Definisi Arkanul Bai’ah Di awal Sekali Imam Syahid Hasan Al Banna mengungkapkan dengan perkataan berikut ini : “Rukun

Bai’at Kita ada sepuluh, maka jagalah!” Dari kalimat pembuka diatas kita dapat melihat bahwa Arkanul Bai’ah terdiri kata-kata arkan, Bai’at dan infazhuha. Kata Arkan adalah kata jamak dari rukn, yang berarti pilar utama atau salah satu pilar yang menjadi fondasi bangunan sesuatu, atau pilar yang apabila ditinggalkan maka batal suatu pekerjaan dan tidak memiliki kekuatan lagi. Atau pilar yang terkuat. Atau masalah yang besar. Atau sesuatu yang mempunyai kekuatan, baik berupa raja, tentara dan lainnya, atau berupa kedudukan dan kemampuan pertahanan[1]. Sementara itu kata bai’at berarti perjanjian untuk mencurahkan ketaatan dengan harga yang setimpal. Pada asalnya, kata bai’at bermakna mencurahkan ketaatan kepada penguasa dalam melakukan perintahnya. Seseorang yang melakukan bai’at berarti dia telah berjanji untuk mencurahkan ketaatannya, sekalipun ketaatan tersebut menuntut harta atau kepayahan atau jiwa selama hal itu dalam mencari keridhaan Allah swt.[2] Dalam Al-Qur’an banyak kita temukan kata bai’at; baik yang disebutkan dalam bentuk kata kerja mudhari, seperti firman Allah dalam surat al-fath: ‫إن الذين يبايعونك إنما يبايعون ال يد ال فوق أيديهم فمن نكث فإنما ينكث على نفْسه ومن أوفى بما عاهد عليه ال فسيؤتيه أجرا عظيما‬ ً ِ َ ً ْ َ ِ ِ ْ ُ َ َ ّ ُ ْ ََ َ َ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ ِ ِ َ ََ ُ ُ ْ َ َ َِّ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ُ َ ّ َ ُ ِ َ ُ َ ِّ َ َ ُ ِ َ ُ َ ِ ّ ّ ِ َ ِ َ “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. tangan Allah di atas tangan mereka, Maka Barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan Barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang besar”. (Al-Fath:10) atau dalam bentuk masdar (kata jadian), dan ada juga kita temukan kata bai’at disamakan dengan isytara (membeli) yang berarti bahwa bai’at pada hakikatnya merupakan transaksi jual-beli antara seorang hamba dengan Allah SWT dihadapan seorang pemimpin. sebagaimana firman: ْ َ َ ِ َْ ُ ْ َ ِ ِ ْ ِْ َ ِ َ ْ ّ ِ ّ َ ِ ْ ََ ً ْ َ َ َُ ْ ُ َ ‫ِ ّ ّ ْ َ َ ِ َ ْ ُ ْ ِ ِ َ َ ْ ُ َ ُ ْ ََ ْ َ َ ُ ْ َِ ّ َ ُ ُ ْ َّ َ ُ َ ُِ َ ِ َ ِ ِ ّ ََ ْ ُُ ن‬ ‫إن ال اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة يقاتلون في سبيل ال فيقتلو َ ويقتلون وعدا عليه حقا في التوراة والنجيل والقرآن ومن‬ ِ َ ُ ِ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ُ َ َِ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ ّ ُ ُ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ‫أوفى بعهده من ال فاستبشروا ببيعكم الذي بايعتم به وذلك هو الفوز العظيم‬ ِ “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar”. (AT-Taubah:111) Adapun kata Infazhuha berasal dari kata fazhahuha (jagalah dia/hafalkanlah dia) memiliki dua makna yaitu : 1. Sadar dan paham setelah mencermati, dalam arti merasa mantap pada hasil pemahaman 2. Melaksanakan konsekuensi Bai’at, yakni memelihara, menjaga dan melaksanakan. [3] Risalah Arkanul Bai’ah Bagian dari Risalatut Ta’alim Wal Usar Arkanul Bai’ah merupakan bagian dari risalah Imam Syahid Hasan Al Banna yang bertajuk Risalah Ta’alim Wal Usar. Sehingga akan kurang sempurna kalau kita melihat semua isi risalah untuk mendapatkan hikmah yang lengkap di dalamnya. Risalah ini dimunculkan oleh Imam Hasan Al Banna ditengah-tengah perpecahan yang terjadi dalam gerakan-gerakan Ishlah (reformasi) kembali untuk menyatukan semua kaum Muslimin. Setelah Kekhalifahan Turki Ustmani Runtuh pada tahun 1924 M muncullah banyak gerakan penyadaran untuk kembali memperbaiki keadaan Umat Islam.

Dengan itulah semua kondisi umat Islam akan membaik. yaitu terlalu memprioritaskan pada satu aspek perbaikan saja. tetapi harus mencakup seluruh unsur reformasi. 2. Al Fahm: memahami agama Islam dengan benar dan komprehensif. Risalah ini ditulis Imam Syahid pada tahun 1943 M. Al Jihad: jihad fi sabilillah dengan berbagai tingkat dan variasinya. 2. 8. Risalah ini berisi strategi jamaah Ikhwan dalam tarbiyah dan pembentukan kader. [4] Teori reformasi yang diusulkan Imam Syahid Hasan Al Banna adalah teori yang jelas dan komprehensif. kehancuran dan kemunduran peradaban umat Islam tidak bisa dilakukan dengan terapi tunggal. 5. maupun perbuatan. Imam Syahid menulis risalah ini untuk para ikhwan yang tulus. perpecahan kata. baik dalam kondisi susah atau mudah. At Tajarrud: membersihkan diri dari pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran Islam dan dari setiap orang atau teman yang memisahkan antara seorang Muslim dengan loyalitas kepada agamanya. masyarakat. Ada yang hanya mementingkan aspek aqidah saja. Juga berisi tentang tujuan-tujuan dakwah dan perangkat untuk mencapai tujuan tersebut. bukan sekadar pembicaraan. Sehingga perubahan itu tidak kunjung menemukan titik temu yang satu dan banyak yang tambal sulam. Dimana gaya bahasa yang dipakai adalah gaya bahasa Instruksi untuk beramal. “Sesungguhnya terapi bagi keterpurukan. sekalipun harus memakan waktu yang panjang untuk sampai pada tujuan.Gerakan-gerakan ini mempunyai beberapa ciri : 1. At Tha’ah: Menaati Allah dan Rasul-Nya dan waliyul amr. 4. Didasari oleh realitas inilah maka Imam Syahid Hasan Al-Banna memformulasikan kerangka berpikir untuk menyatukan semua gerakan penyadaran umat ini untuk kerja bahu-membahu. dan jiwa demi agama 6. Ats Tsabat: memegang teguh agama. Antara berbagai kelompok ini sering tidak akur dan saling menjatuhkan antara satu dengan lainnya. pemerintahan dan seterusnya. ada yang hanya memfokuskan pada aspek ekonomi dan sosial saja. Al ‘Amal: beramal demi agama ini dengan memperbaiki diri sendiri. kesungguhan.” begitulah yang ditulis Imam Syahid Hasan Al Banna menjelaskan gagasan Reformasinya. syari’ah. Bahkan ada yang hanya memfokuskan pada aspek politik saja. Bahkan Ustadz Abdul Halim Mahmud menganggapnya sebagai puncak dan intisari dari semua risalah yang beliau tulis. Cendrung mengambil gerakan yang parsial. risalah ini termasuk risalah yang terpenting yang ditulis oleh beliau. ada yang memfokuskan pada pembentukan tokoh saja karena mereka menganggap umat saat sekarang ini kehilangan tokoh. ia harus dengan terapi komprehensif. baik dari sisi aqidah. Al Ikhlas: Ikhlas karena Allah dalam beramal untuk Agama 3. Begitu juga manhaj reformasi untuk membebaskan umat Islam dari keterpurukannya haruslah komprehensif tanpa memprioritaskan manhaj salah satu reformis. At Tadhliyyah: berkorban pada waktu. rumah tangga Muslim. [5] Unsur-unsur reformasi yang ini adalah : 1. . para mujahdi atau yang disebut dengan kader inti Ikhwan. harta. senang maupun benci. 7.

At Tirmizi meriwayatkan dengan sanadnya dari Fudhalah bin ‘Ubaid. Pertama.” Mujahid adalah orang yang berjihad melawan jiwanya (hawa nafsunya) dalam rangka menaati Allah” Lafadz jihad dalam Al Qur’an dipakai dengan mengindikasikan beberapa makna antara lain : 1.”menguras kemampuan dan melawan musuh” Jahada Al ‘Aduw berarti Qatalahu. Jihad dapat dilakukan dengan tangan dan lisan. At Tsiqah: Kemantapan hati dalam mengontrol perbuatan demi Islam sesuai dengan kaidah Islam yang mengatakan. Tahfidz (mobilisasi atau tahap kontribusi) Bagian akhirnya berisi 38 kewajiban yang harus ditunaikan untuk menyempurnakan pelaksanaan Arkanul Bai’ah. Seni memerintah Negara . Al Ukhuwwah: persaudaraan dalam agama. Berjihad melawan setan dengan cara tidak mentaatinya karena mengharapkan hidayah Allah (Al Ankabut:69) Tapi dalam banyak ayat yang ada dalam Al-qur’an lebih menekankan pengertian jihad adalah dengan padanan kata Qital (perang). Berjihad melawan hawa nafsu (Al Ankabut:6) 4. Kedua. ketika beliau menuntun kudanya dari halaman Masjid Nabawi di Madinah. ketika beliau menyebut kepemimpinan atas Bani Israil oleh para nabi. sedangkan dari makna kedua diperoleh makna memegang kepemimpinan masyarakat. Siyasi dalam bahasa arab berasal dari kata sa-sa yang mempunyai dua pola. Secara bahasa Arab kata jihad dan mujahadah berarti. Definisi Jihad Siyasi Jihad siyasi terdiri dari dua kata yaitu jihad dan siyasi.” Fairuz Abadi mengatakan dalam kitabnya. sedangkan perpecahan merupakan saudara kekufuran.[9] Menurut para ahli siyasah bisa berarti: 1. Berjihad melawan pendukung kesesatan dengan pedang dan peperangan (An-Nisa’:95. Jika dikatakan saasa al-amra.9.” tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Khalik. Yaitu sasayasusu-sausan dan pola yang kedua adalah sasa-yasusu-siyasatan. ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda. berarti qaama bihi (menangani urusan).[7] Siyasi. [8] Dalam pengertian yang universal siyasah berasal dari kata as-saus yang berarti arriasah (Kepengurusan).”memeranginya. “ jihad dan mujahadah adalah menguras kemampuan dalam memerangi musuh. 10. Berjihad melawan orang-orang kafir dengan menggunakan argumen dan Hujjah (At-Taubah:73 dan At Tahrim: 9 dan Al Furqan:52) 2. Ta’rif (pengenalan. atau tahap afiliasi) 2. Jihad. Rasulullah bersabda.” berjihadlah kepada orang-orang kafir dengan tanganmu dan lisanmu. karena persaudaraan merupakan saudara persatuan dan terapi bagi keterpurukan dan kehancuran. Basha-ir Dzawit Tamyiz. Dalam bahasa Arab akar kata ini bermakna ganda yaitu kerusakan sesuatu dan tabiat atau sifat dasar. mengatur atau memelihara urusan. Takwin (pembentukan atau tahap partisipasi) 3.” Jihad adalah seruan kepada agama yang haq.”[6] Dalam risalatut ta’alim wal usar ini beliau juga menjelaskan tahapan-tahapan dakwah Ikhwan yaitu : 1. AlBaqarah: 218) 3. Dalam Hadist Rasulullah Saw kata “siyasah” digunakan stidak-tidaknya dua kali. Dari makna yang pertama diperoleh makna leksikal menjadi rusak atau banyak kutu. menuntun atau melatih hewan.

semua reformis yang tulus dan penuh perhatian akan mendapati apa yang diingikannya di sana. Ibnu Khaldun mengartikan: eksistensi organasasi kemasyarakatan untuk mewujudkan kehendak Allah yang memakmurkan bumi dengan menjadikan manusia sebagai khalifah. Maka bertemulah cita-cita pencinta reformasi yang memahami dan mengetahui visinya. 7. Karena ini akan merusak Syumuliatul dakwah itu sendiri. seni dan kekuatan dalam memperbaiki kehidupan umat dan menghindari kerusakan yang akan terjadi secara sistematis dan komprehensif. memperhatikan dan menginginkan kebaikannya. Termasuk dalam bagiannya adalah semua unsur lain yang merupakan gagasan perbaikan pula. Setiap organisasi Islam hendaknya menyatakan dalam program-programnya bahwa ia memberikan perhatian kepada persoalan politik umatnya. Sehingga kita tidak dapat hanya memfokuskan pada beberapa rukun saja dan mengesampingkan yang lain. hal ini akan memberikan pemikiran baru kepada kita mengapa Yastrib dinamakan Madinatur Rasul yang merupakan pusat pemerintahan Rasulullah Saw. Ibarat tali Kapal Lancang Kuning yang berpilin tiga. kemuliaan. Meskipun demikian. juga pendidikan masyarakatnya agar mencapai kehormatan.[10] Menurut pendapat Imam Syahid Hasan Al Banna seputar masalah siyasi adalah sebagai berikut : “Sesungguhnya Muslim tidak akan sempurna keislamannya kecuali jika ia politisi. beliau berkata: “Produk pemahaman secara umum dan utuh tentang ini menurut Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah bahwa gagasan pemikiran mereka mencakup seluruh aspek perbaikan masyarakat. pandangannya jauh ke depan terhadap permasalahan umatnya. dengan membawahi aspek politik. bahwa Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah tatanan politik. kecakapan. 5. Ini penting kita tekankan sebelum kita memulai pembahasan ini. keahlian. Al Ukhuwah Dan At Tsiqoh Dalam Jihad Siyasi Sebenarnya kesepuluh rukun ini sangat penting dalam jihad siyasi. hingga batas yang paling jauh”. karena para kadernya menuntut perbaikan hukum di dalam negeri dan menuntut kaji ulang terhadap hubungan umat Islam dengan bangsa lain di luar negeri. Seni tawar menawar (bargaining) 4. Jika putus satu maka akan terceraiberailah tali tersebut. kecakapan. [12] Berdasarkan keterangan diatas maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa jihad siyasi adalah mengerahkan semua kemampuan baik yang berbentuk penghidmatan. dan itu tidak mengapa. 6. Peranan Arkanul Baiah Terutama Rukun Al Fahmu. Dalam beberapa hadits juga dapat berarti menangani sesuatu yang mengharuskan adanya pengkhidmatan. Dalam bahasa Yunani. Jika tidak demikian. maka ia sendiri yang butuh untuk memahami makna Islam”[11] Syumuliatul Islam menuntut Amal Siyasi Untuk menegaskan hakikat ini. Politicos artinya sama dengan Al-Madinah. perhatian kepada kebangsaannya. Imam Ibnu Qoyyim mengartikan: upaya perbaikan kehidupan manusia dan penghindaran kerusakan. berkelindan satu sama lain mungkin bahasa tepatnya. Engkau dapat mengatakan. Kekuatan (power) merealisasikan tujuan yang ingin dicapai 3. Peranan Rukun Al Fahmu Dalam Bingkai Jihad Siyasi . Karena semua rukun ini akan saling menguatkan. dapat juga saya katakan bahwa pernyataan ini tidak dinyatakan oleh Islam.2. bahwa Islam menghendaki (syariat) Islam dijadikan sebagai system hidup yang utuh dan integral. Karena itu. seni dan kekuatan. keahlian.

penghasilan dan kekayaan. Sehingga kita tidak akan pernah berkata. Karena ilmu merupakan bukti keimanan dan jalan menuju kebenaran. Para ahli sufi juga membuat alur: “ilmu akan membentuk sikap. pemerintahan dan umat. Hal ini jelas. emosi dan perbuatan. Pada makalah ini kita hanya akan mengambil contoh yang diatas saja. pemikiran harus mendahului gerakan. Sebagaimana pernyataan psikolog yang menyatakan ada alur antara pengetahuan. Atau penghidupan kembali manhaj Islam dalam diri manusia. tarbiyah.” Tidak akan pernah ada sekularisme dan liberalisme dalam pemikiran dan aktivitas siyasi kita. mengetahui. Kita perhatikan saja prinsip yang pertama yang menerangkan tentang Syumuliatul Islam. ilmu pengetahuan dan hukum. atau pernyataan Amien Rais:” Saya lebih mementingkan Kecapnya daripada Botolnya”. Ustadz Dr. peradaban dan undang-undang. kasih sayang dan keadilan. mendahulukan apa yang harus didahulukan.[14] Beliau lalu menjelaskan fungsi pemahaman selaras dengan aksioma. Pemahaman ini sangat penting dalam melaksankan aktivitas dakwah di ranah siyasi. materi dan kekayaan alam. gerakan dan penataan ini yang keseluruhannya adalah merupakan unsur utama bagi setiap usaha pembatuan Islam. Dengan menentukan skala prioritas dalam melakukan kegiatan dakwah. Aktivitas siyasi kita lebih besar daripada itu. Memang secara Substantif Islam itu harus didahulukan. meyakini dan mengamalkan Islam sesuai dengan kebesaran Islam itu sendiri. Ia adalah Negara dan tanah air. Inti dari landasan Syar’i jihad siyasi berlandaskan Rukun Al Fahmu dapat kita ketahui diakhir rukun Al-Fahmu ini Imam Syahid Hasan Al Banna menutupnya dengan kata-kata: “Apabila saudaraku . Pembahasan mengenai Rukun Al-Fahmu dan 20 Prinsip ini sudah banyak sekali bertebaran di bukubuku yang ditulis oleh para pewaris Dakwah Imam Syahid Hasan Al Banna. Sebagaimana ia juga aqidah yang murni dan ibadah yang benar.” berikanlah hak negara kepada raja. Tidak ada lagi pernyataan-pernyataan yang membigungkan umat seperti yang dikemukan Nurkholish Majid: “Islam Yes. Yusuf Al Qaradhawi menjelaskan bahwa urutan yang dibuat oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna sudah tepat. dan berikanlah. akan terwujudlah kebangkitan dan kebangunan di seluruh wilayah Islam sebagaimana yang kita saksikan saat ini. Partai Islam No”. hak agama kepada Tuhan. sikap akan mendorong perbuatan“. moral dan kekuatan. Sehingga semua permasalahan kehidupan baik yang yang pribadi dan yang lebih besar dari pada itu disandarkan pada tata aturan Islam. itu adalah masalah strategi. Tugas siyasi kita adalah menjadikan setiap muslim menyadari.[13] Skala prioritas dalam memperjuangkan Islam haruslah diperhatikan. Masalah prioritas. “ Islam adalah system yang syamil (menyeluruh) mencakup seluruh aspek kehidupan. jihad dan dakwah.Banyak pihak yang mempertanyakan mengapa Imam Syahid Hasan Al-Banna mendahulukan pemahaman dalam Arkanul Bai’ah ini. Karena Islam adalah solusi maka kaidah-kaidah yang ada dalam Al-Fahmu ini akan menjadi kaidah dasar dalam beramal siyasi. serta pasukan dan pemikiran. tetapi pemberlakuan tata aturan Islam secara legal formal juga diperlukan. gambaran yang benar merupakan pendahuluan dari perbuatan yang lurus.[15] Prinsip Al-Fahmu dengan 20 prinsipnya merupakan deklarasi bahwa Islam adalah solusi. Karena beliau tahu betul skala prioritas. yang hampir tidak seorangpun diantara para pemikir dikalangan umat Islam yang memperselisihkannya. tidak kurang tidak lebih”[16] Prinsip pertama ini mengajarkan kepada kita bahwa aktivitas siyasi yang kita lakukan bukan hanya aktivitas menarik seseorang untuk memilih kita dalam perhelatan-perhelatan siyasi.

Ahmad Syauqi berkata.” Persaudaraan di kalangan anggota berbagai institusi politik tidak akan terjalin kokoh.” Hal yang serupa dengan ini tidak mungkin mendasari tegaknya Islam dan tidak mungkin mewujudkan cita-citanya.[17] Artinya kerangka jihad siyasi kita harus selalu berada dalam pedoman Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw.”kawan kala berpolitik. maka ia telah mengetahui makna dari Syi’arnya :Al Qur’an adalah undang-undang kami dan Rasul adalah Teladan kami”. Allah juga berfirman: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan. Sesungguhnya Srigala hanya akan memakan Domba yang terpisah sendirian. ia tidak bisa bersama yang lain. Mengomentari hubungan persaudaraan semacam ini. 4. niscaya Allah akan mencintaimu. sebagian mereka menjadi pelindung bagi lainnya” (At-Taubah:71)[18] Lalu Ustadz Sa’id hawwa Memberikan komentar: 1. Musuh Allah Iblis sangat membenci terbangunnya Ukhuwah dan kasih sayang sesama da’i. Oleh karenanya. persaudaraan (ukhuwah) yang hakiki menjadi salah satu rukun Bai’at. 5. Hal ini disebabkan persaingan sesama mereka untuk mendapatkan posisi maupun keuntungan materi. Memang. musuh kala berkuasa. seperti pangkat dan kedudukan.Muslim mengetahui agamanya dalam kerangka prinsip-prinsip tersebut. karena jika tidak bersama mereka. Kekuatan yang pertama adalah kekuatan persatuan. Tidak ada yang dapat melanggengkan ukhuwah kecuali taat kepada Allah dan menjauhi larangannya. sebagian mereka mengatakan. Sedangkan standar maksimal adalah itsar (mementingkan orang lain atas diri sendiri) kepada sesama manusia atas urusan dunia. Sememtara mereka jika tidak bersama dengan dirinya bisa bersama yang lain. yakni rasa cinta. Peranan Rukun Al Ukhuwah dalam Bingkai Jihad Siyasi Imam Syahid Hasan Al Banna mengatakan Ukhuwah sebagai berikut: ”Yang saya maksud dengan ukhuwah adalah terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. dan zhudlah engkau terhadap harta yang berada di tangan orang lain. 2. Standar minimal dari rasa cinta ini adalah bersikap lapang dada sesama akhul muslim. niscaya orang lain akan mencintaimu”.[19] Peranan Rukun At Tsiqoh Dalam Bingkai Jihad Siyasi . Rasulullah bersabda: “Zuhudlah engkau terhadap dunia. mereka itulah orang-orang yang beruntung” (AlHasyr:9) Al-Akh yang tulus melihat saudara-saudaranya lain lebih utama dari dirinya sendiri. yang satu mengokohkan yang lain. Imam Hasan Al-Banna menunjukkan kepada kita beberapa indikator.”musuh dalam selimut adalah sahabat terbuka. Aqidah adalah sekokohkokohnya dan semulia-mulianya ikatan.” Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Barangsiapa dipelihara dari kekikiran dirinya. unsur materi jika memasuki suatu wilayah pasti akan merusaknya. Tidak ada persatuan tanpa cinta kasih. Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan sedangkan perpecahan adalah saudaranya kekufuran. yang dengannya kita mengetahui adanya persaudaraan. Standar minimal cinta kasih adalah kelapangan dada dan standar maksimal adalah itsar (mementingkan orang lain dari diri sendiri). 3. Cinta tidak dapat terwujud dalam suatu barisan kecuali seseorang bersikap zuhud terhadap harta yang ada di tangan orang lain. Tiada sesuatu yang mencegah runtuhnya Ukhuwah selain iman dan amal Shalih.

niscaya engkau tidak akan dapat menyatukan hati mereka. Maka lebih utama bagi mereka. tentu saja tanpa kemaksiatan sebagai instruksi yang harus dilaksanakan tanpa reserve. akh dapat mengetahui sejauhmana kadar ikatan dan kepercayaan terhadap pemimpin. maka piranti tempat perapian tidak boleh tercemar. yaitu. ketahanan khittahnya. Apakah ia siap meletakkan semua aktivitas kehidupannya dalam kendali dakwah ? apakah dalam pandangannya pemimpin memiliki hak untuk mentarjih (menimbang dan memutuskan) antara kemaslahatan dirinya dan kemaslahatan dakwah secara umum ? Dengan jawaban yang disampaikan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut atau yang semacamnya. Kadar kepercayaan yang timbal balik antara pemimpin dan pasukan menjadi neraca yang menentukan sejauhmana kekuatan system jamaah. tanpa ragu. Apakah sejak dahulu ia mengenal pemimpinnya dan apakah ia pernah mempelajari riwayat hidupnya ? 2. Kepemimpinan dalam dakwah Ikhwan menduduki posisi orangtua dalam ikatan hati.Iman Syahid Hasan Al Banna berkata mengenai Tsiqoh: ” yang saya maksud dengan Tsiqoh (kepercayaan) adalah rasa puasnya seorang tentara atas komandannya. Akan tetapi Allahlah yang mempersatukan hati mereka. posisi pemimpin dalam aspek penentuan kebijakan politik secara umum bagi dakwah. Hal yang paling sulit dalam hubungan antara Jundi dan Qiyadah ialah ketentraman hati terhadap kafaah (Keahlian). Allah berfirman: “Demi Tuhanmu. rangka dan badan mobil terendam lumpur. Adapun hati. dengan kepuasan yang mendalam yang menghasilkan perasaan cinta. keberhasilannya dalam mewujudkan tujuan dan ketegarannya dalam menghadapi berbagai tantangan. Allah SWT berfirman: “Walaupun engkau nafkahkan semua yang ada di bumi. ketaatan dan perkataan yang baik. mereka (pada hakikatnya) tidak beriman sehingga mereka menjadikan kamuhakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. penghargaan. Apakah ia siap menganggap semua instruksi yang diputuskan oleh pemimpin. Adalah dua titik ekstrim yang selalu dominan dalam kisah hubungan antara pengikut dan terikut. Oleh karena itu akh yang tulus harus bertanya kepada diri sendiri tentang hal ini untuk mengetahui sejauh mana kepercayaan dirinya terhadap pemimpin dengan pertanyaan sebagai berikut : 1. ia berada dalam genggaman Allah. 4. Dakwah kami menghimpun pengertian ini secara keseluruhan dan tsiqah kepada pemimpin adalah segala-galanya bagi keberhasilan dakwah. Apakah ia percaya pada kapasitas dan keikhlasannya ? 3. tanpa ditambah dan tanpa dikurangi dengan keberanian memberi nasehat dan peringatan untuk tujuan yang benar. penghormatan dan ketaatan”. kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka keberatan terhadap sesuatu keputusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (An-Nisa’:65) Pemimpin adalah unsur penting dalam dakwah. satu sisi ada komunitas yang menganggap pemimpin adalah segala-galanya. dalam hal kapasitas kepemimpinannya maupun keikhlasannya. keikhlasan dan ketaatan antar mereka. Apakah ia siap menganggap dirinya salah dan pemimpinnya benar jika terjadi pertentangan antara apa yang diperintah oleh pemimpin dan apa yang ia ketahui dalam masalah-masalah ijtihadiyah yang tidak ada teksnya dalam syariat ? 5. dia yang menggerakkan sekehendaknya. tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. sementara di sisi lain ada yang menganggap . posisi syekh dalam aspek pendidikan ruhani. posisi guru dalam fungsi pengajaran. Sesungguhnya Dia maha perkasa lagi maha bijaksana” (Al-Anfal:63)[20] Bila seluruh ban.

Pemecahan yang harus dilakukan kalau ada masalah dengan tsiqah: mengungkapkan persoalannya secara jelas dan bekerjasama mencari solusinya. Jawabnya tegas. Jangan memberikan tugas kepada orang yang tidak mampu menunaikannya. amal-amal yang kita lakukan akan menjadi ringan karena adanya kerjasama dan ukhuwah. tak lain yang kulihat kecuali Ia telah melapangkan hati Abu Bakar untuk berperang. 8. kemudian dengar dan taatilah ia. silahkan angkat orang yang paling lemah. [24] Penutup Demikianlah fungsi Akanul Bai’ah dalam bingkai Jihad siyasi. [21] Tsiqah erat kaitannya dengan kekuatan. Sehingga rasa Tsiqah Umar kepada Abu Bakar sebagaimana berikut : Apa yang membuat Umar begitu percaya kepada kekuatan Abu Bakar. Internal: kemalasan menggali ilmu. 9. 7.” Wahai Ikhwan. semua instruksi mutlak di taati sepanjang subtansinya bukan untuk maksiat. maka akupun tahu bahwa itu kebenaran. niscaya ia akan menjadi orang paling kuat diantara kalian. Ukhuwah adalah dasar tsiqah. 2. Maka tabayyun (chek and recheck) dalam nuansa ukhuwah perlu dilakukan dalam rangka memupuk tsiqah. Ketika pandangan mayoritas sababat berpihak pada Umar untuk tidak memerangi orang menolak membayar zakat dan Abu Bakar bersikukuh memerangi mereka. Gerak rentak dakwah ini akan selaras dan . siapa yang Anda rekomendasikan untuk kami angkat jadi pemimpin ?”. Semoga dapat membuka cakrawala kita dalam berjihad siyasi nantinya. namun pada saat yang bersamaan bersikap ragu-ragu.” Bila keadaan memisahkan hubungan kita. Tsiqah yang sebenarnya menurut Imam Hasan Al Banna. akhirnya Umar mengambil pandangan Abu Bakar. padahal ia mendapatkan pengakuan Rasulullah : ” Allah meletakkan kebenaran di Lidah dan hati Umar?” jawabnya: Tsiqah. Berusahalah sebagai seorang pemimpin agar setiap keputusannya argumentative. meningkatkan kualitas ruhiyah dan fikriyah. Seorang yang tidak tsiqah harus secepatnya dievaluasi. Dengan pemahaman yang utuh. kecuali saatsaat darurat. sehingga seperti apapun seorang pemimpin harus ditakar dengan puas tidaknya diri. Tsiqah dijadikan rukun Baiat karena: o Kita adalah Harakah diniyah ukhrawiyah (gerakan keagamaan yang berorientasi akhirat) o Kita suatu gerakan dakwah yang mewujudkan cita-cita lokal dan internasional o Program sebanyak apapun tidak akan berguna bila tidak ada yang melaksanakannya.” Suatu hari seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Banna. memfitnah dan berbuat curang terhadap dakwah. 5. “ Demi Allah. 4. untuk kemudian menikmati kemenangan bersama. 6. Diantara banyak kesalahan pemimpin yaitu menuntut tsiqah tanpa membayar maharnya. 3.[22] Dalam dunia siyasi ada beberapa hal yang dapat mengguncang Tsiqah: 1. berkonsultasi. 2. Eksternal: intervensi jorok media massa yang selalu mencitrakan kesetaraan kejujuran dan profesionalisme.” Jadi tsiqah adalah sikap manusia normal yang menyadari keterbatasan masing-masing lalu saling menyetor saham sebagai modal bersama. Kesalahan pemimpin lainnya adalah mereka juga tidak bisa menanamkan tsiqah dalam dirinya kepada pimpinan diatasnya.dirinya sentral.[23] Beberapa Catatan Tentang Tsiqoh Ustadz Said Hawwa memberikan beberapa catatan mengenai Tsiqah yaitu : 1.

33. [12] Ibid. [5] Dr.15 [18] Sa’id Hawwa. Syarah Ar Kanul Bai’ah 1 Alfahmu cetakan Pertama (Solo:Media Insani. 69. 2004).. hal. [16] Hasan Al Banna. Abdul Halim Mahmud. hal. 25-26 [7] Dr. 2005).Utsman Abdul Mu’iz Ruslan. 34. 2000).Cit hal. 2006). 16-23. Menyatukan pemikiran Op. 41.Dr. Untukmu Kader Dakwah Cetakan Lima (Jakarta: Tim Pustaka Da’watuna. hal. [11] Risalah Muktamar Al Khamis (Muktamar V). [2] Ibid. hal. 176 [19] Ibid. sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Syarah. hal. Rukun Jihad Cetakan Pertama (Jakarta Timur: Penerbit Al I’tishom Cahaya Umat. hal . [4] Hasan Al Banna. 31-33. Pendidikan Politik Ikhwanul Muslimin Cetakan Pertama (Solo: EraIntermedia.2003) hal. 6-7 [17] Ibid. Membina. 2006). hal. [9] Dr. hal. 177-179 [21] Rahmat Abdullah.. 179-181 . Surat Terbuka Untuk Kader Dakwah cetakan keenam (Jakarta: Al I’thishom Cahaya Umat). Membina Angkatan Mujahid Cetakan Kelima(Solo: Era Intermedia.. 285. Dilengkapi dengan teks hadistnya.Op. Yusuf Al Qaradhawi. 2004). Allah berfirman: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar. hal.. [8] Abu Ridha.hal. 13.cit. ‘Amal Siyasi Gerakan Politik dalam Dakwah (Bandung: Syamil Cipta Media.Ali Abdul Halim Mahmud. Merajut Benang-Benang Ukhuwah cetakan Pertama (Solo: Era Intermedia.. 12-13 [15] Dr. 176-177 [20] Ibid.Taufiq Yusuf Al Wa’iy. [14] Dr. 105-106 [24] [24] Sa’id Hawwa. Prof. 102 [22] Ibid. [13] Dr. Op. hal. Yusuf Al Qaradhawi. hal. 2000). 2001). 2005). hal..Amien. [6] Ibid.harmonis apabila ada ketsiqahan antara pemimpin dan yang di pimpin. Kumpulan Risalah Dakwah Hasan Al Banna Jilid 1(Jakarta Timur: Penerbit Al I’thishom Cahaya Umat. hal.cit. Semoga Allah membantu kita semua untuk selalu istiqamah. 25. hal. Menyatukan pemikiran Para Pejuang Islam Cetakan Pertama (Jakarta: Gema Insani Press). ‘Amal Siyasi Gerakan Politik dalam Dakwah (Bandung: Syamil Cipta Media. Pemikiran Politik Kontemporer Al Ikhwan Al Muslimun Cetakan Pertama (Solo: Era Intermedia. hal 37.. hal. Ali Abdul Halim Mahmud. [10] Silahkan lihat buku : Abu Ridha. Ali Abdul Halim Mahmud. hal. hal 104 [23] Ibid. 23. Diterangkan panjang –lebar mengenai pembahasan masalah ini... Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Hud: 112) _________________________________________ Bahan Rujukan: [1] Dr. [3] Ibid.. hal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful