BIOLOGI EVOLUSI

HERI HERWANTO Nim. 20403110028 Biologi 1-2

FAK. TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR

1. Apakah evolusi itu memang ada ?
Jawaban ; Menurut saya ada, mengenai evolusi yang menjelaskan atas adanya spesies baru yang bermunculan dan berkembang dari spesies lama. Dan saya tidak setuJu dengan teori yang menyebutkan bahwa manusia berasal dari kera dan saya berpendapat itu teori yang salah, banyak sumber yang menyatakan bahwa teori manusia berasal dari kera berasal dari Darwin namun menurut saya bukan, karena sesungguhnya teori Darwin berbunyi sebagai berikut ;

inti dari teori darwin adalah: 1. Spesies pada dasarnya memiliki fertilitas yang sangat tinggi. Jumlah keturunan yang dilahirkan lebih 2. Populasi kira-kira tetap berjumlah sama, dengan sedikit perubahan. 3. Sumber makanan adalah terbatas, tetapi relatif stabil dalam jangka waktu lama. 4. Oleh karena itu terjadi perjuangan secara implisit untuk bertahan hidup 5. Pada spesies yang melakukan reproduksi secara seksual, biasanya tidak ada dua individu yang identik 6. Beberapa variasi dalam spesies secara langsung mempengaruhi kemampuan individu untuk bertahan dalam kondisi alam tertentu. 7. Sebagian besar dari variasi ini bersifat turunan. 8. Individu yang kurang sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya memiliki kemungkinan bertahan hidup yang yang lebih kecil dan kemungkinan akan lebih banyak melakukan reproduksi. 9. Individu yang selamat kemungkinan besar akan menurunkan ciri-ciri yang dimilikinya

kepada generasi berikutnya. 10. Proses yang menyebabkan perubahan ini menghasilkan populasi yang perlahan-lahan bisa beradaptasi dengan lingkungan, dan pada akhirnya, setelah berlangsung secara terus-menerus akan terbentuk keragaman yang baru, dan akhirnya spesies baru.

Dari inti teori Darwin tidak dilontarkan bahwa musia itu berasal dari kera seperti yang selama ini dikabarkan oleh halayak ramai DENGAN DITEMUKANNYA BUKTI SEBAGAI BERIKUT ; y China telah menggali fosil satu dinosaurus, pemakan daging berkaki dua, yang hidup 160 juta tahun lalu dan telah diidentifikasi oleh para peneliti sebagai anggota paling awal yang diketahui dari garis panjang silsilah yang meliputi burung.

"Haplocheirus soller" memiliki tengkorak yang kecil dan panjang, banyak gigi kecil dan bagian tubuh serta otot lengan depan yang kuat, yang memungkinkannya memburu kadal primitif, hewan mamalia kecil dan reptil, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Hewan itu, yang diduga sebagai hewan dewasa muda ketika mati, memiliki ekor panjang dan panjang seluruh tubuh antara 190 dan 230 centimeter, tulis para peneliti tersebut di dalam dokumen yang disiarkan di jurnal Science.

Fosil itu ditemukan di dalam hamparan batu lumpur berwarna kuning di Junggar Basin di wilayah Xinjiang, China barat-jauh.

"Fosil tersebut memiliki fitur unik tapi memiliki fitur yang sama dengan fitur burung.

Hewan itu menggerakkan tangannya di sisi tubuhnya, seperti cara burung melipatkan sayap. Kepalanya, dengan bentuk vertebralis, bagian belakang tubuh, tangan semuanya mirip anggota tubuh burung," kata Profesor Xu Xing di "Institute of Vertebrate Paleontology & Paleonanthropology" pada Akademi Ilmu Pengetahuan China. "Kaki mereka memiliki empat jari seperti burung modern, dengan tiga jari mengarah ke depan. Jari pertama, tidak seperti pada burung yang mengarah ke belakang, mengarah ke samping," katanya.

Xu, anggota satu tim penelitian yang dipimpin oleh Jonah Choiniere di George Washington University di Washington mengatakan, meskipun memiliki struktur yang sama dengan burung, spesies itu lebih mirip dengan "dinosaurus khas karnivora".

"Struktur yang paling menonjol mengenai kelompok ini ialah anggota tubuh bagi depan mereka, mereka adalah predator. Mereka memiliki tiga cakar di tangan mereka, yang digunakan untuk menangkap hewan lain. Mereka memiliki anggota tubuh bagian depan sangat ganjil, semua itu sangat pendek tapi sangat kokoh dan sangat kuat," kata Xu.

"Kadal primitif, mamalia kecil, reptil mirip mamalia, semuanya, mungkin menjadi bahan makanan," kata Xu kepada Reuters melalui telefon.

"Mereka mewakili tahap lebih awal di dalam evolusi burung, tapi mereka bukan burung. Anda dapat mengatakan mereka adalah nenek moyang awal dari burung ... dan dengan sangat lamban, silsilahnya beralih jadi burung," katanya.

Spesies itu adalah milik keluarga Alvarezsauridae --kelompok dinosaurus mirip burung yang menonjol-- dan temuannya mendorong catatan fosil keluarga itu mundur sejauh 60 juta tahun ke priode Late Jurassic (145 juta sampai 161 juta tahun lalu).

Haplocheirus kira-kira 60 juta tahun lebih tua dibandingkan dengan Alvarezsauroid berikutnya yang diketahui paling tua, yang ditemukan di Argentina pada 1991 dan hidup 95 juta tahun lalu, selama masa Cretaceous --65 juta sampai 145 juta tahun lalu.

"Kami tahu burung berasal dari dinosaurus. Tetapi kebanyakan fosil asli kita berasal dari masa Cretaceous. Sekarang kami berharap menemukan lebih banyak fosil Jurasic. Dengan cara ini, kami dapat menemukan lebih banyak bukti langsung guna membuktikan bahwa burung berevolusi dari dinosaurus," kata Xu.(C003/A024) (dikutip dari ANTARA NEWS) NAMUN SAYA TIDAK MEMPERCAYAI TEORI MANUSIA BERASAL DARI KERA SETELAH MEMBACA REFERENSI HASIL PENELITIAN DARI INGRIS MENGENAI EVOLUSI MANUSIA.

Penipuan-Penipuan Evolusi pada manusia
Tidak ada bukti fosil yang nyata untuk mendukung gambaran "manusia kera" yang tidak putus-putusnya diindoktrinasikan media masa dan akademisi evolusionis. Dengan kuas di tangan, evolusionis membuat makhluk-makhluk khayalan. Namun mereka memiliki masalah serius karena tidak ada fosil-fosil yang cocok dengan gambar-gambar itu. Salah satu metode menarik yang mereka gunakan untuk mengatasi masalah ini adalah "membuat" fosil-fosil yang tidak dapat mereka

temukan. Manusia Piltdown, skandal paling menghebohkan dalam sejarah ilmu pengetahuan, adalah contoh khas metode ini.

Manusia Piltdown: Rahang Orang Utan dan Tengkorak Manusia!

Seorang dokter terkenal yang juga ahli paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan bahwa ia telah menemukan tulang rahang dan fragmen tengkorak di dalam sebuah lu-bang di Piltdown, Inggris, pada tahun 1912. Tulang rahang tersebut lebih mirip tulang rahang kera, tetapi gigi dan tengkorak-nya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan "Manusia Piltdown". Fosil ini diduga berusia 500 ribu tahun, dan dipajang di beberapa museum sebagai bukti mutlak evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, telah banyak artikel ilmiah mengenai "Manusia Piltdown" ditulis, sejumlah penafsiran dan gambar dibuat, dan fosil tersebut dikemukakan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktor ditulis mengenai subjek ini.1 Seorang ahli paleoantropologi terkenal dari Amerika, Henry Fairfield Osborn, ketika sedang mengunjungi British Museum pada tahun 1935 berkata"... kita harus selalu diingatkan bahwa alam dipenuhi paradoks, dan ini adalah suatu temuan mengejutkan tentang manusia prasejarah...."2

Kisah Sebuah Kebohongan

Fosil ditemukan oleh Charles Dawson dan diserahkan kepada Sir Arthur Smith Woodward.

Potongan-potongan fosil direkonstruksi membentuk tengkorak yang terkenal itu.

Berdasarkan rekonstruksi tengkorak, telah dibuat beragam gambar dan patung dan ditulis banyak artikel dan komentar. Tengkorak asli dipamerkan di British Museum. Empat puluh tahun setelah penemuan, sekelompok peneliti memastikan bahwa fosil Piltdown itu palsu.

Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba metode "pengujian fluorin", pengujian baru yang digunakan untuk menentukan umur fosil-fosil tua. Uji coba dilakukan pa-da fosil manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui bahwa tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin. Ini menunjukkan bahwa tulang rahang tersebut terkubur tidak lebih dari beberapa tahun. Sedangkan tengkoraknya, yang hanya mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan usianya hanya beberapa ribu tahun.

Penelitian kronologis terakhir yang dilakukan dengan menggunakan metoda fluorin menunjukkan bahwa tengkorak tersebut hanya berusia beberapa ribu tahun. Terbukti pula bahwa gigi pada tulang rahang adalah dari orang utan yang dibuat seolah usang, dan bahwa peralatanperalatan "primitif" yang ditemukan bersama fosil hanya imitasi sederhana yang telah diasah dengan peralatan baja.3 Dalam analisis teperinci yang diselesaikan oleh Weiner, pemalsuan ini diumumkan pada tahun 1953. Tengkorak tersebut milik manusia yang berusia 500 tahun, dan tulang rahangnya milik kera yang baru saja mati! Kemudian gigi-gigi disusun berderet dan ditambahkan pada rahangnya secara khusus, dan sendinya dirancang menyerupai sendi manusia. Lalu semua bagian diwarnai dengan potasium dikromat agar tampak tua. Warna ini memudar ketika dicelup dalam la-rutan asam. Le Gros Clark, anggota tim yang membongkar penipuan ini, tidak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya atas peristiwa ini dan mengatakan bahwa "bukti-bukti abrasi tiruan dengan segera tampak di depan mata. Hal ini begitu jelasnya hingga patut dipertanyakan bagaimana ini sampai lolos dari pengamatan sebelumnya?"4 Dengan terungkapnya fakta ini, "Manusia Piltdown" kemudian segera disingkirkan dari British Museum setelah lebih dari 40 tahun dipajang di sana.

Manusia Nebraska: Gigi Babi

Pada tahun 1922, Henry Fairfield Osborn, manajer American Museum of Natural History, mengumumkan bahwa ia telah menemukan sebuah fosil gigi geraham yang berasal dari periode Pliosin, di Nebraska Barat, Ilustrasi di atas ini digambar dekat Snake Brook. Gigi ini dinyatakan memiliki berdasarkan satu gigi dan diterbitkan karakteristik gigi manusia dan gigi kera. Argumentasi dalam majalah Illustrated London ilmiah yang mendalam pun dimulai. Sebagian orang News pada tanggal 24 Juli 1922. Akan menafsirkan gigi ini berasal dari Pithecanthropus tetapi, evolusionis sangat kecewa Erectus, sedangkan yang lain menyatakan gigi tersebut ketika terungkap bahwa gigi ini bukan lebih menyerupai gigi manusia. Fosil yang milik makhluk mirip kera atau menimbulkan perdebatan sengit ini dinamakan manusia, tetapi milik spesies babi yang "Manusia Nebraska". Manusia baru ini juga dengan telah punah. segera diberi "nama ilmiah": Hesperopithecus Haroldcooki.

Banyak ahli yang memberikan dukungan kepada Osborn. Berdasarkan satu gigi ini, rekonstruksi kepala dan tubuh Manusia Nebraska pun digambar. Lebih jauh, Manusia Nebraska bahkan dilukiskan bersama istri dan anak-anaknya, sebagai sebuah keluarga utuh dengan latar belakang alam.

Semua skenario ini dikembangkan hanya dari satu gigi. Evolusionis begitu meyakini keberadaan "manusia bayangan" ini, hingga ketika seorang peneliti bernama William Bryan menolak keputusan menyimpang yang mengandalkan satu gigi ini, ia dikritik dengan kasar.

Pada tahun 1927, bagian lain kerangkanya juga ditemukan. Menurut potongan-potongan tulang ini, gigi tersebut bukan milik manusia atau kera, melainkan milik spesies babi liar Amerika yang telah punah, bernama prosthennops. William Gregory memberi judul artikelnya yang dimuat majalah Science dengan: "Hesperopithecus: Apparently Not An Ape Nor A Man (Hesperopithecus: Ternyata Bukan Kera Maupun Manusia)". Dalam artikel itu ia mengumumkan kekeliruan ini.5 Setelah itu semua gambar Hesperopithecus Haroldcooki dan "keluarganya" segera dihapus dari literatur evolusi.

Ota Benga: Orang Afrika dalam Kerangkeng Setelah Darwin menyatakan bahwa manusia berevolusi dari makhluk hidup yang mirip kera melalui bukunya The Descent of Man, ia kemudian mulai mencari fosil-fosil untuk mendukung argumentasinya. Bagaimanapun, sejumlah evolusionis percaya bahwa makhluk "separo manusia - separo kera" tidak hanya ditemukan dalam bentuk fosil, tetapi juga dalam keadaan hidup di berbagai OTA BENGA: "Orang Pigmi di Kebun Binatang" Benga. belahan dunia. Di awal abad ke-20, pencarian "mata rantai transisi yang masih hidup" ini menghasilkan kejadian-kejadian memilukan, dan yang paling biadab di antaranya adalah yang menimpa seorang Pigmi (suku di Afrika Tengah dengan tinggi badan rata-rata kurang dari 127 sentimeter) bernama Ota

Ota Benga ditangkap pada tahun 1904 oleh seorang peneliti evolusionis di Kongo. Dalam bahasanya, nama Ota Benga berarti "teman". Ia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Dengan dirantai dan dikurung seperti binatang, ia dibawa ke Amerika Serikat. Di sana, para ilmuwan evolusionis memamerkannya untuk umum pada Pekan Raya Dunia di St. Louis

bersama spesies kera lain dan memperkenalkannya sebagai "mata rantai transisi terdekat dengan manusia". Dua tahun kemudian, mereka membawanya ke Kebun Binatang Bronx di New York. Ia dipamerkan dalam kelompok "nenek moyang manusia" bersama beberapa simpanse, gorila bernama Dinah, dan orang utan bernama Dohung. Dr. William T. Hornaday, seorang evolusionis direktur kebun binatang tersebut memberikan sambutan panjang lebar tentang betapa bangganya ia memiliki "bentuk transisi" yang luar biasa ini di kebun binatangnya dan memperlakukan Ota Benga dalam kandang seolah ia seekor binatang biasa. Tidak tahan dengan perlakuan yang diterimanya, Ota Benga akhirnya bunuh diri. 6

Manusia Piltdown, Manusia Nebraska, Ota Benga.... Skandal-skandal ini menunjukkan bahwa ilmuwan evolusionis tidak ragu-ragu menggunakan segala cara yang tidak ilmiah untuk membuktikan teori mereka. Dengan mengingat hal ini, ketika kita melihat yang dinamakan bukti lain dari mitos "evolusi manusia", kita akan menghadapi situasi yang sama. Inilah sebuah cerita fiksi dan sepasukan relawan yang siap mencoba apa saja untuk membenarkan cerita itu.

(DIKUTIP DARI MEDIA PERS INGGRIS)

MELIHAT KENYATAAN INI MEMBUKTIKAN BAHWA TEORI EVOLUSI PADA MANUSIA TIDAK BENAR ADANYA

2. EOLUSI MENURUT PANDANGAN ISLAM
menurut saya dalam islam menyebutkan secara jelas akan proses kejadian manusia secara utuh, namun sepenurut pemhaman saya melalui batasan ilmu yang saya miliki, alqur an menjelaskan kejadian spesien dibumi secara intilinsik (butuh penafsiran lebih lanjut) sehingga saya masih menganggap evolusi pada binatang adalh benar dan evolusi pada binatang memenag terjadi. berikut adalah hadits dan ayat nya

Sesungguhnya sebagian kalian dikumpulkan bahan ciptaannya di rahim ibunya 40 hari dalam bentuk nuthfah. Kemudian menjadi 'alaqah dalam masa yang sama (40 hari), kemudian menjadi mudghah dalam masa yang sama (40 hari). Kemudian Allah mengutus malaikat kepada ciptaan itu, lalu malaikat meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menuliskan empat ketetapan; ketetapan rezki; amal perbuatannya; ajal usianya; dan nasibnya di akhirat, sengsara (penghuni neraka) atau bahagia (penghuni surga). Demi Zat yang tidak ada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada salah seorang dari kalian yang

melakukan perbuatan penghuni surga hingga antara jarak antara dia dengan surga sejauh satu hasta, lalu catatan takdirnya yang lebih dulu telah menggariskan hingga ia melakukan perbuatan penghuni neraka dan (akhirnya) ia masuk ke dalam neraka. Dan sesungguhnya ada orang yang melakukan perbuatan penghuni neraka hingga jarak antara dia dengan neraka sejauh satu hasta, lalu catatan takdirnya yang lebih dulu telah menggariskan, hingga ia melakukan perbuatan penghuni surga dan (akhirnya) ia masuk ke dalam surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)

dari hadits diatas terdapat kata sebagian jadi saya masih belum dapat menafsirkan bunyi dan maksud dari ayat tersebut sehingga saya mengganggap teori evolusi pada hewan masih benar adanya

3. MASIH RELEVANKAH TEORI EVOLUSI SAMPAI SAAT INI ??
menurut asya teori evolusi mengenai perubahan simpoanse menjadi manusia adalah teori yang bbohong dan tidak perlu dipercaya atau tidak eksis lagi berdasarkan atas bukti yang telah dijelaskan pada pertanyaan nomor 1 yang dikutip dari media inggris. namun teori evolusi pada hewan harus tetap diteliti lagi keberadaannya dan kebenarannya karena dengan melihat hasil penelitian yang dijelaskan di nomor 1 yang dikutip dari media china, menunjukkan adanya bukti evolusipada binatang secara nyata

4. KESIMPULAN
saya mempercayai teori evolusi pada binatang namun tidak mempercayai teori evolusi yang menyebutkan manusia berasal dari hewan berdasarkan penjelasan yang telah saya paparkan pada pertanyaan nomor 1

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful