BAB I GENERATOR SINKRON (ALTERNATOR

)

Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron. Generator sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron yangdigunakan untuk mengubah daya mekanik menjadi daya listrik. Generator sinkrondapat berupa generator sinkron tiga fasa atau generator sinkron AC satu fasatergantung dari kebutuhan. 1.1 Konstruksi Generator Sinkron Pada generator sinkron, arus DC diterapkan pada lilitan rotor untuk mengahasilkan mdan magnet rotor. Rotor generator diputar oleh prime mover menghasilkan medan magnet berputar pada mesin. Medan magnet putar ini menginduksi tegangan tiga fasa pada kumparan stator generator. Rotor pada generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnet yang besar. Kutub medan magnet rotor dapat berupa salient (kutub sepatu) dan dan non salient (rotor silinder). Gambaran bentuk kutup sepatu generator sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 1.1 Rotor salient (kutub sepatu) pada generator sinkron

1

Pada kutub salient, permukaan rotor.

kutub magnet menonjol keluar dari permukaan rotor

sedangkan pada kutub non salient, konstruksi kutub magnet rata dengan Rotor silinder umumnya digunakan untuk rotor dua kutub dan empat kutub, sedangkan rotor kutub sepatu digunakan untuk rotor dengan empat atau lebih kutub. Pemilihan konstruksi rotor tergantung dari kecepatan putar prime mover, frekuensi dan rating daya generator. Generator dengan kecepatan 1500 rpm ke atas pada frekuensi 50 Hz dan rating daya sekitar 10MVA menggunakan rotor silinder. Sementara untuk daya dibawah 10 MVA dan kecepatan rendah maka digunakan rotor kutub sepatu. Gambaran bentuk kutup silinder generator sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

(a)

(b)

Gambar 1.2 Gambaran bentuk (a) rotor Non-salient (rotor silinder), (b) penampang rotor pada generator sinkron Arus DC disuplai ke rangkaian medan rotor dengan dua cara: 1. Menyuplai daya DC ke rangkaian dari sumber DC eksternal dengan sarana slip ring dan sikat. 2. Menyuplai daya DC dari sumber DC khusus yang ditempelkan langsung pada batang rotor generator sinkron. 1.2 Prinsip Kerja Generator Sinkron Jika sebuah kumparan diputar pada kecepatan konstan pada medan magnethomogen, maka akan terinduksi tegangan sinusoidal pada kumparan tersebut. Medan magnet bisa dihasilkan oleh kumparan yang dialiri arus DC atau

2

oleh magnet tetap. Pada mesin tipe ini medan magnet diletakkan pada stator (disebut generator kutub eksternal / external pole generator) yang mana energi listrik dibangkitkan pada kumparan rotor. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada slip ring dan karbon sikat, sehingga menimbulkan permasalahan pada pembangkitan daya tinggi. Untuk mengatasi permasalahan ini, digunakan tipe generator dengan kutub internal (internal pole generator), yang mana medan magnet dibangkitkan oleh kutub rotor dan tegangan AC dibangkitkan pada rangkaian stator. Tegangan yang dihasilkan akan sinusoidal jika rapat fluks magnet pada celah udara terdistribusi sinusoidal dan rotor diputar pada kecepatan konstan. Tegangan AC tiga fasa dibangkitan pada mesin sinkron kutub internal pada tiga kumparan stator yang diset sedemikian rupa sehingga membentuk beda fasa dengan sudut 120°. Bentuk gambaran sederhana hubungan kumparan 3-fasa dengan tegangan yang dibangkitkan diperlilhatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 1.3 Gambaran sederhana kumparan 3-fasa dan tegangan yang dibangkitkan . Pada rotor kutub sepatu, fluks terdistribusi sinusoidal didapatkan dengan mendesain bentuk sepatu kutub. Sedangkan pada rotor silinder, kumparan rotor disusun secara khusus untuk mendapatkan fluks terdistribusi secara sinusoidal. Untuk tipe generator dengan kutub internal (internal pole generator), suplai DC yang dihubungkan ke kumparan rotor melalui slip ring dan sikat untuk

3

menghasilkan medan magnet merupakan eksitasi daya rendah. Jika rotor menggunakan magnet permanen, maka tidak slip ring dan sikat karbon tidak begitu diperlukan. 1.3 Kecepatan Putar Generator Sinkron Frekuensi elektris yang dihasilkan generator sinkron adalah sinkron dengan kecepatan putar generator. Rotor generator sinkron terdiri atas rangkaian elektromagnet dengan suplai arus DC. Medan magnet rotor bergerak pada arah putaran rotor. Hubungan antara kecepatan putar medan magnet pada mesin dengan frekuensi elektrik pada stator adalah:
fe = nr . p 120

(1.1)

yang mana: fe = frekuensi listrik (Hz) nr = kecepatan putar rotor = kecepatan medan magnet (rpm) p = jumlah kutub magnet Oleh karena rotor berputar pada kecepatan yang sama dengan medan magnet, persamaan diatas juga menunjukkan hubungan antara kecepatan putar rotor dengan frekuensi listrik yang dihasilkan. Agar daya listrik dibangkitkan tetap pada frekuensi 50Hz atau 60 Hz, maka generator harus berputar pada kecepatan tetapdengan jumlah kutub mesin yang telah ditentukan. Sebagai contoh untuk membangkitkan 60 Hz pada mesin dua kutub, rotor arus berputar dengan kecepatan 3600 rpm. Untuk membangkitkan daya 50 Hz pada mesin empat kutub, rotor harus berputar pada 1500 rpm. 1.4 Alternator tanpa beban Dengan memutar alternator pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (IF), maka tegangan (Ea ) akan terinduksi pada kumparan jangkar stator. Bentuk hubungannya diperlihatkan pada persamaan berikut. Ea = c.n.φ yang mana: c = konstanta mesin (1.2)

4

Reaktansi pemagnet (Xm ) ini bersama-sama dengan reaktansi fluks bocor (Xa ) dikenal sebagai reaktansi sinkron (Xs) .3) (1. karenanya tidak terdapat pengaruh reaksi jangkar. Fluks hanya dihasilkan oleh arus medan (IF).Ra + j I.n = putaran sinkron φ = fluks yang dihasilkan oleh IF Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator.Xs Xs = Xm + Xa yang mana: Ea = tegangan induksi pada jangkar V = tegangan terminal output Ra = resistansi jangkar Xs = reaktansi sinkron Karakteristik pembebanan dan diagram vektor dari alternator berbeban induktif (faktor kerja terbelakang) dapat dilihat pada gambar di bawah ini : (1.5 Alternator Berbeban Dalam keadaan berbeban arus jangkar akan mengalir dan mengakibatkan terjadinya reaksi jangkar. akan diperoleh harga Ea seperti yang terlihat pada kurva sebagai berikut.4 Karakteristik tanpa beban generator sinkron 1. Reaksi jangkar besifat reaktif karena itu dinyatakan sebagai reaktansi. Apabila arus medan (IF) diubah-ubah harganya. gambar 1. Persamaan tegangan pada generator adalah: Ea = V + I.4) 5 . dan disebut reaktansi magnetisasi (Xm ).

Induktansi sendiri kumparan jangkar. 3. Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan antara tegangan induksi dengan tegangan terminal adalah: 1.7 Menentukan Parameter Generator Sinkron Harga s X diperoleh dari dua macam percobaan yaitu percobaan tanpa beban dan percobaan hubungan singkat. Pada pengujian tanpa beban.5 Karakteristik alternator berbeban induktif 1. Tegangan ini biasanya tidak sama dengan tegangan yang muncul pada terminal generator. Efek permukaan rotor kutub sepatu. generator 6 . Rangkaian ekuivalen generator sinkron perfasa ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Gambar 1.6 Rangkaian Ekuivalen Generator Sinkron Tegangan induksi Ea dibangkitkan pada fasa generator sinkron. Resistansi kumparan jangkar. Distorsi medan magnet pada celah udara oleh mengalirnya arus pada stator. 4.Gambar 1.6 Rangkaian ekuivalen generator sinkron perfasa 1. Tegangan induksi sama dengan tegangan output terminal hanya ketika tidak ada arus jangkar yang mengalir pada mesin. 2. disebut reaksi jangkar.

8 Karakteristik hubung singkat alternator 7 . Arus eksitasi medan mula adalah nol. Gambar 1. Gambar 1. Pada pengujian ini mula-mula arus eksitasi medan dibuat nol. Dari kurva ini harga yang akan dipakai adalah harga liniernya (unsaturated). Gambaran karakteristik hubung singkat alternator diberikan di bawah ini. Kemudian arus jangkar Ia (= arus saluran) diukur dengan mengubah arus eksitasi medan.diputar pada kecepatan ratingnya dan terminal generator tidak dihubungkan ke beban. dan terminal generator dihubung singkat melalui ampere meter. Sehingga dari pengujian ini diperoleh kurva Ea sebagai fungsi arus medan (If). dan ini merupakan garis lurus. Kemudian arus eksitasi medan dinaikan bertahap dan tegangan terminal generator diukur pada tiap tahapan. Pemakaian harga linier yang merupakan garis lurus cukup beralasan mengingat kelebihan arus medan pada keadaan jenuh sebenarnya dikompensasi oleh adanya reaksi jangkar.7 Karakteristik tanpa beban Pengujian yang kedua yaitu pengujian hubung singkat. Dari percobaan tanpa beban arus jangkar adalah nol (Ia = 0) sehingga V sama dengan Ea. Dari pengujian hubung singkat akan menghasilkan hubungan antara arus jangkar (Ia ) sebagai fungsi arus medan (IF).

Ketika terminal generator dihubung singkat maka tegangan terminal adalah nol.9 Diagram fasor (a) Faktor daya satu (b) faktor daya tertinggal (c) faktor daya mendahului 8 . Selanjutnya tahanan jangkar perfasa pada kumparan dapat diperoleh dengan menggunakan hukum ohm sebagai berikut.5) Oleh karena Xs >> Ra. maka persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi: Xs = Ea VOC = Ia Iahs (1. Impedansi internal mesin adalah: Zs = Ra 2 + Xs 2 = Ea Ia (1.6) Jika Ia dan Ea diketahui untuk kondisi tertentu. Tahanan jangkar dapat diukur dengan menerapkan tegangan DC pada kumparan jangkar pada kondisi generator diam saat hubungan bintang (Y).8 Diagram Fasor Gambar 1.7) Penggunaan tegangan DC ini adalah supaya reaktansi kumparan sama dengan nol pada saat pengukuran. Ra = V DC 2. 1. kemudian arus yang mengalir diukur. maka nilai reaktansi sinkron dapat diketahui.I DC (1.

Harga sesaat ggl kedua alternator harus sama dalam kebesarannya. Selain untuk tujuan di atas. karakteristik tegangan teminal V terhadap arus jangkar Ia diperlihatkan pada gambar 1. kerja pararel juga sering dibutuhkan untuk menjaga kontinuitas pelayanan apabila ada mesin (alternator) yang harus dihentikan.9 Pengaturan Tegangan (Regulasi Tegangan) Pengaturan tegangan adalah perubahan tegangan terminal alternator antara keadaan beban nol (VNL) dengan beban penuh (VFL). misalnya untuk istirahat atau reparasi. maka alternator lain masih bisa bekerja untuk mensuplai beban yang lain. Diagram dipengaruhi selain oleh faktor kerja juga oleh besarnya arus jangkar (Ia ) yang mengalir. Dengan memperhatikan perubahan tegangan V untuk faktor keja yang berbeda-beda. atau harga sesaat ggl alternator harus sama dalam kebesarannya dan bertentangan dalam arah dengan harga efektif tegangan jalajala. Untuk maksud mempararelkan ini.8) 1. 1.10 Kerja Paralel Alternator Untuk melayani beban yang berkembang. Fasa kedua alternator harus sama 4. maka dilakukan penggabungan alternator dengan cara mempararelkan dua atau lebih alternator pada sistem tenaga dengan maksud memperbesar kapasitas daya yang dibangkitkan pada sistem. maka diperlukan tambahan sumber daya listrik.9. VR = V NL − V FL x100 % V FL (1. ada beberapa pesyaratan yang harus dipenuhi. Keadaan ini memberikan gambaran batasan drop tegangan yang terjadi pada generator. dan bertentangan dalam arah. yaitu: 1. 2. Frekuensi kedua alternator atau frekuensi alternator dengan jala harus sama 3. Agar sumber daya listrik yang yang baru (alternator baru) bisa digunakan bersama. Urutan fasa kedua alternator harus sama 9 .Diagram fasor memperlihatkan bahwa terjadinya pebedaan antara tegangan teminal V dalam keadaan berbeban dengan tegangan induksi (Ea ) atau tegangan pada saat tidak berbeban. yang dinyatakan sebagai berikut.

Frekuensi tegangan generator diatur oleh penggerak mula. maka mulamula G diputar oleh penggerak mula mendekati putaran sinkronnya. lalu penguatan IF diatur hingga tegangan terminal generator tersebut sama denga jalajala. Sehingga apabila ke tiga lampu sedang tidak bekedip berarti fL = fG atau frekuensi tegangan generator dan jala-jala sudah sama. 10 .Bila sebuah generator ’G’ akan diparaelkan dengan jala-jala.10 Operasi paralel generator sinkron Jika rangakaian untuk pararel itu benar (urutan fasa sama) maka lampu L1. maka lampu L1. Bentuk hubungan operasi paralel generator sinkron dengan lampu sinkronoskop diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Gambar 1. L2. L2. Jika urutan fasa kedua sistem tegangan sama. dan L3. Untuk mendekati frekuensi dan urutan fasa kedua tegangan (generator dan jala-jala) digunakan alat pendeteksi yang dapat berupa lampu sinkronoskop hubungan terang. dapat dilihat dari lampu tersebut. Benar tidaknya hubungan pararel tadi. sedang besar tegangan diatur oleh penguatan medan. L2 dan L3 akan hidup-mati bergantian dengan frekuensi (fL + fG ) cycle. L2 dan L3 akan hidup-mati dengan frekuensi fL .fG cycle. posisi semua fasa sistem tegangan jala-jala berimpit dengan semua fasa sistem tegangan generator. Dalam hal ini dua buah fasa (sebarang) pada terminal generator harus kita pertukarkan. Jika rangkaian untuk mempararelkan itu salah (urutan fasa tidak sama) maka lampu L1. Saat mempararelkan adalah pada keadaan L1 mati sedangkan L2 dan L3 menyala sama terang. Dalam keadaan ini. dan keadaan ini berlangsung agak lama (yang berarti fL dan fG sudah sangat dekat atau benar-benar sama). dan L3 akan hidup-mati bergantian dengan frekuensi fL . Untuk mengetahui bahwa fasa kedua tegangan (generator dan jala-jala) sama dapat dilihat dari lampu L1.fG cycle.

Mesin sinkron mempunyai kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan pada rotor. 2. Arus tiga fasa pada kumparan jangkar ini menghasilkan medan putar homogen (BS). sedangkan kumparan medan mesin sinkron dapat berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder). Arus DC pada rotor ini menghasilkan medan magnet 11 . motor sinkron mendapat eksitasi dari sumber DC eksternal yang dihubungkan ke rangkaian rotor melalui slip ring dan sikat.1 memperlihatkan keadaan terjadinya torsi pada motor sinkron.1 Prinsip Kerja Motor Sinkron Gambar 2. Arus searah (DC) untuk menghasilkan fluks pada kumparan medan dialirkan ke rotor melalui cincin dan sikat. Kumparan jangkarnya berbentuk sama dengan mesin induksi. Berbeda dengan motor induksi.BAB II MOTOR SINKRON Motor Sinkron adalah mesin sinkron yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.1 Terjadinya torsi pada motor sinkron (a) tanpa beban (b) kondisi berbeban (c) kurva karakteristik torsi Gambar 2. Keadaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut: apabila kumparan jangkar (pada stator) dihubungkan dengan sumber tegangan tiga fasa maka akan mengalir arus tiga fasa pada kumparan.

sumbu kutub medan putar berimpit dengan sumbu kumparan medan (δ = 0). 12 . faktor daya motor sinkron dapat diatur dengan mengubah-ubah harga arus medan (IF) 2. Semakin besar sudut antara kedua medan magnet. kecuali arah aliran daya pada motor sinkron merupakan kebalikan dari generator sinkron.2. untuk kemudian berputar dengan kecepatan yang sama lagi. dan karenanya motor bekerja pada faktor daya mendahului (leading). Dengan demikian. dan stator akan menarik arus yang bersifat kapasitif dari jala-jala.0. Kutub medan rotor mendapat tarikan dari kutub medan putar stator hingga turut berputar dengan kecepatan yang sama (sinkron). Sebaliknya bila arus pada medan rotor belebih (penguat berlebih). stator akan menarik arus magnetisasi dari jala-jala. Bentuk rangkaian ekuivalen motor sinkron diperlihatkan pada gambar 2. Oleh karena arah aliran daya pada motor sinkron dibalik. T = k . Torsi yang dihasilkan motor sinkron merupakan fungsi sudut torsi (δ ).2 Rangkaian Ekuivalen Motor Sinkron Motor sinkron pada dasarnya adalah sama dengan generator sinkron. maka torsi yang dihasilkan akan semakin besar seperti persamaan di bawah ini. Ketika arus medan pada rotor kurang (penguat bekurang).Bnet sin δ (2. maka ketika arus medan pada rotor cukup untuk membangkitkan fluks (ggm) yang diperlukan motor. Penambahan beban lebih lanjut mengakibatkan hilangnya kekuatan torsi dan motor disebut kehilangan sinkronisasi. maka arah aliran arus pada stator motor sinkron juga dapat dianggap dibalik. Beban maksimum tercapai ketika δ = 90o. sehingga motor bekerja pada faktor daya terbelakang (lagging). kecuali arah arus Ia dibalik. Oleh karena pada motor sinkron terdapat dua sumber pembangkit fluks yaitu arus bolak-balik (AC) pada stator dan arus searah (DC) pada rotor. Maka rangkaianekuivalen motor sinkron adalah sama dengan rangkaian ekuivalen generator sinkron. maka stator tidak perlu memberikan arus magnetisasi atau daya reaktif dan motor bekerja pada faktor daya = 1.1) Pada beban nol. kelebihan fluks (ggm) ini harus diimbangi.BR .rotor (BR) yang tetap. Setiap penambahan beban membuat medan motor “tertinggal” dari medan stator. berbentuk sudut kopel (δ ).

XS atau : Ea = Vθ .Ia.Ra + jIa.2 dapat dibuatkan persamaan tegangan rangkaian ekuivalen motor sinkron sebagai berikut. Kecepatan motor yang tetap ini dari kondisi tanpa beban sampai torsi maksimum yang bisa disuplai motor disebut torsi pullout.2 Rangkaian ekuivalen motor sinkron Dari gambar 2. (2.2) Gambar 2.3 Karakteristik torsi .Ra – jIa. oleh karena itu kecepatan motor adalah konstan pada beban bagaimanapun. Bentuk karakteristik torsi terhadap kecepatan ini diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Vθ = Ea + Ia.3) (2. Kecepatan putaran motor adalah terkunci pada frekuensi listrik yang diterapkan.3 Kurva Karakteristik Torsi-Kecepatan Motor Sinkron Motor sinkron pada dasarnya merupakan alat yang menyuplai tenaga ke beban pada kecepatan konstan.kecepatan 13 .Gambar 2.XS 2.

Ea .3) dapat dibuatkan kembali persamaan torsi motor sinkron sebagai berikut. Xs (2. Ketika hal ini terjadi. sin δ ωm . ωm . Dengan mengacu kembali ke persamaan (2. Tind = k .B R .6) Dari persamaan di atas menunjukkan bahwa semakin besar arus medan.4 memberikan gambaran bentuk pengaruh perubahan beban pada motor sinkron.4). maka motor akan membangkitkan torsi yang cukup untuk menjaga motor dan bebannya berputar pada kecepatan sinkron. Jika beban pada motor dinaikkan. (2. maka torsi maksimum motor akan semakin besar.4 Pengaruh Perubahan Beban Pada Motor Sinkron Gambar 2.Ea . Xs Torsi maksimum motor terjadi ketika δ = 90°. 2. Jika beban dihubungkan pada motor sinkron. maka persamaan Torsi maksimum (pullout) motor sinkron dapat dibuatkan sebagai berikut.4) Umumnya torsi maksimum motor sinkron adalah tiga kali torsi beban penuhnya. Tind = 3.4 Pengaruh perubahan beban pada motor sinkron Gambar 2. Misal mula-mula motor sinkron beroperasi pada faktor daya mendahului (leading).Bnet (2. putaran rotor pada asalnya akan melambat.Vφ . Ketika torsi pada motor sinkron melebihi torsi maksimum maka motor akan kehilangan sinkronisasi. maka sudut torsi δ menjadi 14 .Dengan mengacu kebali ke persamaan (2.Vφ .5) atau Tind = 3.1) dan (2.

sin δ dan Ia. tetapi ia hanya bergeser di sepanjang garis dengan daya konstan. Gambar 2. Kenaikan torsi induksi akan menambah kecepatan rotor.5 Pengaruh Pengubahan Arus Medan pada Motor Sinkron Kenaikan arus medan IF menyebabkan kenaikan besar Ea tetapi tidak mempengaruhi daya real yang disuplai motor. dan tegangan fasa sumber juga konstan. Oleh karena perubahan arus medan tidak mempengaruhi kecepatan dan beban yang dipasang pada motor tidak berubah sehingga daya real yang disuplai motor tidak berubah. arus jangkar Ia adalah lagging dan motor bersifat induktif. Pada nila Ea rendah.5 Pengaruh kenaikan arus medan pada motor sinkron Ketika nilai Ea naik.cos θ ) juga harus konstan. 2. Ia bertindak seperti kombinasi resitor-induktor dan menyerap daya reaktif Q. arus jangkar menjadi kecil dan pada akhirnya menjadi segaris (sefasa) dengan tegangan. maka jarak daya pada diagram fasor (Ea. Pada kondisi ini motor bersifat resistif murni. Ketika arus medan dinaikkan lebih jauh. Ketika arus medan dinaikkan. Ia bertindak seperti kombinasi resistor-kapasitor menyerap daya reaktif negatif –Q 15 . dan motor akan kembali berputar pada kecepatan sinkron tapi dengan sudut torsi δ yang lebih besar.lebih besar dan torsi induksi akan naik. Gambaran hubungan pengaruh kenaikan arus medan pada motor sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Ketika arus medan dinaikan. maka arus jangkar akan menjadi mendahului (leading) dan motor menjadi beban kapasitif. besar arus Ia mula-mula turun dan kemudian naik lagi. Daya yang disuplai motor berubah hanya ketika torsi beban berubah. maka Ea naik.

6 Kurva V hubungan antara arus jangkar Ia dengan arus medan IF untuk satu beban (P) yang tetap pada motor sinkron Beberapa kurva V digambarkan untuk level daya yang berbeda.(menyuplai daya reaktif Q ke sistem). maka arus jangkar akan tertinggal (lagging) dan menyerap Q. 2. Gambar 2. Oleh karena arus medan pada kondisi ini adalah kecil. daya reaktif disuplai ke atau dari motor. dari jala-jala akan ditarik arus kapasitif. maka arus jangkar akan mendahului (leading) dan menyuplai Q. maka untuk mengkompensasi kelebihan fluks. Untuk arus medan lebih rendah dari nilai yang menyebabkan Ia minimum. Hubungan antara arus jangkar Ia dengan arus medan IF untuk satu beban (P) yang tetap akan merupakan kurva yang berbentuk V seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Arus jangkar minimum terjadi pada faktor daya satu dimana hanya daya real yang disuplai ke motor. Kondisi ini disebut over excitation. Untuk arus medan lebih besar dari nilai yang menyebabkan Ia minimum.6 Kondensor Sinkron Telah diterangkan sebelumnya bahwa apabila motor sinkron diberi penguatan berlebih. Karena itu motor sinkron (tanpa beban) yang diberi 16 . maka motor dikatakan under excitation. Pada titik lain.

7 Diagram vektor daya reaktif motor sinkron tanpa beban Pada gambar (a). sehingga E >V. medan magnet stator mulai berputar pada kecepatan sinkron. Jadi.penguat berlebih akan berfungsi sebagai kapasitor dan mempunyai kemampuan untuk memperbaiki faktor daya. maka torsi induksi pada rotor adalah nol. motor berfungsi sebagai pembangkit daya reaktif yang bersifat kapasitif (kapasitor). 2. Pada t = ¾ siklus medan magnet stator ke arah kanan menghasilkan torsi searah jarum jam. Perhatikan diagram vektor motor sinkron tanpa beban pada gambar di bawah ini. Pada gambar (b). penguatan berlebih. Selanjutnya pada t = ½ siklus BR dan BS berlawanan arah dan torsi induksi pada kondisi ini adalah nol. Motor dalam keadaan mengambang karena tidak memberikan ataupun menarik arus. Demikian 17 .7 Daya Reaktif Motor sinkron tanpa beban dalam keadaan penguatan tertentu dapat menimbulkan daya reaktif. Arus magnetisasi (lagging current) ditarik dari jalajala. Saat t = 0. penguatan berkurang. 2.8 Starting Motor Sinkron Pada saat start ( tegangan dihubungkan ke kumparan stator) kondisi motor adalah diam dan medan rotor BR juga stasioner. Gambar 2. sehingga V = E. Kemudian saat t = ¼ siklus rotor belum bergerak dan medan magnet stator ke arah kiri menghasilkan torsi induksi pada rotor berlawanan arah jarum jam. BR dan BS adalah segaris. Pada gambar (c). motor berfungsi sebagai pembangkit daya reaktif yang bersifat induktif (induktor). sehingga E < V. Daya aktif P = VI cos θ = 0. V berimpit dengan E karena dalam keadaan tanpa beban sudut daya δ = 0. Jadi. Arus kapasitif (leading current) ditarik dari jala-jala. penguatan normal. Motor sinkron demikian disebut kondensor sinkron.

Ini menyebabkan motor bergetar pada setiap siklus dan mengalami pemanasan lebih. Bentuk hubungan Torsi motor sinkron pada kondisi start ini diperlihatkan pada gambar di bawah ini. 2. Gambar 2. Menggunakan kumparan peredam (damper winding) atau dengan membuat kumparan rotor motor sinkron seperti kumparan rotor belitan pada motor induksi (hanya saat start). Menggunakan penggerak mula eksternal untuk mengakselarasikan motor sinkron hingga mencapai kecepatan sinkron. kemudian penggerak mula dimatikan (dilepaskan).8 Torsi motor sinkron pada kondisi start Selama satu siklus elektrik dihasilkan torsi pertama berlawanan jarum jam kemudian searah jarum jam. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi frekuensi tegangan yang diterapkan.seterusnya pada t = 1 siklus medan magnet stator kembali segaris dengan medan magnet rotor. 1. 3. sehingga torsi rata-rata pada satu siklus adalah nol. Tiga pendekatan dasar yang dapat digunakan untuk menstart motor sinkron dengan aman adalah. Mengurangi kecepatan medan magnet stator pada nilai yang rendah sehingga rotor dapat mengikuti dan menguncinya pada setengah siklus putaran medan magnet. 18 .

mesin cuci dan sebagainya karena motor induksi 1-fase mempunyai daya keluaran yang rendah. lemari es. tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator. dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu.BAB III MOTOR INDUKSI Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (ac) yang paling luas digunakan Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya. sedangkan motor induksi 1-fase dioperasikan pada sistem tenaga 1-fase yang banyak digunakan terutama pada penggunaan untuk peralatan rumah tangga seperti kipas angin. 3. pompa air. 3. Celah : Merupakan celah udara: Tempat berpindahnya energi dari startor ke rotor. 1. Motor induksi 3-fase dioperasikan pada sistem tenaga 3-fase dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri. Stator : Merupakan bagian yang diam dan mempunyai kumparan yang dapat menginduksikan medan elektromagnetik kepada kumparan rotornya. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi 3-fase dan motor induksi 1-fase. 19 . Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari baik di industri maupun di rumah tangga.1 Konstruksi Motor Induksi Motor induksi pada dasarnya mempunyai 3 bagian penting sebagai berikut. 2. Rotor : Merupakan bagian yang bergerak akibat adanya induksi magnet dari kumparan stator yang diinduksikan kepada kumparan rotor.

Alur. Rangka stator motor induksi didisain dengan baik dengan empat tujuan yaitu: 1. 20 . 1.1. 2. Menutupi inti dan kumparannya. 1. 2. Berguna sebagai sarana rumahan ventilasi udara sehingga pendinginan lebih efektif. Inti rotor. 4.1 Bentuk konstruksi dari motor induksi Konstruksi rotor motor induksi terdiri dari bahagian-bahagian sebagai berikut. 3. maka motor induksi dapat dibagi menjadi dua jenis seperti yang diperlihatkan pada gambar 3. dimana alur ini merupakan tempat meletakkan belitan (kumparan stator). yaitu. 1. 4. Menyalurkan torsi ke bagian peralatan pendukung mesin dan oleh karena itu stator didisain untuk tahan terhadap gaya putar dan goncangan. Belitan (kumparan) stator dari tembaga. Melindungi bagian-bagian mesin yang bergerak dari kontak langsung dengan manusia dan dari goresan yang disebabkan oleh gangguan objek atau gangguan udara terbuka (cuaca luar). bahannya dari besi lunak atau baja silikon sama dengan inti stator. 3.Konstruksi stator motor induksi pada dasarnya terdiri dari bahagianbahagian sebagai berikut. Inti stator dari besi lunak atau baja silikon. bahannya sama dengan inti. Berdasarkan bentuk konstruksi rotornya. Motor induksi dengan rotor sangkar (squirrel cage). 2. Rumah stator (rangka stator) dari besi tuang. Motor induksi dengan rotor belitan (wound rotor) a) Rangka Stator b) Rotor Belitan c) Rotor Sangkar Gambar 3.

bahannya dari besi lunak atau baja silikon sama dengan inti. Alur. Celah udara yang terdapat antara stator dan rotor diatur sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil kerja motor yang optimum. 120f/2p). Belitan rotor. Alur merupakan tempat meletakkan belitan (kumparan) rotor.2 menunjukkan arah arus yang melewati kumparan masuk ke dalam kertas (tulisan ini) sedangkan tanda titik (. Poros atau as. sehingga 21 . 3. Pada celah udara ini lewat fluks induksi stator yang memotong kumparan rotor sehingga meyebabkan rotor berputar. 2' R o to r K u m p aran s ta to r 2 x x 1 K u m p aran r o to r ran g ka ka ki C e la h u d a r a S ta to r Gambar 3. dan sesuai dengan Hukum Lentz.2. Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor. sebaliknya bila jarak antara celah terlalu kecil/sempit akan menimbulkan kesukaran mekanis pada mesin. Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns =.) menunjukkan bahwa arah arus keluar dari kertas.2. rotor pun akan turut berputar mengikuti medan putar stator. akan memperbesar kopel motor yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor. Bentuk gambaran sederhana penempatan stator dan rotor pada motor induksi diperlihatkan pada gambar 3. 4. 1' . Diantara stator dan rotor terdapat celah udara yang merupakan ruangan antara stator dan rotor. . Bertambahnya beban.2 Gambaran sederhana motor induksi dengan satu kumparan stator dan satu kumparan rotor Tanda silang (x) pada kumparan stator atau rotor pada gambar 3. Perbedaan putaran relatif antara stator dan rotor disebut slip. sehingga terinduksi arus. Bila celah udara antara stator dan rotor terlalu besar akan mengakibatkan efisiensi motor induksi rendah. bahannya dari tembaga.

Besarnya (3. Kecepatan berputarnya medan putar ini disebut kecepatan kecepatan sinkron ini adalah sebagai berikut. Pada rangka stator terdapat kumparan stator yang ditempatkan pada slot-slotnya yang dililitkan pada sejumlah kutup tertentu. f / P (putaran/menit. Prinsip Kerja Motor Induksi Motor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan stator kepada kumparan rotornya. Makin besar jumlah kutup akan mengakibatkan makin kecilnya kecepatan putar medan stator dan sebaliknya. Garis-garis gaya fluks yang diinduksikan dari kumparan stator akan memotong kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl) atau tegangan induksi dan karena penghantar (kumparan) rotor merupakan rangkaian yang tertutup. 3.2) = kecepatan putaran sinkron medan magnet stator Prinsip kerja motor induksi berdasarkan macam fase sumber tegangannya dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut dibawah ini. Sumber 3-fase Sumber 3-fase ini biasanya digunakan oleh motor induksi 3-fase. Bila beban motor bertambah.2.1) = 2π f (listrik. Penghantar (kumparan) rotor yang dialiri arus ini berada dalam garis gaya fluks yang berasal dari kumparan stator sehingga kumparan rotor akan mengalami gaya Lorentz yang menimbulkan torsi yang cenderung menggerakkan rotor sesuai dengan arah pergerakan medan induksi stator. rpm) yang mana : f = frekuensi sumber AC (Hz) P = jumlah pasang kutup Ns dan ω sink (3. 1. rad/dt) = 2π f / P (mekanik. ω sink sinkron. maka akan mengalir arus pada kumparan rotor. putaran rotor cenderung menurun.slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jumlah kutup ini menentukan kecepatan berputarnya medan stator yang terjadi yang diinduksikan ke rotornya. Motor induksi 3-fase ini mempunyai kumparan 3-fase yang terpisah antar satu sama lainya sejarak 1200 listrik yang dialiri oleh arus listrik 3-fase yang berbeda fase 22 . Jadi. rad/dt) atau: Ns = 60.

23 .2 1 ' 2 Φm ' ' 3 4 ' I 120 * 120 * 120 * θ a) b) III Gambar 3.4b) Φ 0 II fa s e .3 N e tra l S1 F2 F3 S2 S3 F1 Gambar 3.1 fas e . Bentuk gambaran sederhana hubungan kumparan motor induksi 3-fase dengan dua kutup stator diperlihatkan pada gambar 3.2 fa s e .1200 listrik antar fasenya.4 (fluks yang terjadi pada kumparan 3-fase diasumsikan sinusoidal seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.5.4a dengan mengambil titik-titik 0. 1.φ 2 dan φ 3 akibat pengaruh dihitung setiap 1/6 perioda dari gambar 3.3 Bentuk hubungan kumparan motor induksi 3-fase dengan dua kutup stator Berntuk gambaran fluk yang terjadi pada motor induksi 3-fasa diperllihatkan pada gambar 3. 2 dan 3 maka akan diperoleh bentuk gambaran perputaran fluks stator seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.3 Bila dimisalkan nilai fluks maksimum yang terjadi pada salah satu fasenya disebut φ m .1 fa s e . maka resultan fluks φ r pada setiap saat diperoleh dengan melakukan 1 penjumlah vektor dari masing-masing fluks φ 3-fasenya. sehingga keadaan ini akan menghasilkan resultan fluks magnet yang berputar seperti halnya kutup magnet aktual yang berputar secara mekanik. Bila nilai φ r .3.4 Fluks yang terjadi pada motor induksi 3-fase dari gambar 3.2 fa s e .4a dengan arah fluks positif seperti gambar 3. fa s e .

φ 3 = [( 1 3 )/2] xφ m 3 Penjumlahan vektor dari ketiga vektor φ φ r = 2 x [( φ xφ . φ 2 = .φ dan φ ini menghasilkan vektor φ r seperti yang diperlihatkan pada gambar 5(ii) dengan perhitungan : 3 )/2] m x cos (600/2) = 3 x [( 3 )/2] xφ m = (3/2) φ m Di sini dapat dilihat bahwa resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap sebesar m dan berputar searah jarum jam dengan besar sudut sebesar 60 0.5 dapat diterangkan dengan memperhatikan kembali titik-titik 0.4 sehingga didapatkan sebagai berikut. (i) Saat θ = 00 pada gambar 3.φ 2 3 =0 3 Penjumlahan vektor dari ketiga vektor φ φ r = 2 x [( (3/2) φ xφ .4a akan diperoleh : 1 = [( 3 )/2] xφ m .[( 3 )/2] xφ 1 m .5 Φm 60 0 -Φ 2 Φ3 Φ r = 1.φ 2 dan φ ini menghasilkan vektor φ r seperti yang diperlihatkan pada gambar 5(i) dengan perhitungan : 3 )/2] m x cos (600/2) = 3 x [( 3 )/2] xφ m = (3/2) φ m (ii) Saat θ = 600 pada gambar 3. φ 2 = .4a akan diperoleh : φ 1 = 0. φ 3 = . 2 dan 3 pada gambar 3.5 (i) θ = 0 60 0 -Φ 2 (ii) θ = 60 0 Φ r = 1.4 (iii) φ Saat θ = 1200 pada gambar 3.[( 3 )/2] xφ m .5 Bentuk perputaran fluks stator dari gambar 3.[( 3 )/2] xφ m 24 .5 Φm Φm0 Φ r = 1.Bentuk perhitungan hingga terjadinya perputaran fluks magnet stator dari gambar 3. φ 2 =0.4a akan diperoleh : 1 = [( 3 )/2] xφ m . Φ1 Φ r = 1.5 Φm -Φ 3 -Φ 3 0 Φ2 60 0 60 Φ1 0 (iii) θ = 120 (iv) θ = 180 0 Gambar 3. 1.

maka dapat disimpulkan sebagai berikut. maka amplitudo 25 .φ 2 dan φ 3 ini menghasilkan vektor φ r seperti yang diperlihatkan pada gambar 2.3) Dan fluks yang dihasilkan oleh kumparan b-b (fasa 2) dan c-c (fasa 3) masing-masing adalah : φ φ 2 3 =φ b cos (φ − 120°) (3.φ 2 3 =0 3 Penjumlahan vektor dari ketiga vektor φ φ r = 2 x [( xφ . 2.5 kali fluks = φ a cos φ (3.4a akan diperoleh : φ 1 = [( 3 )/2] xφ m . yaitu : φ 1 m yaitu 1.Penjumlahan vektor dari ketiga vektor φ : φ r = 2 x [( 3 )/2] 1 . Misalkan fluks yang dihasilkan oleh kumparan a-a (fasa 1) pada saat “t” dapat dinyatakan dalam koordinat polar.5) = φ c cos (φ − 240°) Karena amplitudo fluks berubah menurut waktu secara sinusoid. Besarnya fluks konstan yang terjadi pada motor induksi 3-fase juga dapat dibuktikan secara matematik. Dari uraian yang telah dijelaskan di atas. φ 2 = . 1.f /P (telah dijabarkan sebelumnya).[( 3 )/2] xφ 1 m .φ dan φ ini menghasilkan vektor φ r seperti yang diperlihatkan pada gambar 5(iv) dengan perhitungan : 3 )/2] m x cos (600/2) = 3 x [( 3 )/2] xφ m = (3/2) φ m Di sini dapat dilihat bahwa resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap lagi sebesar (3/2) φ m dan berputar lagi searah jarum jam dengan besar sudut sebesar 600 atau 1800 dari saat awal. Resultan fluks yang terjadi berputar disekeliling stator dengan kecepatan konstan sebesar 60. Resultan fluks yang dihasilkan konstan sebesar (3/2) φ maksimum yang terjadi dari setiap fasenya.4) (3. (iv) Saat θ = 1800 pada gambar 3.4(iii) dengan perhitungan xφ x cos (600/2) = 3 m x [( 3 )/2] xφ m = (3/2) φ m Di sini dapat dilihat bahwa resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap lagi sebesar (3/2) φ m dan berputar lagi searah jarum jam dengan besar sudut sebesar 600 atau 1200 dari saat awal. Dengan cara mengambil salah satu fase-1 sebagai referensi maka didapatkan sebagaiberikut.

t) = φ m cos ω t cos φ + φ m cos (φ − 120°) cos (ω t − 120°) + φ m cos (φ − 240°) cos (ω t − 240°) Dengan memakai transformasi trigonometri dari : cos α cos β = ½ cos (α − β ) + ½ cos (α + β ) didapat : φ t(φ . tetapi 26 .10) 2.7) (3.5 φ m m m (3.t) = ½φ ½φ − 480°) Suku kedua. Khusus untuk motor kapasitor-start kapasitorrun. φ t(φ . keempat. dan keenam saling menghapuskan. φ b dan φ c dapat dituliskan: maks maks maks φ a=φ b cos ω t cos (ω t − 120°) cos (ω t − 240°) (3.9) cos (φ − ω t) + m cos (φ − ω t) + ½φ m cos (φ + ω t) + ½φ m m cos (φ + ω t − 240°) + ½φ cos (φ − ω t) + ½φ cos (φ + ω t cos (φ − ω t) (3. prinsip kerja motor induksi 1-fasa sama dengan motor induksi 2-fasa yang tidak simetris karena pada kumparan statornya dibuat dua kumparan (yaitu kumparan bantu dan kumparan utama) yang mempunyai perbedaan secara listrik dimana antara masing-masing kumparannya tidak mempunyai nilai impedansi yang sama dan umumnya motor bekerja dengan satu kumparan stator (kumparan utama).t) = 1. Sumber 2-fasa atau 1-fasa Pada dasarnya.φ φ a.8) =φ φ c=φ Fluks resultan adalah jumlah ketiga fluks tersebut dan merupakan fungsi tempat (φ ) dan waktu (t). maka diperoleh: φ t(φ . maka motor ini dapat dikatakan bekerja seperti halnya motor induksi 2-fasa yang simetris karena motor ini bekerja dengan kedua kumparannya (kumparan bantu dan kumparan utama) mulai dari start sampai saat running (jalan). Motor induksi 1-fase yang bekerja dengan satu kumparan stator pada saat running (jalan) dapat dikatakan bekerja bukan berdasarkan medan putar.6) (3.

Bila salah satu medan tersebut dibuat lebih besar maka rotornya akan berputar mengikuti perputaran medan ini.6c) menjadi nol karena masing-masing fluks A dan B mempunyai harga yang saling menghilangkan. y y Φ m/ 2 A 0 A +Φ m Φ m/ 2 y (a ) y B 0 + + θ θ -θ θ B Φ θ m sin y (b ) y A m Φ m/ 2 A y B 0 0 A -Φ 0 B B y (d ) y (e ) y Φ m/ 2 (c ) Gambar 3.6d) resultan fluks A dan b akan menghasilkan –2 x (Φ m/2) = .6a memperlihatkan bahwa fluks total yang dihasilkan sebesar Φ m adalah akibat pengaruh dari masing-masing komponen fluks A dan B yang mempunyai nilai sama sebesar Φ m / 2 yang berputar dengan arah yang berlawanan. Setelah setengah lingkaran (gambar 3.bekerja berdasarkan gabungan medan maju dan medan mundur. Gambar 3.6 Teori perputaran medan ganda pada motor induksi 1-fase Gambar 3.6a).6. Selanjutnya setelah tigaperempat 27 . dimana masing-masing fluks bernilai setengah dari nilai fluks bolak-baliknya yang berputar dengan kecepatan sinkron dengan arah yang saling berlawanan.6 memperlihatkan bahwa fluks sinusoidal bolak balik dapat ditampilkan sebagai dua fluks yang berputar.Φ m (arah berlawanan dengan gambar 3.6b) resultan fluks yang terjadi menjadi 2 x (Φ m/2) sin (2θ /2) = Φ m sin θ . Setelah fluks A dan B berputar sebesar +θ dan -θ (pada gambar 3. Selanjutnya setelah seperempat lingkaran resultan fluks yang terjadi (gambar 3. Bentuk gambaran proses terjadinya medan maju dan medan mundur ini dapat dijelaskan dengan menggunakan teori perputaran medan ganda seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.

14) Dari persamaan–persamaan di atas akan diperoleh f2 ( Ns − Nr ) = f2 = sf1 f1 Ns (3.44 f2 N2 φ m (3.lingkaran (gambar 3. maka bila ditinjau perbedaan kecepatan relatif antara kecepatan medan magnet putar stator terhadap kecepatan rotor. Kec. Proses pada gambar 3. Apabila rotor ditahan slip = 1 (karena Nr= 0) maka f2 = f1.44 f1 N1 φ m Selanjutnya.17) (3. Sedangkan frekuensi medan putar stator adalah fl. besarnya GGL induksi efektif pada kumparan rotor adalah : E2S = 4. diketahui bahwa frekuensi rotor dipengaruhi oleh slip.p s 12 0 (3.11) (3. dan medan magnet stator berputar dengan kecepatan Ns.slip = Ns – Nr Kemudian slip (s) adalah : S= Ns − Nr Ns (3.13) dengan: p = jumlah kutup magnet stator. Dari persamaan f2 = sf1.12) Frekuensi yang dibangkitkan pada belitan rotor adalah f2 dimana f2 = ( Ns − Nr ) p 120 (3. Besarnya GGL induksi efektif pada kumparan stator adalah : E1 = 4.6 ini akan terus berlangsung sehingga terlihat bahwa medan fluks yang terjadi adalah medan maju dan medan mundur karena pengaruh fluks magnet bolak balik yang dihasilkan oleh sumber arus bolak balik.6e) resultan fluks A dan B yang terjadi kembali nol karena masing-masing fluks yang saling menghilangkan. di mana f1 = N .15) Apabila. 3. slip = 0 (karena Ns=Nr) maka f2 = 0. Oleh karena GGL induksi dan reaktansi pada rotor merupakan fungsi frekuensi maka besarnya juga turut dipengaruhi oleh slip.16) 28 . ini disebut kecepatan slip yang besarnya sebagai berikut.3 Slip Apabila rotor dari motor induksi berputar dengan kecepatan Nr.

7.44 s f1 N2 φ m = s. arusnya diinduksikan oleh fluks magnet bersama (φ ) antara stator dan rotor yang melewati celah udara. sehingga arus rotor ini bergantung kepada perubahan-perubahan yang terjadi pada stator. Gambar 3. (E2 = E1 pada saat rotor ditahan dan s E2 = E1 pada waktu motor berputar dengan slip s). (Nr = Ns). Selanjutnya karena kumparan rotor mempunyai reaktansi induktif yang dipengaruhi oleh frekuensi.4 Arus Rotor Lilitan rotor dihubung singkat dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan sumber.7: Diagram vektor motor induksi dengan tinjauan sederhana 29 . Apabila tegangan sumber V1 diberikan pada stator. Besarnya arus rotor I2 akan diimbangi dengan arus stator tapi dengan arah berlawanan agar fluks magnet bersama (φ m) tetap konstan seperti yang diperlihatkan pada gambar 3. maka dapat dibuatkan : X2S = 2π f2 L2 = 2π s. pada stator timbul tegangan E1 yang diinduksikan oleh fluks-fluks tersebut yang juga menimbulkan tegangan E pada rotor.E2 dimana : E2 E2S = GGL pada saat rotor diam (Nr = Ns) = GGL pada saat rotor berputar.f1 L2 = sX2 dengan : X2S X2 = reaktansi pada saat rotor berputar.18) 3.= 4. = reaktansi pada saat rotor diam. (3.

sehingga akan diperoleh: sE 2 sE 2 = = 2 I1== .8 Rangkaian pengganti rotor motor induksidengan tinjauan sederhana.8. Selanjutnya dapat juga dibuatkan : r2 (1 − s ) = r2 + r2 s s r2 dan s. sehingga r2 menjadi menjadi X2. dengan: ϕ 2 = arc tan sX 2 r2 (3.X2 s (3. Rangkaian Pengganti Motor Induksi 3-fasa Motor induksi 3-fasa mempunyai kumparan stator dan kumparan rotor.19) I1 ketinggalan sebesar ϕ 2 terhadap V1.20) 3.21) 30 . GGL induksi pada rotor adalah sE2 = E1.Pada slip s.5. jika dibuat El = E2 maka semua unsur yang ada di rotor harus dibagi dengan “s”. Rangkaian pengganti rotor motor induksi ideal digambarkan pada gambar 3.I2 = Z 2 [ r2 + ( sX 2 ) 2 E2  r2  2  s  + (X 2 )   2 (3. arus rotor ditentukan oleh s E2 (GGL rotor) dan Z2 (impedansi rotor). Gambar 3.

10 Rangkaian pengganti dengan rotor disesuaikan terhadap stator. Selanjutnya untuk parameterparameter yang lain pada sisi rotor juga diberik tanda ( ‘ ) seperti yang diperlihatkan pada gambar 3. rangkaian rotor harus disesuaikan dengan rangkaian stator. akan dapat dibuatkan rangkaian pengganti motor induksi 3-fasa perfasanya seperti gambar 3. 31 .10 merupakan gambar rangkaian pendekatan (ekivalen) motor induksi 3-fasa perfasa yang sudah merupakan standar untuk menganalisa rangkaian karena sisi rotor dilihat dari sisi stator. Gambar 3. Apabila rangkaian rotor disesuaikan terhadap rangkaian stator maka rangkaian rotor dianggap mempunyai nilai yang sama dengan bayangan dari rangkaian stator itu sendiri.9. Gambar 3.10 dengan rm (tahanan karena pengaruh rugi-rugi inti) dan Xm (reaktansi induktif magnet) pada inti. Selanjutnya. Bila dinamakan tahanan stator = r1 dan reaktansi induksi dari fluks bocor kumparan stator = X 1.dengann arus rotor I2 tetap sama dengan I2 sebelumnya. bila rotor dilihat dari sisi stator akan diperoleh gambar 3. Rangkaian pengganti motor induksi 3-fasa perfasa E2’=E1 Gambar 3.10. Gambar 3. sehingga E1 = E2’.10 memperlihatkan bahawa untuk menggabungkan rangkaian stator dan rangkaian rotor.9.

8 sampai dengan gambar 3.22) = (I2’)2 . r2 (1 − s ) = I22. dengan kemampuan motor untuk mesuplai beban mekanik.6. Pm : Pr2 = (1-s) : s Pg : Pm : Pr2 = 1: (1 . dengan asumsi rugi-rugi putar diabaikan. Pin(3ph) Pin (3ph) = VL. Pg = I22 .25) (3.27) (3.7 Torsi Motor Induksi Torsi berhubungan berikut. Daya Motor Induksi Dengan memperhatikan gambar 3. dan rugi-rugi daya aktif pada kumparan rotor (Pr2) sebesar: Pr2 = I22 r2 = (I2’)2. IL. r ' 2 s s (3.s) : s perfasa (P1) dapat dibuatkan sebagai berikut.23) Selanjutnya daya aktif mekanik yang bermanfaat untuk menggerakkan rotor (Pm) (3. maka dapat dibuatkan perbandingan sebagai berikut.30) (3. ( r2 + r2 ) s s r '2 (1 − s ) = I2’2.10 dapat dibuatkan besarnya daya aktif makanik yang ditransfer dari stator melalui celah udar ke rotor (Pg) sebesar.r2 sebesar: Pm = I22 .24) Bila dibuatkan perbandingan antara ketiga daya tersebut. P1 = I12 r1 Daya masukan motor induksi 3-fasa perfasa menjadi: Pin = P2 + Pg Selanjutnya daya 3-fasanya dapat dibuatkan sebagai berikut. Cos φ Dengan φ = perbedaan sudut antara VL dan IL.28) (3. Pin (3ph) = 3. Oleh karena itu Torsi (T) secara umum dapat dirumuskan sebagai (3.29) (3. 3.26) Kemudian rugi-rugi daya aktif pada kumparan primer motor induksi 3-fasa 32 . r2 (1 − s ) (1 − s ) = (I2’)2 .3. ( r ' 2 +r ' 2 ) s s (3.

32) Bila dilihat torsi mekanik yang ditransfer pada rotornya (perhatikan gambar 3. Selanjutnya dengan memperhatikan persamaan 3.36) 33 .10) 2 sE2 r2 1 sα = 2 2k Tg = ω s r2 2 + ( sX 2 ) 2 s + α [ ] (3.α (2s) = 0 ds s2 + α 2 – 2 s2 = 0 s2 s =α 2 =± α (3.34) Torsi maksimum dicapai pada diperoleh: dT = 0 .T= Pm ωr (3. sehingga diperoleh pula: ω r = ω s (1-s) akan diperoleh sebagai berikut.33).12) dapat dibuat bahwa Nr = Ns (1-s). maka ds dT = α (s2 + α 2) – s.26. maka dari persamaan (3.33).33) Dimana: E2 k= ω2 x 2 α = r2 2 x2 Ttorsi start yang dibutuhkan pada motor induksi dapat dihitung dengan memasukkan nilai s = 1 pada persamaan (3.31) Dengan : ω r = kecepatan sudut (mekanik) dari rotor.35) Dari keadaan ini akan diperoleh torsi maksimum (Tmx) sebesar: Tmx = kα 2 = 1 / 2k 2α 2 (3. (3. Dari persamaan (3. torsi mekanik yang bermanfaat untuk memutar rotor menjadi: Tm = 1 sα (1 − s ) k s 2 +α 2 ωs Pm = Pg (1 − s ) = (3.

11 Hubungan antara torsi dan slip motor induksi Dengan memperhatikan gambar 3. slipnya negatif (biasanya kecil).11.11 dapat dilihat bahwa: Pada kecepatan hipersinkron (kecepatan melebih kecepatan sinkron). Jika motor induksi diputar berlawanan dengan arah putaran medan putar maka masih akan dihasilkan torsi yang bertindak sebagai rem dan terjadi penyerapan tenaga mekanik: Misalnya mesin dalam keadaan berputar dengan slip “s”. maka akan sebagai generator induksi dengan torsi bekerja dengan arah yang berlawanan dengan putaran 34 . dengan slip positif antara 1 dan 0: Mesin berputar pada keadaan tanpa beban sehingga slipnya kecil sekali. menghasilkan arus dan torsi yang lebih besar. Saat mesin bekerja pada kecepatan di antara standstill dan kecepatan sinkron. GGL rotor naik (besar maupun frekuensinya). Z2 (rotor circuit impedance) hampir R murni dan arus cukup untuk membangkitkan torsi dan memutar rotornya. Gambar 3. Hubungan antara torsi dan slip dinyatakan pada gambar 3.Torsi maksimum (1/2k) tersebut dicapai pada slip positif (mesin bertindak sebagai motor induksi) dan pada slip negatif (mesin bertindak sebagai generator induksi). Selanjutna beban mekanik dipasang pada poros sehingga putaran rotor makin lambat. GGL rotor juga kecil sekali. mesin beroperasi medan putar. kemudian arah medan putar tiba-tiba di balik. slip naik.

X2) sangat kecil dibanding harga r2-nya.s).12. harga (s. putaran motor makin turun maka lama-lama X2 meningkat terus sehingga “r2” dapat diabaikan bila dibandingkan terhadap (s. torsi ini x2 disebut pull . 3. T = 0 sehingga kurva dimulai dari titik 0.X2) sehingga bentuk kurva torsi . Pada kecepatan normal (mendekati kecepatan sinkron. r2 Gambar 3. Pada prinsipnya daerah kerja dari motor berada di antara slip. Grafik T = f(s) untuk bermacam-macam nilai r2 pada motor induksi Apabila slip terus dinaikkan (dengan menambah beban motor) torsi (T) terus meningkat dan mencapai harga maksimum pada saat s = r2 . slip makin besar.terjadi rotor mempunyai slip (2 . akibatnya putaran semakin pelan dan akhirnya berhenti. sehingga T = s untuk r2 konstan. Hubungan Antara Torsi dan Slip Dari persamaan (34) terlihat bahwa untuk s = 0.slip sesudah mencapai titik maksimum berobah dalam setiap penambahan beban motor dimana torsi yang dihasilkan motor akan terus merosot.8. kecepatan turun menuju nol dan dapat dibawa ke kondisi standstill.down torque. Cara ini adalah cara pengereman motor yang disebut dengan plugging. s = 0 dan s = r2 saat mencapai torsi x2 35 . Dengan bertambahnya beban.out atau break .

2. ukurannya.maksimum. perhatikan gambar 3. bolak-balik. Sistem tegangan (searah. Jadi dapat disimpulkan bahwa klasifikasi motor ini sangatlah luas mencakup dalam: 1.13 Cara membalik arah putaran motor induksi 3-fasa 3. Dari gambar 3.13. klasifikasi motor hanya dikenal menurut:: 1.9 Membalik Arah Putaran Motor Induksi 3-fasa Untuk membalik putaran motor dapat dilaksanakan dengan menukar dua di antara tiga kawat dari sumber tegangannya seperti yang diperlihatkan pada gambar 3. Hal-hal yang dibutuhkan oleh mesin-mesin yang digerakkan (driven machines) yang sesuai dengan: tenaga dan torsi yang dibutuhkan 36 . Di dalam pemakaian sederhana. sedan. 3. R S T M 3 ~ R S T M 3 ~ a ra h p u ta ra n a ra h p u ta ra n Gambar 3.12. tinggi). 3. Klasifikasi tiap motor listrik bisa dibaca pada papan nama (name plate) yang dipasang padanya sehingga untuk berbagai keperluan bisa dipilih motor yang sesuai.12 terlihat bahwa nilai T maks tergantung dari “r2”. makin besar harga “r2” makin besar pula nilai slip untuk mencapai Tmaks. Dalam pemakaian yang sederhana ini belum dicapai hal-hal lain yang sangat penting dalam memilih motor yang sesuai. Kecepatan motor (rendah. fasenya). Tenaga output motor (HP).10 Memilih Motor Listrik Setiap motor listrik sebagai alat penggerak sudah mempunyai klasifikasi tertentu sesuai dengan maksud penggunaannya menurut kebutuhan yang diinginkan.

Motor kutub bayangan (shaded pole motor) Penjelasan dari jenis-jenis motor ini dijabarkan sebagai berikut di bawah ini.1 Motor fase belah/fase bagi Motor fase belah mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu yang tersambung paralel dan mempunyai perbedaan fasa antara keduanya mendekati 90o listrik. Kapasitor start-kapasitor jalan (capacitor start-capacitor run motor) c. 3.2.14 Bentuk konstruksi dan hubungan kumparan motor induksi fasa belah 37 . 3. Motor kapasitor (capacitor motor) a. Kapasitor jalan (capacitor run motor) 3. Gambaran konstruksi dan bentuk rangkaian sederhana pemasangan kumparannya diperlihatkan pada gambar 3.14. maka motor ini dapat dikelompokan sebagai berikut : 1. Karakteristik beban dan macam-macam kerja yang diperlukan 3.11. b) a) c) Gambar 3. Didasarkan pada cara kerjanya.11 Motor Induksi 1-fasa Motor induksi 1-fasa biasanya tersedia dengan daya kurang dari 1 HP dan banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga dengan aplikasi yang sederhana. Motor fase belah/fase bagi (split phase motor) 2. Kapasitor start (capacitor start motor) b. Konstruksi mesin-mesin yang digerakkan Hal-hal yang demikian akan memberikan pula macam-macam variasi bentuk dari motor termasuk alat-alat perlengkapannya (alat-alat pengusutan dan pengaturan). seperti kipas angin motor pompa dan lain sebagainya.

14a memperlihatkan letak kumparan utama dan kumparan bantu yang diatur berjarak 90o listrik. sedangkan untuk motor kapasitor jarang disebut sebagai motor fase belah karena walaupun prinsipnya adalah membagi dua fasa tetapi nilai perbedaan fasanya hampir mendekati 90o.2 Motor kapasitor Motor kapasitor merupakan bagian dari motor fasa belah.11. Tahanan murni kumparan bantu dapat dipertinggi dengan menambah R yang disambung secara seri dengannya (disebut motor resistor) atau dengan menggunakan kumparan kawat yang diameternya sangat kecil. Bila pada kumparan bantuk diberik kapasitor. maka motor ini disebut motor kapasitor (capacitor motor). Pada motor fase belah yang dilengkapi saklar pemutus kumparan bantu biasanya yang dipakai adalah saklar sentrifugal. Alat ini secara otomatis akan memutuskan setelah motor mencapai kecepatan 75% dari kecepatan penuh. gambar 3. kumparan Bantu dilengkapi dengan saklar pemutus ‘S’ yang dihubungkan seri terhadap kumparan bantu. 3. Di dalam prakteknya diusahakan antara arus kumparan bantu dan kumparan utamanya berbeda fasa mendekati 90 o listrik. Dengan cara ini maka kumparan motor menjadi seolah-olah seperti motor induksi dua fase yang akan dapat menghasilkan medan magnet yang seolah-olah berputar sehingga motor induksi ini dapat berputar sendiri (self starting). Untuk memutuskan arus. Motor fase belah ini biasanya sering disebut motor resistor saja.14c memperlihatkan hubungan arus dan tegangan yang terjadi pada kumparan motor induksi fasa belah.14b memperlihatkan hubungan kumparan utama dan kumparan bantu dalam rangkaiannya dan gambar 3. Pada motor fase boleh. sehingga kerjanya mirip dengan motor induksi 2-fasa dan umum disebut sebagai motor kapasitor saja. namun yang membedakan kedua motor tersebut adalah pada saat kondisi start motor. sebaliknya “kumparan bantu” mempunyai tahanan murni yang tinggi tetapi reaktansinya rendah. Motor kapasitor ini umumnya digunakan pada kipas 38 . Motor kapasitor ini menggunakan kapasitor pada saat startnya yang dipasang secara seri terhadap kumparan bantu. “kumparan utama” mempunyai tahanan murni rendah dan reaktansi tinggi.Gambar 3. Khusus untuk penerapan motor fase belah ini pada lemari es biasanya digunakan rele.

17. pergeseran fase antara arus kumparan utama (Iu) dan arus kumparan bantu (Ib) didapatkan dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang seri terhadap kumparan bantunya seperti yang diperlihatkan pada gambar 3. sekitar 3 detik. dan sebagainya. saklar sentrifugal (CS) otomatis akan terbuka untuk memutuskan kapasitor dari rangkaian. Motor kapasitor start (capacitor start motor) Pada motor kapasitor. 1. maka motor kapasitor ini dapat dibagi dalam hal sebagai berikut di bawah ini. 39 . Ada 2 bentuk pemasangan rele yang biasa digunakan yaitu penggunaan rele arus dan rele tegangan seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.15 Bagan rangkaian motor kapasitor dan diagram vektor Iu dan Ib Kapasitor yang digunakan pada umumnya adalah kapasior elektrolik yang pemasangannya tidak permanen pada motor (sebagai bagian yang dapat dipisahkan). Berdasarkan penggunaan kapasitor pada motor kapasitor.16 dan gambar 3. motor pompa air. Pada lemari es umumnya memakai rele sebagai saklar sentrifugalnya. Pada sebahagian motor ini ada yang menggunaan rele sebagai saklar sentifugalnya.angin. kompresor pada kulkas (lemari es). Gambar 3.. sehingga yang tinggal selanjutnya hanya kumparan utama saja. dan tiap jam hanya 20 kali pemakaian.15. Bila saat start dan setelah putaran motor mencapai 75% dari kecepatan penuh. Kapasitor start direncanakan khususnya untuk waktu pemakaian yang singkat.

17 Bentuk penggunaan rele tegangan dalam rangkaian Tegangan awal saat start yang dihasilkan pada rele gambar 3. setelah motor berjalan dan mencapai kecepatan 75% kecepatan nominalnya. maka tegangan pada rele sudah naik menjadi normal sehingga kontak NC yang terlepas tadi terhubung karena medan magnet yang dihasilkan rele sanggup untuk menarik kontak NC menjadi terbuka sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian.16 cukup besar sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele sanggup untuk menarik kontak NO (normally open) menjadi menutup (berhubungan).16 Bentuk penggunaan rele arus dalam rangkaian Arus start yang dihasilkan pada gambar 3.17 masih kecil sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele tidak sanggup untuk menarik kontak NC (normally close) menjadi terbuka (memisah). maka arus motor sudah turun menjadi kecil kontak NO yang terhubung tadi terlepas kembali karena medan magnet yang dihasilkan tidak sanggup untuk menarik kontak NO sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian. Gambar 3. 40 . setelah motor berjalan dan mencapai kecepatan 75% kecepatan nominalnya.Gambar 3.

putaran satu arah. Gambar 3.18. kumparan utama I dan kumparan utama II diparalel dengan cara terminal 1 dikopel dengan 3. terminal 2 dikopel dengan 4.18. penggunaan kapasitor start pada motor kapasitor dapat divariasikan misalnya dengan tegangan tegangan ganda seperti yang diperlihatkan pada gambar 3. kemudian terminal 1 dikopel dengan 4 dan terminal 3 dan 2 untuk sumber tegangan. Motor kapasitor start yang sederhana juga dapat diperlengkapi dengan pengaturan kecepatan dan pembalik arah putaran seperti yang diperlihatkan pada contoh berikut di bawah ini. kemudian terminal 1 dan 2 diberikan untuk sumber tegangan. Untuk tegangan tingginya. Motor kapasitor start dengan 3 ujung dengan arah putaran yang dapat dibalik (three leads reversible capacitor start motor) diperlihatkan pada gambar 3. Gambar 3.19 Motor kapasitor start dengan 3 ujung dengan pembalik arah putaran 41 . Untuk penggunaan tegangan rendah pada gambar 3. a.19.18 Motor kapasitor start tegangan ganda. kumparan utama I dan kumparan utama II dihubungkan secara seri.Disamping itu.

21 Motor kapasitor start dengan 2 kecepatan dan menggunakan 2 buah kapasitor. Motor kapasitor start dengan 2 kumparan dan menggunakan 2 buah kapasitor seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.20 Motor kapasitor start 2 kecepatan.20.b. Gambar 3.20. motor berputar lambat. hanya saja pada motor jenis ini kumparan bantunya mempunyai 2 macam kapasitor dan salah satu kapasitornya selalu dihubungkan dengan sumber tegangan (tanpa saklar otomatis). Pada dasarnya motor ini sama dengan capasitor start motor.21. Motor kapasitor start dan jalan (capacitor start-capacitor run motor). Bila saklar diatur pada posisi low pada gambar 3. 2. Motor kapasitor start 2 kecepatan seperti yang diperlihatkan pada gambar 3. c. Gambar 3. kapasitor start yang seri 42 . Motor ini menggunakan nilai kapasitansi yang berbeda untuk kondisi start dan jalan. motor berputar lebih cepat. Dalam susunan pensaklaran yang biasa. karena kumparan cepat (high run) mempunyai jumlah kutub sedikit sedangkan kumparan lambat (low run) mempunyai jumlah kutub yang lebih banyak. sedangkan bila saklar diatur pada posisi high.

Memperbesar torsi start. yang menghasilkan kopel start yang sangat baik dan prestasi jalan yang baik. Motor bekerja lebih baik (putaran motor halus). maka kapasitor startnya dilepas dan selanjutnya motor bekerja dengan menggunakan kapasitor jalan dengan nilai kapasitor yang lebih rendah (kapasitas kecil) agar motor dapat bekerja dengan lebih baik. 2.22b). Keuntungan dari motor jenis ini adalah : 1. Pertukaran harga kapasitor dapat dicapai dengan dua cara sebagai berikut.dengan saklar start dihubungkan secara paralel dengan kapasitor jalan dan kapasitor yang diparalelkan itu diserikan dengan kumparan bantu. Mempertinggi kemampuan motor dari beban lebih. dan setelah rotor berputar mencapai kecepatan 75% dari kecepatan nominalnya. 43 . Penggunaan kapasitor start dan jalan yang terpisah memungkinkan perancangan motor memilih ukuran optimum masing-masing. 3. Rancangan motor ini biasanya hanya digunakan untuk penggunaan motor satu fasa yang lebih besar dimana khususnya diperlukan untuk kopel start yang tinggi. 4.22a) b) Dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang secara paralel dengan ototransformator step up (gambar 3. kemudian setelah saklar otomatis bekerja maka hanya sebuah kapasitor yang terhubung secara seri dengan kumparan bantu (gambar 3. Bentuk gambaran motor jenis ini diperlihatkan pada gambar 3. Memperbesar cos ϕ (faktor daya). a) Dengan menggunakan dua kapasitor yang dihubungkan secara paralel pada rangkaian bantu. Motor jenis ini bekerja dengan menggunakan kapasitor dengan nilai yang tinggi (besar) pada saat startnya.22. Tipe kapasitor yang digunakan pada motor kapasitor ini adalah tipe elektrolit dan tipe berisi minyak.

23. Motor kapasitor jalan (capacitor run motor). Kapasitor ini selalu berada dalam rangkaian motor. baik pada waktu start maupun jalan. kumparan A diseri dengan kapasitor dan kumparan B bertindak sebagai kumparan utama. bentuk hubungannya pada rangkaian motor diperlihatkan pada gambar 3. sedangkan pada 44 . waktu putaran kanan. Motor ini mempunyai kumparan bantu yang disambung secara seri dengan sebuah kapasitor yang terpasang secara permanen pada rangkaian motor.22 Cara mendapatkan pertukaran harga kapasitor 3. Oleh karena kapasitor yang digunakan tersebut selalu dipakai baik pada waktu start maupun pada waktu jalan maka harus digunakan kapasitor yang memenuhi syarat tersebut yaitu kapasitor yang berjenis kondensator minyak.23 dengan jenis dua arah putaran.a) b) Gambar 3. Gambar 3.23 Motor kapasitor jalan yang bekerja dengan 2 arah putaran (maju dan mudur) dengan kumparan utama sama dengan kumparan bantu. sehingga motor ini tidak memerlukan saklar otomatis. Pada gambar 3. atau kondensator kertas minyak. Pada umumnya kapasitor yang digunakan berkisar antara 2 sampai 20µ F.

dan sisi kutup yang besar disebut kutub pokok (Un shaded pole) dengan rotor yang biasa digunakan adalah rotor sangkar tupai seperti yang diperlihatkan pada gambar 3. a) bentuk kutup 4 b) kutup bayangan diberi cicin Gambar 3.24 diperlihatkan contoh penerapan motor kapasitor jalan yang dapat diatur kecepatannya yang biasa diterapkan pada kipas angin. Untuk menentukan berapa besar kapasitor yang harus dipasang pada motor. Selanjutnya pada gambar 3.3 Motor kutup bayangan Motor kutub bayangan (Shaded pole) ini menggunakan kutup magnet stator yang dibelah dan diberi cincin pada bagian kutup yang kecil yang disebut kutup bayangan.11. 3.25. secara umum diterapkan diperlihatkan pada tabel 1. Motor kutub bayangan ini biasanya diterapkan untuk kapasitas yang kecil dan sering dijumpai pada motor-motor kipas angin yang kecil. Gambar 3. sehingga kumparan A sekarang berfungsi sebagai kumparan utama. kumparan B diseri dengan kapasitor dan berfungsi sebagai kumparan bantu.25 Kutub utama dan kutub bayangan motor kutub bayangan 45 .waktu putaran kiri.24 Motor kapasitor jalan (permanen) dengan 2 kecepatan.

sehingga motor ini menghasilkan fluks magnet yang berputar. kira-kira 1/3 dari kutub diberi alur yang selanjutnya dilingkari (diberi cincin) dengan satu lilitan hubung singkat (CU Coil) dan dikenal dengan kumparan bayangan (shading coil). 46 . Medan putar yang dihasilkan pada motor jenis ini adalah karena adanya induksi pada cincin hubung singkat yang terdapat pada kutub bayangan yang berasal dari pengaruhi induksi magnet pada kutup yang lainya.Gambar 3. dan bagian lainnya yang besar dikenal dengan kutup bukan bayangan (Un shaded pole).25b menunjukkan sebuah kutub dari motor kutub bayangan. Kutub yang diberi cincin ini dikenal dengan nama kutub bayangan.