STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI 27/07/2010 Posted by ebekunt in Pendidikan. trackback .. Oleh : KUNTJOJO A.

Hakikat Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh dkk., 2005: 1.12 – 1.13) sebagai berikut. 1. Anak bersifat unik. 2. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. 3. Anak bersifat aktif dan enerjik. 4. Anak itu egosentris. 5. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. 6. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. 7. Anak umumnya kaya dengan fantasi. 8. Anak masih mudah frustrasi. 9. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. 10.Anak memiliki daya perhatian yang pendek. 11.Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. 12.Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. B. Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini Anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan orang dewasa dalam berperilaku. Dengan demikian dalam hal belajar anak juga memiliki karakteristik yang tidak sama pula dengan orang dewasa. Karakteristik cara belajar anak merupakan fenomena yang harus dipahami dan dijadikan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran untuk anak usia dini. Adapun karakterisktik cara belajar anak menurut Masitoh dkk. (2009: 6.9 – 6.12) adalah : 1. Anak belajar melalui bermain. 2. Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. 3. Anak belajar secara alamiah. 4. Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan, bermakna, menarik, dan fungsional. C. Karakteristik Pembelajaran untuk Anak Usia Dini Kegiatan pembelajaran pada anak usia dini, menurut Sujiono dan Sujiono (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 138), pada dasarnya adalah pengembangan kurikulum secara konkret berupa seperangkat rencana yang berisi sejumlah pengalaman belajar melalui bermain yang diberikan pada anak usia dini berdasarkan potensi dan tugas perkembangan yang harus dikuasainya dalam rangka pencapaian kompetensi yang harus dimiliki oleh anak. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. 1. Belajar, bermain, dan bernyanyi

misalnya. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak. b) model buah-buahan. Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran sebagai segala usaha guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan (Masitoh dkk. berinteraksi. 20056. pembelajaran berorientasi perkembangan harus mempertimbangkan konteks sosial budaya anak. 2005: 6.3). Perbedaan individual juga harus manjadi pertimbangan guru dalam merancang. Untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang bermakna. mengevaluasi kegiatan. kemampuan yang diharapkan dapat dicapai. dan memenuhi harapan anak. Guru. faktor budaya yang melingkupinya. Anak menggunakan otot kasarnya. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak 1.12). yaitu : tahap merencanakan. dan bernyanyi (Slamet Suyanto. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. masyarakat...5 – 8. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. artinya pembelajaran harus diminati. Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung dengan objek.Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar. karakteristik anak dan cara belajarnya. E. yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat. d.6). pola kegiatan (Masitoh dkk. karakteristik tujuan pembelajaran. yaitu: a. tahap bekerja. Ada bermacam-macam strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru Taman Kanak-kanak. serta e. bebas memilih. D. Pendekatan yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang.. anak menggunakan seluruh alat inderanya. dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak a. tempat berlangsungnya kegiatan belajar. menerapkan. senang. 2005: 133). Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting. c. b.3). Dalam belajar. Manusia merupakan makhluk individu. tema pembelajaran. Anak memilih bahan-bahan dan memutuskan apa yang akan dikerjakan. Karakteristik pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut (Masitoh dkk. 2005: 3. Sintaks pembelajaran yang berpusat pada anak Pembelajaran yang berpusat pada anak terdiri dari 3 tahap utama. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif. Anakanak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. 2) berorientasi pada individu yang tepat. 1) Tahap merencanakan (planning time) Pada tahap ini guru member kesempatan kepada anak-anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. b. • • • • • • Prakarsa kegiatan tumbuh dari anak. bermain. Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya mempertimbangkan beberapa faktor penting. c) alat-alat . c. 2005: 8. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. dan tahap review. serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut. 2.. Selain berorientasi pada usia dan individu yang tepat. guru hendaknya melihat anak dalam konteks keluarga. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh inderanya. menyediakan alat-alat bermain yang terdiri dari : a) balok-balok kayu. Anak mentransformasi dan menggabungkan bahan-bahan.

1) Tahap prabermain Tahap prabermain terdiri dari dua macam kegiatan persiapan : kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan kegiatan bermain dan kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang siap untuk dipergunakan. b) Kegiatan penyiapan bahan dan peralatan yang diperlukan. yang di dalamnya terkandung bermacam-macam fungsi seperti pengembangan kemampuan fisik motorik. Strategi Pembelajaran Melalui bercerita a. Dengan bermain akan mengalami suatu proses yang menarahkan pada perkembangan kemampuan manusiawinya. dan (4) guru memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugasnya. e) peralatan menggambar. b) dengan bimbingan guru. Pada tahap ini guru berusaha agar ana-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat. social. Masitoh dkk. Rasional strategi pembelajaran melalui bercerita Pencapaian tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak dapat ditempuh dengan strategi pembelajaran melalui bercerita. dst. b) menghubungkan pengalaman anak dalam bermain yang baru saja dilakukan dengan pengalaman lain. (2) guru menyampaikan aturan-aturan yang harus diikuti dalam kegiatan bermain. dsb. yaitu: tahap prabermain. Rasional strategi pembelajaran melalui bermain Bermain merupakan kebutuhan anak. peserta permainan mulai melakukan tugasnya masing-masing. c) menunjukkan aspek-aspek penting dalam bekerja secara kelompok. ember. (3) guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak. seperti mengulas bentuk-bentuk geometris yang dibentuk anak. dst. 2. Guru mendampingi siswa. yaitu sebagai berikut. d) buku-buku cerita. afektif. atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.. Sintaks pembelajaran melalui bermain Strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari 3 langkah utama. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain a. membuat. Bermain merupakan aktivitas yang menyatu dengan dunia anak. misalnya membuat istana. c) setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan permainannya. dsb. 3) Tahap penutup Tahap penutup dari strategi pembelajaran melalui bermain terdiri dari kegiatan-kegiatan : a) menarik perhatian dan membangkitkan minat anak tentang aspek-aspek penting dalam membangun sesuatu. mereka kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. d) menekankan petingnya kerja sama.. kognitif. b. misalnya di rumah. . bendera kecil. 2) Tahap bermain Tahap bermain terdiri dari rangkaian kegiatan berikut : a) semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain. (2005: 10. bermain. dan tahap penutup. anak kemudian dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang dipilih. tahap bermain. Pada tahap ini anak mulai bekerja. 3. 2) Tahap bekerja (work time) Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya. • Bagi anak TK mendengarkan cerita yang menarik dan dekat dengan lingkungannya merupakan kegiatan yang mengasyikkan. misalnya menyiapkan bak pasir. dan f) macam-macam boneka. 3) Review / recall Setelah anak-anak selesai melakukan aktivitasnya.6) mengidentifikasi manfaat cerita bagi anak TK. dan d) anak-anak mencuci tangan. menara.transportasi. a) Kegiatan penyiapan siswa terdiri dari : (1) guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada para siswa. memberikan dkungan dan siap memberikan bimbingan jika anak membutuhkan.

(b) penetapan materi pembelajaran. afektif. berupa pelaksanaan apa saja yang telah direncanakan. 3) bernyanyi merupakan media untuk mengekspresikan perasaan. dan (d) menetapkan evaluasi pembelajaran. Dengan dengan mendengarkan cerita anak dimungkinkan untk mengembangkan kemampuan kognitif. . menggunakan gambar-gambar. 2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih. Sintaks pembelajaran melalui bercerita Strategi pembelajaran melalui bercerita terdiri dari 5 langkah. 1) Tahap perencanaan. terdiri dari: (a) penetapkan tujuan pembelajaran. 7) bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak. Pembelajaran dengan bercerita memberikan memberikan pengalaman belajar untuk mendengarkan. 6) bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor. 2) Tahap pelaksanaan. menggunakan papan flannel. nilai-nilai moral dan keagamaan. dan bermacam layanan jasa yang ingin disumbangkan anak kepada masyarakat. 4) Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita. Rasional strategi pembelajaran melalui bernyanyi Honig. dalam Masitoh dkk. melaksanaan kegiatan pembukaan. yang terdiri dari: • • • • • • menyampaikan tujuan dan tema cerita.• • • • • Guru dapat memanfaatkan kegiatan bercerita untuk menanamkan nilai-nilai positif pada anak. Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi a. yang terdiri dari: (a) kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya. misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita. 4) bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. 5) bernyanyi dapat membantu daya ingat anak. 4. 1) Menetapkan tujuan dan tema cerita. mengembangkan cerita. dapat b. 3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. 2) bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan. (2005: 11. Langkah-langkah dimaksud adalah sebagai berikut. Kegiatan bercerita juga memberikan sejumlah pengetahuan social. mengatur tempat duduk. dan psikomotorik.3) menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadinya secara luas karena : 1) bernyanyi bersifat menyenangkan. (c) menetapkan metode dan teknik pembelajaran. dst. Sintaks pembelajaran melalui bernyanyi Strategi pembelajaran dengan bernyanyi terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut. 5) Menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak aka isi cerita yang telah didengarkan. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. Membantu anak untuk membangun bermacam-macam peran yang mungkin dipilih anak. dan bernyanyi meningkatkan keeratan dalam sebuah kelompok. menetapkan teknik bertutur. b.

Strategi Pembelajaran Terpadu a. 6) kegiatan belajar bervariasi. (d) materi yang dimandatkan oleh lembaga.19 – 12. c. 2005: 12. Berbagai kemampuan yang dimiliki oleh anak dapat berkembang jika ada stimulasi untuk hal tersebut. Manfaat strategi pembelajaran terpadu Ada beberapa manfaat dari strategi pembelajaran terpadu. 2) berkaitan dengan pengalaman nyata anak. Sintaks pembelajaran terpadu Prosedur pelaksanaan pembelajaran terpadu terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut (Masitoh dkk. dan 6) melibatkan orag tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran (Masitoh dkk. yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. dan 11) direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak (Masitoh dkk. 2) Penjabaran tema Tema yang sudah diplih harus dijabarkan ke dalam sub tema-sub tema dakan konsep-konsep yang didalamnya terkandung istilah (term). 3) membantu guru dan praktisi lainnya untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya. (c) Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik. berbagai kemampuan anak yang ada pada anak diharapkan dapat berkembangan secara optimal. yang memiliki berbagai aspek kemampuan. Dengan pembelajaran terpadu. yang semuanya perlu dikembangkan. dan (e) orang tua dan guru. 2) sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. yaitu: (a) relevansi topik dengan karakteristik anak. 2005: 12.. (b) peristiwa khusus. utnuk semua tingkat usia. 4) menggunakan bermain sebagai wahana belajar. waktu pelaksanaan fleksibel. fakta (fact). 9) melibatkan anggota keluarga anak. kemudian dijabarkan ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan belajar yang lebih operasional. dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok. Rasional strategi pembelajaran terpadu Anak adalah makhluk seutuhnya. 4) melibatkan penemuan aktif. Karakteristik strategi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik : 1) dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung. misalnya pianika. dan (e) potensi proyek. b. dan 4) dapat dilaksanakan pada jenjang program yang berbeda. 3) memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan semua pemikirannya. 2005: 12. (d) ketersediaan alat-alat. 1) Memilih tema Pemilihan tema untuk pembelajaran terpadu dapat bersumber dari: (a) minat anak. misalnya lagu Dua Mata Saya.20). Ada beberapa kriteria untuk pemilihan tema.10).10). 5. 5) menghargai perbedaan individu. (c) keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum. dan prinsip (principle). dan untuk anakanak berkebutuhan khusus. yaitu: 1) meningkatkan perkembangan konsep anak. Prinsip-prinsip strategi pembelajaran terpadu Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip: 1) berorientasi pada perkembangan anak.. 3) mengintegrasikan isi dan proses belajar. (b) pengalaman langsung.(b) Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu. d. Tahap penilaian. 7) memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak. e. 5) memadukan berbagai bidang pengembangan. 3) Perencanaan 3) .. (c) kejadian yang tidak diduga. 10) tema dapat diperluas. pembelajaran yang mengintegrasikan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan. 2) memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui berbagai kegiatan.

Makanan yang bergizi yang seimbang serta stimulasi yang intensif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tersebut.Perencanaan harus dibuat secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple. 1. 2007 : 1. dan kgnitif anak terjadi dalam suatu urutan tertentu yang relative dapat diramalkan.. 5) Penilaian Penilaian dilakukan pada saat pelaksanaan dan pada akhir kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu. 3. 8. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Usia Dini Prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini berbeda dengan prinsip-prinsip perkembangan fase kanak-kanak akhir dan seterusnya. 2. 1. 2. alatpermainan yang diperlukan. 2005: 1. Perkembangan fisik/motorik. 4. 6. Anak itu egosentris.12 – 1. Perkembangan aspek fisik. 2009: 7). Anak umumnya kaya dengan fantasi. Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. . Brener.17 – 1. 7. social. emosi. sosial. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono. 10. Adapun prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini menurut Bredekamp dan Coople (Siti Aisyah dkk. 4) Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan dan dikembangkan kegiatan belajar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Anak masih mudah frustrasi. waktu. KONSEP-KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI 30/06/2010 Posted by ebekunt in Uncategorized. sumber rujukan. bahasa.Anak memiliki daya perhatian yang pendek. Anak bersifat aktif dan enerjik. dan penilaian yang akan dilakukan. 12. dan kgnitif anak saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Tentukan tujuan pembelajaran. Anak bersifat unik. kegiatan belajar. Usia dini disebut sebagai usia emas (golden age). trackback Oleh : Kuntjojo Pengertian dan Karakteristik Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14). Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini. emosional. 9.. Anak mengekspresikan perilakunya secara relatif spontan. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak.13) sebagai berikut.Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman.23) adalah sebagai berikut. Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Pada saat proses berlangsung dilakukan pengamatan terhadap proses belajar yang dilakukan oleh anak. 5. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. 11.Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. pengorganisasian anak. serta Kellough (dalam Masitoh dkk.

Perkembangan dan cara belajar anak terjadi dan dipengaruhi oleh konteks social budaya yang majemuk. 9. TPA adalah wahana pendidikan dan pembainaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Yuliani Nurani Sujiono. Perkembangan anak berlangsung ke arah yang makin kompleks. Anak adalah pembelajar aktif. terorganisasi dan terinternalisasi. memenuhi kebutuhan fisiknya. 12. kinestetik. Pengalaman awal anak memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkembangan anak. Dalam pasal 28 ayat 3 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK). 7. yaitu: Taman Kanak-kanak (TK) atau Raudhatul Atfal (RA) TK merupakan bentuk satuan pendidikan bagi anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia 4 sampai 6 tahun. Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Satuan pendidikan anak usia dini merupakan institusi pendidikan anak usia dini yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia lahir sampai dengan 6 tahun. auditif. Raudathul Athfal. atau gabungan dari tipe-tipe itu) untuk mengetahui sesuatu sehingga dapat belajar hal yang berbeda pula dalam memperlihatkan hal-hal yang diketahuinya.Perkembangan akan mengalami percepatan bila anak berkesempatan untuk mempraktikkan berbagai keterampilan yang diperoleh dan mengalami tantangan setingkat lebih tinggi dari hal-hal yang telah dikuasainya.Kondisi terbaik anak untuk berkembang dan belajar adalam dalam komunitas yang menghargainya. 4. dan pengetahuan yang diperolehnya. 10. emosional. 5.3. yang terbagi menjadi 2 kelompok : Kelompok A untuk anak usia 4 – 5 tahun dan Kelompok B untuk anak usia 5 – 6 tahun. Pendidikan Anak Usia Dini Jalur Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional) Bab I Pasal 1 Ayat 14).Anak memiliki modalitas beragam (ada tipe visual. khusus. baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. atau bentuk lain yang sederajat. Perkembangan dan belajar merupakan interaksi kematangan biologis dan lingkungan. dan kognitif anak serta menggambarkan perkembangan anak. Landasan Pendidikan Anak Usia Dini Landasan Yuridis Pendidikan Anak Usia Dini . dan aman secara fisik dan fisiologis. yang berusaha membangun pemahamannya tentang tentang lingkungan sekitar dari pengalaman fisik. 2009: 23) Taman Penitipan Anak (TPA) Taman penitipan anak merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuhan dan kesejahteraan anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. Bermain merupakan sarana penting bagi perkembangan social. 2009: 24). Perkembangan berlangsung dalam rentang yang bervariasi antar anak dan antar bidang pengembangan dari masing-masing fungsi. social. 6. Di Indonesia ada beberapa lembaga pendidikan anak usia dini yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat luas. Kelompok Bermain (Play Group) Kelompok bermain berupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak usia 2 sampai dengan 4 tahun (Yuliani Nurani Sujiono. 8. 11.

dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal: TK. RA. Sedangkan pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Perbedaan filsafat yang dianut dari suatu bangsa akan membawa perbedaan dalam orientasi atau tujuan pendidikan. Dari segi empiris banyak sekali penelitian yang menyimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting. Dengan pendidikan yang diberikan diharapkan anak dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilkinya. dan/atau informal. kesehatan. bangsa atau negara. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan perkembangan struktur otak. Berdasarkan tinjauan secara psikologi dan ilmu pendidikan. pengembangannya harus memperhatikan pandangan filosofis bangsa dalam proses pendidikan yang berlangsung. sosiologi. humaniora.” Landasan Filosofis Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. menurut Clark (dalam Yuliani Nurani Sujono. fisiologi. antropologi. ayat (3). Landasan Keilmuan Pendidikan Anak Usia Dini Konsep keilmuan PAUD bersifat isomorfis. artinya kerangka keilmuan PAUD dibangun dari interdisiplin ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa displin ilmu. serta stimulasi dari lingkungannya memberikan kontribusi yang sangat besar pada pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa itu dan berpengaruh besar pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. karena perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya. masa usia dini merupkan masa peletak dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. non formal. ilmu pendidikan anak. 2009: 10). sehingga kelak dapat menjadi anak bangsa yang diharapkan. TPA. Anak sebagai mahluk individu yang sangat berhak untuk mendaptkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini . diantaranya: psikologi. Artinya melalui proses pendidikan diharapkan terlahir manusia-manusia yang baik. tetapi hasil penelitian menyatakan bahwa hanya 5% potensi otak yang terpakai karena kurangnya stimulasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi otak. atau bentuk lain yang sederajat. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1. dan (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (5) Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. atau bentuk lain yang sederajat. (4) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal: KB. Apa yang diterima anak pada masa usia dini. Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya Sehubungan dengan pandangan filosofis tersebut maka kurikulum sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan.” Dari semboyan tersebut bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi hak-hak individu sebagai mahluk Tuhan yang tak bisa diabaikan oleh siapapun. Dalam UU NO. ayat (2). Pasal 1.Bangsa Indonesia juga sangat menghargai perbedaan dan mencintai demokrasi yang terkandung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya “berbeda tetapi satu. Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. 2009) kelengkapan organisasi otaknya mencapai 100 – 200 milyard sel otak yang siap dikembangkan dan diaktualisasikan untuk mencapai tingkat perkembangan optimal. karena pada waktu manusia dilahirkan. minuman. dan gizi serta neuro sains atau ilmu tentang perkembangan otak manusia (Yulianai Nurani Sujiono. (2) Pendidkan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal.Dalam Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakan bahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasarnya sesuai dengan minat dan bakatnya”. Standar manusia yang “baik” berbeda antar masyarakat. Dalam UU NO. Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwa pembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia indonesia seutuhnya. apakah itu makanan.

memberikan alasan. Soemiarti. menemukan. Menggunakan pembelajaran terpadu Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. . Jakarta: PT Indeks. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri. Anak memiliki kepekaan terhadap irama. Siti Aisyah dkk. Menggunakan lingkungan yang kondusif Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain. Secara khusus tujuan pendidikan anaka usia dini adalah (Yuliani Nurani Sujiono. serta menghargai karya kreatif. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan.Secara umum tujuan pendidikan anak usia dini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anak mampu mengenal lingkungan alam. berbagai bunyi. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi. Anak mampu berpikir logis. (2009) Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. dan sosio emosional. 3. Agar anak mampu mengelola keterampilan tubuhnya termasuk gerakan motorik kasar dan motorik halus. (2005) Strategi Pembelajaran TK. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap. memanfaatkan. 2. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru. dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. Yuliani Nurani. kritis. nada. 4. Jakarta: 2005. (2007) Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. bahasa. yaitu intelektual. Jakarta: Rineka Cipta. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif sehingga dapat bermanfaat untuk berpikir dan belajar. 6. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Jakarta: Universitas Terbuka. Sujiono. Referensi Masitoh dkk. Agar anak percaya akan adanya Tuhan dan mampu beribadah serta mencintai sesamanya. 5. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berluang . Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak. motorik. Belajar melalui bermain Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. lingkungan social. memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis. serta mampu menerima rangsangan sensorik. Patmonodewo. Prinsip-prinsip Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini pelaksanaannya menggunakan prinsip-prinsip (Forum PAUD. 2009: 42 – 43): 1. 2007) sebagai berikut. mandiri dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri. (2003) Pendidikan Anak Prasekolah. peranan masyarakat dan menghargai keragaman social dan budaya serta mampu mngembangkan konsep diri yang positif dan control diri. Berorientasi pada Kebutuhan Anak Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak.

Dr. setiap usaha yang dirancang untuk mengembangkan minat dan potensi anak harus dilakukan pada masa awal ini untuk membimbing anak menjadi diri mereka dengan segala kelebihannya. Jakarta: Visimedia METODE BELAJAR BAGI ANAK USIA DINI Walaupun pendidikan berlangsung sepanjang hayat. Ketika di sekolah anak diajak memilih materi yang ingin dieksplorasi. maka anak diajarkan dengan mendengarkan kaset yang diselingi dengan menunjukkan gambarnya (demonstrasi). Metode belajar ditekankan pada bagaimana anak berpikir kreatif. Usia 6-12 tahun: perbanyak melatih kemampuan anak bercerita dan mempresentasikan apa yang mereka ketahui. Metode Percobaan (Experimental method) Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Metode Resitasi (Recitation Method) Berdasarkan pengamatan sendiri. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. yaitu mendengar. Misal. pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. Salah satunya dengan metode main maping. dan kepribadian yang utuh. membangkitkan semangat belajar. Proses belajar-mengajar yang baik adalah jika anak berinteraksi dengan pendidik. Dengan belajar dari alam. namun menurut Maria Montessori. enam tahun pertama masa anak sebagai jangka waktu yang paling penting bagi perkembangannya. minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. minta anak menjelaskan konsep meja dan biarkan anak memaparkan satu persatu pengetahuannya tentang meja mulai dari berbagai bentuk. Dengan harapan. Maryam menambahkan. Misalnya anak bertanya. menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. staf pengajar di Sekolah Alam Ciganjur. Karenanya. bagaimana cara guru itu berkomunikasi. sebaiknya guru tidak mendominasi kegiatan anak. Pendidik dapat memberikan kosakata baru pada anak dan membiarkan mereka merangkai kalimat. Jakarta Selatan. dapat juga dengan memutarkan video agar anak dapat melihat (visual) dengan jelas apa yang terjadi. Sebaiknya pendidik tidak melulu mencontohkan lalu anak mengikuti. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun. adalah melibatkan anak dalam kegiatan belajar. minta anak membuat resume. yang harus diperhatikan ialah hubungan komunikasi guru dengan anak. pada usia 4-12 tahun merupakan masa kritis anak yang selalu menanyakan. Berikut ini beberapa metode pengajaran yang dapat Anda pilih antara lain : Metode Global (Ganze Method) Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. ketika membaca buku. Tapi. Misalnya. Ketika mengajar. misal anak menggambar bunga dengan warna hijau. fungsi sampai jumlah penyangganya. Dengan begitu anak mendapat inspirasi dan belajar mengambil keputusan sendiri. terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi. Maka pendidik harus pandai menciptakan situasi yang nyaman. bakat. tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. Anggani Sudono MA. Mengapa pohon dapat berbuah? Libatkan anak untuk mengamati proses pembiakan lalu . biarkan anak mencoba-coba. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. Tahun prasekolah menjadi masa anak membina kepribadian mereka. dan anak antusias belajar dengan memberikan metode pengajaran yang tepat. kuning atau biru. yaitu membuat jaringan topik.UU No. anak belajar tentang tanaman pisang. Apapun metodenya. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Acuan memilih metode pengajaran untuk anak usia 0-6 tahun menurut Penasehat Himpunan Tenaga Kependidikan Usia Dini. Usia 5 tahun: berikan kegiatan yang dapat memberi kesempatan pada anak mengobservasi sesuatu. misalnya ketika menjelaskan suatu hal atau benda. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif. Terdapat beberapa metode pengajaran yang disesuaikan dengan tahap usia anak: Usia 0-3 tahun: anak dapat mengikuti kegiatan di sekolah taman bermain. Orangtua dan pendidik harus dapat membantu anak menyadari dan merealisasikan potensi anak untuk menimba ilmu pengetahuan. Jika tipe belajar anak lebih aktif melalui alat pendengarannya (auditif ). yaitu orangtua dan guru. Mengapa begini dan begitu?. Contohnya. anak dapat mengamati sesuatu secara konkret. Menurut Maryam.

Berikut beberapa konsep pengajaran yang biasa diterapkan di tahap pengajaran prasekolah: Holistic Education Banyak pakar pendidikan menyatakan bahwa pendidikan seyogyanya dipahami sebagai seni menanamkan dimensi moral. Metode Bagian (Teileren Method) Metode pengajaran ini mengaitkan sebagian-sebagian petunjuk yang mengarah pada sesuatu. Secara normal setiap anak memiliki karakteristik untuk suka mencari tahu. suka ketenangan dan bekerja sendiri. Seni dari pendidikan holistik ini terletak pada keberterimaan cara belajar dan kebutuhan anak yang berbeda. matematika. logical (matematika). Karenanya pendidik menggunakan pendekatan MI untuk . Kumon Metode yang ditemukan di Jepang pada 1954 ini menekankan pada motivasi diri agar anak tak tergantung pada orang lain untuk belajar. kinestetik. Tiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda dalam kemampuan intelektualnya. yaitu membuat prakarya (artwork). Lalu ajak anak mencari solusinya bersama-sama. Dasar dari pendekatan multiple intelligence ini adalah keyakinan bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. menghias dan menggunakan alat-alat. Kesemua sifat ini dimiliki anak secara normal dan metode pengajaran yang diterapkan tak melawan kenormalan ini. ini didasarkan pada potensi dan karakter anak sesuai perkembangan usianya. Anak dilatih juga untuk belajar dari kesalahan yang dibuatnya dengan bimbingan instruktur sehingga anak menjadi tak takut untuk belajar sesuatu dan percaya diri.minta anak menyimpulkannya sendiri. Justru menggunakan karakter ini untuk memasukkan berbagai pemahaman nilai dan keterampilan. konsentrasi spontan. musikal (ritme). menggambar. Salah satu sekolah yang menggunakan metode ini adalah Tutor Time. emosi. atau bahasa. Dr. visual (spasial). Pendidikan holistik bertujuan untuk mengembangkan penghormatan intrinsik pada kehidupan dan cinta belajar. dan lainnya berdasarkan kesadaran akan kebutuhan diri sendiri. Selain melatih kemampuan motoriknya. matematika. dan intrapersonal. perlu pula mendapatkan implementasi konsep pengajaran yang sesuai dengan karakter dan kemampuan anak. seperti potongan puzzle yang digabungkan satu persatu. memiliki rasa posesif. Metode Perancangan (Project Method ) Kegiatan yang mengajak anak merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. serta ceria. Setelah orangtua berhasil mengidentifikasi cara belajar yang tepat bagi anaknya. disiplin diri spontan. Cara yang dilakukan berupa memunculkan rasa cinta lingkungan dan mendorong kreativitas anak. dan spiritual dalam perkembangan anak. Metode Latihan Keterampilan (Drill Method) Kegiatan yang mewakili metode ini sering Anda lakukan bersama si kecil. Multiple Intelligence(MI) Pendekatan pengajaran dengan konsep multiple intelligence ini mendorong anak untuk mengeksplorasi kemampuan dan keterampilan intelektualnya. seperti menulis. Pemikiran holistik meliputi keseluruhan dimensi dan integrasi banyak tahap dari pemahaman dan pengalaman anak dibanding sekadar penemuan kemampuan anak pada satu hal saja. patuh. Menurut pakar pendidikan anak dari AS. ingin melakukan semuanya sendiri. independen dan berinisiatif. Program ini difokuskan pada membentuk keterampilan anak dalam kemampuan berbahasa Inggris. Maria Montessori. . Sekolah Learning Vision menggunakan metode ini untuk mendorong anak belajar menjalani proses ketika membuat patung dari lilin atau karya tiga dimensi lainnya. psikologi. Montessori Konsep pengajaran yang ditemukan oleh pakar pendidikan usia dini. interpersonal. Howard Gardner. terdapat tujuh kemampuan intelektual pada anak. dan keterampilan yang dimiliki.Metode Pemecahan Masalah (Problem solving Method) Berikan soal-soal yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan kemampuan anak. Pola pikir anak menjadi lebih berkembang dalam memecahkan suatu masalah serta membiasakannya menerapkan pengetahuan. yaitu verbal (bahasa). seperti seni. sikap. fisik. Anda juga dapat mengajarkan anak berhitung secara konkret. mulai memahami realita.

Metode ini dilakukan secara intensif dalam kelas kecil. Anak dilatih untuk bekerja mengamati sesuatu berdasarkan rencana belajar dan waktu yang telah disusun. matematika.Richard Ong dan Dr. kemampuan mengkalkulasi kekuatan mental. Smart Reader merupakan konsep belajar baru yang bertujuan untuk mengubah potensi anak menjadi sebuah prestasi. English programme. Metode ini mengklaim bahwa kemampuan untuk melihat. hingga menjadi kupu-kupu untuk mempelajari iptek. Total Child Concept membentuk anak untuk memiliki . . Seperti. kepompong. emosi.. Pengajaran dipusatkan pada panjang pendeknya masa belajar anak melalui eksplorasi pada suatu obyek dan anak memenuhi keingintahuannya tentang obyek itu hingga maksimal. Banyak sekolah menggunakan prinsip agama sebagai panduan pendekatan pola pengajaran sehingga perkembangan dirinya tetap berlandaskan personal spiritual yang kuat. dan membentuk suatu stimulus dapat diubah menjadi sebuah imej tertentu bagi anak.. Smart Reader Program ini semakin popular di seluruh Asia. KH Wang. dan keterampilan mental yang didasarkan pada kerangka spiritual. Metode ini dijalankan dengan menggunakan flashcards yang disertai petunjuk.tentang kupu-kupu untuk belajar membaca dan keterampilan berbahasa. Orangtua dapat memilih program intens yang sesuai untuk kebutuhan anaknya. dan matematika dapat diintegrasikan bersama dari sebuah tema yang dipilih. Thematic Approach Program ini tepat diterapkan pada anak prasekolah untuk memberi pemahaman yang menyeluruh tentang suatu tema. musik. seni. dan membaca cepat. Total Child Concept Pengajaran ini diaplikasikan dengan pemberian pengajaran bahasa. Sebagai tambahan untuk mengembangkan kemampuan akademik anak. Pengajaran iptek. mewarnai gambar kupu-kupu untuk belajar bentuk dan komposisi warna. Seperti. kemampuan untuk menguasai bahasa asing. The Shichida Method Metode Shichida atau Right Brain Training yang ditemukan Prof.mengakomodasi cara belajar dan kemampuan intelektual anak yang berbeda dalam kurikulumnya. The Glen Doman Method Glen Doman merupakan pendiri Institute for the Achievement of Human Potential (IAHP) yang terkenal dengan konsep pengajaran berdasarkan tingkat perkembangan otak anak yang masih terbatas. Lima kemampuan yang terdapat di otak kanan juga berhubungan dengan lima kemampuan yang ada di otak kiri. Konsep MI biasanya digunakan di prasekolah Religion-based Preschools Pengajaran yang dilakukan difokuskan pada pembentukan kemampuan akademik. Selama 40 tahun Schichida mengembangkan teknik untuk dapat menstimulasi sejak dini perkembangan otak kanan sebagai permulaan pondasi untuk kehidupan anak kelak. Metode ini membantu mengembangkan memori fotograf. Ia menyakini bahwa metode pengajaran konvensional sangat mengeksploitasi gairah anak untuk memiliki kemampuan pengetahuan dan keterampilan lain. jika orang dewasa berkata dengan berbisik. konsep sosial. seperti smart reader programme.. bahasa. Diciptakan oleh pakar pendidikan anak. Makoto Shichida ini meyakini bahwa 90 persen pembentukan otak dilakukan sampai anak usia enam tahun. mengubah perasaan dan pikiran ke dalam kata-kata. maka anak usia 18 bulan tak akan memberi respon karena pendengaran belum cukup berkembang untuk menangkap bisikan itu. berhitung. Ideal bagi anak usia 10-18 bulan. Hal ini bisa dilakukan jika anak mendapat metode pengajaran yang tepat. simbol. Atau anak tak bisa membaca jelas karena kemampuan visualnya belum sempurna untuk melihat huruf kecil. Dr. mendengar. The Reggio-Emilia Approach Metode ini mulai dikenal pada 1960-an di Itali dengan mendasarkan pada pemberdayaan anak untuk ikut berpartisipasi dalam proses belajar. anak memang masih memiliki keterbatasan yang tak dapat dipaksakan. Sebaiknya anak disajikan gambar yang besar dengan warna terang. dan penyelesaian masalah. dan lainnya. sosial. Berdasarkan usia. tema tentang kupu-kupu. computer whiz. dan mempelajari proses metamorfosis dari ulat. Anak dapat membuat hubungan dari sebuah tema mulai dari proses sampai hasilnya. smart maths. Dan pembentukan tersebut sudah bisa dimulai sejak anak berusia tiga bulan. Anak membaca cerita atau puisi .

Kegiatan terprogram. serta pengembangan sosial. dan nilai-nilai agama. Kegiatan rutin yang dilakukan di TK. memilah dan mengelompokkan dan persiapan pengembangan kemampuan berpikir teliti. Bidang pengembangan kemampuan pembiasaan (pengembangan diri) Bidang pengembangan kemampuan pembiasaan (pengembangan diri) merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan seharihari anak. mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain. santun dalam bertutur kata. dan mengembalikan mainan pada tempatnya b. senam bersama. 2. non lokomotorik. berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. pengetahuan ruang dan waktu. satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian) di TK. dan manipulatif dengan mengelola. rapi dalam berpakaian. Kegiatan rutin. dan tersenyum ketika bertemu dengan siapapun. menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah. Pemberian Teladan. c. Bidang pengembangan pembiasaan meliputi aspek perkembangan moral. mengembangkan respek. Bidang pengembangan pembiasaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. d. misalnya berbaris. Bidang pengembangan kemampuan dasar Bidang pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya yaitu: berbahasa. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga. adalah kegiatan yang diprogram dalam kegiatan pembelajaran (perencanaan semester. misalnya: makan bersama. Aspek perkembangan sosial dan kemandirian dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat mendorong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat anak untuk berbahasa indonesia. c. menawarkan bantuan dengan baik.keterampilan sosial dan emosi agar dapat berpartisipasi sempurna dalam proses pengajaran dan pergaulan sosial. Hal ini diimplementasikan lewat pelatihan kontrol diri. kuat dan terampil. d. Dari aspek perkembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan YME dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar anak menjadi warga negara yang baik. berjabat tangan dan mengucapkan salam baik kepada sesama anak maupun kepada guru.dapat menunjang pertubuhan jasmani yang sehat. kognitif. a. memberi ucapan selamat kepada teman yang mencapai prestasi baik dan menjenguk teman yang sakit. PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK TK Program pembelajaran di TK meliputi dua bidang pengembangan kemampuan yaitu: 1. suka menolong. menggosok gigi. adalah kegiatan yang dilakukan di TK setiap hari. b. latihan shalat berjamaah. fisik-motorik. mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi. dan tak mementingkan diri sendiri. lagu-lagu religius. Seni Pengembangan seni bertujuan agar anak dapat menciptakan suatu karya . menjaga kebersihan lingkungan. misalnya memungut sampah yang dijumpai di lingkungan TK. Kognitif Pengembangan kognitif bertujuan agar anak mampu mengolah perolehan belajarnya. hadir di TK tepat waktu. Berbahasa Pengembangan bahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat. mengembangkan kemampuan logika matematika. sehingga menjadi kebiasaan baik. meningkatkan kemampuan lokomotorik. menyanyi lagu-lagu yang dapat membangkitkan patriotisme. menggosok gigi. Kegiatan Spontan adalah kegiatan yang dilakukan secara spontan misalnya meminta tolong dengan baik. adalah kegiatan yang dilakukan dengan memberi teladan/contoh yang baik kepada anak. emosional dan kemandirian. dan seni. Fisik/motorik Pengembangan fisik/motorik bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. latihan beramal sodaqoh setiap hari jum’at dan lain-lain.

perencanaan mingguan dalam bentuk Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) dan perencanaan harian dalam bentuk Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang dilaksanakan dalam pembelajaran sehari-hari di TK. . Pengembangan kemampuan dasar diprogramkan dalam perencanaan semester.berdasarkan hasil imajinasinya dan dapat menghargai hasil kreativitas orang lain. Pada setiap akhir tema dilakukan puncak tema yaitu melakukan kegiatan yang merangkum kegiatan-kegiatan yang terkait dengan tema.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful