BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia di masa depan. Kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan di samping perluasan kesempatan belajar juga ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan. Untuk mencapai hal tersebut, berbagai upaya terus di lakukan pada tiap satuan pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara menerapakan metode atau pendekatan pembelajaran yang baru. Metode atau pembelajaran tersebut perlu di uji cobakan penerapannya agar dapat digunakan oleh para guru dan dapat di sesuaikan dengan situasi dan kondisi di setiap sekolah (Suharno, 2004). Kajian fisika merupakan bagian dari mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), yaitu hasil dari kegiatan manusia yang berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep yang tersusun dari kejadian alam sekitar yang di peroleh berdasarkan pengalaman melalui proses ilmiah. Proses ini antara lain berupa penyelidikan atau pengajuan gagasan. Mata pelajaran fisika di SMP merupakan pengembangan dan pendalaman materi pelajaran IPA di sekolah dasar untuk mempelajari perilaku benda dan energi serta keterkaitan antara konsep dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang diketahui pada saat sekarang ini pencapaian tujuan pengajaran IPA belum berhasil dengan baik di sebabkan

1

karena adanya berbagai hambatan berupa : GBPP yang padat dengan bahan pelajaran yang harus di ajarkan sedangkan waktu untuk mengajarkan semua pelajaran itu relatif sedikit, jumlah siswa yang di tangani guru banyak, siswa dari setiap kelas dari setiap sekolah mencapai 40 sampai dengan 50 orang. Kemudian banyak sekolah yang kurang memiliki alat-alat IPA khususnya fisika (Darliana, 2000). Oleh karena itu, pembelajaran IPA khususnya fisika, memerlukan suatu cara pembelajaran siswa yang dapat mengatasi semua hambatan tersebut. Karakteristik fisika yang sedemikian rupa, membuat belajar fisika merupakan kegiatan mental yang tinggi. Pemahaman suatu teorema, dalil, sifat, atau definisi dalam fisika memerlukan waktu yang relatif lama dan memerlukan ketekunan dan kesungguhan. Karakteristik fisika tersebut juga menyebabkan fisika merupakan pelajaran yang sulit dipahami, membosankan, menakutkan, atau dengan menjadi momok bagi kata lain fisika merupakan pelajaran yang siswa. Dalam rangka perbaikan sistem

pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berbagai pihak melakukan kajian atau analisis serta melihat perlunya penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (Competency Based Curriculum) atau KBK. Kurikulum Berbasis Kompetensi dimaksudkan untuk membekali siswa dengan berbagai

kompetensi atau kemampuan yang telah distandarkan. Kegiatan belajar mengajar dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah sebagai berikut : 1. Berpusat pada siswa.

2

2. Mengembangkan kreatifitas. 3. Menciptakan kondisi yang menyenangkan. 4. Kontekstual. 5. Menyediakan pengalaman belajar yang beragam. 6. Belajar melalui berbuat. Pada tahun pelajaran 2008/2009, pada SMP N 2 Woha Kabupaten Bima terdapat 9 dari 188 siswa yang nilai fisikanya kurang dari 4,01 sehingga siswa tidak lulus Ujian Nasional untuk mata pelajaran fisika. Pada tahun pelajaran 2009/2010 terdapat 7 dari 172 siswa yang tidak lulus Ujian Nasional karena nilai fisikanya kurang dari 4,26. Hal ini merupakan masalah yang harus dijawab oleh guru fisika. Materi Ujian Nasional SMP meliputi kompetensi dasar yang diajarkan sejak kelas VII sampai dengan kelas IX. Berdasarkan informasi dari guru yang mengajar siswa kelas VII B SMPN 2 Woha pada tahun pelajaran 2009/2010 hasil belajar pada materi gerak belum optimal yaitu sebesar 70%. Padahal materi gerak merupakan materi yang selalu diujikan dalam Ujian Akhir Nasional, dan merupakan dasar untuk mempelajari materi ±materi yang diajarkan di kelas VIII. Mengingat hal tersebut hasil belajar siswa pada materi gerak harus ditingkatkan, dengan harapan semua siswa dapat menjawab soal Ujian Akhir Nasional yang berkaitan dengan materi gerak dan materi ± materi lain dengan benar. Dalam rangka meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas VII SMPN 2 Woha tahun pelajaran 2010/201 pada materi gerak, dalam penelitian peneliti menawarkan pembelajaran dengan model PAKEM dilengkapi tugas

3

terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar pada materi gerak. Tugas terstruktur merupakan tugas rumah yang dilaksanakan siswa sebelum pembelajaran dikelas. Dengan tugas terstruktur, siswa memiliki bekal pengetahuan sebelum pembelajaran. Pada saat pembelajaran, guru melakukan review tentang materi pada tugas terstruktur melalui model PAKEM dan pemanfaatan benda-benda sekitar dalam rangka menekankan kembali konsep pada tugas terstruktur. Dalam rangka memperkuat pemahaman siswa, segala permasalahan diselesaikan melalui diskusi kelompok, kemudian rangkuman hasil belajar dipasang pada pojok baca. Model PAKEM dipilih dengan alasan mengingat belajar merupakan proses aktif membangun makna. Siswa memiliki imajinasi dan rasa ingin tahu. Berarti siswa memiliki modal untuk kreatif. Pembelajaran pasti mempunyai tujuan, yaitu berhasil atau tujuan tercapai. Berarti pembelajaran harus efektif. Jika siswa aktif, kreatif, berhasil atau mencapai tujuan maka akan mendorong siswa senang belajar, dan akhirnya senang belajar sepanjang hayat Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mengangkat judul ³Implementasi Model PAKEM Dilengkapi Tugas Terstruktur Dan Pemanfaatan Benda-Benda Sekitar Dalam Proses Pembelajaran Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Untuk Mencapai Tuntas Belajar Pada Pokok Bahasan Gerak Kelas VII/II Tahun Pelajaran 2010/2011´. SMPN 2 Woha Kabupaten Bima

4

Hasil tes formatif nilai rata-ratanya masih rendah Dengan melihat hasil prestasi yang kurang memuaskan. Banyak siswa yang tidak bisa menjawab petanyaan dengan benar. d. peneliti mencoba menganalisis masalah untuk mengetahui penyebab kegagalan pembelajaran yang telah dilakukan. c. Guru terlalu cepat pada saat menjelaskan materi pelajaran. Hasil analisis masalah sebagai berikut: a. Guru tidak menggunakan model pembelajaran yang tepat. b. Siswa menerima konsep tidak secara kongkrit d. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran IPA terpadau dan Dosen Pembimbing terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran pra siklus antara lain : a. e. b. peneliti berupaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengadakan perbaikan pembelajaran. guru melakukan penelitian di kelasnya yang dibantu oleh guru mata pelajaran IPA Terpadu 5 . Penjelasan guru terlalu abstrak c. Guru tidak memanfaatkan alat peraga yang sesuai. Guru tidak menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. f. Sebagian siswa tidak aktif dalam proses pembelajaran e. Guru kurang memberi motivasi belajar pada siswa Berdasarkan uraian tersebut. Perbaikan pembelajaran dilakukan melalui penelitian tindakan kelas. Siswa kurang perhatian dalam proses pembelajaran.B.

3. D. Hasil pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai atau skor yang diperoleh siswa dari soal pokok bahasan ³ Gerak ´ setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar. 2.SMPN 2 Woha yang bertindak sebagai observer dalam peningkatan hasil belajar siswa. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. Pembatasan Masalah Adapun masalah pada penelitian ini dibatasi pada : 1. Untuk mengatasi permasalahan tersebut. Proses belajar yang dimaksud adalah aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar. dirumuskan permasalahan sebagai berikut: ³ Bagaimanakah Implementasi Model PAKEM Dilengkapi Tugas Terstruktur Dan Pemanfaatan Benda-Benda Sekitar Dalam Proses 6 . maka peneliti mencoba melakukan upaya perbaikan pembelajaran dengan menerapkan PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar pada materi gerak dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 2 Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2010/2011 C. Penelitian ini diterapkan pada pokok bahasan pada ³ Gerak ³ dapat kelas VII/II Semester II SMPN 2 Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2010/2011.

Bagi Sekolah a. Bagi siswa a. E. b. ketrampilan proses. Memperoleh variasi strategi pembelajaran. Adapun manfaat penelitian ini adalah : 1. F. 3. Bagi guru a. Meningkatkan keaktifan. Memperoleh panduan model pembelajaran yang dianjurkan dalam kurikulum 2006. hasil pembelajaran. b. Tujuan Penelitian Adapun Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah : ³ Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII/II SMPN 2 Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2010/2011 melalui model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar pada materi gerak ³. 2. Memperoleh pengalaman belajar mandiri sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. belajar dalam 7 .Pembelajaran Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Untuk Mencapai Tuntas Belajar Pada Pokok Bahasan Gerak Kelas VII/II SMPN 2 Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2010/2011 ? ´. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat terutama dalam pengembangan pembelajaran IPA khususnya fisika. Memperoleh pengalaman tentang Penelitian Tindakan Kelas.

sedang atau kurang serta perubahan yang mencakup aspek afektif dan psikomotor. maupun materi yang akan diajarkan sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif. baik situasi dan kondisi siswa. efektif. Defenisi Operasional 1. Model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar merupakan model pembelajaran yang dapat dapat dikembangkan atau diinovasi sesuai dengan situasi dan kondisi. G. Dalam hal ini hasil prestasi belajar dinyatakan dalam bentuk angka atau nilai. 4. Model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dapat dikembangkan di kelas-kelas lain. 2. Dengan mengetahui prestasi belajar siswa. 8 . kreatif. lingkungan sekolah. dan menyenangkan. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan Model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar dalam pokok bahasan gerak. Bagi Peneliti (mahasiswa calon guru) Memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar.b. guru dapat menentukan kedudukan siswa dalam kelas apakah dia pandai.

Deskripsi Teoritis 1. 2002. dibutuhkan suatu proses belajar. Dalam (Dimyati. dan nilai.H Burton Menurut W. Skinner Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Dalam (Dimyati. Setelah belajar orang berubah menjadi memiliki ketrampilan. sikap. hal : 2). Pengertian Belajar Agar seseorang dapat menguasai suatu bidang ilmu. maka responsnya menjadi lebih baik. 1995. individu dengan lingkungannya. b. Sebaliknya jika tidak pernah belajar maka responsnya akan turun.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Adapun pengertian belajar menurut beberapa pakar adalah sebagai berikut. Gagne Menurut Gagne belajar adalah kegiatan yang kompleks. 2002. W. Pada saat orang belajar. Dalam pengertian terdapat 9 . sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. belajar adalah sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu. c. pengetahuan. hal : 9). hal :10). H Burton dalam (Muh Uzer Usman. a.

jika penguatan seiring dengan meningkatnya perilaku anak dalam pengulangan perilakunya´ . Dalam hal ini penguatan yang diberikan kepada anak memperkuat tindakan anak. Teori Skinner Dalam (Erman Suherman. sikap guru yang gembira menjawab pertanyaan. Penguatan ini akan berbekas kepada anak. 2. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa. 2003. sehingga anak semakin sering melakukannya. Anak yang mendapat pujian setelah berhasil menyelesaikan tugas atau menjawab pertanyaan biasanya akan berusaha memenuhi tugas berikutnya dengan penuh semangat.kata ³perubahan´ yang berarti bahwa seseorang telah belajar mengalami perubahan tingkah laku baik dalam aspek pengetahuannya. Skinner juga menyebutkan bahwa jika respon siswa baik harus diberi penguatan positif agar respon tersebut dapat lebih baik lagi. hal : 31). atau perbuatan baik itu dipertahankan. dari ragu-ragu menjadi yakin. ketrampilannya. Misalnya dengan menyatakan ³bagus´. maupun sikapnya. Teori Belajar a. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Halhal yang merupakan penguatan positif adalah pujian yang diberikan kepada anak. Skinner menyatakan bahwa ³ganjaran atau penguatan dapat dianggap sebagai stimulus positif. ³pertahankan prestasimu´ untuk siswa yang 10 . dari tidak sopan menjadi sopan.

sehingga tidak menunjang pembelajaran. Misalnya berupa teguran. 11 . Keteraturan tersebut kemudian oleh anak dihubungkan dengan keterangan yang telah melekat pada dirinya. hal : 43). Melalui alat peraga yang diteliti anak melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola. 2003. Tampaknya Brunner sangat menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh. dalam belajar matematika ada dua obyek yang dapat diperoleh siswa yaitu obyek langsung dan obyek tidak langsung. Teori Brunner Jerome Brunner dalam teorinya mengungkapkan bahwa dalam proses belajar anak sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi benda benda atau alat peraga. c. hal : 33). dan tahu bagaimana mestinya belajar. pernyataan. Sebaliknya jika respon siswa kurang atau tidak diharapkan. dan aturan. Obyek tidak langsung misalnya kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah belajar mandiri. konsep. Sedangkan obyek langsung berupa fakta. sehingga berubah menjadi respon positif. Teori Gagne Menurut Gagne dalam (Erman Suherman. (Erman Suherman. sangsi. struktur yang terdapat dalam benda yang sedang diperhatikan. bersikap positif terhadap matematika.mendapat nilai tes memuaskan. b. harus diberi penguatan negatif agar responnya tidak diulang kembali. 2003.

3. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Hasil dari aktifitas belajar ini berupa perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 2003. sebagai hasil pengalamanya sendiri dalam interaksinya dengan lingkungannya. rasa dan karsa. perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah. perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. 2003. Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pelajaran adalah perubahan secara sadar. psikofisik menuju pengembangan pribadi manusia seutuhnya yang menyangkut unsur cipta. Pembelajaran Fisika Djamarah (1994) mengungkapkan bahwa belajar merupakan rangkaian kegiatan jiwa raga. dan perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku (Slameto. perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional. ranah kognitif. efektif dan psikomotorik. hal :2-4). Di dalam belajar akan mencakup dua hal yaitu latihan dan penambahan/memperoleh tingkah laku baru (Notoatmojo. Perubahan yang terjadi pada dasarnya merupakan usaha dari individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Interaksi yang dimaksud adalah interaksi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar. 12 . Belajar pada hakekatnya adalah menyempurnakan potensi atau kemampuan pada organisme biologis dan psikis yang diperlukan dalam hubungan manusia dengan dunia luar dalam kehidupan bermasyarakat.

agar merasa nyaman dalam menerima transfer ilmu. Dilakukan secara bertahap. saat masuk ke suatu pokok bahasan. siswa butuh suatu pengantar yang baik. baik dari segi penyampaian materi maupun dari tingkat kesulitan soal. Memulai dengan hal-hal yang mudah. Hal ini penting untuk memberikan kesan mudah pada siswa dan menumbuhkan kepercayaan dirinya. belajar adalah suatu kegiatan yang dapat menghasilkan suatu perubahan yang bermakna dalam diri individu yang diperlukan dalam hubungan manusia dengan dunia luar dan dalam kehidupan bermasyarakat. 3. Jadi. Memberikan pengantar yang baik. Bheta Nurita Sari (2007) memberikan beberapa cara atau metode yang dapat di tempuh oleh guru agar pelajaran fisika lebih mudah bagi siswa sehingga siswa dalam belajar tidak lagi merasa terpaksa melainkan merasa sebagai suatu kewajiban bahkan belajar fisika menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan dan menarik. Pengantar yang dimaksud menyangkut gambaran singkat tentang apa yang di pelajari. sebaiknya di awali dengan penjelasan yang sederhana. mudah di cerna. 13 . Metode atau cara yang perlu dilakukan tersebut antara lain: 1.hal : 36-37). di sertai dengan contoh-contoh soal serta soal-soal latihan yang mudah pula. proses pembelajaran hendaknya dilakukan secara bertahap. dalam memulai pokok bahasan atau bab yang baru. 2.

proses pembelajaran tidak bisa di paksakan bila kondisi siswa sudah jenuh. 8. Permainan untuk membangun suasana. 6. dalam pembelajaran fisika penggunaan ilustrasi merupakan alat yang efektif dalam menanamkan pemahaman kepada siswa. selain di perlukan pemahaman konsep juga di perlukan keterampilan menjawab soal.4. Ilustrasi yang membantu pemahaman. fisika merupakan ilmu alam. penjelasan suatu konsep fisika haruslah gamblang. Analogi membangun imajinasi. jangan biarkan siswa menangkap suatu konsep secara samar-samar. 5. Karena ini akan menjadi beban bagi siswa di masa selanjutnya. media elektronik juga baik untuk di manfaatkan dalam pembelajaran. dan mempelajarinya tentu tak bisa lepas dari eksperimen. Keterampilan ini dapat ditingkatkan dengan banyak mengerjakan latihan soal-soal fisika. Kadang hanya lewat eksperimen siswa dapat meyakini suatu hal yang sepintas tidak sesuai dengan logika mereka. Hal tersebut di atasi dengan mengadakan permainan dimana siswa-siswa diberi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang di ajarkan. 14 . Gamblang. Soal-soal standar untuk melatih skill. analogi juga merupakan cara yang efektif dalam membangun imajinasi dan daya nalar siswa. dalam menghadapi evaluasi belajar. Alat bantu eksperimen untuk memperkuat pemahaman. Selain itu. 7.

15 . Proses pembelajaran fisika mengandung serangkaian perbuatan guru fisika dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. serta menerapkannya untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan (GBPP bidang studi fisika kurikulum 1994 SMU). yaitu memberi kesempatan kepada siswa seluasnya agar mereka dapat mengembangkan diri. Hubungan timbal balik antara guru fisika dan siswa syarat utama berlangsungnya proses pembelajaran fisika. hukum-hukum. dan pengakuannya di manifestasikan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran fisika menjadi humanistis bila guru mengakui dan menempatkan atau memperlakukan siswa sebagai subjek atau pribadi yang memiliki sifat-sifat tersebut. mampu melakukan percobaan dan bernalar melalui diskusi untuk memahami konsep-konsep. menyebutkan bahwa proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. serta untuk memecahkan masalah-masalah yang di hadapinya sehingga lebih menyadari keagungan Tuhan Yang Maha Esa. secara umum pembelajaran bertujuan untuk mengatasi konsep-konsep fisika dan saling keterkaitannya. Menurut kurikulum 1994. dan secara khusus pada setiap pokok bahasan tujuan tersebut di jabarkan dengan pola: mampu melakukan pengukuran.Usman (2000).

dilakukan tes hasil belajar. 2003:36) menyatakan bahwa tujuan proses belajar mengajar secara ideal adalah agar bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya oleh siswa. 16 . 4. 1987. Dalam penelitian ini. hal : 19). berkembang menuju taraf yang lebih baik atau lebih sempurna (Driyarkara. Tuntas Belajar Tuntas belajar artinya perubahan tingkah laku serta kepandaian yang diperoleh siswa secara menyeluruh/sempurna setelah proses belajar. hal : 257). Kelebihan tes tertulis adalah sebagai berikut : 1) Penguji dapat menguji banyak siswa dalam waktu terbatas. 1980). 2007. Dalam (DepDikNas. yang dimaksudkan adalah perolehan nilai tes siswa. 2002.  Hasil belajar Hasil belajar yaitu perolehan setelah proses belajar. menyatakan bahwa pada penggal proses belajar. Dalam penegasan istilah dalam judul dijelaskan. Tes tertulis terdiri dari tes obyektif dan tes uraian atau essay. disebutkan bahwa ketuntasan belajar adalah tingkat ketercapaian suatu kompetensi setelah peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran. sikapnya. Jenis tes yang digunakan sebagai tes lesan atau tertulis. Penguasaan siswa terhadap materi yang telah diajarkan dapat dilihat dari pencapaian nilai tes yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran. Dalam (Dymyati dan Mudjiono. Dalam (Nasution.hingga potensinya. bahwa dalam penelitian ini tuntas belajar hasil belajar siswa. pribadinya.

pengetahuan. 2004. 4) Penguji mudah menentukan standar penilaian. Kreatif. 5) Dalam pengerjaan siswa dapat memilih menjawab urutan soal sesuai dengan kemampuannya. sehingga siswa aktif. maupun dalam memecahkan masalah. dan Menyenangkan. Dalam Materi Pelatihan Terintegrasi (DEPDIKNAS. mengungkapkan ide. Model PAKEM Model PAKEM berarti pola pembelajaran yang Aktif. dan sikap bagi kehidupannya kelak. 2) Penguji dapat memperoleh data yang obyektif. Kelebihan tes uraian atau essay adalah sebagai berikut : 1) Penguji dapat menilai dan meneliti kemampuan siswa bernalar. mengajukan pertanyaan menantang dan mempertanyakan gagasan siswa. memberikan tanggapan. memberi umpan balik. 5. Efektif. Aktif diartikan siswa maupun guru berinteraksi menunjang pembelajaran. 3) Penguji dapat menguasai soal-soal yang merata pada pokok bahasan. mendemonstrasikan gagasan atau idenya. 17 . Dengan memberikan kesempatan siswa aktif akan mendorong kreativitas siswa dalam belajar. hal : 13) dijelaskan bahwa: PAKEM bertujuan untuk menciptakan suatu lingkungan belajar yang lebih melengkapi siswa dengan ketrampilan-ketrampilan. Guru menciptakan suasana sehingga siswa aktif bertanya. Guru aktif memantau kegiatan belajar siswa .2) Obyektifitas pengerjaan tes terjamin dan mudah diawasi.

mengemukakan gagasan. siswa dapat menulis atau mengarang. hal : 4). 18 . atau gagasan. poster umum. memberi pengakuan dan merayakan hasil kerja kerasnya dengan tepuk tangan. Kegiatan tersebut akan menciptakan rasa keingintahuan dan imajinasi. Menyenangkan diartikan sebagai suasana belajar mengajar yang hidup. akan mendorong siswa menyenangi dan memotivasi siswa untuk terus belajar. terjadi. Efektif diartikan sebagai ketercapaian suatu tujuan atau kompetensi merupakan pijakan utama suatu rancangan pembelajaran. menuliskan ide. siswa merancang dan membuat sesuatu. catatan pribadi. atau saling menghargai. kreatif. Apabila suasana belajar yang aktif. Mengaktifkan siswa melalui kegiatan bertanya. Agar menyenangkan diperlukan penguatan/penegasan. b. terkondisi untuk terus berlanjut. (Dalam Amin Suyitno. Kreatif. model pembelajaran PAKEM dapat diterapkan dengan pola sebagai berikut : a. mempertanyakan gagasan siswa lain. Kegiatan belajar yang aktif. serta menciptakan tehnik tehnik mengajar tertentu sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dan tujuan belajarnya. Siswa akan kreatif jika diberi kesempatan untuk merancang/membuat sesuatu. dan mendorong pemusatan perhatian siswa terhadap belajar.Kreatif diartikan guru memberikan variasi dalam kegiatan belajar mengajar dan membuat alat bantu belajar. 2006. kreatif. menyenangkan harus tetap bersandar pada tujuan atau kompetensi yang harus dicapai. ekspresif.

siswa menguasai ketrampilan yang diperlukan. Menyenangkan. berani mengemukakan pendapat. Guru tidak boleh menjadi momok bagi siswanya. Penekanannya belajar melalui berbuat.c. Guru. mengungkapkan pikiran. d. berarti suasana pembelajaran membuat siswa berani mencoba.mbe project. Efektif. Dua hal tersebut sangat penting untuk mengembangkan berbagai ketrampilan. Dalam kelas ada pojok baca. f. dan membandingkan hasil kerjanya. Siswa duduk berkelompok dalam rangka memudahkan interaksi antar siswa. Inti dari PAKEM adalah kerja sama kelompok dan kegiatan siswa yang dilakukan harus menantang siswa untuk mengembangkan berbagai kompetensi seperti berpikir kreatif. e. Dalam www. berani bertanya. Namun demikian tugas secara individu tetap harus diperhatikan. dan memecahkan masalah secara mandiri.net/pelatihan 2-3 pdf. g. 1) Guru lebih banyak memberi kesempatan kepada anak didik 19 . berani mempertanyakan gagasan orang lain. karena dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi tugas utama guru adalah mengembangkan potensi setiap siswa. Bahan referensi fasilitator tentang desain PAKEM adalah sebagai berikut : a. Siswa dapat mendiskusikan masalah. Setiap anak perlu mengembangkan ketrampilan atau memecahkan masalah secara mandiri.

Siswa.untuk bekerja (menemukan sendiri. 4) Siswa dapat mengungkapkan dengan kata-kata sendiri. pasangan). 1) Ada pajangan yang berupa hasil karya siswa. menulis) c. 3) Guru menggunakan berbagai media. 5) Guru mengelola kelas secara fleksibel (individu. kelompok. 1) Siswa tidak takut bertanya. Kelas. 3) Penataan tempat duduk memudahkan interaksi siswa dengan siswa. 20 . mengemukakan pendapat dan sebagainya). metode. 6) Siswa melakukan kegiatan proyek (tehnologi sederhana. b. 2) Guru menciptakan pembelajaran yang menantang. 4) Guru memberikan tugas dan bantuan berbeda sesuai dengan kemampuan siswa. sumber belajar. termasuk belajar dan bahan dari lingkungan. 3) Siswa aktif bekerja. 2) Ada interaksi antar siswa untuk membahas dan memecahkan masalah. tanya jawab. guru dengan siswa. 5) Siswa melakukan baca mandiri. 2) Ada pajangan sumber belajar.

maupun materi yang akan diajarkan sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif. Hal ini dimakksudkan agar siswa aktif dan kreatif dalam menuangkan ide atau gagasannya. Dengan demikian siswa akan menjadi aktif belajar. kreatif. buku) yang dimanfaatkan oleh siswa.4) Ada penataan sumber belajar. Siswa mempelajari materi tugas terstruktur yang dituangkan dalam modul.secara individu. tetapi boleh dikerjakan bersama. PAKEM di rumah meliputi penugasan sebagai berikut : 1. PAKEM dimulai sejak di rumah dengan kegiatan siswa mengerjakan tugas terstruktur yang dituangkan dalam modul. Rangkuman yang dibuat siswa ini akan diperiksa guru kemudian dipasang di 21 . Dalam uraian pada latar belakang masalah. poster. efektif. Model PAKEM Dilengkapi Tugas Terstruktur dan Pemanfaatan Benda-benda Sekitar. 6. 2. PAKEM dapat dikembangkan atau diinovasi sesuai dengan situasi dan kondisi. lingkungan sekolah. Siswa membuat/menulis rangkuman tentang materi dalam modul. baik situasi dan kondisi siswa. dan menyenangkan. Dalam penelitian ini akan menerapkan model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar dengan langkah-langkah sebagai berikut : a.

4. dan dapat bermanfaat sebagai perpustakaan kelas. Hal ini dimaksudkan untuk melatih siswa berani mencoba. 3. dimana jawaban tidak harus benar dan tidak harus selesai dikerjakan. Pada pembelajaran di kelas. guru melakukan review dengan menyampaikan kembali materi prasyarat kepada siswa melalui 22 . Pertanyaan ini akan ditampung dan dibahas pada saat pembelajaran. sehingga siswa mengikuti pembelajaran. 3. Siswa akan merasa senang jika hasil kerjanya dihargai. gagasan. Siswa mengerjakan soal-soal dalam modul. Pembelajaran tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut : 1. 4. Hal ini untuk melatih siswa berani mengungkapkan ide. mengkondisikan fisik kelas.pojok baca. Siswa mengumpulkan tugas rangkuman. Hal ini juga dimaksudkan untuk menghargai hasil kerja siswa . Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. karena akan didiskusikan kembali pada saat pembelajaran. setelah diperiksa dipasang pada pojok baca. Siswa membuat/menulis pertanyaan tentang materi dalam modul yang tidak jelas. b. berani mengungkapkan gagasan atau ide dan tidak merasa tertekan dengan tugas yang diberikan. PAKEM di sekolah yaitu pada saat pembelajaran di kelas sebagai tindak lanjut atau pengulangan PAKEM di rumah. Guru siap 2.

Kelompok ini dibagi secara heterogen sehingga ada siswa yang pandai. Kemudian dalam rangka memantapkan pengertian siswa . guru memberikan bimbingan jika diperlukan. siswa lain diminta untuk menanggapi. Siswa mempresentasikan jawaban soal-soal pada modul yang sudah dikerjakan di rumah. Siswa mempresentasikan atau menuliskan jawaban soal pada 23 . membahas soal-soal pada tugas terstruktur dalam modul yang belum dibahas. dan guru melakukan perbaikan jika perlu.bertanya sehingga siswa aktif. dan kreatif serta berani mengemukakan gagasannya. Guru mengatur duduk siswa sesuai dengan kelompoknya masing-masing. 5. Siswa melakukan diskusi kelompok . Jawaban soal-soal yang sudah diselesaikan rumah juga harus disetujui masing-masing anggota kelompok dan soal-soal yang belum diselesaikan di rumah didiskusikan sampai semua anggota kelompok memahami dan mencatat hasil diskusinya. secara bergantian. dan kurang pandai agar siswa yang pandai dapat membantu yang kurang pandai dan yang kurang pandai tidak takut bertanya kepada siswa yang pandai 8. 7. guru melakukan tanya jawab dengan memanfaatkan benda. 6.benda sekitar sebagai alat peraga tentang pengertian-pengertian pada materi yang diajarkan meskipun sudah dipelajari di rumah. sedang. 9.

dan mengerjakan soal-soal. b) Mengaktifkan siswa melalui kegiatan bertanya dengan pemanfaatan benda-benda sekitar pada awal pembelajaran. siswa lain diminta untuk memberikan jawabannya.untuk memotivasi siswa supaya lebih aktif kreatif. dengan melaksanakan tugas terstruktur dalam bentuk modul di rumah sebelum pembelajaran di kelas. Tugas ini meliputi mempelajari materi. guru melakukan perbaikan jika perlu.papan tulis secara bergantian. 24 . PAKEM dalam penelitian ini. Siswa menuliskan rangkuman dengan bimbingan guru. guru melakukan perbaikan jika perlu. dan senag belajar. selalu diberikan penguatan positif . membuat rangkuman hasil belajar. 12. 11. 10. menulis pertanyaan. Setiap siswa yang hasil kerjanya benar. dalam rangka mengetahui pemahaman siswa dan penekanan kembali tentang konsep yang sudah dipelajari. Implementasi Model PAKEM Dilengkapi Tugas Terstruktur dan Pemanfaatan Benda-benda Sekitar pada Materi Gerak. Siswa menerima tugas terstruktur yang dituangkan dalam modul berikutnya 7. Siswa diminta menyampaikan pertanyaan yang sudah dituliskan di rumah secara lesan. siswa lain diminta menanggapi. diterapkan dengan pola sebagai berikut : a) Mengkondisikan siswa belajar melalui berbuat.

dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). dan Percepatan. materi gerak dikemas dalam bentuk modul. 2007. Dalam penelitian ini. Kecepatan. dalam rangka memperkuat pemahaman siswa tentang konsep pada materi gerak dalam tugas terstruktur (modul). Modul III meliputi materi Penerapan GLB dan GLBB dalam Kehidupan Sehari-hari 8. hal : 19). kemudian dibuat pajangan pada pojok baca. Modul II meliputi materi gerak lurus.c) Menciptakan kondisi belajar menyenangkan melalui diskusi kelompok pada proses pembelajaran. 25 . Gerak Lurus Beraturan (GLB). Tugas Terstruktur Tugas terstruktur merupakan pekerjaan yang yang sudah diatur dan wajib untuk dikerjakan. Tugas terstruktur harus diselesaikan dengan waktu maksimum 50% dari jumlah waktu tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. d) Mengkondisikan siswa kreatif pada penutup pembelajaran dengan merangkum hasil belajar. Dalam (Buku Saku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Modul I meliputi materi Pengertian Gerak. disebutkan bahwa penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi.

pengetahuan. serta eksperimen. Dengan demikian siswa lebih mudah menerima atau menguasai materi yang diajarkan. Dengan tugas rumah ini siswa memiliki waktu yang cukup untuk mempelajari materi. menulis pertanyaan. dan mengerjakan soal-soal. hal : 205) modul dirumuskan ³sebagai sebagai suatu unit lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas´. mendengarkan audio. melaksanakan demonstrasi. kompetensi yang akan dicapai. informasi pendukung. 1982. latihan soal. Benda-benda sekitar Benda-benda sekitar yang dimaksudkan dalam penelitian ini benda-benda di sekeliling siswa. Modul dapat memuat berbagai macam kegiatan belajar seperti membaca. 9. melihat film. Dengan mempelajari tugas terstruktur untuk materi yang akan diajarkan diharapkan siswa sudah memiliki bekal informasi. dan masalah yang akan didiskusikan pada saat pembelajaran. sehingga siswa sering melihat dan 26 . memperhatikan gambar. evaluasi. Dalam hal ini tugas terstruktur disajikan dalam bentuk modul.Dalam penelitian ini. petunjuk kerja berupa LKS. Materi tugas terstruktur ini merupakan materi yang akan dibahas pada saat pembelajaran pembelajaran. menulis rangkuman. Modul paling tidak berisi tentang petunjuk belajar. tugas terstruktur meliputi: mempelajari materi. Dalam (Nasution.

hal : 5) dituliskan bahwa ³alat peraga adalah alat atau benda yang digunakan untuk memperagakan fakta. prosedur tertentu agar tampak nyata atau kongrit´. anak akan lebih mudah mengingat ide-ide yang dipelajari. 2003. Dalam tahap ini anak 27 . prinsip. sangat disarankan pada saat pembelajaran berlangsung. Apabila dalam proses perumusan dan penyusunan ide-ide disertai dengan bantuan benda-benda kongrit. Dalam (Conny Semiawan. melalui penanganan benda-benda yang benar-benar nyata. contohcontoh yang wajar sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Pemanfaatan alat peraga.mudah didapatkan. para ahli berpendapat bahwa anak-anak mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh kongrit. dengan mempraktekkan sendiri upaya penemuan konsep melalui perlakuan terhadap kenyataan fisik. Dalam (Erman Suherman. hal : 14). hal : 43) Brunner mengungkapkan bahwa ³dalam proses belajar anak sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda (alat peraga)´. Anak harus berbuat sesuatu terhadap benda nyata. 1985. Benda-benda tersebut dimaksudkan sebagai alat peraga. Melalui alat peraga anak akan melihat langsung bagaimana keteraturan dan pola struktur yang terdapat dalam benda yang sedang diperhatikan anak. konsep. 2003. Siswa akan lebih mudah menerapkan ide dalam situasi riil secara tepat. Dalam (Aristo Rahardi.

Agus Muji Widodo (2004) dengan judul Penerapan Model Pembelajaran PAKEM untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri Pilangsari 1. Sragen. B. Hasil-Hasil Penelitian Yang Relevan Penelitian yang relevan dengan penelitian ini yakni yang ditulis oleh: 1. Dalam penelitian tersebut didapat suatu kesimpulan bahwa dengan Model Pembelajaran PAKEM hasil belajar siswa meningkat dibanding dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. masyarakat belajar juga siswa merasa senang karena karakteristik dari Model PAKEM adalah belajar 28 . Ngrampal. Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Tahun 2004. Agus Muji Widodo (2005) dengan judul Implementasi Model Pembelajaran PAKEM untuk Meningkatkan Ketrampilan Berbicara Siswa Kelas III SD N Pilangsari 1. dan guru dalam proses pembelajaran dikatagorikan baik dilihat dari hasil persentase pengamatan penampilan guru. Peningkatan tersebut disebabkan dengan Pembelajaran yang menyenangkan terbangun peer teaching. Dari hasil penelitian tersebut didapat bahwa penerapan Model Pembelajaran PAKEM pada siswa kelas III dari hasil antar siklus meningkat dengan cukup signifikan.memperoleh penguatan yang diakibatkan interaksinya dengan bendabenda kongrit yang dimanipulasinya. Siswa dapat mengungkapkan suatu hasil pikirannya dengan kalimat yang cukup panjang dibanding sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif. 2.

Kelompok satu dengan yang lain dapat memiliki bobot yang sama. 3. 29 .dengan nuansa bermain. ras.´ Dari hasil penelitian didapat hahwa dengan kombinasi model pembelajaran tersebut selain ketrampilan berbicara meningkat siswa dapat mengungkapkan hasil pemecahan masalah dengan bahasanya sendiri. status sosial dan sebagainya. Agus Muji Widodo (2007) dengan judul ³Penerapan Model Pembelajaran PAKEM dalam meningkatkan Aktivitas dan Prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Pilangsari 1. ini terjadi sebab didalam pembagian kelompok berdasarkan kehetoroginan ranking. Kelas IV menggunakan Pembelajaran Tematik pembelajaran ini dapat dihubungkan dengan masalah dari mata pelajaran yang lain.dimana kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dengan mempertimbangkan kehiteroginannya baik prestasi.

Pelaksanaan pembelajaran fisika yang dilaksanakan guru kelas VII SMP Negeri 2 Woha Kabupaten Bima masih bersifat konvensional. Kerangka Berpikir PAKEM di rumah melalui tugas terstruktur dalam modul Siswa memiliki bekal pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan PAKEM di kelas pada saat pembelajaran melalui pemanfaatan benda-benda sekitar Penekanan konsep materi pada tugas terstruktur Diskusi pemecahan masalah untuk memperkuat pemahaman konsep Rangkuman hasil belajar dipajang Peningkatan: Hasil belajar Mencapai tuntas belajar Metode guru dalam mengajar menentukan kualitas hasil belajar mengajar.C. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi hasil belajar siswa yang kurang baik pula. dimana pembelajaran hanya berpusat pada guru tanpa 30 .

siswa memiliki bekal pengetahuan sebelum pembelajaran. guru melakukan review tentang materi pada tugas terstruktur melalui model PAKEM dan pemanfaatan benda-benda sekitar dalam rangka menekankan kembali konsep pada tugas terstruktur. dan hasil belajar siswa. keterampilan proses. model pembelajaran PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan bendabenda sekitar memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bekerja sama dengan siswa lain (berkelompok). Oleh karena itu. Salah satu alternatif yang dapat dipilih adalah menerapkan model pembelajaran PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan bendabenda sekitar pada pembelajaran fisika. Hal ini menyebabkan kebosanan dan ketidakmengertian siswa dalam pembelajaran fisika. segala 31 . Di samping itu. guru harus melakukan usaha untuk memperbaiki proses pengajaran yang dapat meningkatkan Keaktifan. dari segi sosial dapat memberikan rasa tanggung jawab yang lebih besar dan sifat kepemimpinan pada siswa sehingga dapat memenuhi kebutuhan siswa secara optimal. Dalam rangka memperkuat pemahaman siswa. Dengan model pembelajaran PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar memungkinkan siswa belajar lebih aktif sehingga daya kreatif siswa lebih berkembang. Pada saat pembelajaran. Disamping itu dengan model pembelajaran PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar.memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali sendiri pengetahuan yang mereka miliki sehingga siswa menjadi pasif atau kurang aktif.

32 .permasalahan diselesaikan melalui diskusi kelompok. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. D. Siswa memiliki imajinasi dan rasa ingin tahu. kemudian rangkuman hasil belajar dipasang pada pojok baca. Model PAKEM dipilih dengan alasan mengingat belajar merupakan proses aktif membangun makna. Hipotesis Tindakan Berdasarkan paparan di atas maka dapat diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut : ³ Dengan implementasi model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa untuk mencapai tuntas belajar kelas VII/II SMPN 2 Woha Kabupaten Bima Tahun Pelajaran 2010/2011 dalam belajar fisika pada pokok bahasan gerak ³. Berarti siswa memiliki modal untuk kreatif.

33 .

Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2011 di SMP Negeri 2 Woha Kecamatan Woha Kabupaten Bima . Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII 2 SMP Negeri 2 Woha Kabupaten Bima tahun pelajaran 2010/2011 yang terdiri dari 37 siswa dengan komposisi 21 siswa laki-laki dan 16 siswi perempuan . Menurut Wallace (dalam Kunandar. 34 . hal : 44) mengemukakan bahwa ³ Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi secara sistematis tentang praktik keseharian dan menganalisisnya untuk dapat membuat keputusan-keputusan tentang praktik yang seharusnya dilakukan di masa mendatang. 2008. Jenis Atau Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas.BAB III METODE PENELITIAN A.NTB. Sedangkan obyek penelitian ini adalah : Hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar pada pokok bahasan gerak. C. Penelitian Tindakan Kelas ini melibatkan 2 guru fisika SMP Negeri 2 Woha sebagai pengamat atau observer.´ B.

D. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah prosedur penelitian tindakan kelas. observasi. evaluasi dan refleksi yang merupakan langkah berurutan dalam satu siklus atau daur yang berhubungan dengan siklus berikutnya. Prosedur Tindakan Dari materi pokok bahasan semester 2 kelas VII tahun pelajaran 2010/2011. (Zainal Aqib.2009. Oleh karena itu. Akar pelaksanaan penelitian tindakan kelas digambarkan dalam bentuk spiral tindakan sebagai berikut : Perencanaan Tindakan Refleksi Observasi Evaluasi Perencanaan Ulang Siklus I dst. tindakan. Hal :127) 35 . penelitian ini mengambil pokok bahasan gerak. Penelitian tindakan kelas digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis meliputi aspek perencanaan. pokok bahasan gerak memiliki nilai rata-rata kelas yang paling rendah.

Membagikan tugas terstruktur modul untuk setiap siklus pembelajaran tugas terstruktur untuk siklus pembelajaran k. Menyiapkan pedoman penskoran evaluasi. e. dan mempersiapkan benda-benda sekitar yang digunakan. Mensosialisasikan pada guru fisika kelas VII 2 mengenai model pembelajaran PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar.com/doc ) : 1. memasang papan pajangan. h. b. kunci jawaban soal pada modul untuk setiap siklus pembelajaran. Mempersiapkan 36 . Rencana Pembelajaran. daftar pembagian kelompok diskusi. Menyusun kisi-kisi soal evaluasi.scribd. Membuat skenario pembelajaran. Menyiapkan lembar observasi keaktifan siswa dan guru. f. Menyusun daftar nama siswa sebagai subjek penelitian. Menyusun tes hasil belajar dalam bentukpilihan ganda. Mengatur kelas. tugas terstruktur dalam modul.Penelitian tindakan kelas memiliki tahap-tahap sebagai berikut (berdasarkan data dalam http://www. Tahap Perencanaan Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah sebagai berikut : a. i. Menyiapkan LKS dan soal-soal diskusi kelompok. g. c. j. d.

selanjutnya. Siswa mempelajari materi di dalam modul. 2. Pemberian tugas terstruktur dalam bentuk modul a. Mengaktifkan siswa melalui kegiatan bertanya melalui pemanfaatan benda-benda sekitar dan pembahasan beberapa soal dalam rangka mengetahui pemahaman siswa. Siswa mengerjakan soal-soal yang terdapat di dalam modul. Siswa membuat rangkuman hasil belajar. Tahap tahap pelaksanaan tindakan ini adalah : 1. Pendahuluan 1. d. 37 . 3. Pembelajaran di Kelas a. 4. Mempersiapkan kondisi fisik kelas. Siswa membuat/menulis pertanyaan. 2. penekanan kembali tentang konsep pada materi yang terdapat di didalam modul. 2. Mensosialisasikan pada siswa mengenai Model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah memberikan tugas terstruktur dalam bentuk modul sebelum kegiatan belajar mengajar dan melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan. Menyampaikan indikator hasil belajar. b. c.

Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat hasil diskusi dengan anggota kelompoknya. Guru meminta siswa secara individual untuk mengerjakan soal latihan pertanyaan-pertanyaan yang sudah ditulis di rumah yang berkaitan dengan hasil diskusinya. 4. sesuai dengan pembagian kelompok. Guru menunjuk beberapa siswa untuk menuliskan jawaban dari 38 . Penerapan 1. Pengembangan 1. Mengorganisasikan siswa agar mengatur tempat duduk. b. 5. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan diskusi dengan membahas soal-soal yang terdapat pada modul yang belum dibahas. 3. Guru membimbing dan mengarahkan siswa dalam menyelesaikan soal-soal selama jalannya diskusi. 2. 2. sehingga siswa menempatkan diri di kelompok masing-masing. 6. Guru memberikan motivasi dan apersepsi yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberi tanggapan terhadap hasil diskusi. c.5. Guru memberi kesempatan tiap-tiap kelompok untuk mempresentasikan jawaban secara lisan maupun tertulis yang merupakan hasil kerja kelompoknya.

Guru menilai jawaban siswa serta menyampaikan langkahlangkah penyelesaian yang benar apabila terdapat kesalahan dari jawaban siswa. d. Dimana guru dan siswa di observasi oleh observer atau pengamat tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar serta keaktifan. Menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya dan memberikan tugas dalam bentuk modul tentang materi yang disiapkan untuk kegiatan berikutnya. 2. Guru meminta siswa untuk menyampaikan permasalahan yang muncul berkaitan dengan hasil diskusi. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari. Tahap Observasi dan Evaluasi Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi. Guru meminta kelompok lain untuk menanggapi jawaban dari siswa yang lainnya. apakah model pembelajaran PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar sudah dilaksanakan dengan optimal.soal di papan tulis. 3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat pajangan dari rangkuman hasil belajar pada pojok baca 3. 4. 39 . 3. dan keterampilan proses siswa dalam belajar. Penutup 1. 5.

Penyusunan test dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui apakah butir soal yang diberikan dapat dikatakan baik atau tidak. E. Dari hasil observasi dan evaluasi pada siklus I guru mengidentifikasi kesalahan dan kekurangan. maka perlu dilakukan analisis butir soal. Tindakan yang sama juga dilakukan untuk siklus II-III dan selanjutnya. Tes yang digunakan adalah test objektif yaitu tes yang terdiri dari item-item yang dapat dijawab dengan memilih salah satu alternatif yang benar dari sejumlah alternatif yang disediakan. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini instrumen penelitian yang digunakan adalah tes belajar. menganalisis penyebab kekurangan dan merefleksi diri untuk melakukan persiapan menyusun tindakan perbaikan untuk melaksananakan siklus II. pengetahuan intelegensi dan kemampuan yang dimiliki individu. Menurut Arikunto (2002) jenis analisis butir soal yakni analisis validitas dan releabilitas.Tahap evaluasi dilakukan setelah akhir tiap siklus dengan memberikan tes berbentuk pilihan ganda. Kemudian peneliti memeriksa hasil belajar siswa. analisis tingkat kesukaran soal dan analisis daya pembeda. Tahap Refleksi Hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi dikumpulkan dan dianalisa pada tahap ini. Test adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan. 40 . Disamping itu peneliti bersama observer mempersiapkan hal-hal yang akan dilakukan pada kegiatan refleksi. 4.

......... Releabilitas Analisis Releabilitas suatu test dan atau alat ukur lainnya.... Jadi kemungkinan yang tejadi yaitu: y Jika rxy > rtabel maka soal tersebut dikatakan valid y Jika rxy < rtabel maka sola tersebut dikatakan tidak valid 2.. .. Validitas Item Validitas berkenaan dengan ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang seharusnya dinilai..1..(3.1) ™XY = Jumlah nilai perkalian variabel X dan variabel Y (™X)2 = Jumlah nilai variabel X di kuadradkan (™Y)2 = Jumlah nilai variabel Y di kuadradkan ™X2 ™Y2 = Jumlah kuadrat nilai variabel X = Jumlah kuadrat nilai variabel Y Nilai rxy akan di konsultasikan dengan tabel r product moment. Analisis validitas dilakukan dengan menggunakan persamaan korelasi r product moment dengan angka kasar (Arikunto.... 2002): rxy  Keterangan: rxy N ™X ™Y = Koofisien korelasi antara variabel variabel X dan variabel Y = Jumlah siswa = Jumlah nilai variabel X = Jumlah nilai variabel Y   =... pada 41 .............

....................... Jadi kemungkinan yang terjadi yaitu: y Jika r11 > rtabel maka soal tersebut dikatakan reliabel... Analisis Indeks Kesukaran Soal Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar.. 3.................. y Jika r11> rtabel maka soal tersebut dikatakan tidak reliabel.. 2002): ........2) Keterangan: r11 = Koefisien realibilatas insrument seluruh test r1/21/2 = Menyatakan releabilitas separuh test Nilai r11 akan dikonsultasikan dengan tabel r product moment...... ... 2002) yaitu:   ................hakekatnya menguji keajengan pertanyaan test..... (3............................3) Keterangan: P = Indeks kesukaran soal B = Banyaknya siswa yang menjawab benar tiap butir soal 42 .... Sebaliknya soal yang terlalu sukar membuat siswa menjadi putus asa memecahkannya.................. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha pemecahannya.... Cara melakukan analisis untuk menentukan tingkat kesukaran soal adalah dengan menggunakan sebagai berikut (Arikunto....... Untuk mencari reliabel soal digunakan rumus Sperman Brown (Arikunto..... (3.............

00 Sukar Sedang Mudah (Arikunto.....1 Kriteria indeks kesukaran soal No Nilai Kualifikasi 1...... Analisis Daya Pembeda Analisis daya pembeda menguji butir-butir soal dengan tujuan untuk mengetahui kesanggupan soal dalam membedakan siswa yang tergolong mampu (tinggi prestasi) dengan siswa yang tergolong kurang (rendah prestasi).... .0...31.......... (3...30 0....... Persamaan yang digunakan yaitu: ...... 2002) 4.70 0. 0.........1 Tabel 3. Kriteria indeks kesukaran soal tersebut dapat dilihat pada tabel 3...71.....0... Sebaliknya makin besar indeks yang di peroleh makin mudah soal tesebut.. 2........ 3......1...4) Keterangan: D = Daya Pembeda Ba = Banyak siswa kelompok atas yang menjawab benar Bb = Banyak siswa kelompok bawah yang menjawab benar Ja = Jumlah siswa kelompok atas 43 ..00 ........JS = Banyaknya siswa yang memberikan jawaban pada soal yang dimaksud Kriteria yang digunakan adalah makin kecil indeks yang diperoleh makin sulit soal tersebut..

2 Kriteria Nilai Daya Pembeda No.20 0. Teknik Pengumpulan Data 1.40 0.70 0. Sedangkan kualifikasi hasil belajar siswa diperoleh dengan pedoman konversi seperti tabel 3. Sumber data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru.Jb = Jumlah siswa kelompok bawah Tabel 3. G. Cara pengambilan data Data hasil belajar yang diperoleh dari hasil evaluasi dengan menggunakan tes pilihan ganda yang telah disiapkan pada akhir tiap siklus.00 ± 0. Nilai Kualifikasi 1 2 3 4 0. Data skenario pembelajaran 3. 2. Data hasil belajar b.3 berikut : 44 .71± 1.41± 0.00 Jelek Cukup Baik Baik sekali F. Jenis-jenis data a. Teknik Analisis Data Data tentang hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif kualitatif.21± 0.

........................ 1995.....5)  Menentukan ketuntasan individual Setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas secara individu terhadap materi pelajaran yang disajikan apabila siswa mampu memperoleh nilai • 65 (Depdikbud............ 40-54 Kurang 5.......... Hal : 20)..... 45 ... (3........ (3...... 0-39 Sangat Kurang (Depdikbud.Tabel 3.1995... dan N menyatakan jumlah siswa sesuai dengan petunjuk teknik penilaian...6) (Depdikbud..... 55-69 Cukup 4. SKOR KATEGORI 1................ ..3 : Pedoman Konversi Skor Hasil belajarSiswa NO...... 85-100 Sangat Baik 2...... Hal : 18) Untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajarsiswa pada pembelajaran Getaran dan gelombangyang dicapai pada tiap siklus..  Menghitung ketuntasan klasikal KK = x 100 % ........... Kelas dikatakan tuntas secara klasikal terhadap materi pelajaran yang disajikan jika ketuntasan klasikal mencapai 85 %. X menyatakan jumlah siswa yang memperoleh nilai • 65......... Hal : 21) Dengan KK menyatakan ketuntasan klasikal..... 1995.. digunakan rumus sebagai berikut :  Menentukan rata-rata      .............. . 70-84 Baik 3....

H. 46 . dan hasil belajar siswa 70%. keterampilan proses siswa 70%. Dengan demikian penerapan model PAKEM dilengkapi tugas terstruktur dan pemanfaatan benda-benda sekitar pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila 85 % siswa mencapai hasil belajar • 65 %. Keaktifan siswa baru 75%. yaitu ketuntasan belajar pada materi pokok gerak siswa kelas VII2 SMP Negeri 2 Woha pada tahun pelajaran 2009/2010 belum optimal. Indikator Kinerja Berdasarkan latar belakang masalah. Mengingat hal tersebut maka ditetapkan indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah : ³ Dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 85 % dari siswa di kelas yang memperoleh nilai hasil belajar sebesar • 65 % pada saat evaluasi ´ .

DAFTAR PUSTAKA AM. Bandung: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Jakarta : Depdikbud. Jakarta : PT Gramedia. Negoro. Arikunto. Belajar dan Pembelajaran..art. Penelitian Tindakan Kelas.M.html. syamsul. Fisika SMP untuk Kelas VII.2008. 2004. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta : Erlangga. Media Pembelajaran. N. 1994. Ensiklopedia Fisika. Notoatmodjo. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan. Artikel. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru. S. Pendekatan Keterampilan Proses.S. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta. Zainal . Jakarta : PT Bumi Aksara. Bheta. 2004. Conny. 2003. 2002.scribd. Drs. 2007. Jakarta : PT Aneka Cipta. Belajar dan pembelajaran. Jakarta : Bina Aksara.us. 1987.Pd. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. S. Jakarta: Bumi aksara.0557. Suplemen 1999 . http://www.Jakarta : Rajagrafindo Persada. Driyarkara.. Depdikbud. Jakarta: Rineka cipta. 2003. Sardiman.2009.B. Aqib . Aristo. S T. 9 Oktober. Sistem Pembelajaran KBK terhadap Motivasi belajar Para peserta Didik Pada Bidang Studi Fisika. 1982. Nasution.25 wita Junaidi. Dymyati.com/doc/2473703/Penelitian-Tindakan-Kelas-PTKSUHARSIMI-ARIKUNTO/diakses 14 Januari 2008. Djamarah. Kunandar. Rahardi. Soedikdjo. 2002. Darliana. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. S. 2001.13. Pendekatan SPIKK. Berbagai Proses Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. 1995. Surabaya: Usaha Nasional. Suharsimi.Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Semiawan. 1980. 2000. Dasar-Dasar Evaluai Pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional Sari. Jakarta : Ghalia Indonesia. 1992. DR. 47 . Arikunto.Si.

Cerdas Aktif Matematika. Jakarta : Erlangga. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Ganeca Exact. Menjadi Guru Profesional. Suharno. Usman. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Sudirman. 2001.2008. Tilaar. Suyitno. 48 . Amin. 2004. Bandung: Pusat Pengembangan penataran guru tertulis Bandung. Bandung: PT. IPA Terpadu Untuk SMP/MTS kelas VII. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Winarsih. 2005. Jakarta: Rineka Cipta. Dra. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Drs. Uzer. 2004. Moh. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Drs. Anni. Suyitno. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2004. dkk. Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta ---------. 2000. Amin. 1989. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Buletin: pendidikan fisika dalam menyongsong pasar bebas. 2003.Slameto. Semarang : Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Jakarta: Rineka Cipta.Fisika Jilid I untuk Kelas VII Semester 1 dan 2. Membenahi pendidikan Nasional. Pemilihan Model-Model Pembelajaran Fisika dan Penerapannya di SMP. Penelitian Tindakan Kelas (Petunjuk Praktis). Remaja Rosdakarya. Sukino. 2006. Jakarta : Balai Pustaka. 2002. Materi Pelatihan Terintegrasi. Usman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful