Deskripsi 5 W 1 H dari Penelitian :Promoting Fair Labor Regulations in Indonesia : A Study and Advocacy in Improving Local Level Investment Environment in Tangerang and Pasuruan

DESKRIPSI 5W1H DARI CONTOH LAPORAN PENELITIAN YANG MENGGUNAKAN METODE KUALITATIF BERJUDUL

:

Promoting Fair Labor Regulations in Indonesia : A Study and Advocacy in Improving Local Level Investment Environment in Tangerang and Pasuruan

Mata Kuliah : METODOLOGI PENELITIAN ADMINISTRASI
Dosen : Drs. J.F. Warouw, M.Si

Disusun oleh :

Nyoman Rudana
NPM 08.D.040

Jakarta, 6 Agustus 2008

Magister Administrasi Publik Manajemen Pembangunan Daerah STIA LAN Jakarta

DESKRIPSI 5 W 1 H DARI CONTOH LAPORAN PENELITIAN YANG MENGGUNAKAN METODE KUALITATIF Dalam melakukan analkisa 5 W 1 H ini sengaja kami pilih laporan penelitian yang lengkap, yang hanya dilakukan dengan metode kualitatif. Mengingat panjangnya laporan penelitian ini, maka hanya executive summary saja yang kami print. Mengingat bahwa dengan berbekal Executive Summary saja tidak cukup sebagai bahan untuk menjawab dengan lengkap dan detil unsur 5W1H, kami sengaja melampirkan naskah lengkap laporan penelitian dalam bentuk CD dan penjelasan dari 5 W 1 H ini sengaja kami beri keterangan halaman agar pembaca mudah mencari sumber informasinya. 5W1H: WHAT : Judul Penelitian dan tentang apa penelitian ini . Promoting Fair Labor Regulations in Indonesia : A Study and Advocacy in Improving Local Level Investment Environment in Tangerang and Pasuruan ( Mempromosikan Peraturan Perburuhan yang Fair di Indonesia : Suatu studi dan Advokasi Dalam Memperbaiki Lingkungan Investasi Tingkat Lokal di Tangerang dan Pasuruan ) Bila dijabarkan lebih lanjut maka dapat dijelaskan bahwa bahwa dari hasil penelitian ini, pembaca dapat mempelajari dampak liberalisasi dan desentralisasi terhadap hubungan investasi dengan tenaga kerja di sektor riil serta peraturan ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk itu penelitian ini memfokuskan pada implementasi peraturan ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap iklim investasi di tingkat lokal, melalui peneltian yang mencakup : 1. studi mengenai karakter hubungan industrial dan responsnya bterhadap para pelaku terhadap masalah dalam peraturan ketenagakerjaan. 2. studi terhadap dampak implementasi perturan ketenagakerjaan dan peraturan setempat lainnya 3. studi mengenai dampak implementasi peraturan ketenagakerjaan dan hubungannya antara modal, tenaga kerja, pemerintah dan komunitas lokal. Hasil penelitian ini terutama ditujukan kepada pelaku hubungan industrial yaitu pihak – pihak yang berkepentingan langsung dalam terciptanya iklim investasi yang kondusif yang merupakan prasyarat terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat serta ekspansi pasar, yaitu para pengusaha, pekerja ( melalui serikat pekerjanya ), serta para legislatif ( DPRD ) dan eksekutif / pemda setempat sebagai pembuat kebijakan. Dari penelitian ini ditemukan beberapa level perubahan yang menunjukkan bahwa perubahan pada tingkat internasional pada sistem produksi global mempunyai dampak langsung di tingkat nasional bahkan lokal ( perusahaan ) ( hal 151 : Bab 8 Kesimpulan dan Rekomendasi ). WHO : Pelaku penelitian ( dan tugasnya masing – masing ) -- hal 24 Penelitian dilakukan oleh para peneliti dari tiga lembaga : a. Yayasan AKATIGA : Pusat Analisis Sosial, yag berkantor pusat di Bandung Fokus : meneliti kondisi pekerja dan respons dari serikat pekerja. a. TURC ( Trade Union Right Center ) : Bertugas mencari data – data legal / hukum c. LabSosio dari Universitas Indonesia Fokus : meneliti dinamika konfigurasi kapital dan sosio politik di dalam masing – masing wilayah penelitian.

2

Proyek penelitian ini didanai oleh SPF – EU ( Small Project Facility – European Union ) Team Riset lengkap adalah sbb : Project Manager : Yulia Indrawati Sari Koordinator Riset : Indrasari Tjandraningsih Yayasan AKATIGA : 1. Indrasari Tjandraningsih 2. Rina Herawati 3. Agusrin Syahir 4. Siti Istikharoh 5. M. Bachrul Ulum TURC : 1. Surya Tjandra 2. Rani Hanggraini 3. Lucky Rossintha 4. Albertus Manyus LabSosio UI : 1. Hari Nugroho 2. Y. Wasigede 3. Adi Jebatu 4. Harry Budiman 5. Endang Rokhani 6. Abdullah Musa - Koordinator Riset - Asisten Riset - Asisten Riset - Asisten Riset Lokal - Asisten Riset Lokal - Koordinator Riset - Asisten Riset - Asisten Riset - Asisten Riset Lokal - Koordinator Riset - Asisten Riset - Asisten Riset - Asisten Riset Lokal - Asisten Riset Lokal - Asisten Riset Lokal

WHEN : Kapan penelitian dilaksanakan Penelitian dilakukan di tahun 2005 – 2006 dan dilaporkan bulan Mei 2006. Tidak ditemukan data kapan persisnya penelitian dimulai dan kapan berakhir, hanya dari data dan tabel yang ada di dalam laporan ini nampak bahwa data primer diperoleh tahun 2005. WHERE : Di mana penelitian ini dilakukan Penelitian ini dilakukan di dua kota yang terkenal sebagai sentra industri di Indonesia, yatu di Tangerang ( Propinsi Banten ) dan Pasuruan ( Jawa Timur ). Ada 8 perusahaan multinasional Eropah yang menjadi subyek penelitian, yang kesemuanya merupakan perusahaan manufaktur dengan jumlah pekerja yang relatif banyak 80 – 100 orang yaitu ( hal 111 ) : 5 perusahaan rokok / makanan / minuman, 1 perusahaan elektronik, 2 perusahaan farmasi. Empat perusahaan berada di Tangerang ( 2 perusahaan makanan / minuman, 1 perusahaan farmasi, 1 perusahaan elektronik ) dan 4 lainnya berada di Pasuruan ( 2 perusahaan makanan / minuman, 1 perusahaan rokok, 1 perusahaan farmasi ). Ke delapan perusahaan Eropah ini mempunyai pabrik tidak hanya di Indonesia melainkan juga di beberapa negara Asia lain dan mensuplai pasar dunia. Nama perusahaan tidak ditulis lengkap dan hanya ditulis inisialnya. ( lihat hal. 113 ). Adapun ke delapan perusahaan tsb adalah sbb : 1. SMCI ( Belgia ) 2. TIV ( Perancis ) 3. AZI ( Swedia ) 4. NIK ( Swiss ) : industri rokok : air mineral : obat / farmasi : susu dan makanan bayi

3

5. CSN ( Inggris ) 6. MBI ( Belanda ) 7. OSR ( Jerman ) 8. NIC ( Swiss )

: sabun mandi, PCC ( Personal care and cosmetic ). : Beer dan soft drink : lampu. : permen

Dua alasan mengapa memilih perusahaan Eropah sebagai subyek penelitian ( hal 24 ) : 1. Investasi negara – negara Eropah di Indonesia cukup stabil pasca 1998 dan terdapat karakteristik tertentu dalam hubungan industrialnya. 2. Perusahaan Eropah dapat menjadi benchmark terhadap praktek hubungan pekerja terhadap compliance / kepatuhannya terhadap peraturan perburuhan, serta adanya kondisi kerja yang relatif baik. Ada beberapa alasan mengapa memilih Tangerang dan Pasuruan sebagai area penelitian. 1. Kedua lokasi tsb mempunyai perbedaan karakter dimana Tangerang muncul sebagai sentra industri sejak tahun 1970 an, dengan pekerja terdiri atas buruh migran dan ada sejarah kegiatan buruh yang aktif di wilayah tsb, seperti demo dan pemogokan buruh. Pasuruan baru beberapa tahun 1990 an berkembang sebagai area industri yang signifikan, dan tidak ada sejarah aktivitas buruh yang berlebihan di sana. 2. Tangerang merupakan sentra industri terpenting di Jawa dan seluruh Indonesia dengan karakteristik urban, sedangkan Pasuruan merupakan kawasan industri yang berada di rural area. 3. Dengan perbedaan karakter di kedua tempat,diasumsikan akan ada perbedaan dari cara pekerjanya melihat persoalan perburuhan dan juga dampaknya bagi desentralisasi.

WHY : Latar belakang dan tujuan penelitian ini dilakukan
Latar belakang penelitian ( Bab Kata Pengantar ( Foreword ) ) : Penelitian dilakukan dengan diawali oleh kecemasan terhadap situasi ketenagakerjaan di Indonesia dalam konteks transisi demokrasi pada tahun 2004 - 2005. Situasi ketenagakerjaan di Indonesia diwarnai dengan isu mengenai paket Hukum Ketenagakerjaan ( UU no 13 / 2003 - UU Ketenagakerjaan, UU no 2 / 2004 - UU Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ( PPHI ) , dan UU no 21/ 2000- UU Serikat Pekerja ), yang melegalisir sistem kerja yang lebih fleksibel terhadap outsourcng, seperti pekerja kontrak tanpa memberikan perlindungan yang jelas terhadap para pekerjanya. Isu megenai kebijakan ketenagakerjaan ini adalah bagian dari rangkaian kisah mengenai hubugan pekerja – industrial pada tingkat global, yang berhubungan dengan program, yang diprakarsai oleh GIAT ( Growth Through Investment and Trade ) pada kerangka peningkatan peluang kerja melalui investasi. Berbagai respons muncul dari berbagai kalangan sehubungan dengan situasi ketenagakerjaan pada saat penelitian ini akan dilakukan ( tahun 2005 ), yang dapat dibagi menjadi 2 kelompok : 1. Kelompok pertama, yang mendukung fleksibilitas sistem kerja dan mendorong pemerintah pengkaji ulang UU Ketenagakerjaan, seperti UMR, peraturan rekrutmen dan terminasi karyawan, yang dianggap terlalu kaku. Tekanan untuk merevisi UU, yang menjamin pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel, dimana semua peraturan ketenagakerjaan diserahkan kepada pasar ( yaitu pemilik usaha ), adalah hal yang dominan dalam kelompok ini. 2. Kelompok kedua, yang termasuk di dalamnya adalah serikat pekerja sebagai penggerak utama, sangat menentang fleksibilitas pasar tenaga kerja. Hal ini mengingat kondisi over supply dari pasar tenaga kerja menyebabkan mudahnya terjadi eksploitasi pekerja industri, dengan rendahnya gaji pekerja. Dengan melihat adanya tarik ulur antara kedua kelompok ini, maka para peneliti bermaksud untuk mengembangka suatu solusi dimana pekerja dan pemilik modal / pengusaha dapat bertemu pada suatu titik, dimana kodisi pekerja dapat mendukung iklim investasi, dan iklim investasi yang kondusif terhadap

4

ekonomi lokal di Indonesia otomatis akan mendukung peningkatan kondisi para pekerja di Indonesia, terutama dari sisi finansial dan perlindungan hak – haknya. Jadi penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : mempromosikan peraturan ketenagakerjaan yang fair sebagai syarat untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik di Indonesia, dengan melakukan penelitian mengenai permasalahan yang terdapat pada peraturan ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap investasi di tingkat lokal dan terhadap kondisi pekerja, yang dilakukan di dua wilayah, Tangerang dan Pasuruan. Hal ini dilakukan dengan menelaah banyak hal, mulai dari legislasi perburuhan dan peraturan desentralisasi pada level nasional sampai ke pabrik dan dinamika masyarakat pada tingkat lokal. HOW : Bagaimana penelitian ini dilakukan Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan pengambilan data primer dan sekunder serta dilakukan workshop sebagai penunjang penelitian. I. Data primer diperoleh dari : 1. In depth interview : hal 26. Dilakukan di Pasuruan, Tangerang, Jakarta, Srabaya, Sukabumi, terhadap 8 kelompok : Perwakilan perusahaan, serikat pekerja, pekerja, pemerintah lokal dan DPRD, masyarakat sekitar pabrik, asosiasi industri, serta LSM, sejumlah 141 orang. 2. FGD ( Focus Group Discussion ) : hal 27 Dilakukan untuk mengkonfirmasi sejumlah penemuan kunci yang ditemukan di lapangan melalui in depth interview serta mengumpulkan opini dari para pelakunya sehubungan dengan usulan penyelesaian masalah. Ada 6 FGD dilakukan di Tangerang dengan topik diskusi : 1. Mempertanyakan peran dan partisipasi serikta pekerja terhadap kebijakan lokal. 2. Issue perburuhan, investasi dan peran DPRD. 3. Strategi serikat pekerja di perusahaan dalam menghadapi perubahan di tingkat perusahaan, lokal dan regional. 4. Strategi Serikat Pekerja ( dari sektor industri yang diteliti ) dalam menghadapi perubahan di tingkat perusahaan, lokal dan regional. 5. Respons dan solusi terhadap permasalahan investasi dan ketenagakerjaan di Tangerang 6. Hubungan antara perusahaan, serikat pekerja, dan komunitas dalam merespons situasi ketenagakerjaan di Tangerang. 4 FGD lainnya dilakukan di Pasuruan dengan topik : 1. Bagaimana serikat pekerja di tingkat perusahaan melihat dan merespons perubahan di tingkat perusahaan, lokal dan regional. 2. Bagaimana pekerja melihat perubahan serta pandangannya terhadap respons serikat pekerja terhadap perubahan. 3. Respons dan solusi terhadap permasalahan investasi dan ketenagakerjaan di Pasuruan. 4. Hubungan antara perusahaan, serikat pekerja, dan komunitas dalam merespons situasi ketenagakerjaan di Pasuruan. Partisipan dari FDG ini adalah : 1. Para pemimpin serikat pekerja di perusahaan 2. Para pemimpin serikat pekerja di sektor industri yang ditelti 3. Pekerja di perusahaan yang diteliti 4. Anggota DPRD

5

5. 6. 7. 8. 9.

Pejabat dari pemerintah daerah : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Deperindag. Perwakilan dari Apindo ( Asosiasi Perusahaan Indonesia ) setempat. Para manager perusahaan Informal leader dari masyarakat sekitar pabrik. Aktivis LSM.

II . Data sekunder diperoleh dari ( hal 161 – 165 mengenai References ) : a. Studi kepustakaan : Buku- buku yang terkait dengan topik yang diteliti, paper seminar, UU mengenai ketenagakerjaan ( UU no 21 / 2000 - UU Serikat Pekerja, UU no 13 / 2003 mengenai ketenagakerjaan, UU no 2 / 2004 mengenai penyelesaian perselisihan hubungan industrial ), data internal perusahaan, jurnal, majalah, dokumen KPUD, data BPS dan Bappeda, data Bappenas dan UDNP dll. b. Dari pencarian di internet ( www.kotatangerang.co.id ) III. Workshop ( hal 28 ) Selain data primer dan sekunder, dilakukan diskusi dengan para ahli melalui workshop untuk memvalidasi penemuan dan penelitian, memperkaya analisa serta membentuk kerangka teori terhadap berbagai penemuan dalam penelitian. Workshop ini melibatkan pakar ketenagakerjaan dari Eropah, tiga orang pakar politik, sosiologi dan administrasi publik untuk mendisusikan isu mengenai desentralisasi. Lima orang ekonom dilibatkan untuk memberikan perspektif ekonomi dari penelitian ini.

6

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful