Uveitis Anterior PENDAHULUAN

Johan B.W. (406091020)

Bola Mata terdiri atas dinding bola mata dan isi bola mata,dimana dinding bola mata terdiri atas sclera dan kornea sedangkan isi bola mata terdiri atas lensa,uvea,badan kaca dan retina.Uvea merupakan lapisan dinding kedua dari bola mata setelah sclera dan tenon.Uvea merupakan jaringan lunak,terdiri dari iris,badan siliar dan koroid.7 Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris,korpus siliaris,dan koroid) dengan berbagai penyebabnya.Struktur yang berdekatan dengan jaringan uvea yang mengalami inflamasi biasanya juga ikut mengalami inflamasi.Peradangan pada uvea dapat hanya mengenai bagian depan jaringan uvea atau iris yang disebut iritis. Bila mengenai badan tengah disebut siklitis.Iritis dengan siklitis disebut iridosiklitis atau disebut juga dengan uveitis anterior dan merupakan bentuk uveitis tersering. Dan bila mengenai lapisan koroid disebut uveitis posterior atau koroiditis.1,2 Uveitis umumnya unilateral,biasanya terjadi pada dewasa muda dan usia pertengahan. Ditandai adanya riwayat sakit,fotofobia,dan penglihatan yang kabur,mata merah (merah sirkumneal) tanpa tahi mata purulen dan pupil kecil atau ireguler.Berdasarkan reaksi radang, uveitis anterior dibedakan tipe granulomatosa dan non granulomatosa. Penyebab uveitis anterior dapat bersifat eksogen dan endogen. Penyebab uveitis anterior meliputi: infeksi, proses autoimun, yang berhubungan dengan penyakit sistemik, neoplastik dan idiopatik.1 Pola penyebab uveitis anterior terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknik pemeriksaan laboratorium sebagai sarana penunjang diagnostik. Lebih dari 75% uveitis endogen tidak diketahui penyebabnya, namun 37% kasus di antaranya ternyata merupakan reaksi imunologik yang berkaitan dengan penyakit sistemik. Penyakit sistemik yang berhubungan dengan uveitis anterior meliputi: spondilitis ankilosa, sindroma Reiter, artritis psoriatika, penyakit Crohn, kolitis ulserativa, dan penyakit Whipple. Keterkaitan antara uveitis anterior dengan spondilitis ankilosa pada pasien dengan predisposisi genetik HLA-B27 positif pertama kali dilaporkan oleh Brewerton et al.1,2

1

000 orang.dan koroid) dengan berbagai penyebabnya. penyakit 2 .korpus siliaris. DEFINISI Uveitis adalah inflamasi traktus uvea (iris. dini atau sel mediated terhadap jaringan uvea anterior. patofisiologi dan patogenesis. penatalaksanaan serta prognosis dari uveitis anterior.W.Struktur yang berdekatan dengan jaringan uvea yang mengalami inflamasi biasanya juga ikut mengalami inflamasi. penyakit sistemik yang berhubungan dengan HLA-B27 seperti.3 Tujuan penulisan referat ini adalah untuk mengetahui secara umum mengenai definisi. hal ini berhubungan dengan faktor penyebabnya dan dimana kelainan itu terjadi.2.Uveitis Anterior Johan B. 1.biasanya pasien datang mengeluh nyeri ocular. Iritis dan iridisiklitis dapat merupakan suatu manifestasi klinik reaksi imunologik terlambat.Umur penderita biasanya bervariasi antara usia prepubertal sampai 50 tahun.sinekia posterior.Sekitar 75% merupakan uveitis anterior.KP. Uveitis anterior dapat disebabkan oleh gangguan sistemik di tempat lain.flare. ETIOLOGI Uveitis anterior merupakan peradangan iris dan badan siliar yang dapat berjalan akut maupun kronis.uveitis merupakan penyebab kebutaan nomor tiga setelah Retinopati Diabetik dan Degenerasi Macular. dan mata merah.Di Amerika Serikat.hipopion.Fotofobia. ankylosing spondilitis.penglihatan kabur. (406091020) Insidensi uveitis sekitar 15 per 100.terdapat injeksi siliar.3 Variasi gejala sering dijumpai.5 Penyebab uveitis anterior diantaranya yaitu: idiopatik.Pada pemeriksaan didapatkan tajam penglihatan menurun. sindrom Reiter. Penyebab dari iritis tidak dapat diketahui dengan melihat gambaran klinisnya saja.tekanan intra okuler bisa meningkat hingga sampai edema macular.1. manifestasi klinis. penegakan diagnosis. yang secara hematogen dapat menjalar ke mata atau timbul reaksi alergi mata.Sekitar 50% pasien dengan uveitis menderita penyakit sistemik terkait. etiologi dan fisiologi anatomi.

dapat berhubungan langsung dengan cairan di camera oculi anterior.7 Iris adalah lanjutan dari badan siliar ke anterior dan merupakan diafragma yang membagi bola mata menjadi 2 segmen. Psoriasis. trauma dan infeksi.6 ANATOMI FISIOLOGI Uvea terdiri dari : iris. Juvenile idiopathic arthritis. inflammatory bowel disease. Bagian ini adalah lapisan vascular tengah mata dan dilindungi oleh kornea dan sklera. di tengah-tengahnya berlubang yang disebut pupil. Iris membagi bilik mata depan (camera oculi anterior) dan bilik mata posterior (camera oculi posterior). yang memungkinkan percepatan terjadinya pengaliran nutrisi ke coa dan 3 . badan siliaris (corpus siliaria) dan koroid. banyak pembuluh darah dan saraf.W.Uveitis Anterior Johan B. 5. Anatomi mata Dipermukaan anterior ditutup oleh endotel terkecuali pada kripta. Bagian ini juga ikut memasok darah ke retina. yaitu segmen anterior dan segmen posterior.6 Secara histologis iris terdiri dari stroma yang jarang diantaranya terdapat lekukanlekukan dipermukaan anterior yang berjalan radier yang dinamakan kripa. penyakit lyme. Sarcoidosis. herpes zoster/ herpes simpleks.3. Gambar 1. Iris dan badan siliaris disebut juga uvea anterior sedangkan koroid disebut uvea posterior. 4. Didalam stroma terdapat sel-sel pigmen yang bercabang. dimana pembuluh darah dalam stroma. 1. Iris mempunyai kemampuan mengatur secara otomatis masuknya sinar ke dalam bola mata.5. 6. (406091020) crohn’s. sifilis.

Selain itu juga terdapat otot dilatator pupil (M. peradangan. Dibagian posterior dilapisi dengan 2 lapisan epitel. (406091020) sebaliknya. 5. sedangkan epitel pigmen jumlahnya tetap. neoplasma didaerah ini merupakan keadaan yang gawat. Persarafan iris adalah melalui seratserat didalam nervi siliaris.6 Didalam iris terdapat otot sfingter pupil (M. 7 Badan Siliar (Corpus Ciliaris) berbentuk segitiga. Badan siliaris berfungsi sebagai pembentuk humor aquous. terdiri dari 2 bagian yaitu: pars korona.6.7 Pasokan darah ke iris adalah dari circulus major iris. letaknya didalam sroma dekat pupil dan dipersarafi oleh saaraf parasimpatis.Sphincter pupillae). letaknya di bagian posterior stroma dan diurus saraf simpatis. yang merupakan lanjutan dari epitel pigmen retina. 5 Gambar 2. Srkulasi Humour Aquous 4 . yang postrior tidak bergerigi panjangnya kira-kira 4 mm. panjangnya kira-kira 2mm dan pars plana.W. Dilatator pupillae). Trauma. N III. kapiler-kapiler iris mempunyai lapisan endotel yang tidak berlobang.Uveitis Anterior Johan B. yang anterior bergerigi. Badan siliar merupakan bagian terlemah dari mata. yang berjalan sirkuler. warna iris tergantung dari sel-sel pigmen yang bercabang yang terdapat di dalam stroma yang banyaknya dapat berubah-ubah. yang berjalan radier dari akar iris ke pupil.

