Uii salkowski dan lieberman-buchard digunakan untuk mengidentiIikasi adanya kolesterol.

Pada uii salkowski, terbentuk cincin coklat
yang menuniukkan teriadinya reaksi antara kolesterol dengan asam sulIat pekat. Warna hiiau pada uii lieberman-buchard menuniukkan
reaksi antara kolesterol dengan asam asetat anhidrat. Kedua uii tersebut diatas dapat digunakan untuk mengukur kadar kolesterol secara
kalorimetri.
Trigliserida dengan bagian utama asam lemak tidak ienuh dapat diubah secara kimia meniadi lemak padat oleh proses hidrogenasi sebagian
ikatan gandanya. Jika terkena udara bebas, trigliserida yang mengandung asam lemak tidak ienuh cenderung mengalami autooksidasi.
Molekul oksigen dalam udara dapat bereaksi dengan asam lemak, sehingga memutuskan ikatan gandanya meniadi ikatan tunggal. Hal ini
menyebabkan minyak mengalami ketengikan.
Kelas lipida yang lain adalah steroid dan terpen. Steroid merupakan molekul kompleks yang larut di dalam lemak dengan empat cincin
yang saling bergabung. Steroid yang paling banyak adalah sterol yang merupakan steroid alkohol. Kolesterol adalah sterol utama pada
iaringan hewan. Kolesterol dan senyawa turunan esternya, dengan asam lemaknya yang berantai paniang adalah komponen penting dari
plasma lipoprotein.
Uii Kelarutan Lipid
Uii ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid terdahap berbagai macam pelarut. Dalam uii ini, kelarutan lipid ditentukan
oleh siIat kepolaran pelarut. Apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak akan larut. Hal tersebut karena
lipid memiliki siIat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama-sama nonpolar.
Uii Lieberman Buchard
Uii Lieberman Buchard merupakan uii kuantitatiI untuk kolesterol. Prinsip uii ini adalah mengidentiIikasi adanya kolesterol dengan
penambahan asam sulIat ke dalam campuran. Sebanyak 10 tetes asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan kloroIorm (dari
percobaan Salkowski). Setelah itu, asam sulIat pekat ditambahkan. Tabung dikocok perlahan dan dibiarkan beberapa menit. Mekanisme
yang teriadi dalam uii ini adalah ketika asam sulIat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol, maka molekul air berpindah
dari gugus C3 kolesterol, kolesterol kemudian teroksidasi membentuk 3,5-kolestadiena. Produk ini dikonversi meniadi polimer yang
mengandung kromoIor yang menghasilkan warna hiiau. Warna hiiau ini menandakan hasil yang positiI (WikiAnswers 2008). Reaksi positiI
uii ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian meniadi biru-ungu dan akhirnya meniadi hiiau tua.
Penguiian kadar lemak susu segar pada uii ini digunakan metode Babcock. Metode ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1890 oleh
Dr. SM. Babcock di Universitas Wisconsin Amerika Serikat. Dasar yang digunakan adalah apabila asam sulIat (H2SO4) ditambahkan pada
susu kemudian dicampur, maka asam sulIat akan melarutkan bahan padat bukan lemak/solid no Iat (SNS), dan meninggalkan lemak bebas.
Reaksi akan menimbulkan panas, dan panas ini dapat mencairkan lemak susu yang kemudian akan memisah di bagian atas. Asam sulIat
iuga akan menyebabkan kenaikan perbedaan berat antara lemak dan larutan, sehingga apabila keadannya diberikan tenaga sentriIugal
lemak seluruhnya akan terletak di bagian atas, sebab lemak mempunyai berat ienis yang lebih kecil dari pada kontituen-kontituen lain di
dalam susu.
Untuk menentukan kadar lemak dengan metode ini, digunakan alat yang khusus, yaitu botol Babcock (lihat gambar 4).
Botol Babcock untuk analisa lemak susu mempunyai angka skala antara 0 sampai 8 dengan ketelitian 0.1. Angka skala tersebut
menuniukkan persentase kadar lemak pada waktu analisa. Tiap 1 skala volumenya 0.2 ml.
Botol Babcock untuk analisa lemak krim angka skalanya lebih besar, yaitu antara 0 sampai 50. Ini disebabkan karena krim adalah bagian
susu yang banyak mengandung lemak. Pada umumnya kadar krim di atas 15 °. Ada beberapa variasi botol, ada yang leher botolnya
pendek, ada yang leher botolnya mempunyai kepaniangan 6 inchi ( 15 cm). Bahkan ada yang 9 inchi ( 22.5 cm) dan kepastiannya iuga
berbeda-beda. http://giant-ki.blogspot.com/2009/01/uii-organoleptik-susu-segar-uii-bau.html
Susu adalah cairan yang berasal dari ambing sapi yang sehat, dengan pemerahan sempurna dan benar, tanpa menambah atau mengurangi
sesuatu komponen (Ditien Peternakan, 1983).
Susu dipandang dari segi peternakan adalah sesuatu sekresi kelenier susu dari sapi yang sedang laktasi atau ternak yang sedang laktasi,
dan dilakukan pemerahan dengan sempurna, tidak termasuk kolostrum serta tidak ditambah atau dikurangi oleh suatu komponen. Susu
dari segi kimia yaitu mengandung zat kimia organis ataupun anorganis berupa zat padat, air dan zat yang larut dalam air, zat tersebut
adalah protein, karbohidrat, lemak mineral, vitamin dan enzim. Susu dari segi gizi berhubungan dengan kepentingan makanan yaitu zat
makanan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan mempunyai imbangan yang sesuai dengan gizi. Berdasarkan lemak yang
dikandungnya, susu dideIinisikan sebagai emulsi dari globula lemak yang mengandung lemak susu, vitamin larut lemak dan membran
dari globula. Dari sudut pandang protein kasein yang dikandungnya, susu dideIinisikan sebagai suspensi koloid dari kasein (yang
mengandung protein kasein, kalsium phospat, sitrat dan air), partikel lipoprotein dan protein globular.
Standar Susu
Persyaratan susu murni yang dapat beredar harus memenuhi standar dari Direktorat Jendral Peternakan tahun 1983 sebagai berikut:

Warna. bau. rasa. kekentalan: tidak berubah
Susu yang baik berwarna putih bersih sedikit kekuningan dan tidak tembus cahaya. Susu yang berwarna kemerahan tidak normal,
kemungkinan berasal dari sapi yang sakit. Susu murni mempunyai rasa manis atau gurih tidak ada rasa asin. Susu yang baik berbau khas
susu segar, sedikit berbau sapi, bebas dari bau asing. Konsistensi susu yang baik konsistensinya normal, tidak encer, tetapi iuga tidak pekat
dan tidak ada pemisahan bentuk apapun.

Berat 1enis (pada suhu 27.5) sekurang-kurang nya: 1.028
Berat ienis (BJ) adalah berat dibagi volume. Penentuan BJ dengan alat yang disebut laktodensimeter. Laktodensimeter ada dua macam
yaitu Quevenne dan The New York Board oI Health (NBH).
Perhitungan berat ienis adalah :
BJ÷ 1 ¹ Skala/1000 ¹ (27,5 T) X 0,0002
T÷ suhu susu.
Apriyanto, M. 1984. Kimia dan Teknologi Pengolahan Air Susu. Andi OIIset, Yogyakarta.

Davide,C., 1977. Laboratory Guide in Dairy Chemistry Practicals. 2an.ed. Dairy Forming and Reseach. University oI The Philippines. Los
Banos.

Ditien Peternakan. 1983. Syarat-syarat, Tata Cara Pengawasan dan Pemeriksaan Kualitas Susu Produksi Dalam Negeri. SK Dirien
Peternakan No. Kpts/DJP/Deptan/83 tertanggal 19 Januari 1983.

Fardiaz, S. 1989. Penuntun Praktek Mikrobiologi Pangan. Penerbit Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soeparno, Indratiningsih, Suhariono Triatmoio, Rihastuti. 2001. Dasar Teknologi Hasil Ternak. Jurusan Teknologi Hasil Ternak. Fakultas
Peternakan. Univ Gaiah Mada. Yogyakarta.

Sudarmadii, S., Haryono, B., dan Suhardi. 1984. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Angkasa. Bandung.
Lemak adalah suatu gliserida dan merupakan suatu ester. Apabila ester ini bereaksi dengan basa maka akan teriadi saponiIikasi yaitu proses
terbentuknya sabun dengan residu gliserol. Sabun dalam air akan bersiIat basa. Sabun ( R COONa atau R COOK ) mempunyai bagian yang
bersiIat hidroIil (- COO -) dan bagian yang bersiIat hidroIob (R atau alkil). Bagian karboksil menuiu air dan menghasilkan buih (kecuali
pada air sadah), sedangkan alkil (R -) meniauhi air dan membelah molekul atau kotoran (Ilok) meniadi partikel yang lebih kecil sehingga
air mudah membentuk emulsi atau suatu lapisan Iilm dengan kotoran. Air adalah senyawa polar sedangkan minyak adalah senyawa non
polar, iadi keduanya sukar bercampur oleh karena itu emulsinya mudah pecah. Untuk memantapkan suatu emulsi perlu ditambahkan suatu
zat emulgator atau zat pemantap, antara lain ;
1. Ca Butirat, Ethanol.
2. Senyawa pembentuk sel lioIil,protein, gum, dan gelatin.
3. Garam Fe, BaOH, SO4, Fe(OH)SO4, PbSO4, Fe2O3, Tanah liat, CaCO3, dll.
(smk3ae.wordpress.com /23/05/09)
DASAR PEMILIHAN METODE. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN METODE SOXHLET
Metode soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (eIesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui siIon tetap
tinggal dalam labu, sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laiu ekstraksi. Waktu yang
digunakan lebih cepat.
Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2008, http.//commons.wikimedia.org/wiki/Image.SoxhletExtractor.ipg diakses tanggal 20 Agustus 2008
Anonim, 2008, http.//whale.wheelock.edu/bwcontaminants/analvsis.html diakses tanggal 20 Agustus 2008
Darmasih. 1997. peternakan.litbang.deptan.go.id/user/ptek97-24.pdf. diakses tanggal 20 Agustus 2008
Ekatraksi Soxlet
Ekstraksi adalah salah satu metode pemisahan yang didasarkan pada distribusi zat terlarut diantara dua pelarut yang tidak saling bercampur.
Berdasarkan Iasanya, ektraksi dikelompokkan meniadi ekstraksi cair-cair dan padat-cair. Ektraksi cair-cair dilakukan untuk mendapatkan
suatu senyawa dalam campuran berIasa cair dengan pelarut lain yang Iasanya cair iuga. Alat yang digunakan adalah corong pisah.
Ekstraksi padat-cair dilakukan bila ingin memisahkan suatu komponen dalam suatu padatan dengan menggunakan suatu pelarut cair. Alat
yang digunakan adalah ektraktor soxhlet. Misalnya untuk mengekstrak minyak non-atsiri (senyawa yang terdapat pada bahan alam yang
tidak mudah menguap). Larutan pengekstrak ditempatkan pada labu alas bulat, sampel yang akan dianalisis dibungkus dengan kertas saring
ditempatkan dan pada tabung ekstraktor. Bagian uiung atas merupakan pendingin Allihn atau pendingin bola. Gambar ekstraktor soxhlet
dituniukkan pada gambar 1.
Bilangan asam menuniukkan banyaknya asam lemak bebas dalam minyak dan dinyatakan dengan mg basa per 1 gram minyak. Bilangan
asam iuga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas minyak. Bilangan ini menuniukkan banyaknya asam lemak bebas yang
ada dalam minyak akibat reaksi hidrolisis akibat reaksi kimia, pemanasan, proses Iisika atau reaksi enzimatis.
Semakin tinggi bilangan asam maka semakin banyak minyak yang telah terhidrolisis. Data analisis menuniukkan, bilangan asam minyak
mengkudu sebesar 21,12 mg KOH/gram minyak. Besarnya bilangan ini diduga karena telah teriadi proses hidrolisis pada minyak
mengkudu terutama pada saat pemeraman buah dan pengolahan.
Kerusakan lemak atau minyak yang utama adalah karena peristiwa oksidasi dan hidrolitik, baik ensimatik maupun non-ensimatik.
Di antara kerusakan minyak yang mungkin teriadi ternyata kerusakan karena autooksidasi yang paling besar pengaruhnya terhadap cita
rasa. Hasil yang diakibatkan oksidasi lemak antara lain peroksida, asam lemak, aldehid dan keton. Bau tengik atau ransid terutama
disebabkan oleh aldehid dan keton. Untuk mengetahui tingkat kerusakan minyak dapat dinyatakan sebagai angka peroksida atau angka
asam thiobarbiturat (TBA) (Sudarmadii et. al., 1989).
Bilangan peroksida dideIiniskan sebagai iumlah meq peroksida dalam setiap 1000 g (1 kg) minyak atau lemak. Bilangan peroksida
ini menuniukan tingkat kerusakan lemak atau minyak (Rohman, 2007).
Penentuan peroksida kurang baik dengan cara iodometri biasa meskipun peroksida bereaksi sempurna dengan alkali iod. Hal ini
disebabkan karena peroksida ienis lainnya hanya bereaksi sebagian. Di samping itu dapat teriadi kesalahan yang disebabkan oleh reaksi
antara alkali iodida dengan oksigen dari udara (Ketaren, 1986).
Proses oksidasi yang distimulir oleh logam iika berlangsung dengan intensiI akan mengakibatkan ketengikan dan perubahan
warna (meniadi semakin gelap). Keadaan ini ielas sangat merugikan sebab mutu minyak sawit meniadi menurun.
Bilangan iod dideIinisikan sebagai iumlah Iodium (mg) yang diserap oleh 100 g sampel. Bilangan iod ini menuniukan banyaknya asam-
asam lemak tak ienuh baik dalam bentuk bebas maupun dalam bentuk ester-nya disebabkan siIat asam lemak tak ienuh yang sangat mudah
menyerap iodium.
Rumus penentuaan angka iod pada minyak:


Sumber : http://library.usu.ac.id/modules.php
B. Titrasi Iodometri dalam penentuan bilangan iod
Penentuan bilangan iod pada minyak menggunakan konsep titrasi iodometri. Iodimetri adalah merupakan analisis titrimetri yang secara
langsung digunakan untuk zat reduktor atau natrium tiosulIat dengan menggunakan larutan iodin atau dengan penambahan larutan baku
berlebihan. Yodium yang bebas dititrasi dengan natrium tiosulIat.
angka asam menuniukkan banyaknya asam lemak bebas yang terdapat dalam suatu lemak atau minyak . angka asam dinyatakan sebagai
iumlah miligram NaOH yang dibutuhkan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terrdapat dalam satu gram lemak atau minyak.


nim
a
. 2008. elapa Sawit. http://www.wikipedia.org (diakses pada tanggal 15 Mei 2010).
nim
b
. 2008. Penggolongan/lasifikasi dalam omoditi elapa Sawit. http://www.regionalinvestmet.com (diakses pada tanggal 15 Mei 2010).
iaz, Dedi, et. al. 1992. Petuniuk Laboratorium Teknik Analisis Sifat imia dan Fungsional omponen Pangan. Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi PAU Pangan dan Gizi IPB. Bogor.
a, Mutia Kemala. 2008. Minvak elapa Sawit. http://mutiakemalaIarida.blog.com/2699199/ (diakses pada tanggal 15 Mei 2008).
ren, S. 1986. Minvak dan Lemak Pangan. UI Press. Jakarta.
man, Abdul dan Soemantri, 2007. Analisis Makanan, UGM Press, Yogyakarta
y, Ekmal. 2008. Dioxin dan Jelantah Sang Pembunuh. http://www.riaupos.com/v2/content/view/4862/30/ (diakses pada tanggal 15 Mei 2008).
ian Satrix. 2010. Minvak Goreng Sehat Berdasarkan Tingginva Titik Asap. Dalam Batavias.co.id. (diakses pada tanggal 15 Mei 2010).
rmadii, Slamet, et. al. 1989. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.
Penulis PS. 2000. elapa Sawit Usaha Budidava. Pemanfaatan Hasil. dan Aspek Pemasaran. PT Penebar Swadaya. Jakarta.
arno, F. G. 2002. imia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

8.-.8.8  #0.80.32094/03 /:3.8 80-.302...9:-494.35./-.90780-:9 203:3:.72..9.3./.. 8.3507-0/..80:7:3./.3.-.39. 8..4./.0--08.33.02.9.3./.39.-.35078039..-0-.803971:. 995.35..203.4.8 8.9.5.7.9./.:39:.9.9038.58./03.-02. .5.3:8:8 .3./.8.83/.5../-07.9 $$ /..02.3007-4943.3-07. ]...32033..8.9:. -07-0/.-.7:9.25..05.75.4:203..3 8:8:.302...7.3.3..:39:.8.3..2025:3.-0-07.84/341..32032-:./.2025:3.89.-.3903.305.9203.3/:302.8.7 ./.2-.30-0.28:1.702.9 :.3./-.2 ./.8-494 .9:.7  494./03.8 /.32028.3.7./.7.-.25./.3.3. -0/. ] ...703.33.9..02.3 803..-07./.0.. !.3.4..:2:23.3  3.2 /. %.3007-4943..:.4399:03 4399:03.33.3/ /.702.3.772/..8:8:2025:3.3.5. 2  494.8 /.7.28:8:  &39:203039:..3-.33.303.32030-.3. 3/80-.30909.3..3.3.390709.302:/. 503/0 . 02..39....72./.8:8:.3.-.8.

.

42..39  -48549 .

 .

.

9/.:.3.39/.03.78./.8.3..3.3 203.9:.38.9.2307.3-03.3.3/..3.3-07.3/:3574903.3/.3 808:.9 $:8:2:732025:3.9-070/.3/.7/.:8..3 /.902-:8.38025:73./.3   $:8:/5.5:3   .3032 $:8:/.5.2-38.350207.47..803.39.7 .3409:-::39:5079:2-:.8/...5.7$:8: !078.2.3-.35749034-:.0207.9.770947./.: 7.7:9/.38025:73.5. 0039.803 .73.-07-.7.3/.8:8503844//.50.3408:.438890383.7 80/9-07-..7/.3.380.35..8:25485.: 92 $:8:..3/03.380/.73.  02:33..-07:-.9 /.9 02.8.7802.9 /03.!09073.803 .:5:3.7:820203:89.9.3/.2-./9.:.8:44897:28079.3-07./.3574903.7-4/7. -.8...3/:33. . 9/.3/.9 2.39/.3-039:.2-.350207.38-07:5.7.34059 8:8: 80.83 $:8:.3..9.7.:9073.3 07/.3/-:9:.7-.9/.8:8: .:203:7.5:.73.7 5.380/.380-..3/.3-.7.92.3.9/..780-07:-:3.9 .3202-7.9 897. $:8:.347..3472..95.83 438890388:8:.79054574903/.7.-07.3/:302.9:203.8.3/...3.23./.78.302.8../03.3/.:.990780-:9 ./.8 8:8:80.2-.9.7. 9/.78:/:95. 8:8://0138.3.574903 .39/.8  /.3/:3.9072.3..9:80708003078:8:/..7 : -.7:902.3..7  $9.32./.5.9. 8:8://0138.9..74-:..23/.203.2./.3/03. $:8:.:/:7.02.3808:.8.380-..38:8:2:73..::79/./..3 /..3203.-07:9  .808:.5028.39/.3/.9.9.5 -0-.9:4254303 903!09073.9.74-:.9:4254303 $:8: /. .8.7..:380-.32025:3.5:9-07880/90:33..38..5.3.780509073.7 9.: 47.9.07 909.3050393.3-.3/:33.38./.3-07.02:8/.903/7.7.3472.

3/03./..3..8::  80:7.-07.3%00474.2 .9038.9:":0..  $.3-07.2.7/410../.9038 5.  07.9.4:20 !03039:./.94/03820907.0330/.9   !079:3.33.3 :7.9/-..94/03820907 ./..9038  .07./:.3/80-:9..

  .3%0344!034.....7..3 0/ .7.3!02078.078941%0!55308 48 ...-47.79.74723.3:.37$:8: 3/ 11809 4.8.9 8.!03.9.7.9.3/#080./0   .34 598. &3...3/.947:/03.348   903!09073.3  $../..8 .394   2.     %   %8::8:8:  57.9 %.8$:8:!74/:8.702897!7.2007 $703 !09073.9..

!.

059.3.

3708/:8074 $..3..:.9/7414- # .3  .9-.30-0.9:.54.&39:.3/.3.9:08907 5.79..3.3202-0.8.25:740.5 .3 !0307-93899:9!079.312/03.089073-070.39..9:574808 907-039:3./5.9 .72.38:.9:02:83.734 3/7../.7/.8.3 !0307-93.9 9.3/:3  02.343 54./.2../8.8%073.947.902:.:.3!079.-.9...38:....-.803.8.3-..7/.780/./.323.  $  0  $  !-$  0  %.-:3/03.7/  !7480/:73.8:..3..240:. .703.8/03..34947.93   ./0/:.50.3447 447   $405.42..3-.../ $ . .39. 4..7-48203::.89:9   ./..3:.3.:8:.9.9079.3907.2..9244 #. . $  !03:39:3!7.3 -0781.7434  /.:.8. &39:202.9.803.78.3-0781.7.9/741   /.202-039:02:8.5.8%073.30..34   $03..8:.7-07.7.:9.8..9: ./.3-0781.39.7.38:.3.9074-44!. 5.7 .502-039:8041 574903 :2 /..3./.:#  2025:3.803.9:02:8507:/9.790./..3.3$:.3.7   .2:/.3-: 0.3%0344.3 7.3 14 203.72:/.9502.3. # 203.8..7/.9.3...9:807/.-:3 # .9.3203.3.8.3.3 &3.20 .  /  82. :7:8..58.5431.-:3/.:.8 !09073.2-.9338 $:.7%0344.   $:/.. $.0 47/57088 .3207:5.8. .:4947.7434%7. 80/.:97.3..

.

.

3/:3.35.30-80/9 0108038-.7:9.9:..3...38.3.5/..50.7.3.3/.9  07:.7:9.3.7..:8143909.25080.:-.39./:3.3:39:0897.32094/03.2.05.-: 803.703.50..8.3.3..8  %#!&$% 3432   995.7:/.5 93.7:82:/..3/:3.8803./.:0897.3/:3.7:9..30-.3:39:2030897.32033.3 /:3..203:.9..7:9.320.8 .   $#!%  &%&#&% $ % 094/084093/5.3 /.50.

.

422438 20/. 47..

.

3.0$409*97.947 5/.8089. :89:8  3432   995.2..

.

. 0/:.0 004.

439.23.-.398.

.3.3 /059. :89:8  .8  509073.3..72.8089.3 4 /.88 92/.3 9-.

:807.

7./.3503/333.3::3...3/03.947 ./.8.343 .70897.9478409 8.8.203:./:..9.9 .:39:2030897.2:/.23.3:39:203/.3079.7/.2.8/04254.9.3..:.7.3/:3./.7.3-071..7 .9.7:9.3-.7 97.3 9/./.2-.9 .3/.7  .8.3.31.3.9.3.8.95.2..85.7 .3/.3.5...7:9.7:9.474358.9 8.:.8.9:5..3.9907. :89:8  ..9:803. ..5./..97./.:503/33-4.987 803.9../.39/..9.5 .9.3/:3.8-:.39. .9.7:.38:.50..7/.8$409 897.-:30897.3203:3..9 .35030897.8..88/-:3:8/03.7:9. 097.-../897-:8.3.7:9/.-:..350..35.7/.38:.../9025.8207:5.9478409 /9:3:..3..88.3 8:..35./.8..590  5/1 /...3-07..35.8.  897..25:7  07/.35./.9:4254303/.3./.25:7./..250.8.8.3.8.332028./0897.097.28:./..9:2094/05028.3907/.8089.31..35...9:50.3.73 /9025.3//.7 ..7/03.3203.2-.

3.3.2:.202.3.3 .207:5.2503039:..-...22.9..8/7488.8/.3. .9.8.32-.3/03.23.970.7.3 -.3 .8.223..3.3-.907/7488 .8.-0-.3 57480818. 502.3...3-.3.8.-.9..33203:3:.223.2203:3:.3.823./.8./.3-.5077.223. 203:/:80-08.35. .970.:70.3.393-.82.223.9.3.8..8.8.8...8032.3.202.7 2 .390.3.3.-0-.802.88203:3:..98  $02.3:./..3/3.2090750393/.3.3.

8 80-./.-.:5:3/.8.8.3 2:33 907.9 907.8 .3.5.: 93.2 . .302.73.9 /3..3.2-039:-0-.3-:.8 02.3 .3.-.330.. .39.3 5.3.3 /892:7 40 4.8. -070.73. /./0/ /.250 . .34/3203:3:../../03.7 503.8.3..72.7.4/42097-. 50748/.202. . 4/ .34803/.3.3 0943  .703.8.2-039:08907 3.34///0138.3.302.23.92. 203.. 08.. 038 ../80-.907:8.2.9.3 /.2809..../.9.. . 4/:2 2  ./802.3 50748/.  .3.-.2 ./.3 23./.3    !03039:.38/ 907:9.39.393.9   .:23.8. .5 0.350748/..3 507:-.90.4//.9 %  $:/.03:.3 -. 07:8.   .9.703.3 /80-.0382.9.3 .88. 3 /80-.33.8 8025:73.8 ./09 .3./.:2.9.   $:2-07995.:7.:02../03.3  07:8.3 40 70. .-2:9:23.703..20650748/./203:7:3  . 203:/:907:9.3 203./ 08./.3 .7.294-.: .7-9:7..8 .703.:2. 09.3 -08.5 .: 903 .3 80-.9./0/ /.-..35034.2.-070.:5:3343 0382.:9448/..: 7.3.3 0903.//0138.381.7.9.-.7.9.253 9: /.350748/.3 23.. 50748/.380-.38.3./ 9073. 907..3. 20307..92:/./574808/74885.4/5. ..3 40 .2. -07.82. ./.380-.5.30.950207..907. #42.48/.380-.9.8.2 02.:23.5./03..-. /80-.8.703   !74808 48/.3.7..9.223.3/749 -.39...50789.3:9.7.9.8 .3 0943  &39: 20309.3 .03:-.202.9207:.5 40 8..7:/. 3203:3:.8.23.38:3 /03.9 07:8.3 -.3.  .-.54/:2  #:2:8503039:.3 /.33//:.3 48/.3/807. 2085:350748/..9203.9.3   8.3 390381 .9.  .3....350748/./.8/.5   23.3. 7.7:3.. 07:8.2. .

.

7 :8: ..-7. /.

5.8.3 4/:2./.9. .24/:08 55  %97.9..3907/.3 4/3 .9.5.9 70/:947 .97:2948:1./.9  .3 . 203:3..: 23.28:.3 503.3.7:9.8/997. ..2-.2503039:.2 203:3:.7:9.2..9..8 ..7.34/ !03039:.3.9:02.202..8.3.38:3 /:3..: /03.84/42097/.3.3.9.3 4/ 5.3. -0-.3-.3 .8.27. 23.8/03.3 43805 997..2/3.: -070-. 207:5.8...3 -.  .3.3:39:203097.8 4/42097  4/2097 .3 .3..3-0-.39077/.202.9:7.3/-:9:.9 /03.3 :39: .-0-.202. :2..3 80.: 3..9/.88 9972097 ..3 203:3.28.3 -..:23.. .3 -.33..3 80-.8.9/.97:2 948:1.

9 995.   0.$.5.  32.

.

47 /.0   32-   !03443.3./.8085.9.3. 50/.

9 995..$..8/.5.81.2424/90.

.

3%3!&!.-47.92..  !09:3: .!03//. /.5.42 /.   3..3/.903/07.88$1.3.3. 7043.8085.947:2%03 3.3! 447  .790203!03//.4254303!.9.$. 0/ 09  .089209 .3.02.3:3843.9 995. :9./.0   .3/.370947..3 0-:/.3 05.3.0.

.

2:9.1..42.02. -4 .7/.

.

/.3!02-:3: 995.3 -/:/.3 &!7088 .  2.3.3.88..302.3 &!7088 4.30.39..3.79.   43/.9.3$402.79..0   703 $  3.8085.  2.397   3.!. /./.$.

.

:548 . 7.42.

..

439039..

.0.

.

 .

7.97   3.%98..209 09 ..2.8 .3/.3%33...4703$0.  .8.9.8085.907/.  3.3.5 .3./ $./.9.3.0   ...3.3.3!079.3$.4 /  /.79. /.9..8085./.0   72.8.3 -079 4.

3 !%!030-. .!.5.3..79..79.!03:8!$  0.   .7$.!:89.3 !%7.7.8 /. ...734     2./.://.31. !02.20/.3850!02.9&8.2..8.9.3/.  .3...$.&9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful