Disusun oleh : Ida Wulandari Pembimbing : dr.Isna Nurhayati, Sp.

A

BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI

PATOFISIOLOGI

Metabolisme Bilirubin

80% sel darah merah (katabolisme Hb)

HEME LIVER

biliverdin Bilirubin tak terkonjugasi/ bilirubin indirek

20% enzyme/ bilirubin non eritroid

-Uptake -Konjugasi -ekskresi

Sirkulasi enterohepatik urobilinogen (1020%)

Ekskresi bilirubin terkonjugasi ke kandung empedu (bilirubin direk) Konversi oleh bakteri usus menjadi urobilinogen

Ekskresi ke ginjal, urobilinogen Sterkobilin di feces

Perubahan fungsi hati pada kolestasis

 Ikterus

obstruksi ekstra hepatik memberikan 3 perubahan klasik pada traktus portal : 1. Oedema jaringan ikat 2. Proliferasi duktus 3. Infiltrasi neutrofil

Manifestasi Klinik

Diagnosis
 Anamnesis  Pemeriksaan

fisik  Pemeriksaan Penunjang: A. Pemeriksaan Laboratorium 1) Pemeriksaan Rutin 2) Pemeriksaan Khusus B. Pencitraan  1) Pemeriksaan ultrasonografi

 2)

Schintigrafi hati  3) Pemeriksaan kolangiografi C. Biopsi Hati

Terapi
A. Memperbaiki aliran empedu dengan cara :  Mengoreksi/mengobati etiologi kolestasis dengan operasi pada kolestasis obstruktif dan medikamentosa pada kolestasis hepatoseluler yang dapat diobati.

Prognosis

SEKIAN....... TERIMA KASIH

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful