P. 1
2112

2112

|Views: 184|Likes:
Published by kaka_afie
skripsi bahasa indonesia
skripsi bahasa indonesia

More info:

Published by: kaka_afie on Feb 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2014

pdf

text

original

BIMBINGAN BELAJAR MENULIS PERMULAAN MELALUI METODE SAS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS I

TUGAS AKHIR
Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Diploma Dua

Oleh: WIWIN PUJI ASTUTIK 1402204007

PENDIDIKAN GURU KELAS SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Tugas Akhir ini telah di sahkan oleh panitia ujian Tugas Akhir Pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidian Universitas Negeri Semarang, pada:

Hari Tanggal

: :

Semarang, Kepala PGKSD UPP Semarang

September 2006

Dosen Pembimbing

Drs. Jaino, M.Pd NIP. 130875761

Arif Widagdo, S.Pd NIP. 132307563

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO Barangsiapa menghendaki kesejahteraan hidup di dunia maka tempuhlah dengan ilmu, dan barang siapa menghendaki hidup di akhirat maka hendaklah ditempuh dengan ilmu dan barang siapa menghendaki kedua-keduanya, maka hendaklah di tempuh dengan ilmu (HR Bukhori) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantarmu dan orangorang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS. Al Mujadilah: 11) Pendidikan yang mengawali, selajutnya membaca, bermasyarakat dan introspeksilah yang mengakhiri seseorang dapat berprestasi (John Locke) Orang yang melangkahkan kaki untuk mengali ilmu kelak akan dimuahan Allah langkahnya menuju surga (Al Hadist)

PERSEMBAHAN Tugas Akhir ini penulis persembahkan kepada: Bapak dan Ibu tercinta atas do’a dan kasih sayang Adik tersayang Untuk kekasih hatiku ”wong elek” yang telah memberikan senyuman termanis untukku Sahabat dan teman-teman seperjuangan

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME, atas limpahkan rahmat, hidayah serta inayahnya. Akhirnya pembuatan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan dapat memberikan manfaat bagi diri kami khususnya dan pembaca pada umumnya. Sehingga Tugas Akhir ini dapat memberikan sumbangsih dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional dalam upaya pembentukan tenaga pendidik yang profesional. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan, semangat demi terwujudnya Tugas Akhir ini, terumata pada: 1. Rektor Universitas Negeri Semarang, Dr. H Ari Tri Soegito, SH,MM 2. Dekan FIP UNNES, Drs. Siswanto M.M 3. Ketua Program Studi D2 PGKSD UNNES, Drs. Sutaryono, M.Pd. 4. Ketua PGKSD UPP Semarang, Drs. Jaino, M.Pd. 5. Dosen Pembimbing PPL, Arif Widagdo, S.Pd 6. Kepala Sekolah SD Negeri Wonosari 03, CH Sri Hartuti 7. Bapak Ibu Guru dan Segenap Staf Tata Usaha SD Negeri Wonosari 03 8. Siswa-siswi SD Negeri Wonosari 03 9. Rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Tugas Akhir ini.

v

Akhirnya pada siapapun yang turut andil terhadap terwujudnya karya ini, tak lupa saya ucapkan terima kasih.

Semarang, September 2006

Penulis

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................ HALAMAN PENGESAHAN............ ..................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... ...................................................... KATA PENGANTAR ............................................................................. DAFTAR ISI ........................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.............................................................................. B. Identifikasi dan Pembatasan Masalah.......................................... C. Rumusan Masalah ..................................................................... D. Tujuan . ........................................................................................ E. Manfaat Penelitian........................................................................ BAB II LANDASAN TEORI A. Hakekat Bimbingan .................................................. ................... 1. Pengertian Bimbingan .................................................. ....... 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bimbingan ....................... B. Hakekat Menulis .................................................. ................... .......

i ii iii iv vi

1 3 3 4 4

5 5 6 6 6

1. Pengertian Menulis ..................................................

2. Metode dan pembelajaran menulis permulaan ……………… 7

vii

BAB III PEMBAHASAN A. Penyebab Kesulitan Belajar Menulis Bagi Anak SD Kelas I ......... 10 B. Cara Memberikan Bimbingan Keterampilan Menulis Huruf Kecil Sesuai Metode SAS .................................................. 11 C. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar kelas I .. 13 D. Media Pengajaran Menulis Permulaan……………………………. 16 BAB V PENUTUP A. Simpulan ........................................................................................ 18 B. Saran .............................................................................................. 18 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 19

viii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembelajaran bahasa yang utama sebagai alat komunikasi. Seorang anak belajar bahasa karena di desak oleh kebutuhan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungan sekitar. Oleh karena itu sejak dini anakanak diarahkan agar mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi yaitu mampu menyapa, mengajukan pertanyaan, menjawab, menyebutkan pendapat dan perasaan melalui bahasa (Thahir, 1993:2) Dasar pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran

keterampilan berbahasa yaitu keterampilan-keterampilan yang ditekankan pada keterampilan reseptif, dan keterampilan produktif. Pembelajaran bahasa Indonesia Sekolah Dasar kelas I diawali dengan pembelajaran reseptif. Dengan demikian keterampilan produktif dapat ikut di tingkatkan. Empat aspek keterampilan berbahasa yang mencakup dalam pengajaran bahasa adalah: 1. keterampilan menyimak (listenin skils) 2. keterampilan berbicara (speaking skills) 3. keterampilan membaca (reading skills) 4. keterampilan menulis (writting skills) (Tarigan, dalam Muchlisoh, 1996:257).

1

Proses belajar mengajar dapat menciptakan situasi belajar mengajar secara optimal sehingga tercapai tujuan keterampilan berbahasa Indonesia yang terdiri dari: 1. ketrampilan menyimak 2. keterampilan berbicara 3. keterampilan menulis 4. keterampilan bercerita (Tarigan, dalam Muchlisoh, 1996:257). Keempat keterampilan berbahasa diatas merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, tetapi hanya dapat dibedakan. Keterampilan yang satu bergantung dengan keterampilan yang lain. Siswa diharapkan memiliki keterampilan berbahasa yang lengkap. Tidak dapat dikatakan siswa mampu berbahasa yang baik dan benar, bila mereka hanya terampil menyimak, berbicara dan membaca tetapi tidak terampil menulis. Jadi keterampilan menulis harus benar-benar diperhatikan karena terutama di Sekolah Dasar, karena dengan cara itu guru dapat menjadikan siswa memiliki kemauan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Di SD Negeri Wonosari 03 Kecamatan Ngaliyan ada siswa kelas rendah yang mengalami kesulitan dalam menulis. Penyebab kesulitan antara lain, tidak ada dukungan belajar dari orang tua, siswa berasal dari rumah tangga yang belum mengenal sekolah sehingga dasar keterampilan menulis belum ada, bisa juga di sebabkan oleh kekurangtepatan guru dalam memilih pendekatan selama pembelajaran menulis. Dengan demikian, maka perlu di kembangkan pembelajaran metode

2

SAS dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar bahasa Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis.

B. Identifkasi dan Pembatasan Masalah Menulis adalah salah satu bagian dari aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting. Dengan menulis kita dapat menyampaikan ide, gagasan, pesan kepada orang lain secara tidak langsung. Tidak dapat dikatakan siswa mampu berbahasa yang baik dan benar, bila mereka hanya terampil menyimak, berbicara dan membaca tetapi tidak terampil menulis. Jadi menulis harus benar-benar diperhatikan, menulis merupakan keterampilan yang harus diajarkan sejak anak masuk Sekolah Dasar dan kesulitan belajar membaca harus secepatnya diatasi. Metode-metode yang kurang tepat. Pengajaran yang kurang tepat adalah masalah yang tidak adanya minat serta stimulus dari rumah merupakan masalah kedua. Teknik menulis yang baik akan menghantarkan siswa untuk terampil menulis. Metode yang digunakan guru harus sesuai dengan karakteristik perkembangan siswa baik secara individu maupun kelompok.

C. Rumusan Masalah 1. Apa saja penyebab kesulitan belajar menulis siswa Sekolah Dasar kelas I? 2. Bagaimana cara meningkatkan keterampilan menulis huruf kecil sesuai metode SAS serta media yang digunakan?

3

D. Tujuan 1. Tujuan Umum Meningkatkan keterampilan menulis permulaan pada siswa Sekolah Dasar kelas I SD Negeri Wonosari 03 Semarang. 2. Tujuan khusus Tujuan yang hendak di capai melalui pembahasan ini adalah: a. Untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar menulis. b. Untuk mengetahui dan menerapkan metode, materi dan langkah pembelajaran menulis huruf kecil untuk anak Sekolah Dasar kelas I. E. Manfaat Penelitian Manfaat teoritis Manfaat penelitian ini secara umum adalah untuk menambah pengetahaun tentang bagaimaa cara meningkatkan keterampilan menulis huruf kecil bagi siswa Sekolah Dasar Kelas I

4

BAB II LANDASAN TEORI

A. Hakekat Bimbingan 1. Pengertian Bimbingan Bimbingan adalah proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal. Dari definisi diatas dapat diangkat makna bahwa bimbingan adalah suatu proses sebagai suatu proses bimbingan merupakan kegiatan yang berkelanjutan, berlangsung terus menerus dan bukan kegiatan seketika atau kebetulan. Bimbingan adalah kegiatan yang sistematis dan berencana yang terarah kepada pencapaian tujuan dan bukan kegiatan sewaktu-waktu. Menurut Crow dan Crow, dalam Erman Amti 1992: 2) bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang baik pria maupun wanita yang telah terlatih dengan baik dan telah memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadai kepada seseorang, dari semua usia mengatur keterampilan, keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri. Bimbingan data juga diartikan sebagai bagian dari keseluruhan

pendidikan yang membantu menyediakan kesempatam-kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dengan cara setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemapuan dan kesanggupannya sepenuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi (Mortensen dan Scmuller, dalam Prayitno dan E.Amti, 1994: 94) adapun tujuan utama dari bimbingan adalah mengembangkan

5

sikap individu sesuai dengan kemampuannya (Jhones dalam Jumhur dan M. Surya, 1975:10). 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bimbingan Faktor utama yang melandasi akan kebutuhan bimbingan di Sekolah Dasar, ialah faktor karakteristik dan masalah perkembangan siswa.

B. Hakekat Menulis 1. Pengertian Menulis Menulis adalah melahirkan pikiran atau gagasan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1993:968) menurut pengertian ini menulis merupakan hasil, yaitu melahirkan pikiran dalam perasaan kedalam tulisan. Poteet (dalam Mulyono, 1999:224) mengertikan menulis merupakan penggambaran visual tentang pikiran, perasaan atau ide, dengan menggunakan simbolsimbol sistem bahasa penulis untuk keperluan komunikasi atau mencatat. Menurut Akhadiyah (dalam Haryadi, 1996:2760) menulis dapat diartikan sebagai aktivitas mengekspresikan ide, gagasan ,pikiran atau perasaan kedalam lambang kebahasaan bahasa tulis. Samadhy (1999:9) mengatakan bahwa menulis sebagai suatu proses siswa Sekolah Dasar yang normal dapat mengikuti proses menulis dengan kecepatan relatif sama, bahwa setiap siswa yang normal dapat menyelesaikan masalah menulis dalam waktu yang berbeda-beda meskipun perbedaannya tidak terlalu banyak.

6

Dari pengertian menulis tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu proses mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaam dalam bentuk tulisan. Fungsi utama menulis adalah sebagai alat komunikasi tidak langsung, bukan tatap muka antara penulis dan pembaca. Tujuan utama permulaan yang huruf kecil kelas I yakni agar siswa memahami cara menulis permulaan dengan menggunakan ejaan yang benar dan mengkomunikasikan ide atau pesan secara tertulis. 2. Metode dan pembelajaran menulis permulaan a. Metode Eja Metode eja di dasarkan pada pendekatan harfiah, artinya belajar membaca dan menulis dimulai dari huruf-huruf yang dirangkaikan menjadi suku kata. Oleh karena itu pengajaran dimulai dari pengenalan huruf-huruf. Demikian halnya dengan pengajaran menulis di mulai dari huruf lepas, dengan langka-langkah sebagai berikut: 1). Menulis huruf lepas 2). Merangkaikan huruf lepas menjadi suku kata 3). Merangkaikan suku kata menjadi kata 4). Menyusun kata menjadi kalimat (Djauzak, 1996:4) b. Metode kata lembaga Metode kata lembaga di mulai mengajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:

7

1). Mengenalkan kata 2). Merangkaikan kata antar suku kata 3). Menguraikan suku kata atas huruf-hurufnya 4). Menggabungkan huruf menjadi kata (Djauzak, 1996:5) c. Metode Global Metode global memulai pengajaran membaca dan menulis permulaan dengan membaca kalimat secara utuh yang ada di bawah gambar. Menguraikan kalimat dengan kata-kata, menguraikan kata-kata menjadi suku kata (Djauzak, 1996:6). d. Metode SAS Menuryut (Supriyadi, 1996: 334-335) pengertian metode SAS adalah suatu pendekatan cerita di sertai dengan gambar yang didalamnya terkandung unsur analitik sintetik. Metode SAS menurut (Djuzak, 1996:8) adalah suatu pembelajaran menulis permulaan yang

didasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampil cerita yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa. Teknik pelaksanaan pembelajaran metode SAS yakni keterampilan menulis kartu huruf, kartu suku kata, kartu kata dan kartu kalimat, sementara sebagian siswa mencari huruf, suku kata dan kata, guru dan sebagian siswa menempel kata-kata yang tersusun sehingga menjadi kalimat yang berarti (Subana).

8

Proses operasional metode SAS mempunyai langkah-lagkah dengan urutan sebagai berikut: a. Struktur yaitu menampilkan keseluruhan. b. Analitik yatu melakukan proses penguraian. c. Sintetik yaitu melakukan penggalan pada struktur semula. d. Demikian langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam

pembelajaran menulis permulaan dengan metode SAS, sehingga hasil belajar itu benar-benar menghasilkan struktur analitik sintetik (Subana:176).

9

BAB III PEMBAHASAN

A. Penyebab Kesulitan Belajar Menulis Bagi Anak SD Kelas I 1. Lingkungan keluarga Orang tua merupakan guru bahasa pertama yang memberikan makna lisan dari benda-benda yang ada disekitarnya. Namun orang tua sekarang kurang memperhatikan anaknya. Keberhasilan anak sekolah pada dasarnya dapat ditentukan pada apa yang dilakukan di rumah, dorongan serta

rangsangan minat menulis anak. Luangkan waktu untuk membimbingnya, kenalkan anak pada huruf abjad, ajarkan pada anak cara memegang pensil yang benar, sikap menulis yang benar supaya anak memiliki kemampuan dasar menulis dari rumah. 2. Lingkungan sekolah adanya penggunaan metode pengajaran yang kurang tepat sehingga timbul permasalahan dalam proses pembelajaran menulis anak materi – materi yang diajarkan belum tepat, belum sesuai dengan tingkat perkembangan, intelektual siswa Sekolah Dasar kelas I guru kurang memahami keinginan siswa siswa yang benar-benar malas belajar menulis

10

B. Cara Memberikan Bimbingan Keterampilan Menulis Huruf Kecil Sesuai Metode SAS Kegiatan pembelajaran menulis huruf kecil dengan metode SAS dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut (Suriyadi, 1990:35) 1. guru bercerita atau berdialog dengan murid atau siswa berdialog dengan siswa 2. memperhatikan gambar yang berkenaan dengan cerita 3. menulis beberapa kalimat yang diambil dari isi cerita 4. menulis satu kalimat yang diambil dari isi cerita 5. menulis kata-kata sebagai uraian dari kalimat 6. menulis suku kata sebagai uraian kata 7. menuliskan huruf menjadi suku kata 8. mensintesiskan huruf-huruf menjadi suku –suku kata 9. menggabungkan suku kata menjadi kata 10. menggabungkan kata-kata menjadi kalimat Agar semua siswa mempunyai kemampuan menulis, maka setiap langkah itu dilakukan oleh siswa dengan cara menyalin tulisan ditulis guru dalam setiap langkah pembelajaran. Dari serangkaian langkah-langkah pembelajaran menulis dengan metode SAS tersebut dapat disusun sebuah skenario kegiatan pembelajaran sebagai bentuk langkah pertama, guru dengan siswa berdialog sesuai dengan tema. Contoh mengambil tema keluarga, langkah kedua, guru meperlihatkan sebuah gambar bapak, kemudian di beri judul ”ïni bapak” . “bapak budi” “ini bapak budi” langkah keempat guru

11

menulis kalimat yang diambil dari isi cerita tadi dengan tulisan huruf kecil, ”ini bapak” siswa menyalin kalimat tersebut di buku tulis, langkah kelima guru menuliskan kata-kata di buku tulis, langkah keenam guru menulis suku kata sebagai uraian dari kata i-ni ba-pak. Langkah ketujuh guru menuliskan huruf-huruf sebagai untaian dari suku kata “I n i b a p a k”. Siswa menyalin huruf-huruf tersebut di buku tulis masing-masing. Langkah kesembilan, guru menggabungkan suku kata menjadi kata sebagai berikut, ini bapak. siswa menyalin. Langkah kesepuluh, guru menggabungkan kata-kata menjadi kalimat kembali, yakni : ”ini bapak”. Siswa menyalin di buku tulis oleh karena tujuan pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis huruf kecil, maka setiap langkah pembelajaran menulis guru selalu menulis dengan huruf kecil. Demikian langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran menulis permulaan dengan metode SAS sehingga hasil belajar ini, benar-benar menghasilkan struktur analitik sintetik. Gambar tampilan menulis dengan metode SAS menurut (Djauzah, 1996:2) Contoh tampilan materi: ini bapak ini i i n i ni i ni ini ini bapak bapak ba b ba bapak a pak pak p a k

12

C. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar kelas I yaitu: a. siswa mampu menulis kata-kata dan kalimat sederhana dan membaca dengan lafal dan intonasi yang wajar b. siswa mampu menuliskan kegiatan sehari-hari dengan kalimat sederhana c. siswa mampu memahami pesan lisan d. siswa mengenal sifat-sifat kebiasaan dan watak yang baik melalui bacaan, cerita percakapan dan kegiatan sehari-hari (bangun pagi, rajin, jujur, disiplin, bertsih, sopan santun, hormat dan taat kepada orang tua) e. siswa mampu memahami betrmacam-macam cerita f. siswa mampu melafalkan kata-kata dalam bait-bait puisi yang sesuai untuk anak g. siswa mampu menceritakan dan menuliskan tentang benda-benda yang dikenal di sekitarnya dengan kalimat sederhana h. siswa dapat melakukan percakapan dengan kalimat sederhana Sebagai keterampilan produktif, menulis menghendaki siswa untuk mampu menggali, menemukan dan mengungkapkan gagasan, perasaan pengalamannya serta menggunakan bahasa yang tepat. Namun pada kenyataannya tidak semua siswa dapat menunjukan kemampuan tersebut. Dalam menulis siswa merasakan kurang keyakinan, minat dan latihan yang cukup dalam menulis. Dalam memberikan latihan menulis, guru sebaiknya memperhatikan pekerjaan siswa, membantu mereka bila menemukan kesulitan mencari dan

13

menemukan gagasan, mengungkapkan gagasan, penggunaan bahasa dan tidak semata-mata menjadi petunjuk kesalahan atau sekedar memberi nilai. Mengingat menulis itu penting bagi siswa, guru sebaiknya dapat membangkitkan dan mempertahankan minat siswa untuk menulis serta mejadikan menulis itu merupakan pekerjaan yang alami dan menyenangkan. Dalam mengajarkan keterampilan menulis, siswa diharapkan mampu menggunakan alat tulis dengan benar, pemberian laporan di kelas merupakan faktor terbaik yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis.

Evaluasi pembelajaran menulis huruf kecil esuai metode SAS. Evaluasi dalam pembelajaran menulis huruf kecil dengan metode SAS sebagai berikut: 1. Siswa menyalin tulisan yang di tulis guru dipapan tulis, yang dimulai dari kalimat diuraikan menjadi kata, kata diuraikan menjadi suku kata, suku kata diuraikan menjadi huruf kemudian huruf-huruf disintesiskan menjadi suku kata, kata-kata di gabungkan lagi menjadi kalimat. Evaluasi dapat dilakukan menggunakan instrumen proses dan instrumen hasil. Instrumen proses meliputi kecepatan, ketekunan, kerja sama dan kedisiplinan siswa dalam menulis. Adapun penilaian hasil menulis meliputi bentuk letak, arah dan ukuran huruf. 2. Memantau kegiatan siswa dalam pembelajaran menulis huruf kecil dengan meode SAS dimulai dari kegiatan berdialog tentang tema,

14

kegiatan mengamati gambar, kegiatan membaca isi cerita dan kegiatan menyalin kalimat dengan huruf kecil 3. Memantau tulisan siswa dari waktu ke waktu untuk mengetahui perkembangan kemampuan menulis kalimat dengan huruf kecil menggunakan asessment portofolio. 4. Penggunaan papan flannel sama dengan penggunaan papan tali dan papan selip, tetapi kartu-kartu dan gambar di tempelkan atau di lekatkan pada flannel. Papan nana na na dari da kota ri ko ta dilapisi/ditutup

bahan dari flannel, kartu atau gambar, pada

bagian belakang di beri lapisan kertas amplas. Papan Flenel Penggunaannya: Gambar atau kartu

dilekatkan pada flannel. 5. Majalah anak-anak dapat dgunakan untuk tugas menyalin kalimatkalimat sederhana yang ada didalamnya atau menyalin judul 6. Papan nama, kartu nama, label dan sebagainya untuk tugas menyalin. Semua kata, kalinat dan yang harus disalin oleh siswa disesuaikan dengan tujuan yang telah di rencanakan oleh guru. Dari tugas menyalin itu siswa akan memiliki perbendaharaan kata lebih banyak. Disamping itu,

15

penggunaan ini berupa benda–benda berlabel, majalah anak-anak akan dapat memacu kreativitas siswa.

D. Media Pengajaran Menulis Permulaan a. Jenis-jenis 1. Papan tulis, papan tali, papan selip , papan flannel 2. Gambar, kartu kalimat , kartu kata, kartu suku kata dan huruf 3. Kartu nama, papan nama, benda-benda berlabel yang ada di sekitar siswa, majalah anak-anak b. Penggunaan 1. Papan tulis digunakan oleh guru untuk memberikan contoh dan oleh siswa untuk menuliskan apa yang dituliskan oleh guru. Misalnya, menulis kata kalimat, nama sendiri, nama hewan, nama bunga dan sebagainya 2. Papan selip di gunakan oleh guru untuk menyelipkan gambar atau kartu kata, kartu kalimat, yang harus di salin oleh siswa atau gambar yang harus di tuliskan judulnya oleh siswa.

nana

dari

kota

na

na

da

ri

ko

ta

16

Papan di beri lapisan (ditutup kertas manila) Pada bagian tengah di beri kertas sebagai tempat menempelkan kartu atau gambar. Kertas rangkap untuk menempelkan Kartu tau gambar. 3. Papan tali di gunakan untuk menggantungkan kartu kalimat, kartukartu kata, suku kata dan huruf, yang harus di salin oleh siswa atau gambar yang perlu di tuliskan judulnya dan lain-lain.

nana

dari

kota

na

na

da

ri

ko

ta

Papan tali di beri tali kartu atau gambar di gantungkan pada tali.

17

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa: 1. Penyebab kesulitan menulis ada dua fakor yaitu berasal dari lingkungan keluarga dan sekolah. 2. Proses pembelajaran menulis huruf kecil menggunakan metode SAS dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. 3. Penggunaan metode dan media yang tepat atau sesuai dengan tingkat perkembangan anak dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa.

B. Saran Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam upaya meningkatkan mutu proses pembelajaran menulis, adapun saran-saran sebagai berikut: 1. Pembelajaran menulis huruf kecil dikelas I Sekolah Dasar hendaknya menerapkan metode SAS. 2. Guru hendaknya menyesuaikan metode dan media sesuai dengan tingkat perkembangan anak 3. Menggunakan model pembelajaran ini, dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran menulis huruf kecil.

18

DAFTAR PUSTAKA

Zuchdi, Darmiyati dan Budiasih, 2001. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Yogyakarta: PAS Dr. Ahmad Rofi’uddin dan Dr. Darmiyati Zuhdi. 2001. Pendidikan Bahasa dan Sastra Kelas Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata,dkk. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung: CV Maulana. Drs. Heru Mugiarso,M.Pd, dkk. 2004. Bimbingan dan Konseling. Semarang: UPT UNNES Press. Subana, Sunarti. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Setia Samadhy Umar, 2004. Pembelajaran Menulis di Sekolah Dasar Dengan Pendektan Proses Menulis. Supriyadi, 1996. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta. Depdikbud: Universitas Terbuka.

19

20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->