Soal Blok 10 Modul 4

Soal Modul 4 Blok 10

2010

1. Usaha pencegahan dibetes yang baik adalah dengan a. Pemberian inhibitor glukosidase b. Pemberian metformin c. Pemberian sulfonilurea d. Menghentikan kebiasaan merokok e. Diet dan beraktifitas fisik secara teratur 2. Kadar glikosa darah 2 jam setelah makan sebesar 450 mg/dl disebabkan oleh? a. Terlalu banyak makan b. Glikogenesis, lipohenesis, dan glikolisis terhambat c. Glikogenesis dan glukoneogenesis meningkat d. Masuknya glukosa ke dalam hepatosit terhambat e. Ginjal tidak mampu mensekresi glukosa darah 3. Seorang wanita berusia 66 th dengan riwayat diabetes 15 tahun lalu, dan ia tidak rutin berobat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan GDP 266 mg/dl, glukosa darah prandial 350 mg/dl, ureum 89 mg/dl, dan kreatin 2,2 mg/dl. Hasil pemeriksaaan urin menunjukan Proteinuria (+3). Yang merupakan penatalaksanaan hiperglikemi paling tepat untuk pasien ini adalah a. Sulfonilurea b. Biguanid c. Insulin d. Kombinasi insulin dan antidiabetika oral e. Nonfarmakologis 4. Seorang laki-laki datang ke puskesmas dengan keluhan penglihatan kedua Mata kabur. Pasien adalah penyandang diabetes sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan Opthalmologis didapatkan gambaran awan pada lensa mata Apakah perubahan osmolaritas lensa yang paling tepat menjelaskan patogenesis penyakit Pasien di atas a. Peningkatan produksi sorbitol b. Peningkatan konsentrasi galaktosa darah c. Peningkatan oksidasi crystaline d. Penurunan aktifitas aldose reductase e. Penurunan aktifitas aldose dehidrogenase 5. Luka memborok pada jari penderita diabetes melitus dipicu oleh a. Kekurangan nutrisi dan oksigen b. Kanker c. Bakteri patogen yang virulen d. Luka yang sudah kronik e. glukosa yang tinggi dalam cairan tubuh 6. seorang pria berusia 38 tahun, selama 2 minggu ini merasa kaki kirinya sangat nyeri sa at tidur. Sebenarnya ia sudah merasa sakit sejak 1 tahun belakangan, namun hanyaterasa bila berjalan. Ia mengeluh jarak tempuh semakin lama semakin pendek dan sering berjenti karena nyrri. Bila istirahat, maka nyerinya akan hilang. Penderita adalah seorang perokoknya berat. Pemeriksaan fisik secara umum normal, pada ekstremitas inferior sinistra tidak teraba

Hidronefrosis Keadaan tersebut di atas ditandai dengan adanya a. pulsasi a. Makroangiophaty d. Koma hypoglikemia c. 8. Komplikasi metabolik kronis d. Glukosuria c. Atherosclerostic peripheral arterial oclusive disease Kematian pada penderita DM disebabkan oleh karena a. Hematuria b. Tromboangitis obliterans c. dorsalis pedis dan tibialis posterior. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil yang normal. Koma hyperglikemia b. Disfungsi ereksi Nefrophati diabetika pada prinsipnya terjadi fungsi ginjal a. DM tipe spesifik d. Uremia Glukagon dihasilkan oleh a. Ketoasidosis d. Acute arterial occlusion b.Soal Blok 10 Modul 4 2010 7. 13. Albuminuria d. Poliuria b. Gangren e. 10. Hiperfiltrasi c. DM tipe II c. Proteinuria e. BSSD Hiperglikemi yang berat dan melebihi ambang ginjal akan menimbulkan a. retinophaty b. Diagnosa yang paling mungkin adalah a. Anuria e. Polakisuria Pada sindroma crushing DM yang terjadi adalah a. A. kecuali a. 11. Semua benar Komplikasi metabolik kronis pada penderita DM sbb. 12. Diabetic arteriopathy d. Komplikasi metabolik akut e. Glikolisis d. Chorinicarterial thrombosis e. Hati . DM tipe I b. Nefrophaty c. Hipofiltrasi b. Mikroangiophaty e. 9. Glikosuria c. DM gestasional e.

Bising sistolik b. Tiroid Prnyataan yang benar untuk ICA adalah a. 17. gula darah sewaktu (GDS) 380 mg/dl. Antibodi terhadap sel beta b. 15. Kadar glukosa darah puasa 125-150 mg/l c. 18. Pembesaran kelenjar tiroid c. Meningkatkan sensitifitas insulin b. Sel beta pankreas e. Kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/l b. Antigen terhadap sel beta c. Tremor pada jari-jari tangan e. Kadar glukosa darah puasa 150-175 mg/l d. mudah haus. Glinit c. Anemia konjungtiva d. Acarbose Yg dimaksud dengan kondisi pra diabetes tipe impared Fasty Glucosa (IFG) adalah a. penglihatan mata kabur. Tingginya kadar lemak e. Medula adrenal d. Apakah penyebab kadar gula darah tinggi yang paling Mungkin pada pasien tersebut? a. Rendahnya asupan serat c. Gejala apa lagi yang relevan ditemukan pada pasien ini a. badan kurus. Menekan faktor herediter e.Soal Blok 10 Modul 4 2010 14. Kadar glukosa darah puasa 175-200 mg/l e. Hb Normal. yaitu dengan cara a. 19. sering BAK Malam hari. BMI (Body Mass Index) 30. Memperbaiki sel betha d. Kerusakan sel beta pankreas . Kadar glukosa darah puasa 200-225 mg/l Penurunan berat badan dengan peningkatan aktifitas fisik dapat memperbaiki pasien DM Type 2. Metformin b. Meningkatkan produksi insulin c. Tiazolidindion d. Sulfonuria e. DM gestasional e. kadar gula darah puasa naik. Sel alfa pankreas c. Retensi insulin d. 16. Asupan karbohidrat tinggi b. Mudah lapar Seorang laki-laki 60th datang untuk kontrol gula darah. Infeksi virus cocksackie d. Memperlambat kerja insulin Seorang wanita usia 54 th datang dengan keluhan tidak bisa menahan BAK. b. DM tipe 2 Obat DM yang bekerja menghambat glukoneogenesis a.

Wanita tersebut mengaku bahwa ia memiliki Kebiasaan merokok. Gangguan mekanisme sekresi insulin dari pankreas c. Kadar C-peptide 25. Hiperglycec Hyperosmolar State (HHS) d. Tes toleransi glukosa d. BB 80Kg. Golongan sulfonilurea b. Apakah obat yang paling tepat untuk pasie tersebut a. datang ke praktek anda dengan keluhan sering kesemutan Pada kedua kaki sejak 3 bln terakhir. Manakah Pemeriksaan dibawah ini yang saudara minta untuk memastikan diagnosis a. Injeksi insulin campuran (NPH+RI) pagi dan malam sebelum c. Kerusakan sel B pankreas b. BB 65 Kg datang ke praktek anda untuk berkonsultasi Tentang penyakit hipertensi yang sudah 3 tahun ini dideritannya. HbA1C b. Ketoasidosis diabetic b. Kadar insulin darah e. NPH pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur 23. Golongan biguanid(metformin) c. Wanita usia 50th. Apakah komplikasi yang paling sering didapatkan pada pasien tersebut a. Ia juga mengeluh sering buang air kecil dan haus Sejak 6 bulan terakhir 24. Pada anamnesa ia Mengata kan bahwa keluarganya memiliki riwayat diabetes mellitus. Injeksi insulin NPH malam sebelum tidur b. Obat pilihan utama yang akan anda berikan jika pasien tersebut telah terdiagnosa diabetes mellitus a. Kelainan apa yang terjadi pada wanita tersebut a. Neuripati diabetik Kasus soal 24-28 Seorang Pria 49th. GDP dan 2 JPP c. Insulin RI setiap kali sebelum makan dan NPH sebelum tidur d. Glukosa glukoksidase inhibitor . Perubahan kualitas reseptor insulin pada sel target e. Penurunan jumlah signaling molekul di sel target 22.Soal Blok 10 Modul 4 2010 20. TB 160cm. Menyarankan kepada pasien untuk Menurunkan berat badan c. Penurunan jumlah reseptor insulin pada sel target d. Hipoglikemia c. Menyarankan kepada pasien untuk Mengatur diet e. Nefropati diabetik e. Menyarankan kepada pasien untuk memeriksakan GDP dan G2PP b. Menyarankan kepada pasien untuk Latihan jasmani secara teratur Kasus untuk no 21-23 Wanita 20 tahun harus disuntik insulin seumur hidup karena menderita diabetesmelitus 21. Namun selama ini ia Tidak memiliki keluhan khas diabetes mellitus. Kombinasi sulfonilurea pagi dan NPH sebelum tidur e. TB=165 cm. Apakah langkah pertama yang anda lakukan sebagai dokter? a. Menyarankan kepada pasien untuk Menghentikan kebiasaan merokok d.

Leukosit c. gula darahnya menjadi 122 mg/dl. 27. dan penglihatannya kabur. glukosa darah2 jam post prandial Seorang wanita berusia 54th sulit menahan BAK. dan hasil pemeriksaan neurologi kembali normal. Insulin Manakah diantara jenis obat antihiperglikemik oral yang bekerja dengan cara merangsang Pengeluaran insulin dari sel pankreas a. Nilai gula darah sewaktu (GDS) adalah 380 mg/dl. Glukosa glukoksidase inhibitor d. Golongan thiazoliidinedion e. Setelah diberikan bolus dekstrosa. Metformin b. Golongan meglitinide Manakah diantara jenis obat antihiperglikemik oral yang bekerja dengan cara mengurangi Pengeluaran glukosa hati. Golongan thiazoliidinedion e. Glukosa darah sewaktu. Pria ini tidak mengalami demam. Inhibitor glukosidase c. Insulin . Grinid e. Golongan meglitinide Pemeriksaan apa yang saudara lakukan untuk memantau respon terapi dan progresivitas Komplikasi a. Golongan sulfonylurea c. Obat yang paling sering Menimbulkan gejalagejala diatas adalah a. Pemeriksaan di rang gawat darurat menunjukkan adanya Hipoglikemia. Kadar insulin darah C-peptide e. Glukosa darah puasa dan glukosa darah 2 jam post prandial c. Tes toleransi glukosa oral d. hasil pemeriksaan oftalmologi menunjukan ada Kekeruhan lensa mata kiri. badannya kurus. Eritrosit e. 28. d. menghambat glukoneogenesis dan berefek mengurangi Hiperlipidemia a. Kristal Ca Oksalat Seorang pria berusia 81th ditemukan keluarganya dalam keadaan mengalami Disorientasi dan kebingungan. HbA1c b. 29. Sulfonilurea d. Protein d.Soal Blok 10 Modul 4 2010 26. sering Merasa haus. dan hasil pemeriksaan fisik dalam batas Normal. 30. Zat apa yang Dijumpai di urin a. Metformin b. Glukosa b. Golongan sulfonylurea b. Glukosa glukoksidase inhibitor d. Golongan thiazoliidinedion e. Golongan biguanida c. pasien segera membaik.

Glukosa darah normal d. Bila kadar pemeriksaan gas darah menunjukkan pH= 7. Seorang wanita berusai 66 tahun yang bertubuh gemuk mengeluh sering buang air kecil Sering haus dan sering lapar sejak 6 bulan yang lalu. kadar HCO3=20 mEq/l.32. Pada hasil check up seorang pria berusia 64 tahun. fine tremor. Hipoparatiroidisme e. Gula darahnya 280 mg/dl. Hasil laboratorium menunjukkan Glukosa darah puasa155 mg/dl.Soal Blok 10 Modul 4 2010 31. Sulfonilurea b. sering berkeringat. Peningkatan oksidasi 36. Reduksi urin (+2). Hiperparatiroidisme d. struma. Toleransi glukosa terganggu e. maka kondisi keasaman darah pasien ini adalah a. Insulin e. glukosa darah pandrial 206 mg/dl. Nonfarmakologis (diet dan latihan fisik) 34. Kombinasi insulin dan antidiabetika oral d. didapatkan glukosa darah puasa 128 Mg/dl dan glukosa darah puasa post pandrial 136 mg/dl. Mengapa Glukosa dapat terdeteksi dalam urinnya a. Karena tidak terabsobsi b. Sindrom crushing 33. Seorang wanita berusia 25 tahun yang mendapat suntikan insulin seumur hidup mengalami Ketoasidosis diabetik. mudah Lelah. Biguanid c. Asidosis respiratorik akut . Diabetes melitus tipe 1 35. Tidak ada riwayat Diabetes sebelumnya. Seorang wanita berusia 32 tahun datang dengan keluhan sering berdebar -debar. Diabetes melitus tipe 2 b. Karena terjadi peradangan di ginjal 32. Penurunan proteolisis b. Karena terlalu banyak disekresi oleh c. Badannya semakin kurus padahal makan dan minumnya banyak. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan Eksoftalmus. Alkalosis metabolik dengan kompensasi respiratorik c. Peningkatan sekresi kolesterol d. Penurunan glikogenesis e. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun mengeluh sering kencing. Asidosis metabolik dengan kompensasi respiratorik b. Langkah penatalaksanaan pertama pasien ini adalah a. Diagnosis paling mungkin adalah a. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini Adalah a. Hipertiroidisme b. Hipotiroidisme c. PaCO2= 30 mmHg. Peningkatan lipogenesis c. Karena sering kencing e. Dasar kelainan metabolik tersebut adalah a. Glukosa darah terganggu c. Karena ginjalnya bocor d. dan semakin kurus.

Goiter difusa toksis b. Alkalosis respiratorik akut e. penyandang TBC selama 3 bulan. di dapat hasil lab. Colesterol LDL 256 mg/dl. Pasien mengeluh adanya perubahan warna air seni Keringat dan air mata. Tidak ada keluhan jantung berdebar Dan berkeringat. Repaglinid b. Meningkatkan hepatic slearance insulin . Melakukan tes gula darah puasa 2 jam PP Pada pemberian OAD. 42. Asidosis campuran metabolik respiratorik Seorang wanita yang berusia 30 tahun datang dengan benjolan pada leher depan. 39. Isoniazid b. Kadar insulin darah e. Diagnosis keadaan ini Adalah a. Satu Minggu sebelumnya ia menderita nyeri dan demam. 38. TTGO. 41. datang ke puskesmas Untuk menerima pengobatan TBC. Streptomycin c. Obat apakah yang paling tepat menjadi penyebab perubahan cairan Tubuh pasien diatas a. Pyrazinamide e. BB= 70 Kg. Pemeriksaan fisik mendapatkan massa bulat. Karsinoma tiroid e. Malakukan TTGO b. Glimepiride d. menurut saudara pria tersebut menderita a. Metabolik sindrom e. Hypertensi dengan dislipidemia b. TTGO dan mengukur BMI c. Toleransi glukosa terganggu Untuk memastikan diagnosa pada penderita a. Etambutol d. Sulfonamide c. Tg= 290 Mg/dl glukosa darah sewaktu. Rifamfisin Pria 48th datang dengan keluhan sering pusing pada pemeriksaan. Tiroiditis akut Seorang laki-laki 24 tahun. Diabetes melitus d.Soal Blok 10 Modul 4 2010 37. LED meningkat. BMI dan lingkar perut d. kenyal. Goiter nodusa toksis c. mudah digerakkan. Ukuran 3 x 3 x 2 cm dan ikut bergerak bila menelan. tekanan darah = 170/95. TB 154 cm. Metochlorpropamide e. Retensi insulin c. sulfonilurea adapat menjadi alternatif pilihan terapi. Goiter nodusa nontoksis d. 40. Metformin Sulfonilurea memiliki mekanisme sebagai berikut: a. Berikut ini Merupakan obat-onat yang termasuk golongan sulfonilurea a. Menurunkan insulin relase dari B sel pankreas b. d. 170 mg/dl.

tidak teraturBerobat dengan alasan sibuk bisnis dan juga takut dokter. Kemungkinan-kemungkinan terbesar yang terdapat pada pemeriksaan tersebut di atas Adalah sbb. Menurunkan proses sintesis asam lemak b. Meningkatkan somatostatin release d. Kimia darah lengkap c. dorsalis pedis D meningkat e. Meningkatkan metabolisme sulfo d. Insulin dalam tubuh dapat menye a. Pulsasi a. Menurunkan absorbsi glukoasa di intestinal 43. Foto radiologis plantar medis bilateral tibia bilateral d. mengeluh penglihatan menurun. Insulin reguler c. seperti a. 62 tahun pensiunan PNS masuk rawat inap pada 17 September 2009. Insulin lispro b. Menghambat eksresi sulfonilurea e. doppler Ultrasound b. Peningkatan aksi sulfonilurea c. Hipoalbuminemia c. meningkatkan sekresi dari glukagon e. tampak terbaring di tempat tidur. Insulin ultralente Pak maman. Menurunkan sintesisi kolesterol & LDL 45. tekanan darah = 150/100 mmHg. yang ke5 Kalinya oleh karena luka berbau busuk ditelapak kaki kanan 2 buah masing berdiameter8cm dan 2 cm. kecuali a. subfebril. Meningkatkan lipolisis e. Menurunkan proses transport asam amino d. Pemeriksaan fungsional pasien ini adalah antara lain a. Meningkatkan sintesis protein c. telapak kaki 1 buah dengan diameter 8 cm lokasi di tumit kiri. tinggi Badan = 160 cm 46. Foto radiologis polos thorax 47. Uji latih kardiorespirasi . Gula darah puasa & 2 jam pos prandial meningkat 48. Terjadinya hiperglikemi 44. Dari anamnesa diketahui menderita penyakit kencing manis sejak tahun 1993. Penderita DM tipe I dapat diberikan insulin kerja pendek (short acting). Pemberian alkohol dengan sulfonilurea akan dapat mengalami interaksi obat. berupa a. berat badan = 84 kg. Anti Ds DNA e. Nadi 84 x/menit. Insulin NPH e. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan saat ini adalah. Osteomyelitis d. mampu duduk mandiri. vital sign: compos Mentis. kecuali: a. Insulin lente d. Pemeriksaan fisik.Soal Blok 10 Modul 4 2010 c. Penurunan efektifitas sulfonilurea b. Leukositosis b.

Retensio urinae 50. Phantom sensation c. Kontraktur sendi c. Gagal nafas b. Komplikasi yang kemungkinan besar di dapat pada pasien ini adalah a. Insoles yang terbuat dari plastazote c. Spastisitas e. Penyangga (ankle-foot-orthosis) yang terbuat dari e. Phantom pain d. Kaki palsu d. Bone scan 49. Shoe insert yang sesuai b. Ortosis terbaik yang harus diberikan pada pasien ini a. Afasia global d. Doppler e. Sepatu orthopedi dengan rocker-bottom sole 2010 .Soal Blok 10 Modul 4 b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful