38

BAB III PERHITUNGAN RANCANGA N
Engine stand ini direncanakan sebagai alat bantu penopang mesin 1TR6000129 yang akan digunakan untuk pratikum pada laboratorium teknik otomotif. Dimana mesin yang ditopang adaalah mesin dalam keadaan beroprasi, sehingga perhitungan yang dilakukan dalam bab ini meliputi perhitungan beban statis dan dinamis. Adapun kasifikasi dari mesin tersebut adalah mesin dengan bobot 400 kg dengan nilai safety factor 40%, kapasitas silinder 2000 cc dan berbahan bakar premium. Maka konstruksi akan direncanakan mampu menahan beban minimum 560kg dalam keadaan statis maupun dinamis. Konstruksi engine stand ini seperti pada gambar 3.1 tediri dari 4 buah tiang penyangga mesin, dimana 2 tiang penyangga dengan profil kotak ( steel tube ), 2 tiang penyangga dengan profil plat ( wood joist ) dan untuk tiang penahan yang lain menggunakan profil kotak (steel tube ). Kemudian baut pengikat yang digunakan merupakan baut metrik yang ukurannya disesuaikan dengan beban yang akan di tahan. Selain menggunakan baut dan mur sebagai pengikat digunakan juga las. Kemudian roda yang digunakan adalah roda jenis castor yang bebahan dasar nilon untuk ukuran di sesuaikan dengan beban yang di topang. Rangka ini direncanakan agar mampu menahan seluruh beban dengan aman dan stabil. Maka analisa yang dilakukan pada rancangan engine stand ini ialah seperti skema dibawah ini;

39

Gambar 3.2. Skema perhitungan

3.1. Perhitungan Rangka 3.1.1 Tiang Penyangga Depan Tiang menggunakan AISI 1020 profil kotak ( steel tube ) dengan dimensi 60 mm x 40 mm dan tebal 2 mm. Tiang diharuskan menahan beban statis dan dinamis sebesar 560 kg. Pada konstruksi ini menggunakan jenis Fixed-free, maka didapat K = 2,0.

40

y

Panjang efektif ( Le ) Diketahui : L = 280 mm K = 2,0 Le = K x L = 2,0 x 280mm = 560 mm

y

Radius of gyration ( r ) r! I A

Mencari terlebih dahulu momen inersia ( I ) dan luas penampang ( A ). Untuk I dicari dengan menggunakan bantuan perangkat lunak autocad 2002 , didapat 198921,2834 mm4. Luas penampang ( A ) didapat dari persaman : A = A1 ± A2 Dimana A1 = p1 x l1 = 60 mm x 40 mm = 2400 mm2 A2 = p2 x l2 = 56 mm x 36 mm = 2016 mm2 A = 2400 mm2 - 2016 mm2 = 384 mm2
buat gambare

r!

19821,2834 mm 4 384 mm 2

7601 mm

. maka..8 = 21.12 = 140... L.000 kg/cm2 Sy = 207 MPa = 207 N/mm2 207 N = mm 2 9. 21000 21.760 mm ! = 24.6 y Yield Strength ( sy ) Berdasarkan table A-6 Robert.... 025 y Critical Load ( Pcr )   .....41 y Slenderness ratio slenderness ratio ! KL rmin 560 mm 22. E = 21.. Mott untuk bahan AISI 1020 ialah Sy = 207 Mpa y Column constant ( Cc ) Cc ! 2T 2 . sy Dimana modulus elastisitas ( E ) didapat dari.12 kg/mm2 r! 2T 2 ..

924 kgPa Pembebanan kantilever p1 ! .12 kg ( 24.42 karena slenderness ratio Column constant. 21.6 ) 2 » ¬1  ¼ mm 2 ¼ mm 2 ¬ kg 2 4T 21.000 ¬ mm 2 ¼ ­ ½ = 7984. maka untk mencari critical load ( Pcr ) menggunakan Johnson fomula yaitu dengan persamaan : « s y ( KL ) 2 » r ¼ Pcr ! As y ¬1  4T 2 E ¼ ¬ ­ ½ ! 384 mm .12 kg 2 « 21.

sin E p2 ! .P.

21000 .198921. maksimal kontruksi ini ¡ .309 mm Kontruksi di nyatakan Defleksi yang di izinkan untuk komponen mesin dengan tingkat ke presisian yang tidak terlalu tinggi yaitu = 0.P. E.8.0005-0. ( 280 ) 3 3. cosE y b ! y mak !  P.2834 ! ! 0. 3 3. I  176 .003 mm/mm .

E .6007 ! 0.198921.5064 x1010 ! =4.1350  4.43 dinyatakan aman.013mm ! 0. Karena 0.6007mm ! 4.013 mm ! 5. I 2  4a 2 .00256 x1011 ! =5.198921.2834  112500 (4467500 ) 1.309 : 280 = 0.0034 1350 ¢  Pa (3 24 .21000. PERHITUNGAN II Di ketahui : P= 60 kg GSMBSR 1 Gambar 2 Gambar 3 YE ! !  225500 (3(1350) 2  4(500) 2 ) ) 24.2834  56250000 (2050) 2.21000.500) 6.003mm 1350  Pa 2 (3 L  4a ) 6 EI yb ! yc ! !  225(500) 2 (3.0011 lebih kecil dari batas yang di inginkan.

2(60...l  b2 ) 3 t=th roat =0.167kg/mm2 Z ! t (b.7075 =0. ! 4.44 PERHITUNGAN III LAS Di ketahui: P=225kg A=(P1 x l1)-(P2 xl2) =(72x52)-(60x40) =(3744)-(2400) =1344mm2 FS ! P A ! 225 1344 =0.2.72  60 2 3 =23184mm3 M =pxe .707x6 =4.

0.167 ) 2 ! .291) 2  4(0.291 kg/mm2 Tegangan tarik maksimum ft mak ! 1 1 ( fb ) 2  4( fs ) 2 fb  2 2 1 1 (0.45 =225x30 = 6750 kg.1455  1 0.22149 =0.084681  0.mm M=pxe =225x30 =6750kg.mm Fb ! M Z ! 6750 23184 =0.291  2 2 ! 0.36699 kg/mm2 .1455+0.11155 2 =0.

Elektroda yang di gunakan pada penyambungan komponen alat angkut adalah jenis D4313 (menurut JIS) dengan kekuatan tarik elektroda (Ws) 43 kg/mm2 Kekuatan tarik rencana (W) elektroda W!Ws = 0.36699 kg/mm2 Maka sambungan las yang di gunakan aman terhadap tegangan tarik.6.46 Tegangan geser maximum fs mak ! 1 ( fb ) 2  4( fs ) 2 2 = 0.43 kg/mm2 = 25.22149 kg/mm2 Cek pengelasan terhadap regangan izin pada lasan.6 kg/mm2 Ft max (tegangan tarik max yang terjadi pada batang) 0. Karena tegangan tarik rencana W.

36699 kg/mm2 ) Gambar 1 Ganbar2 Gambar 3 yb ! y max !  PL3 3 EI I! b. kg/mm2 ) > ft max(0.h 3 12 .

Cari r = «. Di ketahui bahan Aisi1020 stail kotak menggunakan Fixed-free Maka 2.33 !  225(50) 3 3.21000 .47 ! 50. Dimensi stail kotak 4.33  28125000 3281249979 0 ! = .0008571428626 mm Gambar Perhitungan I (coloums) 1.? r! I A 19x10 K=2 L=280 mm . Le = K.520833.220 = 440 3.0.50 3 12 = 520833.L = 2.

Robert.29 r min 5. Sy=207 mpa Didapat Le 440 ! ! 80.mott di dapat Sy= 207 mpa untuk bahan AISI 1020 7. Selenderness ratio = 6. c! 2T 2 .48 dari table A-6 macine elemen in mechanical pesion.L.48 I! b.48 mm 5.h 3 12 ! 10.E Sy Dimana : E (modulus elastisitas) = 21000 N/mm2 Sy =207 Mpa £ .19 3 12 = 5715 mm4 A=PxL = 19 x 10 = 190 r! I A 5715 190 ! = 5.

49 =207 N/mm2 ! 207 N mm 2 9.12 ¬ ¼ 828206 .21000 21.025 «1  Sy ( )2 » r ¼ 8. 29) 2 » = 190 .09 kg Pa ! Pcr N 3353.12 (80.12 kg mm 2 Cc ! 2T 2 .8 ! 21.09 3 ! = 1117. Pcr = ASy ¬ 4T 2 E ¬ ¼ ­ ½ «1  21.8( 0.12 = 140. 4 ­ ½ = 4012.8356) =3353.21.69 kg ¥¤ .

2 x 118.2 W = 1. P2 ! P1 x W2 w1 .= 168 2  168 2 ! Fc untuk baja karbon 1.75 x 4.5=142 kg Sf = 9  W=4.0011304 m³ dan berat 400 gr biji karet untuk menghasilkan fluida berupa cairan.8 kg/mm2 Xa =0.Dari penelitian sebelumnya oleh Laboratorium Teknologi Minyak Bumi UGM Yogyakarta setiap 200 gr kernel biji karet membutuhkan daya pengepresan 105.50 PERHITUNGAN BAUT Di ketahui: W =168kg Bahan: ST37 Gambar «.8 237 ! 118.3 kg/cm2 sehingga untuk pengepresan dengan volume 400 gr kernel dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut.2. Daya Pengepresan Daya pengepresan diperoleh berdasarkan besar daya yang dibutuhkan oleh kernel (inti) biji karet dengan volume 0.5 2 3.

Kekuatan sambungan :a.3. Kekuatan batang penyangga 3. Kekuatan las 3.6 kg/cm2 3. Kekuatan baut dan mur b.3.3.Bila suatu material diberikan momen atau gaya saja tanpa ada momen puntir dengan beban terpusat dimana keduan ujungnya menerima momen yang sama maka keadaaan material tersebut tidak akan mengalami tegangan geser tranversal melainkan hal ini hanya akan memberikan gaya lentur yang disebut sebagai lentur sempurna oleh karena itu bahan tersebut hanya .12 kg / cm 2 0. Kekuatan plat penahan 3.1. Kekuatan plat penahan Plat penahan pada kontruksi ini adalah suatu plat jenis Baja ST 37 yang mengalami beban tekan (tekangan akibat dorongan Dongkrak) yang bekerja dengan beban terpusat secara aksial terhadap sumber tegangan. sehingga plat tersebut akan melentur.3 kg / cm 2 x 0.2 kg 44.2.4 kg 0.3.3.3. Kekuatan Rangka Analisa-analisa yang dilakukan pada kekuatan rangka sebelum memulai perakitan alat pres biji karet ini ialah analisa terhadap : 3.51 P2 ! 105.6 kg / cm 2 Maka daya pengepresan yang dibutuhkan sebesar 210.1.2 kg P2 ! P 2 ! 210.

Pada rancangan mesin ini terdapat dua plat yang akan menerima reaksi dari pembebanan (beban tekan) pada saat pengepresan. Dalam perancangan plat ini akan dihitung kemampuan defleksi (lendutan) dan momen serta reaksi-reaksi yang terjadi akibat tekanan. momen Inersia (I) yang terdapat pada plat penahan bawah ialah. Untuk defleksi maksimun atau lendutan yang terjadi pada plat (pondasi) dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini (Mott.).220 kN/mm² (J.000 kg/mm² .52 mengalami tegangan lentur tarik dan tegangan tekan (Jensen/Chenoweth.1991. 69).000 kN/mm² = 21. A-23.6 kg.hal. plat tersebut ialah plat penahan atas dan plat penahan bawah.F = P = Beban yang diterima oleh kedua plat penahan yaitu 210. I = T 4 d 64 .Machine Elements in Mechanical Design.bab. K. Nilai-nilai perhitungan statika struktur ini diharapkan memberikan nilai pada kondisi aman pada kontruksi. P x l 3 (mm) Y max = 48 x E x I Dimana bahan atau material dari baja ST 37 memiliki nilai modulus Elastisitas E = 200 kN/mm² . Pada rancangan tersebut Plat penahan atas berfungsi sebagai pembatas reaksi gerakan tabung bahan akibat aksi yang diberikan oleh dongkrak sedangkan plat penahan bawah merupakan sekaligus sebagai pondasi. Gupta. Modulus elastitas pada rancangan ini kami menggunakan nilai 210.I).

53 = 3.5 kg x .14 ( 25 mm ) 4 64 = 19 165 mm 4 Defleksi atau lendutan yang terjadi pada plat penahan bawah (pondasi) Ym x= P xl3 48 x E x I 227.

Maka defleksi yang terjadi pada plat penahan per satuan panjang ialah : 0 3 79 mm ! 0 00 300 mm Defleksi yang diijinkan yaitu 0 0005 sampai 0 003 > 0 00 konstruksi aman terhadap defleksi/lendutan yang teradi.000 kg / mm 2 x 19 165 Defleksi/lendutan maksimal yang diijinkan untuk komponen mesin dengan tingkat presisi yang tidak terlalu tinggi ialah 0 0005 sampai 0 003 mm/mm panjang batang Robert L.3. dibawah ini P= 7.3.Diagram Defleksi atau lendutan yang terjadi pada plat penahan § ¦ = mm 4 = 0 3 79 mm maka .5 kg/ m Gambar 3. Mott 99 hal 70 . 300 mm 3 48 x 21. Beban yang j akan berkerja di tunjukan pada gambar 3.

.5 Reaksi reaksi dan Momen yang terjadi pada plat penahan bawah dan atas Joseph E.Sigley 99 hal.Diagram reaksi yang terjadi pada plat penahan bawah AC = x1 BC = x AB = L VA merupakan reaksi verti al yang terdapat pada titik A dan bernilai positif. a.5 kg/ m Gambar 3. . R = R = P/ VA = P © VAB = R VBC = R ¨ ¨ ¨ © ¨ . Dimana. Plat penahan bawah P= 7.

5 kg.55 VA = 227 .5 kg 2 VA = 113.5 kg v 150 mm = 17 062.x1 2 ) MAC = MAC = 227 .mm 2 P . VB =  2 227 .5 kg 2 VB =  VB =  113.75 kg ( ) VB merupakan reaksi vertical yang terdapat pada titik B dan bernilai negatif.76 kg ( Reaksi-reaksi Momen M = 0 P.

5 kg .l  x 2 2 227.

300  150 = 17 062. Tensile strength minimum ( Yield stress max ( fy ) Panjang plat penahan ( l ) s) dibawah ini dapat = 360 N/mm² = 36. 1978 ).44 kg/mm² = 300 mm .73 kg/mm² = 220 N/mm² = 22. Part I.mm 2 MBC = MBC = Dari standar bahan baja yang terbuat dari ST 37 diketahui ( Indian Standard. 1570.5 kg.

5 kg . K.75 kg.mm 4 =  Momen lentuk (bengkok) rata-rata Mm = M max  M min 2 17 062. Gupta.5 kg.5 kg Momen-momen pada plat penahan (J.5kg .56 Beban minimum rencana ( W min ) Beban maximum rencana ( W max ) = 210.6 .5 kg.5 kg . 300 mm = 15 795 kg.mm  Momen lentuk (bengkok) minimum Mmin = W min .mm  Momen lentuk (bengkok) variebel Mv = M max  M min 2 17 062.mm 2 = = 6 337. hal 155)  Momen lentuk (bengkok) maksimum Mmax = W max .6 kg = 227. l 4 210. l 4 227 . 300 mm 4 = = 17 062.mm 2 = = 16 428.mm .mm  15 795 kg .mm  15 795 kg . 1995.

5 kg.mm. Plat penahan atas RA RB .5. dapat dilihat Diagram Gaya Lintang Diagram Momen Bengkok SFD dan BMD pada plat penahan bawah pondasi . .mm > Pada Gambar 3.Diagram Gaya Lintang SFD dan Diagram Momen Bengkok BMD dari plat rangka bawah Mesin b.57 Reaksi momen yang terjadi pada rangka plat penahan aman karena masih dibawah batas momen maksimum yaitu Mmax = 7 0 momen yang terjadi pada plat penahan= 5 795 kg. Diagram 3.

.  VAB = R VBC = R kg   P= 7.Diagram reaksi yang terjadi pada plat penahan atas AC = x1 BC = x AB = L RA merupakan reaksi yang terdapat pada titik A yaitu reaksi arah verti al ke bawah dan bernilai negatif. 3 75 kg RB merupakan reaksi yang terdapat pada titik B yaitu reaksi arah verti al ke atas dan bernilai positif.5 Gambar 3. R = R = P/ RA =  P RA =  RA = - . Dimana.5 kg/ m      .

75 kg ( ) Reaksi-reaksi Momen M = 0 P.mm 2 P .x1 2 227 .59 RB = 2 210.5 kg v 150 mm = -17 062.5 kg.6 kg 2 RB = RB = 113.

l  x 2 2 227.5 kg .

5 kg.mm 2 MAC =  MAC =  MBC =  MBC =  Pada Gambar 3.3.300  150 = -17 062. . dapat dilihat Diagram Gaya Lintang ( SFD ) dan Diagram Momen Bengkok ( BMD ) .

3. Kekuatan batang penyangga Batang pada mesin ini.000 kg/mm².7 berfungsi sebagai pilar penyangga dan penahan kedua plat dari reaksi tegangan yang dialami oleh plat tersebut. seperti pada gambar 3.dimana modulus elastisitas E untuk bahan tersebut = 21.7.60 Gambar 3. Reaksi tegangan yang di terima oleh plat searah dengan sumbu vertical kebawah (-) dan keatas (+) sehingga batang penyangga menerima gaya pada kedua ujung batang dengan arah yang berlawanan yang mengakibatkan batang tersebut cenderung meregang dan bertambah panjang yang disebut dengan gaya tarik. . Batang penyangga terbuat dari baja ST 37 dengan panjang batang L= 557 mm dan diameter batang d= 25 mm. Diagram Gaya Lintang ( SFD ) dan Diagram Momen Bengkok ( BMD ) Plat rangka 3.2.

61 Gambar 3. .1). Batang penyangga Dalam perancangan batang penyangga ini akan dihitung Tegangan tarik dan Regangan pada beban 7 5 kg/cm dalam batas elastic batang pada kontruksi aman . Tegangan tarik pada batang penyangga  .Urryand P.9. Tegangan dan Regangan yang terjadi pada batang rancangan ini merupakan tegangan -regangan sederhana atau suatu gaya normal tarik yang dapat didefinisikan dalam persamaan sebagai berikut S.A.J.Turner 1995 bab. Tegangan W ! gaya F luas A Gambar 3.

1159 kg/mm² Re gangan I ! perubahan panjang (l panjang semula lo   360 = 36.r 2 56.5 kg / cm 2 4 ba tan g pilar ! 4.62 227.00307 mm I ! 0.73 kg/mm² ( Indian Standard.1159 kg / mm 2 x 557 mm 21000 kg / mm 2 (l ! 0.1159 kg / mm 2 Dari standar bahan baja ST 37 tegangan tarik minimum ( s ) = N/mm² tegangan tarik batang pada kontruksi aman karena minimum = 36.5 2 mm 2 ! 0. Part I).000006 kg / mm 2 .14. maka tegangan tarik I! perubahan panjang (l panjang semula l o W x lo E (l ! (l ! 0.00307 mm 557 mm I ! 0. 1978.875 kg / mm 2 W ! 3.73 kg/mm² > 0.12.

Reaksi terbesar terdapat pada lengan pengunci yaitu = 10 6 kg beban maksimum). Kekuatan sambungan a. Karena reaksi ini ditopang oleh empat pilar penahan yang terikat dengan baut ter ebut s maka reaksi pada masing-masing pada sambungan atau pengikat ialah Vp = 7 5 kg / = 3 kg.3.63 regangan) Gambar 3. Dalam penyambungan kontruksi ini terdapat delapan buah baut dan mur yang digunakan dan sepasang baut-mur pada lengan pengunci. . Mur dan Baut Mur dan baut merupakan komponen yang sangat penting dalam proses penyambungan yang bersifat dapat dilepas.3.10. Regangan pada pilar 3. Dalam alat pres biji karet ini mur dan baut digunakan untuk mengikat keempat batang penyangga dengan plat penahan.

Maka pemilihan baut diatas dinyatakan tegangan tarik karena tegangan tarik yang terjadi 0.64 Kekuatan Mur dan Baut pada tiang penyangga  Baut Faktor koreksi (Cf ) = 1. 2004: hal aman terhadap 296 ).858 mm ) 2 = 0.5 kg/mm² Tegangan tarik yang terjadi pada baut ( t ) harus lebih kecil.8 kg/mm² (untuk difinis t = = 39. Standar ulir metris yang dipilih.8 kg ( T 4 ) ( 9. .8 kg/mm² .8 kg Bahan baut dari baja liat dengan 0.5 kg/mm² pada batang < tegangan tarik yang dizinkan 4.438 kg.4 Maka beban rencana (W) = Vp x Cf = 28.4 = 39. atau sama dengan tegangan tarik yang diizinkan a ( Sularso. x 1.22% Carbon Tegangan tarik yang diizinkan ( biasa) Tegangan tarik yang terjadi pada Baut ( t ) W (T 4 ) d1 2 a ) = 4.

22% C dan tekanan kontak yang di izinkan (qa) ialah 2004: hal 298). 3 kg/mm² (Sularso.863mm = 12. = 10.65 d1 u 4W atau _ d u TW a v 0. a = 4.8 2.4 kg/mm² .3) dengan.75  Mur Bahan mur sama dengan bahan baut yaitu baja liat dengan 0.64 2 x 39. Tinggi permukaan ulir yang menahan gaya yang bekerja pada mur (h) h = D  d2 2 = 12 mm  10.00mm = 1.858mm.569 mm . Diameter inti ( d1 ) Diameter efektif ( d2 ) Diameter luar ( D ) Jarak bagi ( p ) = 9.863 mm 2 = 0.8 kg/mm² = 2.8 kg/mm² = 0. 4 2W Wa d1 u d1 u 5.5 x 4.76 mm Dari baut yang akan dipilih untuk mengikat plat penahan dengan pilar penyangga ialah ulir metris kasar M12 (table 2.

8 2.299 kg/mm² Besarnya tekanan kontak pada permukaan ulir ( q ) harus lebih kecil dari tekanan kontak yang diizinkan qa (Sularso. tinggi mur (H) = (0. z 39.14 . 0.64 2 x 39. 5 ± 1. p z = = H p 12mm 1.0 ) D = 1 x 12mm = 12 mm Jumlah ulir yang terdapat pada mur ( z ) H=z .75 = 6. 10.857 ! = 0. hal 296). Mur pada kontruksi ini aman karena q ” qa yaitu 0.569 mm .66 Menurut standar. 6. 2004.863mm . 4 2W Wa d1 u d1 u 5. d1 u 4W atau _ d u TW a v 0.759 mm .8 kg 3.d2 . Standar ulir metris yang dipilih.h .299 kg/mm² < 3kg/mm².857 Besarnya tekanan kontak pada permukaan ulir ( q ) q ! W e qa T .

3) dengan.174 kg/mm² .546 mm ) 2 = 2.5 kg Bahan baut dari baja liat dengan 0.5 kg. Diameter inti ( d1 ) Diameter luar ( D ) Diameter efektif ( d2 ) = 10.863 mm = 3 kg/mm² = 1.5 kg ( T 4 ) ( 11. kg x 1.22% C dengan seri Mur dan Baut yang dituju ialah M12 (table 2.4 = 318.75 Tekanan kontak yang diizinkan (qa) Jarak bagi ( p ) Kekuatan Mur dan Baut pada lengan pengunci  K ekuatan baut Maka beban rencana (W) = Vpx Cf = 227.8 kg/mm² (untuk difinis Tegangan tarik yang terjadi pada baut ( t ) W (T 4 ) d1 2 t = = 227.00 mm = 10.22% Carbon Tegangan tarik yang diizinkan ( biasa) a ) = 4. = 12.67 Maka bahan baut dan mur yang digunakan adalah baja liat dengan 0.106 mm.

8 kg 3. tinggi mur (H) = (0. z 39.569 mm Menurut standar. 10.299 kg/mm² . p z = H p 12 mm 1. Tinggi permukaan ulir yang menahan gaya yang bekerja pada mur (h) h = D  d2 2 = 12 mm  10.14 .174 kg/mm² < tegangan tarik yang dizinkan 4. 5 ± 1.8 kg/mm² . 6.h .569 mm .0 ) D = 1 x 12mm = 12 mm Jumlah ulir yang terdapat pada mur ( z ) H=z .75 = = 6.857 ! = 0.857 Besarnya tekanan kontak pada permukaan ulir ( q ) q ! W e qa T .d2 .68 Maka pemilihan baut diatas dinyatakan aman terhadap tegangan tarik karena tegangan tarik yang terjadi 2.863mm .863 mm 2 = 0. 0.

4 kg mm 2 2W Wa d1 u d 1 u 13 .4 kg/mm² .64 2 x 227 .00mm =2 . hal 296).546 mm = 12.8 kg/mm² = 0. a = 4.299 kg/mm² < 3 kg/mm².22% C dengan seri Mur dan Baut yang dituju ialah M14 dengan.69 Besarnya tekanan kontak pada permukaan ulir ( q ) harus lebih kecil dari tekanan kontak yang diizinkan qa (Sularso.5 x 4. d1 u 4W atau _ d u TW a v 0. 2004. Dari baut yang akan dipakai untuk lengan pegunci dengan ulir matris kasar ialah M14 dengan Diameter inti ( d1 ) Diameter efektif ( d2 ) Diameter luar ( D ) Jarak bagi ( p ) = 11.701 mm = 14.8 kg/mm² = 2.769 mm Maka bahan baut dan mur yang digunakan adalah baja liat dengan 0. Mur pada kontruksi ini aman karena q ” qa yaitu 0.5 kg 2.

25 kg/mm² < 3kg/mm². tinggi mur ( H ) = ( 0.6495 mm Menurut standar. 12.25 kg/mm² Mur pada kontruksi aman karena tekana kontak yang terjadi lebih kecil dari takanan kontak yang di izinkan yaitu 1.h .701 mm 2 = = 0.00 mm  12. 0. z 227.8 ± 1.701 mm . . 7 ! = 1. p z = H p 14 mm 2 = =7 Besarnya tekanan kontak pada permukaan ulir ( q ) q ! W e qa T .6495 mm .70  K ekuatan Mur Tinggi permukaan ulir yang menahan gaya yang bekerja pada mur ( h ) h = D  d2 2 14.d2 .14 .0 ) D = 1 x 14mm = 14 mm Jumlah ulir yang terdapat pada mur ( z ) H=z .5 kg 3.

00 mm = 2 = 3 kg/mm² qa b.835 mm.769 mm Maka bahan baut dan mur yang digunakan adalah baja liat dengan 0.4 kg/mm² . = 12.5 kg 2. Pengelasan pada tabung bahan (Silinder) Tabung bahan pada kontruksi yang berbentuk Silinder terbuat dari plat baja setebal 3 mm direncanakan mampu menahan beban tekan dari pengepresan sebesar 227. Kekuatan las Perlakuan pengelasan terdapat pada tabung bahan dan plat penekan bahan. d1 u 4W atau _ d u TW a v 0.5 kg/cm2 namun alas bahan berupa plat lingkaran dengan diameter sama dengan diameter luar tabung masih .4 kg mm 2 2W Wa d1 u d1 u 13 .8 kg/mm² = 2.8 kg/mm² = 0.64 2 x 227.22% C dengan seri Mur dan Baut yang dituju ialah M14 dengan.71 a = 4.5 x 4.701 mm = 14. Diameter inti ( d1 ) Diameter luar ( d2 ) Diameter luar ( D ) Jarak bagi ( p ) = 11.

5 kg 273. 3.707 . 123 mm =273.14 . Gambar 3.707 .D = 0.D = t. s . . . Luas kampuh las ( A ) Dengan t= sin 45.06 mm² Tegangan Tarik maksimum yang diterima kampuh las ft max ! P A 227. 1995. Posisi pengelasan pada tabung Batas kekuatan kampuh las pada sambungan antara kedua plat pada silinder bahan dapat ditentukan dari persamaan dibawah ini (J.72 terpisah sehingga plat baja tersebut harus diikat dengan cara dilas busur.s = 0. Gupta.83 kg/mm² Tegangan tarik yang diizinkan pada kampuh las untuk kontruksi tersebut tidak boleh melebihi kekuatan Elektroda itu sendiri. . K. 6mm .06 mm 2 = = 0.309). hal 278 .11.

. p = 0. s ) 43 s = 0.6 kg/mm² ft max (tegangan tarik maksimum yang terjadi pada kampuh las) 0.6 .83 kg/mm². Karena tegangan tarik rencana ft max (0. Dimana kekuatan tarik rencana ( p ) elektroda ialah.73 Elektroda yang digunakan pada penyambungan las ini adalah jenis D4313 ( Menurut JIS ) dengan kekuatan tarik elektroda ( kg/mm².6 .6 kg/mm² ) > tegangan tarik. 43kg/mm² = 25.Maka sambungan las yang digunakan aman terhadap p ( 25.83 kg/mm²).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful