MAKALAH

MANAJEMEN KEUANGAN PEDIDIKAN
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan dosen Drs. Daman Hermawan M, Pd

Disusun Oleh :
1. Anisa Rahayu 2. Dwimartina N.H 3. Kiki Fajriah Z 4. Lussy Rahminisa 5. Mustika Ayudinanti 6. Rizki Putri Widianti 0801049 0801047 0807080 0807090 0800425 0801045

Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia 2009

i

KATA PENGANTAR
Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya kepada penulis sehingga akhirnya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Drs. Daman Hermawan, M. Pd ,serta semua pihak yang telah mendukung dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini dapat digunakan sebagai media belajar mata kuliah Pengelolaan Pendidikan. Makalah ini dapat pula digunakan oleh pengajar dosen atau siapa saja yang ingin mengetahui dan memahami Manajemen Keuangan Pendidikan sebagai referensi, pengetahuan dan acuan dalam mengelola keuangan pedidikan. Tidak ada gading yang tak retak, begitu banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Maka dari itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dalam membantu lebih sempurnanya makalah ini dimasa mendatang.

.

Bandung, Oktober 2009

Tim Penulis

i

..... ....... ......................... ............ ............... ........ C. 3 Penganggaran (Budgeting) ......................................................... D......................... .... E............................................... 11 Auditing ........ .............................. ii BAB I PENDAHULUAN . Latar Belakang .............................................................................................. 20 3.... .............................. ...................................... ........... i DAFTAR ISI .... 14 BAB III PENUTUP ....................... 1 Ruang Lingkup .... ................ ........................................ B.. 2 Konsep Manajemen Keuangan ......................... .. ... 21 DAFTAR PUSTAKA ...... .... ...... ........................... 3 Organisasi Pendidikan Sebagai Organisasi Sektor Publik ......... ................................. ......................................................... .. 1 A.......DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .... ..... 5 Akuntansi (Accounting) ............................. 3 F................................. ................................................................................................. A....................................... B..... ............................ Implementasi di Lapangan ......... .................... ....1 Kesimpulan........................................ ................................................................................... 20 3............................................................... 13 BAB II PEMBAHASAN . C........ .............. ....................................... .................................................. iii ii .................................................... . ..... 2 Maksud dan Tujuan ......................................................... ...... 2 Saran.. ...

Latar Belakang Uang dipandang ibarat darah dalam tubuh manusia yang mati hidupnya ditentukan oleh sirkulasi darah dalam tubuh. Permasalahan yang terjadi di dalam lembaga terkait dengan manajemen keuangan pendidikan diantaranya sumber dana yang terbatas. Manajemen keuangan dalam lembaga pendidikan berbeda dengan manajemen keuangan perusahaan yang berorientasi profit atau laba. tidak mendukung visi. Penerapan peraturan dan system manajemen keuangan yang baku dalam lembaga pendidikan tidak dapat disangkal lagi. bimbingan dan latihan yang dibutuhkan oleh peserta didik. misi dan kebijakan sebagaimana yang tertulis didalam rencana strategis lembaga pendidikan. Uang ini termasuk sumber daya yang langka dan terbatas. pembiayaan program yang serampangan. Oleh karena itu. manajemen keuangan dalam pendidikan sangat diperlukan dan sangat diupayakan untuk dikelola dengan baik demi tercapainya tujuan pendidikan.BAB I PENDAHULUAN A. Di satu sisi lembaga pendidikan perlu dikelola dengan tata pamong yang baik (good governance). Oleh karena itu uang perlu dikelola dengan efektif dan efisien agar membantu pencapaian tujuan pendidikan. sehingga menjadiakn lembaga pendidikan yang bersih dari berbagai malfungsi dan malpraktek pendidikan yang merugikan pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai sector publik yang dapat melayani masyarakat dengan berbagai pengajaran. Oleh karena itu manajemen keuangannya memiliki keunikan sesuai dengan misi dan karakteristik pendidikan. 1 . Organisasi Pendidikan dikategorikan organisasi publik yang nirlaba (non profit).

Organisasi Pendidikan Sebagai Organisasi Sektor Publik 3. Auditing 6. Penganggaran (Budgeting) 4. Hal ini bertujuan supaya para pengelola pendidikan dapat mengelola pendidikan secara baik sehingga terciptanya good governance (tata pamong yang baik. Akuntansi (Accounting) 5. Konsep Manajemen Keuangan 2. Implementasi di Lapangan C.B. Maksud dan Tujuan Penulisan makalah ini bermaksud untuk memberikan pemahaman mengenai manajemen keuangan pendidikan yang baik. 2 . Ruang Lingkup Makalah ini Menyajikan pembahasan mengenai : 1.

Organisasi Pendidikan Sebagai Organisasi Sektor Publik Organisasi sektor publik merupakan sebuah entitas ekonomi yang memiliki keunikan tersendiri dan memiliki sumber daya yang tidak kecil bahkan bisa dikatakan besar. (manufacturing). Organisasi seperti ini tanpa kepemilikan saham yang dapat dijual atau diperdagangkan oleh perorangan adapun kelebihan pendapatan digunakan untuk 3 . Pelaksanaan ketiga fungsi utama tadi perlu keterlibatan (partisipasi) dari tiap tingkatan manajemen. pembiayaan (finance) dan akuntansi. Fungsi manajemen keuangan adalah menggunakan dana dan mendapatkan dana. (2) kelompok manajemen menengah (middle management). Perancanaan dan pengorganisasian fungsi utama manajemen eksekutif. dan manajer cabang. Manajemen dalam perusahaan bisnis terdiri dari beberapa individu yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok: (1) kelompok manajemen tingkat pelaksana (operational management) meliputi para supervisor. pembelanjaan. B. manajer divisi. Sedangkan fungsi keuangan merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan oleh mereka yang bertanggung jawab dalam bidang tertentu.BAB II PEMBAHASAN A. meliputi kepala departemen. wakil presiden dan beberapa eksekuti f sebagai penanggung jawab dari fungsi-fungsi: pemasaran. produksi. Tujuan organisasi nirlaba adalah untuk layanan-layanan sosial tanpa maksud mengambil keunutngan. Organisasi tersebut melakukan transaksi ekonomi dan keuangan tetapi bukan untuk mencari laba seperti halnnya entitas ekonomi yang lain (perusahaan) yang mencari laba. Tahapan dalam manajemen keuangan adalah taha perencanaan keuangan (budgeting) p dan tahap pelaksanaan (akunting) dan tahap penilaian atau auditing. Konsep Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. dan (3) manajemen eksekutif (executive management) atau juga yang disebut manajemen puncak (top management) yang meliputi presiden. sedangkan pengawasan merupakan fungsi manajemen operasional (lower management).

Hal ini penting. Keputusan-keputusan yang terkait kebijakan maupun operasional didasarkan pada consensus. Contoh dari organisasi nirlaba ini adalah: lembaga pemerintah. keuangan dan pembiayaan merupakan potensi yang sangat menentukan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kajian manajemen pendidikan. Dijalankan tidak untuk mencari keuntungan finansial 2. Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang dapat diperjualbelikan. Contohnya lembaga lembaga di pemenrintahan pusat. Dengan kata lain setiap kegiatan yang dilakukan sekolah memerlukan biaya. rumah sakit. sperti pendidikan dan kesehatan di dalam masyarakat. tempat ibadah. lembaga kesehatan dan kesejahteraan lainnya. yang memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada masalah keterbatasan 4 . Komponen keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah merupakan komponen produksi yang menentukan terlaksananya kegiatan belajar-mengajar di sekolah bersama dengan komponen-komponen yang lain. Kelompok organisasi nirlaba ini adalah : (a) Organisasi nirlaba publik (Public nonprofit organization) dari (b) Organisasi nirlaba swasta (private nonprofit enterprise units) Organisasi nirlaba publik (Public nonprofit organization) diciptakan oleh komunitas formal dengan tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ciri-ciri organisasi sektor publik adalah sebagai berikut: 1. baik itu disadari maupun yang tidak disadari. terutama dalam rangka MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). dan yayasan. Komponen keuangan dan pembiayaan ini perlu dikelola sebaik-baiknya. agar dana-dana yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. perguruan tinggi. Dalam penyelenggaraan pendidikan. Dimiliki secara kolektif oleh publik 3. Provinsi dan kabupaten/kota.meningkatakan layanan dari organisasi. 4. Akuntansi dan pelaporan sangat penting dalam lembaga seperti ini. Organisasi nirlaba swasta ( privat nonprofit enterprise units) diciptakan oleh sekelompok orang yang memiliki perhatian pada jenis layanan tertentu.

baik pemerintah pusat. baik mengikat maupun tidak mengikat. Masyarakat. C. a) Karakteristik Anggaran Anggaran memiliki dua sisi. Pemerintah. Anggaran sektor publik adalah sebuah proses yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya ke dalam kebutuhan -kebutuhan yang terbatas. Orang tua atau peserta didik. 2. 3. daerah maupun kedua-duanya. Anggaran dapat dikatakan juga sebagai pernyataan mengenai estim kerja asi yang hendak dicapai selama periode tertentu dalam ukuran finansial. b) Fungsi Anggaran Fungsi anggaran dalam menejemen organisasi sektor publik adalah sebagai berikut: 5 . Istilah-istilah yang lazim untuk pengeluaran anggaran adalah dana rutin dan dana pembangunan ( recurrent expenditure dan capital expenditure).dana. Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber. Sedangkan sisi pengeluaran menggambarkan besarnya biaya yang karus di keluarkan untuk tiap komponen program. yaitu sisi penerimaan dan pengeluaran. apa lagi dalam kondisi krisis pada sekarang ini. masyarakat orang tua peserta didik dan sumber-sumber lainnya. yaitu: 1. Penganggaran (Budgeting) Penganggaran merupakan proses kegiatan atau proses penyusunan anggaran (budget). Sisi penerimaan menggambarkan perolehan atau besarnya dana yang diterima oleh lembaga oleh setiap sumber dana. misalnya dari pemerintah. yang bersifat umum atau khusus dan diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan. Budget ini merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan lembaga dalam kurikulum tertentu.

Anggaran sebagai Alat Pengendalian Dengan adanya anggaran organisasi sektor publik dapat menghindari adanya pengeluaran yang terlalu besar (overspending) atau adanya penggunaan dana yang tidak semestinya (misspending).1. 7. Maksudnya adalah suatu anggaran itu hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah dicapai. Anggaran sebagai Alat Motivasi Dengan catatan anggaran akan menjadi alat motivasi yang baik jika memenuhi sifat menantang tetapi masih mungkin di capai. sebuah bagian atau unit kerja atau departemen dapat mengetahui apa yang harus di lakukan dan apa yang akan di lakukan oleh masing-masing bagian atau unit kerja lainnya. Anggaran sebagai Alat Perencanaan Dengan fungsi ini organisasi tahu apa yang harus dilakukan dan ke arah mana kebijakan dibuat. Anggaran sebagai Alat Kebijakan Dengan adanya anggaran. 6. Anggaran sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi Dengan dokumen anggaran yang komperhensif. 5. Anggaran sebagai Alat Politik Dengan adanya anggaran. 3. 4. organisasi sektor publik dapat menentukan arah atas kebijakan tertentu. 2. dapat dilihat komitmen pengelola dalam melaksanakan program-program yang telah dijanjikan. c) Prinsip-prinsip dan Prosedur Anggaran Prinsip-prinsip penyusunan anggaran apabila dikaitkan dengan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian adalah sebagai berikut: 6 . Anggaran sebagai Alat Penilaian Kinerja Anggaran adalah suatu ukuran yang bisa menjadi patokan apakah suatu bagian/unit kerja telah memenuhi target baik serupa terlaksananya aktivitas maupun terpenuhinya efisiensi biaya.

jumlah yang disetujui legislatif harus termanfaatkan secara ekonomis. Menyusun usulan anggaran untuk memperoleh persetujuan dan pihak yang berwenang. Komprehensif/menyeluruh 3. 5. Periodik 6. 4. Otorisasi oleh legislative 2. 5. Nondiscretionary apropriasi. 3. Prinsip-prinsip anggaran dikaitkan dengan peran dan fungsi anggaran sebagai pedoman bagi organisasi publik dan pemerintah adalah: 1.1. 4. 3. jasa dan barang. Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama periode anggaran 2. Keuntungan artinya semua penerimaan dan pengeluaran tersebut tercakup dalam satu dana umum 4. 2. 7 . Transparansi Sedangkan prosedur penyusunan anggaran adalah sebagai berikut: 1. Akurat 7. Memformulasikan anggaran dalam bentuk format yang telah disetujui dan dipergunakan oleh instansi tertentu. Semua sumber dinyatakan dalam bentuk uang sebab anggaran pada dasarnya merupakan pernyataan finansial. Jelas 8. Adanya sistem akuntansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran. Adanya dukungan dari pelaksana dari tingkat atas hingga yang paling bawah. Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen organisasi. Adanya penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi. Mengidentifikasi sumber-sumber yang dinyatakan dalam uang.

Anggaran Butir per Butir (Line Item Budget) Dalam bentuk ini. Persetujuan revisi usulan anggaran 8. misalnya gaji. 3. apakah itu dari pemerintah ataupun dari masyarakat perlu didasarkan prinsip -prinsip umum pengelolaan keuangan sebagai berikut: 1. dalam pengertian dari dan untuk apa keuangan lembaga tersebut perlu dicatat dan dipertanggung jawabkan serta disertai bukti penggunaannya. upah.6. Melakukan revisi usulan anggaran 7. Terbuka dan transparan. Tidak membantu dalam pengambilan keputusan seperti mengevaluasi harga (unit cost) dalam hubungannya dengan pencapaian suatu program. sarana. dari sumber manapun. Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. 8 . setiap pengeluaran dikelompokan berdasarkan kategorikategori atau jenis butir. Kelebihan: 1. honor menjadi satu kategori atau satu nomor / butir sedangkan perlengkapan. program/ kegiatan. Mudah dalam pengawasan pengeluaran biaya Kelemahan: 1. Lebih simpel 2. efisien dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan 2. Pengesahan anggaran d) Prinsip-prinsip pengelolaan Keuangan Pendidikan Penggunaan anggaran dan keuangan. Sedapat mungkin menggunakan kemampuan/ hasil produksi dalam negeri sejauh hal ini dimungkinkan. Hemat. e) Bentuk-Bentuk Anggaran a. material dalam butir tersendiri. 4. tidak mewah.

d. Merangsang perencanaan tahunan dan revaluasi periodic dari pelaksanaan rencana. IPA dan sebagainya. Lebih mengarahkan pada pembukuan dan tidak terhadap tujuan suatu program. 2.2. Tidak akan dapat menunjukan hubungan antara masukan program dengan keluaran. Ciri dari SP4/PPBS: 1. sedangkan dalam anggaran program tersebut. Adapun Keuntungan Bentuk Anggaran Program. 1. b. Anggaran program dihitung berdasarkan jenis program. Hasil pengukurannya dipergunakan untuk menghitung masukan dana dan tenaga yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan suatu program. Anggaran Berdasarkan Kinerja (Performance-Based Budget) Bentuk ini menekankan pada kinerja (performance) dan bukan pada keterperincian dari suatu alokasi anggaran. contoh gaji untuk perencanaan pengajaran IPA sebagai salah satu komponen. Tidak bisa menganalisis untung rugi (cost benefit analisis) 4. Perencanaan menggunakan pendekatan sistem 9 . 3. 3. diman keputusan menumpuk di tingkat atas. PPBS/SP4 (Planning Programing Budgeting System / Sistem Perencanaan Penyusunan Program & Penganggaran) PPBS/SP4 merupakan kerangka kerja dalam perencanaan dengan mengorganisasikan informasi dan menganalisisnya secara sistematis. c. bahan-bahan kimia. Mengorganisasikan sejumlah besar pengeluaran menjadi rencana yang logis dan kongkrit. dan komponen lain yang termasuk program percobaan mencangkup alat-alat IPA. Sebagai bahan perbandingankalau dalam anggaran butir per butir di sebutkan gaji guru (item OI). Anggaran Program (Program Budget System) Bentuk anggaran ini dirancang untuk mengidentifikasi biaya setiap program. Menghindari sentralisasi berlebihan.

Konsentrik. Orientasi perencanaan pada pengeluaran 3. Sistem informasi yang meliputi. yaitu memberi perhatian pada pencapaian tujuan akhir. 10 . 2. perencanaan.2. Kelebihan Bentuk SP4/PPBS: 1. Proyektif. Evaluatif. Struktur program yaitu gambaran hierarki program yang disusun dengan bertitik tolak dari permasalahan pokok yang dihadapi pada tahun mendatang. memo program. Kekeliruan mengakibatkan pemborosan sumber-sumber. yaitu memberi kemudahan menilai keberhasilan program dan efektifitas penggunaan sumber-sumber. artinya penggolongan anggaran berdasarkan tujuan. dan 5. Penganggaran didasarkan pada program yang telah di tetapkan 4. Keseimbangan antara otonomi dan pengarahan harus diperhatikan berdasarkan pada prinsip perencanaan bawah atas (bottom-up) dan atas bawah (top-duwn) 5. Taksonomik. alokasi biaya. 3. memo keuangan. Kelemahannya yaitu: 1. 4. 3. Siklus operasi yang mengatur seluruh urutan jadwal kegiatan yang disesuaikan dengan siklus DUP dan DIP. ada perbandingan keuntungan dan kerugian alternative. dokumen pengarahan. Perencanaan merupakan kegiatan yang berkesinambungan dan bergulir (rolling plan) Tiga unsur PPBS/SP4 yang saling menunjang : 1. 3. dan waktu penyelesaian suatu program. Seringkali mengabaikan tujuan kualitatif yang sukar diukur. dan Daftar Isian Proyek (DIP) serta petunjuk operasional. yaitu memberi arah perencanaan jangka panjang. Analitik. Kekurangan data/informasi dapat mengakibatkan kesalahan penentuan prioritas. 2. Daftarb Usulan Proyek (DUP). 2.

Didalam sistem akuntansi dari catatan-catatan akuntansi (buku cek. 11 . Dasar untuk pembagian adalah aktifitas secara spesifik. atau unit organisasi di tingkat yang rendah. dan buku besar) serta serangkaian proses dan prosedur yang di tetapkan untuk staf. Tujuan sistem akuntansi ini adalah untuk memastikan bahwa data keuangan dan transaksi ekonomi diinputkan secara tepat ke dalam catatan akuntansi. Membagi semua operasi dari organisasi ke dala m unit-unit keputusan. sukarelawan dan para professional. Akuntansi (Accounting) Akunting menggambarkan hasil kegiatan ekonomi. Unit-unit keputusan ini adalah program. Anggaran Berbasis Nol (Zero Based Budget/ZBB) Bentuk pembuatan anggaran ini adalah bahwa setiap aktivitas atau program yang telah diadakan di tahun-tahun sebelumnya tidak secara otomatis dilanjutkan. jurnal.e. 4. sub unit organisasi atau aktifitas alternatif yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari program. Memilih cara yang terbaik untuk menyediakan jasa berdasarkan analisis biaya-manfaat atau analisis lain (pertimbangan politis). Proses dari anggaran berbasis nol adalah sebagai berikut: 1. serta laporan-laporan yang perlu di sajikan secara akurat dan tepat waktu. Menentukan pilihan atas beberapa unit organisasi sehingga di dapat keputusan tentang berapa banyak jasa yang akan disediakan (sama dengan tahun yang lalu. Akuntansi merupakan proses pencatatan. ditambah atau dikurangi). pengelompokan dan pengikhtisaran kejadian ekonomi dalam bentuk yang teratur dan logis dengan tujuan menyajikan informasi keuangan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. 2. aktivitas. 3. jasa spesifik yang diberikan. Fungsi tertentu yang dapat digunakan oleh pimpinan entitas ekonomi maupun pihak lainnya untuk mengambil keputusan. D.

c) Jurnal Jurnal digunakan untuk mencatat semua transaksi akuntansi. b) Buku Besar Buku besar mengklasifikasi informasi pencatatan. yang dikategorikan menurut bagan perkiraan/akun. dimana bagan perkiraan atau akun bertindak sebagai daftar isi buku besar. yang dikategorikan menurut bagan perkiraan/akun. Aktiva Utang Aktiva Bersih Pendapatan Belanja Masing-masing pencatatan ditentukan dengan mengidentifikasi angka yang diinputkan ke sistem akuntansi. d) Buku Cek 12 . y Jurnal untuk mencatat transaksi pengeluaran kas dan piutang merupakan bagian akun pertambahan biaya dan pendapatan. yang dikategorikan dan sesuai kronologis atas cek yang ditulis.Komponen-Komponen Sistem Akuntansi: a) Bagan Perkiraan/akun Bagan perkiraan adalah daftar masing-masing item. y Jurnal untuk mencatat transaksi gaji. Contoh : y Jurnal untuk mencatat transaksi untuk pengeluaran kas adalah suatu pencatatan secara kronologis atas cek yang ditulis. y Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan kas adalah pencatatan secara kronologis atas seluruh storan yang dibuat. sebelum diklasifikasikan ke buku besar. yaitu jurnal yang mencatat seluruh transaksi yang terkait dengan penggajian. dimana pencatatannya dibagi ke dalam lima kategori.

dimana tanda penerimaan yang disektor ke dan dari saldo pembayaran dibuat. a) Jenis-jenis Audit Audit laporan kuangan bertujuan menentukan apakah laporan keuangan secara keseluruhan yang merupakan informasi terukur yang akan diverifikasi. pemasaran dan bidang-bidang lain sesuai dengan keahlian editor. Dalam audit operasional. Dalam sistem akuntansi Indonesia. 13 . tetapi juga meliputi evaluasi terhadap struktur organisasi pemanfaatan komputer. maka standar akuntansi keuangan yang ditetapkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Sebagian besar transaksi keuangan akan dicatat melalui buku cek. Auditing Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independent untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuian informasi dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. E. c) Audit ketaatan Audit ketaatan bertujuan mempertimbangkan apakah auditi (klien) telah mengikuti prosedur atau aturan tertentu yang telah ditentukan / ditetapkan pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi. telah disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu. tinjauan yang dilakukan tidak terbatas pada masalah-masalah akuntansi. b) Audit Operasional Audit operasional merupakan penelaahan atas bagian manapun dari prosedur dan metode operasi suatu organisasi untuk menilai efisiensi dan efektifitasnya.Buku cek menyajikan kombinasi jurnal dan buku besar. metode produksi. Dalam auditing data akuntansi yang menjadi pokok adalah menentukan apakah informasi yang tercatat telah mencermin dengan benar kejadian ekonomi pada periode akuntansi.

satuan pendidikan atau lembaga penyelenggara pendidikan sekolah. yaitu: a. Rencana sumber atau target penerimaan/ pendapatan dalam satu tahun yang bersangkutan. d) dari hasil usaha. sekolahnya. pimpinan sekolah harus dapat menyusunan anggaran sekolah tiap tahunnya. Untuk memperoleh biaya rutin.Kegiatan lain yang terkait dengan manajemen keuangan adalah membuat laporan pertanggungjawaban keuangan kepada kalangan internal lembaga atau eksternal yang menjadi stake holder lembaga pendidikan. Pimpinan juga harus memotivasi komite sekolah. yaitu: pembiayaan rutin dan pembiayaan pembangunan. Ada dua bagian pokok anggaran yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAPBS (Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Sekolah). Implementasi di Lapangan Penganggaran: Manajemen keuangan pendidikan yang akan dijadikan contoh kajian di sini adalah manajemen keuangan di tingkat mikro. Pelaporan dapat dilakukan secara periodik seperti laporan tahunan dan laporan pada masa akhir jabatan pimpinan. semua penggunaan keuangan sekolah dalam satu tahun anggaran perlu direncanakan 14 . b. dan masyarakat setempat dalam rangka pengumpulan dana untuk menunjang pelaksanaan pendidikan yang ditawarkan. Semua dana diperoleh harus dikelola secara efektif untuk menjamin agar siswa memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. b) sumbangan dari individu atau organisasi. c) sumbangan dari pemerintah. F. Pada lazimnya sumber pembiayaan untuk sekolah tiap sekolah mengenal dua macam pembiayaan. termasuk didalamnya keuangan bersumber dari: a) kontribusi orang tua siswa. Rencana penggunaan keuangan dalam satu tahun yang bersangkutan.

Menjamin agar dana yang tersedia dipergunakan untuk kegiatan harian sekolah dan menggunakan kelebihan dana untuk diinvestasikan kembali. Tujuan utama manajemen keuangan sekolah. Kerangka kerja manajemen keuangan di sekolah mencangkup pengertian seperti berikut: 1. Menjaga agar peraturan-peraturan serta praktek penerimaan. Memelihara barang-barang (asset) sekolah. Penyusunannya hendaknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: a) Menginventarisasi rencana yang akan dilaksanakan b) Menyusun rencana berdasarkan skala prioritas pelaksanaannya c) Menentukan program kerja dan rincian program d) Menetapkan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program e) Menghitung dana yang dibutuhkan f) Menentukan sumber dana untuk membiayai rencana. artinya rencana pendapatan dan pengeluaran harus berimbang diupayakan tidak terjadi anggaran pendapatan minus. dan 3. dan pengeluaran uang diketahui dan dilaksanakan. Suatu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RAPBS adalah harus menerapkan prinsip anggaran berimbang. Pertukaran pengeluaran 15 .dengan baik agar kehidupan sekolah dapat berjalan dengan baik. Dengan anggaran berimbang tersebut maka kehidupan sekolah akan menjadi solid dan benar-benar kokoh dalam hal keuangan. adalah: 1. 2. dalam rangka untuk mempermudah pertanggung jawaban keuangan. Langkah-langkah Penyusunan RAPBS. pencatatan. Pembukuan yang cermat dan akurat 2. maka sentralisasi pengelolaan keuangan perlu difokuskan pada bendaharawan sekolah. Pertanggung jawaban yang luwes 3.

dan penarikan dana dan cara mencegah pemalsuan. dan Memberdayakan uang tunai.  Penerimaan Uang  Pembukuan Uang  Pengambilan Uang  Pembelanjaan Uang Alokasi dana yang tepat. Penerimaan dana sekolah perlu mendapat perhatian pimpinan sekolah..4. Kebijakan keuangan 6. Agar dapat mengalokasikan dana dengan tepat. Pertanggung jawaban Keuangan Sekolah: Semua pengeluaran keuangan sekolah dari sumber manapun harus dipertanggung jawabkan. Kemudahan membelanjakan uang bagi kepala sekolah. Namun demikian prinsip transparansi dan kejujuran dalam pertanggung jawaban tersebut harus tetap dijunjung tinggi. Dalam kaitan 16 . Dia juga perlu memahami cara untuk pengamanan dana selama bertransaksi dengan baik. Hal ini berkaitan dengan buku catatan penerimaan dana sekolah. hal tersebut merupakan bentuk transparansi dalam pengelolaan keuangan. perlu mengikut-sertakan staf dan para pembantu kepala sekolah dalam proses penentuan alokasi dana. menghambat dibutuhkannya. Bila tidak akan . 5. kepala sekolah harus menguasai betul apa yang dimiliki dan dibutuhkan oleh tiap bagian. kepala sekolah perlu memahami tentang: Tujuan diadakannya buku catatan penerimaan dana sekolah Informasi yang harus tercantum dalam setiap penerimaan. Alokasi dana yang tepat Kebijakan keuangan sekolah terkait dengan pegangan dan bantuan bagi para administrator dan manajer dalam mengontrol dan mengatur. kebebasan sekolah dalam bertransaksi apa yang Selain itu kepala sekolah perlu memahami praktek-prakktek pemanfaatan jasa perbankan dan jenis-jenis rekeningnya.

Neraca keuangan juga harus ditunjukkan untuk diperiksa oleh tim pertanggung jawaban keuangan dari komite sekolah. tujuan. Laporan keuangan tersebut harus dilampiri bukti-bukti pengeluaran yang ada 3. 2. Buku Pos (Vate Book) Buku pos pada hakikatnya memuat informasi beberapa dana yang masih tersisa untuk tiap pos anggaran. Dari buku pos. Akuntansi (Pembukuan): Kepala sekolah hendaknya benar-benar memahami dan dapat menjelaskan fungsi. bendara harus membuat laporan keuangan kepada komite sekolah untuk dicocokkan dengan RAPBS. Kuitansi atau bukti-bukti pembelian atau bukti penerimaan dan bukti pengeluaran lain. 4. Buku pos mencatat peristiwa-peristiwa pembelanjaan uang harian.dengan pengelolaan keuangan tersebut. yang perlu diperhatikan oleh bendaharawan adalah: 1. dan manfaat pembukuan kepada staf keuangan. Pada setiap akhir tahun anggaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan. Faktur Faktur dapat berupa buku atau lembaran lepas yang dapat diarsipkan. antara lain: y Faktur ditulis dan ditanda tangani sebelum uang dibayarkan y Harus ada nomor untuk diagendakan y Kuintansi pembelian harus dilampirkan y Faktur untuk mempertanggungjawabkan penggunaan uang umum. kepala sekolah dengan mudah dapat melihat dengan mudah apakah sekolah telah berlebih membelanjakan uang atau tidak. misalnya pembelian kapur 17 . Buku kas Buku kas mencatat rincian tentang penerimaan dan pengeluaran uang serta sisa saldo secara harian dan pada hari yang sama.

keluar masuknya uang saat itu. Buku Besar Informasi dan Jurnal hendaknya dipindahkan ke buku besar atau buku kas induk pada setiap akhir bulan. Buku kas piutang 18 . Lembar Cek Lembar cek merupakan alat bukti bahwa pembayaran yang dikeluarkan adalah sah.000.215.000. Orang yang berhak mendatangi lembar cek adalah kepala sekolah atau petugas keuangan.000. PENGELUARAN 125. dan neraca saldonya.174.tulis. lembar cek dikeluarkan apabila menyangkut tagihan atas pelaksanaan suatu transaksi. Dengan demikian kepala sekolah akan segera tahu tentang keluar masuknya uang pada hari yang sama. Contoh Buku Besar Umum TANGGAL 07-08-2007 12-08-2007 08-09-2007 NO. Jurnal Sebagai pengawasan keuangan kepala sekolah harus membuka buku jurnal dimana seluruh transaksi keuangan setiap hari dicatat. Buku besar mencatat kapan terjadinya transaksi pembelian. jumlah dan sisa tunggakan atau kelebihan pembayaran sebelumnya. misalnya barang yang dipesan sudah dikirimkan dan catatan transaksinya benar. FAKTUR 182/7 182/7 183/20 ALAT TULIS Kertas HVS Spidol Snowmen «««««.- Buku kas pembayaran uang sekolah Buku kas pembayaran berisi catatan tentang pembayaran uang sekolah siswa menurut tanggal pembayaran. Pencatatan untuk tiap pembayaran harus segera dilakukan untuk menghindari timbulnya masalah karena kuitansi hilang.

misalnya mingguan atau dua mingguan. tanggal pelunasan dan sisa hutang yang belum di lunasi. 19 . Neraca Percobaan Tujuan utama diadakannya neraca percobaan adalah untuk mengetahui secara tepat keadaan neraca pertanggungjawaban keuangan secara tepat.Buku ini berisi daftar/catatan orang yang berhutang pada sekolah menur ut jumlah uang yang berhutang. Hal ini memungkinkan kepala sekolah sewaktu-waktu (selama tahun anggaran) menentukan hal yang harus didahulukan dan menangguhkan pengeluaran yang terlalu cepat dari pos tertentu.

berbeda dengan sektor publik lain seperti perusahaan yang berorientasi keuntungan. laba (profit). jenis. dan biaya operasional pendidikan menurut jalur. Untuk 20 . oleh karena dengan menyediakan anggaran yang sesuai dengan amanat merupakan suatu keniscayaan. Uang tersebut digunakan untuk investasi fisik dan non fisik di bidang pendidikan. maka perlu dikelola dengan baik dan benar. Biaya atau uang yang disediakan pemerintah untuk pendidikan harus dimanfaatkan oleh lembaga penyelenggaraan pendidikan baik di pusat maupun di daerah.BAB III PENUTUP 3. Uang merupakan sumber daya yang terbatas dan langka. Lebih lanjut dia perlu memahami tujuan dan fungsi pembukuan dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan (auditing) secara berkala. Tujuan manajemen keuangan pada intinya untuk menjamin agar dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. dan jenjang pendidikan. Kerangka manajemen keuangan di tingkat mikro (sekolah) meliputi buku catatan keuangan dan penerimaan dana sekolah. memelihara barang -barang (asset) milik lembaga pendidikan. Kemampuan dan kesungguhan pemerintah untuk membiayai pendidikan sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU No 20 tahun 2003 tentang sisdiknas mengikat secara legalitas formal. sehingga terhindar penyimpangan dan kekeliruan yang tidak diinginkan. Pendidikan sebagai sektor publik yang berorientasi pada pelayanan publik dipandang sebagai sektor publik yang berorientasi pada nirlaba. kepala sekolah perlu memahami praktek-praktek perbankan dan memanfaatkannya. Untuk mengelola keuangan sekolah secara aman. dan menjaga agar pengelolaan keuangan terbebut dengan peraturan yang berlaku.1 Kesimpulan Pendidikan dipandang sebagai sektor strategis dan memiliki peran penting dalam menghasilkan sumber daya manusia dalam suatu bangsa.

lembar cek. buku kas. transparansi. 2 Saran Untuk menciptakan lembaga pendidikan yang bersih dari berbagai malfungsi dan malpraktek pendidikan yang merugikan pendidikan. pembayaran uang sekolah. Hal-hal yang berkaitan dengan ini antara lain: akuntansi. Pada intinya. Kepala sekolah hendaknya benar-benar memahami dan dapat menjelaskan fungsi. dan pembelanjaan uang.mempermudah manajemen keuangan kepala sekolah dapat dibantu oleh staf di sekolah dengan prinsip jujur. 3. lembaga pendidikan harus mengupayakan manajemen keuangan yang baik. Sebagai implementasi di lapangan yang dijadikan contoh dalam kajian ini adalah manajemen keuangan di tingkat mikro. buku kas piutang dan neraca percobaan. pengambilan uang. tujuan. jurnal. hendaknya para praktisi pendidikan. faktur. dalam hal ini adalah kepala sekolah beserta stafnya memahami praktek-praktek perbankan dan memanfaatkannya serta memahami tujuan dan fungsi pembukuan. dan akuntabel. dan juga hendaknya kepala sekolah melakukan pemeriksaan (auditing) secara berkala. buku besar. sehingga terhindar dari penyimpangan dan kekeliruan yang tidak diinginkan. pembukuan uang. 21 . buku kas. manfaat pembukuan kepada staf keuangan. buku pos. yaitu manajemen keuangan sekolah. Kebijakan keuangan sekolah bergerak dalam mengontrol dan mengatur penerimaan uang.

Dimock. ME. Khusnuridlo. Manajemen Berbasis Sekolah. 2007. M. M. Sulthon. 1992. iii . Yogyakarta: laksBang PRESSindo. 2006. Jakarta: Rineka Cipta.DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. Manajemen Sekolah Dalam Perspektif Global. Dimock. GO. Administrasi Negara. Bandung: Remaja Rosda Karya.