BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Pengukuran waktu dan studi gerakan merupakan dua hal yang terpisah karena perkembangannya masing-masing oleh Taylor dan Gilbert dilakukan sendiri-sendiri. Yang dicari dari pengukuran waktu adalah waktu yang wajar diberikan kepada pekerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Jadi, akan didapat juga waktu yang pantas untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kondisi yang bersangkutan. Suatu perusahaan biasanya menginginkan waktu kerja yang sesingkat-singkatnya agar dapat meraih keuntungan sebesar-besarnya. Dengan studi gerakan dapat diperoleh berbagai rancangan sistem kerja yang baik bagi suatu pekerjaan. Hal yang diinginkan oleh Taylor; ialah mencari rancangan kerja yang terbaik yang membutuhkan waktu tersingkat. Oleh karena itu, penerapan kedua penemuan itu selalu dilakukan bersamaan sebagai dua hal yang saling melengkapi. Dalam perkembangannya kemudian keduanya dipandang sebagai suatu kesatuan yang dikenal dengan nama “Time and Motion Study” atau studi waktu dan gerakan. Faktor manusia merupakan bagian dari perancangan sistem kerja yang dapat mempengaruhi waktu normal dan waktu standar yang dibutuhkan dalam memproduksi suatu produk. Jadi, dalam menghitung waktu standar dibutuhkan faktor kelonggaran dan faktor penyesuaian berdasarkan pada faktor manusia. Rancangan kerja yang terbaik sangat membutuhkan teknik tata cara kerja yang terbaik pula. Teknik tata cara kerja adalah suatu ilmu yang terdiri dari teknik-teknik dan prinsip-prinsip untuk mendapatkan rancangan (desain) terbaik dari sistem kerja. Teknik-teknik ini digunakan untuk mengatur komponen-komponen sistem kerja yang terdiri dari manusia dengan sifat dan kemampuannya, bahan, perlengkapan, dan peralatan kerja, serta lingkungan kerja sedemikian rupa sehingga dicapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang tinggi yang diukur dengan waktu yang

1

dihabiskan, tenaga yang dipakai serta sebab-akibat psikologis dan sosiologis yang ditimbulkannya. Teknik tata cara kerja merupakan hasil perpaduan antara teknik-teknik pengukuran waktu dan prinsip-prinsip studi gerakan. Yang dicari dengan teknikteknik dan prinsip-prinsip ini sistem kerja yang terbaik yaitu yang memiliki efisiensi dan produktivitas yang setinggi-tingginya. Efisiensi & Produktifitas adalah keluaran (output) dibagi masukan (input). Semakin besar harga rasio ini semakin tinggi efisiensinya. Dalam pemrosesan sebuah produk, efisiensi penggunaan bahan dihitung dengan membagi banyaknya bahan yang menjadi produk jadi dengan banyaknya bahan yang dimasukkan dalam proses. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk harus berdasarkan pada faktor kelonggaran dan penyesuaian yang berhubungan dengan tubuh manusia sehingga kita dapat mengukur output yang dihasilkan dengan tepat. I.2 Perumusan Masalah Pada dasarnya, yang menjadi pokok permasalahan adalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. menentukan jumlah pengamatan yang dibutuhkan. menghitung waktu standar menentukan hubungan antara jarak gerakan dengan waktu hasil menggambarkan lay out 1 (awal) material yang akan dirakit menghitung waktu standar pada lay out 1 mengambarkan lay out yang lebih baik (lay out 2) menghitung waktu standar pada lay out 2

pengamatan

2

I.3 TUJUAN Adapun tujuan praktikum yang dilakukan, antara lain: 1. 2. 3. 4. Menentukan waktu standar suatu siklus dimana pekerja bekerja Mempelajari hubungan antara pengaruh jarak pemindahan dan Menerapkan prinsip ekonomi gerakan untuk mempelajari dengan metode kerja yang standar. diameter benda dengan penentuan waktu standarnya. pekerjaan manual pada suatu stasiun kerja. Merencanakan lay out material yang akan dirakit.

I.4 MANFAAT Adapun manfaat praktikum yang dilakukan, antara lain: 1. Dengan adanya praktikum ini kita mampu menghitung waktu standar berdasarkan data pengamatan dan faktor kelonggaran serta faktor penyesuaian. 2. 3. Kita dapat menentukan jumlah pengamatan yang dibutuhkan sesuai Kita dapat menentukan lay out yang terbaik dalam sistem kerja dengan data. sehingga didapatkan perancangan sistem kerja yang lebih baik.

3

BAB II LANDASAN TEORI
II. 1 Time Study Teknik pengukuran kerja dimaksudkan untuk menunjukkan isi kerja dari suatu pekerjaan. Isi kerja ini biasanya diukur dalam satuan waktu. Waktu yang diambil sebagai dasar pertimbangan ialah waktu yang secara wajar yang diperlukan oleh seorang pekerja normal untuk menyelesaikan suatu siklus pekerjaan dengan metode kerja terbaik. Waktu ini disebut waktu standar. Menurut teknik work factor, variable yang berpengaruh terhadap waktu untuk menyelesaikan suatu operasi antara lain: 1. Bagian anggota badan yang melakukan gerakan 2. Jarak yang ditempuh sewaktu melakukan gerakan. 3. pengontrolan terhadap jumlah (kelipatan) siklus pekerjaan yang dilakukan 4. Berat material atau tenaga yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Salah satu teknik pengukuran kerja yang sederhana dan umum dipakai ialah teknik stop watch time study. Jumlah pengamatan sangat mempengaruhi tingkat ketelitian pengamatan yang dilakukan. Langkah-langkah penentuan waktu standard yaitu: 1. Membagi data yang diperoleh atas subgroup 2. Menghitung standard deviasi dari data yang sebenarnya.
σ=
Σ( χi − χ ) 2 N −1

Diiketahui; N = Jumlah pengamatan terdahulu

χ = waktu penyelesaian yang teramati selama pengukuran
pendahuluan

4

3. Menghitung standard deviasi dari distribusi harga rata-rata subgroup.
σχ = σ n

Diketahui; n = besarnya subgrup 4. Menentukan batasan control atas dan batas bawah dengan:
B A = χ +3.σχ K BB K = χ −3.σχ

5. Menentukan jumlah pengamatan yang dibutuhkan (untuk tingkat keyakinan 95% dan tingkat ketelitian 5%), gunakan rumus:
 40 n∑χi 2 − ( ∑χi )2   N '=    ∑χi  
2

Diketahui ; N = jumlah pengamatan yang dibutuhkan Apabila N’<N = jumlah pengamatan pendahuluan telah cukup N’>N = jumlah pengmatan pendahuluan masih kurang 6. menghitung waktu terpilih / waktu siklus (WS)
WS = χ =

∑ χi
N

7. Menghitung waktu normal (WN)
W = W × Rf N T

Diketahui; Rf = rating factor (penyesuaian) 8. Menghitung waktu baku (WB)
WB = WN (1 + All ) WB = WN + (WN × All )

Diketahui; All = faktor kelonggaran Rating factor adalah perbandingan antara performance seseorang pekerja dengan konsep normalnya. Allowance adalah bagian jam kerja yang tidak diamati, dicatat dan diukur serta tidak dipergunakan untuk operasi produksi. II.2 Study Gerakan

5

Study gerakan adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dengan demikian diharapkan, agar gerakan-gerakan yang tidak efektif dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sehingga akan diperoleh penghematan dalam waktu kerja, yang selanjutnya dapat pula menghemat pemakaian fasilitas-fasilitas yang tersedia untuk pekerjaan tersebut. Untuk memudahkan penganalisaan terhadap gerakan-gerakan yang akan dipelajari, perlu dikenal dahulu gerakan-gerakan dasar. Seorang tokoh yang telah meneliti gerakan-gerakan dasar secara mendalam adalah Frank B. Gilbert dan istrinya. Ia menguraikan gerakan kedalam 17 elemen gerakan yang dinamai Therblig. 1. Mencari (search) Merupakan gerakan dasar dari pekerja untuk menemukan lokasi. Alat yang digunakan dalam hal ini dalah mata 2. Memilih (select) Merupakan gerakan dasar untuk menemukan suatu obyek yang tercampur, tangan dan mata adalah bagian badan yang digunakan untuk melakukan gerakan ini. 3. Memegang (Grasp) Merupakan gerakan untuk memegang obyek yang didahului oleh gerakan menjangkau dan dilanjutkan dengan gerakan membawa. 4. Menjangkau (reach) Merupakan gerakan dasar dari tangan untuk berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi obyek.

5. Membawa (move)

6

Merupakan gerakan dasar dari tangan untuk berpindah tempat akan tetapi tangan dalam keadaan dibebani. 6. Memegang untuk memakai (Hold) Merupakan gerakan untuk memegang tanpa menggerakkan obyek yang dipegang tersebut. 7. Melepas (release) Merupakan gerakan pekerja dalam melepas obyek yang dipegangnya. 8. Mengarahkan (position) Merupakan gerakan mengarahkan suatu obyek pada lokasi tertentu 9. Mengarahkan sementara (pre-position) Merupakan gerakan mengarahkan obyek pada suatu tempat sementara 10. Memeriksa (inspect) Merupakan pekerjaan memeriksa obyek untuk mengetahui apakah obyek telah memenuhi syarat-syarat tertentu. 11. Merakit (Assembly) Merupakan gerakan untuk menghubungkan suatu obyek dengan obyek yang lain 12. Lepas rakit (disassembly) Merupakan gerakan untuk memisahkan suatu obyek menjadi beberapa bagian 13. Memakai (use) Merupakan gerakan untuk memakai suatu alat oleh tangan kanan ataupun tangan kiri. 14. Kelambatan yang tak terhindarkan (unavoidable delay)

7

Merupakan kelambatan yang diakibatkan oleh hal-hal yang terjadi di luar kemampuan pekerja. 15. Kelambatan yang dapat dihindarkan Merupakan kelambatan yang diakibatkan oleh hal yang ditimbulkan sepanjang waktu kerja oleh pekerjanya baik sengaja maupun tidak disengaja. 16. Merencanakan (plan) Merupakan proses mental, dimana operator berpikir untuk menentukan tindakan yang akan diambil selanjutnya. 17. Istirahat untuk menghilangkan fatique Waktu yang dibutuhkan oleh pekerja untuk memulihkan kondisi badannya dari rasa fatique sebagai akibat kerja berbeda-beda, tidak saja karena jenis pekerjaannya tetapi juga oleh pekerja itu sendiri.

BAB III
8

PENGUMPULAN DATA
III.1 ALAT & BAHAN 1. 2. 3. 4. 5. stop watch Korek API Mistar Alat tulis Formulir data pengamatan

III.2 CARA KERJA Layout 1 1. Bentuk pola (lay out 1) untuk pengamatan yang pertama. Terdiri atas: wadah B (wadah korek bag. dalam), C (hasil jadi/ out put), D (korek api), dan E (tutup korek). Kemudian susun lay out 1 seperti gambar dibawah ini. 2. Tempatkan operator pada posisi A
C B 3 D 2 E

A

3. C. 4. 5. 6.

Kemudian ukurlah jarak antara A-B, A-D, A-E, A-C, B-D, D-E, DLalu keluarkan isi korek api ke wadahD. Tempatkan tutup korek Persiapkan stop watch. Dan kemudian mulai penghitungan waktu Disamping itu kita juga harus mencatat kondisi tempat kerja dalam

pada wadah E dan wadah korek bagian dalam pada wadah B. dengan sample sebanyak 30 sampel. menentukan kelonggaran dan mencatat keterampilan, usaha, kondisi kerja serta konsistensi kerja guna membuat penyesuaian yang dibutuhkan.

9

Layout 2 1. Bentuk pola (lay out 2) untuk pengamatan yang kedua. Terdiri atas: wadah B (wadah korek bag. dalam), C (hasil jadi/ out put), D (korek api), dan E (tutup korek). Kemudian susun lay out 1 seperti gambar dibawah ini 2. Tempatkan operator pada posisi A

B 1 D 2 E

C

A

3. C. 4. 5. 6.

Kemudian ukurlah jarak antara A-B, A-D, A-E, A-C, B-D, D-E, ELalu keluarkan isi korek api ke wadahD. Tempatkan tutup korek Persiapkan stop watch. Dan kemudian mulai penghitungan waktu Disamping itu kita juga harus mencatat kondisi tempat kerja dalam

pada wadah E dan wadah korek bagian dalam pada wadah B. dengan sample sebanyak 30 sampel. menentukan kelonggaran dan mencatat keterampilan, usaha, kondisi kerja serta konsistensi kerja guna membuat penyesuaian yang dibutuhkan

10

BAB IV PENGOLAHAN DATA
DATA PENGAMATAN LAY OUT 1 waktu (sekon) 33.37 39.94 49.15 33.06 29.25 35.12 29.12 30.06 39.87 33.75 31.02 45.06 33.31 32.50 35.31 30.87 30.33 29.25 40.12 39.81 36.56 28.00 37.00 31.44 43.81 26.44 34.25 45.75 33.50 26.87 1043.89 34.80 LAYOUT 2 waktu (sekon) 14.75 26.81 22.00 29.06 27.69 31.37 26.06 31.00 34.19 29.06 46.69 38.25 41.75 42.19 36.69 44.87 40.69 34.37 47.75 43.62 25.19 30.06 27.81 31.56 16.94 27.00 28.58 33.54 37.31 38.50 985.35 32.85 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Total Rata-rata

11

IV.1 JUMLAH PENGAMATAN YANG DIBUTUHKAN LAYOUT 1
SUBGRUP (LAYOUT1) Sub grup ke 1 2 3 4 5 6 Waktu penyelesaian berturut-turut 33.37 35.12 31.02 30.87 36.56 26.44 39.94 49.15 29.12 30.06 45.06 33.31 30.33 29.25 28.00 37.00 34.25 45.75 Jumlah 33.06 39.87 32.50 40.12 31.44 33.50 29.25 33.75 35.31 39.81 43.81 26.87 Harga ratarata 36.954 33.584 35.440 34.076 35.362 33.362 208.778

Diketahui xi : rata-rata tiap subgroup ke-i k
x

: banyaknya subgroup yang terbentuk : rata-rata seluruh subgroup lay out

σ : standard deviasi
N : jumlah pengamatan yang telah dilakukan
x : waktu penyelesaian untuk sampel ke-j j

σx

: standar deviasi dari distribusi rata-rata subgroup

n : besarnya subgrup

x=
=

∑xi
k

208 .778 6 = 34 .8

12

σ=

∑( xj − x)
N −1

2

=
=

(33 .37 − 34 .8) 2 + (39 .94 − 34 .8) 2 + ...... + ( 26 .87 − 34 .8) 2 30 −1

998 .1309 29 = 5.8667

σx =
=

σ
n

dengan asumsi 43,00 dan 26,00 masuk dalam batas kontrol

5.8667 5 5.8667 = 2.2361 = 2.624

B A = x +3.σ.x K

B B = x −3.σ.x K

= 34 .8 +(3 ×2.624 ) = 34 .8 +7.872 = 42 .672

= 34 .8 −(3 ×2.624 ) = 34 .8 −7.872 = 26 .928

Maka didapatkan bahwa pada subgroup 1,3,5,dan 6 terdapatkan sampel yang berada di luar batas control sehingga harus dibuang. Dan akan menjadi sebagai berikut.
Sub grup ke 2 4

Waktu penyelesaian berturut-turut 35.12 30.87 29.12 30.06 30.33 29.25 Jumlah 39.87 40.12 33.75 39.81

Harga rata-rata 33.584 34.076 67.660

13

x=
=

∑xi
k

33 .584 + 34 .076 2 67 .66 = 2 = 33 .83

σ=

∑( xj − x)
N −1

2

= =

(35 .12 − 33 .83 ) 2 + (29 .12 − 33 .83 ) 2 +...... + (39 .81 − 33 .83 ) 2 10 −1 191 .8616 9

= 21 .318 = 4.62

Dengan asumsi 27.00 dan 41.00 masuk dalam batas kontrol
σx =
=

σ
n

4.62 5 4.62 = 2.2361 = 2.0661
B A = x +3.σ.x K B B = x −3.σ.x K

= 33 .83 +(3 ×2.0661 ) = 33 .83 +6.1983 = 40 .0283

= 33 .83 −(3 ×2.0661 ) = 33 .83 −6.1983 = 27 .6317

Keyakinan 95% dan tingkat ketelitian 5%

14

N '=

40 {10 ×(35 .12 2 + 29 .12 2 +... + 39 .81 2 )} − (35 .12 + 29 .12 +... + 39 .81 ) 2 (35 .12 + 29 .12 +... + 39 .81 )

40 ×43 .802 338 .3 1752 .1 = 338 .3 = 5.1791 =6 =

N’<N 5.1791<10 maka hentikan pengamatan

15

LAYOUT 2
SUBGRUP LAYOUT 2 Sub grup ke 1 2 3 4 5 6 Waktu penyelesaian berturut-turut 14.75 31.37 46.69 44.87 25.19 27.00 26.81 22.00 26.06 31.00 38.25 41.75 40.69 34.37 30.06 27.81 28.58 33.54 Jumlah 29.06 34.19 42.19 47.75 31.56 37.31 27.69 29.06 36.69 43.62 16.94 38.50 Harga ratarata 24.062 30.336 41.114 42.260 26.312 32.986 197.070

Diketahui xi : rata-rata tiap subgroup ke-i k
x

: banyaknya subgroup yang terbentuk : rata-rata seluruh subgroup lay out

σ : standard deviasi
N : jumlah pengamatan yang telah dilakukan
x : waktu penyelesaian untuk sampel ke-j j

σx

: standar deviasi dari distribusi rata-rata subgroup

n : besarnya subgrup

x=
=

∑xi
k

197 .07 6 = 32 .85

16

σ=

∑( xj − x)
N −1

2

=
=

(14 .75 − 32 .85 ) 2 + (26 .81 − 32 .85 ) 2 + ...... + (38 .5 − 32 .85 ) 2 30 −1

2107 .8357 29 = 8.5255

σx =
=

σ
n

dengan asumsi 45,00 dan 21,00 masuk dalam batas kontrol

8.5255 5 8.5255 = 2.2361 = 3.8126

B A = x +3.σ.x K

B B = x −3.σ.x K

= 32 .85 +(3 ×3.8126 ) = 32 .85 +11 .438 = 44 .29

= 32 .85 −(3 ×3.8126 ) = 32 .85 −11 .438 = 21 .41

Maka didapatkan bahwa pada subgroup 1,3,4,dan 5 terdapatkan sampel yang berada di luar batas control sehingga harus dibuang. Dan akan menjadi sebagai berikut.
SUBGRUP LAYOUT 2 Sub grup ke 2 6 Waktu penyelesaian berturut-turut 31.37 27.00 26.06 31.00 28.58 33.54 Jumlah 34.19 37.31 29.06 38.50 Harga ratarata 30.336 32.986 63.322

x=

∑xi
k

17

33 .584 + 34 .076 2 67 .66 = 2 = 31 .66 =

σ=

∑( xj − x)
N −1

2

= =

(31 .37 − 31 .66 ) 2 + (26 .06 − 31 .66 ) 2 +...... + (38 .50 − 31 .66 ) 2 10 −1 158 .4851 9

= 17 .6095 = 4.1964

Dengan asumsi 27.00 dan 41.00 masuk dalam batas kontrol
σx =
=

σ
n

4.1964 5 4.1964 = 2.2361 =1.88
B A = x +3.σ.x K B B = x −3.σ.x K

= 31 .66 +(3 ×1.88 ) = 31 .66 +5.64 = 37 .3

= 31 .66 −(3 ×1.88 ) = 31 .66 −5.64 = 26 .02

Keyakinan 95% dan tingkat ketelitian 5%

18

N '=

40 {10 ×(31 .37 2 + 26 .06 2 +... + 38 .50 2 )} − (31 .37 + 26 .06 +... + 38 .50 ) 2 (31 .37 + 26 .06 +... + 38 .50 )

40 ×39 .8102 316 .62 1592 .408 = 316 .62 = 5.029 =6 =

N’<N 5.029<10 maka hentikan pengamatan

19

IV.2 MENGHITUNG WAKTU BAKU (WB) LAYOUT 1 A. WAKTU SIKLUS (WS)
W =X S W = S n 1043 ,89 W = S 30 W = 34 ,8 S

∑xi

B. WAKTU NORMAL (WN) Diketahui Rating Factor (RF) 1. Keterampilan : Good(C1) = +0,06 Berdasarkan pada kecakapan operator dalam memasukkan korek api. 2. Usaha : Good(C2) = +0,05 Berdasarkan pada kecepatan operator dalam memasukkan korek api. 3. Kondisi kerja : kerja. 4. konsistensi : Fair(E) = -0,02 berdasarkan pada ketahanan operator dalam merakit korek api. __________+ +0,09 Jadi, RF = (1+0,09) = 1,09
WN = WT × RF

Average(D)

=

0,00

Berdasarkan keadaan lingkungan sekitar tempat

20

=34,8×1,09 = 37,94 menit C. WAKTU BAKU (WB) Diketahui kelonggaran (All) 1. Operator Pria Berdasarkan kelonggaran yang tidak terhindarkan pada operator pria. 2. Jenis Pekerjaan: pekerjaan. 3. Posisi kerja pekerjaan. 4. Gerakan Kerja : operator. 5. Pandangan terus-menerus dengan fokus berubah = 8 % Berdasarkan pada penggunaan mata yang dapat menyebabkan kelelahan mata. 6. Temp. & Kelembaban: Berdasarkan 7. Siklus udara : pada lingkungan kerja. Baik = 0% = 0% ________+ 21,5 %
WB = WN (1 + All ) WB = WN +WN × All = 37 ,94 + (37 ,94 × 21,5%)

= 2,5 %

Sangat ringan

= 7%

Berdasarkan pada berat atau ringannya suatu : Duduk = 1%

Berdasarkan pada posisi tubuh dalam melakukan Normal = 0%

Berdasarkan pada arah gerakan kerja seorang

Normal suhu dan kelembaban

= 3%

Berdasarkan pada keadaan ventilasi udara. 8. Pencahayaan baik & kebisingan rendah Berdasarkan pada situasi lingkungan kerja.

=37,94 + 8,1571 = 46,1 menit

21

LAYOUT 2 A. WAKTU SIKLUS (WS)
W =X S W = S n 985 ,35 W = S 30 W = 32 ,85 S

∑xi

B. WAKTU NORMAL (WN) Diketahui Rating Factor (RF) 5. Keterampilan : Good(C1) = +0,06 Berdasarkan pada kecakapan operator dalam memasukkan korek api. 6. Usaha : Good(C2) = +0,05 Berdasarkan pada kecepatan operator dalam memasukkan korek api. 7. Kondisi kerja : kerja. 8. konsistensi : Fair(E) = -0,02 berdasarkan pada ketahanan operator dalam merakit korek api. __________+ +0,09 Jadi, RF = (1+0,09) = 1,09
WN = WT × RF

Average(D)

=

0,00

Berdasarkan keadaan lingkungan sekitar tempat

=32,85×1,09 = 35,81 menit

22

C. WAKTU BAKU (WB) Diketahui kelonggaran (All) 9. Operator Pria Berdasarkan kelonggaran yang tidak terhindarkan pada operator pria. 10. Jenis Pekerjaan: pekerjaan. 11. Posisi kerja pekerjaan. 12. Gerakan Kerja : operator. 13. Pandangan terus-menerus dengan fokus berubah = 8 % Berdasarkan pada penggunaan mata yang dapat menyebabkan kelelahan mata. 14. Temp. & Kelembaban: Berdasarkan 15. Siklus udara : pada lingkungan kerja. Baik = 0% = 0% ________+ 21,5 %
WB = WN (1 + All ) WB = WN +WN × All = 35 ,81 + (35 ,81 × 21,5% )

= 2,5 %

Sangat ringan

= 7%

Berdasarkan pada berat atau ringannya suatu : Duduk = 1%

Berdasarkan pada posisi tubuh dalam melakukan Normal = 0%

Berdasarkan pada arah gerakan kerja seorang

Normal suhu dan kelembaban

= 3%

Berdasarkan pada keadaan ventilasi udara. 16. Pencahayaan baik & kebisingan rendah Berdasarkan pada situasi lingkungan kerja.

=35,81 + 7,69915 = 43,51 menit

23

IV.3 HUBUNGAN ANTARA JARAK DENGAN WAKTU PENGAMATAN LAYOUT 1 Pada layout 1 diukur jarak dan waktu sebagai berikut: Jarak (cm) Waktu 56 32 20 0,88 35 1,38 35 1,49

1,05 1,32 (cm) Rumus yang digunakan yaitu: 1. Rumus penentu tetapan a & b
y x ∑ = n.a +b.∑ yx x ∑ = a.x +b.∑
2

2. Rumus hubungan antara jarak dengan waktu pengamatan
y = a + b.χ

Diketahui:

n=

jumlah data

y ∑ =jumlah dari n waktu yang diukur

χ = jarak
y=
Waktu y 1,05 1,32 0,88 1,38 1,49 waktu Jarak x 56 32 20 35 35 pengolahan data
x2

y.x
58,8 42,24 17,6 48,3 52,15

3136 1024 400 1225 1225

∑y = 6,12

∑x =178

∑x 2 = 7010

∑y.x = 219 ,09

24

2 9 ,0 =1 8 +7 1 .b 1 9 7 00 7 1 .b = 4 ,0 00 1 9

y x b x ∑ .x =∑ + .∑

2

6,12 = 5.a +b.178 6,12 = 5.a +(0,005862

x ∑y = n.a +b.∑

×178 )

b = 0,005862

5.a = 5,07656

a =1,015312

Jadi, hubungan antara jarak dengan waktu pengamatan pada layout 1 adalah
y = a +b.x y =1,015312 + 0,005862 ( x )

Dimana:

x = jarak yang akan ditempuh y = waktu yang dibutuhkan untuk jarak x

LAYOUT 2 Pada layout 1 diukur jarak dan waktu sebagai berikut: Jarak (cm) Waktu 76 30 57 0,93 26 0,74 26 0,89

1,20 1,09 (cm) Rumus yang digunakan yaitu: 3. Rumus penentu tetapan a & b
y x ∑ = n.a +b.∑ yx x ∑ = a.x +b.∑
2

4. Rumus hubungan antara jarak dengan waktu pengamatan
y = a + b.χ

Diketahui:

n=

jumlah data

y ∑ =jumlah dari n waktu yang diukur

χ = jarak
y=
waktu

25

pengolahan data Waktu y 1,20 1,09 0,93 0,74 0,89 Jarak x 76 30 57 26 26
x2

y.x
91,2 32,7 53,01 19,24 23,14

5776 900 3249 676 676

∑y = 4,85
x b x ∑y.x = ∑ + .∑
2

∑x = 215

∑x 2 = 11277

∑y.x = 219 ,29

219 ,29 = 215 +11277 .b 11277 .b = 4,29

∑y = n.a +b.∑x
b = 0,0004

4,85 = 5.a +b.215 4,85 = 5.a +(0,0004 ×215 )

5.a = 4,764

a = 0,9528

Jadi, hubungan antara jarak dengan waktu pengamatan pada layout 1 adalah
y = a +b.x y = 0,9528 + 0,0004 ( x )

Dimana:

x = jarak yang akan ditempuh y = waktu yang dibutuhkan untuk jarak x

26

BAB V ANALISA & EVALUASI
V.1 Analisa Variasi Dari pengolahan data di atas, dapat diketahui variasi antara penggunaan susunan layout 1 dan layout 2 yaitu: LAYOUT 1
σ1 =

∑( xj − x)
N −1

2

=
=

(33 .37 − 34 .8) 2 + (39 .94 − 34 .8) 2 + ...... + ( 26 .87 − 34 .8) 2 30 −1

998 .1309 29 = 5.8667

σ 12 = (σ 1 ) 2
= (5.8667 ) 2 = 34 .42

S1 =
= =

∑( xj − x)
N −1

2

(35 .12 − 33 .83 ) 2 + (29 .12 − 33 .83 ) 2 +...... + (39 .81 − 33 .83 ) 2 10 −1 191 .8616 9

= 21 .318 = 4.62

27

S12 = ( 4.62 ) 2 S12 = 21 .3444

LAYOUT 2
σ2 =

∑( xj − x)
N −1

2

=
=

(14 .75 − 32 .85 ) 2 + (26 .81 − 32 .85 ) 2 + ...... + (38 .5 − 32 .85 ) 2 30 −1

2107 .8357 29 = 8.5255

2 σ 2 = (σ 2 ) 2

= (8.5255 ) 2 = 72 .6842

S2 =
= =

∑( xj − x)
N −1

2

(31 .37 − 31 .66 ) 2 + (26 .06 − 31 .66 ) 2 +...... + (38 .50 − 31 .66 ) 2 10 −1 158 .4851 9

= 17 .6095 = 4.1964

2 S 2 = (4.1964 ) 2 2 S 2 = 17 .61

28

V.2 Evaluasi Evaluasi dapat dilakukan dengan membandingkan antara variasi penggunaan layout 1 dan 2 dengan data tabel L.6 (yang seharusnya pada tingkat keyakinan 95% dan tingkat ketelitian 5%). Sehingga,
f test = layout 1 layout 2

S12 =
2 S2

σ 12
2 σ2

2 σ 2 .S12 = 2 2 σ 1 .S 2 72.6842 × 21.3444 = 34.42 × 17.61 1551 .4007 = 606 .1362 = 2.559

f tabel = f 0.05 (10 ,10 ) f tabel = 2.98

Diketahui bahwa:
f test < f tabel 2.559 < 2.98

Maka: Terima Ho → karena f berada di luar wilayah kritik dan dapat dikatakan bahwa waktu yang dibutuhkan tidak lebih lama dari waktu standar.

29

V.3 Kurva Belajar Perkembangan Operator LAYOUT 1
LAY OUT 1 waktu (sekon) 60.00 50.00 waktu 40.00 30.00 20.00 10.00 0.00 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 sampe l ke LAY OUT 1 waktu (sekon)

LAYOUT 2

LAYOUT 2 waktu (sekon) 60.00 50.00 waktu 40.00 30.00 20.00 10.00 0.00 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 sampe l ke LAYOUT 2 waktu (sekon)

30

BAB VI KESIMPULAN dan SARAN

VI.1 KESIMPULAN Dari pengolahan data diatas, kita dapat menyimpulkan: 1. Bahwa pada susunan layout 1, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu kali pekerjaan (satu siklus kerja) lebih lama dari waktu siklus pada susunan layout 2. 2. Bahwa pada susunan layout 1 tidak mempertimbangkan ergonomis gerak tubuh operator sedangkan pada layout 2 sangat mempertimbangkan arah gerak tubuh operator sehingga tidak menimbulkan kelelahan pada operator korek api yang pada akhirnya akan mempengaruhi waktu siklus. 3. 4. Berdasarkan pada faktor penyesuaian, waktu normal pada layout 2 Berdasarkan pada kelonggaran, waktu standar pada layout 2 lebih kecil lebih kecil dari pada waktu normal pada layout 1. dari pada waktu standar pada layout 1. VI.2 SARAN 1. Pada pengukuran, data sampel yang diambil sebaiknya dua kali lebih banyak dari data sampel yang akan diamati atau yang akan dihitung pada setiap layout karena apabila terjadi kekurangan data dari data yang seharusnya maka kita tidak perlu melakukan pengukuran tambahan. 2. Pada penentuan jumlah pengamatan yang dibutuhkan, sebaiknya kita tentukan batas toleransi atas dan batas toleransi bawahnya (asumsi-asumsi) karena kita tidak akan kekurangan data untuk dihitung apabila ada banyak subgrup yang akan dibuang. 3. Pada penentuan faktor penyesuaian dan kelonggaran, sebaiknya mengambil nilai yang terkecil karena dengan nilai faktor yang kecil dapat

31

mengakibatkan penghitungan waktu normal maupun waktu standar tidak terlalu besar. LAMPIRAN
PETA TANGAN KANAN DAN TANGAN KIRI ( LAY OUT 1)
PEKERJAAN DEPARTEMEN NOMOR PETA DIPETAKAN OLEH TANGGAL DIPETAKAN : : : : : Memasukkan Korek Api ke dalam kotak 01 Hengky Fitrayco 09 Januari 2009

C B 3 1 D 2 E KET A : OPERATOR B : WADAH KOTAK BAGDALAM . C : HASIL JADI(OUT PUT ) D : WADAH KOREK API E : WADAH TUTUP KOREK JARAK A-B : 56 cm A-D : 43 cm A-E : 53 cm A-C : 63 cm B-D : 32 cm D-E : 35 cm D-C : 20 cm

A

TANGAN KIRI

JARAK (cm)

Waktu (det)

Lambang

Waktu (det)

JARAK (cm)

TANGAN KANAN

Mengambil kotak bagian dalam

56

1,05

28,68

-

Memasukkan korek kedalam kotak bagian dalam

Menempatkan kotak bagian dalam ke wadah korek api

32

1,32

1,38

35

Mengambil tutup korek api

Menempatkan hasil jadi ke dalam wadah

20

0,88

1,49

35

Memasang tutup korek api

TOTAL

108

3,25

31,55

70

RINGKASAN

WAKTU TIAP SIKLUS

: 34,8 detik

JUMLAH PRODUK TIAP SIKLUS

: 1 buah

WAKTU UNTUK MEMBUAT SATU PRODUK : 34,8 detik

32

PETA TANGAN KANAN DAN TANGAN KIRI ( LAY OUT 2)
PEKERJAAN DEPARTEMEN NOMOR PETA DIPETAKAN OLEH TANGGAL DIPETAKAN : : : : : Memasukkan Korek Api ke dalam kotak 02 Hengky Fitrayco 09 Januari 2009

B 1 D 2 E 3

C KET A : OPERATOR B : WADAH KOTAK BAG DALAM . C : HASIL JADI (OUT PUT ) D : WADAH KOREK API E : WADAH TUTUP KOREK

A

JARAK A-B : 76 cm A-D : 44 cm A-E : 46 cm A-C : 77 cm B-D : 30 cm D-E : 26 cm E-C : 31 cm D-C : 57 cm

TANGAN KIRI

JARAK (cm)

Waktu (det) 1,20

Lambang

Waktu (det) 28

JARAK (cm)

TANGAN KANAN

Mengambil kotak bagian dalam

76

-

Memasukkan korek kedalam kotak bagian dalam

Menempatkan kotak bagian dalam ke wadah korek api

30

1,09

0,74

26

Mengambil tutup korek api

Menempatkan hasil jadi ke dalam wadah

57

0,93

0,89

26

Memasang tutup korek api

TOTAL

163

3,22

29,63

52

RINGKASAN

WAKTU TIAP SIKLUS

: 32,85 detik

JUMLAH PRODUK TIAP SIKLUS

: 1 buah

WAKTU UNTUK MEMBUAT SATU PRODUK

: 32,85 detik

33

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.