TUMBUH KEMBANG ANAK Posted on May 5, 2007. Filed under: artikel ilmiah | A.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Dalam ilmu kesehatan anak istilah pertumbuhan dan perkembangan menyangkut semua aspek kemajuan yang dicapai oleh jazad manusia dari konsepsi sampai dewasa. Pertumbuhan berarti bertambah besar dalam aspek fisis akibat multiplikasi sel dan bertambahnya jumlah zat interseluler. Oleh karena itu pertumbuhan dapat diukur dalam sentimeter atau incih dan dalam kilogram atau pound. Selain itu dapat pula diukur dalam keseimbangan metabolik, yaitu retensi kalsium dan nitrogen oleh badan. Perkembangan digunakan untuk menunjukkan bertambahnya keterampilan dan fungsi kompleks. Seseorang berkembang dalam pengaturan neuromoskuler, berkembang dalam mempergunakan tangan kanannya dan terbentuk pula kepribadiannya. Maturasi dan diferensiasi sering dipergunakan sebagai sinonim untuk perkembangan. Pertumbuhan fisis, sebagai pertumbuhan badan sebagai keseluruhan, Kroman menganjurkan 2 macam pemeriksaan pada anak, yaitu: 1. Pemeriksaan kesehatan medis (medical health examination) 2. Pemeriksaan kesehatan perkembangan (development health examination). Pemeriksaan yang disebut pertama di atas menilai kondisi anak dari ada tidaknya penyakit, pemeriksaan yang disebut kedua dimaksudkan untuk menilai pertumbuhan fisis dan kedewasaannya dalam mental dan emosi. Walaupun pertumbuhan berlangsung terus secara tetap dari masa konsenpsi sampai dewasa, namun terjadi fluktuasi dalam kecepatan tumbuh seorang anak. Percepatan tumbuh yang mencapai maksimum terjadi pada akhir masa janin dan kemudian menurun terus sampai melewati masa bayi, kemudian timbul percepatan tumbuh lagi pada masa adolesensi yang kemudian menurun dan berhenti setelah mencapai umur dewasa.Puncak pertumbuhan panjang pada masa janin terjadi kira-kira pada akhir trimester kedua kehamilan, puncak pertambahan berat terjadi pada saat sebelum lahir. Fase percepatan pada masa adolesensi terjadi sebaliknya, yaitu berlangsung lebih dini dan berat badan relatif lebih besar daripada tinggi badan. Beberapa jaringan badan hanya mengikuti satu daripada kedua percepatan tumbuh tersebut, sedang lainnya mengikuti suatu bentuk tersendiri. Misalnya jaringan otak cepat tumbuh pada masa percepatan tumbuh janin (siklus pertama) dan tidak tumbuh lagi sebelum percepatan tumbuh pada masa adolesensi (siklus

Pada saat lahir besar otak kira-kira hanya 5% daripada berat dewasa. c. Kerusakan otak pada masa bayi mempunyai arti yang penting demikian pula lingkaran kepala pada masa ini merupakan kemajuannya. karena jaringan lemak subkutan belum terbentuk. Sebaliknya pertumbuhan alat kelamin pada 10 tahun pertama agak lambat. adenoid. limpa.500 g. timus. Masa embrio (trimester pertama kehidupan prenatal) Diferensiasi berlangsung cepat. Pembentukan jasad manusia sempurna dan alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi. 2. Pada akhir masa ini panjang janin 70% dari pada panjang pada saat dilahirkan. Kirakira 50% dari pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan. b. Jaringan limfoid tumbuh cepat pada masa bayi dan anak. tetapi menjadi cepat pada 10 tahun berikutnya. Pertumbuhan organ ini sangat pesat sesudah seluruh pertumbuhan badan berakhir. kelenjar getah bening dan jaringan limfe di usus. Pranatal (0-280 hari) a.000-3. Masa fetus dini (trimester kedua kehidupan prenatal) Terjadi percepatan pertumbuhan. 20% terjadi pada tahun kedua. Masa fetus akhir Bertambahnya masa tubuh dengan cepat. Termasuk dalam jenis ialah tonsil.kedua) dimulai. berat badannya hanya 20% daripadanya. Masa neonatal (0-4 minggu sesudah lahir) . Berat badan fetus dari 700 g pada akhir trimester kedua bertambah dengan kecepatan kira-kira 200 g/minggu sampai pertengahan trimester ketiga untuk mencapai kira-kira 3. terbentuk sistem dan alat-alat dalam tubuh. kemudian menurun pada masa pubertas dan akhirnya mengalami involusi. Masa pertumbuhan sebelum dewasa 1.

6. b. . Masa sekolah (wanita 6-10 tahun. Masa adolesensi (wanita 10-18 tahun. kemajuan dalam berjalan dan aktifitas motorik serta pengaturan fungsi ekskresi. Masa prasekolah (umur 2 -6 tahun) Pertumbuhan melambat. Umur 1 bulan – 1 tahun Pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. memerlukan kepercayaan diri sendiri dan kebebasan. Berat badan dapat turun sampai 10% pada minggu pertama kehidupan yang dicapai lagi pada hari ke-14. timbulnya ciri kelamin sekunder. aktifitas jasmani bertambah.Penyesuaian sirkulasi dengan keadaan lingkungan. 4. keterampilan dan proses intelektuil berkembang. 3. pria 6-12 tahun) Pertumbuhan tetap. Umur 1 tahun – 2 tahun Pertumbuhan menurun. perkembangan fungsi alat kelamin. kordinasi fungsi dan mekanisme motorik bertambah. pria 12-20 tahun) Perubahan dari masa anak ke masa dewasa. terutama sistim saraf. Percepatan pertumbuhan tinggi dan berat badan. fungsi alat tubuh bertambah. Masa bayi (tahun pertama dan kedua kehidupan) a. mulai bernafas dan fungsi alat tubuh lainnya. cepat menangkap pelajaran. 5.

Wanita menjadi dewasa lebih dini. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Italia. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas.1. proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. 2. Timbulnya kelainan familial. kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas. kecepatan tumbuh. Pada saat sekarang para ahli psikologi anak berpendapat bahwa hereditas lebih banyak mempengaruhi inteligensi dibandingkan dengan lingkungan. yaitu mulai adolesensi pada umur 10 tahun. Haruslah diingat bahwa beberapa anak bertubuh kecil karena konstitusi genetiknya dan bukan karena gangguan endokrin atau gizi. pria mulai pada umur 12 tahun. tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal. Jenis kelaminPada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar. 1. DNA yang membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. 1. Ras atau bangsaOleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai tendensi lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. kelainan khusus tertentu. Memang hereditas tidak dapat disangsikan lagi mempunyai peranan yang besar tapi pengaruh lingkungan terhadap organisme tersebut tidak dapat diabaikan. Faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal) a. Peranan genetik pada sifat perkembangan mental masih merupakan hal yang diperdebatkan. Faktor heredokonstitusionil 2.Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut. Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Dapat dibagi dalam 2 bagian. . Faktor heredokonstusionil Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu.

Mekanis (pita amniotik. b). Diketahui pula bahwa pada ibu dengan keadaan gizi jelek tidak dapat terjadi konsepsi. Endokrin (diabetes mellitus pada ibu. Faktor lingkungan 1. Dengan menghilangkan vitamin tertentu dari dalam makanan binatang yang sedang hamil. jodium dan lain-lain). ektopia. a). yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan. b. c). . masa bayi dan masa adolesensi. KeluargaTidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek anggota keluarga lainnya tinggi. 4. Hal ini disinggung pula oleh Warkany dengan mengatakan ‘The most serious congenital malformation is never to be conceived at all”. trauma. Faktor prenatal. Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan oligohidroamnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot.3. Telah lama diketahui bahwa obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kelainan seperti misalnya palatoskizis. UmurKecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus. Telah dibuktikan pula bahwa kurang makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran mati dan kematian neonatal. distosis kranial. Toksin kimia (propiltiourasil. Kelainan ini tidak terlalu berat karena mungkin terjadi pada masa kehidupan intrauterine akhir. Warkany menemukan kelainan pada anak binatang tersebut. mikrognatia dan kaki bengkok. d). aminopterin. oligohidroamnion). posisi fetus yang abnormal. Implantasi ovum yang salah. Jenis kelainan tersebut dapat diduga sebelumnya dengan menghilangkan vitamin tertentu. Gizi (defisiensi vitamin. hidrosefalus. obat kontrasepsi dan lain-lain). umur tua dan lainlain). hormon yang dimakan.

kernicterus) Keadaan ini timbul atas dasar adanya perbedaan golongan darah antara fetus dan ibu. Anoksia embrio (gangguan fungsu plasenta) . histoplasmosis. e). Toksoplasmosis pranatal dapat mengakibatkan makrosefali kongenital atau mikrosefali dan retinitis. mikrosefali. sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah bayi yang kemudian melalui plasenta masuk ke dalam peredaran darah bayi yang akan mengakibatkan hemolisis. Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan dapat mengakibatkan kelainan pada fetus. retardsai mental. Rubela (German measles) dan mungkin pula infeksi virus atau bakteri lainnya yang diderita oleh ibu pada waktu hamil muda dapat mengakibatkan kelainan pada fetus seperti katarak. Radiasi (sinar Rontgen. Jaringan otak sangat peka terhadap hiperbilirubinemia ini dan dapat terjadi kerusakan. f). sifilis dan lain-lain). Spina bifida. walaupun faktor lain yang bukan endokrin juga ikut berperan. retardasi mental dan deformitas anggota gerak. Kongenital merupakan contoh infeksi yang dapat menyerang fetus intrauterin hingga terjadi gangguan pertumbuhan fisik dan mental. trimester II dan berikutnya: toksoplasmosis. bisu-tuli. kardiomegali dan hiperplasia adrenal. Hiperplasi pulau Langherhans akan mengakibatkan hipoglikemia. Infeksi (trimester I: rubella dan mungkin penyakit lain. kelainan kongenital mata dan jantung.Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes mellitus sering menunjukkan kelainan berupa makrosomia. Imunitas (eritroblastosis fetalis. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali. h). Ini mungkin disebabkan oleh kelainan beberapa endokrin dalam tubuh ibu yang meningkat pada umur lanjut. Contoh kelainan yang pernah dilaporkan ialah mikrosefali. g). Umur rata-rata ibu yang melahirkan anak mongoloid dan kelainan lain umumnya lebih tinggi dibandingkan umur ibu yang melahirkan anak normal. Akibat penghancuran sel darah merah bayi akan timbul anemia dan hiperbilirubinemia. radium dan lain-lain). retardasi mental dan kelainan kongenital jantung.

Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital). tuberkulosis paru dan penyakit sesak dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. Faktor Pascanatal a). Keadaan sosial-ekonomi. Pertambahan tinggi terbesar pada musim semi dan paling rendah pada musim gugur. c). B. Hal ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan anak. Beberapa penyakit kronis seperti glumerulonefritis kronik. Lain-lain. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. Sebaliknya penambahan berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim semi. faktor psikologis dan lain-lain. antara lain pengawasan medis. pendidikan. karbohidrat. Musim.Keadaan anoksia pada embrio dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu. Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein. 2. e). Tinjauan Umum Tentang BBLR . Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif). perbaikan sanitasi. Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi. yang lebih rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosialekonomi yang cukup. jelas dapat terlihat ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang. lemak. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. b). mineral dan vitamin. d).

BBLR ialah bayi yang baru lahir dengan berat badan saat lahir < 2500 g.Gambar 1. intake makanan yang tidak seimbang. Bayi cukup bulan ialah bayi dengan masa kehamilan mulai dari 37 sampai empat puluh dua minggu (259 sampai 293 hari). 2. Istilah BBLR digunakan oleh WHO untuk mengganti istilah bayi prematur. BBLR dan Penyakit Usia Dewasa serta Penjelasan Faktor ‘confounding’ Uraian gambar 1 menjelaskan dampak dari status sosial ekonomi yang rendah. b) Dismaturitas Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk kehamilan itu atau biasa disebut neonatus kurang bulan sesuai untuk masa kehamilan (NKB-SMK). pada kongres “European Perinatal Medicine II” di London tahun 1970. 1. Bayi lebih bulan ialah bayi dengan masa kehamilan mulai dari 42 minggu atau lebih (294 hari atau lebih)Dengan pengertian tersebut. Disamping itu interaksi sosial budaya memaksa bapak untuk mengikuti kebiasaan masyarakat setempat. Penyakit Jantung Koroner Source: Whincup (1997) Diab 40:319. 3. diusulkan definisi sebagai berikut.Untuk mendapatkan keseragaman. Hal juga sosial ekonomi . a) Prematuritas murni Bayi dengan kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai untuk masa kehamilan itu atau biasa disebut dengan neonatus kurang bulan sesuai masa kehamilan (NKB-SMK). Bayi kurang bulan ialah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari). maka bayi dengan berat badan lahir rendah dapat dibagi menjadi 2 golongan. Berarti bayi mengalami gangguan intra uterine dan merupakan bayi yang kecil masa kehamilan (KMK). bermuara pada ketersediaan pangan yang terbatas. misalnya merokok. sehingga berbagai penyakit yang terkait dengan pola makan juga mulai muncul.

Data yang ada saat ini memperlihatkan bahwa status kesehatan anak di Indonesia masih merupakan masalah. angka kematian balita. status gizi (nutrisi). anemia. kehamilan ganda. Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya. et al.yang rendah memicu tingkat stress yang tinggi. 2001 dalam Fatmawati. 3. 2. berat lahir 1000-1500 g (<1500 g). Faktor-faktor yang berkaitan dengan ibu seperti: umur ibu. penyakit-penyakit keadaan tertentu waktu hamil (misalnya anemia.B. 58 perseribu. Berbagai riset juga telah memaparkan bukti ilmiah tentang rendahnya sosial ekonomi dengan meningkatnya angka BBLR. paritas. Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 g ( sampai dengan 2499 g). umur kehamilan. Bayi berat lahir rendah (BBLR). 1. Bayi berat lahir ekstrim rendah (BBLER). berat lahir 1500-2500 g. A. Saifuddin (2000). riwayat abortus (Rochjati. Faktor lingkungan seperti: pendidikan dan pengetahuan ibu. lebih berat kemungkinan hidupnya (Arkhanda. Faktor janin meliputi kehamilan kembar dan kelainan bawaan Faktor bayi seperti jenis kelamin dan ras. Ada hubungan antara berat badan lahir dengan mortalitas. berat lahir < 1000 g Bayi Berat Lahir Rendah dipengaruhi dari beberapa faktor. 2. 5. serta angka kematian ibu 307 per seribu kelahiran hidup (UNDP. jarak kehamilan. Angka kematian bayi masih tinggi yaitu sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup. berat badan dan tinggi badan. 3.Anak yang meninggal 0-1 bulan 50% ialah anak yang prematur. penyakit degeneratif pun (jantung koroner) dengan mudah ditemukan pada golongan masyarakat tersebut. 1. menjelaskan beberapa prinsip dasar tentang BBLR. Pelayanan kesehatan (antenatal care). perdarahan dan lain-lain). bayi berat lahir rendah dibedakan dalam 3 kelompok. sehingga selain penyakit infeksi yang mudah menyerang pada masyarakat miskin. Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR). 2006) . 1986). pekerjaan. dan status sosial ekonomi dan budaya. 4. kebiasaan minum alkohol dan merokok. 1986).

(S. secara nasional berdasarkan analisa lanjut SDKI 1991 angka BBLR sekitar 7. (1980) dalam Bonnie (2000). Angka BBLR di Indonesia nampak bervariasi.Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. menjelaskan bahwa malnutrisii pada ibu ditemukan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan fungsi plasenta yang normal. Dari beberapa studi kejadian BBLR pada tahun 1984 sebesar 14.5 %. 1996) Rosso. hasil studi di 7 daerah multicenter diperoleh angka BBLR dengan rentang 2.Titik.1% -17.6% di daerah pedesaan dan 17.5% di Rumah Sakit. Hal ini tercermin dengan rendahnya bobot plasenta.2 %. Status gizi buruk Menurunnya volume darah Peningkatan Kardiac Out put yang tidak memadai Menurunnya aliran darah Plasenta Mengecilnyas ukuran plasenta Menurunnya transfer nutrisi Terhambatnya pertumbuhan janin . ukuran plasenta yang kecil dan kandungan DNA yang tereduksi. dkk. Selain itu bayi BBLR dapat mengalami gangguan mental dan fisik pada usia tumbuh kembang selanjutnya sehingga membutuhkan biaya perawatan yang tinggi. Plasenta yang terpengaruh juga mengurangi massa dan permukaan filli.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful