P. 1
PEMBELAJARAN MENULIS DI SMP-SMA

PEMBELAJARAN MENULIS DI SMP-SMA

4.52

|Views: 10,763|Likes:
Published by haris sunardi
Satu kata kunci menulis adalah alat ekspresi. Oleh karena itu, pembelajaran menulis diarahkan kepada kegiatan aktif siswa dalam mengekspresikan ide-ide atau gagasan ke dalam bentuk tulisan. Presentasi ini merupakan salah satu alternatif yang dapat dikritisi oleh para guru bahasa Indonesia. Bukan yang terbaik, tetapi saya yakin ini dapat membuka wawasan dan pemahaman pembaca, khususnya guru-guru BI. Salam sukses selalu!
Satu kata kunci menulis adalah alat ekspresi. Oleh karena itu, pembelajaran menulis diarahkan kepada kegiatan aktif siswa dalam mengekspresikan ide-ide atau gagasan ke dalam bentuk tulisan. Presentasi ini merupakan salah satu alternatif yang dapat dikritisi oleh para guru bahasa Indonesia. Bukan yang terbaik, tetapi saya yakin ini dapat membuka wawasan dan pemahaman pembaca, khususnya guru-guru BI. Salam sukses selalu!

More info:

Published by: haris sunardi on Aug 25, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

24 Agustus 2008

Haris Sunardi LPMP Jawa Timur

1

Tujuan
– memperoleh pemahaman yang memadai tentang hakikat menulis dan pembelajaran menulis; – memahami tujuan pembelajaran menulis; – memahami rambu-rambu pembelajaran menulis; – memahami karakteristik keterampilan menulis; – menyusun model pembelajaran menulis dan mengaplikasikannya di sekolah.
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 2

Fungsi utama bahasa: komunikasi
• Bahasa digunakan sebagai sarana komunikasi untuk berbagai keperluan. • Bahasa lebih merupakan bentuk kinerja (praktik) daripada sebuah sistem ilmu. • Pandangan ini membawa konsekuensi bahwa peran bahasa harus lebih menekankan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi daripada sebagai sistem bahasa.
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 3

Keterampilan Berbahasa
• Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa adalah keterampilan menulis. • Keterampilan menulis berkaitan erat dengan keterpelajaran seseorang. • Oleh karena itu, mereka dituntut untuk terampil menulis. Keterampilan menulis tidak diperoleh secara serta merta. • Seseorang yang ingin terampil menulis haruslah berusaha dan berlatih secara terus-menerus
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 4

Sinyalemen
• Keterampilan menulis para siswa masih sangat memprihatinkan. • Tulisan/karangan mereka banyak yang kurang sesuai dengan aturan penulisan, baik dari segi ekspresi maupun bahasa: ejaan, tata tulis, tata kalimat. • Oleh sebab itu, pembelajaran menulis di sekolah perlu mendapatkan perhatian.
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 5

Kurikulum menghendaki kemampuan menulis siswa secara efektif dan efisien dalam berbagai jenis karangan dalam berbagai konteks. Dengan kurikulum tersebut antara lain diharapkan
– siswa dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya dan hasil intelektual bangsa sendiri; – guru dapat memusatkan perhatian pada pengembangan kompetensi bahasa siswa dengan menyediakan beraneka ragam kegiatan berbahasa dan sumber belajar; – guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar sesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan siswanya.

24 Agustus 2008

Haris Sunardi LPMP Jawa Timur

6

Tujuan Pembelajaran Menulis
• Tujuan pembelajarannya BI lebih menekankan aspek psikomotor/keterampilan tanpa harus mengabaikan aspek kognitif dan afektif. • Keterampilan menulis adalah keterampilan mengungkapkan gagasan kepada pihak lain secara tertulis. • Keterampilan tersebut harus didukung oleh ketepatan bahasa yang digunakan: kosakata dan gramatika, konteks, penggunaan ejaan.

24 Agustus 2008

Haris Sunardi LPMP Jawa Timur

7

Rambu-Rambu Pembelajaran Menulis
– – – – – – – – – Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Pembelajaran menulis disajikan terpadu dg pembelajaran aspek lain. Namun, dalam hal tertentu dapat difokuskan pada komponen tertentu (menulis sebagai fokus atau sebagai tambahan) Pembelajaran menulis harus mengakomodasi semua aspek bahasa mulai yang terkecil hingga terbesar termasuk ejaan (tata tulis). Pembelajaran menulis diajarkan dg prinsip mudah ke sukar, sederhana ke rumit, lingkungan sempit ke luas. Pembelajaran menulis diarahkan ke upaya pertajam kepekaan perasaan siswa sehingga diharapkandua hal: berpikir dan bernalar. Perbandingan bobot menulis dg aspek yan lain seimbang. Waktu yang disediakan diatur sesuai dg keluasan dan kedalaman materi dg gunakan pendekatan komunikatif. Metode disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran yang diinginkan; dapat diseting di luar atau di dalam kelas. Ditekankan pada latihan secara kontinyu, sehingga anak terampil.
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 8

24 Agustus 2008

Hakikat Pembelajaran Menulis
• Keterampilan menulis memerlukan usaha sadar dalam menuliskan kalimat, mempertimbangkan cara mengomunikasikan dan mengatur (Byrne, 1988 dalam Diknas, 2005). • (Lado, 1964 dalam Diknas, 2005), menulis adalah meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dapat dimengerti orang lain.

24 Agustus 2008

Haris Sunardi LPMP Jawa Timur

9

Lanjutan …
• Keterampilan menulis/mengarang pada hakikatnya merupakan pemindahan pikiran dan perasaan ke dalam bentuk lambang bahasa. • Keterampilan menulis adalah kemampuan menggunakan pola-pola bahasa secara tertulis untuk mengungkapkan gagasan atau pesan. • Keterampilan menulis mencakup berbagai kemampuan: menguasai gagasan yang dikemukakan, menggunakan unsur-unsur bahasa, menggunakan gaya, dan menggunakan ejaan dan tanda baca.
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 10

Keterampilan menulis merupakan keterampilan komunikasi tidak langsung yang berupa pemindahan pikiran atau perasaan dengan memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata dengan menggunakan simbol-simbol sehingga dapat dibaca seperti apa yang diwakili oleh simbol tersebut.

24 Agustus 2008

Haris Sunardi LPMP Jawa Timur

11

Ruang Lingkup Pembelajaran Menulis
1. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif) 1. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi 1. Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif (4.1) Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskriptif (4.2) Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf ekspositif (4.3) Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima (8.1) Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima (8.2)

Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif (12.1) Menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk paragraf persuasif (12.2) Menulis hasil wawancara ke dalam beberapa paragraf dengan menggunakan ejaan yang tepat (12.3) Menyusun teks pidato (12.4)
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 12

24 Agustus 2008

16. Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen 1. Mengungkapkan informasi  dalam bentuk  proposal,  surat dagang, karangan  ilmiah

Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar) (16.1) Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar) (16.2) Menulis proposal untuk berbagai keperluan (4.1 Menulis surat dagang dan surat kuasa (4.2) Melengkapi karya tulis dengan daftar pustaka dan catatan kaki (4.3)

1. Mengungkapkan infomasi    Mengungkapkan prinsip-prinsip penulisan resensi (8.1) melalui  penulisan  resensi     Mengaplikasikan prinsip-prinsip penulisan resensi (8.2) 12. Mengungkapkan informasi  dalam bentuk  rangkuman/ringkasan,   notulen rapat, dan    karya  ilmiah  • Menulis naskah drama Menulis rangkuman/ringkasan isi buku (12.1) Menulis notulen rapat sesuai dengan pola penulisannya (12.2) Menulis karya ilmiah seperti hasil pengamatan, dan penelitian (12.3) Mendeskripsikan perilaku manusia melalui dialog naskah drama (16.1) Menarasikan pengalaman manusia dalam bentuk adegan dan latar pada naskah drama (16.2)
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 13

24 Agustus 2008

Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi

Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur (4.1) Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku (4.2) Menulis laporan diskusi dengan melampirkan notulen dan daftar hadir (4.3) Menulis resensi buku pengetahuan berdasarkan format baku (4.4) Menulis resensi buku kumpulan cerpen berdasarkan unsurunsur resensi (8.!) Menulis cerpen berdasarkan kehidupan orang lain (pelaku, peristiwa, latar) (8.2) Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif (12.1) Menulis esai berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan pembuka, isi, dan penutup (12.2) Memahami prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai (16.1) Menerapkan prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai untuk mengomentari karya sastra (16.2)
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 14

Mengungkapkan pendapat, informasi, dan pengalaman dalam bentuk resensi dan cerpen Mengungkapkan pikiran, pendapat, dan informasi dalam penulisan karangan berpola Mengungkapkan pendapat dalam bentuk kritik dan esai
24 Agustus 2008

Karakteristik Keterampilan Menulis
• • • • keterampilan menulis menuntut kemampuan yang ; keterampilan menulis condong ke arah skills atau praktik; keterampilan menulis bersifat mekanistik; dan keterampilan menulis harus melalui kegiatan yang .

24 Agustus 2008

Haris Sunardi LPMP Jawa Timur

15

Keterampilan menulis menuntut kemampuan yang kompleks
• Penulisan sebuah karangan menuntut kemampuan
– memahami apa yang hendak ditulisnya (menyangkut isi karangan) dan – bagaimana cara menulisnya (menyangkut pemakaian bahasa serta bentuk atau struktur karangan)

• Pembelajaran keterampilan menulis yang tidak memperhatikan kedua hal tersebut akan mengalami krtidakberesan/kegagalan
back
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 16

Keterampilan menulis condong ke arah skills atau praktik
• Menulis adalah suatu keterampilan. Perolehannya hanya dapat dicapai dengan berlatih sebanyak-banyaknya dan kontinyu. • Ini tidak berarti pembahasan teori menulis ditabukan dalam pembelajaran menulis. • Perimbangan antara praktik dan teori harus lebih banyak praktik atau pelatihan daripada pembahasan teori.
back
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 17

Keterampilan menulis bersifat mekanistik
• Ini berarti bahwa penguasaan keterampilan menulis tersebut harus melalui pelatihan atau praktik. Dengan kata lain, semakin banyak seseorang melakukan kegiatan menulis akan semakin terampil menulis. • Karateristik keterampilan seperti ini menuntut pembelajaran menulis yang memungkinkan banyak berlatih, praktik, atau mengalami berbagai pengalaman kegiatan menulis.
back
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 18

Keterampilan menulis harus melalui kegiatan yang bertahap dan akumulatif
• Berlatih menulis yang tidak terarah apalagi kurang diawasi oleh guru membuat kegiatan siswa tidak terarah bahkan sering membingungkan siswa. • Mereka tidak tahu apakah mereka sudah bekerja dengan benar atau mereka tidak tahu membuat kesalahan yang berulang. • Latihan mengarang terkendali disertai diskusi sangat diperlukan dalam memahami dan menguasai keterampilan menulis.
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 19

Penilaian Pembelajaran Menulis di SMP
• Penilaian terhadap pembelajaran menulis harus mengacu ke penilaian berbasis kelas. • Namun, karena keterampilan menulis itu condong ke keterampilan mengekspresikan gagasan dan perasaan, kecenderungan penilaian sebaiknya diarahkan ke penilaian kinerja, produk, dan dapat melalui portofolio sebagai penilaian yang mempertimbangkan akumulasi produk tulisan terbaik siswa.
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 20

Format Penilaian Mengarang
No 1. Aspek yang dinilai Isi/Gagasan/Ide a. Keaslian/keaktualan b. Relevansi c. Kemanfaatan 2. Bahasa a. Pengembangan paragraf b. Struktur kalimat c. Pilihan kata d. Penerapan EYD 3. Komposisi/penyajian a. Sistematika b. Keseimbangan (pendahuluan-isi-penutup) c. keruntutan
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur

Rentang 5 – 30 2 – 10 1 – 10 2 – 10 5 – 40 2 – 10 2 – 10 1 – 10 0 – 10 5 – 30 2 – 10 2 – 10 1 – 10

% 30

40

30

21

Model Pembelajaran Menulis
• Model pembelajaran yang ditawarkan di sini diarahkan bagaimana meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui berbagai bentuk pelatihan. • Model pembelajaran di sini difokuskan pada kompetensi dasar keterampilan menulis, tetapi sebagian di antaranya berangkat dari KD keterampilan aspek yang lain. • Meskipun demikian, pelatihan yang digarap akan dominan pada keterampilan menulis. • Keterampilan aspek berbahasa yang lain akan tergarap karena prinsip pendekatan pembelajarannya adalah terpadu.
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 22

• Presentasi berikut adalah contoh langkahlangkah pembelajaran menulis yang diangkat berdasarkan beberapa kompetensi dasar keterampilan menulis dalam kurikulum. • Langkah-langkah ini masih perlu dilengkapi dengan materi ajar, sarana/alat, instrumen penilaian, dsb. Untuk menjadi RPP menulis.
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 23

Menulis surat pribadi
       Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan berlangsung. Secara berkelompok (4-5 orang) siswa mengelompokkan suratsurat contoh yang diberikan ke dalam dua kelompok (surat resmi dan surat pribadi). Siswa mengidentifikasi contoh-contoh surat pribadi dari segi sistematika surat dan cirri-ciri bahasa surat yang digunakan. Wakil kelompok diskusi mempresentasikan hasil kerja. sistematika surat dan ciri-ciri bahasa surat pribadi. Setelah mendapatkan verifikasi dari guru, secara individu siswa menulis surat pribadi yang ditujukan kepada tokoh idolanya (atau ditentukan oleh guru). Siswa memajankan surat pribadi buatannya, dibicarakan bersama dengan bantuan guru, menentukan yang kurang tepat dan yang sudah tepat. Pekerjaan yang perlu pembenahan direvisi oleh siswa berdasarkan pembahasan bersama.
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 24

24 Agustus 2008

Meresensi buku pengetahuan/penemuan
     Guru menginformasikan topik pembelajaran dan tujuannya. Kepada kelompok siswa diberikan beberapa contoh resensi. Secara berkelompok siswa mengidentifikasi unsur-unsur yang terdapat dalam contoh resensi. Mempresentasikan unsur-unsur resensi untuk ditanggapi dan direvisi bersama. Secara individual siswa menulis resensi buku yang telah dibaca sebelumnya, yang antara lain memuat – menuliskan data atau identitas buku yang dibaca, – menuliskan ikhtisar isi buku yang dibaca, – kelebihan dan kelemahan buku yang dibaca, – bahasa yang digunakan dalam buku tersebut, – mengungkapkan pendapat pribadinya terhadap isi buku. Secara bergiliran siswa mempresentasikan hasil kerjanya dan ditanggapi oleh siswa yang lain. Siswa merevisi /memperbaiki resensinya berdasarkan masukan dalam presentasi.
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 25

 

24 Agustus 2008

Menulis puisi bebas
     Bertanya jawab tentang bentuk-bentuk puisi bebas berdasarkan contoh yang disediakan. Berdasarkan tanya jawab dan contoh-contoh puisi bebas tersebut, siswa mengidentifikasi ciri-ciri puisi bebas. Mengenal berbagai teknik menulis puisi (deskripsi objek, pengalaman, kontemplasi, ekspresi, dsb). Secara individu siswa menulis puisi menurut teknik yang paling cocok bagi dirinya. Beberapa siswa membacakan karya puisinya dengan ekspresi yang tepat, siswa yang lain menanggapi dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut bahasa dan iramanya. Karya puisi siswa dipajankan, guru memberikan penguatan. Guru dan siswa mengadakan refleksi terhadap kegiatan yang baru dilakukan.
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 26

 

24 Agustus 2008

Membaca tabel/diagram
         Bertanya jawab tentang jenis-jenis teks yang berujung bahwa ada teks yang berupa tabel/grafik/diagram. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kali ini. Guru membagikan teks yang berupa tabel yang diawali oleh teks narasi satu atau dua kalimat. Siswa memahami teks yang berupa tabel/grafik dengan membaca pemahaman; boleh sambil membuat catatan-catatan kecil. Siswa menyusun beberapa pertanyaaan yang berkaitan dengan isi tabel/diagram. Siswa mengubah teks yang berupa tabel/grafik ke dalam teks narasi dengan memperhatikan penerapan kaidah bahasa dan ejaan yang tepat. Siswa saling menukarkan hasil kerjanya untuk saling mengoreksi dan memberikan saran perbaikan dalam hal ketepatan informasi, ketepatan pilihan kata, kalimat, dan penerapan ejaan. Siswa mengedit/menyempurnakan tulisannya sesuai dengan saran dan tanggapan tertulis dari temannya. Pekerjaan siswa dikumpulkan, diadakan refleksi terhadap kegiatan yang baru berlangsung.
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 27

24 Agustus 2008

Minat baca penduduk suatu negara dapat dilihat dari perbandingan surat kabar dengan jumlah penduduk negara tersebut. Tabel berikut menunjukkan situasi minat baca penduduk di tujuh negara Asia pada tahun 1991, 1994, dan 1995. Rasio surat kabar dan penduduk negara
Negara Jepang Srilangka Singapura Malaysia Pilipina India Indonesia 1991 1 : 1,73 1 : 3,20 1 : 15,63 1 : 47,62 1 : 35, 57 1994 1 : 1,74 1 : 35,72 1 : 2,82 1 : 8,55 1 : 47,67 1 : 40, 26 1995 1 : 1,74 1 : 34,49 1 : 2,90 1 : 8,13 1 : 38,47 1 : 41, 8

Sumber: Serikat Penerbit Surat kabar (SPS) • Paparkan secara tertulis informasi tentang situasi minat baca penduduk negara yang tercantum pada tabel di atas dalam beberapa paragraf!
24 Agustus 2008 Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 28

Latihan Praktik Menulis
• Baca dan pahami puisi berikut! Amati dan bayangkan keadaan yang digambarkan oleh penyair dengan kata-kata pohon, gunung, lembah, gergaji, mobil; burung yang enggan bernyanyi. Tuliskan pemahaman Anda tentang puisi tersebut! Tulislah surat pembaca kepada pihak yang Anda anggap harus peduli terhadap situasi tersebut! Andaikan Anda pejabat di wilayah itu, tindakan apa yang harus Anda ambil?
Haris Sunardi LPMP Jawa Timur 29

24 Agustus 2008

BURUNG-BURUNG ENGGAN BERNYANYI
(Karya Mh. Sanusi Permana)

Bising gergaji mengoyak sepi dan hutan pepohonan tumbang Mobil-mobil besar menggendongnya tergesa-gesa ke kota Gunung dan lembah luka parah Kulitnya terkelupas Erang sakitnya merambah ke mana-mana Burung-burung kehilangan dahan dan ranting Enggan bernyanyi lagi Bila pun ada tegur sapa di antara mereka tentulah pertanyaan yang menyesakkan Ke mana kita harus mengungsi? Pohon-pohon perdu dan melata itu bukanlah tempat tinggal yang ideal Kita perlu gunung yang teduh lembah yang indah Bukan yang luka parah begini
Sumber: Kutipan Kaswanti Purwo (2001) dari kumpulan Cerita dan Hutan Bakau: Antologi Puisi Lingkungan Hidup Majalah Jawa Timur Haris Sunardi LPMPPertanian Trubus tahun 1994

24 Agustus 2008

30

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->