akan tetapi justru mengakibatkan perlekatan-perlekatan. Bagian yang menonjol (processus ciliaris) berwarna putih oleh karena tidak mengandung pigmen. sehingga lensa menjadi lebih atau kurang cembung yang berguna pada penglihatan dekat atau jauh.Uveitis Anterior Johan B. Uveitis yang berhubungan dengan mekanisme alergi merupakan reaksi hipersensitifitas terhadap antigen dari luar (antigen eksogen) atau antigen dari dalam badan (antigen endogen). sirkuler dan longitudinal. Pada bagian pars plana. (406091020) Pada bagian pars korona diliputi oleh 2 lapisan epitel sebagai kelanjutan dari epitel iris. dapat disebabkan oleh defek langsung suatu infeksi atau merupakan fenomena alergi. Didalam badan siliaris terdapat 3 macam otot silier yang berjalan radier.8 Radang iris dan badan siliar menyebabkan rusaknya Blood Aqueous Barrrier sehingga terjadi peningkatan protein.Sehubungan dengan hal ini peradangan uvea terjadi lama setelah proses infeksinya yaitu setelah munculnya mekanisme hipersensitivitas. karena mengandung pigmen. misalnya perlekatan iris pada permukaan lensa (sinekia posterior). Fungsi otot siliar untuk akomodasi. 2. walaupun kadang-kadang dapat juga terjadi sebagai reaksi terhadap zat toksik yang diproduksi mikroba yang menginfeksi jaringan tubuh di luar mata. fibrin dan sel-sel radang dalam humor akuos yang tampak pada slitlamp sebagai berkas sinar yang disebuit fler (aqueous flare).7 PATOFISIOLOGI Peradangan uvea biasanya unilateral. Infeksi piogenik biasanya mengikuti suatu trauma tembus okuli.8 5 . kontraksi atau relaksasi otot-otot ini mengakibatkan kontraksi dan relaksasi dari kapsula lentis. 2. 6. Badan siliar banyak mengandung pembuluh darah dimana pembuluh darah baliknya mengalirkan darah ke V. terdiri dari satu lapisan tipis jaringan otot dengan pembuluh darah diliputi epitel. Dari processus siliar keluar serat-serat zonula zinii yang merupakn penggantung lensa. Fibrin dimaksudkan untuk menghambat gerakan kuman. sedangkan di lekukannya berwarna hitam.W.vortikosa.Dalam banyak hal antigen luar berasal dari mikroba yang infeksius .

Adanya eksudat protein. 2. fibrin dan sel-sel radang dapat berkumpul di sudut camera okuli anterior sehingga terjadi penutupan kanal schlemm sehingga terjadi glukoma sekunder. 2.W.Uveitis Anterior Johan B. 2. Akumulasi sel-sel radang dapat pula terjadi pada tepi pupil disebut koeppe nodules. bila dipermukaan iris disebut busacca nodules. Pada iridosiklitis yang berat sel radang dapat sedemikian banyak sehingga menimbulkan hipopion.8 Gangguan pada humor akuos terjadi akibat hipofungsi badan siliar menyebabkan tekanan bola mata turun. sehingga cairan di dalam kamera okuli posterior tidak dapat mengalir sama sekali mengakibatkan tekanan dalam dalam camera okuli posterior lebih besar dari tekanan dalam camera okuli anterior sehingga iris tampak menggelembung kedepan yang disebut iris bombe (Bombans).8 Otot sfingter pupil mendapat rangsangan karena radang. (406091020) Gambar 3. makrofag. Uvea Sel-sel radang yang terdiri dari limfosit. dan pupil akan miosis dan dengan adanya timbunan fibrin serta sel-sel radang dapat terjadi seklusio maupun oklusio pupil.Pada fase akut terjadi glaucoma sekunder karena gumpalan – gumpalan pada sudut bilik depan.Naik turunnya bola mata disebutkan pula sebagai peran asetilkolin dan prostaglandin.sedang pada fase lanjut glaucoma sekunder terjadi karena adanya seklusio pupil. sel plasma dapat membentuk presipitat keratik yaitu sel-sel radang yang menempel pada permukaan endotel kornea.8 6 . yang bisa ditemukan juga pada permukaan lensa dan sudut bilik mata depan.

Perbedaan uveitis granulomatosa dan non granulomatosa Onset Sakit Fotofobia Penglihatan kabur Merah sirkumkorneal Perisipitat keratik Pupil Non granulomatosa Akut Nyata Nyata Sedang Nyata Putih halus Kecil dan tak teratur Granulomatosa Tersembunyi Tidak ada atau ringan Ringan Nyata Ringan Kelabu besar Kecil dan tak teratur (bervariasi) 7 . Diagnosis etiologi spesifik dapat ditegakkan secara histologik pada mata yang dikeluarkan dengan menemukan kista toxoplasma. spirocheta pada sifilis. Deposit radang pada permukaan posterior kornea terutama terdiri atas makrofag dan sel epiteloid. Terdapat kelompok nodular selsel epithelial dan sel-sel raksasa yang dikelilingi limfosit di daerah yang terkena. yaitu granulomatosa dan non granulomatosa. Pada kasus berat dapat terbentuk bekuan fibrin besar atau hipopion didalam kamera okuli anterior. Uveitis granulomatosa dapat mengenai sembarang traktus uvealis namun lebih sering pada uvea posterior. tampilan granuloma khas pada sarcoidosis atau oftalmia simpatika dan beberapa penyebab spesifik lainnya. Sedangkan pada uveitis granulomatosa umumnya mengikuti invasi mikroba aktif ke jaringan oleh organisme penyebab (misal Mycobacterium tuberculosis atau Toxoplasma gondii).Uveitis Anterior KLASIFIKASI UVEITIS ANTERIOR Johan B. basil tahan asam tuberculosis. Terdapat reaksi radang dengan terlihatnya infiltrasi sel-sel limfosit dan sel plasma dalam jumlah cukup banyak dan sedikit sel mononuclear. Uveitis ini timbul terutama dibagian anterior traktus yakni iris dan korpus siliaris. Pada jenis non granulomatosa umumnya tidak dapat ditemukan organisme patogen dan karena berespon baik terhadap terapi kortokosteroid diduga peradangan ini semacam fenomena hipersensitivitas.W. Meskipun begitu patogen ini jarang ditemukan dan diagnosis etiologi pasti jarang ditegakkan. (406091020) Berdasarkan patologi dapat dibedakan 2 jenis uveitis anterior.

benda asing. Diagnosis ini ditegakan sesudah menyingkirkan penyebab lain dengan anamnesis dan pemeriksaan. Luka lain seperti luka bakar pada mata.Uveitis Anterior Synechia posterior Nodul iris Tempat Perjalanan Rekurens Kadang-kadang Kadang-kadang Uvea anterior Akut Sering Johan B.W.jika inflamasi kambuh diikuti dengan serangan inisial disebut rekuren akut dan dikatakan sebagai kronik jika lebih dari 6 minggu. atau abrasi kornea dapat menyebabkan terjadinya Uveitis Anterior. biasanya terdapat riwayat truma tumpul mata atau adneksa mata. Traumatic Anterior Uveitis Trauma merupakan salah satu penyebab Uveitis Anterior. (406091020) Kadang-kadang Kadang-kadang Uvea posterior dan posterior Menahun Kadang-kadang Sedangkan berdasarkan waktu uveitis anterior dikatakan akut jika terjadi kurang dari 6 minggu. 9 8 . arthritis. psoariasis. Mekanisme pencetus untuk Uveitis Anterior pada pasien dengan genotype seperti ini tidak diketahui. sindrom Reiter. Ada hubungan yang kuat dengan ankylosing spondylitis. Visual aquity dan tekanan intraocular mungkin terpengnaruh. Inflamatory bowel disease. 2. yaitu: 1.HLA-B27 Associated Uveitis HLA-B27 mengacu pada spesifik genotype atau chromosome. 3. dan Uveitis Anterior yang berulang.Idiopathic Anterior Uveitis Istilah idiopatik dipergunakan pada Uveitis Anterior dengan etiologi yang tidak diketahui apakah merupakan kelainan sistemik atau traumatic. dan mungkin juga terdapat darah pada anterior chamber. Beberapa keadaan yang menyebabkan tanda dan gejala yang berhubungan dengan uveitis anterior akut.

Anterior Uveitis Associated with Primary Posterior Uveitis keadaan yang mengancam. 6.W. yaitu akut Uveitis Anterior dan ulkus pada mulut dan genital.Masquerade syndrome Merupakan Anterior. Glaukoma dan Hifema). seperti lymphoma.Uveitis Anterior 4. phacolitic glaukoma. Merupakan suatu anjuran pada semua anak yang menderita JRA untuk diperiksa kemungkinan terdapatnya Uveitis Anterior. dan UGH syndrome ( Uveitis.Lens Associated Anterior Uveitis Ada beberapa keadaan yang ditemukan pada peradangan anterior chamber dan penyebab yang disebabkan oleh keadaan lensa. Penyakit behcet yang menyebabkan Uveitis Anterior akut adalah sangat langka. leukemia. JRA lebih banyak mengenai anak perempuan dibanding anak lelaki. retinoblastoma. Terdapat trias penyakit Behcets. dapat menimbulkan Uveitis 9 . dan malignant melanoma dari choroid. 5. Juvenile Rheumatoid Arthritis Anterior Uveitis terjadi pada penderita JRA yang mengenai beberapa persendian. yaitu : phaco-anaphylactic andhopthalmitis dan phacogenic (phacotoksik) uveitis. Beberapa keadaan yang dapat menghasilkan tanda dan gejala yang terdapat pada diagnosis Uveitis Anterior kronik adalah : 1. 2.Behcet’s Diseases/syndrome Johan B. Karena kebanyakan dari pasien JRA adalah positif dengan test ANA ( Anti Nuklear Antibody ). (406091020) Sebagian besar menyerang laki-laki dewasa muda dari bangsa mediterania atau jepang. yang merupakan pemeriksaan adjuvant.

lakrimasi yang terjadi biasanya sebanding dengan derajat fotofobia. 3. sipilis. terdapat 2% pasien Uveitis Anterior. tuberculosis. Penggunaan obat-obatan untuk penyakit 10 . toksoplamosis. kelamin. herpes zoster. (406091020) Penyakit sistemik. bervariasi dan dapat demikian hebat pada uveitis anterior akut.Uveitis Anterior Johan B. Hubungan seks diluar nikah untuk menduga kemungkinan terinfeksi oleh STD atau AIDS. fotofobia. dan AIDS mungkin saja terlibat dalam Uveitis Anterior baik primer ataupun sekunder dari uveitis posterior. Riwayat pribadi tentang penderita. suku bangsa penting untuk di catat karena dapat memberikan petunjuk ke arah diagnosis uveitis tertentu. sakit kepala di kening yang menjalar ke temporal. Fuch’s Heterochromatic Iridocyclitis Merupakan suatu penyakit kronik. cytomegalovirus. 2 Gambar 4. terutama di bulbus okuli. gangguan visus dan bersifat unilateral. Uveitis anterior granulomatosa dengan muttan-fat keratic presipitat dan nodul koeepe dan busacca Riwayat yang berhubungan dengan uveitis adalah usia. serta kebiasaan memakan daging atau sayuran yang tidak dimasak termasuk hamburger mentah.W. sakitnya spontan atau pada penekanan di daerah badan siliar. biasanya asimptomatik. yang utama adalah adanya hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. seperti sarcoidosis. MANIFESTASI KLINIS Keluhan subyektif yang menyertai uveitis anterior adalah nyeri .

keratik presipitat berukuran kecil dan sedang berwarna putih. konjungtiva bulbi. serta kornea keruh karena udem dan keratik presipitat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan visus umumnya normal atau berkurang sedikit.8 11 . reaksi flare sangat menonjol tapi reaksi sel biasanya terdiri dari sel-sel kecil dan jarang sel besar seperti monosit atau sel raksasa. Pada uveitis granulomatosa. Pada uveitis non granulomatosa. sel besar-besar dan reaksi flare biasanya sangat ringan.Uveitis Anterior Johan B. injeksi konjungtiva dan injeksi siliar. Uveitis anterior granulomatosa dengan sejumlah nodul busacca pada permukaan iris dan beberapa muttan fat keratik presipitat pada aspek inferior.8 Pada kamera okuli anterior terdapat flare. Riwayat tentang mata didapatkan apakah pernah terserang uveitis sebelumnya atau pernah mengalami trauma tembus mata atau pembedahan. biasanya di bagian bawah. dapat terlihat dengan menggunakan slitlamp atau lampu kecil dengan intensitas kuat dengan arah sinar yang kecil sehingga menimbulkan fenomena Tyndal. serta kemungkinan tertular penyakit infeksi menular (seperti Tbc) dan terdapatnya penyakit sistemik yang pernah diderita.2 Gambar 5. Keratik presipitat merupakan kumpulan sel-sel yang menempel pada endotel kornea. Adanya keratik presipitat dijumpai pada keratouveitis karena herpes simpleks dan sangat spesifik pada Heterokromik Fuch.2. terlihat sebagai peningkatan kekeruhan dalam humor akuos dalam COA.W. (406091020) tertentu atau narkoba (intravenous drug induced). Pada uveitis non granulomatosa.. sehingga dapat mencapai diameter 1mm. 2. keratik presipitat besar-besar dan lonjong dan dapat menyatu membentuk bangunan yang lebih besar. Sedangkan pada uveitis granulomatosa.

1995:371. Terdapat nodul iris. bila pada permukaan depan iris disebut nodul busacca.W.Uveitis Anterior Johan B. sehingga gambaran kripta tak nyata. Warna iris dapat berubah. bila pada tepi pupil disebut nodul koeppe.2. * Sedang Keluhan sedang sampai berat VA from 20/30 to 20/100 Kemerahan sirkumkornel dalam Tampak KPs Berat Keluhan sedang sampai berat VA < 20/100 Kemerahan sirkumkornel dalam Tampak KPs 3-4+ cells and flare 1-3+ cells and flare pupil terfiksir Sinekia posterior (fibrous) Tidak tampak kripte pada iris Pada pupil terjadi miosis. pinggir tak teratur karena adanya sinekia posterio atau seklusio pupil. Norwalk.8 Tabel 2 Pembagian Uveitis Anterior secara klinis* * Ringan Keluhan ringan sampai sedang VA 20/20 to 20/30 Kemerahan sirkumkornel superficial Tidak ada KPs (keratic presipitat) 1+ cells and flare Miotic.2nd ed. coklat menjadi warna Lumpur.8 DIAGNOSIS BANDING 12 .2. ditandai sebagai benjolan di iris. Catania LJ. Adanya nodul-nodul tersebut merupakan pertanda uveitis granulomatosa dan terdapat adanya sinekia posterior. karena pembuluh darah di iris melebar. CT: Appleton & Lange. gambaran radier tak nyata. Primary care of the anterior segment. kelabu menjadi hijau. (406091020) Pada iris tampak suram. Pada lensa terdapat uveitis rekurens yang dapat menimbulkan kekeruhan pada bagian belakang lensa (katarak kortikalis posterior). Pupil dapat terisi membran yang berwana keputiih-putihan yaitu oklusi pupil. sluggish pupil tekanan intraokuler berkurang < 4 mmHg Sinekia posterior ringan Udem iris ringan tekanan intraokuler meningkat tekanan intraokuler berkurang 3-6 mm Hg cells anterior sedang sampai berat Anterior virtreous cells Reprinted with permission.

Pada glaucoma akut. fotofobia.8 13 . Pada konjunctivitis penglihatan tidak kabur. 7. tidak ada synekia posterior. respon pupil normal. penglihartan dapat kabur dan ada rasa sakit dan fotofobia. Pada keratitis atau keratokonjunctivitis. sangat mungkin disertai penyulit edema macula kistoid. (406091020) konjungtivitis.Keratitis atau keratokonjungtivitis dan Glukoma akut. glukoma sekunder yang dapat terjadi pada stadium dini dan stadium lanjut.W. pada uveitis anterior dengan visus yang sangat turun. Beberapa penyebab keratitis seperti herpes simplek dan zoster dapat mengenai uveitis anterior sebenarnya. atau injeksi ciliar. dan korneanya “beruap”. pupil melebar.Uveitis Anterior Diagnosis banding uveitis anterior adalah Johan B. dan umumnya tidak ada rasa sakit. 7 Gambar 6. ablasi retina. Glukoma akut KOMPLIKASI Pada uveitis anterior dapat terjadi komplikasi berupa katarak. retinitis proliferans.

osteoporosis. dan galukoma. menghilangkan inflamasi ocular atau mengetahui asal dari peradangannya. Baik pengobatan topical atau oral adalah ditujuan untuk mengurangi peradangan.8 Tujuan penggunaan kortikosteroid untuk pengobatan uveitis anterior adalah mengurangi 14 . meredakan nyeri pada ocular. hipertensi.Namun obat-obatan steroid dan imunosupresan lainnya mempunyai efek samping yang serius. khususnya pada steroid dalam bentuk pil. Adakalanya steroid atau nonsteroidal anti inflammatory (NSAIDs) oral dipergunakan.W. (406091020) Gambar 7: Glaucoma sudut tertutup dan Katarak matur PENATALAKSANAAN Penatalaksanan yang utama untuk uveitis tergantung pada keparahannnya dan bagian organ yang terkena. pada umumnya menggunakan kortikosteroid topical dan cycloplegics agent. seperti gagal ginjal. peningkatan kadar gula darah. dan mengatur tekanan intraocular.Uveitis Anterior Johan B. mencegah terjadinya sinekia. Kortikosteroid Kortikosteroid topikal adalah terapi awal dan secepatnya diberikan. Tujuan dari pengobatan uveitis anterior adalah memperbaiki visual acuity. Pengobatan uveitis anterior adalah tidak spesifik.

Uveitis Anterior peradangan. dan 1%. aktivasi infeksi. mencegah terjadinya perlengketan iris dengan lensa anterior ( sinekia posterior ). betametason dan prednisolon karena penetrasi intra okular baik.1% dan 0. yang akan mengarahkan terjadinya iris bombe dan peningkatan 15 .125% .5%. sehingga daya tembus obat topikal akan tergantung pada konsentrasi dan frekuensi pemberian. konjungtiva dan kornea superfisial. pseudoptosis dan lain-lain.1%. penebalan kornea. deksamethasone sodium phospat 0. sedangkan preparat medryson. jenis pelarut yang dipakai. dan menekan sirkulasi limposit. yaitu mengurangi produksi eksudat. (406091020) menstabilkan membran sel. maka makin tinggi pula efek antiinflamasinya. Peradangan pada kornea bagian dalam dan uveitis diberikan preparat dexametason.W. menghambat penglepasan lysozym oleh granulosit. deksamentason alcohol 0. Kortikosteroid tetes mata dapat berbentuk solutio dan suspensi. Konsentrasi dan frekuensi pemberian. prednisolone sodium phospat 0.25%.125% dan 1%. midriasis pupil. fluoromethasone 0. dan medrysone 1%. katarak. Cycloplegics dan mydriatics Semua agent cycloplegic adalah cholinergic antagonist yang bekerja memblokade neurotransmitter pada bagian reseptor dari sphincter iris dan otot ciliaris. 0. makin tinggi konsentrasi obat dan makin sering frekuensi pemakaiannya. Keuntungan bentuk suspensi adalah penetrasi intra okular lebih baik daripada bentuk solutio karena bersifat biphasic. Beberapa kortikosteroid topikal yang tersedia adalah prednisolon acetate 0. jenis kortikosteroid. yaitu untuk mengurangi nyeri dengan memobilisasi iris. bentuk larutan. tapi kerugiannya bentuk suspensi ini memerlukan pengocokan terlebih dahulu sebelum dipakai. Cycloplegic mempunyai tiga tujuan dalam pengobatan uveitis anterior. Johan B. Pemakaian steroid tetes mata akan mengakibatkan komplikasi seperti: Glaukoma. Efek terapeutik kortikosteroid topikal pada mata dipengaruhi oleh sifat kornea sebagai sawar terhadap penetrasi obat topikal ke dalam mata. fluorometolon dan hidrokortison hanya dipakai pada peradangan pada palpebra.1%.

Oral steroid dan Nonsteroidal Anti Inflammatory Drugs Prednisone oral dipergunakan pada uveitis anterior yang dengan penggunaan steroid topical hanya berespon sedikit. tukak lambung. Indikasi pemberian kortikosteroid sistemik adalah Uveitis posterior. yang selanjutnya diturunkan perlahan selang sehari (alternating single dose). Diabetes mellitus. Reiter).5%.Uveitis Anterior Johan B. NSAIDs dipergunakan untuk mengurang peradangan yang dihubungkan dengan cystoids macular edema yang menyertai uveitis anterior. 5%. injects subkonjuctival steroid ( seperi celestone ) akan berguna. osteoporosis. Uveitis anterior kronik (JRA. dan lain-lain. Uveitis bilateral. Sebagai catatan. Dosis prednison diturunkan sebesar 20% dosis awal selama 2 minggu pengobatan. NSAIDs ( biasanya aspirin dan ibuprofen ) dapat mengurangi peradangan yang terjadi. (406091020) tekanan intraocular. hambatan pertumbuhan anak. Penghambat prostaglandin. hirsutisme.25%. seperti yang diakibatkan oleh herpes atau toksoplasmosis karena dapat memperparah. homatropine 2%. Edema macula. Pemakaian kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama akan terjadi efek samping yang tidak diingini seperti Sindrom Cushing. Scopolamine 0. hipertensi. sedangkan preparat prednison dan dexametaxon dosis diturunkan tiap 1 mg dari dosis awal selama 2 minggu.W. 8 16 . dan 2%.5%. 1%. Pengobatan lainnya Jika pasien tidak koperatif atau iritis tidak berespon banyak dengan penggunaan topical steroid. Pengobatan kortikosteroid bertujuan mengurangi cacat akibat peradangan dan perpanjangan periode remisi. 1%. Banyak dipakai preparat prednison dengan dosis awal antara 12 mg/kg BB/hari. Agent cycloplegics yang biasa dipergunakan adalah atropine 0. infeksi. Depot steroid seharusnya dihindari pada kasus uveitis sekunder. 2%. dan cyclopentolate 0. menstabilkan blood-aqueous barrier dan mencegah terjadinya protein leakage (flare) yang lebih jauh.

tanp adanya katarak. Penyuntikan steroid peri-okular merupakan kontra indikasi pada uveitis infeksi (toxoplasmosis) dan skleritis. Indikasi injeksi periokular adalah apabila pasien tidak responsif terhadap pengobatan tetes mata. fibrosis otot ektra okular dan katarak sub-kapsular posterior. dan komplikasi edema sistoid makula pada pars planitis. retina dan saraf optik). Glaukoma yang persisten terhadap pengobatan. Karena baik para klinisi dan pasien harus lebih waspada terhadap tanda dan mengobati dengan segera. Keuntungan injeksi sub-konjungtiva dan sub-tenon adalah dapat mencapai dosis efektif dalam 1 kali pemberian pada jaringan intraokular selama 24 minggu sehingga tidak membutuhkan pemberian obat yang berkalikali seperti pemberian topikal tetes mata. maka injeksi periokular dapat dianjurkan. Injeksi sub-tenon posterior dan retro-bulbar. pre operasi pada pasien yang akan dilakukan operasi mata. Komplikasi injeksi peri-okular adalah Perforasi bola mata. anak-anak. koroid. PROGNOSIS Kebanyakan kasus uveitis anterior berespon baik jika dapat didiagnosis secara awal dan diberi pengobatan. Astrofi lemak sub-dermal pada teknik injeksi via palpebra. uveitis anterior mungkin berulang. 17 . Lokasi injeksi peri-okular sub-konjuctiva dan sub-tenon steroid repository serta Injeksi sub-tenon posterior dan retro-bulbar. terutama jika ada penyebab sistemiknya. cara ini dipergunakan pada peradangan segmen posterior (sklera. glaucoma atau posterior uveitis. (406091020) Injeksi peri-okular dapat diberikan dalam bentuk long acting berupa Depo maupun bentuk short acting berupa solutio.Uveitis Anterior Johan B. Prognosis visual pada iritis kebanyak akan pulih dengan baik. Untuk kasus uveitis anterior berat dapat dipakai dexametason 24 mg. Uveitis unilateral. Keuntungan injeksi periokular adalah dicapainya efek anti peradangan secara maksimal di mata dengan efek samping sistemik yang minimal.W. terutama dalam bentuk Depo di mana dibutuhkan tindakan bedah untuk mengangkat steroid tersebut dari bola mata. Injeksi yang berulang menyebabkan proptosis.

Accessed. MD. www_preventblindness. Wijana Nana. June th. hal 126-127 6.gov.W. Widya Medika. FKUGM. Accessed. Jakarta: 2000 8. Vaughan G Daniel. Ilmu Penyakit Mata. Ilyas Sidarta. www. (406091020) 1. Co. Uveitis Anterior. Jakarta: 2002 3.id.co. www_nlm. Causes of Anterior Uveitis . Oftalmologi Umum ed 14. Nongranulomatous. Uvea. ed II. Uveitis. Gambaran Klinis Uveitis Anterior Akua pada HLA B27 Positif.id.Traktus uvealis&sklera. 2006:1-2 5.Uveitis Anterior DAFTAR PUSTAKA Johan B. September th. 2006:1-2 4. Gunawan wasisdi. K George Roger. veitis . Accessed. FKUI. Yogyakarta 2. www emedicine.emedicine. September th . 2005:1-3 7.com 18 .nih. co_id. Ilmu Penyakit Mata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful