KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PEMBANGUNAN KETENAGALISTRIKAN 2010 s.d. 2014

MASTER PLAN

Jakarta, Desember 2009

SAMBUTAN

Kehidupan masyarakat modern dewasa ini sangat bergantung pada kesediaan sumber daya energi. Tenaga listrik sebagai salah satu bentuk sumber daya energi memiliki berbagai kelebihan kualitatif dibandingkan dengan sumber daya energi primer lainnya. Dengan adanya tenaga listrik, segala aktivitas kegiatan sehari-hari dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Sesuai data pemakaian energi final menurut jenis, pada tahun 2008 tingkat pemakaian tenaga listrik di Indonesia mencapai 14,2% dari seluruh pemakaian energi final. Persentase ini menempatkan tenaga listrik sebagai kebutuhan masyarakat nomor tiga setelah Bahan Bakar Minyak (47,1%) dan gas (21,0%). Sebagai salah satu bentuk energi yang sudah siap dipergunakan oleh konsumen (energi final), tenaga listrik juga merupakan salah satu faktor yang menentukan untuk mencapai sasaran pembangunan nasional dan pengerak roda perekonomian negara. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan menjadi prioritas dalam program pembangunan nasional lima tahun kedepan. Tingginya pertumbuhan permintaan akan tenaga listrik yang diproyeksikan sebesar 9,1% pertahun dan tidak dapat diimbangi oleh pertumbuhan penyediaan tenaga listrik telah menyebabkan timbulnya kondisi krisis penyediaan tenaga listrik di beberapa daerah, yang hal ini menyebabkan terhambatnya perkembangan ekonomi daerah tersebut dan nasional. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga listrik sekaligus penanggulangan kondisi krisis penyediaan tenaga listrik di beberapa daerah, maka Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyusun ”Master Plan Pembangunan Ketenagalistrikan 2010 s.d. 2014” yang berisikan antara lain kondisi sistem ketenagalistrikan, rencana penambahan infrastruktur ketenagalistrikan dan kebutuhan investasinya.

Jakarta, Desember 2009 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

ttd

Darwin Zahedy Saleh

i

PENGERTIAN

1. 2.

Pembangkit tenaga listrik adalah pusat kegiatan memproduksi tenaga listrik. Kapasitas terpasang pembangkit adalah kapasitas suatu pembangkit sebagaimana yang tertera pada plat nama 3. Daya mampu pembangkit adalah kemampuan suatu pembangkit dalam memproduksi tenaga listrik. 4. Beban Puncak adalah beban tertinggi yang dipasok oleh jaringan atau kepada pemakai tertentu. 5. Cadangan operasi adalah selisih dari daya mampu pembangkit dengan beban puncak system. 6. Kondisi “Normal/Surplus” adalah cadangan operasi sistem lebih besar daripada unit terbesar pembangkit tenaga listrik dan tidak ada pemadaman. 7. Kondisi “Defisit/Negatif” adalah cadangan operasi negatif dan pemadaman sebagian pelanggan tidak dapat dihindarkan. 8. Transmisi tenaga listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari pembangkitan ke sistem distribusi atau ke konsumen, atau penyaluran tenaga listrik antar sistem. 9. Distribusi tenaga listrik adalah penyaluran tenaga listrik dari sistem transmisi atau dari pembangkitan ke konsumen. 10. Rasio elektrifikasi adalah jumlah total rumah tangga yang berlistrik dengan total rumah tangga yang ada. 11. Rasio desa berlistrik adalah perbandingan jumlah total desa yang berlistrik dengan total desa yang ada. 12. Sistem adalah gabungan antara jaringan dengan semua peralatan pemakai jaringan yang terhubung ke jaringan.

ii

3. 14. 7. 16. 19. 21. 9. 6. 8. 10.SINGKATAN 1. 17. 2. 22. PLTU PLTG PLTGU PLTP PLTA PLTM PLTS PLTMH PLTD PLTMG GI GIS GWh IBT LB MVA MW kms HSD MFO COD P3B : Pembangkit Listrik Tenaga Uap : Pembangkit Listrik Tenaga Gas : Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap : Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi : Pembangkit Listrik Tenaga Air : Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro : Pembangkit Listrik Tenaga Surya : Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro : Pembangkit Listrik Tenaga Diesel : Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas : Gardu Induk : Gas Insulated Switchgear : Giga Watt Hours : Inter Bus Transformer : Line Busbar : Mega Volt Amper : Mega Watt : Kilometer Sirkuit : High Speed Diesel : Marine Fuel Oil : Commercial Operation Date (Tanggal Operasi Komerisial) : Pusat Pengaturan dan Pengendalian Beban iii . 15. 5. 11. 18. 20. 12. 13. 4.

........ 5 Kebijakan Standarisasi.........................4 4...................................................................................................................................... Keamanan...................... 6 BAB III TINJAUAN KONDISI TENAGA LISTRIK NASIONAL ....................................................6 Kebijakan Penanganan Listrik Desa dan Misi Sosial ................... Serta Pengawasan ...... iii Daftar Isi .................... 6 Kebijakan Penanggulangan Krisis Penyediaan Tenaga Listrik ........................... 4 2.2 4............................. 31 Provinsi Kepulauan Riau .............5 2............................7 4............ 17 Provinsi Sumatera Utara ..... 5 Kebijakan Lindungan Lingkungan ...... 3 Kebijakan Pemanfaatan Energi Primer Untuk Pembangkitan Tenaga Listrik .......................................................................2 3.......................................................3 4..........................................................1 4............4 Kondisi Infrastruktur Ketenagalistrikan Saat ini .... 1 1.......................... 47 iv .............................................................. 1 Visi dan Misi Sektor Ketenagalistrikan ........... 3 2............................................................................................. 35 Provinsi Bengkulu ..............6 4.................................... 12 Kondisi Permintaan dan Penyediaan Tenaga Listrik .... i Pengertian ...........................................................................2 Latar Belakang ............................ 26 Provinsi Riau .................................... 8 3..................1 2...............1 3................3 3............3 2.................................................................1 1.......... 43 Provinsi Sumatera Selatan ................................................................................................................................................................ 14 BAB IV RENCANA PEMBANGUNAN KETENAGALISTRIKAN ................................................ 39 Provinsi Jambi .................................................................................8 Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ...... ii Singkatan ................................................ 21 Provinsi Sumatera Barat .........4 2..................................5 4.......2 Kebijakan Penyediaan Tenaga Listrik ........ 17 4............. 2 BAB II KEBIJAKAN SEKTOR KETENAGALISTRIKAN NASIONAL ............................................................................ 8 Rasio Elektrifikasi ..............DAFTAR ISI Halaman Sambutan ................ iv BAB I PENDAHULUAN .................. 13 Prioritas Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan ke Depan ......

94 Provinsi Kalimantan Tengah ...........................................4...............................................................31 4..........16 4........ 148 Provinsi Papua ................................ 106 Provinsi Sulawesi Utara ........................................ 135 Provinsi Nusa Tenggara Timur.................................33 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ...15 4.................... 139 Provinsi Maluku .....19 4....................................... Yogyakarta ............. 98 Provinsi Kalimantan Selatan ........................................10 4................................................................................................................................. 51 Provinsi Lampung ......................................................................................................................................21 4............................................. 119 Provinsi Sulawesi Barat .........................................................................................................................................26 4.............28 4....................... 82 Provinsi Jawa Timur ............................................. 116 Provinsi Sulawesi Tengah .............. 55 Provinsi Banten .........................I....................................................... 102 Provinsi Kalimantan Timur .......................32 4................... 60 Provinsi DKI Jakarta ..... 131 Provinsi Nusa Tenggara Barat ..............................................24 4............................................................................18 4..... 150 Provinsi Papua Barat ............................ 67 Provinsi Jawa Barat .13 4...............17 4....................................................23 4................. 156 v .25 4..............................................27 4..........12 4............................14 4........ 91 Provinsi Kalimantan Barat .. 76 Provinsi D.................................................22 4........9 4................................11 4................. 69 Provinsi Jawa Tengah .............................................................30 4.......................................... 111 Provinsi Gorontalo............................. 144 Provinsi Maluku Utara .................29 4.........................20 4............................................................ 127 Provinsi Sulawesi Tenggara ...................... 124 Provinsi Sulawesi Selatan ...................... 84 Provinsi Bali ........................

sangat tergantung kepada tersedianya energi listrik. pertumbuhan perekonomian. Akan tetapi. dan pelaku usaha lainnya.BAB I PENDAHULUAN 1. sehingga terjadinya kondisi kekurangan pasokan tenaga listrik di beberapa daerah tidak dapat dihindari. transmisi dan distribusi tenaga listrik) dalam periode 5 (lima) tahun ke depan (2010 s. kemajuan teknologi dan meningkatnya standar kenyamanan hidup di masyarakat. baik yang akan dikembangkan oleh pihak swasta maupun dari PLN sendiri.1 Latar Belakang Dewasa ini ketergantungan terhadap ketersediaan energi listrik semakin hari semakin meningkat. Keberlangsungan berbagai macam bentuk aktivitas di masyarakat dan sektor industri nasional. permintaan terhadap energi listrik pun semakin hari semakin meningkat. yaitu Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sehingga dapat memberikan informasi dalam pembangunan dan pengembangan sektor ketenagalistrikan lima tahun kedepan bagi Pemerintah. pasca terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada beberapa tahun yang lalu. Kesemuanya hal tersebut pada akhirnya menyebabkan penambahan pasokan tenaga listrik tidak mampu mengimbangi pertumbuhan permintaan tenaga listrik yang ada. alokasi dana pemerintah untuk berinvestasi pada sektor ketenagalistrikan terutama pembangunan pembangkit baru. seiring pertambahan jumlah penduduk. Investasi yang diharapkan dari pihak swasta terhambat karena dimintanya suatu prasyarat kondisi seperti jaminan Pemerintah. 2014) sehingga kebutuhan tenaga listrik setempat dapat segera terpenuhi. juga sangat terbatas. Di sisi lain. perkembangan dunia industri. seyogianya energi listrik tersedia dalam jumlah yang cukup dengan mutu dan tingkat keandalan yang baik. diperlukan suatu ”Master Plan” dalam pembangunan tenaga listrik. Untuk lebih memfokuskan rencana pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan (pembangkitan. Disamping itu. Pemerintah Daerah. Oleh karena itu sektor ketenagalistrikan mempunyai peranan yang sangat strategis dan menentukan. 1 . pembangunan beberapa pembangkit yang semula sudah direncanakan menjadi terkendala. Karena peran strategisnya.d. Master Plan ini adalah merupakan perencanaan ketenagalistrikan jangka pendek dengan rentang cakrawala 5 (lima) tahun kedepan yang merupakan bagian dari kombinasi dua perencanaan nasional. dalam upaya menyejahterakan masyarakat dan mendorong berjalannya roda perekonomian nasional.

transparan.2 Visi dan Misi Sektor Ketenagalistrikan 1. desa serta memenuhi kebutuhan industri yang berkembang cepat dalam jumlah yang cukup. menjaga keselamatan lingkungan. andal. barang dan jasa produksi dalam negeri. aman dan akrab lingkungan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.1 Visi Sektor Ketenagalistrikan Visi sektor ketenagalistrikan adalah dapat melistriki seluruh rumah tangga. daerah yang tingkat kepadatannya tinggi atau sistem kelistrikan yang besar. 1.1.2. Memberikan prioritas kepada pembangkit tenaga listrik dari energi terbarukan untuk kelistrikan desa dan daerah terpencil. c. membangkitkan tenaga listrik dalam skala besar untuk masyarakat perkotaan. maka Pemerintah mengambil langkah-langkah sebagai berikut: a. 2 . efisien.2. b. memanfaatkan sebesar-besarnya tenaga kerja.2 Misi Sektor Ketenagalistrikan Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik sesuai visi tersebut. dan ketenagalistrikan dan kelestarian fungsi d.

kaidah usaha yang sehat. Namun demikian. dan melaksanakan usaha penyediaan tenaga listrik. Disamping itu. Sedangkan untuk wilayah yang belum mendapatkan pelayanan tenaga listrik. oleh karena itu pembangunan ketenagalistrikan harus menganut asas manfaat. Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dilakukan oleh satu badan usaha dalam satu wilayah usaha. berkelanjutan. pengawasan. Pemerintah atau Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya memberi kesempatan kepada badan usaha milik daerah. Untuk penyelenggaraan penyediaan tenaga listrik. koperasi dan swadaya masyarakat dapat berpartisipasi dalam usaha penyediaan tenaga listrik. pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik di daerah yang belum berkembang. badan usaha swasta. Dalam hal tidak 3 . optimalisasi ekonomi dalam pemanfaatan sumber daya energi. keamanan dan keselamatan.1. efisiensi berkeadilan. Untuk penyediaan tenaga listrik tersebut. dan pembangunan listrik perdesaan. mengandalkan pada kemampuan sendiri. Pemerintah dan Pemerintah Daerah menyediakan dana untuk kelompok masyarakat tidak mampu. badan usaha swasta. Penyediaan tenaga listrik dikuasai oleh negara yang penyelenggaraannya dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah berlandaskan prinsip otonomi daerah. pembangunan tenaga listrik di daerah terpencil dan perbatasan. atau koperasi sebagai penyelenggara usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi. distribusi tenaga listrik dan/atau penjualan tenaga listrik.BAB II KEBIJAKAN SEKTOR KETENAGALISTRIKAN NASIONAL 2.1 Kebijakan Penyediaan Tenaga Listrik 2. kelestarian fungsi lingkungan. pengaturan. Pemerintah memiliki kebijakan dalam penyediaan tenaga listrik bahwa badan usaha milik negara diberi prioritas pertama untuk melakukan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum. Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya menetapkan kebijakan.1 Penyelenggaraan Tenaga listrik sebagai salah satu infrastruktur yang menyangkut hajat hidup orang banyak. dan otonomi daerah. Pembatasan wilayah usaha juga diberlakukan untuk usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum yang hanya meliputi distribusi tenaga listrik dan/atau penjualan tenaga listrik. usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dapat dilakukan secara terintegrasi. transmisi tenaga listrik. Usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum meliputi jenis usaha pembangkitan tenaga listrik. Pelaksanaan usaha penyediaan tenaga listrik oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah dilakukan oleh badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah.

dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. dan pelaku usaha penyediaan tenaga listrik. atau koperasi yang dapat menyediakan tenaga listrik di wilayah tersebut. panas bumi. Kebijakan pengamanan pasokan energi primer untuk pembangkit tenaga listrik dilakukan melalui dua sisi yaitu pada sisi pelaku usaha penyedia energi primer dan pada sisi pelaku usaha pembangkitan tenaga listrik.2 Kebijakan Pemanfaatan Energi Primer Untuk Pembangkitan Tenaga Listrik Kebijakan pemanfaatan energi primer untuk pembangkit tenaga listrik ditujukan agar pasokan energi primer tersebut dapat terjamin.1. Penetapan kebijakan tarif dilakukan sesuai nilai keekonomian. namun mengingat kemampuan Pemerintah yang terbatas. Khusus untuk pelanggan kurang mampu juga mempertimbangkan kemampuan bayar pelanggan. Kebijakan ini diharapkan akan dapat memberikan signal positif bagi investor dalam berinvestasi di sektor ketenagalistrikan.2 Tarif Kebijakan Pemerintah tentang tarif dasar listrik adalah bahwa tarif listrik secara bertahap dan terencana diarahkan untuk mencapai nilai keekonomiannya sehingga tarif listrik rata-rata dapat menutup biaya yang dikeluarkan. Kebijakan di sisi pelaku usaha penyedia energi primer antara lain: pelaku usaha di bidang energi primer khususnya batubara dan gas diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk memasok kebutuhan energi primer bagi pembangkit tenaga listrik sesuai harga dengan nilai keekonomiannya. daerah konsumen. hal ini berkaitan dengan perbedaan perkembangan pembangunan ketenagalistrikan dari satu wilayah dengan wilayah lainnya. badan usaha swasta. 2. Pemerintah wajib menugasi badan usaha milik negara untuk menyediakan tenaga listrik. Untuk menjaga keamanan pasokan tersebut. 2. Kebijakan lainnya seperti pemberian insentif dapat pula diimplementasikan. gas marginal) maupun non-fosil (air. pemanfaatan sumber energi primer setempat. Namun demikian tarif tenaga listrik untuk konsumen ditetapkan dengan memperhatikan keseimbangan kepentingan nasional. Kebijakan subsidi untuk tarif listrik masih diberlakukan. maka diberlakukan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Kebijakan tarif listrik yang tidak seragam (non-uniform tariff) dimungkinkan untuk diberlakukan di masa mendatang.ada badan usaha milik daerah. maka subsidi akan lebih diarahkan langsung kepada kelompok pelanggan kurang mampu dan atau untuk pembangunan daerah perdesaan dan pembangunan daerah-daerah terpencil dengan mempertimbangkan atau memprioritaskan perdesaan/daerah dan masyarakat yang sudah layak untuk mendapatkan listrik dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat. 4 . Kebijakan pemanfaatan energi primer setempat untuk pembangkit tenaga listrik dapat terdiri dari fosil (batubara lignit.

dan pembangunan listrik perdesaan. menjaga kelangsungan upaya perluasan akses pelayanan listrik pada wilayah yang belum terjangkau listrik.4 Kebijakan Lindungan Lingkungan Pembangunan di bidang ketenagalistrikan dilaksanakan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. 2. dan lain-lain). mengharuskan pemrakarsa memperhatikan norma dasar yang baku tentang bagaimana menyerasikan kegiatan pembangunan dengan memperhatikan 5 . regional maupun global yang berkaitan dengan produksi tenaga listrik. daerah terpencil. maka usaha penyediaan tenaga listrik seyogyanya dapat dilakukan dengan pemisahan fungsi sosial dan komersial melalui pembukuan yang terpisah. Hal ini telah dinyatakan dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan bahwa setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup. Agar efisiensi dan transparansi tercapai. Sejalan dengan kebijakan di atas. 2. serta produk hukum lainnya.3 Kebijakan Penanganan Listrik Desa dan Misi Sosial Penanganan misi sosial dimaksudkan untuk membantu kelompok masyarakat tidak mampu. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pemanfaatan energi primer setempat tersebut memprioritaskan pemanfaatan energi terbarukan dengan tetap memperhatikan aspek teknis. dan keselamatan lingkungan. Untuk menjamin terselenggaranya operasi pembangkitan maka pelaku usaha di pembangkitan perlu membuat stockfilling untuk cadangan selama waktu yang disesuaikan dengan kendala keterlambatan pasokan yang mungkin terjadi. Penanganan misi sosial dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan bantuan bagi masyarakat tidak mampu. dan melistriki seluruh wilayah Indonesia yang meliputi daerah yang belum berkembang. mendorong pembangunan/pertumbuhan ekonomi. Penanganan misi sosial diperlukan untuk dapat dilaksanakan secara operasional melalui PKUK. ekonomi. dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) bahwa peranan masing-masing jenis energi terhadap konsumsi energi nasional untuk energi baru dan energi terbarukan lainnya. Untuk itu kerusakan dan degradasi ekosistem dalam pembangunan energi harus dikurangi dengan membatasi dampak negatif lokal. menjadi lebih dari 5% pada tahun 2025. Sedangkan kebijakan di sisi pelaku usaha pembangkitan tenaga listrik antara lain: kebijakan diversifikasi energi untuk tidak bergantung pada satu sumber energi khususnya energi fosil dan konservasi energi.biomassa.

 alat kerja (handheld tools). Kebijakan dalam standardisasi meliputi: 1. dilakukan melalui dua pendekatan. Untuk itu semua kegiatan ketenagalistrikan yang berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting wajib melakukan AMDAL (ANDAL. meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan. 2. dan kompetensi tenaga teknik. keamanan. yaitu melalui Program 6 . Pemerintah dalam rangka keselamatan ketenagalistrikan menetapkan standardisasi.  perlengkapan pencahayaan.lingkungan serta harus memenuhi baku mutu yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. pengamanan instalasi peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. yaitu alat atau sarana pada instalasi pembangkitan. keselamatan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. dan pemanfaatan tenaga listrik. yaitu semua produk atau alat yang dalam pemanfaatannya menggunakan tenaga listrik untuk berfungsinya produk atau alat tersebut. meningkatkan efisiensi dalam pengoperasian dan pemanfaatan tenaga listrik. Atas pertimbangan keselamatan. Standar Peralatan Tenaga Listrik.5 Kebijakan Standardisasi. antara lain:  alat rumah tangga (household appliances) dan komersial / industri. penyaluran. Untuk peralatan dan pemanfaat tenaga listrik yang memenuhi Standar Nasional Indonesia dinyatakan dengan Sertifikat Produk untuk dapat membubuhi Tanda SNI (SNI) pada peralatan tenaga listrik dan penerbitan Sertifikat Tanda Keselamatan (S) pada pemanfaat tenaga listrik dan tenaga teknik yang kompeten dinyatakan dengan Sertifikat Kompetensi.  perlengkapan elektromedik listrik. RKL dan RPL) sedangkan yang tidak mempunyai dampak penting diwajibkan membuat Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Standar Pemanfaat Tenaga Listrik.6 Kebijakan Penanggulangan Krisis Penyediaan Tenaga Listrik Dalam upaya menanggulangi daerah-daerah yang mengalami krisis penyediaan tenaga listrik. Tujuan keselamatan ketenagalistrikan antara lain melindungi masyarakat dari bahaya yang diakibatkan oleh tenaga listrik. Kebijakan keamanan instalasi meliputi: kelaikan operasi instalasi tenaga listrik. 2. kesehatan dan aspek lingkungan maka SNI terbagi dalam standar sukarela dan peralatan dan pemanfaatan harus memenuhi standar wajib. Serta Pengawasan Listrik selain bermanfaat bagi kehidupan masyarakat juga dapat mengakibatkan bahaya bagi manusia apabila tidak dikelola dengan baik. 2. Keamanan Dan Keselamatan. Instalasi tenaga listrik yang laik operasi dinyatakan dengan Sertifikat Laik Operasi.

Di samping itu dilakukan upaya pengurangan beban puncak melalui pengurangan pemakaian listrik pada saat beban puncak. Program penanggulangan jangka pendek dilakukan untuk penyelesaian krisis penyediaan tenaga listrik secara cepat sebelum pembangkit yang sudah direncanakan selesai dibangun.2 tahun kedepan) dan Program Penanggulangan Jangka Menengah/Panjang (memerlukan waktu konstruksi 3 . Program ini dilakukan melalui kegiatan penambahan kapasitas pembangkit dan penyaluran daya melalui jaringan transmisi dan distribusi. Penambahan daya dilakukan melalui sewa pembangkit. pembelian kelebihan kapasitas pembangkit captive dan pengadaan pembangkit baru yang cepat masa pembangunannya. sehingga pemadaman yang terjadi dapat dihindari secepat mungkin. Program penanggulangan jangka menengah/panjang dengan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang baru. baik oleh PLN maupun IPP yang memerlukan waktu konstruksi 3 .5 tahun. 7 .Penanggulangan Jangka Pendek (1 .5 tahun).

159 MW (14%) dan PPU sebesar 916 MW (3%).527 MW 15. Grafik 3.1 Kondisi Infrastruktur Ketenagalistrikan Saat Ini 3.000 25.000 30.047 26.159 25.000 5. dan BUMD.091 29.451 PPU: Private Power Utility (Pembangkit Terintegrasi) IPP : Independent Power Producer 8 .562 28.222 21. Usaha penyediaan tenaga listrik yang telah dilakukan oleh swasta.000 0 PPU IPP PLN 2004 523 3. IPP sebesar 4.222 22.480 MW sejak tahun 2004 atau meningkat sebesar 22% selama periode 5 tahun.000 25.422 30.000 20.222 24.BAB III TINJAUAN KONDISI TENAGA LISTRIK NASIONAL 3. koperasi. tetapi juga dilakukan oleh pihak lain seperti swasta.451 MW (83%).1.527 MW yang terdiri atas pembangkit milik PT PLN (Persero) sebesar 25.346 2006 526 3.1 Perkembangan Kapasitas Terpasang Pembangkit Tenaga Listrik Nasional 35. Kapasitas terpasang pembangkit tersebut mengalami penambahan sebesar 5.984 25.000 10. Sampai dengan akhir tahun 2008. transmisi dan distribusi tenaga listrik secara terintegrasi yang tenaga listriknya dijual langsung kepada konsumen di suatu wilayah usaha khusus yang dikenal dengan istilah pembangkit terintegrasi atau Private Power Utility (PPU).302 2005 523 3.1 Pembangkit Tenaga Listrik Dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik nasional.084 2008 916 4.675 2007 493 3. total kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik nasional adalah sebesar 30. koperasi atau BUMD tersebut diantaranya adalah membangun dan mengoperasikan sendiri pembangkit tenaga listrik yang tenaga listriknya di jual kepada PT PLN (Persero) atau lebih dikenal dengan pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP) atau membangun dan mengoperasikan sendiri pembangkitan. penyediaan tenaga listrik di Indonesia tidak hanya semata-mata dilakukan oleh PT PLN (Persero) saja.

sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang menghubungkan Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) dan Sumatera Utara telah terinterkoneksi pada SUTET 275 KV. Saat ini sistem kelistrikan yang telah terintegrasi dengan baik hanya di pulau Jawa-Madura-Bali. 4.2 Transmisi Tenaga Listrik Sistem kelistrikan yang ada di kepulauan Indonesia belum sepenuhnya terintegrasi pada jaringan transmisi tenaga listrik.178 1.195 265 182 168 Indonesia 30.1. Di pulau Kalimantan. 7. sebagian kecil sistem kelistrikan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Selatan sudah terhubung melalui SUTT 150 KV. 3. 6. sistem kelistrikan Sumbagut-Sumbagsel telah diintegrasikan dengan SUTT 150 kV. Provinsi Jambi. 5. 2. Pada bulan November 2004. 9 . namun jaringan transmisi tenaga listrik ini belum seluruhnya terhubung pada sistem kelistrikan Sumatera. dimana sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali memiliki 2 sistem interkoneksi.941 22.Sedangkan distribusi penyebaran kapasitas terpasang pembangkit untuk pulau-pulau utama adalah sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 3.1. dan selanjutnya pada bulan Agustus 2006. Di pulau Sumatera.599 1.1 Kapasitas Terpasang Pembangkit Tenaga Listrik No. Bengkulu dan Lampung menjadi Sistem Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Sistem yang menghubungkan sistem Sumatera Barat dan Riau (Sumbar-Riau) sudah terintegrasi dengan baik. Tabel 3. Sumatera Jawa-Madura-Bali Kalimantan Sulawesi Nusa Tenggara Maluku Papua 3. yaitu Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV sebagai tulang punggung utama (Back Bone) jaringan dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV sebagai jaringan pendukung.527 1. sistem kelistrikan di Provinsi Sumatera Selatan telah mengintegrasikan Provinsi Sumatera Selatan. Pulau Kapasitas Terpasang (MW) 4.

163 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 353.2. Sulawesi Tengah. Sedangkan hasil yang dicapai dalam pembangunan transmisi tenaga listrik untuk pulau-pulau utama adalah sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 3. 1.619 kms. Tabel 3.689 20.593 1. Maluku dan Papua belum memiliki SUTET dan SUTT dikarenakan pada umumnya sistem kelistrikannya masih terisolasi dan tersebar serta kelas kapasitas pembangkit tenaga listrik yang dimiliki masih relatif kecil. Sampai dengan akhir tahun 2008. SUTT 70 kV sepanjang 4. Sulawesi Utara dan Gorontalo masih banyak dipasok dengan sistem yang tersebar.184 3. 4. total panjang jaringan transmisi tenaga listrik yang telah dibangun oleh PT PLN (Persero) adalah sepanjang 34.462 34. 7. 5.925 kms yang terdiri atas Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 261.Sedangkan di pulau Sulawesi sistem kelistrikan Sulawesi yang meliputi Provinsi Sulawesi Selatan.2 Panjang Transmisi Tenaga Listrik No. total panjang jaringan distribusi tenaga listrik yang telah dibangun oleh PT PLN (Persero) adalah sepanjang 614.1184 kms yang terdiri atas SUTET 500 kV sepanjang 5.1.390 kms sejak tahun 2004 atau mengalami peningkatan sebesar 11% selama periode 5 tahun.762 10 . SUTET 275 kV sepanjang 782 kms.092 5. Sulawesi Tenggara. 2. 6. Total panjang jaringan transmisi tenaga listrik tersebut mengalami penambahan sebesar 3. dan SUTT 25 – 30 kV sepanjang 12 kms.429 2.874 SUTT (kms) 8. 3. SUTT 150 kV sepanjang 23.679 kms.906 15.501 1.429 2.3 Distribusi Tenaga Listrik Sampai dengan akhir tahun 2008.474 28. akan tetapi beberapa daerah telah terhubung dengan SUTT 150 KV.092 kms. Adapun sistem kelistrikan Nusa Tenggara. Pulau Sumatera Jawa-Madura-Bali Kalimantan Sulawesi Nusa Tenggara Maluku Papua Indonesia SUTET (kms) 782 5.310 Total (kms) 9.

315 2. 3.534 607.788 6.000 Panjang (kms) 400.755 2005 30.000 600.498 2008 34.473 4.2 Perkembangan Jaringan Transmisi dan Distribusi Tenaga Listrik 700.925 Sedangkan hasil yang dicapai dalam pembangunan distribusi tenaga listrik untuk pulau-pulau utama adalah sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 3.431 217.017 7.795 7. Pulau JTM (kms) 1. 6. Sumatera Jawa-Madura-Bali Kalimantan Sulawesi Nusa Tenggara Maluku Papua Indonesia 72.999 261.276 45.184 614.838 2006 32.000 300.151 598.049 2007 33. Tabel 3.131 128.762 Total (kms) 149.000 200.531 353.695 23.925 11 .136 46.530 614.686 563. 2.337 3.000 500.912 21.3 Panjang Distribusi Tenaga Listrik No. Grafik 3.364 23.821 5.812 14.3.905 573.kms.163 JTR (kms) 77.441 23.562 346.836 kms sejak tahun 2004 atau mengalami peningkatan sebesar 10% selama periode 5 tahun.000 0 Transmisi Distribusi 2004 30.000 100. 7. 4.484 1. Total panjang jaringan distribusi tenaga listrik tersebut mengalami penambahan sebesar 55. 5.

178 MW • 275 kV: 782 kms • 150 kV: 1.431 kms Samarinda Balikpapan Jayapura Sulawesi : Ambon • Pembangkit: 1. Bangkok CAMBODIA Ban Mabtapud Philipines VIETNAM Phnom Penh Laut China Selatan Ho Chi Minh City Khanon Songkhla Erawan Bangkot Lawit Jerneh Guntong Kota Kinibalu Banda Aceh Lhokseumawe Penang WEST Kerteh Duyong Mogpu MALAYSI A West Natuna Alph Natuna a BRUNEI Bandara Seri Begawan Bintulu Medan Kuala Port Klang Lumpur Port Dickson Dumai Duri MALAYSIA TIMUR Manado SINGAPORE Batam Bintan Kuching Bontang Maluku : • Pembangkit: 182 MW • JTM : 4.JTM : 261.131 kms • JTR : 21.04% pada tahun 2004 menjadi 65. Perkembangan rasio elektrifikasi secara nasional dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. 12 .441 kms • JTR : 77.572 kms k • 70 kV: 123 kms • 70 kV: 334 kms • JTM : 23.JTR : 353.70 KV : 4. yaitu dari 61.2 Rasio Elektrifikasi Rasio elektrifikasi didefinisikan sebagai jumlah rumah tangga yang sudah berlistrik dibagi dengan jumlah rumah tangga yang ada.1.484 kms • JTR : 2.364 kms Hindia • JTR : 217.912 kms Banjarmasin Papua : • Pembangkit: 168 MW • JTM : 1. Sedangkan rasio elektrifikasi untuk pulau-pulau utama adalah sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 3.762 kms 353.10% pada tahun 2008 (dari total rumah tangga di seluruh Indonesia sebesar 55.999 kms • JTR : 3.941 MW Jambi • Pembangkit: 1. .305 kms Grissi Palembang • 150 kV: 8.527 • PANJANG JARINGAN: .078.337 kms Ternate HALMAHERA Sorong Samudra Pasifik Sumatera :Padang Kalimantan : • Pembangkit: 4.092 kms . Perkembangan Penyediaan Tenaga Listrik Nasional Tahun 2008 THAILAND LAOS Manila : Transmisi yang sudah ada : Transmisi yang direncanakan : Pembangkit Listrik TOTAL • KAPASITAS PEMBANGKIT : 30.500 KV : 5.017 kms Pandang Jamali : • JTR : 23.657 kms Samudra • JTR : 7.679 kms 23.4.Gambar 3.163 kms 261.527 MW 30.315 kms LESTE SUMBA • JTM : 128.473 LOMBOK TIMOR • 70 kV: 3.844 kms Denpasar • JTM : Bima kms 7.275 KV : 782 kms .795 kms MADURA Semarang • Pembangkit: 22.376.726 KK sudah menikmati akses aliran listrik).150 KV : 23.599 MW Jakarta Bangkalan Nusa Tenggara: Surabaya • 500 kV: 5.619 kms .195 MW SERAM • 150 kV: 1.695 kms • JTM : 72.531 kms Merauke AUSTRALIA 3.092 kms BALI • Pembangkit: 265FLORES MW SUMBAW Mataram A • 150 kV: 11.957 kmsBURU • 70 kV: 505 kms I N D O N E S I A Ujung• JTM : 23.392 KK sebanyak 36. .

6. 5. mengakibatkan kekurangan pasokan tenaga listrik di beberapa daerah terutama di luar sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali tidak dapat dihindari.3 65. Kondisi ini tentu harus diantisipasi sedini mungkin agar penyediaan tenaga listrik dapat tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang memadai. Dengan mempertimbangkan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata tumbuh sebesar 6. 1. 4.2 % per tahun. 13 .6 55. Rasio Elektrifikasi No. dimana pada saat itu pertumbuhan kapasitas terpasang hanya tumbuh sebesar 1.3% pertahun.1 3. 7.0 57.3 28. 2. Sementara itu pengembangan sarana dan prasarana ketenagalistrikan khususnya penambahan kapasitas pembangkit selama lima tahun terakhir (2004-2008) hanya tumbuh rata-rata sebesar 4. Semakin meningkatnya ekonomi pada suatu daerah mengakibatkan konsumsi tenaga listrik akan semakin meningkat pula.6 52.4 32.13%. Kebutuhan tenaga listrik akan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.Tabel 3. Ketidakseimbangan antara permintaan dengan penyediaan tenaga listrik tersebut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini memerlukan dukungan pasokan energi yang handal termasuk tenaga listrik. Pulau Sumatera Jawa-Madura-Bali Kalimantan Sulawesi Nusa Tenggara Maluku Papua Indonesia Persen (%) 60. Kondisi pertumbuhan penyediaan tenaga listrik yang rendah tersebut juga merupakan akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada periode tahun 1998/1999.6 72. 3.3 Kondisi Permintaan dan Penyediaan Tenaga Listrik Permintaan tenaga listrik dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 7% per tahun. prakiraan kebutuhan tenaga listrik nasional sesuai Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 20082027 diperkirakan akan mencapai rata-rata sebesar 9.4.4% per tahun.1% pertahun dan pertumbuhan penduduk secara nasional tumbuh sebesar 1.

Sebagai pengembang PLTU batubara skala kecil ini adalah PT PLN (Persero) atau swasta.000 MW tahap II yang komposisi energi primernya beragam (tidak hanya batubara) ditawarkan untuk dikembangkan oleh PT PLN (Persero) maupun swasta dengan memberikan fasilitas sebagaimana yang telah dilaksanakan dalam program percepatan pembangunan pembangkit 10. dapat dikembangkan oleh PT PLN (Persero) dan swasta.2% tersebut juga memperhatikan banyaknya daftar tunggu calon pelanggan PT PLN (Persero) yang jumlah kapasitasnya telah mencapai kurang lebih sekitar 6.1 Pembangkit Tenaga Listrik Pengembangan kapasitas penyediaan tenaga listrik diarahkan pada pertumbuhan yang realistis dan diutamakan untuk menyelesaikan krisis penyediaan tenaga listrik yang terjadi di beberapa daerah. maka pengembangan PLTU batubara dengan kapasitas 1. 3. Pengembangan PLTU batubara skala kecil dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar minyak pada sistem skala kecil untuk menekan biaya operasi sistem kelistrikan.4 Prioritas Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan ke Depan 3. pengembangan PLTU batubara skala kecil ini dapat juga dimanfaatkan untuk mengganti peranan sebagian PLTD yang ada di sistem kelistrikan di Luar Jawa-Madura-Bali yang dominasinya masih cukup tinggi. Dengan mempertimbangkan sulitnya memperoleh lahan untuk membangun pembangkit tenaga listrik skala besar di pulau Jawa dan mempertimbangkan semakin meningkatnya beban puncak dari tahun ke tahun.Tingginya perkiraan pertumbuhan rata-rata kebutuhan tenaga listrik nasional yang sebesar 9. 14 .000 MW dengan teknologi supercritical boiler untuk memperoleh efisiensi dan tingkat emisi yang lebih baik. memberikan akses listrik kepada seluruh masyarakat dan mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan.4. Pengembangan pembangkit BBM. Apabila pembangkit non-BBM yang telah direncanakan tersebut telah beroperasi. meningkatkan cadangan dan terpenuhinya margin cadangan (Sistem Jawa-Madura-Bali 30% dan Sistem Luar Jawa-Madura Bali 40%) dengan mengutamakan pemanfaatan sumber energi setempat atau energy baru terbarukan serta meniadakan rencana pengembangan pembangkit BBM. dikecualikan untuk penangulangan daerah krisis penyediaan tenaga listrik jangka pendek (satu hingga dua tahun ke depan) sambil menunggu selesainya pembangunan pembangkit non-BBM yang telah direncanakan. maka program percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap I. Mempertimbangkan tingginya pertumbuhan tenaga listrik. dengan melakukan sewa pembangkit yang menggunakan bahan bakar MFO. Disamping itu. maka pembangkit BBM tersebut di non-operasikan.000 MW akibat diterapkannya pembatasan penjualan tenaga listrik (suppressed demand) pada tahun-tahun sebelumnya.

Sedangkan sistem kelistrikan di pulau lainnya seperti Sulawesi sudah lebih baik sistemnya di daerah bagian utara dan selatan. dalam kurun waktu jangka panjang sistem di Kalimatan dan Sulawesi diharapkan pula sudah terhubung dengan baik.000 MW tahap II. Maluku dan Papua perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pengembangan sistem penyalurannya khususnya dalam upaya peningkatan keandalan.4. Penambahan trafo diprioritaskan bila pembebanan trafo pada GI terpasang sudah mencapai 70% dari kapasitasnya. Pengembangan sistem penyaluran diarahkan pada pengembangan sistem tegangan 500 kV dan 150 kV untuk Sistem Jawa-Madura-Bali dan 275 kV. Pada saat ini. Upaya pengembangan penyaluran secara terinterkonesi antara Sistem JawaMadura-Bali dengan Sistem Sumatera dapat dilakukan setelah dilakukan kajian secara mendalam dengan memperhatikan beberapa aspek. antara lain aspek teknis.000 MW tahap I dan rencana kedepan melaksanakan program percepatan pembangunan pembangkit 10. Adapun sistem kelistrikan di pulau lainnya seperti Kalimantan. 15 .3.2 Transmisi Tenaga Listrik Prinsip dasar pengembangan sistem transmisi tenaga listrik diarahkan kepada pertumbuhan sistem. Dalam jangka menengah. sistem tegangan yang dipilih diarahkan pada kesesuaian pengembangan sistem transmisinya. Dalam pengembangan gardu induk. 150 kV dan 70 kV untuk sistem di luar Jawa-Madura-Bali. peningkatan keandalan sistem dan mengurangi kendala pada sistem penyaluran serta adanya pembangunan pembangkit baru. ekonomis dan sosial. maka pengembangan sistem transmisi tenaga listrik kedepan lebih diprioritaskan pembangunannya untuk menyalurkan tenaga listrik dari pembangkit tenaga listrik baru tersebut. Dengan masuknya beberapa pembangkit tenaga listrik yang berskala besar. Mengingat bahwa Pemerintah saat ini tengah melaksanakan program percepatan pembangunan pembangkit 10. Sedangkan rencana pembangunan cross-link 500 kV dari Pulau Jawa ke Pulau Bali adalah merupakan salah satu opsi yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi pertumbuhan beban di Bali. Nusa Tenggara. diharapkan Sistem Sumatera sudah terintegrasi seluruhnya menggunakan jaringan tegangan ekstra tinggi 275 kV yang saat ini sistemnya telah terinterkoneksi di jaringan tegangan tinggi 150 kV. Sedangkan pembangunan GI baru dapat dipertimbangkan untuk dilakukan bila pasokan pada suatu kawasan sudah tidak mampu dipenuhi dari GI yang ada disekitarnya yang diindikasikan dengan pembebanan trafo GI sudah melebihi 70% dan kapasitasnya sudah memiliki kapasitas optimum. sistem besar yang sudah terintegrasi dengan baik adalah Sistem Jawa-Madura-Bali dan Sistem Sumatera.

maka jaringan terisolasi dapat diterapkan. Apabila dengan pertimbangan pemenuhan tenaga listrik secara terintegrasi dengan sistem kelistrikan lain di nilai kurang/tidak efisien.3. mempertahankan tingkat keandalan yang diinginkan dan efisien serta meningkatkan kualitas pelayanan. 16 .3 Distribusi Tenaga Listrik Pengembangan sarana distribusi tenaga listrik diarahkan untuk dapat mengantisipasi pertumbuhan tenaga listrik.4. Pengertian dari jaringan terisolasi adalah jaringan distribusi tenaga listrik yang berdiri sendiri dan tidak terhubung langsung dengan JTN dengan wilayah pelayanan terbatas.

dan Subulussalam) berada pada kondisi “Defisit”. Takengon.00 MW SISTEM MEOULABOH Kapasitas terpasang : 28.17%. Gambar 4.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagian besar dipasok oleh Pusat Pengaturan dan Penyaluran Beban (P3B) Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kV dalam Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Blangpidie.20 MW SISTEM KUTACANE Kapasitas terpasang : 8.20 MW Daya mampu : 13. Meoulaboh.00 MW Surplus : 0.60 MW SISTEM BLANGKEJEREN Kapasitas terpasang : 4. Sinabang.90 MW Beban puncak : 9. Dari 10 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.50 MW SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGUT Kapasitas terpasang : 1.30 MW SISTEM TAKENGON Kapasitas terpasang : 10.270.00 MW Defisit : -0. Disamping itu beberapa daerah di NAD masih merupakan sistem-sistem kecil seperti Sistem Sabang. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam baru mencapai 76. 2 sistem (Sistem Blangpidie dan Tapaktuan) berada dalam kondisi “Siaga” dan 8 sistem lainnya (Sistem Sumbagut.71 MW Daya mampu : 9.1 Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 4.07 MW Daya mampu : 5.10 MW Beban puncak : 3.60 MW Daya mampu : 1.30 MW Daya mampu : 7. Takengon. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 7.90 MW Defisit : -2. Blangkejeren.30 MW Daya mampu : 9.70 MW Beban puncak : 11.40 MW Beban puncak : 3. Blangkejeren.50 MW Beban puncak : 3.3 MVA.16 MW Defisit : -8. Sinabang.10 MW Daya mampu : 6.169.95 MW Daya mampu : 3.80 MW Beban puncak : 17.60 MW Defisit : -0.21 MW SISTEM BLANGPIDIE Kapasitas terpasang : 13.649 permintaan atau sebesar 19.28 MW 4 17 . Meulaboh.40 MW SISTEM SINABANG Kapasitas terpasang : 6.724. Kutacane.1 Kondisi Kelistrikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam SISTEM SABANG Kapasitas terpasang : 5.98% dan rasio desa berlistrik sebesar 87.42 MW Beban puncak : 7.98 MW Defisit : -5. Tapaktuan.92 MW SISTEM TAPAKTUAN Kapasitas terpasang : 7.50 MW Surplus : 1.BAB IV RENCANA PEMBANGUNAN KETENAGALISTRIKAN 4.40 MW Beban puncak : 1. Sabang. Kutacane dan Subulussalam.06 MW Daya mampu : 2.1.40 MW Daya mampu : 3.70 MW Defisit : -0.70 MW Defisit : -101.40 MW Beban puncak : 5.95 MW Beban puncak : 22.60 MW SISTEM SUBULUSSALAM Kapasitas terpasang : 7.40 MW Defisit : -7.

083 19. dimana pada tahun 2010 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW. Riau.1.329 kms  Gardu induk 420 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 30.830 7.783 2.306 3.1 2. Sumatera Barat.371 7. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera.546 7.0 4.378 7.614 2.816 5.897 4.419 8.4.441 3.0% per tahun sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 5.728 664 931 1.1 11.062 2.147 8.510 3.305 1. Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera.0 11.176 9.649 25.2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.1 10.9 11.332 3.733 8.1% per tahun. Bengkulu.249 21.935 18.6 11.2 2.831 2.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diperkirakan rata-rata 1. Dengan demikian. Tabel 4.743 1.1.100 unit o PLTS terpusat 15 kW 4 unit o PLTMH 710 kW o PLT Angin 320 kW 18 .0 4.0 2.0 5.202 6.347 2.552 2.832 2. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik.0 3.305 2010 2011 2012 2013 2014 4.0 4.460 4.008 2.297 1.543 2.535 2.124 2.764 3.476 661 1.437 23.942 8. Jambi.133 3.033 2.026 8. Kepulauan Riau. Sumatera Utara.412 2.729 643 -460 1.698 3. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 409 MW (sekitar 31 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 1. sehingga dengan asumsi tersebut permintaan energi listrik diperkirakan tumbuh ratarata sebesar 9% per tahun.756 3.3 2.9 2.053 2.108 4.1 Neraca Daya Sistem Sumatera URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.318 1.

329 PROGRESS (%) 5 6 10 25.120 kms Jaringan Tegangan Rendah 3.2 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTU PLTM PLTU PLTA PLTM PLTP PLTP PLTU HSD Takengon (sewa) HSD Calang (sewa) HSD Sinabang (sewa) HSD Subussalam (sewa) HSD Kutacane (sewa) HSD Blangkejeren (sewa) HSD Sabang (sewa) Meulaboh (sewa) Blangkejeran NAD (Meulaboh) Peusangan 1-2 Blangkejeran Jaboi Seulawah Agam Sabang JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2013 2013 2013 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN IPP PLN Perpres 71 PLN PLN IPP IPP IPP Pendek 4 2 2 2 2 2 2 15 MW MW MW MW MW MW MW MW 2 x 1 x 1 x 2 x 31.Banda Aceh) Krueng Raya JUMLAH TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 1 22 14 114 130 333 60 190 200 1 130 6 22 16 90 1.Lhokseumawe) PLTA Peusangan 1 Incomer (Sigli .o o o o Gardu distribusi 1. Tabel 4.3 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam NO.200 kms PLTD 9 unit (2.05 COD 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2012 2012 2014 2014 19 .0 MW 409 1 110 86 1 7 55 4 MW MW MW MW MW MW MW 18% 378 MW MW Tabel 4.250 kW). 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 DARI Panton Labu Takengon PLTA Peusangan 1 PLTA Peusangan 2 Sidikalang Meulaboh PLTU Meulaboh Meulaboh Brastagi Jantho Blang Pidie Cot Trueng Takengon PLTP Seulawah Agam Banda Aceh KE Incomer (Idi -Lhok Seumawe) PLTA Peusangan 1 PLTA Peusangan 2 Bireun Subulussalam Sigli Meulaboh Blang Pidie Kuta Cane Incomer (Sigli -Banda Aceh) Tapak Tuan Incomer ( Bireun .000 kVA) Jaringan Tegangan Menengah 3.125 unit (58.

250 610 600 3/750 2013 7.700 2011 7.5 juta.750 600 550 1/ 250 2010 1.4 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam NO.175 1 230 80 255/13. 20 .4 juta. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 220/10.1.2 juta. gardu induk USD 62.Tabel 4. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 655. dibutuhkan investasi sekitar USD 1.750 690 670 1/250 2014 7.1 juta.250 600 550 4/1.000 2012 7.055.000 750 700 - 4.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.5 Program Listrik Perdesaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem. transmisi USD 218.100 1 140 80 220/11.8 juta dan program EBT USD 119.000 1 140 80 220/11.125 1 200 80 230/11. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 LOKASI Banda Aceh Takengon Subulussalam Panton Labu Bireun Ext LB Peusangan 1 Peusangan 2 Meulaboh PLTU Meulaboh Sigli Ext LB Kuta Cane Brastagi Ext LB Jantho Blang Pidie Meulaboh Ext LB Tapak Tuan Cot Trueng PLTP Seulawah Krueng Raya Banda Aceh Ext LB Takengon Meulaboh RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION Extension New New New Extension Extension Extension New New Extension New Extension New New Extension New New Extension New Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 60 30 30 30 2 LB 4 LB 4 LB 30 2 LB 2 LB 30 2 LB 30 30 2 LB 30 30 4 LB 30 1 LB 30 30 420 PROGRESS (%) COD 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2012 2012 2014 2014 2014 2014 Tabel 4.

9 9.250 2010 s.2 Provinsi Sumatera Utara 4.7 27.6 3.PLTS 50 Wp Tersebar .PLTMH (kW) .6 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .PLTS Terpusat 15 kW .1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sumatera Utara hampir seluruh bebannya (99.055.8 1.125 58. 21 .200 9 2.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .PLTD (Unit/kW) Volume 409 1.Tabel 4.JTM (kms) .120 3.9 1.100 4 710 320 1.4 62.9 56.JTR (kms) .1 218.d 2014 Investasi (juta USD) 655.8 16.3 1.PLT Angin (kW) .1 1. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Sumatera Utara mencapai 69. Disamping itu beberapa daerah di Sumatera Utara masih merupakan sistemsistem kecil seperti Sistem Nias dan Nias Selatan.000 3.07%.329 420 30.9%) dipasok oleh P3B Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kV dalam Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).2.5 4. 3 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Sumatera Utara berada dalam kondisi “Defisit” (terjadi pemadaman sebagian pelanggan karena daya mampu lebih kecil dari pada beban puncak).68% dan rasio desa berlistrik sebesar 84.

297 1. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera. Tabel 4.147 8. Riau.2.2 Kondisi Kelistrikan Provinsi Sumatera Utara SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGUT Kapasitas terpasang : 1. Jambi.756 3.332 3.249 21.728 664 931 1.083 19.378 7.7 Neraca Daya Sistem Sumatera URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.347 2.0 4. dimana pada tahun 2010 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW.18 MW Daya mampu : 4.535 2.831 2.546 7.6 11.0 4.460 4.764 3. Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera.80 MW SISTEM NIAS SELATAN Kapasitas terpasang : 3. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik.0 4. Sumatera Utara.124 2.026 8.318 1.476 661 1.552 2.0 5.Gambar 4.729 643 -460 1.832 2.733 8.033 2.0 11.40 MW Beban puncak : 1. Bengkulu.897 4.60 MW Daya mampu : 1.30 MW Beban puncak : 3.614 2.2 2.935 18.419 8.783 2.543 2. Dengan demikian.942 8.9 2. Sumatera Barat.2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.50 MW Beban puncak : 9.412 2.305 2010 2011 2012 2013 2014 22 .90 MW Defisit : -1.38 MW Daya mampu : 2.1 11.053 2.724.441 3.008 2.437 23.70 MW Defisit : -101.1 10.176 9.510 3.270.649 25.305 1.169.698 3.306 3.60 MW 4.9 11.062 2.108 4.202 6.371 7.30 MW Defisit : -4. Kepulauan Riau.133 3.816 5.0 3.830 7.0 2.1 2.30 MW SISTEM NIAS Kapasitas terpasang : 12.743 1.3 2.

5 100 87 200 110 7 200 110 110 55 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2012 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN IPP IPP IPP IPP Perpres 71 IPP IPP IPP PLN PLN PLN IPP IPP PLN IPP IPP IPP 80% 2 x 2 x 2 x 40% 2 1 2 2 1 1 1 1 340.8 MW 1.646 MW MW 23 .0% per tahun sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.110 kms. Tabel 4.250 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 3.700 unit o PLTS terpusat 15 kW 4 unit o PLTMH 1.360 kW o PLT Angin 320 kW o Gardu distribusi 1.3 5 MW MW MW MW MW MW MW 2 x 2 x 220 5 5 7. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sumatera Utara.610 kms o Jaringan Tegangan Rendah 3.3% per tahun.670 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 31.4.8 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 1.400 unit (71.1 2. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 1.986 x x x x x x x x 20% 1.2.3 & Lot 3) Asahan I Parluasan Aek Hutaraja Tarabintang Sumut (Pangkalan Susu) Tarabintang Pakat Parlilitan New Sumut Asahan 3 Pangkalan Susu Baru Sarulla 1 Nias Pangkalan Susu Baru Sarulla 1 Sarulla 2 Sorik Merapi JUMLAH Total Pendek 5 3 139 90 2.8 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Sumatera Utara Rencana PLTD PLTD PLTG PLTA PLTM PLTM PLTM PLTU PLTM PLTM PLTM PLTG PLTA PLTU PLTP PLTU PLTU PLTP PLTP PLTP HSD Gunung Sitoli (sewa) HSD Teluk Dalam (sewa) Crash Program (Lot 2.7% per tahun.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Provinsi Sumatera Utara diperkirakan rata-rata 1.986 MW (sekitar 340. sehingga dengan asumsi tersebut permintaan energi listrik diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 7.530 kms  Gardu induk 4.

137 COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 500 1000 500 1000 3. Marowa Panyabungan Incomer (K.60 10. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 LOKASI Simangkuk Asahan 1 Padang Sidempuan Galang Sarulla Binjai Paya Geli Kisaran Labuhan Gunung Para KIM Tele Lamhotma Aek Kanopan Gunung Tua Dolok Sanggul Kuala namu Tanjung Marowa Sidikalang Ext LB Denai Denai Namurambe Namurambe Mabar Tebing Tinggi Sidikalang Sibolga Penyabungan RASIO TRAFO (kV) 275/150 275/18 275/150 275/150 275/150 275/150 Jumlah 275/150 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 NEW/EXTENSION New Kit / New IBT / New IBT / New IBT / New IBT / New Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension New New Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension New KAPASITAS (MVA) PROGRESS (%) 20.Brandan) KIM 2 Medan Pancing Medan Selayang Lamhotma JUMLAH 150 kV TEGANGAN (kV) 275 275 275 275 275 275 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 138 194 16 318 160 160 986 14 34 80 20 140 40 30 10 6 22 46 30 2 20 30 20 544 PROGRESS (%) 46.10 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Sumatera Utara NO.443 Tabel 4.P.000 60 30 60 30 60 20 10 30 30 30 60 2 LB 2 LB 60 2 LB 60 2 LB 60 60 30 60 30 20 24 .Tarutung) Kuala Namu Namurambe Tanj.Tabel 4.46 46.Perbaungan) Simangkok Kuala Tanjung Simangkok Panyabungan Incomer (Binjai .55 10 12.50 79.98 40. Sidempuan Lima Puluh Kuala Namu Porsea PLTU Kuala Tanjung PLTA Asahan III PLTP Sorik Merapi Tanjung Pura KIM KIM KIM 2 PLTU Sumut Infrastucture KE PLTP Sarulla Simangkok Simangkok Galang Binjai PLTU Pangkalan Susu JUMLAH 275 kV Incomer ( Tele . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 DARI Padang Sidempuan PLTP Sarulla PLTA Asahan 1 Simangkok Galang Binjai Dolok Sanggul Tanjung Marowa Galang Galang P.Tanjung -Kisaran) Incomer (Sei Rotan .83 12.91 43.07 46.5 10 COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2012 2012 2014 2012 2012 2012 2012 2012 34.9 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Sumatera Utara NO.

250 700 610 2013 7. transmisi USD 187.670 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 17.250 650 600 60 2010 1.988.3 juta dan program EBT USD 159.750 840 650 4. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 260/13.NO. 25 .1 juta.550 1 300 80 280/14.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut. 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 LOKASI P. Sidempuan Tanjung Marowa Kuala namu Kuala Tanjung PLTU Kuala Tanjung PLTA Asahan III GIS Listrik Rantau Prapat Tanjung Pura KIM 2 Medan Pancing Lamhotma Medan Selayang KIM Sicanang Lima Puluh Medan Pancing Medan Selayang Kisaran Porsea Binjai RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit Pembangkit 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV NEW/EXTENSION Extension New Extension Extension New Extension Extension Extension Extension Extension New New Extension Extension New New New Extension New Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 2 LB 30 2 LB 2 LB 4 LB 60 60 60 60 2 LB 2 LB 2 LB 60 20 30 120 30 3 LB 30 6 LB 30 30 60 60 60 30 60 1. dibutuhkan investasi sekitar USD 3.575 1 350 80 310/15. Sidempuan Ext LB Lima Puluh Namurambe Tanjung Marowa Galang Pematang Siantar P.11 Program Listrik Perdesaan Provinsi Sumatera Utara KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.750 770 650 2014 7.1 juta.250 650 600 2012 7.525 1 350 80 290/14.466 Tabel 4.550 2011 7.2 juta. gardu induk USD 189.524.500 1 300 80 260/13.5 20 0.5 juta.2. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 2.

986 1.JTM (kms) .610 3.360 320 1.Tabel 4.PLT Angin (kW) .6 3.PLTS 50 Wp Tersebar .988.PLTS Terpusat 15 kW .3.6 7.PLTD (Unit/kW) Volume 1.6 MVA.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sumatera Barat sekitar 95% dipasok oleh P3B Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kV dalam Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sisanya dipasok pembangkit-pembangkit dalam sistem terisolasi di Pulau Mentawai.12 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Sumatera Utara No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .37% dan rasio desa berlistrik sebesar 100%.2 74. 26 .5 189.3 Provinsi Sumatera Barat 4.1 4.2 187.PLTMH (kW) .110 2010 s.700 4 1.JTR (kms) .250 3.670 31. 1 sistem (Sistem Mentawai) berada dalam kondisi “Siaga” dan 1 sistem lainnya (Sistem Sumbagsel) berada dalam kondisi “Defisit”.017 permintaan atau sebesar 7.400 71.2 1.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .1 39.524.d 2014 Investasi (juta USD) 2. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 6. Dari 2 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Sumatera Barat.9 12.4 1. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Sumatera Barat baru mencapai 69.530 4.3 22.

0 2.649 25.202 6.704. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik.Gambar 4.476 661 1.305 2010 2011 2012 2013 2014 27 . Sumatera Utara.0 5.083 19.70 MW Defisit : -107. dimana pada tahun 2010 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW.053 2.1 11.378 7.733 8.728 664 931 1.419 8.062 2.1 2.05 MW Beban puncak : 0.249 21.0 3.510 3.764 3.306 3. Jambi.529.124 2.70 MW Daya mampu : 1.441 3.3 2.2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.1 10.95 MW Surplus : 1.412 2.783 2.133 3.347 2.460 4.437 23.9 2.332 3.108 4.543 2.305 1. Bengkulu.2 2.19 MW Daya mampu : 2.546 7.743 1. Dengan demikian.535 2.026 8.552 2. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera.13 Neraca Daya Sistem Sumatera URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.831 2.0 4.0 11. Kepulauan Riau.698 3.0 4. Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera.00 MW SISTEM MENTAWAI Kapasitas terpasang : 3.9 11.008 2.897 4. Sumatera Barat.830 7.371 7.935 18.832 2.176 9.318 1.3 Kondisi Kelistrikan Provinsi Sumatera Barat SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGSEL Kapasitas terpasang : 2.147 8.729 643 -460 1.0 4.614 2.297 1.942 8.6 11.756 3.10 MW 4.816 5.70 MW Beban puncak : 1.033 2. Tabel 4.597.3. Riau.

14 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Sumatera Barat Rencana PLTD PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTU PLTM PLTM PLTP MFO Sungai Penuh (sewa) Telun Berasap Mangani Kambahan Tarusan Bayang Fatimah Guntung Sikarban Lubuk Gadang Sinamar Sumpur Gunung Tujuh Sumbar (Sumbar Pesisir) Gumanti Muara Sako Muara Laboh JUMLAH Total Pendek 5 6 MW MW 1.4 4 10 2 8 112 10 2.1% per tahun. sehingga dengan asumsí tersebut permintaan energi listrik diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 7.000 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 3.5 3 6 1.0 MW 507 496 MW MW 28 .5 110 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2014 Keterangan PLN IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP Perpres 71 IPP IPP IPP 2 x 7% 2 x 11.070 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 32.6 1.4.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk tahun diperkirakan rata-rata 0. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 507 MW (sekitar 11 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 1.506 kms  Gardu induk 1. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sumatera Barat.3.1 1.7% per tahun sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 5.4 0.040 kW o Gardu distribusi 1.2% per tahun.780 kms o Jaringan Tegangan Rendah 3.550 kms Tabel 4.850 unit o PLTS terpusat 15 kW 4 unit o PLTMH 2.320 unit (66.

Alung .Maninjau) Teluk Kuantan Incomer (Bangko .16 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Sumatera Barat NO.15 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Sumatera Barat NO.5 COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2014 46 Tabel 4.Tabel 4.Sungai Penuh) Kambang JUMLAH 150 kV TEGANGAN (kV) 275 275 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 266 600 866 42 32 246 50 180 4 52 20 14 640 PROGRESS (%) 5 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DARI Kiliranjao Padang Sidempuan Maninjau Padang Luar Bangko PLTU Sumbar Pesel Bungus Pariaman Kiliranjao PLTP Kerinci PLTP Muara Labuh KE Payakumbuh Payakumbuh JUMLAH 275 kV Padang Luar Payakumbuh Sungai Penuh Bungus Kambang Incomer (L. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Kiliranjao Payakumbuh Padang Luar Padang Panjang Salak Maninjau Padang Luar Payakumbuh Bungus PLTU Sumbar Pesel Sungai Penuh Simpang Empat Maninjau Pariaman Sungai Penuh PLTP Sungai Penuh Kambang Bungus Ext LB Kiliranjao Ext LB PLTP Kerinci Payakumbuh Simpang Haru LOKASI RASIO TRAFO (kV) 275/150 275/150 Jumlah 275/150 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV NEW/EXTENSION IBT / New IBT / New Extension Extension Extension Extension Extension Extension Extension New New Extension Extension Extension Extension New New Extension Extension New Extension Extension KAPASITAS (MVA) 250 500 750 60 30 20 1 LB 2 LB 1 LB 2 LB 2 LB 30 60 30 2 LB 2 LB 2 LB 30 2 LB 1 LB 4 LB 30 30 320 PROGRESS (%) COD 2009 2010 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2013 20 100 100 100 29 .

600 2011 7.040 1.506 1.PLT Angin (kW) .780 3.600 1 500 250/14.070 32.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.500 700 650 2010 2.1 1.000 730 700 2013 7.2 12.550 1 500 250/13.1 158.5 37. gardu induk USD 64.2 64.PLTS Terpusat 15 kW .PLTMH (kW) .327.Tabel 4.500 850 800 4. Tabel 4.500 700 650 2012 7.5 30 .6 77. dibutuhkan investasi sekitar USD 1.d 2014 Investasi (juta USD) 940.JTR (kms) .500 1 500 250/13.3.5 juta.850 4 2.2 juta.JTM (kms) .0 1.PLTD (Unit/kW) Volume 507 1.000 3.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .320 66. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 90 250/12. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 940.1 juta.17 Program Listrik Perdesaan Provinsi Sumatera Barat KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) Pem.2 23.PLTS 50 Wp Tersebar .18 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Sumatera Barat No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .550 2010 s.6 13.327.500 800 750 2014 7.600 1 450 250/12. transmisi USD 158.2 juta dan program EBT USD 165 juta.

70 MW Defisit : -107. Pangaraian) berada dalam kondisi “Siaga” dan 12 sistem lainnya (Sistem Bengkalis. Tembilahan.597. Indrapura dan Psr. Rengat. Rengat. Psr. Kuala Enok.704. 2 sistem (Sistem Siak S. Kerinci.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Riau sebagian besar (63%) dipasok oleh P3B Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kV dalam Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sisanya dipasok pembangkitpembangkit dalam sistem-sistem terisolasi seperti: Sistem Bengkalis.46 MW Daya mampu : 8. Sungai Guntung. dan Bagansiapiapi.70 MW Beban puncak : 1. Kuala Enok. Kerinci. Dari 14 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Riau.63% (termasuk Provinsi Kepulauan Riau).65 MW 31 .70 MW Daya mampu : 1. Siak S. Seberida.529. Pulau Kijang/Kota Baru. Pkl.60 MW Defisit : -0.16 MW Beban puncak : 8. Pangaraian.50 MW Defisit : -1.00 MW SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGSEL Kapasitas terpasang : 2.80 MW Beban puncak : 6.4 Provinsi Riau 4.28 MW Daya mampu : 5. Tembilahan. Pkl.44 MW SISTEM SELAT PANJANG Kapasitas terpasang : 13.222 permintaan atau sebesar 97 MVA. Pulau Kijang/Kota Baru.4. Selat Panjang.4 Kondisi Kelistrikan Provinsi Riau SISTEM BENGKALIS Kapasitas terpasang : 16. Seberida. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 64.80 MW Defisit : -1. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Riau baru mencapai 55.98 MW Daya mampu : 5. Air Molek. Air Molek dan Bagansiapiapi) berada dalam kondisi “Defisit”.4. Gambar 4.Indrapura. Selat Panjang.00 MW SISTEM TEMBILAHAN Kapasitas terpasang : 10. Sungai Guntung.84% (termasuk Provinsi Kepulauan Riau) dan rasio desa berlistrik sebesar 97.85 MW Beban puncak : 7.

378 7.0 2.15 MW SISTEM SIAK S.202 6.832 2.124 2.083 19.033 2.0 3.0 5.649 25. Sumatera Utara.543 2.9 11.33 MW SISTEM AIR MOLEK Kapasitas terpasang : 8.552 2.831 2.062 2.71 MW Beban puncak : 0.01 MW Defisit : -0.0 4.441 3.1 11.44 MW Daya mampu : 2.70 MW Daya mampu : 5.00 MW Beban puncak : 6.3 2.36 MW Surplus : 0.347 2.84 MW Defisit : -0. INDRAPURA Kapasitas terpasang : 4.728 664 931 1.09 MW SISTEM SUNGAI GUNTUNG Kapasitas terpasang : 1. PENGARAIAN Psr.133 3. Kapasitas terpasang : 0.2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.51 MW Beban puncak : 2.053 2.98 MW 34 Defisit : -0.1 2.9 2.535 2. Tabel 4.1 10. Jambi.84 MW Beban puncak : 2.476 661 1.55 MW Beban puncak : 6. Kepulauan Riau.38 MW Beban puncak : 1.412 2.6 11.0 4.729 643 -460 1. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera.33 MW Defisit : -0.52 MW Beban puncak : 0.05 MW Defisit : -0. KERINCI Pkl.99 MW Daya mampu : 0.437 23. Dengan demikian.318 1.50 MW SISTEM RENGAT Kapasitas terpasang : 7.27 MW 4.306 3.4.78 MW Defisit : -0.460 4.20 MW Daya mampu : 0.45 MW Beban puncak : 0.0 4.03 MW Beban puncak : 1.47 MW Daya mampu : 1.783 2.19 Neraca Daya Sistem Sumatera URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.614 2.733 8.0 11.897 4.942 8.756 3.546 7.698 3.816 5.15 MW Defisit : -1.305 2010 2011 2012 2013 2014 32 .830 7.764 3.17 MW SISTEM Psr.85 MW Defisit : -0.147 8.108 4.49 MW Surplus : 0. Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera.176 9. Kapasitas terpasang : 3.50 MW Daya mampu : 0.743 1. Sumatera Barat.305 1. Riau.02 MW SISTEM Pkl.026 8.00 MW Daya mampu : 5.008 2.297 1.510 3.332 3.371 7.419 8.09 MW Beban puncak : 2.249 21. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik.69 MW SISTEM SEBERIDA Kapasitas terpasang : 3.SISTEM BAGANSIAPIAPI Kapasitas terpasang : 9. Bengkulu.34 MW Daya mampu : 2. dimana pada tahun 2010 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW.22 MW Daya mampu : 1.46 MW SISTEM PULAU KIJANG/ KOTA BARU Kapasitas terpasang : 0.2 2.30 MW SISTEM KUALA ENOK Kapasitas terpasang : 2.935 18.20 MW Daya mampu : 1.

sehingga berdasarkan asumsi tersebut permintaan energi listrik diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 7.720 unit (115.380 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 26.98% per tahun sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.000 kW).0 MW 283 267 MW MW 33 . Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Riau.750 kVA) (termasuk Prov. Tabel 4.012 kms  Gardu induk 1.4. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 283 MW (sekitar 16 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 2.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk (termasuk Provinsi Kepulauan Riau) tahun 2008-2027 diperkirakan rata-rata 1. Kepri) o Jaringan Tegangan Rendah 4.4% per tahun. Kepri) o PLTD 40 unit (14.650 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 400 kW o PLT Angin 320 kW o Gardu distribusi 1. Kepri) o Jaringan Tegangan Menengah 4.2% per tahun.490 kms (termasuk Prov.20 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Riau Rencana PLTD PLTD PLTD PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU PLTD HSD Rengat (sewa) HSD Pasir Pangarayan (sewa) MFO Tembilahan (sewa) 1 Riau (Bengkalis) 2 Riau (Selat Panjang) Rengat Riau Tembilahan Riau Selat Panjang JUMLAH Total Pendek 5 5 6 MW MW MW 2 2 2 1 2 1 x x x x x x 10 7 7 100 7 100 5 MW MW MW MW MW MW MW 1% 1% Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2012 2012 2013 2014 Keterangan PLN PLN PLN Perpres 71 Perpres 71 IPP PLN IPP PLN PLN 16.4.360 kms (termasuk Prov.

21 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Riau NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Garuda Sakti Rengat Kulim Garuda Sakti Ext LB Kandis Kulim Pasir Pangarayan Bangkinang Ext LB New Garuda Sakti Garuda Sakti Ext LB KID Dumai Dumai Ext LB Rengat Teluk Kuantan Ext LB Dumai Bagan Batu Perawang Kulim Ext LB Pangkalan Kerinci Pangkalan Kerinci Ext LB Tembilahan Rengat Ext LB Bagan Siapi-api Dumai Ext LB Bangkinang Duri Kulim New Garuda Sakti LOKASI RASIO TRAFO (kV) 275/150 275/150 Jumlah 275/150 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV NEW/EXTENSION IBT / New IBT / New New Extension New Extension New Extension New Extension New Extension New Extension Extension Extension New Extension New Extension New Extension New Extension Extension Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 500 250 750 30 2 LB 10 30 30 2 LB 60 2 LB 30 2 LB 30 3 LB 60 20 30 4 LB 30 2 LB 30 2 LB 30 2 LB 30 60 60 60 630 PROGRESS (%) COD 2010 2014 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2014 34 .5 COD 2010 2014 2009 2010 2010 2010 2011 2012 2012 2012 2012 2012 Tabel 4.Tabel 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Garuda Sakti Rengat Garuda Sakti Bangkinang Garuda Sakti Dumai Teluk Kuantan Dumai Kulim/Pasir Putih Kulim/Pasir Putih Rengat Pangkalan Kerinci DARI KE Payakumbuh Garuda Sakti JUMLAH 275 kV Kulim/Pasir Putih Pasir Pangaraian New Garuda Sakti KID Dumai/New Dumai Rengat Bagan Siapi-api Perawang Pangkalan Kerinci Tembilahan Rengat JUMLAH 150 kV TEGANGAN (kV) 275 275 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 300 440 740 70 220 40 56 194 134 70 134 220 134 1.22 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Riau NO.272 PROGRESS (%) 2.

35 .8 1.9 48.5 Provinsi Kepulauan Riau 4.PLTS 50 Wp Tersebar .9 17. Tanjung Batu.4. Tabel 4.JTM (kms) .750 800 820 9/3.500 320/20.PLT Angin (kW) .250 2 100 2012 6.8 5.750 : Jaringan termasuk Prov.2 2.PLTD (Unit/kW) Cat: jaringan termasuk Prov.4 juta. Tanjung Uban.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.PLTMH (kW) .000 4.000 320/20.750 4. Kepri 4.24 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Riau No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .012 1.750 820 900 10/3.7 juta.750 2013 6.7 3.750 1.9 111.067.d 2014 Investasi (juta USD) 426.650 8 400 320 1.2 18.6 305.300 2 100 360/24.PLTS Terpusat 15 kW .750 940 920 7/2.5.5 juta.720 115. seperti Tanjung Pinang.2 juta dan program EBT USD 210.325 2 100 380/26.Tabel 4.490 40 14.030 4/1.7 26. Ranai (Natuna) dan Dabo Singkep/Daek Lingga.000 1. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 426. Kepri Volume 283 2. Tanjung Balai Karimun.5 125.750 800 820 10/3.JTR (kms) . gardu induk USD 125.275 2 100 340/22.Gardu Distribusi (Unit/kVA) . Belakang Padang.360 4. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) *) 2010 1.2 1. transmisi USD 305.6 juta.380 2010 s.067.500 2011 6.000 2014 6.23 Program Listrik Perdesaan Provinsi Riau KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) Pem. dibutuhkan investasi sekitar USD 1.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan Provinsi Kepulauan Riau terdiri atas beberapa sistem terisolasi.

16 MW SISTEM BELAKANG PADANG Kapasitas terpasang : 1.50 MW SISTEM DABO SINGKEP/ DAEK LINGGA Kapasitas terpasang : 3.91 MW Beban puncak : 4.84% (termasuk Provinsi Riau) dan rasio desa berlistrik sebesar 97.999 permintaan atau sebesar 51. Sumatera Utara.05 MW Surplus : 0.18 MW Daya mampu : 11. Kepulauan Riau. Belakang Padang dan Ranai (Natuna)) dalam kondisi “Siaga” dan 3 sistem lainnya (Sistem Tanjung Pinang. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Kepulauan Riau baru mencapai 55.76 MW Daya mampu : 31. Tanjung Balai Karimun.93 MW Daya mampu : 235. Kapasitas terpasang : 5. Kapasitas terpasang : 5.70 MW Defisit : -5. Jambi.5.50 MW Beban puncak : 16. Tanjung Uban.1 MVA. Tanjung Batu) berada dalam kondisi “Defisit”.75 MW Daya mampu : 2.35 MW Beban puncak : 4. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 19. 4 sistem (Sistem Batam. UBAN Tj. kebutuhan listriknya dipasok oleh PT Batamindo yang memiliki pembangkit sendiri. kelistrikannya dipasok oleh pembangkit PT PLN Batam yang sebagian wilayahnya telah terinterkoneksi dengan jaringan transmisi 150 kV dan untuk industri di kawasan Muka Kuning Industrial Park.46 MW Daya mampu : 2.09 MW 44 Surplus : 0.63% (termasuk Provinsi Riau).18 MW SISTEM Tj.52 MW Daya mampu : 1.30 MW SISTEM BATAM Kapasitas terpasang : 365. 1 sistem (Sistem Dabo Singkep/Daek Lingga) berada dalam kondisi “Normal”. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera.10 MW Surplus : 32. BATU Tj.90 MW SISTEM Tj. dimana pada tahun 2010 kapasitas 36 . BALAI KARIMUN Tj.Khusus untuk Pulau Batam. Kapasitas terpasang : 45. PINANG Tj.40 MW Defisit : -1.00 MW Beban puncak : 202.95 MW Beban puncak : 2.06 MW 4.23 MW Beban puncak : 1.17 MW Surplus : 0.80 MW Defisit : -4.46 MW Daya mampu : 4.20 MW SISTEM Tj.49 MW SISTEM Tj. Gambar 4. Dengan demikian.25 MW Beban puncak : 2. Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera. Kapasitas terpasang : 17. Riau.30 MW Beban puncak : 35.77 MW Surplus : 0. Dari 8 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Kepulauan Riau.2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sumatera Barat.57 MW Daya mampu : 2.5 Kondisi Kelistrikan Provinsi Kepulauan Riau SISTEM RANAI Kapasitas terpasang : 4. Bengkulu.

543 2.371 7.1 11.5.935 18.412 2.756 3.332 3.306 3.733 8.0 4.9 11.0 4.0 2.764 3.147 8.897 4.1 2.2% per tahun.476 661 1.053 2.360 kms (termasuk Prov.831 2.441 3.649 25. Tabel 4.297 1.3 2.033 2.176 9.783 2.0 11.816 5.535 2.4% per tahun.437 23.sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW.008 2.305 1.0 5.1 10.0 4. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kepulauan Riau.552 2. Riau) o Jaringan Tegangan Menengah 4.108 4.083 19.490 kms (termasuk Prov.942 8.9 2.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk (termasuk Provinsi Riau) diperkirakan ratarata 1.133 3.729 643 -460 1.124 2. Riau) o Jaringan Tegangan Rendah 4.743 1.25 Neraca Daya Sistem Sumatera URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.2 2.832 2.614 2.830 7.305 2010 2011 2012 2013 2014 4. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik.728 664 931 1.98% per tahun sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.0 3.750 kVA) (termasuk Prov.378 7.460 4. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:     Pembangkit tenaga listrik sebesar 495 MW (sekitar 90 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010) Transmisi tenaga listrik 165 kms Gardu induk 570 MVA Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 25.062 2.318 1. Riau) 37 .546 7.698 3.6 11.249 21.347 2.202 6.419 8.510 3. sehingga berdasarkan asumsi tersebut permintaan energi listrik diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 7.026 8.720 unit (115.150 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o Gardu distribusi 1.

Uncang Tj. Balai Karimun Dabo Singkep Tj.0 MW 495 405 MW MW Tabel 4. 1 2 3 4 5 Tanjung Kasam Tanjung Sauh Pulau Ngenang Tanjung Taluk Sribintan DARI Tanjung Sauh Pulau Ngenang Tanjung Taluk Sribintan Air Raja JUMLAH KE TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 6 10 12 60 70 158 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2010 2010 2010 Tabel 4. 1 2 1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 13 LOKASI Muka Kuning Nongsa Tanjung Taluk/Lobam Sribintan Air Raja Tanjung Uncang Sei Baloi Sei Baloi Batu Besar Sei Harapan Tanjung Kasam Tanjung Sengkuang Rempang RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION New New New New New New New New New New New New New KAPASITAS (MVA) 30 30 30 30 30 60 60 60 30 60 60 60 30 570 PROGRESS (%) COD 2009 2010 2010 2010 2010 2011 2012 2013 2012 2012 2012 2013 2014 38 .26 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Kepulauan Riau Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTU PLTU PLTU PLTU PLTD PLTU PLTU Batam: PLTGU PLTGU PLTGU PLTMG PLTGU PLTGU PLTU HSD Tanjung Pinang (sewa) HSD Selat Panjang (sewa) HSD Tanjung Balai Karimun (sewa) MFO Ranai (sewa) (relokasi ex Lampung) Removable Tanjung Pinang (sewa) Tj.28 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Kepulauan Riau NO.Tabel 4.27 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Kepulauan Riau NO. Uncang Tj. Kasam JUMLAH Total 22 MW 1 2 2 1 2 x x x x x 20 40 5. Uncang Tj.5 54 40 55 MW MW MW MW MW MW 2010 2011 2011 2011 2012 2013 2014 IPP IPP PLN Batam PLN Batam IPP PLN Batam IPP 90. Pinang Tj. Uncang Tj. Balai Karimun Tj. Balai Karimun Pendek 5 5 5 6 3 30 7 MW MW MW MW MW MW MW 2 x 2 x 2 x 2 x 4 6 6 15 10 MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2012 2012 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN PLN Perpres 71 IPP IPP PLN IPP IPP 2 x 74% Panaran 2 Panaran 1 Tj. Batu Tj.

30 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Kepulauan Riau No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .PLTD (Unit/kW) Volume 495 158 570 25.d 2014 Investasi (juta USD) 655.750 2011 6.325 2 80 4.6 Provinsi Bengkulu 4. dibutuhkan investasi sekitar USD 704.8 juta.5 20.Tabel 4.275 2 80 2013 6.7 juta.3 17.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan Provinsi Bengkulu bersama-sama dengan Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan telah terinterkoneksi dengan baik melalui jaringan transmisi 150 kV yang kesistemannya dikenal dengan Wilayah Kesisteman Sumatera Selatan.PLT Angin (kW) .5 juta.7 4. Manna dan Kaur.300 2 80 2014 6. 39 .6 3.PLTS 50 Wp Tersebar .250 2 80 2012 6. transmisi USD 20.2 30.JTM (kms) .5. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 633. Hampir seluruh kebutuhan listrik (96%) di S2JB dipasok oleh P3B Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kV dalam Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sisanya dipasok oleh pembangkit-pembangkit dalam sistem-sistem terisolasi. Tabel 4.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.Gardu Distribusi (Unit/kVA) . Jambi dan Bengkulu (S2JB).JTR (kms) .29 Program Listrik Perdesaan Provinsi Kepulauan Riau KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLT ANGIN (kW) 2010 1.3 juta dan program EBT USD 20.PLTS Terpusat 15 kW .PLTMH (kW) . gardu induk USD 30. Sistem-sistem terisolasi di Provinsi Bengkulu antara lain: Sistem Muko-Muko.2 juta.6.150 8 Masuk dalam rekap Prov. Riau 2010 s.2 - - 726.

529.26 MW 4.10 MW Beban puncak : 1. 2 sistem (Sistem Muko-Muko dan Kaur) berada dalam kondisi “Normal” dan 2 sistem lainnya (Sistem Sumbagsel dan Manna) berada dalam kondisi “Defisit”. Gambar 4. Bengkulu.12 MW Daya mampu : 2.964 permintaan atau sebesar 16.02 MW Surplus : 1.21%.60 MW Beban puncak : 3.46% dan rasio desa berlistrik sebesar 92. Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera. Sumatera Utara. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera. Dengan demikian. Jambi.Dari 4 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Bengkulu.70 MW Beban puncak : 1.00 MW SISTEM ISOLATED SWASTA (Kaur) Kaur) Kapasitas terpasang : 3. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 13.50 MW Surplus : 0. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik. Sumatera Barat.8 MVA.70 MW Daya mampu : 1.597.70 MW Defisit : -107. Kepulauan Riau.96 MW Defisit : -0. Riau.90 MW Daya mampu : 3. dimana pada tahun 2010 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW. 40 .2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.6.704.70 MW Beban puncak : 1.08 MW SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGSEL Kapasitas terpasang : 2. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Bengkulu baru mencapai 51.6 Kondisi Kelistrikan Provinsi Bengkulu SISTEM MUKO-MUKO MUKOKapasitas terpasang : 3.83 MW Daya mampu : 1.10 MW SISTEM MANNA Kapasitas terpasang : 5.

441 3.0 4.437 23.546 7.7% per tahun.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Wilayah S2JB diperkirakan rata-rata 1.133 3.3 2.733 8.347 2.831 2. berdasarkan asumsi tersebut permintaan energi listrik diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 8.176 9.147 8.1 2.9 11.614 2. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Bengkulu.MW 156 Pendek Jangka Menengah/Panjang 2 4 1 1 2 2 x x x x x x 2 3 55 55 6 9 MW MW MW MW MW MW Progress COD 2011 2011 2013 2014 2014 2014 Keterangan IPP IPP PLN PLN IPP IPP 156 MW MW 41 .202 6.306 3.552 2.1 10.275 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.2% per tahun sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 5.100 kW o Gardu distribusi 1.305 2010 2011 2012 2013 2014 4.0 4.318 1.698 3.0 11.510 3. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 156 MW  Transmisi tenaga listrik 360 kms  Gardu induk 210 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 53.31 Neraca Daya Sistem Sumatera URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.728 664 931 1.053 2.649 25.0 4.9 2.743 1.535 2.729 643 -460 1.124 2.305 1.764 3.920 unit (89.816 5.770 kms Tabel 4.830 7.750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 6.756 3.419 8.897 4.378 7.371 7.033 2.249 21.026 8.32 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Bengkulu Rencana PLTM PLTM PLTP PLTP PLTA PLTA Manna Lebong Hululais Hululais Simpang Aur Simpang Aur JUMLAH Total .476 661 1.6.0 2.332 3.0 5.935 18.297 1.062 2.412 2.008 2.820 kms o Jaringan Tegangan Rendah 5.6 11.2% per tahun.Tabel 4.832 2.083 19.1 11.108 4.460 4.0 3.543 2.783 2.2 2.942 8.

4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.4 juta.750 1.33 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Bengkulu NO.320 2014 12.300 950 2012 12.625 2 250 420/19.8 juta dan program EBT USD 248.750 1. 42 .6. transmisi USD 99. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 100 360/16. dibutuhkan investasi sekitar USD 618.300 950 2010 3.750 1.5 juta.4 juta.400 4.500 2 250 360/16. 1 2 3 4 5 6 DARI Pagar Alam Kambang Pekalongan/Curup PLTP Hulu Lais PLTA Simpang Aur 1 PLTA Simpang Aur 2 KE Manna Mukomuko Pulo Baai Pekalongan Musi PLTA Simpang Aur 1 JUMLAH TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 48 123 45 120 12 12 360 PROGRESS (%) COD 2009 2010 2010 2013 2014 2014 Tabel 4.000 2011 12.600 2 250 400/18.750 1.150 2013 12.550 2 250 380/17.400 1.34 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Bengkulu NO.320 1.35 Program Listrik Perdesaan Provinsi Bengkulu KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) Pem. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 248. 1 2 3 4 5 6 7 8 LOKASI Simpang Tiga Manna Mukomuko Pulo Baai Pekalongan Ext LB Pekalongan PLTP Hulu Lais Simpang Tiga RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION Extension New New New Extension Extension New Extension KAPASITAS (MVA) 60 30 30 30 2 LB 2 LB 2 LB 60 210 PROGRESS (%) 15 COD 2009 2009 2010 2010 2010 2011 2012 2014 Tabel 4.8 juta. gardu induk USD 21.750 1.Tabel 4.500 1.

Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 31.8 19.JTR (kms) . Dari 4 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Jambi.8 37.d 2014 Investasi (juta USD) 248. Jambi dan Bengkulu (S2JB).920 89. 43 .770 2010 s.PLT Angin (kW) .5 4. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jambi baru mencapai 51.0 44.3 618.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan Provinsi Jambi bersama-sama dengan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan telah terinterkoneksi dengan baik melalui jaringan transmisi 150 kV yang kesistemannya dikenal dengan Wilayah Kesisteman Sumatera Selatan.43%. Hampir seluruh kebutuhan listrik (96%) di S2JB dipasok oleh P3B Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kV dalam Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sisanya dipasok oleh pembangkit-pembangkit dalam sistem-sistem terisolasi.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .36 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Bengkulu No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .PLTD (Unit/kW) Volume 156 360 210 53.8 138.371 permintaan atau sebesar 92.PLTS 50 Wp Tersebar .PLTMH (kW) .7 Provinsi Jambi 4.4 99. Sistem-sistem terisolasi di Provinsi Jambi antara lain: Sistem Muara Sabak. 2 sistem (Sistem Tanjung Jabung Timur dan Sarolangun) berada dalam kondisi “Siaga” dan 2 sistem lainnya (Sistem Sumbagsel dan Muara Sabak) berada dalam kondisi “Defisit”.3 3. Tanjung Jabung Timur dan Sarolangun.8 21.3 MVA.PLTS Terpusat 15 kW .JTM (kms) .2 5.820 5.7.750 6.41% dan rasio desa berlistrik sebesar 99.275 8 1.100 1.Tabel 4.

729 643 -460 1.614 2.347 2.176 9.9 2.1 11.0 4.124 2.552 2.0 2. Sumatera Barat.033 2.053 2.7 Kondisi Kelistrikan Provinsi Jambi SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGSEL Kapasitas terpasang : 2.40 MW Daya mampu : 0.510 3. Kepulauan Riau.70 MW Daya mampu : 1.649 25.733 8.897 4.816 5.942 8.441 3.133 3. Riau.38 MW Beban puncak : 0.37 Neraca Daya Sistem Sumatera URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.10 MW SISTEM SAROLANGUN Kapasitas terpasang : 3.756 3.1 10.529. Tabel 4.083 19.412 2.008 2.026 8.704.743 1.0 4.332 3.318 1.419 8.306 3.00 MW Surplus : 0.0 5. Jambi.108 4.10 MW Beban puncak : 6.Gambar 4.437 23.935 18.147 8.202 6.1 2.305 1.70 MW Defisit : -107.04 MW SISTEM ISOLATED SWASTA (Tanjung Jabung Timur) Timur) Kapasitas terpasang : 7.0 11.476 661 1.0 3.40 MW Beban puncak : 2.6 11.535 2.764 3. Sumatera Utara.597. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera.42 MW Defisit : -0.831 2. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik.305 2010 2011 2012 2013 2014 44 .297 1.13 MW Surplus : 0.70 MW Beban puncak : 1.378 7.2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.7.371 7.27 MW 4.249 21.062 2.0 4.543 2.832 2. Dengan demikian. dimana pada tahun 2010 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW.00 MW Daya mampu : 2.9 11.830 7.3 2.20 MW Daya mampu : 6. Bengkulu. Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera.783 2.460 4.728 664 931 1.546 7.698 3.00 MW SISTEM MUARA SABAK Kapasitas terpasang : 0.2 2.

berdasarkan asumsi tersebut permintaan energi listrik diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 8.150 kW o Gardu distribusi 1.265 kms  Gardu induk 900 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 53. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jambi.4.820 unit (84.375 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.00% 1 x 1 x 14.0 MW 124 55 55 MW MW COD Des 2009 2013 2014 Keterangan IPP PLN PLN Pendek 7 MW 110 MW MW Tabel 4. 1 2 3 4 5 Betung Aur Duri Sarolangun Betung PLTP Sungai Penuh DARI Aur Duri Rengat JUMLAH 275 kV Bangko Aur Duri Sungai Penuh JUMLAH 150 kV KE TEGANGAN (kV) 275 275 150 150 150 PANJANG (kms) 380 420 800 65 380 20 465 PROGRESS (%) COD 2014 2014 2010 2011 2011 66 45 .38 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Jambi Rencana PLTU PLTP PLTP Sarolangun Sungai Penuh Sungai Penuh JUMLAH Total 2 x Jangka Menengah/Panjang Progress 10.7. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 124 MW (sekitar 14 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 1.410 kms.710 kms o Jaringan Tegangan Rendah 7.7% per tahun.2% per tahun sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 5.750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 5.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Wilayah S2JB diperkirakan rata-rata 1.2% per tahun.39 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Jambi NO. Tabel 4.

2 740.PLTS 50 Wp Tersebar .4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.100 1.40 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Jambi NO.4 juta.550 4.360 1.750 5. transmisi USD 221.Gardu Distribusi (Unit/kVA) . dibutuhkan investasi sekitar USD 740.1 37.450 2010 3.3 3.PLTMH (kW) .41 Program Listrik Perdesaan Provinsi Jambi KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) Pem.4 221.2 juta.820 84.750 1.1 juta dan program EBT USD 248.PLTS Terpusat 15 kW . Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 100 340/15.375 8 1.150 1.42 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Jambi No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .2 46 .000 1.750 1.050 2011 12.410 2010 s.d 2014 Investasi (juta USD) 194. Tabel 4.2 6.PLTD (Unit/kW) Volume 124 1.265 900 53.PLT Angin (kW) .JTM (kms) . dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 194. gardu induk USD 75.750 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bangko Muara Bungo Aur Duri Aur Duri Sarolangun Bangko Ext LB Aur Duri Ext LB Payo Selincah Muara Bungo LOKASI RASIO TRAFO (kV) 275/150 275/150 275/150 Jumlah 275/150 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV NEW/EXTENSION IBT / New IBT / New IBT / New Extension New Extension Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 250 250 250 750 30 30 1 LB 2 LB 60 30 150 PROGRESS (%) COD 2009 2009 2014 2009 2010 2010 2011 2013 2013 Tabel 4.650 2 300 400/18.450 2012 12.Tabel 4.9 juta.JTR (kms) .000 1.8 98.600 2 250 380/17.8 juta.500 2014 12.575 2 250 360/16.460 2013 12.750 1.500 2 250 340/15.750 1.250 1.1 19.710 7.8 75.3 84.7.

40%. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 54. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera. Jambi.70 MW Beban puncak : 1.845 permintaan atau sebesar 62.8 Provinsi Sumatera Selatan 4. Sistem Sumbagsel berada dalam kondisi “Defisit” Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Sumatera Selatan baru mencapai 50.00 MW 4.70 MW Daya mampu : 1.8 Kondisi Kelistrikan Provinsi Sumatera Selatan SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGSEL Kapasitas terpasang : 2. Gambar 4.8. Riau.70 MW Defisit : -107.2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.529.4. Sumatera Barat. Jambi dan Bengkulu (S2JB).704. dimana pada tahun 2010 kapasitas 47 .30% dan rasio desa berlistrik sebesar 96.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan Provinsi Sumatera Selatan bersama-sama dengan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Jambi telah terinterkoneksi dengan baik melalui jaringan transmisi 150 kV yang kesistemannya dikenal dengan Wilayah Kesisteman Sumatera Selatan. Dengan demikian.597. Hampir seluruh kebutuhan listrik (96%) di S2JB dipasok oleh P3B Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kV dalam Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sisanya dipasok oleh pembangkit-pembangkit dalam sistem-sistem terisolasi. Kepulauan Riau. Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera.8.3 MVA. Bengkulu. Sumatera Utara.

0 5.8.698 3.5 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 713 kms  Gardu induk 2.830 7.008 2. 48 .305 2010 2011 2012 2013 2014 4.249 21.147 8. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sumatera Selatan.816 5.202 6.729 643 -460 1.100 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 54.546 7.053 2.649 25.310 kms o Jaringan Tegangan Rendah 8.897 4.0 4.033 2.764 3.1 10.sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW.026 8.474 MW (sekitar 139.347 2.371 7.083 19.9 2.460 4.43 Neraca Daya Sistem Sumatera URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.756 3.419 8.733 8.535 2.150 kW o Gardu distribusi 2.935 18.728 664 931 1.743 1.614 2.330 kms.831 2.543 2.9 11.942 8.297 1.2 2.176 9.0 4.0 3.108 4.2% per tahun.3 2.1 2.300 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.832 2.062 2. berdasarkan asumsi tersebut permintaan energi listrik diperkirakan tumbuh rata-rata sebesar 8.0 11.2% per tahun sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 5.412 2.1 11.437 23.305 1.318 1.510 3.124 2.306 3.476 661 1.783 2. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 1. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik.0 2.7% per tahun.378 7.133 3.6 11.441 3.552 2.120 unit (99.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Wilayah S2JB diperkirakan rata-rata 1.750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 8. Tabel 4.0 4.332 3.

Lencir) Tanjung Api api Lahat Betung Talang Kelapa Mariana Jaka Baring PLTP Lumut Balai PLTP Lumut Balai PLTU Sumsel-4 (S.00% 50.00% - 10.Belimbing .Mariana) Lahat PLTP Rantau Dadap Lahat Incomer (PLTU S.334 MW MW Tabel 4.5 30 -100 2 x 55 2 x 112.5 MW 1.2 (Keban Agung) Banjarsari Lumut Balai Rantau Dadap Sumsel 2 Mulut Tambang JUMLAH Total Pendek 20 MW 100 MW 19.5 86 2 x 6 2 x 7 2 x 113. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 LOKASI Lahat Lubuk Linggau Betung PLTU Sumsel-5 (Bayung Lencir) Borang Betung Gumawang Tanjung Api-api Borang Ext LB RASIO TRAFO (kV) 275/150 275/150 275/150 275/150 Jumlah 275/150 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 NEW/EXTENSION IBT / New IBT / New IBT / New IBT / New Extension Extension Extension New Extension KAPASITAS (MVA) 500 250 500 250 1.Tabel 4. ST Cycle Keramasan (sewa) Lumut Balai Sumsel .500 30 30 30 30 2 LB PROGRESS (%) COD 2009 2009 2014 2014 100 100 2009 2009 2009 2009 2009 49 .46 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Sumatera Selatan NO.44 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Sumatera Selatan Rencana PLTG PLTG PLTG PLTGU PLTU PLTU PLTU PLTGU PLTG PLTP PLTU PLTU PLTP PLTP PLTU Talang Dukuh Keramasan (sewa) Borang Keramasan Talang Duku Musi Rawas Simpang Belimbing Gunung Megang.5 200 2 x 55 2 x 110 200 139. Belimbing) PLTU Sumsel-1 (Banjarsari) Baturaja PLTU Sumsel-2 (Baturaja) Lubuk Linggau KE Incomer 2 PI JUMLAH 275 kV Borang Pagar Alam Sekayu Betung Kayu Agung Incomer ( Keramasan .Lahat) Muara Dua Baturaja Muara Rupit JUMLAH 150 kV TEGANGAN (kV) 275 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 2 2 70 47 35 55 45 1 50 50 190 1 62 40 65 711 PROGRESS (%) COD 2014 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2013 2014 2011 2011 2012 2012 2013 Tabel 4.45 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Sumatera Selatan NO.00% 1.474 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress COD Des 2009 2009 2010 2011 2011 2011 2011 2012 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN IPP IPP IPP IPP PLN IPP IPP IPP IPP IPP IPP 50. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 DARI PLTU Sumsel-5 (B.

600 2010 2.610 1600 2013 12.NO.750 1.900 1.900 2011 13.000 2 350 400/18.680 2014 12.2 juta.1 Lahat PLTU Baturaja Baturaja Ext LB Gumawang Ext LB Sungai Lilin Talang Kelapa Pagar Alam Muara Rupit Lubuk Linggau Ext LB Baturaja Bukit Siguntang RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV 70/20 Jumlah 70/20 kV NEW/EXTENSION Extension Extension Extension Extension New New Extension New Extension Extension Extension New Extension New Extension Extension New New New Extension Extension New Extension New Extension Extension New Extension Extension New Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 3 LB 1 LB 2 LB 60 30 30 1 LB 30 1 LB 1 LB 2 LB 4 LB 30 30 30 2 LB 2 LB 4 LB 2 LB 1 LB 2 LB 2 LB 2 LB 2 LB 2 LB 1 LB 30 60 30 30 1 LB 60 570 30 30 PROGRESS (%) COD 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2014 2009 100 Tabel 4.800 2 350 440/20.1 juta.750 1.500 1.750 2 350 420/19.4 juta.750 1. transmisi USD 117.750 1.800 1.8. gardu induk USD 144.850 2 350 460/21. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 2.600 2012 12. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 100 400/18. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 LOKASI Pagar Alam Ext LB Lahat Ext LB Gunung Megang Prabumulih Jakabaring Kayu Agung Gumawang Ext LB Sekayu Betung Ext LB Kambang Ext LB Betung Ext LB PLTU Sumsel-1 Lahat Muara Dua PLTU Sumsel-1 Lahat Ext LB PLTU Sp Belimbing PLTU Banjarsari PLTP Lumut Balai Baturaja Ext LB Betung PLTU New Sumsel .924.405.47 Program Listrik Perdesaan Provinsi Sumatera Selatan KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) Pem.850 4.500 1.6 juta. dibutuhkan investasi sekitar USD 2.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut. 50 .9 juta dan program EBT USD 256.750 1.

Belitung. Mentok.2 117.PLTMH (kW) .69%.120 99.88% dan rasio desa berlistrik sebesar 99.48 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Sumatera Selatan No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan . Koba.9 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 4.750 8. yaitu Sistem Bangka.405. Toboali.9 38.474 713 2.d 2014 Investasi (juta USD) 2. Seliu. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru mencapai 72.Tabel 4.JTR (kms) . 7 sistem (Sistem Belitung. Padang dan Nasik.300 8 1. 51 .PLTS Terpusat 15 kW .0 20.924.4 2.2 111.JTM (kms) . Toboali.PLTD (Unit/kW) Volume 1.6 144. Dari 8 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.0 3.1 4. Padang.9.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri atas beberapa sistem terisolasi.2 8.PLTS 50 Wp Tersebar .Gardu Distribusi (Unit/kVA) .PLT Angin (kW) .500 2. Nasik.7 75.330 2010 s.310 8.100 54. Mentok dan Koba) berada dalam kondisi “Siaga” dan 1 sistem lainnya (Sistem Merawang/Bangka) berada dalam kondisi “Defisit”.

59 MW Daya mampu : 2.0 11.09 MW SISTEM PADANG Kapasitas terpasang : 7.4 92 183 60 151 52 .7 78 110 63 95 2012 294 35 35 35 400 5.05 MW Surplus : 0.0 11.34 MW Beban puncak : 2.7 2.49 Neraca Daya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 266 34 27 31 358 7.25 MW Daya mampu : 0.3 9.25 MW Surplus : 0.9.Gambar 4. Tabel 4.54 MW Daya mampu : 3.7 9.40 MW Beban puncak : 3.40 MW Surplus : 0.08 MW SISTEM TOBOALI Kapasitas terpasang : 5.5 87 164 24 101 2014 326 37 46 39 449 5.6 2.63 MW Defisit : -11.70 MW Beban puncak : 49.2 Neraca Daya Neraca daya Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2010 memberikan cadangan daya yang cukup hingga tahun 2014.9 9.93 MW SISTEM KOBA Kapasitas terpasang : 4.0 11.20 MW Beban puncak : 18.20 MW Beban puncak : 0.15 MW Surplus : 0.8 74 47 64 37 2011 280 35 31 33 378 5.74 MW Daya mampu : 4.78 MW Surplus : 0.41 MW Beban puncak : 3.78 MW Daya mampu : 4.80 MW SISTEM NASIK Kapasitas terpasang : 0.26 MW SISTEM SELIU Kapasitas terpasang : 0.09 MW Daya mampu : 37.21 MW SISTEM MENTOK Kapasitas terpasang : 7.9 9.04 MW 4.9 Kondisi Kelistrikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung SISTEM MERAWANG (BANGKA) Kapasitas terpasang : 57.8 2.5 2.09 MW Beban puncak : 0.0 11.4 2.8 9.6 82 169 0 87 2013 310 36 41 37 424 5.06 MW SISTEM BELITUNG Kapasitas terpasang : 37.12 MW Surplus : 0.15 MW Daya mampu : 0.0 11.20 MW Daya mampu : 24.20 MW Beban puncak : 3.99 MW Surplus : 5.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.5% per tahun.9.4.50 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rencana PLTU PLTD PLTD PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU Cangkang-Belitung HSD Pangkal Pinang (sewa) HSD Toboali (sewa) 3 Babel (Air Anyer) Cangkang-Belitung Cangkang-Bangka 3 Babel (Air Anyer) 4 Babel (Belitung) New Bangka 3 Bangka (Kemitraan) Bangka JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2013 2013 2014 Keterangan IPP PLN PLN Perpres 71 IPP IPP Perpres 71 Perpres 71 IPP IPP IPP Pendek 7 10 5 30 7 5 MW MW MW MW MW MW 48% 2 x 2 x 64.140 unit (62.250 kW) Tabel 4.650 unit o PLTS terpusat 15 kW 5 unit o PLT Angin 320 kW o Gardu distribusi 1.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diperkirakan rata-rata 1% per tahun dan pertumbuhan ekonomi rata-rata 7.840 kms o PLTD 13 unit (3. sehingga berdasarkan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 5.0 MW 211 30 16.620 kms o Jaringan Tegangan Rendah 3. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 211 MW (sekitar 64 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 606 kms  Gardu induk 210 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 32.000 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 3.5 14 10 30 MW MW MW MW MW 48% 7% 147 MW MW 53 .8% per tahun.

gardu induk USD 7.500 700 650 1/250 2010 1. 1 2 3 4 5 Air Anyir Air Anyir Pangkal Pinang Pangkal Pinang Suge DARI KE Pangkal Pinang Sungai Liat Kelapa Air Gegas JUMLAH 150 kV Tanjung Pandan/Dukong JUMLAH 70 kV TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 70 PANJANG (kms) 44 112 200 200 556 50 50 PROGRESS (%) 67. 1 2 3 4 5 6 7 8 PLTU Air Anyer Pangkal Pinang Sungai Liat Kelapa Air Gegas Pangkal Pinang PLTU Suge Tanjung Pandan LOKASI RASIO TRAFO (kV) Pembangkit 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION New New New New New Extension New New KAPASITAS (MVA) 2 LB 60 30 30 30 30 2 LB 30 210 PROGRESS (%) COD 2009 2009 2009 2010 2010 2012 2009 2009 Tabel 4.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 210/11.850 1 80 240/13.9.7 juta.000 2013 7.5 COD 2009 2009 2010 2010 2009 Tabel 4.000 700 740 4/1.Tabel 4.5 juta dan program EBT USD 144.5 juta.5 juta.750 1 80 210/11.51 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung NO. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 384.500 2 80 260/14.800 1 80 220/12.52 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung NO. dibutuhkan investasi sekitar USD 555.500 650 700 6/1.000 750 860 2/500 2014 7.8 juta. transmisi USD 18. 54 .53 Program Listrik Perdesaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLT Angin(kW) Pem.500 2012 7.000 820 890 4.750 2011 7.

Tabel 4.54 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan - PLTS 50 Wp Tersebar - PLTS Terpusat 15 kW - PLTMH (kW) - PLT Angin (kW) - Gardu Distribusi (Unit/kVA) - JTM (kms) - JTR (kms) - PLTD (Unit/kW) Volume 211 606 210 32.650 5 320 1.140 62.000 3.620 3.840 13 3.250 2010 s.d 2014 Investasi (juta USD) 384,7 18,5 7,5 22,8 0,2 1,9 11,3 75,7 30,9 1,9 555,5

4.10 Provinsi Lampung 4.10.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik Provinsi Lampung hampir seluruh (99%) dipasok oleh P3B Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kV dalam Sistem Interkoneksi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan sisanya dipasok pembangkit terisolasi yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung seperti: Sistem Bengkunat, Simpang Pematang, Pulau Sabesi, Krui, Pugung Tampak dan Wiralaga Dari 7 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Lampung, 4 sistem (Sistem Bengkunat, Pulau Sabesi, Pugung Tampak dan Wiralaga) berada dalam kondisi “Siaga” dan 3 sistem lainnya (Sistem Sumbagsel, Krui dan Simpang Pematang) berada dalam kondisi “Defisit”. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Lampung baru mencapai 48,82% dan rasio desa berlistrik sebesar 100%. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 76.025 permintaan atau sebesar 88,3 MVA.

55

Gambar 4.10 Kondisi Kelistrikan Provinsi Lampung

SISTEM WIRALAGA Kapasitas terpasang : 0,98 MW Daya mampu : 0,37 MW Beban puncak : 0,29 MW Surplus : 0,08 MW SISTEM PUGUNG TAMPAK Kapasitas terpasang : 0,57 MW Daya mampu : 0,34 MW Beban puncak : 0,33 MW Surplus : 0,01 MW SISTEM KRUI Daya mampu : 2,04 MW Beban puncak : 2,20 MW Defisit : -0,16 MW SISTEM BENGKUNAT Kapasitas terpasang : 0,24 MW Daya mampu : 0,16 MW Beban puncak : 0,13 MW Surplus : 0,03 MW SISTEM SIMPANG PEMATANG Daya mampu Beban puncak Defisit : 0,16 MW : 0,25 MW : -0,09 MW

SISTEM INTERKONEKSI SUMBAGSEL Kapasitas terpasang : 2.529,70 MW Daya mampu : 1.597,70 MW Beban puncak : 1.704,70 MW Defisit : -107,00 MW SISTEM PULAU SABESI Kapasitas terpasang : 0,090 MW Daya mampu : 0,075 MW Beban puncak : 0,049 MW Surplus : 0,026 MW

4.10.2 Neraca Daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV yang dikenal dengan nama Sistem Sumatera. Dengan demikian, neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sumatera, dimana pada tahun 2010 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit sebesar 460 MW. Adapun pada tahun-tahun selanjutnya kondisi Sistem Sumatera berada pada kondisi baik. Tabel 4.55 Neraca Daya Sistem Sumatera
URAIAN Kebutuhan Aceh Sumatera Utara Riau Sumbar S2JB Lampung Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH GWH GWH % % % MW MW MW MW 1.378 7.008 2.412 2.332 3.305 1.935 18.371 7,6 11,3 2,0 3.832 2.729 643 -460 1.546 7.543 2.614 2.510 3.535 2.083 19.830 7,9 11,2 2,0 4.133 3.318 1.476 661 1.733 8.124 2.831 2.698 3.783 2.249 21.419 8,0 11,1 2,0 4.460 4.728 664 931 1.942 8.756 3.062 2.897 4.053 2.437 23.147 8,1 11,0 2,0 4.816 5.297 1.552 2.033 2.176 9.441 3.306 3.108 4.347 2.649 25.026 8,1 10,9 2,0 5.202 6.743 1.764 3.305 2010 2011 2012 2013 2014

56

4.10.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk diperkirakan sebesar 0,9% per tahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2% per tahun, sehingga dengan asumsi tersebut permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 10,3% per tahun. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Lampung, telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 664 MW  Transmisi tenaga listrik 1.056 kms  Gardu induk 650 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 57.500 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.650 kW o Gardu distribusi 1.540 unit (78.250 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 7.000 kms o Jaringan Tegangan Rendah 6.290 kms. Tabel 4.56 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Lampung
Rencana PLTP PLTU PLTU PLTU PLTP PLTP PLTP PLTP PLTP Ulubelu #1 Lampung (Tarahan) Kalianda Lampung Tengah Ulubelu #2 Rajabasa Ulubelu #3 Rajabasa Ulubelu #4 JUMLAH Total Pendek Jangka Menengah/Panjang 1 2 2 2 1 1 1 1 1 x x x x x x x x x 55 100 6 6 55 110 55 110 55 MW MW MW MW MW MW MW MW MW Progress COD 2011 2011 2011 2011 2012 2013 2013 2014 2014 Keterangan PLN Perpres 71 IPP IPP PLN IPP IPP IPP IPP

34%

664 MW 664 MW

57

056 PROGRESS (%) 96.38 58 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 DARI Sribawono Bukit Kemuning PLTU Tarahan Baru Pagelaran Liwa Gumawang PLTP Ulu Belu Menggala Natar PLTP Rajabasa PLTP Ulubelu 3 dan 4 Teluk Betung Kalianda PLTP Wai Ratai KE Seputih Banyak Kotabumi (Uprating dari 1 x 240 mm2) Incomer (New Tarahan .57 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Lampung NO.Besai) Menggala pi Incomer (Pagelaran-Batutegi) Seputih Banyak Gedong Tataan Kalianda PLTP Ulubelu 1 dan 2 Teluk Ratai Bakauheni Teluk Ratai JUMLAH TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 140 74 1 80 200 91 40 120 60 40 20 60 90 40 1.58 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Lampung NO.25 100 100 100 83.Tabel 4.Kemuning .Kalianda) Kota Agung Incomer (B. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 LOKASI Teluk Betung Sutami Seputih Banyak Sribawono Ext LB Adijaya PLTU Tarahan Baru (Perpres) Kotabumi Kota Agung Pagelaran Ext LB Liwa Menggala Adijaya Ulu Belu Seputih Banyak New Tarahan Gedong Tataan Natar Ext LB Kalianda PLTP Rajabasa Bukit Kemuning Metro Tegineneng Teluk Ratai Teluk Betung Ext LB Menggala Sukarame Bakauheni / Ketapang Kalianda Teluk Ratai PLTP Wai Ratai RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Pembangkit Jumlah NEW/EXTENSION Extension Extension New Extension Extension New Extension New Extension New Extension Extension New Extension Extension New Extension Extension New Extension Extension Extension New Extension Extension Extension New Extension Extension New KAPASITAS (MVA) 60 30 60 2 LB 2 LB 4 LB 60 30 2 LB 30 3 LB 30 20 2 LB 60 30 2 LB 2 LB 2 LB 30 30 60 30 2 LB 30 30 30 2 LB 2 LB 2 LB 650 PROGRESS (%) COD 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 97.75 Tabel 4.2 5 COD 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2011 2012 2012 2013 2013 2013 2014 2014 100 51.

342.5 59 .500 8 1.150 100 2010 3. dibutuhkan investasi sekitar USD 1.2 3.8 1.PLTMH (kW) .570 1.250 1.320 2014 13.PLTS Terpusat 15 kW .250 1.JTM (kms) .300 1.500 2 350 80 290/14.5 juta.750 1.250 1.650 320 1.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .d 2014 Investasi (juta USD) 1.600 2 400 80 320/16.4 juta.250 7.550 2 400 80 300/15.000 6.250 2013 13.9 21.4 juta.1 juta.342.JTR (kms) .350 1.1 47.Tabel 4.1 52.10.59 Program Listrik Perdesaan Provinsi Lampung KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.60 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Lampung No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .540 78.773.6 juta dan program EBT USD 267.750 1. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 290/14.150 2012 13.420 4.6 40.056 650 57.650 2 400 80 340/7.PLTS 50 Wp Tersebar .773.3 144.PLT Angin (kW) . dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 1.480 1.4 111. Tabel 4. gardu induk USD 52.290 2010 s.2 8.200 2011 13.9 1. transmisi USD 111.PLTD (Unit/kW) Volume 664 1.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.300 1.

neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.340 permintaan atau sebesar 304.2 Neraca Daya Provinsi DKI Jakarta. Pasokan utama untuk kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Provinsi Banten selain dari sistem transmisi 500 kV dan 150 kV adalah PLTU Suralaya.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan di Provinsi Provinsi Banten adalah merupakan bagian dari sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali. dan Bali sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV dan 500 kV yang dikenal dengan nama Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.Pemadaman di Region Jakarta & Banten: 159 MW . PLTU/PLTGU Muara Tawar.4. sedangkan pada tahun 2012.234 MW Surplus : 219 MW Keterangan: . Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Banten mencapai 63. dimana pada tahun 2010 dan 2011 sistem berada pada kondisi baik. Jawa Barat.90% dan rasio desa berlistrik sebesar 99.9 MVA.679 MW Daya mampu : 17. Jawa Timur. Banten.33%.11.453 MW Beban puncak : 17. 2013 dan 2014 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit. Yogyakarta. DI.11 Kondisi Kelistrikan Provinsi Banten SISTEM INTERKONEKSI JAMALI Kapasitas terpasang : 22. Gambar 4. Dengan demikian.11 Provinsi Banten 4. Jawa Tengah.Pemadaman di Region Jawa Barat: 51 MW 4. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 40.11. 60 .

900 27.1% per tahun.0 13.640 unit (80.804 2.3 4.3 23.687 4.890 kms o Jaringan Tegangan Rendah 4.257 4.858 3.  Gardu induk 15.926 31. 61 .337 146.0 12.129 9.9 4.615 47.084 19.856 9.463 68.882 -11.491 9.  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 39. sehingga dengan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 10.2 4.257 9.345 38. o PLTMH 307 kW.471 9.484 133.2 25.018 193.244 MVA (termasuk Provinsi DKI Jakarta).0% per tahun.61 Neraca Daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali Uraian Kebutuhan Rumah tangga Publik Komersial Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 53.824 53.360 kms.225 unit.383 -2.951 55.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Jawa Madura Bali diperkirakan 1% per tahun dan pertumbuhan PDRB untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.0 4.1 27.101 175.Tabel 4.484 4.4 9.0 30.964 11. o PLTS terpusat 15 kW 8 unit.814 12.081 51.778 7.188 16.0 13.3 9.689 49.710 kms (termasuk Provinsi DKI Jakarta).208 160.000 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 4.240 26.830 86. o Gardu distribusi 1.219 5.280 MW (sekitar 925 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010).624 21.8 8.619 2010 2011 2012 2013 2014 4.0 13.958 9.0 13.5 9.9 33. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 2.11.311 484 60.630 -8.980 24.264 18.1 4.7 9.565 8. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Banten.070 34.383 76.  Transmisi tenaga listrik 1.

(Lautan-Citra) Inc (Mkrang-Dksbi) Inc.62 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Banten Rencana PLTU PLTU PLTU PLTU PLTP 2 Banten (Labuan) 2 Banten (Labuan) 1 Banten (Suralaya) 3 Banten (Teluk Naga/Lontar) Rawa Dano JUMLAH Total Pendek 300 MW 300 MW 625 MW 3 x 1 x 1.52 100 100 100 79. (Blrja-Citra) Cibinong Cibinong Serpong Bintaro Semanggi Timur (Box) Manggarai Kemang Senayan Inc. (Blrja-Gndul) JUMLAH 500 kV Balaraja Petukangan Duren Tiga Inc. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 DARI Balaraja Suralaya New Balaraja Durikosambi (GIS) Balaraja Lengkong Balaraja New Durikosambi Taman Rasuna/Pancoran (GIS) Curug/Lippo Karawaci Labuan PLTU Labuan PLTU Menes II Saketi II Senayan Baru Angke Gandul Cawang New Tangerang Gandul Cikupa Kelapa Gading Pondok Indah (UGC) Bogor Baru Cibinong Antasari/CSW II/Kenvil Lautan Stell Gandaria 150 Gandaria 150 (GIS) Lengkong Bintaro II Semanggi Barat (Box) Gedung Pola Duren Tiga New Senayan Tanah Tinggi (GIS) Jatiwaringin Rangkasbitung II Kedung Badak II Ciawi Baru Muaratawar Bogor baru Malingping Mangga Besar II/G. (Gmblm-Plmas) Inc.(Slya-Gdl) Suralaya Old Suralaya Baru Kembangan Kembangan Inc.Tabel 4. (Cldug-Ckupa) Saketi II Menes II Asahimas Rangkasbitung II Kembangan Ancol Serpong Duren Tiga Cengkareng Petukangan Balaraja Incomer (Pgsan-Plpng) Gandul Sentul Sentul (Drtga/Kemang-Kenvil) Inc.0 MW 2.63 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Region Banten dan DKI Jakarta NO. (Kdspi-Bekasi) Angke TEGANGAN (kV) 500 500 500 500 500 500 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 2 3 80 6 80 2 173 20 52 9 4 46 20 110 59 22 10 40 10 14 28 23 2 14 20 18 10 4 24 24 40 14 1 4 6 6 4 24 34 46 52 40 91 80 16 6 10 10 11 PROGRESS (%) 96. (Bkasi-Kdsapi) Cianjur Saketi II Kemayoran Inc.Sahari Millenium Muarakarang II/Kapuk Cakung TownShip Muarakarang KE Inc.225.280 315 MW 110 MW Jangka Menengah/Panjang Progress 99% 99% 88% 60% COD 2009 2010 2010 2011 2014 Keterangan Perpres 71 Perpres 71 Perpres 71 Perpres 71 IPP 1 x 1.055 MW MW Tabel 4.62 62 .35 73.2 100 COD 2009 2010 2011 2012 2012 2013 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 100 51. (Pdklp-Jtngn) Kopo Depok III Cibadak Baru II Inc.

537 PROGRESS (%) COD 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 Tabel 4.74 45 . (Priok-Plpng) Karet Depok III Inc (Bkasi-Ksbru) Kedung Badak Inc. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 LOKASI Gandul Balaraja Kembangan Cawang Gandul Cilegon Muaratawar Balaraja Depok III/Rawadenok Cawang (GIS) Durikosambi Kembangan Lengkong Karet Lama Plumpang Teluk Naga Senayan Baru (GIS) Muarakarang Balaraja New Citrahabitat Pasar Kemis Curug/Lippo Karawaci Gandul Kemayoran Lengkong Taman Rasuna Said (GIS) Puncak Ardi Mulya RASIO TRAFO (kV) 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 JUMLAH 500/150 kV 150/70 JUMLAH 150/70 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 KAPASITAS (MVA) 500 500 166 166 166 166 500 500 500 500 1.(Dksbi-Mkrng) Inc. (Menes .164 100 100 60 60 120 60 60 60 60 60 60 60 60 120 60 PROGRESS (%) COD 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2010 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 63 65.(Mpang_Karetlm) Cileungsi II Cibinong Asahimas Bogor Baru Cianjur Inc.07 99. (Cmgis-Depok III) Ubrug 150 Kedung Badak Cilegon Baru Lengkong Bintaro Serpong Inc. (Cbdru-Jbstn) Pelabuhan Ratu Inc. 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 DARI Semanggi Barat (Box) Durikosambi II/Daanmogot Semanggi Barat (GIS) Jatirangon II/Cibubur Cileungsi II/Jonggol Asahimas II Bogor II Lembursitu Baru Cimanggis II/Kota Kembang Pelabuhan Ratu II Bogor Kota (IPB) Cilegon Baru II Lengkong New Petukangan Bintaro Cibadak Baru II Bayah Ciledug II/Alam sutra Kemayoran II Karet New Depok II (GIS) Bekasi II Kracak Baru PLTP Rawa Dano KE Karet Inc.Asahimas) JUMLAH 150 kV TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 8 4 5 10 30 10 10 64 10 50 10 10 10 18 18 20 70 10 10 10 12 10 20 30 1.(Cldug-Cikupa) Inc.000 500 5.64 Rencana Pengembangan Gardu Induk Region Banten dan DKI Jakarta NO.NO.

99 100 100 100 100 20 0 0 86 15 99. 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 LOKASI Menes II Cimanggis Jatake Miniatur MuaraKarang Kelapa Gading (GIS) Pondok Indah (GIS) Bogor Baru Kopo Saketi II Cikande Semen Cibinong Cibinong Puncak Ardi Mulya Gandaria 150 (GIS) New Senayan Tanah Tinggi (GIS) Taman Rasuna Said (GIS) Bintaro II (GIS) Antasari/CSW II (GIS) Lippo Curug Lautan Steel Ciledug Durentiga (GIS) Kebonsirih (GIS) Legok Danayasa (GIS) Durikosambi Tangerang Baru Cipinang (GIS) Kandangsapi (GIS) Manggabesar Lengkong Ext Balaraja Gedung Pola Manggarai Dukuh Atas Ketapang Mangga Besar Kebon Sirih Gambir Lama Duren Tiga Kemang Senayan Jatiwaringin Balaraja New Kedung Badak II Rangkasbitung II Cibadak Baru Serang Ciawi Baru Sentul Cibinong Malingping Cilegon Lama RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 KAPASITAS (MVA) 120 60 60 60 60 60 120 60 60 120 60 60 60 60 180 120 120 60 120 120 60 180 60 60 60 120 60 60 60 60 60 60 60 60 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 60 120 120 60 60 120 60 60 60 60 PROGRESS (%) 57.7 89.NO.64 COD 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 64 89.95 .

NO.39 99 88.920 30 30 60 PROGRESS (%) 20 COD 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2011 2011 74.66 65 .03 0 0 98. 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 RASIO TRAFO (kV) Mangga Besar II GIS/Gunung Sahari 150/20 Muarakarang II/Kapuk (PIK) 150/20 Millenium 150/20 Abadi GunaPapan 150/20 Grogol (GIS) 150/20 Durikosambi II (GIS)/Daanmogot 150/20 Semanggi Barat (GIS) 150/20 Cakung Township 150/20 Citrahabitat 150/20 Jatirangon II/Cibubur 150/20 Bogor Kota (GIS) 150/20 Asahimas II 150/20 Bogor II 150/20 Cileungsi II/Jonggol 150/20 Cimanggis II/Kotakembang 150/20 Lembursitu Baru 150/20 Depok III/Rawadenok 150/20 Pelabuhan Ratu II 150/20 Ciawi Baru 150/20 Puncak Ardi Mulya 150/20 Cilegon Baru II 150/20 Legok 150/20 Tigaraksa 150/20 Tangerang Baru 150/20 Plumpang 150/20 Teluk Naga 150/20 Durikosambi 150/20 Lippo Curug 150/20 Bayah 150/20 Serang 150/20 Kedung Badak II 150/20 Menes II 150/20 Cibadak Baru II 150/20 Kelapa Gading (GIS) 150/20 Bintaro II 150/20 Sepatan 150/20 Pondok Indah (GIS) 150/20 Kemayoran II 150/20 Ciledug II/Alam Sutra 150/20 Karet New 150/20 Pasar Kemis 150/20 Kandangsapi (GIS) 150/20 Depok II (GIS) 150/20 Bekasi II 150/20 Kracak Baru 150/20 Lembursitu Baru 150/20 Depok III/Rawadenok 150/20 JUMLAH 150/20 kV Depok Baru 70/20 Bunar 70/20 JUMLAH 70/20 kV LOKASI KAPASITAS (MVA) 120 100 180 60 60 120 120 100 60 100 120 60 120 120 120 120 60 60 60 60 120 60 60 60 60 60 60 120 60 60 60 60 120 60 60 60 60 100 200 60 60 60 200 120 120 60 60 9.

DKI Jakarta 66 . GI & jaringan termasuk Prov. transmisi USD 877. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 3.063.PLTS Terpusat 15 kW .11.66 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Banten Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .300 2 57 2013 9.PLTMH (kW) .7 5.280 1.0 877. gardu induk USD 978.8 juta.890 4.8 juta.950 2011 9.500 900 800 320/15.350 2 100 2014 9.6 15.000 4.063 juta.000 4.8 Cat: transmisi. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 300/15.Tabel 4.000 900 800 320/15.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .PLTS 50 Wp Tersebar .500 1.1 94.244 39.JTR (kms) .2 0.7 juta.500 950 860 340/16.225 8 307 0 1.PLTD (Unit/kW) Volume 2.3 27.65 Program Listrik Perdesaan Provinsi Banten KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) 2010 1.050 900 360/17.640 80.8 978. Tabel 4.7 40.PLT Angin (kW) .100.500 1. dibutuhkan investasi sekitar USD 5.375 2 100 Pem.360 0 2010 s.100.4 3.JTM (kms) .d 2014 Investasi (juta USD) 3.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.090 1.710 15.250 2 50 2012 9.3 juta dan program EBT USD 181.

Jawa Tengah. dimana pada tahun 2010 dan 2011 sistem berada pada kondisi baik. Gambar 4. 67 .12. Jawa Timur.453 MW Beban puncak : 17.2 Neraca Daya Provinsi DKI Jakarta. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.12 Provinsi DKI Jakarta 4. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi DKI Jakarta sudah mencapai 100. Jawa Barat.00%.12 Kondisi Kelistrikan Provinsi DKI Jakarta SISTEM INTERKONEKSI JAMALI Kapasitas terpasang : 22. dan Bali sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV dan 500 kV yang dikenal dengan nama Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali. DI.Pemadaman di Region Jawa Barat: 51 MW 4. 2013 dan 2014 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit. Sistem Jamali dalam kondisi “Siaga”.1 Kondisi Sistem Kebutuhan kelistrikan di Provinsi DKI Jakarta dilayani dari energi transfer dari sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (JAMALI) sebagai pemasok utama melalui jaringan SUTET (500 kV) dan SUTT (150 kV dan 70 kV). sedangkan pada tahun 2012. Banten.234 MW Surplus : 219 MW Keterangan: .4. Yogyakarta.00% dan rasio desa berlistrik sebesar 100. Dengan demikian. disamping pasokan dari PLTU-PLTGU Muara Karang dan Priok.Pemadaman di Region Jakarta & Banten: 159 MW .679 MW Daya mampu : 17.12.

0 30.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Jawa Madura Bali diperkirakan 1% per tahun dan pertumbuhan PDRB untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.2 25.484 133.619 2010 2011 2012 2013 2014 4.88% 500 MW 243 MW 694.129 9. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi DKI Jakarta.3 4.88% 69.624 21.0 13.070 34.0 13.958 9.9 4.856 9.240 26.0 MW 1.778 7.383 -2.437 MW (sekitar 694 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010) Transmisi tenaga listrik masuk dalam rekap Provinsi Banten.337 146.858 3.208 160.824 53.882 -11.345 38.471 9.018 193. Gardu induk masuk dalam rekap Provinsi Banten.101 175.383 76.12.0 13.264 18.491 9.0 12.980 24.2 4.463 68.5 9.257 4.8 8.615 47.Tabel 4.565 8. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:     Pembangkit tenaga listrik sebesar 1.0 4.630 -8.804 2.084 19.951 55.1 4.081 51.0% per tahun.4 9.964 11.484 4.814 12.67 Neraca Daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali Uraian Kebutuhan Rumah tangga Publik Komersial Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 53.3 9.311 484 60.9 33.687 4.68 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi DKI Jakarta Rencana PLTGU PLTGU PLTGU PLTGU Muara Karang Muara Karang Priok Extension Priok Extension JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress 69.830 86.1% per tahun.188 16. sehingga dengan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 10. Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 300 unit Tabel 4.1 27.3 23.257 9.437 743 MW MW COD 2009 2010 2011 2012 Keterangan PLN PLN PLN PLN Pendek 500 MW 194 MW 68 .0 13.689 49.7 9.926 31.900 27.219 5.

2 4.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .337 juta dan program EBT USD 0.12. dibutuhkan investasi sekitar USD 1.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan di Provinsi Jawa Barat adalah merupakan bagian dari sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali.0 masuk dalam rekap Prov.337.13.2 juta. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Barat sudah mencapai 67.337.40% dan rasio desa berlistrik sebesar 99.718 permintaan atau sebesar 176. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 1. Tabel 4. Banten 300 0.PLTS Terpusat 15 kW .81%.2 1.PLTS 50 Wp Tersebar .PLT Angin (kW) .4. 69 .13 Provinsi Jawa Barat 4.JTR (kms) .JTM (kms) . Pasokan utama untuk kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jawa Barat selain dari sistem transmisi 500 kV dan 150 kV adalah PLTA Saguling dan PLTA Cirata.9 MVA.2 juta.337.69 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi DKI Jakarta No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .PLTD (Unit/kW) 2010 s.PLTMH (kW) .4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut. Sementara daftar tunggu PLN telah mencapai 131.437 1.d 2014 Volume Investasi (juta USD) 1.

7 9.687 4.Pemadaman di Region Jawa Barat: 51 MW 4. Jawa Barat.9 4. Jawa Tengah. Dengan demikian.2 25.0 13.0 13.311 484 60.3 4.471 9.615 47. DI. Tabel 4.679 MW Daya mampu : 17.814 12.3 9.70 Neraca Daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali Uraian Kebutuhan Rumah tangga Publik Komersial Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 53.0 30.084 19.208 160.0 12.Gambar 4.624 21.1 4.240 26.257 9.5 9.964 11.689 49. Yogyakarta. dimana pada tahun 2010 dan 2011 sistem berada pada kondisi baik.951 55.9 33.Pemadaman di Region Jakarta & Banten: 159 MW .219 5.2 4.824 53.463 68.900 27.264 18.129 9.778 7.926 31.882 -11.830 86.958 9.337 146.018 193.081 51.383 -2.8 8.3 23. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali. Jawa Timur.856 9.070 34.188 16.101 175.383 76.565 8.0 13.1 27.630 -8.453 MW Beban puncak : 17. Banten.619 2010 2011 2012 2013 2014 70 .858 3.257 4.980 24.0 13. sedangkan pada tahun 2012. 2013 dan 2014 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit.484 133.234 MW Surplus : 219 MW Keterangan: .484 4.491 9.345 38.2 Neraca Daya Provinsi DKI Jakarta.4 9.13.0 4.804 2. dan Bali sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV dan 500 kV yang dikenal dengan nama Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.13 Kondisi Kelistrikan Provinsi Jawa Barat SISTEM INTERKONEKSI JAMALI Kapasitas terpasang : 22.

 Gardu induk 11.825 unit.538 MW (sekitar 1.4. o Gardu distribusi 1. o PLTMH 400 kW.71 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Jawa Barat Rencana PLTU PLTG PLTM PLTM PLTGU PLTGU PLTU PLTG PLTU PLTP PLTP PLTGU PLTP PLTP PLTP PLTP PLTP PLTP PLTA PLTP PLTP PLTU PLTA PLTA PLTP PLTP PLTP PLTP PLTP PLTP PLTP 1 Jabar (Indramayu) Cikarang Listrindo Cikotok Girimukti.4 2 Jabar (Pelabuhan Ratu) Cikarang Listrindo Cirebon Wayang Windu Darajat Muara Tawar Add-On 2.00% 1 1 3 1 1 1 1 2 1 4 1 1 1 x x x x x x x x x x x x x 1 1 1 1 1 2 2 1.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Jawa Madura Bali diperkirakan 1% per tahun dan pertumbuhan PDRB untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.102 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010).120 kms o Jaringan Tegangan Rendah 4.460 kms.3.0% per tahun. Tabel 4.0 MW 7. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 7.  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 34.436 MW MW 71 .1% per tahun.13. o Jaringan Tegangan Menengah 4. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jawa Barat.538 x x x x x x x 6.500 kVA).390 unit (69.834 kms.  Transmisi tenaga listrik 2.080 MVA. Cianjur Muara Tawar Blok #5 Muara Tawar Add-On 2.4 Kamojang 5 Tangkuban Perahu I Karaha Bodas Salak Patuha Darajat Upper Cisokan PS Kamojang 6 Tangkuban Perahu I Indramayu Baru Rajamandala Jatigede Patuha Wayang Windu Cisolok-Cisukarame Cibuni Tampomas Tangkuban Perahu II Karaha Bodas JUMLAH Total 3 x Pendek 330 100 4 8 MW MW MW MW 1 x 3 x 234 150 350 50 660 120 55 350 60 55 30 40 60 55 250 40 55 1000 47 110 60 120 50 10 45 30 55 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress 81% COD 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 Keterangan Perpres 71 IPP IPP IPP PLN PLN Perpres 71 IPP IPP IPP IPP PLN PLN PLN IPP IPP IPP IPP PLN PLN PLN PLN IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP 52% 69.102. o PLTS terpusat 15 kW 8 unit.3. sehingga dengan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 10.

(Crata-Ckpay) Inc (Ksbru-Bkasi) Inc.13 30.Mdcan) Cibabat II Cibabat Bandung Utara Kosambi baru Inc.(Kanci-Ubrng) Bandung Utara Garut Inc. (Cbbat . (Gdmkr-Cbatul) KE Bandung Utara Cigereleng New Tasikmalaya Cikijing Inc.Hrgls) Mandirancan Inc. (Bdsln-Ubrng) Lagadar Inc. (Ckjing .(Arjwn-Mdcan) Inc. (Rancaengkek . 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 DARI Ujungberung Paiton Indramayu PLTU Indramayu PLTU Tambun Tambun Upper Cisokan PLTA (Kit) PLTU Indramayu Jabar Utara PLTU Padalarang Sukamandi 150 Cianjur Sukamandi 150 Sukatani /Gobel PLTU Kanci/Cirebon Jatiluhur Cikarang Lippo DARI Dago Pakar Braga (GIS) Malangbong II Malangbong Cikedung Cikijing Cibabat II (GIS) Karang Nunggal Dayeuhkolot/Cigereleng II Ujung Berung New Bekasi Utara/Tarumanegara Tambun New Bandung Timur II Bandung Selatan Kosambi Baru Jatiluhur II Kanci Kiaracondong II PLTP Patuha Panasia II Arjawinangun II Cikumpay II/Sadang Rengasdengklok II Kadipaten 150 Majalaya II Subang II Kuningan II Cibeureum Padalarang Ujungberung Bekasi Babakan II PLTP Tangkuban Perahu I PLTP Karaha Bodas Tambun II Bandung Selatan II/Ketapang Cibabat III Indramayu New PLTP Cisolok-Cisukarame PLTP Tampomas PLTP Tangkuban Perahu II Wayang Windu Tanggeung Arjawinangun PLTP Cibuni KE Inc.687 14 100 10 50 174 PROGRESS (%) COD 2011 2012 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 COD 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2009 2010 2012 2014 93 PROGRESS (%) 37. (Jtbrg .5 69. (Sragi-Ujbrg) Rancakasumba Perwakarta Inc. (Cianjur-Tangeung) JUMLAH 70 kV TEGANGAN (kV) 500 500 500 500 500 500 500 500 150 150 150 150 150 150 150 150 150 TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 70 70 70 70 PANJANG (kms) 1 80 260 260 40 2 60 270 973 98 26 74 138 50 20 44 89 1 PANJANG (kms) 2 16 94 80 40 60 12 32 3 10 2 10 18 26 118 20 12 16 70 10 30 10 4 20 30 30 20 7 18 40 86 28 10 20 10 10 12 10 60 35 5 1. (Bkasi-Ksbru) Inc.72 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Region Jawa Barat NO. (Bkasi-Cibinong) Incomer (Cibng-Sglng) Cibatu JUMLAH 500 kV Sukamandi Bandung Utara Kosambi baru Cigereleng Pabuaran Inc. (Mdcan-Bdsln) Grati 3rd Cibatu Mandirancan Cibatu Inc. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 NO. (Bdsln-Cgrlg) Rancaekek Inc. (Sragi-Brebes) Padalarang Inc.Cbrem) Tasikmalaya New Inc.Tabel 4.Cikasungka) PLTP Tangkuban Perahu I JUMLAH 150 kV Sentosa Cianjur Palimanan Inc. (Pnsia-Bdslni) Inc. (Pdklp-Tmbun) Incomer (Cnjur-Bdsln) Padalarang Indramayu Pelabuhan Ratu Inc. (Bkasi-Ksbru) Tambun Ujungberung Cigereleng Bekasi PLTA Jatiluhur Inc.68 85 72 . (PLTU Kanci-Brebes) Inc.

000 3.W Jatibarang Tambun Ext. Jababeka Ganda Mekar Rancakasumba/Panyadap Dawuan Lagadar Sukamandi Padalarang Baru Cikarang Lippo Patuha Sukatani /Gobel Cibatu Dago Pakar Cikijing Bekasi Utara/Tarumajaya Braga (GIS) Cikedung Cibabat II (GIS) Dayeuhkolot (GIS) Karang Nunggal Sunyaragi Malangbong Baru Poncol Baru Rancaekek Cigereleng Cikumpay Cikasungka Bandung Utara Cianjur Teluk Jambe Mekarsari Garut Bekasi Kosambi Baru Cirata Baru RASIO TRAFO (kV) 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 JUMLAH 500/150 kV 150/70 150/70 150/70 JUMLAH 150/70 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 KAPASITAS (MVA) 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 LOKASI Ujung berung Muaratawar Muaratawar Cibatu Cibatu Mandirancan Upper Cisokan PS Indramayu PLTU 1000 Tambun Kadipaten Kanci Banjar Haurgeulis Padalarang Baru Tegal Herang Fajar Surya.99 80 100 100 80 100 0 0 0 15 0 15 70 73 .000 500 500 500 1.500 100 60 30 190 60 60 60 30 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 30 60 60 120 60 120 120 60 120 120 30 60 120 120 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 120 30 PROGRESS (%) COD 2011 2012 2012 2012 2014 2014 2014 2014 2014 2011 2012 2012 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 80 99 99.68 54.73 Rencana Pengembangan Gardu Induk Region Jawa Barat NO.Tabel 4.

W Mandirancan Ujung berung Haurgeulis Bandung Selatan Bandung Selatan Cikedung Cibabat II (GIS) Tasikmalaya Arjawinangun II Cikumpay II/Sadang Majalaya II Subang II Kadipaten II Rengasdengklok II Kuningan II Patuha Rancakasumba/Panyadap Lagadar Sunyaragi Panasia II Cikasungka Ujung Berung New Sukatani/Gobel Babakan II Sukamandi Parung Mulya Cianjur Bandung Selatan II/Ketapang Tambun II Cibabat III New Ujungberung RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 JUMLAH 150/20 kV KAPASITAS (MVA) 60 120 60 30 60 180 120 60 60 120 120 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 120 120 120 120 120 120 120 60 60 60 60 120 60 60 60 120 60 60 120 120 120 120 60 6. 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 LOKASI Lagadar Tambun Padalarang Baru Kamojang Tasikmalaya New Bandung Timur II Jatiluhur II Kanci Tasikmalaya Kiaracondong II (GIS) Muaratawar Kamojang Darajat Ciamis Jababeka Pabuaran Ciamis Cibeureum Maligi Pinayungan Dawuan Kiarapayung Garut Fajar Surya.930 PROGRESS (%) COD 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 99.NO.75 0 74 .

000 750 850 270/13.13.NO.2 juta.500 800 870 290/14.7 juta. transmisi USD 875.000 2 100 2012 8.150 2 100 2014 8.000 750 850 260/13. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 260/13.500 940 970 4. 75 .100 2 100 2013 8.894.74 Program Listrik Perdesaan Provinsi Jawa Barat KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) 2010 2.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut. dibutuhkan investasi sekitar USD 9.500 880 920 310/15.175 2 100 Pem.6 juta dan program EBT USD 165.8 juta. gardu induk USD 681. 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 Cangkring Babakan Sumadra Tanggeung Kuningan Arjawinangun Subang Pangandaran Pameungpeuk Babakan Arjawinangun Parakan Santosa Cangkring Sumedang LOKASI RASIO TRAFO (kV) 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 JUMLAH 70/20 kV KAPASITAS (MVA) 20 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 60 30 20 30 460 PROGRESS (%) COD 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 Tabel 4.3 juta. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 8.400 2011 8.172.

2 9.080 34.373 11.894.460 0 2010 s.5 79.2 MVA.8 4.JTR (kms) .PLTS 50 Wp Tersebar .3 43.825 8 400 0 1.JTM (kms) . PLTA Mrica.PLTS Terpusat 15 kW .2 2.Tabel 4.120 4.172.2 13.14. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai 71.500 4.24% dan rasio desa berlistrik sebesar 100.588 permintaan atau sebesar 110. 76 .75 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Jawa Barat Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .14 Provinsi Jawa Tengah 4. PLTU Cilacap. Sementara daftar tunggu PLN telah mencapai 136.2 681.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .PLTD (Unit/kW) Volume 7.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan di Provinsi Jawa Tengah adalah merupakan bagian dari sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali.6 24. Pasokan utama untuk kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jawa Tengah selain dari sistem transmisi 500 kV dan 150 kV adalah PLTU/PLTGU Tambaklorok.390 69.PLTMH (kW) .538 2. dan PLTP Dieng.00%.3 875.3 3.PLT Angin (kW) .d 2014 Investasi (juta USD) 8.

383 76.926 31.463 68.208 160.958 9.615 47.453 MW Beban puncak : 17.070 34. Yogyakarta. sedangkan pada tahun 2012.345 38.2 25.188 16.856 9.0 13.951 55.778 7. Jawa Barat.0 30.830 86.624 21. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.1 4.804 2.3 9.337 146.0 13.4 9.264 18.76 Neraca Daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali Uraian Kebutuhan Rumah tangga Publik Komersial Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 53.311 484 60.5 9.824 53.383 -2.0 4. Jawa Timur.814 12.0 13.471 9.619 2010 2011 2012 2013 2014 77 .219 5.565 8.0 13.14.240 26.964 11.0 12.257 9. 2013 dan 2014 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit.Pemadaman di Region Jakarta & Banten: 159 MW .3 4.900 27. Dengan demikian.9 33.Gambar 4.2 4.8 8. dimana pada tahun 2010 dan 2011 sistem berada pada kondisi baik. Banten. DI.2 Neraca Daya Provinsi DKI Jakarta.687 4.257 4.081 51.858 3.3 23. dan Bali sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV dan 500 kV yang dikenal dengan nama Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.630 -8. Tabel 4.084 19.9 4.129 9.484 4.689 49.882 -11.679 MW Daya mampu : 17.491 9.7 9.234 MW Surplus : 219 MW Keterangan: .Pemadaman di Region Jawa Barat: 51 MW 4.14 Kondisi Kelistrikan Provinsi Jawa Tengah SISTEM INTERKONEKSI JAMALI Kapasitas terpasang : 22.018 193.101 175.1 27.980 24. Jawa Tengah.484 133.

000 MW MW MW MW MW MW MW MW 630. sehingga dengan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 10.0 MW 4. o Gardu distribusi 1.104 kms (termasuk Provinsi D. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jawa Tengah. Yogyakarta).  Gardu induk 6.780 MW (sekitar 630 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010).425 MW MW 78 . telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 3.0% per tahun. o Jaringan Tegangan Menengah 3.77 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Jawa Tengah Rencana PLTU PLTU PLTU PLTP PLTP PLTP PLTP PLTP PLTU 1 Jateng (Rembang) Tanjung Jati B Exp 2 Jateng (Cilacap Baru/Adipala) Dieng Dieng Ungaran Baturaden Guci Jawa Tengah (Infrastruktur) JUMLAH Total 2 x Jangka Menengah/Panjang Progress 89% 18. o PLTS terpusat 15 kW 9 unit.I. Tabel 4.550 unit.4. Yogyakarta).350 kms.175 unit (62.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Jawa Madura Bali diperkirakan 1% per tahun dan pertumbuhan PDRB untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.  Transmisi tenaga listrik 2.055 3.1% per tahun.616 MVA (termasuk Provinsi D.00% COD 2010 2012 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 Keterangan Perpres 71 IPP Perpres 71 IPP IPP IPP IPP IPP IPP Pendek 315 MW 2 1 1 1 1 2 1 x x x x x x x 660 660 55 60 55 110 55 1.690 kms.I.14. o PLTMH 900 kW.  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 14. o Jaringan Tegangan Rendah 3.500 kVA).

Kalibakal) Inc. Yogyakarta NO.000 30 60 60 60 60 60 60 60 60 PROGRESS (%) COD 2011 2012 2013 2013 2013 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 79 45.79 Rencana Pengembangan Gardu Induk Region Jawa Tengah dan D.Tabel 4.31 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 LOKASI Tanjung Jati B PLTU Pedan Cilacap PLTU Pemalang Rawalo/Kesugihan Bumiayu Wonosobo Pandeanlamper Kalibakal Pedan Mangkunegaran Sanggrahan Rawalo New Jekulo RASIO TRAFO (kV) 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 JUMLAH 500/150 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 KAPASITAS (MVA) 1.78 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Region Jawa Tengah dan D.(Pctan-Wngri) Pemalang Wleri (inc Btang-Wleri) Inc.000 500 1. Yogyakarta NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 DARI Tanjung Jati Rawalo/Kesugihan Pemalang Cilacap PLTU Jateng PLTU Mandirancan Wonogiri Wonosari Pati Palur Blora Jekulo Jekulo Cilacap PLTU Temanggung Kudus Kebasen II/Bala Pulang Purwodadi Palur II/Gondangrejo Tanjung jati Wonosobo Bumiayu Bumiayu Pekalongan Pracimantoro/Muntoronadi Kebasen Batang Pemalang New Pekalongan II/Kajen Pemalang Pemalang New Rawalo Rawalo New /Kesugihan PLTP Baturaden PLTP Guci PLTP Ungaran KE Inc Tx (Ungar-Pedan) Inc (Pedan-Tasik) Inc.Bumiayu) Ungaran JUMLAH 150 kV TEGANGAN (kV) 500 500 500 500 500 500 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 260 8 2 60 60 400 790 63 9 66 23 58 22 33 44 22 63 2 49 10 120 96 87 72 33 10 57 62 40 20 61 16 86 10 20 20 40 1. (Kbsen-Bmayu) Ungaran Inc. (Rawalo . I.000 500 3. I. (Kalibakal . (Pklon-Pmlang) Pekalongan Pemalang Gombong Rawalo Old Inc. (Ungar-Mdcan) Rawalo Pemalang Tx (Ungar-Pedan) JUMLAH 500 kV Wonosari Solo Baru Rembang Solo Baru Rembang Kudus Pati Rawalo Wonosobo Purwodadi Inc.314 PROGRESS (%) 100 100 COD 2010 2010 2013 2013 2014 2014 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 100 20 20 19 Tabel 4.(Palur-Jajar) Sayung Secang Kebasen Kalibakal Batang Inc.

556 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 15 15 15 80 . 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 LOKASI Pekalongan Klaten Bringin Tambaklorok Pati Rawalo Kaliwungu Dieng Kebasen II/Balapulang Gondangrejo/Palur II Bantul Gombong Ungaran Lomanis Majenang Blora Kentungan Sayung Temanggung Brebes Kebumen Kedungombo Simpang Lima (GIS) Purworejo Batang Mojosongo Tanjung Jati Purwodadi Banyudono Solo Baru/Solo Baru Semanu Randugarut (GIS) Secang Cepu Bawen Pracimantoro/Nguntoronadi Sanggrahan Sragen Kudus Pekalongan II/Kajen Sragen Purbalingga Wonosari Brebes Wates Mrica Rembang Tambaklorok Pandeanlamper Masaran Majenang Bawen Godean RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 JUMLAH 150/20 kV KAPASITAS (MVA) 60 60 60 60 60 60 30 30 60 60 60 60 60 60 30 60 60 60 30 60 30 16 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 30 60 60 60 60 60 60 120 120 60 60 60 60 60 60 60 60 60 30 60 60 3.NO.

PLTS Terpusat 15 kW .104 6. dibutuhkan investasi sekitar USD 6.690 3.616 2010 s.6 71.5 14.0 33.6 11.497.250 740 690 245/13. transmisi USD 427.PLTS 50 Wp Tersebar .8 10.350 0 81 .Tabel 4. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 5.JTM (kms) .6 269.PLTMH (kW) . Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) *) 220/11.500 2 150 2012 3.JTR (kms) .575 2 100 Pem.2 juta.PLTD (Unit/kW) Cat: transmisi.4 6.750 700 580 220/11.4 3.550 9 900 0 1.000 750 720 260/13.055 2. gardu induk USD 269.8 juta dan program EBT USD 133.550 2 150 2014 3.d 2014 Investasi (juta USD) 5.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.667 juta.175 62.750 700 580 230/12. DIY Volume 4.525 2 150 2013 3.497.81 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Jawa Tengah No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .80 Program Listrik Perdesaan Provinsi Jawa Tengah KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) 2010 400 1 200 2011 3.0 427.667.750 800 780 : Jaringan termasuk DI.5 juta. GI & jaringan termasuk Prov.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .PLT Angin (kW) .14.2 3. Tabel 4.6 juta. Yogyakarta 4.500 3.

4. Yogyakarta. dan Bali sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV dan 500 kV yang dikenal dengan nama Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali. I. Banten.1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan di Provinsi D. Jawa Barat.I.15 Provinsi D. Dengan demikian.562 permintaan atau sebesar 6. DI.4 MVA. Jawa Timur.I.Pemadaman di Region Jawa Barat: 51 MW 4. Yogyakarta 4.453 MW Beban puncak : 17.Pemadaman di Region Jakarta & Banten: 159 MW . Gambar 4.2 Neraca Daya Provinsi DKI Jakarta. sedangkan pada tahun 2012. Yogyakarta SISTEM INTERKONEKSI JAMALI Kapasitas terpasang : 22.00%.I.15. Yogyakarta sudah mencapai 84.I. Pasokan utama untuk kebutuhan tenaga listrik di Provinsi D. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi D.15.234 MW Surplus : 219 MW Keterangan: . Yogyakarta adalah merupakan bagian dari sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali.48% dan rasio desa berlistrik sebesar 100. Yogyakarta adalah dari sistem transmisi 500 kV dan 150 kV. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali. Jawa Tengah. Sementara daftar tunggu PLN telah mencapai 4. 82 .679 MW Daya mampu : 17. 2013 dan 2014 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit. dimana pada tahun 2010 dan 2011 sistem berada pada kondisi baik.15 Kondisi Kelistrikan Provinsi D.

225 1 80 2013 3.824 53.630 -8.383 -2.3 9.9 33. o Jaringan Tegangan Rendah masuk dalam rekap Provinsi Jawa Tengah.337 146.0 12.2 4.778 7.0 13.484 4.83 Program Listrik Perdesaan Provinsi D.  Gardu induk masuk dalam rekap Provinsi Jawa Tengah.1 27. Yogyakarta KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLT Angin(kW) 2010 700 2011 3.208 160.0 4.3 4.264 18.383 76.2 25.240 26.900 27.484 133. o Gardu distribusi masuk dalam rekap Provinsi Jawa Tengah. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi D.Tabel 4.82 Neraca Daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali Uraian Kebutuhan Rumah tangga Publik Komersial Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 53.858 3.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Jawa Madura Bali diperkirakan 1% per tahun dan pertumbuhan PDRB untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.345 38.1 4.804 2.5 9.0 13.0 13.926 31.070 34.882 -11.3 23.550 unit.550 1 80 2014 3. Tabel 4.311 484 60.  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 14.624 21.856 9.565 8.0 13.9 4.619 2010 2011 2012 2013 2014 4.7 9.018 193.4 9.689 49. o PLT Angin 320 kW.101 175.814 12.081 51. o Jaringan Tegangan Menengah masuk dalam rekap Provinsi Jawa Tengah.687 4.575 1 80 83 .8 8.257 9.188 16.491 9.951 55. Yogyakarta.0% per tahun.219 5.958 9.084 19.471 9.15.964 11.257 4. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Transmisi tenaga listrik masuk dalam rekap Provinsi Jawa Tengah.500 1 80 2012 3. o PLTS terpusat 15 kW 4 unit.0 30.1% per tahun.615 47. sehingga dengan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 10.830 86.I.129 9.980 24. I.463 68.

6 1.PLTMH (kW) . Yogyakarta No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .1 Kondisi Sistem Sistem kelistrikan di Provinsi Jawa Timur adalah merupakan bagian dari sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali.PLTS Terpusat 15 kW .4.6 MVA.JTR (kms) .PLTD (Unit/kW) Volume masuk dalam rekap Prov.550 4 0 320 masuk dalam rekap Prov.16 Provinsi Jawa Timur 4.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .9 0 13.15. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Timur sudah mencapai 71. Tabel 4. Jateng 10.71%.JTM (kms) . Jateng 2010 s.988 permintaan atau sebesar 739. dan pembangkit sewa.d 2014 Investasi (juta USD) - 14.55% dan rasio desa berlistrik sebesar 99.PLT Angin (kW) . I.84 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi D. dengan rinciannya adalah program EBT USD 13. PLTM dan Captive) melalui jaringan Tegangan Menengah. 84 .7 juta. pembangkit sendiri (PLTD dan PLTM Sampean Baru). serta dari pembangkit-pembangkit kecil/embedded (PLTA Wonorejo – PJB. Sementara daftar tunggu PLN telah mencapai 39. Kebutuhan beban dilayani dari energi transfer dari sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (JAMALI) sebagai pemasok utama melalui jaringan SUTET (500 kV) dan SUTT (150 kV dan 70 kV).7 4.7 juta.2 1.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.PLTS 50 Wp Tersebar .16. dibutuhkan investasi sekitar USD 13.

5 9.3 9.2 25.257 9.16. 2013 dan 2014 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit. Jawa Timur.882 -11. dimana pada tahun 2010 dan 2011 sistem berada pada kondisi baik.383 76.778 7. Jawa Barat.814 12.964 11.1 4.2 Neraca Daya Provinsi DKI Jakarta.926 31.958 9.3 23.0 30.219 5.345 38.257 4.679 MW Daya mampu : 17.188 16.0 13.Gambar 4.240 26.615 47.830 86. DI.101 175.0 13.129 9.311 484 60.8 8.383 -2.630 -8.0 13.081 51. Dengan demikian.Pemadaman di Region Jakarta & Banten: 159 MW .856 9.1 27. Yogyakarta.Pemadaman di Region Jawa Barat: 51 MW 4.084 19. dan Bali sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV dan 500 kV yang dikenal dengan nama Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali. Tabel 4.264 18.85 Neraca Daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali Uraian Kebutuhan Rumah tangga Publik Komersial Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 53.484 4.619 2010 2011 2012 2013 2014 85 .453 MW Beban puncak : 17. sedangkan pada tahun 2012.687 4.0 13.070 34. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.337 146.16 Kondisi Kelistrikan Provinsi Jawa Timur SISTEM INTERKONEKSI JAMALI Kapasitas terpasang : 22.824 53.804 2.491 9.018 193.4 9.900 27.7 9.9 33.951 55.624 21.3 4.234 MW Surplus : 219 MW Keterangan: .858 3. Jawa Tengah.689 49.0 12.9 4.484 133.2 4.565 8.471 9.208 160.980 24.0 4. Banten.463 68.

535 x x x x x 315 350 815 55 55 55 55 400 MW MW MW MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress 82% 75% 6% 30.16..925 unit. o PLTS terpusat 15 kW 8 unit.1% per tahun.710 kms.0% per tahun. o Jaringan Tegangan Rendah 3. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 3.  Transmisi tenaga listrik 1. Tabel 4. o Gardu distribusi 1.  Gardu induk 7.500 kVA).870 kms (termasuk Provinsi Bali).4.0 MW 3.980 MVA (termasuk Provinsi Bali).86 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Jawa Timur Rencana PLTU PLTU PLTU PLTU PLTP PLTP PLTP PLTP PLTU 2 Jatim (Paiton Baru) 1 Jatim (Pacitan) 3 Jatim (Tj Awar-Awar) Paiton #3-4 Exp Wilis/Ngebel Ijen Iyang Argopuro Wilis/Ngebel Madura JUMLAH Total 1 x Pendek 660 MW 2 x 2 x 1 2 1 2 1 660.  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 29. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Jawa Timur. o PLTMH 500 kW.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Jawa Madura Bali diperkirakan 1% per tahun dan pertumbuhan PDRB untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6. o Jaringan Tegangan Menengah 3.875 MW MW 86 . sehingga dengan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 10.370 kms.535 MW (sekitar 660 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010).115 unit (58.00% COD 2010 2011 2012 2012 2013 2014 2014 2014 2014 Keterangan Perpres 71 Perpres 71 Perpres 71 IPP PLN PLN PLN PLN IPP 2.

Tabel 4.(Swhan-Waru) Inc.39 74.28 NO.(Bngil-Waru) Karangpilang Ponorogo II PLTU Pacitan Kediri Surabaya Selatan Kediri Tandes Kediri Baru Inc.87 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Region Jawa Timur dan Bali NO. (Bangil-Lawang) Kebonagung Pacitan 2 Amlapura Inc.18 COD 2009 2010 2012 2014 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 66. (Sgmdu-Lmgan) Driyorejo Inc.75 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 DARI Paiton New Ngimbang Surabaya Selatan Bangil Padangsambian Probolinggo Grati Ketapang Banaran Babat Ponorogo II Kraksaan Perak Celukan Bawang PLTU Ngimbang New Ngimbang New Kapal Banyuwangi Paciran/Brondong Kabel Jawa Madura Tanjung Awar-awar PLTU Jawa Negara Antosari Banaran Cerme Krian Sidoarjo Buduran II/Sedati Bringkang/Bambe Pacitan 150 kV Pacitan 150 kV Wlingi II Kalisari Tulung Agung II Tandes New Kediri New Bali Timur KE Paiton Old Inc.(Gnyar-Sanur) Banyuwangi Probolinggo Sampang JUMLAH 150 kV Maspion Stell JUMLAH 70 kV TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 70 PANJANG (kms) 66 10 10 20 30 60 40 10 60 30 20 1.37 9.(Gnyar-Sanur) TEGANGAN (kV) 500 500 500 500 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 3 1 145 8 157 15 68 37 3 25 60 59 60 10 6 150 40 18 7 44 6 36 12 89 47 142 2 11 24 3 10 59 124 67 12 80 10 10 10 PROGRESS (%) 87. (Piton-Kediri) JUMLAH 500 kV Pesanggaran Gondangwetan Gondangwetan Gilimanuk Suryazigzag Tuban Manisrejo Probolinggo Ujung Incomer (Pmron-Glnuk) Mliwang Babat Padangsambian Ketapang (Cable head) Lamongan Suramadu Babat Bali 3.712 1 1 PROGRESS (%) COD 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2012 87 . (Pier-Pakis) Inc. 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 DARI Waru/Buduran Purwosari/Sukorejo II Simogunung/Gsari Pandaan II Kebonagung New PLTP Wilis/Ngebel PLTU Bali Timur Sanur II PLTP Ijen PLTP Iyang Argopuro PLTU Madura Manyar KE Bangil/Porong Inc.82 62. (Krian-Ungar) Grati Inc. (Bdran-Bngil) Inc.4 Antosari Kapal Manisrejo Inc.

8 15 1`5 15.62 100 100 100 45 98.94 99.15 97.88 Rencana Pengembangan Gardu Induk Region Jawa Timur dan Bali NO.25 15 .08 99.25 96.34 COD 2010 2011 2012 2012 2012 2010 2010 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 88 99.000 100 60 60 30 60 60 60 60 60 30 60 60 60 60 60 60 60 30 30 60 30 30 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 30 30 30 120 60 60 120 60 120 120 60 60 120 60 PROGRESS (%) 98.Tabel 4.61 100 94.000 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 LOKASI Ngimbang Paiton Mandirancan Krian Surabaya Selatan Sekarputih Bangil (GIS) Kapal Antosari Nusa Dua Babadan Waru Sumenep Bumicokro Perak Sampang Driyorejo Kertosono 150 kV Jember Sekarputih Kediri Baru Sawahan Celukanbawang PLTU Padang Sambian Sanur Ubud/Payangan Bondowoso Bangkalan Kapal Kuta/Pemecutan Manisrejo Pemaron Surabaya Selatan Bangil Paciran/Brondong Pakis/Malang Timur Situbondo Ngimbang New Kraksaan Baturiti Negara Bringkang/Bambe Banyuwangi Kebonagung New Buduran II/Sedati Krembangan Purwosari/Sukorejo II Ponorogo II Lumajang Lamongan Sidoarjo/Porong Tulungagung II RASIO TRAFO (kV) 500/150 500/150 500/150 500/150 500/150 JUMLAH 500/150 kV 150/70 150/70 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 KAPASITAS (MVA) 500 500 500 500 1.52 96.

NO.780 10 20 30 30 30 30 30 20 30 30 30 30 30 30 30 30 440 PROGRESS (%) COD 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2009 2009 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2014 2014 2014 2014 2014 15 15 0 89 . 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 LOKASI Probolinggo Sengkaling Kasih Jatim Wlingi II Pacitan 150 kV Nusa Dua Padang Sambian Bali Timur/Kubu Gunungsari/Simogunung (GIS) Kupang Bojonegoro Gondang Wetan Manyar Kalisari Pandaan II Wonokromo Mojoagung Gianyar Sanur New Amplapura Kenjeran Kebonagung Gembong Ngawi Darmo Grand (GIS) Karangpilang Bondowoso Bangil New Tarik Pare Trenggalek Polehan Nganjuk Turen Magetan Sengguruh PLTA Mranggen/Maospati Blimbing Karangkates Tarik Caruban Tulungagung Ploso Pare RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 JUMLAH 150/20 kV 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 JUMLAH 70/20 kV KAPASITAS (MVA) 60 60 60 60 120 60 60 30 120 60 60 60 60 60 120 60 60 60 120 30 60 60 120 60 60 60 30 60 4.

261.750 700 600 215/11.000 2 100 2012 7.5 270.PLTMH (kW) .980 2010 s.750 700 600 22O/10. Bali Volume 3.Gardu Distribusi (Unit/kVA) . gardu induk USD 405.440.PLTS Terpusat 15 kW .0 405.PLTD (Unit/kW) Cat: transmisi.500 720 660 230/12.7 35.440.150 2 100 2014 7.JTR (kms) .7 29.JTM (kms) .500 2011 7.3 juta.370 0 90 .9 20.7 juta.2 2.500 3.89 Program Listrik Perdesaan Provinsi Jawa Timur KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) 100 2010 1.100 2 100 2013 7. GI & jaringan termasuk Prov.250 780 710 250/13.1 6.9 71.90 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Jawa Timur No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.Tabel 4.5 11.175 2 100 Pem.d 2014 Investasi (juta USD) 5.261. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) 200/10.PLTS 50 Wp Tersebar .535 1.925 8 500 0 1. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 5.9 3.115 58. transmisi USD 270 juta.9 juta dan program EBT USD 145. Tabel 4.870 7.710 3.250 810 800 4.PLT Angin (kW) . dibutuhkan investasi sekitar USD 6.5 juta.16.

17. DI. sedangkan pada tahun 2012.17. Dengan demikian. dan Bali sistem kelistrikannya telah terinterkoneksi dengan baik pada jaringan transmisi tenaga listrik 150 kV dan 500 kV yang dikenal dengan nama Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.98% dan rasio desa berlistrik sebesar 100. Jawa Timur. PLTG Pemaron.Pemadaman di Region Jawa Barat: 51 MW 4. Yogyakarta. Jawa Tengah.234 MW Surplus : 219 MW Keterangan: . Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Bali sudah mencapai 74.8 MVA. neraca daya seluruh provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali.4.Pemadaman di Region Jakarta & Banten: 159 MW .17 Provinsi Bali 4.679 MW Daya mampu : 17. Banten. dimana pada tahun 2010 dan 2011 sistem berada pada kondisi baik. Sementara daftar tunggu PLN telah mencapai 33.925 permintaan atau sebesar 139.17 Kondisi Kelistrikan Provinsi Bali SISTEM INTERKONEKSI JAMALI Kapasitas terpasang : 22.2 Neraca Daya Provinsi DKI Jakarta.00%.453 MW Beban puncak : 17. 2013 dan 91 . Gambar 4. Jawa Barat. PLTG Gilimanuk.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Bali saat ini dipasok oleh sistem kelistrikan di Pulau Jawa melalui jaringan transmisi kabel laut 150 kV dengan daya mampu 200 MW dan dipasok juga oleh pembangkit yang ada di Provinsi Bali sendiri yaitu PLTD/PLTG Pesanggaran.

689 49. 92 .900 27.824 53. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Bali.615 47.337 146. sehingga dengan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 10.9 4.129 9.311 484 60.565 8.951 55.070 34.926 31.  Transmisi tenaga listrik masuk dalam rekap Provinsi Jawa Timur.2014 kapasitas sistem belum dapat memenuhi beban puncak yang ada sehingga mengalami defisit.2 4. Tabel 4.0 13.0 30.101 175.484 133.1 27.619 2010 2011 2012 2013 2014 4.0 13.484 4.240 26.0% per tahun.3 9.687 4.463 68.188 16.219 5.257 9.91 Neraca Daya Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali Uraian Kebutuhan Rumah tangga Publik Komersial Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 53.257 4.750 unit.383 76.2 25.9 33.0 13. o Jaringan Tegangan Menengah 2.964 11.778 7. o Jaringan Tegangan Rendah 2.264 18.830 86.882 -11.624 21.17.0 12.804 2.0 13.858 3.1% per tahun.250 kVA). o PLTS terpusat 15 kW 6 unit. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 580 MW.8 8.383 -2.814 12.958 9.3 23.910 kms.980 24.  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 26.5 9.7 9.491 9. o PLTD 1000 kW 4 Unit.3 4.471 9.  Gardu induk masuk dalam rekap Provinsi Jawa Timur. o PLT Angin 960 kW o Gardu distribusi 960 unit (54.4 9.1 4.856 9. o PLTMH 360 kW.208 160.0 4.630 -8.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Jawa Madura Bali diperkirakan 1% per tahun dan pertumbuhan PDRB untuk periode yang sama diproyeksikan sebesar 6.081 51.084 19.018 193.770 kms.345 38.

Tabel 4.92 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Bali
Rencana PLTU PLTU PLTU Celukan Bawang Bali Timur Celukan Bawang JUMLAH Total - MW 580 Jangka Menengah/Panjang 130 MW 100 MW 250 MW 580 MW MW Progress 6,00% COD 2012 2013 2013 Keterangan IPP IPP IPP

Pendek

2 x

Tabel 4.93 Program Listrik Perdesaan Provinsi Bali
KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 175/10.000 550 500 2010 1.700 2011 6.500 1 80 240 17510.000 550 500 2/500 2012 6.500 1 80 240 190/10.750 560 530 2/500 2013 6.000 2 100 240 200/11.250 600 610 2014 6.050 2 100 240 220/12.250 650 630 -

4.17.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut, dibutuhkan investasi sekitar USD 899,9 juta, dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 767 juta dan program EBT USD 132,9 juta. Tabel 4.94 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Bali
No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan - PLTS 50 Wp Tersebar - PLTS Terpusat 15 kW - PLTMH (kW) - PLT Angin (kW) - Gardu Distribusi (Unit/kVA) - JTM (kms) - JTR (kms) - PLTD (Unit/kW) Volume 580
masuk dalam rekap Prov. Jatim

2010 s.d 2014 Investasi (juta USD) 767,0

26.750 6 360 960 960 54.250 2.910 2.770 4 1.000

18,7 2,4 2,0 5,8 10,3 62,3 30,5 1,0 899,9

93

4.18 Provinsi Kalimantan Barat 4.18.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Barat dipasok oleh satu sistem interkoneksi melalui jaringan transmisi 150 kV yaitu Sistem Khatulistiwa (Sistem Pontianak-Singkawang) dan beberapa sistem terisolasi, yaitu Sistem Sanggau, Putussibau, Sintang, Nangah Pinoh, Sekadau, dan Ketapang. Dari 8 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Barat, 6 sistem (Sistem Sanggau, Putussibau, Sintang, Nangah Pinoh, Sekadau, dan Ketapang) berada dalam kondisi “Surplus”, dan 2 sistem lainnya (Sistem Pontianak dan Singkawang) berada pada kondisi “Defisit”. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Kalimantan Barat baru mencapai 45,83% dan rasio desa berlistrik sebesar 96,60%. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 52.711 permintaan atau sebesar 66 MVA. Gambar 4.18 Kondisi Kelistrikan Provinsi Kalimantan Barat

SISTEM SINGKAWANG Kapasitas terpasang : 47,13 MW Daya mampu : 42,84 MW Beban puncak : 43,00 MW Defisit : -1,60 MW

SISTEM SANGGAU Kapasitas terpasang : 14,10 MW Daya mampu : 10,90 MW Beban puncak : 10,58 MW Surplus : 0,32 MW

SISTEM PUTUSSIBAU Kapasitas terpasang : 8,71 MW Daya mampu : 4,37 MW Beban puncak : 4,25 MW Surplus : 0,12 MW SISTEM SINTANG Kapasitas terpasang : 15,59 MW Daya mampu : 13,30 MW Beban puncak : 11,83 MW Surplus : 1,47 MW SISTEM NANGAH PINOH Kapasitas terpasang : 6,79 MW Daya mampu : 5,30 MW Beban puncak : 3,93 MW Surplus : 1,37 MW SISTEM SEKADAU Kapasitas terpasang : 2,10 MW Daya mampu : 1,20 MW Beban puncak : 1,10 MW Surplus : 0,10 MW

SISTEM PONTIANAK Kapasitas terpasang : 175,80 MW Daya mampu : 123,10 MW Beban puncak : 130,00 MW Defisit : -6,90 MW

SISTEM KETAPANG Kapasitas terpasang : 21,07 MW Daya mampu : 17,80 MW Beban puncak : 16,92 MW Surplus : 0,88 MW

4.18.2 Neraca Daya Neraca daya Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2010 s.d. 2012 mengalami kondisi yang kurang baik (defisit), dan berangsur-angsur membaik di tahun 2013 dan 2014.
94

Tabel 4.95 Neraca Daya Provinsi Kalimantan Barat
Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 808 249 137 112 1.306 8,2 12,8 4,5 17,3 291 106 57 -128 2011 874 270 151 118 1.414 8,2 12,7 4,5 17,2 315 160 0 -155 2012 943 293 166 125 1.527 8,0 12,6 4,5 17,1 340 155 100 -85 2013 1.017 317 183 131 1.648 7,9 12,5 4,5 17,0 367 251 259 143 2014 1.094 342 201 137 1.775 7,7 12,4 4,5 16,9 395 502 208 315

4.18.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 1,3% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2%, maka pertumbuhan permintaan tenaga listrik diperkirakan akan tumbuh ratarata sebesar 7,6% pertahun. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Barat, telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 624 MW (sekitar 56,5 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 1.661 kms  Gardu induk 490 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 61.100 unit o PLTS terpusat 15 kW 9 unit o PLTMH 1.550 kW o Gardu distribusi 2.230 unit (105.250 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 5.250 kms o Jaringan Tegangan Rendah 5.750 kms o PLTD 7 unit (1.750 kW).

95

5 50 10 25 50 100 4 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW COD 2010 2010 2010 2010 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN IPP PLN PLN Perpres 71 Perpres 71 IPP IPP PLN IPP IPP Pendek 30 20 5 1.5 4 27.5 MW MW MW MW 4 x 2 2 2 2 2 x x x x x 1% 0% 2% 2% 2 x 56.2 Parit Baru Tenaga Listrik dari SESCO (275 kV) Putussibau JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress 3.97 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Kalimantan Barat NO.98 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Kalimantan Barat NO.5 5 5 2.Tabel 4.00% 3. Incomer 2 phi Tayan Mempawah Sanggau Parit Baru Bengkayang Ngabang Sekadau Tayan Sekadau JUMLAH 150 kV 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 KE TEGANGAN (kV) 275 PANJANG (kms) 396 396 126 32 40 184 7 180 6 120 180 100 110 180 1.5 MW 624 567 MW MW Tabel 4.00% 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Singkawang Singkawang Sei Raya PLTU Singkawang (Perpres)/Kura2 Siantan PLTU Gambut Pontianak (IPP) Tayan PLTU Parit Baru (IPP) Singkawang Bengkayang Sanggau Ngabang Sintang DARI Mambong JUMLAH 275 kV Sambas Kota Baru.5 2009 2009 2010 2010 2011 2011 2011 2012 2013 2013 2013 2014 Tabel 4.5 2.00% 100 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Singkawang Kota Baru (GI Baru) Parit Baru Ext LB Sambas (GI Baru) Singkawang Ext LB Sei Raya Ext LB Kota Baru Ext LB Singkawang Parit Baru PLTU Singkawang (Perpres)/Kura2 LOKASI RASIO TRAFO (kV) 275/150 Jumlah 275/150 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 NEW/EXTENSION New New Extension New Extension Extension Extension Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 100 100 30 2 LB 30 2 LB 2 LB 2 LB 30 30 30 PROGRESS (%) COD 2014 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 100 65 96 .265 PROGRESS (%) COD 2014 5 2.96 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Kalimantan Barat Rencana PLTD PLTD PLTD PLTM Import PLTD PLTD PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU Import PLTU MFO Pontianak 1 (sewa) MFO Pontianak 2 (sewa) MFO Ketapang (sewa) Merasap Tenaga Listrik dari SESCO (275 kV) MFO Sekadau Putussibau 2 Kalbar (Pantai Kura-Kura) 1 Kalbar (Parit Baru) Ketapang Pontianak .

000 1.6 1.5 juta dan program EBT USD 279.750 2010 s.PLTMH (kW) . dibutuhkan investasi sekitar USD 1.270 - 4.150 2/500 470/22. gardu induk USD 90.230 1/250 490/23.661 490 61. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 LOKASI Tayan (GI Baru) Siantan Ext LB Sanggau (GI Baru) Tayan Ext LB Singkawang Bengkayang (GI Baru) Singkawang Ext LB Sekadau (GI Baru) Sanggau Ext LB Ngabang (GI Baru) Tayan Ext LB Sintang (GI Baru) Sanggau Ext LB RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV NEW/EXTENSION New Extension New Extension Extension New Extension New Extension New Extension New Extension KAPASITAS (MVA) 30 2 LB 30 2 LB 30 30 2 LB 30 2 LB 30 2 LB 60 2 LB 390 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2014 2014 Tabel 4.525 2 350 2013 14.0 1.250 5.440.18. transmisi USD 265.100 1.d 2014 Investasi (juta USD) 805.500 2 350 2012 14.250 5.750 1.0 21.PLTS Terpusat 15 kW .5 juta.PLTD (Unit/kW) Volume 624 1.000 1.750 7 1.1 90.200 1.5 97 .3 68.550 2 400 Pem.1 juta.100 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Kalimantan Barat No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .550 0 2.440.575 2 350 2014 14.JTM (kms) . Tabel 4.250 1.950 1 100 2011 14.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.PLTS 50 Wp Tersebar .100 9 1.230 105.8 3.6 134.250 1.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .NO.750 950 1. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 805.1 265.5 42. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 420/19.4 8.1 juta.7 juta.99 Program Listrik Perdesaan Provinsi Kalimantan Barat KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) 2010 2.250 1.100 3/750 450/21.000 1/ 250 400/18.PLT Angin (kW) .JTR (kms) .

871 permintaan atau sebesar 22.19 Provinsi Kalimantan Tengah 4.85 MW Beban puncak : 17. Puruk Cahu. Sampit. Dari 10 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Tengah. Muara Teweh.23 MW Beban puncak : 308. Nanga Bulik.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Tengah dipasok oleh satu sistem interkoneksi melalui jaringan transmisi 150 kV yaitu Sistem Barito dan beberapa sistem terisolasi. dan Kuala Pembuang.21 MW Surplus : 0. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 13.80 MW 12 SISTEM INTERKONEKSI BARITO Kapasitas terpasang : 321. Sukamara. Puruk Cahu. Pangkalan Bun. Kuala Kurun. Sukamara.19. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Kalimantan Tengah baru mencapai 45.19 Kondisi Kelistrikan Provinsi Kalimantan Tengah SISTEM PANGKALAN BUN Kapasitas terpasang : 26. dan Kuala Pembuang) berada dalam kondisi “Surplus”.88 MW Daya mampu : 16. Nanga Bulik.38 MW Beban puncak : 14.90 MW Defisit : -62. 6 sistem (Sistem Pangkalan Bun.67 MW 98 . dan Muara Teweh) berada pada kondisi “Defisit”. dan 4 sistem lainnya (Sistem Interkoneksi Barito. yaitu Sistem Sampit. Buntok.22% dan rasio desa berlistrik sebesar 87.8 MVA.37 MW Daya mampu : 14. Buntok.89%.65 MW Defisit : -0. Kuala Kurun.17 MW SISTEM SAMPIT Kapasitas terpasang : 26.4.09 MW Daya mampu : 246. Gambar 4.

25 MW 13 4.SISTEM PURUK CAHU Kapasitas terpasang : 2.43 MW SISTEM SUKAMARA Kapasitas terpasang : 1.2 Neraca Daya Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Tengah sehingga. dimana pada tahun 2010 hingga tahun 2012 sistem berada pada kondisi defisit dan selanjutnya pada tahun 2013 dan 2014 sistem berada pada kondisi yang baik.93 MW Beban puncak : 4.4 584 790 151 357 2010 2011 2012 2013 2014 99 .101 Neraca Daya Sistem Kalimantan Selatan dan Tengah Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 1.091 7.636 8.432 8.5 18.947 6.5 539 460 344 265 1.324 770 211 332 2.179 574 185 314 2.5 18.5 18.04 MW Surplus : 0. neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Kalimantan Selatan dan Tengah.24 MW SISTEM KUALA PEMBUANG Kapasitas terpasang : 3.48 MW Beban puncak : 1.7 12.252 7.0 12.9 6.7 464 310 145 -9 1.96 MW Surplus : 0.46 MW Beban puncak : 2.82 MW Defisit : -0.21 MW Beban puncak : 0.4 12.116 496 173 305 2.81 MW Beban puncak : 0.78 MW Daya mampu : 1.19.26 MW Surplus : 0.0 6.5 18. Tabel 4.8 433 239 78 -116 1.31 MW Defisit : -0.1 6.28 MW Beban puncak : 4.89 MW Daya mampu : 1.7 12.62 MW Daya mampu : 2.96 MW Surplus : 0.97 MW Daya mampu : 3.6 500 446 28 -26 1.38 MW SISTEM BUNTOK Kapasitas terpasang : 6.91 MW Daya mampu : 4.4 11.3 6.248 664 198 323 2.5 18.2 6.059 429 162 298 1.01 MW SISTEM NANGA BULIK Kapasitas terpasang : 1.12 MW Beban puncak : 0.22 MW SISTEM KUALA KURUN Kapasitas terpasang : 2.02 MW Surplus : 0.16 MW SISTEM MUARA TEWEH Kapasitas terpasang : 7.01 MW Daya mampu : 1.04 MW Daya mampu : 0.

750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 6.310 unit (106.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebesar 2.4.206 kms  Gardu induk 180 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 61. Tabel 4.150 kms o Jaringan Tegangan Rendah 6. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Tengah.102 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Kalimantan Tengah Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTU PLTU PLTU PLTGU PLTU PLTD HSD Sampit (sewa) HSD Buntok (sewa) HSD Muara Teweh (sewa) Kuala Pembuang Puruk Cahu Cenko Pangkalan Bun 1 Kalteng (Pulang Pisau) Bangkanai Sampit (APBN) Kuala Pembuang JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2013 2013 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN IPP PLN PLN IPP Perpres 71 IPP PLN IPP Pendek 2 2 3 1 MW MW MW MW 2 2 2 1 2 x x x x x 1 7 7 60 120 25 1 MW MW MW MW MW MW MW 90% 2% 8.2%.7% pertahun.19.0 MW 328 320 MW MW 100 . telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 328 MW (sekitar 8 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 1.010 kms o PLTD 5 unit (1.500 kW o Gardu distribusi 2.4% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6. maka pertumbuhan permintaan tenaga listrik di wilayah tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 9.100 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.250 kW).

19.105 Program Listrik Perdesaan Provinsi Kalimantan Tengah KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) Pem.750 1.350 2011 14.9 juta. 101 . dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 455.206 PROGRESS (%) 2.Buntok .Pisau (Perpres)/Selat Kasongan (Sampit . dibutuhkan investasi sekitar USD 1.P raya) Tanjung PLTGU Bangkanai Sampit PLTU Sampit KE Sampit Incomer 2 phi Incomer phi Buntok Muara Teweh .350 1.750 1.6 juta. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 100 420/19.8 juta.5 5 COD 2010 2010 2011 2011 2013 2012 2014 2.019.250 1.104 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Kalimantan Tengah NO.340 - 4.400 2 350 510/23.325 2 350 490/22.5 Tabel 4. transmisi USD 230.103 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Kalimantan Tengah NO.100 1.160 1/250 2013 14.Tabel 4.500 2 350 420/19.9 juta.200 1.100 1. gardu induk USD 51 juta dan program EBT USD 281. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 LOKASI Tanjung (GI Baru) Pulang Pisau Sampit (GI Baru) Palangkaraya Ext LB Tanjung Ext LB Buntok (GI Baru) Buntok Ext LB PLTGU Muara Teweh (GI Baru) Sampit Ext LB Pangkalan Bun (GI Baru) RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION New Extension New Extension Extension New Extension New Extension New KAPASITAS (MVA) 30 30 30 2 LB 2 LB 30 2 LB 30 2 LB 30 180 PROGRESS (%) COD 2009 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2012 2012 Tabel 4.210 1/250 2014 14.150 1/ 250 2010 3.750 1.400 1.Tanjung Pangkalan Bun Sampit JUMLAH TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 168 4 2 260 560 172 40 1.525 2 350 470/21.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut. 1 2 3 4 5 6 7 DARI Palangkaraya PLTU P.150 2/500 2012 14.250 1.

Tabel 4.106 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Kalimantan Tengah
No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan - PLTS 50 Wp Tersebar - PLTS Terpusat 15 kW - PLTMH (kW) - PLT Angin (kW) - Gardu Distribusi (Unit/kVA) - JTM (kms) - JTR (kms) - PLTD (Unit/kW) Volume 328 1.206 180 61.100 8 1.500 0 2.310 106.750 6.150 6.010 5 1.250 2010 s.d 2014 Investasi (juta USD) 455,8 230,9 51,0 42,8 3,2 7,7 22,0 104,4 101,0 0,7 1.019,6

4.20 Provinsi Kalimantan Selatan 4.20.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Selatan dipasok oleh satu sistem interkoneksi melalui jaringan transmisi 150 kV yaitu Sistem Barito dan beberapa sistem terisolasi, yaitu Sistem Batulicin/Pagatan, Sungai Kupang, dan Kotabaru. Dari 4 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Selatan, 3 sistem (Sistem Batulicin/Pagatan, Sungai Kupang, dan Kotabaru) berada dalam kondisi “Surplus”, dan 1 sistem lainnya (Sistem Interkoneksi Barito) berada pada kondisi “Defisit”. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Kalimantan Selatan baru mencapai 72,29% dan rasio desa berlistrik sebesar 99,80%. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 20.262 permintaan atau sebesar 29,6 MVA.

102

Gambar 4.20 Kondisi Kelistrikan Provinsi Kalimantan Selatan

SISTEM SUNGAI KUPANG Kapasitas terpasang : 2,82 MW Daya mampu : 1,02 MW Beban puncak : 0,44 MW Surplus : 0,58 MW

SISTEM INTERKONEKSI BARITO Kapasitas terpasang : 321,09 MW Daya mampu : 246,23 MW Beban puncak : 308,90 MW Defisit : -62,67 MW

SISTEM BATULICIN/PAGATAN Kapasitas terpasang : 18,97 MW Daya mampu : 12,62 MW Beban puncak : 11,01 MW Surplus : 1,61 MW

SISTEM KOTABARU Kapasitas terpasang : 12,20 MW Daya mampu : 6,95 MW Beban puncak : 6,75 MW Surplus : 0,20 MW

4.20.2 Neraca Daya Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Tengah sehingga, neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Kalimantan Selatan dan Tengah, dimana pada tahun 2010 hingga tahun 2012 sistem berada pada kondisi defisit dan selanjutnya pada tahun 2013 dan 2014 sistem berada pada kondisi yang baik. Tabel 4.107 Neraca Daya Sistem Kalimantan Selatan dan Tengah
Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 1.059 429 162 298 1.947 6,7 12,3 6,5 18,8 433 239 78 -116 1.116 496 173 305 2.091 7,4 12,2 6,5 18,7 464 310 145 -9 1.179 574 185 314 2.252 7,7 12,1 6,5 18,6 500 446 28 -26 1.248 664 198 323 2.432 8,0 12,0 6,5 18,5 539 460 344 265 1.324 770 211 332 2.636 8,4 11,9 6,5 18,4 584 790 151 357 2010 2011 2012 2013 2014

103

4.20.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebesar 2,4% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2%, maka pertumbuhan permintaan tenaga listrik di wilayah tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 9,7% pertahun. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Selatan, telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 418 MW (sekitar 70 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 818 kms  Gardu induk 390 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 32.050 unit o PLTS terpusat 15 kW 4 unit o PLTMH 850 kW o Gardu distribusi 1.200 unit (64.750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 3.300 kms o Jaringan Tegangan Rendah 2.720 kms o PLTD 4 unit (1.000 kW). Tabel 4.108 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Kalimantan Selatan
Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTU PLTU PLTD PLTU PLTU MFO Trisakti (sewa) MFO Seberang Barito (sewa) HSD Kapuas (sewa) Kahayan (sewa) Kalsel (Asam-Asam) Kotabaru (APBN) Kotabaru Kalsel Kalsel JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress 50,00% 50,00% 9% COD 2010 2010 2010 2010 2011 2012 2013 2013 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN Perpres 71 PLN PLN IPP IPP

Pendek 20 30 10 10 MW MW MW MW

2 x 2 x 1 x 1 x 70,0 MW 418

65 7 4 100 100

MW MW MW MW MW

348 MW MW

104

750 700 600 2014 7.500 1 200 200/11.93 COD 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2011 2012 2013 Tabel 4.109 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Kalimantan Selatan NO. Tambang Kalsel-1(IPP) Rantau (Barikin . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 DARI Barikin Tanjung Barikin Seberang Barito Asam-asam PLTU Asam-asam (Perpres) PLTU M.110 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Kalimantan Selatan NO.600 1 200 260/13.Tabel 4.82 100 COD 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2010 2014 100 100 100 100 94.750 650 520 1/250 2013 7.650 1 200 280/14. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 LOKASI Barikin Ext LB Kapuas / Selat Amuntai (GI baru ) Barikin Ext LB Kayu Tangi (GI baru ) Seberang Barito Ext LB Mantuil Batu licin (GI Baru) Asam-asam Ext LB Barikin Cempaka Kasongan (GI Baru) Trisakti Kayu Tangi Barikin Plehari RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION Extension Extension New Extension New Extension Extension New Extension Extension Extension New Extension Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 2 LB 30 30 2 LB 30 2 LB 30 30 2 LB 30 60 30 60 30 30 30 420 PROGRESS (%) 84.52 38 77.750 600 500 2/500 2012 7.750 600 500 1/ 250 2010 1.1 100 Tabel 4.88 77.750 2011 7.Cempaka) PLTU Kalsel Tanjung Perbatasan Amuntai Kayutangi Batu licin Mantuil Rantau Incomer 2 phi Tanjung JUMLAH KE TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 116 142 33 21 248 220 12 14 12 818 PROGRESS (%) 89.550 1 200 240/12.111 Program Listrik Perdesaan Provinsi Kalimantan Selatan KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) Pem. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 50 220/11.750 750 600 - 105 .

Bulungan.PLTD (Unit/kW) Volume 418 818 390 32. Dari 18 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Timur.PLTMH (kW) . Longikis. Sanggatta.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .300 2. Melak.46%. Bontang.2 22. 106 .PLTS Terpusat 15 kW . Petung.PLTS 50 Wp Tersebar .4 juta.21.4.5 58. Nunukan. Tanjung Selor. dan Tanjung Aru. Tanjung Redep. Longikis.720 4 1.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.1 juta. Bulungan.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Timur dipasok oleh satu sistem interkoneksi melalui jaringan transmisi 150 kV yaitu Sistem Mahakam dan beberapa sistem terisolasi. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 101. dan 4 sistem lainnya (Sistem Sanggatta. dan Tanjung Selor) berada pada kondisi “Defisit”. Bontang.1 50.2 32. Tanah Grogot. Tanjung Redep.JTR (kms) .4 0.200 64. gardu induk USD 50.750 3. Sebatik. 14 sistem (Sistem Interkoneksi Mahakam. Malinau. Kerang.JTM (kms) .4 4.6 798.000 2010 s.56% dan rasio desa berlistrik sebesar 92.21 Provinsi Kalimantan Timur 4. Kota Bangun. Sebatik.112 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Kalimantan Selatan No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan . dibutuhkan investasi sekitar USD 798. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 571.4 1.0 46. Kerang. dan Tanjung Aru) berada dalam kondisi “Surplus”.6 4. Petung. yaitu Sistem Nunukan.050 4 850 0 1.20. Malinau. Tanah Grogot. Melak. transmisi USD 46. Kota Bangun. Tabel 4.d 2014 Investasi (juta USD) 571. Muara Komam.2 juta dan program EBT USD 131 juta.0 juta.169 permintaan atau sebesar 300.PLT Angin (kW) . Batu Sopang. Batu Sopang.8 MVA. Muara Komam.4 11. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Kalimantan Timur baru mencapai 68.

57 MW SISTEM MELAK Kapasitas terpasang : 14.07 MW SISTEM Tj.25 MW Daya mampu : 4.33 MW Daya mampu : 2.45 MW Daya mampu : 1.70 MW SISTEM INTERKONEKSI MAHAKAM Kapasitas terpasang : 279. Kapasitas terpasang : 0.18 MW SISTEM MUARA KOMAM Kapasitas terpasang : 0.38 MW Beban puncak : 0.82 MW Beban puncak : 5.45 MW Daya mampu : 0.92 MW Surplus : 8.02 MW Daya mampu : 6.Gambar 4.83 MW Surplus : 0.62 MW Surplus : 1.45 MW Defisit : -1.11 MW Surplus : 0.20 MW Daya mampu : 6.60 MW Daya mampu : 5.85 MW Defisit : -0.25 MW Surplus : 0.95 MW Beban puncak : 4.41 MW SISTEM TANJUNG REDEP Kapasitas terpasang : 20.43 MW Surplus : 0.60 MW Beban puncak : 14.15 MW SISTEM BULUNGAN Kapasitas terpasang : 12.52 MW Daya mampu : 7.78 MW Surplus : 3.09 MW SISTEM MALINAU Kapasitas terpasang : 5.59 MW Daya mampu : 0.35 MW Beban puncak : 5.87 MW Beban puncak : 7.97 MW Beban puncak : 1.21 Kondisi Kelistrikan Provinsi Kalimantan Timur SISTEM NUNUKAN Kapasitas terpasang : 15.50 MW SISTEM BATU SOPANG Kapasitas terpasang : 1.82 MW Surplus : 0.77 MW Surplus : 0.44 MW Defisit : -0.46 MW Beban puncak : 0.75 MW Beban puncak : 11.80 MW Beban puncak : 6.81 MW Daya mampu : 4.30 MW Daya mampu : 6. ARU Tj.07 MW 107 .18 MW SISTEM SANGATTA Kapasitas terpasang : 19.18 MW Beban puncak : 0.40 MW Beban puncak : 1.06 MW Surplus : 0.56 MW Daya mampu : 235.64 MW SISTEM LONGIKIS Kapasitas terpasang : 2.45 MW Daya mampu : 0.10 MW SISTEM BONTANG Kapasitas terpasang : 34.96 MW Defisit : -0.00 MW Beban puncak : 234.17 MW Daya mampu : 1.39 MW Surplus : 0.32 MW Beban puncak : 1.68 MW SISTEM TANAH GROGOT Kapasitas terpasang : 9.80 MW Beban puncak : 7.20 MW SISTEM KERANG Kapasitas terpasang : 0.02 MW SISTEM KOTA BANGUN Kapasitas terpasang : 2. SELOR Tj.66 MW Daya mampu : 1.03 MW SISTEM SEBATIK Kapasitas terpasang : 3.80 MW Beban puncak : 1.20 MW Surplus : 0.94 MW SISTEM PETUNG Kapasitas terpasang : 12.80 MW Daya mampu : 11.04 MW SISTEM Tj.22 MW Daya mampu : 9.36 MW Surplus : 0.40 MW Beban puncak : 1. Kapasitas terpasang : 9.59 MW Daya mampu : 23.42 MW Beban puncak : 10.32 MW Surplus : 1.

8 2.130 627 236 398 2.21.500 kW).582 8. 108 .986 7.170 unit (63.203 9.371 kms  Gardu induk 450 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 34.0 11.320 kW o Gardu distribusi 1.7 484 277 7 -200 1.218 682 252 431 2. sehingga dengan asumsi tersebut pertumbuhan permintaan energi listrik diperkirakan rata-rata sebesar 7. Tabel 4.4 2.5 9. dan berangsur-angsur membaik di tahun 2012. 2013 dan 2014.780 7.5 2.4 603 693 261 352 2010 2011 2012 2013 2014 4.870 kms o PLTD 6 unit (1.0 11. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 823 MW (sekitar 113 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 1.7 2.410 794 286 496 2.0 11.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Asumsi pertumbuhan penduduk di Provinsi Kalimantan Timur rata-rata sebesar 1.7% per tahun dan pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 6.0 11.4 9.150 unit o PLTS terpusat 15 kW 7 unit o PLTMH 1.6 2.6 522 275 262 15 1.0 9.0 11.21. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Timur.650 kms o Jaringan Tegangan Rendah 4.5 562 529 180 148 1.8% per tahun.2 Neraca Daya Neraca daya Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2010 dan 2011 mengalami kondisi yang kurang baik (defisit).046 573 220 364 2.3 9.7 9.4.113 Neraca Daya Provinsi Kalimantan Timur Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 1.8 446 169 113 -164 1.312 737 268 463 2.391 8.2%.500 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 4.

00% 3.00% 3.00% 3.0 MW 823 7 50 5 100 50 7 5 100 40 7 7 7 7 40 7 7 100 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW 3.115 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Kalimantan Timur NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 DARI Harapan Baru Karang Joang Kuaro Muara Jawa Bontang Petung PLTG Senipah (IPP) Bontang PLTU Kaltim/Kemitraan (IPP) PLTU Muara Jawa (Perpres) Berau PLTU New Kaltim (Perpres) Industri Muara Jawa Sembera PLTU Kaltim Baru II/Sangata KE Bukuan Kuaro Perbatasan Incomer 2 phi Sambutan Incomer 2 phi Muara Jawa Sangata Muara Jawa Muara Jawa Tanjung Selor Muara Jawa/Senipah New Industri Industri Baru Embalut Bontang JUMLAH TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 20 155 93 48 90 8 24 65 50 24 4 10 50 160 50 520 1.371 PROGRESS (%) 7.Tabel 4.00% 3.00% 2.00% 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 x x x x x x x x x x x 1 x 1 x 2 x 113.00% 3.00% 3.00% 3.00% 3.114 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Kalimantan Timur Rencana PLTD PLTD PLTMG PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTGB PLTGB PLTGB PLTGB PLTU PLTG PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU PLTG PLTU PLTU PLTU PLTU PLTG PLTU PLTU PLTU Excess Power MFO Batakan Bontang MFO Tanjung Batu HSD Tanah Grogot (sewa) HSD Melak (sewa) HSD Sangata (sewa) HSD Tanjung Selor (sewa) HSD Nunukan (sewa) Sangata (sewa) Tanjung Redep (sewa) Tanjung Selor (sewa) Malinau (sewa) Tanah Grogot Kaltim (Peaking) Kota Bangun Muara Jawa/Teluk Balikpapan Kaltim Baru Tanah Grogot Kota Bangun Muara Jawa/Teluk Balikpapan Senipah Petung Melak Nunukan Berau Senipah Melak Tanjung Selor Kaltim JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress COD Des 2009 2009 2009 Peb 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN IPP PLN PLN PLN IPP IPP PLN PLN IPP IPP IPP IPP PLN IPP IPP IPP IPP Pendek 4 40 14 20 4 2 2 2 2 9 6 6 2 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW 90.00% 2.00% 710 MW MW Tabel 4.35 COD 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2012 2013 2013 2014 2014 2014 5 109 .

1 juta dan program EBT USD 166.557.500 800 1.1 juta. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 LOKASI Sei Kledang/Harapan Baru Kuaro/Tanah Grogot (GI Baru) Karang Joang Ext LB Senipah/Muara Jawa(GI Baru) Bontang (GI Baru) Sambutan Ext LB Petung (GI Baru) Industri Sangata (GI Baru) PLTUMuara Jawa Ext LB Bontang Ext LB Sambutan Berau (GI Baru) Tanjung Selor (GI Baru) New Industri (GI baru) Industri Ext LB Sembera Embalut Muara Jawa New Industri RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION Extension New Extension New New Extension New Extension New Extension Extension Extension New New New Extension Extension Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 60 30 2 LB 30 60 2 LB 30 60 30 2 LB 2 LB 30 30 30 60 2 LB 2 LB 2 LB 2 LB 2 LB 450 PROGRESS (%) COD 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2013 2013 2014 2014 2014 2014 54.9 juta.21.500 1.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.700 2011 8.000 1.000 1/250 2014 8. 110 . transmisi USD 297.9 juta.116 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Kalimantan Timur NO.150 2 350 80 250/13.500 900 950 1/250 2013 8.Tabel 4. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 979.200 2 370 80 270/14.89 100 Tabel 4.000 1 300 80 210/11.020 1/250 4.000 1/ 250 100 2010 1. gardu induk USD 113.100 1.117 Program Listrik Perdesaan Provinsi Kalimantan Timur KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.500 850 900 2/500 2012 8.100 2 300 80 230/12. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 210/11. dibutuhkan investasi sekitar USD 1.500 1.2 juta.

22 Provinsi Sulawesi Utara 4.3 1.8 54.2 113. Dari 8 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Utara.1 23.051 permintaan atau sebesar 82.6 0.170 63.650 4.1 7.3 1. dan Molibagu) berada dalam kondisi “Surplus”.118 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Kalimantan Timur No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .PLTS 50 Wp Tersebar . 6 sistem (Sistem Tahuna.PLTMH (kW) . 111 . Melonguane.JTR (kms) . Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 16. Tagulandang.0 61. dan Molibagu.500 4. Tagulandang.9 14. dan 2 sistem lainnya (Sistem Interkoneksi Minahasa dan Beo (Talaud)) berada pada kondisi “Defisit”. yaitu Sistem Tahuna.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Utara dipasok oleh satu sistem interkoneksi melalui jaringan transmisi 150 kV yaitu Sistem Minahasa dan beberapa sistem terisolasi.87% dan rasio desa berlistrik sebesar 100%.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .870 6 1.Tabel 4.PLT Angin (kW) .557.PLTS Terpusat 15 kW . Melonguane.22.9 MVA.JTM (kms) .150 7 1.9 297. Ondong (Siau). Beo (Talaud).1 4.d 2014 Investasi (juta USD) 979. Lirung. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Utara baru mencapai 66. Ondong (Siau). Lirung.PLTD (Unit/kW) Volume 823 1.371 450 34.500 2010 s.9 3.320 320 1.

14 MW SISTEM ONDONG (SIAU) Kapasitas terpasang : 4.73 MW Daya mampu : 2.24 MW SISTEM BEO (TALAUD) Kapasitas terpasang : 3.5 12.13 MW Beban puncak : 2.50 MW SISTEM TAGULANDANG Kapasitas terpasang : 2.7 3. Tengah dan Gorontalo sehingga neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sulawesi Utara.9 9.61 MW Daya mampu : 3.47 MW 4.4 3.561 7.0 401 653 248 500 2014 1.5 13.2 Neraca Daya Provinsi Sulawesi Utara.814 7.09 MW Daya mampu : 4.2 348 279 319 249 2012 933 266 236 126 1.22 Kondisi Kelistrikan Provinsi Sulawesi Utara SISTEM TAHUNA Kapasitas terpasang : 11.9 9.455 6.3 326 211 74 -41 2011 865 253 215 121 1.101 291 287 135 1.9 433 882 256 705 112 .63 MW Surplus : 0.1 373 589 82 298 2013 1. Tabel 4.80 MW Surplus : 0.42 MW Surplus : 0.08 MW Daya mampu : 1. Tengah dan Gorontalo Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 808 241 195 117 1.78 MW Daya mampu : 1. Tengah dan Gorontalo.91 MW Surplus : 0.70 MW SISTEM MOLIBAGU Kapasitas terpasang : 2.5 13.50 MW Beban puncak : 0.25 MW Daya mampu : 2.5 13. dimana pada tahun 2010 sistem berada pada kondisi defisit dan selanjutnya pada tahun 2011 s. Sulawesi Tengah dan Gorontalo kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Sulawesi Utara.77 MW Beban puncak : 0.22.361 6.Gambar 4.04 MW Defisit : -0.681 7.18 MW Beban puncak : 0.17 MW Daya mampu : 133.012 279 260 130 1.3 9.5 13.3 9.119 Neraca Daya Sistem Sulawesi Utara.d 2014 sistem berada pada kondisi yang baik.82 MW Surplus : 0.00 MW Defisit : -19.36 MW SISTEM INTERKONEKSI MINAHASA Kapasitas terpasang : 185.38 MW Beban puncak : 1.79 MW SISTEM MELONGUANE Kapasitas terpasang : 1.7 9.6 3.66 MW Beban puncak : 4.59 MW SISTEM LIRUNG Kapasitas terpasang : 1.50 MW Beban puncak : 153.55 MW Surplus : 0.8 3.5 3.47 MW Daya mampu : 0.25 MW Beban puncak : 3.

22.075 kW o PLTAngin 960 kW o Gardu distribusi 1. maka permintaan tenaga listrik pada wilayah tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7. Sulawesi Tengah.32% 2 x 2 x 2 x 2 x 1 1 1 4 1 24.120 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Utara Rencana PLTD PLTD PLTM PLTP PLTU PLTG PLTU PLTM PLTM PLTM PLTP PLTP PLTU PLTP PLTU MFO Sistem Minahasa (sewa) HSD Tahuna (sewa) Lobong Lahendong IV 2 Sulut (Amurang) Minahasa Turbin Gas Tahuna Milangodaa I Duminanga Belengan Lahendong V Lahendong VI Sulut I (Kema) Kotamobagu 1.6 MW MW MW 277 MW MW 113 .7 0.2 20 20 25 20 25 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW 49% COD 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN Perpres 71 PLN IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP PLN IPP Pendek 20 2.00% 3.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Sulawesi Utara.00% 99.1 MW 301 x x x x x 20 25 25 4 0.5 1. 2.750 kW).9% pertahun. dan Gorontalo sebesar 1.3% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.921 unit o PLTS terpusat 15 kW 7 unit o PLTMH 1. 3 & 4 Sulut I (Kema) JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress 3.4.5 1. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 301 MW (sekitar 24.1 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 551 kms  Gardu induk 490 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 37.750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 3.155 unit (63. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Utara.050 kms o Jaringan Tegangan Rendah 2.980 kms o PLTD 14 unit (3. Tabel 4.8%.

122 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Sulawesi Utara NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 LOKASI Telling (GIS 150 kV Baru) Tomohon Telling (GIS 150 kV Baru) Lopana Ext 2 LB Ranomut Baru 150 kV(Paniki) Telling Ext 2 LB Otam/kotamubagu Bitung Baru 150 kV (Kema) Ranomut Baru 150 kV(Paniki) Lolak (GI Baru) Otam Ext LB Buroko (GI Baru) Lolak Kotamubagu Kawangkoan Buroko Bintauna (GI Tapping) Ranomut Baru 150 kV(Paniki) Tomohon Bitung Baru 150 kV (Kema) Tasik Ria RASIO TRAFO (kV) 150/70 150/70 Jumlah 150/70 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV 70/20 Jumlah 70/20 kV NEW/EXTENSION New Extension New Extension New Extension Extension New Extension New Extension New Extension Extension Extension Extension New Extension Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 60 60 120 60 2 LB 30 2 LB 30 30 2 LB 30 2 LB 20 2 LB 2 LB 30 2 LB 20 30 30 30 340 30 30 PROGRESS (%) 70.121 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Utara NO.16 COD 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2012 2013 2013 2014 100 100 100 114 .Sawangan) JUMLAH 70 kV TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 70 PANJANG (kms) 96 16 36 56 72 210 1 32 8 20 547 4 4 PROGRESS (%) 56.73 Tabel 4.17 COD 2009 2009 2010 2010 2010 2011 2011 2014 2014 2013 2011 100 52.Tabel 4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DARI Lopana Telling (New 150) PLTU 2 Sulut (Perpres) Ranomut Baru 150 (Paniki) Kotamubagu/Otam Lolak Bintauna PLTP Kotamubagu PLTU Sulut (IPP) PLTP Lahendong 5 dan 6 PLTU Infrastructure (IPP) KE Telling (New 150) Ranomut Baru 150 (Paniki) Lopana Bitung Baru 150 ( Kema ) Lolak (New) Buroko Tapping Kotamubagu/Otam PLTU 2 Sulut (Perpres) Lopana JUMLAH 150 kV Incomer (Bitung .

075 960 1. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 527.6 juta.PLTMH (kW) .6 23.750 3.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.000 2 225 240 220/12.4 juta dan program EBT USD 178. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 210/11.PLTS Terpusat 15 kW .d 2014 Investasi (juta USD) 527.4 26.PLTS 50 Wp Tersebar .1 48.000 1 225 240 225/12. transmisi USD 22.000 2012 9.8 13.250 650 620 2/500 2014 9.JTM (kms) .4 juta. Tabel 4. dibutuhkan investasi sekitar USD 752.600 2011 9.22.4 5.3 752.PLT Angin (kW) .150 2 300 240 260/14.250 100 2010 1.123 Program Listrik Perdesaan Provinsi Sulawesi Utara KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.8 juta.JTR (kms) .6 juta.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .500 550 550 4/1.750 2010 s.921 7 1.4 2.PLTD (Unit/kW) Volume 301 551 490 37.050 2.250 650 730 2/500 4.6 2.155 63.Tabel 4.8 5.250 600 580 2/500 2013 9.124 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Sulawesi Utara No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .500 600 500 4/1.171 2 225 240 240/13.6 74.980 14 3.6 22. gardu induk USD 23.4 115 .

32 MW Daya mampu : 2. Sulawesi Tengah dan Gorontalo kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Sulawesi Utara.76 MW Beban puncak : 2. 116 . semua sistemnya (Sistem Telaga (Gorontalo).4.2 Neraca Daya Provinsi Sulawesi Utara.20 MW Beban puncak : 3.11%. Tengah dan Gorontalo sehingga neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sulawesi Utara.33 MW 4.97 MW Surplus : 0.01 MW Surplus : 0.79% dan rasio desa berlistrik sebesar 98.23 Provinsi Gorontalo 4.23 Kondisi Kelistrikan Provinsi Gorontalo SISTEM BURUKI Kapasitas terpasang : 3.00 MW SISTEM TELAGA (GORONTALO) Kapasitas terpasang : 44.23. dimana pada tahun 2010 sistem berada pada kondisi defisit dan selanjutnya pada tahun 2011 s. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 2. Buruki.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Gorontalo dipasok oleh beberapa sistem terisolasi.23. Tengah dan Gorontalo.44 MW Daya mampu : 30. dan Marisa Tilamuta) berada dalam kondisi “Surplus”. dan Marisa Tilamuta.47 MW Daya mampu : 3.75 MW SISTEM MARISA TILAMUTA Kapasitas terpasang : 6. Buruki.732 permintaan atau sebesar 5. Gambar 4. yaitu Sistem Telaga (Gorontalo). Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Gorontalo baru mencapai 49.d 2014 sistem berada pada kondisi yang baik.6 MVA.30 MW Beban puncak : 29. Dari 3 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Gorontalo.20 MW Surplus : 0.

012 279 260 130 1.4 3.400 kW o PLTAngin 960 kW o Gardu distribusi 1. Sulawesi Tengah.681 7.2 348 279 319 249 2012 933 266 236 126 1.9% pertahun. 117 .5 13.8%.7 3.3 9.000 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 4.1 373 589 82 298 2013 1. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 93 MW (sekitar 10 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 544 kms  Gardu induk 140 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 57. maka permintaan tenaga listrik pada wilayah tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7.330 kms o Jaringan Tegangan Rendah 4.8 3. dan Gorontalo sebesar 1.101 291 287 135 1.125 Neraca Daya Sistem Sulawesi Utara.964 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.5 13.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Sulawesi Utara.9 9.5 12.380 kms o PLTD 6 unit (1.561 7.3 9.950 unit (90.455 6.9 433 882 256 705 4.814 7.Tabel 4.3 326 211 74 -41 2011 865 253 215 121 1.3% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.9 9.361 6.5 13.5 13.5 3. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Gorontalo. Tengah dan Gorontalo Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 808 241 195 117 1.500 kW).23.7 9.0 401 653 248 500 2014 1.6 3.

000 980 1.Tabel 4. 1 2 3 4 5 DARI PLTU Gorontalo Energi (IPP) Isimu Isimu PLTU Gtalo (Perpres)/Kwandang Isimu Botupingge Botupingge Marissa Incomer Buroko JUMLAH KE TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 70 90 220 24 140 544 PROGRESS (%) 100 100 100 COD 2010 2010 2010 2010 2010 Tabel 4.2 25 20 6 MW MW MW MW 83 MW Tabel 4. 1 2 3 4 5 LOKASI Botupingge (GI Baru) PLTU Gorontalo Baru /Anggrek Isimu (GI Baru) Marissa GI Baru) Botupingge RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION New New New New Extension KAPASITAS (MVA) 30 20 30 30 30 140 PROGRESS (%) 100 100 COD 2010 2010 2010 2010 2010 Tabel 4.00% 93.126 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Gorontalo Rencana PLTD PLTD PLTM PLTU PLTU PLTU MFO Gorontalo (sewa) HSD Marisa (sewa) Mongango Gorontalo Molotabu Gorontalo Energi JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress 3.127 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Gorontalo NO.128 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Gorontalo NO.000 - 118 .000 850 830 2/500 2013 13750 2 325 240 410/19.500 800 800 2/500 2012 13757 2 325 240 390/18.00% COD 2010 2010 2011 2011 2012 2013 Keterangan PLN PLN PLN Perpres 71 IPP IPP Pendek 7 3 MW MW 2 x 2 x 10.500 800 800 1/250 100 2010 2900 2011 13757 2 325 240 360/16.01% 47% 30.00% 3.000 900 950 1/250 2014 13800 2 325 240 430/20. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 360/16.0 MW 93 MW 1.129 Program Listrik Perdesaan Provinsi Gorontalo KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.

Moilong.24. Luwuk. Banggai. Kotaraya.000 4.d 2014 Volume Investasi (juta USD) 93 544 140 57. Parigi.9 459. Kolonedale. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Tengah baru mencapai 48. berada dalam kondisi “Surplus”. Kolonedale. Bangkir. Banggai. Leok. Bangkir.4 114. 13 sistem (Sistem Toli-Toli. transmisi USD 22. Luwuk.30% dan rasio desa berlistrik sebesar 99. Palasa. Ampana.4 MVA. Moutong.2 5. Tabel 4.PLTD (Unit/kW) 2010 s. dibutuhkan investasi sekitar USD 459.23.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .500 160.330 4.130 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Gorontalo No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan . Parigi.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.3 juta. yaitu Sistem Palu.5 juta. Dari 18 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Tengah.24 Provinsi Sulawesi Tengah 4. Bunta.2 juta. Toili. dang Bungku). Moutong. Tentena.PLTS 50 Wp Tersebar .9 juta dan program EBT USD 265. dan 5 sistem lainnya (Sistem Palu.PLTMH (kW) . Poso.380 6 1. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 22.JTR (kms) . Bunta. Leok.5 juta.8 20.JTM (kms) .1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Tengah dipasok oleh beberapa sistem terisolasi.2 7.PLT Angin (kW) .PLTS Terpusat 15 kW .9 72. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 160. dang Bungku.02%. dan Moilong) berada pada kondisi “Defisit”.5 10.9 40. Toili.950 90. Kotaraya.3 22. Palasa. Toli-Toli. Ampana.5 0. Tentena.964 8 1. 119 .400 960 1. Poso.059 permintaan atau sebesar 27.6 3.4. gardu induk USD 10.2 4.

63 MW Daya mampu : 1.92 MW Daya mampu : 1.49 MW Beban puncak : 50.10 MW Defisit : -0.45 MW Daya mampu : 1.38 MW Surplus : 1.24 MW Daya mampu : 36.62 MW Beban puncak : 1.10 MW Daya mampu : 1.18 MW Surplus : 0.49 MW Defisit : -0.39 MW Beban puncak : 1.12 MW Beban puncak : 1.95 MW Defisit : -0.35 MW Daya mampu : 1.70 MW SISTEM PALU Kapasitas terpasang : 81.80 MW Daya mampu : 3.83 MW Surplus : 0.18 MW Daya mampu : 6.49 MW Daya mampu : 1.19 MW SISTEM MOILONG Kapasitas terpasang: 3.13 MW SISTEM PALASA Kapasitas terpasang: 1.25 MW Daya mampu : 1.12 MW Surplus : 0.63 MW Daya mampu : 5.02 MW SISTEM BUNGKU Kapasitas terpasang: 1.07 MW SISTEM TENTENA Kapasitas terpasang: 1.31 MW SISTEM LEOK Kapasitas terpasang: 3.18 MW Beban puncak : 5.11 MW SISTEM BANGKIR Kapasitas terpasang: 1.19 MW SISTEM KOLONEDALE Kapasitas terpasang: 3.67 MW Beban puncak : 1.92 MW Beban puncak : 1.50 MW Beban puncak : 1.70 MW Daya mampu : 1.24 Kondisi Kelistrikan Provinsi Sulawesi Tengah SISTEM TOLI-TOLI TOLIKapasitas terpasang : 10.20 MW Surplus : 0.26 MW SISTEM KOTARAYA Kapasitas terpasang: 1.76 MW Beban puncak : 2.03 MW Surplus : 0.88 MW Beban puncak : 0.69 MW Surplus : 0.55 MW SISTEM BUNTA Kapasitas terpasang: 1.00 MW 120 .31 MW Surplus : 0.10 MW Surplus : 0.13 MW Surplus : 0.56 MW Daya mampu : 0.09 MW SISTEM AMPANA Kapasitas terpasang: 3.70 MW Daya mampu : 1.60 MW Defisit :-14.17 MW Beban puncak : 5.37 MW Beban puncak : 3.26 MW Daya mampu : 5.10 MW Defisit : -0.42 MW SISTEM BANGGAI Kapasitas terpasang: 2.50 MW Surplus : 0.02 MW SISTEM MOUTONG Kapasitas terpasang: 3.81 MW Surplus : 0.00 MW Beban puncak : 0.79 MW Beban puncak : 4.34 MW SISTEM PARIGI Kapasitas terpasang: 7.47 MW Surplus : 0.76 MW Beban puncak : 2.67 MW Daya mampu : 1.50 MW Beban puncak : 1.05 MW Beban puncak : 1.00 MW Daya mampu : 1.34 MW SISTEM POSO Kapasitas terpasang: 7.41 MW SISTEM LUWUK Kapasitas terpasang : 11.00 MW Daya mampu : 1.77 MW SISTEM TOILI Kapasitas terpasang: 3.36 MW Beban puncak : 1.Gambar 4.

dimana pada tahun 2010 sistem berada pada kondisi defisit dan selanjutnya pada tahun 2011 s.870 unit (89.361 6.455 6.24. Sulawesi Tengah dan Gorontalo kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Sulawesi Utara.9 433 882 256 705 4.8%. 121 .4 3.9 9.5 13.8 3. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 583 MW (sekitar 39.2 Neraca Daya Provinsi Sulawesi Utara.5 13.3 9. Tengah dan Gorontalo.480 kW o Gardu distribusi 1.3 9.3% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.750 kW).814 7.9% pertahun.0 401 653 248 500 2014 1. maka permintaan tenaga listrik pada wilayah tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7.012 279 260 130 1. Tengah dan Gorontalo sehingga neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sulawesi Utara.101 291 287 135 1. Tengah dan Gorontalo Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 808 241 195 117 1.2 348 279 319 249 2012 933 266 236 126 1.6 3. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Tengah.d 2014 sistem berada pada kondisi yang baik.9 9.7 9.3 326 211 74 -41 2011 865 253 215 121 1.250 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 4.131 Neraca Daya Sistem Sulawesi Utara. Sulawesi Tengah.8 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 800 kms  Gardu induk 190 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 57.1 373 589 82 298 2013 1. dan Gorontalo sebesar 1.5 12. Tabel 4.5 13.561 7.370 kms o PLTD 7 unit (1.4.200 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.5 13.7 3.720 kms o Jaringan Tegangan Rendah 5.5 3.681 7.24.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Sulawesi Utara.

Tabel 4.3 1.2 2.00% 3.Pasang Kayu) JUMLAH 150 kV KE TEGANGAN (kV) 275 150 150 150 PANJANG (kms) 360 360 140 280 20 440 PROGRESS (%) COD 2013 2010 2011 2011 Tabel 4.5 1 4 10 120 1.00% 3. 1 2 3 4 PLTGU Senoro Talise PLTA Poso PLTU Palu (Kemitraan) DARI Tentena JUMLAH 275 kV Pasang Kayu Parigi Incomer (Talise .00% 46.5 3.2 0.8 MW 583 544 MW MW Tabel 4.expansion #3.8 2.134 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Sulawesi Tengah NO.133 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Tengah NO.132 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Tengah Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTM PLTM PLTA PLTA PLTM PLTM PLTU PLTU PLTGU PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTM PLTU PLTGU PLTM PLTM PLTP PLTP HSD Toli-Toli (sewa) HSD Luwuk (sewa) HSD Palu (sewa) HSD Poso (sewa) HSD Kolonedale (sewa) Sansarino Tomini II Poso Energy Poso Hek Sawidago II Moutong Luwuk Senoro Bungku Hydro Power Bunta Pekasalo Biak I Biak II Biak III Kotaraya Batubota Kolonedale Hydro Power PJPP II .8 2 MW MW MW MW MW MW MW 50 145 2. 4 Senoro Bambalo 3 Lambangan Bora Merana/Masaingi JUMLAH Total Pendek 4 5 20 3 3 0.26% 65. 1 2 3 4 5 Talise Ext LB Parigi Ext LB Poso (GI Baru) Talise Parigi LOKASI RASIO TRAFO (kV) 150/70 150/70 Jumlah 150/70 kV 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV NEW/EXTENSION New New New Extension Extension KAPASITAS (MVA) 60 60 120 20 30 20 70 PROGRESS (%) 100 COD 2010 2010 2010 2010 2014 100 122 .2 1.6 15 120 2.3 3.00% COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN IPP IPP IPP PLN IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP IPP 2 x 2 x 2 x 1 x 2 x 2 x 1 x 1 x 2 x 39.00% 3.5 1.5 1.2 5 10 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress 3.00% 3.

5 juta dan program EBT USD 265.6 108.8 juta.100 2011 13.PLTD (Unit/kW) Volume 583 800 190 57.136 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Sulawesi Tengah No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .d 2014 Investasi (juta USD) 823.24.5 40.000 4/1.2 juta.750 850 1.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.500 2 350 350/17.870 89.1 1.525 2 350 380/18.2 123 .PLT Angin (kW) .8 juta.370 7 1.750 2010 s.480 0 1.720 5.500 1.000 1.500 2 350 360/17.7 19.6 85.2 7.Tabel 4.8 11.050 2/500 2013 13.Gardu Distribusi (Unit/kVA) . dibutuhkan investasi sekitar USD 1.250 4.PLTS Terpusat 15 kW .500 1.5 1.200 8 1. transmisi USD 153.1 153.140 1/250 2014 13.135 Program Listrik Perdesaan Provinsi Sulawesi Tengah KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) Pem.000 2010 3.000 2012 13. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 80 380/16.254.JTM (kms) .575 2 350 400/19.1 3. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 823.PLTMH (kW) .254.1 juta.PLTS 50 Wp Tersebar . gardu induk USD 11.100 1.000 850 1.500 920 1. Tabel 4.JTR (kms) .180 - 4.

18 MW SISTEM MAMASA Kapasitas terpasang : 0. dimana pada tahun 2010 s. semua sistemnya (Sistem Pasangkayu dan Mamasa) berada dalam kondisi “Surplus”.25.420 permintaan atau sebesar 7.28 MW 4. Mengingat bahwa Provinsi Sulawesi Barat masih termasuk Provinsi baru.2 Neraca Daya Provinsi Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 5.25 Provinsi Sulawesi Barat 4.d 2014 sistem berada pada kondisi yang baik. 124 .25 Kondisi Kelistrikan Provinsi Sulawesi Barat SISTEM PASANGKAYU Kapasitas terpasang : 0.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Barat dipasok oleh 2 sistem terisolasi. Gambar 4. Tenggara dan Barat sehingga neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sulawesi Selatan.84 MW Daya mampu : 0.80 MW Daya mampu : 0.56 MW Surplus : 0.70 MW Beban puncak : 0.25. Dari 2 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Kalimantan Timur.4. yaitu Sistem Pasangkayu dan Mamasa.42 MW Surplus : 0.74 MW Beban puncak : 0.2 MVA. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Sulawesi Selatan. maka data rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik belum tersedia datanya.

Tabel 4.7 2. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 14 MW  Transmisi tenaga listrik 160 kms  Gardu induk 90 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 23. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat sebesar 1.9 12.317 231 526 4.0 952 1.282 6. 1 Mamuju DARI Pasang Kayu JUMLAH KE TEGANGAN (kV) 150 PANJANG (kms) 160 160 PROGRESS (%) COD 2011 125 .037 4.622 533 336 791 3.150 kW Tabel 4.139 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Barat NO.137 Neraca Daya Sulawesi Selatan.MW 14 MW Pendek Jangka Menengah/Panjang 2 x 7 MW Progress COD 2014 Keterangan IPP 14 MW Tabel 4.4 2.305 7.055 231 393 2013 1.512 7.022 1.7 836 778 293 235 2012 1. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Barat.6 894 1.992 793 483 1.265 77 391 2014 1. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 1.2% pertahun.0 12.712 588 368 843 3.0 12.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Sulawesi Selatan.0 14.0 14.7% maka permintaan tenaga listrik di sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7.758 7.8 782 460 327 5 2011 1.0 14.022 7.8 2.4 1.896 718 441 967 4.5 2.138 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Barat Rencana PLTU Mamuju JUMLAH Total .0 14.0 12.25.1% pertahun pertumbuhan ekonomi sebesar 6.0 14.770 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.6 2.0 12.803 650 403 903 3.

4 27.4 juta.8 juta.150 termasuk dalam rekap Prov.PLTS 50 Wp Tersebar .25.PLTMH (kW) .525 2 300 2014 5.700 2011 5. Sulsel 2010 s.550 2 300 4.2 juta. 1 2 3 4 5 LOKASI Pasang Kayu (GI Baru) Polmas Pasang Kayu Ext LB Mamuju Ext LB Mamuju RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah NEW/EXTENSION New Extension Extension Extension Relokasi KAPASITAS (MVA) 30 30 2LB 2LB 30 90 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2011 2011 2014 95.2 5.d 2014 Investasi (juta USD) 29.142 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Sulawesi Barat No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .PLTS Terpusat 15 kW .500 2 250 2012 5.500 2 300 2013 5.79 Tabel 4. dengan rinciannya adalah pembangkit USD 29.3 3.8 juta.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .2 6.JTR (kms) .JTM (kms) .PLTD (Unit/kW) Volume 14 160 90 23.PLT Angin (kW) .770 8 1.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.4 51.141 Program Listrik Perdesaan Provinsi Sulawesi Barat KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) 2010 1. gardu induk USD 5.8 126 .Tabel 4. transmisi USD 27. Tabel 4.3 - 122. dibutuhkan investasi sekitar USD 122.140 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Sulawesi Barat NO.4 juta dan program EBT USD 60.

26.10 MW 4.24 MW Daya mampu : 447.56 MW Daya mampu : 6.33 MW Beban puncak : 6. Gambar 4. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.80 MW Beban puncak : 2.INCO Kapasitas terpasang : 6. dan Selayar.d 2014 sistem berada pada kondisi yang baik.978 permintaan atau sebesar 54.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Selatan dipasok oleh satu sistem interkoneksi melalui jaringan transmisi 150 kV yaitu Sistem Sulawesi Selatan dan beberapa sistem terisolasi.70 MW Surplus : 1.7 MVA.00 MW Surplus : 0.26.49 MW Daya mampu : 3.26 Provinsi Sulawesi Selatan 4. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Selatan baru mencapai 55.2 Neraca Daya Provinsi Sulawesi Selatan. dan Selayar). Dari 3 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Selatan. 2 sistem (Sistem Malili-Inco. berada dalam kondisi “Surplus”.77 MW Beban puncak : 552.20% dan rasio desa berlistrik sebesar 100%.26 Kondisi Kelistrikan Provinsi Sulawesi Selatan SISTEM MALILI . dimana pada tahun 2010 s.4.33 MW SISTEM INTERKONEKSI SULAWESI SELATAN Kapasitas terpasang : 635. Tenggara dan Barat sehingga neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sulawesi Selatan. 127 .15 MW SISTEM SELAYAR Kapasitas terpasang : 6. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 56.92 MW Defisit :-105. yaitu Sistem Malili-Inco. dan 1 sistem (Sistem Interkoneksi Sulawesi Selatan) berada pada kondisi “Defisit”.

4 2.4 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 1.200 kW o Gardu distribusi 1.758 7.5 2.305 7.0 14.154 kms  Gardu induk 1.500 kW).265 77 391 2014 1.803 650 403 903 3.0 12.Tabel 4.0 14.8 2.712 588 368 843 3.317 231 526 4.055 231 393 2013 1.0 12.575 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.0 14.0 12.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Sulawesi Selatan.022 7.26.022 1.326 kW o PLTAngin 1.000 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 6.8 782 460 327 5 2011 1.2% pertahun.0 14.512 7.0 14.896 718 441 967 4.143 Neraca Daya Sulawesi Selatan.4 1. 128 .080 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 23.550 kms o Jaringan Tegangan Rendah 5.7 836 778 293 235 2012 1.820 unit (86. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 1.9 12. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat sebesar 1.037 4.992 793 483 1. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Selatan.6 894 1.622 533 336 791 3.1% pertahun pertumbuhan ekonomi sebesar 6.0 952 1.7% maka permintaan tenaga listrik di sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 965 MW (sekitar 271.0 12.6 2.7 2.380 kms o PLTD 18 unit (5.282 6.

00% 5. 158 Wotu (New) Malili (New) PLTU Takalar (Perpres 2) Makale JUMLAH TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 PANJANG (kms) 308 64 23 130 160 70 10 4.4 MW 965 50 180 2 200 2 100 4 MW MW MW MW MW MW MW 40% 694 MW MW Tabel 4.1 / Jeneponto Bosowa Selayar Takalar Selayar JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress 97.00% COD Akhir 2009 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2014 2014 2014 Keterangan IPP PLN PLN PLN IPP Perpres 71 IPP PLN IPP PLN PLN IPP Pendek 2 x 1.6 Tabel 4.154 PROGRESS (%) 54.Tabel 4.144 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Selatan Rencana PLTM PLTD PLTD/G PLTM PLTGU PLTU PLTGU PLTD PLTU PLTD PLTU PLTU Ranteballa MFO Sulsel (sewa) HSD Sulsel (sewa) Sulsel Sengkang.146 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Sulawesi Selatan NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 LOKASI Maros (GI Baru) Sidrap Ext LB Sungguminasa Ext LB Tello Bontoala (Uprating 150 kV) Tanjung Bunga Ext LB Sungguminasa Pare-pare Bulukumba Barru Palopo Ext LB Sengkang Ext LB Sengkang Jeneponto RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 NEW/EXTENSION New Extension Extension Extension New Extension Extension Relokasi Extension Extension Extension Extension Extension Extension KAPASITAS (MVA) 30 2LB 2LB 60 60 2LB 60 30 30 30 2LB 2LB 30 30 PROGRESS (%) COD 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 100 100 129 .98 COD 2009 2009 2009 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2013 2013 41.5 126 8 60 MW MW MW MW MW 2 x 2 x 1 x 2 x 2 x 271.145 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Selatan NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 DARI Sidrap Maros (New) Tanjungbunga Sengkang Siwa/Kera (New) Sengkang Tallo Lama PLTU Sulsel (Perpres)/Barru PLTU Takalar (Perpres 2) PLTU Takalar (Perpres 2) Palopo Wotu (New) PLTU Jeneponto (IPP-Bosowa) PLTA Malea KE Maros (New) Sungguminasa Bontoala Siwa /Kera (New) Palopo Sidrap Bontoala Incomer 2 phi Tip.2 6 x 12.49 50. Open Cycle Sulsel (Barru) Sengkang Selayar Sulsel .97 98. 157 Tip.62 20 20 170 100 4 70 1.

130 . transmisi USD 202.147 Program Listrik Perdesaan Provinsi Sulawesi Selatan KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 Kw PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.525 2 326 300 380/18.36 Tabel 4.659.250 1.500 2 2012 5.040 20 20 40 PROGRESS (%) 100 100 COD 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 23. 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 LOKASI Siwa/Kera (GI Baru) Takalar/Tallasa Tallo Lama Pare-pare Watampone Makale Pangkep Panakkukang Wotu (GI Baru)+4 LB Palopo Ext LB Malili (GI Baru) Sinjai Makale PLTA Malea Maros Ext LB Tallo Lama Pinrang Sidrap Sengkang Daya Baru (GI Baru) Mandai Borongloe RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV 70/20 70/20 Jumlah 70/20 kV NEW/EXTENSION New Extension Extension Relokasi Extension Extension Extension Extension New Extension New Relokasi Extension Extension Extension Extension Relokasi Extension Extension New Relokasi Relokasi KAPASITAS (MVA) 30 30 60 20 60 30 30 120 30 2LB 30 30 2LB 2LB 2LB 60 30 60 30 30 1.370 2/500 100 250 300 350/16. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 1.9 juta.250 1.000 2013 5. gardu induk USD 56.8 juta.7 juta.3 juta.500 330/15.000 4/1. dibutuhkan investasi sekitar USD 1.NO. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) *) 2010 1.26.250 1.250 900 6/2.500 2011 5.210 2/500 2014 5.550 2 350 300 400/19.8 juta dan program EBT USD 220.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.350 1.300 1.000 : Jaringan termasuk Sulawesi Barat 4.400 1.179.500 2 300 300 360/17.250 1.250 900 4/1.000 1.

d 2014 Investasi (juta USD) 1.PLTD (Unit/kW) Cat: jaringan termasuk Prov.JTR (kms) .1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Tenggara dipasok oleh beberapa sistem terisolasi.8 55. Kassipute. 6 sistem (Sistem Lambuya.PLTS Terpusat 15 kW . Dari 8 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Tenggara.95%.5 3. berada dalam kondisi “Surplus”. Wangi-Wangi.326 1.Tabel 4. Kassipute.7 202.8 16.550 5.154 1. WangiWangi.7 2. yaitu Sistem Kendari.27.575 8 1.200 1. Kolaka.659.380 18 5.9 56.27 Provinsi Sulawesi Tenggara 4.000 6.PLT Angin (kW) .148 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Sulawesi Selatan No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .2 6.080 2010 s. 131 .JTM (kms) .7 7. Lasusua. Lasusua.8 23. Bau-Bau. Bau-Bau.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .7 1.PLTS 50 Wp Tersebar .PLTMH (kW) . Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Tenggara baru mencapai 38. dan Raha. Lambuya.179.2 18. Sulbar Volume 965 1.09% dan rasio desa berlistrik sebesar 95. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 24.042 permintaan atau sebesar 34.7 MVA. dan 2 sistem (Sistem Kendari dan Kolaka) berada pada kondisi “Defisit”.820 86. dan Raha).500 4.4 109.

87 MW Daya mampu : 12.0 14.803 650 403 903 3.896 718 441 967 4.45 MW Defisit : -4.06 MW Beban puncak : 8.21 MW Daya mampu : 6.55 MW Surplus : 0.022 1.78 MW Beban puncak : 5.0 12.0 14.10 MW SISTEM WANGI-WANGI WANGIKapasitas terpasang : 2.35 MW SISTEM BAU-BAU BAUKapasitas terpasang : 19.27 Kondisi Kelistrikan Provinsi Sulawesi Tenggara SISTEM LASUSUA Kapasitas terpasang : 0.7 2. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 1.76 MW Daya mampu : 0.8 782 460 327 5 2011 1.20 MW SISTEM KASSIPUTE Kapasitas terpasang : 2.6 894 1.0 952 1.055 231 393 2013 1. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.0 12.Gambar 4.0 12.20 MW Surplus : 0.0 14.27 MW SISTEM KENDARI Kapasitas terpasang : 55.70 MW SISTEM KOLAKA Kapasitas terpasang : 9. Tenggara dan Barat sehingga neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Sulawesi Selatan.91 MW Surplus : 2.10 MW Defisit : -1.037 4.992 793 483 1. Tabel 4.40 MW Beban puncak : 4.63 MW Daya mampu : 1.5 2.27.11 MW Beban puncak : 1.04 MW 4. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.265 77 391 2014 1.8 2.0 14. dimana pada tahun 2010 s.282 6.57 MW Daya mampu : 4.d 2014 sistem berada pada kondisi yang baik.05 MW Beban puncak : 9.68 MW Surplus : 1.149 Neraca Daya Sulawesi Selatan.4 1.47 MW Surplus : 0.07 MW Surplus : 0.0 12.4 2.04 MW SISTEM LAMBUYA Kapasitas terpasang : 7.9 12.317 231 526 132 .74 MW Beban puncak : 0.0 14.712 588 368 843 3.022 7.2 Neraca Daya Provinsi Sulawesi Selatan.14 MW SISTEM RAHA Kapasitas terpasang : 14.622 533 336 791 3.758 7.75 MW Beban puncak : 37.7 836 778 293 235 2012 1.512 7.90 MW Beban puncak : 0.52 MW Daya mampu : 7.6 2.305 7.83 MW Daya mampu : 32.12 MW Daya mampu : 0.

7% maka permintaan tenaga listrik di sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7.1% pertahun pertumbuhan ekonomi sebesar 6.750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 6.650 kms o PLTD 10 unit (2.150 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Tenggara Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTU PLTM PLTM PLTM PLTU PLTD PLTM PLTU PLTD PLTP PLTU PLTU PLTD PLTP MFO Kendari (sewa) HSD Kendari (sewa) HSD Kolaka (sewa) MFO Kolaka (sewa) HSD Bau-Bau (sewa) HSD Raha (sewa) HSD Wangi-Wangi (sewa) Sultra (Kendari .Nii Tanasa) Raha Ratelimbong-Kolaka Kolaka Wangi-Wangi Mangolo Bau-Bau Kendari Wangi-Wangi Mangolo JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2014 2014 Keterangan Sewa PLN PLN PLN PLN PLN PLN Perpres 71 PLN PLN PLN Perpres 71 PLN PLN IPP PLN IPP IPP IPP PLN IPP Pendek 10 16 2 4 9 3 2 10 MW MW MW MW MW MW MW MW 2 x 1 x 2 x 2 x 1 x 56. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat sebesar 1. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sulawesi Tenggara.250 kW).0 MW 181 2 0.4.5 10 5 2.400 kW o PLTAngin 820 kW o Gardu distribusi 2.8 0.00% 69% 24.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Sulawesi Selatan.4 10 2 5 10 25 2 5 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW 3.00% 3.2% pertahun.27.240 unit (110.15% 17.Nii Tanasa) Sabilambo-Kolaka Rongi Mikuasi-Kolaka Sultra (Kendari .00% 3.200 unit o PLTS terpusat 15 kW 12 unit o PLTMH 1.00% 3.00% 3.33% 18. Tabel 4.00% 3.21% 69% 125 MW MW 133 . telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 181 MW (sekitar 56 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 370 kms  Gardu induk 260 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 66.930 kms o Jaringan Tegangan Rendah 6.

4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.250 1.560 1.4 juta dan program EBT USD 317.750 1. transmisi USD 50.8 juta. 1 2 3 4 5 6 7 8 Kendari 150 kV Unahaa (GI Baru) Kolaka (GI Baru) Kendari (150 kV New) Unahaa PLTU Nii Tanasa Kendari Kendari LOKASI RASIO TRAFO (kV) 150/70 Jumlah 150/70 kV 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV 70/20 70/20 70/20 Jumlah 70/20 kV NEW/EXTENSION New New New New Extension New New Extension KAPASITAS (MVA) 60 60 30 30 30 30 120 20 30 30 80 PROGRESS (%) COD 2011 2011 2012 2012 2013 2009 2009 2009 Tabel 4.Tabel 4.430 1.525 3 350 250 470/23.2 juta.250 1.200 2/500 2012 15.8 juta.27. 1 2 3 4 5 Kendari PLTU Kolaka Unahaa PLTU Kendari PLTU NII Tanasa DARI KE Unahaa (New) Kolaka Kolaka (New) Kendari JUMLAH 150 kV Kendari JUMLAH 70 kV TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 70 PANJANG (kms) 70 20 200 30 320 50 50 PROGRESS (%) COD 2011 2012 2012 2013 2010 Tabel 4.100 2011 15.450 2/500 2014 15. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 298.151 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Sulawesi Tenggara NO.300 1.750 1.500 2/250 4. 134 .500 3 350 160 440/21.750 1.2 juta.350 1.300 2/500 2013 15.290 1.575 3 350 250 490/24.152 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Sulawesi Tenggara NO.200 2/500 2010 4. dibutuhkan investasi sekitar USD 686. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 420/20.500 3 350 160 420/20.153 Program Listrik Perdesaan Provinsi Sulawesi Tenggara KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem. gardu induk USD 19.

1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Nusa Tenggara Barat dipasok oleh beberapa sistem terisolasi.PLTS Terpusat 15 kW .250 2010 s.4 4. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Nusa Tenggara Barat baru mencapai 32.2 50.6 149.28 Provinsi Nusa Tenggara Barat 4. 135 .1 1.650 10 2.8 19.JTR (kms) .750 6. Sumbawa Barat.d 2014 Investasi (juta USD) 298.2 4.4 46.200 12 1.240 110.9 24.400 820 2.7 4.646 permintaan atau sebesar 116.JTM (kms) .Gardu Distribusi (Unit/kVA) . Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 145.1 MVA.PLT Angin (kW) . dan Bima.2 686. yaitu Sistem Lombok. Dari 4 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sumbawa Barat. dan Bima) berada pada kondisi “Defisit”.1 79.154 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Sulawesi Tenggara No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan . Sumbawa.930 6.28.Tabel 4.51% dan rasio desa berlistrik sebesar 100%.PLTD (Unit/kW) Volume 181 370 260 66.8 7. semua sistem kelistrikannya (Sistem Lombok.PLTS 50 Wp Tersebar . Sumbawa.PLTMH (kW) .

0 7.02 MW Beban puncak : 5.0 12.81 MW Beban puncak : 21.55 MW Deffisit : -1.56 MW Beban puncak : 22. walaupun cadangan daya pada tahun 2010 dan 2011 cukup kecil.0 12.06 MW 4.94 MW Daya mampu : 18.0 12.Gambar 4.3 5.28.3 7.0 5.94 MW SISTEM SUMBAWA BARAT Kapasitas terpasang : 8. Tabel 4.0 5.28 Kondisi Kelistrikan Provinsi Nusa Tenggara Barat SISTEM LOMBOK Kapasitas terpasang : 117.4 7.08 MW Defisit : -0.15 MW SISTEM SUMBAWA Kapasitas terpasang : 30.93 MW Daya mampu : 82.75 MW SISTEM BIMA Kapasitas terpasang : 26.1 5.155 Neraca Daya Provinsi Nusa Tenggara Barat Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 2010 426 131 73 12 643 7.0 213 385 60 233 136 .95 MW Beban puncak : 112.50 MW Defisit : -3.0 196 269 125 197 2014 587 185 93 17 882 8.51 MW Daya mampu : 5.0 12.2 Neraca Daya Neraca daya Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2010 hingga tahun 2014 cukup baik.2 7.2 168 167 64 63 2012 498 156 83 14 751 8.1 181 226 49 94 2013 541 170 88 15 814 8.3 7.10 MW Defisit : -29.0 12.3 156 85 85 14 2011 460 143 78 13 695 8.2 5.37 MW Daya mampu : 19.

4.005 kms o Jaringan Tegangan Rendah 6.28.2% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.260 kms o PLTD 8 unit (2.3% pertahun.00% 3.7 1.000 kW). Tabel 4.156 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Nusa Tenggara Barat Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTU PLTM PLTU PLTU PLTM PLTM PLTU PLTU PLTU PLTA PLTP PLTU PLTU PLTU PLTU PLTU PLTP PLTU MFO Lombok (sewa) HSD Lombok (sewa) MFO Sumbawa (sewa) HSD Sumbawa (sewa) MFO Bima (sewa) HSD Bima (sewa) Lombok (APBN) Santong 2 NTB (Lombok Baru) 1 NTB (Bima) Melaga Batu Keliang Bima Pilot Project Sumbawa Lombok Sumbawa 1 Sembalun Lombok (Loan) Sumbawa Lombok New Sumbawa 1 Lombok (Loan) Huu New Sumbawa 1 JUMLAH Total Pendek 15 20 10 2 10 3 25 MW MW MW MW MW MW MW 2 x 0.7% maka permintaan tenaga listrik pada sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 8.500 kW o Gardu distribusi 2. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 383 MW (sekitar 85 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 809 kms  Gardu induk 460 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 74.00% 5% 7% 2 x 1 x 2 x 1 x 2 x 85.9 25 10 1.000 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 6.150 kW o PLTAngin 2.105 unit o PLTS terpusat 15 kW 13 unit o PLTMH 2.00% 3.00% 3.840 unit (142.0 MW 383 298 MW MW 137 .3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 1. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Nusa Tenggara Barat.5 7 10 25 30 10 25 10 25 15 25 10 15 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN Perpres 71 Perpres 71 IPP IPP PLN IPP IPP PLN PLN PLN IPP IPP IPP PLN IPP IPP 3.

100 1.160 2/500 2013 17.250 1.000 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 DARI Ampenan Jeranjang Sengkol Sengkol PLTU IPP Ampenan Selong PLTP Sembalun PLTU Bonto Ni'u/Bima PLTU Badas Labuhan PLTP Hu'u PLTU Sumbawa PLTU Sumbawa KE Jeranjang Sengkol Selong Kuta Selong Tanjung Pringgabaya GI Pringgabaya JUMLAH 150 kV Ni'u/Bima Dompu Incomer (Labuhan -Tano) Tano Dompu Labuhan Tano JUMLAH 70 kV TEGANGAN (kV) 150 150 150 150 150 150 150 150 70 70 70 70 70 70 70 PANJANG (kms) 13 52 52 48 26 48 36 60 335 23 75 38 165 61 17 96 474 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2013 2010 2010 2010 2010 2014 2012 2012 Tabel 4.500 3 500 600 550/27.150 2/500 2012 17.900 1 100 2011 17.159 Program Listrik Perdesaan Provinsi Nusa Tenggara Barat KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.000 1.Tabel 4.450 2/500 138 .500 1.330 1.200 1.500 1.550 3 500 600 560/28.350 2/500 2014 17. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 550/27. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Ampenan Jeranjang Sengkol Selong Kuta Tanjung Pringgabaya Ampenan Ampenan Dompu Ni'u/Bima Labuhan Tano Labuhan Dompu LOKASI RASIO TRAFO (kV) 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 150/20 Jumlah 150/20 kV 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 Jumlah 70/20 kV NEW/EXTENSION New New New New New New New Extension Extension New New New New Extension Extension KAPASITAS (MVA) 30 30 60 30 30 30 30 30 30 300 30 30 30 20 30 20 160 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2013 2010 2010 2010 2011 2012 2012 Tabel 4.000 1.158 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Nusa Tenggara Barat NO.157 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Nusa Tenggara Barat NO.150 2010 3.600 3 550 650 600/30.125 1.555 3 500 650 580/29.

55% dan rasio desa berlistrik sebesar 90. Atambua.PLTMH (kW) . Soe. Dari 9 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. dan Bajawa) berada pada kondisi “Defisit”. Ende.160 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Nusa Tenggara Barat No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .9 101. Ruteng.840 142.000 2010 s. Kalabahi.9 juta.0 8.150 2. dan 5 sistem lainnya (Sistem Soe.123. Ruteng.PLTD (Unit/kW) Volume 383 809 460 74.6 juta dan program EBT USD 405.0 2. Kalabahi.4.9 28. Larantuka. dibutuhkan investasi sekitar USD 1.5 juta.12%.2 33.005 6. Atambua. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Nusa Tenggara Timur baru mencapai 24. 4 sistem (Sistem Kupang.JTM (kms) .PLT Angin (kW) .8 juta. yaitu Sistem Kupang.PLTS 50 Wp Tersebar . Labuhanbajo.2 MVA.29 Provinsi Nusa Tenggara Timur 4. Tabel 4. Ende. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 655.2 juta. 139 .3 194. gardu induk USD 28. transmisi USD 33.500 2.PLTS Terpusat 15 kW .0 1.9 5.763 permintaan atau sebesar 18.000 6.260 8 2.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .6 51.8 15.0 27.105 13 2.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.123. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 14. dan Labuhanbajo) berada dalam kondisi “Surplus”.JTR (kms) . dan Bajawa. Larantuka.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Nusa Tenggara Timur dipasok oleh beberapa sistem terisolasi.5 4.29.28.d 2014 Investasi (juta USD) 655.

48 MW Surplus : 7.15 MW SISTEM WAINGAPU Kapasitas terpasang : 4.84 MW Daya mampu : 3.32 MW SISTEM WAIKABUBAK Kapasitas terpasang : 3.19 MW Beban puncak : 2.24 MW Beban puncak : 4.57 MW Daya mampu : 3.67 MW Defisit : -0.25 MW SISTEM KEFAMENANU Kapasitas terpasang : 4.64 MW Defisit : 13 -0.41 MW Daya mampu : 2.70 MW Beban puncak : 4.41 MW Daya mampu : 0.37 MW Surplus : 0.87 MW SISTEM SOE Kapasitas terpasang : 3.35 MW Beban puncak : 30.87 MW Surplus : 0.20 MW SISTEM ATAMBUA Kapasitas terpasang : 5.45 MW SISTEM LEWOLEBA Kapasitas terpasang : 2.48 MW SISTEM KUPANG Kapasitas terpasang : 45.95 MW Surplus : 1.44 MW Daya mampu : 6.46 MW Beban puncak : 1.39 MW Beban puncak : 1.50 MW SISTEM RUTENG Kapasitas terpasang : 4.99 MW Defisit : -0.16 MW SISTEM MAUMERE Kapasitas terpasang : 8.45 MW SISTEM KALABAHI Kapasitas terpasang : 3.74 MW Daya mampu : 3.65 MW 140 .80 MW SISTEM LARANTUKA Kapasitas terpasang : 4.49 MW Daya mampu : 2.28 MW SISTEM LABUHANBAJO Kapasitas terpasang : 1.Gambar 4.70 MW Beban puncak : 1.10 MW Beban puncak : 2.29 MW Beban puncak : 2.17 MW Defisit : -0.07 MW SISTEM BA’A/LOBALAIN BA’ Kapasitas terpasang : 2.75 MW Defisit : -0.25 MW Surplus : 0.08 MW Beban puncak : 3.67 MW Defisit : -0.97 MW Daya mampu : 2.98 MW Daya mampu : 2.49 MW Defisit : -0.02 MW Daya mampu : 1.60 MW SISTEM WAITABULA Kapasitas terpasang : 1.29 Kondisi Kelistrikan Provinsi Nusa Tenggara Timur SISTEM ENDE Kapasitas terpasang : 9.30 MW Daya mampu : 1.20 MW Defisit : -0.88 MW SISTEM BAJAWA Kapasitas terpasang : 4.87 MW Beban puncak : 3.25 MW Beban puncak : 2.10 MW Beban puncak : 1.49 MW Daya mampu : 6.88 MW Daya mampu : 2.42 MW Daya mampu : 1.70 MW Daya mampu : 1.40 MW Defisit : -0.61 MW Defisit : -0.32 MW Beban puncak : 5.59 MW Beban puncak : 0.72 MW Daya mampu : 38.39 MW Beban puncak : 2.75 MW Defisit : -0.

500 kW o Gardu distribusi 2.2 Neraca Daya Neraca daya Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2010 mengalami defisit dan selanjutnya pada tahun 2011 s.0 9.1 2.463 unit o PLTS terpusat 15 kW 14 unit o PLTMH 1.0 9.050 unit (111.0 2.9 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 516 kms  Gardu induk 210 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 82.161 Neraca Daya Provinsi Nusa Tenggara Timur Uraian Kebutuhan Total Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 2010 222 89 66 10 386 7.3 98 42 26 -30 2011 237 97 70 10 415 7.4 7. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 192 MW (sekitar 25.950 kW o PLTAngin 2.29.750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 7.4.3 2.250 kW).350 kms o Jaringan Tegangan Rendah 8.5 7.0 121 155 19 53 2014 294 122 86 11 513 7.0 130 170 53 92 4.150 kms o PLTD 17 unit (4.0 2.d.1 113 145 15 47 2013 273 113 81 10 478 7.0 9.0 9.3 7. 2014 berangsur-angsur membaik.2 106 67 80 41 2012 255 105 75 10 445 7.29.3 7.2% pertahun.4% maka pertumbuhan permintaan tenaga listrik pada sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Nusa Tenggara Timur.1% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 1.4 7. Tabel 4. 141 .0 9.2 2.

5 7 1.5 6 2.5 5 5 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW 4 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 2 2 2 25.51% 1.5 0.6 0.5 2.51% 166 MW MW 142 .9 MW 192 x x x x 1 2.Tabel 4.5 2.5 2.162 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Nusa Tenggara Timur Rencana PLTB PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTP PLTP PLTD PLTD PLTMH PLTP PLTU PLTU PLTU PLTM PLTD PLTD PLTD PLTD PLTP PLTP PLTM PLTD PLTD PLTD PLTD PLTP PLTB PLTB PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTP PLTP PLTP PLTU PLTU Maubesi MFO (Relokasi) Atambua Kalabahi Waingapu Soe HSD Ruteng (sewa) HSD Bajawa (sewa) HSD Soe (sewa) HSD Kefamenanu (sewa) HSD Atangbua (sewa) HSD Larantuka (sewa) HSD Maumere (sewa) HSD Sumba Timur (sewa) Adonara Ulumbu (ADB) Aulumbu (APBN) Lembata Ende Mauhau Ulumbu Atambua 2 NTT (Kupang Baru) 1 NTT (Ropa-Ende) Wanokaka Sabu Rote Ndao Adonara Maumere Ulumbu Bukapiting Kambaniru MFO New Kupang Lembata Ende Larantuka Oka Larantuka Mondu Maubesi New Atambua Bajawa Labuan Bajo Maumere Larantuka Bukapiting Atadei Sukoria Larantuka Waingapu JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN Perpres 71 Perpres 71 IPP PLN PLN PLN PLN PLN PLN IPP PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN IPP IPP IPP IPP Pendek 0.5 3 0.85 0.5 3 6 2 7.5 0.5 2.5 3 6 16.8 0.5 0.5 0.5 1 2.5 2.8 1 2 0.8 0.8 0.56% 6% 74% 27.5 2.5 0.5 4 2 0.3 0.5 0.5 7.5 4 4 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW 27.3 0.5 2.

550 1.620 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 LOKASI Maulafa (GI Baru) Bolok (GI Baru) Naibonat (GI Baru) Nonohamis/Soe (GI Baru) Atambua Kefamenanu Ende Ropa Maumere RASIO TRAFO (kV) 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 Jumlah NEW/EXTENSION New New New New New New New New New KAPASITAS (MVA) 60 20 20 20 20 20 20 10 20 210 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 Tabel 4. 143 .000 2013 19000 4 500 650 430/23.750 3/750 2014 18950 4 500 650 450/24. transmisi USD 17.Tabel 4.500 1.750 1.163 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Nusa Tenggara Timur NO. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 400/21. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 361.250 1. 1 2 3 4 5 6 7 DARI PLTU Bolok /Kupang Baru Maulafa Naibonat Kefamenanu PLTU Ropa Ende PLTP Sukoria KE Maulafa Naibonat Nonohamis/Soe Atambua Incomer (Ende-Maumere) Maumere Ropa JUMLAH TEGANGAN (kV) 70 70 70 70 70 70 70 PANJANG (kms) 21 62 102 61 10 230 30 516 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2014 Tabel 4.800 2/500 4.29.530 1.1 juta.0 juta.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.900 1.500 1.165 Program Listrik Perdesaan Provinsi Nusa Tenggara Timur KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.600 4/1.500 4/1.500 1.164 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Nusa Tenggara Timur NO.000 2012 19760 3 500 600 400/22.000 1.500 4/1. gardu induk USD 15 juta dan program EBT USD 402.000 2010 4753 2011 20000 3 450 600 370/20. dibutuhkan investasi sekitar USD 795.8 juta.9 juta.

17%.500 2. Saumlaki. 9 sistem (Sistem Namlea.463 14 1. yaitu Sistem Ambon.30.2 MVA. Bula.Tabel 4.7 795.7 15. 144 .950 2.Gardu Distribusi (Unit/kVA) . Piru.PLTS Terpusat 15 kW .51% dan rasio desa berlistrik sebesar 82. Dari 10 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Maluku. Tual. Mako.1 205.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Maluku dipasok oleh beberapa sistem terisolasi.30 Provinsi Maluku 4.250 2010 s. Bula. Masohi.d 2014 Investasi (juta USD) 361. Namlea. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Maluku baru mencapai 54.JTM (kms) .0 87. Mako.9 4. dan Langgur) berada dalam kondisi “Surplus”.0 20.JTR (kms) .PLTMH (kW) .PLTD (Unit/kW) Volume 192 516 210 82. Piru. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 1.6 10.PLTS 50 Wp Tersebar .750 7. Saumlaki.PLT Angin (kW) . Dobo. dan 1 sistem lainnya (Sistem Ambon) berada pada kondisi “Defisit”. Masohi.150 17 4.1 15.287 permintaan atau sebesar 1.0 17.350 8. dan Langgur.0 57.0 1.8 5. Tual. Dobo.166 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Nusa Tenggara Timur No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .050 111.

62 MW Daya mampu : 1.78 MW Surplus : 0.7 7.65 MW Surplus : 2.60 MW Surplus : 0.2 Neraca Daya Provinsi Maluku dan Maluku Utara kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Maluku dan Maluku Utara sehingga neraca daya provinsiprovinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Maluku dan Maluku Utara.06 MW SISTEM MASOHI Kapasitas terpasang : 6.30 MW SISTEM AMBON Kapasitas terpasang : 63.68 MW Beban puncak : 1.5 145 204 47 106 145 .0 9.90 MW Beban puncak : 3.49 MW Surplus : 0.40 MW Beban puncak : 4.7 2.5 2.49 MW Beban puncak : 1.0 9.7 116 106 20 10 2012 393 90 81 8 572 8.82 MW Daya mampu : 3.6 2.98 MW Surplus : 0.81 MW Daya mampu : 1.22 MW Surplus : 0.84 MW Beban puncak : 0.5 7.43 MW Surplus : 0.0 9.0 9.167 Neraca Daya Sistem Maluku dan Maluku Utara Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut& Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 327 83 71 7 489 7.5 135 128 80 73 2014 462 97 94 10 663 7.55 MW Defisit : -2.25 MW SISTEM DOBO Kapasitas terpasang : 2.03 MW Daya mampu : 2.30.90 MW Daya mampu : 1.27 MW SISTEM PIRU Kapasitas terpasang : 2.Gambar 4.12 MW Surplus : 0.90 MW Surplus : 0.8 108 43 64 42 2011 360 87 76 8 530 8. Tabel 4.18 MW SISTEM MAKO Kapasitas terpasang : 2.94 MW Beban puncak : 1.26 MW Daya mampu : 1.07 MW Daya mampu : 26.45 MW SISTEM BULA Kapasitas terpasang : 1.4 7.0 9.8 2.16 MW Beban puncak : 1.50 MW Beban puncak : 1.6 126 123 9 6 2013 427 93 87 9 616 7.0 7.22 MW Beban puncak : 1.10 MW Daya mampu : 0.05 MW SISTEM TUAL Kapasitas terpasang : 10.39 MW Daya mampu : 4.5 7. dimana pada tahun 2010 sampai dengan 2014 sistem berada pada kondisi baik.5 2.30 Kondisi Kelistrikan Provinsi Maluku SISTEM NAMLEA Kapasitas terpasang : 5.85 MW 4.50 MW SISTEM SAUMLAKI Kapasitas terpasang : 2.50 MW Beban puncak : 28.10 MW SISTEM LANGGUR Kapasitas terpasang : 10.39 MW Daya mampu : 5.

000 kW).490 kms o Jaringan Tegangan Rendah 3.250 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 3.200 kms o PLTD 13 unit (4.4% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.5 2.370 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 530 kW o PLTAngin 800 kW o Gardu distribusi 1.00% 0.5 2.168 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Maluku Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTM PLTM PLTD PLTD PLTD PLTP PLTU PLTU PLTU HSD Ambon (sewa) MFO Ambon (sewa) HSD Namlea (sewa) HSD Tual (sewa) Saparua Wai Nibe Wai Tina Masohi Saumlaki Wamsisi Tulehu Maluku (Ambon Baru) Tual Masohi JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress 3. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Maluku.2% maka permintaan tenaga listrik pada sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7.1% pertahun.485 unit (79.5 6 2 1 10 15 4 4 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW COD 2010 2010 2010 2010 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN IPP IPP PLN PLN PLN PLN Perpres 71 IPP IPP Pendek 10 25 2 2 MW MW MW MW 2 2 2 2 39.30.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Maluku dan Maluku Utara sebesar 2. Tabel 4.4.0 MW 120 x x x x 0% 81 MW MW 146 .00% 3.00% 3. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 120 MW (sekitar 39 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 399 kms  Gardu induk 130 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 29.00% 3.

000 660 660 2/500 2013 12. 1 2 3 4 5 6 PLTU Waai PLTU Waai Passo Masohi PLTA Isal II PLTP Tulehu DARI KE Sirimao Passo Sirimao Kairatu Masohi Incomer Waai .000 2 100 160 270/14.Tabel 4.4 juta.250 2010 2.3 juta.850 2011 12.170 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Maluku NO.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.120 2 180 240 330/17.9 juta dan program EBT USD 237. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 186. 1 2 3 4 5 LOKASI Sirimao (GI Baru) Passo (GI Baru) Masohi (GI Baru) Kairatu (GI Baru) Sirimao RASIO TRAFO (kV) 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 Jumlah NEW/EXTENSION New New New New Extension KAPASITAS (MVA) 40 20 20 20 30 130 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2011 2011 2014 Tabel 4.169 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Maluku NO.500 750 660 2/500 2014 12.Paso JUMLAH TEGANGAN (kV) 70 70 70 70 70 70 PANJANG (kms) 55 33 42 43 186 40 399 PROGRESS (%) COD 2010 2010 2010 2011 2014 2013 Tabel 4.750 640 560 6/2.8 juta.171 Program Listrik Perdesaan Provinsi Maluku KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.2 juta.500 640 600 3/750 2012 12.100 2 100 160 280/15. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 295/15. dibutuhkan investasi sekitar USD 463.30.100 2 150 240 310/16. 147 .500 800 720 - 4. transmisi USD 30. gardu induk USD 8.

PLT Angin (kW) .31. dan Patani) berada dalam kondisi “Surplus”. Jailolo.JTR (kms) . Subaim. 4 sistem (Sistem Soa Siu. Soa Siu.8 8.PLTD (Unit/kW) Volume 120 399 130 29.000 2010 s. dan 8 sistem lainnya (Sistem Ternate.250 3. 148 . Weda. Weda. Maba-Buli.5 108. Dofa. Maba-Buli.2 30.485 79.812 permintaan atau sebesar 7. yaitu Sistem Ternate.9 4.9 60.PLTS Terpusat 15 kW .9 35. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 2.Gardu Distribusi (Unit/kVA) . Bacan.370 8 530 800 1. Dari 12 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Maluku Utara.8 3.490 3.172 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Maluku No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .3 4. dan Sofifi) berada pada kondisi “Defisit”.JTM (kms) .6 2. Sanana.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Maluku Utara dipasok oleh beberapa sistem terisolasi.2 2.Tabel 4.PLTMH (kW) . Tobelo. Tobelo.8 18.200 13 4.31 Provinsi Maluku Utara 4. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Maluku Utara baru mencapai 49.PLTS 50 Wp Tersebar . Subaim. Patani.06%. Sanana.5 463.d 2014 Investasi (juta USD) 186. Bacan.1 MVA. dan Sofifi. Jailolo.44% dan rasio desa berlistrik sebesar 93. Dofa.

50 MW SISTEM SOA SIU Kapasitas terpasang : 4.09 MW Daya mampu : 0. Tabel 4.55 MW Defisit : -0.7 116 106 20 10 2012 393 90 81 8 572 8.08 MW Defisit : -0.66 MW Surplus : 0.7 2.6 2.5 145 204 47 106 149 .14 MW SISTEM JAILOLO Kapasitas terpasang : 3.0 9.74 MW Surplus : 0.85 MW Beban puncak : 3.76 MW Beban puncak : 1.32 MW Surplus : 0.Gambar 4.90 MW Beban puncak : 2.36 MW Daya mampu : 1.29 MW SISTEM MABA-BULI MABAKapasitas terpasang : 0.27 MW SISTEM TOBELO Kapasitas terpasang : 5. dimana pada tahun 2010 sampai dengan 2014 sistem berada pada kondisi baik.75 MW Daya mampu : 0.20 MW Beban puncak : 13.08 MW SISTEM WEDA Kapasitas terpasang : 0.8 2.5 2.44 MW SISTEM BACAN Kapasitas terpasang : 2.0 9.0 9.2 Neraca Daya Provinsi Maluku dan Maluku Utara kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Maluku dan Maluku Utara sehingga neraca daya provinsiprovinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Maluku dan Maluku Utara.55 MW Defisit : -0.7 7.25 MW Beban puncak : 1.5 7.71 MW Beban puncak : 0.35 MW Surplus : 0.0 9.41 MW Beban puncak : 0.30 MW Defisit : -0.37 MW Beban puncak : 0.4 7.14 MW Daya mampu : 0.87 MW Daya mampu : 2.8 108 43 64 42 2011 360 87 76 8 530 8.6 126 123 9 6 2013 427 93 87 9 616 7.45 MW Daya mampu : 1.32 MW SISTEM SANANA Kapasitas terpasang : 2.76 MW Beban puncak : 0.19 MW Daya mampu : 1.0 9.48 MW Daya mampu : 0.5 2.5 7.31 Kondisi Kelistrikan Provinsi Maluku Utara SISTEM TERNATE Kapasitas terpasang : 17.05 MW 4.19 MW Defisit : -0.44 MW Beban puncak : 0.0 7.30 MW Daya mampu : 1.70 MW SISTEM SUBAIM Kapasitas terpasang : 1.72 MW Defisit : -0.31.45 MW Beban puncak : 1.173 Neraca Daya Sistem Maluku dan Maluku Utara Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total Kebutuhan Pertumbuhan Susut& Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWH GWH GWH GWH GWH % % % % MW MW MW MW 2010 327 83 71 7 489 7.28 MW Surplus : 0.5 135 128 80 73 2014 462 97 94 10 663 7.80 MW Daya mampu : 11.16 MW SISTEM SOFIFI Kapasitas terpasang : 1.82 MW Beban puncak : 1.36 MW SISTEM PATANI Kapasitas terpasang : 0.70 MW Surplus : -2.89 MW Daya mampu : 0.78 MW Daya mampu : 0.29 MW SISTEM DOFA Kapasitas terpasang : 1.

00% 3.174 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Maluku Utara Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTM PLTD PLTD PLTD PLTU PLTM PLTM PLTD PLTD PLTU PLTD PLTD PLTD PLTGB PLTP PLTP PLTU MFO Ternate (sewa) HSD Ternate (sewa) HSD Sofifi (sewa) HSD Soa-Siu (sewa) HSD Tobelo (sewa) HSD Sanana (sewa) HSD Masohi (sewa) Goal Tobello.31. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 100 MW (sekitar 24. Tabel 4.4% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.00% 3.5 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 128 kms  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 57.160 kms o PLTD 18 unit (6.450 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 530 kW o PLTAngin 910 kW o Gardu distribusi 2.160 kms o Jaringan Tegangan Rendah 5.6 3.1% pertahun.5 MW 100 75 MW MW 150 .00% 3. Loan Belgia Bacan.000 kW). Loan Belgia Maluku Utara (Tidore) Ngaoli Ibu Jailolo Dobo Tobelo Dobo Bacan Sanana Tidore Jailolo Songa Wayaua Tidore JUMLAH Total 2 x Jangka Menengah/Panjang Progress 3.240 unit (111.5 MW MW MW MW MW MW MW MW 18% 2 x 2 x 2 x 1 x 2 x 24.2 1.00% 3. Loan Belgia Sofifi. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Maluku Utara.00% 3.750 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 6.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Maluku dan Maluku Utara sebesar 2.4.00% 3.00% 3.00% 1.2% maka permintaan tenaga listrik pada sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 7.6 14 2 1 3 1 4 1 3 2 4 5 5 7 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN PLN PLN IPP PLN PLN PLN Perpres 71 IPP IPP PLN PLN IPP PLN PLN PLN IPP IPP IPP IPP Pendek 5 2 2 2 3 2 2 1.

3 3.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.4 7.1 151 .050 2/500 2014 13.750 1.31.400 1.PLTS 50 Wp Tersebar . Tabel 4.0 103.Tabel 4.177 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Maluku Utara No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .100 1.450 8 570 910 2.210 1.1 440.750 1.4 83.750 1. transmisi USD 7.750 6.PLTMH (kW) .000 2012 13.160 5.650 2 180 240 500/24.3 3.750 1. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW) 400/20.500 2 100 240 420/20.9 40.PLTS Terpusat 15 kW .d 2014 Investasi (juta USD) 168.5 5.160 18 6.600 2 100 240 440/21.100 950 7/3.9 3. 1 PLTP Jailolo DARI Ternate JUMLAH KE TEGANGAN (kV) 70 PANJANG (kms) 128 128 PROGRESS (%) COD 2014 Tabel 4.160 2/500 4.750 1.240 111.000 3/750 2013 13.600 2 150 190 480/23.4 juta. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 168.9 juta.JTM (kms) .JTR (kms) .9 juta dan program EBT USD 263. dibutuhkan investasi sekitar USD 440.5 21.PLT Angin (kW) .175 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Maluku Utara NO.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .000 2010 s.176 Program Listrik Perdesaan Provinsi Maluku Utara KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem.PLTD (Unit/kW) Volume 100 128 57.350 1.100 2011 13.000 4/1.1 juta.250 40 2010 3.

Urefasei. Genyem. Timika.32 Kondisi Kelistrikan Provinsi Papua SISTEM BIAK Kapasitas terpasang : 13.54 MW SISTEM UREFASEI Kapasitas terpasang : 0.35% dan rasio desa berlistrik sebesar 30. Biak. yaitu Sistem Jayapura.38 MW Daya mampu : 0.15 MW Beban puncak : 9.32 Provinsi Papua 4. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Papua dan Papua Barat baru mencapai 32.65%.69 MW Surplus : 0.46 MW 152 .70 MW Defisit : -1. dan 5 sistem lainnya (Sistem Jayapura. Dari 15 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Papua. Warbor. Urefasei. dan Serui) berada dalam kondisi “Surplus”.54 MW SISTEM NABIRE Kapasitas terpasang : 12.71 MW Surplus : 1. Sarmi.18 MW SISTEM JAYAPURA Kapasitas terpasang : 77.20 MW Surplus : 0.25 MW Beban puncak : 7. Merauke. dan Arso. Agats.14 MW Daya mampu : 8. Wamena.64 MW SISTEM TIMIKA Kapasitas terpasang : 15.30 MW SISTEM MERAUKE Kapasitas terpasang : 13.32. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 21. Sarmi.89MW Defisit : -6. Keppi.50 MW Beban puncak : 0. Genyem.16 MW Beban puncak : 6. Merauke. Tanah Merah.92 MW Daya mampu : 36.80 MW Defisit : -2.21 MW Daya mampu : 10.13 MW Surplus : 0. dan Arso) berada pada kondisi “Defisit”. 10 sistem (Sistem Biak. Agats. Gambar 4. Keppi.7 MVA.83 MW Daya mampu : 9.15 MW Daya mampu : 4. Nabire.43 MW SISTEM TANAH MERAH Kapasitas terpasang : 0. Warbor.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Papua dipasok oleh beberapa sistem terisolasi. Wamena. Nabire.57 MW Daya mampu : 0.27 MW Beban puncak : 9. Serui.4. Tanah Merah. Timika.35 MW Beban puncak : 42.403 permintaan atau sebesar 38.31 MW Beban puncak : 0.

06 MW SISTEM SERUI Kapasitas terpasang : 5.70MW Daya mampu : 2.08 MW SISTEM ARSO Kapasitas terpasang : 2.4 11.86 MW SISTEM GENYEM Kapasitas terpasang : 2.00 MW SISTEM KEPPI KEP Kapasitas terpasang : 0.9 9.20 MW Surplus : 0.037 MW Surplus : 0. dimana pada tahun 2010 s.27 MW SISTEM AGATS Kapasitas terpasang : 0.4 12.79 MW Surplus : 0.178 Neraca Daya Sistem Papua Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 408 225 88 14 735 9.076 MW Beban puncak : 0.d.8 218 286 40 108 2010 2011 2012 2013 2014 153 .9 205 183 108 86 538 312 109 14 974 6.32.5 9.22MW Daya mampu : 0.01 MW Daya mampu : 2.4 2.20 MW Beban puncak : 0. Tabel 4.4 12.4 9.64 MW Surplus : 0.5 2.7 2.8 2.14 MW Surplus : 0.1 179 97 35 -47 471 271 99 14 856 7.50 MW Beban puncak : 0.SISTEM WARBOR Kapasitas terpasang : 0.34 MW Beban puncak : 0.30 MW Beban puncak : 1.039 MW SISTEM SARMI Kapasitas terpasang : 2.28MW Daya mampu : 0.0 192 129 58 -5 504 292 104 14 915 6.2 Neraca Daya Provinsi Papua dan Papua Barat kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Papua sehingga neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Papua.91 MW Surplus : 0.87 MW Beban puncak : 2.57 MW 4. 2012 sistem berada pada kondisi yang kurang baik (defisit) dan berangsur-angsur membaik di tahun 2013 dan 2014.080 MW Daya mampu : 0.3 9.2 165 30 68 -67 439 249 93 14 796 8.58 MW Beban puncak : 2.5 9.20 MW Beban puncak : 0.03MW Daya mampu : 1.56 MW Daya mampu : 1.6 2.4 12.43 MW SISTEM WAMENA Kapasitas terpasang : 3.4 11.87 MW Defisit : -0.05 MW Daya mampu : 1.85 MW Defisit : -0.

450 kms o Jaringan Tegangan Rendah 5.5% pertahun.3 2 7 15 7 7 5 5 2.5 MW MW MW MW 2 x 5 10 10 5 7 7 7 10 5 2.5 3. Tabel 4. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 2010-2014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 208 MW (sekitar 32.00% 12% COD 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN Perpres 71 PLN PLN PLN Perpres 71 IPP PLN PLN PLN PLN PLN IPP IPP IPP IPP PLN PLN PLN PLN IPP 2 x 2 x 1 x 0% 1 2 1 2 x x x x 1 x 32.2 6.4.6 1.130 kW o PLTAngin 2.500 kW).250 kVA) o Jaringan Tegangan Menengah 6.5 2 7 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW Jangka Menengah/Panjang Progress 25.32.850 kms o PLTD 22 unit (6.9% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.400 unit (126.5 10.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Papua dan Papua Barat sebesar 1.179 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Papua Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTD PLTU PLTA PLTD PLTU PLTU PLTU PLTA PLTD PLTM PLTM PLTM PLTU PLTU PLTU PLTU PLTD PLTD PLTM PLTM PLTU HSD Jayapura (sewa) Timika. Load Belgia HSD Timika (sewa) HSD Merauke (sewa) Kurik I 2 Papua (Jayapura) Genyem Timika Timika 1 Papua (Timika) Merauke Genyem Kurik II Kalibumi I Mariarotu 1 Mariarotu 2 Merauke Jayapura Biak Nabire Timika Kurik II Kalibumi II Mariarotu 2 Biak JUMLAH Total Pendek 12.7% maka permintaan tenaga listrik pada sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 6.7 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 355 kms  Gardu induk 130 MVA  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 32.00% 3.975 unit o PLTS terpusat 15 kW 9 unit o PLTMH 2. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Papua.7 MW 208 175 MW MW 154 .130 kW o Gardu distribusi 2.00% 25.

Tabel 4.180 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Papua
NO. 1 2 3 4 DARI PLTU Hautekamp PLTA Genyem PLTU Pomako PLTU Jayapura Yarmokh Waena Timika Jayapura JUMLAH KE TEGANGAN (kV) 70 70 70 70 PANJANG (kms) 40 165 60 90 355 PROGRESS (%) COD 2010 2011 2011 2013

Tabel 4.181 Rencana Pengembangan Gardu Induk Provinsi Papua
NO. 1 2 3 4 5 LOKASI Yarmokh (GI Baru) Waena (GI Baru) Genyem (GI Baru) Timika (GI Baru) Yarmokh RASIO TRAFO (kV) 70/20 70/20 70/20 70/20 70/20 Jumlah NEW/EXTENSION New New New New Extension KAPASITAS (MVA) 30 30 20 20 30 130 PROGRESS (%) COD 2010 2011 2011 2011 2012

Tabel 4.182 Program Listrik Perdesaan Provinsi Papua
KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) Pem. Gardu Distribusi (Unit/kVA) Pembangunan JTM (KMS) Pembangunan JTR (KMS) PLTD (Unit/kW)
*)

2010 450

2011 8.000 2

2012 8.000 2 450 560 480/25.250 1.250 1.140 4/1.000

2013 8.500 2 450 530 500/26.250 1.350 1.220 4/1.000

2014 8.025 3 500 560 520/27.250 1.450 1.340 4/1.000

80

400 480

450/23.750 1.200 1.100 4/1.500

450/23.750 1.200 1.050 6/2.000

: Jaringan termasuk Papua Barat

4.32.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut, dibutuhkan investasi sekitar USD 685,4 juta, dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 319,6 juta, transmisi USD 22,1 juta, gardu induk USD 9,1 juta dan program EBT USD 334,7 juta.

155

Tabel 4.183 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Papua
No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan - PLTS 50 Wp Tersebar - PLTS Terpusat 15 kW - PLTMH (kW) - PLT Angin (kW) - Gardu Distribusi (Unit/kVA) - JTM (kms) - JTR (kms) - PLTD (Unit/kW)
Cat: jaringan termasuk Prov. Papua Barat

Volume 208 355 130

2010 s.d 2014 Investasi (juta USD) 319,6 22,1 9,1 23,1 3,6 13,0 12,8 28,3 175,5 74,6 3,8 685,4

32.975 9 2.130 2.130 2.400 126.250 6.450 5.850 22 6.500

4.33 Provinsi Papua Barat 4.33.1 Kondisi Sistem Kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Papua Barat dipasok oleh beberapa sistem terisolasi, yaitu Sistem Manokwari, Bintuni, Wondama, Sorong, Teminabuan, Fak-Fak, dan Kaimana. Dari 7 sistem yang memasok tenaga listrik di Provinsi Papua Barat, 5 sistem (Sistem Bintuni, Wondama, Teminabuan, Fak-Fak, dan Kaimana) berada dalam kondisi “Surplus”, dan 2 sistem lainnya (Sistem Manokwari dan Sorong) berada pada kondisi “Defisit”. Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Papua dan Papua Barat baru mencapai 32,35% dan rasio desa berlistrik sebesar 30,65%. Adapun daftar tunggu PLN telah mencapai 21.403 permintaan atau sebesar 38,7 MVA.

156

Gambar 4.33 Kondisi Kelistrikan Provinsi Papua Barat
SISTEM MANOKWARI Kapasitas terpasang : 14,28 MW Daya mampu : 7,50 MW Beban puncak : 10,13 MW Defisit : -2,63 MW

SISTEM SORONG Kapasitas terpasang : 22,23 MW Daya mampu : 17,20 MW Beban puncak : 17,38 MW Defisit : -0,18 MW SISTEM TEMINABUAN Kapasitas terpasang : 1,10 MW Daya mampu : 0,80 MW Beban puncak : 0,36 MW Surplus : 0,44 MW SISTEM FAK-FAK FAKKapasitas terpasang : 6,25 MW Daya mampu : 1,95 MW Beban puncak : 1,80 MW Surplus : 0,15 MW SISTEM KAIMANA Kapasitas terpasang : 3,41MW Daya mampu : 1,73 MW Beban puncak : 1,52 MW Surplus : 0,21 MW

SISTEM BINTUNI Kapasitas terpasang : 0,42 MW Daya mampu : 0,42 MW Beban puncak : 0,40 MW Surplus : 0,02 MW

SISTEM WONDAMA Kapasitas terpasang : 0,42 MW Daya mampu : 0,42 MW Beban puncak : 0,40 MW Surplus : 0,20 MW

4.33.2 Neraca Daya Provinsi Papua dan Papua Barat kebutuhan tenaga listriknya dilayani oleh sistem kelistrikan Papua sehingga neraca daya provinsi-provinsi tersebut direpresentasikan oleh neraca daya Sistem Papua, dimana pada tahun 2010 s.d. 2012 sistem berada pada kondisi yang kurang baik (defisit) dan berangsur-angsur membaik di tahun 2013 dan 2014. Tabel 4.184 Neraca Daya Sistem Papua
Uraian Kebutuhan Rumah Tangga Komersial Publik Industri Total kebutuhan Pertumbuhan Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Beban Puncak Daya Terpasang Daya Tambahan Cadangan Daya GWh GWh GWh GWh GWh % % % % MW MW MW MW 408 225 88 14 735 9,4 9,8 2,4 12,2 165 30 68 -67 439 249 93 14 796 8,3 9,7 2,4 12,1 179 97 35 -47 471 271 99 14 856 7,5 9,6 2,4 12,0 192 129 58 -5 504 292 104 14 915 6,9 9,5 2,4 11,9 205 183 108 86 538 312 109 14 974 6,5 9,4 2,4 11,8 218 286 40 108 2010 2011 2012 2013 2014

157

5% pertahun.070 kW.5 9 0. Tabel 4.7 MW 100 10 1 7 2.5 1.733 unit o PLTS terpusat 15 kW 8 unit o PLTMH 1.7% maka permintaan tenaga listrik pada sistem tersebut diperkirakan akan tumbuh rata-rata sebesar 6.00% 1 x 1 x 1 x 1 x 34.186 Rencana Pengembangan Jaringan Transmisi Tenaga Listrik Provinsi Papua Barat NO.3 Rencana Tambahan Infrastruktur Ketenagalistrikan Dengan asumsi proyeksi pertumbuhan penduduk pada wilayah Papua dan Papua Barat sebesar 1.33.3 7 15 3.5 10 MW MW MW MW MW MW 25.00% 3.3 15 MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW 65 MW MW Tabel 4.7 MW diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010)  Transmisi tenaga listrik 60 kms  Program energi baru terbarukan (EBT) dan jaringan: o PLTS 50 WP tersebar sebanyak 33. Dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Papua Barat.9% pertahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6.00% 3.5 1 3.800 kW o PLTAngin 2. telah direncanakan tambahan infrastruktur ketenagalistrikan dari tahun 20102014 sebagai berikut:  Pembangkit tenaga listrik sebesar 100 MW (sekitar 34. 1 DARI PLTU Klain (Sorong) Sorong JUMLAH KE TEGANGAN (kV) 70 PANJANG (kms) 60 60 PROGRESS (%) COD 2013 158 .185 Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Provinsi Papua Barat Rencana PLTD PLTD PLTD PLTD PLTM PLTG PLTG PLTM PLTU PLTM PLTM PLTM PLTU PLTU PLTM PLTU Sanggeng/Manokwari HSD Sorong (sewa) HSD Fak-Fak (sewa) HSD Manokwari (sewa) Walesi I (ekspansi) Sorong Sorong Walesi II (Cascade) Andai Prafi (Manokwari) Walesi II (Cascade) Kombemur (Fak-Fak) Andai Sorong Kombemur (Fak-Fak) Sorong JUMLAH Total Jangka Menengah/Panjang Progress COD 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 Keterangan PLN PLN PLN PLN PLN IPP IPP PLN IPP PLN PLN PLN IPP IPP PLN IPP Pendek 3.2 10.4.

Tabel 4.070 masuk dalam rekap Prov.000 2 400 480 2012 8.7 3. dengan rinciannya adalah pembangkitan USD 146.8 juta.d 2014 Volume Investasi (juta USD) 100 60 146.PLTD (Unit/kW) 2010 s.733 8 1. transmisi USD 5 juta dan program EBT USD 50 juta.Gardu Distribusi (Unit/kVA) .5 33.188 Rekapitulasi Infrastruktur dan Kebutuhan Investasi Provinsi Papua Barat No 1 2 3 4 Uraian Pembangkit Tenaga Listrik (MW) Transmisi Tenaga Listrik (kms) Gardu Induk (MVA) Program EBT dan Jaringan .2 10.7 juta.6 12.000 2 450 530 2014 8.PLTS Terpusat 15 kW .800 2. dibutuhkan investasi sekitar USD 201.PLTMH (kW) .0 23.JTR (kms) .Tabel 4.000 2 450 530 2013 8. Papua 0 201.8 5.187 Program Listrik Perdesaan Provinsi Papua Barat KEGIATAN PLTS 50 Wp Tersebar PLTS Terpusat 15 kW PLTMH (kW) PLT ANGIN (kW) 2010 1.7 159 .33.708 2011 8.JTM (kms) .4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 5 tahun kedepan tersebut.PLTS 50 Wp Tersebar .025 2 500 530 4.PLT Angin (kW) .