Presentasi Kasus

GLOMERULONEFRITIS AKUT

Diajukan Oleh : Antoni Pusposari Purwoko Sulyaprilawati B. S 0518011005 0518011024 0518011071

SMF ILMU KESEHATAN ANAK RSUD Dr. Hi. ABDUL MOELOEK - BANDAR LAMPUNG

DESEMBER

2010

STATUS PENDERITA No. catatan medik Masuk RSAM Pukul : 111398 : 11 Desember 2010 : 11.00 WIB

ANAMNESIS Alloanamnesis dari ibu pasien tanggal 11 Desember 2010, pukul 12.00 WIB Identitas Nama penderita Jenis kelamin Umur Nama Ayah Umur Pekerjaan Pendidikan Nama Ibu Umur Pekerjaan Pendidikan : Ny. I : 30 tahun : Wiraswasta : SLTP : An. A : Laki-laki : 8 tahun : Tn. AY : 33 tahun : Wiraswasta : SLTP

Hub. dg orangtua : Anak kandung Agama Suku Alamat : Islam : Timor : JL. Yos Sudarso Gg. Cendana, Bandar Lampung

Riwayat Penyakit Keluhan utama : Bengkak pada kedua kaki, muka sembab 2

demam. Buang air besar pasien biasa. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada yang menderita sakit seperti ini. Setelah 4 hari. nyeri pinggang dan riwayat minum obat – obatan paket dalam jangka waktu yang lama disangkal. Satu bulan sebelum masuk rumah sakit. keadaan pasien tidak mengalami perbaikan sehingga pasien langsung dirujuk ke rumah sakit.Keluhan tambahan : Air kencing keruh Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang dengan keluhan bengkak pada kedua kaki dan muka sembab. Keluhan muka sembab berkurang pada siang hari. Jumlah kencing sedikit 2-3 x sehari. Akan tetapi setelah dibawa ke dokter. Tetapi tidak berkurang pada kedua kaki dan perut pasien. sakit kepala dan nyeri menelan hilang. Karena keluhan ini. ±1/4 gelas belimbing per kali. 3 . perut membesar. pasien demam yang tidak terlalu tinggi. Saat buang air kecil tidak disertai rasa sakit atau panas. Keluhan sesak. kedua kaki pasien membengkak dan muka pasien sembab pada pagi hari setelah bangun tidur. Saat buang air kecil tidak disertai rasa sakit atau panas. tanpa menggigil. ±1/4 gelas belimbing per kali. Jumlah kencing sedikit 2-3 x sehari. yang sangat jelas terlihat pada kelopak matanya. pasien dibawa berobat ke pengobatan swasta. terus menerus disertai dengan sakit kepala dan sakit pada waktu menelan. Oleh keluarga. Keluhan disertai air kencing yang keruh. akan tetapi air kencing berubah menjadi keruh. Dua minggu sebelum masuk rumah sakit. pasien dibawa ke dokter dan diberi pengobatan. Keluhan ini dirasakan sejak ± 2 minggu sebelum masuk Rumah Sakit. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah sakit seperti ini.

2.6 bulan 6 – 12 bulan 1 – 2 tahun > 2 thn – sekarang Riwayat Imunisasi BCG Polio DPT Campak Hepatitis Kesan : 1 x. 6. 4. 4. umur 0. : ASI + susu formula : ASI + susu formula + bubur susu : Susu formula + Nasi Tim : Nasi + buah-buahan (sama dengan menu keluarga) 4 .4 bulan 4 . 20 bulan dan 5 tahun : 5 x.Riwayat Kehamilan GPA Usia ibu saat hamil Penyakit/komplikasi kehamilan Masa kehamilan :P2A0 : 22 tahun : Tidak ada : 9 bulan Ibu pasien teratur memeriksakan kehamilannya ke bidan. umur 2. 6. umur 0. Riwayat Persalinan Partus Ditolong oleh Berat badan Panjang badan Keadaan saat lahir : Spontan : Bidan : 2900 gram : 49 cm : langsung menangis Riwayat Makanan Umur : 0 . umur 1 bulan : 6 x. 6 bulan : Imunisasi Lengkap : ASI. tidak ada keluhan yang berarti selama kehamilannya. 20 bulan dan 5 tahun : 1x umur 9 bulan : 3 x. 1.

keluarga penderita tergolong mampu. Ibu penderita berumur 30 tahun. Secara ekonomi. pendidikan terakhir SMA dengan pekerjaan wiraswasta. Ayah/33th/ SMA/wiraswasta Ibu/30th/ SMA/wiraswata 6 tahun Pasien : 8 tahun PEMERIKSAAN FISIK. 11 Desember 2010 Status Present Keadaan umum Kesadaran Nadi Respirasi Suhu Tekanan darah BB Status gizi : Tampak sakit sedang : Compos mentis : 96 x/menit (reguler) : 28 x/menit (teratur) : 36. Ayah penderita berumur 33 tahun.Riwayat Sosial Ekonomi Penderita merupakan anak pertama dari dua bersaudara.4 º C (aksilla) : 160/100 mmHg : 27 kg : Cukup Status Generalis Kelainan mukosa kulit /subkutan yang menyeluruh Eritema makulopapular Pucat Sianosis Ikterus : (-) : (-) : (-) : (-) 5 . pendidikan SMA dengan pekerjaan wiraswasta.

pus (-/-) : Bentuk normal. retraksi substernal (-). lidah kotor (-) tonsil T1-T1 tenang. retraksi intercostal (-). tidak mudah dicabut : Kelopak mata oedem +/+. simetris : Hitam. tebal. spider naevi (-) 6 .- Perdarahan Oedem tungkai Turgor Lemak bawah kulit : (-) : (+) : Cukup : Cukup Pembesaran kelenjar getah bening generalisata : (-) KEPALA Bentuk Rambut Mata Telinga Hidung Mulut : Bulat. faring tidak hiperemis LEHER Bentuk Trakhea KGB JVP : Simetris : Di tengah : Tidak membesar : Tidak meningkat THORAKS Inspeksi : Bentuk simetris. sklera anikterik. pernafasan cuping hidung (-). septum deviasi (-). simetris. kornea jernih : Bentuk normal. sekret (-) : Bibir basah. liang sempit. retraksi suprasternal (-). konjungtiva anemis. serumen (-/-).

PARU ANTERIOR KIRI KANAN Pergerakan Pergerakan pernafasan simetris Palpasi Perkusi Auskultasi Fremitus taktil = kanan Sonor Vesikuler Ronkhi (-/-) Wheezing (-/-) pernafasan simetris Fremitus taktil = kiri Sonor vesikuler Ronkhi (-/-) Wheezing (-/-) POSTERIOR KIRI KANAN Pergerakan Pergerakan pernafasan simetris Fremitus taktil = kanan Sonor Vesikuler Ronkhi (-/-) Wheezing (-/-) pernafasan simetris Fremitus taktil = kiri Sonor vesikuler Ronkhi (-/-) Wheezing (-/-) Inspeksi JANTUNG Inspeksi Palpasi Perkusi : Iktus kordis tidak terlihat : Iktus kordis teraba sela iga IV garis midclavicula sinistra : Batas atas sela iga II garis parasternal sinistra Batas jantung kanan sela iga IV garis parasternal dextra Batas jantung kiri sela iga IV garis midclavicula sinistra Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni. : Timpani. shifting dullness (-) : Bising usus normal. murmur (-) ABDOMEN Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Datar. tidak ada kelainan . hepar dan lien tidak teraba. venektasis (-) : Turgor kulit cukup. Sianosis (-). ikterik (-) : Oedem (+/+).Kelamin EKSTREMITAS Superior Inferior : Oedem (-/-). Sianosis (-). GENITALIA EXTERNA . simetris. ikterik (-) 7 : Laki-laki.

keton : Keruh :8 : 75 mg/dl : 250/ ul : 10-15 : : : 100 leu/ul : Tak terhitung/ LPB : (+) (negatif/ 10 leu/ul) (5/ LPB) Eritrosit Epitel (jernih) (5-8) (<30 mg/ dl) (negatif/ <10 ery/ul) (10/ LPB) Sedimen urin : Leukosit 8 . urobilin Glukosa. count LED : 10. 11 Desember 2010 1.700/mm3 ) 2.5 gr% : 13.500 .400/mm3 : 0/0/0/66/25/9 : 17 mm/ jam ( 0-10 mm/jam) ( 12 . Urine Lengkap Warna PH Protein Darah Samar Sedimen Leukosit Bilirubin.16 gr%) ( 4.10. Hematologi Hb Leukosit Diff.PEMERIKSAAN NEUROLOGIS. 11 Desember 2010 Pemeriksaan Kanan Gerakan Kekuatan Tonus Klonus Refeleks fisiologis Refleks patologis + normal + normal + normal + normal Luas 5 Eutoni Tungkai Kiri Luas 5 Eutoni Kanan Luas 5 Eutoni Lengan Kiri Luas 5 Eutoni PEMERIKSAAN PENUNJANG.

Medikamentosa  Ampisilin 500 mg/6 jam iv  Furosemid 2 x ½ tab VII. 5 g/dl : 30 mg/dl : 0. Pengawasan intake cairan dan output cairan (pembatasan cairan) 5. rendah protein (20 gr/hari) 4. IVFD D5% gtt 15/ menit (makro) 2.3.5 gr/dl) (3.0 .6 mg/dl (6. Diagnosis Kerja Glomerulonefritis akut VI.3 mg/dl) (150 – 220 mg/dl) : Positif (negatif) Cholesterol Total : 158 mg/dl V.0 gr/dl) (2.5 gr/dl) (10 – 40 gr/dl) (0.8. DL  Kimia Darah  Kadar kolesterol 9 .5 – 5.3 – 3. Bed rest 3. 7 g/ dl : 3. Penatalaksanaan 1.2 g/ dl : 3. Imunologi dan Serologi ASTO 4. Kimia Darah Total Protein Albumin Globulin Ureum Creatinine : 7. Pemeriksaan Anjuran  Titer ASTO  UL. Diagnosa Banding Sindrom Nefrotik VII.7 – 1. Diet rendah garam (1 gr/hari).

VII. Prognosa Quo ad Vitam Quo ad Functionam Quo ad Sanationam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam 10 .

FOLLOW UP TANGGAL Keluhan: Kencing keruh Mata sembab (+) (+) Tampak sakit sedang Compos mentis 88 x/menit 24 x/menit 36.8 ºC 110/80 mmHg (+) 1000 cc 400 cc 26 kg (+) (+) (+) (+) 84 x/menit 28 x/menit 37.2010 13 – 12 – 2010 Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign: Nadi Pernafasan Suhu .Furosemid 2 x ½ tab Lab Leukosit: Epitel : (+) Urin Warna Protein Sedimen Eritrosit Leukosit Tak terhitung / LPB 20-30/ LPB (+) (-) (-) 100 leu/ul Eritrosi : 20-30/ LPB Kuning keruh (+) Kuning kemerahan (+) 11 .1ºC 120/80 mmHg (-) 1100 cc 450 cc 25 kg (+) (+) (+) (+) Darah Samar : 250 ul (+) (-) 12– 12.Tekanan darah Pemeriksaan Fisik : Mata Palpebra edema Input (minum) Output (urine) Berat badan Therapi: Bed Rest Diet rendah garam+protein Ampisilin 1 gr/8 jam - .

6 ºC 90/60 mmHg (+) 1000 cc 750 cc 25 kg (+) (+) (+) Kuning kemerahan (-) Tak terhitung / LPB 2-5/ LPB (+) (-) (-) 88 x/menit 28 x/menit 37.Tekanan darah Pemeriksaan Fisik : Mata Palpebra edema Input (minum) Output (urine) Berat badan Therapi: Bed Rest Diet rendah garam+protein Ampisilin 500 mg/6 jam Lab : Urin - Warna Protein Sedimen Eritrosit Leukosit Silinder eritrosit Silinder leukosit Silinder hialin 12 .2010 (-) (-) 15 – 12 – 2010 (-) (-) Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign: Nadi Pernafasan Suhu Tampak sakit sedang Compos mentis 86 x/menit 24 x/menit 36.Silinder eritrosit Silinder leukosit Silinder hialin Tak terhitung / LPB 10-20/ LPB (+) (-) (-) Dfsdfsdf TANGGAL Keluhan: Kencing berwarna merah Mata sembab 14– 12.2ºC 90/70 mmHg (-) 950 cc 800 cc 25 kg (+) (+) (+) Kuning kemerahan (-) Tak terhitung / LPB 2-5/ LPB (+) (-) (-) .

TANGGAL Keluhan: Kencing berwarna merah 21– 03.Mata sembab Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign: Nadi Pernafasan Suhu Tampak sakit ringan Compos mentis 86 x/menit 28 x/menit 36.2005 (-) 24 – 01 – 2005 (-) 13 .Tekanan darah Pemeriksaan Fisik : Mata Palpebra edema Input (minum) Output (urine) Berat badan Therapi: Bed Rest Diet rendah garam+protein Ampisilin 500 mg/6 jam Lab : Urin - Warna Protein Sedimen Eritrosit Leukosit Silinder eritrosit Silinder leukosit Silinder hialin TANGGAL Keluhan: Kencing berwarna merah 23– 03.2005 (+) (-) 22 – 03– 2005 (+) (-) .1ºC 90/60 mmHg (-) 1100 cc 750 cc 20 kg (+) (+) (+) Kuning kemerahan (-) Tak terhitung / LPB 2-3/ LPB (-) (-) (-) .2 ºC 90/60 mmHg (-) 1000 cc 850 cc 20 kg (+) (+) (+) Kuning kemerahan (-) Tak terhitung / LPB 2-3/ LPB (-) (-) (-) 84 x/menit 24 x/menit 36.

.1ºC 90/60 mmHg (-) 1100 cc 800 cc 20 kg (+) (+) (+) Kuning kemerahan (-) 20-30 / LPB 2-3/ LPB (-) (-) (-) .2 ºC 90/60 mmHg (-) 1000 cc 900 cc 20 kg (+) (+) (+) Kuning kemerahan (-) 30-40 / LPB 2-3/ LPB (-) (-) (-) (-) 84 x/menit 24 x/menit 36.2010 : Pasien pulang atas permintaan sendiri Anjuran pulang : Bed rest total selama 3-4 minggu 14 .Ampisilin 500 mg/6 jam Lab : Urin Warna Protein Sedimen Eritrosit Leukosit Silinder eritrosit Silinder leukosit Silinder hialin Tgl 16 .Mata sembab Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign: Nadi Pernafasan Suhu (-) Tampak sakit ringan Compos mentis 86 x/menit 28 x/menit 36.12 .Tekanan darah Pemeriksaan Fisik : Mata Palpebra edema Input (minum) Output (urine) Berat badan Therapi: Bed Rest Diet rendah garam+protein .

IX. Diagnosis Akhir Glomerulonefritis akut GLOMERULONEFRITIS AKUT Glomerulonefritis akut adalah suatu reaksi imunologis pada ginjal terhadap bakteri atau virus tertentu.Obat pulang : Ampicillin 4 x 500 mg selama 5 hari. Yang sering terjadi adalah akibat infeksi kuman Streptococcus β15 .

25. trombosis vena renalis. terutama di traktus respiratorius bagian atas dan kulit oleh kuman Streptococcus β-haemolyticus grup A tipe 12. Patogenesis Hasil penyelidikan klinis-imunologis dan percobaan pada binatang menunjukan adanya kemungkinan proses imunologis sebagai penyebab. Dari tipe tersebut di atas. GNA juga dapat disebabkan oleh sifilis. Mungkin faktor iklim. Timbulnya GNA didahului oleh infeksi ekstra renal.haemolyticus grup A yang nefritogenik. 16. purpura anafilaktoid dan lupus eritematous. keadaan gizi. keadaan umum. Beberapa penyelidik mengajukan hipotesis sebagai berikut : 16 . 2. tipe 12 dan 25 lebih bersifat nefritogenik dari pada yang lain. dan faktor alergi mempengaruhi terjadinya GNA setelah infeksi dengan kuman Streptococcus. tridion). keracunan (timah hitam. Hubungan antara GNA dengan infeksi Streptococcus ini dikemukakan pertama kali oleh Lohlein pada tahun 1907 dengan alasan bahwa : 1. tidaklah diketahui. dan 49. 3. Merupakan penyebab tersering gross hematuria pada anak. Mengapa tipe yang satu lebih bersifat nefritogenik dari pada yang lain. 4. penyakit amiloid. Timbulnya GNA setelah infeksi skarlatina Diisolasinya kuman Streptococcus βhaemolyticus grup A Meningkatnya titer anti Streptolisin pada serum penderita Antara infeksi bakteri dan timbulnya GNA terdapat pada masa laten selama lebih kurang 10 hari. Etiologi Penyakit ini sering ditemukan pada anak berumur 3-7 tahun dan lebih sering mengenai anak pria dibandingkan anak wanita.

Edema merupakan akibat dari retensi air dan garam. 17 . Manifestasi klinis Gambaran klinis dapat bermacam-macam. Streptococcus nefritogen dan membrana basalis glomerulus mempunyai komponen antigen yang sama sehingga dibentuk zat anti yang langsung merusak membrana basalis ginjal. Kadangkala disertai edema ringan yang terbatas disekitar mata atau diseluruh tubuh. 3. kemudian pada akhir minggu I menjadi normal kembali. Gejala yang sering ditemukan ialah hematuria / kencing berwarna merah daging. Tergantung dari besarnya kerusakan ginjal. nyeri abdomen dan demam adalah sering. Kadang-kadang gejala ringan tetapi tidak jarang pasien datang dengan gejala berat. Fase akut biasanya hilang dalam 2 bulan setelah onset tetapi kelainan urin dapat menetap hingga lebih dari 1 tahun. Gejala nonspesifik seperti malaise. letargi. muntah. hipertensi dan oliguria pun berbeda. Hipertensi ini timbul karena vasospasme atau iskemia ginjal dan berhubungan dengan gejala serebrum dan kelainan jantung. Proses autoimun kuman Streptococcus yang nefritogen dalam tubuh menimbulkan badan autoimun yang merusak glomerulus. letargi. Pasien kadang-kadang datang dengan gejala gagal jantung kongestif atau sembab paru. Terbentuknya kompleks antigen antibody yang melekat pada membrana basalis glomerulus dan kemudian merusaknya. Hipertensi terdapat pada 60-70% anak dengan GNA pada hari I. 2. disorientasi. Bila terdapat kerusakan ginjal maka tekanan darah akan tetap tinggi selama beberapa minggu dan menjadi permanent bila keadaan penyakitnya menjadi kronis. dan kejang. derajat edema.1. Hipertensi sering dijumpai bahkan terlihat ensefalopati hipertensif yang ditunjukan dengan adanya gejala sakit kepala. Kerusakan pada ginjal sangat beragam dari hematuria mikroskopik yang asimptomatik dengan fungsi ginjal yang normal hingga gagal ginjal akut.

kulit. leukosituria). Hematuria makrokopis ditemukan pada 50% penderita. Umumnya edema berat bila terdapat oliguria dan gagal jantung. konstipasi dan diare tidak jarang menyertai penderita GNA. ureum. garam. kelainan 18 . Ion natrium dan air diresorpsi kembali sehingga diuresis berkurang (oligura dan anuria) dan ekskresi natrium berkurang. edema. leukosit (+). hiperfosfatemia. hipertensi. eritrosit (++). Filtrasi air. ureum diresorpsi kembali lebih dari biasa. berat jenis meninggi.Oliguria serta anuria tidak jarang dikeluhkan. proteinuria. eritrosit dan hialin. silinderuria. Pemeriksaan Laboratorium Laju endap darah meninggi. silinder leukosit. dll) yang kemudian diikuti dengan terjadinya gejala nefritis akut yang terdiri atas kelainan kemih (oliguria. Akhirnya terjadi insufisiensi ginjal akut dengan uremia. Albumin serum sedikit menurun. Fungsi tubulus relative kurang terganggu. hematuria. kadar Hb menurun sebagai akibat hipervolemia (retensi garam dan air). telinga. hidremia dan asidosis metabolik. Ureum dan kreatinin darah meningkat. Titer anti Streptolisin umumnya meningkat kecuali kalau infeksi Streptococcus yang mendahuluinya hanya mengenai kulit saja. Gejala gastrointestinal seperti muntah. Kadang gejala panas tetap ada walaupun tidak ada gejala infeksi lain yang mendahuluinya. dan zat-zat lainnya berkurang dan sebagai akibatnya kadar ureum dan kreatinin dalam darah meningkat. Pada pemeriksaan urin didapatkan jumlah urin mengurang. Dasar Diagnosis Penderita umumnya berumur lebih dari 4 tahun dan penyakit timbul biasanya 10-14 hari setelah infeksi Streptococcus β-haemolyticus grup A diluar ginjal (saluran nafas bagian atas. tidak nafsu makan. Suhu badan tidak terlalu tinggi tetapi dapat tinggi sekali pada hari pertama. granuler / eritrosit / leukosit. Uji fungsi ginjal normal pada 50% penderita. Demikian juga komplemen serum (globulin betaIC). Selama fase akut terdapat vasokonstriksi arteriola glomerulus yang mengakibatkan tekanan filtrasi menjadi berkurang dan karena hal ini kecepatan filtrassi golemerulus pun menjadi kurang. sakit kepala. Ditemukan pula albumin (+).

anemia def. Diagnosis Pada urinalisa terdapat sel darah merah. 15–35 th. 2:1 ♂ 90% Jarang 10–20% 25% 60% Tidak ada Sindrom nefritik 90% akut Hematuria asimptomatik Sindrom nefrotik Hipertensi Gagal ginjal akut Lain Kadang 10–20% 70% 50% (transient) Masa laten 1–3 mgg ASO titer (70%) Laboratorium ANCA (+) 19 . Konfirmasi diagnosis dibutuhkan untuk bukti adanya infeksi streptococcus.biokimiawi darah karena gangguan faal ginjal (meningkatnya kadar ureum dan kreatinin) dan kelainan parameter imunologik (meningkatnya ASTO. Harus diperiksa peningkatan kadar antibodi terhadap Streptococcus antigen (ASTO). juga silinder eritrosit dan proteinuria. 2:1 ♂ ♂ 50% 50% Jarang 30–50% Sangat jarang Mengikuti sindrom viral Serum IgA (50%) 15–30 th. Kultur specimen tenggorok yang positif dapat mendukung diagnosis atau bahkan menbuktikan adanya karier. TABLE 517–3.besi anti-GBM antibodi (+) Rata2 58 th. kadang trombositopenia). 2:1 rata2 7 th. 6:1 ♂ 90% Jarang Jarang Jarang 50% Pulmonary hemorrhage. Anemia normokrom ringan dapat timbul berkaitan dengan hemodilusi dan hemolisis derajat rendah. menurunnya komplemen C3 dan kadang-kadang C2 dan C4) serta kelainan hematologik (anemia. leukosit PMN. Summary of Primary Renal Diseases That Present As Acute Glomerulonephritis Post streptococcal Glomeruloneph ritis (PSGN) IgA Nephropathy Membrano proliferative Glomerulo Nephritis Idiopathic Rapidly Progressive Glomerulo nephritis (RPGN) Penyakit Gejala klinis Umur & sex Semua umur.

Glomerular disorders. Philadelphia. 2. 19th ed. C3 Tak ada deposit 75% stabil atau membaik jika diterapi dini Crescentic GN Granular IgG. 20 . Modified from Couser WG. Vol 1. 1992. hiperfosfatemia.streptozyme (+) (95%) ↓ C3–C9 Normal C1. gagal jantung. GBM = glomerular basement membrane. hipokalsemia. C4 Immunogenetik Renal pathology Mikroskop cahaya Immuno fluoresensi Mikroskop elektron Prognosis Proliferasi difus HLA-B12. p 552. C3 Diffuse mesangial IgA Subepithelial humps 95% sembuh spontan 5% RPGN atau progresif lambat Mesangial deposits Progresif lambat 25– 50% Deposit imun (-) Tak ada deposit 75% stabil atau membaik jika diterapi dini Treatment Suportif Tidak ada Plasma exchange. GN = glomerulonephritis. In: Wyngaarden JB. Hipertensi ensefalopati merupakan gejala serebrum karena hipertensi diakibatkan spasme pembuluh darah local dengan anoksia dan edema otak. kejang dan uremia. WB Saunders. Komplikasi Komplikasi berkaitan dengan gagal ginjal akut. ANCA = antineutrophil cytoplasm antibody. termasuk kelebihan cairan. Ig = immunoglobulin. asidosis. Bennett JC (eds): Cecil Textbook of Medicine. Meskipun oliguria dan anuria yang lama jarang terdapat pada anak. namun bila hal ini terjadi maka dialysis peritoneum kadang diperlukan. D “EN” (9) IgA di kapiler dermis HLA-Bw 35. cyclophosphamide Steroid pulse therapy *Relative risk. hipertensi. 1. Smith LH. Oliguria dan anuria dapat berlangsung 2-3 hari akibat berkurangnya filtrasi glomerulus. DR4 (4) HLA-DR2 (16) Tidak ada Proliferasi fokal Fokal → difus proliferasi dengan crescents Linear IgG. hiperkalemia. steroid.

obat antihipertensi (diuretik. diberi makanan rendah protein (1 gr/kgBB/hari) dan rendah garam ( 1 gr/hari). Istirahat mutlak selama 3-4 minggu. tidak ada bukti yang menunjukan pemberian antibiotik dapat mempengaruhi beratnya glomerulonefritis. Makanan lunak diberikan pada penderita dengan suhu tinggi dan makanan biasa pada suhu normal kembali. Aktivitas harus dikurangi terutama pada fase akut dimana komplikasi gagal ginjal akut dapat timbul. 3.3. 4. dan meningginya tekanan darah yang bukan saja karena hipertensi juga karena volume plasma yang bertambah. Pemberian cairan dikurangi. ortopneu. Pada penderita tanpa komplikasi. Bila ada anuria atau muntah. 2. Pemberian antibiotik Pemberian antibiotik sistemik selama 10 hari dengan penisilin. Anemia karena hipervolemia selain sintesis eritropoetik yang menurun. 4. terdapatnya ronkhi basah. 1. 21 . ACE inhibitor) diindikasikan untuk mengobati hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi dari hipertensi. pembesaran jantung. Pengobatan Tidak ada terapi spesifik untuk glomerulonefritis akut post streptococcus. maka jumlah cairan yang diberikan harus dibatasi. pemberian cairan disesuaikan dengan kebutuhan sedangkan bila ada komplikasi seperti gagal jantung. dianjurkan untuk membatasi penyebaran organisme nefritogenik. diberikan IVFD dengan larutan glukosa 10%. hipertensi dan oliguria. edema. Dietetik Pada fase akut. Gangguan sirkulasi berupa dispnoe.

6. Pencegahan Terapi antibiotik sistemik awal pada infeksi streptokokus pada sistem pernafasan dan kulit tidak mengurangi resiko terjadinya glomerulonefritis. Prognosis Sembuh total pada lebih dari 95% anak dengan glomerulonefritis post streptococcal akut. 7. fase akut dapat sangat berat dan mengarah ke hialinisasi glomerulus dan insufisiensi ginjal kronik. Bila timbul gagal jantung maka diberikan digitalis. Komplemen serum menjadi normal dalam 6-8 minggu. Prognosis baik dipengaruhi oleh faktor makin muda umur penderita. Kadang. Diuretikum dapat diberikan untuk mengatasi retensi cairan dan hipertensi dengan pemberian furosemid (Lasix) 1 mg/kgBB/hari. Mortalitas pada fase akut dapat dihindari dengan penanganan yang tepat pada gagal ginjal akut atau gagal jantung dan hipertensi. Diuresis akan menjadi normal kembali dalam 7-10 hari setelah awal penyakit dengan menghilangnya sembab dan secara bertahap tekanan darah menjadi normal kembali. hemodialisis.5. Bila anuria berlangsung lama (5-7 hari). Kambuh sangat jarang terjadi. Fungsi ginjal membaik dalam 1 minggu dan menjadi normal dalam waktu 3-4 minggu. DAFTAR PUSTAKA 22 . beratnya gangguan faal ginjal dan penyulitnya. maka ureum harus dikeluarkan dari dalam darah dengan beberapa cara misalnya dengan dialysis peritoneum. bilas lambung dan usus. Kelainan sediment urin akan tetap terlihat selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pada sebagian besar penderita. sedativum dan oksigen.

edition Part XXII section 2 chapter 519 akut. 23 . 2. hal.1. hal.525-539. Glomerulonefritis ketiga. Dalam Buku Ilmu Kesehatan Anak. Jilid II. 835-839 Ilmu Kesehatan Anak. In Nelson Textbook of Pediatrics 16th Staf pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Jakarta. Jakarta : Media Aesculapius. 2000. 3. Dalam Kapita selekta Kedokteran edisi Acute Glomeruonephritis. Balai Pustaka FKUI.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.