MOTOR DC 1.1 Pendahuluan Motor merupakan mesin listrik yang merubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanis.

Dilihat dari konstruksinya, motor arus searah (DC) mirip dengan generator DC. Walaupun konstruksinya mirip akan tetapi fungsinya berbeda. Fungsi generator adalah membangkitkan tegangan ketika konduktor digerakkan melalui medan magnet, sedangkan fungsi motor adalah menghasilkan tenaga putar (turning effort) atau sering disebut dengan kopel. Jadi kopel adalah aksi dari suatu gaya pada benda, yang menyebabkan benda itu berputar. Kenapa rotor motor kok bisa berputar? Berdasarkan prinsip dasar fisika, maka konduktor yang mengalirkan arus dalam medan magnet cenderung bergerak tegak lurus terhadap medan. Di dalam motor DC energi listrik dari sumber luar (Aki/Adaptor) disalurkan melalui sikat-sikat (brushes). Sebagaimana ini terlihat, dalam kumparan itu arus armature Ia akan mengalir melaluinya, sehingga menghasilkan fluks magnet, interaksi antara arus armature dan fluks magnet menghasilkan torsi, yang mana torsi tersebut membuat motor berputar. M = K¶ Ia

(pada beberapa buku selain meggunakan huruf µM¶ ada yang menulis symbol torsi dengan µT¶) Adanya komutator yang tersekat-sekat dan sikat pada motor memungkinkan untuk mempertahankan induksi fluks magnet dan medan yang dihasilkan oleh kumparan jangkar pada kondisi yang relative sama sehingga torsi juga muncul dalam arah yang sama. Akan tetapi ketika motor mulai berputar, pada kumparan jangkar suatu e.m.f E akan dibangkitkan yang besarnya tergantung pada fluks induktif F dan kecepatan putaran n. E=K n

Berdasarkan hukum Lenz, adalah bahwa arah tegangan e.m.f E akan melawan tegangan yang membangkitkannya dan untuk itu akan ada arus juga yang juga arahnya berlawanan dengan arah arus Ia, dan oleh karena itu tegangan ini sering disebut dengan back electromotive force. Sehingga agar arus Ia dapat tetap mengalir, sumber eksternal harus menyediakan tegangan: U = E + Ri . Ia Dimana Ri adalah tahanan dalam motor (tahanan belitan jangkar, tahanan kutub, dan sikatsikat) 1.2 Back Electromotive Force (ggl Lawan) Sesaat setelah motor dijalankan (starting) atau dimatikan, back electromotive force E=0, sehingga jika kita menghubungkan langsung jangkar pada sumber tegangan searah U, arus yang mengalir hanya dibatasai oleh tahanan dalam lilitan Ri : Ia = U/Ri Dan karenanya ini akan mengakibatkan aliran arus yang cukup besar. Untuk mengurangi nilai arus yang diserap saat motor starting adalah melalui rheostat RA yang dihubungkan seri tehadap jangkar sampai Back electromotive force tebentuk. Setelah berhasil menjalankan motor dan rheostat RA dinonaktifkan, ini memungkinkan untuk mengetahui pengoperasian motor berikut«.. a). Tanpa Beban Saat motor beroperasi tanpa beban, arus yang mengalir melalui armature nilainya kecil, karena torsi yang seharusnya digunakan hanya untuk rugi-rugi besi, dan rugi-rugi gesekan dan pendinginan udara, dalam hal ini tegangan U yang dikenakan pada motor adalah sama mendekati back electromotive force E. b). Motor Berbeban Ketika sebuah torsi penghambat dikenakan pada motor, maka pada saat itu perputaran motor menjadi menurun dan juga mengurangi nilai back electromotive force E,«.. Disisi lain jika beban dikurangi, motor cenderung berputar semakin cepat/kencang karena torsi pada saat itu menjadi besar daripada torsi yang dibutuhkan. Peningkatan back electromotive

kecepatan putaran. Dengan peningkatan kecepatan putar motor akan didapatkan ggl lawan yang semakin besar. Back electromotive force dalam hal ini bertindak seperti suatu regulator yang membuat motor arus searah sebagai mesin listrik yang dapat melakukan pengaturan sendiri apa yang dirasakan yang membuat hanya menyerap arus yang dibutuhkan oleh beban. Dan untuk itu kecepatan putar motor dapat formulasikan melalui persamaan: n = RUMUS diambil dari scannan ya! . arus yang diserap kecil (torsi yang dimiliki hanya bekerja pada rugi-rugi gesekan. Penyuplaian kumparan eksitasi dapat bervariasi tergantung pada tegangan dan arus armature sistem eksitasi (eksitasi shunt. histerisis dan arus eddy).3 Sistem Eksitasi Medan magnet pada motor DC ada yang berasal dari magnet permanen atau dihasilkan melalui rangkaian induktif yakni lilitan kawat-kawat (coil) yang dibelitkan pada kutub-kutub utama kemudian dialiri dengan arus searah. yang mana akan membuat arus asut berkurang sehingga Rheostat RA dapat diatur perlahanlahan sampai sama dengan 0 Ÿ (switch off). seri atau kompon) kecuali sistem eksitasi terpisah.4 Performa/Kinerja Motor arus searah Kinerja motor arus searah dapat diketahui dengan metode langsung dengan mengamati karakteristik elektromekaniknya (kurva torsi. yaitu putaran as mesin yang dilihat secara langsung. daya output dan efisiensi sebagai fungsi arus yang diserap) serta karakteristik mekanik (torsi sebagai fungsi kecepatan) dengan pembebanan pada as motor melalui pengereman (breaking). Torsi menghasilkan: M = K¶ Ia = K¶ I Ketika arus ekstasi telah konstan. Yaitu melalui suatu rheostat pengasut RA . Sesaat ketika motor dijalankan ggl lawan E adalah 0.6 Motor arus searah dengan sistem eksitasi terpisah Sumber tegangan dan arus yang diperlukan untuk eksitasi motor berasal dari sumber luar yang terpisah dengan sumber tegangan dan arus untuk jangkar.5 Arah Putaran Motor Arah puataran motor searah dengan jarum jam (berputar ke kanan).force dapat digunakan untuk mengurangi arus yang mengalir untuk kondisi penabahan beban baru. Arah putaran motor listrik arus searah dapat dibalik dengan mengubah arah arus yang mengalir kumparan eksitasi atau kumparan jangkar. 1. Ketika motor beroperasi pada kondisi tanpa beban (no load). 1. Dan karakteristik operasi motor listrik tergantung pada mode eksitasinya. maka fluks juga konstan dan oleh karena itu nilai torsi adalah proposional terhadap arus yang diserap I. Rangkaian ekivalen Motor DC dengan eksitasi terpisah Sejak arus listrik I diserap bersamaan dengan arus jangkar Ia. 1. menyebabkan arus yang diserap cukup besar dan oleh karena itu memerlukan pembatasan dengan teknik pengasutan motor. 1. Gambar 1.

Karakteristik mekanik suatu motor DC adalah berupa rectilinear. 1.8 Motor DC Dengan Eksitasi Seri 1. maka arus yang diserap juga meningkat dan sebagai akibatnya. tegangan jatuh pada mesing juga meningkat berakibat pula pada putaran mesin yang menurun.9 Motor DC Dengan Eksitasi Kompon . Secara umum kecepatan putar motor adalah diatur melalui rheostat eksitasi RF yang jika hendak merubah arah putaran motor adalah cukup dengan merubah arah arus eksitasi tanpa harus merubah polaritas tegangan jangkar.Dan sebaliknya ketika torsi pengereman meningkat.7 Motor DC Dengan Eksitasi Shunt 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful