You are on page 1of 3

Asuhan Keperawatan dengan HDR terkait Peran

Oleh Lisayana S. L. S, 0906510994

Kasus
Bapak Y, 40 tahun, saat ini dirawat di RS Kanker Dharmais karena menderita kanker hepar
stadium lanjut. Klien tampak sering diam dan melamun, nafsu makan menurun. Klien
memiliki seorang istri dan tiga orang anak berumur 12, 10, dan 6 tahun.

A. Masalah umum: Gangguan konsep diri yang terkait dengan peran yang seharusnya
dilakukan oleh klien.
B. Proses terjadinya masalah:
♣ Definisi
Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau
kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan
(Townsend, 2005). Menurut Schult & Videbeck (1998), gangguan harga diri rendah adalah
penilaian negatif seseorang terhadap diiri dan kemampuan, yang diekspresikan secara
langsung maupun tidak langsung. Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan
yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa
gagal mencapai keinginan (Keliat, 1999).
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa gangguan harga diri rendah
adalah perasaan negatif terhadap diri sendiri. Gangguan ini dapat berkaitan dengan kegagalan
melakukan peran.

♣ Tanda dan gejala


a. Perasaan negatif terhadap diri sendiri
b. Hilang kepercayaan diri
c. Merasa gagal mencapai keingginan
d. Menyatakan diri tidak berharga, tidak berguna dan tidak mampu
e. Mengeluh tidak mampu melakukan peran dan fungsi sebagai mana mestinya
f. Menarik diri dari kehidupan sosial
g. Banyak diam dan sulit berkomunikasi

C. Pengkajian
Data Objektif Data Subjektif
 Tampak sering diam  Mengungkapkan tidak bisa apa-apa.
 Sering melamun  Mengungkapkan dirinya tidak
 Nafsu makan menurun berguna.
 Mengkritik diri sendiri.
 Mengungkapkan tidak mampu
melakukan peran dan fungsinya
sebagaimana mestinya.
 Pandangan hidup yang pesimis.

D. Diagnosa keperawatan
Harga diri rendah berhubungan dengan ketidakmampuan melaksanakan peran yang
seharusnya klien lakukan.

E. Intervensi
Tujuan Hasil yang Intervensi Rasional
diharapkan
Meningkatkan Klien dapat • M Pengidentifikasian
harga diri mengidentifikasi embina hubungan kemampuan
klien. kemampuan saling percaya. dengan aspek
dengan aspek positif yang
positif yang • M dimiliki dapat
dimiliki. endiskusikan bahwa meningkatkan rasa
sejumlah kemampuan percaya diri.
dan aspek positif yang
dimiliki pasien seperti
kegiatan pasien di
rumah sakit, di rumah,
dalam keluarga dan
lingkungan adanya
keluarga dan
lingkungan terdekat
pasien.
• Be
ri pujian yang
realistik/nyata dan
hindarkan setiap kali
Klien dapat bertemu dengan pasien Klien akan merasa
menilai penilaian yang negatif. dihargai ketika ada
kemampuan yang orang yang mau
dapat digunakan mendengarkannya.
• Mendisk
usikan dengan pasien
kemampuan yang
masih dapat digunakan
saat ini.
• Bantu
pasien
menyebutkannya dan
memberi penguatan
terhadap kemampuan
diri yang diungkapkan
pasien.
• Perlihatk
an respon yang
kondusif dan menjadi
pendengar yang aktif.

F. Evaluasi
Klien telah dapat menunjukkan pemahaman tentang kemampuan yang masih dapat
dilakukan. Klien juga telah dapat menerima dirinya sendiri dan perubahan dalam hal peran
dan fungsi, walaupun klien tidak dapat lagi melaksanakan perannya dengan maksimal.

Daftar Pustaka
Keliat B, A. (1999). Proses kesehatan jiwa, edisi 1. Jakarta : EGC
Townsend M, C. (2005). Essentials of Psychiatric Mental Health Nursing, 3th edition. USA:
FA.Davis Company
Videbeck, S.J. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC