STUDI PENYETELAN RELAI DIFERENSIAL PADA TRANSFORMATOR PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA Abstract The quality of an electric power system

is measured by its continuity of service, good control and maintenance. The good continuity of service can be obtained if all the components of power systems can operate well in every situation and condition, either in normal or in abnormal condition. In abnormal condition, the protection system has an important role in detecting every disturbance and disconnecting the disturbed parts from the system. The power transformer is the main component in a substation. The disturbances in the transformer should be isolated so as not to disturb the system during distribution of the electric power to other load. The differential relay on the power transformer is a protection relay to detect internal disturbance. This paper discusses the setting and mismatch error of differential relay in substation of Central Duri at switchgear #3 at PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Keywords: short circuit, differential relay, power transformer Pendahuluan Sistem kelistrikan merupakan elemen penting untuk menunjang proses produksi pada industri. PT Chevron Pacific Indonesia merupakan salah satu perusahaan eksplorasi minyak asing di Indonesia dengan wilayah kerja yang cukup luas. PT Chevron memiliki sistem kelistrikan sendiri untuk memenuhi kebutuhan listrik yang cukup besar. Sistem pembangkitan untuk penyediaan tenaga listrik yang terdiri atas fasilitas-fasilitas pembangkitan, transmisi, dan distribusi diatur agar sistem tidak hanya beroperasi dengan efisiensi yang setinggi mungkin, tetapi seluruh peralatannya juga diamankan dan dilindungi terhadap kerusakan. Manfaat sistem proteksi dan relai-relai pengaman adalah agar pemutus-pemutus daya yang tepat dioperasikan supaya hanya bagian yang terganggu saja yang dipisahkan secepatnya dari sistem, sehingga kerusakan peralatan listrik yang disebabkan oleh gangguan menjadi sekecil mungkin. Salah satu komponen yang sangat penting peranannya dalam system tenaga listrik adalah transformator tenaga. Transformator tenaga ini berfungsi untuk mengubah besaran tegangan. Dengan menggunakan transformator tenaga, penyaluran energy dapat luas jangkauannya sehingga penempatan pembangkitan tidak harus berdekatan dengan beban. Untuk menjaga transformator tenaga dari gangguan diperlukan pengaman. Salah satu pengaman transformator tenaga adalah relai diferensial. Gambar sederhana sebuah sistem tenaga listrik diperlihatkan pada Gambar 1. berikut:

Prinsip ini berdasarkan hukum kirchhoff yaitu membandingkan jumlah arus masuk ke primer (Ip) sama dengan jumlah arus yang keluar dari sekunder (IS). Dimana: Id = Arus Diferensial (A) Ip = Arus Sisi Masuk (A) Is = Arus Sisi Keluar (A) Gambar 2.No Year: 8-20). dimana Ip dan Is sama besar dan berlawanan arah. . Daerah pengamanannya dibatasi oleh pasangan trafo arus dimana relai diferensial dipasang sehingga relai diferensial tidak dapat dijadikan sebagai pengaman cadangan untuk daerah berikutnya. menunjukkan relai diferensial dalam keadaan arus normal. (Kadarisman. Proteksi relai diferensial bekerja dengan prinsip keseimbangan arus (current balance).Relai Diferensial Relai diferensial adalah salah satu relai pengaman utama system tenaga listrik yang bekerja seketika tanpa koordinasi relai disekitarnya sehingga waktu kerja dapat dibuat secepat mungkin.

.Gambar 2. sehingga relai diferensial tidak bekerja. (J lewis. Blackburn. 2004: 10). Relai Diferensial Saat Arus Normal Id = Ip + Is = 0 Ampere Idif = IP + IS = 0 Ampere Maka tidak ada tegangan yang melintasi coil relay dan tidak ada arus yang mengalir pada relai tersebut.

berikut. karena Ip dan Is sama besar dan berlawanan arah (Id = Ip + Is = 0 Ampere. (J lewis.Gangguan Diluar Daerah yang Dilindungi Pada gangguan diluar (eksternal) daerah proteksi relai diferensial (diluar kedua trafo arus). relai diferensial tidak akan bekerja. Relai Diferensial Saat Gangguan Eksternal . 2003: 10). seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3. Gambar 3. Idif = IP + IS = 0 Ampere).

sehingga relai diferensial akan bekerja.Gangguan Didalam Daerah yang Dilindungi Untuk gangguan didalam (internal) daerah proteksi relai diferensial (diantara kedua trafo arus). Ip dan Is searah. Id = Ip + Is > 0 Ampere Idif = IP + IS > 0 Ampere Karena arus akan menuju titik gangguan. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4. Gambar 4. Relai Diferensial Saat Gangguan Internal .

Kesalahan kerja disebabkan karena CT ratio mismatch. Sinyal ini akan di teruskan ke C/S dan memerintahkannya untuk lock out sehingga aliran energi listrik terputus. Kesalahan akurasi CT. Kumparan ini di sebut Restraining Coil. Untuk mengatasi masalah unbalance current (I ) pada relai diferensial caranya dengan menambahkan kumparan yang menahan bekerjanya relai di daerah I . 3. maka relai akan mengirim sinyal pada lock out relay. sedangkan kumparan yang mengerjakan relai tersebut di sebut Operating Coil. adanya pergeseran fasa akibat belitan transformator tenaga terhubung (Y) ( ). maka transformator tenaga yang diamankan bebas dari pengaruh gangguan yang ada. Gambar 5. dan Inrush current pada saat transformator energize menimbulkan unbalances current (I ) yang bersifat transient. Perbedaan kesalahan CT di daerah jenuh (Saturasi CT). Prinsip Pengoperasian Relai Diferensial Perubahan tap tegangan (perubahan posisi tap changer) pada transformator tenaga oleh On Load Tap Changer (OLTC) yang menyebabkan CT mismatch juga ikut berubah. untuk menghindari terjadinya kesalahan kerja. Arus diferensial didapat dari menjumlahkan komponen arus .Pada saat ada arus yang mengalir lewat relai. Karakteristik Relai Diferensial Karakteristik diferensial dibuat sejalan dengan Unbalances current (I ).

Daerah di atas kurva adalah daerah kerja relai diferensial.Jika arus berlawanan dalam arti yang satu menuju relai dan yang yang lainnya meninggalkan relai. halaman berikut merupakan karakteristik relai diferensial. Arus penahan (restrain) didapat dari arus maksimal komponen arus sekunder perfasa di belitan Slope didapat dengan membagi antara komponen arus diferensial dengan arus penahan. maka akan saling menjumlahkan. Sedangkan Slope 2 berguna supaya relai tidak kerja oleh gangguan eksternal yang berarus sangat besar sehingga salah satu CT mengalami saturasi (diset dengan slope lebih dari 50%). maka akan saling mengurangi dan sebaliknya jika arus searah berarti yang kedua-duanya menuju atau meninggalkan relai. sedangkan pada daerah di bawah kurva. Slope 1 akan menentukan arus diferensial dan arus penahan pada saat kondisi normal dan memastikan sensitifitas relai pada saat gangguan internal dengan arus gangguan yang kecil. Pada Gambar 6. 2001: 214-300) . relai tidak akan bekerja. (Anderson Anvenue.

Adanya pergeseran fasa akibat hubungan trafo tenaga yang terhubung delta ( ) . contohnya 200:5 dan 1500:5. Trafo arus yang digunakan oleh relai diferensial ini harus memiliki rasio perbandingan CT1 dan CT2 sama. lainnya . Karakteristik Relai Diferensial Syarat Pengaman Relai Diferensial a. c. Polaritas trafo arus memperlihatkan arah arus yang masuk dan keluar dari trafo arus Jika tidak. . hubungan trafo arus di buat berbeda dan sudut pada CT di sisi primer dan CT di sisi sekunder trafo berbeda 1800.Gambar 6. Oleh karena itu diperlukan suatu CT tambahan (auxiliary CT ACT) yang terhubung Y. serta sambungan dan polaritas CT1 dan CT2 sama. menyebabkan kesalahan dalam menentukan adanya gangguan di transformator tenaga. Karakteristik kejenuhan CT1 dan CT2 harus sama b.(Y) maka untuk mengembalikan sudut phasa arus yang tergeser tersebut. Yang terhubung menghasilkan dan adanya arus magnetisasi dari trafo tenaga di sisi primer menyebabkan pergeseran fasa. sehinggga Ip = Is. Hal ini. karena proteksi diferensial harus membandingkan arus pada dua sisi tanpa perbedaan fasa. akan terjadi kesalahan dalam melihat arus yang masuk dan keluar melalui transformator tenaga. Hubungan CT di primer berbeda dengan CT di sekunder yaitu satu sisi terhubung Y.

Polaritas Trafo Arus Pemilihan CT Ratio Pemilihan CT disesuaikan dengan alat ukur dan proteksi. Jika karakteristik CT bekerja dengan baik. seperti yang terlihat pada Gambar 8. CT ditempatkan dikedua sisi peralatan yang akan diamankan (transformator tenaga). Pemilihan CT dengan kualitas baik akan memberikan perlindungan sistem yang baik pula. . maka sistem akan terlindungi oleh relai diferensial ini secara optimal. Relai diferensial sangat tergantung terhadap karakteristik CT.Gambar 7.

. 1995: 3-115) Dimana: n I : arus nominal (A) S : Daya yang tersalur (MVA) Dari persamaan 4. (Sukmawidjaja. arus nominal dikedua sisi transformator adalah sebagai berikut .CT ratio untuk relai diferensial yang dipilih sebaiknya memiliki nilai yang mendekati nilai Irating .

.10 x 1171. selama temperatur belitan dibawah temperatur maksimumnya. Irating primer CT sisi 13.579 A Maka perbandingan ratio trafo arus (CT ratio) dapat dihitung dari nilai arus rating dikedua sisi tegangan transformator tenaga tersebut dan disesuaikan dengan spesifikasi CT ratio yang ada dipasaran sedangkan nilai sekunder CT (5A atau 1A) disesuikan dengan peralatan proteksinya Untuk CT ratio sisi 115 kV (CT1) = 200 : 5 = 40 Dan Untuk CT ratio sisi 13.432 = 1288.8 kV (CT2) = 1500 : 5 = 300 Setelan Relai Diferensial Diatas telah dihitung nilai CT ratio pada kedua sisi transformator tenaga. maka sekarang dapat dihitung di hitung nilai arus diferensial (Id) dan arus restraint (Ir) kemudian didapat nilai Setting Arus(Iset).Transformator dapat menarik beban lebih hingga 110% dari kapasitasnya.8 kV = 1.

relai diferensial beroperasi Jika: iset < ioper = relai diferensial beroperasi Arus diferensial (Id) merupakan arus operasi (Ioper) pada relai diferensial.242. Perhitungan setelan Relai Diferensial Pada Gangguan Dalam Untuk gangguan didalam transformator tenaga. S dan T yang mengalir pada saat gangguan hubung singkat tiga fasa didalam transformator dengan menggunakan program Microsoft Excel didapat arus diferensial diperlihatkan pada tabel berikut.626) = 41.626 A Ir = max (41.14. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program Microsoft Excel didapat: I1 = 41. Dari hasil perhitungan arus gangguan fasa R.242 A I2 = 14.Relai diferensial hanya akan beroperasi saat ada gangguan didalam transformator dan tidak beroperasi saat keadaan gangguan diluar dan keadaan normal.242 A .

242 = 10.677 A Karena iset < ioper maka relai diferensial trip. Id = 55. Setelan persenan ini telah ditentukan dari karakteristik kerja relai diferensial.310 A Arus operasi sama dengan arus diferensial (Ioper = Id ) . yaitu slope 1 untuk gangguan didalam transformator 25% dan slope 2 untuk gangguan diluar transformator 100%. Untuk letak titik gangguan di gambar karakteristik relai diferensial arus diferensial dan arus restraint diubah dalam satuan pu. pada Tabel 7. setelan relai diferensial sebesar 25% dan untuk gangguan diluar transformator tenaga setelan relai diferensial sebesar 100%.Slope pada Karakteristik relai difererensial pada gambar ada dua. Pada gangguan didalam transformator tenaga slope 1 di set 25%. Untuk gangguan didalam transformator tenaga .242 A Idasar sec CT = 5 A .677 A Ir = 41. Id = 55. dan relai diferensial bekerja jika iset < ioper maka Iset untuk gangguan tiga fasa ini pada fasa R adalah: Iset = slope 1 x Ir = 25% x 41.

Keterangan: a: Karakteristrik Relai Diferensial T60 Dititik Gangguan Dalam Transformator Untuk gangguan Tiga Fasa.Untuk menghitung arus dalam pu: Dibawah ini adalah gambar karakteristik relai diferensial yang memperlihatkan letak titik nilai gangguan. b: gangguan didalam jangkauan relai diferensial . S dan T yang mengalir pada saat gangguan hubung singkat tiga fasa didalam transformator tenaga. untuk gangguan fasa R.

667 : 5 Ratio CT yang digunakan di sisi 13. sedangkan idealnya CT untuk sisi 13. misal untuk sisi 13.8 kV (CT2) = 1500 : 5. (Anderson Anvenue. kesalahan ini disebut mismatch error. Pada relai diferensial untuk melihat mismatch error didapat dari perbandingan CT dengan tegangan pada persamaan Untuk menghitung error mismatch sebelumnya terlebih dahulu menghitung nilai CT yang ideal di salah satu sisi transformator tenaga.Maka.Error Mismatch Meskipun dari perhitungan telah di dapat ratio CT Pada halaman 10 yaitu pada sisi 115 kV (CT1) = 200 : 5. Karena adanya perbedaan ini maka akan terjadi kesalahan dalam membaca perbedaan arus dan tegangan di sisi primer dan sekunder transformator tenaga serta pergeseran fasa di trafo arus.667 : 5 . Error mismatch untuk relai diferensial adalah .8 kV adalah 1666. Nilai CT ratio yang dipilih ini adalah sesuai dengan CT yang ada dipasaran. error mismatch didapat dari perbandingan antara CT ideal dengan CT yang ada dipasaran. 2001: 214-300).8 kV adalah 1500 : 5. dan pada sisi 13.8 kV saat maxsimum load adalah = 1666.8 kV (CT2) dengan persamaan Maka ratio CT2 di sisi 13.

Kesimpulan y Relai diferensial transformator adalah relai utama yang bekerja mengamankan transformator tenaga dari gangguan didalam transformator tenaga dan tidak bekerja saat terjadi gangguan di luar transformator tenaga. y Pada karakteristik relai diferensial.Kesalahan relai diferensial dalam mengamankan transformator dari gangguan adalah sebesar 1. y Error mismatch adalah kesalahan dalam membaca perbedaan arus dan tegangan di sisi primer dan sekunder transformator tenaga serta pergeseran fasa di trafo arus. Nilai Error mismatch harus lebih kecil dari 5 % agar proteksi relai diferensial lebih optimal dalam mengamankan transformator tenaga. .111 % .Untuk memperbaiki error mismatch pada relai diferensial ini dapat dilakukan dengan menaikkan atau menurunkan tap pada CT. setelan rele diferensial untuk gangguan didalam transformator tenaga sebesar 25% lebih kecil dibandingkan untuk gangguan di luar transformator sebesar yang 100% dan untuk nilai pick up di ambil dari ratio error CT. Dengan syarat kesensitifan relai diferensial dalam pengoperasian Mismatch error tidak boleh lebih dari 5%. Syarat ini ditentukan untuk proteksi agar optimal menjaga sistem tenaga listrik dari gangguan. Error mismatch diharapkan nilainya sekecil mungkin agar proteksi relai diferensial bekerja secara optimal dalam mengamankan transformator tenaga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful