BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Nyeri pinggang (NP) merupakan masalah kesehatan yang penting pada semua negara. Di negara-negara industri prevalensi NP termasuk yang tertinggi dan paling membebani masyarakat. Hampir setiap orang pernah mengalami NP. Sebagian besar keluhan dianggap sebagai gangguan yang tidak serius. Oleh karena itu, penyebab yang lebih seriu seringkali diabaikan oleh pasien sendiri atau oleh dokter yang menanganinya. Nyeri pinggang merupakan keadaan yang sering dijumpai oleh dokter umum, baik ketika baru didiagnosis maupun ketika merawat pasien dengan penyakit kronik. Oleh sebab itu pemahaman tentang anatomi dan fisiologi tulang belakang sangat diperlukan sebagai dasar dalam pemahaman patogenesis kelainan-kelainan tulang belakang dan dalam melakukan proses diagnosis dan penatalaksanaannya. Kasus pada skenario: Seorang laki-laki berumur 50 tahun, datang ke RS dengan keluhan utama nyeri pinggang yang sangat pada pungung bawah,yang menjalar dari pinggang ke tungkai bawah kiri sejak kemarin. Selain itu penderita merasa kesemutan di anggota gerak/tungkai bawah kiri. Nyeri timbul setelah mengangkat lemari yang berat saat pindah rumah. Tidak ada keluhan BAB dan BAK. Kemari sudah minum Neo-rheumacyl 3x1, tetapi belum sembuh. Riwayat pekerjaan penderita seorangpekerja pabrik sudah 15 tahun lamanya. Setelah melakukan pemeriksaan fisik didapatkan BB 70 kg, TB 170 cm, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 84x/menit, suhu 37oC. Pada pemeriksaan di daerah perut dan punggung: tidak terlihat jelas, tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat kelainan tulang belakang, tidak ada nyeri ketok costovertebral, terdapat spasme otot pungggung.

Didapatkan: Lassique sign (+), Patrick sign (+), Kernig sign (-). Pemeriksaan lab: Hb 12 g/dL, AL 6.000/µL, AE 4,5 juta/µL, AT 300.000/µL, LED 10 mm/jam, ureum 20 mg/dL, kreatinin 1,0 mg/dL, SGOT 20 IU/dL. Hasil foto BNO tidak terlalu tampak batu radio opaque, terdapat gambaran psoas line kiri kabur, foto lumbosakral AP lateral: terdapat gambaran lordose yang berkurang, spatium intervertebralis L4-5 menyempit, adanya osteofit. Disarankan melakukan pemeriksaan myelografi. Dokter menyarankan untuk istirahat, memberikan obat simtomatik dan terapi rehabilitasi medik.

pertemuan. 2. Sebagai sarana pembelajaran di dalam pembuatan laporan, yang mana kelak laporan ini merupakan suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan dalam setiap kegiatan. 3. Sebagai sarana pembelajaran blok muskuloskeletal.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. RUMUSAN MASALAH 1. Mengapa nyeri? 2. Mengapa tidak terdapat keluhan BAB dan BAK? 3. Bagaimana farmakodinamik obat neo-rheumacyl? 4. Bagaimana hubungan keluhan nyeri penderita dengan pekerjaannya? 5. Bagaimana patofisiologi gejala dan hasil-hasil pemeriksaan? 6. Pemeriksaan apa saja yg perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis? 7. Terapi apa yang sesuai untuk kasus ini? C. TUJUAN 1. Mampu menjelaskan mekanisme terjadinya nyeri. 2. Mampu mengetahui apa makna dari tidak adanya keluhan BAB dan BAK. 3. Mampu menjelaskan bagaimana farmakodinamik obat neo-rheumacyl. 4. Mampu memahami hubungan keluhan nyeri penderita dengan pekerjaannya. 5. Mampu memahami bagaimana patofisiologi gejala dan hasil-hasil pemeriksaan. 6. Mampu mengetahui pemeriksaan apa saja yg perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis. 7. Mampu mengetahui terapi apa yang sesuai untuk kasus ini. D. MANFAAT 1. Sebagai sarana pelaporan akan hasil kegiatan diskusi tutorial yang telah berlangsung di dalam dua sesi

A. Definisi Diskus Intervertebralis adalah lempengan kartilago yang membentuk sebuah bantalan diantara tubuh vertebra. Material yang keras dan fibrosa ini digabungkan dalam satu kapsul. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus disebut nukleus pulposus. HNP merupakan rupturnya nukleus pulposus. Hernia Nukleus Pulposus bisa ke korpus vertebra diatas atau bawahnya, bisa juga langsung ke kanalis vertebralis. B. Epidemiologi 1. HNP paling sering terjadi pada pria dewasa, dengan insiden puncak pada decade ke-4 dan ke-5. 2. Kelainan ini lebih banyak terjadi pada individu dengan pekerjaan yang banyak membungkuk dan mengangkat. 3. Karena ligamentum longitudinalis posterior pada daerah lumbal lebih kuat pada bagian tengahnya, maka protrusi discus cenderung terjadi kearah postero lateral, dengan kompresi radiks saraf. C. Etiologi ‡ Faktor Risiko Yang dimaksud dengan faktor risiko disini adalah faktor-faktor atau keadaan yang memungkinkan terjadinya stroke. Faktor-faktor tersebut dikelompokkan menjadi : Faktor risiko yang tidak dapat dirubah Umur: makin bertambah umur risiko makin tinggi Jenis kelamin: laki-laki lebih banyak dari wanita Riawayat cedera punggung atau HNP sebelumnya

mengangkat atau menarik barang-barang berta.Pembentukan osteophyte. Setelah terjadi hernia nukleus pulposus sisa duktus intervertebralis mengalami lisis sehingga dua korpora vertebra bertumpang tindih tanpa ganjalan. khususnya daerah L5-S1 mempunyai tugas yang berat. Nukleus pulposus bergerak. Nukleus Pulposus adalah suatu gel yang viskus terdiri dari proteoglycan (hyaluronic long chain) mengandung kadar air yang tinggi (80%) dan mempunyai sifat sangat higroskopis. Diperkirakan hamper 57% aktivitas fleksi dan ekstensi tubuh dilakukan pada sendi L5-S1 3. Protrusi atau ruptur nukleus pulposus biasanya didahului dengan perubahan degeneratif yang terjadi pada proses penuaan. Bilamana tempat herniasinya di tengah. dan stress minor berulang seperti mengangkat) kartilago dapat cedera. Mulai usia 20 tahun terjadi perubahan degenerasi yang ditandai dengan penurunan vaskularisasi kedalam diskus disertai berkurangnya kadar air dalam nucleus sehingga diskus mengkerut dan menjadi kurang elastic. kecelakaan. 5. Nikotin dan racun-racun lain dapat mengganggu kemampuan diskus untuk menyerap nutrien yang diperlukan dari dalam darah. maka soal menjebolnya nukleus pulposus adalah soal waktu dan trauma berikutnya saja. 2. Arah herniasi yang paling sering adalah postero lateral. Pada kebanyakan pasien. Setela trauma jatuh. Mobilitas daerah lumabal terutama untuk gerak fleksi dan ekstensi sangat tinggi. . Batuk lama dan berulang ‡ Etiologi 1. Hal ini terjadi kalau tempat herniasi di sisi lateral.Trauma.Degenerasi dan degidrasi dari kandungan tulang rawan annulus dan nucleus mengakibatkan berkurangnya elastisitas sehingga mengakibatkan herniasi dari nucleus hingga annulus. dan gejala ini disebabkan oleh cedera pada diskus yang tidak terlihat selama beberapa bulan maupun tahun.Faktor risiko yang dapat dirubah  Pekerjaan dan aktivitas: duduk yang terlalu lama. ‡ Mulai daerah lumbal 1 ligamentum longitudinal posterior makin mengecil sehingga pada ruang intervertebre L5-S1 tinggal separuh dari lebar semula sehingga mengakibatkan mudah terjadinya kelainan didaerah ini. Bilamana tempat herniasinya ditengahtengah tidak ada radiks yang terkena. Berat badan berlebihan. Nucleus pulposus berfungsi sebagai bantalan dan berperan menahan tekanan/beban. mulai latihan setelah lama tidak berlatih. latihan fisik yang berat. Olahraga yang tidak teratur. terutama beban ekstra di daerah perut dapat menyebabkan strain pada punggung bawah. Bantalan seperti bola dibagian tengah diskus disebut nukleus pulposus. injuri pada vertebra. Diskus intervertebralis terdiri dari dua bagian utama yaitu: 1. Daerah lumbal terutama L5-S1 merupakan daerah rawan karena ligamentum longitudinal posterior hanya separuh menutupi permukaan posterior diskus. dll. Kemudian pada degenerasi pada diskus. latihan yang berat dalam jangka waktu yang lama. mengangkat. Diskus Intervertebralis adalah lempengan kartilago yang membentuk sebuah bantalan diantara tubuh vertebra. E. gejala trauma segera bersifat khas dan singkat. Material yang keras dan fibrosa ini digabungkan dalam satu kapsul. maka herniasi di garis tengah tidak akan menimbulkan kompresi pada kolumna anterior. karena gaya traumatik yang berkali-kali.Spinal stenosis. Salah satu akibat dari trauma sedang yang berulangkali mengenai diskus intervertebrais adalah terobeknya annulus fibrosus. Pada tahap awal.oleh karena pada tingkat L2 dan terus kebawah sudah tidak terdapat medula spinalis lagi. cairan menjadi padat dan rata serta melebar di bawah tekanan dan menggelembungkan annulus fibrosus. Menjebolnya nukleus pulposus ke kanalis vertebralis berarti bahwa nukleus pulposus menekan pada radiks yang bersama-sama dengan arteri radikulasi berada dalam bungkusan dura. Kemampuan menahan air dari nucleus pulposus berkurang secara progresif dengan bertambahnya usia. Diperkirakan 75% berat badan disangga oleh sendi L5S1. Kehilangan protein polisakarida dalam diskus menurunkan kandungan air nukleus pulposus. Kalau hal ini sudah terjadi. 4.  Merokok. Hernia nukleus pulposus ke kanalis vertebralis berarti bahwa nukleus pulposus menekan pada radiks yang bersama-sama dengan arteria radikularis berada dalam bungkusan dura. robeknya anulus fibrosus itu bersifat sirkumferensial. sering membungkuk atau gerakan memutar pada punggung. Perkembangan pecahan yang menyebar di anulus melemahkan pertahanan pada herniasi nukleus. Lagipula. Sebagian besar HNP terjadi pada L4-L5 dan L5-S1 karena: 1. HNP merupakan rupturnya nukleus pulposus. 2. berikutnya robekan itu menjadi lebih besar dan disamping itu timbul sobekan radikal.Ketidakstabilan vertebra karena salah posisi. Anulus fibrosus. terbagi menjadi 3 lapis: ‡ Lapisan terluar terdiri dari lamella fibro kolagen yang berjalan menyilang konsentris mengelilingi nucleus pulposus sehingga bentuknya seakan-akan menyerupai gulungan per (coiled spring) ‡ Lapisan dalam terdiri dari jaringan fibro kartilagenus ‡ Daerah transisi. Anatomi  Diskus intervertebralis menghubungkan korpus vertebra satu sama lain dari servikal sampai lumbal/sacral. kapsulnya mendorong ke arah medula spinalis atau mungkin ruptur dan memungkinkan nukleus pulposus terdorong terhadap sakus dural atau terhadap saraf spinal saat muncul dari kolumna spinal. Hal ini terjadi bila penjebolan di sisi lateral. yaitu menyangga berat badan. D. Patofisiologi Nukleus pulposus terdiri dari jaringan penyambung longgar dan sel-sel kartilago yang mempunyai kandungan air yang tinggi. maka tidak ada radiks yang terkena. hiperfleksia. 2. paparan pada vibrasi yang konstan seperti supir. 3. Daerah lumbal. Diskus ini berfungsi sebagai penyangga beban dan peredam kejut (shock absorber).

membutuhkan papan / matras yang keras saat tidur. Level segmen tulang belakang yang terkena akan mempengaruhi daerah nyeri sesuai distribusi dermatom.Sedangkan bila berbaring nyeri berkurang atau 2. Tes dorsofleksi : penderita jalan diatas tumit Tes plantarfleksi : penderita jalan diatas jari kaki Kadang-kadang terdapat gangguan autonom. yaitu dari posisi berbaring ke duduk nyeri bertambah hebat. merupakan indikasi untuk segera operasi. 2) Eliminasi : Konstipasi. Gejala Klinis Nyeri yang disebabkan oleh HNP dikenal sebagai iskhialgia diskogenik atau siatika.Diskus intervertebral dibentuk oleh dua komponen yaitu. atau plantarfleksi (S1). Kadang-kadang terdapat anestesia di perincum. Sakit pinggang yang diderita pun akan semakin parah jika duduk. Nyeri bertambah bila ditekan antara daerah disebelah L5 ² S1 (garis antara dua krista iliaka). Tes kernique Tes Refleks Refleks tendon achilles menurun atau menghilang jika . Menjebolnya sebagian dari nucleus pulposus ke dalam korpus vertebra dapat dilihat dari foto roentgen polos dan dikenal sebagai nodus Schmorl. bokong (lumbal) atu bahu / lengan. atau bagian medial dari ibu jari kaki (L5). batuk. mengangkat kkaki atau fleksi pada lehar. Menjebolnya (hernia)nucleus pulposus bisa ke korpus vertebra diatas atau di bawahnya. kaku pada leher (servikal). terutama ibu jari kaki (L5). dan dari lipatan lutut ke maleolus eksterna terasa kurang enak atau parestesia atau hipestesia. paha bagian belakang. dan bergerak. 5) Keamanan : Adanya riwayat masalah ´punggung yang baru saja terjadi. tungkai bawah bagian atas). mengangkat barang berat. Jika radiks yang terkena   penonjolan diskus adalah L5-S1. Diagnosis 1. 4) Penurunan refleks tendon dalam. mengemudi dalam waktu lama. 6) Nyeri tekan / spasme otot paravertebralis. 3. HNP sangat jarang terjadi pada anakanak dan remaja. biasanya disebabkan oleh karena mengangkat beban/ mengangkat tekanan yang berlebihan (berat). F. Dikarenakan mengikuti       jalannya N. membengkokan badan. menghindar dari keluarga / orang terdekat. juga dapat terjadi pada daerah servikal dan thorakal tapi kasusnya jarang terjadi. 4. yang akan semakin memburuk dengan adanya batuk. paralisis kandung kemih. keterbatasan untuk mobilisasi / membungkuk ke depan. Pada kasus yang lebih parah. 3) Integritas Ego : Ketakutan akan timbulnya paralisis. berpangkal pada bagian bawah pinggang dan menjalar ke lipatan bokong tepat di pertengahan garis tersebut. berjalan dengan terpincang-pincang. finansial keluarga. 2. batuk. Gangguan sensibilitas. menyebabkan sindrom kauda equina dimana terjadi saddle anasthesia sehingga menyebabkan nyeri kaki bilateral. Nyeri Spontan Sifat nyeri adalah khas. kemudian ke tungkai bawah. pada bagian lateral jari ke 5 (S1). Hernia diskus lebih banyak terjadi pada daerah lumbosakral. terdengar adanaya suara ´krek saat nyeri baru timbul / saat trauma atau merasa ´punggung patah . Ischiadicus yang mempersarafi kaki bagian belakang. 3. membungkuk. 7) Penurunan persepsi nyeri (sensiri). hilangnya sensasi perianal (anus). nyeri yang tidak hentinya atau adnya episode nyeri yang lebih berat secara intermiten. mengangkat beban. pinggang terangkat pada bagian tubuh terkena. tidak mampu melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan. nukleus pulposus yang terdiri dari serabut halus dan longgar. Tes-tes Khusus Tes Laseque (Straight Leg Raising Test = SLRT) Tungkai penderita diangkat secara perlahan tanpa fleksi di lutut sampai sudut 90°. dapat terjadi defisit motorik dan melemahnya refleks. 3) Tampak cemas. dan kelemahan sfingter ani. maka ujung nyeri iskhialgik adalah hipestesia atau parestesia yang melingkari maleolus eksternus dan menuju ke jari kaki ke-4 dan ke-5. Diskus yang mengalami herniasi dapat menekan ujung saraf di kauda equina. Nyeri semakin hebat bila penderita mengejan. hal ini biasa ditemukan dalam praktek neurologi. E. depresi. bersin. Adanya nyeri di pinggang bagian bawah yang menjalar ke bawah (mulai dari regio gluteus. Dari titik tersebut ke lipatan lutut terasa ngilu. 1. penurunan rentang gerak dari ekstermitas pada salah satu bagian tubuh. 5) Kelemahan otot hipotonia. juga merupakan indikasi untuk operasi. tetapi terjadi dengan umur setelah 20 tahun. Robekan sirkumferensial dan radikal pada nucleus fibrosus diskus intervertebralis berikut dengan terbentuknya nodus schomorl merupakan kelainan mendasari ´low back pain sub kronik atau kronik yang kemudian disusun oleh nyeri sepanjang tungkai yang dikenal sebagai khokalgia atau siatika. (sifat nyeri radikuler). Istirahat dan penggunaan analgetik akan menghilangkan sakit yang diderita. kelemahan pada tangan dan kaki. Hal ini biasa berhubungan dengan beberapa luka pada tulang belakang atau oleh tekanan yang berlebihan. Diagnosa fisik : 1) Atrofi otot pada bagian tubuh yang terkana 2) Gangguan / perubahan cara berjalan. 6) Neurologi : Kesemutan. mengalami kesulitan dalam difekasi adanya inkontinesia / retensi urine. kekakuan. Anamnesa : 1) Pola aktivitas/istirahat : Riwayat pekerjaan yang perlu mengangkat beban berat. Nyeri tulang belakang dapat dilihat pada hernia diskus intervertebral pada daerah lumbosakral. Gangguan motoris. yaitu retensi urine. meregangkan badan. 4) Nyeri / kenyamanan : Nyeri seperti tertusuk pisau. yaitu nyeri sepanjang perjalanan nervus ischiadikus. menjalar kebagian belakang lutut. Bisa juga menjebol langsung ke kanalis vertbralis. aneetas masalah pekerjaan. Nyeri mulai dari pantat. Nyeri digambarkan sebagai nyeri yang tajam. penderita tidak dapat dorsofleksi. duduk. berisi sel-sel fibroblast dan dibentuk oleh anulus fibrosus yang mengelilingi nukleus pulposus yang terdiri dari jaringan pengikat yang kuat. nyeri yang menjalar ke kaki.

obat anti kejang. lebih baik menjalani tindakan operatif secepat mungkin daripada terapi konservatif ynag akan memerlukan cuti berkali-kali. Muscle relexant diberikan parenteral dan hampir selalu secara iv. steroid mungkin diberikan dalam bentuk pil atau langsung ke dalam darah lewat intravena. Pada pasien dengan nyeri hebat berikan analgesik disertai zat antispasmodik seperti diazepam. CT Scan Pada daerah lumbal diperoleh gambaran penekanan pada daerah anterior epidural dan herniasi jaringan lunak pada daerah lateral dan posterolateral yang menyebabkan serabut saraf tak terlihat. Faktor sosio ekonomi yang ikut menentukan operasi secepatnya atau tidak ialah profesi penderita. sel bisa kembali ke tempat semula. Maka terapi konservatiplah yang harus diselenggarakan. aktifitas perlahan-lahan bertambah setelah beberapa hari atau lebih dan pasien diobati sebagai kasus ringan. G. disebut juga pelemas otot. biasanya di L4 atau L5). Biasa ditemukan pasien yang memiliki riwayat gejala serangan sebelumnya berulang dua kali atau lebih yang menghilang dalam beberapa minggu atau bulan. Obat Untuk penderita dengan diskus hernia yang akut yang disebabkan oleh trauma (seperti kecelakaan mobil atau tertimpa benda yang sangat berat) dan segera diikuti dengan nyeri hebat di punggung dan kaki. Berdasarkan mielogram itu dokter ahli bedah saraf dapat memastikan adanya HNP serta lokasi dan ekstensinya. ‡ Jika gejala sembuh. c. Pemakaian jangka panjang biasanya terbatas pada NSAID·S. terutama efek sampingnya relatif lebih sakit. atau tonjolan tulang. Diskografi merupakan penyelidikan diskus yang lebih infasif yang dilakukan bilamana mielografi tidak dapat meyakinkan adanya HNP. Juga dapat dilakukan uji kecepatan hantaran saraf. Foto polos Pada penderita HNP. karena diskrografi adalah pemeriksaan diskus dengan menggunakan kontras. biasanya diberikan. Kadangkadang. serabut pada kedua sisi di satu segmen atau seluruh serabut pada cauda equina. obat pengurang rasa nyeri dan NSAIDS akan dianjurkan (MIS : fentanyl) Jika terdapat kaku pada punggung. terutama efek samping terhadap saluran cerna. misalnya spondilolistesis (selipnya ke arah depan bagian anterior suatu segmen vertebra dari segmen di bawahnya. Hal yang khas namun tidak selalu ada yaitu gejala ruptur diskus intervertebral yang berulang. Penderita yang telah didiagnosa HNP. untuk melihat seberapa besar diskus yang keluar dari kanalis vertebralis. atau bila didapatkan kelainan neurologis. Dapat dilakukan pemeriksaan elektromiogram (EMG)v untuk menentukan secara pasti akar saraf yang terkena. ‡ Simptomatis dengan menggunakan analgetika. maka pertimbangan untuk operasi atau tidak sebaiknya diserahkan kepada dokter ahli bedah saraf. jangan mengangkat benda berat. maka sebaiknya dilakukan punksi lumbal yang biasanya menunjukkan protein yang meningkat tapi masih dibawah 100 mg %. Bila gambaran radiologik tidak jelas. Penatalaksanaan a. Operasi Operasi lebih mungkin berhasil bila terdapat tandatanda obyektif adanya gangguan neurologis. ‡ Fleksi lumbal ‡ Pemakaian korset lumbal untuk mencegah gerakan lumbal yang berlebihan. ‡ Kompres panas pada daerah nyeri atau sakit untuk meringankan nyeri. radiografi juga bermanfaat untuk menyingkirkan kausa lain nyeri punggung. ‡ Bila setelah tirah baring masih nyeri. Protrusi lateral yang terbatas pada satu interspace memberikan tanda cedera pada satu serabut saraf. Tanda dan gejala HNP berkaitan dengan ukuran dan lokasi bagian yang menonjol. Seorang yang tidak dapat beristirahat cukup lama karena persoalan gaji dan cuti sakit. kerjakan fisioterapi. Bilamana kasus HNP masih baru namun nyerinya tidak tertahan atau defisit motoriknya sudah jelas dan mengganggu. yang terjadi adalah nukleusnya mengalami herniasi ke kanalis vertebralis sehingga akan tampak gambaran penyempitan diskus intervertebralis. indikasi operasi. Protrusi pada garis tengah diskus regio lubalis dapat menyebabkan kompresi pada satu serabut saraf. muscle relaxan trankuilizer. untuk orang yang tidak dapat melakukan terapi fisik karena rasa nyeri. Dan disertai program terapi rutin. Fisioterapi ‡ Tirah baring (bed rest) 3 ² 6 minggu dan maksud bila anulus fibrosis masih utuh (intact).radiks antara L5 ² S1 terkena. Macam: 1) Disektomi. tidur dengan alas keras atau landasan papan. Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebralis 2) Laminotomi Pembagian lamina vertebrata . ‡ Bila tidak ada kelainan neurologis. tapi adakalanya narkotika juga digunakan (jika nyeri tidak teratasi oleh NSAID·S). Pemeriksaan Laboratorium Gambaran Radiologi Radiografi mungkin normal atau memperlihatkan tandatanda distorsi susunan tulang belakang (umumnya disebabkan oleh spasme otot). injeksi steroid di belakang pada daerah herniasi dapat sangat membantu mengatasi rasa sakit untuk beberapa bulan. NSAID Nebumeton yang merupakan pro drugs dan efek sampingnya relatif lebih sakit. 4. CT mielogram atau MRI Pemeriksaan ini akan memperlihatkan kompresi kanalis servikalis oleh diskus yang mengalami herniasi dan mielogram CT akan menentukan ukuran dan lokasi herniasi diskus. dengan dosis 1 gram / hari. tumor medula spinalis. Bilamana penderita HNP dioperasi yang akan memerlukan harus dibuat penyelidikan mielografi. ‡ D-tubokurarin klorida ‡ Metokurin yodida ‡ Galamin trietyodida ‡ Suksinilkolin klorida ‡ Dekametonium Derajat relaksasi otot dapat diatur dengan kecepatan infus ‡ Transkuilizer b.

Latihan ini untuk meningkatkan lordosis vertebra lumbal. Beban yang diangkat dengan tangan diletakkan sedekat mungkin dengan dada. ligamen dan tendon sehingga aliran darah semakin meningkat. Gerakan ini dilakukan 10 kali. dibantu dengan tangan yang bertumpu pada lantai. Graf tulang (Dari krista illaka atau bank tulang) yang digunakan untuk menyatukan dengan prosessus spinokus vertebrata. Gunakan tangan dan lengan untuk mengangkat panggul dan berubah ke posisi duduk. Latihan ini dilakukan sebanyak 3 kali gerakan. ‡ Ketika akan turun dari tempat tidur posisi punggung didekatkan ke pinggir tempat tidur. kekuatan otot. Bila perlu. 2 kali sehari. ‡ Jika hendak berubah posisi. Latihan ini untuk memperkuat muskulus kuadriseps. Untuk nyeri kronik dapat digunakan kompres panas maupun dingin. Latihan ini diulang 10 kali. Dengan gerakan ini sendi akan mencapai rentang maksimumnya. Tujuan peleburan spinal adalah untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi kekambuhan. Pembedahan diskus dan permukaan sendi untuk mengangkat tulang yang menekan syaraf. Latihan mengangkat kaki: Latihan dilakukan dengan menekuk satu lutut. kaki lurus ke depan dan badan dibungkukkan untuk berusaha menyentuh ujung kaki. kaki bertumpu di lantai. lengan membantu menyangga badan. kemudian berjinjit (mengangkat tumit) dan kembali seperti semula. termasuk bila terdapat edema. Latihan Direkomendasikan melakukan latihan dengan stres minimal pada punggung seperti jalan kaki. 5) Mikrodisektomi Penggunaan mikroskop saat operasi untuk melihat potongan yang mengganggu dan menekan serabut syaraf 6) Disektomi dengan peleburan. Latihan penguatan Latihan pergelangan kaki: Gerakkan pergelangan kaki ke depan dan belakang dari posisi berbaring. Kemudian punggung ditekankan pada lantai dan panggul diangkat pelan-pelan dari lantai. Kepala. Diatermi/kompres panas/dingin Tujuannya adalah mengatasi nyeri dengan mengatasi inflamasi dan spasme otot. Beberapa prinsip dalam menjaga posisi punggung adalah sebagai berikut: ‡ Dalam posisi duduk dan berdiri. dilakukan fleksi bertahap punggung bawah bersamaan dengan fleksi leher dan membawa dagu ke dada. Penelitian yang membandingkan tirah baring. Latihan menggerakkan tumit: Dari posisi berbaring lutut ditekuk dan kembali diluruskan dengan tumit tetap menempel pada lantai (menggeser tumit). Latihan berjinjit: Latihan dilakukan dengan berdiri dengan seimbang pada 2 kaki. dengan lutut dan punggung fleksi. Latihan berdiri: Berdiri membelakangi dinding dengan jarak 10-20 cm. Untuk menghasilkan posisi knee-chest. 7) Spinal fusion Penempatan keping tulang diantara vertebrata agar dapat kembali normal. Korset lumbal Korset lumbal tidak bermanfaat pada NPB akut namun dapat digunakan untuk mencegah timbulnya eksaserbasi akut atau nyeri pada NPB kronis. beban diangkat dengan cara meluruskan kaki. ‡ Saat duduk. Dengan latihan dapat terjadi pemanjangan otot. Latihan lain berupa kelenturan dan penguatan. ‡ Saat mengangkat sesuatu dari lantai. Tungkai digunakan sebagai tumpuan tarikan. naik sepeda atau berenang. ‡ Pada posisi tidur gunakan tangan untuk membantu mengangkat dan menggeser posisi panggul. Latihan peregangan otot hamstring: Peregangan otot hamstring penting karena otot hamstring yang kencang menyebabkan beban pada vertebra lumbosakral termasuk pada anulus diskus posterior. Saat akan berdiri badan diangkat dengan bantuan tangan sebagai tumpuan. ganti wc jongkok dengan wc duduk sehingga . Latihan kelenturan Punggung yang kaku berarti kurang fleksibel akibatnya vertebra lumbosakral tidak sepenuhnya lentur. Proper body mechanics: Pasien perlu mendapat pengetahuan mengenai sikap tubuh yang baik untuk mencegah terjadinya cedera maupun nyeri. meluruskan kaki yang lain dan mengangkatnya dalam posisi lurus 10-20 cm dan tahan selama 1-5 detik. Turunkan kaki secara perlahan. Latihan bertujuan untuk memelihara fleksibilitas fisiologik. Sebagai penyangga korset dapat mengurangi beban pada diskus serta dapat mengurangi spasme. Latihan untuk kelenturan punggung adalah dengan membuat posisi meringkuk seperti bayi dari posisi terlentang. kemudian punggung menekan dinding dan panggul direnggangkan dari dinding sehingga punggung menekan dinding. Hal ini akan menjaga kelurusan tulang punggung. punggung dan kaki harus berubah posisi secara bersamaan. Latihan mengangkat panggul: Pasien dalam posisi telentang. otot perut ditegangkan. posisi lutut ditekuk seperti hendak jongkok. Dengan punggung lurus. Terapi fisik Traksi pelvis Menurut panel penelitian di Amerika dan Inggris traksi pelvis tidak terbukti bermanfaat. Pada saat akan berdiri tumpukan tangan pada paha untuk membantu posisi berdiri. Latihan dilakukan dari posisi duduk. mobilitas sendi dan jaringan lunak. Keterbatasan ini dapat dirasakan sebagai keluhan ´kencang . Pada keadaan akut biasanya dapat digunakan kompres dingin. ‡ Hindari gerakan yang memutar vertebra. jangan memutar badan. punggung tegak dan lurus. punggung tetap dalam keadaan lurus dengan mengencangkan otot perut.3) Laminektomi Mengangkat lamina / lempeng untuk mengurangi penekanan pada saraf yang sering dikombinasikan dengan pengangkatan nukleus pulposus (Nucletomi) 4) Faraminotomi. korset dan traksi dengan tirah baring dan korset saja tidak menunjukkan perbedaan dalam kecepatan penyembuhan. ligamen dan ¡ otot erector spinae. Latihan ini dapat dilakukan dengan berdiri. panggul diangkat dari lantai sehingga punggung teregang.

Nyeri tersebut bisa terjadi dalam hitungan menit atau jam pada saat mengangkat barang. Dari riwayat yang didapatkan. Keluhan nyeri pinggang tidak dapat diabaikan. tetapi butuh perhatian khusus dan pemeriksaan sesegera mungkin untuk mencegah keparahan penyakit. Jadi pekerjaan pasien ini yang menjadi faktor risiko terjadinya nyeri pinggang. Laki-laki tersebut juga tidak mengalami gangguan BAB atau BAK. Pasien juga minum Neo-rheumacyl. Pemahaman tentang anatomi dan fisiologi tulang belakang sangat diperlukan sebagai dasar dalam pemahaman patogenesis kelainan-kelainan tulang belakang dan dalam melakukan proses diagnosis dan penatalaksanaannya. Terapi yang diberikan kepada pasien dengan Hernia Nukleus Pulposus telah disebutkan dalam tinjauan pustaka. Dalam skenario disebutkan bahwa seorang laki-laki 50 tahun mengeluh nyeri punggung. adanya osteofit. di skenario tidak disebutkan adanya nyeri kontralateral. nyeri lebih sering menyebar dari punggung bagian bawah hingga kaki. 2. Dengan melakukan latihan setiap hari. vertebral: tulang belakang -spasme: 1. tes Patrick tidak membuktikan bahwa sakroiliitis menyebabkan rasa sakit kembali. ini dianggap sebagai Patrick tes positif dan sakroiliitis lebih mungkin. atau setidaknya 3-4 kali/minggu secara teratur maka diperkirakan dalam 6-8 minggu kekuatan akan membaik sebanyak 20-40% dibandingkan saat NPB akut. dan terjadilah herniasi. Nyeri dapat menjalar ke bagian tubuh yang berbeda. Selain itu juga bisa disebabkan karena tekanan pada pusat syaraf punggung. Dokter harus memahami benar diagnosis banding pada keluhan nyeri pinggang. iritasi. Namun. Neo-rheumacyl adalah obat yang meringankan rasa nyeri atau ngilu yang disertai kabas. laki-laki tersebut bekerja di pabrik sebagai pengangkat barang. lutut ini tertekuk sembilan puluh derajat untuk di sisi yang terkena dan kaki bertumpu pada lutut tidak terpengaruh. Cara laseque yang menimbulkan nyeri pada tungkai kontra lateral merupakan tanda kemungkinan herniasi diskus. dan isi yang berada di dalanmnya keluar.memudahkan gerakan dan tidak membebani punggung saat bangkit. foto BNO. Untuk mendiagnosis penyakit dari gejala nyeri punggung bawah ini perlu pemeriksaan-pemeriksaan yang lain. dan pemeriksaan myeolografi. ditambah lagi usianya yang sudah 50 tahun. Jenis nyeri ini sering menjadi nyeri intens yang menyebar kadangkala berlapis. kesemutan dan keram. Jadi Neo-rheumacyl hanya obat symptomatik sehingga tidak bisa mengobati secara total dimana obat ini hanya bersifat analgesik nyeri bukan bersifat kausatif. Dari pemeriksaan vital sign. tergantung saraf mana yang terkena. -costo: iga. misalnya pada hernia nucleus pulposus. Keluhan nyeri pinggang merupakan sebuah keluhan atau gjala bukan suatu akhir diagnosis. Namun. Seperti yang dikeluhkan laki-laki dalam skenario. maka dapat menyingkirkan diagnosis penyakit ginjal. laboratorium dan foto BNO. dan bisa juga terjadi spontan. Kesimpulan 1. Namun. Dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan itu. hanya meningkatkan kemungkinan. manuver yang menyediakan rotasi eksternal kaki di pinggul sendi . Yang penting juga pasien beristirahat dan mengurangi beban pekerjaannya sebagai faktor risikonya. Pasen BAB IV PENUTUP . antara lain pemeriksaan fisik.Tes Lasegue disebut juga tes Straight Leg Raising (SLR) test. yang dapat menjalar ke bagian tubuh lain. untuk penunjang penegakan diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan myelografi terlebih dahulu. 2. pemeriksaan laboratorium. BAB III PEMBAHASAN Nyeri tulang belakang memiliki banyak penyebab. kemungkinan pasien menderita Hernia Nukleus Pulposus. Kontraksi otot secara mendadak. Apabila discus tersebut secara tibatiba terperas oleh tulang belakang di atas dan di bawahnya (missal ketika mengangkat beban berat). Penyempitan jalan. lassiques sign (+) berarti nyeri pada tungkai pasien terutama di betis dan nyeri akan berkurang bila lutut dalam keadaan fleksi. dan menyebabkan nyeri. A. sisi lutut yang terkena didorong menuju meja pemeriksaan. maka discus tersebut akan pecah. 2. yang merasa nyeri setelah mengangkat almari. didapatkan hasil yang normal. Dengan begitu. . Juga ditemukan adanya penyempitan pada spatium intervertebralis L4-5. saluran atau orifisum secara mendadak atau sebentar -tes Patrick atau Fabere test dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan untuk mengevaluasi orang yang memiliki nyeri pinggang untuk sakroiliitis . Sambil memegang panggul tegas terhadap meja pemeriksaan. Salah satu penyebab yang paling umum adalah otot dan persendian yang tegang dan terkilir. dan bisa merusak saraf disekitarnya. Tidak adanya keluhan BAB atau BAK tersebut. Namun. Isi discus ini akan mengalami tekanan. B. Caranya adalah dengan membaringkan pasen dan kemudian satu tungkai lurus diatas pembaringan meja periksa dan satu tungkai diangkat keatas. tetapi belum sembuh. Saran 1. Piringan atau diskus yang terdapat diantara tulang belakang memiliki pelindung yang keras dan isi yang lunak seperti gel. Jika hasil rasa sakit. Dalam skenario telah disebutkan beberapa hasil dari pemeriksaan fisik. keras dan involunter. sangatlah mungkin nyeri yang dideritanya terkait dengan pekerjaannya. Dari hasil tersebut.

Neurologik Elektromiografi (EMG) . Mielo-CT . y Informasi dan edukasi Farmakoterapi : obaat penghilang rasa sakit ( pain killer ) Non farmakologik : Pada NPB akut : 1. flex the thigh so that it is at a right angle to the trunk. Lain hal dengan HNP yang semakin bertambah sakit dan pasen akan dihinggapi kecemasan kalau nanti saraf nya putus.kaku ( merupakan indikasi untuk pemeriksaan neurologis ) Perilaku penderita apakah konsisten dengan keluhan nyerinya ( kemungkinan kelainan psikiatrik ) Nyeri yang timbul hampir pada semua pergerakan daerah lumbal (pinggang ) sehingga penderita berjalan sangat hati-hati ( kemungkinan infeksi. Tanda dan Gejala y Invasif non bedah : o Blok saraf dengan anestesi local Bedah : Pada HNP setelah pengobatan selama 4 minggu tidak menolong dan adanya defisit neurologis memburuk . Jika kaki tidak dapat sepenuhnya diperpanjang karena sakit. Pada keadaan seperti ini dikatakan tes Laseque positip. NPB bisa disebabkan oleh : kelainan muskuloskeletal . tongkat ) y y y Gejala Klinis Nyeri punggung bawah (NPB) adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah. 3. Pemeriksaan Penunjang 1. Hernia Nukleus Pulposus atau disingkat HNP adalah suatu penyakit yang mengenai discus penyekat antara dua ruas tulang punggung (corpus vertebralis). naik sepeda . sembuh spontan dalam waktu 4-6 minggu . berenang (tergantung kasus) Alat Bantu ( a.diseret . Sebaliknya bila tes Lasegue kiri yang positip maka lesi HNP ada di sisi kiri pula. untuk penyakit non spesifik seperti infeksi Likuor serebrospinalis ( atas indikasi ) 1. Radiologik Foto Polos . cenderung berulang dan insidensi sekitar 15-20% . berguna untuk stenosis kanal dan mielopati spinal . ini adalah tanda Kernig. untuk mengesampingkan adanya kelainan tulang Mielografi . Creactive protein .kalsium ( atas indikasi ) Urinalisis . . If the leg cannot be completely extended due to pain. 3. Tetapi bedanya kalau pada encok bisa dengan mudah terusir dengan obat-obat OTC (over the counter) dan berbagai jenis jamu. radang meninges.L5-S1) rasa nyeri yang timbul berupa nyeri y o y y y y 2. y y y Cara berjalan pincang. Menurut opini yang berkembang di masyarakat HNP adalah jenis sakit pinggang yang mereka samakan dengan encok.alkalin fosfatase . 7.akan menjerit kesakitan pada saat tungkai diangkat tinggi hingga mencapai sudut 45 derajat. peradangan. tumor atau patah tulang ) o o Terapi : . HNP perlengketan . Nyeri yang berasal dari daerah punggung bawah dapat menuju ke daerah lain atau sebaliknya . membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. viseral dan psikogenik . 2. Apalagi pada jenis HNP tertentu (L4L5. sistem saraf . this is Kernig sign. Laboratorium Laju Endap Darah .Kernig tanda: Sebuah tanda klinis meningitis . Sekitar 90% NPB akut maupun kronis adalah benigna ( jinak ) . Bila tes Lasegue positip maka hampir dapat dikatakan HNP positip.Magnetic Resonance Imaging (MRI) . and completely extend the leg at the knee joint.nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah ( reffered pain/nyeri yang menjalar ) . The test for Kernig sign is done by having the person lie supine (flat on the back). 2. CT-scan. untuk mencari penyebab nyeri antara lain tumor . 6. darah perifer lengkap . 5.dapat merupakan nyeri local maupun nyeri radikuler atau keduanya. Uji tanda Kernig dilakukan dengan memiliki orang yang berbaring telentang (telentang). paha flex sehingga berada pada sudut kanan ke bagasi. vaskuler . 4. Bila tungkai kanan diangkat terasa sakit maka disebut tes Lasegue kanan positip berarti lesi HNP di kanan.factor rheumatoid .l : korset . Imobilisasi ( lamanya tergantung kasus ) Pengaturan Berat Badan Posisi Tubuh dan Aktivitas Modalitas termal ( terapi panas dan dingin ) Masasage dan Traksi ( untuk dislokasi tulang belakang ) Latihan : jalan . 3. dilakukan bila dicurigai adanya disfungsi radiks Somatosensory Evoked Potensial (SSEP) . dan benar-benar memperpanjang kaki pada sendi lutut.

fisioterapi. Dan bila memakai NSAID perhatikan ada tidaknya gejala gastritis. Secara klinis dapat dilakukan beberapa gerakan seperti: tes Lasegue. o o Pernerapan terapi pada pasien HNP dapat berupa konservatif: istirahat mutlak di tempat tidur. mengalami defisit neurologis yang nyata. Pasien akan mengeluh rasa nyeri pada pinggang dan menjalar sepanjang saraf ischiadicus. dan Siccard. latihan. Secara farmakologis pasien diberi obat-obatan analgesik mulai dari yang paling sederhana hingga yang lebih kuat. dan korset pinggang. antara lain. Sebenarnya cincin (annulus) sudah terbuat sangat kuat tetapi pada pasen tertentu di bagian samping belakang (posterolateral) ada bagian yang lemah (locus minoris resistentiae). tidak berani bergerak.4mg sehari sekali malam saja. Menegakkan diagnosis HNP tidak sulit. Namun jarang pasien memerlukan jenis opioid. Cedera dapat terjadi karena terjatuh tetapi lebih sering karena posisi menggerakkan tubuh yang salah. Braggard. terapi farmakologis. maka pasen akan berani berteriak bahkan menjerit-jerit. Nyeri bersifat tumpul dan semakin bertambah bila pinggang bergerak. Terapi operatif dilakukan jika ditemukan indikasi. . foto caudografi dan foto MRI. Gunakan dosis standard seperti parasetamol 500 mg 3-4 kali sehari. Gerakan pada tubuh akan menambah rasa nyeri. amitriptilin 0. Sehingga pasien akan bertahan pada posisi tertentu. mengalami defisit neurologis progresif. dan rasa sakit yang menetap dan semakin parah empat sampai enam minggu setelah terapi konservatif. Jika bergerak. ischiadicus dan ini tidak tertahankan. NSAID seperti diclofenac 50mg 3 kali sehari sudah sangat memadai. Foto pinggang polos kadang-kadang sudah menunjukkan indikasi HNP bila sudut ruas tulang belakang miring kesalah satu sisi. Pada umumnya bila pasen cenderung memiringkan tubuh ke kiri maka berarti HNP di kanan.seperti dipotong (lancinating pain) sepanjang n. Kombinasi parasetamol dan muscle relaxant sudah cukup memadai. terdapat sindrom kauda equine. Dosis sangat beragam. traksi. Menegakkan diagnosis secara radiologis adalah dengan melakukan rangkaian foto radiologis: foto pinggang polos. Bila ada obat harus dihentikan dan gastritisnya diatasi dulu (AA). Untuk malam hari dapat di kombinasi dengan antidepresan ringan seperti amitriptilin dan non steroid anti inflammatory drug (NSAID). Pada posisi gerakan tulang belakang yang tidak tepat maka sekat tulang belakang akan terdorong ke satu sisi dan pada saat itulah bila beban yang mendorong cukup besar akan terjadi robekan pada annulus pulposus cincin yang melingkari nucleus pulposus dan mendorongnya merosot keluar sehingga disebut hernia nucleus pulposus. o o o o o o Penyebabnya HNP terutama adalah cedera. ketika berjalan pasen akan memiringkan tubuh ke arah badan yang sehat semata-mata bertujuan untuk membuka ruang lebih luas bagi bagian ruas tulang belakang yang bermasalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful