PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI PADA SISWA

KELAS X SEMESTER 2 SMA NEGERI 8 SEMARANG TAHUN AJARAN 2006/2007
SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Geografi Universitas Negeri Semarang

Oleh NURSEHA NIM 3201403046

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada:

Hari Tanggal

: Selasa : 17 Juli 2007

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. Eva Banowati, M.Si NIP. 131813652

Rahma Hayati, S.Si, M.Si NIP. 132215110

Mengetahui Ketua Jurusan Geografi

Dra. Erni Suharini, M.Si NIP. 131764047

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : Senin : 6 Agustus 2007

Penguji Skripsi

Drs. Abraham Palangan NIP. 130529944

Anggota I

Anggota II

Dra. Eva Banowati, M.Si NIP. 131813652

Rahma Hayati, S.Si, M.Si NIP. 132215110

Mengetahui: Dekan Fakultas Ilmu Sosial

Drs. Sunardi, MM 130367998

iii

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar hasil karya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat didalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasar kode etik ilmiah penelitian. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Semarang, 17 Juli 2007

NURSEHA 3201403046

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
“Ilmu merupakan perbendaharaan, kuncinya adalah bertanya, karena itu bertanyalah kalian, semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kalian. Sehubungan dengan masalah ini ada empat orang yang diberi pahala, yaitu: oreang yang bertanya; orang yang mengajarkan ilmu; orang yang mendengarkan ilmu; dan orang yang mencintai ketiganya.”(HR: abu Naim melalui Ali k.w.) PERSEMBAHAN : “Untuk bapak dan ibu yang senantiasa dan selalu berada disamping le, mengajarkan bagaimana menghadapi dunia ini, yang selalu bilang “bapak dan ibu percaya sama le”, dan yang selalu dan selalu memberi doa dan semangat. Semuanya buat bapak dan ibu... “yach…hanya buat bapak dan ibu…” istriku yang selalu setia dan sabar menanti disetiap langkahlangkahku, yang menjadi cahaya semangat dalam setiap perjuanganku. “Buat mbak rolly, mbak wanty, yang juga tak pernah lelah memberikan motivasi, ini yang bisa seha persembahkan dan ucapan terima kasih atas semua restunya dan buat adikku rizal semoga kelak bisa lebih baik dari kanda”

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan segala limpahan rahmat, hidayah dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan skripsi. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat tugas akhir perkuliahan di Universitas Negeri Semarang. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan tempat bagi penulis menimba ilmu 2. Drs. Sunardi, MM, Dekan Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ijin penelitian 3. Dra. Erni Suharini, M.Si, Ketua Jurusan Geografi yang telah memberikan ijin penelitian 4. Dra. Eva Banowati, M.Si, Dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan motivasi kepada penulis selama proses penyusunan skripsi. 5. Rahma Hayati, S.Si, M.Si. dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan motivasi kepada penulis selama proses penyusunan skripsi. 6. Drs. Abraham Palangan, Dosen Penguji yang telah memberikan koreksi dan masukan yang sangat bermanfaat terhadap skripsi penulis. 7. Drs. Sri Santoso, Kepala Dinas Pendidikan Semarang yang telah memberikan ijin penulis melaksanakan penelitian.

vi

8. Dra. Hj. Kastri Wahyuni, S.Pd, MM. Kepala Sekolah SMAN 8 Semarang yang telah memberikan ijin penulis melaksanakan penelitian. 9. Endang Susilaningsih, S.Pd. Guru Geografi SMA Negeri 8 Semarang yang ikut mengarahkan penulis dalam melaksanaan penelitian 10. Ayah dan Ibu yang telah memberikan motivasi, kasih saying, dan doa restu yang tak pernah putus dan tulus dalam setiap langkahku. 11. Kakak-kakakku tercinta Rolipah, Rochwanti dan adikku Rizal faulana yang selalu memberikan semangat. 12. Istriku tercinta Ima Nurjanah, terima kasih atas semua kesabaran, penantian, dan doa yang terus tercurahkan. 13. Ferani Mulianingsih, Oktia Fajri PH, Wahyu Imaningtyas. Yang telah membantu dalam penelitian skripsi. 14. Teman-teman pendidikan Geografi angkatan 2003 yang telah memberikan motivasi kepada penulis 15. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, dunia pendidikan serta para pembaca pada umumnya. Semarang, 17 Juli 2007

Penyusun NURSEHA

vii

SARI Nurseha. 2007: Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Siswa Dalam Pembelajaran Berbasis Kompetensi Terhadap Prestasi Belajar Geografi Pada Siswa Kelas X Semester 2 SMA Negeri 8 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007 Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Prestasi Belajar LKS merupakan lembaran-lembaran yang berisikan pedoman bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar pada pokok kajian tertentu. penggunaan LKS merupakan salah satu faktor instrumental prestasi belajar. LKS digunakan sebagai sarana pembantu guru dalam menyusun pelajaran, sebagai sarana guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran serta membantu mengaktifkan siswa dalam menemukan dan mengembangkan konsep serta ketrampilan proses, juga meningskatkan aktifitas dan prestasi belajar Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: LKS merupakan produk kurikulum 1994, akan tetapi pamanfaatannya masih digunakan pada kurikulum 2004, sehingga bertolak dari perubahan itulah penulis mencoba meneliti pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar geografi pada sistem pembelajaran berbasis kompetensi. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar geografi pada sistem pembelajaran berbasis kompetensi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X di SMA Negeri 8 Semarang tahun ajaran 2006/2007. Sedangkan untuk menentukan sampel digunakan teknik cluster random sampling atau sampel kelompok yaitu cara pengambilan sampel secara acak berdasarkan pada kelompok kelas. Dari 9 kelas terambil secara acak 2 kelas sebagai sampel dari hasil undian. Dimana didapat kelas X.A sebagai kelas eksperimen dan kelas X.C sebagai kelas kontrol. Hipotesis penelitian berbunyi, bahwa dalam proses belajar mengajar yang menggunakan LKS akan menghasilkan prestasi belajar geografi yang lebih baik dibanding prestasi belajar geografi pada siswa yang diajar tidak menggunakan LKS, bagi siswa kelas X semester 2 SMA Negeri 8 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007. Dari analisa penelitian diperoleh hasil sebagai berikut, bahwa hasil uji statistik t-tes diperoleh t-hitung: 2,601 dan dengan dk 68 pada taraf signifikan a: 5% serta t-tabel: 1,67 dengan uji dua pihak t-hitung berada diluar interval: 1,67 Jadi hipotesis nol (Ho) yang berbunyi tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang menggunakan LKS dengan siswa yang tidak menggunakan LKS hasilnya tidak terbukti atau tidak diterima, sedangkan hipotesis 1 (H1) yang berbunyi prestasi belajar geografi pada siswa yang diajar menggunakan LKS lebih baik dari prestasi belajar geografi pada siswa yang diajar tanpa menggunakan LKS hasilnya terbukti sehingga dapat diterima

viii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL PERSETUJUAN PEMBIMBING......................................................................... i PENGESAHAN KELULUSAN ........................................................................... ii PERNYATAAN.................................................................................................... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv KATA PENGANTAR .......................................................................................... v SARI......................................................................................................................vii DAFTAR ISI.........................................................................................................viii DAFTAR TABEL................................................................................................. x DAFTAR GAMBAR ...........................................................................................xi DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................xii BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul................................................................................ 1 B. Penegasan Istilah.......................................................................................... 4 C. Rumusan Masalah ........................................................................................ 5 D. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5 E. Manfaat Penenlitian ..................................................................................... 5 F. Sistematika Penulisan Skripsi ...................................................................... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Belajar ............................................................................................. 7 B. Pembelajaran Geografi................................................................................. 9 ix

C. Lembar Kerja Siswa.....................................................................................11 D. Prestasi Belajar.............................................................................................17 E. Hipotesis.......................................................................................................18 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penentuan Obyek Penelitian ...........................................................19 B. Variabel Penelitian .......................................................................................20 C. Validitas, Realibilitas, Daya Pembeda, Indeks Kesukaran Soal ..................21 D. Metode Pengumpulan Data ..........................................................................25 E. Metode Analisis ...........................................................................................25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ............................................................28 B. Tahap Persiapan ...........................................................................................30 C. Tahap Pelaksanaan .......................................................................................31 D. Gambar Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran...............................................35 E. Hasil Penelitian ............................................................................................37 F. Pembahasan..................................................................................................46 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ..................................................................................................65 B. Saran.............................................................................................................66 Daftar Pustaka .......................................................................................................67 Lampiran-Lampiran ..............................................................................................69

x

DAFTAR TABEL

Halaman: Tabel 1 Distribusi Materi Geografi SMA Kelas X Semester 2 Antara Kurikulum 1994 Dengan Kurikulum 2004 ............................................ 15 Tabel 2 Skenario Pembelajaran Kelompok Eksperimen....................................... 32 Tabel 3 Skenario Pembelajaran Kelompok Kontrol ............................................. 34 Tabel 4 Perhitungan Validitas Soal....................................................................... 37 Tabel 5 Perhitungan Realibilitas Instrumen.......................................................... 38 Tabel 6 Daya Pembeda Instrument ....................................................................... 39 Tabel 7 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal....................................................... 40 Tabel 8 Nilai Tugas Kelompok Eksperimen dan Kontrol..................................... 41 Tabel 9 Nilai Pre Test dan Pos Test ...................................................................... 43 Tabel 10 Analisa Data Nilai T-Test ...................................................................... 44 Tabel 10 Uji Peningkatan Prestasi Belajar............................................................ 46

xi

DAFTAR GAMBAR

Halaman: Gambar 1 Rancangan Penelitian Desain Pasca test Subyek Acak Dua kelompok ....................................................................... Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 Peta Lokasi Penelitian........................................................... Proses Pelaksanaan Pre Test Pada Kelompok Eksperimen .. Proses Kegiatan Belajar Mengajar Pada Eksperimen ........... Pelaksanaan Diskusi Pada Materi Keterbatasan Ekologi dan Pemecahan Masalahnya ................................................. Gambar 6 Siswa Menunjukan Wilayah Persebaran Konservasi Pada Peta Indonesia Pada Kelompok Eksperimen ........................ Gambar 7 Siswa Menunjukan Wilayah Persebaran Konservasi Pada Kelompok Kontrol ............................................................... Gambar 8 Pelaksanaan Post Test Pada Kelompok Kontrol ................... 36 37 36 36 26 29 35 35

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman: Lampiran 1 Data Keadaan Awal............................................................... Lampiran 2 Uji Kesamaan Keadaan Awal Dari Populasi.......................... Lampiran 3 Uji Homogenitas Populasi ...................................................... Lampiran 4 Uji Normalitas Kelas X.1-X.9 ................................................ Lampiran 5 Instrumen Soal Uji Coba ........................................................ Lampiran 6 Lembar Jawaban Uji Coba ..................................................... Lampiran 7 Hasil Analisis Uji Coba .......................................................... Lampiran 8 Perhitungan Validitas Item ..................................................... Lampiran 9 Perhitungan Realibilitas Instrumen ........................................ Lampiran 10 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal ................................... Lampiran 11 Perhitungan Daya Pembeda Soal.......................................... Lampiran 12 Data Pre Test dan Post Test.................................................. Lampiran 13 Uji Kesamaan 2 Rata-rata Pre Test Antara Kelompok Eksperimen dan Kontrol ....................................................... Lampiran 14 Uji Perbedaan 2 Rata-rata Antara Kelompok Eksperimen dan Kontrol.. ......................................................................... Lampiran 15 Kisi-kisi Soal Uji Coba Obyektif Kelompok Kontrol .......... Lampiran 16 Kisi-kisi Soal Uji Coba Kelompok Eksperimen.................. Lampiran 17 Kisi-kisi Soal Uji Coba Uraian............................................. Lampiran 18 Kisi-kisi Lembar Observasi .................................................. Lampiran 19 Kriteria Pensekoran Afektif.................................................. Lampiran 20 Kriteria Pensekoran Psikomotorik........................................ Lampiran 21 Tabel Penilaian Afektif dan Psikomotorik Kelompok Eksperimen............................................................................ Lampiran 22 Tabel Penilaian Afektif dan Psikomotorik Kelompok Kontrol .................................................................................. Lampiran 23 Surat Ijin Penelitian Dekan Fakultas Ilmu Sosial................ 120 124 116 99 100 101 102 103 104 113 98 69 70 72 73 82 87 88 92 94 95 96 97

xiii

Lampiran 24 Surat Ijin Penelitian Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang............................................................................... Lampiran 25 Surat Keterangan Selesai Penelitian di SMA Negeri 8 Semarang............................................................................... 126 125

xiv

BAB I PENDAHULUAN

A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia kehidupan manusia. Pendidikan merupakan proses dalam pembangunan manusia untuk mengembangkan dirinya agar dapat menghadapi segala permasalahan yang timbul pada diri manusia itu sendiri. Menurut UndangUndang tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. (UU No. 20 Tahun 2003). Dalam proses pembelajaran suatu keberhasilan yang dapat dicapai siswa bukan hanya tergantung pada proses pembelajarannya, tetapi tergantung pula dari faktor siswa itu sendiri. Sudjana, (1987) dalam Yuningsih, (2006) mengemukakan hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar siswa atau lingkungan. Salah satu lingkungan belajar siswa yang dominan yang mempengaruhi hasil belajar di sekolah ialah kualitas belajar mengajar. Sehingga untuk mencapai keberhasilan kualitas belajar mengajar yang diharapkan perlu adanya suatu pendekatan yang relevan dengan tuntutan

1

2

kurikulum yang terus berubah. Sehingga apapun pendekatan yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar terutama dalam pembelajaran geografi, sudah seharusnya siswa diposisikan sebagai pusat perhatian utama. Pola pembelajaran di kelas tidak hanya dilakukan oleh diktatik, metodik apa yang digunakan, melainkan juga bagaimana peran guru geografi memperkaya pengalaman belajar siswa. Pengalaman belajar bisa diperoleh melalui serangkaian penjelajahan lingkungan secara aktif. Geografi sebagai disiplin ilmu yang mengkaji lingkungan, baik sosial maupun fisik, perlu memperhatikan dan memantapkan pembelajaran terhadap aspek keruangan, lingkungan, dan komplek wilayah dalam kajiannya, dimana dalam geografi pendekatan pembelajaran perlu mengutamakan pembelajaran kontekstual untuk mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan, sikap, dan keterampilan sosial. Pendekatan kontekstual dalam geografi dapat diwujudkan antara lain dengan mengajak siswa mengkaitkan pengetahuan yang dimilki dengan dunia nyata dilapangan.. Untuk mendapatkan tingkat kemandirian belajar geografi yang tinggi sesuai dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK) siswa harus dapat mengoptimalkan kemampuan belajar mandirinya dengan menyelaraskan berbagai kompetensi dasar mata pelajaran geografi dalam berbagai aspek yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap, atau meliputi kecakapan hidup dan kecakapan sikap. SMA negeri 8 Semarang adalah salah satu sekolah dimana metode pembelajaran pada mata pelajaran geografi telah menggunakan LKS sebagai

3

tugas terstruktur disamping buku paket dari Pemerintah Kota Semarang sebagai referensi utama. Penggunaannya mendasarkan pada salah satu landasan teoritis kurikulum berbasis kompetensi yakni bergesernya sehingga

pembelajaran

kelompok

kearah

pembelajaran

individual,

bagaimanakah setiap individual mampu memperlakukan LKS guna belajar sendiri sesuai dengan cara dan kemampuan masing-masing serta tidak bergantung pada orang lain. Dalam menghantarkan siswa mencapai pembelajaran kearah

individual tersebut di atas, banyak guru masih menggunakan LKS sebagai sarana pembelajaran, meskipun LKS adalah produk kurikulum 1994, yaitu kurikulum yang menekankan pada pendekatan CBSA. Dimana pada tahun 1994 LKS telah digunakan sebagai sarana pembantu guru dalam menyusun pelajaran, sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran serta membantu mengaktifkan siswa dalam menemukan dan mrengembangkan konsep serta ketrampilan proses. Seiring dengan perubahan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang telah disesuaikan dengan tujuan pendidikan, ternyata LKS masih banyak digunakan oleh guru dan siswa sebagai sarana belajar mengajar di sekolah. Bertolak dari beberapa faktor yang telah diuraikan di atas itulah penulis tertarik untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar siswa yang kini telah mengembangkan pembelajaran dengan sistem kurikulum berbasis kompetensi (KBK).

4

B. PENEGASAN ISTILAH Untuk memudahkan dalam penelitian dan menghindari salah pengertian, penulis memberi batasan-batasan istilah yang digunakan meliputi: 1. Pengaruh Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang/benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang (Poerwadarminta 1984). Pengaruh yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar siswa. 2. Lembar kerja siswa (lks) Lembar kerja siswa merupakan lembaran-lembaran yang berisikan pedoman bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar pada pokok kajian tertentu (Yuningsih, 2006). 3. Prestasi belajar Prestasi belajar diartikan sebagai penguasaan pengetahuan pengetahuan, keterampilan yang dikembangkan oleh guru pada siswa dalam mata pelajaran tertentu yang pada umumnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang diperoleh siswa (Poerwadarminta, 1984). Dalam penelitian ini prestasi yang dipakai yaitu pada nilai tugas individu, yaitu tugas yang diberikan setiap minggu atau periodik dalam bentuk tugas/soal uraian objektif atau non objektif, serta nilai ulangan harian, yaitu ulangan yang dilakukan secara periodik setiap materi pokok selesai diajarkan (Yamin, 2006) Dengan pokok bahasan lingkungan hidup dan pembangunan

berwawasan lingkungan.

5

C. PERMASALAHAN LKS merupakan produk kurikulum 1994, akan tetapi pamanfaatannya masih diguanakan pada kurikulum 2004. sehingga bertolak dari perubahan itulah penulis mencoba meneliti pengaruh pengguanaan LKS terhadap prestasi belajar geografi pada sistem pembelajaran KBK.

D. TUJUAN PENELITIAN Untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar geografi pada sistem pembelajaran berbasis kompetensi

E. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi guru khususnya guru mata pelajaran geografi dapat dijadikan pertimbangan bahwa perlunya peran siswa dalam mengambil kebijakan dalam memilih dan memakai alat pembelajaran yang sesuai. 2. Jika penggunaan LKS sangat mendukung dan berpengaruh positif terhadap aktifitas dan prestasi belajar, agar para guru dan siswa selalu menggunakan LKS tersebut disamping buku paket.

F. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI 1. Bagian Awal Skripsi A. Halaman Judul B. Persetujuan Pembimbing C. Motto dan Persembahan D. Kata Pengantar E. Sari

6

F. Daftar Tabel G. Daftar Gambar H. Daftar Lampiran 2. Bagian Isi Skripsi Terdiri Atas: A. Pendahuluan B. Tinjauan Pustaka dan Hipotesis C. Metodelogi Penelitian D. Hasil Penelitian dan Pembahasan E. Simpulan dan Saran 3. Bagian Akhir Skripsi Berisi: A. Daftar Pustaka B. Lampiran-lampiran

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Belajar Salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan adalah

penyempurnaan kurikulum. Indikator keberhasilan pembaharuan kurikulum ditunjukan oleh adanya perubahan pola kegiatan belajar mengajar, memilih media pendidikan, menentukan pola penilaian, dan pengelolaan kurikulum yang menentukan hasil pendidikan (Yuningsih 2006). Kurikulum diartikan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (UUSPN (1989), dalam KNPI (1994)). Kurikulum senantiasa berubah seiring dengan perkembangan jaman dan adanya perubahan kebijakan terhadap pendidikan oleh pemerintah pusat, seiring dengan adanya perubahan dan pengembangan kurikulum, kurikulum berbasis kompetensi lahir untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 1994. Kurikulum KBK merupakan istilah untuk kurikulum tahun 2004 yang diartikan sebagai suatu kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu (Mulyasa, 2003).

7

8

Depdiknas (2002), dalam Mulyasa (2003), mengemukakan bahwa kurikulum berbasis kompetensi memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun secara klasikal. 2. Berorientasi pada hasil belajar (learning out comes) 3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. 4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lain yang memenuhi unsur edukatif. 5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Kompetensi dalam hal ini diartikan sebagai pengetahuan,

ketrampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah melakukan proses belajar menjadi bagian dari dirinya, sehingga dapat mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik. Dalam hubungan dengan pembelajaran kompetensi menunjukan pada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam proses belajar yang mencakup aspek pengetahuan ketrampilan, nilai dan sikap, serta tahap-tahap pelaksanaan secara utuh. Pengertian belajar telah banyak didefinisikan oleh pakar psikologi. Menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. Belajar merupakan proses perubahan perilaku dalam arti luas, baik perubahan perilaku yang

9

bersifat laten (covert behavior), maupun perilaku yang tampak (overt behavior). Perubahan perilaku yang di sebabkan karena belajar pada umumnya bersifat permanent, yang berarti bahwa perubahan itu akan bertahan dalam waktu yang relatif lama, sehingga hasil belajar tersebut dapat di gunakan kembali ketika menghadapi situasi baru. (Gagne dan Berliner (1984), dalam Catharina (2004)). Secara sederhana penulis mengartikan bahwa belajar merupakan suatu proses yang terjadi untuk mengadakan perubahan terhadap diri manusia yang melakukan dari pengalaman dengan maksud memperoleh perubahan dalam dirinya baik berupa pengetahuan, ketrampilan maupun sikap.

B. Pembelajaran Geografi Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa (Linda, 2006). Menurut Darsono, dkk (2000) ciri-ciri pembelajaran dapat

dikemukakan sebagai berikut. 1. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan di rencanakan secara sistematis. 2. Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar. 3. Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa.

10

4. Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik. 5. Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa. 6. Pembelajaran dapat membuat siswa menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologis. Dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) mata pelajaran geografi SMA kelas X terdapat standar kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa, yaitu bahwa siswa harus mampu: 1. Menyimpulkan hakekat geografi . 2. Menafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai media baik peta maupun media citra. 3. Memprediksi dinamika perubahan atmosfer, litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi. 4. Membedakan morfologi pesisir dan laut serta ciri-cirinya. 5. Mendeskripsikan kualitas lingkungan hidup dan pembangunan

berwawasan lingkungan. (Depdiknas, 2003) Untuk mencapai standar kompetensi yang diinginkan, diperlukan kemandirian belajar yang tinggi sehingga siswa dapat mencapai taraf kemampuan yang maksimal. Adapun standar kemampuan yang harus di kuasai oleh siswa sebagai hasil dalam mempelajari geografi. Menurut Depdiknas (2003) adalah:

11

1. Kecakapan hidup (life skill) merupakan keterampilan untuk menciptakan atau menemukan pemecahan masalah-masalah baru dengan

menggunakan fakta, konsep, prinsip, atau prosedur yang telah dipelajari, misalnya setelah mempelajari dinamika pendidikan di harapkan dapat mempunyai kecakapan berfikir rasional, kecakapan sosial dan kecakapan akademik. 2. Kecakapan sikap (afektif) yaitu pertama sikap yang berkenaan dengan nilai, moral, tata susila, baik buruk dan sebagainya dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, sikap yang berhubungan dengan materi dan kegiatan pembelajaran seperti menyukai, memandang positif, menaruh minat, dan sebagainya terhadap masalah-masalah kependidikan. Karena geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan dimuka bumi (geosfer) dalam konteks keruangan dan kewilayahan serta interaksi manusia dengan lingkungan fisiknya (Daljoeni, 1982). Pembelajaran geografi dapat diartikan segala perangkat peristiwa yang dilakukan guru untuk mengarahkan anak didik dalam memahami mengenai berbagai fenomena gejala alam dan kehidupan dimuka bumi serta interaksi manusia dengan lingkungannya. C. Lembar Kerja Siswa 1. Pengertian LKS Lembar kerja siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran yang

digunakan sebagai pedoman di dalam pembelajaran serta berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dalam kajian teretentu.. LKS sangat

12

baik dipergunakan dalam rangka strategi heuristik maupun ekspositorik. Dalam strategi heuristik LKS dipakai dalam metode penemuan terbimbing, sedangkan dalam strategi ekspositorik LKS dipakai untuk memberikan latihan pengembangan.. Selain itu LKS sebagai penunjang untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat mengoptimalkan hasil belajar (Darmojo dan Kaligis, 1991; Depdiknas, 2004; Yuningsih, 2006). Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa LKS adalah media cetak yang terdiri dari satu atau dua lembar atau lebih yang diberikan kepada setiap siswa disatu kelas dengan tujuan untuk melakukan aktivitas belajar mengajar. LKS harus disusun dengan tujuan dan prinsip yang jelas. Adapun tujuan meliputi: (1) Memberikan pengetahuan dan sikap serta ketrampilan yang perlu dimiliki siswa, (2) Mengecek tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disajikan, (3) Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit dipelajari. Sedang prinsipnya meliputi: (1) Tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapor, tetapi hanya diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan, (2) Mengandung permasalahan, (3) Sebagai alat pengajaran, (4) Mengecek tingkat pemahaman, (3) Pengembangan dan penerapannya, (5) Semua

permasalahan sudah dijawab dengan benar setelah selesai pembelajaran (Yuningsih, 2006).

13

2. Peran dan Fungsi Lembar Kerja Siswa Peran LKS sangat besar dalam proses pembelajaran karena dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar dan penggunaannya dalam pembelajaran geografi dapat membantu guru untuk mengarahkan siswanya menemukan konsep-konsep melalui aktifitasnya sendiri. Disamping itu LKS juga dapat mengembangkan ketrampilan proses, meningkatkan aktifitas siswa dan dapat mengoptimalkan hasil belajar. Lembar kerja siswa mempunyai fungsi antara lain: a. Untuk tujuan latihan Siswa diberikan serangkaian tugas/aktivitas latihan. Lembar kerja seperti ini sering digunakan untuk memotivasi siswa ketika sedang melakukan tugas latihan. b. Untuk menerangkan penerapan (aplikasi) Siswa dibimbing untuk menuju suatu metode penyelesaian soal dengan kerangka penyelesaian dari serangkaian soal-soal tertentu. Hal ini bermanfaat ketika kita menerangkan penyelesaian soal aplikasi yang memerlukan banyak langkah. Lembaran kerja ini dapat digunakan sebagai pilihan lain dari metode tanya jawab, dimana siswa dapat memeriksa sendiri jawaban pertanyaan itu. c. Untuk kegiatan penelitian Siswa ditugaskan untuk mengumpulkan data tertentu, kemudian menganalisis data tersebut. Misalnya dalam penelitian statistika.

14

d. Untuk penemuan Dalam lembaran kerja ini siswa dibimbing untuk menyelidiki suatu keadaan tertentu, agar menemukan pola dari situasi itu dan kemudian menggunakan bentuk umum untuk membuat suatu perkiraan. Hasilnya dapat diperiksa dengan observasi dari contoh yang sederhana. e. Untuk penelitian hal yang bersifat terbuka Penggunaan lembaran kerja siswa ini mengikutsertakan sejumlah siswa dalam penelitian dalam suatu bidang tertentu (Yuningsih 2006) 3. Tabel distribusi materi Pada bagian tabel berisikan perbandingan persebaran materi, isi materi antara kurikulum 1994 dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004.

15

Tabel 1. Distribusi Materi Geografi Kurikulum 1994 Dengan Kurikulum 2004 Distribusi Materi Geografi SMA Kelas I Semester II Kurikulum 1994
I. Cuaca dan Iklim • • • • Lapisan Udara Cuaca Dan Iklim Daerah Konvergensi Pola Curah Hujan Kehidupan di Muka Bumi* II.1. Keanekaan Flora dan Fauna • • • • • Jenis Geologi Jenis Flora Berdasarkan Iklim dan Ketinggian Jenis Flora dan Persebaran di Dunia Jenis Fauna serta Persebaran Kaitannya dengan Bentukan Muka Bumi Usaha pelestarian Flora dan Fauna di Indonesia II.2. Sumber Daya Alam • • • Pertumbuhan Penduduk Piramida Penduduk Permasalahan Penduduk • • • • Flora Berdasarkan Faktor I. • • • II. • • • • • • • • • • • Litosfer Pengertian Litosfer Lapisan Bumi Bahan Pembentuk Lapisan Bumi Perairan Laut Mengukur Dalam Air Luat Suhu Air Laut Kadar Garam Air Laut Warna Air Laut Gerakan dan Kehidupan Air Laut Gelombang Air Laut Pengertian Tanah Menurut Para Ahli Jenis Tanah di Indonesia Klasifikasi Tanah Erosi dan Kerusakan Tanah Usaha Mengurangi Erosi Berwawasan Lingkungan* Kualitas Lingkungan Hidup Keterbatasan Ekologi Jaringan Lingkungan Identifikasi Dikonservasi Wilayah yang Interaksi Unsur-unsur

Kurikulum 2004

II. Lingkungan

III. Pedosfer

IV. Lingkungan Hidup dan Pembangunan

Sumber: Data Sekunder, 2007 * : Pokok bahasan yang diteliti

16

Dari data pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pergeseran sejumlah pokok bahasan baik distribusi, isi materi, maupun kompetensi yang harus dikuasai. Pada pokok bahasan lingkungan hidup sebagai materi yang penulis teliti, ditemukan perubahan antara kurikulum 1994 dengan kurikulum 2004 baik kompetensi yang harus dikuasai maupun isi materi. Pada kurikulum 1994 dengan pokok bahasan lingkungan kehidupan dimuka bumi mempunyai dua kompetensi dasar yaitu, keanekaan flora dan fauna serta sumber daya manusia dengan indikator yang harus dicapai yaitu: a. Menyebutkan pembagian 3 daerah flora dan fauna b. Menyebutkan pembagian 3 daerah penyebaran fauna di Indonesia c. Menyebutkan sedikitnya 3 usaha pelestarian flora dan fauna d. Menjelaskan cara penghitungan jumlah penduduk e. Menjelaskan cara memperkirakan jumlah penduduk dimasa yang akan datang f. Membuat piramida penduduk g. Mengatasi permasalahan penduduk Indonesia Pada kurikulum berbasis kompetensi 2004 materi lingkungan hidup telah dikaitkan dengan pembangunan berwawasan lingkungan serta dengan satu kompetensi dasar yang berbeda dengan kurikulum 1994 yaitu mendeskripsikan kualitas lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan dengan indikator yang harus dicapai yaitu:

17

a. Mengidentifikasi kualitas lingkungan hidup berdasarkan kriteria tertentu (Biofisik, Sosial, Ekonomi, Budaya) b. Menganalisa keterbatasan ekologi dalam pembangunan dan upaya mengatasinya c. Memberi contoh jaringan interaksi unsur-unsur lingkungan d. Mengidentifikasi wilayah yang dikonservasi e. Menyajikan informasi tentang persebaran wilayah konservasi Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk meneliti kembali adakah pengaruh penggunaan lembar kerja terhadap prestasi belajar geografi dengan perubahan kurikulum 1994 menuju kurikulum 2004, disamping adanya pergeseran distribusi materi, maupun standar kompetensi yang harus dikuasai.

D. Prestasi Belajar 1. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar diartikan sebagai penguasaan pengetahuan, keterampilan yang dikembangkan oleh guru pada siswa dalam mata pelajaran tertentu yang pada umumnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang diperoleh siswa (Poerwadarminta, 1984). Prestasi belajar adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau memperoleh sesuatu (Winkel, 1983). Dalam penelitian ini prestasi belajar merupakan penguasaan pengetahuan keterampilan sebagai hasil dari pengalaman belajar yang

18

diperoleh peserta didik dari proses interaksi antara guru, peserta didik dan lingkungan khususnya dalam menelaah, mengkaji dan mempelajari mata pelajaran geografi. Dalam penelitian ini prestasi yang dipakai pada nilai tugas individu, yaitu tugas yang diberikan setiap minggu atau periodik dalam bentuk tugas/soal uraian objektif atau non objektif, serta nilai ulangan harian, yaitu ulangan yang dilakukan secara periodik setiap materi pokok selesai diajarkan (Yamin, 2006) Dengan pokok bahasan lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan.

E. HIPOTESIS Dalam penelitian ini hipotesis (H1) yang diambil oleh penulis adalah bahwa dalam proses balajar mengajar yang menggunakan LKS akan

menghasilkan prestasi belajar geografi yang lebih baik dibanding prestasi belajar geografi pada siswa yang diajar tidak menggunakan LKS, bagi siswa kelas X semester 2 SMA Negeri 8 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007.

BAB III METODE PENELITIAN

Suatu penelitian dapat berjalan efektif apabila ditempuh berdasarkan suatu metode yang baik sehingga tujuan dalam penelitian akan tercapai. Dalam metode penelitian ini meliputi beberapa tahapan sebagai berikut: 1) Metode penelitian obyek penelitian 2) Variabel 3) Validitas test, Reliabilitas test. Daya pembeda, Indeks kesukaran soal 4) Metode pengumpulan data 5) Metode analisis data 1. Metode penentuan obyek penelitian a. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas I SMA Negeri 8 Semarang tahun ajaran 2006/2007. b. Sampel Pada penelitian ini untuk menentukan sampel digunakan tekhnik cluster random sampling atau sampel kelompok yaitu cara pengambilan sampel secara acak berdasarkan pada kelompok kelas. Dari 9 kelas terdiri: X.A, X.B, X.C, X.D, X.E, X.F, X.G, X.H, X.I, terambil secara acak 2 kelas sebagai sampel. Dimana didapat kelas X.A sebagai kelas eksperimen dan kelas X.C sebagai kelas kontrol.

19

20

Teknik pengundian,

yang dengan

digunakan alasan

yaitu

dengan kelas

menggunakan mempunyai

bahwa

setiap

kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel penelitian. Setelah dilakukan undian maka terpilihlah dua kelas yaitu kelas X.A dan kelas X.C, kemudian dilakukan undian lagi untuk menentukan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, setelah diadakan undian maka terpilih kelas X.C sebagai kelompok kontrol dan kelas X.A sebagai kelompok eksperimen. Adapun syarat lain dalam menentukan sampel yakni populasi haruslah homogen. Dimana kelas-kelas yang ada di SMA Negeri 8 Semarang adalah kelas yang homogen dengan alasan antara lain, siswa yang menjadi obyek penelitian duduk pada kelas yang sama, siswa mendapatkan materi yang sama, dan tidak adanya kelas unggulan sehingga siswa memiliki kemampuan yang sama serta analisis data pada pada nilai belajar yang memiliki nilai rata-rata yang hampir sama. 2. Variabel Dalam penelitian ini variabel yang diungkap ada 2 yaitu: a. Variabel bebas Variabel bebas yang mempengaruhi disebut variabel penyebab (x) (Arikunto. 1993). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah penggunaan LKS.

21

b. Variabel terikat Variabel terikat disebut variabel tak bebas (Y) ( Arikunto, 1993). Dalam penelitian ini sebagai variabel terikat adalah prestasi belajar siswa.

3. Validitas Tes, Reliabilitas Tes, Daya Pembeda, Indeks kesukaran. Pada penelitian ini validitas alat ukur atau tes digunakan content validity (validitas isi). “suatu tes dikatakan mempunyai content validity jika scope dan isi kurikulum yang sudah diajarkan” (Arikunto, 1987). Hal ini sudah dipenuhi pada penyusunan tes yang materinya yang bersumber pada GBPP dan buku-buku yang sudah berlaku saat ini. Sedang untuk menguji tingkat validitas masing-masing item soal digunakan rumus korelasi biserial sebagai berikut:

rpbis =

Mp − Mt St

p q

(Arikunto,1992). Keterangan: Mp Mt St p q : Rata-rata skor total yang menjawab benar pada butir soal : Rata-rata skor total : Standar deviasi skor total : Proporsi siswa yang menjawab benar pada setiap butir
:

Proporsi siswa yang menjawab salah pada setiap butir soal

22

Hasil

perhitungan

berupa

angka

korelasi

kemudian

dikonsultasikan dengan r tabel yang diperoleh dari rpbis dengan tarif signifikan 5% dan N yang sesuai dengan data. Apabila dalam perhitungan didapat rpbis
>

tabel, maka item soal tersebut valid.

(Arikunto, 1987). Untuk soal yang tidak memenuhi kriteria valid tidak dipakai atau diperbaharui.

Reliabilitas Tes Suatu alat ukur dikatakan handal, jika alat ukur tersebut dapat dipercaya, konstan atau stabil (Arikunto, 1987). Untuk menghitung reliabilitas soal obyektif digunakan rumus yaitu:

k ⎞ ⎛ M (k − M ) ⎞ R11 = ⎛ ⎜ ⎟ ⎜1 − ⎟ kVt ⎝ k −1 ⎠ ⎝ ⎠ Keterangan: k M Vt : Banyaknya butir soal : Rata-rata skor total : Varians total

(Arikunto, 1993). Hasil perhitungan r11 yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r tabel, dengan taraf signifikan 5%. Apabila r11 > r maka tes tersebut telah reliabel (Arikunto, 1997).

23

Daya Pembeda Soal

Daya pembeda soal adalah kemampuan dari soal untuk membedakan siswa yang pintar dengan siswa yang kurang pintar. Rumus yang digunakan untuk mencari daya pembeda soal (DP) adalah: DP = Keterangan : DP JBA JBB JSA : daya pembeda : Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok atas : Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok bawah : Banyaknya siswa pada kelompok atas (Suherman, 1990) Selanjutnya untuk mengetahui soal-soal yang akan dipakai berdasarkan daya pembeda soal digunakan klasifikasi: DP ≤ 0,00 : jelek 0,00 < DP ≤ 0,20 : cukup 0,20 < DP ≤ 0,40 : baik 0,40 < DP ≤ 1,70 : baik sekali 0,70 < DP ≤ 1,00 : sangat baik DP negatif semuanya tidak baik. Soal harus
JBA − JBB JS A

diganti/diperbaharui (Suherman, 1990). Butir-butir soal yang baik adalah butir-butir soal yang mempunyai indeks diskriminasi 0.4 sampai 0.7. Jadi untuk soal yang masuk dalam klasifikasi cukup dan jelek tidak dipakai atau diperbaharui.

24

Indeks Kesukaran Soal

Rumus yang digunakan untuk menentukan indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut:

IK =

JBA + JBB JS A + JS B

Keterangan : IK JBA JBB JSA JSB : Indeks kesukaran : Jumlah benar pada butir soal pada kelompok atas : Jumlah benar pada butir soal pada kelompok bawah : Banyaknya siswa pada kelompok atas : Banyaknya siswa pada kelompok bawah

(Suherman, 1990) Klasifikasi indeks kesukaran, soal sebagai tersebut: IK = 0,00 : terlalu sukar 0,00 < IK ≤ 0,30 : sukar 0,30 < IK ≤ 0,70 : sedang 0,70 < IK ≤ 1,00 : mudah IK = 1.00 : terlalu mudah Berdasarkan analisis butir soal uji coba diambil beberapa soal yang memenuhi kriteria validitas item, reliabilitas, daya pembeda soal dan indeks kesukaran soal untuk mengambil data penilaian.

25

4. Metode pengumpulan data

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan ada 3 macam yaitu. a. Dokumentasi Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan dalam mendapatkan keterangan mengenai nama-nama populasi penelitian, nilai mid semester, profil sekolah penelitian, serta dokumen sarana prasarana. b. Metode tes Tes diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diadakan proses belajar mengajar. Sebelum perangkat tes digunakan untuk penelitian maka diujicobakan terlebih dahulu kepada anggota populasi yang tidak menjadi sampel. Hasil ujicoba dianalisa untuk mengetahui apakah item-item soal tersebut memenuhi kualifikasi tes yang baik atau tidak. c. Observasi Metode observasi digunakan untuk mengetahui aktifitas siswa dalam proses pembelajaran selama penelitian, yang ditinjau dari segi afektif dan psikomotorik siswa.
5. Metode analisa data

a. Dalam penelitian ini analisa data untuk mengetahui pengaruh LKS terhadap prestasi belajar digunakan metode eksperimen sungguhan dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah “desain pasca
test subyek acak sepadan dua kelompok”.

26

Rancangan penelitian “desain pasca test subyek acak sepadan dua kelompok”. Dapat digambarkan sebagai berikut:
Kelompok Variabel bebas Variabel terikat

E K (Sudjana, 1996).

X -

Y Y

Rancangan gambar di atas untuk menunjukan langkah-langkah dari penelitian, pada kolom dua adalah perlakuan terhadap kelompok eksperimen yang menggunakan LKS, dan kelompok kontrol yang tanpa LKS. Sedangkan pada kolom tiga adalah prestasi belajar yang didapat antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Keterangan: E C X Y : kelompok eksperimen : kelompok kontrol : pemberian perlakuan : pengukuran hasil belajar dengan menggunakan tes

Pada akhir pelaksanaan eksperimen ke dua kelompok dikenal pengukurannya atau tes akhir dengan alat/instrumen yang sama. Hasil dari tes kedua kelompok tersebut dibandingkan dengan tehnik t-tes dengan rumus:

27

t = S

X

1

X +

2

1 n 1

1 n 2

Dengan
S = ( n 1 − 1 ) S 12 + ( n 2 − 1 ) S n1 + n 2 − 2
22

2

Keterangan:
X X
1

: Mean kelompok eksperimen : Mean kelompok kontrol : jumlah siswa pada kelompok eksperimen : jumlah siswa pada kelompok kontrol : varian kelompok eksperimen : varian kelompok kontrol

2

n1 n2 S12 S22

Dengan taraf signifikan 5% dan dk = n1 + n2 – 2, t- hitung ≥ t tabel maka Ha dalam penelitian diterima dan ditolak Ha jika t hitung mempunyai harga-harga lain (Sudjana, 1996). Metode pengolahan data menggunakan komputer

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Obyek Penelitian

1. Gambaran umum sekolah SMA Negeri 8 Semarang berdiri pada tahun 1985 dengan menempati areal lahan seluas 13.200 m2. Berada di Jalan Raya Tugu, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Dengan perbatasan kabupaten Kendal disebelah barat, dibelah selatan dengan kecamatan Mijen, serta kecamatan Tugu disebelah utara dan Kecamatan Semarang barat di sebelah Timur. 2. Kondisi Sekolah Secara umum kondisi sekolah SMA Negeri 8 Semarang masih terbilang sangat layak sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan jumlah kelas yang dimiliki sebanyak 25 kelas. 9 kelas untuk siswa kelas X, 8 kelas bagi siswa kelas XI serta 9 kelas untuk kelas siswa XII. 3. Sarana dan kurikulum Sarana penunjang pembelajaran di SMA Negeri 8 Semarang terbilang cukup memadai, seperti tersedia laboratorium fisika, laboratorium biologi, laboratorium kimia, ruang komputer, ruang multimedia, ruang UKS, serta aula kesenian dan olahraga. Kurikulum proses pembelajaran pada tahun ajaran 2006/2007 pada SMA Negeri 8 Semarang masih menggunakan sistem kurikulum 2004, yakni kurikulum berbasis kompetensi.

28

29

30

B. Tahap Persiapan

Sebelum memilih sampel dan memberi perlakuan terhadap sampel perlu dilakukan uji homogenitas, normalitas, dan uji kesamaan keadaan awal dari populasi (lihat lampiran 2-4). Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah populasi tersebut mempunyai tingkat homogenitas, berdistribusi normal dan mempunyai kesamaan varians populasi. Untuk dapat menghitung

homogenitas, normalitas, dan kesamaan keadaan awal populasi diperlukan data awal, data awal dalam penelitian ini adalah hasil ulangan tengah semester I kelas X mata pelajaran geografi siswa SMA Negeri 8 Semarang tahun ajaran 2006/2007. Langkah selanjutnya Sebelum penelitian dilaksanakan yaitu

pemberian treatmen kepada siswa sebagai subyek penelitian, terlebih dahulu diadakan uji coba soal penelitian terhadap siswa kelas XI yang sebelumnya pernah menerima materi pelajaran yang sama dengan tujuan mengetahui apakah lembar soal uji coba valid digunakan untuk mengukur kemampuan pengetahuan siswa tentang materi kualitas lingkungan hidup dan

pembangunan berwawasan lingkungan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap uji coba soal adalah: 1. Melakukan Ujicoba Soal Uji coba soal dilakukan supaya perangkat tes yang digunakan betul-betul baik untuk mengukur hasil akhir eksperimen. Soal diujicobakan kepada siswa kelas XII.A SMA Negeri 8 Semarang sebanyak 38 siswa, 1 minggu sebelum dilaksanakan ujicoba para siswa

31

terlebih dahulu diberitahukan. Dengan harapan para siswa dapat mengerjakan dengan baik. Dari 38 siswa kelas XII.A ternyata pada waktu pelaksanaan uji coba yang hadir hanya 35 siswa. Dan hasil ujicoba menunjukan dari sejumlah soal 35 hanya 8 soal yang tidak valid, sedangkan hasil perhitungan realibilitas tes menunjukan (r11):0,776 karena r (hitung):0,776 berada pada interval 0,6-0,8 maka dikatakan bahwa perangkat tes memiliki realibilitas yang tinggi. (Hasil ujicoba tes dapat dilihat pada lampiran 9 halaman 90) 2. Mencatat daftar nama-nama siswa kelas X.A dan kelas X.C yang terpilih sebagai sampel penelitian. 3. Menetapkan salah satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan kelas lain sebagai kelompok kontrol dengan cara melakukan undian. 4. Mencatat nilai tes awal (pre test) dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
C. Tahap Pelaksanaan

Dalam tahapan ini mulai diberikan treatmen yang berbeda dari kedua kelompok yang telah terpilih sebagai sampel penelitian, yaitu: 1. Kelompok yang telah tepilih sebagai kelompok eksperimen diberikan treatmen berupa pengajaran kualitas lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan yang disertai penggunaan LKS. 2. Pada kelompok terpilih sebagai kelompok kontrol hanya diberikan pengajaran mengenai kualitas ligkungan hidup tetapi tanpa disertai penggunaan LKS.

32

Tabel 2. Skenario Pembelajaran Kelompok Eksperimen

No 1

Tanggal kegiatan 1 Mei 2007
• •

Pembelajaran Pre test Siswa membaca LKS serta literatur lain yang relevan pada sub pokok bahasan kualitas lingkungan hidup berdasarkan kriteria tertentu, kemudian dicari permasalahan.

Siswa dimintai pendapat mengenai solusi dari setiap permasalahan yang ada Dengan membawa LKS serta literatur lain yang relevan siswa diajak kelapangan untuk pengamatan, setiap kelompok menganalisa kondisi lingkungan yang telah ditentukan guru. Kemudian menentukan keterbatasan ekologi dan upaya mengatasinya.

2

8 Mei 2007

Setiap

kelompok

mempresentasikan

hasil

pengamatan. 3 22 Mei 2007
• • • • •

Guru memasang peta Indonesia Siswa membaca materi sub pokok bahasan konservasi dan persebarannya pada LKS Guru memberikan wacana tambahan mengenai sub pokok bahasan konservasi dan persebarannya. Siswa mengkaitkan materi dengan contoh kehidupan yang nyata disekeliling lingkungannya. Siswa menunjukan dan menyebutkan wilayah persebaran konservasi dan jenisnya pada peta indonesia.

4

2 Juni 2007

• •

Umpan balik Pos test

Sumber: Data Primer, 2007

33

Skenario pembelajaran pada kelompok eksperimen dimaksudkan agar setiap langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan dapat dengan mudah untuk diarahkan pada kelompok tersebut, dimana penelitian ini materi kualitas lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan ditempuh dalam empat pertemuan, dan masing-masing pertemuan memakai metode pembelajaran yang bervariasi. Pada kelas eksperimen disetiap pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan LKS baik didalam kelas maupun saat dilapangan (pengamatan).

34

Tabel 3. Skenario Pembelajaran Kelompok Kontrol

No 1

Tanggal kegiatan 30 April 2007
• •

Pembelajaran Pre test Siswa membaca buku paket serta literatur lain yang relevan pada sub pokok bahasan kualitas lingkungan hidup berdasarkan kriteria tertentu, kemudian dicari permasalahan.

Siswa dimintai pendapat mengenai solusi dari setiap permasalahan yang ada Dengan membawa buku paket serta literatur lain yang relevan siswa diajak kelapangan untuk pengamatan, setiap kelompok menganalisa kondisi lingkungan yang telah ditentukan guru. Kemudian menentukan keterbatasan ekologi dan upaya mengatasinya.

2

7 Mei 2007

Setiap

kelompok

mempresentasikan

hasil

pengamatan. 3 28 Mei 2007
• • • • •

Guru memasang peta Indonesia Siswa membaca materi sub pokok bahasan konservasi dan persebarannya pada buku pemkot Guru memberikan wacana tambahan mengenai sub pokok bahasan konservasi dan persebarannya. Siswa mengkaitkan materi dengan contoh kehidupan yang nyata disekeliling lingkungannya. Siswa menunjukan dan menyebutkan wilayah persebaran konservasi dan jenisnya pada peta indonesia.

4

2 Juni 2007

• •

Umpan balik Pos test

Sumber: Data Primer, 2007

35

Skenario pembelajaran pada kelas kontrol tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pada kelas eksperimen yaitu, mengkaji materi yang sama, waktu yang sama, langkah-langkah, serta metode pembelajaran yang bervariasi pula disetiap pertemuan, akan tetapi untuk mengetahui tujuan dalam penelitian yang penulis laksanakan, pada kelas eksperimen tidak menggunakan LKS disetiap

pembelajaran tetapi boleh memakai buku atau literatur lain yang relevan.

D. Gambar Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran

Sumber: Data Primer, 2007 Gambar 3. Pelaksanaan pre test pada kelompok eksperimen

Sumber: Data Primer, 2007 Gambar 4. Proses kegiatan belajar mengajar pada kelompok Eksperimen

36

Sumber: Data Primer, 2007 Gambar 5. Pelaksanaan diskusi pada materi keterbatasan ekologi dan pemecahan masalahnya

Sumber: Data Primer, 2007 Gambar 6. Siswa menunjukan wilayah persebaran konservasi pada peta Indonesia pada kelompok eksperimen

Sumber: Data Primer, 2007 Gambar 7. Siswa menunjukan wilayah persebaran konserevasi

37

Sumber, Data Primer, 2007 Gambar 8. Pelaksanaan pos test pada kelompok kontrol

E. Hasil Penelitian 1. Uji Instrumen

Uji instrument digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan sebuah instrument yang dipakai sebagai alat ukur penelitian, dalam penelitian instrument yang digunakan adalah dengan metode test, meliputi. a) Validitas Dari perhitungan hasil uji coba instrument yang diujikan pada kelas XI didapat.
Tabel 4. Perhitungan Validitas Soal

No

Item Valid 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 19, 21, 22, 23, 25, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 35.

Item Tidak Valid 4, 9, 17, 20, 24, 26, 32, 34.

Jml

27

8

Sumber: Data Primer, 2007

38

Analisis terhadap validitas item diperoleh, bahwa item yang temasuk sebagai alat ukur yang valid sebanyak 27 item, dan selebihnya sebanyak 8 item termasuk soal yang tidak valid, sehingga perlu dibuang.
b) Realibilitas Soal Tabel 5. Perhitungan Realibilitas Instrumen

No 1 2 3 4 5

Interval O r11≤0,2 0,2<r11≤0,4 0,4<r11≤0,6 0,6<r11≤0,8 0,8<r11≤1,0

Kriteria sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

Sumber: Data Primer, 2007 Dari perhitungan yang kemudian disesuaikan pada kriteria tabel diatas didapat nilai koefisien korelasi tersebut berada pada interval 0,6-0,8 yang berarti memiliki tingkat reabilitas instrument dalam kategori tinggi. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 9 halaman 94) c) Tingkat Daya Pembeda Instrument Daya pembeda soal adalah kemampuan dari soal untuk membedakan siswa yang mampu dengan siswa yang kurang mampu. Rumus yang digunakan untuk mencari daya pembeda soal (DP) adalah:

DP =

JBA − JBB JS A

39

Tabel 6. Perhitungan Daya Pembeda Instrumen

Kriteria Sangat jelek 4, 32. Jelek 17, 20, 24, 26, 34. Cukup 1, 2, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16 18, 19, 21, 23, 27, 29, Item Jml 2 5 Sumber: Data Primer, 2007 Dapat disimpulkan bahwa jumlah instrument dalam kriteria sangat jelek sebanyak 2 butir, kriteria jelek sebanyak 5 butir, kriteria cukup sebanyak 21 butir, dan item dalam kriteria baik sebanyak 7 butir. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 7 halaman 89) d) Tingkat Kesukaran Soal Merupakan indeks pengukuran guna mengetahui tingkat kesukaran dari masing-masing item. Rumus yang digunakan untuk menentukan indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut: 30, 31, 35. 21 7 Baik 3, 5, 15, 22, 25, 28, 33. Sangat baik

IK =

JBA + JBB JS A + JS B

40

Tabel 7. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal

Kriteria Sangat sukar 12, 30. 2, 3, 4, 5, 6, 10, 11, 13, 15, 16, 18, 20, 21, 22, 23, 24, 25, No item Jml 2 Sumber: Data Primer, 2007 Dari data tabel di atas dapat dinyatakan bahwa untuk kriteria soal yang memilki tingkat kesukaran instrument hanya terdapat pada tiga kriteria yaitu, kategori soal sukar sebanyak 2 butir, kriteria soal sedang sebanyak 25 butir serta soal dengan kriteria mudah sebanyak 8 butir. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 7 halaman 89) 2. Prestasi Belajar Prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu, nilai yang didapat setelah menempuh materi lingkungan hidup dan 26, 27, 28, 29, 31, 32, 33, 35. 25 8 1, 7, 8, 9, 14, 17, 19, 34. Sukar Sedang Mudah Sangat mudah

pembangunan berwawasan lingkungan dan ditunjukan dengan nilai angka. Dalam penelitian ini penulis memakai nilai tugas dan nilai pos test sebagai nilai prestasi belajar. Adapun hasilnya sebagai berikut.

41

Tabel 8. Nilai Tugas Kelompok Eksperimen dan Kontrol
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Σ n1 x Kode E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06 E-07 E-08 E-09 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 * * * Nilai 75 70 70 75 70 75 70 75 80 75 75 75 70 80 75 75 70 75 65 65 70 70 70 80 70 70 75 75 80 75 70 75 70 70 75 2555 35 73 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Σ n2 x Kode K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08 K-09 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 * * * Nilai 70 65 70 70 70 70 75 70 75 65 80 70 70 70 70 75 75 75 80 65 70 80 70 80 80 70 70 70 75 75 75 75 80 70 70 2540 35 72,57

Sumber: Data Primer, 2007

42

Nilai tugas dalam penelitian di atas diperoleh, setelah siswa selesai menerima materi pokok, kemudian ditugaskan membuat kliping disertai komentar dan pemecahan terhadap masalah yang ditemukan, yang isinya berkaitan dengan materi lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan. Adapun hasilnya, bahwa kelompok eksperimen maupun kontrol dengan jumlah siswa sama-sama 35 memperoleh nilai rata-rata 73 untuk kelas eksperimen dan 72,57 untuk kelas kontrol. Berarti, dari nilai tugas yang diperoleh dari kedua kelompok tersebut, bahwa kelompok eksperimen mendapatkan prestasi belajar pada nilai tugas lebih baik, dari pada prestasi belajar nilai tugas kelompok kontrol.

43

Tabel 9. Nilai Pre Test Dan Post Test
Eksperimen No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Σ n1 x1 s
2 1

Kontrol
Post test Nilai 55.56 70.37 66.67 81.48 81.48 74.07 70.37 77.78 70.37 74.07 74.07 66.67 55.56 74.07 55.56 74.07 74.07 74.07 74.07 88.89 81.48 70.37 77.78 74.07 62.96 77.78 81.48 62.96 70.37 81.48 77.78 70.37 77.78 74.07 66.67 2540.74 35 72.59 59.0656 7.69

Kode
E-01 E-02 E-03 E-04 E-05 E-06 E-07 E-08 E-09 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 = = = = =

Pre Test Nilai 44.44 44.44 51.85 55.56 51.85 40.74 55.56 51.85 33.33 44.44 59.26 40.74 40.74 66.67 40.74 59.26 44.44 40.74 51.85 51.85 59.26 51.85 51.85 51.85 44.44 59.26 40.74 51.85 44.44 44.44 40.74 51.85 44.44 59.26 66.67 1733.33 35 49.52 64.6217 8.04

Selisih
11.11 25.93 14.81 25.93 29.63 33.33 14.81 25.93 37.04 29.63 14.81 25.93 14.81 7.41 14.81 14.81 29.63 33.33 22.22 37.04 22.22 18.52 25.93 22.22 18.52 18.52 40.74 11.11 25.93 37.04 37.04 18.52 33.33 14.81 0.00 807 35 23.07 94.4773 9.72

No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Σ n2 x2 s
2 2

Kode
K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08 K-09 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 = = = = =

Pre Test Nilai 51.85 51.85 59.26 40.74 51.85 55.56 51.85 40.74 44.44 33.33 59.26 44.44 40.74 62.96 44.44 59.26 55.56 55.56 44.44 40.74 44.44 66.67 66.67 40.74 48.15 55.56 51.85 51.85 44.44 59.26 44.44 44.44 51.85 40.74 44.44 1744.44 35 49.84 67.2499 8.20

Post test Nilai 81.48 51.85 62.96 70.37 74.07 66.67 66.67 66.67 66.67 74.07 70.37 77.78 59.26 62.96 66.67 81.48 70.37 70.37 81.48 44.44 51.85 70.37 66.67 59.26 66.67 77.78 70.37 70.37 66.67 74.07 66.67 55.56 66.67 70.37 66.67 2366.67 35 67.62 68.8638 8.30

Selisih
29.63 0.00 3.70 29.63 22.22 11.11 14.81 25.93 22.22 40.74 11.11 33.33 18.52 0.00 22.22 22.22 14.81 14.81 37.04 3.70 7.41 3.70 0.00 18.52 18.52 22.22 18.52 18.52 22.22 14.81 22.22 11.11 14.81 29.63 22.22 622.22 35 17.78 ####### 10.31

s1

s2

Sumber: Data Primer, 2007 Data di atas adalah nilai hasil belajar yang didapat dari pelaksanaan pre test dan pos test pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan jumlah sampel tiap-tiap kelompok sebanyak 35, adapun artinya jumlah (∑) nilai pre test pada kelompok eksperimen sebesar 1733.33, dan

44

post test sebesar 2540.70, dengan jumlah selisih sebesar 807. Rata-rata nilai pre test 49.52, dan nilai pos test 72,59, dengan peningkatan sebesar 23,07. Pada keadaan kelas kontrol memiliki jumlah yang sama yaitu 35 siswa pada jumlah (∑) nilai pre test pada kelompok kontrol sebesar 1744,44, dan post test sebesar 2366,67 dengan jumlah selisih sebesar 622,22. Rata-rata nilai pre test 49,84, dan nilai pos test 67,62, dengan peningkatan sebesar 17,78. Data yang diperoleh dari pengujian awal dan akhir kemudian dianalisa untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut, yakni kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Adapun rumus yang digunakan adalah t-test.

Tabel 10. Analisa Data Nilai T-Test

Eksperimen Pre test N Rata-rata Standar Deviasi T-Hitung Daya Kebebasan T-Tabel 35 49,52 8,120 -0,164 68 2,00 Pos test 35 72,59 7,997 2,601 68 1,67 Pre tes 35 49,84 8,120 -0,164 68 2,00

kontrol Pos test 35 67,62 7,997 2,601 68 1,67

Sumber: Data Primer, 2007 Dapat diketahui bahwa jumlah sampel tiap kelompok sebanyak 35, pada nilai pre test kelompok eksperimen mendapatkan rata-rata 49,52 dan

45

kelompok kontrol sebesar 49,84, dengan standar penyimpangan terhadap ratarata 7,997, dan nilai derajat kebebasan dari kesalahan data 68, karena hasil perhitungan nilai t -0,164 < 2,00 dari t- tabel, berarti nilai pre test kedua kelompok tidak menunjukan berbedaan yang signifikan. Sedangkan pos test siswa dengan rata-rata nilai kelompok eksperimen sebesar 72,59, dan kelompok kontrol sebesar 67,62. dengan standar penyimpangan rata-rata 7,997 dan derajat atau tingkat kebebasab dari kesahan data 68, diperoleh perhitungan nilai t sebesar 2,601 > 1,67 dari t-tabel berarti, prestasi belajar kelompok eksperimen lebih baik daripada prestasi belajar kelompok kontrol atau ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dapat disimpulkan berdasar nilai tugas dan nilai ulangan harian yang diperoleh antara kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol bahwa prestasi belajar kelompok eksperimen yang menggunakan LKS dalam pembelajaran memperoleh hasil lebih baik dari pada kelompok kontrol yang tidak menggunakan LKS dalam pembelajaran. Setelah menempuh proses penilaian mulai dari uji coba pre test sampai uji pos test didapat dua nilai rata-rata yang berbeda, kemudian dibandingkan antara nilai rata-rata keduanya sebagai tolak ukur untuk mengetahui adanya peningkatan nilai rata- rata hasil belajar pada setiap sampel penelitian.

46

Tabel 11. Uji Peningkatan Hasil Belajar

Sampel

Jumlah Selisih Nilai Pre Test terhadap Pos Test

Rata-rata

SD

Eksperimen Kontrol Sumber: Data Primer, 2007

807,4 622,2

23,07 17,78

9,72 10,31

Pada kelompok eksperimen dengan nilai t-hitung adalah 14,04 sedangkan t-tabel adalah 1,69 maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar yang signifikan karena t berada pada daerah penolakan. Sedangkan pada kelompok kontrol dengan t-hitung adalah 10,20 dan t-tabel 1,69 maka dapat disimpulkan pula karena t berada pada daerah penolakan sehingga keduanya mengalami peningkatan hasil belajar yang signifikan. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 12 halaman 97)

F. Pembahasan Hasil Penelitian

Pemanfaataan LKS digunakan pada kurikulum 1994, yaitu kurikulum yang menekankan pada pendekatan CBSA serta menekankan untuk mengaktifkan penggunaan LKS disekolah. Dimana LKS telah digunakan sebagai sarana pembantu guru dalam menyusun pelajaran, sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran serta membantu mengaktifkan siswa dalam menemukan dan mrengembangkan konsep serta ketrampilan proses. Seiring dengan perubahan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang telah disesuaikan dengan tujuan pendidikan, ternyata LKS masih banyak

47

digunakan oleh guru dan siswa sebagai sarana belajar mengajar di sekolah. Bertolak dari beberapa faktor yang telah diuraikan di atas itulah penulis tertarik untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar siswa yang kini telah mengembangkan pembelajaran dengan sistem kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dengan demikian dalam usaha mencapai tujuan hasil belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan belajar yang mendukung tercapainya prestasi belajar yang lebih baik dengan jalan, (1) Menciptakan suasana kelas yang kondusif, (2) Mengkaitkan materi dengan kehidupan nyata di lapangan yang aktual, (3) Menyajikan media dan alat pembelajaran, (4) Model pembelajaran yang bervariasi. Dalam proses skenario pembelajaran (Lihat tabel 2 halaman 32) pada tanggal 8 mei 2007, pembelajaran dilaksanakan dengan mengajak siswa langsung ke lapangan, siswa ditugaskan mengamati kualitas lingkungan alam sekitar serta mencari solusinya dengan panduan LKS. Metode pembelajaran seperti kegiatan diatas adalah upaya penulis menempuh serangkaian proses pembelajaran yang relevan dengan cara menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Kemudian perlakuan diatas diimplementasikan terhadap dua kelompok yang berbeda yaitu antara kelompok eksperimen yang memakai LKS dan kelompok kontrol yang tidak memakai LKS. Sesuai langkah skenario penelitian dengan penggunan LKS dalam pembelajaran geografi serta metode pembelajaran yang bervariasi, ternyata siswa lebih termotivasi untuk mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip

48

geografi serta tidak lekas bosan atau jenuh dalam belajar. Apalagi dalam proses belajar siswa terlibat secara langsung dan aktif, maka siswa akan mampu mengahadapi dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Melalui LKS siswa dapat berfikir secara kreatif, karena siswa bertindak sebagai subyek dalam setiap proses belajar mengajar. Melalui LKS dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan, berfikir, membuat dan mengemukakan pendapat-pendapatnya secara

konsekuen serta aktif. Hal ini menjadikan siswa untuk lebih meningkatkan prestasi belajar dan pengetahuannya. Dari analisa data hasil penelitian diatas diketahui bahwa hipotesis alternatif yang diajukan penulis diterima. Jika hal ini dihubungkan dengan permasalahan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode LKS dalam pembelajaran berbasis kompetensi ternyata masih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran geografi. Apabila dilihat dari harga t dan rata-rata nilainya, ternyata didapat harga t dengan jauh lebih besar yaitu 2,601 dibanding dengan harga t-tabel sebesar 1,67 maka dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan LKS dalam proses belajar mengajar geografi dapat memberikan perbedaan yang nyata dalam pencapaian prestasi belajar. Sebab siswa yang diajar dengan menggunakan LKS prestasi belajarnya lebih baik dibanding siswa yang dalam pengajarannya tidak memakai LKS. Dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL. Ternyata LKS mampu berpengaruh mengimplementasikan siswa mengantarkan pola

49

pikirnya untuk dikaitakan terhadap kehidupan nyata. Salah satunya dalam pembelajaran dengan pokok bahasan kualitas lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan yakni siswa ditugaskan memilih 5 rentetan permasalahan didunia yang tercantum dalam LKS sesuai dengan keadaan lingkungan siswa masing-masing, kemudian siswa mengidentifikasi penyebab pemasalahan tersebut yang selanjutnya dianalisis untuk diambil solusi dalam pemecahan permasalahan tersebut. Sehingga dari sistem pembelajaran tersebut dapat dikatakan bahwa LKS dapat memiliki manfaat sebagai penuntun penelitian. Dalam pembelajaran berbasis kompetensi dengan sistem evaluasi yang mengikat pada penilaian kognitif. Afektif dan psikomotorik maka didapat hasil dari setiap kelompok eksperimen maupun kontrol sebagai berikut: 1. Nilai afektif kelompok eksperimen Pada nilai afektif bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku siswa yang didasarkan pada ciri pribadi dalam aktifitas pembelajaran baik kelompok maupun individual, seperti: a. Aspek minat Aspek minat disini merupakan variable dari aspek afektif yang digunakan untuk mengetahui tingkat gairah dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, yang terbagi dalam beberapa indikator yaitu:

50

1) Kehadiran Dari perhitungan observasi terhadap aspek minat terbagi menjadi 5 indikator. Dengan hasil kesimpulan bahwa indikator kehadiran

selalu masuk dan tidak pernah terlambat pada kelompok eksperimen sebanyak 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, selalu masuk tetapi pernah terlambat 42,8% atau 15 siswa dari 35 sampel, pernah tidak masuk (sakit) dan tidak pernah terlambat 2,8% atau 1 dari 35 sampel, dan pernah tidak masuk (sakit) dan pernah terlambat sebesar 45,7% atau 16 siswa dari 35 sampel. 2) Perhatian Dalam aspek minat dengan indikator dalam mengikuti pelajaran kadang-kadang perhatian tetapi sering menyampaikan pendapat sebanyak 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, mengikuti pembelajaran penuh perhatian tetapi jarang menyampaikan pendapat 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, dan mengikuti pelajaran kurang perhatian dan jarang menyampaikan pertanyaan sebesar 68,5% atau 24 siswa dari 35 sampel serta dalam mengikuti pembelajaran penuh perhatian dan sering menyampaikan pendapat dan pertanyaan sebayak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel. 3) Partisipasi Penilaian afektif yang mencakup minat partisipasi diperoleh dengan partisipasi aktif dan dilakukan dengan baik dalam pelajaran sebesar 20% atau 7 siswa dari 35 sampel, partisipasi aktif tetapi dilakukan

51

kurang baik sebesar 37,1% atau 13 siswa dari 35 sampel, kurang partisipasi dan dilakukan dengan baik sebesar 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, kurang berpartisipasi akti dan kurang baik sebesar 31,4% atau 11 siswa dari 35 sampel, serta tidak berpartisipasi dan dilakukan kurang baik sebanyak 2,8% atau 1 siswa dari 35 sampel. 4) Keaktifan Penilaian afektif yang mendasarkan kepada tingkat keaktifan siswa terbagi dala lima variabel, dengan hasil yang diperoleh yaitu, aktif melaksanakan tugas analisis kliping dan selalu selesai sebanyak 48,5% atau 17 siswa dari 35 sampel, aktif menganalisis kliping dan tidak pernah selesai sebesar 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, kurang aktif menganalisis tugas dan selalu selesai sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, kurang aktif melakukan analisis kliping dan tidak pernah selesai sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, serta kurang aktif dan sering tidak selesai menganalisis kliping sebesar 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel. 5) Laporan Penilaian pada tingkat laporan didapat bahwa semua data pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, semua data pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan kurang lengkap sebesar 37,1% atau 13 siswa dari 35 sampel, sebagian besar data pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap

52

sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, dan sebagian kecil data pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap sebesar 42,8% atau 15 siswa dari 35 sampel. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 21 halaman 116) b. Aspek sikap Aspek sikap disini bertujuan guna mengetahui tingkat perilaku terhadap diri dan lingkungan, adapun indikatornya yaitu: 1) Tanggung jawab Siswa selalu bertanggung jawab terhadap tugas pribadi dan kelompok sebesar 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, Selalu

bertanggung jawab terhadap tugas pribadi, tetapi mengabaikan tugas kelompok 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel, Mengabaikan tugas pribadi, tetapi selalu bertanggung jawab terhadap tugas kelompok 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, Sering mengabaikan tugas pribadi maupun kelompok 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, Tidak bertanggung jawab terhadap tugas pribadi maupun kelompok sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel. 2) Kejujuran Siswa selalu jujur dan tidak pernah menyontek sebesar 48,5% atau 17 siswa dari 35 sampel, Kurang jujur dan sekali pernah menyontek 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, Kurang jujur dan dua kali pernah menyontek 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang jujur dan tiga kali menyontek 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, serta siswa tidak

53

jujur dan sering menyontek sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel. 3) Interaksi Siswa selalu bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas sebesar 5,7% atau 2 sampel dari 35 siswa, Sering bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, Kadang-kadang bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, Pernah bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas 37,1% atau 13 siswa dari 35 sampel, siswa tidak pernah bertanya sama sekali sebesar 31,4% atau 11 siswa dari 35 sampel. 4) Teliti Siswa selalu teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang teliti dalam mengerjakan tugas, tetapi teliti dalam mengerjakan ulangan 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, teliti dalam mengerjakan tugas, tetapi tidak teliti dalam mengerjakan ulangan 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, kurang teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel, siswa tidak teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan sebesar 2,8% atau 1 siswa dari 35 sampel. 5) Sistematis Siswa mengerjakan tugas selalu dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, tugas sering

54

dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, tugas kadang-kadang dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 40% atau 14 siswa dari 35 sampel, tugas kurang dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, tugas tidak pernah dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur sebesar 20% atau 7 siswa dari 35 sampel. (Perhitungan selengkapnya lihat lampiran 35 halaman 117) c. Aspek nilai Aspek nilai disini adalah salah satu variabel yang mengukur perilaku sosial, dengan indikator yaitu: 1) Bekerjasama Siswa selalu bekerjasama dengan semua anggota kelompoknya sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, bekerjasama dengan beberapa orang dalam kelompoknya 20% atau 7 siswa dari 35 sampel, hanya bekerjasama dengan salah satu anggota kelompoknya 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, Individu tidak bekerjasama dengan anggota kelompoknya 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, tidak bekerjasama dengan anggota kelompoknya dan mengganggu kelompok lain sebesar 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel. 2) Menghargai pendapat Siswa selalu mendengarkan sampai selesai dan tidak pernah menyalahkan pendapat teman sebesar 28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, mendengarkan tetapi kadang-kadang menyalahkan ketika

55

teman berpendapat 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, kurang mendengarkan dan tidak pernah menyalahkan pendapat teman 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, kurang mendengarkan dan sering menyalahkan pendapat teman sebesar 25,7% atau dari 35 sampel. 3) Menghargai waktu Siswa memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak pernah mengganggu teman sebesar 20% atau 7 siswa dari 35 sampel, memanfaatkan waktu dengan baik, tetapi kadang-kadang

mengganggu teman 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak pernah mengganggu teman 28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, kurang memanfaatkan waktu dengan baik dan kadang-kadang mengganggu teman 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, tidak memanfaatkan waktu dengan baik dan sering mengganggu teman sebesar 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel. 4) Kerapihan Catatan dan tugas diselesaiakan dengan rapih dan lengkap sebesar 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, catatan dan tugas diselesaikan, tetapi kurang lengkap 37,1% atau 13 siswa dari 35 sampel, catatan diselesaikan dengan kurang rapih dan kurang lengkap 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, catatan diselesaikan dengan kurang rapid dan tidak lengkap 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, catatan dan tugas

56

tidak rapih dan tidak lengkap sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel. 5) Penggunaan LKS Siswa selalu membaca dan mengerjakan tugas pelatihan dengan baik sebesar 5,7% 2 siswa dari 35 siswa, siswa sering membaca dan mengerjakan pelatihan dengan baik 25% dari 35 sampel, siswa kadang-kadang membaca mengerjakan dengan baik sebesar 42,8% atau 15 siswa dari 35 sampel, tidak pernah membaca dan mengerjakan pelatihan dengan baik 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, serta siswa yang tidak pernah membaca dan mengerjakan pelatihan sebesar 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel. (Perhitungan selengkapnya lihat lampiran 21 halaman 118) 2. Nilai afektif kelompok kontrol Pada nilai afektif bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku siswa yang didasarkan pada ciri pribadi dalam aktifitas pembelajaran baik kelompok maupun individual, seperti: a. Aspek minat Aspek minat disini merupakan variable dari aspek afektif yang digunakan untuk mengetahui tingkat gairah dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, yang terbagi dalam beberapa indikator yaitu: 1) Kehadiran Dari perhitungan observasi terhadap aspek minat terbagi menjadi 5 indikator. Dengan hasil kesimpulan bahwa indikator kehadiran

57

selalu masuk dan tidak pernah terlambat pada kelompok eksperimen sebanyak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, selalu masuk tetapi pernah terlambat 40% atau 14 siswa dari 35 sampel, pernah tidak masuk (sakit) dan tidak pernah terlambat 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, dan pernah tidak masuk (sakit) dan pernah terlambat sebesar 40% atau 14 siswa dari 35 sampel. Jarang sekali masuk dan pernah terlambat sebesar 2,8% atau 1 siswa dari 35 sampel 2) Perhatian Dalam aspek minat dengan indikator dalam mengikuti pelajaran kadang-kadang perhatian tetapi sering menyampaikan pendapat sebanyak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, mengikuti pembelajaran penuh perhatian tetapi jarang menyampaikan pendapat 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel, dan mengikuti pelajaran kurang perhatian dan jarang menyampaikan pertanyaan sebesar 57,1% atau 20 siswa dari 35 sampel serta dalam mengikuti pembelajaran penuh perhatian dan sering menyampaikan pendapat dan pertanyaan sebayak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel. Tidak perhatian dan tidak menyampaikan pendapat sebesar 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel. 3) Partisipasi Penilaian afektif yang mencakup minat partisipasi diperoleh dengan partisipasi aktif dan dilakukan dengan baik dalam pelajaran sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, partisipasi aktif tetapi dilakukan kurang baik sebesar 28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, kurang

58

partisipasi dan dilakukan dengan baik sebesar 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, kurang berpartisipasi aktif dan kurang baik sebesar 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, serta tidak berpartisipasi dan dilakukan kurang baik sebanyak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel. 4) Keaktifan Penilaian afektif yang mendasarkan kepada tingkat keaktifan siswa terbagi dalam lima variabel, dengan hasil yang diperoleh yaitu; aktif melaksanakan tugas analisis kliping dan selalu selesai sebanyak 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, aktif menganalisis kliping dan tidak pernah selesai sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang aktif menganalisis tugas dan selalu selesai sebesar 28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, kurang aktif melakukan analisis kliping dan tidak pernah selesai sebesar 8,75% atau 3 siswa dari 35 sampel, serta kurang aktif dan sering tidak selesai menganalisis kliping sebesar 8,75% atau 3 siswa dari 35 sampel. 5) Laporan Penilaian pada tingkat laporan didapat bahwa semua data pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, semua data pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan kurang lengkap sebesar 37,1% 13 siswa dari 35 sampel, sebagian besar data pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap sebesar 31,4% atau 11 siswa dari 35 sampel, dan sebagian kecil data

59

pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap sebesar 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel. (perhitungan selengkapnya lihat lampiran 22 halaman 119) b. Aspek Sikap Aspek sikap disini bertujuan guna mengetahui tingkat perilaku terhadap diri dan lingkungan, adapun indikatornya yaitu: 1) Tanggung jawab Siswa selalu bertanggung jawab terhadap tugas pribadi dan kelompok sebesar 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, Selalu

bertanggung jawab terhadap tugas pribadi, tetapi mengabaikan tugas kelompok 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel, Mengabaikan tugas pribadi, tetapi selalu bertanggung jawab terhadap tugas kelompok 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, Sering mengabaikan tugas pribadi maupun kelompok 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, Tidak bertanggung jawab terhadap tugas pribadi maupun kelompok sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel. 2) Kejujuran Siswa selalu jujur dan tidak pernah menyontek sebesar 48,5% atau 17 siswa dari 35 sampel, Kurang jujur dan sekali pernah menyontek 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, Kurang jujur dan dua kali pernah menyontek 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang jujur dan tiga kali menyontek 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, serta siswa tidak

60

jujur dan sering menyontek sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel. 3) Interaksi Siswa selalu bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, Sering bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, Kadang-kadang bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, Pernah bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas 37,1% atau 13 siswa dari 35 sampel, siswa tidak pernah bertanya sama sekali sebesar 31,4% atau 11 siswa dari 35 sampel. 4) Teliti Siswa selalu teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang teliti dalam mengerjakan tugas, tetapi teliti dalam mengerjakan ulangan 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, teliti dalam mengerjakan tugas, tetapi tidak teliti dalam mengerjakan ulangan 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, kurang teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel, siswa tidak teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan sebesar 2,8% atau 2 siswa dari 35 sampel. 5) Sistematis Siswa mengerjakan tugas selalu dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, tugas seing

61

dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, tugas kadang-kadang dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 40% 14 siswa dari 35 sampel, tugas kurang dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, tugas tidak pernah dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur sebesar 22.8% atau 8 siswa dari 35 sampel. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 21 halaman 120) c. Aspek Nilai Aspek nilai disini adalah salah satu variabel yang mengukur perilaku sosial, dengan indikator yaitu: 1) Bekerjasama Siswa selalu bekerjasama dengan semua anggota kelompoknya sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, bekerjasama dengan beberapa orang dalam kelompoknya 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, hanya bekerjasama dengan salah satu anggota kelompoknya 28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, Individu tidak bekerjasama dengan anggota kelompoknya 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel, tidak bekerjasama dengan anggota kelompoknya dan mengganggu kelompok lain sebesar 20% atau 14 siswa dari 35 sampel. 2) Menghargai pendapat Siswa selalu mendengarkan sampai selesai dan tidak pernah menyalahkan pendapat teman sebesar 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, mendengarkan tetapi kadang-kadang menyalahkan ketika

62

teman berpendapat 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, kurang mendengarkan dan tidak pernah menyalahkan pendapat teman 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, kurang mendengarkan dan sering menyalahkan pendapat teman sebesar 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel. 3) Menghargai waktu Siswa memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak pernah mengganggu teman sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, memanfaatkan waktu dengan baik, tetapi kadang-kadang

mengganggu teman 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak pernah mengganggu teman 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, kurang memanfaatkan waktu dengan baik dan kadang-kadang mengganggu teman 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, tidak memanfaatkan waktu dengan baik dan sering mengganggu teman sebesar 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel. 4) Kerapihan Catatan dan tugas diselesaiakan dengan rapih dan lengkap sebesar 25,7% atau 8 siswa dari 35 sampel, catatan dan tugas diselesaikan, tetapi kurang lengkap 37,1% atau dari 35 sampel, catatan diselesaikan dengan kurang rapih dan kurang lengkap 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, catatan diselesaikan dengan kurang rapih dan tidak lengkap 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, catatan dan tugas

63

tidak rapih dan tidak lengkap sebesar 11,4% atauu 4 siswa dari 35 sampel. 5) Penggunaan buku paket dan referensi lain Siswa selalu membaca dan mengerjakan tugas pelatihan dengan baik sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, siswa sering membaca dan mengerjakan pelatihan dengan baik 25% atau 9 siswa dari 35 sampel, siswa kadang-kadang membaca mengerjakan dengan baik sebesar 45,7% atau 16 siswa dari 35 sampel, tidak pernah membaca dan mengerjakan pelatihan dengan baik 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, serta siswa yang tidak pernah membaca dan mengerjakan pelatihan sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 22 halaman 122) 3. Nilai psikomotorik kelompok eksperimen Pada nilai psikomotorik penulis mengobservasi dengan 5 kriteria penilaian serta 5 indikator pencapaian psikomotorik. Dengan hasil penilaian bahwa, tingkatan siswa dalam mempersiapkan pembelajaran dilakukan dengan cukup baik, serta kemampuan bertanya pada setiap proses pemnelajaran dilakukan dengan kurang baik, kecakapan menggali dan mengerjakan LKS dilakukan dengan cukup. Mengutarakan pendapat dilakukan cukup baik, serta kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dilakukan dengan sangat baik. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 21 hal. 119)

64

4. Nilai Psikomotorik kelompok Kontrol Pada penilaian psikomotorik kelompok Kontrol tidak jauh berbeda dengan kelompok eksperimen hanya tidak adanya perlakuan terhadap LKS. Dengan hasil penelitian bahwa, tingkatan siswa dalam mempersiapkan pembelajaran dilakukan dengan cukup baik pula, serta kemampuan bertanya pada setiap proses pemnelajaran dilakukan dengan kurang baik, kecakapan menggali dan mengerjakan tugas dilakukan dengan cukup. Mengutarakan pendapat dilakukan cukup baik, serta kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dilakukan dengan sangat baik pula. (Hasil perhitungan selengkapnya pada lampiran 22 hal. 123).

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah melalui serangkaian langkah kerja penelitian, akhirnya skripsi dengan judul “penggaruh penggunaan lembar kerja siswa dalam pembelajaran berbasis kompetensi terhadap prestasi belajar geografi pada siswa kelas X semester 2 SMA Negeri 8 Semarang tahun ajaran 2006/2007” dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Bahwa, hipotesis nol (Ho) yang berbunyi tidak ada perbedaan antara prestasi belajar siswa yang menggunakan LKS dengan siswa yang tidak menggunakan LKS hasilnya tidak terbukti, yang berarti hipotesis nol tidak diterima, sedangkan hipotesis 1 (H1) yang berbunyi prestasi belajar

geografi pada siswa yang diajar menggunakan LKS lebih baik dari pada prestasi belajar geografi pada siswa yang diajar tanpa menggunakan LKS hasilnya terbukti atau dapat diterima dan berarti terdapat pengaruh yang signifikan. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 14 halaman 100) 2. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemakaian LKS dapat meningkatkan prestasi belajar geografi siswa, berarti masih terdapat efektifitas penggunaan LKS yang diterapkan dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi, meskipun kurikulum dan metode pendekatan yang digunakan telah berbeda.

65

66

3. Dari metode observasi mengenai tingkat aktifitas pembelajaran siswa dikelas yang mencakup aspek afektif dan psikomotorik didapatkan hasil yaitu, bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan LKS sebagai alat pembelajaran hasilnya lebih baik dibanding kelompok kontrol yang tidak menggunakan LKS dalam aktifitas pembelajaran geografi. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 21).

B. Saran

Berkaitan dengan pembahasan yang ternyata kecenderungan prestasi belajar kelompok eksperimen lebih baik yaitu sebesar 72,59 dari pada kelompok kontrol sebesar 67,62 maka saran-saran yang dapat penulis ajukan 1. Guru sebaiknya berusaha untuk dapat membuat LKS sendiri sebagai alat pembelajaran bagi siswanya karena gurulah yang lebih tahu kemampuan belajar siswanya. 2. Diharapkan, khususnya guru mata pelajaran geografi agar selalu menggunakan LKS dalam aktifitas pembelajaran. 3. Penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri 8 Semarang tahun ajaran 2006/2007. sehingga kesimpulan hanya berlaku bagi obyek penelitian tersebut. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut yang serupa yang melibatkan populasi lebih besar dengan materi pelajaran yang lain pula.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Chatarina. 2005. Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK UNNES Darmojo, dan Kaligis. 1991. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press. Darsono, M. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press. Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Geografi. Jakarta: Depdiknas. _________ 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas. _________ 2004. Pedoman Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa dan Sekenario
Pembelajaran Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Direktorat Pendidikan

Menengah Umum. Dimyati. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Asdi Mahasatya. KNPI. 1994. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. Jakarta: Grasindo Linda. 2006. ‘Keefektifan Penggunaan Alat Peraga dan LKS Terhadap Hasil Belajar Pada Siswa Kelas VII Semester 2 di SMP Muhammadiyah Kabupaten Tegal’. Skripsi. Semarang: UNNES. Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Rosdakarya. Sudjana. 1996. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Poerwadarminta. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Sutrisno. H. 2000. Statistik. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

67

68

Supriyadi. 2005. ‘Penggunaan LKS Berstruktur Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dalam pokok Bahasan Suhu dan Kalor Pada Siswa Kelas X Semester 2 SMA Negeri 1 Purwodadi’. Skripsi. Semarang: UNNES. Team MGMP Geografi Semarang. 2006. Lembar Kegiatan Siswa. Semarang: Team MGMP Geografi Semarang. W.S. Winkel. 1983. Psikologi pendidikan Dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia. Yamin. 2006. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press. Yuningsih, A. 2006. ‘Analisis LKS Biologi SMP Kelas II Semeter I Yang Digunakan SMP Negeri Di Kota Semarang’. Skripsi. Semarang: UNNES.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful