Garis Besar Program Pengajaran Mata Kuliah Kode Mata Kuliah/SKS Mata Kuliah Prasyarat Diskripsi Mata

Kuliah Manfaat Mata Kuliah Tujuan Kepustakaan : Kewirausahaan : / 2 SKS : Etika Profesi : Matakuliah ini secara garis besar akan membahas tentang konsep dasar kewirausahaan, jiwa wirausaha dan implementasinya. : Mahasiswa mengetahui tentang kewirausahaan dan dapat membuat perencanaan bisnis : Setelah menyelesaikan kuliah perkuliahan ini, diharapkan mahasiswa program studi Sistem Informasi dapat: 1. Mempunyai jiwa kewirausahaan 2. Membuat perencanaan bisnis (bisnis plan) : Wajib: 1. Alma, Buchari, 2005. Kewirausahaan. Bandung:Alfabeta 2. Suryana, 2003. Kewirausahaan, Pedoman praktis, kiat dan proses menuju sukses. Jakarta: Salemba Empat Anjuran: 1. Bangs, D. H. 1995. Pedoman Perencanaan Usaha (The Business Planning Guide). Jakarta: Erlangga. 2. Carlin, Thomas W.1990. Bagaimana Menjadi Usahawan Yang Berhasil (Modern Business). SI : Pustaka Jaya. 3. Hariwijaya, M, 2005. Proposal Bisnis. Jogjakarta: Zenit Publisher 4. Meredith, Geoffrey. G, 2002. Kewirausahaan, Teori dan Praktek. Jakarta: PPM 5. Santoso, Ruddy Tri. 1996. Kredit Usaha Perbankan. Yogyakarta : Andi. Persentase Penilaian : UTS = 30% UAS = 30% TUGAS = 40%

5 Pemanfaatan waktu 3.3.3 Temperamen Watak Metode Ceramah . Keuntungan & kelemahan wirausaha 1. Pengertian Wirausaha 1. temperamen dan watak wirausaha Pokok Bahasan 1.Tanya Jawab Est.1 Pengertian kepribadian 3.3 Konsep 10 D dari Bygrave 2.4 Beberapa kelemahan wirausaha Indonesia 2. Proses kewirausahaan 1. Pendahuluan 2. Wak tu Jenis Penila ian Kepusta kaan 80’ 20’ Buku 1 Bab 1 dan 4 .6. Kepribadian. Ke Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa memahami konsep kewirausahaan dan sifat-sifat.5.2 Kepribadian yg produktif 3. Profil wirausaha 2. Sifat-sifat wirausaha 1.2. 3. kepribadian. temperamen & watak Sub Pokok Bahasan 1. Perlunya wirausaha 1.1 Sifat-sifat yang perlu dimiliki wirausaha 2.4. Berbagai macam tipe wirausaha 1.1.Per t.2 Kreativitas 2.

Pengertian produktivitas & motivasi Teori motivas Hirarki Teori motivasi Hawthorne Teori X dan Y Teori Pola A dan B Teori Hygiene Teori Ekspektasi Teori motivasi model Porter & Lawler Teori Prestasi 1. Mahasiswa mengetahui bagaimana meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi 1.Teori Z Ceramah . Meningkatkan produktivitas usaha melalui motivasi.10.2.Tanya Jawab 80’ 20’ Buku 1 Bab 6 .

4 Politik & Hukum penjualan 1. Mahasiswa memahami kegiatan dasar dari wirausaha 1.3.1.2 Penjual sebagai artis & scientist 1. Kegiatan dasar wirausaha 1. Jalan menuju wirausaha sukses 4.3.Tanya Jawab 80’ 20’ Buku 1 Bab 9 . Intuisi 1.6 Cara menghadapi pembeli Ceramah .3 Object ilmu menjual 1.5 Cara-cara menemui & mempengaruhi calon pembeli 1. Eksploitasi imajinasi & intuisi untuk kemajuan usaha 2.1 Profesi & seni penjual 1. Mahasiswa mengetahui bagaimana menuju sukses dan kemajuan usaha 1. Imajinasi 1. Kondisi-kondisi yang mendorong proses bawah sadar Mau kerja keras Bekerjasama dengan orang lain Penampilan & keyakinan Membuat keputusan Menambah ilmu pengetahuan Ambisi Komunikasi Karakteristik wirausaha yang sukses 1.2.Tanya Jawab 80’ 20’ Buku 1 Bab 7 Ceramah .

Mahasiswa mengetahui profil usaha 1. Profil usaha 1. Pengembangan wawasan jenis bidang usaha 1. Perdagangan Ceramah .7 Cara untuk memperoleh perhatian pembeli 1.15Syarat mental & karakter penjual 1. Rintisan usaha wirausaha baru 1.9 Prinsip the customer is King 1.12Mengatasi keberatan pembeli 1.14Syarat fisik penjual 1.Tanya Jawab 80’ 20’ Buku 1 Bab 1 .2.3.1.5.10Sifat-sifat penjual yang disenangi pembeli 1.17Mengapa ada penjual yang gagal 1.8 Mendorong keinginan membeli 1.11Beberapa tipe pembeli 1.13Sifat-sifat yang perlu dimiliki penjual 1.16Syarat sosial penjual 1.

8. Franchising 1. Kepemimpinan 7.7.Tanya Jawab 80’ 20’ Buku 1 Bab 1 Ceramah .Mahasiswa mengetahui pentingnya kepemimpinan 6. Perdagangan eceran 1.4. Power dalam hubungan bisnis Ruang lingkup rencana pemasaran Konsep AIDA + S Wirausaha harus melaksanakan konsep pemasaran Mengutamakan Ceramah . Recana pemasaran (marketing Plan) besar 1.5. Sebab-sebab munculnya pemimpin 1. Sifat-sifat pemimpin 1.6. Mahasiswa memahami rencana pemasaran 1.2.4. Ketrampilan kepemimpinan 1.5.1.3. Pedagang kaki lima 1.Tanya Jawab 80’ 20’ Pre Test Buku 1 Bab 1 . Intrapreneurshi p 1. Pentingnya kepemimpinan 1. 1. Power 1. Pendekatan utama kepemimpinan 1.7. Tipe kepemimpinan 1.6.

10Siklus kehidupan produk & strategi pemasarannya 1.Latihan 50’ 20’ 30’ Pre Test Buku 2 Bab 9 Ceramah 50’ 20’ Pre Test Buku 2 Bab 9 .4. Analisis bisnis dan studi analisis bisnis dan studi kelayakan usaha kelayakan usaha 9 Mahasiswa memahami 1. Pentingnya Studi kelayakan usaha 1.14 Menyusun Marketing Plan UTS 1. Analisis bisnis dan studi analisis bisnis dan studi kelayakan usaha pelanggan Tiga komponen marketing Concept Komoditi yang dipasarkan Siapa & Bagaimana memasarkan Strategi Pemasaran Pengembangan produk 1.13 Mega Marketing 1.8 Mahasiswa memahami 1.11 Market inteligent 1.2.Tanya Jawab . Analisis Kelayakan bisnis 1. Kriteria investasi 1.3. Penyususnan Studi Kelayakan Bisnis Evaluasi dan persiapan Bisnis Ceramah .1.12 Turbo Marketing 1. Proses dan tahap studi kelayakan 1.5.

Tanya Jawab . Business Plan baru 1. Business Plan Ceramah .7.3.5. Pengertian Business Plan 1.Tanya Jawab 30’ 10.4.Latihan Ceramah . Executive summary 1.3. Menulis Business Plan 1.2. Apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh 1. Produk & service 1. Persaingan & resiko usaha .1.8.4. Pentingnya perencanaan 1.2.9. Mahasiswa dapat membuat perencanaan usaha (business Plan) 1. Pre Test Buku 1 Bab 1 80’ 20’ 11. Tujuan Business Plan 1.5. Struktur/isi business Plan 1. Sumber-sumber peluang 1. Bagaimana mendapatkan ide produk? 1.kelayakan usaha Mahasiswa dapat membuat perencanaan usaha (business Plan) 1. Hal-hal penting menulis business plan 1. Hal-hal penting untuk calon pemberi dana 1. Company description 1.Tanya Jawab 80’ 20’ Pre Test Buku 1 Bab 1 .6.1.

Manajemen & organisasi 1.10 Faktor-faktor kritis 1.Tanya jawab . Pasar & potensinya 1.11 Presentasi 1.4 Tanggung jawab perusahaan Presentasi Ceramah .Mahasiwa memahami etika wirausaha 12.9.1 Etika dan normanorma bisnis 1. Etika wirausaha 13. 14.13 Daya tarik Business plan 1.Tanya Jawab 80’ 20’ Pre Test Buku 2 Bab 1 Buku 1 Bab 1 Presentasi Presentasi .Tanya jawab UAS . Konsep produk 1.6.7.8. 1.12 Business plan bagi investor 1. Financial Plan 1. Mahasiswa mempresentasikan bisnis plan yang sudah dibuat Mahasiswa mempresentasikan bisnis plan yang sudah dibuat Presentasi 1.2 Prinsip-prinsip etika dan perilaku binis 1.Present asi 100’ .3 Cara-cara mempertahankan standar etika 1.Present asi 100’ .

Iklan (advertisment). misalnya majalah. Pertimbangan-pertimbangan keurgensian iklan tersebut secara umum adalah: • Untuk menunjang penjualan produk jangka pendek atau jangka panjang • Guna mengatasi kompetisi baik terhadap produk pesaing maupun bidang distribusinya. khususnya dalam dunia usaha modern yang makin berkembang dinilai sebagai kebutuhan yang terbukti tingkat urgensinya sebagai penunjang keberhasilan suatu usaha pemasaran. Disusun oleh Perkuliahan IKLAN DAN STRATEGI KREATIF Iklan dan Bauran Pemasaran Iklan adalah bagian dari bauran promosi (Promotion mix) dan promosi merupkan bagian dari paduan pemasaran (marketing mix). televisi dan lain-lain (Kasali.Disahkan Oleh Diperiksa Surabaya. Pendapat lain yang mengatakan bahwa iklan adalah bentuk promosi non personal comunication dengan identitas sponsor yang jelas melalui saluran (chanel) tertentu. radio. koran. 1992). 1997). • Memupuk goodwill dan image . Secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui media (Jefkins.

metafora. Tanda merupakan bentuk fiksi yang dapat dirasakan dan merepresentasikan sesuatu kepada seseorang dalam konteks tertentu (Shimp. yaitu bagian head line. Bagian body copy berisikan petunjuk-petunjuk atau formula-formula yang terlampau panjang bila diletakkan pada bagian head line.• Merebut pengakuan dan menunjukkan keunggulan produk • Merebut share of mind dari konsumen Sedangkan secara khusus keberadaan iklan adalah untuk: • Memperkenalkan produk/jasa kepada calon pembeli • Meningkatkan pembelian dan pemakaian • Memberi identitas suatu produk melalui positioning • Mengumumkan perubahan (dalam arti positif) suatu produk Struktur Iklan Pada umumnya iklan dibagi dalam tiga bagian besar. Head line pada beberapa kasus sering berperan sebagai tag line. Bahasa figuratif dapat dirinci dalam 3 jenis. Body copy pada umumnya beri penjelasan yang lebih rinci terhadap produk yang hendak ditampilkan. Ilustrasi iklan sering berperan sebagai eye catcher. Concretizing didasarkan ide-ide langsung (Shimp. yaitu concretizing dan imagery. Bahasa figuratif melibatkan pengekspresian sesuatu dengan hal yang biasanya digunakan untuk melambangkan hal lain yang dianggap berkaitan (Shimp. sedangkan imagery merupakan visualisasi dari ide-ide abstrak yang tidak memiliki ‘perwakilan’ bentuk-bentuk visual secara langsung. yaitu simile. Model ilustrasi iklan pada umumnya terbagi dalam 2 jenis. sistematis. dan feeling (3F) (Shimp. Hubungan tanda dalam iklan lebih terfokus pada pembacaan bahasa visual (bahasa figuratif). dan beralasan dalam membeli sebuah produk. (1) Simile Simile merupakan penggunaan bentuk-bentuk komparatif untuk menghubungkan item-item dari beberapa kategori pengalaman yang berbeda. 2003:202). Hubungan tersebut lebih bersifat sebagai hubungan simbolis. Perspektif HEM (Hedonic Experimental Model) melihat perilaku konsumen diarahkan oleh emosi dalam upaya meraih fun. 2003: 173). Concretizing merupakan terjemahan ide secara nyata. yang pada umumnya menggunakan struktur bahasa popular atau bahasa prokem. Iluastrasi merupakan terjemahan konsep-konsep positioning yang tidak mampu diterjemahkan secara visual. 2003: 165). Ungkapan-ungkapan yang tertuang pada bagian head line atau pada bagian body copy pada umunya menggunakan 2 jenis pendekatan. CPM (Consumer Procesing Model) melihat konsumen sebagai sosok yang rasional. Bagian head line pada umumnya berfungsi sebagai kunci pembuka untuk menempatkan positioning iklan. fantasies. (2) Metafora . Bagain iklan yang ketiga adalah body copy. Eye Catcher merupakan elemen yang berfungsi mengikat mata pengamat pada titik tertentu. 2003:180). Bagian ilustrasi pada iklan media cetak memegang peranan penting. dan alegory. kognitif. ilustrasi dan bagian body copy. Tanda dalam Iklan Tanda dalam iklan berfungsi untuk menciptakan arti. Imagery dilakukan bila secara verbal konsep-konsep periklanan sulit untuk diterjemahkan. Pertama dengan CPM (Consumer Procesing Model) dan kedua melalui HEM (Hedonic Experimental Model).

1992). merek . untuk iklan harus menarik perhatian khalayak sasaran dan untuk itu iklan memerlukan bantuan-bantuan antara lain ukuran yang tepat (media cetak). Konsep AIDA (Attention Interest Desire Action) diperkenalkan sebagai rumusan struktur pembuatan iklan konvensional. sebab berkaitan dengan persoalan persepsi. Membanjirnya sarana-sarana pengolahan data informasi. Iklan memanfaatkan peluang tersebut guna merebut perhatian dengan ujung tombak kreativitas dan konsep komunikasi bisnis yang tepat. Contoh relevan untuk konsep ini adalah iklan-iklan di tahun 1960-an. Konsep ini muncul sebagai akibat dari situasi masyarakat atau pasar konsumen sudah dianggap over communicated. Konsep ini sebagai respon terhadap konsumen bahwa produk yangmereka beli harus yang terbaik atau yang paling baik. dinilai tidak sepadan dengan kemampuan manusia untuk mencerapnya. Sedangkan konsep produk hero. sehinga konsep-konsep periklanan yang terdahulu dinilai sudah tidak memadahi kapasitasnya untuk merebut perhatian masyasrakat. waktu tayang (untuk media televisi) serta menggunakan trik-trik khusus dalam membuat judul iklan. KONSEP POSITIONING PRODUK Positioning (penempatan) adalah suatu proses atau usaha untuk menempatkan suatu produk. Kondisi tersebut memaksa dilakukannya reduksi atau penyeleksian terhadap informasi yang perlu dicerap. Pada praktiknya hal ini tidak mudah dilakukan. (c) Desire (kebutuhan/keinginan). Dengan demikian penggunaan unsur-unsur dalam iklam tersebut harus merangsang orang untuk tahu pesan iklan secara lebih lanjut. segeralah perhatian tersebut ditingkatkan menjadi minat dan ingin tahu lebih jauh. (b) Interest (minat) setelah perhatian calon konsumen berhasil direbut. (d) Action (tindakan). Secara hirarki. lembaga atau apa saja dalam pikiran orang/kelompok sosial tertentu yang dianggap sebagai sasaran atau calon konsumen. Seorang kreator iklan harus mampu . Perkembangan ekonomi dan teknologi telah mengakibatkan masyarakat memasuki era informasi. setelah dua tahap tersebut dicapai pesan iklan berkewajiban menggerakkan keinginan orang untuk memiliki produk atau memakai jasa yang ditawarkan oleh iklan tersebut. Penggunaan allegori sering diungkapkan dalam bentuk personifikasi. ditandai dengan menjamurnya kreatif-kreatif periklanan yang mengiklankan produknya yang selalu nomor satu. (3) Allegori Allegori merupakan bentuk metafora yang lebih luas. yakni bagaimana meyakinkan calon konsumen bahwa suatu produk dapat merebut sebidang kavling dalam belantara informasi yang masuk pada pikiran calon konsumen tersebut. Membentuk Citra Al Ries dan Jack Trout (2002) mengungkapkan bahwa positioning tidak berhubungan dengan perlakukan terhadap produk.Metafora merupakan penggunaan objek lain yang tidak mampu dinyatakan secara literal yang bertujuan membuat ide yang abstrak menjadi nyata. sasaran atau masyarakat dalam menerima pesan iklan haruslah melalui tahap-tahap sebagai berikut: (a) Attention (perhatian). merupakan upaya akhir untuk membujuk calon konsumen agar sesegera mungkin melakukan kegiatan pembelian. dengan begitu tidak ada tempat untuk produk nomor dua. tetapi berkaitan dengan perlakukan terhadap pikiran. dalam kurun waktu tertentu konsumen dijejali dengan begitu benyak pesan-pesan iklan. Dengan demikian positioning juga berkaitan dengan masalah persaingan. Hal yang sama terjadi dalam bidang periklanan. Konsep yang dimaksudkan adalah AIDA dan konsep produk hero (Kasali. Allegori pada umumnya untuk menghubungkan objek-objek dalam narasi tertentu dengan arti di luar narasi tersebut. Kondisi ini menyebabkan banyak terjadi kemandegan informasi dan tak tercerap oleh sarana-sarana informasi tersebut.

cara lain untuk mengkomunikasikan citra adalah dengan mengkaitkannya dengan penggunaan produknya. . walaupun sebenarnya merupakan dua hal yang terpisah. yakni Al Ries dan Jack Trout dalam satu seri artikel mereka yang berjudul The Positioning Era yang dimuat dalam dalam Advertising Age. ilustrasi foto. Citra merupakan impresi menyeluruh yang ditangkap oleh calon pembeli. Strategi tersebut dapat diterapkan pada kasus-kasus desain yang lain. melainkan keterpaduan konsep dari suatu iklan. Pendekatan positioning.memposisikan produk yang diiklankanya diantara para pesaing. Pendekatan ini lebih mengutamakan sisi emosi dari konsumen Strategi Positioning Istilah positioning mulai diperkenalkan pada tahun 1972 oleh 2 orang eksekutif periklanan dari Amerika Serikat. c. Keberhasilan ini disebakan oleh penanaman citra positif yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan konsumen. Dan jika hal ini diterapkan klewat konsep positioning yang kreatif dan tepat maka terciptalah image tentang produk yang diiklankan. atau berubah-ubah sesuai tututan jaman. Lewat sentuhan emosional iklan diharapkan dapat menggiring konsumen kepada pesan iklan tersebut. Konsepsi citra yang jelas dari suatu produk terbukti berhasil dalam persaingan. tetapi ada juga yang menempuh cara menciptakan citra yang selalu baru (up to date). Dalam buku tersebut Acker merumuskan beberapa strategi positioning. Konsep periklanan yang berupaya menanmkan dalam benak konsumen tentang esensi sebuah produk dibandingkan dengan para kompetitornya. Acker melengkapi konsep tersebut dalam bukunya Positioning Your Product. tidak semata-mata fakta dari apa yang ditangkap. Harga yang tinggi dianggap sebagai produk yang berkualitas tinggi. d. Pendekatan USP (Unique Selling Proposition approach). Citra bisa juga dikondisikan untuk jangka waktu yang relatif lama dan konsisten. • Penonjolan pengunaan. bermula pada realita persepsi konsumen terhadap harga dan mutu yang selalu dianggap identik. sehinga penonjolan tersebut bila dilakukan secara konsisten yang akan menciptakan artribut tertentu. Buku tersebut hingga kini menjadi tonggak eksistensi konsep positioning sekaligus menjadi acuan atau referensi yang cukup penting bagi banyak praktisi periklanan. dalam strategi ini cara yang paling sering dilakukan adalah menghubungkan produk dengan costumner benefitnya. Inti pesan yang diiklankan harus memilih salah satu diantara sekian unsur produk yang dapat ditonjolkan. Pendekatan yang lebih berorientasi pada keunggulan generik tanpa memperhatikan kompetitor. • Penonjolan karakteristik produk. Citra bisa ditunjukkan secara homogen atau sebaliknya sesuai persepsi masing-masing penerimanya. naskah iklannya atau bunyi slogannya. Pendekatan citra merek. • Penonjolan harga dan mutu. dan sebaliknya harga yang rendah mencerminkan kualitas yang rendah. STRATEGI KREATIF Strategi kreatif dalam periklanan dapat dikelompokkan dalam beberapa bagian diantaranya. b. Suatu citra bisa sangat kaya makna atau bisa juga sederhana-sederhana saja. Pendekatan resonansi. antara lain. warna. Menyusul kemudian David A. Kreativitas yang berupaya mengembangkan identitas citra melalui asosiasi produk dengan simbol-simbol tertentu. e. a. Pendekatan merek generik. Pendekatan yang memanfaatkan keunggulan produk berdasarkan ciri unik yang dimiliki. sehingga produk tersebut idealnya mampu menjadi pemimpin pasar (leader market).

tak sedikit para pengiklan yang menggunakan simbol-simbol budaya daerah tertentu untuk menciptakan citranya. yang selama ini diduga bahwa 7-UP hanyalah sebagai minuman pencampur. Melalui riset pasar 7-UP menemukan jawabannya bahwa masyarakat belum tentu menolak 7-UP sebagai minuman ringan. terdapat satu contoh legendaris untuk konsep ini. pesaing yang telah ada terlebih dahulu dapat digunakan sebagai jembatan referensi. 1986). atau setidaknya setingkat dengan pesaingnya. yakni kisah klasik 7-UP yang pernah diremehkan oleh para pesaingnya dalam bisnis minuman ringan di Amerika (Kotler. But with a better taste”. terdapat dua hal penting untuk menjelaskan mengapa acuan terhadap persaing dalam penerapan strategi ini. Untuk itu 7-UP segera menyatakan positioning barunya:”7-UP is the uncola drink. • Positioning dengan menggunakan simbol-simbol budaya. . dan kedua ada kalanya tidak terlalu penting untuk mengetahui apa yang dipikirkan oleh calon konsumen tentang diri produsen. • Positioning langsung terhadap pesaing. merupakan salah satu pendekatan yang mengkaitkan produk dengan pemakainya.• Positioning menurut pemakainya. • Positioning menurut kelas produk. yang lebih penting adalah kepercayaan bahwa produsen tersebut lebih baik. Pertama. Masyarakat Amerika mengenal Coca Cola dan Pepsi Cola.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful