai daerah abdomen yang menyebabkan timbulnya gangguan atau kerusakan pada organ yang ada di dalamnya. Klasifikasi trauma abdomen: a.Menurut penyebabnya: 1.Trauma tembus, yaitu trauma abdomen dengan penetrasi ke dalam rongga abdomen; dapat disebabkan oleh luka tusuk atau luka tembak. Pada trauma luka tusuk perlu diperhatikan daerah trauma, arah trauma, kekuatan tusukan, panjang dan ukuran tusukan. Luka tusuk abdomen 50 - 70% terjadi di anterior abdomen. Luka tembak dapat menyebabkan kerusakan pada setiap struktur didalam abdomen. Tembakan menyebabkan perforasi pada perut atau usus yang menyebabkan peritonitis dan sepsis. Trauma tembus akibat peluru dibedakan antara jenis Low-velocity dengan high velocity. Pada Low velocity terjadi robekan langsung dan “crushing” pada jaringan local. Sedangkan High velocity terjadi “chrusing” pada jaringan lokal dan cavitasi (terowongan) yang dapat menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Hampir selalu trauma tembus akibat peluru mengakibatkan kerusakan pada organ-organ dalam perut. Bahkan luka peluru yang tangensial tanpa memasuki rongga perut dapat menimbulkan kerusakan organ-organ dalam perut akibat efek ledakan.

ledakan. Contoh pada aorta distal yang mengenai tulang torakal dan mengurangi yang lebih cepat dari pada pergerakan arkus aorta. khususnya pada ujung organ yang terkena. yaitu : Pertama. ginjal) terancam. dan ginjal. dapat disebabkan oleh jatuh. isi intra-abdominal hancur di antara dinding abdomen anterior dan columna vertebra atau tulang toraks posterior. Kedua. Hal ini dapat menyebabkan remuk. Akibatnya. saat pengurangan kecepatan menyebabkan perbedaan gerak di antara struktur. organ padat. organ yang paling sering cedera adalah ginjal. limpa. kompresi atau sabuk pengaman (set belt syndrome). trauma tumpul abdomen paling sering menciderai organ limpa (40-55%). kecelakaan kendaraan bermotor. hati. pukulan deselerasi. Benturan pada trauma tumpul abdomen dapat menimbulkan cedera pada organ berongga berupa perforasi atau pada organ padat berupa perdarahan. yaitu trauma abdomen tanpa penetrasi ke dalam rongga abdomen. hati (35-45%). biasanya organ padat (spleen. dan organ yang paling jarang cedera adalah pankreas dan ureter. Situasi yang sama dapat terjadi pada pembuluh darah ginjal dan pada cervicothoracic junction. .2. kekerasan fisik atau pukulan. Cedera deselerasi sering terjadi pada kecelakaan lalu lintas karena setelah tabrakan badan masih melaju dan tertahan suatu benda keras sedangkan bagian tubuh yang relatif tidak terpancang bergerak terus dan mengakibatkan robekan pada organ tersebut. cedera akibat berolahraga.Trauma tumpul. Pada intraperitoneal. Sedangkan pada retroperitoneal. Kerusakan intra abdominal sekunder untuk kekuatan tumpul pada abdomen secara umum dapat dijelaskan dengan 3 mekanisme. Mekanisme terjadinya trauma pada trauma tumpul disebabkan adanya deselerasi cepat dan adanya organ-organ yang tidak mempunyai kelenturan (noncomplient organ) seperti hati. dan usus halus (5-10%). benturan. terjadi tenaga potong dan menyebabkan robeknya organ berongga. gaya potong pada aorta dapat menyebabkan ruptur. pankreas. Akibatnya. organ viseral dan pembuluh darah. Trauma tumpul kadang tidak memberikan kelainan yang jelas pada permukaan tubuh tetapi dapat mengakibatkan kontusi atau laserasi jaringan atau organ di bawahnya.

•Ruptur Hati Karena ukuran dan letaknya. yaitu : 1. hati merupakan organ yang paling sering terkena kerusakan yang diakibatkan oleh luka tembus dan sering kali kerusakan disebabkan oleh trauma tumpul. colon transversum. porta hepatis dan hilus limpa. Hal utama yang dilakukan apabila terjadi perlukaan dihati yaitu mengontrol perdarahan dan mendrainase cairan empedu. Jika keadaan .Hal ini dapat merobek mesentrium.Ketiga. dan colon sigmoid. Hati dapat mengalami laserasi dikarenakan trauma tumpul ataupun trauma tembus. Pada trauma tumpul abdomen dengan rupture hati sering ditemukan adanya fraktur costa VII – IX. Pada organ berongga seperti usus dan saluran empedu dengan gejala utama adalah peritonitis c. Pada organ padat seperti hepar dan limpa dengan gejala utama perdarahan 2. Pada pemeriksaan fisik sering ditemukan nyeri pada abdomen kuadran kanan atas. Nyeri tekan dan Defans muskuler tidak akan tampak sampai perdarahan pada abdomen dapat menyebabkan iritasi peritoneum (± 2 jam post trauma). limpa.Berdasaran jenis organ yang cedera dapat dibagi dua : 1. adalah gaya kompresi eksternal yang menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen yang tiba-tiba dan mencapai puncaknya pada rupture organ berongga. Mekanisme trauma tumpul dengan deselerasi secara cepat pada kecelakaan lalu lintas Organ viscera terperangkap antara dua kekuatan yang datang didinding anterior abdomen atau daerah thoraks dengan kolumna vertebralis. biasanya disertai dengan trauma pada bagian tubuh lainnya. sedangkan empedu jarang terjadi dan sulit untuk didiagnosis. Organ Intraperitoneal Intraperitoneal abdomen terdiri dari organ-organ seperti hati. Kecurigaan laserasi hati pada trauma tumpul abdomen apabila terdapat nyeri pada abdomen kuadran kanan atas. biasanya disebabkan oleh perdarahan atau peradangan dalam rongga abdomen. b. Hati merupakan organ yang sering mengalami laserasi. Lebih dari 50% trauma tumpul disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Kematian akibat trauma abdomen dapat dikurang dengan diagnosis dan tindakan segera.Berdasarkan daerah organ yang cedera dapat dibagi dua. lambung. usus halus.

atau pasien trauma dengan kegawatan dapat dilakukan laparotomi untuk melihat perdarahan intraperitoneal. Semua pasien dengan gejala takikardi atau hipotensi dan nyeri pada abdomen kuadran kiri atas harus dicurigai terdapat ruptur limpa sampai dapat diperiksa lebih lanjut. Jika kondisi pasien syok. Limpa juga memproduksi sel darah merah dan berbagai jenis dari sel darah putih. dapat dilakukan CT Scan pada abdomen yang hasilnya menunjukkan adanya laserasi. Kecurigaan terjadinya ruptur limpa dengan ditemukan adanya fraktur costa IX dan X kiri. Limpa terletak tepat di bawah rangka thorak kiri. atau saat abdomen kuadran kiri atas terasa sakit serta ditemui takikardi. Ruptur limpa merupakan kondisi yang membahayakan jiwa karena adanya perdarahan yang hebat. Penegakan diagnosis dengan menggunakan CT scan. perkelahian dan kecelakaan mobil. ruptur pada limpa dapat diatasi dengan splenectomy. Ruptur pada limpa biasanya disebabkan hantaman pada abdomen kiri atas atau abdomen kiri bawah. tempat yang rentan untuk mengalami perlukaan.umum pasien baik. Kejadian yang paling sering meyebabkan ruptur limpa adalah kecelakaan olahraga. Biasanya pasien juga mengeluhkan sakit pada bahu kiri. Robeknya limpa menyebabkan banyaknya darah yang ada di rongga abdomen. Limpa membantu tubuh kita untuk melawan infeksi yang ada di dalam tubuh dan menyaring semua material yang tidak dibutuhkan lagi dalam tubuh seperti sel tubuh yang sudah rusak. tapi pengangkatan limpa dapat berakibat mudahnya infeksi masuk dalam tubuh sehingga setelah pengangkatan limpa dianjurkan melakukan vaksinasi terutama terhadap . Tanda peritoneal seperti nyeri tekan dan defans muskuler akan muncul setelah terjadi perdarahan yang mengiritasi peritoneum. •Ruptur Limpa Limpa merupakan organ yang paling sering cedera pada saat terjadi trauma tumpul abdomen. yang tidak termanifestasi pada jam pertama atau jam kedua setelah terjadi trauma. Pada pemeriksaan fisik. Walaupun manusia tetap bisa hidup tanpa limpa. Ditemukannya cairan empedu pada lavase peritoneal menandakan adanya trauma pada saluran empedu. gejala yang khas adanya hipotensi karena perdarahan. yaitu pembedahan dengan pengangkatan limpa. Perlukaan pada limpa akan menjadi robeknya limpa segera setelah terjadi trauma pada abdomen.

sedangkan pada ginjal yang memar akan tampak . aorta. Laserasi pada ginjal akan memperlihatkan adanya kebocoran pada zat warna. 2. perlukaan yang merobek dinding usus halus karena trauma tumpul menciderai usus dua belas jari. Evaluasi regio ini memerlukan CT scan. dan intravenous pyelogram. Retroperitoneal stuctures. lokasi perlukaan harus segera ditentukan. pancreas. Jika terjadi hematuri. dan vena cava. Sedangkan pada pasien dengan perlukaan pada usus dua belas jari dan colon sigmoid didapatkan hasil pemeriksaan pada Rontgen abdomen dengan ditemukannya udara dalam retroperitoneal. Gejala klinis : Pada ruptur ginjal biasanya terjadi nyeri saat inspirasi di abdomen dan flank. Jika suatu pengujian kontras seperti aortogram dibutuhkan karena adanya alasan tertentu. ureter. Diagnosis.pneumonia dan flu diberikan antibiotik sebagai usaha preventif terhadap terjadinya infeksi. Perdarahan pada usus besar dan usus halus akan diikuti dengan gejala peritonitis secara umum pada jam berikutnya. membedakan antara laserasi ginjal dengan memar pada ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan IVP atau CT scan. • Ruptur Usus Halus Sebagian besar. Hematuri yang hebat hampir selalu timbul. Laserasi pada ginjal dapat berdarah secara ekstensif ke dalam ruang retroperitonial. dan tendensi CVA. Dari pemeriksaan fisik didapatkan gejala ‘burning epigastric pain’ yang diikuti dengan nyeri tekan dan defans muskuler pada abdomen. Trauma pada struktur ini sulit ditegakkan diagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik. tapi pada mikroscopic hematuri juga dapat menunjukkan adanya ruptur pada ginjal. angiografi. • Ruptur Ginjal Trauma pada ginjal biasanya terjadi karena jatuh dan kecelakaan kendaraan bermotor. ginjal dapat dinilai selama proses pengujian tersebut. Sedangkan perdarahan pada usus dua belas jari biasanya bergejala adanya nyeri pada bagian punggung. Dicurigai terjadi trauma pada ginjal dengan adanya fraktur pada costa ke XI – XII atau adanya tendensi pada flank. Diagnosis ruptur usus ditegakkan dengan ditemukannya udara bebas dalam pemeriksaan Rontgen abdomen. Organ Retroperitoneal Retroperitoneal abdomen terdiri dari ginjal.

Beberapa laserasi ginjal dapat diterapi dengan tindakan non operatif. Beberapa jam setelah perlukaan. Perlukaan harus dicurigai setelah terjadinya trauma pada bagian tengah abdomen. Diagnosis. Terapi pembedahan wajib dilakukan pada ginjal yang memperlihatkan adanya ekstravasasi. . • Ruptur Pankreas Walaupun trauma pada pankreas dan duodenum jarang terjadi. penanganan dapat berupa tindakan operatif atau konservatif. Tetapi trauma pada abdomen yang menyebabkan tingkat kematian yang tinggi disebkan oleh perlukaan di pankreas dan duodenum. Perlukaan pada duodenum atau saluran kandung empedu juga memiliki tingkat kematian yang tinggi. tergantung dari tingkat keparahan trauma. Terapi : pada memar ginjal hanya dilakukan pengamatan. Pemeriksaan CT scan dapat menetapkan diagnosis.Trauma pada pankreas sangat sulit untuk di diagnosis.gambaran normal atau adanya gambaran warna kemerahan pada stroma ginjal. dan adanya gambaran dari trauma lain yang berhubungan. penentuan amilase serum biasanya tidak terlalu membantu dalam proses akut. Kecurigaan adanya cedera ureter bisa ditemukan dengan adanya hematuria paska trauma. Tidak adanya visualisasi pada ginjal dapat menunjukkan adanya ruptur yang berat atau putusnya tangkai ginjal. Konsultasi pembedahan merupakan tindakan yang wajib dilakukan. kecurigaan perlukaan pada setiap trauma yang terjadi pada abdomen. Kasus yang meragukan dapat diperiksa dengan menggunakan ERCP ( Endoscopic Retrogade Canulation of the Pancreas) ketika perlukaan yang lain telah dalam keadaan stabil. Pasien dapat memperlihatkan gejala nyeri pada bagian atas dan pertengahan abdomen yang menjalar sampai ke punggung. Perlukaan pada pankreas memiliki tingkat kematian yang tinggi. Gejala klinis. trauma pada pankreas dapat terlihat dengan adanya gejala iritasi peritonial. Trauma sering kali tak dikenali pada saat pasien datang atau pada pasien dengan multipel trauma. hal ini disebabkan karena letaknya yang sulit terdeteksi apabila terjadi kerusakan. Kebanyakan kasus diketahui dengan eksplorasi pada pembedahan. contohnya pada benturan stang sepeda motor atau benturan setir mobil. • Ruptur Ureter Trauma pada ureter jarang terjadi tetapi berpotensi menimbulkan luka yang mematikan. Terapi.

Penurunan kesadaran (malaise. yang menandakan terjadinya perdarahan lebih dari 2000 cc. kesadaran menurun ataupun akibat gangguan emosi akibat trauma tersebut. benturan langsung pada Lumbal 2 – 3. Pada pemerikasaan fisik: 1. Nyeri dapat terjadi mulai dari nyeri sedang sampai yang berat. Mungkin ditemukan syok dan penurunan kesadaran sehingga muncul kesulitan pemeriksaan abdomen. dan prognosis penyelamatan. Pilihan terapi yang tepat tergantung pada lokasi. Terdapat nyeri saat ditekan dan nyeri lepas. Gambaran syok timbul pada 53% kasus. Pada pasien dengan kecurigaan trauma tumpul ureter biasanya didapatkan gambaran nyeri yang hebat dan adanya multipel trauma. Hal terpenting dalam pemilihan tindakan operasi adalah mengetahui dengan pasti fungsi ginjal yang kontralateral dengan lokasi trauma Gejala dan tanda: Gejala tanda dari trauma abdomen sangat tergantung dari organ mana yang terkena. letargi. Mual dan muntah. gerakan tiba-tiba dari ginjal sehingga terjadi gerakan naik turun pada ureter yang menyebabkan terjadinya tarikan pada ureteropelvic junction. sehingga tingkat kecurigaan tertinggi ditetapkan pada trauma dengan gejala yang jelas. arah tusukan atau tembakan. kondisi pasien. Sering ditemukan kesulitan dalam memperoleh anamnesa akibat penderita dalam keadaan syok. bila yang terkena organ-organ solid (hati dan lien) maka akan tampak gejala perdarahan secara umum seperti pucat.Mekanisme trauma tumpul pada ureter dapat terjadi karena keadaan tiba-tiba dari deselerasi/ akselerasi yang berkaitan dengan hiperekstensi. senjata yang digunakan dan deskripsi nyeri. anemis bahkan sampai dengan tanda-tanda syok hemoragic. Nyeri dapat timbul di bagian yang luka atau tersebar. jenis trauma. Anamnesa terutama mengenai cara terjadinya kecelakaan. waktu kejadian. gelisah) Anamnesa yang selengkap mungkin sehingga membantu dalam penegakkan diagnosis. . Diagnosis dari trauma tumpul ureter seringkali terlambat diketahui karena seringnya ditemukan trauma lain.

Perkusi untuk melihat apakah ada nyeri ketok. Pada waktu perkusi bila ditemukan Balance sign dimana bunyi resonan yang lebih keras pada panggul kanan ketika pasien berbaring ke samping kiri menunjukkan tanda adanya rupture limpa. Jika adanya ekstravasasi darah menyebabkan hilangnya bunyi bising usus. Pasien yang kurus jika terjadi trauma abdomen akan tampak perut membesar. perdarahan. Selain itu bisa ditemukan adanya bunyi timpani bila dilatasi lambung akut di kuadran atas atau bunyi redup bila ada hemoperitoneum. bunyi bruits pada umbilical merupakan indikasi adanya trauma pada arteri renalis. defans muskular (kaku otot) menandakan adanya perdarahan intra peritoneal. gejala dan tanda dehidrasi. dan luka tembak serta tempat keluarnya peluru. 3. kolon yang terjadi pada trauma tembus atau tajam. 5. Auskultasi ada atau tidaknya bising usus pada ke empat kuadran abdomen. sikap berbaring.2. cairan atau udara bebas dalam rongga abdomen penting dicari. terutama pada kepala. Pada trauma abdomen bisa ditemukan kontusio. Echimosis merupakan indikasi adanya perdarahan di intra abdomen. Bila yang terkena organ berlumen (gaster) gejala peritonitis dapat berlangsung cepat tetapi gejala peritonitis akan timbul lambat bila usus halus dan kolon yang terkena. ekspresi wajah. Tanda rangsang peritoneum sering sukar dicari bila ada trauma penyerta.). tanda-tanda vital. Inspeksi mulai dari keadaan umum klien. Terkadang ditemukan adanya eviserasi yaitu menonjolnya organ abdomen keluar seperti usus. dalam hal ini dianjurkan melakukan lavase peritoneal.Terdapat Echimosis pada daerah umbilikal disebut ‘Cullen’s Sign’ sedangkan echimosis yang ditemukan pada salah satu panggul disebut sebagai ‘Turner’s Sign’. Adanya darah. syok. . cedera tusuk. abrasio. nyeri tekan dan kadang nyeri lepas. Pada saat palpasi pasien mengeluh nyeri dari mulai nyeri ringan sampai dengan nyeri hebat pada seluruh regio abdomen. serta riwayat mekanisme cedera (tanda cedera tumpul berupa memar atau jejas. terutama pada trauma tumpul. 4. lacerasi dan echimosis. juga perlu didengarkan adanya bunyi bruits dari arteri renalis. Sedangkan bunyi resonan lebih keras pada hati menandakan adanya udara bebas yang masuk.

Pada trauma ginjal biasanya ada hematuri.Selain memantau ketat progresi distensi abdomen perlu pula memeriksa cedera pada bagian lain yang berkaitan seperti cedera thoraks yang sering mengikuti cedera intra abdomen. Colok dubur dilakukan pada obstrusi usus dengan disertai paralysis akan ditemukan ampula melebar. oleh karena itu pada kasus yang meragukan sebaiknya dilakukan pemeriksaan berkala. 4. pada perdarahan Hb dan Ht akan terus menurun. Pemeriksaan darah meliputi Hb. Pemeriksaan IVP atau sistogram hanya dilakukan bila ada kecurigaan terhadap trauma saluran kencing. Kateterisasi untuk mencari lesi saluran kemih. dan pada inspeksi biasanya jejas (+). Pemeriksaan urin rutin menunjukkan adanya trauma pada saluran kemih bila dijumpai hematuri. Pemeriksaan Hb diperlukan untuk base-line data bila terjadi perdarahan terus menerus.. Jika adanya darah menunjukkan kelainan usus besar. Serum amilase yang meninggi menunjukkan kemungkinan adanya trauma pankreas atau perforasi usus halus. Sonde lambung. Mencari adanya darah dalam lambung. Rectal toucher. cairan atau udara dalam rongga perut. Pada laki-laki terdapat prostate letak tinggi menandakan patah panggul yang siginifikan dan disertai perdarahan. Pemeriksaan leukosit yang melebihi 20.000/mm tanpa terdapatnya infeksi menunjukkan adanya perdarahan cukup banyak kemungkinan ruptura lienalis. Pemeriksaan urin penting untuk mengetahui adanya lesi saluran kemih. 2. 3. Mencari adanya darah. Demikian pula dengan pemeriksaan hematokrit. 2. sedangkan jumlah leukosit terus meningkat. Pemeriksaan penunjang: 1. Pemerikaan lain: 1. Kenaikan transaminase menunjukkan kemungkinan trauma pada hepar. Pemeriksaan radiologi tidak perlu dilakukan bila indikasi laparotomi sudah jelas. Urine yang jernih belum dapat menyingkirkan adanya trauma pada saluran 3. Ht dan Leukosit. Kuldosentesis. Pemeriksaan plain abdomen posisi tegak . sekaligus mencegah aspirasi bila muntah. nyeri pada costa vertebra.

9% selama 5 menit. 7. Biasanya dilakukan pemeriksaan foto polos abdomen dalam posisi tegak dan miring ke kiri untuk melihat: keadaan tulang belakang dan panggul. ditusukkkan di kuadran bawah atau di garis tengah di bawah pusat. kerjakan laparatomi (gold standart). Bila ada keraguan. cairan empedu.000 eritrosit/mm dalam larutan NaCl yang keluar dari rongga peritoneum setelah dimasukkan 100– 200 ml larutan NaCl 0.: • Nyeri abdomen yang tidak bisa diterangkan sebabnya • Trauma pada bagian bawah dari dada . merupakan indikasi untuk laparotomi Teknik: buli-buli terlebih dahulu dikosongkan Parastesi dilakukan dengan jarum pungsi No. Indikasi untuk melakukan DPL sbb. 5. empedu. Merupakan pemeriksaan tambahan yang sangat berguna untuk menentukan adanya perdarahan dalam rongga peritoneum. 6. Adanya benda asing (pada luka tembak) Bayangan otot psoas. Tetapi DPL ini hanya alat diagnostik.mempelihatkan udara bebas dalam rongga peritoneum. Udara bebas(intra---/ekstraperitoneal) 4. Hasilnya dapat amat membantu. Bila pada aspirasi ditemukan darah. corpus alineum dan perubahan gambaran usus. Parasentesis abdomen dilakukan pada trauma tumpul abdomen yang diragukan menimbulkan kelainan dalam rongga abdomen. Bila dijumpai perdarahan dan anus perlu dilakukan rekto-sigmoidoskopi. Pemeriksaan Laparoskopi Dilaksanakan bila ada akut abdomen untuk mengetahui langsung sumber penyebabnya. 18 atau 20. Diagnostic Peritoneal Lavage (DPL) dapat membantu menemukan adanya darah atau cairan usus dalam rongga perut. cairan usus atau udara berarti ada lesi dalam rongga abdomen. Lebih dari 100. udara bebas retroperineal dekat duodenum.

cedera. Biarkan selama 5 sampai 10 menit jika pasiennya cukup stabil. KRITERIA Indikasi DPL Menentukan USG CT SCAN Menentukan cairan bila Menentukan organ cedera bila TD normal Paling spesifik untuk adanya perdarahan TD menurun bila TD menurun Keuntungan Diagnosis cepat Diagnosis cepat. Hal ini akan memungkinkan cairan bercampur dengan darah yang mungkin terkumpul setempat.alkohol.• Hipotensi. akurasi 92-98% Kerugian akurasi 86-97% gagal Tergantung operator Membutuhkan biaya . CT abdomen dan pelvis sangat bermanfaat untuk mendeteksi darah intra abdomen. Hasil positif jika ditemukan hal berikut: cairan yang keluar kemerahan. koagulopati dan kehamilan. Terdapat empedu. cedera otak) • Pasien cedera abdominal dan cedera medula spinalis (sumsum tulang belakang) • Patah tulang pelvis Diagnostic Peritoneal Lavage dilakukan melalui kanula yang dimasukkan lewat insisi kecil di garis tengah di bawah pusat. Jika pasien kurang stabil dibawa ke radiologi. dan sensitif. akurasi Invasif&dapat diulang.9%. bila pada aspirasi tidak keluar apa-apa. Kontraindikasi relatif untuk Diagnostic Peritoneal Larvage adalah riwayat operasi abdomen.000/mm3 Ditemukan leukosit > 500/mm3 Ditemukan amilase lebih dari 100 U/ 100 ml cairan. Sensitivitas bertambah dengan menggulingkan pasien ke samping kanan dan kiri selama beberapa menit jika kondisi pasien memungkinkan. hematokrit turun tanpa alasan yang jelas • Pasien cedera abdominal dengan gangguan kesadaran (obat. tidak 98% Invasif. dimasukkan kira-kira 10 ml/kg(maksimum 1000 ml) (lebih baik hangat) kemudian larutan NaCl 0. Ditemukan bakteri atau eritrosit > 100.

. Peradangan peritoneum merupakan komplikasi berbahaya yang sering terjadi akibat penyebaran infeksi dari organ-organ abdomen (misalnya apendisitis. intestinal. rektum. obstruksi dari usus yang mengalami strangulasi. Namun pada trauma tumpul seringkali diperlukan observasi dan pemeriksaan berulang karena tanda rangsangan peritoneum bisa timbul perlahan-lahan. usus dan pankreas cedera diafragma usus. lama. atau dari luka tembus abdomen. duodenum. sedangkan stafilokokus dan stretokokus sering masuk dari luar. lambung. colon. pankreatitis. Gejala dan tanda yang sering muncul pada penderita dengan peritonitis antara lain: 1. rupture saluran cerna. dan saluran kemih). apendiks.mengetahui cedera distorsi gas usus dan dan waktu yang lebih diafragma cedera retroperitoneum atau udara di bawah kulit. yang dapat disebabkan oleh trauma. kandung empedu. darah yang menginfeksi peritoneal. Nyeri perut seperti ditusuk 2. Penyebab yang paling serius dari peritonitis adalah terjadinya suatu hubungan (viskus) ke dalam rongga peritoneal dari organ-organ intra-abdominal (esofagus. Produksi urin berkurang 5. Mual dan muntah 6. Pada luka tembak atau luka tusuk tidak perlu lagi dicari tanda-tanda peritonitis karena ini merupakan indikasi untuk segera dilakukan laparotomi eksplorasi. Haus mengetahui cedera diafragma. benda asing. Organisme yang sering menginfeksi adalah organisme yang hidup dalam kolon pada kasus rupture apendiks. Demam (>380C) 4. PID (Pelvic Inflammatory Disease) dan bencana vaskular (trombosis dari mesenterium/emboli). salpingitis). Perut yang tegang (distended) 3. tidak mengetahui Gagal pankreas KOMPLIKASI RUPTUR ORGAN Peritonitis merupakan komplikasi tersering dari trauma tumpul abdomen karena adanya rupture pada organ.

pankreatitis akut. Cairan di dalam rongga abdomen 8. demam. Diagnosis peritonitis biasanya ditegakkan secara klinis. namun pemeriksaan abdomen ini harus dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan terapi yang akan dilakukan. dan dengan adanya peritonitis hebat bisa berakhir dengan keadaan syok sepsis. keadaan umumnya tidak baik. Minta pasien untuk menunjuk dengan satu jari area daerah yang paling terasa sakit di abdomen. menetap. pasien bisa menjadi semakin hipotensi. Pada pemeriksaan abdomen. iskemia intestinal) nyeri abdomen akan timbul langsung secara umum/general sejak dari awal. nyeri abdomen yang timbul sifatnya tumpul dan tidak spesifik (peritoneum viseral) dan kemudian infeksi berlangsung secara progresif. Pada pemeriksaan fisik. Tidak bisa buang air besar atau kentut 9. perut membuncit dengan gambaran usus atau gerakan usus yang disebabkan oleh gangguan pasase. Tanda-tanda syok Menegakkan diagnosis peritonitis secara cepat adalah penting sekali. auskultasi dimulai dari arah yang berlawanan dari yang ditunjuik pasien. Demam dengan temperatur >380C biasanya terjadi. pemeriksaan yang dilakukan akan sangat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien. Pada peritonitis biasanya akan ditemukan perut yang membuncit dan tegang atau distended. pemeriksa mengamati adakah jaringan parut bekas operasi menununjukkan kemungkinan adanya adhesi. nyeri hebat dan semakin terlokalisasi (peritoneum parietale). pasien dengan peritonitis. dan pemeriksaan penunjang. Muntah dapat terjadi karena gesekan organ patologi atau iritasi peritoneal sekunder. Mual dan muntah biasanya sering muncul pada pasien dengan peritonitis. Nyeri ini bisa timbul tiba-tiba atau tersembunyi. Pada awalnya. kehilangan cairan yang banyak dari rongga abdomen. pemeriksaan fisik. Hal ini bisa menyebabkan produksi urin berkurang.7. Kebanyakan pasien datang dengan keluhan nyeri abdomen. Pada inspeksi. Takikardia disebabkan karena dilepaskannya mediator inflamasi dan hipovolemia intravaskuler yang disebabkan karena mual dan muntah. Dalam beberapa kasus (misal: perforasi lambung. Diagnosis peritonitis didapatkan dari hasil anamnesis. Pasien dengan sepsis hebat akan muncul gejala hipotermia. Dengan adanya dehidrasi yang berlangsung secara progresif. .

Nyeri pada semua arah menunjukkan general peritonitis. Nyeri tekan dan defans muskular (rigidity) menunjukkan adanya proses inflamasi yang mengenai peritoneum parietale (nyeri somatik). Memasang sonde lambung. Palpasi harus selalu dilakukan di bagian lain dari abdomen yang tidak dikeluhkan nyeri. Otot dinding perut menunjukkan defans muskular secara refleks untuk melindungi bagian yang meradang dan menghindari gerakan atau tekanan setempat. Peritoneum parietal dipersarafi oleh nervus somatik dan viseral yang sangat sensitif. Perkusi. Hal ini berguna sebagai pembanding antara bagian yang tidak nyeri dengan bagian yang nyeri. Pasien dengan peritonitis umum. Laparotomi dilakukan bila terdapat : a. hal ini disebabkan karena peritoneal yang lumpuh sehingga menyebabkan usus ikut lumpuh atau tidak bergerak (ileus paralitik). Bagian anterior dari peritoneum parietale adalah yang paling sensitif. Luka tusuk dengan: . dan perkusi abdomen hipertimpani karena adanya udara bebas tadi. Nyeri ketok menunjukkan adanya iritasi pada peritoneum. Pada pasien dengan peritonitis. 2. Sedangkan pada peritonitis lokal bising usus dapat terdengar normal. Pada saat pemeriksaan penderita peritonitis. Palpasi. bising usus akan melemah atau menghilang sama sekali. pekak hepar akan menghilang. adanya udara bebas atau cairan bebas juga dapat ditentukan dengan perkusi melalui pemeriksaan pekak hati dan shifting dullness. Penatalaksanaan 1. Defans yang murni adalah proses refleks otot akan dirasakan pada inspirasi dan ekspirasi berupa reaksi kontraksi otot terhadap rangsangan tekanan. Mengawasi dan mengatasi gangguan fungsi vital seperti syok atau gangguan jalan napas: infus cairan atau transfusi darah. Pada pasien dengan keluhan nyeri perut umumnya harus dilakukan pemeriksaan colok dubur dan pemeriksaan vaginal untuk membantu penegakan diagnosis. Memelihara jalan napas.Auskultasi dilakukan untuk menilai apakah terjadi penurunan suara bising usus. ditemukan nyeri tekan setempat.

Cairan atau udara bebas intraperitoneal. Darah dalam lambung. Darah dalam lambung. Pertama-tama harus diatasi terlebih dahulu perdarahan yang ada. Luka Tembak. Kerusakan limpa diatasi dengan splenektomi. buli-buli atau rektum. Tanda rangsang peritoneal. Trauma tumpul dengan: Syok. Udara bebas intraperitoneal. Parasentesis abdomen atau lavase peritoneal positif.- Syok. Bising usus menghilang. c. Kerusakan pankreas juga dijahit. Kemudian diikuti dengan memfiksasi fraktur dan mengontrol perdarahan yang keluar. b. buli-buli atau rektum. Laparotomi disini bertujuan mencari kerusakan organ melalui eksplorasi yang sistemik. Pasien trauma merupakan risiko mengalami . Pada eksplorasi luka menembus peritoneum. Kerusakan mesenterium dijahit. pernapasan dan sirkulasi. Tanda rangsang peritoneal. baru kemudian memperbaiki kerusakan organ yang ditemukan: Kerusakan ementum direseksi. Kerusakan organ berongga (Lambung. Parasentesis abdomen atau lavase peritoneal positif. Terapi Medis Keberhasilan utama paramedis dengan latihan Advanced Trauma Life Support merupakan latihan menilai dengan cepat jalan napas pasien dengan melindungi tulang belakang. usus) ditutup secara sederhana (Simple closure) atau direseksi sebagian. Selain kasus-kasus diatas. penderita diobservasi selama 24-48 jam. Kerusakan hati dijahit atau direseksi sebagian. Prolaps isi abdomen.

menempatkan jalur intravena. termasuk beberapa trauma organ padat. Sebab itu. melindungi jalan napas. Insisi midline biasanya menjadi pilihan. dan mengklem semua struktur vaskuler. manajemen nonoperatif yang selektif menjadi standar perawatan. Prioritas selanjutnya pada primary survey adalah penilaian status sirkulasi pasien. dan memberi cairan intravena. Primary survey dilengkapi dengan menilai tingkat kesadaran pasien menggunakan Glasgow Coma Scale.kemunduran yang progresif dari perdarahan berulang dan membutuhkan transport untuk pusat trauma atau fasilitas yang lebih teliti dan layak. Setelah sumber perdarahan dihentikan. selanjutnya menstabilkan pasien dengan resusitasi cairan dan pemberian suasana hangat. eksplorasi abdomen dengan teliti kemudian dilihat untuk evaluasi seluruh isi abdomen. Setelah trauma intra-abdomen terkontrol. Ketika indikasi laparotomi. Pasien tidak menggunakan pakaian dan dijaga tetap bersih. . Manajemen Non Operative Trauma Tumpul Abdomen Strategis manajemen nonoperatif berdasarkan pada CT scan dan kestabilan hemodinamik pasien yang saat ini digunakan dalam penatalaksanaan trauma organ padat orang dewasa. kontrol perdarahan dilakukan dengan memindahkan darah dan bekuan darah. kemunduran klinis selama observasi. Pada trauma tumpul abdomen. hangat. Penggunaan fiksasi eksternal fraktur pelvis untuk mengurangi atau menghentikan kehilangan darah pada daerah ini. dan adanya hemoperitonium setelah pemeriksaan FAST dan DPL. Setelah tindakan lengkap. perdarahan atau syok yang tidak terkontrol. Saat abdomen dibuka. diberikan antibiotik spektrum luas. kering. Terapi Pembedahan Indikasi laparotomi pada pasien dengan trauma abdomen meliputi tanda-tanda peritonitis. Setelah kerusakan intra-abdomen teratasi dan perdarahan terkontrol dengan pembalutan. Angiografi merupakan keutamaan pada manajemen nonoperatif trauma organ padat pada orang dewasa dari trauma tumpul. retroperitonium dan pelvis harus diinspeksi. Volume resusitasi yang efektif dengan mengontrol darah yang keluar infuse larutan kristaloid melalui 2 jalur. membalut semua 4 kuadran. Kerusakan pada lubang berongga dijahit. hati dan limpa. kecuali keterlambatan transport. Secondary survey terdiri dari pemeriksaan lengkap dan teliti sebagai indikasi dalam pemeriksaan fisik. Jangan memeriksa hematom pelvis. Kolaps dari sirkulasi pasien dengan trauma tumpul abdomen biasanya disebabkan oleh hipovolemia karena perdarahan. Digunakan untuk kontrol perdarahan.

Peningkatan temperature atau respirasi menunjukkan adanya perforasi viscus atau pembentukan abses. Perkembangan peritonitis berdasar pada pemeriksaan fisik yang mengindikasikan untuk intervensi bedah. Nadi dan tekanan darah dapat berubah dengan adanya sepsis atau perdarahan intra-abdomen. monitoring vital sign.melihat pemeriksaan laparotomy dengan teliti dengan mengatasi seluruh struktur kerusakan. DAFTAR PUSTAKA . Follow-Up : Perlu dilakukan observasi pasien. dan mengulangi pemeriksaan fisik.

Pengantar Proses Keperawatan. Truman Medical Center. Binarupa Aksara : Jakarta Nasrul Effendi. http://www. Jakarta. RSHS. Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD Basic 2). 2007. University of Missouri at Kansas City School of Medicine. Teresa. Buku Ajar Ilmu Bedah. 2006. Jakarta .emedicine. Abdominal exploration.emedicine. 4 Mosby Philadelphia. http://www. Saudi Arabia. 1997. Department of Emergency Medicine. Department of Emergency Medicine. 1995. M. King Fahad Hospital. EGC : Jakarta. Brendan. 2207.com Wim de Jong. Richard. 1992.com Khan.TauMed. Peritonitis.- American College of Surgeons. Jakarta Price. http://www. http://www. http://www. 2005. Blunt Abdominal Trauma. Abdominal Trauma Blunt. Dasar-dasar Urologi. Professor of Radiology. Kamus Kedokteran. http://www. Dorland. 2005. Keperawatan Medikal-Bedah Brunner and Suddarth Ed. Ed. FKUI. 2007. Newman.6. Hebe. 1995. Tim PPGD. Suzanne C. Basuki. 2003. Patofisiologi. Blunt Abdominal Trauma. John. Joseph. Medical Encyclopedia. A.emedicine. 2004. Ed. First Impression United States of America Ambulan Gawat Darurat 118. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Secara Terpadu. 2009. NGHA. King Abdul Aziz Medical City Riyadh.3. Liver Trauma. EGC : Jakarta Campbell. EGC. Malang Salomone.com Gordon. Trauma Urogenital.com Purnomo. Smeltzer. Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.gov/ Nestor. W. Advanced Trauma Life Support. Julian. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. 2007.emedicine.D. 2002. Charles Drew University / UCLA School of Medicine. Anatomi Klinik Bagian 1. Nawas Ali.emedicine. 1997. Chairman of Medical Imaging.com Snell. EGC.com Molmenti. Blunt Abdominal Trauma Odle. 2001. 2007. EGC.8 Vol. RSHS Bandung. Jakarta Udeani. Sylvia. Medline Plus http://medlineplus. Kumpulan Kuliah Ilmu bedah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful