Organisasi Informasi Perpustakaan Berbasis Teknologi dan Tantangannya

Organisasi Informasi Perpustakaan Berbasis Teknologi dan Tantangannya

Posted By Redaksi On 13 Feb 2010. Under Jaringan Perpustakaan, Kumpulan Makalah Perpustakaan, Makalah Teknologi Informasi untuk Perpustakaan, Manajemen Perpustakaan, Organisasi Pustakawan Tags: Contoh Makalah Jaringan Perpustakaan, Contoh Makalah Perpustakaan, Contoh makalah Perpustakaan Digital, Jaringan Perpustakaan, Jaringan Perpustakaan Perguruan Tinggi, Manajemen perpustakaan digital, Organisasi Perpustakaan, Organisasi Pustakawan, Prospek Teknologi Informasi di Perpustakaan Penyajian informasi dan organisasi berarti menciptakan catalog dan index untuk penerbitan tentang semua yang melekat dalam objek. Yang meliputi uraian atribut tentang suatu dokumen dan penyajian tentang isi intelektualnya. Perpustakaan telah lama melakukan perekaman data tentang dokumen dan penerbitan. Proses inipun telah dilakukan puluhan tahun yang lalu. Proses Index dan catalog perpustakaan digunakan untuk membantu para pemakai menemukan kembali dan menempatkan suatu dokumen dengan baik. Arsip di dalam alat pencarian informasi yang baik diharapkan menyediakan akses yang baik sehingga dapat digunakan dengan mudah. Standarisasi catalog dan index sangat perlu dilakukan karena kerjasama antar perpustakaan secara elektronik telah berkembang bersamaan dengan berkembangnya teknologi saat ini sehingga memungkinkan untuk melakukan pertukaran sumberdaya yang dimiliki. Proses kerjasama dalam tukar menukar atau penggabungan informasi hanya dapat dilakukan jika memiliki format sama dalam penulisan catalog dan indexnya. Perpustakaan sering terjadi mengembangkan pengolahan perpustakaannya tidak memperhatikan standarisasi yang ada. Sehingga ketika dilakukan tukar-menukar ataupun penggabungan informasi banyak sekali masalah. Sehingga membutuhkan waktu untuk melakukan konversi. Sementara pekerjaan konversi adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang sangat lama karena harus selalu melakukan koordinasi yang rutin baik untuk tingkat pengambil keputusan maupun di tingkat pelaksana untuk menemukan titik yang sama. Selain masalah catalog permasalahan lain timbul dalam penggunaan bahasa. Perpustakaan di Indonesia menggunakan bahasa pengantar yang berbeda ada yang menggunakan bahasa Indonesia ada juga yang menggunakan bahasa inggris. Perbedaan bahasa akan ditemukan lagi jika akan dilakukan penggabungan ataupun pertukaran informasi antar Negara. Standarisasi Standarisasi catalog dan index yang digunakan saat ini adalah menggunakan standar dari Machine Readable Cataloging (MARC) merupakan salah satu hasil dan juga sekaligus salah satu syarat penulisan katalog koleksi bahan pustaka perpustakaan. Standar metadata katalog perpustakaan ini dikembangkan pertama kali oleh Library of Congress, format LC MARC.

Subject : pokok bahasan sumber informasi. 12. 7. laporan. ukuran. nover. Dublin Core memiliki beberapa kekhususan sebagai berikut: y y y a. Language : bahasa yang intelektual yang digunakan sumber informasi 13. Informasi bibliografi biasanya mencakup pengarang. alamat situs 11. Format : bentuk fisik sumber informasi. 11. Dublin Core merupakan salah satu skema metadata yang digunakan untuk web resource description and discovery. 15. Description : keterangan suatu isi dari sumber informasi. 6. Rights : pemilik hak cipta sumber informasi . misalnya berupa abstrak. Publisher : orang atau badan yang mempublikasikan sumber informasi 6. 5. Type : jenis sumber informasi. Contributor : orang atau badan yang ikut menciptakan sumber informasi 7. Namun elemen Dublin Core dan MARC intinya bisa saling dikonversi. Relation : hubungan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi lainnya. sumber informasi 10. 14. 14.Standard MARC mulai banyak dikembangkan salah satunya adalah format INDOMARC merupakan implementasi dari International Standard Organization (ISO) Format ISO 2719 sebuah format untuk tukar-menukar informasi bibliografi melalui format digital atau media yang terbacakan mesin (machine-readable) lainnya. Date : tanggal penciptaan sumber informasi 8. biasanya dinyatakan dalam bentuk kata kunci atau nomor klasifikasi 4. 2. subyek. c. Title : judul dari sumber informasi 2. Identifier : nomor atau serangkaian angka dan huruf yang mengidentifikasian sumber informasi. judul. Coverage : cakupan isi ditinjau dari segi geografis atau periode waktu 15. Contoh URL. 4. Standard ini dipengaruhi oleh rasa kurang puas dengan standar MARC yang dianggap terlalu banyak unsurnya dan beberapa istilah yang hanya dimengerti oleh pustakawan serta kurang bisa digunakan untuk sumber informasi dalam web. 13. Indomarc menguraikan format cantuman bibliografi yang sangat lengkap terdiri dari 700 elemen dan dapat mendeskripsikan dengan baik objek fisik sumber pengetahuan. 10. 9. catatan. peta dan sebagainya 9. format. Expandable memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. 1. Creator : pencipta sumber informasi 3. durasi. 8. Memiliki deskripsi yang sangat sederhana b. Saya mengambil contoh Metadata Dublin Core dari sekian standard yang ada. 3. Seiring dengan perkembangan teknologi yang berbasis internet maka standarisasipun perlu dilakukan agar data dapat ditampilkan dalam format web. Dublin Core terdiri dari 15 unsur yaitu : 1. daftar isi atau uraian 5. Semantik atau arti kata yang mudah dikenali secara umum. Source : rujukan ke sumber asal suatu sumber informasi 12. data penerbitan dan deskripsi fisik. Standarisasi catalog berbasis web yang sangat berkembang saat ini adalah Dublin Core.

Digitalisasi menuju Digital library Dunia yang semakin datar yang diawali kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) sangat jelas terlihat mempengarui seluruh sisi kehidupan. inventarisasi. DDC / UDC universal decimal Dewey Decimal Classification (DDC) and the Universal Decimal Classification (UDC). Konten dari perpustakaan digital sama seperti seperti perpustakaan konvensional hanya bentuknya berubah menjadi digital. Perpustakaan konvensional biasanya terdiri dari fisik. format digital. katalogisasi. mendapatkan (temu kembali informasi) dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. sementara elemen ini justru sangat penting bagi perpustakaan yang akan melakukan pengembangan ke arah digitalisasi. skripsi/thesis. komputer / online 24/7. karya seni. jumlah unlimited. Brand: Perpustakaan yang memiliki pemanfaatan teknologi secara maksimal maka perpustakaan tersebut akan sangat mudah dikenal (terkenal). Alat: Teknologi informasi sebagai alat untuk menyimpan. CC / LCCS Library of Congress Clasification. Sedangkan untuk perpustakaan Digital bersifat virtual. digital library (perpustakaan digital). Berikut ini adalah perkembangan teknologi perpustakaan yang digunakan mulai dari perpustakaan tradisional hingga perpustakaan digital: Perpustakaan Tradisional Pada perpustakaan tradisional aturan atau standarisasi sudah dilakukan misalnya dengan menggunakan AACR2. journal. Beberapa bentuk penerapan teknologi informasi dalam perpustakaan. terbatas ruang dan waktu. Yang didesain untuk konstruksi katalog dan daftar tugas umum perpustakaan. berlangganan dan digitalisasi. dan hybrid library (perpustakaan kombinasi). Konten terdiri dari e-book. sirkulasi bahan pustaka. Sehingga para pengguna dapat dengan mudah mencari rujukan. Second Edition. Thesauri/LCSH Library of Congress Subject Headings Perpustakaan otomasi . Anglo-American Cataloguing Rules. video. pengelolaan anggota. audio/music. jumlah terbatas. dan tentu akan sangat mempengaruhi perkembangan perpustakaan di Indonesia. yaitu Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan. dengan berbagai alasan dan pertimbangan (tingkat kesulitan dan harga). membeli koleksi dan fotocopy. virtual library (perpustakaan maya). Istilah tersebut merupakan model pengembangan perpustakaan yang berbasiskan ICT yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalah yang berkembanga saat ini. peminjaman/pengembalian fisik. Seluruh pekerjaan dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan. modul. Dengan perkembangan ICT maka munculah banyak istilah tentang perpustakaan antara lain Istilah e-library (perpustakaan elektronik). automated library (perpustakaan terotomasi). presentation. Mulai dari pengadaan. statistik dan lain sebagainya. tayangan langsung / download / cdrom. format cetak.Elemen diatas sering sekali diabaikan oleh pengembang perpustakaan lokal.

pemerintah mengharapkan para pengelola perpustakaan di lembaga swasta maupun di lembaga pemerintah seperti Perpusda dan setaranya. Pemeliharaan/Perawatan. ISO 2709 Format untuk informasi bibliografi Information di media magnetic Tape. atau diakses melalui jaringan komputer. pengelolaan perpustakaan akan lebih cepat dan efisien. e-journal. mengelola dan mengakses informasi aset internal. Statistik). akses koleksi budaya. e-books. PAC. penelurusan informasi. fungsi dan tujuan. pelayanan. Pelayanan (Sirkulasi.SDI. Pasal 19 (ayat1) Pengembangan perpustakaan merupakan upaya peningkatan sumber daya. Yang didesain untuk konstruksi katalog dan daftar tugas umum perpustakaan. pengindeksan. Perpustakaan digital sangat besar manfaatnya. Layan perpustakaan yang diotomasi itu adalah: teknis operasional. regulasi dan masih banyak lagi. pemesanan. penerimaan). selain untuk arsip pemeliharaan arsip DL juga digunakan antara lain untuk knowledge/content manajemen. e-governace. bagi pengguna sendiri akan sangat terbantu karena banyak kemudahan yang ditawarkan. prosedur. Aturan atau standarisasi perpustakaan yang telah terotomasi masih menggunakan aturan yang lama dengan pengembangannya antara lain AACR2 Anglo-American Cataloguing Rules. Akuisisi (pengadaan. juga standart layanan kepada masyarakat pengguna dapat ditingkatkan. atau media yang lain) dan dapat diakses oleh computers. sehingga proses pelayanan kepada pengguna jauh lebih cepat dan mudah. pendidikan. serta dilakukan sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. klasifikasi. e-print. Konten digital dapat disimpan di tempat lokal. (Ayat 3) Pengembangan . Second Edition. rencana.Perpustakaan otomasi: adalah semua proses sudah terotomasi dengan baik. Membuat bibliografi). memberikan akses kebijakan pemerintahan. e-learnging. MARC Machine Readable Cataloging. seleksi. Perpustakaan digital adalah jenis sistem temu kembali informasi. Perpustakaan Digital Perpustakaan digital (Digital Library) adalah suatu perpustakaan yang koleksi disimpan di format yang digital (sebagai lawan cetakan. microform. Pengolahan (Katalogisasi. 43/2007) sebagai payung hukum penyelenggaraan perpustakaan di Indonesia diharapkan akan membangkitkan lagi kesadaran kita untuk lebih memperhatikan penyelenggaraan perpustakaan dan pemberdayaannya. (Ayat 2) Pengembangan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan karakteristik. Administrasi antara lain surat menyurat. untuk melakukan pengembangan layanan perpustakaan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang. baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Dengan terlahirnya Undang-undang Perpustakaan (UU no. CCF singkatan dari Common Communication Format yang dikembangkan oleh Unesco. dan pengelolaan perpustakaan. Melalui UU 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. penelitian. Dengan penerapan Teknologi Informasi yang tepat.

e-print.perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan secara berkesinambungan. Menciptakan / Memelihara Isi local: Menciptakan dan memelihara local content yang dipelihara dengan baik mejadi karakteristik tersendiri bagi perpustakaan. selain untuk arsip pemeliharaan arsip DL juga digunkan antara lain untuk knowledge/content manajemen.50 Metadata Object Description Schema (MODS). laporan kapki / kku / pkm. maupun yang berkunjung menggunakan media internet. rekaman audio. pendidikan. Pengumpulan dan Pengintegrasian dari Isi ilmiah. TEI. ditampilkan dengan berbagai keinginan. multimedia yang berisi muatan local misalnya laporan penelitian. majalah. presentasi kuliah. penelitian. dokumentasi sekitar dokumen dan object. MARC21 pengembangan Machine Readable Cataloging berbasis Web. sehingga sangat memudahkan para pengguna/pustakawan dalam pengelolaannya. laporan pengabdian masyarakat. METS. buku dies natalis. Dengan memperbanyak local konten maka perpustakaan manjadi tujuan utama pengguna. . seminar. sehingga perpustakaan tersebut menjadi terkenal karena sering dikunjungi. karya arsitektur (bentuk gambar) dan masih banyak lagi bentuk-bentuk multimedianya. Obyek digital dapat dikumpulkan menjadi satu dengan menggunakan banyak kriteria. e-journal. EAD. rekaman video seminar. karena informasi yang diinginkan hanya terdapat pada perpustakaan tersebut. modul kuliah. Memperkuat ± mekanisme dan kapasitas sistim informasi / layanan: Sistem informasi layanan pada perpustakaan digital menjadi lebih banyak baik yang berkunjung secara fisik di perpustakaan. Z39. Text Encoding and Interchange. Digital library sangat besar manfaatnya. Karakteristik Perpustakaan Digital Sistem informasi elektronik yang dinamis: Kedinamisan sistem informasi ini terletak pada kemudahan dalam pengembangan sistem. akses koleksi budaya. content dapat direkayasa menjadi bentuk lain: misalnya di copy dan cetak. DCMI-W3C konsorsium standard bahasa berbasis web (Guidelines for implementing Dublin Core in XML). seperti model pencarian dengan berbagai jenis aturan. tambal sulam sistem. laporan kerja praktek. prosedur. mengelola dan mengakses informasi aset internal. rencana. buku. Pengembangan local konten dapat berubah Jurnal. Fleksibel: konten dapat dipindahkan dari ruang satu ke ruang lain.MODS. Efisiensi Akses : konten yang diakses mampu didapat dengan cepat dan tepat sesuai dengan dengan kebutuhan pengguna. e-books. disimpan. regulasi dan masih banyak lagi. memberikan akses kebijakan pemerintahan. Data-data elektronik dapat dimodifikasi. Aturan atau standarisasi dalam perpustakaan digital mengalami banyak perkembangan mulai dari Metadata :informasi data. acara-acara khusus. skripsi / thesis. Meningkat/Kan Portabilitas: konten perpustakaan dapat dengan mudah dipindah dari ruang satu ke ruang lain atau bentuk satu ke bentuk lain. DTD Encoded Archival Description. egovernace. Kapasitas konten yang tersimpan juga tidak dipengaruhi oleh berapa jumlah peminjam/pembaca. e-learnging.

mp3. Format konten dapat disajikan dalam berbagai bentuk. sehingga pengguna maupun pihak perputakaan tidak khawatir dengan dampat dari akses digital tersebut. Karena membutuhkan hardware dan software dengan criteria tertentu. Konten dapat di gandakan sesuai dengan keinginan. Data encoding (role of markup languages): Penyandian data (encoding). mp4. Misalnya hardisk. dat. Hal ini akan menyulitkan pengguna dalam peminjaman content. akan menghasilkan informasi yang baik pula. Pengintegrasian data yang diorganisasi dengan baik. Role of Metadata (role of Standards): standarisasi dari metadata sangat diperlukan agar pengembangan perpustakaan menjadi lebih mudah. agar pengembangan berbasis web dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan dari Web itu sendiri. Data yang di tampilkan dalam web harus dilakukan penyandian agar tidak dapat dengan mudah dibaca oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Aturan ini digunakan untuk menjaga keamanan data. Pemeliharaan jangka panjang: konten perpustakaan digital memiliki umur jauh lebih lama dibandingkan dengan konten fisik. misalnya . Misalnya pada saat pengintegrasian dalam berbagai sistem operasi. Integrasi/organisasi: Perpustakaan digital memerlukan organisasi yang baik. organisasi content.Ketersediaan: konten perpustakaan yang ada tidak tergantung pada jumlah yang ada.doc. Hak cipta: Yakinkan bahwa konten yang di akses tidak melanggar hak cipta. Biaya: Biaya dalam pengembangan perpustakaan digital tentu melebihi pengembangan perpustakaan biasa. CD/DVD dan tape. Sebagai missal peralatan multimedia dapat dipinjam untuk dilihat/didengarkan dengan jumlah pengunjung tak terbatas. flv. Konten fisik membutuhkan pemeriharaan / perlakuan yang istimewa karena bisa rusak. Selain itu juga biaya yng tidak kalah pentingnya adalah untuk pengembangan sumberdaya manusia. Multi: pada perpustakaan digital banyak sekali multi yaitu multi format. Data yang ditampilkan pada layanan di gedung. Memerlukan Jalur pintu akses informasi tunggal: Desain akses data seharusnya menggunakan jalur satu akses informasi. Sedangkan multi media dapat berupa audio dan video dan dapat disimpan dalam banyak platform misalnya disimpan dalam sistem operasi Windows dan Linux. Structured Metadata (role of XML): aturan metadata pada pemrograman berbasis web juga harus sesuai dengan aturan yang ada. Sering dilakukan oleh pihak perpustakaan bahwa akses dalam gedung dibuat berbeda dengan akses melalui internet. Meskipun pemisahan ini dilakukan seharusnya dilakukan sinkronisasi agar isinya sama. maupun pengintegrasian lintas perpustakaan. tidak sama dengan data yang ditampilkan di internet. Teknologi Perpustakaan Digital . multi media. agar informasi yang didapatkan akurat. pdf. Sementara content digital dapat di peliharan / simpan dengan waktu yang cukup panjang dan dapat disimpan dalam berbagai media penyimpanan. dan multi platform. organisasi sumber daya manusia.

Atau dapat menggunakan software yang terbundel (monolitik) dimana software ini menggunakan sistem prosedur yang melekat pada sistem. sehingga ketergantungan dengan penyedia sangat tinggi. Jika pengembangan menggunakan model komponen maka biaya dapat ditekan sesuai dengan kebutuhan kita saat ini. Componentized vs Monolithic Systems: pengembangan software dapat dikembangan berdasarkan komponen. Proprietary tentu membutuhkan dana yang tinggi. Penggabungan atau perbagi konten perpustakaan sangat dimungkinkan terjadi. sejauh mana layanan dapat dinikmati oleh pengguna. Sehingga pencari dapat dengan mudah menemukan dan tepat apa yang dibutuhkan. Hal ini sangat diperlukan dalam pengembangan kedepan. Software monolitik semua kebutuhan telah disediakan sesuai dengan pengembang. Multi bahasa: bahasa juga menjadi kendala dalam pengembangan perpustakaan. Kelemahan dari software ini adalah pengguna tidak dapat melakukan modifikasi sedikitpun tanpa dibantu oleh penyedia. agar mudah dikembangkan oleh pihak lain sehingga teknologi yang ada dapat digunakan lama. jika akan dikembangkan maka harus di runut satu persatu. dengan mendapatkan dukungan penuh dari pihak penyedia mulai dari instalasi hingga maintenance. Mulai dari sisi perancangan. Selain itu juga dalam penggabungan atau sharing antar perpustkaan akan sangat mudah jika menggunakan bahasa yang sama. hardware maupun software. sementara software yang digunakan berbahasa inggris. Keandalan dan keakuratan softwarepun dapat dipertanggungjawabkan oleh penyedia. Misalnya masih banyak staf perpustakaan yang kurang dalam bahasa inggris. sehingga kesamaan metadata sangat diperlukan agar proses penggabungan lebih cepat dan mudah. Proprietary Vs Open Source: Dari goal yang diharapkan maka dapat menentukan model software apa yang akan digunakan proprietary (berbayar. Pemilihan Software Goal: Untuk menentukan software yang diharapkan tentu harus mendefinisikan Visi dan Misi dan terlebih dahulu tujuan apa yang akan dicapai. Publication tools dan Searching tools: peralatan dalam publikasi dan pencarian juga perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem perpustakaan. tetapi pencarian diharapkan juga masuk dalam pencarian isi dari obyeknya. atau tahun terbit.Open architectures (Open DLs): diusahakan bahwa teknologi yang digunakan dalam pengembangan perpustakaan digital menggunakan dasar arsitektur terbuka. dan syarat-sarat apa yang harus dipenuhi. Model pencarian tidak terpaku pada judul. Metadata antar perpustakan: metadata ini sangat penting dalam pengembangan perpustakaan kedepan. terbundle) atau menggunakan open source. Perbedaan standard metadata membutuhkan perangkat tambahan agar perpustakaan dapat digabungkan. dimana dapat ditambahkan/ditempelkan dalam sistem jika dibutuhkan. pengarang. Layanan apa saja yang akan kita berikan. . Dari kedua ini memiliki kelebihannya sendiri-sendiri.

dimana tim terdiri dari tim analis dan desain. Jika software yang digunakan adalah software baru. Penggunakan platform akan sangat terasa ketika perpustakaan akan melakukan integrasi sistem. . Dapat diinstall dengan bebas. Dokumentasi menyeluruh: software yang akan digunkan harus memiliki dokumentasi yang menyeluruh. dan kolaborasi sistem perpustkaan. Dokumentasi yang baik dapat menunjukkan bahwa software dibangun dengan baik pula. DSpace. Mudah diinstal. hingga dokumentasi dari sistem itu sendiri. maintenance. Perlu diperhatikan pula pihak mana saja yang menggunakan software tersebut. Sehingga pengguna dapat dengan mudah menentukan pilihan softwarenya. Mendukung platform teknologi Digital Library (DL): software yang dibangun harus mendukung platform teknologi DL. Kolaborasi dari yang berkepentingan didalamnya akan mendapatkan software yang baik. Dengan tidak berbayar maka dana dapat ditekan seminimal mungkin. dan pihak pengguna. Tantangan Perpustakaan Era 2. Team pengembangan: software yang baik adalah software yang dibangun oleh tim. E-Mail Lists (Users/Developers): kelompok pengguna dan kelompok pengembang yang saling berkomunikasi melalui milis atau web menunjukkan bahwa software memiliki banyak pengguna dan pengembang. (CDS/ISIS. Software berbasis opensorce yang terkenal antara lain adalah Greenstone. kapasitas penggunanya. Eprints. jumlah penggunanya. Bahkan saking pesatnya maka prediksi-prediksi ilmuwan banyak yang meleset. maka yang perlu diperhatikan adalah siapa yang membuat dan didukung dari pihak mana saja yang kompeten. Kelemahan dari sistem ini adalah tidak mendapat dukungan dari penyedia (pembuatnya secara total). Sehingga pengembangan software akan dengan mudah dilakukan. Dan biasanya software yang baik memiliki jumlah pengguna yang banyak. dan dialihkan ke pos yang lain. Koha). perbaikan dan pengguna banyak: penentuan pilihan software harus melihat apakah software dapat dengan mudah di install dan diperbaiki dari berbagai jenis sistem operasi (linux windows). programmer. Dukungan dari sistem ini adalah dari komunitas. Kemudahan migrasi sangat dibutuhkan agar delay layanan tidak terganggu. source code dapat dilihat sehingga dapat dimodifikasi dengan mudah oleh pengguna. penggunaan. Active User Groups.0 Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat berkembang dengan sangat pesan dan bahkan terlalu pesat sehingga orang sulit untuk mengikuti perkembangan teknolgi informasi dan komunikasi yang ada. Kesulitan dalam migrasi membutuhkan waktu yang lama sehingga proses layanan dengan software baru menjadi tertunda. pustakawan.Sementara software opensodurce : software dapat didapat dengan tidak berbayar. Komunitas tersebat dimana dan pengguna dapat melakukan kontak dengan mereka tanpa berbayar. mulai dari instalasi. Dukungan migrasi Software yang digunakan harus dapat mendukung perpindahan sistem dari yang lama ke yang baru dengan mudah.

Contoh nyata facebook. Konten Dibuat oleh Pengguna. 1977 Komputer saat ini sudah digenggam oleh banyak orang. 4. HandPhone (HP) saat ini sudah memiliki kemampuan seperti komputer. Layanan Berbasis Komunitas. Founder of DEC. Chairman of IBM.000 orang. dengan perkembangan internet dan teknologinya proses belajar masyarakat beralih ke belajar berbasis elektronik eLearning and eEducation.alexa. Blogging. google earh. Bahwa facebook saat ini menjadi trend baru dalam dunia internet. 6.0: 1. Kultur Sosial Masyarakat Berubah (Social Networking) hubungan sosial yang dulu harus bertatap muka dan berbicara dengan HP. youtubbe) Dapat disimpulkan bahwa ciri web 2. saat ini mereka membangun teknologi social networking untuk berhubungan sosial. Sehingga Hubert mengatakan bahwa Suara Personal Lebih Didengar Daripada Suara Perusahaan Hubert Rampersad.³I think there is a world five computers´ Thomas Watson. Kultur Layanan Web Berubah: web conten diisi dan dirubah oleh user. Kultur Media Informasi Berubah.com/statistics friendster (Tahun) 24 34 = nomor 1 sedunia (36%) di Persentase indonesia %) 74. 1943 ³640K ought to be enough for anybody´ Bill Gates.(Blogging dan Democratic Media). 1981 market for maybe ³There is no reason anyone would want a computer in their home´ Ken Olson. friendster. Indonesia menduduki di urutan ke 15 pengguna internet dengan jumlah kurang lebih 25. 2. media informasi pun berubah masyarakat membangun informasi sendiri dengan data yang mereka miliki melalui blog sehingga rasa demokrasi media jauh lebih terasa.2 Traffic Facebook dari Indonesia Menduduki Peringkat Sumber: http://www. 2008. 3.2 22.alexa.com/site/ds/top_sites?c« Sementara Account Facebook Indonesia Menduduki Peringkat 1 Asia Pacific Sumber: Facebook Report 2009 4 dari Kultur Belajar Masyarakat Berubah. Jumlah pengguna Friendster dari Indonesia Sumber: http://www. 5. kewenangan web berada pada user User Generated Content (wikipedia. Saat ini setiap orang dapat berselancar di internet menggunakan HP. Sindikasi dan Agregasi . Jaringan Sosial.com/data/details/traffi« Usia pengguna Rentang Usia 16 ± 25 ± 35 < Sumber : http://pipl. Adanya Kolaborasi Antar Pengguna.6 3. Authentic Personal Branding.

go.pdf 2007 PENYAJIAN DAN ORGANISASI INFORMASI DI DALAM RUANG WEB: DARI MARC KE XML Siswanto FTI Universitas Budi Luhur Jakarta jurnal.my/ Kesiapan Pemerintah Daerah dalam Menyelenggarakan Perpustakaan: Menyikapi Lahirnya UU Perpustakaan (UU No. pppjj.id/«perpustakaan/«/UU_43_2007_PERPUSTAKAAN.0: Hak Untuk Berpartisipasi.Pada Web 1.0 = Web 2.ac. xfuadi at gmail.com Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Univeristas Indonesia Perpustakaan 2.pdf Penulis : Albertus Dwiyoga .id/wp«/02/BIT-Vol1-No2artikel3-Desember2006.pdf Impact of Interface Characteristics mojit/articles/pdf/April05/09-Hasmi.gamatechno. Daftar Pustaka Digital Library Digital Library Technologies (DLT) Annual Report.edu reports/ 2006/DLTannual2006.bl.0 Romi Satria Wahono UU Pemerintah Tentang Sistem Informasi Perpustakaan http://www.pdf on Digital Libraries Usage .pnri. Partisipasi aktif dari pengguna justru lebih tinggi tingkatannya. July 2005 ± June 2006 its. ilmucomputer.com/ berita/51uu-pemerintah-tentang-sistem-informasi-perpustakaan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN wwwfiles. 6 Juni 2008 Greenstone in Building Digital Library Collections greenstonesupport.usm.pdf E-Library: Masa Depan Perpustakaan? Ridwan Sandjaya. 43/2007) Oleh: Agus Saputera PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL (DL) DI INSTANSI PEMERINTAH Bambang Setiarso.in/Greenstone%20workshop%20Nov%202006/Greenstone-mgstutorial. atau bisa di disebut dengan Perpustakaan Berbasis Jaringan Sosial.ac.0: Hak Mengakses Informasi.iimk. Perpustakaan 2.0 adalah perpustakaan yang sudah terdigitalisasi dengan berbasis web dan menggunakan jaringan internet dengan memasukkan ciri-ciri web 2.psu.com Perkembangan Perpustakaan Digital di Indonesia dan di Negara-negara Asia oleh : Syauqi Fuadi. sementara pada Web 2.0.0 + Perpustakaan Perpustakaan 2.

http://library.um. HARDWARE : Peralatan pisik dari komputer itu sendiri. mengendalikan. yaitu berupa informasi SOFTWARE : Software adalah unsure penyusun computer yang tidak dapat kita sentuh karena berupa perintah untuk mengatur computer. BRAINWARE : orang-orang yang bekerja secara langsung dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu.pdf https://spreadsheets. menganalisa. dipegang. bila tidak ada manusia computer tidak bisa digunakan.Maksudnya. SOFTWARE : suatu prosedur peng-operasian dari komputer itu sendiri ataupun berbagai prosedur dalam hal pemrosesan data yang telah ditetapkan sebelumnya. tetapi menerima hasil kerja dari komputer yang berbentuk laporan .com/ccc?key=0AkxOUpDJCa5wdFFpWFVVNHRKQUQzbEpPaE55S28xc0E&hl =en#gid=0 alumni HARDWARE : Hardware adalah unsure penyusun computer yang dapat kita sentuh karena merupakan peralatan yang berupa fisik yaitu alat elektronik & mekanik. . merancang dan membentuk suatu system / prosedur pengolahan data secara elektronik berdasarkan aplikasi yang dipesan oleh pemakai jasa komputer.membandingkan.ac.id/images/stories/pustakawan/kargto/Upaya%20Pengembangan%20Kinerja%20Pus takawan.google. y y Sistem Operasi adalah software yang bertugas mengontrol dan mengkoordinasikan pengunaan hardware untuk berbagai Aplikasi untuk bermacam-macam pengguna. mengklasifikasikan.mengurutkan. Program Aplikasi adalah software yang menentukan bagaimana sumber daya digunakan untuk menyelesaikan masalah BRAINWARE : Brainware adalah unsure dimana yang berasal dari akal manusia . ataupun dipindahkan y y y Input : Proses memasukan data ke dalam proses komoputer melalui alat input (input device) Processing : Proses pengolahan data dengan alat pemroses (processing device) yang berupa proses menghitung. Peralatan yang secara pisik dapat dilihat. y System Analyst : orang yang bertugas mempelajari. atau mencari di storage Output : Proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data dengan menggunakan alat output (output device). ataupun orang-orang yang tidak bekerja secara langsung menggunakan komputer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful